“Mulih Mulaniro”/”Kembali Ke Asal”

“Mulih Mulaniro”
1 Suro 1938

Oleh: Kadang Sardiatmo

Selamat pagi para kadang terkasih semua, SELAMAT TAHUN BARU JAWA 1938, Selamat Tahun Baru Imlek 2556, Selamat Tahun Baru 1426 H Semoga di tahun baru Semangat kita pun semakin bertambah dalam menjalani segala segi kehidupan.

Malam 1 suro Rabu kemarin dilakukan di Manggala Giri Lembang, acara dikemas agak sedikit berbeda dari biasanya.
Oia….tema yang diambil adalah “Mulih Mulaniro” (terjemahan bebasnya:
Kembali Ke Asal)
Diharapkan dengan Tema ini bisa menggugah setiap insan Gantharwa u/ mencoba merefleksikan diri kembali, apa yang sudah diperbuat dari apa yang sudah kita lakukan dengan pengertian yang sudah dimiliki, kita terapkankah? masih jadi konsepkah? atau ya….skedar informasi saja atau..atau..atau…..

Didalam acara sempat kita dengarkan tembang Sekar Gambuh (lewat kaset) yang sedikit banyak menyampaikan: agar kita dalam bertutur kata harus didasarkan dengan kebenaran, bila tidak akan terjadi ketidakharmonisan.Begitu juga dalam bertindak harus didasarkan pada kebenaran jangan hanya mau menangnya sendiri saja.

Kemudian ada sedikit narasi dari kutipan percakapan antara Sri Krisna & Arjuna sesaat sebelum mereka berperang melawan kurawa…disana terlihat kegundahan hati Arjuna saat ia akan memerangi ketidakadilan karena yang dihadapinya adalah saudaranya sendiri, yaitu Kurawa.
Akhirnya setelah diberi tuntunan dari Sri Krisna, Arjuna tegar kembali karena peperangan bukan perang melawan Kurawa melainkan adalah memerangi ketidakadilan itu sendiri.

Oia saya coba tuliskan apa yang sempay disampaikan oleh Pak Joko.

Saya sangat senang sekali, karena di tahun Baru Jawa ini ada suasana baru.
Klo para kadang melihat kembali tema kita dan merenungkannya, semua permasalahan pasti terjawab. Jangan terjebak oleh figur karena figur itu sendiri bersumber dari pengertian.
Jadikan jawa sebagai arah/dasar dari pemikiran u/ memecahkan smua permasalahan.
Biji yang ada dan diberikan kepada para kadang semua mempunyai kuasa yang sama, tergantung dari para kadang, biji itu bisa berkembang.
Ingat selalu & renungkan 3 janji lisensi.

Halangan yang menghalangi yaitu..tidak abadi. Kebanyakan smua orang yang terpanggil hanya sedikit yang terpilih. Jangan pernah menganggap Kuasa Allah yang diberikan sebagai sesuatu barang yang dipermainkan. Hendaknya pengertian yang didapat diestafetkan, jangan sampai mati pada diri kita sendiri.

Apakah kita sudah layak sebagai anak-anak Allah yang sudah terima kuasaNya???Tanyakan pada dirimu sendiri, karena diri kitalah sumber pengetahuan.
Jangan lupakan tugas yang lebih besar & banyak, jangan sampai tugas yang sudah diberikan Allah disia-siakan.
Bagi kadang yang mengerti….mengertilah……

Kemudian adalah seorang kadang yang bertanya: ” Bagaimana usaha kita u/ kembali bersatu seperti yang dulu???”

Kita semua sudah mendapat berkat dari Allah, pengertian yang saya dapat sudah saya sampaikan semua tidak ada yang saya sembunyikan/saya tahan, semuanya ada pada pelajaran Jawa. hendalah kita punya sifat seperti jawa itu sendiri, yaitu Kesatuan ukuran. Jadi janganlah perbedaan sebagai jurang pemisah diantara para kadang sendiri. Semua diri kita ditemani sedulur papat kalima pancer , tetapi tidak semua bisa menguasainya, cek lah pada diri sendiri. Kita berada dalam satu naungan Allah. Barang siapa yang tak sesuai dengan naungan Allah, berarti sudah terpengaruh oleh iblis. Hendaknya kuasa yang telah diberikan dapat menambah iman. Dan Iman yang kuat akan dapat menmpengaruhi kekuasaan, & kekuasaan dipakai u/ menjadi anak-anak Allah, anak-anak Allah seperti garam yang tak pernah hambar.

Apakah kita semua sudah layak menerima kuasa itu sendiri???Halangan yang ada didepan kita semua seperti pohon pisang yang lambat laun akan membusuk.
Jangan sampai iman kita lambat laun membusuk seperti pohon pisang itu.
Rawatlah kuasa yang sudah diterima dengan merenungkan setiap firman Allah, jangan malas & berpangku tangan, jangan berbuat seperti hamba padahal kita raja. Berbuatlah sesuai dengan panggilan masing-masing.

Itulah pesan yang kami terima pkl 03:00 WIB 10 Februari’05

salam ganjel

Atmo

Categories: Sura | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on ““Mulih Mulaniro”/”Kembali Ke Asal”

  1. canoleng (Red)

    Setelah menyimak beberapa tulisan (belum banyak sii) terus terang ada kerinduan yg mulai terjawab dg sesuatu yg bertitel kejawen, terus gemana dpt penjelasan yg ga ngalor ngidul/sedikit/malah bebas dr kontaminasi dr ajaran mentah yg susah ditelan ???

    (Saudara canoleng, alami sendiri, saudara akan tahu bagaimana. Red)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: