Junjung tinggi Hal Yang Baik

Junjung tinggi Hal Yang Baik
Selasa Kliwon 26 Oktober 1998

Oleh Kiai Ganjel

Dalam bahasa Jawa: “mikul duwur mendem jeruh” (rek. tolong dikoreksi kalau salah)
Ini adalah peristiwa orang yang meninggal yang dipikul diatas kepala dan dikubur didalam tanah.
Ini mengartikan orang akan naik dan jatuh.
– mencontohkan orang tua dengan hal yang baik-baik dan dijunjung tinggi, dan menguburkan hal uang jelek dalam-dalam.
– Orang Jawa memberikan nasehat pada anak agar anak bijaksana

Jika itu tidak dilakukan, yaitu menjunjung tinggi hal yang baik dan menguburkan hal yang jelek dalam-dalam, maka akan terjadi perpecahan diantara manusia, karena tidak ”mikul duwur mendem jeruh atau Bijaksana.
”hendaklah panasmu adalah panas, dinginmu adalah dingin, artinya jadilah orang yang ”tegas’.

Categories: Kliwonan | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “Junjung tinggi Hal Yang Baik

  1. wira jaka

    “mikul dhuwur mendhem jero”, saya jadi teringat bapak Soeharto, dimana kata-kata tersebut di jaman beliau sangat bermakna …..

  2. Achmad Challik

    Siip deh untuk semuanya !!! berbeda-beda tetapi tetap satu jua !!!

  3. KOreksi Sedikit Untuk Mas Firmansyah…
    saya tahu maksud anda…banyak orang yg keblinger, merasa sok pinter, merasa paling bener, banyak omong doang, padahal ilmunya dangkal. maksud ANDA bukan ORANG KEJAWEN, tetapi ORANG (Jawa) yg sudah ILANG JAWANE (Kajawan). bukankah begitu Mas ?!

    Dalam serat Wedhatama/jawa; Wredotomo;
    CIRIKHAS org yg ilmune ORA MUMPUNI;
    1. bicaranya digaib-gaibkan
    2. banyak bicara tak ada jedanya
    3. mudah Marah, tersinggung, alisnya naik dan gathuk, jika ada orang yg beda pendapat dgn nya.

    SEBALIKNYA; cirikhas org yg linuwih;
    1. biasanya sedikit bicara
    2. mau menutupi kelemahan si bodoh (tidak suka mempermalukan yg bodoh)
    3. Tapi perbuatannya merupakan “tasbih” dan doa sepanjang masa (tapa ngrame) yakni rame ing gawe sepi ing pamrih. “gawe” adalah segala perbuatan baik kepada sesama.

    Rahayu

  4. firmansyah

    pintar akan istila/ilmu kejawen semua yang dipelajari sala kapra kudune dilakoni dadine faham yo ngerti baru iso manunggal gak ulamane,kyaine,dukone,ngawur kabe mingger kabe INSYAALLAH kalau imam MADI diturunkan GUSTI yang pantas hanya orang kejawen tapi yang mana?buto eleng,taubat,TAQWA,ati2,mendem jeruh.jangan blng2 hanya orang kejawen yang bole memahami insyaallah minal aminin,allahhualambisowab wr.wb DU GUSTI KULO NYUWUN NGAPUNTENE INGGKANG KATA SEDOYO KELEPATAN KULO INGKANG PANJENENGAN DUH GUSTI.

  5. firmansyah

    kejawen hanya tinggal cerita semua menjadi padepokan,formalitas,kebanggaan,gambar hanya tinggal sedikit yang mengamalkan sejatine itupun di samarkan gusti bukan menyamar seperti pada umumnya LAHAULAWALAKUATAILABILAHILALIYILADHIM

  6. firmansyah

    maaf semuanya orang kejawen hanya eling butuh marang gusti memikirkan dunia hanya sesaat lupa tmpt kembali kejobo orang2 butuh eling,renungkan saudaraku

  7. firmansyah

    saya orang kejawen tulen skrng ini orang kejawen banyak yang bejat tidk tau dan tak mau tau guru sejati sejatine guru ngaku2 manunggal ngawulo gusti goro kabe podo bener2ran apik2an kudune arif bijak sego jangane ora onok seng sak madyone babar blas sepurane aku mek ngilingno

  8. firmansyah

    sulit d mengerti kuno dpikirkan dasyad di amalkan kejobo wong sing sadar,temen,ati-ati pemahaman ini dalam pandangan orang awam tiada guna ,tapi dalam kacamata hakekat hanya aulia ALLAH SWT yang faham dan yang bisa mengamalkan

  9. firmansyah

    mikul memuliakan makhluk,mendem menjaga hati keiklasan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: