Motivasi Baik dan Penyangkalan Diri

Motivasi Baik Dan Penyangkalan Diri
Jumat Kliwon 18 Februari 1999

Oleh: Kiai Ganjel

Karma terdiri dari dua:
1. Karma umat manusia
2. karma pribadi

Gantharwa selalu menghasilkan atau bermotivasi yang terbaik,
itu adalah suatu keharusan, dan jika tidak atau terjadi kerusakan, maka harus dilakukan suatu perbaikan, jika tidak bisa, barulah diganti.
“Motivasi” haruslah selalu menuju ke yang “terbaik”, dalam perjalanannya yang disebut “proses”, jika terjadi kerusakan maka prosesnya harus kearah “memperbaiki” yang artinya pengantian lebih baik.
Sama halnya dalam Prinsip Cinta yang adalah dari apa adanya memproses menjadi yang seharusnya.

Penyangkalan Diri
Penyangkalan diri adalah sesuatu yang dalam kondisi rusak harus adanya penyangkalan diri. Tapi kalau manusia yang asli, tidaklah perlu adanya / tidak adanya penyangkalan diri.
Maka segala sesuatu yang masih baik harus dipergunakan untuk Memuliakan Allah. Dunia yang rusak jangan kita hanyut didalamnya tapi harus diperbaiki.

Tujuan kita menjadi Gantharwa yang nanti akan sering banyak sebutan (paranormal, dukun dll) adalah damai dan sejahtera. Maka kalau dianggap suatu “penderitaan” bagi orang tertentu adalah Gantharwa/paranormal yang tidak benar kalau tidak bisa membawa damai dan sejahtera. Menjadi Gantharwa/paranormal yang benar tentu saja bertanggung jawab atas perbuatannya atau yang dilakukannya.

Categories: Kliwonan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: