Mengetahui dasar dan Tujuan Kita

Mengetahui dasar dan Tujuan Kita
Oleh: Kiai Ganjel

Kliwonan Senin malam selasa, 12 Februari 2001,
Disalin: Kadang Gondo Arum
• Segala sesuatu kita kembalikan pada dasarnya, pada intinya, pada Jawa.. pada kemanunggalan…
• Ibarat pohon, di Gantharwa ini kita belajar dari akarnya bukan dari daunnya, bila dalam perkembangan selanjutnya kita menemui benturan, kembalilah ke akarnya ..kembali pada sikap lisensi/paten
• Semua aspek dalam pelajaran merupakan uraian paten/lisensi, ibarat onderdil yang siap dirangkai ..
• Allah telah memberi kesempatan dan fasilitas tinggal kita mau menggunkannya atau tidak .. Allah telah begitu baik ..layakkanlah diri kita untuk menerima berkat dan kasih Allah yang begitu besar ..
• Jangan pernah puas dengan apa yang kita dapat.. begitu kita merasa mengerti itu berbahaya karena kita akan diam dan tidak berjalan ..
• Perjalanan kita masih jauuuh ..jangan buat kesalahan krn kesalahan bisa merusak diri sendiri dan org lain ..

Categories: Kliwonan | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Mengetahui dasar dan Tujuan Kita

  1. rahayu wilujeng
    Mengapa selalu mengibaratkan meminjam sang pohon?????????
    Kadang kita sering berpikir, tentang sebuah pohon yang kering kerontang tak berdaun, tampak dari luar seperti batang tak berisi.
    Alangkah tertipu mata ini, selang beberapa bulan tampak kuncup bunga menanti belaian lembut sang mentari, tuk membuka kelopak mata sang bunga. Disaat pagi embun menemani kelopak demi kelopak sang bunga, seolah memandikan tubuhnya. Dan kala semua mata manusia memandang tampak bunga segar nan harum, memukau siapa saja yang melewatkan matanya kesebuah pohon kering nan indah.
    Aq tak mengerti kenapa harus kembali ke “jawa”???????
    Apa sebenarnya arti “jawa” ini?????
    Banyak orang bilang “ga eruh jawane”, “jawa mu piye”
    Apa sesungguhnya arti “jawa” di sini.
    Bunga itu mekar dekat kuil di Jepang.
    Ohhhh alangkah rindu akan “jawa”. nyuwun dipun artos aken kanthi gamblang, cetho tro welo-welo.
    matur nuwun
    nuwun
    ndesani
    (Saudara Darmanto yang kritis, Pohon hanya di contohkan saja, boleh saja mengambil contoh lain, intinya adalah ingin menjelaskan kalau mau belajar harus tahu inti ilmu pengetahuan, jangan belajar cabang-cabang, kalau mau diibaratkan kita harus berada di telapak tangan jangan di jari-jari (cabang), kalau di telapak, mau kemana-mana gampang karena dasar dari jari. Demikian tentang makna jawa, atau ilmu jawa adalah mengajak kita kembali ke dasar, atau sedikit kami berikan jawaban mengenai arti jawa adalah KESERASIAN / KESATUAN UKURAN, untuk penjelasan artinya sendiri akan di berikan dalam pelajaran, karena kalau di jelaskan belum apa-apa akan muncul kebingungan lagi. Tapi di beberapa materi ada di ungkap tentang makna jawa juga. Red)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: