Tak Berhingga (1/0) = Infinity

Tak Berhingga atau 1/0 (Infinity)

Oleh: Satria Sukma Bhuwana

InfinityKetika kita masih dibangku sekolah dahulu tentunya kita sudah diajarkan bahwa 1/1=1 0/1=0 dan 1/0= tak berhingga  (Infinity.)

Menarik untuk kita bahas disini kaitannya dengan pesan suro (lupa pada tahun keberapa) (Tahun 2003. Red) dari Kyai Ganjel yang hanya terdiri dari dua kalimat : “ Hidup bagai Raja. Kosong Ego”. 

(Lengkapnya: “JALANI HIDUP DENGAN KOSONG EGO, NIKMATI HIDUP SEPERTI RAJA, BERBUAT BAIK UNTUK HIDUP BAIK, HIDUP BAIK DALAM KASIH, KASIH ITU KOSONG EGO, RAJA ITU PUNYA PERANAN UTAMA”. Red) 

Hidup bagai raja ini jangan diartikan hidup yang berfoya-foya, duduk disinggasana dan dikelilingi wanita cantik yang mengipas-ngipas agar sang Raja menjadi nyaman. Namun hendaknya diartikan sebagai BERPERANAN UTAMA, bukankah ini inti peran yang seharusnya dari seorang raja?

Kosong Ego lebih diartikan kepada sifat yang TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI dan  lebih memilih untuk melayani sesama.   

Bagi saya, ini mengingatkan pada perjalan hidup seorang Kyai Ganjel, yang telah secara nyata mempraktekkan sendiri kedua ajakannya ini. Saya sungguh kagum pada Guru.

Amazingnya lagi didalam buku Conversation With God (CWG) ada tertulis sebuah ajakan: “Live like a King, Need Nothing!” Alangkah miripnya ajakan ini, sama-sama cuma  dua kalimat yang sederhana pula!  Kenapa ya Guru dan CWG  mengajak kita semua untuk mempraktek kedua pesan ini?

Perhatikanlah statement matematika ini: 1/1=1 . Jika kita berperanan utama (1 yang diatas) namun juga tetap mementingkan diri sendiri (1 yang dibawah) maka hasilnya kita cuma maju 1 langkah kedepan.

Bandingkan dengan stetement yang ini: 1/0.5=2. Jika kita berperanan utama, lalu kita mulai mengurangi sifat egois kita (manusia cenderung egosentris) ke setengahnya saja, maka hasilnya adalah kita melangkah maju lebih jauh…yaitu 2 langkah kedepan. Yang terakhir, perhatikan statement ini: 1/0=Tak Berhingga (nfinity). Jika kita berperanan utama , lalu juga kosong ego, hasilnya adalah kita melangkah maju jauuh sekali, alias mendekati Infinity!! Coba lihat kamus Inggris Indonesia, arti INFINITE adalah: Tanpa Batas, Sangat Besar, dan….TUHAN! 

Kini jelaslah sudah apa maksud dari ajakan “Hidup bagai Raja, Kosong Ego” dan “Live like a King, Need Nothing” yang diceritakan diatas. Intinya adalah kita semua diajak untuk sebisa mungkin menjadi serupa dengan Dia! Dengan kata lain kita diminta untuk ingat kembali siapa kita sebenarnya. Kita adalah Anak-anak Allah yang segambar dan secitra denganNya. Maka jadilah kita semua seperti itu, caranya dengan menjalani hidup yang BERPERANAN UTAMA serta TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI.

Salam

Categories: Serba Serbi | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “Tak Berhingga (1/0) = Infinity

  1. Dodo YOgya

    Mas Hary….
    Ini yang pernh diampaikan saat di padepokan ,..
    Jujur ,…Sangat terisnpirasi dan dimnegrti …
    maturnuwun pemaparannya ,,
    saya cari bukunya belum dapet mas di yogya ,.:(

    Salam Sejati
    Dodo

  2. Satria Sukma Bhuwana

    Salam sejahtera untuk Triana, Darmanto, & Gondo Arum!
    Untuk mas Darmanto, hidup bagai raja diartikan sebagai BERPERANAN UTAMA. Didalam Gantharwa kata “berperanan utama” sangat dikenal, bahkan di CWG pun ada tertulis: “..you may choose to be the cause of the process.. or to be at the effect of it, but the best way to live a life is to be the CAUSE of everything!”. Maksudnya manusia diminta untuk terlibat aktif didalam setiap penyelesaian permasalahan, bahkan ditantang untuk menjadi pioneer, menjadi problem solver baik dilingkungan keluarga maupun dimasyarakat, jangan menjadi orang yang tidak pedulian / cuek. Tetapkan sendiri standar siapa anda sebenarnya, lalu letakkan cita-cita setinggi langit, sebaiknya jangan biarkan “orang lain” menetapkan atau menentukan siapa anda dalam hidup ini..jadilah anda berperanan utama…..ya, layaknya seorang raja.

    Salam

  3. gondo arum

    bagus juga tulisan Mas hari..
    tapi asal jangan ~/~ = tak tentu
    berperanan enggak… berkorban buat orang lain juga enggak.. jadinya ya nggak tentu …hehe

  4. Salam rahayu wilujeng

    Weh…weh…weh orang “sains” menjelaskan ke “akuan” dengan bahasa filsafat matematika yang indah. Memang logis dan rasional banget, sangat mudah akal menerima.
    Memang belum semua yang mbak` jelasin coba andai diterangkan juga
    dengan rumus akar kwadrat, or sin, cos, tangen akan lebih huebat filosofinya,,,,salut dan kagum dalam menelaah sebuah fenomena.
    Andai angka2 itu kita akarkan maka tetap menjadi satu, akar 4=2, dan strs, satu tujuan walau di bagi2 maka akan tetap satu.hehehehe
    just kidding….
    Cuma bagai “raja” ini yang belum aq mengerti….
    Andai sempat melirik tulisan ini, cobalah goreskan pena,,,tuk mengartikan mendung yang belum cerah oleh sang “mentari”.

    nuwun

    wong ndeso

  5. triana

    mas hari yang baik…..
    saya pendatang baru di forum ini.
    beberapa tulisan mas sudah saya baca.
    kadang butuh waktu untuk membaca ulang agar bisa memahami inti pembahasan yang ingin disampaikan.
    saya berniat untuk membaca tulisan karya yang lain juga.
    terus produktif dalam menyampaikan pemikiran mas ya.
    salam…..

  6. anton Loewijono

    Memang sulit untuk menjalankan hidup dgn kosong ego, untuk itulah kita harus terus blajar untuk menjalaninya dgn penuh kecerdikan seperti ular dan yang tulus seperti merpati sehingga kita dapat menjadi raja yang berperanan utama

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: