inyong~insung, I ~ me , aku ~ kulo , Saya ~ aku ………all and me …semua yang ku Rasa….

Terimakasih, Maturnuwun Eyang Kakung dan Putri Gatho ….
SUdah berikan Kesempatan untuk kali ini …

Selamat Siang sederek dan Kadang semuanya
Tidak kurangnya rasa syukur saya ucapkan pertumbuhan akan jalinan silaturahmi semakin melebar .
Menjadi tanpa ukuran apa apa utk mengenal dan mengenal.
masing masing membertikan Tanda utk saling berbagi dalam Hidup dan Kehdiupan ini

Acara Cangkrukan : Dusun Gathak Turi Sleman Yogyakarta

Tema : Tema Biarkan seperti air Mengalir

Tuan Rumah : EYang Kakung dan Eyang Putri Gatho

1

Tamu

~Om dan Tante Ngurah Agung

2

Group PECEL semarang dan Mbah Dadus berikut Putra nya

3

45

~Dodo Mewakili Gantharwa dan
Komunitas Doing Good ( Gawe Becik )

8

Hari/Tanggal : Sabtu 21 Maret 2009 Pukul 18.30 – selesai

Kegiatan Cangkrukan :

9Sebagai ajang tali silaturahmi berikut untuk saling bertukar pandangan.
Kembali rasa bersyukur semua berjalan dengan mengalir saja. Pembahasan yang bertumpu pada sebuah Pendekatan akan Pengalaman dalam Tanda Kutip ”Pesan akan ”RASA”…

“aku~kulo” “Inyong~ingsun””I ~ me”

10Manusia dan Kelahirannya
Manusia saat terlahir sudha memiliki FITRAH yang sama.
Beranjak tumbuh kecerdasan dan berkembang , banyak menyerap Pengalaman pengalaman Hidup terkait dengan Indra Sensorik .
Dari Pengalaman akan tumbuh Emosi terkait mental dan kecerdasan . Hingga dikatakan Spiritual ”adalah”spirit……
namun apakah Sipritual sering disimpulkan sebagai Spirit sendiri….dan Itu “”Kesimpulan”” pada umumnya,….
Semneetara bila mau di perdalam lagi manusia sering tanpa disadari atau tidak berbicara SPiritual sering terlepas dari Menlesurui pada kutub Mental dan Fisik ( Wadag)
Hal hal diatas terbagi lagi dari berbagai pandangan akan sebuah PRODUK yang dihasilkan ,.bagaimana itu akan bermanfaat untuk diri semata atau untuk sesama .
11Yang jadi Penilaian pada UMUMNYA ,…mereka yang ber Karya dalam BENTUK MATERI sering dijadikan ACUAN AWAL ,karena ada sebuah PERAN FISIK( WADAG) yang Dominan .Manusia terbiasa melihat dari sisi yang Tersentuh~Tercium~Terlihat~Terasa~Terdengar . Dari sini bila pada TINGKAT MATERI sudah menjadi ACUAN ,..bagaimana melihat dari sisi Spiritual????Hingga akan terus MEMBENTUR~MENGGERUS~MENG OMBANG AMBINGKAN SISI MENTAL ,..menjadi serba KEGelisahan akan KEBERADAAN FISIKAL yang sering di katakan “KESUKSESAN MAUPUN dalam KETERPURUKAN”.

Bagaimana bisa dirasakan Spiritual sekedar Pendekatan BENTUK BENTUK UJUD RUPA???sementara Spiritual itu sendiri JAUH pada tataran BENTUK semata namun sangat TATAAN HALUS tanpa Ini dan Itu. ..penuh KEKOSONGAN,…

Sementara SPiritual yang dimaksud bagaimana mulai Menyadari akan FITRAH Asal Usulnya dengan melakukan Perjalanan Kembali sesuai dengan Peran yang Ada,,,dengan APA ADANYA

Semakin menyimpulkan Spiritual dalam Kotak Pikiran , Semakin jauh dari Kualitas spiritual sendiri

Dasar Perjalanan
Semakin tumbuh dan berkembang dikatakan manusia semkain RUMIT dan menadi Bias akan FITRAH yang sudah ada.Semakin terpengaruh akan Citra Bentukan Lingkungan ~ Pendidikan~ Sosial . Ada Gejolak gejolak HIDUP ,..Kemelakatan. Namun kita sering salah pengertian melihat Gejolak Hidup tersebut.

Gejolak Kebahagiaan~Kenyamanan~Penderitaan~Kesakitan.
ADa satu sisi Kegelisahan manuusia akan Makna Hidup itu sendiri ….
pada titik inilah semua titik titik moment itu akan bekerja ,,bagaimana kita memilih Menyikapi dan Beradaptasi akan Impulse Gejolak yang ada. Akan di MAKNAI ~ atau sekedar menjadi PUKULAN yang sekedar membikin MEMAR yang Berkepanjangan.
Bila dijadikan semua itu sebatas COBAAN ,...kita sekedar akan Mengkambing hitamkan dengan KONDISI yang ada .Bila menjadi ini sebagai UJUD HUBUNGAN sebagai Penerimaan utk Beradaptasi ..semoga Petunjuk itu akan MUNCUL tanpa di cari …
Sikap KERENDAHAN HATI semua akan terproses .Kerendahan Hati bukan sebuah hal yang BISA direncanakan sebelumnya ,.namun dildamnya PENUH dengan PROSES PROSES jatuh BANGUN . ..sangat APA ADANYA
Saat jatuh dan BNNAGUN seberpa lama kita mampu utk BERTAHAN dalam KONDISI Rendah Hati ,…terlepas dari Keluhan keluhan akan hidup itu sendiri..

Rasa ~ Roso Langgeng yang Bekerja menuju DHARMA
Melihat perjalanan yang penuh kerumitan ,…kita cenderung melihat hal hal diluar sebagai ACUAN PEMBANDING.
Sementara itu juga akan semakin JAUH dari Ke Langgenagan akan Peran DIRI yang ada. Bila hal hal diluar itu sebagai UJUD HUBUNGAN in isangat dimungkinkan ,…karena memang ini sebagai UJUD KESATUAN akan RASA Ingsun ~ Kulo ada pada setiap Pribadi. Ingsun~me~kulo sebagai Pendekatan bahsa …bukan kesimpulam yang mewakili akan Rasa tersebut. Bagaimana melihat ~ merasakan masing masing sebagai satu hubungan ,..sebagai satu yang berasal dari satu Fitrah yang ada….bagaimana MOMENT itu bekerja secara UNIVERSAL…bagaiman semua itu bekerja Tanpa PERBEDAAN ……
Bila mungkin in isebagai Titik PERAN , Roso Langgeng tersebut selalu siap ,namun sering kit amanusia diperankan oleh aku~saya~I. Pikiran yang sekedar bekerja, kecerdasan yang sekedar membelenggu , identitas identitas diri yang menjadikan BERBEDA dengan diri FITRAH yang ada ,.akibat akan ter EXPRESI peran diluar ,..semua perlu IDENTIFASI ~ UKURAN~PERBEDAAN sebagai ACUAN ,..bukan dari Ingsun~kulo yang Menyeluruh .

29Perjalanan manusia tidak akan pernah dari sebuah DERITA yang sellau meniimbulkan KEGELISAHAN karena MENTAL Terpengaruh OLEH yang ““DIANGGAP”” REALITAS sebagai PARAMETER UTAMA
Sejauh apa DERITA dan KEGELISAHAN itu akan Menguasai Manusia dalam menjalani Lakon. Hingga melihat REALITAS sekedar jadi ACUAN semata .

Dalam pandangan demikian sangat DISADARI betapa kita HIDUP bagaimana MENERIMA PROSES KOMUNIKASI KEDALAM DIRI pada tingkat Ujud~RUPA~RASA. namun kembali lagi sejauh mana kita membawa semua itu menjadi AJANG PENERIMAAN ..FISIKAL~ASTRAL~KAUSAL .

Saat ini yang menjadi AJANG PERDEBATAN pada hal KAUSAL sementara masing masing masih Terdominasi~terBUDAK akan pendekatan FISIK(WADAG) semata yang mempengaruhi ASTRAL ( MENTAL) yang hanya akan menimbulkan PERDEBATAN karena Pandangan PERBEDAAN sebagai EXPRESI dari masih TERBUDAKNYA akan sisi WADAG / Materi sebagai PENDEKATAN SEsaat…….

30Alangkah Indahnya bila masing masing mau mencoba memperhalus minimal FREKUENSI Pandangan pada PERSPEKTIF Tingkat SPiritual itu sendiri tanpa melihat UJUD ~ BENTUK ~ RUPA yang terbiasa MENDOMINASI hingga SEKEDAR menjadi KONTROVERSI ~KONFLIK dan PEMBENARAN Kedalam DIri maupun Keluar Diri semata…..hingga sebuah Dualitas menjadi Sebuah PEMICU KEDAMAIAN.…bukan menjadi KERESAHAN,….

Demikian uraian yang saya bikin, bukan menjadi KESIMPULAN ,..maaf bila ada yang Berlebihan mohon dengan Koreksinya,..monggo kalo ada yang mau menambahkan ,..Terimaksih maturnuwun

Namaskar (नमस्ते [nʌmʌsˈteː]
Haleluya~
Syâlõm ‘Aleykhem~
Wasallam~
Omitohud
Om Svastyastu~
Alhamdulillah~
PROFICIAT~
Pamuji Rahayu Nir Ing Sambekolo
Bhineka Tunggal IKA

Ijin Sedikit NAPAK TILAS Foto

12131415

16

1819

2017

200

90

53 “”Dengan adanya Berkas Cahaya Kesadaran adanya Berkas Cahaya Kesadaran pada setiap Diri semoga akan Tercipta Manusia manusia Yang Ber Spiritual Indonesia pada Khususnya dan tumbuh dalam sebuah Wadah Nafas Hidup dan Kehidupan dalam Nafas Persaudaraan UNIVERSAL Pada Umumnya “”

~HIDUP sebagai AJANG KOMUNIKASI akan DERITA itu sendiri utk kembali kepada FITRAH yang ada dengan tidak lupa menelusuri Keberadaan Wadag sebagai alat utk berkembang dan tumbuh dalam SATU JIWA ~ SATU RASA ~

“Manusia Hidup Untuk SADAR akan Dirinya yang Sejati.
Manusia Hidup Untuk Kembali Memiliki RASA Sejati.
Siapa AKU? Sehingga Di Panggil NAMAKU?”

Salam Sejati
YOgykarta Senin 23 maret 2009 10.21


Categories: Serba Serbi | 16 Komentar

Navigasi pos

16 thoughts on “inyong~insung, I ~ me , aku ~ kulo , Saya ~ aku ………all and me …semua yang ku Rasa….

Comment navigation

  1. nona wisnu wardhani

    gue setuju dengan pendapat mas 3yoga
    oh ya satu pertanyaan
    bagaimana jika ketulusan kita dan kejujuran kita disalah artikan ??

  2. 3yoga

    ketulusan dan kejujuran didalam bebrayan di masyarakat memang sungguh keindahan sejati, pluralisme adalah warna-warni yang menyatu menyempurnakan keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri,…… masihkan perlu dipertentangkan karena adanya fatwa mengenai pluralisme ??? yang tidak sesuai dengan ajaran dari agama tertentu ???

    mungkin inilah yang menjadikan ganjalan dari ke2,

  3. Sasmita Eling Mring Ananing Rasa

    ya memang benar itu,didalam ketidakmampuan,ketidakberdayaan dan ketidakmengertian kita manusia,GUSTI adalah kemampuan, daya dan pengertian kita.

  4. kangBoed

    Siapakah diri kita ini ???
    Sehingga dengan sombongnya selalu mengaku ngaku…
    Selalu merasa rasakan ya ya ya merasa…. segalanya

    Padahal semua sudah tertulis berjuta tahun yang lalu
    Kita ini cuma dagelan alias khayalanNYA
    Semua terjadi menurut alur cerita skenario DIA

    Semua hanya menuruti qudrat dan iradat NYA
    sehingga segala sesuatu hanya bisa terjadi karena ijinNYA
    tak ada peran kita disana dalam menentukan

    Itulah bagi yang mau berfikir tentang diri
    Akhirnya Mengerti sejatinya diri kita adalah…….
    yayaya… La Hwalla Walla Quwata……….

    Dalam ketak berdayaan dibutuhkan pegangan yang kuat
    Dalam ketidak mampuan ditarik oleh Yang Maha Mampu
    Dalam kelemahan dan kekosongan datanglah ketenangan jiwa

    Tumbuhlah pohon CINTA dalam kesejatian diri
    Terbit bagai mentari pagi pancaran Nur IMAN
    Sebagai penerang langkah dalam menyelesaikan tugas disini

    Inilah langkah pemurnian sejati
    demi mencapai sejatinya Lahwalla walla Quwatta
    Hilang lenyap dalam pelukan Sang KEKASIH

    Dan kembalinya hanya Untuk menjalankan sebuah Dharma
    Berbekal akhlakul kharimah yang terbit dari kesadaran diri sejati
    Untuk berkarya dan mencipta demi kebersamaan..

    Salam Sayang

  5. dodo

    Salam Sedrek Kadang ..
    Terimkasih Sederek sedanten …
    Sangat terkesan dengan pendekatan yang ada,..
    Tidak ada istilah Benar mapun Salah ..
    Inilah iNdahnya Warna,…Indahnya Pandangan …Indahnya Kemajemukan…

    Saat duduk bersama….
    Saling menatap dalam Kejujuran ..
    Me Rasakan masing masing memiliki Fitrah~Hak~Kewajiban yang sama ..secara HAM Tiada Apapun yang sanggup membedakan ,karena hukum2 UNIVERSAL yang belum kita sentuh maupun kenal , bergerak bukan dari satu sisi PARAMETER Pengetahuan Kecerdasan~Agama dsb….
    Berbicara Ageman dengan Pendekatan Kemanusiaan , kita masing masing masih sama sama memiliki warna , melihat ALam Semesta, terlalu sempit rasa nya bila kita diberikan kesempatan HIDUP SAAT ini 0-90 tahun, dengan Usia ALam Semsta yang sangat Tiada Terhingga ,..kita terbiasa MERASA Hidup dengan PERSAMAAN sebagai ACUAN ….
    Namun sisi PERBEDAAN dianggap~ ANGGAPAN semata …
    Berbeda dalam WARNA DIanggap ::musuh
    Lebih Tajam dan memprihatinkan Terlalu mempersempit dan memperumit bila sudah dijadikan sebagai Pembenaran Pribadi Kelompok maupun Golongan, …

    Sesuatu sudah di KULTUSKAN secara kasat INDRA :::UJUD~BENTUK~RUPA~MATERI~MATERI menajdi bukan hal yang di MAKSUD.. semata mata debat BUAH PIKIR akan KECERDASAN Otak.Termasuk tuhan dengan ke Mahaannya sebagai pendekatan PANCER pada umumnya ….yang semestinya sudah di “”IYAKAN”” tanpa Bertanya lagi keberadaanya …

    Bicara dan menelusuri hal hal yang Universal ..bila disadari SAAT INI kita masih TERikat akan HUKUM2 Pikiran …sementara ALAM SEMESTA masih menyimpan Hukum KEsadaran TUNGGAL bukan dalam arti Matematis~Numerik …
    Pendekatan Tunggal Yang Ketidak Terhinggaan~Kekosongan~Yang tak Tersentuh ..oleh hukum hukum saat ini …
    Dan dengan kesempatan meng HIRUP NAFAS selama beberapa tahun ..kita diberikan KESEMPATAN dan Wahana dengan PIranti2nya ..sangat disia siakan bila semua itu berlalu sedemikian rupa ..

    Bukan hal yang Kebetulan atau sesuatu yang SIA SIA dalam hidup ini bila mau di MAKNAI ..bahkan segelintir debu melintas PUN ini bukan suatu hal yg kebetulan ..

    Ketiadaan yang selalu di anggap TIDAK ADA …sementara hal yang “” ADA”” selalu dianggap hal Yang ada dan BENAR …

    Beranikah kita memposisikan pandangan “”KETIADAAN”” sudah sangat mewakili dan melingkupi hal hal yang ADA…..sementara hal hal yang ADA bukan hal yang Sesungguhnya ,,,,??

    Alangkah Indahnya bila masing masing sangat Menjunjung TINGGI nilai PERBEDAAN bukan dari sisi PERSAMAAN SEMATA….

    Kembali lagi , tulisan ini hanya Expresi pendekatan Pribadi dan semogga jauh dari nilai nilai Pembenaran ..sekedar Obrolan utk memper erat sesami ..
    AMin ,..maturnuwun

    Salam Hangat
    Salam Sejati
    Nyimak..

  6. Jimuslim

    Kupuji Muhammad, ku tak memujanya.
    Kusujudi Tuhan, ku tak sembah ‘namanya’.

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: