jump to navigation

jayalah indonesiaKU

“Mari Kita Membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia Melalui Doa”
JAYALAH INDONESIAKU, GEMAH RIPAH LOH JINAWI

“AKU MOHON AGAR DIBERI KEKUATAN DARI GUSTI ALLAH YANG SEJATI DALAM CITA-CITAKU:

AKU MAU SUPAYA SEMUA KOMPONEN BANGSA SENANTIASA SELALU PANCASILAIS, NASIONALIS, DALAM BERKEMAUAN, BERKARYA, DAN HASILNYA, UNTUK KEMAJUAN BANGSA INDONESIA SECARA KESELURUHAN SEHINGGA TERCIPTA GEMAH RIPAH LOH JINAWI.

JIKA ADA (BAIK KELOMPOK MAUPUN PRIBADI) YANG TIDAK SESUAI PANCASILAIS, NASIONALIS, MAKA SELURUH KEMAUANNYA, KARYANYA, HASILNYA AKAN MENJADI HANCUR BERANTAKAN.

AKU MAU SEMUA KOMPONEN BANGSA BERSATU PADU, DAN TIDAK DIPECAH BELAH OLEH SEGALA PERBEDAAN YANG ADA, SEHINGGA TERWUJUD MASYARAKAT INDONESIA YANG MADANI.

AKU MAU SEMUA BENCANA SENANTIASA MENJAUH DARI NUSANTARA DAN SEMUA KOMPONEN BANGSA YANG PANCASILAIS, NASIONALIS TERHINDAR DARI SEGALA BENTUK BENCANA.

KESEMUA INI TERJADI KARENA KUASA DARI GUSTI ALLAH YANG SEJATI. AMIN”

Komentar»

1. satrio budi - 12 Maret 2007

Amien.

2. hiem - 13 April 2007

Amieeen… Hanya Gusti Allah memang yang bisa selamatkan negara ini..

3. gondo arum - 14 April 2007

untuk itu GUSTI ALLAH perlu ‘tangan’ …
siap ndak kita jadi ‘tangan’-NYA…

4. aries (Red) - 3 Mei 2007

Yang harus kita coba mengerti adalah ALLAH sengaja menurunkan azab dan bencana sebenarnya untuk kebaikan siapa???, untuk kebaikan ALLAH sendiri atau untuk kepentingan jangka panjang bangsa kita???
Perhatikan 2 hal yang berbeda ini:
1. Teknologi dan budaya bebas lepas-nya Amerika dan eropa.
2. Budaya ketimuran bangsa kita yang di ambil dari India(hindu), dari china(budha),dari arab(islam).
Kedua hal itu saat ini sedang perang hebat di negara ini, berusaha saling memperebutkan para generasi muda bangsa ini, apakah kita memilih salah satunya atau menggabungkannya???
TUHAN ingin yang terbaik untuk kita semua, hamya bagaimana kita menangkap maksudNYA itu di balik azab dan bencana yang diturunkannya, menurut saya, lebih baik kita arif bijaksana dengan berusaha mengetahui apa maksudNYA bukan memusuhiNYA karena azab dan bencana milikNYA tidak kita sukai, bahkan ada nada menentangNYA dengan do’a dan mencoba menghalangi kehendakNYA, saya khawatir nanti TUHAN sang pemilik bencana akan merasa tertantang dan menurunkan bencana yang lebih dasyat
dan berlipat ganda untuk bangsa kita.
Saya mengajak kita semua berusaha mengerti maksud TUHAN tentang semua ini dan janganlah menambah kemurkaanNYA dengan menentangNYA atau menantangNYA.
Bagaimana dengan do’a bersama atau zikir bersama?
Semua itu sudah di coba terus menerus, baik secara pribadi, berkelompok maupun secara nasional , namun bagaimana hasilnya? apa jawabanNYA, banjir dan kebakaran di mana-mana.
Jadi pasti ada yang kurang, apakah itu???
Mari kita pelajari dari tanda-tandaNYA.
Dan lebih penting lagi, cobalah kita berhenti dahulu untuk menentang dan menantangNYA.
Demikian pendapat saya tentang do’a di atas dengan keinginan mengajak kawan-kawan semua melengkapi apa yang kurang sehingga do’a dan zikir kita bisa menghentikan azab dan bencana yang terus menerus melanda daerah nusantara tercinta.

(Kebiasaan manusia, kalau tidak bisa menjawab sesuatu, lalu di lemparin ke Yang Maha Kuasa, jadi silahkan saja kalau mau berpendapat Yang mAha Kuasa seperti bertingkah laku seperti manusia yaitu Berbuat dengan maksud tertentu. Apakah Gusti Allah Perlu begitu? Menurut Gantharwa tidak demikian. Namun kembali lagi untuk Jawab sendiri pada perkembangan spiritual masing-masing. Red)

5. sujiatmoko - 3 Mei 2007

Aminnn….

6. sujiatmoko - 3 Mei 2007

”Jika kamu melihat keangkara-murkaan/kedzaliman/ kemungkaran makan hentikanlah dengan tanganmu … jika tidak mampu dengan tanganmu maka gunakanlah lidahmu (ucapan, saran/ masukan untuk merubah menjadi baik atau menghentikan kemungkaran) … jika keduanya tidak mampu kamu lakukan maka berdo’alah kepada Tuhan-mu (“Jika mereka tetap berpaling (melakukannya), maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan dengan terang (An Nahl; 82″) dan “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina ( Al Mukmin; 60)”

Jadi jika kita tidak mampu berbuat banyak dengan tangan kita dan lidah kita maka kita do’akan saja agar Indonesia ini menjadi lebih baik … gemah ripah loh jinawi …aman tentrem … Amin …

7. Ngabehi Kiduling Mesjid - 3 Mei 2007

Mas Red-
di Chat Room kok sepi banget ya

(Chat room di buat untuk tempat berjanji mau membicarakan tentang spiritualitas, karena baru kita realisasikan sesuai permintaan, maka siapa saja silahkan anda ajak untuk ketemu chat berbicara tentang spiritualitas, janji bisa dilakukan melalui mailing list. Red)

8. ki Dogma - 5 Mei 2007

bagus nih

9. panjikoming - 5 Juli 2007

Tuhan adalah Zat Maha AgungTanpa Batas. Manusia adalah mahluk yg sangat terbatas. Manusia wajib berusaha dan berdoa . Tetapi Tuhan tidak harus menuruti permintaan dan usaha manusia.
Untuk menjadi “besar” manusia wajib menyembah Tuhan. Tetapi Tuhan tidak akan berkurang kebesarannya hanya karena manusia tdk mau menyembahNya.

10. bocah (Red) - 8 Juli 2007

salam sejahtera untuk semua saudaraku di bumi ini,

maaf bukan maksudku menggurui ,

alangkah bangganya Tuhan , bila dari yang di sampaikan oleh saudara saudaraku diatas , dilaksanakan, bukan hanya sekedar unjuk kebolehan ,semua terlihat pinter pinter..tapi pinternya bukan untuk dirinya mendekatkan diri atau menyatukan dengan sang diri sejati .tapi hanya untuk dipamerkan…alangkah sangat disayangkan..semua ilmu yang disampaikan , kalau boleh dan di ijinkan…, semua ilmu diatas untuk diri pribadi masing masing diri.
buktikan kepada diri sendiri bahwa saudara saudaraku bisa menyatu dengan sang penyatu diri sejati.
alangkah sangat disayangkan dari ilmu yang sedemikian tingginya hanya diumbar sedemikian rupa ,tanpa dilaksanakan…
waktu kita tidaklah banyak..kapan lagi…
maafkan lah daku…bila terdengar lancang…bukan maksud menggurui..,

(Amati diri anda, tidak perlu menilai. Sudahkah anda memiliki rasa Kebangsaan yang Pancasilais?. Red)

11. Supriyatna (Red) - 16 Juli 2007

Semesta Berkilau, salam Cinta Keluarga Cahaya

Jawa adalah Jiwa bumi ini, Jika Jawa hilang dari nilai luhurnya maka hilanglah jiwa bumi ini. Kita semua sedang menuju proses pembersihan. Maka JAYALAH INDONESIAKU, BUMI PERTIWI TAK KEHILANGAN PARA SATRIO PANINGIT. Saya sangat yakin, setelah 2012 maka akan muncul para satrio paningit yang telah diajar oleh Tuhan. JAYALAH INDONESIAKU. Jawa akan menjadi pusat spiritual dunia. Para leluhur telah turun kembali ketanah Jawa. Siapkan diri, Salam Cinta terhatur. Mohon bimbingan dan sharingnya.

Jabat Erat;

(Betul Sekali Saudara Supriyatna, Yakinlah bahwa Indonesia akan masuk dalam Kejayaan, didukung dengan pengertian Jawa yang di miliki, bahkan di katakan bahwa Jawa (bukan dalam arti sukuis, tapi pengertian Kebenarannya/Spiritualitasnya) adalah merupakan “Bonggol”nya (akar) dunia.. Red)

12. misbah - 12 September 2007

apa hubungan satria paningit, indonesia dan jongko joyoboyo

13. GueSS - 20 Oktober 2007

ini kalung pusaka zamrud khatulistiwa “cakep kagak? silakan pake!”
“JIWA SI MANTRA HAMALAYU KALAM INTAN SILABESI LUMAKU CANRDA WASIHA JAYAWIJAYANING NUSA-NUSA HING ASIA TENGGARA SAMI SAE-SAE MBOK BALI MENYANG MADUNING JAWI”

14. GueSS - 20 Oktober 2007

eling-eling… he..he..
“KUN FAYAKUN” yen coro jowone “KONO UPOYO KONO”

15. marijan - 20 Oktober 2007

hai jiwa jiwa yang terpanggil…
jiwa-jiwa yang di berkahi oleh leluhur bangsa indonesia,
jiwa-jiwa yang berkepribadian bangsa idonesia…
hendaklah bangun dan membangunkan alam raya dan penghuni bumi pertiwi indonesia…
untuk berbenah diri, lahir dan batin…
untuk membangun bangsa dengan ruh bangsa indonesia
untuk membangun bangsa dengan jiwa bangsa indonesia
mempertahankan ideologi indonesia dengan segenap ruh dan jiwa bangsa indonesia
jangan sampai negeri ini digantikan dengan jiwa yang bukan jiwa bangsa indonesia..
jangan sampai negeri ini digantikan dengan ruh yang bukan ruh bangsa indonesia…
yang leluhur indonesia tidak akan pernah merestui..
gemah ripah negeriku…

JAYALAH INDONESIA!!!

16. Gue Sewon Sawiji - 22 Oktober 2007

kawula hanamung sawijining titah
hingkang awujud putra adam
ambetahaken panambetan laras
inggih dhumateng sapalih jiwa
hingkang awujud siti hawa
ambetahaken panambetan rasa
inggih dhumateng sapalih raga

katitah titahing gesang kawula
katuwuh asih tresnaning kamanungsan
gathuk pasanging tuwuh welas asih
hingkang anjalari trusing dumadi
wiji sawijining titah ngagesang
wonten bumi ngalam karameyan

manunggal sawiji hingkang kasamaran
lelampah gesang kasampurnan
hanetepi kodrat iradat lair batin
rumaos rekaos titah kalampahan
hanggayuh sajatining kamanungsan
dhumateng sangkan paraning dumadi

?
striya piningitan
guwagarbaning ingsun rat
rahimullah jagat lintang bawana

17. antx2003 - 22 Oktober 2007

Salam Damai BL …

Hayooo .. siapa yg mau jadi Satriyo Piningit … ?
Mhn petunjuk … ini secara fisik, cita-cita ataukah sanepa/perlambang saja ?
Kalo seandainya, masing-masing orang … berjiwa “Satriyo Piningit” … (yg seperti apa kriteianya ?) … saya pikir Indonesia bisa Jaya beneran … :)

pareng …

antx

18. Gue Sewon Sawiji - 22 Oktober 2007

siapa saja boleh…
tentunya bukan ahli kitab yaitu yang merasa sudah tahu sebenarnya hanya dengan membaca tulisan/buku/kitab, apalagi sudah merasa menjadi tangan Tuhan.
kitab yang sebenarnya…
ketap… ketip… lihat sekelilingmu!
setiap usaha/laku.. mendatangkan hikmah dan kekuatan, manfaatkan untuk kemanusiaan!

19. Gue SEWON SAWIJI - 27 Oktober 2007

bis mil lah hir rah man nir rah him

alif… lam… mim… ta… ro…
kae apa-apa ala
ROBBB……………………………………..BUKA!

by
ashabul GAJAH

ya… ibundaku IBU PERTIWI
diriku tak bisa membawakan syurga
bukan sekedar impian
bukan sekedar cita-cita
aku bersujud padamu
untuk mempersembahkan…
NEGERI 1001
SEPANJANG SIANG
SEPANJANG MALAM
SEPANJANG ZAMAN

sang siwi

KOLONYONGE’ ……….. KON NYOLONG TEMPENE MBOKE’
sangking alas wingit kepati-pati gawat kaliwat-liwat

HO NO CA RA KO
DO TO SA WA LO
PO DHO JA YA NYO
MO GO BA THA NGO

si buta saka goa

20. Gue SEWON SAWIJI - 27 Oktober 2007

nas sik!

21. marijan - 27 Oktober 2007

INDONESIA TETAP INDONESIA !!!

22. Pancar SILA - 29 Oktober 2007

Ketuhanan, Yang Maha Esa
Kemanusiaan, si kaya yang dermawan
Persatuan, ulama cendekiawan
Kerakyatan, do’a orang fakir
Keadilan, ratu yang adil

23. Pancar SILA - 29 Oktober 2007

“sing sesat… men jarke wae sesat! ben dipangan gendruwo siluman!”

24. GUA... SIAPA SIAPA SAJA - 30 Oktober 2007

para panglima kumbang untuk bersiap-siap!

25. GUA... SIAPA SIAPA SAJA - 30 Oktober 2007

selamat bertugas!

26. siliwangi - 6 November 2007

salam sejahtera untuk bumi alam dan seisinya.

Semoga Gusti Allah selalu melindungi kita dari tipu daya dunia dan hawa nafsu.

Sesungguhnya Hawa nafsu yang berlebihan akan merusak/membawa jiwa dan raga kita kedalam jurang kesesatan

Semoga kita semua diberikan kesabaran,ketabahan dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini. karena sesungguhnya kehidupan itu sudah ditetapkan tinggal kita memilih apakah akan mengikuti aturan Gusti Allah ataukah tidak karena sesungguhnya Hukum Allah itu pasti.
Berhati..hatilah…………….

27. wisnu wardhani - 7 November 2007

semoga Zhat Ilahi slalu melindungi kita dari kesesatan…..
mas siliwangi leh minta alamat emailnya??
mo sharing ni…………ma kenalan……..leh kan??…
pease…..please…..please…..please…

28. Adi - 11 November 2007

“Sumangga sumasrah marang Gusti Allah SWT, Gusti kang Mahawelas, asih lan Agung. Kawula nyuwun pangapura sedoyo dosa ingkang kawula lampahi…”

29. siliwangi - 11 November 2007

ini alamatnya Siliwangi39@gmail.com

30. wisnu wardhani - 11 November 2007

makaci….makaci….makaci….makaci….

31. GueSS - 13 November 2007

lagi gawe sumur…
carilah makna malam kabisat 2008
matur sembah nuwun.

32. Pandji hasmorobangun - 14 November 2007

Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang tanpa orang itu berusaha ..begitu juga tuhan tdk akan mengubah nasib suatu bangsa sebelun bangsa itu berusaha ..sebenarnya masalah indonesia hanya terletak pada sifat vanatik sempit ,masyarakat mayoritas .harusnya mereka bisa membedakan mana urusan negara mana urusan agama keduanya gak bisa di campur adukan .contoh ,malaysia , brunai , ,mereka negara kesultanan tapi masyarakatnya dapat menempatkan diri mana agama mana negara dan jadilah negara itu maju dan makmur .terima kasih

33. wisnu wardhani - 15 November 2007

gue setuju ma mas hasmorobangun……………………..gue panggil mas asmoro ya……….

34. marijan - 15 November 2007

maklum mas…
bangsa kita masih bodoh dan gampang di bodoh bodohin…
daripada ngeluh…
solusi kongret:mari kita dengan kekuatan batin kita mendoakan agar hanya orang yang “berjiwa indonesia” yang dapat memimpin negara ini.

35. Pandji hasmorobangun - 17 November 2007

buat mas WISNU WARDHANI . oke mas wisnu trus klo menurut mas solusinya baimana agar orang2 sadar tentang apa yg kita bahas di atas ? mari berjuang dalam doa

36. nona wisnu wardhani - 17 November 2007

gue cewek mbak asmoro
kasih aja bencana alam, entar juga sadar sendiri

37. rahmat - 22 November 2007

cangan galak-galak mbak Dian Wisnu Eardhani

38. rahmat - 22 November 2007

Caranya jangan seperti itu kasihan dong orang dikasih bencana nanti orang baik-baik kena juga Mbak wisnu arus lebih arip lagi Ya,……

39. JALITENG - 23 November 2007

KAGUM KAPADHA
SRI SULTAN
“tujuh tahun begitu singkat, tujuh hari begitu lama.”

KAGUM KAPADHA
KASUNANAN
“hamung kebo bule arane slamet”

KAGUM KAPADHA
BAPA’ PRESIDEN
“ojo rebut balung tanpa isi, mung dikacung.”

KAGUM KAPADHA
JOYODININGRAT
“tanah gupendam weke raja jawa, mung ora katulis.”

KAGUM KAPADHA
GUS DURRAHMAN
“wis diculek yo isih melek.”

KAGUM KAPADHA
IBU MEGAWATI
“bapak isih sayang kok.”

KAGUM KAPADHA
REKTOR UNIVERSITAS GAJAH MADA
“yen ngamal yo sing ikhlas, politik pancen polahe pitik, dadi jago oleh rekor.”

KAGUM KAPADHA
BAPA’ SOEHARTO
“becik ketitik ala ketara, bener.”

KAGUM KAPADHA
RAJA ARAB
“sesuai dengan ketetapan yang berlaku.”

KAGUM KAPADHA
J. W. BUSH
“my long beach is very beautyful.”

KAGUM KAPADHA
GAMBARI
“sinau nggambar sing apik yo…”

“Sajroning Gunung Laut Katon Balung KU WUK.”

SUBUR MAKMUR GEMAH RIPAH LOH JINAWI
PINARINGAN RAHAYU SLAMET SENTAUSA
TATA TITI TENTREM KARTA RAHARJA
LESTARI… LESTARI… LESTARI…
RAHMATAN LIL ALAMIN
LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH
SURADIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI. AMIN.

40. JALITENG - 23 November 2007

di dasar kehinaan yang paling rendah adalah kemuliaan yang paling tinggi

41. JETAYUTANAJAWI - 4 Desember 2007

jika kau musuhi sesuatu maka sesuatu akan memusuhi kau
jika kau mencintai sesuatu maka sesuatu akan mencintai kau
bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah dan mencintai semua bangsa dan agama di seluruh dunia, kelak semua bangsa di dunia akan mencintai dan mengagumi Indonesia.

42. pandji hasmorobangun - 11 Desember 2007

MERDEKA

43. pandji hasmorobangun (Red) - 11 Desember 2007

MERDEKA indonesiaku …ganyang malaysia

(Saudara Pandji, jangan sebarkan benih permusuhan. Red)

44. lingga - 11 Desember 2007

amin, amin, amin..

om swastyastu,..
sebelum rasa patriotisme ini hilang..ijinkan suatu hina bersujud..

oh… sang aku.. ber panji benar apa adanya…
aku berjalan dalam suatu neraka hinaan mereka…
aku tak pernah merasa suatu salah…karena terkadang rasa sakit seluruh bangsa atas hinaan yang diterima ibuku..sang pertiwi..
membuatku bangkit..ya benar aku seorang prawira..aku harus membalasnya..ke ganyangan akan kuhancurkan..dengan kepalanku, memang kecilku..tapi aku minta biarkan benih itu tumbuh..walau suatu dosa…tidak apa rasaku..aku sebagai suatu anak bangsa…secara sombongnya..terpanggil…yang sang aku inginkan..segala rasa cinta bangsa baik …dari yin atau yang..biarkan yang itu tumbuh sayang…seperti kata aku pada aku arjuna..jangan bingungkan mereka…karena api rasa mereka menghidupkan semangat…tolong sebarkan sang aku, pada aku lainnya…

karena aku yang berapi biarlah menjadi api..
bakarlah saudaraku…mungkin dia bukan aku, tapi sebenarnya dia adalah aku, seaku-akunya kita, dan aku…

mereka memulai kita mengakhiri dengan sesuatu bahwa api jangan berpadam…nyalakan kembali arahkan….suatu maaf hanya ada jika maaf itu tak ada…salah hal biasa..aku benar karena aku, seperti kita…

sujudku.. biarkan 7 dosa melingkupi semua…
karena sebenarnya dosa itu…adalah kita..biarkan rasa mengakuinya…
tapi jalanku menjadi suatu batu…jika tak ada aku lainnya..yang memberikan rasa..bahwa itu hanya maya…

om, santi,santi,santi..
aku adalah cinta … pembakar rasa untuk menjadi..
Indonesia Jaya..
semoga ingsun mau merestui hamba..
sabagai hamba adalah ingsun..
dan ingsun adalah kita..
sebagai bahasa sukma kemoksaan..yang hening..
damai sejahtera loh jinawi..

ibu cintaku..
restumu..
adalah kekuatanku..

45. Adi Asmoro - 16 Desember 2007

Moga saja rakyat indonesia segera bangun dari keterpurukan karena hilangnya kepantasan dalam berbudaya selama in, nggak tau, indonesia kok bisa berantakan seperti ini

46. MBAH SUGENG WARGA SENSER BALIKPAPAN - 26 Desember 2007

Indonesia tetap jaya asal masyarakatnya sendiri tetap eksis menjaga kedaulatan juga yang lainnya.Indonesia akan terjungkal dan terpuruk terus menerus manakala adu sikut dari bawah sampai atasan tetap berlanjut maka langkah bijak menyelamatkan Indonesia
memahami SEDULUR KEMBAR PAPAT LIMO PANCER (Dasar ajaran PAGUYUBAN SERSER Cabang Balikpapan)

47. nona wisnu wardhani (Red) - 27 Desember 2007

hidup indonesia raya
hancurkan negeri melayu raya
ayo semuannya segera sebarkan pada seluruh dunia budaya dan adat kita biar g diakui negara tetangga ***** …..eh.. malaysia
hidup indonesia
MERDEKA !!!!

(Huesss.. kami hapus bagian ***** mereka tetap saudara kita, dan pernah menjadi bagian dari Nusantara saat kejayaan Majapahit oleh Patih Gajah Mada. Red)

48. sa pi - 27 Desember 2007

sopan dikit nape sih? yang terjungkal terpuruk siape?
semangat boleh membara tapi jangan mencaci maki dong ntar terjungkal sendiri lho! lom tentu yang mengolok lebih baik kan!

49. Adi - 1 Januari 2008

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Hayyu Ya Qayyum. Semoga di tahun baru 2008 ini dan tahun-tahun mendatang selalu tercurah samudra berkah kepada seluruh umat manusia di bumi Nusantara, melenyapkan semua kesusahan, kesedihan dan rasa sakit, memberikan kebahagiaan dan kegembiraan kepada para hamba-Mu. Ya Malik Ya Quddus, semoga dikabulkan apa yang menjadi maksud dan hajat para hamba-Mu. Semoga jatuh belas kasihan dan ampunan kepada para hamba-Mu.

50. lingga - 2 Januari 2008

amin..selamat tahun baru 2008..
Wahai sang Kala..ku tahu kau selalu mengejarku dalam setiap kesempatan…
kutau kau akan memakanku dalam sekejap mata dan setiap hembusan nafas…

Sang Kala, kau egois dalam setiap kesempatanmu..
Kau bodoh hanya bercerita tentang masa lalu..
Tetapi jika kubertanya masa depan..Kau tak berkata apapun , mungkin hanya untuk berharap…

Hei Kala..dengar harapanku..
aku berharap semoga hanya bahagia yang ada dalam setiap nafas kita..
aku berharap semoga hanya damai yang ada dalam setiap kejapan mata..
aku berharap semoga durjana tidak ada dalam setiap pendengaranku…
KALA kau mendengarnya???..

TIK…TOK…TIK…TOK…TIK….TOK..
hah kau hanya bisa berkata begitu saja….

setelah menjauhinya, samar – samar terdengar…
HEI ANAK MANUSIA, ITU JUGA HARAPANKU..

met taon baru yoo..
semoga sang Kala menceritakan kebahagiaan selalu..
amin

om santi,santi,santi om

51. ynop_do - 5 Februari 2008

peryogi satriya wibawa
kagungan tekad gajah mada
sadaya kaleuwihan lian ti gusti allah

52. Tedjo Widagdo - 11 Februari 2008

HIDUPLAH TANAHKU…. HIDUPLAH NEGERIKU
BANGSAKU…….RAKYATKU…..SEMUANYA….
Rahayu,
Hayo padha nyenyuwun marang Gusti Kang Sejati murih “Garudha Yeksa” bisa waluya jati saka lelarane kang disandang, lan padha tumindak mujudake karya kang nyata supaya “Garudha Yeksa” bisa santosa nglanglang jagad raya iki.
Lan tumrap satriya kang hanunggang “Garudha Yeksa” payo padha disuwunake kawicaksanan lan kawibawan saking Gusti Kang Sejati murih bisa ngendalekake “Garudha Yeksa” nganti tumeka kemajuan , kemakmuran lan kejayaan.

BANGUNLAH JIWANYA…… BANGUNLAH BADANNYA…
UNTUK INDONESIA RAYA……….
INDONESIA RAYA… MERDEKA MERDEKA…
TANAHKU NEGERIKU YANG KUCINTA…
INDONESIA RAYA … BERJAYA… BERJAYA…
JAYALAH INDONESIA RAYA………..

PUJI GUSTI, AMIIIIINNN.

53. bustanus - 13 Februari 2008

Nusantara Menuntut Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia/ Perang Ghoib Fafirru ila Allohu-jilid 2
BUMI BERTASBIH(resik-resik YANG KOTOR)::Arwah para roh pahlawan bersedih dan menangis melihat anak cucu rebutan kekuasaan,banyak pengangguran,ada yang sulit mencari makan dan anak didik tidak bisa melanjutkan sekolah.Para Malaikat sibuk naik turun dari langit untuk menyampaikankabar berita petunjuk siang dan malam, tapi orang tidak menghiraukan karena tuli,bisu, matahatinya,siap2 menunggu malaikat maut-dari Kyai Moch Da’i atas petunjuk Gajah Mada
Sinungkalan sandhi asma/kala dan merujuk kepada KEADILAN-ketika quran berbicara tentang keadilan yaitu Jikalao keadilan diterapkan maka semua makhluk akan binasa,kecuali yang mendapatkan rahmatNya:: sandhi asma dengan sengkalan; dewa wolu, ngasta manggalaning ratu):::: akan ada dewa tampil,berbadan manusia,berparas seperti Batara Kresna,berwatak seperti Baladewa,bersenjata trisula wedha,tanda datangnya perubahan zaman,orang pinjam mengembalikan,orang berhutang, membayar,hutang nyawa bayar nyawa,hutang malu dibayar malu. Putra Sang Fajar sepertinya akan muncul di akhir tahun 2008 ini, 1928 caka = tahun 2008 akan ada dewa tampil.TETAPI YNG PENTING ADALAH Jikalau Kita tidak melakukan tindakan keadilan/amar makruf nahi munkar maka Kita akan dibinasakan oleh Alloh,Kalo pingin Selamat lakukan keadilan/amar makruf nahi munkar, tindakan keadilan paling rendah adalah pilih calon yang benar dalam pilkada,jangan terlena dengan figure/harta/keturunan.SALAH PILIH pemimpin di PILKADA,maka BENCANA AKAN MENIMPA SELURUH LAPISAN RAKYAT BERDOSA DAN TIDAK BERDOSA,INGAT KAUM TSAMUD nabi Shalih,satu orang membunuh unta azabnya seluruh negara(as-Syams:13-14). Wisik dari Kyai muh Jari-bulan akhir bulan Suro/Muharram:::Muncule goro2 jagat banjir darah sebab manungso golek payung(pemimpin) keadilan kabeh manungso bakal ngunduh wohing pakerti(menuai karma), bakal muncul lintang kemukus(komet Halley-bintang berekor) tondo bakal ono goro2(chaos) ,sing bejo wong sing ikhlas,sumeleh,temen,legowo. Tafsirnya::Dengan situasi Perekoniman yang sulit ini akibatnya banyak PHK dan pemangkasan gaji sementara kebutuhan pokok semakin mahal,secara otomatis rakyat kecil akan mudah terprovokasi dengan politik uang menjelang PILKADA dan PEMILU 2009,artinya demi uang kecil rakyat mudah disulut emosinya untuk melakukan chaos karena rebutan benar.
METODOLOGI KORUPSI PEMIMPIN DAERAH DENGAN KEDOK PROYEK APBD penggunaan dana APBD untuk Proyek ABCD,contoh eksekutif menganggarkan nilai proyek 50 miliar,tetapi dalam lapangan eksekutif kongkalikong dengan kontraktor bahwa nilai Rp50miliar hanya digunakan sebesar Rp30miliar sedangkan sisanya Rp20miliar dikorupsi buat kepentingan pribadi dan alokasi dana kampanye.Tetapi tertulis dalam Laporan Pertanggungjawaban Nilai Proyek sebesar Rp 50miliar.Apakah pemimpin seperti ini yang akan dipilih yang akan menghancurkan masyarakat secara pelan pasti dan dimata masyarakat bagus tapi uang dari korupsi proyek APBD.Tunggu Kehancurannya seperti Kaum Tsamud nabi sholih AS
Petunjuk Membuka arti Pesan Ghoib dari Nabi Khidr dari Kyai Moch Da’i:: saiki bukaen sirate ono ing kalbu kalbu ono ing ati, supoyo ngerti maksud dan tujuan sembahyang dan poso lan bukaen surate kelawan mripat dohir sajrone kuran hadits supoyo slamet donya akherat artinya cari makna rahasia dengan kalbu,supaya ngerti maksud tujuan sembahyang dan puasa dan buka surate/dalil nya dengan Quran Hadits
WISIK Awal bulan Safar::Gustialloh nurunake(menurunkan) wadyabala sewu malaikat (pasukan seribu Malaikat dipimpin),punggawane Malaikat izroil, kanggo nyaponi jagad (untuk membersihkan-menasbihkan alamraya caranya dengan putingbeliung,banjir,hamatanaman,penyakit,gempa)—rowi kyai turmudzi,Kabuh-jombang. Kenapa Pasukan Malaikat turun? WISIK Awal bulan Safar rowi Kyai Moch Da’i ,dari Syekh Subaqiir-penumbal tanahJawa-walisongo periode I::: Lelembut wis mudal songko sarange sudah keluar karono sebab sing jogo akeh podho turu lan lali, akhire gawe ulah kaelekan ono masyarakat ono pemerintahan dengan tujuan mengadu rebutan bener dan saling menjatuhkan.Kesimpulan:::
• Masalah lintangkemukus sudah turun jam 3 malam Awal Bulan Safar.maka wiridnya-sesuai petunjuk Alloh-baca::surat-fateha+surat-iklas supaya ridho dengan ketentuan alloh atau legowo-rela dan sumeleh-pasrah
• Melakukan sholat Tasbih 4 rokaat 2salam.yang Utama setelah melakukan solat Jumat,puasa lebih bagus
Ki Rogo Sukmo ninggal Kaunen-akhir bulan Selo/zulqoidah::rowi kyai shodiq Mberat,Mojokerto-Jombang::
1. Kaintere bumi manungso,muntahe dadi wahoyo,njupuk e tumbalmanungso
Kaintere adalah Proses permbersihan dan Pemilihan yang baik dari yang buruk sehingga dapat dibedakan / digolonggkan benar dan salah, di alam dunia dan manusia,merupakan proses seleksi alam,dimana seleksi alam ini akan membawa bencana akibat ulah tangan manusia itu sendiri,artinya manusia menyakiti/merusak lingkungan alam akibatnya alam juga akan menyakiti manusia dengan bencana dan penyakit-ini adalah proses hukum kausalitas.dalam proses seleksi alam ini secara otomatis membawa korban manusia karena bencana alam dan penyakit.
2. Ireng mendunge banjir tamune, kembung laute ngelep gegere,teko omone loro donyane
Proses pencairan es di kutub utara dan selatan, akan menimbulkan pasang air laut akibatnya ada perkampungan di sekitar pantai akan tenggelam bahkan sebuah pulau akan hilang,Ozon yang tipis akan menimbulkan efek rumah kaca artinya panas matahari akan menyerap air dari pasang air laut secara berlebihan,menjadi mendung/awan kemudian hujan yang menyebabkan banjir bandang,akibat dari banjir yang berlebihan akan meninggalkan penyakit yang menyerang manusia dan tanaman padi akan rusak karena terkena hama.maka kalau sudah seperti ini penderitaan yang akan dituai.
3. Angin cilik gak dibolo angin gedhe ngrusak negoro
Tafsir Material science: akibat Global Warming adalah el nino dan la nina, udara akan mengalir dari area temperatur tinggi menuju area temperatur rendah, angin adalah udara yang mengalir dengan membawa uap air/mendung kemudian hujan dengan debit curah hujan yang besar berakibat banjir dan perbedaan temperature yang tinggi akan menyebabkan badai atau angina ribut di sejumlah kawasan Nusantara yang mengakibatkan bencana Nasional akibat ulah para Penguasa dan konglomerat mengeruk sumber daya alam secara serakah untuk kepentingan sendiri tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan social sekitarnya Tafsir Bathin Angin cilik adalah suara wong cilik, angin gedhe adalah para pejabat yang mengatur negara.Artinya ini semua bencana yang terjadi karena penguasa tidak memperhatikan kepentingan rakyat dan lingkunan,kenapa rakyat kecil juga ikut merasakan penderitaan ini karena mereka tidak mempunyai keberanian untuk menentang kesalahan penguasa, karena amar makruf nahi mungkar itu adalah kewajiban setiap warnegara bukan hanya penguasa. N.Muh SAW:bersabda:Pelaku Kezoliman (golongan I,elit politik), Penolongnya (golongan II,kyai+aparat+pendeta) serta Orang yang Rela terhadapnya (golongan III,umat) adalah satu kesatuan. Barangsiapa menerima orang yang zolim dalam kezolimanya, maka Alloh menjadikan Penzolim itu berkuasa terhadapnya dan jika dia (golongan II dan III) berdoa niscaya Doanya Tidak akan dikabulkan.ANTITESA DARI HADITS DIATAS ADALAH SOLUSI UNTUK BANGSA INI AGAR BERUBAH MENJADI MAKMUR YAITU Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul.Bagian terbesar dari kita adalah Golongan III /Rakyat
4. Yen bumi kebek an murko, agomo pitulunge, Wong bener dadekno pancer
Goro-goro/Kemarahan alam bumi Nusantara akan bisa diredam atau diselesaikan dengan cara :
• kembali kepada agama masing2 (yang hindhu harus mengamalkan weda, yang budha harus mengamalkan tripitaka,yang Kristen harus mengamalkan injil dan taurat, yang Islam kembali kepada al quran ),definisi Agama secara sederhana adalah mengatur hubungan dengan alam, manusia dan tuhan.Hakekat akhirnya adalah akhlakul karimah atau menuju kepada kesempurnaan akhlak yang merupakan proyeksi dari dasar tauhid-Tuhan yang Maha Esa.(Misi dan Tugas Para Nabi)
• wong bener (shadiqin),menjadi qutub/poros./rojiun/jalan kembali ke Alloh. Shadiqin ,versi Quran,adalah sekelompok Mukmin yang dari sisi niat,pembicaraan dan perbuatan bersifat jujur.(An-Nisa:69) Menaati Alloh dan Rasul itu adalah sumber anugerah dan kenikmatan Alloh,mereka itu adalah para nabi,para shiddiqin,orang yang mati syahid dan orang yang shalih.
Artinya agama adalah JALAN dan Wong bener adalah PEMANDU JALAN/PEMIMPIN.Artinya pilihlah atau Carilah Pemimpin yang benar dan Jangan sampai keliru.Caranya Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul , dengan Berdoa dibawah ini:sebagai panduan dasarnya:: doa para pejuang keadilan( doa puncak untuk kejayaan kita dan bangsa) adalah fateha kepada K.N Muh SAW wa alihi wa itrotihi wa jamiil anbiya wal mursalin wasidiqin wa suhada wa solihin, khususon ila Muhammad bin Hasan Askari, R wijaya, Gajah Mada, syekh Subaqir.kemudian :( ayat Quran-mukadimah)Wa ida sa’alaka ibaadi annii fa innii qoriib ujiibu da’awatad daa’i idaa da’aani fal yastajibu li wal yukminu bi laallahum yarsudun 3-7x,istigfar50x,Fateha 11x,Kursyi 11x,surat iklas3x,inna anzalnahu fi lailatul qadr/surat al.qadr.3x,(solawat imam Ali b abutalib a.s,Fatih,Uwais Qorni,untuk mencapai puncak Hakekat dan Ma’rifat, bisa dihitung dengan jari kyai khos di tana Jawa yang punya doa ini)::sholawatullohi wa malaikkattihi wa anbiyaihi wa rusulihi wa hamalatil arsyi wal kursyi wa jami’il kholqihi fi samawati wal ardhi wa ma bainahuma ala sayidina muhamadinil fatihi lima ugliqo wal khotimi liman sabaqo wan nasiril haqqi bil haqqi wal hadi ila sirotikal mustaqim wa ala ahlihi wa itrotihi ahli baiti alahisalam wa rohmatullohi wabarokatuhu bi adadi kulli maklumi laka haqqo qodrihi wa miqdarihil azhim wastagfirullo allazdi laihailahuwal hayulqoyum wa atubu ilaihi 11X,(solawat N Yusuf as, Ketika N.yusuf dibuang oleh saudaranya ke dalam sumur maka Jibril a.s memberi doa ini )ya robbi muhammadin wa ali muhammadi sholi ala muhammadin wa alih muhammadin wa ajjil farojahum waj alli min amri fakrojan wa makhrojan warzuqni min haitsu ahtasib wa la ahtasib 11x:: Tasbih AzZahro(tasbih 33x tahmid 33x takbir 33x)::(kuncilangit+bumi, Ketika Usman bin Affan menyerahkan semua hartanya kepada Nabi.SAW maka doa ini diberikan )::laa ilaaha illallohu wa allohu akbar wasubhanalloh wal hamdulillah wa la haola wala quwata illa billah wastagfirulllohalladzi lailahaila huwal awalu wal akhiru wa dhohiru wa bathinu yuhyi wa yumitu wahuwa hayu layamutu biyadihilkhoiru wahuwa ala syaiin qodiru 9x,(Ali Imron:1-2, Ismul Adhom Quran berdasar Hadits)Alif Lam Mim Allohu lailahailaHuwa Hayu Qoyum huwaallohulladzi lailahailahuwa robbul arsyiladhim 11x, (ketika N.Ibrohim dibakar oleh raja Namrud dan pertolongan Jibril ditolak oleh N.Ibrohim, maka alloh mewahyukan doa ismul adhom ini) ya hayu ya qoyum ya qodim ya daim ya fardu ya witru ya wahid ya ahad ya shomaduladzi lam yalid walamyulad walam yakunlahu kufuwan ahad 11x, (Ismu Dzat al Haq) ya HuWa Ya Alloh Ya Nur Ya Qudus ya Haq,(mempertahankan Iman) Robbana la tuzik u qulubana bakda idhadaitana wa hablana minladunka rahmatan innaka antalwahab 11x,(Doa Mempercepat Kejayaan Dirimu dan Bangsamu) Allohummaghfirli mukminin wal mukminat-atau alohumagfirli zunubi wa walidaya warhamhuma kama robbayanisoghiro wa li jamiil muslim muslimat wal mukminin wal mukminat al ihya minum wal amwat 7x,(doa wasilah Penguasa Ismul Adhom)Assalamu alaika ya Muhammad bin Hasan Askari adrikni- Assalamu alaika yaMuhammad bin Hasan Askari aghistni-7x, (untuk keselamatan dunia dan akhirat) salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun 11x,surat iklas 1x
5. Sabejo2ne wong sing eling,isih bejo wong sing waspodo,Sabejo2ne wong sing waspodo,isih bejo wong sing sumeleh.
Sumeleh adalah Ridha terhadap Takdir yang Maha Kuasa.Sucikanlah Dia selalu dan Jangan Berburuk sangka kepada –Nya, Mohonlah Bantuan kepadanya dan Jangan Berputu asa.(Versi Syekh Abdul Qadir Jilani)
Habis Gelap Terbitlah Terang:::Wisik 1-Suro/Muharam dengan rowi kyai muhammad Jari-Kabuh-Jombang::Wong cilik jinunjung drajat,Lingkaran setan bakal disirnakae, Musuh2 islam akan tumbang, diganti kelawan prajurit islam, Penjelasan :: Dengan merujuk kepada poin 1: Kaintere bumi manungso,muntahe dadi wahoyo,njupuk e tumbalmanungso,Kaintere adalah Proses permbersihan dan Pemilihan yang baik dari yang buruk sehingga dapat dibedakan antara yang benar dan buruk, yang buruk dihancurkan dan yang baik ditinggikan,jadi Cokro manggilingan dan Kausalitas Sebab Akibat(seleksi Alam) yang akan membuahkan rakyat kecil naik drajat,dengan amar makruf nahi munkar dan doa para pejuang keadilan( doa puncak untuk kejayaan dirimu dan bangsamu) yang merupakan senjata prajurit muslim wa mukmin untuk memusnahkan tentara Setan dan cs-nya.
Untuk mencapai kondisi itu sebaiknya diperhatikan pula wisik2 ghoib denga rowi kyai muhammad da’i –Kabuh,Jombang dan kyai Ismail-Tambar,Peterongan,Jombang,berikut::
• mbah Alif,Majapahit,mbethek,Mojoagung:ungkalen Rosomu, sakabehe takdir wus ginaris tapi kudu ikhtiyar,Gusti Pangeran seneng karo wong sing resik.tafsir ungkalen Rosomu adalah ibadah yang memperhatikan syariat makrifat dan hakikat sehingga membekas dalm hati dan akal,berusaha dengan benar dan tafsir Gusti Pangeran seneng karo wong sing resik –tuhan menyukai orang bersih adalah tindakan ucapan benar,sholat tasbih / Ja’far th-thoyar dengan tasbih tamjid subhanalloh wal hamdulillah laa ilaaha illallohu wa allohu akbar
• mbah Sayid Sulaeman,mbethek,Mojoagung::Sampurnane laku ono ing ikhlas, roso lan rumongso,Imam Mahdi,th 1999::Sabar lan nrimo,akehono istigfar.pahami surat an-nasr(PERTOLONGAN),ayat terakhir bahwa syarat untuk mendapatkan pertolongan/kemenangan mutlak adalah fa sabbih bihamdika robbika wastagfir innahu kana tawwaba , Secara sederhana adalah melakukan amalan para wali Alloh yaitu habis atau menjelang Maghrib atau Subuh membaca :istigfar 500-1000x, inna anzalnahu fi lailatul qadr/surat al.qadr 500-1000x,surat ikhlas 1000x, Kenapa banyak supaya membekas didalam hati sehingga menyatu dengan aliran darah sehingga menjadikan hati qolbun salim.Rahasia Istigfar ada di ayat quran berikut :faqultus taghfiru innahu kana ghofaro yursilis samai alikum midroro wa yumdikum amwalikum wal banina wa yajalakum jannata-siapapaun yang beristigfar akan mendapatkan rejeki yang melimpah harta dan anak yang sholeh dan masuk surga.Salah satu puncak istigfar adalah surat al qadr menurut Imam Ja’far Shadiq a.s (imam ke 6 syiah)
• Tafsir Wisik ungkalen Rosomu, sakabehe takdir wus ginaris tapi kudu ikhtiyar,Gusti Pangeran seneng karo wong sing resik dan Sampurnane laku ono ing ikhlas, roso lan rumongso adalah sholat tasbih dengan rukuk yang lama akan mampu mengusir setan,menambah panjang umur dan rejeki.doa dan berusaha.resik adalah suci artinya tasbih, ayat Alquran yang bercerita tentang bagaimana penghuni-penghuni surga memperoleh makanan/kebutuhan/hajat/cita2.,”Doa-doa mereka di dalam surga adalah (kalimat) Mahasuci Engkau Ya Allah (Subhanakallahuma); ucapan selamat (di antara) mereka di dalam surga (tahiyyatuhum) adalah (kalimat) salam; dan doa mereka yang terakhir adalah Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam [Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin]-Yunus,10. salah satu dari cara hidup penghuni-penghuni surga. Pertama, mereka akan mengucapkan tasbih pada setiap saat mereka membutuhkan sesuatu. Kedua, menebarkan salam sesama mereka. Ketiga, mengucapkan kalimat tahmid pada akhir setiap nikmat yang diperolehnya.Jadi Tafsir nya adalahmelakukan sholat tasbih 4 rokaat 2 salam,rokaat 1-fatha+ Suratuz Zilzaalaha,rokaat 2-fatha+ Suratuz Aadiyaat ,salam, rokaat3-fatha+ Surat an- nasr,rokaat 4-fatha+ Surat iklas ,kalo gak hafal pake semua surat tersebut bisa diganti surat iklas saja.sujud terakhir rokaat ke 4:baca::ALLAHUMMA SALLI ALAA MUHAMMADINW WA AALLI MUHAMMAD,BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM SUBHAANA MAN LABISAL IZZA WAL WAQAAR, SUBHAANA MAN TA ATTAFA BIL MAJDI WA TAKARRAMA BIHII SUBHAANA MAL LAA YANBAGHIT TASBIIHU ILLAA LAHU. SUBHAANA MAN AHSAA KULLA SHAYIN ILMUH SUBHAANA DHIL MANNI WAN NI-A’MI SUBHAANA DHIL QUDRATI WAL KARAM ALLAHUMMA INNE AS-ALUKA BIMA A’AQIDIL IZZI MIN ARSHIKA WA MUNTAHAR RAHMATI MIN KITAABIKA WA BI IZMIKAL AA ZAMI WA KALIMAATIKAT TAAAMMATIL LATEE TAMMAT SIDQANW WA ADLAN AS ALUKA AN TU SALLI ALAA MUHAMMADIN WA ALI MUHAMMAD,Salam,doa dengan angkat tangan lalu baca Yaa Rabbi Yaa Rabbi Yaa Rabbahu, Yaa Rabbahu, Yaa Allaahu Yaa Allaahu Yaa Hayyu Yaa Hayyu Yaa Rahiimu Yaa Rahiimu( Yaa Rahmaanu 7x Yaa Arhamr Raahimiin 7x)lalu doa Jibril .as:YAA MAN AZHARAL JAMIILA WA SATARAL QABIIHA. YAA MAN LAM YOAKHIDZ BIL JARIIRATI WA LAM YAHTAKIS SITRA. YAA AZIIMAL A’FWI YAA HASANAT TAJAWOZI YA WAASIAL MAGHFIROTI YAA BAASITA YADAINI BIR RAHMATI YAA SAAHIBA KULLI NAJWAA WA MUNTAHA KULLI SHAKWA YAA MOQIILAL AT-HARATI. YAA KARIIMAS SAFHI YAA AZIIMAL MANNI YAA MUBTADIYAN BIN N’IAMI QABLAS TIHQAAQIHA YAA RABBAHU YAA RABBAHU YAA RABBAHU.
Salam dari Muhammad bin Hasan Askari (keturunan 12 Kanjeng.Nabi Muh. SAW) ,Kyai Semar Punokawan+Bathara Guru dan Gajah Mada bagi mereka yang memperjuang Keadilan Sosial salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayak
Nusantara Menuntut Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia/ Perang Ghoib Fafirru ila Allohu
(renungan Gunung kelud, yang merupakan Barometer Majapahit, sejak dahulu kala,suka atau tidak suka,senang atau tidak senang, benci atu tidak benci, rela atau tidak rela, bekal telah disiapkan dan perang ghoib telah dikumandangkan apapun yang terjadi fafirru ila allohu, anak panah telah dilepaskan cepat atau lambat akan sampai pada tujuan )-email:ki_ageng_jenar@yahoo.com
Prinsip Hukum Keadilan/Kesetimbangan/Sunnatulloh Setiap Pelanggaran/Gangguan terhadap Hukum Kesetimbangan akan menimbulkan transisi / proses menuju titik/keadaan Kesetimbangan yang Baru.Proses Transisi ini adalah Gonjang-Ganjing versi jawa atau pergantian keadaan (Typical State Transition karena setiap Objek punya eigen value-karakter kritis yang tipikal-LOCAL GENIUS).Keadilan Suatu Hal yang Harus Maujud (existence) di Bumi Manapun. Keadilan dalam fikihnya adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.N.Muh SAW:bersabda:Pelaku Kezoliman (golongan I,elit politik), Penolongnya (golongan II,kyai+aparat+pendeta) serta Orang yang Rela terhadapnya (golongan III,umat) adalah satu kesatuan. Barangsiapa menerima orang yang zolim dalam kezolimanya, maka Alloh menjadikan Penzolim itu berkuasa terhadapnya dan jika dia (golongan II dan III) berdoa niscaya Doanya Tidak akan dikabulkan.ANTITESA DARI HADITS DIATAS ADALAH SOLUSI UNTUK BANGSA INI AGAR BERUBAH MENJADI MAKMUR YAITU Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul.Bagian terbesar dari kita adalah Golongan III /Rakyat.
Wisik yang diterima Satrio Paningit tentang Gonjang Ganjing nya Bumi Nusantara Sampai th 2012:::
1. srengenge wis endek bumi mendukul, akeh wong sing nggugu nafsune dhewe-dhewe ora gelem nurut karo quadrate.kudune dadi rojo yo gak oleh dadi kyai kudune dadi kyai yo gak oleh dadi rojo, harus tahu dimana posisinya yang benar,ingat hadis suatu urusan yang tidak ditangani oleh ahlinya maka tunggu kehancurannya. secara fisik berarti global warming akibat green house effect dan environment destruction,pencurian kayu(illegal logging)-hutan indonesia adalah paru2 dunia karena Fungsi Hutan adalah merubah racun-gas karbon/ CO2 menjadi Oksigen/zat hidup/O2-menjadi penyebab utama pemanasan global yang berdampak pada el nino (kekeringan berkepanjangan,gagal panen,krisis pangan) dan la nina (hujan berlebihan,banjir dan badai tropis menimbulkan bencana darat laut dan udara.)
2. umat geger karo umat atau organisasi rebutan bener,akhire podho keblinger, gak ono sing bener.((pemimpin kita di DPR MPR,PARPOL,Pemerintah terlalu lama melakukan praktek politik kotor dan korupsi,perjuangan untuk menghilangkan praktek tersebut hanya bisa dilakukan dengan tindakan keadilan dan doa agar tidak keblinger
3. Aparat geger karo rakyat, rakyat wis bosen ora gelem urip melarat,bencana seperti masalah Lumpur lapindo dan rebutan tanah, pasuruan dan lain2,banyak lagi yang belum terjadi.Peningkatan harga minyak dunia melebihi 80US$ per barrel selama tiga bulan berturut-turut akan mengacaukan RAPBN Pemerintah dan menjadi pemicu kenaikan harga bahan pokok makanan sementara kesempatan kerja sempit,kalaupun ada gaji kecil.Hal ini menjadi penyebab krisis ekonomi yang berdampak pada krisis social ( kejahatan meraja lelah, karena kebutuhan pokok yang mahal,gaji kecil,kesempatan kerja susah).Kalau Dana RAPBN Pemerintah kacau karena kenaikan harga minyak dan pertumbuhan ekonomi mengalami stagflasi maka krisis keuangan Negara,yang beruntung dengan kenaikan harga minyak adalah perusaahaan minyak yang beroperasi di Indonesia notabene adalah perusahaan asing.Mau tidak mau untuk menanggulangi kondisi paceklik ini pemerintah mampu melakukan nasionalisasi tambang minyak atau reschedule share profit atau mau mengeluarkan dana penanggulangan krisis social (responsibility social crisis fund) atau dana korupsi dikembalikan
4. Suhu politik memanas akhire akeh wong dadi ganas,kondisi ekonomi yang susah membikin rakyat terpicu emosinya atau demi uang receh rela berbauat apa saja, perebutan suara dan penggalangan massa menimbulkan kekacauan dan bentrokan.Kalo tidak layak jadi pemimpin janganlah memaksakan diri karena bikin hancur bangsa.Syarat layak Pemimpin adalah harus melakukan Tazkiyah Nafs bukan kaya karena uang korupsi lalu dengan uang itu mencalonkan diri,jangan bikin hancur negara
5. Alam lan Bumine wus ora sabar kepengin nguntal anak turune Adam, kalau sudah seperti ini maka bumi Nusantara marahmelihat prilaku anak ADAM yang jauh dari nilai tauhid dan akhlakul karima, Sabejo-bejone sing eling luweh bejo sing jejeg lakune yoiku fafirru ila allohu
Metodologi meneguhkan Iman dengan cara manunggaling Kawulo lan Gusti(Makna Terdalam Huruf Ba-Saripati Fateha), Pesan K.N Muh SAW untuk mendapatkan Furqon-pembeda ilmu yang benar dan keliru, ilmu yang benar adalah bekal perang terbaik,sabda beliau SAW::beningno atimu supaya ngerti jerohane ilmu (supaya bening ya zikir),siapno akalmu supaya ngerti bener salahe ilmu (furqon-tafakkur),siapno Lakumu (sair was suluk) supaya ngerti hakekate ilmu (Zikr dan fikr menghasilan buah hakekat)..Sisi Bathinu::ngelmu manunggalingkawulo lan gusti letaknya didalam sholat sesuai alhadits qudsi :mengerjakan yang solat wajib-17rakaat- kemudian nafilah-34rakaat,sunahmuakkad-sunah yang ½ diwajibkan-ketika Alloh mencintainya maka matanya menjadi mataNYA, tangannya menjadi tanganNYA, sehingga semua tindakanya menjadi af al nya Alloh karena di dalam sholat itu meliputi 4 perjalanan( safar arba’a dalam isitilah mulla shadra, ahli filsafat Hikma Muta’ali),kunci sholat yang merupakan adab tatakrama/kepasrahaan total ila allohu ada di rukuk, sujud adalah kedekatan (muqorobin-fana asma dan tajalli asma),barangsiapa tidak tahu adab ( rukuknya) maka tidak layak untuk dekat (muqorobin).saat rukuk dan sujud hendaknya lama dengan membaca ::BACAAN ADA DIBAWAH-(Kuncilangit+Bumi)+(Solawat Imam Ali b abutalib a.s,Fatih,Uwais Qorni) Sisi Dhohiru:dalam quran (Kahfi:110) disebutkan bahwa siapa orangnya yang ingin bertemu dengan Tuhannya hendakla melakukan amal sholih dengan ikhlas,kemudian alhadits qudsi menjelaskan bentuk amal sholih yaitu Aku lapar kenapa tidak engkau beri makan, Aku telanjang kenapa tidak engkau beri pakaian,yaitu amalsholih menyantuni yatim dan fakir miskin
Awal Bencana dan Awal Perang ghoib Bencana Badai Angin akan banyak terjadi di awal bulan zulqoidah(selo:jawa), keterpurukan ini tetap terus menimpa Bangsa Indonesia sampai tahun 2012, karena faktor2 di atas.jadi bila ingin ada perubahan qadha dan qodar Alloh ,bangsa ini harus melakukan kebalikan dari faktor2 yaitu semua orang mendukung perjuangan keadilan atau menjadi pejuang keadilan, diatas supaya ada terjadi BADA’ yaitu perubahan takdir karena Alloh menghapus sesuai kehendaknya.Terimalah Satrio Paningit Majapahit Yang akan Memimpin Kalian,TOTOEN KARO TUNTUNEN TUNTUNEN KARO TOTOEN (ditata dengan diberi petunjuk dan pedoman, seyogyanganya petunjuk diamalkan sehingga dapat dirasakan oleh banyak orang) salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun , ANTISIPASI Kondisi Saat INI:Audiensi dengan K.N Muhammad: satrio paningit bertanya kepada K.N.Muh SAW: untuk akhir zaman apa yang harus dilakukan, jawaban Beliau S.A.W::Gondelono quran hadits,Teguhno imanmu,Jejegno lakumu(berdiri di atas keadilan di mana di berpijak),Totoen uripmu (menata kehidupan berdasrkan quran hadis dengan mengedepankan keadilan sebagai tonggak2 atau pilar utamanya).Mengko awakmu bakal ngerti kamulyane urip donya lan akhirat
Gejala alam bumi mendukung perang ghoib ini dari wisik ::Bumine wus grak-grek(gempa) wong ndhuwur podho bingung, pejabate podho sambat.bumine njaluk dongane wong sing ikhlas, jejeg lakune supoyo sagedo mbiyantu pejuang keadilan.Kemudian K.N Muh SAW menjelaskan bahwa Fateha itu pakemnya urip,pakem berarti pedoman yang tidak bisa dilanggar,Bismillah…maliki yaumiddin mengandung arti KonsepTauhid ,Iyyakanabudu wa iyakanastain berarti Syareat , Ihdinasirotolmustaqim itu Tarekat , Sirotolladzina anamta alaihim….amin itu Hakekat dan Makrifat
Panglima Perang Ghoib Majapahit nama kecil Gajah Mada adalah Trimo dari desa Modo,Ngimbang. makam Njeladri,kabuh,Jombang. Kakek buyutnya namanya mbah wonokerto,desa Bedander,dukuh Sumberingin dusun sumbergondang. area kawasan hutan Tarik .Kabuh.Jombang.Pesan Gajah Mada::saiki wus kudune gereng e koyo macan, guyune koyo macan, nanging kasih sayange yo kudu koyo macan.Simbol Macan berari Berani dan Pandai. Pesan Bung Karno::: wus wayahe gawea kopyah ireng mengko ndonya bakal tundhuk.Kopyah Hitam merupakan symbol keadilan / amar makruf nahi munkar.Tidak boleh membiarkan ketidakadilan merajalelah.Keadilan adalah hukum kesetimbangan,Bumi aja dilukai menimbulkan el nino-kekeringan dan la nina-banjir dan badai.Warna Hitam juga merupakan symbol Pasukan Sirrulloh,Barang siapa ingin menjadi pasukan sirrulloh lakukan tindakan keadilan dan baca doa para pejuang keadilan.insya alloh mulia hidupnya di dunia dan akhirat, terkabul hajat2nya dan terhindar dari sihir,tenung
Perang Goib dengan Tema Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dari wisik Isyaroh terjadinya Perang Goib (Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia)::Perange iki gawe panahe Raden Wijaya (Raja Majapahit I)sasarane menuntut keadilan kepada pejabat yang tidak amanat, rakyat sing bejat, wong sing serakah.::pusoko bebener ( soko Mojopahit )wujude tombak loro dan payung, sopo sing salah bakal keno mowo/celaka sing bener bakal entuk payung/perlindunga dengan melihat wisik ghoib diatas mengandung makna:: bahwa Majapahit berada di sisi Keadilan, siapapun orangnya yang tidak pernah atau belum bertemu dengan Kami, bukan masalah, yang penting bersama-sama melakukan tindakan menuntut keadilan dalam segala bidang sehingga dapat terwujudnya Keadilan social adalah tema perang ghoib ini,jadi jangan takut wahai pejuang keadilan,kami dengan ikhlas membantu di wilayah ghoib,suatu saat nanti kemunculan dhohir akan terjadi.karena bumi yang kau pijak membantu perjuangan ini, doa para pejuang keadilan( doa puncak untuk kejayaan dirimu dan bangsamu) adalah fateha kepada K.N Muh SAW wa alihi wa itro ahli baitihi jamiil anbiyaiwalmursalinwasuhadawasolihin, Muhammad bin Hasan Askari, R wijaya, Gajah Mada, syekh Subaqir.kemudian :( ayat Quran-mukadimah)Wa ida sa’alaka ibaadi annii fa innii qoriib ujiibu da’awatad daa’i idaa da’aani fal yastajibu li wal yukminu bi laallahum yarsudun 3-7x,Fateha 11x,Kursyi 11x,surat iklas3x,s alamnasyrah 3x,inna anzalnahu fi lailatul qadr/surat al.qadr.3x,(solawat imam Ali b abutalib a.s,Fatih,Uwais Qorni,untuk mencapai puncak Hakekat dan Ma’rifat, bisa dihitung dengan jari kyai khos di tana Jawa yang punya doa ini)::sholawatullohi wa malaikkattihi wa anbiyaihi wa rusulihi wa hamalatil arsyi wal kursyi wa jami’il kholqihi fi samawati wal ardhi wa ma bainahuma ala sayidina muhamadinil fatihi lima ugliqo wal khotimi liman sabaqo wan nasiril haqqi bil haqqi wal hadi ila sirotikal mustaqim wa ala ahlihi wa itrotihi ahli baiti alahisalam wa rohmatullohi wabarokatuhu bi adadi kulli maklumi laka haqqo qodrihi wa miqdarihil azhim wastagfirullo allazdi laihailahuwal hayulqoyum wa atubu ilaihi 11X,(solawat N Yusuf as, Ketika N.yusuf dibuang oleh saudaranya ke dalam sumur maka Jibril a.s memberi doa ini )ya robbi muhammadin wa ali muhammadi sholi ala muhammadin wa alih muhammadin wa ajjil farojahum waj alli min amri fakrojan wa makhrojan warzuqni min haitsu ahtasib wa la ahtasib 11x:: Tasbih AzZahro(tasbih 33x tahmid 33x takbir 33x)::(kuncilangit+bumi, Ketika Usman bin Affan menyerahkan semua hartanya kepada Nabi.SAW maka doa ini diberikan )laa ilaaha illallohu wa allohu akbar wasubhanalloh wal hamdulillah wa la haola wala quwata illa billah wastagfirulllohalladzi lailahaila huwal awalu wal akhiru wa dhohiru wa bathinu yuhyi wa yumitu wahuwa hayu layamutu biyadihilkhoiru wahuwa ala syaiin qodiru 9x,(Ali Imron:1-2, Ismul Adhom Quran berdasar Hadits)Alif Lam Mim Allohu lailahailaHuwa Hayu Qoyum 11x, (ketika N.Ibrohim dibakar oleh raja Namrud dan pertolongan Jibril ditolak oleh N.Ibrohim, maka alloh mewahyukan doa ismul adhom ini) ya hayu ya qoyum ya qodim ya daim ya fardu ya witru ya wahid ya ahad ya shomaduladzi lam yalid walamyulad walam yakunlahu kufuwan ahad 11x, (Ismu Dzat al Haq) ya HuWa Ya Alloh Ya Nur Ya Qudus ya Haq,(mempertahankan Iman) Robbana la tuzik u qulubana bakda idhadaitana wa hablana minladunka rahmatan innaka antalwahab 11x,(Doa Mempercepat Kejayaan Dirimu dan Bangsamu) Allohummaghfirli mukminin wal mukminat-7x,(doa wasilah Penguasa Ismul Adhom)yaMuhammad bin Hasan Askari adrikni-yaMuhammad bin Hasan Askari aghistni-7x, (untuk keselamatan dunia dan akhirat) salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun 11x,surat iklas 1x::::Asal Satrio Paningit : Satrio Paningit dalam pandangan Jawa, ramalan Jayabaya-sebenarnya adalah hasil pertukaran ilmu antara Raja Kediri dengan Wali alloh dari Turki,Syekh Ali syamsu Zain: Satrio paningit bakal jumedul ono antarane mandura wetan lan manduro kulon,olehe mususi ono ing Pacitan,olehe adang ono ing Ponorogo (dubes Iran – ditunjuk oleh Ahmadi Nejad- pernah mengunjungi tempat ini dan kerjasama dengan salah satu pondok disana),olehe murak ono ing Mojokerto.Dibimbing Oleh Alloh Hu Ahad melewati wasilah Para Wali,Nabi dan Ki Lurah Semar’Bathara Ismaya’ dan punakawan di Langit Lima sebagai Pamomong Trah Keturunan WITARADYA marcapada dengan dibekali Pusaka Raja Binathara.Tafsir nya: Mandura wetan jelas pulau madura, mandura kulon adalah desa sekitar Kabuh-Jombang,di desa Matokan ada sebuh kampung Madura-iinilah mandura kulon.Sesuai tulisan dalam buku Gajah Mada karangan Prof.Moh Yamin:: Pesan Arya Wiraraja kepada R Wijaya::Hendaklah R Wijaya menunduk kepada Jayakatwang dan meminta tanah Tarik, dimana ada orang Madura berumah tangga membentuk perkampungan.(lihat Buku Gajah Mada,karangan Prof.Moh.Yamin,hal 20, penerbit Balai Pustaka, 1993). Jadi Satrio paningit berasal dari sebuah tempat antara Kabuh-Jombang dan Surabaya:::::Dialog antara Ayatollah Khomeini (WaliAgung, Man Of the Year,th.1990,versi majalah Times,USA) dengan Habib Husen Indonesia, Ayatollah mengatakan negara Indonesia adalah negara muslim terbesar di Dunia, tapi Indonesia memiliki Proses yang Unik dibandingkan negara IRAN,dalam mencapai Keadilan dan Kemakmuran.Tafsir Proses yang Unik adalah karena negara ini berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, yang digali dari leluhur Indonesia pada Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular dan NegaraKertagama karangan Mpu Prapanca,artinya Indonesia memiliki Local Genius (istilah ilmu Sosiologi) yang kuat ketika banyak budaya asing yang masuk ,tidak ditelan mentah2 tapi disesuaikan dengan Kondisi budaya setempat sehingga Jati Diri Keindonesian tidak hilang dengan arus budaya Asing.Inilah arti Proses yang Unik yang dimaksud oleh Ayatollah Khomeini::::::Salah Satu Metodologi Spiritual yang Ditempuh satrio Paningit/Bocah Angon,agar Indonesia Disegani dan dapat menundukkan negara2 di dunia atau Indonesia menjadi Mercusuar Dunia-sesuai petunjuk Alloh Untuk menundukkan dan menarik Negara2 Barat maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Barat, Untuk area Timur Tengah maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Tengah, Untuk Negara2 Timur /Asia maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Timur, rahasia masing2 tempat tersebut tetap kami rahasiakan untuk menghindari khalayak rami mengetahui.Tempat2 tersebut didapat atas petunjuk Alloh.arti menaklukan bisa disegani oleh negara2 lain, Kisah ini akan mengulang sejarah Syek Subakir –waliSongo periode pertama sebelum munculnya Majapahit era Wijaya-dalam menenangkan tanah Jawa agar dapt dihuni.juga terdapat ritual tertentu untuk Istana Negara, Untuk Masyarakat Diminta mengamalkan doa para pejuang keadilan ( doa puncak untuk kejayaan dirimu dan bangsamu )dan melaksanakan tindakan keadilan di lingkungan masing2, UNTUK MEWUJUDKAN pemimpin idaman memimpin Indonesia yang membawa negara ini menjadi mercusuar Dunia dan Makmur. Insya alloh.Kun fa yakun.Alloh Hu Akbar
Salam dari Muhammad bin Hasan Askari (keturunan 12 Kanjeng.Nabi Muh. SAW) , Bumi Nusantara dan Gajah Mada juga Pasukan nya bagi mereka yang memperjuang Keadilan Sosial salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun

54. bustanus - 13 Februari 2008

Nusantara Menuntut Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia/ Perang Ghoib Fafirru ila Allohu
(renungan Gunung kelud, yang merupakan Barometer Majapahit, sejak dahulu kala,suka atau tidak suka,senang atau tidak senang, benci atu tidak benci, rela atau tidak rela, bekal telah disiapkan dan perang ghoib telah dikumandangkan apapun yang terjadi fafirru ila allohu, anak panah telah dilepaskan cepat atau lambat akan sampai pada tujuan )-email:ki_ageng_jenar@yahoo.com
Prinsip Hukum Keadilan/Kesetimbangan/Sunnatulloh Setiap Pelanggaran/Gangguan terhadap Hukum Kesetimbangan akan menimbulkan transisi / proses menuju titik/keadaan Kesetimbangan yang Baru.Proses Transisi ini adalah Gonjang-Ganjing versi jawa atau pergantian keadaan (Typical State Transition karena setiap Objek punya eigen value-karakter kritis yang tipikal-LOCAL GENIUS).Keadilan Suatu Hal yang Harus Maujud (existence) di Bumi Manapun. Keadilan dalam fikihnya adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.N.Muh SAW:bersabda:Pelaku Kezoliman (golongan I,elit politik), Penolongnya (golongan II,kyai+aparat+pendeta) serta Orang yang Rela terhadapnya (golongan III,umat) adalah satu kesatuan. Barangsiapa menerima orang yang zolim dalam kezolimanya, maka Alloh menjadikan Penzolim itu berkuasa terhadapnya dan jika dia (golongan II dan III) berdoa niscaya Doanya Tidak akan dikabulkan.ANTITESA DARI HADITS DIATAS ADALAH SOLUSI UNTUK BANGSA INI AGAR BERUBAH MENJADI MAKMUR YAITU Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul.Bagian terbesar dari kita adalah Golongan III /Rakyat.
Wisik yang diterima Satrio Paningit tentang Gonjang Ganjing nya Bumi Nusantara Sampai th 2012:::
1. srengenge wis endek bumi mendukul, akeh wong sing nggugu nafsune dhewe-dhewe ora gelem nurut karo quadrate.kudune dadi rojo yo gak oleh dadi kyai kudune dadi kyai yo gak oleh dadi rojo, harus tahu dimana posisinya yang benar,ingat hadis suatu urusan yang tidak ditangani oleh ahlinya maka tunggu kehancurannya. secara fisik berarti global warming akibat green house effect dan environment destruction,pencurian kayu(illegal logging)-hutan indonesia adalah paru2 dunia karena Fungsi Hutan adalah merubah racun-gas karbon/ CO2 menjadi Oksigen/zat hidup/O2-menjadi penyebab utama pemanasan global yang berdampak pada el nino (kekeringan berkepanjangan,gagal panen,krisis pangan) dan la nina (hujan berlebihan,banjir dan badai tropis menimbulkan bencana darat laut dan udara.)
2. umat geger karo umat atau organisasi rebutan bener,akhire podho keblinger, gak ono sing bener.((pemimpin kita di DPR MPR,PARPOL,Pemerintah terlalu lama melakukan praktek politik kotor dan korupsi,perjuangan untuk menghilangkan praktek tersebut hanya bisa dilakukan dengan tindakan keadilan dan doa agar tidak keblinger
3. Aparat geger karo rakyat, rakyat wis bosen ora gelem urip melarat,bencana seperti masalah Lumpur lapindo dan rebutan tanah, pasuruan dan lain2,banyak lagi yang belum terjadi.Peningkatan harga minyak dunia melebihi 80US$ per barrel selama tiga bulan berturut-turut akan mengacaukan RAPBN Pemerintah dan menjadi pemicu kenaikan harga bahan pokok makanan sementara kesempatan kerja sempit,kalaupun ada gaji kecil.Hal ini menjadi penyebab krisis ekonomi yang berdampak pada krisis social ( kejahatan meraja lelah, karena kebutuhan pokok yang mahal,gaji kecil,kesempatan kerja susah).Kalau Dana RAPBN Pemerintah kacau karena kenaikan harga minyak dan pertumbuhan ekonomi mengalami stagflasi maka krisis keuangan Negara,yang beruntung dengan kenaikan harga minyak adalah perusaahaan minyak yang beroperasi di Indonesia notabene adalah perusahaan asing.Mau tidak mau untuk menanggulangi kondisi paceklik ini pemerintah mampu melakukan nasionalisasi tambang minyak atau reschedule share profit atau mau mengeluarkan dana penanggulangan krisis social (responsibility social crisis fund) atau dana korupsi dikembalikan
4. Suhu politik memanas akhire akeh wong dadi ganas,kondisi ekonomi yang susah membikin rakyat terpicu emosinya atau demi uang receh rela berbauat apa saja, perebutan suara dan penggalangan massa menimbulkan kekacauan dan bentrokan.Kalo tidak layak jadi pemimpin janganlah memaksakan diri karena bikin hancur bangsa.Syarat layak Pemimpin adalah harus melakukan Tazkiyah Nafs bukan kaya karena uang korupsi lalu dengan uang itu mencalonkan diri,jangan bikin hancur negara
5. Alam lan Bumine wus ora sabar kepengin nguntal anak turune Adam, kalau sudah seperti ini maka bumi Nusantara marahmelihat prilaku anak ADAM yang jauh dari nilai tauhid dan akhlakul karima, Sabejo-bejone sing eling luweh bejo sing jejeg lakune yoiku fafirru ila allohu
Metodologi meneguhkan Iman dengan cara manunggaling Kawulo lan Gusti(Makna Terdalam Huruf Ba-Saripati Fateha), Pesan K.N Muh SAW untuk mendapatkan Furqon-pembeda ilmu yang benar dan keliru, ilmu yang benar adalah bekal perang terbaik,sabda beliau SAW::beningno atimu supaya ngerti jerohane ilmu (supaya bening ya zikir),siapno akalmu supaya ngerti bener salahe ilmu (furqon-tafakkur),siapno Lakumu (sair was suluk) supaya ngerti hakekate ilmu (Zikr dan fikr menghasilan buah hakekat)..Sisi Bathinu::ngelmu manunggalingkawulo lan gusti letaknya didalam sholat sesuai alhadits qudsi :mengerjakan yang solat wajib-17rakaat- kemudian nafilah-34rakaat,sunahmuakkad-sunah yang ½ diwajibkan-ketika Alloh mencintainya maka matanya menjadi mataNYA, tangannya menjadi tanganNYA, sehingga semua tindakanya menjadi af al nya Alloh karena di dalam sholat itu meliputi 4 perjalanan( safar arba’a dalam isitilah mulla shadra, ahli filsafat Hikma Muta’ali),kunci sholat yang merupakan adab tatakrama/kepasrahaan total ila allohu ada di rukuk, sujud adalah kedekatan (muqorobin-fana asma dan tajalli asma),barangsiapa tidak tahu adab ( rukuknya) maka tidak layak untuk dekat (muqorobin).saat rukuk dan sujud hendaknya lama dengan membaca ::BACAAN ADA DIBAWAH-(Kuncilangit+Bumi)+(Solawat Imam Ali b abutalib a.s,Fatih,Uwais Qorni) Sisi Dhohiru:dalam quran (Kahfi:110) disebutkan bahwa siapa orangnya yang ingin bertemu dengan Tuhannya hendakla melakukan amal sholih dengan ikhlas,kemudian alhadits qudsi menjelaskan bentuk amal sholih yaitu Aku lapar kenapa tidak engkau beri makan, Aku telanjang kenapa tidak engkau beri pakaian,yaitu amalsholih menyantuni yatim dan fakir miskin
Awal Bencana dan Awal Perang ghoib Bencana Badai Angin akan banyak terjadi di awal bulan zulqoidah(selo:jawa), keterpurukan ini tetap terus menimpa Bangsa Indonesia sampai tahun 2012, karena faktor2 di atas.jadi bila ingin ada perubahan qadha dan qodar Alloh ,bangsa ini harus melakukan kebalikan dari faktor2 yaitu semua orang mendukung perjuangan keadilan atau menjadi pejuang keadilan, diatas supaya ada terjadi BADA’ yaitu perubahan takdir karena Alloh menghapus sesuai kehendaknya.Terimalah Satrio Paningit Majapahit Yang akan Memimpin Kalian,TOTOEN KARO TUNTUNEN TUNTUNEN KARO TOTOEN (ditata dengan diberi petunjuk dan pedoman, seyogyanganya petunjuk diamalkan sehingga dapat dirasakan oleh banyak orang) salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun , ANTISIPASI Kondisi Saat INI:Audiensi dengan K.N Muhammad: satrio paningit bertanya kepada K.N.Muh SAW: untuk akhir zaman apa yang harus dilakukan, jawaban Beliau S.A.W::Gondelono quran hadits,Teguhno imanmu,Jejegno lakumu(berdiri di atas keadilan di mana di berpijak),Totoen uripmu (menata kehidupan berdasrkan quran hadis dengan mengedepankan keadilan sebagai tonggak2 atau pilar utamanya).Mengko awakmu bakal ngerti kamulyane urip donya lan akhirat
Gejala alam bumi mendukung perang ghoib ini dari wisik ::Bumine wus grak-grek(gempa) wong ndhuwur podho bingung, pejabate podho sambat.bumine njaluk dongane wong sing ikhlas, jejeg lakune supoyo sagedo mbiyantu pejuang keadilan.Kemudian K.N Muh SAW menjelaskan bahwa Fateha itu pakemnya urip,pakem berarti pedoman yang tidak bisa dilanggar,Bismillah…maliki yaumiddin mengandung arti KonsepTauhid ,Iyyakanabudu wa iyakanastain berarti Syareat , Ihdinasirotolmustaqim itu Tarekat , Sirotolladzina anamta alaihim….amin itu Hakekat dan Makrifat
Panglima Perang Ghoib Majapahit nama kecil Gajah Mada adalah Trimo dari desa Modo,Ngimbang. makam Njeladri,kabuh,Jombang. Kakek buyutnya namanya mbah wonokerto,desa Bedander,dukuh Sumberingin dusun sumbergondang. area kawasan hutan Tarik .Kabuh.Jombang.Pesan Gajah Mada::saiki wus kudune gereng e koyo macan, guyune koyo macan, nanging kasih sayange yo kudu koyo macan.Simbol Macan berari Berani dan Pandai. Pesan Bung Karno::: wus wayahe gawea kopyah ireng mengko ndonya bakal tundhuk.Kopyah Hitam merupakan symbol keadilan / amar makruf nahi munkar.Tidak boleh membiarkan ketidakadilan merajalelah.Keadilan adalah hukum kesetimbangan,Bumi aja dilukai menimbulkan el nino-kekeringan dan la nina-banjir dan badai.Warna Hitam juga merupakan symbol Pasukan Sirrulloh,Barang siapa ingin menjadi pasukan sirrulloh lakukan tindakan keadilan dan baca doa para pejuang keadilan.insya alloh mulia hidupnya di dunia dan akhirat, terkabul hajat2nya dan terhindar dari sihir,tenung
Perang Goib dengan Tema Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dari wisik Isyaroh terjadinya Perang Goib (Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia)::Perange iki gawe panahe Raden Wijaya (Raja Majapahit I)sasarane menuntut keadilan kepada pejabat yang tidak amanat, rakyat sing bejat, wong sing serakah.::pusoko bebener ( soko Mojopahit )wujude tombak loro dan payung, sopo sing salah bakal keno mowo/celaka sing bener bakal entuk payung/perlindunga dengan melihat wisik ghoib diatas mengandung makna:: bahwa Majapahit berada di sisi Keadilan, siapapun orangnya yang tidak pernah atau belum bertemu dengan Kami, bukan masalah, yang penting bersama-sama melakukan tindakan menuntut keadilan dalam segala bidang sehingga dapat terwujudnya Keadilan social adalah tema perang ghoib ini,jadi jangan takut wahai pejuang keadilan,kami dengan ikhlas membantu di wilayah ghoib,suatu saat nanti kemunculan dhohir akan terjadi.karena bumi yang kau pijak membantu perjuangan ini, doa para pejuang keadilan( doa puncak untuk kejayaan dirimu dan bangsamu) adalah fateha kepada K.N Muh SAW wa alihi wa itro ahli baitihi jamiil anbiyaiwalmursalinwasuhadawasolihin, Muhammad bin Hasan Askari, R wijaya, Gajah Mada, syekh Subaqir.kemudian :( ayat Quran-mukadimah)Wa ida sa’alaka ibaadi annii fa innii qoriib ujiibu da’awatad daa’i idaa da’aani fal yastajibu li wal yukminu bi laallahum yarsudun 3-7x,Fateha 11x,Kursyi 11x,surat iklas3x,s alamnasyrah 3x,inna anzalnahu fi lailatul qadr/surat al.qadr.3x,(solawat imam Ali b abutalib a.s,Fatih,Uwais Qorni,untuk mencapai puncak Hakekat dan Ma’rifat, bisa dihitung dengan jari kyai khos di tana Jawa yang punya doa ini)::sholawatullohi wa malaikkattihi wa anbiyaihi wa rusulihi wa hamalatil arsyi wal kursyi wa jami’il kholqihi fi samawati wal ardhi wa ma bainahuma ala sayidina muhamadinil fatihi lima ugliqo wal khotimi liman sabaqo wan nasiril haqqi bil haqqi wal hadi ila sirotikal mustaqim wa ala ahlihi wa itrotihi ahli baiti alahisalam wa rohmatullohi wabarokatuhu bi adadi kulli maklumi laka haqqo qodrihi wa miqdarihil azhim wastagfirullo allazdi laihailahuwal hayulqoyum wa atubu ilaihi 11X,(solawat N Yusuf as, Ketika N.yusuf dibuang oleh saudaranya ke dalam sumur maka Jibril a.s memberi doa ini )ya robbi muhammadin wa ali muhammadi sholi ala muhammadin wa alih muhammadin wa ajjil farojahum waj alli min amri fakrojan wa makhrojan warzuqni min haitsu ahtasib wa la ahtasib 11x:: Tasbih AzZahro(tasbih 33x tahmid 33x takbir 33x)::(kuncilangit+bumi, Ketika Usman bin Affan menyerahkan semua hartanya kepada Nabi.SAW maka doa ini diberikan )laa ilaaha illallohu wa allohu akbar wasubhanalloh wal hamdulillah wa la haola wala quwata illa billah wastagfirulllohalladzi lailahaila huwal awalu wal akhiru wa dhohiru wa bathinu yuhyi wa yumitu wahuwa hayu layamutu biyadihilkhoiru wahuwa ala syaiin qodiru 9x,(Ali Imron:1-2, Ismul Adhom Quran berdasar Hadits)Alif Lam Mim Allohu lailahailaHuwa Hayu Qoyum 11x, (ketika N.Ibrohim dibakar oleh raja Namrud dan pertolongan Jibril ditolak oleh N.Ibrohim, maka alloh mewahyukan doa ismul adhom ini) ya hayu ya qoyum ya qodim ya daim ya fardu ya witru ya wahid ya ahad ya shomaduladzi lam yalid walamyulad walam yakunlahu kufuwan ahad 11x, (Ismu Dzat al Haq) ya HuWa Ya Alloh Ya Nur Ya Qudus ya Haq,(mempertahankan Iman) Robbana la tuzik u qulubana bakda idhadaitana wa hablana minladunka rahmatan innaka antalwahab 11x,(Doa Mempercepat Kejayaan Dirimu dan Bangsamu) Allohummaghfirli mukminin wal mukminat-7x,(doa wasilah Penguasa Ismul Adhom)yaMuhammad bin Hasan Askari adrikni-yaMuhammad bin Hasan Askari aghistni-7x, (untuk keselamatan dunia dan akhirat) salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun 11x,surat iklas 1x::::Asal Satrio Paningit : Satrio Paningit dalam pandangan Jawa, ramalan Jayabaya-sebenarnya adalah hasil pertukaran ilmu antara Raja Kediri dengan Wali alloh dari Turki,Syekh Ali syamsu Zain: Satrio paningit bakal jumedul ono antarane mandura wetan lan manduro kulon,olehe mususi ono ing Pacitan,olehe adang ono ing Ponorogo (dubes Iran – ditunjuk oleh Ahmadi Nejad- pernah mengunjungi tempat ini dan kerjasama dengan salah satu pondok disana),olehe murak ono ing Mojokerto.Dibimbing Oleh Alloh Hu Ahad melewati wasilah Para Wali,Nabi dan Ki Lurah Semar’Bathara Ismaya’ dan punakawan di Langit Lima sebagai Pamomong Trah Keturunan WITARADYA marcapada dengan dibekali Pusaka Raja Binathara.Tafsir nya: Mandura wetan jelas pulau madura, mandura kulon adalah desa sekitar Kabuh-Jombang,di desa Matokan ada sebuh kampung Madura-iinilah mandura kulon.Sesuai tulisan dalam buku Gajah Mada karangan Prof.Moh Yamin:: Pesan Arya Wiraraja kepada R Wijaya::Hendaklah R Wijaya menunduk kepada Jayakatwang dan meminta tanah Tarik, dimana ada orang Madura berumah tangga membentuk perkampungan.(lihat Buku Gajah Mada,karangan Prof.Moh.Yamin,hal 20, penerbit Balai Pustaka, 1993). Jadi Satrio paningit berasal dari sebuah tempat antara Kabuh-Jombang dan Surabaya:::::Dialog antara Ayatollah Khomeini (WaliAgung, Man Of the Year,th.1990,versi majalah Times,USA) dengan Habib Husen Indonesia, Ayatollah mengatakan negara Indonesia adalah negara muslim terbesar di Dunia, tapi Indonesia memiliki Proses yang Unik dibandingkan negara IRAN,dalam mencapai Keadilan dan Kemakmuran.Tafsir Proses yang Unik adalah karena negara ini berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, yang digali dari leluhur Indonesia pada Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular dan NegaraKertagama karangan Mpu Prapanca,artinya Indonesia memiliki Local Genius (istilah ilmu Sosiologi) yang kuat ketika banyak budaya asing yang masuk ,tidak ditelan mentah2 tapi disesuaikan dengan Kondisi budaya setempat sehingga Jati Diri Keindonesian tidak hilang dengan arus budaya Asing.Inilah arti Proses yang Unik yang dimaksud oleh Ayatollah Khomeini::::::Salah Satu Metodologi Spiritual yang Ditempuh satrio Paningit/Bocah Angon,agar Indonesia Disegani dan dapat menundukkan negara2 di dunia atau Indonesia menjadi Mercusuar Dunia-sesuai petunjuk Alloh Untuk menundukkan dan menarik Negara2 Barat maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Barat, Untuk area Timur Tengah maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Tengah, Untuk Negara2 Timur /Asia maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Timur, rahasia masing2 tempat tersebut tetap kami rahasiakan untuk menghindari khalayak rami mengetahui.Tempat2 tersebut didapat atas petunjuk Alloh.arti menaklukan bisa disegani oleh negara2 lain, Kisah ini akan mengulang sejarah Syek Subakir –waliSongo periode pertama sebelum munculnya Majapahit era Wijaya-dalam menenangkan tanah Jawa agar dapt dihuni.juga terdapat ritual tertentu untuk Istana Negara, Untuk Masyarakat Diminta mengamalkan doa para pejuang keadilan ( doa puncak untuk kejayaan dirimu dan bangsamu )dan melaksanakan tindakan keadilan di lingkungan masing2, UNTUK MEWUJUDKAN pemimpin idaman memimpin Indonesia yang membawa negara ini menjadi mercusuar Dunia dan Makmur. Insya alloh.Kun fa yakun.Alloh Hu Akbar
Salam dari Muhammad bin Hasan Askari (keturunan 12 Kanjeng.Nabi Muh. SAW) , Bumi Nusantara dan Gajah Mada juga Pasukan nya bagi mereka yang memperjuang Keadilan Sosial salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun

Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali?
Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.
Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.
Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :
1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
4. End of Times = End of the World as we know it
5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
13. Kebangkitan Isa AS / Jesus
14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being
Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.
Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.
Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.
Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.
Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.
Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.
Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.
Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?
Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.
Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.
Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.
Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.
Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.
Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.
Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan ini dapat menyapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam semesta.
Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam semesta secara keseluruhan (Jadi belum bisa diartikan kiamat yang sebenarnya), mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral daripada kita

Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon-forum pendapat by email :ki_ageng_jenar@yahoo.com
Politik tahun mendatang akan dipengaruhi oleh Taufik Kemas dan Kalla –ini adalah kelompok Qarun, rela menjual Indonesia untuk kepentingan kelompoknya.Makanya Lumpur Lapindo-–Aburizal Orang terkaya Asia versi Forbes- adalah Skenario Tuhan mencegah orang seperti ini menjadi RI-1 dan Lumpur adalah alat efektif untuk menyerang dan menggagalkan kepentingan politik mereka.
Alm Mbah K.H Hasyim Asy’ari-godfather NU,berpesan di alam ruh:
• NU iki yonine wus ilang,pindah ke Kahuripan ash Shirot’, NU bisa bagus kalu kembali ke khittoh 1926
Ir Soekarno, ,berpesan di alam ruh:
• Munggahe Kahuripan ash Shirot kudu ngelobi orang2 yang nyekel negoro, sebab negoro bakal ada gonjang-ganjing/Goro-Goro(kematian putih-bencana dan kematian merah-konflik berdarah antar sesama) sing biso nyirep iki satrio2 Kahuripan ash Shirot’
2006- thn Kolo Murko-lampu kuning-hati2
2007-thn Kolo Bendhu-lampu merah, Balabencana bakal nerjang marang : Ulama sing nglamak-pandai berdalih walau salah, Kyai kang ora ngayahi-tidak peduli masyarakat, Pemerintah atau pejabat kang ora ngerti perintah atau amanat rakyat, Rakyat sing bejat-sudah saatnya terjadi bencana-kematian putih,kematian merah-konflik, dengan tujuan seleksi alam, kabeh manungso bakal keno ciloko kajaba sing mbalek marang gusti Alloh-Fafirru ila Alloh
Dasar Hukum Satrio Paningit berbasis Qur’an
Satrio Paningit adalah kembalinya sebuah cerita dalam quran tentang Kisah Bani Israil berdoa kepada Alloh agar diangkat seseorang yang memimpin mereka,kemudian doa mereka terkabul,petunjuk tuhan datang kepada mereka melalui seorang nabi Eliya,tetapi ketika utusan tuhan ini datang menyampaikan bahwa pemimpin mereka adalah Thalut, maka Bani Israil mengejek mereka,kenapa pemimpin mereka hanya Seorang Bocah Angon-Penggembala yang miskin,diantara Bani Israil mengatakan Bocah Angon bisa apa ,Kaya tidak, bukan lulusan Sarjana, Lebih pantas mereka yang jadi pemimpin karena lebih kaya dan lebih terhormat di pandangan masyrakat.Inilah adalah cerita quran,tapi isi quran kok cerita katanya mukjizat,mukjizat kok isinya cerita bukan sebuah keris atau apa. Cermin budaya Kapitalisme akan menolak Logika Cerita diatas, terutama Jakarta – banyak orang kaya karena korupsi atau –pengemis bertongkat emas– lalu dengan bangga menyebut dirinya pantas memimpin negeri ini hal ini Naif kalo melihat Logika quran diatas,tapi ketika AhmadiNejad datang ke Indonesia,Orang indonesia begitu antusias menyambut kedatanganya.Dengan melihat antusiasme sambutan masyarakat terhadap datangnya AhmadiNejad ke Indonesia,artinya Bangsa ini merindukan seseorang yang pantas memimpin negeri ini jjauh didalam Lubuk Hatinya. Kemunculan satrio paningit-imam mahdi seperti diriwayatkan dalm hadits sunni dan syi’i memiliki dasar hukum hadits yang kuat dan tak terbantakan
Prinsip Berpolitik dalam Pandangan Satrio Paningit:Ilmu politik merupakan ilmu kenabian atau illmu quran – bukti sederhana adalah jikalau anda menghitung jumlah nama nabi yang paling banyak disebut di quran maka Nama nabi Musa paling banyak disebut kenapa Karena nabi Musa mampu membawa perubahan tatanan Sosial dari Kezoliman kepada arah kemakmuran,era Musa ditandai dengan hancurnya tiga sistem kekuasaan tirani-1.Firaun symbol pemerintahan penindas,2.Qarun-simbol dari pengusaha yang serakah,3.Ba`lam baura-simbol ulama yang mengekor pada kezoliman,padahal Ba`lam dulunya adalah seorang wali alloh karena pernah mendapatkan iismul adhom dari Alloh sehingga doanya apa aja yang diminta terkabul,jadi bisa anda bayangkan seorang walialloh saja bisa tergelincir apalagi kita atau ustad2 biasa.arti dari Ilmu politik merupakan ilmu kenabian adalah jika anda berpolitik tapi mengabaikan laku spiritual ttasawuf atau tidak melakukan tazkiya nafs maka Setan adalah pendamping nya,inilah yang terjadi di Indonesia,era Musa kembali. kenapa isinya quran kok cerita karna sejarah selalu berulang atau sama tapi beda bentuk kondisi dan sunnatulloh adalah parameter penyeimbang/MicroController,sehingga penyimpangan apapun dalam masyarakat akan dikembalikan pada jalurnya sehingga ada sebutan sejarah berulang,sehingga mengapa dalam quran banyak ada cerita itu maksudnya menjelaskan posisi sunatulloh/hukum alam yang merupakan bentuk ketundukan langit dan bumi kepada sang Pencipta-atau lillahi ma fi samawati wal ardh atau lahu mulkus samawati wal ardh atau sabbaha lilahi ma fi samati wal ardh
Asal Satrio Paningit : Satrio Paningit dalam pandangan Jawa, ramalan Jayabaya-sebenarnya adalah hasil pertukaran ilmu antara Raja Kediri dengan Wali alloh dari Turki,Syekh Ali syamsu Zain: Satrio paningit bakal jumedul ono antarane mandura wetan lan manduro kulon,olehe mususi ono ing Pacitan,olehe adang ono ing Ponorogo (dubes Iran – ditunjuk oleh Ahmadi Nejad- pernah mengunjungi tempat ini dan kerjasama dengan salah satu pondok disana),olehe murak ono ing Mojokerto
Tafsir nya: Mandura wetan jelas pulau madura, mandura kulon adalah desa sekitar Kabuh-Jombang,di desa Matokan ada sebuh kampung Madura-iinilah mandura kulon.Jadi Satrio paningit berasal dari sebuah tempat antara Kabuh-Jombang dan Surabaya.. Keadaan bangsa saat ini- dalam transisi pergantian generasi dan nasib-th 2006-2008 :
Sing ono dhuwur podho kejungkir (kelas elit dalam kondisi terjungkir-rugi,proyek gak jalan, konflik kepentingan dll), Sing ono tengah podho kegulung-gulung (kelas menengah dalam kondisi survival ,antara kerja dan penghasilan tidak sebanding),Sing ono ngisor podho muntah (kelas bawah dalam kondisi susah mencari pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup), Yang selamat adalah orang2 yang qona’ah (merasa cukup dan tidak banyak menuntut-tawakkal ala alloh bukan berarti gak berusaha).Tanda2 Indonesia akan menjadi mercusuar dunia akan terlihat pada th 2012 –mengapa karena persyaratan spiritual berdirinya era Majapahit yang islami telah sempurna dan beberapa pusaka Majapahit telah diboyong di dekat Tarik(majapahit awal)–Kabuh seperti yang dilakukan pada era R wijaya, karena dibimbing oleh para wali dan R.wijaya –wali alloh versi hindu, jadi walialloh itu tidak harus bergama islam tapi akhlak bagus sosialnya bagus akan mempermudah jalan menuju kewalian dan GajahMada, dalam sejarah Gajah mada tidak disebut hindu atau budha tapi audiensi dengan beliau menyatakan bahwa dirinya Islam,2 bukti yang masuk akal- pertama- rekonsrtruksi keraton Majapahit era Hayam wuruk versi prof dr Slamet Mulyana, kedua jaman Jayabaya-kediri islam sudah masuk:
Tanda2 awal Indonesia akan menjadi mercusuar dunia 1.Ada lingkaran putih di langit (ada banyak orang yang telah melihat dan meyaksikan ini),,2.Terjadi pembunuhan (kematian merah) dalam skala kecil,,3.Terjadi pagebluk yang tak terduga,untuk ini Syed Jumadil Kubro,Trowulan, memberikan pesannya : Sing sabar dan ikhlas,sebentar lagi akan memasuki era kebangkitan Majapahit-Syarat untuk berdirinya Majapahit ke dua telah sempurna- Hati2, teliti dan ada pagebluk (bencana dan penyakit-kematian putih) yang tak terduga yang masuk kedalam tubuh manusia terutama: para pejabat pemerintahan, para ulama dan kyai, juga para pengusaha—tanda2 mereka yang terkena pagebluk ini adalah telapak tangan sebelah kiri terdapat tanda titik merah bila dilihat secara ghoib.Jadi bencana2 yang terjadi adalah alat alloh agar masyarkat mampu mnerima kedatangan BocahAngon,karena kedatangan Pemimpin Bani Israel juga tidak bisa diterima oleh kaumnya jadi dengan bencana-kematian putih inilah cara agar rakyat mampu dan mengerti isyarat2 ilahi dan pada akhirnya mereka mampu menerima kedatangan satrio Paningit
Salah satu Metodologi Spiritual yang Ditempuh satrio Paningit/Bocah Angon,agar Indonesia Disegani dan dapat menundukkan negara2 di dunia-sesuai petunjuk Alloh
Untuk menundukkan negara2 barat maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Barat, Untuk menundukkan negara2 Timur Tengah maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Tengah, Untuk menundukkan negara2 Timur /Asia maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Timur, rahasia masing2 tempat tersebut tetap kami rahasiakan untuk menghindari khalayak rami mengetahui.Tempat2 tersebut didapat atas petunjuk Alloh.arti menaklukan bisa disegani oleh negara2 lain, Kisah ini akan mengulang sejarah Syek Subakir –waliSongo periode pertama sebelum munculnya Majapahit era Wijaya-dalam menenangkan tanah Jawa agar dapt dihuni.juga terdapat ritual tertentu untuk Istana Negara-secret for public
Syarat untuk melakukan ritual tersebut harus mampu menguasai lima alam atau menjelajah lima alam::Alam rububiyah, Alam malakut, Alam ruh, Alam jin,ini adalah wilayah paranormal/dukun,mereka menganggap walialloh yang udah meninggal bisa dipanggil seenaknya untuk membantu bisnis mereka,karena jin sendiri bisa menyerupai wali tapi mereka menjerumuskan mereka tanpa mereka tahu sebab mereka tidak bisa membedakan antara mana jin yang menyerupai wali mana yang bukan karena orang mukmin yang meninggal ruh nya di sisiNya mendapatkan rizqiNya,jadi tidak sembarangan.,,Alam jasad-materi
Satrio Paningit versi Nabi Muhammad SAW-pesan Beliau di alam ruh yang diterima Bocah Angon
• Dalam audiensi dengan N.muhammad SAW , beliau bersabda:Dirikanlah agama dengan syariat dan tarekat, Carilah kebenaran agama dengan sarana hakekat dan makrifat, Kembali la kepada ajaran quran dan hadits,jangan belajar memutar balikkan quran hadits agar menemukan keberuntungan dunia akhirat , Jejegno tauhid lakokno tauhid dunungno tauhid lan makrifatno tauhid, Sampurnakno akhlak….3x , karena agama itu menyempurnakan akhlak
:::Syarat untk menjadi satrio paningit atau pemimpin idaman rakyat-petunjuk N Muhammad: melakukan 7 laku utama yaitu : pernah melakukan gembala -gembala artinya mengayomi orang2, poso luweh, poso mbisu –diam, poso nyepi, poso ngrame –menolong orang,melihat matahari artinya waskita dan Tazkyah nafs –lihat surat as-Syam, laku mikul – menanggung beban orang2 yang membutuhkan-sesuai dengan kisah Bani Israel minta seorang raja dalam qur’an dan injil perjanjian lama
Kerukunan Umat Beragama Suatu ketika Satrio Paningit ini pernah mendapat petunjuk Tuhan untuk pergi ke Pulau Bali,ternyata pelajaran yang diperoleh adalah bahwa masyarakat Hindu yang percaya kepada Dewa-dewa saja rukun damai,kenapa umat islam yang sistem dan teologinya begitu sempurna masih saja bercerai berai,konflik islam garis keras pro teroris vs islam moderat
Kemunculan Satrio Paningit Banyak Satrio Paningit yang akan muncul dari berbagai daerah,mungkin 30 atau 40 orang yang akan mengaku dirinya sebagai Satrio paningit,hal ini sangat wajar.tetapi yang benar akan mmempunyai kriteria sbb:1.Mampu menguasai 5 alam-rububiyah,malakut,ruh,jin,jasad.2.Menjalankan syariat,ketika orang bisa melakukan hal ajaib tapi tidak bersyariat,bukan satrio yang benar.3.memiliki akses ke N.muhammad,N.khidr,Sy Subakir,GajahMadah,R Wijaya
Masalah harta qarun dan Goro-Goro Ketika Kanjeng Sunan giri dan Kanjeng Sunan Kalijogo masih hidup pernah berwasiat kepada ratu pantai selatan agar menjaga kotak harta qarun sampai orang yang dijanjikan yaitu bocah angon,muncul untuk memimpin nusantara karena beliau ini yang memegang kunci kotak harta qarun.Jadi ratu pantai selatan ingin memiliki harta tersebut dengan berlalunya waktu yang panjang setelah kematian kedua sunan tersebut,makanya ada 2 kelompok Satrio Paningit,kelompok Pantai selatan-penjaga kotak ga punya kunci,kelompok darat-wali: punya kunci dan pemilik kotak berdasrkan surat wasiat.Goro-goro adalah pertempuran 2 kelompok ini,karena 2 kelompok ini memiliki jaringan kyai2 di lapisan masyarakat yang didatangi orang awam dan pejabat.Kesimpulan orang awam yang mengejar harta qarun ini telah melakukan kesalahan yaitu bukan Haknya kok di ambil,hasilnya adalah kehancuran.
Masalah Lumpur Lapindo: Semburan Lumpur Lapindo Tidak bisa Berhenti dalam waktu tahun ini,tapi harus menyelesaikan masala2 orang2 yang terkena lumpur.Kursi RI-1 telah diberi tanda silang dengan Keris Majapahit,jadi tidak akan tenang Bumi Nusantara ini sampai datang orang yang Dijanjikan-Bocah Angon memerintah negeri ini.pilihlah pemimpin yang benar dalam pemilu jika tidak ada yang benar maka golput adalah pilihan terakhir setelah itu revolusinya Nabi Musa-Sang Bocah Angon atau Bima Suci-istilah Kejawen.Kebangkitan Majapahit merupakan Kebangkitan Sumatera juga pulau2 lainnya dan TNI-simbol Gaja Madah karena Jayanegara-raja 2 Majapahit dan Patih Adityawarman ibu dari Sumatra, Dara Petak dan Dara Jingga.
Pesan untuk Rakyat Indonesia-awali dan akhiri bacaan ini dgn Solawat Nabi ::
. 3 solawat tingkat tinggi SOLAWAT ALI BIN ABITHOLIB ,FATIH DAN UWAIS QARNI :::
SOLAWATULLOHI WA MALAIKATIHI WA ANBIYAIHI WA RUSULIHI WAHAMALATIL ARSYI WAL KURSYI WA JAMIIL KHOLQI fis SAMA’wati WAL ARDHI wa maa bainahuma ALA SAYIDINA MUHAMMADINIL nil- Fatihi Lima Ughliqa wal Khatimi Lima Sabaqa Nasiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Siratikal Mustaqim wa ‘Ala Alihi Wa’itratihee ahli batihi alaihisalam wa rohamtullohi wabarakatuh be ‘Adadi Kulli Ma’ loomillaka Haqqa Qadrihi wa Miqdarihil Azim. Astaghfirullaa Halladhi La ilaahaa illaa huwal Hayyul Qayyoomu Wa Atoobu ilaih. Yaa Hayyu Yaa Qayyoom.Kunci Langit dan Bumi versi SAW- Laa ilaaha illAllaahu wAllaahu Akbaru wa SubhaanAllaahi wal hamduliLaahi wastaghfiruLlaahal ladzee Laa ilaaha illaa huwal Awwalu wal Aakhiru waz Zaahiru wal Baatinu Yuhyee wa Yumeetu wa huwa Hayyul Laa Yamootu Biyadihil Khair; wa huwa ‘Alaa Kulli Shai in Qadeer

55. sontoloyo - 13 Februari 2008

Weh…weh..weh.. panjang lebar, tahunya bicarain islam (egosime spiritual) dan juga Allah menghukum..

Silahkan saja mas kalau masih mau anggap Allah begitu..
Yang tertulis tinggal tertulis, belum tentu yang sesungguhnya…

Kayaknya Website ini tidak cocok kalau di ulas berdasarkan pandangan sempit gitu ya

56. siliwangi - 13 Februari 2008

Toek Mas Bustanus,
Kok Kirim fatehahnya ada yang ditujukan ke Raden Wijaya sama Eyang Gajah Mada sedangkan yang saya tahu Eyang Gajah Mada itu adalah seseorang yang berilmu tinggi bahkan menurut beliau sendiri diNuswantara ini ( sampai sekarang beliau masih menyebutnya Nuswantara ) tidak ada satupun yang beliau Takuti selain satu orang yaitu Pengasuhnya Eyang Prabu Siliwangi.
Setahu saya sampai saat ini Raden Wijaya dan Eyang Gajah Mada itu belum masuk Islam jadi kalau sekiranya kita semua kirim Fatihah kepada beliau yang terjadi adalah benturan Aura yang Hebat sekali dan ini sangat2x berbahaya untuk Alam disekitarnya (akan menggangu keseimbangan Alam )

Mohon agar dipertimbangkan kembali permasalahan ini jangan sampai maksudnya baik akan tetapi pada kenyataannya menimbulkan kekacauan.
Sebelumnya saya mohon maaf apabila komentar saya ini kurang berkenan dihati Mas Bustanus.

Jayalah NUswantaraku…Jayalah Indonesiaku

Salam Pajajaran

57. marijan - 13 Februari 2008

Mas Bustanus, saya kutip tulisanmu mu:
1. Pesan K.N Muh SAW untuk mendapatkan Furqon-pembeda ilmu yang benar dan keliru, ilmu yang benar adalah bekal perang terbaik, perang apa mas?perang ga pake pedang kan?

2. ngelmu manunggalingkawulo lan gusti letaknya didalam sholat sesuai alhadits qudsi. ini namanya self proclaim alias tukang claim…mas baca tulisan di web ini dari awal…islam dan jawa duluan siapa mas?siapa menerangkan siapa?

anda cocoknya jadi guru sejarah…tapi saya sarankan jika ngajar yang bener ya mas….ciri yang bener saya kasih tau ada 2 perkara mas…:
1. niat mas harus bener..dalam arti harus di landasai kasih sayang…
2. dampaknya harus membuat DAMAI, tentrem…kalau sudah merasuk kebencian malah sampai membunuh, itu sudah salah mas…

pesan ghoib yang saya dapat dari sukarno, beliau mengatakan:
1. pertahankan NKRI
2. pertahankan Pancasila
3. Cintai bangsa dan Negaramu

salam rahayu,
marijan

58. Lingga Wardana - 14 Februari 2008

hmm..salam damai…

aah..jika pun benar terjadi, toh pribadi tenang dan nyaman serta damai…karena setiap perbuatan dan perlakuan adalah berdasar kemanusiaan…

ahhh..nyaman dalam membahagiakan semuanya…kalo masyarakat da curiga dan selalu percaya bahwa semua ada pengatur kehidupan, serta selalu mendamaikan sesama..

toh besok pun akan tercapai Indonesia yang gemah ripah loh jinawi..

tiada rasa curiga hanya damai, damai, dan damai…

amin..

59. Si Kumbang Jati - 20 Februari 2008

Rahayu,
saya setuju Mbah Marijan…..
jika kita masih merasa memiliki Nuswantara ini mari kita laksanakan dhawuh Bpk. Soekarno itu.
ada pepatah saking Eyang ALAP-ALAP SAMBER NYAWA yang begini :
” MELU HANDARBENI WAJIB HANGRUNGKEPI ”
dan “MULAT SARIRA HANGRASA WANI”
Rahayu.

60. bustanus - 27 Februari 2008

kalo mau ketemu semar punokawan silahkan naik ke langit lima,cari guru yang bisa ngantar kesana.kalo tidak bisa …ya usaha, kita dan teman2 sudah pernah bertemu dengan beliau semar cs,surga itu milik semua orang yang berbuat baik coba pahami universalitas keagamaan,bahasa apapun bukan masalah

Kepada Yang Terhormat :
Para Kyai Resi Pendeta ,Kalangan Cerdik Pandai

Di
Nusantara Indonesia
Ass.Wr.Wb.
Dengan Hormat,

Menimbang bahwa ::

*
Berangkat dari bahwa organisasi NU sekarang kurang dapat mengembalikan NU kepada Khittoh 1926 sementara kondisi kebangsaan mengalami krisis bencana berkepanjangan.Maka Poros Langit dan Intelektual dibentuk untuk memperbaiki keadaan,salah satu bentuk nya dengan memberikan Tausiya Poros Langit dan Intelektual dikemas dalam bentuk buletin atau tulisan 2 halaman yang diebarkan secara email ke segenap penjuru tanha air sebagai masukan kepada kelompok dan individu untuk memberikan pencerahan

*
Secara struktural Poros Langit dan Intelektual tidak terikat dengan organisasi politik apapun,Keberadaan nya lahir karena semata wujud kecintaan terhadap tanah air sebagai salah satu perwujudan iman dan berusaha memberi masukan yang bermanfaat kepada seluruh elemen kebangsaan

*
Poros Langit dan Intelektual merupakan wadah yang menghimpun kyai resi pendeta yang ikhlas jujur dan secara spiritual mampu menembus dimensi spiritual langit diharapkan dengan kecmerlangan bathin nya mampu memberikan petunjuk kepada rakyat Indonesia dengan wasilah ubudiyah dan menghimpun cerdik pandai di segala bidang yang meliputi ekonomi sosial budaya politik untuk duduk bersama mencermati mengkaji dan memecahkan permasalahan kebangsaan yang berkembang,Sehingga solusi kebangsaan yang diberikan merupakan blending kearifan bumi dan kearifan langit

Dengan melihat kondisi yang berkembang di Nusantara :
 gempa,bencana banjir dan angin puting beliung,penyakit dan hama yang merusak sawah di nusantara
 Situasi Pemilu dan pilkada yang mulai panas
 Dan Partai politik yang sudah mulai berkampanye dalam pemilu presiden 2009
 Dengan situasi Perekoniman yang sulit ini akibatnya banyak PHK dan pemangkasan gaji sementara kebutuhan pokok semakin mahal,secara otomatis rakyat kecil akan mudah terprovokasi dengan politik uang,artinya demi uang kecil rakyat mudah disulut emosinya untuk melakukan chaos
, maka Kami – Paguyuban As-Shiroth-(kelompok kyai dan sarjana di Jombang yang peduli dengan kondisi yang bekembang-Jatim)-mengajak anak bangsa yang lain untuk bersama2 membentuk Poros Langit dan Intelektual Independen.maksud Langit adalah kyai,pendeta,resi yang jujur ikhlas waskitho dan memiliki sikap peduli terhadap kondisi mayarakat dan lingkungan yang berkembang.Intelektual independen artinya seorang sarjana yang bijak dan peduli terhadap kondisi mayarakat dan lingkungan yang berkembang.
Untuk duduk bersama memberikan solusi terbaik bagi bangsa ini,baik solusi ekonomi,sosial,kebudayaan dan politik untuk kemaslahatan umum tanpa ada intervensi dari kelompok/partai tetentu.
Jadi Poros Langit dan Intelektual Independen adalah terbentuknya wadah bagi para kyai,pendeta,resi dan sarjana dari segala keilmuan untuk duduk bersama memikirkan solusi yang terbaik bagi bangsa Indonesia.Metode pencarian solusinya dilakukan dengan berdiskusi sesuai dengan keahlian masing2(akhlak,spiritual,ekonomi,sosial,kebudayaan,pertambangan alam dan politik).Kemudian solusi yang sudah digolong2kan tersebut diserahkan kepada Pemerintah yang sah yaitu Pemerintah Republk Indonesia.Karena Bagaimanapun perilaku amar makruf nahi munkar adalah kewajiban warga negara yang baik.yang dilakukan dengan cara yang baik dan elegan sebagai bentuk ungkapan rasa cinta tanah air dn perwujudan keimanan tehadap Tuhan yang Maha Esa.
Terimakasih atas Perhatiannya

Atas nama Poros Langit dan Intelektual Independen

Bustanus Salatin(alumni s1-ITB 92-TF dan alumni s2-MM-PPM,fokus di Finance )
Email: ki_ageng_jenar@yahoo.com

Note::
Email ini diteruskan secara CC ke 1000 email yang meliputi pondok, LSM,Individu ke sluruh Tanah Air Indonesia.Kami mohon Partisipasi para ahli ekonomi sosoial budaya dan politik untuk berdiskusi sesuai bidang masing2 untuk memberikan solusi terbaik bagi negeri ini

Dewan Pendukung/Fasilitator::

1.
Dedi syahrir Panigoro
2.
Kolonel (purn).H.Toni Arso
3.
Pak Luluk Sumiarso apa mau bergabung denagn kami….ditunggu konfirmasi

ANGGOTA INTELEKTUAL INDEPENDEN::;

1.
Meilana hermawan,alumni ITB 90,profesional
2.
Budiyouyastri,Alumni ITB 86,profesional
3.
Arif Mansur ,Alumni ITB 87,profesional
4.
Abdul Hafid Rivai,Alumni ITB 92,profesional
5.
Wahyu ,alumni ITB 86
6.
Andre,Alumni ITB 87
7.
Muh Rofiq,alumni ITB 88
8.
Bambang ,alumni ITB 93
9.
(juga diharapkan intelektual di daerah,juga profesional lain)

ANGGOTA POROS LANGIT (kyai,resi,pendeta yang mukasyafah yang telah menembus langit ketuhanan)

1.
Pimpinan Poros Langit:Kyai Toha,plandi-jombang.umur 80th,beliau secara fisik sangat mirip hadratusyaikh Hasyim asyari –kalo pingin tahu buka website tebuireng disitu terpampang wajah hadratusyaikh Hasyim asyari,untuk keilmuan kyai toha setaraf dengan Imam Khomeini-menurut saya karena literatur khomeini sy banyak membaca)
2.
kyai hadi,tambar-peterongan dan denanyar Jombang
3.
Kyai muh da’i, Kabuh-Jombang
4.
Kyai muh Jari, Kabuh-Jombang
5.
Kyai Shodiq mberat-mojokerto
6.
Kyai muh Turmudzi, Kabuh-Jombang
7.
kyai Ismail,Tambar-peterongan
8.
kyai siroth,mberat-mojokerto
9.
kyai ihsan kholiq,tambakberas jombang
10.
((juga diharapkan kyai atau resi di daerah juga dihapkan berpartisipasi dengan mengisi form seperti dibawah ini)

I.Personal Data
Nama : Bustanus Salatin
Data Kelahiran : 1973, Jombang-Jatim
Status : Menikah
Alamat: Tanjung Barat, Jakarta Selatan
HP: 0818 0805 2575/08562169457
JlJayanegara 11/17 jombang-jatim
II. Pendidikan

*
1999-2001 Magister Manajemen – Wijawiyata Manajemen 42B,Sekolah Manajemen PPM jl.Menteng Raya 9, Jakarta,

Fokus studi jurusan : Keuangan dan Manajemen Produksi

*
1992-1998 lulus Institut Teknologi Bandung (31-10-98), jurusan :Teknik Fisika

III. Tulisan Akademik

*
Thesis Magister Manajemen – Wijawiyata Manajemen Studi Kasus pada PT Panin Sekuritas dan PT Danareksa (Asset Manajemen ), judul : Portofolio saham yang optimal Berbasis Single Index Model dengan Batasan Investasi di Reksadana Saham, di bimbing oleh Dr.Ir Bram J.P (STM-PPM)
*
Praktek Manajemen – PT Fajarina Unggul Industri, judul :Analisa dan Pemecahan Masalah Keterlambatan Pengiriman Bahan Produk dan Biaya Tinggidi bidang Manufaktur, di bimbing oleh Ir. Bambang Adi Subagyo,MM (STM-PPM)
*
Skripsi –S1 Institut Teknologi Bandung –judul: Sensor Temperatur dengan Lengkungan Serat Optik yang di bungkus dalam Bahan Padat, di bimbing oleh Dr.Ir Andrinto Handojo dan Ir. Endang Juliastuti,M.Sc
*
Praktek Kerja – PT Siemens Fibre Optic Communication .Judul : Pengukuran dan Penyambungan Serat Optik Berbasis Optical Time Domain Reflectometer, di bimbing oleh Ir.Nurtjahja Wibawa-Planning System Engineer

IV. Aktivitas Organisasi

*
1998-2000 Aktivis Peserta Kajian Plesiran 44, jl Plesiran,Bandung.topik kajian : Sejarah Budaya, Mistik dan Sufisme, Kekuasaan Raja-Raja Jawa fokus pada era Majapahit sampai dengan Mataram dan Sejarah Thariqoh Islam di India dan Timur Tengah
*
2000-2002 Humas Ikatan Pelajar dan Putra Nahdlatul Ulama di Pimpinan Pusat IPPNU, jl.Kramat Raya Gedung PBNU

V. Aktivitas Pekerjaan Global

*
sekarang-2004 Pentasaka Telekomunikasi bergerak di bidang Instalasi BTS, Microwave Radio
*
2004-2002 Project Manajer PT Kasaftel

61. Lingga Wardana - 27 Februari 2008

ikut-ikut-ikut….

salam MERDEKAAA!!!…

http://economicslaterreview.blogspot.com/

email :wardana.kusmetri@gmail.com

mulia dan sungguh mulia…

smoga gemah ripah loh jinawi selalu..ibu pertiwi..

salam

62. bustanus - 27 Februari 2008

tenanglah tuhan itu satu,buktinya semua kitab mengajarkan kebaikan dan berbuat baik,bayangkan surga itu orag islam saja,tuhannya orang hindhu marah doang atau yang lain,yang berbeda cuma metode sariatnya saja /millah nya,kakbah itu batu,orang islam solat menghadap batu,lingga yoni,lihat aja trisula dan huruf alloh,khan hampir mirip.bukan masalah tiru meniru tapimemang tuhannya sama ada satu,kalo membaca upanisad atau bagawad gita akan jelas alloh yang transenden.inti kitab langit adalah mengajar berbuat baik,kalo ada agama menyimpang dari koridor akhlak yang salah manusianya,jangan terkecoh dengan bahasa arab/sansekerta/ibrani khan cuma bungkus

63. bustanus - 27 Februari 2008

trimkasih mas lingga,ya,nanti kumpulin teman2 yang lain,kebetulan lagi ramai bikin bioetanol ,posisi di jakarta atau bali mas

64. Lingga Wardana - 28 Februari 2008

@ bang bustanus..

saya di bali bang…
saya dukung bang…demi Indonesia jaya..
maaf bang kalo ga bisa 100%..saya cuma manusia biasa…ga ngerti apa-apa bang..

smoga doa dikabulkan Tuhan Yang Esa….

demi Indonesia selalu…
demi Ibu Pertiwi selalu…

salam damai selalu..
Merdeka…

homepge nya dimana bang…biar slalu bisa…
walau dalam dunia maya..

kami hanya punya semangat membara…
mnjaga pancasila…

65. Lingga Wardana - 5 Maret 2008

RATU ADIL, SATRIO PININGIT, IMAM MAHDI…

Allah Hwakbar…..

Allah Hwakbar….

Allah Hwakbar……..

Bissmillah Hirohman Hirohim…..

Quol Muhaammad Allah Hussomat..

Sami Allah Hwakbar…

Allah Hwakbar…

NUsanatara Kita..Allah Hwakbar…

Allah Berfirman…Jikalau suatu negara dengan segala nikmat yang telah ia berikan dengan segala keiklasan mu…wahai pemuja Allah Maha Adil dalam segala Adil Nya…

maka wahai kau orang beriman, dalam segenap kenikmatan yang Allah berikan…sesungguhNya Negeri seluruh negeri yang dalam diriNya bahwa ia adalah negeri itu….maka sesungguhnya Allah adalah negeri itu….

Dan jika sesugguhnya syahidmu wahai segala umat..baik dalam kesyarekatan syareat pelantun segala negara…

Maka Allah bersabda….

Allah hunna Subhana whuata Allah..

Allah Hwuakbar…
Allah Hwuakbar….

bagi kafir Allh berfirman, sebenarnya bahwa dalam setiap sanubarimu wahai kafir,..Allah berikan segalanya sesuai dengan sujudmu kepada negerimu…

Dan Allah berikan segala nikmat akan negaramu..bahwa setiap air dari tetesan haru segala syahidmu pada negerimu…

bahkan kafir terhadap Allah…

maka Tuhan dari Tuhan Kafir berkata bahwa…..
Allah Maha Besar, Maha Kasih , Lagi Maha Adil….

Walau mereka para kafir pembela seluruh nikat surga yang menggangga Allah adalah negaraNya…

Maka Allah bersabda……wahai kaumku sesungguhnya..Tiada Tuhan selain Allah….dan,…

Allah berfirman…..sucilah kau wahai para pemuja Tuhanmu…

dan Allah Hwakbar…

sesugguhnya dalam kematianmu..kau tidak bersama(ku)…

Allah Hwakbar, Allah Hwakbar, Allah Hwakbar…..

jayalah nusantara….Nusantara JAYA…INDONESIA JAYA…..

JAYA..JAYA,..JAYA selalu untuk selamanya….

ALLAH HWAKBAR………

66. bustanus - 5 Maret 2008

say baca tulisan mas lingga,yang berikut::65. Lingga Wardana – Maret 5, 2008

RATU ADIL, SATRIO PININGIT, IMAM MAHDI…

Allah Hwakbar…..

Allah Hwakbar….dst

bulukuduk saya merinding..emang nulisnya dengan penuh semangat dan hawanya beda,
saya juga heran dengan orang2 yang membicarakan semar cs dan batharaguru,seolah2 pernah bertemu dengan mereka,
by the way untuk word press b;ogger ,belum ada yang bikin lagi direncakan,sekalian deklarasinya kita adakan di tempat, sitihinggil gajah mada di kabuh,Jombang tapi kita tunggu hari baiknya dan nunggu perintah,tapi kalo ada teman2 yang ingin bertemu dengan semar cs dan batharaguru di langit lima,caranya pake doa keadilan diatas.

kalo saya ,mondar mandir jakarta(kerja dan hubungan teman2 bisnis )-jombang(anak istri dan teman2 spiritualis).

67. marijan - 6 Maret 2008

Kesatuan indonesia di tujukan untuk keberagaman yang berbhineka tunggal ika dan pancasila untuk rakyat indonesia.
itu yang harus kita ingat dan kita lestarikan…

68. Si Kumbang Jati - 6 Maret 2008

Perbedaan yang ada diselaraskan dengan serasi untuk mencapai tujuan bersama ibarat Gamelan Jawa yang terdiri dari : Bonang, Saron, Peking, Kendang, Gender, Rebab, Gambang, Suling, Gender, Slenthem dan Gong tersebut jika dipukul sendiri-sendiri tanpa keselarasan dan tanpa tujuan bersama maka hasilnya akan bubrah alias morat marit tidak dapat dinikmati namun apabila masing-masing itu dibunyikan dengan selaras dengan tujuan yang sama untuk memainkan suatu gending atau tembang maka akan dapat dinikmati suara yang indah dan menawan.
Demikian juga dengan adanya perbedaan di Nuswantara ini apabila perbedaan itu diselaraskan dengan tujuan bersama maka akan tercapailah tujuan bersama itu tanpa ada perpecahan.

69. marijan - 7 Maret 2008

bener sekali mas…
ga hanya gamelan..gitar juga kalau di petik 1 snarnya ga enak..tapi kalau dibuat jadi nada C saja, itu jadi enak…!apalagi di petik melantunkan lagu klasik…

70. antx2003 - 10 Maret 2008

Salam …

Indonesia,
ada apa dengan Mu ? ketika panji-panji kejayaan,
saat bendera-bendera keagungan, waktu pilar-pilar kebanggaan … hanya sebuah cerita. Engkau, kamu … kita, lalu … dimana kita ?
tanyakan pada permenungan, sudut hati … mari.

Mungkin, bila setiap kita … menemukan kesejatian,
dan semakin banyak manusia menjadi sejati …
Indonesia kemudian menjadi negara sejati … Mungkin,
Mungkinkah … (?)

antx

71. bustanus - 28 Maret 2008

sori gak muncul sudah lama,kita bikin gerakan ,moga2 nanti teman mendukung,lagi konsolidasi.kalo ada kenalan resi,mas lingga bisa kasih tahu.kumpulin teman2 hindhu mas,tenang

72. Joe - 29 Maret 2008

Indonesia tanah air beta…
Pusaka abadi nan jaya…

Indonesia sejak dulu kala…
Tetap dipuja2 bangsa…

Disana….tempat lahir beta…
Dibuai..dibesarkan bunda..
Tempat berlindung di hari tua…
Sampai akhir…………………………….MENUTUP MATA……..?

73. Lingga Wardana - 30 Maret 2008

@mas bustanus..maaf mas…ga tau kenapa nulis itu…
trance kali..kalo boleh dibilang..maaf..
trus terang ada mungkin pengaruh dari keluarga ibu …

yang mas ini sering merekomendasikan web site ini ke banyak teman…
Indonesia tetap jaya selalu selama-lamanya…

kalo saya, sering merasuk ayat-ayat Islam jika dibaca..
apa lagi mati syahidnya…

yah untuk membela negeri semoga…
tapi masih belia mas…

semoga Beliau berkenan memberikan kekuatannya pada segala komponen bangsa dan semangat bangsa,….

tapi paling kagum dengan Ahmadinejad…
smoga Indonesia punya pemimpin seperti Ia…

salam…
Merdeka..jaya selalu Indonesia..

74. bustanus - 31 Maret 2008

blog saya masih baru
http://poroslangit.blogdrive.com/
,tapi kalo mau bikin rqaame ga apa2 terimakasih

Dara Shikoh (1615-1659) seorang sufi tarekat Qadiriyah asal India, Kashmir. Ia berusaha menjembatani jurang pemisah antara Islam dan Hindhu dan menyatakan bahwa Upanisad adalah kitab yang tersembunyi (QS 56:78). Beliau mengatakan bahwa Semua kitab suci, termasuk Wedha, berasal dari satu sumber bahwa kitab-kitab suci itu merupakan suatu komentar terhadap satu sama lain dan bahwa kedatanga Islam tidak membatalkan kebenaran keagamam yang terkandung dalam Wedha atau menggantikan pencapaian orang-orang Hindhu
menurut Pustaka Raja Purwa,jumlah agama penganut Dewa,yaitu:
Agama Syiwa menyembah Sang Hyanag Syiwa/Bathara Guru
Agama Sambo Agama Syiwa menyembah Sang Hyang Sambo
Agama Brahma menyembah Sang Hyang Brahma
Agama Indra menyembah Sang Hyang Indra
Agama Bayu menyembah Sang Hyang Bayu
Agama Wisnu menyembah Sang Hyang Wisnu
Agama Kala menyembah Sang Hyang Kala
Agama Durga menyembah Sang Hyang Batari Durga
Dari 8 agama dewa tersebut yang memiliki sifat toleran dan mendekati simbol-simbol keislaman adalah Agama Syiwa. Mpu siwamurti, pengarang lakon Bima Suci, adalah muncul di era peralihan Hindhu dan Islam.

Tulsi Sahib Maharaj (1764-1845 M), seorang suci India yang hidup akhir abad kesembilan belas (1764-1845 M).Lahir dari keluarga ningrat Peshwas dan mewarisi tahta kerajaan Poona dan Satara. Di usia sangat mudah, ia mulai menunjukkan ketaqwaan dan tidak tertarik pada perolehan dan kesenangan duniawi. Beberapa hari sebelum acara penobatan, Ia meninggalkan istana dan melarikan diri ke utara dengan menyamar sebagi sadhu. Setelah menempuh jarak dari kurang lebih seribu mil,ia menetap di Hathras, dekat Aligarh, Uttar Pradesh, dimana kemudian dikenal sabagai Dakkini Baba (sang Resi dari Selatan)
Sajak berikut merupakan bagian dari ceramah Tulsi Sahib kepada syekh Taqqi, seorang Suci Islam yang dalam perjalanan pulang dari Mekah , yang telah memancang tenda di dekat gubug Tulsi Sahib ini untuk bermalam. Karena syekh Taqqi adalah seorang rohaniawan Islam.

Bersihkanlah qalbu hatimu
Qalbumu adalah tempat peribatan yang sempurna
Guna menyambut sang kekasih untuk ditempati sang mahakuasa
Sayang seribu sayang
Engkau pergi ke tempat peribadatan lahiriah
Tapi pikiranmu mengembara kemana-mana
Jalan menuju kekasih adalah melalui Sushmana
Carilah Sat Guru Sempurna yang telah mencapai Sach Khand (ahadiyah)
Dengan penuh percaya, kasih dan sabar
Dia akan memberimu terang
Untuk memenukan Pintu rahasia (di mata ketiga / antara dua alis mata)
Maka jalan menuju Alloh akan menjadi jelas
’ Kun ’ berarti Alloh, Sang Maha Tinggi, Sang Maha Akbar

Mereka yang mengasihi Tuhan, juga mengasihi CiptaanNya, menyinggung tentang perziarahan syekh Taqqi ke Mekah, Tulsi Sahib mengatakan bahwa Kabah yang sejati terdapat dalam diri kita dan dahi kita merupakan kubahnya, yaitu kumpulkan semua ingatan / kesadaran di antara kedua alis mata dan dengarkan irama ilahi/Sama’ di pusat kubah ini. Anda akan mendengar Irama merdu yang mengalun dari Surga yang terluhur. Musik surgawi itu berkumandang dalm tubuh setiap umat manusia, apapun kebangsaannya, agama atau negaranya. Suara ini berasal dari Sat Loka, alam kebenaran, Rumah Abadi Tuhan/ Ahadiya .Kristus menyebut suara ini sebagai Firman/ Logos, Guru Nanak (pendiri Sikh), Syekh Kabir Sahib, Paltu dan Swami Ji menyebutnya sebagai Nam, Sabda Ilahi. Para Sufi Hindhu menamakannya Nad/nada ilahi, Ahanad atau Ram Nam. Para Suci Islam menyebutnya dengan Kalam Kun, Ismul Adhom. Berbagai nabi dari berbagai zaman dan berbagai tempat telah berusaha untuk menerangkan kebenaran mendasar yang sama yaitu Sabda, Firman walaupun kata-kata dan bahasa-bahasanya berbeda.
Ritus dan ritual yaitu upacara setiap agama adalah berbeda sesuai dengan kebijaksanaan dengan kebiasaan-kebiasaan pada zaman itu, iklim serta kondisi negaranya. namun hakikat kebenaran yang sejati yaitu kerohanian yang melandasi semua agama adalah sama.

75. bustanus - 31 Maret 2008

bener mas marijan mas kumbang jati,main gamelan itu seperti bhineka tunggal ika tan hana dhrama kang mangrwa,berbeda beda tapi satu dan tidak ada kebenaran yang mendua
suwun

76. bustanus - 5 April 2008

Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit
Bagi yang tak sempat hadir dalam Sarasehan Budaya “Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit” di Trowulan, 21 Februari 2008. Tempat Acara: Pendopo Agung Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pembicara :
1. Key note speaker: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
2. Sambutan: Gubenur Jawa Timur
3. Pembicara 1: DR. (HC) KPA Sumadi Kertonegoro (Budayawan)
4. Pembicara 2: Anand Krishna (Spiritualis, Nasionalis, Pengarang)
KPA Sumadi Kertonegoro : Gadjah Mada sebuah Renungan kembali Ke Jati Diri Bangsa.Tanggal 19 Desember 1959 Bung Karno di depan Mahasiswa UGM mengucapkan beberapa hal yang dapat diambil dari kepemimpinan Gadjah Mada : Setia kepada Negara kesatuan Republik Indonesia, Menyingkirkan Musuh dari Bumi Nusantara, setiap hari rajin Mengolah diri. Ada lima konsep pengembangan diri manusia yang saya pelajari dari Gadjah Mada. Hal ini saya rumuskan sebagai berikut : Setiap hari kita melakukan olah jiwa, olah pikiran, olah rasa, olah raga secara teratur, dengan melakukan hal ini akan muncul kecerdasan intuisi dalam diri kita. Sumpah Palapa yang pernah diucapkan Gadjah Mada perlu kita maknai ulang dalam era masa kini, salah satunya dengan menghentikan segala bentuk Korupsi.
Bapak Anand Krishna : Islam sudah ada di Indonesia sejak abad ke 7 jaman Sriwijaya. Jadi saya menentang pendapat yang mengatakan Islam mulai masuk Indonesia sejak jaman Wali Songo. Saat itu rakyat Sriwijaya beragama Buddha dan Rajanya beragama Islam dan tidak ada masalah Terdapat bukti di museum andalusia (Turki) bahwa jaman Khalifah ketiga Umar terdapat hubungan surat menyurat dengan Raja Sriwijaya. Saat itu Umar Bin Khatab menulis, anda adalah bangsa yang besar dan berbudaya, kami ingin belajar dari Anda. Umar bin Khatab ingin belajar dari Indonesia, sekarang kita belajar dari Arab. Keruntuhan di Majapahit disebabkan oleh politisasi agama, agama dipakai untuk tujuan poltik dan tujuannya untuk mengambil kekuasaan. Kita maju beberapa ribu tahun. Sriwijaya pada abad ke 8 sudah melakukan ekspor rempah-rempah ke manca negara. Sriwijaya adalah dinasti terlama di dunia berkuasa 800 tahun. Pusatnya di Sumatera, Palembang dan Jambi. Kejayaan Islam adalah ketika Islam membuka diri dengan pengetahuan dari dunia luar. Seorang Khalifah, Harun Al Rasyid memerintahkan untuk menerjemahkan naskah dari India dari seluruh penjuru dunia termasuk dari Indonesia. Dan setiap satu terjemahan dibayar dengan satu batang emas.
Bapak Djati Kusumo (budayawan dari Malang): Beberapa tahun yang lalu saat kami Datang ke Trowulan ini kami hanya bisa meneteskan air mata. Saat itu tahun 95 saat kami berkunjung ke Trowulan ada seorang anak kecil yang menuliskan sesuatu bagi kami. Bunyinya sebagai berikut Nak Kamu jangan bersedih Majapahit kedua akan berdiri. Dan kemegahannya akan melebihi Majapahit pertama. Saat ini kami melakukan korespondensi (surat-menyurat) dengan seorang Rabbi Yahudi, dan beliau mengungkapkan bahwa saat Negara Indonesia bangkit maka tidak satu bangsa pun di dunia yang bisa menandingi keagungan dan kemegahannya. Dan tandanya adalah bila Ilmu pengetahuan yang diajarkan ditopang dengan spiritualitas

77. bustanus - 5 April 2008

nanti kalo teman2 ada yang ketemu semar punokawan,yang paling lucu dan pinter dagelan iku petruk,wong e lucu,tapi gawe logat banyuwangi an,kalo bicara ada iramanya tapi lucu, yang gak banyak bicar itu batharaguru dia punya kursi dan makuthoromo
cepat temuin dia pake doa yang saya beri,aku bisa bayangkan kalo teman2 disini bisa ketemu beliau mesti diajak dagelan,tapi serius

78. ABDINA - 14 April 2008

MARI …HIDUPKAN INDONESIA SUPAYA JAYA RAYA
mulai dari diri kita masing-masing…

RAHAYU…MAHARDDHIKA…

79. bustanus (Red) - 18 April 2008

Promosi Buku :

(Jangan disini saudara.. di topik bebas saja. Red)

80. bustanus - 19 April 2008

terimakasih

81. bustanus - 19 April 2008

terimakasih masarannya

82. hidayat - 20 April 2008

salam rahayu….
lihat… lihat saudara kita itu.. itu
mas bustanus baik sekali tulisannya juga besar sekali hatinya….
‘terima kasih” sebuah kata yang melambangkan dirinya yang jujur dan punya hati yang lapang seluas samudra ..
begini mas bustanus… saya ingin menambahkan..
kalau yg anda tulis diatas berupa perkumpulan yg ditawarkan kepublik hendaknya juga ada bukti-bukti otentik yang melambangkan kekuatan hukum dan dilindungi hukum di Indonesia.. tujuannya agar tidak kita yg mau masuk kesitu tidak ragu-ragu kasarnya ada masyarakat yg meragu dan memandang mungkin ini paguyuban terlarang.
bukti otentik tersebut misalnya ijin dari Kapolda, Kodam setempat atau wewenang yang lebih tinggi.
juga harus ada Anggaran Dasar /Angggaran Rumah Tangga(AD/ART)
yg didalamnya meliputi :
1. Ada landasan hukum dan kebijakan yg berdasar Pancasila dan UUD 1945.
2. Adanya MISI dan VISI yg jelas
3. Latar belakang
4. Adanya Tujuan yg jelas misal membantu negara dalam pandangan spiritual, plus poin-poin positif, jangan ada tujuan yg mengarahkan anggotanya pada permintaan bantuan pada Dahyang/Lurah ghoib desa dlsb.
5. Keunggulan-keunggulan perkumpulan anda, keunggulan penggalian, hasil-hasil dll.
6. Susunan pengurus perkumpulan dan anggota
7. Proses rekrutmen.
8. persyaratan pengurus dan anggota/ketentuan pengurus/struktur organisasi
9. Wewenang pengurus dan anggota/jenis anggota
10.Jenis organisasi: spiritual, sosial, pencari wahyu, atau nglenik atau apa?
11.Job deskripsion perkumpulan ( akan diarahkan kemana dan program-program apa saja..
12. Kelengkapan-kelengkapan doa/media-media harus jelas
13. Dasar-dasar kebijakan yang diambil organisasi
14. Penggalian dana, sumber dana harus jelas
15. Sasaran organisasi siapa saja harus jelas
16. Keamanan dan payung hukum yang jelas
17. Dasar-dasar perilaku anggota dan pengurus yang jelas
18. Jika sudah dapat ilham ini itu jalur-jalur penyampaian informasi harus jelas.
Demikian mas bustanus ,,, tambahan saya semoga membantu ,esok saya sambung dan saya hanya bisa ikut berdoa ,,, selamat berjuang, jangan jenuh, percayalah, semoga berhasil…amin
wassalamualaikum wr wb

83. hidayat - 21 April 2008

salam rahayu…
ya mas aradea . kita harus hati-hati, jangankan mail yg dijebol, website aja ada yg dijebol…….
moga-moga orang seperti itu pinter juga sadar…..
amin, wass wr wb

84. hidayat - 23 April 2008

salam sejahtera rahayu,.. asaalamualkm wr wb
Republik Indonesia adalah suatu kenyataan .. bukan republik Mimpi..
bukan Republik Benar-Benar Mabok….
jadi kita harus bisa berfikir secara Kasunyatan dulu akhirnya Keghoiban baru mengikuti….
Misalnya kita seorang pejuang dan pembela tanah air insya alloh keghoiban juga akan diikuti para pejuang…
begitu sebaliknya jika kita berpandangan negatif tentang negeri ini otomatis secara ghoib akan diikuti roh-roh negatif negeri ini…
Negeri kita harus punya 3 kekuatan (trisulo wondo among bondone negoro) yaitu:
1. Potensi misalnya tenaga kerja/jumlah penduduk yg besar,kekayaan laut, kekayaan hutan, kekayaan agraris, peternakan, tambang, perkebunan dll. klau yg ini sudah kita miliki…
2. yaitu Kompetensi atau kemampuan SDM mengolah potensi-potensi diatas inilah yg masyarakat kita masih lemah,,, maka oleh Bapak Pres ke 2 H M Soeharto adanya pelita dan repelita merupakan usaha meningkatkan kompetensi diatas.
3. Mengetahui dan mengembangkan potensi dan Kompetensi “diri” … didalam diri manusia itu sendiri… misalkan anda tidak perlu harus jadi bintang film atau ahli fisika yg begitu sulit,, jika anda punya potensi yang sesederhana apapun ( misal ahli rakit komputer,tukang jahit, tukan las,tukang install, tanam menanam bunga, atau mungkin paranormal jadilah paranormal yg baik dan jujur) untuk membantu masyarakat hal ini akan dapat menjadi topangan hidup anda dan itu poin utk andil dalam mengisi pembangunan ini…
Apakah anda mengatakan tak mpunya modal untuk melakukannya ?
itu memang beralasan tapi hanya 25 % benar….
bukankah anda bisa berlari tanpa celana training dan sepatu saat anda olah raga?…. bisakan? bukankan anda bisa berdoa tanpa baju yang seperti wali atau sunan kalijaga? bisakan?
masih ingat pesan Pak IR. Soekarno pres ke 1kurang lebih begini: ” negeri ini didirikian tanpa modal yang besar, hanya dengan kemauan dan cita-cita… ya kasarannya modal dengkul” buktinya bisakan? bagaimana dengan anda……?
apakah anda akan bertanya apa mungkin ghoib dan hal-hal ghoib yg baik tersedot kepada orang yang baik? juga sebaliknya……
jawabanya tunggu esok yaa
peace…
wassalam wr wb

85. hidayat - 24 April 2008

salam sejahtera rahayu…..assalam wr wb
kita harus berpikiran luas contohnya begini: disuatu daerah ada jaringan HOT SPOT radius 500 meter, pada daerah ini kita mengakses internet dengan laptop tanpa sambungan kabel…laptop-laptop ini pun tidak selalu yang bermerk TOSHIBA tapi juga bisa dengan merk yang lain misalnya ACER, SONY, SAMSUNG dan lain-lain asalkan dengan kemampuan LAPTOP yang memenuhi syarat…..
dari kejadian diatas kita tidak mengklaim hanya LAPTOP merk TOSHIBA yang mampu mengakses internet diwilayah itu….
dari cerita saya bahwa kita tidak akan mengklaim bahwa perguruan saya saja yang bisa menyibak misteri-misteri keilahian atau ilham dsb,,,, dari perguruan dan kepercayaan andapun anda bisa mengaksesnya…
Suatu negara didirikan untuk menyejahterakan rakyatnya , menuju adil dan makmur berdasar negaranya,,,, negara lain yang berada dinegara lain untuk memeras namanya penjajah… seperti jepang dan belanda di indonesia jaman dulu.
jangan mau diprovokasi bahwa dengan demokrasi a atau b adalah “formula ampuh” untuk membuat negara akan maju dan sejahtera… lihatlah kenyataannya.
Indonesia akan maju dan sejahtera karena memang ditakdirkan untuk itu dengan berdasar PANCASILA dan demokrasi Pancasila.
demikian Amerika biarkan dengan Demokrasinya, juga RUSIA dan Cina dengan komunisnya. IRAN dengan Islamnya dan paramulahnya…
ya…. Pancasila adalah JATIDIRI bangsa yg tiada duanya didunia ini….

Sekali lagi jangan mau dibodohi dengan propaganda….
tegakkan panji-panji nilai PANCASILA sejati… hindari penghianatan nilai-nilai pancasila dengan perbuatan korupsi dan money politik….
Yang Mulia Bapak SBY bagi saya adalah “Satrio Piningit Putro Mojopahit” karena beliaunya banyak membantu rakyat kecil dan KEBERANIANNYA memberantas korupsi seperti keberanian ksatria Mojopahit dan mungkin kepala daerah yang ( bupati/gubernur) hasil money politik juga akan di gusur diganti orang – orang jujur juga kebijakan -kebijakannya yg memudahkan urusan rakyatnya…adakah harapan… ,masih ada.. “dandang gulo” sunan Kalijaga, pengharapan yang manis kita bersama… amin
wasaalam wr wb

86. hidayat - 25 April 2008

salam sejahtera rahayu… asalamualaikum wr wb.
Memang pembelajaran sesuatu harus dengan media… buku alat tulis mesin. komputer dll. tujuan pembelajaran memang untuk membentuk jati diri manusia seperti harapannya…..
Dulu jamannya pak Harto byk dibuat film-film perjuangan mulai film janur kuning, soerabaia 45 , gerilya jendral soedirman dll…. film adalah media untuk membelajarkan masyarakat pada saat itu agar menumbuhkan warga utamanya generasi muda indonesia agar lebih mencintai pahlawannya, mengamalkan nilai-nilai pancasila dan nasionalisme,, dan saya positif thingking dalam hal itu…..
Kita harus berpikir dan berbuat dengan “Kenyataan”… hidup ini adalah kenyataan dan kita akan “menyatakan” hal itu…… inilah kasunyatan itu….saya akan sumbangkan “buah yg manis dan tidak beracun” pada anda…
apakah anda percaya atau tidak itu urusan anda…
Dulu anak-anak sering nonton film “Ksatria baja hitam (KBH)” yang begitu hebatnya. anak nonton berjam-jam dan berseri berbulan-bulan…
begitu merasuknya film itu hingga lupa sehingga merengek-rengek dibelikan pedang.. ya memang seolah-olah “dia sudah jadi” KBH padahal hanya melihat atau memirsa film KBH.
sebenarnya film adalah “gambar” misalnya gambar pohon yang lengkap dengan akar, pohon, dan buah. tujuan film itu agar kita menjadi gambar itu… tidak hanya merasa saja tapi harus sudah-sudah jadi misalnya ya jadi “Pohon” itu tadi itulah kasunyataan…. saudara-saudaraku setanah air marilah kita “nyatakan gambar pohon itu” sehingga benar-benar berbuah yang manfaat bagi sesama…..
banyak lagi kisah/film yaitu:
1.film walisongo
2.film siti jenar
3.film mahabarata
4.film ramayana
5.film laksamana ceng ho
6. cerita wayang bimo suci
7. cerita wayang sastrajendra pangruwat diyu
8. cerita gajah mada
9.cerita aji saka
10.cerita prabu siliwangi
11.cerita guru sejati
12.cerita sabdopalon nayagenggong, dll…
marilah kita nyatakan cerita-cerita atau film-film itu..sekali lagi nyatakanlah…
cerita diatas berdasar kitab-kitab , kitab ini, kitab itu…yang ditulis orang-orang pinter dan waskita juga pada ulama dan pendeta…. cerita diatas adalah “buah orang-orang pinter”….. sungguh hebat leluhur kita… bagaimana dengan kita apakah kita bisa berakar, berpohon,dan berbuah seperti itu….
nah inilah….. menurut kitab saya sendiri “kitab tulis tanpo papan kasunyatan wahyu hidayat “ya kata saya sendiri, mempunyai pandangan sendiri tentang pemimpin negeri ini, tiada sumber kitab-lain2. negeri ini dipimpin paling cepat 3 bulan paling lama 32 tahun tiap periode penggantian pemimpin;;
1. Pres pertama pak Karno (Satrio Pambukaning Suryo)
beliau membuka mata dunia, mata bangsa indonesia, perjuangannya seperti sang fajar atau ihlas 1000% seperti matahari memberi tak harap kembali, akan dikenang sepanjang jaman…
2. Pak Harto (Satrio Mijil Hambangun Projo)
bapak pembangunan bangsa dan penjaga persatuan
3. Pak Habibie (Satrio Mudo Hambangun Turonggo)
pengangkat nama bangsa, ahli teknologi pesawat terbang/kendaraan/turangga
4.Gus Dur (Satrio Sekti Ismu Destro)
Pemersatu bangsa, pikirannya 100 langkah kedepan, walau penglihatanya terganggu tapi rencananya, larinya jauh, meraba saja pasti bahaya seperti leluhur pendowo dan kurowo yaitu destoroto.
5. Ibu Megawati (Ratu Kamulyaning Asih Ibu)
mengasihi siapa saja, golongan apapun. kabinetnya dari berbagai golongan. mencintai rakyat kecil dengan tulus…
6 Pak SBY ( Satrio Piningit Putro Mojopahit)
keberaniannya hebat, sudah sy tulis diatas.
7. ………….(Satrio Kembar Ing Suryo)
bukannya presidenya kembar tapi mungkin gaya kepemimpinannya seperti putra sang fajar Pak Karno, maaf bukan Hyang Suryo tapi Ing Suryo
8………..untuk pemimpin ke 1 sampai 9 sebutannya satrio
untuk pemimpin ke 10-17 sudah lain….
demikian tulisan saya mohon maaf…. tidak maksu apa apa, hanya maksud memberi….
wasalam wr wb

87. linggawardanasahajakers - 25 April 2008

wah mantap…jadi semakin nasionalis nih…

hajar terus para perusak bangsa…
om..sarwa jagat….prastitanam…
sarwa klesa yudhatmakam…
sarwa teja yudiatmikam…
sarwa klesa yadhistmanakun….

semoga Indonesia jaya selalu…

dimana aku ada…
disitulah aku akan menjayakan indonesia..
dimana aku ada disitulah jaya indonesia….

indonesia selalu jaya..
i love indonesia…

santi santi santi..om

88. adi - 27 April 2008

Keberanian yang hebat ? Wah …. masih perlu dibuktikan. Berani tidak menuntaskan masalah korban luapan lumpur Lapindo? Beranikah menghukum bawahan yang bersalah. Rakyat kecil yang terkena kok belum beres pembayaran ganti ruginya. 2 Hari yang lalu saya mengobrol dengan salah satu penduduk Sidoarjo yang ikut pameran kerajinan di Jakarta. Info dari dia : pengrajin tas kulit Tanggulangin pada bangkrut, harga tanah di Sidoarjo turun drastis, tidak ada bank yang mau menerima sertifikat tanah sebagai bahan jaminan pinjaman para pengrajin, banyak pengungsi korban lumpur yang stress. Sepertinya perlu ketegasan dari pemimpin. Jangan salah, doa rakyat kecil yang tak punya harta apapun yang teraniaya akan dikabulkan oleh Yang Maha Adil. Wahyu kraton bisa-bisa mencari wadah yang baru yang lebih berani mengayomi rakyat. Matur nuwun. Adi

89. linggawardanasahajakers - 28 April 2008

Mantra hari ini untuk Nusantara sujati??
brtaha nikalam zagatikun…
wresti budaya jaya nakun…
faya riada kulniakan malun…
hana mangrwa nilun…

brasthianalikun jagitunikaluantranatarajanus…
manghrajaniantara..kalanikun…
prastipwerianjugalakabakthi nus…
andaranikalnikun huna jugariakalakun…

wahai mahluk negeri nusantara…
penguasa rasa….
sembah sujudku kakanda…
adinda meraga di jiwa…
singsingkan lengan kalahkan mereka…
demi nusa….
jaya laksana…
maryapada di bumi nusantara…
menggaling jagat manunggaling gusti…
pratiyan jagat wrest budaya pasti…

resapi maka akan terbukti..
jaya negeri akan kembali….
utopia akan terjadi…
nanti di kemudian hari…

usahamu wahai kawan…
menggalang kekuatan kalahkan lawan…
jangan berdiam diri kahawan….
untuk kejayaan negeri manunggaling gusti ini..
gemah ripah loh jinawi

90. hidayat - 28 April 2008

salam sejahtera rahayu…

benar kata mas adi bagaimana sulitnya mengatur negara saat ini…
saya melihat di media masa masalah semakin pelik saja.
ya.. harapan kita bersama semoga bapak SBY bisa menyelesaikan semua permasalahan ini..

to mas linggawardanasahajakers:
sebuah mantra yang agung…. pada tulisan ini:
“wahai mahluk negeri nusantara…
penguasa rasa….
sembah sujudku kakanda…
adinda meraga di jiwa…
singsingkan lengan kalahkan mereka…
demi nusa….
jaya laksana…
maryapada di bumi nusantara…
menggaling jagat manunggaling gusti…
pratiyan jagat wrest budaya pasti…”…………

bagi saya itu harapan yang harus diamalkan pada semua warga negara, pada bait diatas ada kata ijin pamanunggalan tapi dapat ditafsirkan berbagai macam: antara lain manunggalnya seluruh bangsa indonesia yang berpandangan sama, atau pemanunggalan diri untuk indonesia…

byk roh leluhur ingin bicara… meragalah meragalah…..
air matamu air mataku….. bangsamu bangsaku…
aku adalah dirimu……
wass wr wb

.

91. hidayat - 30 April 2008

salam rahayu..
sebenarnya yg namanya penjajah seperti kita juga.. juga ingin bahagia dalam hidupnya.
dengan alasan apa mereka tetap ingin selalu menjajah indonesia, mungkin indonesia kaya. mungkin juga tidak tahu informasi bagaimana menjadi bahagia.. atau tidak tahu ajaran…. atu nggak mau tahu,.
MARI KITA AMALKAN DALAM PERILAKU KITA,cerita yang ada tuntunannya itu kedalam kehidupan kita sehari-hari .
Apa itu ladang empuk penjajah utk masuk lagi ke indonesia?
1. menanamkan moral bejat melalui media massa
2. menanamkan hedonisme / sifat materialisme, harta adalah no satu, makanya pemimpin yg money politik lebih bahaya 1000 kali dari pada korupsi dengan kata lain pemimpin itu mendidik rakyatnya utk HEDONISME/ menyembah berhala uang…
3. sikap fanatiksme, paling benar, paling hebat, paling top, paling hak. merupakan LADANG SUBUR penjajah utk penjajah dengan politik adu domba, seperti di irag antara siah dan suni, antara tibet dan cina. fanatik adalah “kendaraan ampuh” penjajah untuk membuat negara terpecah-pecah, terjadi juga di aceh dan timor-timur, fanatisme juga terjadi tidak pada sesama agama, tetapi juga terjadi pada lain agama, bahkan dikalangan penghayat sendiri.
sy yakin blog ini byk penghayatnya dan orang-orang pinter, juga paranormal.
Saya tidak main-main dalam berkomentar, kalau terjadi a ya a kalau b ya b , nggak bohong kok saya mungkin sedang nulis dalam “kemanjingan Eyang Sabdo Palon” sy terbuka dan silahkan di raba, atau ditarik sukma saya orangya sabar dan tidak main pukul.
masih ada yang membahayakan negara esok sy tulis..
wassalam wr wb

92. kalamwadi - 30 April 2008

saya sangat suka dengan sikap saudara yang blak2kan tapi tetap santun dan apa adanya, semoga makin banyak orang orang seperti anda, sehingga kedepan bangsa ini makin baik dan jaya, kalu boleh saya ingin berkenalan dengan mas hidayat, ini email saya:kalamwadi@plasa com

93. linggawardanasahajakers - 30 April 2008

setuju mas hidayat…100000% setuju….

berantas money politik…..bila perlu korupsi hukuman mati…kayak di cina…..

ada korelasi antara uang yang hilang dari negara dengan bencana kkelaparan…sungguh karma wasana….

uang adalah nyawa…..

1000 berharga bagai 1000 pahlawan pattimura…..

apalagi 5000 imambonjol…..ternyata pahlawan ada dalam uang itu sendiri…

begitu cara memaknai uang mas…mas…saya lebih baik dikasi 5 uang 1000 an dari 5000 an satu….banyak dapat pahlawan pattimura…hehehe…

ngerti sampean…oalaaaahhhh…ngerti toooo…..yo wessss….

blasssss blassss blasssss…….ki ageng kalijogo suwono hanoman joyo dwiponggo mhohn pamit…..

sreeeeeettt..kembali ke perjuangan….

MERDEKA REVOLUSI INDONESIA….
http://economicslaterreview.blogspot.com/ mampir ya mas…

sapa tau dapet inspirasi untuk membangun negeri…
sombong bole dong…..asal sopan…halaaaahhh…bletak…tuh kan dihajar mas hidayat karena sombong…wesss ora popo…

bwahahaha..salam damai selalu…

94. hidayat - 1 Mei 2008

salam rahayu..
mas kalam wadi . ..
yg saya tulis hanya sebuah informasi dan sedikit pengetahuan yang sy tulis disini,
dengan harapan apa yang saya tulis yg dirasakan seluruh warga indonesia atau warga dunia khususnya para saodara yang ingin terus belajar, juga paguyuban gantharwa thanks abis.. .kalau memang di rasakan ada baiknya kan juga perlu di ambil sebagai pengetahuan yang terus bisa dikembang biakkan kesemua masyarakat dunia…
mailnya udah sy kirim mas….
semua dilegalkan yg sy tulis ini….
indonesia milik semua orang yang muda yang tua yg baru lahir, yang byk harta yang sedikit harta, yang mau pintar yang sudah pintar,..
Baiknya nilai-nilai Pancasila disejajarkan dengan “nilai kepercayaan kita”, kita sebagai warga negara hendaknya gampang diatur yang kompak bersatu gitu loh. kalau kita punya keyakinan yang sulit diatur kan jadinya pemerintah juga yang repot ngaturnya akhirnya jadi anarkis dan mudah ditunggangi pihak pihak yang tidak bertanggung jawab …ya kan, kalau penghayatan kita tentang ajaran tidak sejajar dengan nilai pancasila lama-lama timbul secara personal atau kelompok yaitu rasa tidak menghormati kedaulatan indonesia gawatnya seperti itu….
sekian dulu…
wasalam wr wb

95. marijan - 2 Mei 2008

setuju mas

96. bustanus - 4 Mei 2008

93. hidayat – Mei 1, 2008

salam rahayu..
mas kalam wadi . ..
yg saya tulis hanya sebuah informasi dan sedikit pengetahuan yang sy tulis disini,

Baiknya nilai-nilai Pancasila disejajarkan dengan “nilai kepercayaan kita”, kita sebagai warga negara hendaknya gampang diatur yang kompak bersatu gitu loh. kalau kita punya keyakinan yang sulit diatur kan jadinya pemerintah juga yang repot ngaturnya akhirnya jadi anarkis dan mudah ditunggangi pihak pihak yang tidak bertanggung jawab …

komen:
oke stuju ,juga 1000 persewn
kutipan buku:SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
Bab 12: Islam , Pewayanyan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara
Dari sini kita dapat menyimpulkan Prinsip universalitas Keagamaan :
• Setiap Kitab agama apapun mengajarkan kebaikan akhlak , berbuat baik dengan ikhlas dengan menegakan hukum keadilan yang disepakati bersama
• Surga milik mereka yang berbuat baik dengan ikhlas dan bukan dominasi ekslusif pemeluk agama tertentu
• Mempercayai adanya Tuhan yang Maha Esa yang artinya Tuhan semua agama adalah sama dan Hak Prerogatif Tuhan untuk menurunkan KitabNya kepada bangsa manapun. Tidak ada yang lebih mulia atas suatu agama kecuali ketaqwaan kepadaNya
• Agama adalah mengajarkan bagaimana hamba menyembah sang Pencipta, dan bersifat personal
• Hubungan atau interaksi dalam masyarakat yang berbeda agama adalah wahana meng-implementasikan keimanan dalam bentuk membantu sesama, kepedulian sosial dan tidak menyombongkan diri atau rendah hati dalam pergaulan
Prinsip universalitas Keagamaan dalam al Qur’an :
Semua nabi ( 124 000 nabi) membawa ajaran yang satu yang dimaksud adalah syahadat pertama- tiada Tuhan selain Alloh dan misi akhlakul karimah ( qur’an surat 21:25), manusia dahulu adalah umat yang satu, kemudian berselisih agama ( syariat/ millah) ( qur’an surat 10:19 dan qur’an surat 43:45), masalah syariat adalah masalah adaptasi perubahan zaman merujuk kepada syahadat kedua – pengakuan terhadap tiap nabi, karena nabi rasul diutus sesuai kondisi zamanya agar dapat memperbaiki keadaan. Ketika zaman berubah maka syariat juga mengikuti perubahan yang dalam istilah fiqihnya nasikh wa mansukh ( hapus dan menghapuskan ). Para rasul adalah dari kalangan kaumnya/ suku bangsanya sendiri , sedangkan suku bangsa didunia ini ada puluhan ribu maka tak heran ada 124000 nabi dengan agama yang bermacam-macam yaitu hindhu, budha, kristen, yahudi, sikh, zoroaster dll. Tetapi masih juga didustakan ( qur’an surat 16:113 dan surat 38: 4). Tiap rasul menggunakan bahasa kaumnya dan tiap umat/ sukubangsa mempunyai rasulnya sendiri artinya tiap suku bangsa di dunia ini punya nabi atau guru kebenaran sendiri-sendiri seperti di Jawa dll (Qur’an surat 10:47 dan surat 14 :04). Hal ini merupakan perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa ( berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk ). Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular. Ini adalah salah satu modal dasar negara ini untuk menjadi mercusuar dunia.

97. hidayat - 4 Mei 2008

salalm rahayu
terima kasih mas marijan, mas bustanus , mas kalam wadi. mas mbak pembaca.semua peace guyub rukun mbangun projo….
wass wr wb

98. siliwangi - 6 Mei 2008

pertengahan 2008 adalah titik dimana bangsa ini akan memasuki masa krisis yang sangat sangat memprihatinkan dan akan berpuncak ditahun 2010 oleh karena itu sebaiknya disetiap renungan atau zikir malam agar diselipkan do’a untuk negri kita tercinta ini agar tidak hancur berantakan karena jikalau krisis ini berlanjut melewati tahun 2010 maka dapat dipastikan rakyat yang akan menjerit jerit karena tidak bisa membeli sandang pangan yang harganya akan melambung tinggi.

bagi orang2x yang memiliki do’a2x khusus sebaiknya mulai pertengahan 2008 do’anya tersebut agar lebih difokuskan kepada negri kita tercinta ini atau minimal untuk lingkungan sekitarnya agar pergerakan2x yang tidak bagus bisa diminimalisir.

hal ini saya sampaikan bukan untuk menakuti2x rekan2x ataupun apalah hanya sebatas agar kita semua agar labih waspada dan lebih mendekatkan diri sama Gusti Allah Swt.

awalnya saya berharap agar hal ini ( rencana menggoyang indonesia ) tidak jadi dilaksanakan akan tetapi malihat pergerakan pergerakan ghaib yang sudah mulai bergerak saya jadi prihatin ternyata rencana tersebut akan segera dijalankan dan ini akan meyebabkan indonesia terguncang……………….

bagi putra putri terbaik dan putra putri yang cinta kepada tanah airnya sekaranglah saatnya pikiran , tenaga dan Do’a kita curahkan untuk menetralisir agar gejolak yang akan timbul tidak sehebat yang saya bayangkan……….

Berkibarlah Merah Putih ku
Dilangit yang biru
Bangkitkan semangat juang putra putri mu
Demi kejayaan dan kehormatan Negri

Jayalah Garudaku
Jayalah Indonesiaku
Jayalah NUswantaraku

Salam
Pajajaran

99. hidayat - 6 Mei 2008

salam rahayu
terima kasih informasinya…mari kita dukung maksud mas siliwangi.. dlm sejarah majapahit ada juga pemberontakan kuti,sadeng,rönggo lawe,lembusuro,wirobumi. maksud kjadianä itu agar kita tetap tekun dan waspada..jayalah indku amin..
was7 wr wb

100. Siwa Buddha - 12 Mei 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

101. hidayat - 12 Mei 2008

salam rahayu…
maaf sodara siwa budha anda silahkan memakai nama itu,, tapi yang baik tulisannya…
untuk sodara-sodara semua jangan terpancing, tetaplah rukun, toleransi dan kompak bersatu……
wass wr wb

102. bustanus - 12 Mei 2008

98. siliwangi – Mei 6, 2008

pertengahan 2008 adalah titik dimana bangsa ini akan memasuki masa krisis yang sangat sangat memprihatinkan dan akan berpuncak ditahun 2010 oleh karena itu sebaiknya disetiap renungan atau zikir malam agar diselipkan do’a untuk negri kita tercinta ini agar tidak hancur berantakan karena jikalau krisis ini berlanjut melewati tahun 2010 maka dapat dipastikan rakyat yang akan menjerit jerit karena tidak bisa membeli sandang pangan yang harganya akan melambung tinggi.

bagi orang2x yang memiliki do’a2x khusus sebaiknya mulai pertengahan 2008 do’anya tersebut agar lebih difokuskan kepada negri kita tercinta ini atau minimal untuk lingkungan sekitarnya agar pergerakan2x yang tidak bagus bisa diminimalisir.

komen : betul siip

Masyarakat di seluruh indonesia diserukan untuk menghayati, membaca dan mengamalkan Doa Pejuang Keadilan dan Puncak Kejayaan untuk Negeri Tercinta Indonesia

Lintang Kemukus telah muncul bulan Safar tahun 2008 makanya Rakyat dianjurkan untuk mengamalkannya. Doa ini dibaca untuk mendapatkan keselamatan dan keberanian melakukan keadilan untuk mengantisipasi kondisi saat ini dan sebagai bekal persiapan tahun 2012.
Sebelum membaca Doa ini, sebaiknya melakukan sholat tasbih 2 rokaat atau 4 rokaat (halaman 11) , kemudian baca Muqadimah berikut lalu doa pejuang keadilan dan kejayaan :
• Allohu Akbar 12x
• A`udhu bi-llahi minas-syaithon ir-rajiimi 3x
• Bismillaahir Rahmaan nir Rahiim ta’ala Laa Hawla Wa laa Quwata Illa Billaah 7x
• Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu la syarikalahu ilahan wahidan ahadan fardan shomadan lam yattakhid shohibatan walaa walada, wa asy-hadu anna Muhammadan abduhu wa Rosuuluhu atau Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna MuhammadarRosuululloh – 12x
• Sholawatullohi wa malaa’ikatihi wa anbiyaa’ihi wa rusuulihi wa hamalatil arsyi wal kursi wa jaami’il kholqihi fi samaawati wal ardli wa maa bainahuma ala sayidinaa Muhamadin Sholaatan tulqi biharrukba wal haibata fi quulubil kafirrin wal musyrikiin wa dhoolimiin wal munafiqiin wal mufsidiin wa alaa ahlihi wa ithrootihi ahli baiti ’alaihissalaam wa rohmatulloohi wabarokaatuhu bi ’adaadi kulli ma’luumi laka haqqo qodrihi wa miqdarihil adhiim wastagfirulloh alladzii lailaaha illaahuwal hayulqoyuum wa atuubu ilaihi- atau Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin
7x
• Allohumma innii as ’aluka bismikal adhiim wa as’aluka allohummaa bi barokaatihaa antun jihana bihaa innaka anta allamulghuyuub wa kasyiful huruf innaka ’alaa kulli syaiin qodiir -7x
• Wa idzaa sa’alaka ibaadi annii fa innii qoriibun ujiibu da’awatad daa’i idzaa da’aanii fal yastajibu lii wal yu’minuu bii la’allahum yarsudun-12x
• Demi Alloh Rosullulloh Wallohi Allohu Akbar 3x Lillahi ta’ala Laa Hawla Wa laa Quwata Illa Bil laahil Aliyil Adhim- 3x

Barang siapa mendoakan saudaranya yang ghoib maka dia akan diseru oleh malaikat dunia “Wahai Hamba Alloh, atasmu seratus ribu kali dari doamu yang engkau panjatkan untuk saudaramu, kemudian malaikat langit satu berseru ’ Wahai hamba Alloh, bagimu berlipat seratus’ , malaikat langit kedua, ’ Wahai hamba Alloh, bagimu berlipat duaratus’, sampai malaikat langit ketujuh’ Wahai hamba Alloh, bagimu berlipat tujuh ratus’. ini semua terjadi karena pendoa mendahulukan orang lain dalam berdoa ” (Imam Ja’far Shodiq r.a)
“Mendoakan saudaramu yang ghoib akan mendekatkan orang yang berdoa pada rezeki dan menjauhkannya dari bencana, kemudian pendoa akan memperoleh apa yang dipanjatkan”(Imam Ja’far Shodiq r.a)
“Barangsiapa berdoa dengan terlebih dahulu mendoakan 40 orang mukmin, lalu berdoa untuk dirinya, niscaya doanya akan terkabul” (Imam Ja’far Shodiq r.a)

doa para pejuang keadilan ( doa puncak untuk kejayaan kita dan bangsa) adalah kirim fatehah hadiahkan kepada: ila hadroti Nabiyil musthofaa Muhammadin SAW wa alihi wa ithrotihi ahli baiti khususon ilaa Muhammad bin Hasan Askari wa ilaa jaamiil anbiyaa’i wal mursaliin was syuhadaa’ was shoolihiin khususon ilaa Brawijaya V/ Sunan lawu, Gajah Mada, R wijaya, Syekh Subaqir, Syekh Jamaluddin Qubro/Sunan Troloyo wa Syekh Maulana Maghrobi/Sunan Klaten JawaTengah wa ilaa walisongo wali qutub Tanah Jowo wa ilaa jaamiil mukminin wal mukminat wal muslimin wal muslimat al ahyaa’i minhum wal amwaat khususon abaainaa wa ummahaatinaa wa ushulihim wa furuihim syaiun lanaa wa lahumul fatehah…33x, kemudian (al Baqarah:186) Wa idzaa sa’alaka ibaadi annii fa innii qoriibun ujiibu da’awatad daa’i idzaa da’aanii fal yastajibu lii wal yu’minuu bii la’allahum yarsudun-33x (Doa Mempercepat Kejayaan Dirimu dan Bangsamu) Allohummaghfirli mukminin wal mukminat atau allohumagfirli zunubi wa waliwalidaya warhamhuma kama robbayanisoghiro wa li jamiil mukminin wal mukminat wal muslimin wal muslimat al ahyaa’i minhum wal amwaat 15x, Laqad jaa aakum rosuulum min anfusi kum aziizun alaihi maa anittum hariishun alaikum bil mu’mineenaa ra’uufur raheem. Fa’in tawwallau faqul hasbiyallallaahu laa ilaaha illa huuwa alaihi tawakkaltu wa huwwa rabbul ‘arshil adheem, Sallallaahu ‘alaika Ya Sayidinaa Ya Mohammadu Ya Rosuulallah shallal laahu ‘alaihi wassallaam 5x, ( do’a ini- ayat qur’an – diberikan kepada sahabat nabi yang mengalami kemiskinan dan penyakitan, do’a ini memberikan barokah, sehat dan kecukupan menurut Nabi Muhammad saw-utama pagi dan petang ) Laa Hawla Wa laa Quwata Illa Billaah Tawakkaltu ‘alal hayyiladzii laa yamuutu wal hamdu lillaahil ladzii laam yattakhidz waladan, walam yakun lahu syariikun fil mulki, wa lam yakun lahu waliyyun minadz-zulli wa kabbirhu takbiiraan 10x, Fatehah 3x, Kursi 3x, surat ikhlas 3x, inna anzalnahu fii lailatul qadr/surat al.qadr.3x, surat alam nasyrah/ insyirah 3x, (sholawat imam Ali bin abuthalib a.s, Fatih, Quwais alQorni ) untuk mencapai puncak Hakekat dan Ma’rifat, bisa dihitung dengan jari kyai khos di tanah Jawa yang punya doa ini), Sholawatullohi wa malaa’ikatihi wa anbiyaa’ihi wa rusuulihi wa hamalatil arsy’i wal kursi wa jaami’il kholqihi fii samaawati wal ardli wa maa bainahumaa ‘alaa sayidinaa muhamadinil fatihi limaa ughliqo wal khotimi limaa sabaqo wan naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shirootikal mustaqiim wa ‘alaa aalihi wa ithrotihi ahli baiti alaihissalaam wa rohmatulloohi wabarokaatuhu bi ‘adaadi kulli ma’luumi laka haqqo qodrihi wa miqdaarihil adhiim wastagfirulloh alladzi lailaahaillahuwal hayulqoyuum wa atubu ilaihi 11X, (solawat N Yusuf as, Ketika N.yusuf dibuang oleh saudaranya ke dalam sumur maka Jibril a.s memberi doa ini ) yaa robbii muhammadin wa ali muhammadin sholli ‘alaa muhammadin wa ali muhammadin wa ajjil farrojahum , Allohumma inni as ‘aluka bi anna lakal hamdu lailaahailla anta mannanu badi’us samaawaati wal ardli dzul jalaali wal ikrom as‘aluka an tusholli ‘ala muhammadin wa ali muhammadin wa ajjil farrojahum waj ‘alli min amri fakhrojan wa makhrojan warzuqni min haitsu ahtasib wa laa yahtasib , la haula wa laa quwata illa billahi ‘aliyil adhim 11x :: Tasbih AzZahro ( tasbih 33x tahmid 33x takbir 33x), istigfar : Astaghfirullah hal ‘Adhiim alladzi Lailahailla Huwa Rahmaan nir Rahiim Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu wa atuubu ilaihi 50x, (kuncilangit + bumi, Ketika Usman bin Affan menyerahkan semua hartanya kepada Nabi. SAW maka doa ini diberikan ) laa ilaaha illallohu wa allohu akbar wa subhaanalloh wal hamdulillah wastagfirullloh alladzi lailahaila huwal awalu wal akhiru wa dhohiru wa baathinu yuhyi wa yumitu wahuwa hayyu laayamutu biyadihilkhoiru wahuwa ‘ala kulli syaiin qodiru 9x, (Ali Imron:1-2, Ismul A’dhom Quran berdasar Hadits) Wa ilahukum ilahuwahidu lailaahaila Huwa rohmanu rohiim, Alif Laam Miim Allohu LailahailaHuwal Hayyul Qoyuum, Huwa allohulladzi Lailahailahuwa Robbul arsyil ‘adhiim 11x, (ketika N.Ibrohim dibakar oleh raja Namrud dan pertolongan Jibril ditolak oleh N.Ibrohim, maka alloh mewahyukan doa ismul a’dhom ini) yaa hayyu yaa qoyyuum yaa qodiim yaa daim yaa fardu yaa witru yaa wahid yaa ahad ya shomaduladzii lam yalid walamyuulad walam yakunlahu kufuwan ahad 11x, (Ismu Dzat al Haq dan doa Perang Badr dari Nabi Khidr as diberikan ke Sayidina Ali bin abuthalib ) yaa HuWa Yaa man La Huwa illa Huwa, Yaa Alloh Yaa Nur Yaa Quddus yaa Haq, (mempertahankan Iman) Robbana la tuzigh quluubanaa bakda idzhadaitanaa wa hablanaa minladunka rahmatan innaka antalwahaab 11x, (doa wasilah Penguasa Ismul Adhom) Assalamu alaika ya Muhammad bin Hasan Askari adrikni- Assalamu alaika yaMuhammad bin Hasan Askari aghistni-7x, tambahan / optional: ( Alloh swt menunda ajalnya, dimenangkan atas musuh-musuhnya dan dijaga dari kematian yang tidakwajar maka do’a ini diberikan kepada Ali bin AbuThalib dari Nabi Saw, pada pagi dan petang ) subhaanalloohi mil’ul miizaan,wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsyi wa sa’atal kursiy- sepenuh timbangan,sejauh pengetahuan setinggi ridho seindah arsyi dan seluas kursi, alhamdulillaahi mil’ul miizaan,wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsyi wa sa’atal kursiy laa ilaaha illalloohu mil’ul miizaan,wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsyi wa sa’atal kursiy, alloohu akbar mil’ul miizaan,wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsyi wa sa’atal kursiy 7x, (untuk keselamatan dunia dan akhirat) Salamun qoulam mirrobbirrohim kunfayakun 11x, surat iklas 1x, Shollallohu ala Nabiyil ummiyi wa alihi shallohu alaihi wassalam, sholatu was salamu alaika ya sayidi ya muhammad ya rosullulloh 3x

Doa Ismul ’Azhom : baca surat al ikhlas 12x, lalu doa: ALLAAHUMMA INNEE AS-ALUKA BI ISMIKAL MAKHZUUNIL MAKNUUNIT T’AAHIRIT TUHRIL MUBAARAKI WA AS-ALUKA BISMIKAL A’ZEEMI WA SULTAANIKAL QADIIMI YA WAAHIBAL A’T'AAYAA WA YAA MUT’LIQAL USAARAA WA YAA FAKKAAKAR RIQAABI MINAN NAARI AS-ALUKA AN TUS’ALLIYA A’LAA MUH’AMMADIN WA AALI MUH’AMMADIN AN TUT’IQA RAQABATII MINAN NAARI WA AN TUKHRIJANII MINAD DUNYAA SAALIMAN WA TUDKHILANIL JANNATA AAMINAN WA AN TAJ-A’LA DUA’I AWWALAHU FALAAH’AN WA AWSAAT’AHUU NAJJAAH’AN WA AAKHIRAHU S’ALAAH’AN INNAKA ANTA A’LLAAMUL GHUYUUB
Tambahan: ( Untuk memnuhi hajat, kecukupan dari segala yang diiinginkan menurut Imam Ali ar Ridha, Mursyid Tareqat Qadiriyah, nasab Imam Husain as,utamanya pagi petang ) bismillahi wa shallallau ‘ala muhammadin wa alihi wa ufawwidhu amri ilallohi innallooha bashiirun bil ‘ibadi,fa waqaahullaahu sayyi’aati maa makaruu, laa ilaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minadh dhoolimin, fastajabnaa lahu wa najjaynaahu minal ghammi wa kadzaalika nunjil mu’miniin, hasbunalloohu wa ni’mal wakiil, fanqalabu bi ni’mati minalloohi wa fadlin lam yamsashum suu’un- mereka kembai dengan mikmat dan karunia dari Alloh dan tidak mendapatkan bencana, maa sya’allohu wa laa hawla walaa quwwata illa billaahi, maa sya’aalohu laa maasya’an naas (apa-apa yang Alloh kehendaki bukan kehendak manusia tapi kehendak Alloh walau manusia tidak suka ), maa syaa’allohu wa in karihan naas, hasbiya rabbu minal marbubin, hasbiya khooliqu minal makhluuqiin, hasbiyar raaziqu minal marzuuqiin, hasbiyallohu robbul ‘aalamiin, hasbiiya man huwa hasbii (Cukup bagiku Dia yang mencukupiku ), hasbiiya man lam ya zal hasbii ( Cukup bagiku sejak aku ada ), hasbiya man kaana mudz kuntu lam yazal hasbii, hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa tawakaltu wa huwa robbul ‘arsyil ‘adhiim, kemudian angkat tangan baca : yaa fattaahu..17x/ 70x

103. marijan - 14 Mei 2008

mas, doa yang bagus itu sudah ada di bagian bawah judul thread ini.

104. Jembatan Dua Dunia - 17 Mei 2008

Terus terang aku terharu….ternyata masih banyak yang mencintai negeri ini…di tengah keegoisan kita terhadap materi..kita masih memiliki rasa cinta ini…
Bibit dasar untuk merintis dari diri sendiri laku yang berguna untuk negeri tercinta…
Salututt banget untuk Gantharwa…
Kyai Ganjel tentu tersenyum di dimensi “sana” melihat para pecinta negeri menemukan wadah bersama untuk saling sharing….

105. Dodo - 20 Mei 2008

Terlintas di benakku …
Seorang mantan Pejuang merenung ,..
Duduk bersimpuh depan teras GUbugnya
Fouhhh,,,,asap roko mengepul…. dari mulutnya,.sesaat dia tertegun ,.
Matanya menatap kosong ,…
Dia menatap Keadaan ,…Dan diapun merenung,..
Ada apa dengan BANGSA INI??
Seperti inikah hasil dari Perjuangan Bangsa…
Dimanakah Ciri khas Bangsa ini???
ohh,…
Kebenaran sudah menjadi sebuah Ilmu Akal dan Logika
Kebenaran sudh menjadi sebuah kekuatan
Kebenaran demi kebenaran sudah saling diperebutkan ,,,
Kebenaran demi kebenaran sudah diperhitungkan …
Bahkan diperjual Belikan….
Dari Pucuk Pimpinan hingga Rakyat Jelata saling menyalahkan,..
Saling memiliki kebenaran ,..dan menjunjung Nilai Kebenaran mereka Sendiri ..
Pemimpin mersa Benar dengan apa yang telah dilakukan ,..
meskipun KeBenaran jadi semboyan Utamanya ,..
Rakyat merasa semakin Linglung karena merasa Kebenarannya di rampas …
Bukankah Kebenaran itu tidak BerPihak??dan Hanya Gusti Allah yang memilikinya,..

Diapun Gelisah ,,
Matanya menatap jauh ke depan ,,,
Membayangkan apa yang akan terjadi kelak ,…
APa yang akan terjadi bila manusia sudah saling memperebutkan kebenaran ,..
Yang pd akhirnya Perpecahan ,,,,dan Kehancuran………

Diapun berdiri bangkit dengan punggung yang yang sudah bungkuk,.
Berjalan pelan ke halaman dengan tongkat di tangannya ,.
Dan duduk rebah diatas semak …
ohhh…..dia berbisik…Disini lebih nyaman …

Dari jauh di melihat cucunya berlrian bercanda di tepian Sungai ,.
Dia tersenyum,…dan berkata dalam hati ….
Cucuku….teruslah jaga kesederhanaanmu dalam dirimu Apa adanya ,.
Kelak kamu akan menjdi penerus Bangsa ini ,.
Dari kejauahn anak itu berteriak ,…
Eyaaaaaaaang ,..smbil melambikan tangan,…
Senyum penuh kesederhanaan tersungging di mulutnya ,,

Bagaimana aku menyampikan ini semua ,….
Pucuk pimpinan sampai rakyat jelata sudah tidak memeperdulikan Keseimbangan ,,,
Keseimbangan senakin hilang ..

Yang Berkuasa Saling Injak ,..saling rebut ,,,,Kekuasaan
Dan melenggang dalam Egonya tanpa peduli …..
Hingga lepas Kesadarannya

Yang SUsah semakin Buntu dalam pandangan ….
Semakin gelisah menjalani keadaan
dan menyalahkan Pemimpinlah yang Bersalah ,,,,
Hingga lepas lah Kesadrannya,,

Yang Berkuasa bicara dengan WIbawa mengajak Rakyatnya untuk Bangkit ,..
Yang menjadi Rakyat Bersikap tidak Percaya dengan pemimpinnya….

Sampai kapankah Kedamaian dan Cinta kembali ke pangkuan Pertiwi …..
Dimana dulu dengan DARAH dan Nyawa dipertaruhkan untuk merebut Hak Bangsa ini…
Mata diapun menghangat ,……stetes demi setets air mata mengalir …
Diapun teringat saat itu ,, menyaksikan bagaimana sebuah lagu dikumandangakan ,……

Padamu Negeri Kami berjanji
Padamu Negeri kami berbakti
Padamau Negeri Kamu Mengabdi
Bagimu Negeri JIWA RAGA Kami,,,

Diapun merebahkan diri …..
Diatas semak belukar ,…
Dan Berucap ….
Maturnuwun Gusti aku masih bisa menikmati sebuah kesederhanaan …….
Diapun terlelap dalam Kesadaran,,,,

INDONESIAku….
Bangkitlah
Bangkitlan Negeriku
Bangkitlah pemimpin Pemimpinku
Bangkitlah Saudara saudaraku
Mari kita renungkan sejenak
Apa yang bisa kita lakukan untuk BANGSA INI
Kita mulai BANGKIT kan Kesadaran dari DIRI untuk ikut berperan menjaga bangsa ini..

Didalam kesulitan ada Lentera Cahaya bila kita “MAU” mengenal dan mengambilnya ,…
Yang akan kita bawa Terang dalam diri untuk menerangi Diri , Sesama dan Bangsa ini
Untuk menuju sebuah Kesatuan Dan Harmoni dalam Kehendak Gusti YAng Sejati
Ayo,,Rawe rawe Rantas Malang malang Putung
Guyub Rukun Gemah Ripah Loh Jinawi

Mari kita selalu berdoa untuk Bangsa ini,…..
Jadikan salah satu tugas menjaga BANGSA dalam salah satu PANGGILAN HIDUP kita …..Meskipun sebatas DO’a
Jaga Pancasila Bangsa Kita
tanpa meyalahkan Siapa Siapa Termasuk Gusti ….
Dengan tanpa memperebutkan KEBENARAN dengan selalu tetap Eling dan Waspodo dalam Kesadaran DIRI

106. Dodo - 20 Mei 2008

Terlintas di benakku …
Seorang mantan Pejuang merenung ,..
Duduk bersimpuh depan teras GUbugnya
Fouhhh,,,,asap roko mengepul…. dari mulutnya,.sesaat dia tertegun ,.
Matanya menatap kosong ,…
Dia menatap Keadaan ,…Dan diapun merenung,..
Ada apa dengan BANGSA INI??
Seperti inikah hasil dari Perjuangan Bangsa…
Dimanakah Ciri khas Bangsa ini???
ohh,…
Kebenaran sudah menjadi sebuah Ilmu Akal dan Logika
Kebenaran sudh menjadi sebuah kekuatan
Kebenaran demi kebenaran sudah saling diperebutkan ,,,
Kebenaran demi kebenaran sudah diperhitungkan …
Bahkan diperjual Belikan….
Dari Pucuk Pimpinan hingga Rakyat Jelata saling menyalahkan,..
Saling memiliki kebenaran ,..dan menjunjung Nilai Kebenaran mereka Sendiri ..
Pemimpin mersa Benar dengan apa yang telah dilakukan ,..
meskipun KeBenaran jadi semboyan Utamanya ,..
Rakyat merasa semakin Linglung karena merasa Kebenarannya di rampas …
Bukankah Kebenaran itu tidak BerPihak??dan Hanya Gusti Allah yang memilikinya,..

Diapun Gelisah ,,
Matanya menatap jauh ke depan ,,,
Membayangkan apa yang akan terjadi kelak ,…
APa yang akan terjadi bila manusia sudah saling memperebutkan kebenaran ,..
Yang pd akhirnya Perpecahan ,,,,dan Kehancuran………

Diapun berdiri bangkit dengan punggung yang yang sudah bungkuk,.
Berjalan pelan ke halaman dengan tongkat di tangannya ,.
Dan duduk rebah diatas semak …
ohhh…..dia berbisik…Disini lebih nyaman …

Dari jauh di melihat cucunya berlrian bercanda di tepian Sungai ,.
Dia tersenyum,…dan berkata dalam hati ….
Cucuku….teruslah jaga kesederhanaanmu dalam dirimu Apa adanya ,.
Kelak kamu akan menjdi penerus Bangsa ini ,.
Dari kejauahn anak itu berteriak ,…
Eyaaaaaaaang ,..smbil melambikan tangan,…
Senyum penuh kesederhanaan tersungging di mulutnya ,,

Bagaimana aku menyampikan ini semua ,….
Pucuk pimpinan sampai rakyat jelata sudah tidak memeperdulikan Keseimbangan ,,,
Keseimbangan senakin hilang ..

Yang Berkuasa Saling Injak ,..saling rebut ,,,,Kekuasaan
Dan melenggang dalam Egonya tanpa peduli …..
Hingga lepas Kesadarannya

Yang SUsah semakin Buntu dalam pandangan ….
Semakin gelisah menjalani keadaan
dan menyalahkan Pemimpinlah yang Bersalah ,,,,
Hingga lepas lah Kesadrannya,,

Yang Berkuasa bicara dengan WIbawa mengajak Rakyatnya untuk Bangkit ,..
Yang menjadi Rakyat Bersikap tidak Percaya dengan pemimpinnya….

Sampai kapankah Kedamaian dan Cinta kembali ke pangkuan Pertiwi …..
Dimana dulu dengan DARAH dan Nyawa dipertaruhkan untuk merebut Hak Bangsa ini…
Mata diapun menghangat ,……stetes demi setets air mata mengalir …
Diapun teringat saat itu ,, menyaksikan bagaimana sebuah lagu dikumandangakan ,……

Padamu Negeri Kami berjanji
Padamu Negeri kami berbakti
Padamu Negeri Kami Mengabdi
Bagimu Negeri JIWA RAGA Kami,,,

Diapun merebahkan diri …..
Diatas semak belukar ,…
Dan Berucap ….
Maturnuwun Gusti aku masih bisa menikmati sebuah kesederhanaan …….
Diapun terlelap dalam Kesadaran,,,,

INDONESIAku….
Bangkitlah
Bangkitlan Negeriku
Bangkitlah pemimpin Pemimpinku
Bangkitlah Saudara saudaraku
Mari kita renungkan sejenak
Apa yang bisa kita lakukan untuk BANGSA INI
Kita mulai BANGKIT kan Kesadaran dari DIRI untuk ikut berperan menjaga bangsa ini..

Didalam kesulitan ada Lentera Cahaya bila kita “MAU” mengenal dan mengambilnya ,…
Yang akan kita bawa Terang dalam diri untuk menerangi Diri , Sesama dan Bangsa ini
Untuk menuju sebuah Kesatuan Dan Harmoni dalam Kehendak Gusti YAng Sejati
Ayo,,Rawe rawe Rantas Malang malang Putung
Guyub Rukun Gemah Ripah Loh Jinawi

Mari kita selalu berdoa untuk Bangsa ini,…..
Jadikan salah satu tugas menjaga BANGSA dalam salah satu PANGGILAN HIDUP kita …..Meskipun sebatas DO’a
Jaga Pancasila Bangsa Kita
tanpa meyalahkan Siapa Siapa Termasuk Gusti ….
Dengan tanpa memperebutkan KEBENARAN dengan selalu tetap Eling dan Waspodo dalam Kesadaran DIRI

107. Hidayat - 20 Mei 2008

Salam rahayu..,.
Peace mas dodo…
Selamat menyambut harkitnas… Semoga bangkit dari tidur..
“tak sebilah pedang yang panjang dapat palingkan daku darimu…kusingsingkan lengan rawe rawe rantas …”
ba bi bu .bapak,bibik,ibu…
Nang ning nong ning nang ning gung(disana dalam keheningan didalam dahi,dikeheningan disana dikeheningan bersama yg maha agung) mantene ditemoke katoke diunjuke(jaga kerukunan yg laki dan perempuan yg baik dan yg buruk,martabatnya dijaga)…
Wass wr wb

108. joedi moeljanto - 26 Mei 2008

hmmmmmmm

109. joedi moeljanto - 26 Mei 2008

kudu salaswasna inget ka Purwa Daksina

110. 3yoga - 27 Mei 2008

Tuk semua kadang,

Kita memang mempunyai budaya yang adiluhung, kita juga pernah sebagai bangsa yang unggul dan besar (jaman majapahit), kita juga mempunyai kekayaan alam yang melimpah, dan kita juga mempunyai keragaman etnis yang dipunyai oleh suatu bangsa yang besar. Akan tetapi kita juga harus sadar mengapa kita belum juga menjadi bangsa yang besar (baca : terhormat) dimata dunia ???

Untuk itu kita sebagai manusia jawa harus mampu (berani) introspeksi, jangan selalu membanggakan masa lalu saja, jangan hanya mengingatkan saja bahwa kita termasuk bangsa yang unggul ……… jangan selalu “rumongso iso”, tetapi cobalah kita juga merasa … “iso rumongso”.
Kita harus akui bahwa didunia internasional, kiprah dan penemuan-penemuan iptek maupun menyingkap rahasia alam bangsa kita sangatlah minim (baca : belum ada), bahkan dari sisi ilmu filsafat pun kita masih mengacu pada bangsa lain.
Lihat saja penemuan-penemuan mereka selalu bermunculan, dari yang dulunya tidak ada listrik, lalu telepon, dan terakhir dengan teknologi komputer yang berkembang sangat pesat, mereka juga telah mendaratkan wahana di planet mars. Mereka juga menemukan galaksi baru.
Apakah penemuan mereka itu di luar jalan Allah ???, aku rasa tidak, karena alam semesta ini masih milikNya, bahkan menurutku mereka menyempurnakan ilmu yang diberikan oleh Allah untuk dicari / diketahui oleh manusia.

Saya disini tidak bermaksud untuk memupus atau memvonis bahwa kita adalah bangsa yang senang dengan (kejayaan) cerita masa lalu, atau menginginkan suatu kemakmuran hanya dengan menantikan “yang diperjanjikan” saja, tetapi saya menginginkan bahwa untuk menjadi bangsa yang besar sekaligus makmur dibutuhkan tekad dan kemauan, dibutuhkan persiapan, dibutuhkan tatanan yang dapat menerima kemajuan tersebut, dan juga membutuhkan energi.
Dan yang tidak kalah penting adalah dibutuhkan kecerdasan (intelektual dan spiritual) SDM bangsa ini agar bisa menerima dan merasakan (mengetahui) mana yang diperjanjikan tersebut, juga tidak mudah di adu domba oleh pihak / bangsa lain.

Padahal sementara ini energi bangsa kita ini dihabiskan untuk demo, dihabiskan untuk “menemukan” pembunuh Munir, sang pejuang HAM, dihabiskan untuk “menemukan” hal-hal masa lampau, seperti kasus Trisakti, Talangsari, dll. Yang mana lebih banyak pada isu pelanggaran HAM, yang selalu dihembuskan oleh negara barat, padahal kalau mau jujur apakah negara barat tersebut memang penjunjung HAM ???, yah itulah bangsa kita, mudah dibelokkan, kalau saja mereka menjunjung HAM, maka Iraq tidak akan hancur lebur, Afganistan pun tidak akan seperti itu, dan seharusnya dunia ini pun tidak akan seperti ini.
Bayangkan saja, alasan penyerangan ke Iraq karena dituduh mempunyai senjata pemusnah masal, lalu mereka diserang, presidennya dibunuh, tetapi, …… tunggu dulu, ehhh ….. ternyata terakhir ini mereka mengakui bahwa senjata pemusnah masal tersebut tidak ditemukan !!!!, padahal negeri tersebut sudah porak poranda.
Padahal AS sendiri tidak pernah menghabiskan sedikitpun energi untuk yang berhubungan dengan HAM di negerinya sendiri, karena biang pelanggaran HAM tersebut sebenarnya adalah presidennya sendiri.

Terakhir juga ada pernyataan menarik mengenai tergulingnya Presiden Soeharto, ternyata CIA mengakui pula yang menskenariokan penggulingan tersebut, kerena Soeharto sudah tidak mau manut lagi dengan keinginan AS, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu sangat bagus, sehingga mungkin mengkhawatirkan negeri tetangga, terutama Australia, yang dulu sangat takut, ehh tapi sekarang mulai “nglamak” dengan politiknya yang memperbolehkan menyerang negara lain sepanjang dianggap membahayakan keamanan mereka.
Sekarang Australia merasa semakin kuat, sementara negara kita semakin “nelangsa” dengan alat pertahanan yang kuno, hanya bermodal tekad dan semangat saja.
(maaf, hal diatas hanya sekedar ilustrasi saja).

Kembali pada kenyataan tersebut diatas, kenapa bangsa kita bisa seperti itu ???
Apakah kita sudah berani ikhlas dengan “iso rumongso” ….???
Aku punya beberapa alasan untuk menjawabnya, yaitu :
• Kita telah terlena dengan cerita kejayaan masa lampau,
• Kita mudah dibelokkan dengan isu SARA dan HAM, dan hal ini sudah menjadi makanan (mainan) dari negara barat.
• Kita mudah membenci pada orang yang tidak sepaham dengan paham kita.
• Kita menginginkan kemakmuran jaman (dengan cara instan), seolah bila yang diperjanjikan tersebut datang, maka semua persoalan negara ini akan mudah diselesaikan begitu saja, begitu “Satrio Piningit” muncul, maka itulah masa kejayaan negeri ini.
• Kita tidak berani menatap masa depan yang berbeda dari yang telah disebut / diperjanjikan itu.
• Kita tidak berani melangkah lebih jauh dari area “wewaler” karena takut kualat, takut dicap “pemberontak” atau hal-hal negatif lainnya, sehingga kita / bangsa kita tidak akan pernah menemukan sesuatu hal yang baru. (kalaupun ada, biasanya lebih bersifat pengembangan (minor) dari yang sudah ada). Padahal untuk menemukan sesuatu, kita harus berani berbeda pendapat, atau bahkan melawan arus yang sudah ada, bahkan harus berani dijuluki “gila”.
• Kita tidak pernah berani melepaskan baju (seragam) yang kita pakai, takut tidak diakui oleh komunitas yang sudah ada, takut mengecewakan mereka.
• Kita tidak pernah berani melepaskan pikiran kita berpetualang dengan hal-hal yang baru dan asing sehingga harus bersinggungan dengan batasan (norma, dimensi, dogma ) yang ada saat itu, padahal dengan berjalannya waktu (dikemudian hari), batasan tersebut ternyata bukan lagi hal yang tabu, tetapi kita sudah kehilangan waktu dan energi, juga kehilangan peluang.
• Kita tidak pernah berani untuk obyektif terhadap pikiran kita, kita selalu disuruh kembali kepada hati nurani, bukannya keliru, tetapi harus proporsional.

Memang sih bukan berarti bangsa kita seperti ini semua, ada sebagian yang sudah dapat melepaskan diri dari kelemahan kita tersebut, tetapi untuk mewujudkan negara yang tata tentrem kerta raharja dan gemah ripah loh jinawi, rasanya kita masih terlalu minim memberikan kontribusi yang kita punyai kepada bumi kita tercinta ini.

BANGKITLAH INDONESIA, KITA BISA.

Salam sejat

111. hidayat - 27 Mei 2008

salam rahayu..
mendukung mas 3yoga pada tulisan anda :”mengapa kita belum juga menjadi bangsa yang besar (baca : terhormat) dimata dunia ???”
cocok dengan harapan saya , bgmna mas caranya ? seperti tulisan saya “katoke diunjuke” artinya martabat bangsa diangkat dan dijaga…
sy disini menunggu seseorang yang saya katakan “satrio piningit kembaring suryo”…. mungkin saja bisa sy ketemukan disini…

juga tulisan anda tentang kelemahan negeri ini : “Aku punya beberapa alasan untuk menjawabnya, yaitu :
• Kita telah terlena dengan cerita kejayaan masa lampau,
• Kita mudah dibelokkan dengan isu SARA dan HAM, dan hal ini sudah menjadi makanan (mainan) dari negara barat.
• Kita mudah membenci pada orang yang tidak sepaham dengan paham kita.
…………………..setuju menurutku memang harus ada perbaikan
mas….

juga tulisan anda “……..Padahal untuk menemukan sesuatu, kita harus berani berbeda pendapat, atau bahkan melawan arus yang sudah ada, bahkan harus berani dijuluki “gila”…….”.
ayat itu menurut saya merupakan bait cara berpikir orang maju…. dan inovatif, teknokrat, …..stujuuuuuuuuu.

terima kasih
wass wr wb

112. siliwangi - 27 Mei 2008

Yah pokonya kalau ada yang berkomentar demi keutuhan negri ini saya mah ikut ajah……………………………………..asal jangan coba2x untuk menghancurkan negri ini karena akan musnah dalam sekejap mata ( dijamin ).

Yuk kita bangun negri ini dengan memilih Presiden , Bupati dan Gubernur yang jujur dan Amanah…..Tapi ya..itu tadi bangsa kita inih masih gampang sekali teropini dengan isu2x yang nggak jelas.

ikut kata katanya Gubernur Kutai bahwa bagimana bisa kita memajukan negri ini kalau SDM nya pas pasan.

Salam Demi Kejayaan Negri Kita Ini

113. 3yoga - 28 Mei 2008

setuju mas siliwangi, dengan memilih presiden, gubernur dan bupati yang jujur dan amanah, berarti kita ikut terlibat memilih pimpinan yang baik, itu juga sebagai wujud kontribusi nyata. semoga diantara yang kita pilih tersebut adalah “yang terpilih”.

mengenai kondisi SDM, juga betul sekali, kalau kami di perusahaan swasta, kwalitas SDM (intelektual dan spiritual) menjadi bagian penting dalam seleksi dan penilaian, hal itu dibutuhkan agar mereka dapat menangkap dan mengerti visi dan misi, ataupun arah kebijakan perusahaan, dan secara periodik dilakukan peningkatan.
sementara kalau di masyarakat umum, tidak sama dengan perusahaan (swasta maupun instansi).

mudah-mudahan para pimpinan tersebut senantiasa dapat meningkatkan kwalitas SDMnya.

mudah-mudahan kadang-kadang yang sudah “linuwih” dibidang spiritualnya juga mau terlibat dan menularkan ilmunya, ikut memberdayakan SDM dibidangnya.

hanya saja, terkadang saya melihat bahwa orang yang sudah linuwih tersebut, justru menarik diri dari hiruk pikuk keduniawian.
tetapi mudah-mudahan di gantharwa ini tidak seperti itu. semoga.

salam sejati.

114. hidayat - 28 Mei 2008

salam rahayu…
mas 3yoga saya ada tanya bagaimanakah anda mempunyai cara bagaimana secara tehnis, nontehnis atau apalah jika memang ada seseorang yang anda sebut “sudah linuwih” agar bisa andil dalam peningkatan SDM ? mengingat suatu tatanan kenegaraan meliputi beberapa sektor yang harus diperbaiki dan saling mempengaruhi…. mohon dijelaskan secara ditail… terimakasih
wass wr wb

115. 3yoga - 30 Mei 2008

Mas hidayat,

Sebenarnya aku sendiri belum mempunyai konsep yang jelas mengenai pemberdayaan dibidang spiritual dimasyarakat umum.
Tetapi dari pengamatanku, pemahaman spiritual para kadang yang masuk ke rumah ini (gantharwa) dengan yang ada diluar sana masih sangat berbeda.

Disini, para linuwih tersebut dengan santainya (tapi serius) bisa melepaskan ego keagamanya dalam menanggapi sesuatu hal yang berbeda pemahaman, mereka bisa menjelaskan secara spiritual kepada yang lainnya tanpa harus mengutip “ayat” suatu kitab tertentu sebagai pembenaran, tetapi mereka juga sesekali menggunakan logika / intelektual secara universal yang dimiliki oleh manusia.

Hal ini sangat kontras dengan kehidupan kita sehari-hari dimasyarakat umum, bila kita membicarakan hal (terutama agama) maka seolah hal tersebut sudah merupakan prinsip dan kebenaran, siapapun yang berani berbeda tafsir / pendapat dengan tokoh / pendapat mayoritas, maka akan mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Juga masih adanya kepentingan dunia dan akhirat, dengan tafsiran yang beragam, dan bila akhirnya kita disuruh memilih diantara keduanya, maka terjadilah pergumulan pendapat yang berbeda tersebut.
bagi orang yang memilih kemajuan dunia, akan terasa sekali seolah lebih memilih materi dan hal-hal keduniawian, padahal dalam benak saya,
• selagi kita masih hidup didunia,
• selagi kita masih menginginkan kemajuan,
• masih menginginkan kemakmuran,
• masih menginginkan keadilan sosial,
• masih menginginkan kehormatan,
• masih menginginkan adanya harga BBM yang wajar,
• masih menginginkan kedatangan Satriyo Piningit,
maka peranan intelektual dan logika masih harus diberi porsi yang sepadan (proporsional).

Masih harus mau “mengotori “ tangan tersebut dengan politik, karena untuk menjadi pimpinan daerah / nasional, harus berpolitik, harus bertahta dan berkuasa. Dan kita juga berharap dia ber iman / spiritual.

Sementara yang memilih akhirat, lebih banyak ingin bermain cantik, bersih dan tidak menginginkan lagi dikotori dengan hal keduaniawian. Orang-orang golongan ini justru rata-rata sudah mencapai tingkat spiritualitas yang tinggi dan mapan (linuwih), mereka menginginkan kehidupan yang damai, jauh dari hiruk pikuk keduniawian.
Hal (pengertian) inilah yang kadang kami sayangkan, bayangkan saja, setelah mereka mencapai kemapanan (spiritual), mereka banyak yang melepaskan diri dari peran mereka dimasyarakat, kalaupun ada yang masih bersemangat, kadang dinilai belum tulus.
(tetapi tidak semuanya seperti ini, lho).

Sehingga orang-orang yang ngurusi “keduniaan” tersebut kebanyakan masih dengan spiritual yang (dianggap) belum tinggi, dan juga memang masih berusia muda.
Bila mereka ternyata dibekali (berkemampuan) spiritual yang tinggi, maka insya Allah bisa menjadi pemimpin yang amanah.

Aku juga punya sekedar cerita, bahwa untuk berkuasa (jabatan), mereka kadang harus sowan ke “orang pintar” kadang juga tokok agama agar bisa berkuasa, lalu mereka diberi doa dan pegangan, eh ternyata memang manjur, orang tersebut bisa jadi pejabat, tetapi pimpinan tersebut amanah atau tidak, walhualam.

Jadi maksudku bahwa para linuwih tersebut bisa pro aktif memberdayakan SDM dibidang spiritual, yah …… paling tidak masih mau aktif untuk jadi guru spiritual dengan paham ke bhineka tunggal ika an, toleran, sejuk, damai dan menjadi perekat bangsa, seperti layaknya di gantharwa ini, tetapi lebih pro aktif, begicuuuuuu.
Mengenai caranya ????
Mungkin kadang-kadang lain bisa lebih tahu dan memberikan saran lebih baik dari paparanku diatas.

Maaf mas hidayat, belum bisa memuaskan njenengan.
Salam.

116. marijan - 30 Mei 2008

mas 3yoga
EXCELLENT!!!!
two thumbs up buat mas 3yoga….
si mbah…

117. linggawardanasahajakers - 30 Mei 2008

saya pikir orang spiritual sekarang turun gunung…untuk membuktikan kedigjayaannya sebagai satrio pandito…

karena saatnya berperang melawan kebatilan…orang-orang spiritual adalah orang yang diberikan berkah menjadi penuntun dalam mengakhiri berbagai perselisishan….

untuk itu mari singsingkan lengan baju dari kedamaian, rekuh semua daya upaya utnuk mencarfi pembenaran, bahwa mereka yang mencari pembenaran adalah salah layaknya sang salah….

untuk itu para linuwih sebaiknya turun gunung, mengakhiri pembenaran yang benar-benar salah di jaman ini, agar kembali jaman ini menjadi jaman kerta yuga….

saat ini politik sarat ketidak benaran, satrio pandito adlaah orang spiritual yang tentu saja memiliki keberanian utnuk turun gunung, mengakhiri segala kebringansan jaman ini dengan cara berpikir yang spiritual dan mumpuni itu….

semoga bermakna…

118. hidayat - 30 Mei 2008

salam rahayyu….
terima kasih mas tri yoga. memang masyarakat kita seolah-olah sudah terdoktrin dengan mitos pandangannya. misalnya kalau ada orang sakit kedokter rasanya belum mantap kalau tidak di suntik, padahal suntik menurut dokter hal yang sangat terakhir untuk mengobati penyakit, juga masyarakat kalau tidak dijelaskan dengan mencuplik dengan dalil dari kitab kita seolah-olah saran dan pendapat kita kurang afdol…. peristiwa semacam ini kenapa terjadi?
setuju sekali dengan pendapat anda selagi kita ingin maju kita pun harus mau kotor, seperti hidup memang demikian adanya. seperti juga iklan sabun lifebouy kalau ingin maju ya harus ada kotornya.
byk pejabat atau para pejabat datang keorang pintar, kadang peristiwa ini memang wajar dilatar belakangi tentang ada dan tidaknya mereka belajar spiritual, kewajaran ini menurut jangkaun pelaku adalah merupakan upaya logis untukmencapai cita-cita….
ketidak mampuan kita adalah menghentikan yang saya katakan kekuatan “ghoib buatan” para orang pintar tersebut. kadang saya berpikir apakah kekuatan kita yang rendah atau memang tuhan punya maksud lain. dengan kata lain ada maksud tersembunyi untuk orang yang baik setelah seseorang tersebut menjabat. menurut mas tri,atau mas marijan sendiri bagaimana?
untuk mas lingga wardana jika orang linuwih telah turun gunung tidakberarti harus membuktikan kedigdayaannya,menurut anda apakah pemerintah yang sekarang ini memungkinkan untuk dibenahi dengan kebenaran, mengingat menurut saya sudah sedemikian bobroknya disegala bidang, apakah anda punya uraian detilnya? sedemikian contoh mau jadi kepala dusun saja pilihan dan yang memlih sudah main suap , bom, dan begitulah apalagi pemilihan pejabat yang lebih tinggi?
sekian terima kasih sebelumnya… love and peace..
wass wr wb

119. hidayat - 4 Juni 2008

sugeng rahayu….

mengenai kelakuan FPI terhadap BKKBB pada 1 juni 2008 dipicu oleh ajaran islam yang berpaham AHMADIYAH . sebenarnya pemerintah sudah berupaya utk mengendalikan beberapa pihak. agar tdk terjadi gesekan. bahkan BAKORPAKEM{badar koordinansi pengawasan kepercayaan masyarakat} juga MUI sudah menyatakan Ahmadiyah terlarang…
sebagian masyarakat belum bisa bagaimana hidup berbangsa dan bernegara yang baik , masih juga fanatik dan anarkis… ya kan
andapun belum bisa berbangsa dan bernegara yang baik….
tidak ada “kerelaan” anda untuk “mengorbankan kepercayaan anda” demi kedamaian negara…… anda harus ihlas pasrah ,, seperti prabu Brawijaya yang ihlas masuk islam…seperti ibrahim menyembelih ismail…..malah yang tidak tahu cerita sebenarnya bilang tidak ihlas,,, kan lucu ….Prabu silihwangi juga ihlas putra putrinya masuk islam…..apakah saya berbohong kepada anda????
tidak hanya hindu, kristen, islam, agama lainpun bisa…..dan juga mulia, percayailah kepercayaan anda sepenuh hati…

saya bukan peramal lihat tulisan “guru” saya dibawah ini sebelum kejadian konflek FPI , AHMADIAH ,juga tentang Pengaku siwa buddha sebelum menulis kesentimenannya dengan islam dibawah ini……

hidayat – April 30, 2008
“….3.sikap fanatiksme, paling benar, paling hebat, paling top, paling hak. merupakan LADANG SUBUR penjajah utk penjajah dengan politik adu domba, seperti di irag antara siah dan suni, antara tibet dan cina. fanatik adalah “kendaraan ampuh” penjajah untuk membuat negara terpecah-pecah,…”

hidayat – Mei 1, 2008
“…..kalau kita punya keyakinan yang sulit diatur kan jadinya pemerintah juga yang repot ngaturnya akhirnya jadi anarkis dan mudah ditunggangi pihak pihak yang tidak bertanggung jawab …ya kan, kalau penghayatan kita tentang ajaran tidak sejajar dengan nilai pancasila…..” …. dalam tulisan saya tidak mengatakan kelompok ini ahmadiah, kita pakai perasaan mas…

hidayat – Mei 12, 2008
“…menanggapi tulisan pengaku siwa buddha… .maaf sodara siwa budha anda silahkan memakai nama itu,, tapi yang baik tulisannya…
untuk sodara-sodara semua jangan terpancing, tetaplah rukun, toleransi dan kompak bersatu…….{ini tanggapan saya tentang pengaku siwa buddha yang sebelum mulai menulis kesentimenan islam sampai dengan 28 mei 2008}

hidayat 30 april 2008
“Saya tidak main-main dalam berkomentar, kalau terjadi a ya a kalau b ya b , nggak bohong kok saya mungkin sedang nulis….”

demikian penjelasannya….ya bukan seorang gadungan bukan….
wass wr wb

120. nona wisnu wardhani - 5 Juni 2008

to hidayat – Juni 4, 2008
” mengenai kelakuan FPI terhadap BKKBB pada 1 juni 2008 dipicu oleh ajaran islam yang berpaham AHMADIYAH . ”
yang jadi masalah bukan ahmadiyahnya mas tapi pikiran piciknya si rizieq yang menganggap haram bagi yang g sependapat ama pikiran picik dia !!!!!!!

” sebenarnya pemerintah sudah berupaya utk mengendalikan beberapa pihak. agar tdk terjadi gesekan. bahkan BAKORPAKEM {badar koordinansi pengawasan kepercayaan masyarakat} juga MUI sudah menyatakan Ahmadiyah terlarang…”
MUI tidak melambangkan aspirasi seluruh umat agama islam di indonesia karna mereka cuma menuruti beberapa orang aja
klo g percaya masuk aja kesana

” sebagian masyarakat belum bisa bagaimana hidup berbangsa dan bernegara yang baik , masih juga fanatik dan anarkis… ya kan
andapun belum bisa berbangsa dan bernegara yang baik….”
termasuk mas sendiri dong
salah satu syarat berbangsa dan bernegara yang baik adalah memberi kebebasan orang lain untuk berkeyakinan

” tidak ada “kerelaan” anda untuk “mengorbankan kepercayaan anda” demi kedamaian negara…… anda harus ihlas pasrah ,, seperti prabu Brawijaya yang ihlas masuk islam…seperti ibrahim menyembelih ismail…..malah yang tidak tahu cerita sebenarnya bilang tidak ihlas,,, kan lucu ….Prabu silihwangi juga ihlas putra putrinya masuk islam…..apakah saya berbohong kepada anda????”
ya anda berbohong !
yang lu ucapin dan lu tulisin diatas cuma pembelaan lu doang

” tidak hanya hindu, kristen, islam, agama lainpun bisa…..dan juga mulia, percayailah kepercayaan anda sepenuh hati…”
nah dengan tulisan diatas maka keyakinan seseorang tiu g bisa diapaksain
kontras gitu lho ?????!!!!!!

121. bustanus - 6 Juni 2008

Menanggapi insiden monas yang melibatkan FPI (Front Pembela Islam) dan
> AKK-BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan) yang
> notabene adalah pro Ahmadyah dan JIL, saya melihat ada beberapa hal yang
> janggal, di antaranya:
>
> 1. Mengapa polisi tidak melerai, mungkinkah ini disengaja di-design untuk
> dipertemukan dan dibiarkan? Padahal kekerasan itu terjadi di ring I, dekat
> dengan istana presiden, dan berada di monas yang notabene lambang supremasi
> kota Jakarta–ibukota negara–
>
> 2. Sepertinya ada indikasi pengalihan perhatian dan opini masyarakat, kita
> sedang diajak melupakan perihal yang menghajar hajat hidup orang banyak,
> yaitu masalah BBM, Elpiji, dsb. Terbukti, seharian kemarin dari 10 stasiun
> tv, hampir semuanya menayangkan berita pembubaran FPI. Semua media
> menayangkan “kekerasan” FPI. Ada juga modus adu domba Gus Dur dan FPI. Kalau
> tidak cerdas, masyarakat digiring untuk mengarah ke isu FPI, bukan BBM.
> Sebagai orang gerakan, saya salut buat dalangnya, mantap benar mampu
> mengarahkan isu dari BBM ke isu FPI. Benar-benar luar biasa!
>
> Saya sendiri tidak tahu persis bagaimana kejadian yang sebenarnya dan
> siapa yang paling bertanggung jawab soal insiden tersebut. Tentu saja
> yang melanggar hukum harus ditindak tegas baik itu dari FPI atau AKKBB.

122. Siliwangi - 7 Juni 2008

Yang Jelas ini merupakan skenario lama dimana kejadian yang satu ditimpa dengan kejadian yang lainnya.
Setiap ada kejadian besar dinegara kita ini, belum tuntas belum apa permasalahannya pasti sudah dihantam dengan permasalahan baru yang muncul dan begitu seterusnya yang pada akhirnya permasalahan bangsa ini tumpang tindih dan nggak selesai2x.
Makanya Dunia Politik itu bisa dibilang kejam karena bisa membawa/mengorbankan Rakyat yang tidak tahu apa2x menjadi korbannya.

Semoga para politikus kita diberikan kesadaran dan mulai menggunakan cara2x yang sehat bukan cara2x tikam dari belakang.

Tapi khusus untuk FPI sendiri aku juga nggak suka sama kelakuannya yang arogan yang mana menganggap yang lain salah tapi kelakuannya sendiri kebablasan.

123. marijan - 7 Juni 2008

mas bustanus,
bukan masalah pengalihan isu, ini masalah MORAL…!
akar permasalahannya adalah karena banyaknya orang bodoh yang mau di bodoh-bodohi dengan iming-iming surga.
lihat lebih dalam dan amati…

124. hidayat - 7 Juni 2008

sugeng rahayu poro kadang…
gentenge dibenaake yo iki opo kang jare asile poro wong oleh kamulyan
wass wr wb

125. Ngabehi K.M - 8 Juni 2008

mbah marijan..
anggotanya kebanyakan wong nganggur mas…
piye meneh, wis ruwet seperti benang kusut..biarlah zaman yang menjawabnya..

126. endang - 8 Juni 2008

pa kabar non Wisnu wardani?
kabar bonzainya bagaimana?
Jayalah indonesia !!!

127. nona wisnu wardhani - 8 Juni 2008

to endang
hai mas endang, kabar gue baik aja mas, bonsai gue subur mas hehehehe….
baunya wangi lho jika berbunga…
klo maen ket4 gue
gue liatin ya..

128. hidayat - 10 Juni 2008

rahayu…
saya mau ah juga dilihatin ama mbak wisnu…
ikut ah……

sugeng panggih malih kalian radio republik indonesia…
becik opo wong urip neng alam donya…. urip mung sedhelo, bebasane sue wong kang angunduh kelopo, rugi agedhe wong kang ngujo ngujo howo nafsune, becik ditimbang untung rugine”.

dari mas siliwangi yang berpendapat “Makanya Dunia Politik itu bisa dibilang kejam karena bisa membawa/mengorbankan Rakyat ”

komentar saya , memang demikian semua menjadi korban, kita memang harus berpegang ” sing waras ngalah” waras artiannya yang lebih mengerti..

semua orang punya kepercayaan yang dianggap benar, lha kita juga punya negara yang berhak ngatur. biar aman stabilitas ekonomi pol hankam, persatuan , juga harus dijaga….biar nggak diobok-obok penjajah…

kalau memang ngaku bener dan nggak bisa diatur pemerintah itu karena memang para pengikutnya aliran “ketEk menek kates” saya sebut saja demikian sudah didoktrin lebih baik mati dari pada ikut aliran lain, aliran lain hanya penghuni neraka.. lebih baik kan di intimidasi saja atau ditembaki aja titik. kebebasan apa yang anda maksud mbak wisnu,…. hanya 5 agama ditambah khong hu cu , aliran kepercayaan sudah cukup,

jika kebebasan beraliran di setujui kemudian yang meresahkan dan menimbulkan pertikaian, apa itu maksud agama yang mereka gadang gadang? tidak semua masyarakat mengerti bagaimana orang berhak memiliki meyakini agama, ada juga masyarakat seperti kita kita ini ada juga ” garis bawah ” yang tidak mengerti dan inilah yang bikin repot, a n a r k h i sss. kis kis gitu loh

pesan hidayat disini :bilang sama pengikut aliran manapun di indonesia yang susah diatur negara/ pancasila termasuk aliran aliran ketek menek kates, taatilah negara, aturan negara yang ada, mengalah saja biar diatur sama pemerintah.. kalau mereka nggak mau taat sama negara karena takut masuk neraka, biar hidayat yang nanggung oke, nanti tuhannya biar saya marahi tuhan kok jahat..he he he gedang godok diiris iris.

ingat pesan pak karno ketika apa yang dia punya habis dibabat rezim suharto termasuk pendukungnya di bantai habis , dia berpesan pada saya dengan kerelaan beliau begini ” jangan ceritakan deritaku kepada rakyat, biarkan rakyat yang menilai , yang ku ingin indonesia tetap bersatu ” ya toh

nyebar godhong lemtoro cekap semanten atur kulo,
ngaturaken gunge samudra pajenengan sami, nuwun
wass wr wb

129. Ngabehi Kiduling Mesjid - 10 Juni 2008

yes mas hidayat, diomelin aja itu tuhan yang jahat2 biar tau bener salah.Memang lagi musim banyak tuhan ini, yaaach yang penting kita berusaha untuk selalu mangayom kepada Gusti Maulana Mulyaningrat yoiku Gusti Ingkang Moho Agung.

130. endang - 10 Juni 2008

mbak wisnu, bulan agustus mo lihat bonzainya

131. bustanus - 11 Juni 2008

belajar kerukunan umat beragama dari siti jenar :
Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat
masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap
pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa. Hanya saja masing – masing
menyembah dengan menyebut nama yang berbeda – beda dan menjalankan
ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh karena itu, masing – masing
pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk mendapat pengakuan bahwa
agamanya yang paling benar.
Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih
mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang beribadah
dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa disebut ikhlas.

Iki penemu sing bener, yen kabeh titah darbeni pemikiran sing koyo
ngene
Niscoyo bebrayan Agung ing ndonyo iki bakal ayem tentrem kalis ing
rubedo

Bejo banget yen ono titah e Gusti Kang Akaryo Jagat iso numindak ake
koyo
opo sing diwejang ake Njeng Syeh Siti Jenar iki.

Mugo-mugo sing darbeni ati sing resik,lan mangerteni ubah musik e
kahanan,
bakal kajangkung uripe.

132. 3yoga - 11 Juni 2008

mas bustanus,
salam

kalau yang ini aq setuju azzah, yang penting mereka juga tetap menyembah zat Yang Maha Kuasa, dan tidak mengganggu umat yang lainnya.
Syetan aza yang jelas2 mahluk penggoda masih diberi tempat (kesempatan) oleh Allah dan dibiarkan berkeliaran untuk mengganggu manusia.
sementara saudara kita ahmadiyah belum tentu juga mereka salah, toh mereka juga tidak mengganggu, karena kesalahan atau kebenaran (mutlak) hanya milikNya, kita manusia hanya mengira-ira kebenaran dengan keyakinan yang kita anut.

kita jangan mengulangi kesalahan2 masa lampau dengan menuding orang yang tidak sepaham dengan kita itu adalah salah atau sesat, kata “simbah” kita jangan coba mewakili Tuhan untuk menentukan salah – benarnya, apalagi (menghukum) dengan kekerasan.

salam

133. hidayat - 11 Juni 2008

rahayu poro kadang..
matur suwun mas ngabehi,,, nasehatnya saya akan selalu mengayom pada gusti maulana mulyoningrat, berdoa untuk keselamatan diri, keluarga dan masyarakat.

semua berkumpul disini mas ngabehi,,, berapapun usia mas ngabehi saya panggil mas ya….sy tahu anda lebih tua dari saya, dari tulisan anda , anda berpotensi untuk teropong…

tidak selamanya harta yang banyak yang katanya membawa kemulyaan ternyata mengantar kita untuk menyambut “malapetaka”, mari semua gunakan harta kita untuk beribadah, menolong sesama, memajukan bangsa… perbaiki kelakuan dan doa keselamatan.

dari kompas.com saya ikut mengucapkan belasungkawa kepada saudara kita di sudan atas terbakarnya pesawat sudan airways yang menelan korban lebih dari 120 jiwa.. negeri kaya minyak.

tulisan saya 7 juni “gentenge dibenaake yo iki opo kang jare asile poro wong oleh kamulyan” saya takkan mengatakan sevulgar pesawat mas kalam, saya tak juga punya ilmu memagari genteng agar tidak kejatuhan he he he

nyebar godong lemtoro, sabar sauntoro
yu painten kulakan klopo cukup semanten atur kulo
nyuwun gunge samudra panjenengan sami, nuwun..
wass wr wb

134. nona wisnu wardhani - 11 Juni 2008

to mas hidayat ama mas endang
boleh2 klo gue g balik pulang ya..

135. siliwangi - 11 Juni 2008

Mas Hidayat Kalo ngomong Bahasa Jawa tolong sama Artinya donk soalnya kalau ada yang ngomong pake Bahasa jawa Jidatku langsung mengkerut alias kagak ngarti he..he..he…….kalau Wisnu sih kayaknya masih mending soalnya khan dia kulnya di Jogja jadi dikit2x rada ngarti bahasa jawa ya..gak Non ?

Wis , Nama Asli Gue Kurniawan Saputra

Salam

136. nona wisnu wardhani - 11 Juni 2008

to siliwangi
oooooooooooo
nama lu kurniawan saputra ya ??
gue panggi mas awan ya ?! lebih enak gitu
soal bahasa gue emang ngerti tapi dikit itu aja jawa kasar klo kromo inggil gue g ngerti, coz dikampus orang2nya pakenya bahasa indonesia dan bahasa jawa kasar ( kowe , aku ) sebangsa itu deh
klo kromo inggil gue g ngerti ( g ada yang ngajarin )

137. Sugimo - 12 Juni 2008

Karena banyak orang rela/mau/ikhlas berbagi neraka dan tidak rela/mau/ikhlas berbagi surga (meskipun hanya beranggapan) dan ini sudah menjadi budaya bayak orang yang sudah mendarah daging.
Budaya biasanya (tidak selalu) dapat dirubah melalui evolusi.
Mungkin diperlukan Revolusi untuk merubah segalanya menjadi lebih baik atau menjadi baik.
Agar generasi baru yang idealisminya (system nilainya) masih luhur tidak terkontaminasi dengan idealisme umum yang sudah membudaya tersebut.
Harapan tulisan saya ini tidak menjadi kenyataan.
Thanks

138. Siwa Buddha - 14 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

139. Siwa Buddha - 14 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

140. Siwa Buddha - 14 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

141. hidayat - 14 Juni 2008

rahayu….
untuk mas siliwangi…. maaf kadang lupa saya kalau yang baca juga bukan orang jawa. ya nanti saya terjemahkan semua dengan bahasa indonesia….. thanks masukannya.

untuk mbak wisnu : boleh tahu sedikit apa sebab anda menusuk guru anda? yah dikit aja. dan bagaimana kata psikiater yang saya sarankan kemarin?

mas siwa buddha anda hebat sekali tulisannya, bisakah anda upload karya anda dalam web agar saya bisa copy buku anda, tolong juga dijelaskan dengan bahasa yang lebih gampang dimengerti tentang 10 nasehat gotama , agak lebih panjang dikit nggak apa-apa, ada juga yang lihat tulisan anda siang dan malam

mas siwa buddha bagaimana tulisan anda dibawah ini “………Dalam kasus pasangan-kekasih yang berselingkuh, ‘roh’-nya telah berubah, perasaan, pikiran, kesadarannya telah berubah, tergoda ‘objek’ lain…sehingga ia berselingkuh, mengkhianati… Seseorang yang belum menembus kesunyataan, akan bersedih menghadapi fenomena ini, bagi yang tercerahkan, ia memahami dan menanggapinya sebagaimana fenomena alam apa adanya ).

menurut saya anda aneh sekali… lha wong pacar / istri selingkuh kok dianggap biasa? andapun mungkin akan melakukannya, itu namanya orang nggak main perasaanya mas? gak tepak.(nggak pas) menurut ilmu yang saya terima,: peristiwa itu harus ditegur atau dihukum karena melakukan pelanggaran hukum, pelanggaran nilai pancasila, dan ……….. moral kata mas marijan…..

juga tulisan anda sbb : “………Kebanyakan orang merasa bahwa kebahagiaan adalah terdapat dalam kekasih, sehingga ia bersandar kepadanya. Yang bersandar terhadap objek / sesuatu / seseorang diluar dirinya tidaklah mengerti,”

menurut saya anda lebih aneh sekali , nafsu itu karunia tuhan allah mas, masak nafsu suatu ketidak mengertian tuhan… contohnya begini bagaimana kita nggak nyinta wanita kita kan butuh menikah dan punya anak, berketurunan. hidup dimulai kisah cinta orang tua kita atau nafsu atau nikmat, hidup dimulai dari senang , hidup harus senang dan hidup harus diakhiri dengan senang…. siapa yang nyuruh susah …. atau tidak senang, tidak punya cinta ….adakah tuhan yang menyuruh begitu? menurut ajaran yang saya terima nafsu itu dipelihara , diatur, dilestarikan agar menimbulkan kehidupan dan sorga, jadikanlah keadaan dibumi seperti disorga , karena yang punya hidup itu tuhan, nafsu yang berlebihan itulah yang dilarang…

untuk mas GIMO ARJUNO… kerusakan kita adalah kerusakan sistem yang terdiri dari sub sistem, seperti mobil rusak , nggak beres semua mulai sistem bahan bakar, pelumasan, pendinginan, pengapiannya …., yang kita butuhkan adalah onderdil mobil yang berkualitas dan teknisi yang andal. bukan menukar mobil kita dengan yang baru. revolusi membutuhkan biaya dan pengorbanan yang besar….

maaf kbyakan nulisanya,,,
wass wr wb

142. nona wisnu wardhani - 15 Juni 2008

to mas siwabudha
mau dong klo gratisan
hehehehee….. gue dah kirim emailnya, bales emailnya ya…

to hidayat
” untuk mbak wisnu : boleh tahu sedikit apa sebab anda menusuk guru anda? yah dikit aja. dan bagaimana kata psikiater yang saya sarankan kemarin?”
apa urusan lu ??
untuk apa psikiater ?? gue ini juga psikiater…
mas mo gue bantu g ?? temen2 gue dah banyak yang nyoba dan nyatanya berhasil kok….
gimana ??

143. Siwa Buddha - 15 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

144. Aradea - 15 Juni 2008

Tuk Siwa Buddha
Ulasanmu menarik menambah wawasan. Tapi kenapa unsur kebencianmu nampak sekali…sangat jelas loh.
Don’t judge a book by its cover… , itu saranmu untukku, tapi kenapa kau juga masih melihat sesuatu dari kovernya?…kalo gak percaya, cek aja sendiri dari seluruh komentarmu. Tapi kalo kau sudah ngerasa benar, sudah ngerasa kau melihat sesuatu langsung ke isi gak usah kau cek komentar – komentarmu..capek lagi.

Hubungan sex, itu salah satu contoh kau masih melihat sesuatu dari kover dan kebiasaan.

145. Siwa Buddha - 15 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

146. hidayat - 16 Juni 2008

rahayu….
untuk siwa buddha anda sudah menerangkan tentang 10 pesan sang buddha gotama… terima kasih,
anda byk menjelaskan tentang, darma, karma, dukkha, nirvana dan yajna. semua udah sy baca.

sy ingin diskusi dengan anda untuk bebarapa sesion lagi.
sy ingin kita dalam level diskusi ok, seperti kata anda kalau kita pada level kesucian kita takkan berdiskusi sy sepaham dengan hal itu.

ada beberapa level dalam pencerahan kebenaran gampangnya begini:
1. level bertanya
2. level diskusi konflik, yang byk kata-kata kasar keluar dalam diskusi
3.level diskusi pengetahuan yang berfungsi saling belajar dan mengisi.
4. level keghoiban/ perasaan
5. level penyucian : tdk ada bicara dan komentar hanya diam melulu.

kita masuk pada level 3 saja, diskusi mengharap pengetahuan baru dari saya dan diri anda. dalam hal ini yang diharapkan adalah “PROSES” diskusinya bukan “HASIL AKHIR” menang dan kalah, hal ini tidak penting bagi kita . anak muda lebih suka nonton “film proses” dari pada film hasilnya misalnya tentang kehamilan. aborsi, kena hiv ya kan.he he he.

dlm diskusi sy selalu beranggapan kita sama belajar, nggak lebih pinter atau kurang pinter, ada sikutan sedikit kita harap saling memaklumi tak perlu saling esmosi oke. , pemberitahuan sy ttg gaya menulis sybegini : dengan sederhana, suka humor dan menambahkan kejelasan, obyektif/ tidak lebih tdk kurang, bertanya , mewartakan rahasia dengan simbol dengan harapan tulisan lebih menarik.

pada level leve diatas itu tdk ada anggapan satu lebih baik dari yang lainnya semua adalah proses dan perjalanan. seperti tingkat SD, SMP,SMU . tdk ada ceritanya smu lebih baik dari sd atau smp, seperti juga ajaran siti jenar dan walisongo menurut saya peribadi tdk ada yang lebih baik. seperti kopi dan gulanya. islam seperti saya adalah “satu “hanya sekolahnya saja yang berbeda sehingga menimbulkan penafsiaran berbeza tentang islam.

pertanyaan berikutnya yaitu: saya melihat beberapa bhante kelas tinggi meninggal dengan biasa tanpa moksa , apakan ini bentuk kegagalan dalam belajar?
sementara itu dulu… besok atau nanti disambung…

“witing trisno jalaran soko kulino” (timbulnya cinta karena kebiasaan)
wass wr wb

147. Siwa Buddha - 17 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

148. Siwa (paman) - 17 Juni 2008

mas siwa buddha, tolong dech jelasin surga dan nirwana dimananya alam semesta ini?

149. Sugimo - 17 Juni 2008

Jika pemahaman/pengertian bahwa Surga sama dengan Nirvana, sama dengan Moksa, sama dengan Manunggaling Kawulo Gusti, sama dengan asal dari Tuhan Kembali ke Tuhan, sama dengan istilah-istilah lain-lainya (terserah), maka “tidak ada perbedaan”.

Jika seluruh ajaran/kaweruh pemahaman dan pengertiannya menuju kesana pasti “ada putaran sempurna yang harus dapat dilalui”.

Jika kedua jika diatas tidak. maka “berbeda”.

Thanks

150. linggawardanasahajakers - 17 Juni 2008

trance position…poros langit menjulang ke angkasa…maka agama baru pancasila telah ada…semua berbeda menjadi satu juga…mak hindarilah pertengkaran antar aliran itu….ingatlah hari ini..

maka hari ini adalah jiwa – jiwa pancasila itu bangkit menjadi dasar utama beragama..apakah kalian lupa…..

aku aldah aliran utama … akulah syeh jenar..akulah tantular…akulah muhammad…akulah ia…akulah Pancasila…

maka sujudlah kau padaku sebagai bagian aku menjdaid aku….

brastyamikalounnakun nilumiayadianyat……menggunakan salam rasa pemilik rasa itulah kita….kita lah negara perang dunia ketiga yang menang menjadi negara….

adidaya….pancasila telah bangkit…pancasila telah bangkit..pancasila telah bangkit……maka agamakanlah ia pancasila….

jika kau bertanya apa agamamu…..agamaku adalah pancasila..aliran hindu asal islam….ayahku tao, dan akulah cina akulah india, akulah arab akulah Indonesia…akulah yerussalem,…maka Pancasila telah bangkit……

dalam segenpa jiwa raga sujudanlah 5 waktu padaku dengan bernagai mu karena itu berasa dariku islam ku…
damailah bagai umat hindu…aliranku….

zion adalah aku…kita adalah negara fasis…..negara yang punya satu agama ibu yaitu pancasila…..

sutasoma 11:52…

ttd ida bagus lingga kusmetri wardana….

atas nama bangsa Indonesia….

soekarno….

trance position….

151. linggawardanasahajakers - 17 Juni 2008

sorrryyy diatas lagi kseurupan atau trance kali….maaf ada salah salah kata….

salam damai…. 3 pm…..

152. hadi adi - 17 Juni 2008

iya, lalu nirwana itu dimananya alam semesta? ini bener2 tanya lho!!

153. RADHITE - 17 Juni 2008

FOR hidayat – Juni 14, 2008
rahayu….
untuk mas siliwangi…. maaf kadang lupa saya kalau yang baca juga bukan orang jawa. ya nanti saya terjemahkan semua dengan bahasa indonesia….. thanks masukannya.
untuk mbak wisnu : boleh tahu sedikit apa sebab anda menusuk guru anda? yah dikit aja. dan bagaimana kata psikiater yang saya sarankan kemarin?
mas siwa buddha anda hebat sekali tulisannya, bisakah anda upload karya anda dalam web agar saya bisa copy buku anda, tolong juga dijelaskan dengan bahasa yang lebih gampang dimengerti tentang 10 nasehat gotama , agak lebih panjang dikit nggak apa-apa, ada juga yang lihat tulisan anda siang dan malam
mas siwa buddha bagaimana tulisan anda dibawah ini “………Dalam kasus pasangan-kekasih yang berselingkuh, ‘roh’-nya telah berubah, perasaan, pikiran, kesadarannya telah berubah, tergoda ‘objek’ lain…sehingga ia berselingkuh, mengkhianati… Seseorang yang belum menembus kesunyataan, akan bersedih menghadapi fenomena ini, bagi yang tercerahkan, ia memahami dan menanggapinya sebagaimana fenomena alam apa adanya ).
menurut saya anda aneh sekali… lha wong pacar / istri selingkuh kok dianggap biasa? andapun mungkin akan melakukannya, itu namanya orang nggak main perasaanya mas? gak tepak.(nggak pas) menurut ilmu yang saya terima,: peristiwa itu harus ditegur atau dihukum karena melakukan pelanggaran hukum, pelanggaran nilai pancasila, dan ……….. moral kata mas marijan…..
juga tulisan anda sbb : “………Kebanyakan orang merasa bahwa kebahagiaan adalah terdapat dalam kekasih, sehingga ia bersandar kepadanya. Yang bersandar terhadap objek / sesuatu / seseorang diluar dirinya tidaklah mengerti,”
menurut saya anda lebih aneh sekali , nafsu itu karunia tuhan allah mas, masak nafsu suatu ketidak mengertian tuhan… contohnya begini bagaimana kita nggak nyinta wanita kita kan butuh menikah dan punya anak, berketurunan. hidup dimulai kisah cinta orang tua kita atau nafsu atau nikmat, hidup dimulai dari senang , hidup harus senang dan hidup harus diakhiri dengan senang…. siapa yang nyuruh susah …. atau tidak senang, tidak punya cinta ….adakah tuhan yang menyuruh begitu? menurut ajaran yang saya terima nafsu itu dipelihara , diatur, dilestarikan agar menimbulkan kehidupan dan sorga, jadikanlah keadaan dibumi seperti disorga , karena yang punya hidup itu tuhan, nafsu yang berlebihan itulah yang dilarang…
untuk mas GIMO ARJUNO… kerusakan kita adalah kerusakan sistem yang terdiri dari sub sistem, seperti mobil rusak , nggak beres semua mulai sistem bahan bakar, pelumasan, pendinginan, pengapiannya …., yang kita butuhkan adalah onderdil mobil yang berkualitas dan teknisi yang andal. bukan menukar mobil kita dengan yang baru. revolusi membutuhkan biaya dan pengorbanan yang besar….
maaf kbyakan nulisanya,,,
wass wr wb
———————————————————
NGAPUNTEN MAS, SEBELUMNYA, APAKAH PANJENENGAN PERNAH MENCOBA PSIKIATERNYA ???????? MUNGKIN SAJA TIDAK MANJUR

154. hidayat - 17 Juni 2008

rahayu…
untuk mas radhite…..
siapa yang yang anda maksud , katanya psikiaternya itu mbak wisnu wardhani. katanya sy disuruh kesana,,, he he he.

untuk mas siwa buddha,: terima kasih penjelasannya kini saya mengerti bahwa moksa bermacanm3: moksa, adimoksa dan paranamoksa. baiklah kalau begitu orang meninggal biasapun bisa dikatakan moksa. masalahnya raja raja hindu hampir semua kisahnya moksa dgn parana moksa.

sebenarnya sy jelaskan kalau pada kata “menurut ajaran saya ” itu kurang tepat , yang tepat ” menurut penafsiran ajaran yang sy terima ” tapi maklum simpelnya ya ” menurut ajaran saya ” lebih gampang dimengerti.

anda mengatakan 3 api penyebab kehidupan : loba, dosa, dan moha saya tafsirkan sebagai hal negatif jadi seolah olah kehidupan ini negatif. sesuatu yang negatif menurut ajaran anda. apakah anda ingin menambahkan tentang asal kehidupan mengingat ajaran saya kehidupan ini positif dan negatif yang berkontak menghasilkan kehidupan seperti listrik plus + dan minus -, adanya accu menyebabkan nyala api (hidup) , antara setan dan malaikat, antara 2 bagian hidrogen bermuatan + dan 1 bagian Oxigen bermuatan – membentuk air sumber kehidupan… how do you think about this ?

kata -kata anda 3 api diatas mirip dengan kata-kata dalam buku siti jenar sbb: ” hidup ini sebenarnya mati, justru matilah sebenarnya hidup yang kita harap dan nantikan ” makanya byk penganut siti jenar salah tafsir pd masa kewalian dengan ingin cepat mati mereka merampok dan berkelahi.
juga mirip dengan kata pengawam ” hidup ini sebenarnya neraka bagi mukmin/ pengikut taat agama, kematianlah tempat sorga yang nyata”.

sedang menurut saya : hidup inilah surga yang nyata ada, neraka yang nyata ada, yang diimpikan / cita cita utk samsara ( tumimbal lahir). menebus dosa dan menolong semua orang dan mahluk, kesempatan melakukan darma.

dalam semedhi anda mengatakan mendapat Yajna, yang melebihi kebahagiaan di 31 alam, termasuk kebahagian hidup saat ini , juga kebahagiaan perumah tangga, sy menilai kebahagian yajna tak lebih dari sifat individulis, seorang pendiam diri dan cuek di masyarakat. atau ketidak pedulian…. bukankah kita bahagia ketika melihat orang berbahagia, menolong orang, mengasihi yatim piatu,dan dhuafa, mendoakan kesembuhan orang sakit……. how abaout this? sementara itu dulu mohon tanggapan saudara siwa buddha, pertanyaan mas paman siwa juga mohon dijawab, juga hadi adi.

untuk mas gimo…. ada juga kesamaan, sy harap lebih dari beda dan samanya moksa , manunggaling kwg mas gimo , mungkin byk pengetahuan baru lainnya. dari diskusi ini.

mas gantharwa nuwun sewu dulu ya agak panjang.

mas linggawardanasahajakers : nah ini yang namanya sukarno beneran, peace. setuju………
trancenya pakek nggereng-gereng enggak , kalau iya nanti tak musuhin sama macan gembong pancoran he he he guyon lho ah….

mas dhimas wibowo kapan menulisnya tak tunggu lho…..

wasalam wb

155. Gantharwa - 17 Juni 2008

Saudara Hidayat..

Tidak masalah, tidak perlu minta maaf, silahkan diskusi..

Salam

156. linggawardanasahajakers - 18 Juni 2008

bagaimana dengan agama pancasila, apakah ada komentar??
saya dapat berdiskusi dengan forum lain…sebagian besar kontra dengan pancasila dijadikan agama……

saya juga sih punya keinginan mau nyait bendera merah putih degnan pancasila….buat sejarah sekali kenapa kek…..

hehehehe….salam pancasila sakti…

kitab suciku sutasoma…ada yang tau dapetnya dimana??

157. linggawardanasahajakers - 18 Juni 2008

Pancasila sakti??mohon commentnya???
bagai burung terbang di angkasa…
itulah tinggi cita sebuah asa…
menjadikan benak filosofi kehidupan…
maka terpejam mata menantikan genggaman…

tuhan maha esa…..
adalah jaya semata…
tiada Tuhan selain Ia…..
maka Ia adalah adanya….

bahwa semata hidup demi sebuah beradab….
rantai kecil mengekang jaman….
janganlah jadi manusia biadab…
dalam langkah kecil menuju aman…..

persatuan Indonesia ku…
menjadikanku sanubariku…
patut patuh patju…
dalam satuan balutan hegemoni tak semu….

benarkah ada kebijaksanaan rakyat…
jika makrifat tidak diucap….
benarkah ada kebijaksanaan rakyat…
moksatharm jagat iti darma inucap….

kesejateraan sosial adalah akhir tujuan…
mengandung makna kesempurnaan…
melangkah takjub dalam kesetaraan…
merangkai kata dalam sinar suci Tuhan….

adakah rasa itu…
adakah rasa itu….
pastinya ada rasa itu……..
maka majulah pancasila sakti….
berdiri tegak lapangkan insani…..
menuju madani..

sekalian nulis sajak buat pancasila sakti….

158. 3yoga - 18 Juni 2008

siwa buddha said :

Itu sebabnya, ada ajaran yang hidup di masyarakat Jawa kuno untuk “ Ora penginan “ ( Tidak bersifat selalu ingin sesuatu ).

Selama seseorang terikat dengan keinginan atau kemelekatan, orang itu sama dengan menimbun kegiatan Karma baru yang pasti terwujud dalam bentuk seseorang atau bentuk yang lain dalam lingkaran kelahiran dan kematian ( samsara ) yang terus menerus.
Bila semua bentuk keinginan dibasmi, daya kemampuan Kamma berhenti bekerja, dan seseorang telah mencapai Nirvana / Nibbana ini, maka ia terlepas dari lingkaran kelahiran dan kematian.
————-
apakah yang dilahirkan kembali berarti masih belum suci ???
apakah setiap orang (yang masih hidup) harus menahan keinginan dan nafsu tersebut sehingga bisa mencapai tingkat kesucian ????
LAH kalau begitu, ngapain pula kita disini menantikan adanya SP yang menjanjikan kemakmuran dunia ????
KALAU semua orang bersikap seperti ini, lalu siapa yang boleh punya nafsu kekuasaan (untuk membuat negeri ini makmur) ??? apakah orang tersebut juga akan tumimbal balik lagi karena masih mempunyai nafsu (keduniawian = “salah satunya” kekuasaan).

inilah yang aku maksudkan bahwa semakin tinggi spiritualnya, maka dia akan menarik diri dari keduniawian, pingin bermain cantik dan tidak ingin lagi mengotori tangannya dengan keduniawian.
menjadi manusia yang egois, untuk dirinya sendiri dalam mencapai nirvana ????

salam.

159. Siwa Buddha - 19 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

160. hidayat - 19 Juni 2008

rahayu….

untuk mas linggawardhanasahajakers : setuju sekali kalau itu memang baik untuk kejayaan negeri, dari mana anda dapat kitab sotasoma karya pu tantular itu? apakah anda mencuri dari musium , apakah anda cucu pak karno, pak karno kan putra bali juga?……
di sini diwilayah karisedenan kediri tepatnya di begadung anjukladang memang petilasan sri baduga maharaja pu sindok byk batu tulis, ada juga penduduk yg berkatepe agama pancasila.. sy kira banyak juga diwilayah lain.

untuk mas siwa budha: terima kasih keterangannya ternyata sama juga pengertian tentang surga, sy dpt tambahan tentang 5 kesempurnaan,….

saat jadi ingat film “little buddha” ketika mengayuh perahu ada seorang penyetel alat musik siter begini, stelan jangan terlalu tegang nanti putus, juga jangan terlalu kendor nanti tak bunyi”
yg akhirnya anda tunjukkan tentang 8 jalan kemuliaan… itu sama arti dengan saya bahwa tidak boleh berlebih-lebihan dalam segala hal… dilambangkan dengan dilarang makan daging babi…. maksudnya jangan berlebih lebihan seperti sifat babi… juga tentang yajna di hindu mengorbankan ayam dan itik juga babi dalam ibadah tertentu mungkin punya maksud sama, ….

pencapaian janha yang anda maksud sama dengan ajaran saya, nur janah/ nur jana artinya cahaya surga, nama surga byk sekali misalnya janna, kudus dll sy lupa,… EGP ah…..

kalau anggarda paramitha itu apa?… dalam riwayat pengalaman ghoib saya , sy pernah bertemu roh pemuda bernama sangkara, apakah dibudha ada tokoh itu?

sy pernah dengar “isi berarti kosong dan kosong berarti isi ” kalimat apa itu, larangan, anjuran, filsafat, sifat alam , kalimat penghibur, atau apa,,, apa manfaat kalimat itu dalam hidup sehari-hari?

dalam film itu juga ketika ibu gotama mengandung, sebelumnya bermimpi perutnya dimasuki gajah, dan dari 100 peramal 99 meramalkan sianak akan jadi raja, dan 1 peramal meramal akan jadi biksu,, apakah kejadian ini punya filosofi? apakah buddha itu titisan ganesha? ada yg bilang buddha titisan wisnu gmna menurut anda?

anda kenal sekali menyebutkan penyakit ditulisan tulisan anda , bagaimana soal asal muasalnya penyakit, apa anda punya toko obat… ah guyon ini….he he he

bagaimana menghilangkan perasaan takut mati, tua dan sakit ?
simpelnya bgmana seperti apa yang dilihat pertama oleh gotama?

matur suwun
wass wb

161. hadi adi - 19 Juni 2008

Mengenai Nirwana :
Berpredikat menderita karena TUHAN atau melepaskan penderitaan karena TUHAN?

162. Sugimo - 20 Juni 2008

Anggapan Vs Kasunyatan (hakikat) :

Kebenaran yang masih berbatas/bersyarat, berarti (adalah) Kesalahan.
Yang takberbatas/takbersyarat, berarti (adalah) Kebenaran.

Isi yang masih berbatas/bersyarat, berarti (adalah) Kosong.
Yang taberbatas/takbersyarat, berarti (adalah) Isi.

Berbatas/bersyarat berarti (adalah) Anggapan.
Yang taberbatas/takbersyarat, berarti (adalah) Kasunyatan (hakikat).

163. Sugimo - 20 Juni 2008

Jika pemahaman/pengertian bahwa Tuhan, Allah, Gusti, Herucokro, istilah-istilah lainnya ( terserah ) sama dengan Budi maka tidak tepat Tuhan dijadikan kambing hitam.

Bertanyalah kekedalaman Budimu tentang pemahaman/pengertian Tuhan.

Thanks

164. Lingga Wardana - 20 Juni 2008

sutasoma ga ada dijual di pasaran…perlu ada yang meneliti tuh kitabnya….ntar saya hunting mencari kitab kitab terdahulu….

nmumpung sudah ditasbih menjadi wintenan hindu….jadi boleh baca kitab tersebut…..

165. 3yoga - 20 Juni 2008

siwabuddha said :

Jika SP menjanjikan kemakmuran dunia, maka seharusnya manusia2 seperti Soeharto, yang ( sebagian-orang ) menyebut sebagai “Bapak-Pembangunan”, sudahlah cukup disebut SP.

Kalau menurut saya, “PUAS” adalah lebih dari cukup. Dalam “PUAS”, kita berbahagia, tidak mengeluh kekurangan, tidak cemas, tidak ‘meledak’, tidak ‘bergelegak’… Ini sebenarnya arti dari “ tidak ada rakyat yang mengeluh ‘kurang’ “ ( Salah satu syair / ayat dari Serat Jayabaya mengenai kedatangan SP ).
—————————
kalau menurutku, “PUAS” adalah bahasa untuk bathin kita (rohani) dimana kata tersebut bersifat relatif bagi masing2 orang, dalam kondisi apapun bila mana spiritualnya tinggi, maka dia sudah puas, tidak perlu jamannya apapun (penjajahan maupun kemerdekaan) mereka (spiritualis) pasti juga sudah puas. kelompok ini sudah tidak perlu 3ta (harta, tahta dan wanita).
sementara kata “makmur” cenderung keduniawian, bahasa tersebut lebih bisa terukur (kwantitatif), orang yang belajar ekonomi (ilmu dunia) pasti bisa mengukurnya, sementara sepengetahuanku (kelompokku) masih butuh 3ta tersebut.
harta : untuk beli laptop, rumah, mobil, dan menyekolahkan anak, beramal, (berhaji kalau mungkin) dan bisa juga untuk membangun negeri ini, iuran pajak, dll.
tahta : untuk memberikan arahan kpd bawahan, staff, menjelaskan visi dan misi, dll.
wanita : untuk motivasi, regenerasi, membina dan membimbing anak2, dst

jadi apakah SP akan (atau bahkan sudah) muncul “hanya” untuk memberikan ke “PUAS”an (rohani) atau kemakmuran (dunia) …….. ????
jadi kalau orang (seperti Soeharto) sudah bisa dianggap SP, maka kita tidak perlu repot2 mempersiapkan untuk penyambutannya ???

mohon para kadang bisa membantu menjelaskannya.
salam.

166. hidayat - 21 Juni 2008

rahayu…
mana mas siwa buddha . mungkin kena trojan atau virus auto run.inf
payah memang sering kena itu bisa-bisa macet……. laptopna….

mas triyoga memang sebaiknya kita sebagai warga negara apalagi pemuda harus bernafsu membangun negara dan menunggu satrio piningit siapa tahu sp nya mas siwa buddha sendiri atau mas gimo atau mastriyoga ,,,,, kalau iya siapa mau berkata tidak…

kinilah yang sy maksud berdiskusi seperti ini yang saling mengisi, silahkan saudara semua menulis tanpa harus takut di kata-katain oleh yang lain…. kita harus rukun, kalau ada yang kesikut sedikit harap maklum dan
dianggap saling memaklumi…. kita ingin tambah pengetahuan baru….. ya kan..

mas lingga wardhana kapan menjelaskan kitab sotasomanya? sy menunggu anda?……….

mas mulyono sy pengagum tulisan anda…. terutama tentang kisah hikmah ibu bermata satu, dan kata anda “……. mengatur orang lain memang kebanyakan perilaku orang, tapi mengatur diri sendiri hanya sedikit yang orang lakukan….. ” ya

where there is a will there is a way
(dimana ada kemauan disitu ada jalan)

wass wr wb

167. Siwa Buddha - 22 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

168. Siwa Buddha - 22 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

169. slamet - 22 Juni 2008

Mas Mod,
Coba dong kasi benang merahnya…
Ini lama2 kok kayak pendoktrinan ya…
bukannya disini buat diskusi…
semuanya kayaknya musti ngikut sm si ‘tamu’ ini ya…

mudah2an tamu lain gak salah tangkep..
dan tetep bisa mengeluarkan pendapat ataupun unek2nya
supaya ngangsu kaweruh nya ttp jalan…

lama2 aku males baca tulisan si Siwa Buddha…
permainan kata2 doang….
capek liatnya…
Kenapa dia gak bikin web sendiri
supaya bisa tulis yang dia suka…

Kenapa dia gak bikin web sendiri trus tulis apapun semau dia…
kurang etis juga kalo bertamu trus bertingkah kayak tuan rumah…

Waktu aku ke Vihara Theravada di Parongpong – Cimahi ,
setelah main coin aku dapat ‘mesagenya’…
kira2 begini:
“seseorang yang telah mencapai kepenuhannya akan diam ..
tidak banyak bicara.. dan itu sudah cukup buatnya…

170. Hadi Adi - 22 Juni 2008

Mengenai Nirwana:
Berpredikat menderita DARI TUHAN Atau melepaskan penderitaan DARI TUHAN?

171. Siwa Buddha - 22 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

172. hidayat - 23 Juni 2008

rahayu…

untuk mas siwa buddha pada tgl 22 juni anda byk bercerita ttg yesus

pada tulisan anda sbb:

“Selintas mengenai Kristus. Menurut beberapa ilmuwan, para ahli-sejarah, dan kebanyakan orang India, sebelum disalibkan dan sesudah disalibkan, beliau ini banyak melawat ke India, ke Himalaya, dan tanah-tanah Buddha………………….. ‘The Lost-Years’, ‘tahun2 yang hilang’, yaitu masa kanak2 Yesus hingga Ia dewasa ( cut-off waktunya adalah setelah berdebat di bait Allah ( kurang lebih usia 11 tahun ) s/d Dewasa yang tiba-tiba muncul dan mengajar bangsa Yahudi, masa2 itu adalah masa yang tidak pernah diceritakan oleh Alkitab dan oleh pihak Gereja / atau Vatikan. Gereja / Vatikan cenderung untuk menghindari pembahasan masalah ini, entah mengapa…

sepertinya menurut anda yesus itu byk belajar dari ajaran buddha, anda mencurigai Vatikan telah menutup-nutupi kejadian ini,..sy kok belum percaya tentang kejadian itu, karena yesus diyerusalem jauh sekali dari india belum ada pesawat waktu itu…kalau sekarang mungkin hanya 4 jam dari yerusalem ke bombai.

terima kasih mas siwa atas pemaparan tentang satrio piningit.. baru pertama ini saya tahu seseorang begitu jelas dalam menjelaskan jongko joyoboyo.
Tentang sp saya belum bisa menjelaskan, jadi hanya kata – kata “siapa tahu” …..siapa tahu” …… jangan bosan ya..
seperti pada kalimat ” yuk jalan-jalan ke dago,BIP,Pondok kelapa. siapa tahu dapat kenalan cewek..kalau ya siapa mau bilang tidak….”
bisa aja asal kantongnya tebel, tampangnya keren……

untuk mas slamet silahkan join ,menulis dan diskusi, mohon maklum mas siwa buda “begitu” tapi dia punya byk pengetahuan lho.. saya tahu ada akan menuliskan “itu” makanya sebelumnya saya katakan pada tgl
16 juni hidayat said :

“ada beberapa level dalam pencerahan kebenaran gampangnya begini:
1. level bertanya
2. level diskusi konflik, yang byk kata-kata kasar keluar dalam diskusi
3.level diskusi pengetahuan yang berfungsi saling belajar dan mengisi.
4. level keghoiban/ perasaan
5. level penyucian : tdk ada bicara dan komentar hanya diam melulu.

kita masuk pada level 3 saja, diskusi mengharap pengetahuan baru…”

“penguasa alam tolong pegangi aku , biar kutak jatuh pada sumur dosa….”

sampun nggih….
jayalah negeriku…
rukun dan guub rukun mbangub projo..
wassalam wb

173. Gantharwa - 23 Juni 2008

Saudara Slamet…

Semua bebas memberikan komentar, mau panjang atau pendek… kalau merasa tidak perlu dibaca, ambil kesimpulan saja, tidak perlu di baca semua..

jadi jangan merasa ada di doktrin, tapi lebih kepada ini adalah ajang berbagi. Semua bisa menyajikan hidangan yang paling enak, tapi mau makan atau tidak, kembali kepada kita sendiri. Anggaplah sebagai Iklan saja.

Salam

174. hadi adi - 23 Juni 2008

he..he..he..

175. Siwa Buddha - 24 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

176. 3yoga - 24 Juni 2008

tuk mas siwa buddha,

hehehe, jangan mutungan karena satu orang.
memang ada kalanya orang bertanya dengan lemah lembut enggak dapat tanggapan karena kurang menarik, sehingga mereka harus dengan cara lain, misalnya seolah seperti nge tes, tetpi sebenarnya masih dalam konteks bertanya kok.

aku rasa mas siwa buddha bisa beber disini, bila dirasa asing (aneh)sehingga banyak orang yang kontra lalu “dikeroyok”, dan bila bisa dijelaskan secara gamblang, maka ke “aneh” an tersebut akan sirna dengan sendirinya, dan berubah menjadi kaweruh yang sangat berharga semua yang baca.
yang ngeroyok juga bukan berarti benci atau anti, tetapi mencoba untuk mencari jawaban, bahkan mungkin juga bisa menyempurnakan kaweruh tersebut menjadi lebih baik.

salam hangat tuk mas siwa buddha

177. janni - 24 Juni 2008

Aku pernah dengar lihat di toko buku Budha ada buku yang ttg Yesus yang sempat mampir ke india .. bukunya belum sempat kubeli…ada kadang yang pernah baca juga tidak?? aku hanya sekedar pingin tau aja…

Soal tulisan Siwa Budha…
betul kan aku bilang dia pasti kangen sm kita2…
(hayo ngaku aja….hehe)

aku diingatkan dalam proses belajar ‘dengarkan ucapan gurumu tapi jangan tiru tindakannya’
biar kadang2 suka ngerasa aneh tapi banyak juga pengetahuan tambahan yang aku dapet…

Salam,

178. Brug van manggis of progo - 25 Juni 2008

setelah mampir india terakhir mampir dijawa, alam mitsal tempat beliau tinggal terhubung sekitar bunderan ugm, nggak heran klo orang jogja solo ada yg ketemu al masih

179. Lingga Wardana - 25 Juni 2008

agama pancasila memiliki Tuhan yang disebut tuhan itu sendiri dan khaliq itu sendiri serta ilahi itu sendiri….

maka agama pancasila sebenarnya sudah ada sejak dulu kala namun masih didekekang oleh hegemoni agama itu sendiri…

hal diatas menurut saya adalah trinitas belaka…Tuhan adalah segitiga diatas…dan khaliq adalah segitiga sebelah kiri dimana orang akan belajar menemukan khalig dari kesalahan yang dia perbuat baru menuai kebenaran sejati…
bahasa saya adalah………..
manusia adalah sempurna belaka jadi jika terjadi kesalahan pada dirinya maka dengan kesempurnaan nnya ia bisa mengubah kesalahan tersebut menjadi kebenaran yang abadi………..

dan tiritias kedua maka adlaha ilahi yang berarti tuhan berada pada sisi bawah segitiga trinitas…………………..berariti adalah manusia tidak atau enggan berbuat salah dengan selalu mempelajari kebenaran orang lain tanpa mencoba melakukan kesalahan yang diperdengarkan oleh orang lain…..dalam hali ni bahasa saya adalah….

ilahi adalah orang yang mengekang hawa nafsu dalam jiwa, namun pada akhirnya mencapai Tuhannya….

saya teringat dalam pelajaran budha yang menyatakan hinayana dan mahayana…seperti itulah agama Pancasila……

sutasoma 5:41……….

180. linggawardanasahajakers - 25 Juni 2008

agama tertua terbijaksana dalam dunia adalah agama pancasila…
agama termuda yang terberani adalah agama pancasila…

orang indoensia adalah semua menunjukkan jiwa kepahlawanan yang tinggi…

ga pernah ada orang bunuh diri untuk negaranya…kecuali di indonesia dengan mngucapkan allah hwakbar…..

ga pernah ada orang berani menggolkan gawang sendiri karena thailand bermain sepak bola gajah pada tahun 1998……

ga pernah ada orang nangis karena menang uber cup atau thomas cup demi bangsa dan negara….

sebanranya pancasila sudah ada dalam sanubari indonesia…

aku pengen buat nbendera baru dimana pancasila dijait melintang pada bendera merah putih…..ntar dah kalo aku jadi presiden…..

jait bendera baru dengan pancasilanya……sejarah adalah masa depan , masa lalu dan masa sekarang ingat….sejarah bukan masa lalu saja……sejarahh adalah waktu saatnya bangsa indonesia mencetak sejarah yang mumpuni……………………………………………..

hukum diubah dengan menggalakkan pancasila sebagai asa tunggal dalam diri tiap penegak hukum…seperti membuat hukum baru yang benar-benar bebas dari hegemoni belanda……………………………..

yaitu suatu wadah yang menjujngnung tinngigi sas kesilaan dalam lima sila pancasila……kalo dilihat shola t5 waktu adalah punya islam jadi agama islam masuk dalam kurikulum bahasa pancasila….

menjadikan KTP sleuruh orang Indonesia menjadi beragama pancasila…itu obesaesi saya sebagai presiden nanti…………….

saya pernah trancae dari pak karno yang memang menyatakan bahwa saya adalah satrio piningt dan ratu adil tapai itu belum terbukti tentunya…………….nanti saja setelah saya masuk [anggu ng politik barus aya berusaha menyeareahkan tampauk pimpinan ke dalam diri saya sendiri…………………………….

pancasila adalah agama yang lain adalah agama kecil sahaja……

http://economicslaterreview.blogspot.com/ website saya…..

amerika dan inggris menjajah lewat bahasa….namun indonesia menjajah seluruh bangsa lewat rasa dan seni……karena itulah indonesia akan menjadi sumber dari segala sumber hukum, ekonomi, dan sebagainya….

dalam hal bidang ekonomi disebut kan bahwa pancasila adalah yang menggabungkan unsur sosialis, liberal dan tentu saja syareat islam dalam bidangnya……………………..

itu bisa digabungkan dalam berbagai sudut – sudut ekonmi pemnbangungnan…..

maka tasbihkan diri anda menjadi agama pancasila jadilah wali-wali dari pancasila..maka akan terkumpul waktu yang suci mnjadi penganut agama pancasila……..

181. Brug van manggis of progo - 25 Juni 2008

dengan bersandar al mustofa al murtadlo hasan husein Fátima
teguhkanlah niat mas linggawardanasahajakers

yaa alloh amien yaa alloh

182. Siwa Buddha - 26 Juni 2008

Salam Penuh Kebahagiaan… .

Saudara-saudaraKu semuanya… Aku tidak mutung…. Jika Aku mutung, atau menyerah, maka sia-sialah sudah Aku memutuskan untuk terlahir di dunia manusia ini, mendingan tetap berdiam di alam sebelumnya saja… .

Aku datang kedunia, sudah mengerti apa yang akan Kuhadapi… Dicaci, Dicela, disebut bid’ah, kerasukan setan, itu hal biasa bagiKu… .Paling-paling mentoknya diiris lehernya, sama seperti 530 tahun yang lalu, pada kehidupan lampauKu yang terakhir sebagai manusia… .

Tidak hanya disini, dan sekarang, dimanapun, Aku akan berhadap-hadapan dengan keberpihakan dan ketidakberpihakan, dengan ‘pro’ dan dengan ‘kontra’… Itu hal biasa… .

Kalau Aku mengatakan hal-hal yang tidak bisa dipahami oleh ‘pikiran’, maka akan menimbulkan kontroversi, maka dari itu, kemudian, lebih baik Aku memilih mengajak berdiskusi saja… Apa yang bisa dipahami, Aku memilihnya…

Dan bukan bermaksud kurang ajar… yang belajar di Gantharwa ya teruskan saja belajar… Kalau Aku, sepertinya tidak usah ikut ngangsu kaweruh disini, karena Aku, nuwun sewu sakderengipun, sudah banyak belajar ( dan menurutKu, pelajarannya tentunya, harusnya sama saja, karena KEBENARAN HANYA SATU, siapapun yang mengucap, siapapun yang menemukan, ya hanya satu, bukan begitu ? ), baik belajar ke-Islaman ( seperti Aku bilang, Aku masih berdarah S.Kalijaga, EyangKu yang menurunkan darah ini adalah dari ibuKu, bernama : Sayid-Moehammad ), Hinduisme, Kristianisme, maupun yang sekarang Buddhisme.

Kaweruh-Jawa-Kejawen pun Aku juga sudah ‘selesai’. Dulu sudah pernah Kutulis, Aku belajar langsung pada seorang kasepuhan Jawa-Kejawen yang hidup periode tahun 1890-an s/d 1993, yang bernama R.Rahajoe Dirdjasoebrata, seorang petapa yang hidup tidak menikah, menghabiskan sisa hidupnya di Alas-Roban ( Ini yang dikenali oleh para kasepuhan sebagai ‘Empu-Barada’ ).

R. Rahajoe Dirdjasoebrata inilah yang disebut-sebut dalam buku “ WAWASAN PANDAM-PANDOMING GESANG, WEWARAH ADILUHUNG PARA LELUHUR NUSWANTARA, NGUDI KASAMPURNAN NGGAYUH KAMARDIKAN” Tulisan T.H. Koesoemaboedaja / K.H. Soerjabrata / K.R.M.H Toeloes Koesoemaboedaja ( Ketua Himpunan Penghayat Kepercayaan ( HPK ) seluruh Indonesia tahun 1990-an sekian, seorang trah keraton Jogjakarta, sudah meninggal, pada tahun (kurang-lebih) 1999 ), sebagai salah seorang Guru dari ‘Bung-Karno’ ( mengenai hal ini sudah pernah kutuliskan disini bukan ? di kolom ‘Janji-Gantharwa’ ).

MENGENAI PERJALANAN YESUS-KRISTUS KE INDIA, TIBET, DAN TANAH BUDDHA LAINNYA.

Di dalam buku tulisan Anand-Krishna, “ ISA, Hidup dan Ajarang Sang Masiha”, disana terlampir peta perjalanan Yesus ke Tanah Para Buddha untuk belajar. Perjalanan itu dimulai pada usia kurang lebih 12 tahun hingga usia 30 tahun saat kemudian Yesus kembali ke bangsa Yahudi untuk mulai mengajar dan berkarya selama tiga ( 3 ) tahun sebelum kemudian disalibkan. Buku Anand Krishna ini sebenarnya, jika ditinjau dari segi informasi mengenai kisah hidup Yesus di India dan Tibet, masih ‘kurang-lengkap’ bila dibandingkan dengan buku2 dari ilmuwan Eropa-Amerika, tetapi ada beberapa informasi penting ( yang didukung oleh bukti2 kuat ) yang bisa diperoleh dari buku tersebut. Berikut adalah rutenya :

Dari Yerusalem, Yesus-Kristus melalui Damascus, menuju Palmyra, dilanjutkan ke Baghdad, kemudian melewati jalur perdagangan dunia ; JALUR-SUTRA, melewati reruntuhan kota tua Rhagae, menuju Bactra, singgah di Kabul, menuju Rawalpindi, Lahor, Kandahar, kemudian memasuki INDIA, melewati Palitana, Ujjain, Jagannath ( Juggernaut ).

Selama di INDIA, Yesus singgah di BENARES, KAPILAVASTU, NEPAL, RAJAGRIHA. Kemudian Yesus melanjutkan perjalanan ke TIBET, dan singgah di sebuah biara Buddhis tua dan terkenal ( hingga sekarang masih ada ), yaitu di LHASA.

Setelah menetap lama di Lhasa, Yesus Kristus melakukan perjalanan pulang, singgah di LEH, melewati Srinagar, Lahore, Rawalpindi, Kabul, Kandahar, masuk Afganistan, melewati Farah, melewati reruntuhan kota tua Persepolis, IRAN, Sleucia, Palmyra, Damascus, dan kembali ke Yerussalem.

Lama perjalanan yang ditempuh adalah kurang lebih 18 tahun. Perjalanan itu menunjukkan banyak kota yang dilalui Yesus Kristus, tetapi, tujuan dari perjalanan itu hanya satu, yaitu : TANAH-PARA-BUDDHA, yaitu di India ( BENARES, KAPILAVASTU, NEPAL, RAJAGRIHA ), dan Tibet ( di LHASA ).

Mengapa Yesus pergi ke ‘Tanah-Para-Buddha’ ? Jawabannya mudah, karena sudah sejak 600 tahun sebelum kelahirannya, Ajaran Buddha ini sudah menggema, mekar dengan indah ke berbagai penjuru dunia, terutama pada abad ke-1 sebelum kelahiran Yesus, Raja Asoka mengirimkan ribuban Misionaris Buddhis ke berbagai kerajaan di dunia, ke berbagai belahan dunia, ekspedisi besar-besaran dalam sejaran Buddhis. Sisa-sisanya masih bisa terlihat di Afganistan, hasil peninggalan jaman keemasan Buddhisme di bumi ‘padang-pasir’. Juga, menurut teman di vihara tempat saya ngangsu-kaweruh Buddha-Dharma di Semarang, ada sebuah buku tulisan ilmuwan Eropa yang menyatakan bahwa sejak 500 tahun SM, Buddhisme sudah dikenal dan berkembang di Mesir.

Sumber-sumber yang digunakan Anand Krishna yaitu :
1. Manuskrip kuno dari Biara Himis, Leh ( Laddakh ), di pegunungan Himalaya. Penemu manuskrip ini adalah warga Rusia, NICOLAS NOTOVITCH, sekitar tahun 1878. Ia lalu menerjemahkannya dalam Bahasa Perancis. Pada tahun 1895, untuk pertama kali, Violet Crispe menerjemahkannya dalam bahasa Inggris. Oleh para ahli, manuskrip ini diperkirakan ditulis kurang lebih 6 bulan setelah Yesus disalibkan.
2. Buku “ The Unknown Life of Jesus Christ “ Oleh Nicolas Notovitch, terbitan tahun 1916, penerbit Indo-American Book Company, AS.
3. Surat yang ditulis oleh anggota kelompok Essene di Yerusalem kepada anggota kelompok yang sama di Alexandria ( Mesir ). Penulis ini mengaku sebagai sahabat Yesus dan bahwa Yesus pun seorang anggota kelompok Essene. Diperkirakan surat ini ditulis tujun ( 7 ) tahun setelah Yesus disalibkan dan diterbitkan pertama kali dalam bentuk buku pada tahun 1873, dalam bahasa Latin. Terjemahan dalam bahasa Inggris muncul pada tahun 1907. Menurut versi bahasa Latin, surat ersebut diterjemahkkan dari lontar yang ditemukan di Mesir.
4. Buku “ The Crucification by an Eyewitness “ yang diterbiktan oleh Chocago Indo-American Book Co., AS, 1907.
5. Kutipan dari ‘Bhavisya-Purana’ – salah satu kitab suci ummat Hindu. Didalam kitab suci ini dikisahkan Raja Shalewahin mengunjungi suatu tempat di pegunungan Himalaya. Disana ia bertemu Yesus-Kristus yang memperkenalkan dirinya sebagai Messiah, yang telah mewartakan suatu ajaran ‘dibalik-Himalaya-sana’ ( Di wilayah Yahudi ), tetapi oleh orang2 yang tidak senang dan merasa dirugikan dengan berkembangnya ajaran2Nya, Ia disiksa. Sampai sekarang kitab ini belum diterjemahkan kedalam bahasa Inggris secara lengkap, tapi kitab ini yang paling sering dikutip dan digunakan acuan oleh para ilmuwan barat.
6. “INJIL-THOMAS” – salah satu lontar yang ditemukan di dekat kota Nag Hammadi di Mesir, pada tahun 1945. Thomas ini disebut “DIDYMOS”, yang artinya adalah “SAUDARA-KEMBAR”. Disebutkan, bahwa Thomas ini, salah seorang murid Yesus, adalah saudara kembar Yesus-Kristus. Ini memang controversial, akan-tetapi, sejarah siapakah yang tidak controversial selama ada kepentingan politik dalam penulisannya ? Dan seingatKu, memang diantara ke-12 rasul itu ada beberapa diantaranya yang merupakan saudara ( mungkin sepupu ) dari Yesus-Kristus, termasuk Yohanes-Pembaptis sendiri ( mungkin untuk kisah ini saudara-saudara disini ada yang masih ‘fresh’ ingatannya, bisa membantu memberi informasi. Karena Aku sudah cukup lama tidak ‘menjadi’ umat Katholik ).

Sebenarnya masih banyak bukti yang bisa mendukung ‘hasil-penelitan’ para ilmuwan dan sejarawan mengenai “The-Lost-Years” dalam kehidupan Yesus selama 18 tahun ( 12 tahun s/d 30 tahun ). Misalnya, pada tahun 1922 Swami-Abhedananda mengunjungi Himis dan berkesempatan melihat lontar tersebut. Professor Roerich dari Rusia yang berada di pegunungan Himalaya selama kurang lebih 4 tahun ( 1924 – 1928 ) dan tidak pernah mendengar tentang penemuan Nicolas Notovitch memberikan beberapa bukti, semuanya membenarkan penemuan Nicolas. Ternyata, tidak hanya lontar yang ditemukan Nicolas di Himis, namun masih banyak lontar lain yang tersebuar di beberapa tempat di pegunungan Himalaya.

Dan yang terakhir, pada tahun 2007 kemarin, para ilmuwan mengumumkan menemukan makam Yesus-Kristus ( Aku lupa dimana, kurang mengikuti beritanya, karena sedang tugas ke Bali dan Kupang. Kalau sedang bekerja, Aku lupa waktu dan kurang perhatian pada berita ). Sepertinya di sekitar India sana.

MENYAMBUNG PERIHAL SATRIYA-PININGIT

Aku baru saja jalan-jalan ke Gramedia, dan disitu Aku beli buku Nurahmad, yang sebelumnya, kemarin dulu, atas petunjuk Wisnu Wardhani dan Ngabehi K.M, telah Aku buka situsnya dan Aku baca sekilas.

Boleh memajukan pandangan kritis bukan ? Begini :

Tidak tepat jika dikatakan bahwa SP bukanlah orang yang ‘tidak-sadar-diri’ bahwa dia adalah SP, yang suatu ketika jadi Presiden atau pimpinan politik apapun, kemudian baru orang-orang menyebut dia sebagai SP, dan kemudian dia baru berkata, “Alhamdulillah, ternyata Aku adalah SP… tidak kusangka… .”

Soekarnopun ditemukan oleh para ‘Bhagavan’ ( Bila ada yang mempunyai buku tulisan Ketua HPK seluruh Indonesia periode 1990-an, K.R.M.H Toeloes Koesoemaboedaja, yang kusebut diatas, keterangan mengenai hal ini bisa diperoleh ). Soekarno ini dalam Serat Jayabaya disebut sebagai ‘BUPATINING-PRANG’ ( Jayabaya : Pantes yen apeparap Bupatining-Prang ), sedangkan SP, yang terakhir, setelah Soekarno, adalah ‘PANGERANING-PRANG’ ( Jayabaya : Apeparab PANGERANING-PRANG ).

Ayat Jayabaya yang menerangkan bahwa SP ini ditemukan seorang ‘Bhagavan’ adalah sebagai berikut :

“ ING NGARSA BEGAWAN,
Dudu pandhita sinebut Pandhita
Dudu Dewa sinebut Dewa
Kaya dene manungsa seje daya,
KAJARWAAKE KANTHI JLENTREH GAWANG-GAWANG TERANG NDRANDANG

Aja gumun, aja ngungun,
Hya iku putrane Bathara Indra,
Kang Pambayun tur isih kuwasa nundhung setan,…
Hya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun… dst. “

( Arti :
DIDEPAN SEORANG BEGAWAN,
( yang ) Bukan pandhita tapi ( oleh orang2 ) disebut Pandhita,
Bukan Dewa tapi disebut Dewa,
Seperti halnya manusia biasa berbeda ‘daya’,
DITERANGKAN DENGAN TERPERINCI JELAS TERANG-BENDERANG
Jangan heran jangan bingung,
Hya itulah putera Bathara Indra,
Yang sulung dan masih kuasa mengusir setan… dst
Hya hanya yang satu ini yang bisa memberi petunjuk mengenai arti jangka / ramalan saya… dst. )

Ayat itu menunjukkan ( setelah ayat2 sebelumnya banyak bercerita mengenai, watak, sifat, dan cirri-ciri SP ) suatu peristiwa dimana SP Didepan seorang Begawan ( Kasepuhan Jawa, yang tentunya ‘ampuh’ dan sudah diakui oleh Kasepuhan Jawa-Kejawen lain2nya di Indonesia,bukan lingkup karesidenan saja, kotamadya, atau hanya satu provinsi saja, tapi Kasepuhan-Jawa-Kejawen-Sejati se Indonesia mengenal Bhagavan ini, tentunya begitu… ) yang bukan seorang pandhita tapi disebut pandhita, bukan Dewa tapi disebut Dewa, seperti halnya manusia biasa hanya berbeda ‘daya’ ( kemampuan-bathin ), diterangkan mengenai ‘segala-sesuatu’ yang perlu diketahuiNya ( tentunya berkaitan dengan diri sang SP dan missinya, serta kaitan dirinya dengan Nusantara masa depan ). Oleh Sang Bhagavan, ‘Wahyu’-Nya ini, segalanya, diterangkan dengan terperinci, jelas terang-benderang. Dan untuk orang-orang yang mungkin pada peristiwa tersebut turut berada disana, dalam suatu ruang dan waktu yang sama saat itu, Jayabaya berkata : “ Jangan heran, jangan bingung, Hya itulah ( yang sedang diwejang Sang Bhagavan ) Putera Bathara Indra… dst.” ).

Ini juga menerangkan mengapa si SP ini disebut ‘SATRIYA-PINANDHITA SINISIHAN-WAHYU’, karena Ia didampingi Wahyu, tentunya Wahyu-Nusantara, mengenai nusantara ini, dan apa yang harus dilakukannya demi masa depan Bangsa dan Negara. Jika Ia telah mendapat wahyu, dan telah ‘diterangkan dengan jelas terang benderang’, tentu ia semakin sadar diri sebagai : SPSW. Untuk yang tidak mendapat ‘Wahyu’ ini, ya berarti anda bukan sang SPSW… Wahyu ini yang tahu ya hanya Sang SPSW, dan Sang Bhagavan seorang… Setiap orang yang pernah berambisi menjadi SPSW, semua terbukti gagal bukan, mengapa ? Karena tidak mengetahui rahasianya, tidak memperoleh ‘Wahyu’Nya. Soekarno berhasil karena Ia mendapat “PULUNG”, mendapat “Wahyu”Nya… .Yesus Kristus berhasil karena Ia mendapat “PULUNG”, Siddhata Gotama berhasil karena Ia juga ‘mendapat’ “PULUNG”. Semua Avatar demikian. Coba kita ingat kembali Hukum-Karma, “Seseorang hidup karena karmanya sendiri, mewarisi karmanya sendiri, berhubungan dengan karmanya sendiri… .” Sang SPSW ini dicari paraga-sutapa, Bhagavan, juga karena karma kehidupan lampaunya, sehingga Sang Bhagavan mampu mengenalinya. Yesus Kristus juga demikian, Siddhata Gotama juga demikian, Soekarnopun juga demikian.

Tidak ada keberuntungan dan hal kebetulan di dunia ini saudara, itulah hukum alam. Semua berjalan sesuai hukum-alam. Dari biji padi tumbuh biji padi, dari biji gandum tumbuh gandum, dari biji buah neem tumbuh buah neem, dari teratai tumbuh teratai, dari semak belukar, ya tumbuhnya semak belukar… . Seperti perumpamaan Ginseng seribu tahun yang tumbuh di padang rumput semak belukar… Ia tersembunyi, susah dicari, tapi, bagi si Tabib yang tahu ciri-ciri Ginseng 1000 tahun, Ia mengenali, kemudian Ia menemukan, sementara, si semak belukar akan sangat bijaksana jika tidak bertanya, “ Apakah Aku Ginseng 1000 tahun ?? Semoga Aku adalah Ginseng 1000 tahun!!“

Dan wahyunya ini tidak didapat melalui mimpi, atau pemberian seorang dukun kacangan kelas kampung atau kecamatan, tetapi seorang Bhagavan, paraga-sutapa, yang dalam setiap kehidupannya, selalu hanya menempuh, menuju ‘Kasampurnan’, bukan orang yang mengaku spiritualis, tapi masih ‘bergelegak’ hawa-nafsunya…bergelegak kekotoran bathinnya.

Peristiwa ‘pemberian wahyu’ ini mirip,seperti, peristiwa yang dialami Soekarno ketika diwejang Guru-Guru / Para Bhagavan mengenai Pancasila dan Kemerdekaan NKRI. Hal ini sudah pernah Kutulis, bersumber dari buku “WAWASAN PANDAM-PANDOMING GESANG… dst “ Seratan K.R.M.H Toeloes Koesoemaboedaja ( Ketua HPK seluruh Indonesia, sudah saya sebut diatas ). Mungkin perlu kuulangi lagi ( dalam bahasa Indonesia saja, versi Jawanya ada di kolom “Janji-Gantharwa” ):

“ Wahyu Kemerdekaan Republik Indonesia turun pada tahun 1920 lewat seorang petapa ( paraga-sutapa ) yang sedang melakukan ‘tarak-brata’, R.RAHAJOE DIRDJASOEBRATA. Sedangkan Wahyu Pancasila turun pada tahun 1926 melalui paraga-sutapa yang selalu bertapa-brata didalam kemerdekaan Sang Maha Diri yaitu R.Ng.DIRDJASOEBRATA dan ditahun itu juga diteruskan kepada Bung Karno ketika beliau ‘sowan’ ke rumah beliau di Kendal Jawa-Tengah yang sekarang digunakan sebagai Gedung PLN Kabupaten Kendal. Oleh R.Ng.DIRDJASOEBRATA, Bung Karno diwejang : NAK, BESOK KALAU R.I SUDAH MERDEKA, D A S A R N Y A : P A N C A S I L A. Supaya Nak Karno mengerti sekarang juga saya harapkan sowan Dik WArdi Mantri Guru Sawangan Magelang. Bung Karno kemudian langsung sowan R.Wardi mantra Guru Sawangan Magelang, terus diwejang bab PANCASILA. Namun R.Wardi Magelang ‘ngaturi’ Bung Karno supaya sowan kepada R.M. SARWADI PRABAKOESOEMA di Jogjakarta. Setelah Bung Karno ketemu R.M. Sarwadi Prabakoesoema kemudian diterangkan seperti dibawah ini – ini yang bisa diterangkan di buku ini – : yaitu “PANCA MUKTI MUNI WACANA” yang isinya seperti yang disebut dibawah ini :

1. PANCASILA
1. Hambeg Mangeran
2. Hambeg Manunggal
3. Hambeg Welas-Asih
4. Hambeg Wisata ( Ayem-tentrem lan bedhami )
5. Hambeg Makarya Jaya Sasama.

2. PANCA KARYA :
1. Karyaning Cipta Tata
2. Karyaning Rasa Resik
3. Karyaning Karsa Lugu
4. Karyaning Jiwa Merdika
5. Karyaning Suksma Meneng
3. Dan seterusnya ( Masih ada PANCA GUNA, PANCA DHARMA, PANCA JAYA, Dll. ).

Sedangkan wahyu Proklamasi turun di tahun 1993 diterima oleh Sang Sutapa R.M SARWADI PRABAKOESOEMA dan diteruskan kepada Bung Karno, “ Besok ‘biyawaraning-kamardikan’ Negara Republik Indonesia adalah di tahun 1945 tanggal 17 Agustus hari Jumat Legi jam 10.00 pagi, di abad ke-21, itulah sejatinya kemerdekaan, pangejawantahan Pancasila sunyata. “

Jadi, dalam sejaran setiap ‘Avatar’, tidak akan pernah ada seorang ‘Avatar’-pun yang ‘Tidak-Sadar-Diri’, tidak mengenali dirinya sendiri, seperti orang linglung, bingung, tahu2 jadi orang besar… Tidak seperti itu. Kalau melalui metode ‘UNTUNG-UNTUNGAN’ seperti itu, maka kita akan selalu salah menerka SP ini siapa. Dulu disebut Gus Dur, kemudian Megawati, kemudian SBY. Semuanya salah… SP ini bukan ngurusi masalah politik an sich, tapi ia lebih merupakan pemimpin spiritual ( dalam hal ini Aku setuju dengan Nurahmad dan Pak Tri Budi Marhaen ). SP bukan pemuja keduniawian, termasuk hal2 popularitas, selebritas ( seperti SBY yang disebut selalu ‘Tebar-Pesona’ ), harta-benda, kekuasaan, tapi pengetahuan dan pendalaman rohaninya yang mendalam.
Pantas dalam ayat Jayabaya Ia disebut ‘Isih Timur Kaceluk Wong Tuwo ‘ , lengkapnya sbb :

“ Pendhak sura nguntapa KUMARA,
Kang wus katon nebus dosane,
Kaadhepake Ngarsaning Sang Kuasa
ISIH TIMUR KACELUK ‘WONG-TUWA’
Paringane Gatotkaca sayuta “
( Setiap bulan Sura sambutlah KUMARA ( kemarin sudah Aku jelaskan apa arti harafiah Kumara ( Pali = Kumaro )
Yang sudah nampak menebus dosanya,
Dihadapkan di depan Sang Kuasa,
Masih Muda DIPANGGIL ‘WONG-TUWA’ ( Orang Bijaksana ),
Paringane Gatotkaca sayuta ( kalau menurutKu, disebut paringane Gatotkaca sayuta adalah menggambarkan mengenai warisannya yang berupa ‘jutaan-pasukan-roh’ tan kasat mata ) ).

Yesus-Kristus semenjak lahir telah dikenali, ia dicari, melalui berbagai petunjuk dan pengamatan. Orang Majus mengamati Bintang yang jatuh ‘cemlorot’, kemudian menemukan Yesus. Siddhata Gotama juga demikian, ditemukan para petapa-Brahmana, dan dinyatakan, “Kelak ia akan menjadi Raja-Diraja, atau kebalikannya, justru akan menjadi Samma-Sambuddha.” Soekarno, ditemukan para-sutapa, dan diterangkan mengenai ‘rahasia-masa-depan’… ,Demikian juga ‘SP’, kelahirannya telah dinanti Sang Bhagavan, diikuti ‘larinya’ sang ‘roh’, akan lahir dimana, di rahim siapa, dikota mana, kemudian dijaga sedari kecil, hingga tiba waktunya ‘Diterangkan mengenai ‘segala-sesuatu’ yang perlu diketahuinya, tentunya berkaitan dengan diri sang SP dan missinya, serta kaitan dirinya dengan Nusantara masa depan.

Namun tentu saja SP akan menimbulkan kontroversial. Seperti Yesus yang dihujat selama tiga ( 3 ) tahun masa berkaryaNya, dikatakan “gila”, “ bid’ah “, “ kerasukan-setan “, “ membual “, ( baca kisah hidup Yesus, atau baca Alkitab, banyak sekali kesempatan dimana Ia dihujat habis-habisan, dilempari batu, namun Ia tetap sabar menjalankan missinNya ) dan lain-lain, demikian halnya SP ini.

Berikut adalah ayat yang menjelaskannya :

“ Yen sapa nyebut asmane mesthi dadi rame
Asmane bisa ngramekake
Sing rame ya sing kasinungan iblis wewe “

( Siapapun yang menyebut namanya pasti akan menimbulkan ‘keributan’
Namanya bisa membuat ‘rame’
Yang rame ya yang kerasukan Iblis-Wewe ( Iblis-perempuan ) )

“ Yen krungu asmane akeh sing padha gething
Yen kenal padha nyandhing
Bisa krasa digdaya tanpa aji-aji keling
Apanika manungsa digdaya kaya baruklinthing “
( Bila mendengar namanya banyak yang membenci, sirik,
Bila sudah mengenal ingin mendekat,
Bisa merasa sakti tanpa aji-aji keling,
Seperti manusia sakti yang menyerupai Baruklinthing
( Baruklinthing adalah anak laki-laki gundhul-pelontos yang tadinya berwujud ular, kemudian bertapa mengelilingi gunung, supaya bisa kembali berwujud manusia, yang kemudian banyak dihujat, dibenci, dicaci-maki, kemudian karena sakit-hatinya ia menenggelamkan seluruh warga-desa yang menyakitinya ( Kisah Rawapening ) ).

Dan sekali lagi, dalam sejarah ‘Orang-Besar’, siapakah yang tidak mengundang kontroversi ? Demikian pula si SP ini, ada yang pro, ada yang kontra. Yang pro, tentu menggunakan Budinya… Yang kontra, ya ‘yang kasinungan iblis wewe’, yang iri, dengki, sirik, dan diliputi ‘kebodohan-bathin’.

Namun,satu hal lagi yang Aku sepakat, setuju dengan Nurahmad dan Bp. Tri Budi Marhaen adalah, SPSW tidak mungkin seseorang yang mengaku-ngaku berkaitan dengan harta-karun Soekarno, bukan pula untuk ambisi politik pribadinya. Itu Aku sepakat, sangat setuju, dan berani ikut membenarkan pernyataan tersebut.

Demikian kira-kira penjelasan singkat dari Aku mengenai Yesus-Kristus yang belajar ke India, dan juga sedikit mengenai Satriya-Piningit… .

Semoga bermanfaat…

Semoga semua makhluk berbahagia, bebas dari semua penderitaan…. .

Salam-Damai dan Penuh-Cinta-Kasih… .

183. 3yoga - 26 Juni 2008

waaah, bagus sekali pituturnya mas siwa buddha ini, banyak wawasan yang bisa diungkapkan.

kalau begitu panjenengan bisa uga disebut :ISIH TIMUR KACELUK ‘WONG-TUWA’ karena ilmu pengetahuan panjenengan yang ternyata sangat kaya.

salam.

184. Brug van manggis of progo - 26 Juni 2008

dengan bersandar al mustofa al murtadlo hasan husein Fátimah
teguhkanlah niat mas Siwa Buddha

yaa alloh amien yaa alloh

185. Siwa Buddha - 26 Juni 2008

Salam Penuh Kebahagiaan… .

Bapak 3Yoga…, Maturnuwun sanget sanjungannya… sepertinya berlebihan punika… .

Brug van manggis of progo =

” Memperdalam kaweruh, membagi-bagikan Kaweruh
Meluruskan yang bengkok, menjernihkan yang keruh… .
Mempersatukan yang tercerai, manunggal menjadi utuh… .
Kupanggil kembali semua yang telah ‘pergi’ terlalu jauh… .”

Semoga semua makhluk berbahagia… bebas dari semua bentuk penderitaan, baik penderitaan batin maupun penderitaan jasmani… .

Salam-Damai dan Penuh-Cinta-Kasih… .

186. Brug van manggis of progo - 27 Juni 2008

Sesudah siliwangi (petruk) menyelesaikan tugas selama 700 tahun maka giliran Bagong (anak tunggal/bayangan semar), namun Semar memberi kesempatan kepada Kanjeng Sunan Kalijogo selama 500 tahun dan sekarang 200 tahun tugas tersebut diemban Bagong bayangan semar

187. Lingga Wardana - 27 Juni 2008

bahwa dalam diri manusia adalah Tuhan itu sendiri,, dan dalam penerapannya Tuhan menghendaki manusia untuk tidak jauh darinya dan sebgai pinungsan kaweruhnya,,Tuhan menyempatkan diri hadir dalam jiwa tiap manusia dalam bentuk atman sahaja….

maka Tuhan adalah dalam diri manusia, wajah Tuhan bisa berbeda tergantung umatnya yang memujanya….karena beliau maha pengaish lagi maha penyayang…karena Tuhan adalah beliau adanya dan beliau adalah Tuhan adanya….

tersebutlah kisah dua dunia menjadi satu dalam aliran islam kaabahlian…..bagaimana islam yang memutuskan untuk menyerupakan wajah nabi muhaammad seperti rangda di Bali….

sayalah yang menggeraknkkannya….maka mati suripun saya pernah melakukannya…karena mati suri itu adalah perjalanan ke pura dalem setempat……

saya lahir bukan dari ibuku saja, tetapi lahir dari pura kadaleman sujatingsun….

maka Tuhan ada dalam diri tiap manusia dan pada saat kau mati kau berada di bawah Tuhan di atas sana…..

lima cara pemujaan terhadap negeri adalah……

Panca Brathantara…

1.korsikantaara…memuja negeri dengan membayar pajak utnuk negeri….
2.Wasyanatara…memuja negeri lewat tenaga (olah raga)..
3.Walantara….memuja negeri lewat jnana (politikus yang mumpuni)..
4.kailantaranikun…apa yang terjadi didalam negeri ikut dalam penerapannya terhadap negara…..
5.bradahaniantara…..mengikuti setiap perkembangan negara dan walau kecil berusaha untuk menaikkan derajat orang lain untuk negeara (membuka lapangan kerja)…

zagatu 4:15

188. KRAMADANGSA - 27 Juni 2008

ILMU JIWA

BAGIAN I
(Bagian pertama dan kedua dibawakan oleh Ki Pronowidigdo)

Adapun yang saya ceramahkan malam ini adalah llmu Jiwa Gambar Kramadangsa. Ilmu mengenai jiwa orang, dan jiwa adalah rasa. Rasa itu yang mendorong orang berbuat apa saja. Orang bertindak mencari air minum karena terdorong oleh rasa haus, bertindak mencari bantal untuk tidur karena terdorong oleh rasa kantuk dan seterusnya. Maka rasa itu menandai hidup orang. Kalau hanya ada badan saja tanpa rasa, disebut bangkai. Mempelajari tentang rasa adalah mempelajari tentang orang. Sedangkan kita sendiri pun orang. Jadi mempelajari tentang orang, dapat dikatakan mempelajari diri sendiri atau mengetahui diri sendiri (bhs. Jawa: pangawikan pribadi).

Diri sendiri yang manakah yang dipelajari? Ialah diri sendiri yang diberi dan memiliki nama khusus. Kalau namanya Krama, merasa aku si Krama, atau kalau namanya Suta, merasa aku si Suta. Rasa yang bergandengan dengan namanya itu, saya istilahkan “Kramadangsa”. Kramadangsa ini yang menyahut bila namanya dipanggil orang. Rasa namanya sendiri atau Kramadangsa iniiah yang akan kita teliti. Penelitian itu tidak sukar apabila kita mau, karena rasa itu melekat pada diri kita setiap hari, hingga untuk menelitinya tidak perlu pergi jauh-jauh. Maka dalam mengikuti ceramah ini bila ada sebutan “Kramadangsa”, gantilah dengan nama Anda masing-masing, untuk mencocokkan kebenaran uraian saya ini.

Kramadangsa ini menyatukan diri dengan segala rasa yang timbul dalam dirinya. Misalnya timbul rasa haus, Kramadangsa merasa “aku haus”, atau yang haus adalah “aku”. Jika timbul rasa kantuk, lapar, dirasakannya “aku ngantuk”, “aku lapar” dan seterusnya. Kramadangsa inilah yang merasa beda dari semua orang lain di seluruh dunia. Tegasnya kecuali aku, orang lain diperlakukan sebagai “kamu”.

Sekarang marilah kita mulai meneliti, bagaimana kelahiran dan perkembangan rasa Kramadangsa dalam diri kita masing-masing.

Ketika kita masih sebagai bayi, kita bertindak sebagai juru catat, yang mencatat segala hal yang berhubungan dengan diri kita. Misalkan sebagai bayi kita melihat sesuatu, mendengar sesuatu, menjilat dan merasakan sesuatu, sesuatu itu kita catat. Seperti saya melihat lampu ini, lantas saya mencatatnya.

Catatan lampu dan lampunya yang dicatat, adalah dua barang terpisah, yang tidak bersangkutan. Umpama lampu yang dicatat itu pecah, catatan lampu yang ada dalam diri saya, tidak turut pecah. Sebaliknya, bila saya tiba-tiba mati, catatan lampu yang ada dalam diri saya rusak, tapi lampu yang dicatat itu, tidak turut rusak.

Untuk melihat catatan-catatan itu harus memakai mata batin, tidak dapat memakai mata kepala. Seperti saya sekarang di Jakarta, dengan mata terpejam melalui mata batin, dapat melihat catatan rumah saya di Yogyakarta, jelas sekali.

Dengan perantara pancaindera, kita mencatat segala rupa penglihatan, suara, rasa dan sebagainya; yang berjuta-juta jumlahnya, tidak kunjung penuh. Maka isi catatan kita itu, lebih besar jumlahnya dari pada isi dunia. Karena rasa sendiri, yang tak ada di dunia luar, ada dalam catatan.
Pemisahan catatan dari hal yang dicatat sebagai berikut, misalnya saya berkata: “Kemarin saya minum air kelapa muda, segar rasanya.” Pada waktu saya berkata itu, rasa segar sudah tidak ada, tapi saya dapat mengatakannya, karena melihat catatan rasa segar yang masih ada dalam ingatan saya.
Peranan kita sebagai juru catat ini, boleh dikatakan hidup dalam ukuran kesatu, seperti cara hidup tumbuh-tumbuhan. Pekerjaannya tidak lain hanya mencatat, dan bila berhenti mencatat, matilah juru catat itu. Hasil pekerjaan mencatat, ialah berupa bermacam-macam catatan yang berjuta-juta jumiahnya.

Catatan-catatan itu barang hidup, yang hidup dalam ukuran kedua, seperti kehidupan hewan. Maka sebagai barang hidup, catatan itu bila dapat makanan cukup, suburlah hidupnya, tapi bila kurang makanan ia menjadi kurus, kemudian mati. Makanan catatan-catatan itu berupa perhatian. Jika memperoleh perhatian besar, catatan-catatan itu hidup subur, tapi jika tidak dapat perhatian, catatan-catatan akan mati.

Sebagai contoh, kita kaum laki-laki, barangkali masih ingat bahwa di masa kanak-kanak kita suka bermain gundu, gasing, layang-layang dan sebagainya. Mengapa sekarang setelah dewasa kita tidak melakukannya lagi, padahal catatan permainan-permainan itu masih terdapat dalam ingatan kita? Karena catatan itu sudah lama tidak mendapat perhatian, sampai menjadi kurus dan akhirnya mati; maka sudah tidak menarik si Kramadangsa lagi.

Seperti halnya benda-benda hidup lain, catatan ini pun pada saat terakhir mengalami sekarat (ulmaut). Seperti lampu minyak yang habis minyaknya, pada saat terakhir menyala besar, lalu padam.

Tetapi kalau catatan masih hidup, ia masih menarik diri kita. Umpama catatan berjudi, yang masih hidup dalam ingatan saya, menggerakkan hati dan badan saya, ketika saya melihat orang-orang berjudi dalam suatu pesta. Walaupun mengalami kekalahan dan habis uang, saya telah bersumpah tidak akan berjudi lagi. Tetapi bila nanti memegang uang lagi dan melihat orang berjudi, saya segera mendekatinya untuk turut serta pula.

Jika catatan berjudi itu tidak diberi perhatian, ia akan menjadi kurus kemudian mati. Pada saat mendekati kematiannya, catatan itu mengalami sakarat (ulmaut), berwujud keinginan yang sangat besar untuk berjudi. Jika keinginan yang sangat besar ini pun tidak diperhatikan, matilah catatan itu.

Apabila catatan-catatan itu sudah cukup banyak jumiah dan jenisnya, barulah lahir rasa Kramadangsa. Yaitu rasa yang menyatukan diri dengan semua catatan-catatan, yang berjenis-jenis itu sebagai: harta-bendaku, keluargaku, bangsaku, golonganku, agamaku, ilmuku dan sebagainya. Rasa aku si Kramadangsa ini, bagaikan tali pengikat batang-batang lidi dari sebuah sapu lidi.

Kramadangsa ini pun barang hidup, yang hidup dalam ukuran ketiga, karena tindakannya dengan berpikir. Jadi Kramadangsa ini tukang pikir, memikirkan kebutuhan catatan-catatan di atas tadi.

Supaya jelas, di sini perlu saya ulangi mulai dari asal sampai terjadinya Kramadangsa.

Dimulai dari bayi yang baru lahir, sudah mencatat apa saja yang berhubungan dengan dirinya. Yang dari luar melalui pancaindra dan yang dari dalam melalui rasanya. Misalnya pada waktu lahir bayi itu diterangi dengan lampu, di waktu lampu padam, ia menangis. Disini bayi itu sudah membedakan terang dan gelap, hal itu telah tercatat dalam catatannya. Kemudian ia mencatat benda-benda di bawah cahaya terang. Ia pun mencatat rasa iapar yang timbul dalam dirinya dan rasa enak di waktu diberi air tetek ibunya.

Apabila bayi ini makin besar dan makin lengkap catatan-catatannya, ia pun dapat membedakan lelaki dan perempuan, dan mengenali mana ibunya dan yang bukan. Kemudian catatan-catatan itu menjadi dorongan bagi tindakan atau perbuatannya.
Kita orang dewasa pun bertindak atau berbuat terdorong oleh catatan. Misalnya di jalan kita melihat seorang wanita yang mirip dengan isteri kita. Kita tidak berani segera menegur, sebelum mencocokkan wanita itu dengan catatan isteri kita, yang ada dalam diri kita sendiri. Umpama bagian-bagian anggota badannya sama, tetapi rambut ubannya tidak sebanyak uban isteri kita, kita belum berani memanggil. Tetapi bila seluruh wujudnya sama dengan catatan kita, barulah kita bertindak menegur: “Isteriku, kamu hendak ke mana?”

Jadi dalam hal bayi tadi, apabila catatan-catatannya belum cukup dan belum lengkap, ia belum dapat membedakan benda-benda dan menghubungkan sebab dan akibat kejadian-kejadian, karena belum lahir rasa Kramadangsa. Oleh karenanya ia belum dapat memikir. Memikir ialah membedakan pohon waru dengan pohon pisang, menghubungkan sebab terjadinya gelas jatuh, yang mengakibatkan pecah. Setelah bayi itu agak besar, sebagai anak kecil, ia pun belum mengerti hal ruang dan waktu {zaman). Misalkan diperlihatkan bulan, ia berusaha memegangnya, dan bila diberi pakaian baru untuk dipakai pada hari raya, ia menangis minta segera dipakai sekarang juga.

Dapat dilihat lebih jelas lagi, bahwa rasa Kramadangsa anak tadi belum lahir, ialah tiap ia minta makan, ia tidak mengatakan: “Bu, aku minta makan,” tetapi mengatakan namanya: “Bu, Din minta makan,” misalkan nama anak itu si Din. Dan menyebut ibunya tidak sebagai “ibuku”, tetapi sebagai “ibu si Din”.

Bila anak itu sudah berusia tiga tahun ke atas, rasa Kramadangsanya sudah terbentuk, maka bila ia minta makan, dikatakannya “Bu, aku minta makan.” la merasa, kecuali aku si Din, semua orang lain adalah bukan aku. Manakala ia melihat ibunya disandari oleh kakaknya, ia tidak membolehkannya. Karena ia merasa ibuku ialah milikku, bukan milik orang lain. Demikian seterusnya sehingga tua. banyak hal dan benda-benda dinyatakan sebagai miliknya.

Berjuta-juta catatan itu menggerombol, mendekati yang sama sifat coraknya dan menjauhi yang lain. Seperti ayam mendekati kalkun, menjauhi kambing.

Dalam gambar Kramadangsa di samping ini, ada sebelas kelompok catatan. Kesebelas kelompok catatan tersebut adalah:
1. HARTA BENDA
2. KEHORMATAN
3. KEKUASAAN
4. KELUARGA
5. GOLONGAN
6. KEBANGSAAN
7. JENIS
8. KEPANDAIAN
9. KEBATINAN
10. ILMU PENGETAHUAN
11. RASA HIDUP

Perhatikan juga bahwa dari ukuran ketiga (kramadangsa) hendak menuju ke ukuran keempat (manusia tanpa ciri), terdapat simpang tiga. Untuk menuju ke ukuran keempat terdapat penghalang yang berupa PENDAPAT BENAR, yaitu rasa benar sendiri.

Pembagian ini dibuat dengan sengaja oleh Ki Ageng Suryomentaram. Orang lain dapat saja membaginya menurut kehendak masing-masing, tidak terikat. Di luar kelompok-kelompok di atas, masih banyak lagi catatan-catatan yang khusus, misalkan ada barang-barang baru, kapal udara dan sebagainya yang tercatat dalam catatan.

Catatan itu hidup dalam ukuran kedua, sama dengan kehidupan binatang. Misalnya seekor anjing sedang menyusui anak-anaknya, tiba-tiba orang datang mengganggunya. Menggonggonglah anjing itu, siap untuk menggigit. Bila merasa menang ia mengejar, dan bila merasa kalah ia lari. Langkah demikian itu bagi semua anjing adalah sama.

Bagi manusia, bila anaknya diganggu orang, ia pun segera marah, karena anak itu termasuk catatan “keluargaku”. Tapi tindakannya tidak seperti anjing, dipikirkan cara melaksanakan amarahnya. Yaitu catatan “keluargaku” memerintah tukang pikirnya, si Kramadangsa. Cara memikir Kramadangsa bagi setiap orang berbeda-beda, disebabkan berbeda-bedanya catatan pengalaman masing-masing orang. Sedangkan memikir adalah melihat catatan-catatan itu. Misalnya si Suta, mengetahui bahwa anaknya di sekolah diganggu oleh anak lain. Ia lantas marah dan setelah berpikir kemudian diambilnya keputusan untuk melaporkan pada guru sekolah. Tapi bila hal tersebut terjadi pada si Naya, lain pula tindakannya, mungkin ia akan mengadukan pada polisi, Dan lain lagi bagi si Waru, mungkin didamaikan dengan orang tua anak yang mengganggu. Buah pikiran mereka berlainan karena catatan-catatan pengalaman mereka pun berlainan.

Demikian perbedaan hidup manusia dari binatang, walaupun reaksi rasanya sama, tetapi tindakannya berlainan. Karena manusia punya tukang memikir yaitu Kramadangsa, yang bertindak menurut perintah catatan-catatannya.

Jadi Kramadangsa ini dapat dikatakan, sebagai seorang buruh yang mengabdi pada sebelas orang majikan, yang berwujud sebelas kelompok catatan tadi.

BAGIAN II

Sebagai barang hidup, catatan-catatan itu ingin hidup subur, oleh karena jika diganggu, marah, jika dibantu, senang. Bagi binatang, jika diganggu ia akan menggigit, dan jika disayang, bergoyang-goyanglah ekornya.
Dalam kelompok catatan-catatan itu, yang kesatu ialah catatan “harta benda”, yang berisi perumahan, tanah, hewan peliharaan, harta perhiasan mas intan dan sebagainya. Sifat catatan harta benda, sebagai “harta bendaku”, ini tetap, yakni kalau diambil, dikurangi, akan marah, tetapi kalau dibantu, ditambah, akan tertawa girang.

Kelompok catatan kedua yaitu “kehormatan”, berisi cara-cara memberi hormat seperti, bersalaman, berjongkok, menyembah, mengangguk, membongkok badan, dan sebagainya. Sifat catatan ini pun tetap, jika dihormat orang akan tertawa senang, tetapi jika tidak dihormat akan marah.

Kelompok catatan ketiga yaitu “kekuasaan”, berisi hak atas segala hal atau milik yang dikuasainya; misalkan rumah yang dipagari, ini berarti segala yang ada di dalam lingkungan pagar ini, “aku”lah yang berkuasa. Sehingga jika orang-orang atau benda-benda di daiam lingkungan kekuasaannya itu diganggu, marahlah ia, tetapi jika dibantu, girang dan tertawalah ia. Misalnya ada orang masuk rumahnya tanpa permisi, tentu ia lantas marah, karena merasa dilanggar kekuasaannya.

Kelompok catatan keempat yaitu “keluarga”, yang berisi catatan anakku, isteri/suamiku, keponakanku dan sebagainya. Sifatnya pun tetap sama, bila diganggu marah, bila dibantu ketawa.

Kelompok catatan kelima “golongan”. Cara orang masuk dalam suatu golongan ada dua jalan, yang satu dengan sengaja, dan yang kedua tidak dengan sengaja. Misalnya orang melarat, ia tidak sengaja masuk golongan melarat, tetapi masyarakat atau orang lain mengatakannya, bahwa ia tergolong melarat. Demikian pula golongan kaya, priyayi, tani dan sebagainya, masuk ke dalam golongannya secara tidak sengaja. Tetapi orang masuk suatu golongan agama atau partai, kebanyakan dengan kemauannya sendiri atau dengan sengaja. Catatan golongan ini pun jika diganggu marah, dan jika dibantu ketawa.

Misalnya golongan saya “golongan kawruh jiwa” atau “kawruh rasa” ini. Kalau ada yang mencela: “Lihatlah golongan kawruh jiwa/rasa itu, kerjanya tidak lain hanya ngomong tentang rasa saja. Bila perutnya lapar akan makan rasa pula.” Diejek demikian, saya pun marah. Tetapi bila dipuji orang: “Lihatlah, golongan kawruh jiwa/rasa ini, sudah mencapai ketenteraman, tidak mudah marah.” Maka ketawalah saya karena dipuji.

Kelompok catatan keenam “bangsa”. Pada umumnya, orang masuk salah satu golongan dengan tidak sengaja. Misalkan saya ini, tahu-tahu sudah menjadi bangsa Indonesia. Sifat catatan bangsa ini pun tetap, jika dicela, marah, dan jika dipuji, ketawa. Andaikata dicela: “Wah, kesaktian bangsa Indonesia hanya sebagai kelinci, yakni terus beranak banyak-banyak,” saya segera marah. Tetapi jika dipuji: “Bangsa Indonesia itu halus budi bahasanya” saya segera ketawa.

Kelompok catatan ke tujuh “jenis”. Pada waktu kita bertemu dengan seseorang, walaupun berlainan agama, bangsa dan golongan, tetapi merasa satu jenis, yaitu jenis manusia. Sifat catatan ini pun tetap, jika sesama jenisnya diganggu, marah dan jika dibantu, ketawa. Umpama ada seorang sedang beristirahat di atas pohon dalam hutan, sekonyong-konyong dilihatnya seorang lain dikejar oleh seekor babi hutan. Orang itu marah dan ingin membunuh binatang tersebut, karena orang yang dikejar binatang itu, adalah sejenis dengan dirinya, walaupun bukan sebangsa dan sekeluarga.

Kelompok catatan kedelapan “kepandaian”, berisi kepandaian menari, pencak, membuat kecap dan kepandaian-kepandaian lainnya. Sifatnya pun tetap, jika dicela, marah dan jika dipuji, ketawa.

Kelompok catatan kesembilan “kebatinan”, isinya bermacam-macam dan berbeda-beda pada setiap orang. Bahkan “kawruh jiwa” pun ada yang menamakannya kebatinan.

Kelompok catatan kesepuluh “ilmu pengetahuan”, berisi pengetahuan membuat barang-barang seperti tikar, bom-atom dan lain-lain. Sifatnya tetap sama seperti diterangkan di atas.

Terakhir, kelompok catatan kesebelas “rasa hidup”, berisi berbagai-bagai kenangan dan pengalaman yang ditimbulkan oleh rasa hidup. Jadi yang mendorong gerakan manusia, selain catatan-catatan tersebut di atas, ada lagi yaitu rasa hidup. Malahan rasa hidup ini yang mendorong gerakan barang hidup. Barang-barang hidup itu berwujud tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Mereka bergerak sendiri, tak digerakkan oleh barang lain. Barang yang digerakkan oleh barang lain, ialah barang tidak hidup.

Barang hidup bergerak dengan maksud untuk mencukupi dua macam kebutuhan hidupnya. Yaitu untuk melangsungkan hidup raga dan jenisnya. Hal ini adalah hukum alam yang tidak dapat disangkal. Misalnya pohon kelapa, bergerak untuk melangsungkan hidupnya. Setelah dewasa lalu berbunga dan berbuah. Buah itu setelah masak, jatuh ke tanah, kemudian tumbuh sebagai pohon kelapa muda. Dengan demikian bila pohon kelapa yang tua mati, dunia tidak kehabisan jenis pohon kelapa.

Demikian pula manusia yang bergerak, selain didorong oleh catatan, juga didorong oleh rasa hidup untuk melangsungkan hidup raga dan jenisnya. Syarat-syarat untuk melangsungkan hidup raganya ialah makan, pakaian dan tempat tinggal. Lain dari tiga hal itu, bukanlah syarat hidup raga. Sebab badan manusia kalah kuat dibandingkan dengan badan binatang.

Bagi hewan, untuk melangsungkan raganya hanya satu cara yaitu makan. Misalnya kambing, pada saat ia lahir, badannya dapat tahan panas, angin, hujan, tetapi manusia tidak tahan panas atau dingin, hingga perlu memakai pakaian. Sekalipun perutnya kenyang, kalau tidak berpakaian, lama kelamaan ia akan kurus, sakit lalu mati.

Kebutuhan ketiga ialah rumah tinggal. Sebab raga orang, setelah lelah bergerak, butuh istirahat atau tidur. Karena sekalipun kenyang dan berpakaian, tetapi kalau tidak dapat istirahat, ia akan kurus, sakit lalu mati. Dalam hal tidur, manusia pun kalah dengan burung. Burung jika mengantuk bisa tidur di cabang-cabang pohon, walaupun hujan turun dan petir sambar-menyambar. Tetapi manusia bila ingin tidur masih memerlukan tempat yang tidak kepanasan, kehujanan, keanginan, yaitu berupa rumah.

Barang-barang lain yang tidak merupakan syarat hidup, bukanlah kebutuhan hidup. Misalnya barang semacam gamelan, bukanlah kebutuhan hidup, sebab tanpa gamelan orang tetap hidup. Tetapi orang sering salah anggapan, bahwa barang-barang yang bukan kebutuhan hidup dianggapnya sebagai kebutuhan hidup. Dan ini menimbulkan kesusahan dalam mempergunakan. Misalnya seorang laki-laki menganggap sepeda motor sebagai kebutuhan hidup, dan seorang perempuan menganggap perhiasan kalung dan giwang sebagai kebutuhan hidup. Bila mereka terpaksa sampai menjual barang-barang itu, malulah mereka, sehingga tidak berani ke luar rumah. Tetapi jika mereka dapat menganggap barang-barangnya itu sebagai barang kelebihan, sehingga bila terpaksa dijual, tidak menimbulkan malu.

Gerak manusia untuk melangsungkan jenisnya pun tidak dapat dihindarkan. Sama halnya dengan kebutuhan makan untuk melangsungkan raganya. Saudara-saudara dipersilakan mengingat-ingat pengalaman sewaktu kanak-kanak. Anak lelaki suka main gundu, gasing, sedangkan anak perempuan suka msin gateng (permainan anak Jawa, menyebar dan meraup biji-biji sawo), main manik-manik dan sebagainya. Kemudian bila sudah dewasa, berganti permainannya. Anak lelaki itu mengganti gundu atau gasingnya yang biasa dengan yang bisa tertawa. Dan anak perempuan yang sudah menjadi remaja, mengganti gateng dan manik-manik yang biasa dengan yang dapat tersenyum. Masa perubahan tadi dapat dinamakan masa birahi. Dari manakah datangnya rasa birahi itu? Tidak dapat diketahui, kecuali tahu-tahu sudah ada, tidak dapat ditolak. Bahkan pada diri saya yang sudah tua, ompong, kadang-kadang masih timbul birahi. Maka para jejaka dan gadis yang sama birahi, kejar-mengejar untuk mencukupi kebutuhannya, yang tidak dapat dicegah. Kalaupun orang berusaha mencegahnya, ini sama dengan mencegah orang lapar tidak boleh makan.

Jadi yang mendorong gerak itu ialah rasa-hidup dan catatan-catatan. Maka rasa-hidup dan catatan-catatan itu adalah bahan adonan Kramadangsa, atau diri-sendiri. Jika bahan adonan itu dipisahkan, hilanglah Kramadangsa. Seperti air teh dalam gelas di depan saya ini. Apabila adonan yang terdiri dari daun teh, air dan gula dipisahkan, air teh ini tidak ada lagi.

Rasa-hidup dan catatan rasa-hidup itu, mendorong gerak manusia. Misalnya saudara, biasa setiap pukul tujuh pagi minum kopi, Pada suatu hari saudara lupa atau tidak sempat melakukan kebiasaan minum kopi itu, sehingga pada waktu pukul sembilan pagi, kepala merasa pusing. Kemudian ingat bahwa pagi itu belum minum kopi, lalu bertindak mencari minuman kopi. Tindakan ini terdorong oleh catatan minum kopi dalam diri-sendiri. Tetapi tatkala pukul dua siang hari, merasa lapar, ia lalu mencari makanan. Tindakan ini terdorong oleh rasa-hidup. Jadi dorongan dari rasa-hidup dan dari catatan rasa-hidup, adalah dua hal yang tidak sama.

Sebagai contoh, orang lapar bertindak mencari makanan, ini terdorong oleh rasa-hidup. Tetapi ketika melihat tak ada bakmi pada hidangan yang disajikan isterinya di atas meja, urunglah ia makan. Tindakan ini terdorong oleh catatan rasa-hidup. Bagi anak kecil yang belum ada catatan bakmi, bila merasa lapar lalu makan apa saja yang diberikan. Demikian orang ditarik dan didorong oleh berbagai-bagai catatan yang sering bertentangan, sehingga menimbulkan kepusingan. Tetapi rasa-hidup yang hanya butuh untuk mencukupi kelangsungan hidupnya, mendorong orang bila ia lapar, untuk makan makanan apa saja dan makanan itu tentu terasa lezat.

Kramadangsa sebagai pengikat dan pemilik catatan-catatan, menilai catatan-catatan itu tidak sama rata. Pada umumnya yang bernilai paling tinggi, ialah catatan harta benda, kehormatan, kekuasaan (bhs. Jawa: semat, drajat, kramat). Penilaian ketiga macam catatan tersebut oleh masing-masing Kramadangsa, juga berbeda-beda. Yang satu menilai harta-benda nomor satu, kehormatan nomor dua, kekuasaan nomor tiga. Yang lain menilai kehormatan nomor satu, kekuasaan nomor dua, harta-benda nomor tiga. Yang lain lagi mempunyai urutan penilaian yang lain pula.

Catatan yang dianggap terpenting itu, makin lama mencengkeram Kramadangsa. Kramadangsa yang dicengkeram oleh salah satu catatan, tindakannya mengabaikan catatan-catatan lain dan diri-sendiri. Misalkan catatan harta-benda yang mencengkeram Kramadangsa, setiap tindakannya pasti ditujukan untuk menambah kekayaannya. Ibaratnya kata sepatah, tindak selangkah, jika tidak menambah kekayaan, tidak akan dilakukannya. Pernah saya melihat seorang kaya yang tercengkeram catatan harta-benda, bila makan puas dengan gudangan mentah (campuran sayur mentah dengan sambal kelapa), bila memasak, mencari sampah tetangganya untuk bahan bakar. Bila nanti mencari menantu, tujuannya pun untuk menambah kekayaan. Sehingga diterimanya pinangan seorang laki-laki yang sudah berusia delapan puluh tahun, untuk gadisnya yang baru berusia enam belas tahun. Bahkan makin hebat cengkeraman catatan tadi, sehingga menyatukan diri dengan harta-bendanya, “harta-bendaku ialah aku”. Pada waktu ia diserbu penggedor (perampok), dia membela harta-bendanya mati-matian, sehingga mengorbankan jiwa-raganya.

Peristiwa semacam itu banyak terjadi pada masa geger-perang yang lalu. Andaikata ia tidak mati, tetapi gagal mempertahankan harta-bendanya hingga rudin/bangkrut, orang kaya yang tercengkeram catatan harta-benda itu lalu menjadi malas hidupnya, sebab memikirkan harta-bendanya yang telah amblas. Rasanya, meskipun aku bekerja seratus tahun lagi, tidak mungkin jumiah harta-bendaku yang hilang itu kembali. Orang itu takut hidup akan tetapi takut pula mati. Lama-kelamaan ia malas makan, malas tidur dan malas bernafas, akhirnya menderita TBC atau sakit jiwa. Menderita TBC itu seolah-olah bunuh diri secara lamban. Kalau ia menggantung diri atau mencebur diri ke dalam sumur, maka ia membunuh diri secara cepat.

Karena masing-masing catatan itu minta diperhatikan dan dipentingkan, maka sering timbul pertengkaran, antara catatan yang satu dengan yang lain, yang membuat si Kramadangsa sebagai buruhnya, menjadi kebingungan. Misalkan di kala ia menghadapi anaknya yang menghambur-hamburkan uangnya, maka bingunglah Kramadangsa, karena yang menghamburkan uangnya ialah “anakku” yang harus dipelihara, dididik, disenangkan. Di pihak lain, yang dihamburkan ialah “hartaku” yang harus diamankan dan diperbanyak jumlahnya.

Semakin hebat cengkeraman salah satu catatan, maka kepentingan catatan lainnya siabaikan, membuat Kramadangsa bertindak tanpa menggunakan pikiran, sehingga ia bertindak laksana hewan saja. Misalnya seorang laki-laki, tercengkeram hebat oleh catatan “keluargaku”. Suatu ketika ia pulang ke rumah dan melihat sang isteri berbuat serong dengan laki-laki lain. Tanpa pikir panjang lagi, dicabut pisau dan dibunuhlah laki-laki yang menggendak isterinya itu. Kemudian ketika ia meringkuk dalam penjara, sebagai hukuman atas perbuatannya, catatan-catatan lain mengeroyok dirinya atau Kramadangsanya. Sebagai majikan, catatan-catatan itu menyesalkan perbuatan buruhnya: “Hai Kramadangsa, sekarang kamu berada dalam penjara, lalu siapakah yang akan mengurus sapimu, anak-anakmu? Bahkan bila isterimu bergendak lagi, mana kau tahu?”

Jadi kesimpulannya, dalam diri kita ini terdapat juru catat, yang menghasilkan berbagai-bagai catatan, yang menggerombol menjadi sebelas kelompok. Kelompok-kelompok catatan ini melahirkan Kramadangsa, yaitu rasa aku dengan namanya sendiri. Kramadangsa ini tukang memikir, yang memikirkan kebutuhan catatan-catatan di atas. Dengan kata lain, Kramadangsa sebagai seorang buruh dari sebelas majikan.

BAGIAN III
(Bagian ketiga dan keempat disampaikan oleh Ki Ageng Suryomentaram)

Tadi sudah diterangkan bahwa Kramadangsa, rasa nama sendiri, ialah pesuruh catatan-catatan; Maka boleh dikata, Kramadangsa ialah budak dari sebelas orang majikan.

Setiap gerak-hati sesaat (bhs. Jawa: krenteg) yang muncul dalam rasa, tentu berasal dari rasa-hidup atau dari catatan-catatan. Yang berasal dari rasa-hidup itu sedikit dan mudah dimengerti, tetapi yang berasal dari catatan-catatan, sukar diketahui dan dimengerti. Rasa yang muncul itu baik berwujud gerak-hati, maupun ilham, tentu berasal dari catatan-catatan.

Yang mendapat ilham itu pada umumnya mereka yang berprihatin. Orang berprihatin biasanya bertirakat, mengurangi makan, mengurangi tidur, kemudian memperoleh ilham (bhs. Jawa: wisik), dan ilham itu berasal dari catatan-catatan. Jika orang tidak berhasil dalam usahanya, ia lalu prihatin, bertirakat dan akhirnya memperoleh ilham (bisikan hati). Ilham itu pasti berasal dari catatan harta-benda. Biasanya ilham itu mengatakan: “Kamu harus bekerja di bidang ini; harus berdagang barang ini; menemui dukun anu; tirakatlah ke keramat anu; dan sebagainya.” Bisikan hati ini ialah dari catatan harta-benda.

Pada waktu ada rasa muncul dalam diri-sendiri, yang berasal dari catatan-catatan, maka ini berarti bahwa kita berada di jalan simpang tiga. Jalan simpang tiga ini, yang satu menuju ke ukuran ketiga, yakni hidup Kramadangsa, dan yang lain menuju ke ukuran keempat, yakni hidup manusia tanpa ciri.

Jika kita merasa marah, maka kita berada di jalan simpang tiga. Dalam marah itu, bila kita memikirkan bagaimana cara melaksanakan marah, kita menuju ke jurusan ukuran ketiga, yakni Kramadangsa. Hal demikian ini sudah biasa kita lakukan sepanjang ribuan tahun. Tetapi bila dalam marah itu, kita tidak memikirkan bagaimana cara melaksanakan marah, melainkan memikirkan si marah, yaitu marah itu apa, bagaimana rupa dan bagaimana arti maksudnya, kita lalu menjurus ke ukuran keempat, manusia tanpa ciri. Kemudian apabila kita berhubungan dengan orang lain, kita merasa damai atau tidak berselisih.

Pada jalan simpang tiga itu, rasa yang timbul hanya dua macam, yaitu rasa suka dan rasa benci. Rasa suka dan benci ini bisa bermacam-macam rupanya. Rasa benci bisa berupa marah, malu, takut, terganggu (bhs. Jawa: risi) dan sebagainya. Rasa suka bisa berupa bangga, senang, gembira dan sebagainya.

Rasa suka dan benci ini berasal dari catatan-catatan, oleh karenanya bermaksud untuk membela diri. Lantaran catatan-catatan itu butuh hidup subur, maka jika diganggu akan marah, jika dibantu akan tertawa senang; sehingga jika dirugikan akan benci, jika diberi keuntungan akan suka. Jadi bila ada rasa muncul, dan rasa itu diteliti, maka kita akan menemukan hanya dua macam hal, yaitu suka dan benci, kedua-duanya itu tentu bersifat membela diri.
Jika anak kita diganggu, maka kita marah. Anak ini termasuk catatan keluarga, yang butuh tetap hidup subur; sehingga tatkala anak kita diganggu, kita akan marah, dan ini berarti bahwa kita membela diri. Begitupun bila kita dibantu dalam mengasuh anak kita, sukalah hati kita. Suka ini pun berarti membela diri, karena memperoleh untung.

Dalam gambar Kramadangsa, pada bagian gambar jalan simpang tiga, terdapat penghalang (bhs. Jawa: aling-aling). Penghalang inilah yang menghalangi kita menuju ke ukuran keempat. Penghalang ini ialah pembelaan diri, yang berwujud anggapan benar. Jadi penghalang yang menghalangi diri-sendiri menuju ke ukuran keempat, berwujud “anggapan’ benar.

Anggapan benar yang ada pada diri-sendiri ini, menimbulkan perselisihan. Dua orang yang berselisih, masing-masing sama-sama beranggapan benar. Misalnya si A berselisih dengan si B, si A merasa benar dan si B juga merasa benar. Maka merasa benar adalah perselisihan, dan orang berselisih karena merasa benar. Apabila merasa benar berarti berselisih, maka damai itu berarti merasa salah. Jadi, di waktu kita berselisih dengan orang lain, dapatlah dimengerti bahwa kita sendiri yang salah, maka carilah kesalahan diri-sendiri itu sampai ketemu. Yakni bahwa kita hanya mengejar kepentingan diri sendiri dan tidak mempedulikan orang lain. Maka kita ini bertindak sewenang-wenang, tukang bertengkar atau juara pertengkaran.

Karena persengketaan itu disebabkan oleh anggapan benar sendiri, sedang kita ini selalu merasa benar, maka kita selalu bersengketa, baik dengan isteri/suami, anak, orang tua, maupun dengan tetangga-tetangga kita.

Yang menjadi penghalang kita menuju ukuran keempat ialah anggapan bahwa kita benar, dan anggapan inilah yang menyebabkan perselisihan. Bila kita berselisih dengan siapa saja, maka kita akan menyadari dan mengerti, bahwa anggapan benar itu salah. Pengertian demikian itu berarti menjebol penghalang di atas. Dan kita menghayati hidup dalam ukuran keempat, yakni sebagai manusia tanpa ciri yang bila bergaul dengan orang lain, selalu merasa damai.

Jadi, rasa yang menanggapi apa saja, tentu hanya rasa suka atau benci. Suka atau benci ini berarti membela diri, yang berwujud anggapan-benar. Oleh karena anggapan-benar ini menyebabkan perselisihan, maka dapat dimengerti bahwa anggapan-benar itu salah. Kesadaran ini berarti jebolnya penghalang jalan hidup, yang menuju ukuran keempat. Maka kita terjun ke dalam hidup ukuran keempat, sebagai manusia tanpa ciri, yang merasa damai bila berhubungan dengan orang lain.

Bersamaan dengan lahirnya manusia tanpa ciri dalam ukuran keempat, si Kramadangsa menjadi tidak berdaya. Dengan demikian dapatlah dilihat kekeliruan dan kesalahan catatan-catatan yang ada dalam diri kita. Catatan-catatan yang mengenai rasa, hampir semua salah, sedangkan yang mengenai wujud barang, banyak yang benar. Misalnya, mencatat wujud meja di depan saya ini, benar, berbentuk persegi panjang; tetapi bila mencatat rasa/tanggapan akan sering kali salah.

Mari bersama-sama kita periksa catatan pertama dalam gambar Kramadangsa itu, yakni catatan harta benda. Kita mencatat harta benda ini salah, jika kita salah mempergunakannya. Harta benda berguna untuk mencukupi kebutuhan raga yang berupa makan, pakaian dan tempat tinggal. Karena kebutuhan raga itu pada dasarnya tidak banyak (sederhana), maka orang tidak akan kekurangan, atau kaya, untuk mencukupi kebutuhan raga ini. Tetapi kita sering keliru, mempergunakan harta benda sebagai alat untuk mencari kehormatan dan kekuasaan. Padahal kehormatan dan kekuasaan ini kebutuhan jiwa, bukan kebutuhan raga. Apabila harta benda dipakai untuk kebutuhan jiwa, orang merasa tidak cukup, atau melarat. Walaupun mempunyai berjuta-juta harta benda, masih saja merasa tidak cukup atau kekurangan.

Dalam masyarakat kita, orang kaya lebih dihormati daripada orang miskin. Ini membuktikan bahwa harta benda dipakai untuk memperoleh kehormatan. Begitu pula harta benda sering dipakai untuk memperoleh kekuasaan. Misalkan seorang kaya hendak menguasai pegawainya yang melarat, lalu mengancam: Bila kamu tidak menurut perintah-perintahku kamu akan kupecat. Padahal orang kaya itu pasti menghadapi orang lain, yang melebihi kekayaannya. Maka untuk mempertahankan kedudukannya, ia selalu merasa kekurangan harta bendanya. Jadi jika harta benda dipakai untuk kebutuhan jiwa, maka harta benda selalu menimbulkan rasa tidak cukup.

Tetapi bila orang memakai harta benda untuk mencukupi kebutuhan raga, ia akan merasa cukup, kaya. Misalnya dengan memiliki tiga helai celana, orang sudah serba cukup, kaya. Satu helai dipakai, yang lain dicuci, dan yang lain lagi untuk cadangan bila yang dipakai tiba-tiba kotor. Jadi orang punya tiga helai celana, sudah kaya. Jika ia sampai mempunyai empat helai celana, berarti ia kelebihan sehelai. Barang kelebihan ini, bila hilang tidak akan menjadi soal baginya. Demikian seterusnya, jika ia mempunyai sepuluh helai celana, berarti ia kelebihan tujuh helai sebagai kekayaannya. Sehingga bila hilang kekayaan atau kelebihan itu, tidak akan menjadi soal baginya.

Orang yang mempunyai kelebihan tujuh helai celana, boleh dikatakan merugikan masyarakat, karena tujuh helai celana itu, yang seharusnya tersebar dalam masyarakat, ditimbunnya sendiri. Hal ini memboroskan masyarakat. Maka orang yang menimbun barang adalah orang yang boros. Barang-barang yang dimaksudkan di sini, bukanlah barang dagangan. Oleh karena orang yang menimbun barang-barang itu memboroskan dan merugikan masyarakat, dengan sendirinya ia memperoleh hukuman dari masyarakat. Hukuman masyarakat ini, berupa rasa ketakutan akan pencuri. Tetapi bagi orang yang hanya punya sehelai celana, ia tidak takut akan pencuri. Demikian orang yang salah mempergunakan harta benda, sehingga ia bertikai dengan masyarakat.

Kekeliruan dalam menggunakan harta benda, dapat menimbulkan kekacauan dan keributan, sehingga merusak ketenteraman. Supaya lebih jelas, saya beri tambahan contoh pengalaman saya sendiri.

Pada suatu ketika saya mempunyai dua buah rumah, yakni rumah belakang dan rumah depan (pendopo). Pada suatu ketika pendopo itu doyong ke timur, saya tunjang dari timur. Kemudian ketika pendopo itu doyong ke barat, saya tunjang dari barat, lalu ketika doyong lagi ke utara, saya tunjang dari utara. Walhasil rumah itu penuh dengan bambu-bambu penunjang, hingga tidak dapat didiami, dan terpaksalah dirobohkan. Setelah rumah itu roboh, barulah saya merasa kaya. Ketika saya mengerti bahwa rumah yang roboh itu adalah barang kelebihan, maka hal itu tidak menimbulkan persoalan bagi saya lagi. Saya bersama keluarga lalu tinggal di rumah belakang, terhindar dari panas, hujan dan angin. Dan waktu itu juga, saya merasa kaya karena memiliki kayu bakar yang lumayan banyaknya; sehingga selama dua bulan tidak perlu membeli kayu bakar. Jadi bila harta benda dipergunakan untuk kebutuhan raga, orang merasa cukup, malah merasa kaya. Kedua, kelompok catatan kehormatan. Dalam diri kita ada catatan kehormatan yang berupa tata-cara menghormat, dengan bersenyum, manggut, bersalaman, menunjuk ke langit dan sebagainya. Kelompok catatan ini pun dapat keliru; jelasnya sebagai berikut.

Kita merasa nikmat, bila orang lain menghormati kita. Dan kita mengira bahwa rasa nikmat itu berasal dari penghormatan, yang diberikan oleh orang lain. Maka kita berusaha keras agar dihormati oleh orang lain, sehingga berebut kehormatan atau gila hormat. Hal itu salah, sedangkan yang benar ialah dalam hormat terdapat nikmat. Tegasnya, baik hormat orang lain terhadap diri-sendiri, maupun hormat diri-sendiri terhadap orang lain rasanya nikmat. Jadi, dihormati itu nikmat, menghormati pun juga nikmat.

Jika kita mengerti bahwa hormat adalah nikmat, bilamana kita ingin merasa nikmat dari hormat, cukuplah dengan bertindak menghormat orang lain. Dengan demikian kita tidak perlu berebut kehormatan.

Ketiga, kelompok catatan kekuasaan, ini pun dapat keliru. Kuasa itu berarti dipercaya oleh orang lain. Dipercaya oleh orang lain itu, rasanya nikmat. Bila kita tidak mengerti apa sebab hingga dipercaya dan berkuasa, kita lalu berusaha membabi-buta mencari kekuasaan, berebut kekuasaan dan gila kekuasaan, yang pada akhirnya menjadi perkelahian.

Padahal orang berkuasa atau dipercaya itu adalah karena ia mengenakkan orang lain. Umpama seorang dokter, setiap mengobati orang sakit selalu berhasil menyembuhkan. Sudah tentu beribu-ribu orang minta pertolongan dan percaya akan nasehatnya. Dokter itu dipercaya oleh orang banyak, dan ia merasa berkuasa dan nikmat. Jadi orang berkuasa atau dipercaya itu, karena ia mengenakkan orang lain. Maka bila kita ingin berkuasa dan dipercaya, kita harus bertindak mengenakkan orang lain.

Tetapi jika kita tidak mengerti bahwa berkuasa atau dipercaya itu adalah karena mengenakkan orang lain, maka kita justru mencari kekuasaan atau kepercayaan tanpa mengenakkan orang lain.

Dipercaya oleh satu orang atau oleh orang banyak, rasa nikmatnya sama saja. Saudara-saudara dapat mencoba sendiri. Saudara-saudara kaum lelaki yang biasanya tidak pernah mengambil air dari sumur (bhs. Jawa: ngangsu), besok pagi-pagi bangun tidur, saudara segera mengambil air. Yang biasanya tidak pernah menyapu lantai rumah, lakukanlah pekerjaan itu. Pasti saudara segera dipercaya oleh isteri saudara. Sang isteri itu belum diperintah, sudah mendahului minta diperintah, “Mas, kau ingin kubuatkan apa?” Hal itu dapat saudara buktikan sendiri.

Maka bila mengerti bahwa berkuasa itu disebabkan mengenakkan orang lain, orang lalu merasa kaya akan kekuasaan dan tidak berebut kekuasaan.

Keempat, catatan keluarga, ini pun dapat keliru. Dalam catatan itu yang penting ialah suami/isteri, anak-anak. Jadi kita seringkali keliru mencatat tanggapan terhadap suami/isteri dan anak-anak kita. Dalam hubungan suami-isteri, kita merasa bahwa kita mencintai satu sama lain. Padahai kenyataannya tidak demikian.

Mari saudara-saudara saya ajak bersama-sama meneliti diri sendiri masing-masing. Apakah kita ini mencintai pasangan kita atau tidak? Saudara-saudara, baik laki-laki maupun perempuan, cobalah meneliti diri sendiri, ketika memilih jodoh, apakah kita berniat membahagiakan calon pasangan kita? Jika calon pasangan kita itu menolak untuk diperisterikan atau dipersuamikan, apakah kita masih tetap ingin membahagiakannya? Tentu saja tidak. Padahal rasa ingin membahagiakan itu, lahir dari rasa cinta. Jadi kita tidak lagi mencintai, karena kehendak kita ditolaknya, bahkan kita lalu membencinya.

Mari saudara-saudara saya ajak mengingat-ingat rasa sendiri, ketika kita memilih pasangan. Rasa yang paling baik: “Bila aku memperoleh dia, aku akan senang sekali.” Sedang rasa yang jelek: “Kalau enak diteruskan, kalau tidak enak diceraikan.” Jadi rasa yang terbaik itu, ialah semata-mata memikirkan kesenangan diri-sendiri, dengan tidak mempedulikan pihak calon pasangannya. Rasa demikian itu bukanlah cinta, melainkan mengejar kesenangan sendiri. Jadi kita menghargai pasangan kita, sebagai barang kesenangan belaka. Sama dengan barang-barang kesenangan lain, seperti burung perkutut, kucing dan dengkek (nama salah satu kartu judi).

Orang yang senang memelihara perkutut, bila burung itu bersiul bagus “hoorketekung,” burung itu lalu dirawat baik-baik, dikerek tinggi, dimandikan, ditambah makanannya. Tetapi jika perkutut itu berbunyi ‘hoorketekek” jelek, maka akan dibantingnya, karena tidak menyenangkan. Demikian pula ia bertindak terhadap pasangannya, yang tidak menyenangkan atau “hoorketekek”, juga dibantingnya. Bedanya, pada perkutut yang dibanting raganya, sedang pada suami/isteri, yang dibanting rasanya.

Contoh “hoorketekek bagi manusia, misalnya seorang laki-laki yang sangat merosot penghasilannya, karena semula bekerja tetapi kini dipensiun. Penghasilan kurang inilah “hoorketekek”, tegasnya tidak menyenangkan isterinya. Maka sang isteri membantingnya; hanya saja yang dibanting bukan raganya, tetapi perasaan hatinya. Caranya dengan menghidangkan “gudangan mentah” (daun daun sayur mentah dengan sambal kelapa). Di pihak lain, sang suami yang baru dipensiun itu, sering lupa, sehingga tatkala menghadapi hidangan “gudangan mentah” itu, merasa ogah-ogahan makannya. Ogah-ogahan ini pun rasa hoorketekek lagi, maka sang isteri membanting pula dengan berkata: “Orang sudah dipensiun, masih tetap minta lauk pauk telur?” Demikian orang menghargai suami/isteri hanya sebagai barang kesenangan belaka.

Melihat kenyataan bahwa dirinya sesungguhnya tidak mecintai isterinya, laki-laki itu takut melihat keadaan diri-sendiri yang sebenarnya. Ketakutan itu mendorongnya untuk menutupi dirinya sendiri demikian: “Tetapi aku ini berbeda dengan laki-laki lain. Aku benar-benar mencintai isteriku, buktinya ia kubelikan rumah, pakaian, perhiasan mas-intan yang bagus-bagus.

Mari saudara-saudara saya ajak bersama meneliti diri-sendiri masing-masing. Rasa apakah yang mendorong kita, memberi sesuatu kepada suami/isteri; rasa cintakah atau dengan maksud lain? Hal ini bagi kaum laki-laki atau perempuan sama saja.

Umpama seorang laki-laki pulang dari perjalanan ke Singapura, ia membawa oleh-oleh kain baju untuk isterinya. Pada waktu menyerahkan, rasanya: “Isteriku, ini kuberi oleh-oleh kain baju. Walaupun kamu tidak memesan, namun kubelikan; ini sebagai bukti dari cintaku kepadamu”. Apakah membelikan kain baju dapat diartikan cinta? Sehingga sebuah baju sama dengan satu cinta, dua buah baju sama dengan dua buah cinta? Kalau bajunya satu lemari, apakah cintanya pun satu lemari? Jika demikian halnya, orang-orang kaya itu kaya dengan cinta, karena mereka mampu memberi delapan lemari berisi penuh dengan kain baju, yang berarti delapan lemari penuh cinta kepada isterinya. Sementara orang-orang miskin tidak dapat mencintai suami/isterinya karena tidak punya baju berlemari-lemari.

Demikian orang itu tidak dapat mencintai suami/isterinya. Rasa yang ada dalam hubungan suami-isteri hanyalah rasa saling memanfaatkan, untung-menguntungkan. Maka bila dirasakan masih seimbang, memadai, perkawinan masih dapat dipertahankan, tetapi bila tidak, lalu bercerai.

Demikian juga catatan “anak” pun keliru. Orang mencatat bahwa dirinya mencintai anak-anaknya, padahal sebenarnya tidak. Yang sering dianggap cinta itu, hanyalah rasa hidup untuk mempunyai keturunannya. Wujud rasa hidup tersebut, berupa asuhan kepada anak kecil, supaya raganya berlangsung hidup. Tetapi setelah anak itu dewasa, kita ajak bertengkar, dan pertengkaran bukanlah cinta.

Kecuali rasa hidup untuk melangsungkan keturunan, yang mendorong kita untuk memelihara anaknya, kita menganggap anak kita hanyalah sebagai cadangan dana pensiun dan alat kebanggaan. Anggapan itu dapat diungkapkan sebagai berikut: “Anakku ini kudidik rajin bersekolah, agar berilmu dan berijazah serta mendapat jabatan tinggi dengan penghasilan besar. Nanti kalau saya sudah tua dan tidak dapat bekerja tetapi masih butuh makan dan pakaian, maka anakkulah yang akan memberi pensiun padaku. Bahkan keinginan jaminan pensiun ini bisa makin jauh, rasanya: “Apabila anakku berpenghasilan besar, sedangkan aku sudah tua dan tidak bekerja, tetapi masih butuh tambah atau ganti isteri/suami, maka anakkulah yang nanti harus mengawinkan aku.”

Kecuali untuk cadangan pensiun, kita menghargai anak kita sebagai alat kebanggaan, rasanya: “Untuk mencari kebanggaan, aku sendiri sudah tidak mungkin. Tetapi kuharapkan anakku memperoleh pangkat tinggi, sehingga derajatku pun turut naik tinggi.” Maka apabila anak kita yang bersekolah tidak naik kelas, kita jadi marah, anak dipukul, kadang-kadang sampai hati pula mengusirnya. Hal ini menyebabkan pada setiap kali masa ujian terakhir, ada pelajar yang bunuh diri. Karena pelajar itu telah mengecewakan harapan orang tuanya. Demikian kekeliruan catatan keluarga itu.

BAGIAN IV

Catatan-catatan yang lain pun semua dapat keliru, tetapi tidak akan saya terangkan satu persatu, karena akan makan banyak waktu. Selanjutnya saudara-saudara dapat meneliti bersama-sama kawan-kawan lain, atau dengan saudara-saudara yang baru mendengarkan sekarang.

Jadi catatan-catatan yang berjuta-juta banyaknya dalam diri kita sendiri dapat keliru. Bila catatan keliru itu sudah diketahui, maka akan ada catatan baru yang benar. Kemudian catatan lama yany keliru bertarung dengan catatan baru yang benar. Jika dalam perkelahian itu, catatan lama (yang keliru) kalah, matilah catatan lama itu. Catatan yang mati itu tidak mengganggu kita lagi.

Jadi bila rasa-rasa yang muncul dari dalam diri kita, diteliti sehingga selesai, penghalang yang berupa anggapan benar itu jebol. Barulah kita mengetahui kekeliruan catatan-catatan itu, dan rasa aku si Kramadangsa diam atau mati. Bersamaan dengan itu lahirlah rasa manusia tanpa ciri.

Ukuran keempat ialah sifat manusia tanpa ciri, dan ukuran ketiga ialah sifat Kramadangsa, atau manusia memakai ciri-ciri. Ciri-ciri itu dapat diibaratkan ekor, yang berupa jenis dan golongan; seperti: laki-laki, perempuan, tua, muda, kaya, miskin, pangkat tinggi, pangkat rendah dan sebagainya. Segala apa yang membedakan seseorang dengan seseorang lain ialah ciri atau ekor. Ciri-ciri atau ekor-ekor inilah yang menyebabkan orang, pada waktu berhubungan dengan sesama orang, tidak dapat bertemu sebagai manusia dengan manusia tanpa ciri. Tetapi yang bertemu hanyalah ciri-ciri atau ekor masing-masing. Oleh karenanya mereka pasti berselisihan.

Misalnya seorang kaya berjumpa dengan seorang miskin, yang berjumpa ialah rasa kaya di satu fihak dan rasa miskin di fihak lain. Maka mereka pasti bertikai dan ejek mengejek. Si kaya mengejek si miskin: “Ah, orang melarat ini, biasanya semula bicara baik-baik, lama kelamaan pasti minta berhutang”. Si miskin pun mengejek si kaya: “Ah, orang kaya ini, bicara baik-baik, ujung-ujungnya hanya akan menyuruh saja. Pukul tiga dini hari membangunkan orang tidur hanya untuk menyuruh. Mentang-mentang banyak uang. Tapi akau kok mau juga disuruh-suruh.

Demikianlah, Kramadangsa atau manusia berciri atau berekor, bila bergaul tidak dapat bertemu secara manusia dengan manusia, melainkan sebagai ekor dengan ekor, maka itu mereka berselisih.

Demikian pula bila seorang wali (orang sakti, aulia) bertemu dengan seorang bajingan, mereka tidak dapat berbicara sebagai manusia dengan manusia. Tetapi sebagai wali dan bajingan, yaitu ekor masing-masing. Si Wali mengejek si bajingan: “Ah, bajingan ini biasa, diajak bicara baik-baik, tapi begitu kita lengah sedikit, segera ia mencopet”. Dan si bajingan pun mengejek si Wali: “Ah, Wali ini biasa, diajak bicara baik-baik, begitu kita lengah, ia segera mengutuk”. Demikianlah Kramadangsa atau rasa kita sendiri yang berciri dan berekor, tidak dapat bergaul secara manusia dengan manusia.

Jadi tumbuhnya jiwa manusia tanpa ciri dalam diri kita, bila kita mengetahui ciri-ciri kita. Ciri-ciri itu berpusat pada aku Kramadangsa, yang muncul sebagai tanggapan rasa suka atau benci. Bila ciri-ciri itu diketahui, Kramadangsa mati dan lahirlah manusia tanpa ciri. Manusia tanpa ciri ini bila berhubungan dengan orang lain akan damai, karena ia merasa sama. Perbedaannya hanya pada ciri cirinya.

Ciri atau ekor orang itu mudah diketahui sewaktu ia berada dalam pergaulan umum, misalnya dalam bis, kereta api, bioskop dan sebagainya. Umpama si Kramadangsa, yakni manusia pakai ciri atau ekor, sedang di dalam kereta api, duduk berdampingan dengan seorang yang belum dikenalnya. Bila ia ingin berbicara, tentu dimulai dengan meraba-raba ekornya dan ditanyanya: “Saudara pergi ke mana? Dari mana? Menjabat apa? Anak saudara berapa? Yang sudah kawin berapa? Saudara masuk agama apa dan masuk partai apa? Kalau pertanyaan-pertanyaan itu sudah dijawab, baru mereka melihat ekor masing-masing. Kemudian berjumpalah ekor dengan ekor, bercakap-cakap dengan tak putus-putus. Apabila bicara, ekor itu menggunakan dirinya sendiri sebagai patokan, supaya ditiru oleh semua orang. Semboyannya; “Kalau saya…” Maka ekor dengan ekor itu, dalam pembicaraan memakai semboyan “Kalau saya…” “Kalau saya begini…..” Dan pihak satunya menjawab: “Wah, kalau saya … begini,” yang akan dijawab “Ah tidak, kalau saya begini…!” Kadang-kadang ekor dengan ekor sampai semalam suntuk saling memamerkan “Kalau saya” nya masing-masing.

Contoh lain, ada seorang laki-laki duduk dalam kereta-api. Sebenarnya ia sudah mengantuk, tetapi tatkala melihat seorang wanita cantik memasuki gerbong itu, mendadak kantuknya hilang. Tiba-tiba ia bangun dan memperlihatkan seluruh kepandaiannya, yang merupakan ekornya. Ia membuka dompet dan menghitung uangnya, meskipun bukan milik sendiri. Karena ia pandai bersiul, bersiullah ia lagu Indonesia Raya. Ia mulai mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris, meskipun ia takut berbicara pada orang Inggris. Demikian ciri sendiri atau ekor-ekor sendiri, dengan jelas dapat diketahui dalam pergaulan umum.

Kadang permasalahan yang timbul dalam diri seseorang, dikaitkan dengan ekornya. Atau dengan kata lain, masalahnya dikurung dalam cirinya sendiri. Misalnya seorang isteri bertengkar dengan suaminya. Ia marah dan mengeluh: “Kaum laki-laki selalu mau menang sendiri, mereka diperbolehkan berpoligami. Sebaliknya, kaum perempuan tidak diperbolehkan berpoligami.” Padahal keruwetan suami-isteri adalah masalah perkawinan. Padahal yang menderita kesusahan dalam perkawinan tidak hanya orang perempuan saja, tetapi orang lelaki juga. Jadi masalah perkawinan adalah masalah manusia, bukan masalah golongan. Bila soal perkawinan dikaitkan dengan ciri buntutnya sendiri, usaha bersama untuk memecahkan persoalan menjadi gerakan golongan. Yakni gerakan golongan wanita berkelompok menentang golongan laki-laki untuk menuntut hak sama, dalam contoh ini, untuk diperbolehkan berpoligami.

Akan tetapi bila diteliti, bahwa permasalahan suami-isteri itu adalah masalah perkawinan. Sedangkan masalah perkawinan adalah masalah semua manusia, maka permasalahan tadi jadi terurai. Yang masih ada hanyalah permasalahan manusia dalam perkawinan. Bila kita ingin memecahkan bersama, usaha kita menjadi gerakan manusia. Dan dalam gerakan manusia ini tidak ada golongan lain yang ditentang.

Sebagai hasil mempelajari ilmu jiwa ini, seharusnya jiwa kita menjadi sehat. Jadi mempelajari ilmu jiwa adalah salah satu usaha untuk menyehatkan jiwa. Dalam berusaha menyehatkan jiwa, seharusnya terlebih dahulu kita mengetahui penyakit jiwa. Sama halnya bila kita berusaha menyehatkan raga, terlebih dahulu kita harus mengetahui penyakit raga. Perbedaan sakit jiwa dan sakit raga, ialah pada sakit raga, cara mengobatinya dapat dengan minta bantuan orang lain, tetapi pada sakit jiwa, mengobatinya tidak dapat minta bantuan orang lain. Umpama sakit gigi, orang dapat minta bantuan seorang dokter gigi untuk mencabutnya. Tetapi dalam hal sakit jiwa, si penderita sendirilah yang dapat mengobatinya. Sakit raga dan jiwa ini bisa ringan dan bisa berat. Raga mungkin menderita sakit ringan atau berat, begitu pun jiwa mungkin menderita sakit ringan atau berat.

Perbedaaan lain antara sakit raga dan sakit jiwa ialah, sakit raga mudah dirasakan karena ada ukuran yang dipakai untuk menetapkannya. Ukuran itu ialah bila orang tidak dapat melakukan pekerjaan sehari-hari, lalu merasa sakit dan berusaha mengobatinya. Tetapi, daiam hal sakit jiwa, orang tidak mudah merasakannya, karena tidak mempunyai ukuran; ukuran untuk menetapkan sehat atau sakit jiwanya. Semakin ringan sakitnya semakin sukar dirasakan, karena tidak ada ukurannya. Malahan seorang sakit jiwa yang sudah hebat, dan sedang dirawat di rumah sakit, masih belum merasa bahwa dirinya menderita sakit jiwa. Malahan ia menganggap orang lainlah yang sakit jiwa. Dalam hati ia berkata: “Eeee, dokter rumah sakit jiwa itu gila. Aku tidak gila mengapa dianggap gila.” Demikianlah kesukaran penderita sakit jiwa untuk merasakan sakitnya, karena itu ia tidak berusaha untuk mengobatinya. Lebih-lebih sakit jiwa yang ringan, yang sebenarnya masih mudah diobati, tetapi jadi semakin sukar karena tidak dirasakannya.

Karena untuk mengobati penyakit jiwa, orang harus mengetahui sakitnya, padahal ukuran untuk menetapkannya tidak ada; maka di sini saya sengaja membuat ukuran untuk menetapkan jiwa sehat atau jiwa sakit. Ukuran itu berupa gambar jiwa sehat seratus persen.

Saya sengaja membuat gambar jiwa sehat seratus persen, meskipun dalam kenyataan tidak ada. Sama dengan ahli kesehatan raga, bisa membuat gambar raga sehat seratus persen, meskipun kenyataannya tidak ada. Umpama raga yang sehat seratus persen ialah yang keadaan jantungnya begini, ginjalnya begitu, hatinya begini, ususnya demikian dan sebagainya. Adapun gambar jiwa sehat seratus persen ialah bila juru catat dalam diri kita, setiap kali mencatat apa saja, pasti sama persis antara catatan dan yang dicatatnya. Juru catat ini umumnya dalam mencatat barang yang berwujud (kasat mata) sering kali benar, tetapi bila ia mencatat rasa sering salah, catatan dan yang dicatat tidak sama tepat.

Di sini juru catat itu saya ganti istilahnya dengan juru potret, karena lebih tepat. Jadi gambar ukuran jiwa sehat 100% ini, ialah bila juru potret memotret rasa, dan hasilnya atau potretnya sama persis dengan yang dipotret. Bila hal itu terjadi maka berarti kita mengetahui rasa, baik rasa sendiri maupun rasa orang lain. Tetapi bila junu potret memotret rasa, dan hasilnya tidak sama persis, berarti kita belum mengetahui rasa orang lain atau rasa kita sendiri. Kita hanyalah mengira tahu rasa-rasa itu.

Juru potret ini sering kali gagal, yakni hasil potretannya tidak sama dengan yang dipotretnya. Seperti halnya dengan alat potret yang lazim, ia harus memakai film. Film negatif ini, bila sudah dipakai (berisi potretan), lalu digunakan memotret lagi, hasil potret itu bertindihan tidak jelas. Maka agar yang dipotret persis dengan potretnya, alat potret itu harus memakai film negatif yang belum terpakai (belum ada gambarnya), yang masih bersih.

Begitu pula denganjuru potret dalam diri kita ini, bila hasil potret rasa sendiri atau rasa orang lain ternyata tidak bisa persis, itu tentu dikarenakan filmnya kotor atau sudah berisi potretan. Maka juru potret itu belum pernah berhasil memotret rasa dengan tepat, persis sama dengan yang dipotret. Sehingga meskipun sudah mempunyai anak cucu, namun belum juga mengetahui rasa suami/isterinya. Bila ditanya: “Bagaimanakah rasa suami/isterimu?” Tentu kita tidak dapat menjawabnya secara tepat: “Ya, bagaimana ya?” Kadang-kadang kita menetapkan: “Suami/isteriku ini galak!” Jawaban ini tercampur tanggapan kita sendiri atas omelan suami/isteri kita. Ada kalanya kita menjawab: “Suami/isteriku sangat terbuka!” Jawaban ini pun tercampur tanggapan kita atas perhatian suami/isteri kita. Jadi rasa suami/isteri kita yang sesungguhnya, tanpa campuran rasa diri-sendiri, belum pernah kita ketahui walaupun sudah punya anak-cucu. Demikianlah juru potret itu, tiap kali memotret rasa sendiri atau rasa orang lain, tidak pernah berhasil tepat, karena filmnya kotor atau sudah berisi gambar lain sehingga hasil pemotretan rasa itu bertindihan, tidak jelas, membuat diri-sendiri tidak dapat melihat rasa.

Supaya juru potret berhasil memotret rasa dengan persis, maka terlebih dahulu kita perlu membersihkan filmnya. Kotoran dalam film yang menghalangi juru potret itu adalah Kramadangsa dan catatan-catatan. Apabila Kramadangsa, atau manusia yang berciri dan berekor ini diketahui, maka ia tidak menghalang-halangi juru potret lagi. Catatan-catatan salah yang memerintah Kramadangsa pun dapat diketahui. Jika catatan-catatan itu diperiksa hingga tuntas, maka film negatif menjadi bersih, tidak lagi berisi gambar potretan lama. Setelah itu, barulah juru potret dapat memotret rasa dengan hasil potretan yang tepat sama dengan yang dipotretnya. Artinya, kita mengetahui rasa sendiri maupun rasa orang lain, yang sesungguh-sungguhnya.

Rasa orang lain yang diketahui itu, pasti tepat sama dengan rasa kita sendiri. Kalau tidak demikian, berarti kita belum mengetahui rasa orang lain. Begitu pula rasa sendiri yang diketahui, pasti sama dengan rasa semua orang. Kalau tidak demikian, berarti kita belum melihat rasa kita sendiri.

Sekarang bagaimanakah caranya membersihkan film? Di sini saya beri contoh pengalaman saya. Pada suatu waktu, tatkala saya pulang dari bepergian, saya menjumpai anak perempuan saya sedang bertengkar dengan ibunya. Melihat kedatangan saya, isteri saya segera menyerang dengan omelan: “Lihatlah anakmu ini, ia menolak kusuruh pergi mencari pinjaman uang. Tabiatnya ini ialah hasil didikanmu yang sukar diperintah. Sekarang silakan kamu menasehatinya. Gunakanlah ilmumu, manusia tanpa ciri atau Kramadangsa! Aku ingin mengetahui khasiatnya”. Sudah tentu, karena dimarahi, saya lalu membalas marah. Pada saat itu saya sedang berada di jalan simpang tiga, yaitu saya Suryomentaram atau Kramadangsa, marah, akibat dimarahi oleh orang lain. Bila kemarahan itu tidak saya ketahui, saya tidak dapat melihat rasa anak dan isteri saya. Maka ketika saya melihat marah saya, lalu menelitinya hingga tuntas. Penelitian rasa ini bisa selesai dalam satu detik, satu menit, satu jam, satu hari, satu bulan, satu tahun, atau bisa tetap tidak selesai. Saat itu, penelitian saya atas marah saya, selesai dalam satu detik. Penelitian saya itu sebagai berikut:

Ketika saya dimarahi, Iantas saya marah, marah saya itu saya rasakan; dan saya merasa bingung, tidak mengerti apa yang harus saya lakukan. Kebingungan itu disebabkan pertengkaran anak dan isteri saya, yang keduanya saya cintai. Selanjutnya timbullah keinginan saya untuk melerai mereka. Tetapi bagaimanakah cara melerai orang yang sedang bertengkar? Kalau caranya sudah diketemukan mudah saja melakukannya. Ternyata cara orang melerai pertengkaran hanyalah dengan membenarkan atau menyalahkan salah satu pihak. Kalau kita membenarkan ibunya berarti mengeroyok anaknya, kalau membenarkan anaknya berarti mengeroyok ibunya. Jadi melerai orang bertengkar itu, berarti turut mencampuri pertengkaran. Maka saya berpendapat bahwa orang tidak mungkin melerai pertengkaran. Bahkan setelah diteliti lagi saya mengetahui bahwa rasa ingin melerai pertengkaran di atas, adalah rasa pura-pura mencintai anak dan isteri.

Padahal rasa pura-pura cinta itu bukanlah cinta, melainkan selubung rasa cinta. Setelah rasa selubung cinta ini diketahui, barulah saya melihat rasa saya yang sebenarnya, yang mendorong saya untuk melerai pertengkaran antara anak dan isteri saya. Rasa tersebut ternyata bukan cinta melainkan rasa terganggu {bhs. Jawa: risi) sewaktu saya melihat orang bertengkar. Jadi tiap kali melihat orang bertengkar, pasti merasa terganggu. Tetapi jika dirinya sendiri yang bertengkar, sama sekali tidak merasa terganggu.

Setelah rasa terganggu ini diketahui, saya segera dapat melihat rasa anak saya tanpa dirintangi rasa selubung cinta. Rasa selubung cinta tadi ialah reaksi marah saya. Marah itu adalah salah satu wujud dari rasa benci. Setelah rasa benci ini diketahui, saya melihat rasa anak yang vertengkar itu sebagai berikut: Anakku itu menolak perintah ibunya, berarti anak itu sukar diperintah. Padahal tabiatnya itu adalah hasil didikanku. Jadi didikanku menghasilkan tabiat sukar-diperintah. Bila yang dididik sukar diperintah, yang mendidik pasti juga sukar diperintah. Buktinya aku sendiri sukar diperintah. Aku lebih suka memerintah daripada diperintah.

Mengetahui rasa yang sama demikian itu, menimbulkan rasa damai. Tidak suka dan tidak benci, tidak memuji dan tidak mencela. Tegasnya, saya tidak dapat memarahi anak saya, karena ia dan saya sama-sama sukar diperintah. Bagaimana harus memarahinya? Apakah demikian: “Kamu ini, janganlah terlalu sama denganku”?

Kemudian saya meneliti rasa ibunya, yaitu isteri saya. Ibu menyuruh anaknya tetapi anaknya tidak mau menurut, lalu ia marah. Maka ibunya pun termasuk orang yang sukar diperintah. Jika ia mudah diperintah, cukuplah ia pergi sendiri dan urusan selesai. Kemudian saya melihat rasa yang sama antara isteri saya yang sukar diperintah dan saya yang juga sukar diperintah. Jadi, sudah menjadi jodoh, sama-sama sukar diperintah. Bila salah seorang ingin menyuruh yang lain, timbullah pertengkaran, yaitu jodoh yang sama-sama senang bertengkar. Mengetahui rasa yang sama ini, menimbulkan rasa damai, tidak berselisih.

Waktu itu anak saya segera pergi, dan ketika saya melihat kemarahan isteri saya agak reda, lalu saya katakan: “Bu, memang anakmu itu sukar diperintah. Itu hasil didikanku. Maka anakmu itu mewarisi sifatku, sama-sama sukar diperintah. Aku sendiri belum pernah mau engkau suruh. Bila aku segera melakukan perintahmu, itu hanya karena ingin dipuji, bukan karena rajin.” Melihat rasa yang sama demikian itu, menimbulkan rasa damai, tidak berselisih.

Rasa damai itu menghapuskan bekas-bekas luka hati. Bila pertengkaran di atas tadi tidak diteliti sampai tuntas, pasti akan meninggalkan bekas luka yang tergores di hati kita, dan menjadi dendam. Maka bila rasa tanggapan yang muncul dalam pertengkaran itu tidak diteliti dengan tuntas, pasti akan menghasilkan dendam. Parut bekas luka ini akan muncul lagi, bila suatu hari suami/isteri itu bertengkar lagi: “Nah, ini dia, yang mencaci-maki aku kemarin!”

Bila dilakukan penelitian dengan tuntas, tidak akan ada parut bekas luka atau dendam. Parut pada diri saya hilang, menular ke anak dan isteri saya. Seakan-akan pertengkaran tadi tidak pernah terjadi. Ini dapat dilihat ketika anak saya berjumpa lagi dengan ibunya, seolah-olah tidak pernah bertengkar.

Demikianlah contoh cara membersihkan film. Bila film telah bersih, rasa yang muncul bisa diketahui, yakni Kramadangsa atau catatan-catatan. Juru potret kemudian memotret rasa, dan hasilnya bisa persis sama dengan yang dipotret.

Apabila Kramadangsa diketahui, ia akan segera mati, dan dengan matinya Kramadangsa, lahirlah manusia tanpa ciri, yang merasa damai bila berhubungan dengan orang lain. Juru catat lantas mencatat manusia tanpa ciri. Catatan manusia tanpa ciri ini memerintah Kramadangsa, sehingga Kramadangsa hidup lagi dan berbuat sewenang-wenang seperti biasanya. Tetapi jika Kramadangsa itu diketahui, ia pun mati lagi, diiringi lahirnya manusia tanpa ciri. Demikianlah proses ini berlangsung terus, kematian Kramadangsa diiringi kelahiran manusia tanpa ciri.

Jadi lahirnya manusia tanpa ciri ini tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada setiap kejadian, satu peristiwa demi satu peristiwa, atau satu masalah demi satu masalah. Setiap ada kesulitan, bila diteliti sehingga tuntas, maka lahir/timbul manusia tanpa ciri, yang kemudian tenggelam lagi. Demikian seterusnya. Jadi lahir/timbulnya manusia tanpa ciri itu tidak terus menerus.

Sebagai penutup, saya ulangi bahwa dalam batin kita sendiri terdapat juru catat, catatan-catatan, kelompok-kelompok catatan, Kramadangsa dan manusia tanpa ciri. Sekianlah ceramah llmu-Jiwa tentang Kramadangsa,

189. RADHITE - 28 Juni 2008

FOR SIWABUDHA
SELAMAT MALAM MAS SIWABUDHA, AQ SUDAH MENG – EMAIL PANJENENGAN. BARU SAJA KOK. TAPI SUDAH 3 KALI KOK TIDAK TERKIRIM ? MENGKIN EMAIL AQ LAGI NGADAT. INI YANG KE 4 KALINYA SEMOGA TELAH TERKIRIM.

FOR SILIWANGI
SELAMAT MALAM MAS SILIWANGI ? APAKAH EMAIL TERAKHIR AQ SUDAH SAMPAI ? KALAU TIDAK NANTI AQ ULANG LAGI.

MATUR NUWUN
SALAM HANGAT DARI AQ

190. Siwa Buddha - 28 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

191. Brug dam - 29 Juni 2008

Keturunan HB I? Berarti keturunan al mustofa ya. Dengar2 nabi muhammad jg belajar agama budha? Tolong dong ceritakan. Trims

192. Siwa Buddha - 30 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

193. Siwa Buddha - 30 Juni 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

194. Lingga Wardana - 30 Juni 2008

Tuhan sebgai tuhan itu sendiri…
dan ilahi sebgai tuhan itu sendiri…
dan khaliq sebgai tuhan itu sendiri…

dalam pemikiran tuhan adalah ilahi…
dalam perasaan tuhan adalah khaliq…
dalam paduan perasaan dan pikiran tuhan adalah Tuhan…
dalam kekosongan tuhan dibalik menjadi dajjal atau hantu…
dalam kepasrahan tuhan adalah Tuhan dengan huruf kecil yaitu tuhan….

jadi lima arti tuhan dalam agama pancasila …

maka aku ada dan kau tak ada…
maka aku tidak ada dan kau tidak ada…
maka aku ada dan dia ada…
maka aku ada dan dia adalah ada….
naka AKU ada dan aku ada belaka…

dalam perbendaharaan kata…

maka Aku adalah Tuhan…
dia adalah yesus…
anda adalah Allah…
dan kami adalah khaliq…
mereka adalah shiva…
kalian adalah bhuda….
saya adalah hantu…
kita ada;ah ilahi….
daku adalah tuhan…
jadi syeh siti jenar adalah nabi….
jadi mpu dang hyang dijendrra adalah wali…dan nabi kedua…
mpu kuturan adalah nabi…
jadi sunan kalijaga naik tingkat menjadi nabi as…
jadi Indonesia memiliki agama pancasila..bukan siwa budha…

agama adalah berasal dari filosofi….

tentukan makna mantra ini…

syahidinan amanikun laula khadar syatikun…
makaniauntara jagatikun sagatun jagat ratianikalamikaun…
syahidina kualanjagatikun…
gayakun jagat suawbahanallah…
suyudina amanuh….

sutasoma zagatu 6:49…

bahwa manusia adalah pancasila….sedangkan agama adalah ilahi,…
maka kita adalah pancasila belaka…dan kita bukanlah allah..tetapi kita adalah nusantara…maka hegemoni agama tak ada,..

ideologi lebih tinggi dari agama dan agama telah hancur dalam kekerasannya…agama pancasila berubah menjadi agama yang berideologi pancasila….takkan ada agama yang melebihio agama pancasila,…dan seluruh bangsa didunia tunduk pada pancasila…

sebagai agama yang tanpa kekerasan…dan jikapun ingin keras maka agama pancasila akan keras…bagai jepang yang ingin bunuh diri melawankan agamanya…..
sebenarnya jepang dengan shintonya sma dengan pancasila dengan agamanya…namun jepang kalah karena tidak terdapat lambang garuda sebagai pancasilanyua…

ekonomi yang berkewakilan pancasila…

pancasila adalah liberalisasi kedua…dan kepertama dan pancasila adalah pertama semata…dan sosialsisme adalah srasa …

maka pancasila no 1 belaka…

adalajh tiangakatan pancasila…

karwana….yaitu pancasila dalkam pikiran..
warwana..yaotu pancasila dalam benak…
darwana..yaitu pancasila dalam perbuatan…
sarwana..yaitu pancasila dalam kata-kata…
wardana ..yaitu pancasila dalam semuanya…..

karwana darwana yaitu pancasila dalam pikiran dan perbuatan…
dan sebagainya…dan seterusnya…sebagainya maksudnya adalah tingkatan pancasila yang digabungkan…

pendoktrinan itu perllua karena sutasoma adalah kitab dan zagatu adalah ibarat hadist….

dan saya nabinya….

dan semua nabinya adalah kalian ….

dan walinya adalah kita…
dan kita adalah pancasila…

amin…amin amin ya robbal alamin…
salam damai selalu…

on shalom, santi , narada om..

semoga aman….damai…..dan semoga sejahtera selalu berkat karunia Tuhan …

dan Tuhan adalah nama ALlah di pnacisila..

bahasa ingat bahasa adalah Tuhan…

peace…love and samadhi selalu….

195. adi - 1 Juli 2008

Lanjut …..

196. hidayat - 1 Juli 2008

rahayu……….
mari kita lajutkan……..

horas…..gantharwa
nameste….
merdeka mas lingga, mas tri, mas siwa dan semuanya…
rahayu poro kadhang karahayon
(selamat para saudara yang mendapat kebahagiaan)

“bahwa manusia adalah pancasila….sedangkan agama adalah ilahi,…
mbahwa manusia adalah pancasila….sedangkan agama adalah ilahi,…
maka kita ……………………………………..berideologi pancasila….takkan ada agama yang melebihio agama pancasila,…dan seluruh bangsa didunia tunduk pada pancasila”

sambungan……
pancasila adalah roh bangsa indonesia
bangsa nusantara,
bangsanya manusia
manusia sejati…..
bangsa nusa aneka
bhineka tunggal eka
tak satupun menggantikan roh nusantara…..
seperti iran dengan roh islam menjadi kuat
tapi bukan untuk kita disini…
seperti china dengan roh komunisnya menjadi kuat
tapi bukan untuk kita disini…
seperti amerika dengan liberal dan ketegaannya menjadi kuat
tapi bukan untuk kita disini….

roh kita adalah pancasila
jati diri kita adalah pancasila
ingsun hamukti palapa
ingsun manunggal mijil nuswantoro
hanunggal budi limo ponco

mandagaskar, polynesia, mongolia, hamukti ngsun
pancasila kang sakti mandraguna
lir hing jagating bhumi
lir hing jagating waskita
……..
……..
joyo jaya wijayanti…..
wasalamualaikum wb

197. hidayat - 2 Juli 2008

rahayu….
setelah baca kamus bahasa jawa karangn s.a. mangunsuwito baru dapat saya artikan sbb:

“lir hing jagating bhumi”
(keadaan yang sejati dialam dunia)
“lir hing jagating waskita”
(keadaan yang sejati dialam kewaspadaan/kebenaran)

harap maklum kadang bisa ngucap nggak tahu artinya
jadi yaaa baca buku artinya menyusul…

lanjut….
wasalam wb

198. hidayat - 4 Juli 2008

rahayu….

hasan husen, ali…. biasa diucap orang syiah, disana di karabala, di irak
orang sunni nggak tahu mungkin ya muhammad…

satya ningtyas hangesti hayuning bhumi
lakonnya dedy mizwar sama moamar kadavi…

wasalam wb

199. hidayat - 5 Juli 2008

rahayu

ya mas siwabuddha hari ini saya beberapa kali membuka web anda kesulitan, selalu eror dan kadang situs lain yang tampil
mohon maaf lain kali ya

wasalm wb

200. 54124354 - 9 Juli 2008

Kelahiran kembali yang dimaksudkan oleh Isa binti Maryam itu mungkin artinya kelahiran Ingsun yang Merajai segala sesuatu yang ada ketika rasa AKU,yang gemar mengaku-aku dan hendak diaku-aku serta bernafsu merajai dunia sudah mencapai wangkit/batas akhirnya!!. Dan didalam kehampaan rasa keakuan,aku sehalus dan sekecil apapun akan terlihat,didalam kebeningan yang sungguh2,titik sekecil apapun akan jelas terlihat!.
Satriyo Piningit itu ga ada,kalo masih ada,berarti bukan!.Eling dan waspada,jangan sampai kebegal pengAKUan apapun,siapapun dan darimanapun,sebab yang kita nantikan itu dalam hakikatnya adalah KASIH,yaitu SUWUNGnya AKU. Dan hanya Suwung,satu2nya yang mampu dan pantas untuk HAMENGKU segala sesuatu yang ada!.Tanpa ada rasa butuh untuk diaku dan mengaku!.

201. Si Kumbang Jati - 9 Juli 2008

Rahayu,
Salam untuk kadang 54124354

Jika demikian apa perbedaan Satriya Piningit dengan Satriya Pinilih mas/mbak ?

Tolong dijelasin

Rahayu

202. Siwa Buddha - 9 Juli 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

203. 54254325 - 10 Juli 2008

Mungkin Satriya Piningit itu adalah Praba/isinya sedangkan Satriyo Pinilih adalah wadahnya,tapi yah mungkin juga tidak he he he……..sebelum segala sesuatu terjadi yah kita manusia cuma bisa meraba-raba saja,ga tau nantinya secara nyata itu bagaimana :)

204. independent_day - 10 Juli 2008

Siwa Buddha – Mei 12, 2008

Ha…ha…ha…!Yang kalian sembah tidak ada, hanya ada dalam bayangan imajinasimu sendiri, untuk apa menyembah AWLLOH yang tidak ada ??
Salam

Sarvamangalam!

* he he he,supaya mudah meniadakan rasa akunya,tapi emang lebih baik memuja sesuatu yang bersifat TAN ONO loh,daripada menyembah kata2 dr buku2 dan pemikiran diri sendiri he he he….. peace!!:D

205. bangsa_bisulan - 10 Juli 2008

Memang tidak ada seorang awatara yang tidak sadar diri apalagi sampai tidak tahu diri,dari yang pertama sampai yang kemaren2 dan tentunya juga yang terakhir,tetapi karena Daya Hidup seorang awatara itu berada diluar kemampuan daya manusiawi untuk berpikir dan merasa,jadi yah susah memang untuk dimengerti, dikonsepsi dan didefinisikan kecuali jika sedikit banyak diberikan kurnia buat nyicip2 untuk sesaat menghayati dan menghidupi hidup seorang awatara.Disebut kurnia yah bukan apa atau kenapa,tetapi karena memang terjadi bukan karena niat dan tekad manusia sendiri,tetapi terjadi karena HUKUM/DHARMA/Karsaning Allah semata.Jadi yah jika ditanya apakah seorang awatara itu mengerti dan tahu bahwa dirinya seorang awatara,jawabannya Tidak dengan kesombongan kodratnya sebagai manusia artinya tidak didalam akal dan perasaan hatinya sendiri.Tetapi jika ditanya apakah seorang awatara itu dimengertikan dan diberitahukan setahap-demi setahap bahwa dirinya akan dijadikan wadah dan sarana akan kebabarnya HUKUM JAMAN INI,jawabannya YA,tetapi dialami diluar kemampuan manusiawinya,didalam HAKNYA, suatu keadaan yang bebas dan ga kesentuh rasa keakuan manusia,dimana semua pengalaman itu tidak lagi menimbulkan berkas didalam ingatan karenanya tidak lagi menumbuhkan rasa keakuan!. Kalau begitu yah memang susah untuk diaku dan mengaku…………..,bukan karena supaya dianggap rendah hati atau kenapa,bukan juga supaya dianggap cocok sebagai seorang awatara,tapi karena memang sudah bukan lagi sekedar pemikiran, bukan lagi sekedar perasaan,bukan lagi sekedar rasa tetapi KENYATAAN bahwa segala sesuatu itu bukanlah aku,tidak pantas untuk mengaku-aku apalagi diaku-aku sebagai aku dan milikku!!.

ALLAHU AKBAR!!!.

“Jangan menengok ke belakang,yang ada dibelakang itu cuma sekedar bayangan belaka,sekedar wayang,sekarang ini, Dijaman ini,DALANGNYA HADIR!.

206. imajinasi tingkat tinggi - 10 Juli 2008

JUJUR >>>>>>>>>>> NUR AINI ………………. ANTARIKSA

207. ratanakumaro - 14 Juli 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

208. Setya Budi - 14 Juli 2008

Salam Damai semuanya…….,

Sebelum terjadi kemerdekaan, Bung KARNO seringkali mensitir pada setiap pidatonya yang dibanjiri oleh masa/rakyat, bahwa Ramalan Jayabaya akan terwujud apabila kita berbuat/bertindak.
Dari podium dengan suaranya yang menggelegar bagaikan Gelap Ngampar Bung KARNO membeberkan bahwa yang dimaksud akan datangnya Ratu Adil Herucakra bukanlah phisik Ratu Adil tetapi maksudnya adalah suatu kiasan, bahwa akan datang masanya Pemerintahan yang adil, yang jauh dari penindasan, penderitaan, kesengsaraan. Tidak lain dan tidak bukan nanti kalau Indonesia ini sudah MERDEKA. Maka menurut Bung KARNO seorang tokoh muda di waktu itu, bahwa Ratu Adil Herucakra yang disebut-sebut dalam Ramalan Jangka Jayabaya tersebut identik dengan KEMERDEKAAN. Dengan kemerdekaan itu bangsa Indonesia yang terjajah, yang terhina, yang sengsara ini akan menjadi Mulia.

Bagaimana dengan Satriya Piningit dalam Ramalan Jangka Jayabaya, menurut pendapat saudara ?

Salam Damai selalu…..

209. jawijiwa - 14 Juli 2008

Ilmu jawa termasuk ilmunya Nabi Adam as, dimana tabir antara khalik dan mahluk sangat dekat dengan asal kejadian dan keberadaan manusia di bumi, kita bisa belajar apa arti “sangkan paraning dumadi” dari perjalanan waktu. Ketika manusia semakin dikelirukan dan dirumitkan oleh kalimat buatan manusia maka maka kembalilah ke bahasa asal/Adam berupa simbol/tanda-tanda keagungan-NYA yang bertebaran di langit dan di bumi.
begitu meresap ke dalam hati sanubari. insyafkanlah dirimu…adalah dirimu sekarang berada!

210. marijan - 14 Juli 2008

mas jawijiwa…
jauh sebelum ada nabi adam, jawa itu sudah ada….anda pasti bingung kan…
jawa adalah jawa, semua ajaran dari avatar, sufi, budha, bermuara pada konsep jawa itu sendiri…

211. Nata Warga - 15 Juli 2008

that’s right brother…

212. Dodo WOng Emperan YOgya - 15 Juli 2008

Jawa adalah Universal inilah hebatnya makna JAWA sebanrnya ,,,Jawa bukan sebuah suku atau Golongan , Jawa yang sekarang seolah dianggap adalah milik satu suku ini yang repot . Jawa ada dimana mana ,,

213. wijijawa - 16 Juli 2008

jawa sekedar nama yang diberikan manusia untuk suatu tempat yang dipisahkan laut… begitu juga tempat lainnya karena suatu kisah kehidupan bermula.
NAH SEKARANG TINGGAL MANUSIA YANG MENEMPATINYA akan menjadikan tempat itu SEPERTI APA?
memang ada kehidupan adam sebelum adam, tetapi waktu itu belum diturunkan akal budi pada manusia (seperti : big foot di amrik, yeti di tiongkok, gendruwo di jawa hehehe)

214. wijijawa - 16 Juli 2008

heh janmari… yen aran kok dadekna dewa/pamujan yo ora mundhak ngertine. yen jawa dadi mulya utawa bejat yo merga polah manungsane. jawa iku yo siti yo ibumu to!

215. wijijawa - 16 Juli 2008

hehehe yen sinaune wis tekan laut yo munggaho hingakasa supaya dadi banyu sing resik mudhuna saka gunung.
piye wah jaaan (ra) mari

216. jiwajawa - 16 Juli 2008

“jauh sebelum ada nabi adam, jawa itu sudah ada….anda pasti bingung kan…” kata marijan
“terus yang menamai jawa apa kambing?” tanya Adam bercanda

217. jawawa'an - 16 Juli 2008

ojo kakehan merem yo jaaaan HUAHUAHUA!

218. 78759867980980 - 18 Juli 2008

HUAHEHEHEHE…………..

219. 78759867980980 - 18 Juli 2008

pas ADAM MAKDUM,jawa ada dimana yah?.hehehe

220. 787878878778 - 19 Juli 2008

takon kok iseng!

221. siapa_aje - 22 Juli 2008

ogut nyari mas mayapada/pilkadal n aku_sumo/Aji Kusumo nih…..mas,bisa hubungin ente dimn?:)
Makasih ya mas gantharwa,nebeng pesen nih he he he

222. 54653653764878 - 22 Juli 2008

Mas jiwajawa itu benar,soalnya tulisan yah jika ditulis menggunakan rasa yang paling dalem itu rasanya halus menenangkan…..kalo ditulis menggunakan nalar pemikiran sekalipun terlihat baik tetep aja kasar rasanya,karenanya ga jarang nasar2 kesasar he he he…………….Siapa tau dia salah satu dr yg kita tunggu selama ini?he he he………

223. Lingga Wardana - 24 Juli 2008

ternyata daku sebagai pengganggu ceramah dari siwa buddha…pantas saja..hehehehe…mahaf kemarin-kemarin jadi anak nakal…

sekarang lanjutin mas….
kalo tafsir saya tentang agma…kenapa ajaran buddha menolak nafsu,obsesi dan keinginan serta sebagainya…..itu hal haram sepertinya dalam ajaran buddha…saya tidak mengerti…

karena konsep awal kita sebagai manusia adalah memenuhi keinginanannya…ilmu ekonomi…..

bagaimana kalau subsidi silang dianjurkan dalam ajaran buddha…dimana sang kaya yang dermawan….katanya ajaran buddha dari para bhiksu adalah peminta-minta….itu bole saja sih….

jadi kalo seluruh umat bangsa menjadi bhiksu ya indonesia ga maju-maju dong dong dong…..

kalo saya pribadi sih lebih cendrung kejawen, islam, dan hindu…kalo budha mengambil istilah musuh mu adalah dirimu sendiri dan sbegainya…

mengapa coba dewi kwamin tidak mau ke nirwana>>??
buddha ajarannya memang mumpuni tapi tidak maha adil bagi seluruh umat manusia…

islam cenderung memiliki keadilan yang mumpuni dan keras…
kalo buddha mungkin lebih ke sabar ya…bagaimana pendapatnya saudara siwa budha….

saya baru sempet baca ceramahnya…mahaf ni nakal-nakal…salam damai selalu salam revolusi beragama…

224. SIWA BUDDHA - 26 Juli 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

225. SIWA BUDDHA - 26 Juli 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

226. marijan - 26 Juli 2008

mas siwa budha…takdir itu tidak ada…itu hanya bahasa manusia…
masala tuhan itu pemarah, pencemburu dll…jika kita amati secara dalam, itu hanya bahasa untuk manusia saat itu yang harus di marahi biar nurut…
Tuhan itu tak bisa di ibaratkan dengan apapun…tapi toh ada…

227. Shindu - 27 Juli 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

228. SIWA BUDDHA - 27 Juli 2008

–in Cut_have Been Kept By Moderator–

229. Heru. - 27 Juli 2008

mendingan semua kitab2 dan buku2 di bakar aja,jadi pikiran kita tidak menjadi liar tak terkendali sehingga mudah untuk menundukkan diri dan berlaku rendah hati dihadapan sesama kita,bagi yang bertuhan yah supaya bis adengan mudah melakukan penyerahan diri kepada Tuhannya,bagi yang tidak bertuhan yah supaya lebih mudah menghayati ANATTA secara nyata!!!.

230. ayampaha - 28 Juli 2008

@ siapa_aje – Juli 22, 2008
ogut nyari mas mayapada/pilkadal n aku_sumo/Aji Kusumo nih…..mas,bisa hubungin ente dimn?

silakan email ke :
sohirindesigner@yahoo.com

231. dian - 1 Agustus 2008

mau nanya katanya ada petapa di GUNUNG LAWUyg keturunan atau putra BUNG KARNO .siapa ya namanya?…kalau ada bener sih

232. ega - 6 Agustus 2008

aku dukung majulah negriku

233. Sontrang_Endrakila - 12 Agustus 2008

wijijawa – Juli 16, 2008

jawa sekedar nama yang diberikan manusia untuk suatu tempat yang dipisahkan laut… begitu juga tempat lainnya karena suatu kisah kehidupan bermula.
NAH SEKARANG TINGGAL MANUSIA YANG MENEMPATINYA akan menjadikan tempat itu SEPERTI APA?
memang ada kehidupan adam sebelum adam, tetapi waktu itu belum diturunkan akal budi pada manusia (seperti : big foot di amrik, yeti di tiongkok, gendruwo di jawa hehehe)

* mas jiwajawi emang bener,missink link nya om darwin ga usah dicari repot2….evolusi antara hewan ke manusia itu ada di orang.Orang itu manusia yang belum mempunyai Kesadaran Buddhi,dan ga mampu menyadari Buddhinya. Karenanya juga ga pernah bisa sadar memiliki Gusti apalagi mampu menyadari kediriannya sebagai seorang kawulo dihadirat Gustinya.Jadi wujudnya manusia yg mempunyai akal tapi perilaku dan pembawaan hidupnya,ga beda jauh dengan khewan,hanya bisa mencari kepuasan raganya saja!.
Salam

234. Sontrang_Endrakila - 12 Agustus 2008

Adam itu Raja manusia dari Timur,ketika jaman nuswantara kuna,jutaan tahun lalu,menjadi manusia pertama di sini,yg disebut sebagai Prabu Herucokro Asmarasanta itu!!!.Artinya manusia pertama,yaitu manusia pertama yang mampu menyadari kediriannya selaku manusia yg mempunyai Buddhi sehinnga mampu menyadari sangkan parannya sebagai seorang makhluk ciptaan (dumadi) dan sebagai seorang kawulo yang mempunyai Gusti karenanya dikarsakaken menjadi seoprang RATU NUSWANTARA KUNA dahulu,Disebut dalam jongko joyoboyo sebagai RATU AMISAN/Prabu Kawitan/Adam Yang Awal.Dan disebut dalam Babad Akhir sebagai : “seorang Pemimpin terdahulu yang dianiaya jaman ini dalam 23 hitungan tahun kembar”!!!.Beliau itulah yang berada di antrian terakhir untuk masuk kedalam Keraton Kelanggengan sebagai bukti pengurbanan seorang BAPA kepada para anak2nya!!!.Jadi jangan heran,kalo awatara yang akhir itu dipanggil sebagai BAPA dan YANG TERTUA oleh seluruh makhluk yang ada!!!.

PS : Ga usah fanatik soal jawa…kaya orang padang gurun aja.

235. agung - 15 Agustus 2008

tuhan ya tuhan apapun bentuknya……

jika mendeskripsikannya, ya itu deskripsi pribadi orang per orang. jadi wajar bila ada perbedaan tafsir. karena ilmu tuhan bukan ilmu “jarenene” tapi ilmu yang nyata dan diri pribadi yang merasakan tuhan itu dimana, kaya apa, dan maunya apa…..

setiap manusia punya akal untuk melihat realita, tapi ingat tuhan juga menciptakan hati untuk merasakan kehadirannya…

hubungan tuhan dan manusia menurut saya akan putus jika hubungan tersebut didasari nafsu…

nah bagaimana untuk menghindari nafsu, ya saya sendiri gak bisa jawab… apakah menginginkan surga itu juga nafsu… lalu apa yang kita cari….

236. Dodol Garut - 16 Agustus 2008

tuk Agung
Tergantung kau memaknai nafsu
Kalo kau memaknai nafsu itu buruk atau serba buruk jelas berbeda jika kau memaknai nafsu adalah anugrah dari Sang Pencipta yang mesti disyukuri.

Salam

237. saputro - 17 Agustus 2008

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan : DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA. Salam Kemerdekaan : MERDEKA !!! Teguh, Rahayu,Selamat.

238. Jawa_jawi_mangerti_mata_sawiji-Nuswantara_pandu_jagad_rat_pramudito - 17 Agustus 2008

Babad Akhir itu bukan buku yang dicetak pake duit dan ditulis tangan kotor manusia,tapi kitab yang berada didalam dadanya seseorang yang terpilih!.Jadi ga perlu di cari di toko2,dan browsing di net,karena ga akan ada.

239. siliwangi - 18 Agustus 2008

MERDEKA……MERDEKA….MERDEKA……..semoga negeri kita bisa segera terbebas dari krisis kepercayaan dan Moral untuk menyongsong Era Gemah Ripah Loh Jinawi Aman Tentrem Kertaraharja.
Semoga…….semoga…………semoga…………………………….

salam

240. adi hadi - 18 Agustus 2008

Semoga cacing tanah, azotobacter dan konco2nya terbebas dari penindasan furadan

241. Damar_Sahasrakirana - 18 Agustus 2008

Mangerti Moto Siji itu ga usah diartikan jauh2,bahwa mesti waskito tunggal asarira bhatara bisa anggulung2 jagad tapi gampangnya mesti ngerti sama yang namanya DUIT,Mesti ngerti gerak-geriknya duit,swarganya duit,asal-mulanya duit jadi ga dimainin dan digerakin oleh duit,karena duit dan untuk duit!!!.Jangan sampai duit yang bersemayam di dalam jantung kalbu dan menjadi api penggerak hidup kita karenanya tanpa kita sadari menjadi tuhan dan sesembahan hidup kita!.Supaya jangan sampai kita menjadi manusia yang berjiwa BATU atau PATUNG!!!.

Mantakan pada kembali saja ke fitrahnya dulu sebagai manusia,hai bangsa jarid,maka tidak akan kekurangan hidupnya disini,karena memang dunia ini dan beserta isinya diperuntukan bagi kita seluruh keturunan manu untuk dipergunakan sesuai dengan HUKUM yang berlaku bukan dipergunakan sesuai dengan nafsu2 keserakahan ambisimu sendiri.
Kita nantikan saatnya saja,ketika semua dikembalikan sebagaimana awalnya.

“Kalo kehilangan duit,kehormatan dan kekuasaan kerasa,
tapi kehilangan Gustinya ga kerasa,
Dasar Bangsa Bangkai!!!.”

MAHARDHIKA!!!.

242. Nata Kenanga - 18 Agustus 2008

Sampurasun Rampes,
Numpang titip puisi untuk NKRI

CELOTEH MEMBAHANA DUNIA*

Adiwarna membelah buana
Takkan badai menerpa asa
Ini masa untuk berjaya
Bukan sekedar hasrat membara

Bila masa sudah bicara
Ingatlah janji nan tertera
Adikuasa melepas cakra
Jaya jayalah Indonesia

Satu hasta masa terarah
Rasa lelah tiada terasa
Garuda melesat di jagat raya
Terbang tinggi melayang di angkasa
Sebagai pertanda pada dunia:

Pancasila lingkari alam semesta
Inilah Indonesia melihat dunia
Gunakan tongkat penyangga sejarah
Terhujam di bumi tiada goyah
Takkan mundur barang selangkah
Sekali Indonesia tetap Indonesia

Banggalah diri wahai Pemuda!!!
Indonesia Bangga Wibawa!!!

*penghormatan kepada Indonesia yang telah bersedia menerima saya untuk lahir, makan, tidur, B.A.B, hidup, sedih, ceria, haru dalam suatu kehidupan. Indonesia tumpah darah saya, puja puji Tuhan seru sekalian alam. Terlalu sakit hati saya jika bangsa ini dilecehkan.

DIRGAHAYU NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA!!!

Nata Kenanga
Dibuat di Food Court Ekalokasari Plaza Bogor, 17 Agustus 2008, pukul 17:08 WIB

243. Smart_ass - 18 Agustus 2008

Terlalu sakit hati ini jika melihat kenyataan bahwa bangsa yang dibangun oleh darah dan air mata leluhurku sendiri dan oleh jiwaku sendiri menjadi bangsa yang tidak tahu diri dan lupa akan asal muasalnya diri sendiri!!!.
Itu yang membuat jantung garuda ini menganga dan terluka serasa dihujam oleh sebuah Palu arit sehingga sampai merelakan seluruh kebahagiaan masa mudaku terbuang sia2 dimata mereka2 semua yg menginjak-injak kehormatan seluruh darah leluhurku keatas!!!!!.

244. jawan - 18 Agustus 2008

MAWAS DIRI,BANGSA TAKABUR!!!!!!.BUKAN BERBANGGA DIRI!!!!.

245. Adi hadi - 18 Agustus 2008

Dua sisi uang logam, gambar dan angka, terpisah tp jadi satu, begitu fitrahnya manusia, tinggal bagaimana manusia meletakan uang logam, gambar diatas atau dibawah angka. Dinar adalah din dan nar. Nabi isa pernah marah krn tempat ibadah dijadikan pasar oleh pedagang dan pasar dijadikan tempat ibadahnya para pendeta

246. .................. - 18 Agustus 2008

Baitullah itu adalah saudara2 kita yang sekarang ini tidur di bawah kolong jembatan layaknya hewan itu,bukan Baitullah yang terbuat dari batu lambang kekerasan hati manusia untuk mendirikan kebenaran menurut angan2 mereka sendiri!!.Rumah ibadah dan sanggar2 pamujan dibuat megah dan terlampau indah menawan hati tetapi baitullah2 yang hidup dibiarkan saja menangis kelaperan,mencari makan di tempat2 sampah dan tertidur lelap di pinggiran rel kereta………..BANGSA GOLONGAN APA KITA INI?????.

247. .................. - 18 Agustus 2008

Karenanya jangan berbangga diri karena tidaklah cukup pantas bagi kita untuk berbangga diri.MALU sama mereka yang dibawah sini serta malu sama mereka2 yang di atas langit sana,seandainya kita semua bisa melihat dan merasa!!!!.

248. hadi adi - 18 Agustus 2008

Malu, bisa melihat, bisa merasa besoknya menjadi alat pengadilan, jadinya ngirit, ga ada hakim jaksa, habisnya jaksa dan hakim doyan DUIT

249. nona wisnu wardhani - 19 Agustus 2008

gue g akan bilang ” met merdeka ”
untuk apa ??
bagi gue indonesia ini lom merdeka

250. jakatan - 22 Agustus 2008

mba lingga wardhana……

apa bisa di anda jlentrehkan disini mengenai agama pancasila itu bagaimana …….???

salam,

251. Oleng - 22 Agustus 2008

Saudara Gantharwa Mohon maaf sebelumnya…,
Perkenankanlah Saya yang hina serta Busuk ini untuk menitipkan tulisan Ungkapan Rasa Cinta Kepada Ibu Pertiwi

Saudaraku…
Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia.
Merah dan Putih bukan hanya sekedar warna, Akan tetapi Merah adalah merupakan Simbol Dari Tekad yang Kuat dan Keberanian Sedangkan Putih Adalah simbol dari Kemurnian Hati Nurani atau Sukma Kita Untuk Menuju KEMERDEKAAN. Namun Kata KEMERDEKAAN Bukan Sekedar Wacana, Akan tetapi KEMERDEKAAN SEJATI, UNTUK SELURUH UMAT TUHAN, yang harus di perjuangkan. Dengan didukung oleh kekuatan PANCA NABI, NAWA WALI, Mukjizat ayat Nabi Khidir, Serta daya Sengkuyung dari kadang BAYU PITU, dan terbangkitkan oleh daya kekuatan :

1. Wassumallah Khidir Rasulullah. adalah satu-satunya Nabi yang kita yakini masih hidup dan mengusai laut di seluruh jagad raya ini, dan merupakan kekuatan batin Kita yang bersemayam dalam lubuk Hati Nurani Kita dengan didasari prilaku Manusia Jati yang Kita warisi dari Nabi Adam maka kekuatan Adam Rasulullah-lah yang bersemayam didalam jatung Kita,
2. Wassumallah Sulaiman Rasulullah. adalah kekuatan yang menguasai daripada binatang dan harta benda dijagat raya ini, bersemayam di dalam raga dan luar raga Kita yang merupakan bekal perjuangan Kita Menuju Kemerdekaan Sejati,
3. Wassumallah Yusuf Rasulullah. adalah kekuatan kewibawaan Kita, terbangkitkan melalui kekuatan Nabi Yusuf maka kekuatan Yusuf Rasulullah yang bersemayam didalam Mata Kita,
4. Wassumallah Muhammad Rasulullah. adalah kekuatan Kecerdasan, Kepintaran, otak Kita, yang dikuasai oleh Nabi Muhammad Maka kekuatan daripada Muhammad Rasulullah yang bersemayam didalam otak kecil Kita,
5. Wassumallah Musa Rasulullah. adalah kekuatan Gaib daripada Raga Jati dan bersemayam didalam Raga Kita, yang didukung oleh kakuatan tangan kanan Baginda Umar dan tangan kiri Baginda Ali,
Digulung menjadi satu dengan kalimat Laa illahailallah Maka lengkap sudah kekuatan dalam RAGA KITA, walaupun Raga Kita kotor penuh dengan noda dan lumpur yang berbau busuk, tapi Hati Nurani maupun Sukma Kita tetap putih bersih tak ternoda.

Ingat Saudara..,
Raga Kita akan kembali keasalnya, Daging Kita menjadi Tanah, Energi Kita menjadi Api, Darah Kita menjadi Air, Bau dari bangkai Raga Kita akan menjadi Udara, Jadi.., BUMI, API, AIR, dan UDARA merupakan elemen dari raga kita dan juga merupakan kekuatan dari Raga Jati Kita.

Dengan dibantu juga oleh kekuatan Gaib dari Dewi Angin-angin yang di sebut juga Kanjeng Ratu Kidul dan juga merupakan anak angkat daripada Nabi Khidir dimana aslinya dia adalah Putri Kedhiri (Putri dari Prabu Joyoboyo), Beserta daya dukung kekuatan Wadya Bala dari kadang Kajiman yang di suhi oleh Dewi Angin-angin maka Lengkap sudah kekuatan dalam raga, luar raga kita untuk menuju ke KEMERDEKAAN yang SEJATI untuk seluruh Umat Tuhan.

Bung Karno Pernah Berkata “Gula Klapa” dimana warna Merah dari Gula adalah sari pati dari pohon kelapa dan putih adalah merupakan daging dari buah kelapa. Maka dari itu “Merah Putih” sama tidak dengan “Gula Klapa” silahkan Saudara berpikir sendiri… Dan Jawablah di Jantung serta Hati Nurani Anda…

Saudara…,
Maka dari itu Kita sebagai Setitik Air di Samudra Masyarakat. Sekarang Saatnya Kita Bangkit, Maju dan Berjuang.

Bangkitlah…!!!
Saudara, Saudaraku…, Setitik air disamudra masyarakat, Mari…, Kita bersatu, bersatulah dan hidup bersama untuk mengangkat derajat “Merah Putih”.

Cukup sekian, mohon maaf jika ada salah kata, salah tulis serta ungkapan Saya yang tertuang dalam tulisan ini, hal ini semata-mata ujud dari rasa cinta Saya kepada Ibu Pertiwi yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan di sebut Juga NUSANTARA. Sekali lagi mohon maaf karena Saya hanya seekor cacing yang hidup di dalam pelimbahan.

Salam
“Ayo Bareng-bareng Urip”
Jayalah Indonesiaku

Oleng Jagad
Malam Jum’at kliwon 14 Agustus 2008

252. panjiasmarabangun - 22 Agustus 2008

mahanani kaelokaning jagat sing diliwati sang pandita iku, para widadari padha nembang prasasat akeh wong padha bayen (mbayi)

253. mawarmerah12 - 23 Agustus 2008

ikut-ikut…..mohon bantuan informasi silsilah gurunya paduka soekarno……..

254. mawarmerah12 - 23 Agustus 2008

sapo seng saget menei wewarah : indonesia jaya dibawa anak sedarah ir soekarno/////yang semua mirip ir sokarno

255. holid - 31 Agustus 2008

KALAU NEGARA KITA MAU MAJU , IKUTILAH FAHAM YANG PALING BENAR , YANG DI BUAT OLEH PADUKA YANG MULIA IR, SOEKARNO.
CONTOHNYA MALAYSIA,
MAHATIR MOHAMMAD MENGIKUTI FAHAM DAN MENGAGUMI SOEKARNO. TERNYATA MALAYSIA LEBIH MAJU.

KITA BANGSA INDONESIA LEBIH BANYAK YANG JUALAN AGAMA , UJUNG UJUNG NYA DIUT JUGA.

MARI KITA ANAK BANGSA , SATU KAN FISI TANAPA PANDANG RAS, PARTAI , AGAMA. TAPI SATU PANCASILA YANG KITA JADIKAN DASAR UNTUK MAJU

256. dodo YOgya - 26 September 2008

Sosok Pemimpin yang saya harapkan utnk BANGSA INI : Setelah memahami Makna Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika diharapkan uJUDKAN dalam laku:· Mantep
· Temen
· Gelem nglakoni
· Aja gumunan
· Aja kagetan

Salam Sejati
Dodo

257. hidayat - 1 Oktober 2008

rahayu
kepada seluruh sahabat dan teman gantharwa dan dimanapun berada ,kami mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1429 H mohon maaf lahir dan batin
wass wb

258. tomy - 22 Oktober 2008

kekudung teja kekuwung,

mentalang salumahing sela gilang,

kunarpaning Sang Aji Narpati,

sumunar tatas ambabar turas,

waspa ludira tumiba bantala,

dadya rabuk wor lan kisma,

tuwuh-tuwuh salaksa puspa,

maujud mayuta canda bhirawa,

anawung kridha ungguling yudha,

satriya bandawalapati…!!!

satriya bandawalapati…!!!

259. sodinomo - 28 Oktober 2008

Ayo temen temen bersatu demi tegaknya indonesia raya nan jaya.
lihat peta politik banyak mereka yg manu numbangin Pancasila.
apalagi mengganti dgn syariat agama tertentu.
Indonesia pasti jaya. !!!!

260. Dodo yogya~' - 28 Oktober 2008

AKu CInta Tanah airku
I N D O N E S I A…..

Salam Sejati

261. sukmo adi negoro - 10 Desember 2008

jawabnya cuman satu
bratayuda

262. Achmad Challik - 11 Desember 2008

Duh Gusti Alloh, kang nduweni langit lan bumi beserta isinipun, kulo nyuwun dhateng panjenengan agar Indonesia saget dados negari ingkang makmur, gemah ripah loh jinawi, Aamiin

matur suksma

263. Firdaus Wadjdi (Senopati Timur dari Kraton Purwo Nyoto) - 29 Januari 2009

amiin…amiiin ya…robbal alamin…saudaraku, jangan kuatir Bumi Nusantara akan Jaya, karena Bumi Nusantara adalah buminya para Dewa, bumi yang dipilih Allah sebagai bumi yang kaya raya, yang akan menjadi jaya raya, Insyaa Allah tidak lama lagi,yang penting jangan ikut arus keserakahan, ketamakan dan Gupak Belet seperti orang-orang di luar sana,kejayaan Nusantara sebagai pondasi Kejayaan Islam, Islam yang mengayomi segala perbedaan, Rahmatan Lil Alamin….tunggu saja saatnya tidak lama lagi yang penting tetep jejeg, iman dan taqwa

264. marijan - 29 Januari 2009

Indonesia harus kita jaga keasliannya, warisan leluhurnya sebagai pondasi untuk membangun masa depan… jangan sampai warisan leluhur ditinggalkan, apalagi di kuasai oleh orag yang bukan mewarisi budaya asli bangsa…

Bhineka Tunggal Ika Indonesia Jaya…

265. wira jaka - 30 Januari 2009

indonesia akan makmur bila rakyat bisa membedakan mana negara dan mana agama, tidak usah dicampur adukkan, negara dalam agama.

kekayaan alam, budaya dan suku bangsa yang dimiliki oleh nusantara ini lebih dari cukup untuk memakmurkan negara, yang penting sebagai rakyat harus tetap menjalani kebaikan sesuai dengan tradisi, agama yang dipeluknya ….. menegakkan kebaikan bagi sesama makhluk Allah dan hidup berdampingan dengan damai dimuka bumi ini … amiin.

266. w. santoso - 15 Februari 2009

Merinding rasanya dijaman serba menonjolkan keakuan seperti ini masih ada sekelompok yang tulus menjaga negeri ini. Saya sebagai pribadi, rasanya hampir frustasi melihat keadaan negeri tercinta ini yang dijalankan oleh sekelompok semakin menjauh dari konsep leluhur. Saya khawatir suatu saat kita hanya bisa mendongeng kepada cucu-cucu kita bahwa : “dulu disini pernah ada negeri yang namanya Indonesia, negeri itu dulu kaya akan sumberdaya, baik budaya dan alamnya”. Setelah saya menemukan situs ini, saya merasa mendapat semangat baru untuk menjaga keutuhan budaya dan masa depan bangsa.

267. Jabang Sasmito Roso - 16 Februari 2009

Salam Semua saudaraku ..
Terimkasih saudaraku..
Itulah Realitas….yang ada..namun Nafas Kepedulian itu tetep masih ada…bukan tidak ada ..
Di saat kondisi penuh antah berantah ,.
Perlunya sikap selalu Optimis ..
Kita tidak perlu terseret kedalam arus gelombang “Frustasi” ..
Ini yang akansemakin membuat Spirit Hidup kita terganggu …

Semua sudah berjalan apa adanya,.
Dan memang ini kentayaan yang ada..
Untuk itu sebagai anak bangsa…
Saatnya begregrak ,..meski itu sebuah langkah yang sangat sederhana,..
Meskipun bukan kita menuai ….namun masih banyak yang sangat peduli dengan Nasib Bangsa Tercinta kita ini….

Tetap Eling dan Pangelingan untuk Saling Podo Mawas…
Mari kita sama sama mulai rekatkan Persaudaraan ..
Dalam kondisi sekarang Komunukasi sudah sangat dimudahkan ,..
Skrng kita masuk dalam Bentuk Perkembangan Komunikasi akan Ca Ra Ka yang sangat dimudahkan …dalam bentuk Tehnologi ..
Sebagai alat komunikasi masih sngat terbukti …
akan Pitutur Ha Na Ca Ra Ka sebagai landasan Komunikasi ..
Bahwasanya ,,hidup ini semua pada Hakekat Ca Ra Ka I ….
Frekuensi Kesadaran Alam Semesta semakin tinggi ….
masing masing akan mencari keseimbangan …
Mencari Adaptasi dan Orientasi ….
Bila semua disadari ….
Komunikasi itu akan termanfaatkan,…
Bukan sekedar utk disia siakan….

Semua dimulai dari diri kita masing masing ,.,
Sejauh apa cara kita mengKomunikasikan diri kita utk mengenal …
Itulah APresiasi di Jagad Gede,….semoga KEselamatan akan selalu menyertai semua Mahkluk di ALam Semesta ini …

Salam Sejati
Jayalah Indonesiaku

268. mrsabdopalon - 19 Maret 2009

Salam Kasih dan Damai untuk kita semua

Sampai kapan kita harus menunggu menuju NUSANTARA JAYA ???
Siapakah Satrio Piningit itu ???
Dimana dia kini ???
Kapankah beliau memperbaiki NUSANTARA ini agar menjadi JAYA ???
Adakah yang bisa menjawabnya ????

Salam

269. firdaus wadjdi - 24 Maret 2009

Assalaa….
to Mr.Sabdopalon…..kalau menilik nama saudara harusnya anda sudah tahu jawabannya he…he….he…bukannya Ki Sabdopalon sejatinya adalah Eyang Ismoyo atau Semar Punokawan….he…heee jangan marah lo…..Alhamdulillah….sudah diturunkan wadah untuk menyelesaikan babakan iki (Jayanya Nuswantoro) yoiku “Kraton Purwo Nyoto” Ingkang dipimpin Kanjeng Sinuwun Kanjeng Sultan KH.Kertopati/Syeh Abdul Somad Cakraningrat Putronegoro/R.Setyoasmoro Wahyu Wintulo/RI 101 dibantu Putra Beliau R.Bayu Wicaksono/Bayu Seto samudro Cangkok 7 Kembang Wijaya Kusuma, beliulah 2 Potro Samudro/Rangkaian Melati/Banyu Bening yang berasal dari Gunung Slamet,disampaikan kepada para saudara yang perduli kepada kejayaan Nuswantoro mohon bantuan doanya, karena jayanya Nuswantoro adalah cikal Bakal Kejayaan Islam Sejati, Islam yang mengayomi seluruh alam dan penghuninya debgab beragam perbedaannya (Rahmatan Lil ‘Alamiin), bersyukurlah kita dilahirkan di Nuswantoro, yang dikatakan Bumine Para Dewa/Negri Atlantik Yang Hilang, hakkul yakin 1000% Nuswantoro Akan Jaya, menjadi Mercusuar Dunia/Monetary Nassenger (Monas), mari saudara-saudaraku kita mendekatkan diri kepada Allah sang Hyang Pawenang dan tetep jejeg, jujur, ojo dumeh, eling lan waspodo…salam Nafas Perjuangan….Senopati Timur PN

270. linggawardanasahajakers - 25 Maret 2009

saka dhuanajaya diksana…

jeng wisnu masih yah…uda lam ilang..

allah huwakbar yatailla huallah hwakbar….
sadako ualah…
jagathe dimahii…
yha namah…
pendeta siwa buda adakah??

pa beda rosul dan nabi..??

271. ke2 - 25 Maret 2009

@ mba Lingga …

tolong dong konsep agama pancasila yang pernah anda utarakan tempo hari diulas lagi mba ….

salam,

272. Henri Putra Jaya - 27 Maret 2009

ako sebenarnya mo cari arti dari kata VIRIYA PARAMI malah dapet sedikit doank sebenarnya aku sih pelu buat bahan lomba cerita JATAKA yah udah deh sedikian daria ku ya

273. tegoehkusuma - 11 April 2009

Pan Ca Si La !!!
Satu…(dari dulu !)
Dua….(ah masa ?!)
Tiga…(masih kah ?)
Empat..(otak/otot?)
Lima…(kapan ???).

INi-DOnya-NE-SIApa ???

(Duh Gusti Pangeran, Jayalah Indonesia !!!).

Dah, jangan nangis… ayo bangun ! cuci muka ! gosok gigi ! mandi ! gugur gunung !

Salam Sejati.

274. ki sapto renggo (Red) - 11 April 2009

ki sapto renggo – 10 April 2009

(Isi tulisan sama dengan komentar di Kyai Ganjel ke 50. Red)

275. lingga wardana - 24 April 2009

bertemu lagi ..

untuk konsep agama pancasila….
agama pancasila adalah suatu pertemuan dari seluruh agama di dunia…

dimana setiap orang memiliki cara pandang tertentu terhadap agama orang lain yang baik..dan agama sendiri yang tentu juga baik…

dimasalah sekarang dimana liberal sudah porak poranda dan sosialis sudah dahulu mengalah melalui paham komunisnya…mencapailah dunia pada suatu pola pikir yang mencari hal baik dan hal buruk pada kedua sistem tersebut….

pancasila adalah suatu hal besatunya kebaikan dari sistem tersebut…

agama sebenarnya jauh dari sistem ekonomi itu…
namun jika disatukan, maka agama pancasila adalah agama yang menuju suatu kesejahteraan bagi seluruh umat…
pancasila mengandung berbagai unsur-unsur kedigjayaan bangsa Indonesia yang mengarah pada mercusuar dunia…

ini baru suatu pemikiran…
kitab yang disungsung adalah negarakertagama, sutasoma, dan kitab-kitab kuno lainnya…
hal itu mengandung suatu kespiritan dari indonesia atau pancasila itu sendiri…

sebenarnya banyak yang perlu dikupas dari kitab2 tersebut…
sebagaimana banyak agama…
penjajahan secara soft…dari negara…adalah agama itu sendiri…
kalau mau berpikir ekstrim…
india…
arab…
barat…
china….

sebenarnya nilai luhur indonesia terpampang dengan jelas pada kitab-kitab tersebut dan adat serta budaya bangsa itu senditi…

agama budaya…
bukan suatu penjajahan boleh dibilang karena akan menimbulkan banyak polemik karena ayah dari agama pancasila adalah…
agama agama tersebut diatas karena mengandung kebajikan tersendiri…

namun jika suatu agama muncul baru, maka tidak bisa dipungkiri akan terjadi suatu filosofi baru yang mengarah pada agama baru tersebut…agama yang asli produk indonesia….

dimana rasa dan hati nurani terpampang disana…bukan suatu liberal, bukan suatu sosialis..tapi murni Indonesia…

sekarang manusia tidak mengarah pada suatu ritualisme belaka…
tapi mengarah bagaimana cara mengenal Tuhan itu sendiri…
semua belahan bumi sedang mengenalkan caranya…

mungkin ini suatu pandangan ekonomi saja…
mungkin juga suatu pandangan rasa dimana indonesia adalah rasa yang diutamakan….rasa tentangNya…

http://economicslaterreview.blogspot.com/