Merenung Saat Sang Guru Meninggalkan Kita

Merenung Saat Sang Guru Meninggalkan Kita
Oleh: Kadang Gondo Arum

Seperti mimpi .. kematian Pak Joko .. Pak Bagyo dan Roy begitu tidak terduga… aku tidak akan mempertanyakan mengapa ini semua terjadi.. juga mengapa aku dan kadangku Desi harus menjadi saksinya …
Begitu banyak pelajaran dan kaweruh yang luar biasa… tak ternilai harganya yang kudapat dari Guruku ..bahkan disaat terakhirpun beliau memberi pelajaran buatku … begitu manusiawi dan biasa .. sederhana ..
Selama ini kita mengejar sesuatu yang tidak pasti.. kepandaian .. kekayaan .. martabat .. nama baik .. padahal semua itu tidak pasti … kita lupa bahkan tidak sempat memahami sesuatu yang pasti yakni kematian .. kadang kita begitu takut dan negatif thinking memandang kematian padahal itu sesuatu yang pasti kita alami ..
Sikap kita yang terbaik untuk saat ini adalah melakoni hidup dengan sungguh-sungguh, menerapkan kaweruh yang kita miliki.. tanpa ada keterikatan dengan hal-hal semu .. sampai tugas kita selesai..
“orang yang tidak takut akan kematian adalah orang yang begitu menikmati hidup”
… pencerahan …
Sama seperti ke 11 murid Yesus yang begitu bingung saat Yesus wafat .. sampai akhirnya mereka mengalami pencerahan, timbulnya kesadaran baru bahwa kebenaran Allah harus diestafetkan .. dan mereka harus menjadi garam .. demikian pula kita, kaweruh Gantharwa harus disebarluaskan… mulai dari apa adanya saja ..

Categories: Renungan | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Merenung Saat Sang Guru Meninggalkan Kita

  1. anton

    kematian pak joko itu sempat membuat saya kaget, karena waktu itu pak joko akan datang untuk memberikan lisensi (angkatan 5 jkt) krn pelajaran telah berakhir, ternyata pelajaran terakhir itulah yang membuat saya sampai sekarang terus belajar mencari kaweruh sampai akhirnya nanti, walaupun di sana-sini banyak sekali godaannya, untuk itu saya perlu sekali memahami arti dari kehidupan dan kematian itu sendiri yang telah dilakoni oleh guru kita sendiri dengan laku yang baik.Terimakasih Guru

  2. seorang pencari sejati

    yup…mari kita estafetkan pengertian yg kita dapat..kita satu keluarga..bersatu kita teguh bercerai kita runtuh..mbok maju dong..masak kalah ma padepokan yg lain…guru dah ngajarin yg terbaik..melayani dengan segenap hatinya.Apa yg ada dalam diri,talenta itu kalo didiamkan ya..tetap aja segitu..ada uang 100 mbok dibuat jadi 1000 aja,jgn muluk2 jd 1 juta…ehhh omong2 piye kabare mbak desi? kirim salam ya..kalo ndak salah satu angkatan..apa dah merit si desinya? he…he..he….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: