Bingung

Bingung
Jumat Kliwon 5 November 1998

Oleh: Kiai Ganjel
Disalin: Kadhang Atma Jaya Utama

Metode untuk menghadapi kebinggungan; kita harulah kembali ke basic lagi atau minimal kita harus berhenti sejenak atau meditasi.
Lalu carilah kesalahannya dimana dan bagaiman memperbaikinya, maka kita perlu meditasi atau perenungan, mencari kebenaran

Kita punya kekuasaan, power, lisensi sejauh mana atau batasnya dimana, dalam penggunaannya untuk ‘menarik suara’ atau memasukan roh-roh?

Yang utama orang jawa diajari ‘tata krama’, etikanya. Metodenya, saat menghadapi kebingungan sebaiknya ‘back to basic’, minimal berhenti. Jika dalam kebingungan kita maju terus maka kita akan ‘gambling’, untung-untungan. Jika salah diteruskan itu menjadi dosa. Maka itu pentingnya meditasi, perenungan agar kebingungan jadi jelas.

Orang dalam keadaan sakit mengalami penderitaan, itu tidak menyenangkan, bagaimana menyelesaikannya? Langkah-langkah, pertama, dimana letek kerusakan atau penyebab kesalahan itu? Kedua, bagaimana cara memperbaikinya? Untuk tahu letak kesalahan dan cara perbaikan perlu meditasi, perenungan. Punya pasien, langkah pertama yang diberikan adalah ‘self correction’- koreksi diri, biar menjadi baik, sangat diperlukan kawruh (lima hari). Memperbaiki sesuatu perlu mundur, lihat dari luar dulu baru ke dalam.

Basic berjiwa Jawa, Manunggal, manunggal dengan roh lain dalam hal karya, karsa dan rasa. Narik roh, motivasinya apa?, main-main atau untuk lebih mencemarkan namanya? (yang ditarik), diluar dari kemanuggalan itu salah. Sistemnya bagaimana? Apakah dengan cara paksa?, sistemnya yang bagus. Puncaknya pada urusan rasa!. Sadar atau nggak sadar puncak motivasi orang adalah pada urusan rasa, yang bisa merasakan adalah roh-roh atau pribadi itu. Dampaknya bagaimana? Dampak lingkungan harus dipikirkan apakah memadai. Pesan Yesus, ”Jika saudaramu salah datangilah dengan empat mata, secara pribadi, untuk menyadarkannya, jika belum sadar, datanglah dengan teman agar dia sadar”.

Urusan paksa-memaksa roh itu bagaimana?

Memaksa secara prinsip salah. Bila kita toh melakukan pemaksaan itu sifatnya sementara, sesaat kita butuhkan, tetap dalam motifasi positif. Memaksa sifatnya sesaat, jangan sampai anda mengikat roh itu abadi, kasihan. Kalau kita sering berbuat salah maka kesaktiannya menurun (hanya bisa memanfaatkan lisensi 50%), lisensi sendiri kuasanya selalu full, yang berkurang adalah kemampuanku menggunakan lisensi. Ingat, jangan mentang-mentang punya lisensi anda takabur atau seenaknya, nanti saat-saat yang penting anda kalah. Tauladanilah Samiaji, yang diutamakan adalah mencari ilmu untuk meningkatkan jalan hidup yang benar. Dalam banya hal kita harus tetap dalam Kesadaran Tinggi, utuh, sadar dalam arti kebenaran, Anda harus tahu!!.

Paranormal kita hanya mengikuti roh-roh yang sepantasnya. Kalau roh-roh yang tidak benar atau tidak etis kita tolak !!!.(tegas sekali) Menolong, memberi yang pantas buat dia. Jika anda diberi uang atau barang jangan itu menyebabkan keterikatan yang negatif. Kalau mau lengkap, pelajari semua ajaran Gantharwa.

Siapa yang patut kita hormati,
1. Hormatilah orang yang bekerja keras dalam kebenaran.
2. Hormatilah Gurumu, dalam arti luas, orang tua, wakil-wakil Allah.
3. Hormatilah yang menegurmu, ia yang ikut campur untuk kebaikan pribadi, keluarga atau orang lain, dalam motivasi yang positif. Inilah tugas kita.
Berapa kali Tuhan mengirim Nabi-Nabi, diturunkan untuk ikuit campur urusan orang lain, untuk menyelamatkannya. Jangan tanggung-tanggung tegurlah, merupakan dosa asal, ikut mempertanggung-jawabkan kesalahan orang lain. Anda tahu dia salah tapi membiarkan maka anda ikut salah itulah dosa asal.
Betapa perlunya anda pintar sebagai ‘tukang ramu’, kalau anda dipercaya orang maka konsekwensinya anda benar-benar mengerti, jika salah dosanya berat. Menyesatkan adalah membunuh, membuat rohnya masuk neraka.
Kalau pada jalan sesat itu berhasil, itu bukan karena kekuasaan lisensi, tapi kuasa iblis. Kutukan tidak pernah berasal dari Tuhan. Bagaimana karena untuk makan kita minta bantua roh jahat? Minta bantuan pada roh jahat mutlak tidak benar. Bantuannya tidak masalah, yang penting bagaimana ‘merubah’ bantuan yang jahat itu menjadi kebaikan. Yang penting motivasi makan untuk kepentingan kebaikan, untuk sesama. Motivasinya, yang penting untuk diriku tidak mendukung iblis, membuat orang itu makin dosa.

Menolong orang dengan menegur, minimal untuk mempertahankan kebaikan, menghentikan kesalahan, belajar mengangkat orang dari apa adanya. Betapa pentingnya sistem, cara penyajian atau seni penyampaian. Tugas kita adalah alih pengertian maka sangat perlu ‘seni penyampaian’ agar kebenaranyang kita sampaikan sampai ke dia. Jangan karena kita tidak dituntut hasilnya kita jadi seenaknya, yang penting tugas kita menyampaikan kebenaran, tidak.
Suatu masalah harus kita lihat dari berbagai sudut pandang dan kita harus memutuskan, memutuskan sangat dipengaruhi kawruh, wawasan tentang persen-persen kebenaran dari masalah tersebut. Kebijaksanaan dalam bahasa lain adalah mengumpulkan poin positif yang paling banyak.
Pengertian atau ‘formula’ yang disampaikan di Gantharwa tidak bisa langsung disajikan, maka perlu ‘beberapa’ formula untuk dapat menyelesaikan masalah. Nasehat-nasehat ini untuk refleksi yang menentukan bukan kita tapi ‘pasien’nya. Nasehat yang baik adalah menyelesaikan masalah. Adalah kebodohan kita yang melaksanakan pengertia itu secara kaku. Untuk menjadi ‘konsultan’ yang baik betapa perlunya mendengarkan baru memberikan nasehat.
Bapak shering, bagaimana bapak memiliki banyak pengertian-pengertian, itu karena bapak banyak menyelesaikan permasalahan-permasalahan, ‘solved problem’, pengertian pada masalah-masalah yang kongkrit, pengertian tentang kehidupan manusia dilingkungan kita.
Kita menerima berkat dari Tuhan terjebak pada urusan kemampuan, sebenarnya yang penting adalah kemauan, maka masalah kemampuan ini menjadi penghambat. Bukan masalah lisensi ampuh nggak atau Tuhan memberi nggak tapi yang penting manusianya mau menerima nggak, maka akhirnya terjadi seperti yang kau imani.
Lisensi titik temu kerja sama antara manusia dan Tuhan. Rahasianya, siapa makin pasrah, sumeleh memberikan Allah berkarya pada diri kita, dimana modal maksimal manusia kemauan, Tuhan modalnya kemampuan.

Categories: Kliwonan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: