Sarasehan Aku vs Pikiran

Gantharwa – Juli 5, 2007
TOPIK 2:

Bagaimana menurut para sahabat seperjalanan:
“Aku” menciptakan pikiran ataukah, “Pikiran” menciptakan aku?

Ngabei Kiduling Mesjid – Juli 6, 2007
Menurut saya ketika Aku (ingsung sejati )telah kuasa atas diri (satu2nya penguasa atas diri, sudah terbebas dari ego dll) dialah yang menciptakan(menguasai, mengendalikan Pikir).Tapi ketika Pikir murni masih menguasai diri dialah yang akan menciptakan aku, egoisme dll.

Teuku razali – Juli 6, 2007
Dear all,
salah satu topik yg menarik, dan Den Ngabei sudah memulai, tolonglah dijelaskan Den ngabei apa yg dimaksud dengan aku/ingsun sejati dan pikiran itu agar kita semua dapat lebih memahami terutama saya yg awam ini. semoga sarasehan ini dapat lebih membangun bagi kita semua.

sejatiku- Juli 7, 2007
wahhh….topik ini barusan aja dibahas kemaren…menurutku seh dua2nya bisa aja terjadi.Pikiran bisa aja menciptakan aku..aku juga bisa menciptakan pikiran tgt dari tingkat ” tidur ” kita aja.Kalo mah kita masi tertidur dan blon “sadar” itu berarti pikiran yg menciptakan aku.Jika uda “bangun” maka aku yg menciptakan pikiran. Pernah suatu saat aku membahas ttg ” tidur ” dan “kesadaran” ma temen.weleh temen ini malah mengatakan bila kita ndak sadar kayak orang gila aja,sekarang kita ini kan waras.Weeleh topik ini perlu dibahas neh…” Bilakah kita sadar kita adalah orang gila…”
Ha..ha…ha…ha…atau jangan2 yg online disini adalah kumpulan orang2 gila semua? Aku jadi ingat film judulnya ” me,my self and irene..” Coba dibahas ttg ” me,my self and my mind…” hua..hua..hau…wellcome to the jungle man!

tito – Juli 8, 2007
Aku komentarin mas jos ya… hi hi hi…kadang kita yg mau sadar/tersadarkan, oleh orang lain yg belum sadar disebut gila padahal kalo kita telaah lg lebih dalam, kita juga boleh dong nyebut mereka gila/belum sadar (kan katanya orang yg ga sadar-sadar disebut gila/kesurupan-dah breakdance / kt yg ga sadar cuma belum breakdance aja, lucu nih banyolan Guru). Sorry teman2 ga sadar ungkapan sederhananya ga inget Tuhan ya.
aku jd inget pd suatu saat kt lg ngobrol&becanda sana-sini, Guru dibilang gila sama adiknya sapa ya namanya mas…, begini: “mas joko itu waras ga ya kok jual oli ditipuin berkali-kali diem aja, kalo aku dah tak kejar tak tonjok habis2an x”. eh mas Vintus nyeletuk “Ya memang gila kita, semua orang kalo ga kenal pasti bilang kita gila, padahal yg sakit mereka kan”, eh Guru nyeletuk juga “Tuh orang gila sudah ngaku gila hi hi hi…” tertawa semuanya….
wah aku kangen dengan banyolan Guru sorry euy…
tito: kalo cewe obat tombo ngantuk kt org2
kalo banyolan Guru itu obat tombo urip
mohon dilanjut komentar dr kadang2 yg lain… maafkan daku jd agak keluar topik…
maturnuwun.

Si-Kancil – Juli 9, 2007
Topik yang menarik,
Ikut nimbrung.
Setiap dapat Gajian hatiku merasa senang, tapi sebaliknya Jika sudah tanggal tua dan uang gaji tersebut sudah menipis hatiku merasa gusar dan cenderung gelisah, padahal jika pengeluaran secara normal untuk kebutuhan sehari-hari sampai dengan akhir bulan pun sebenarnya uang masih bisa cukupi kehidupan sehari-hari, tapi hati tetap gelisah. Saya anggap kejadian ini adalah posisi dimana “Pikiran” menciptakan “Aku”.
Jika Kita sudah bisa membalik situasi yang sebenarnya, misalnya : meskipun uang gaji sudah menipis dan kita bisa mengontrol hati kita agar merasa senang dan gembira, berarti ini kondisi dimana “Aku” menciptakan “Pikiran”.
Pernah saya mimpi, dimimpi tersebut hati saya suuuangat bahagia sekali. lha … padahal saya g jelas sedang bermimpi apa! berarti saya menganggap mimpi saya tersebut “Aku” menciptakan “Pikiran”.
kemudian kejadian tersebut saya coba me-realisasikan di kehidupan sehari-hari tapi belum bisa sampai sekarang. Saya pribadi masih tahap belajar dan masih sangat berharap agar bisa “Aku” menciptakan “Pikiran”, walaupun hal keduniawian sudah mendarah daging.
Wasalam.

Daud Govinda – Juli 13, 2007
Aku dan pikiran adalah SAMA.
Pikiran yang menjadi asal muasal Iman yang diyakini Aku..
Jadi banyak yang beriman karena pikiran bukan karena mengalami..
Sehingga terciptalah Aku yang sekarang, selalu “merasa”. Padahal itu adalah Palsu..
Maka Alamilah tanpa Pikiran, akan tahu rasanya.
Salam

Sujiatmoko – Juli 13, 2007
AKU menciptakan Pikiran …
Pikiran menciptakan Energi
Energi menciptakan Karso (Kehendak)
Kehendak mengejewantah menjadi Cipta, Karya dan Rasa …
Salam Sejati

Kawulo Alit – Juli 19, 2007
1.Aku menciptakan pikiran, karena pikiran hanyalah sebuah alat untuk menjalankan kehendak “Aku Sejati” 2.Pikiran menciptakan aku, karena keberadaanku (Aku ego) disebabkan oleh pikiran. Silakan anda memilih mau sebagai “Aku Sejati” atau “Aku ego”. Dengan konsekuensi “Aku Sejati” tidak akan binasa dikarenakan sirnanya pikiran sedangkan “Aku ego” akan binasa bersama sirnanya pikiran. Sebelum anda memilih cobalah dulu untuk bekenalan dengan keduanya (”Aku Sejati” dan “Aku ego”). Selamat mencoba & good luck.

wisnu wardhani – Agustus 10, 2007
gue setuju pendapat ngabei kidulingmesjid………tapi klo boleh gue tambahin ni yee…….
AKU ada sebelum pikiran ada dan AKU akan tetep ada walaupun pikiran tiada…….
komentar dong……….

sastroroso – Agustus 10, 2007
aku yang diciptakan pikiran adalah konsep tentang aku
aku yang menciptakan pikiran adalah kesadaran yang sejatiku
pikiran adalah bayangan keberadaanku,Yang Berpikir itulah AKU
aku hanya menepati keberadaanku
meskipun pikiran menutupiku dan kukira aku,
suatu ketika aku akan melihat
sang pembuat aku, aku yang melihat
saat itu tak ada lagi aku..
walau sesungguhnya,aku akan tak lagi tidak ada maupun ada..

sanjaya – Agustus 11, 2007
menurut saya, Aku yang menciptakan pikiran….

aji – Agustus 31, 2007
ikutan ngasih ya mas-mas semua
aku adalah seperti seorang bayi yang belum lahir yang belum punya pikiran apa-apa..
setelah dewasa dengan pengetahuan yang semakin berkembang maka pikiran-pikiran mulai timbul dalam diri..
jika seseorang sadar akan hal itu maka seseorang itu tidak akan bisa dikalahkan oleh pikirannya sendiri..
nuwun

Categories: Serba Serbi

Navigasi pos

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: