Revolusi 1 :: Penolakan::~ akan Rasa Menerima~ 10 Mei 2009
Posted by Jabang Sasmito Roso in Renungan.13 comments
~ Saat terjadi Pemberontakan dalam diri akan hal Tidak kenyamanan ~ Kegelisahan ….Sekiranya kita “Mengira” “”SUdah Bebas”" dari Jeratan , ternyata kita masih belum keluar dari Lingkaran tersebut …..kita masih ”dikendalikan” oleh Penolakan ~
Pemberontakan karena Unjuk Gigi utk sebuah pengejaran Pembuktian~Pengakuan akan Nilai Kebebasan Diri yang hanya sekedar dari bentuk Penolakan ,meski suatu saat “Berhasil dibuktikan” , kita tidak akan pernah bisa menikmati seutuhnya …kita akan tetap tumbuh dalam kendali pada sebuah Lingkar Penolakan yg tumbuh subur bersemi …kita hanya berhasil dan sukses dalam lingkar Penolakan . Walaupun penolakan itu akan terciptakan sebuah kekuatan hebat dan menarik sebuah kesuksesan …tapi ada sebuah celah besar didalam …”hati kita ” akan tetap tertutup …meski kita mengira sudah BEBAS dari itu semua …karena hanya bentuk Kepuasan semata ..Tanpa sadar “”Kekuatan Batin”" kita telah di gerogoti pelan2….. Melakukan apapun dengan kesungguhan rasa menerima tanpa penolakan dgn sebaik baiknya …..Yakini akan Kuasa Gusti yang akan menyelesaikan sisanya …
Semoga….
Salam Sejati
“KULO MANGERTOS GUSTI, KULO TRESNO MARANG GUSTI, KULO MANUNGGAL KALIAN GUSTI, KULO NYEDANI GUSTI” 28 April 2009
Posted by Gantharwa in Laporan Sarasehan.15 comments
Semarang , Selasa 21 April 2009
Oleh: Nata Warga
Bapak Ibu dan saudara semua, sangat berbahagia hari ini dapat bertemu dengan saudara semua.
Judul mengenai: “KULO MANGERTOS GUSTI, KULO TRESNO MARANG GUSTI, KULO MANUNGGAL KALIAN GUSTI, KULO NYEDANI GUSTI”
Adalah karena beberapa kali mengikuti copdar merasa tidak ada arah topic yang di bahas maka memberanikan membuat judul. Adapun secara pribadi judul diskusi adalah suatu usulan dari hasil meditasi saya. Mengingat akan bertemu dengan saudara-saudara tentunya memiliki kwalitas Roh yang di atas rata-rata dan tentu telah melampaui perjalanan spiritual yang cukup anjang serta juga tentunya pada saat pertemuan kita ini bukanlah kebetulan semata, tapi mungkin pada suatu ketika, ada jaman atau masa sebelum ini, kita pernah berjanji untuk ketemu dan saling mengikatkan janji untuk berjumpa, sehingga hari ini kita bertemu dalam suasana kemanunggalan rasa. Kami (Gantharwa) yakin dan percaya bahwa usia/umur, Roh – Atma kita lebih tua dari usia bumi ini. Maka tidak heran kalau mungkin kita pernah janjian untuk ketemu.
Bapak Ibu dan saudara semua, hari ini kita bertemu untuk bersama berdiskusi secara komunikasi dua arah, maka ini bukan bentuknya satu arah, apalagi sampai di anggap ngajari wong tuwa. Nah.. hari ini adalah kita bersama-sama yang kami sebut sebagai sarasehan, kami selalu di ingatkan untuk selalu saling ketemu untuk sarasehan agar terjalin suatu ikatan persaudaraaan (Kadang Sinarawedi) yang kuat. Adapun sarasehan adalah yang mana kebebasan untuk mengeluarkan pendapat sebebas-bebasnya, tanpa memaksakan kehendak/berdebat/ pendapat orang lain, jika ada sesuatu yang tidak paham, silahkan di Tanya atau kejar sampai paham.
Bapak Ibu dan Saudara semua, mari kita masuk pada diskusi kita mengenai judul, mungkin di mulai dari pemaparan saya, nanti baru kita angkat sebagai diskusi lebih dalam.
Pembahasan awal sekali adalah mengenai tentang KULO dan GUSTI, kulo yang di bahas ini adalah bukan hanya sebatas diri manusiawi fisik, tapi adalah lebih kepada ROH atau sesuatu yang sejati, sesuatu yang memang bukan dalam badan jasmaniah, yang juga bersifat Ilahi. Namun kali ini kita membahas secara manusiawi dan kita umpamakanlah sebagai manusia yang hidup.
Hal yang sama, GUSTI yang di bahas ini adalah Gusti anggapan, atau gusti yang memang telah terpatri dalam pikiran wujud manusia, BUKAN GUSTI ADALAH!!! Tapi hanyalah anggapan-anggapan dan pendekatan semata, karena kita tidak sanggup atau akan mampu berbicara tentang GUSTI yang ADALAH. Karena begitu mulai bicara atau mulai membahas maka itu bukan ADALAH, tapi hanya sekedar pendekatan saja, atau anggapan saja. Sama halnya contohnya kalau kita mengatakan gusti itu maha, maka itu hanya pendekatan, karena yang maha masih ada segala kemahaan, namun kembali lagi itu tetap tidak bisa menjelaskan. Maka kalau di Gantharwa selalu di nasehati bahwa GUSTI IKU TAN KENA KINAYA APA NANGING ANA. Titik garis bawahnya adalah ANA. Namun dengan mengatakan ANA, bukan berarti Gusti Juga demikian, tapi tetaplah di anggap sebagai pendekatan.
Maka inilah jangan menjadi salah tangkap dan menjadi ajang tafsir yang tidak perlu. Hal yang sederhana buat kita salah tafsir adalah suatu banyolan yang sering di ungkap oleh Pak Joko (Gantharwa) bahwa keterbatasan tentang Gusti, seperti ini:
1. Apakah anda percaya Gusti itu MAHA KUASA?
2. Apakah anda Percaya Gusti itu Maha PENCIPTA?
3. Kalau demikian, Bisakan Gusti menciptakan sebuah batu yang sangat berat sekali sehingga Allah sendiri tidak berkuasa untuk mengangkatnya?
Ini hanya contoh saja, tidak untuk di diskusikan.
Bapak Ibu dan saudara semua, pada bagian pertama (lagi…)
inyong~insung, I ~ me , aku ~ kulo , Saya ~ aku ………all and me …semua yang ku Rasa…. 23 Maret 2009
Posted by Jabang Sasmito Roso in Serba Serbi.16 comments
Terimakasih, Maturnuwun Eyang Kakung dan Putri Gatho ….
SUdah berikan Kesempatan untuk kali ini …
Selamat Siang sederek dan Kadang semuanya
Tidak kurangnya rasa syukur saya ucapkan pertumbuhan akan jalinan silaturahmi semakin melebar .
Menjadi tanpa ukuran apa apa utk mengenal dan mengenal.
masing masing membertikan Tanda utk saling berbagi dalam Hidup dan Kehdiupan ini
Acara Cangkrukan : Dusun Gathak Turi Sleman Yogyakarta
Tema : Tema Biarkan seperti air Mengalir
Tuan Rumah : EYang Kakung dan Eyang Putri Gatho

Tamu
~Om dan Tante Ngurah Agung

Group PECEL semarang dan Mbah Dadus berikut Putra nya


~Dodo Mewakili Gantharwa dan
Komunitas Doing Good ( Gawe Becik )

Hari/Tanggal : Sabtu 21 Maret 2009 Pukul 18.30 – selesai
Kegiatan Cangkrukan :
Sebagai ajang tali silaturahmi berikut untuk saling bertukar pandangan.
Kembali rasa bersyukur semua berjalan dengan mengalir saja. Pembahasan yang bertumpu pada sebuah Pendekatan akan Pengalaman dalam Tanda Kutip ”Pesan akan ”RASA”…
“aku~kulo” “Inyong~ingsun”"I ~ me”
Manusia dan Kelahirannya
Manusia saat terlahir sudha memiliki FITRAH yang sama.
Beranjak tumbuh kecerdasan dan berkembang , banyak menyerap Pengalaman pengalaman Hidup terkait dengan Indra Sensorik .
Dari Pengalaman akan tumbuh Emosi terkait mental dan kecerdasan . Hingga dikatakan Spiritual ”adalah’’spirit……
namun apakah Sipritual sering disimpulkan sebagai Spirit sendiri….dan Itu “”Kesimpulan”" pada umumnya,….
Semneetara bila mau di perdalam lagi manusia sering tanpa disadari atau tidak berbicara SPiritual sering terlepas dari Menlesurui pada kutub Mental dan Fisik ( Wadag)
Hal hal diatas terbagi lagi dari berbagai pandangan akan sebuah PRODUK yang dihasilkan ,.bagaimana itu akan bermanfaat untuk diri semata atau untuk sesama .
Yang jadi Penilaian pada UMUMNYA ,…mereka yang ber Karya dalam BENTUK MATERI sering dijadikan ACUAN AWAL ,karena ada sebuah PERAN FISIK( WADAG) yang Dominan .Manusia terbiasa melihat dari sisi yang Tersentuh~Tercium~Terlihat~Terasa~Terdengar . Dari sini bila pada TINGKAT MATERI sudah menjadi ACUAN ,..bagaimana melihat dari sisi Spiritual????Hingga akan terus MEMBENTUR~MENGGERUS~MENG OMBANG AMBINGKAN SISI MENTAL ,..menjadi serba KEGelisahan akan KEBERADAAN FISIKAL yang sering di katakan “KESUKSESAN MAUPUN dalam KETERPURUKAN”.
Bagaimana bisa dirasakan Spiritual sekedar Pendekatan BENTUK BENTUK UJUD RUPA???sementara Spiritual itu sendiri JAUH pada tataran BENTUK semata namun sangat TATAAN HALUS tanpa Ini dan Itu. ..penuh KEKOSONGAN,…
Sementara SPiritual yang dimaksud bagaimana mulai Menyadari akan FITRAH Asal Usulnya dengan melakukan Perjalanan Kembali sesuai dengan Peran yang Ada,,,dengan APA ADANYA
Semakin menyimpulkan Spiritual dalam Kotak Pikiran , Semakin jauh dari Kualitas spiritual sendiri
Dasar Perjalanan
Semakin tumbuh dan berkembang dikatakan manusia semkain RUMIT dan menadi Bias akan FITRAH yang sudah ada.Semakin terpengaruh akan Citra Bentukan Lingkungan ~ Pendidikan~ Sosial . Ada Gejolak gejolak HIDUP ,..Kemelakatan. Namun kita sering salah pengertian melihat Gejolak Hidup tersebut.
Gejolak Kebahagiaan~Kenyamanan~Penderitaan~Kesakitan.
ADa satu sisi Kegelisahan manuusia akan Makna Hidup itu sendiri ….
pada titik inilah semua titik titik moment itu akan bekerja ,,bagaimana kita memilih Menyikapi dan Beradaptasi akan Impulse Gejolak yang ada. Akan di MAKNAI ~ atau sekedar menjadi PUKULAN yang sekedar membikin MEMAR yang Berkepanjangan.
Bila dijadikan semua itu sebatas COBAAN ,...kita sekedar akan Mengkambing hitamkan dengan KONDISI yang ada .Bila menjadi ini sebagai UJUD HUBUNGAN sebagai Penerimaan utk Beradaptasi ..semoga Petunjuk itu akan MUNCUL tanpa di cari …
Sikap KERENDAHAN HATI semua akan terproses .Kerendahan Hati bukan sebuah hal yang BISA direncanakan sebelumnya ,.namun dildamnya PENUH dengan PROSES PROSES jatuh BANGUN . ..sangat APA ADANYA
Saat jatuh dan BNNAGUN seberpa lama kita mampu utk BERTAHAN dalam KONDISI Rendah Hati ,…terlepas dari Keluhan keluhan akan hidup itu sendiri..
Rasa ~ Roso Langgeng yang Bekerja menuju DHARMA
Melihat perjalanan yang penuh kerumitan ,…kita cenderung melihat hal hal diluar sebagai ACUAN PEMBANDING.
Sementara itu juga akan semakin JAUH dari Ke Langgenagan akan Peran DIRI yang ada. Bila hal hal diluar itu sebagai UJUD HUBUNGAN in isangat dimungkinkan ,…karena memang ini sebagai UJUD KESATUAN akan RASA Ingsun ~ Kulo ada pada setiap Pribadi. Ingsun~me~kulo sebagai Pendekatan bahsa …bukan kesimpulam yang mewakili akan Rasa tersebut. Bagaimana melihat ~ merasakan masing masing sebagai satu hubungan ,..sebagai satu yang berasal dari satu Fitrah yang ada….bagaimana MOMENT itu bekerja secara UNIVERSAL…bagaiman semua itu bekerja Tanpa PERBEDAAN ……
Bila mungkin in isebagai Titik PERAN , Roso Langgeng tersebut selalu siap ,namun sering kit amanusia diperankan oleh aku~saya~I. Pikiran yang sekedar bekerja, kecerdasan yang sekedar membelenggu , identitas identitas diri yang menjadikan BERBEDA dengan diri (lagi…)
Sarasehan di Padepokan Mbah Gatho 24 Februari 2009
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.6 comments
::Sarasehan:: Terimakasih Mbah Gatho Kakung-Putri dan Sederek, Terkasih

Sharing PERTEMUAN
Lokasi : padepokan Mbah Gatho, dusun Gatak, TURI, Yogyakarta.
Tanggal: 21 Februari 2009
Sugeng Ndalu Kadang Gantharwa dan Sederek Terkasih ,
Sebelumnya saya haturkan terimakasih kepada :
~Mbah Gatho Kakung ~ Putri terkasih( kemaren tidak sempet berjumpa )
~Sudara semua Terkasih yang telah terlibat Langsung maupun sebagai Tamu Undangan telah terlaksananya pertemuan ini .
Sebelumya Mohon maaf kami terlambat …
Juga buat Mas Gigih juga Mbak SUsi yang sudah saya ajak muter2 dulu
..luamayan nggeh mas Gigih dan Mbak Susi ….hehhe
Pukul 18.00 Saya mesti jemput saudara di sanggar Doing Good di Jl Tuntungan..lalu kami sempet bermain petak Umpet dengan Mas Gigih yang baik juga mbak Susi yang sudah sabar menunggu di
RIng road…( Nuwun sewu nggeh mas Gigih mbak Susi )
::TAMU UNDANGAN :
Rombongan dari Semarang..dengan 2 mobil…ada 14 orang + 2 anak Nakula + Sadewa…putra mas Yudi
ROmbongan dari YOgya dan Malang :
~ Mas Gigih dan Mbak Susi dari Malang yang sebelumnya sudah singgah di Prambanan
~ Dodo mewakili Keluarga Gantharwa berikut Salam dari Para Kadang Gantharwa sudah disampaikan .
~ Mas Teguh nitip Salam buat Semua Saudara tidak bisa hadir , karena Nyonah nya baru Nyidam ,..tidak bisa ditinggal
~ Sdr Timy~Icha~Detik~…dari sanggar Doing Good
Pukul 20.00 lebih kami baru sampai dan kebetulan acara sudah dimulai yang sedari sore Mbah gatho dan om Sudrajad serta Mas Tris sudah mencoba kontak kami .Kebetulan kami bertanya tepat di depan Padepokan Mbah Gatho.Dari keremangan malam muncul sosok yang penuh Ramah Senum dan Sangat Familiar meski belm pernah berjumpa .Langsung dengan begitu hangat kami disambut .
Wow….sangat Familiar ,,…
Kami langsung Gabung ke dalam dimana sudah kumpul semua saudara . Langsung saja kami terus menikmati makan malam yang super Nyuss….,,,dari Mbah Gatho sekeluarga.TerimkasihMbah …Llau satu satu memperkenalkan diri .
::Uraian Pembahasan (lagi…)
Hening Cipta 15 Februari 2009
Posted by Gantharwa in Wejagan.12 comments
Hening Cipta
Oleh: Kyai Pager Rasa
Keheningan meliputi alam kasunyatan, karena banyak manungsa yang tidak lagi mengolah RASAnya. Terasa sendiri jika berada disana, tanpa tersadarkan ini sudah berlangsung sekian lama sejak para leluhur suci masih ikut mengemong para pujangga jiwa.
Inikah tanda bahwa jagad ini memang harus menuju titik tertentu lagi, seperti yang terjadi pada zaman cipta kala. Jikalau demikian, kemanakah atma-atma akan berlabuh, sudah waktukah harus di turunkan lagi para Kasampurnaan untuk kesekian kalinya?

Luhur cipta, akar persona, akankah manungsa sejati akan (lagi…)
Jamas Pusaka 1942 27 Januari 2009
Posted by Gantharwa in Sura.10 comments
Jamas Pusaka 1942
24 Januari 2009
Oleh: Kadang Jabang Sasmitha Roso
Salam Ganjel,
Hujan gerimis menyambut malam itu .Suasana sangat senyap.Meski semua terlihat tetap sangat tenang dan bersahabat,
Pada pukul 19.00 Mas David datang di padepokan kemudian disusul oleh Mas Atmo . Ada Mas Dodo dari Yogya dan Mas Ignatius dari Jakarta .
Malam itu juga Bu Guru Joko sudah menyambut kedatangan para Kadang dengan khas senyum kesederhanaannya tetap terlihat semangat dalam diri Beliau. Kami langsung masing- masing menyiapkan tata acara . Bu Guru Joko dengan penuh sigap ikut menyediakan piranti piranti yang dibutuhkan. Sementar itu Kadang Atmo dan Kadang David ditemani Kadang Dodo dan Kadang Ignatius melakukan persiapan lain di ruangan padepokan.
Setelah semua dirasa cukup sambil menunggu kedatangan Kadang yang lain persiapan terus dilakukan . Semua tetap penuh kesederhanaan.
Di awali mengundang semua Kadang Halus, maupun Pribadi semua pusaka oleh Kadang David. Dan pengeluaran semua pusaka untuk di Jamas

Pukul 21.00 : Acara dimulai (lagi…)
Suro 1942 5 Januari 2009
Posted by Gantharwa in Sura.7 comments
Sura 1942
Salam Ganjel
Para Kadhang Sinarawedi yang terkasih.
Sungguh berbahagia pada tanggal 28 Desember 2008 bisa di langsungkan acara Pertemuan Puncak Keluarga Gantharwa dalam SURA tahun 1942. Pertemuan dan mulai berkumpulnya di padepokan pada pukul 19:00, datang bertemu kangen para kadhang dari beberapa daerah di Indonesia.

Acara sendiri resminya di mulai pada pukul 21:00 di buka oleh Kadhang Nata Warga, kemudian diawali dengan doa bersama yang di pimpin oleh Kadhang Sardiatmo. Acara lalu diawali (lagi…)
Wong JAWA ojo ngilang JAWAne 21 November 2008
Posted by Gantharwa in Renungan.52 comments
Wong JAWA ojo ngilang JAWAne
Oleh: Kadhang Nata Warga
Salam Para Kadhang Sinarawedi
Topik di atas sering menjadi pertanyaan tentang maksudnya seperti apa, apakah yang di sebut JAWA apakah sama dengan Suku JAWA.
Mungkin saya sedikit bisa ikut memberikan beberapa hal yang saya tahu, mungkin belum layak di anggap mengerti.
berawal dari satu kalimat: “KAWRUH KULO JAWI INGKANG SEJATI”
- Kawruh = pengertian, suatu pengetahuan yang tepatri, kebenaran yang di “iya”kan, ajaran/budaya luhur yang di sepakati, wangsit (lagi…)
Bagaimana Tahu Cerah 4 Oktober 2008
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.39 comments
Suatu siang hari minggu, di padepokan..
DG: Pak Joko kalau bicara suka buat orang bingung aja…
JL: Bingung itu tandanya Klik mau cerah mas… (sambil nyengir)
DG: Maksudnya gimana Pak?
JL: Saat seorang menganggap dirinya Bingung, dia akan mencari untuk tidak bingung, mas..
DG: wah.. gak ngerti pak.. belum nyampai kali saya..
JL: Sampai ke mana, mas?, wong dari tadi mas dengan saya ada disini saja..
DG: he…he…he… bapak bisa aja… oh iya Pak, bagaimana kita mengetahui seorang guru telah tercerahkan atau mencapai pencerahan?
JL: Kenapa mas? kok tanya itu?
DG: iya.. pengen niru saja, kalau tahu kan, pak?
JL: gini mas… ingat pelajaran tentang guru dan murid? dan nasehat yang di berikan kepada murid? “hai murid.. ikuti ajaran gurumu, tapi jangan kau ikuti teladannya” itu nasehatnya dan penjabarannya, masih ingat kan?
DG: ingat pak…
JL: Nah.. mas david.. apa yang telah di ajarkan, lakukan saja.. misalnya suruh meditasi, iya lakukan saja.. sampai pada tahap tertentu, mas akan sendiri melihat tanda ternyata seorang guru mencapai cerah atau tidak.
DG: Apa tandanya pak?
JL: he…he…he… tandanya gampang.. ” Saat mas sudah mencapai pencerahan, dan melihat guru itu ternyata tidak berada dimana-mana, tapi RASA yang ada didalam dirimu akan bersyukur karena bisa ketemu dengannya. Mas akan menghargai sepenuh hati kepada guru..”
DG: maksudnya gimana pak? “tidak berada dimana-mana?”
JL: ingat tema suro yang lalu? (sambil membuat tanda) ~ ingat ini mas?
DG: iya pak.. “tak berhingga”
JL: iya itu.. “iyo ngono kuwi”
)
DG: :-B (bingung)
JL:
dimakan singkongnya mas…
Salam Sejati
“Siapa yang bersungguh-sungguh,
akan menemukan yang dicarinya”
Copy Darat Para Perjalan Spiritual di Padepokan Gantharwa 1 September 2008
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.42 comments
Copy Darat Para Perjalan Spiritual di Padepokan Gantharwa
Tanggal: 30 Agustus 2008
Waktu: 17:00 – 08:00 ( 31/8/08 )
Oleh: Nata Warga
Salam Sejati, Salam Ganjel buat Para Kadhang Sinarawedi, Assalamualaikum , Salam Damai dan Sejahtera, Om Suasti Astu, Namaste, Rahayu:
Saya David, secara prbadi mewakili Para Kadhang Gantharwa mengucapkan terima kasih atas kedatangannya ke Padepokan Gantharwa yang sederhana, jika ada dalam pelayanan dan sambutan yang kurang menyenangkan, mohon kiranya bisa memakluminya.

Acara Sarasehan (Copy Darat) dimulai dengan lancer bergulir tanpa adanya pedebatan maupun saling sikut ataupun membuat perasaan satu sama lain jadi tidak enak, Padepokan Gantharwa dalam hal ini sebagai menfasilitasi Sarasehan sembari juga menyatakan perasaan syukur karena ada dari Para Perjalan Spiritual ikut menghadiri yaitu saudara-saudara yang bergabung di SI, Beceka, Mayapada, HU, walau masing-masing membawa nilai luhur dalam diri melalui ajaran/kelompok masing-masing, yang tentunya tidak bisa di sebutkan satu persatu.
Acara dihadiri sesuai dengan absen dari saudara-saudara seperjalanan ada 32orang, dan dari Kadhang Gantharwa 21 orang.

Awal Acara: Tamu hadir, acara bebas, persiapan, regestrasi
Acara di mulai dengan kedatangan para Kadhang dan tamu, (lagi…)
