<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GANTHARWA</title>
	<atom:link href="http://gantharwa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gantharwa.wordpress.com</link>
	<description>Manunggaling Kawulo Lan Gusti</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 06:40:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gantharwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GANTHARWA</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gantharwa.wordpress.com/osd.xml" title="GANTHARWA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gantharwa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Primbon 1945</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2012/01/17/primbon-1945/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2012/01/17/primbon-1945/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 14:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/2012/01/17/primbon-1945/</guid>
		<description><![CDATA[Primbon 1945 Oleh: Nata Warga Biar jadi rambu-rambu untuk sepanjang tahun jawa 1945: Weton Lahir: 1. Legi &#8211; anak-anak agar di jaga masalah penyakit menular, perbanyak makan sayur. &#8211; belum menikah, jaga hubungan karena kemungkinan orang ketiga. Perbanyak komunikasi. &#8211; menikah: saatnya menadatkan anak yang merindukan.. &#8211; bekerja: yg baru bekerja akan ada tantangan/tekanan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=867&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Primbon 1945</strong></p>
<p>Oleh: Nata Warga</p>
<p>Biar jadi rambu-rambu untuk sepanjang tahun jawa 1945:<br /> Weton Lahir:<br /> <strong>1. Legi</strong><br /> &#8211; anak-anak agar di jaga masalah penyakit menular, perbanyak makan sayur.<br /> &#8211; belum menikah, jaga hubungan karena kemungkinan orang ketiga. Perbanyak komunikasi.<br /> &#8211; menikah: saatnya menadatkan anak yang merindukan..<br /> &#8211; bekerja: yg baru bekerja akan ada tantangan/tekanan dari atasan. Yang sudah bekerja bisa lebih santai dan dapat bonus.<br /> &#8211; petani: baik mulai menanam bulan april<br /> &#8211; bangun/renovasi rumah: bisa mulai bulan mei.<br /> &#8211; keuangan: kalau mau bisnis, mulai bangun bisnis kecil-kecilan, bisnis besar bisa ludes, tabungan bertambah, tapi akan habis buat bisnis.<br /> &#8211; cinta: jangan manja.</p>
<p> <strong>2. Pahing</strong><br /> &#8211; anak-anak prestasi<span id="more-867"></span> belajarnya akan terus meningkat.. Perbanyak bacaan/pengetahuan yg mengutamakan org lain, utk bekal hidup dalam masyarakat.<br /> &#8211; belum menikah: dari berbunga-bunga, tetap membatasi diri dalam hubungan dekat, kalau sudah ada komitmen lanjutkan dalam pernikahan.<br /> &#8211; menikah: jika membosankan, saatnya refresh, jalan2, lakukan perjalanan sesering mungkin bersama keluarga.<br /> &#8211; bekerja: walau tidak semaksimal mungkin seperti tahun kemarin, tapi karier bisa terus berkembang. Jangan pindah kerja, kalai tidak ada kepastian (jgn ambil keputusan emosional)<br /> &#8211; petani: baik menanam pada februari dan panen juni adalah waktu yg baik.<br /> &#8211; Bagun/renovasi rumah: bulan februari maret.<br /> &#8211; keuangan: ada rejeki/uang tak terduga, harus bisa manage uang dengan bijak.<br /> &#8211; cinta: jangan mendua..</p>
<p><strong>3. Pon</strong><br /> &#8211; anak-anak: lagi senang-senang bermain, rawan akan celaka atau jatuh, harus selalu dalam pengawasan.<br /> &#8211; belum menikah: kalau mementingkan kerja daripada si&#8221;dia&#8221; maka itu indikasi keretakan, segera perbaiki dengan komunikasi.<br /> &#8211; menikah: kemungkinan mucul org ke-3 di lingkungan kerja, anda saja yang berasa-rasa, padahal dianya anggap teman curhat saja, apalagi dia juga bukan Pon. Perbanyak keluar rumah dengan pasangan (main, makan, belanja)<br /> &#8211; bekerja: ada perbaikan, dan kemungkinan naik posisi, tawaran pekerjaan menjadi hal yang harus dipertimbangkan.<br /> &#8211; petani: saatnya menanam, bulan januari-juli waktu yg bisa dipilih.<br /> &#8211; bangun/renovasi rumah: lakukan pada agustus.<br /> &#8211; keuangan: ada perbaikan dan penambahan pundi tabungan.</p>
<p><strong>4. Wage</strong><br /> &#8211; anak-anak: menujukan bertingkah  melebihi usianya, harus segera di ajarkan tata krama,  berikan kesibukan belajar lebih banyak porsinya.<br /> &#8211; Belum menikah: saatnya utk menikah, hubungan terlalu monoton akan membuat jenuh dan menjadi bibit perpisahan.<br /> &#8211; Menikah: lebih saling mendengerkan dan menghargai, biarkan pasangan ungkapkan apa saja dari pikirannya sebelum anda memotong pembicaraannya.<br /> &#8211; Bekerja: saatnya pensiun boleh diambil bagi yg memasuki usia pensiun. Bagi yg masih kerja, jangan terlalu gegabah mengambil keputusan penting, bicarakan dengan atasan dulu.<br /> &#8211; Petani: lebih banyak tanam palawija daripada yg jangka panjang, lahan yg ada jangan di alih fungsi jadi konsentrasi air (kolom ikan)<br /> &#8211; bangun/renovasi rumah: tahun ini jangan dulu lakukan.<br /> Keuangan: kencangkan ikat pingang, cukup tapi harus lebih hemat.</p>
<p> <strong>5. Kliwon</strong><br /> &#8211; anak-anak: banyak alami tekanan di sekolah karena sulit menyesuaikan diri. Sekitar mei mengalami sakit cukup membuat khawatir, tapi tidak masalah dengan penanganan yang wajar.<br /> &#8211; belum menikah: jangan memaksakan kehendak yang berakhibat perpisahan, perselisihan itu biasa. Kemampuan dalam berinteraksi membuat dia terpesona.<br /> &#8211; menikah: ada baiknya saling menyemagati, bukan saling menuntut. Saudara yg ikut numpang di rumah, jangan jadi tempat curhat yg malah mengompori, bicaralah terbuka dengan pasangan. Pergilah berlibur saat cuti.<br /> &#8211; bekerja: bisa di andalkan, banyak pujian atas kinerja. Hati-hati kecapean yg di bawa ke rumah, bisa jadi akar pertengkaran.<br /> &#8211; petani: menanam di bulan agustus.<br /> &#8211; bangun/renovasi rumah: setelah bulan juli.<br /> &#8211; keuangan: tidak ada masalah.</p>
<p>Lahir pada bulan = pelindungannya = unsur =  primbon tahun ini:</p>
<p> 1. Jan &#8211; 15 Feb = <strong>Bhatara Yomo</strong> = Tanah = terjadi pertentangan dengan orang dekat.</p>
<p> 2. 16 Feb &#8211; Maret = <strong>Bhatara Indra</strong> = Air = adanya keberuntungan tak terduga.</p>
<p> 3. April &#8211; 15 Mei = <strong>Bhatara Baruna</strong> = Samudra = walau memiliki banyak uang, tapi sosial dan memberi perlu di tingkatkan agar bisa hidup tenang.</p>
<p> 4. 16 Mei &#8211; Juni = <strong>Bhatara Bayu</strong> = Angin = ketetapan hati untuk bisnis baru terhambat, lanjutkan yang ada sekarang, nanti akan peluang lain.</p>
<p> 5. Juli &#8211; 15 Agustus = <strong>Bhatara Brom</strong>o = Api = banyak membantu orang lain, walau kadang tidak diucapkan terima kasih/tidak dihargai. Lakukan terus.</p>
<p> 6. 16 Agustus &#8211; Sept = <strong>Bhatari Donobo/Kartika</strong> = Angkasa/eter = senang tahun ini, memiliki kemampuan untuk sukses dalam bidang apa saja.</p>
<p> 7. Oktober &#8211; 15 Nov = <strong>Bhatari Chandra</strong> = Rembulan = banyak teman yg harus di tolong, jangan perhitungan, karena meraka akan mengingat anda suatu saat.</p>
<p> 8. 16 Nov &#8211; Desember = <strong>Bhatara Surya</strong> = Terang = walau tidak ada halangan, tapi bisa jadi tahun kebangkitan dan keberuntungan. Fokus pada apa yang ditekunin.</p>
<p> Selesai</p>
<p> Sumber: Langit</p>
<p> ⌣»̶·̵̭̌✽Berkah Dalem Gusti✽·̵̭̌«̶⌣ </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/867/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=867&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2012/01/17/primbon-1945/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eling lan Waspada ~ Karakter Luhur Bangsa Indonesia</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2011/08/24/eling-lan-waspada-karakter-luhur-bangsa-indonesia/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2011/08/24/eling-lan-waspada-karakter-luhur-bangsa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 17:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejawen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Eling lan Waspada ~ Karakter Luhur Bangsa Indonesia Oleh: Bapak Imam Sudrajat Arso Soekotjo Amenangi zaman edan, ewuhaya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya keduman melik, kaliren wekasanipun , dilalalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lawan waspada ( pupuh sinom, dalam serat Kalatida , R.Ng. Ranggawarsito [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=802&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eling lan Waspada ~ Karakter Luhur Bangsa Indonesia<br />
Oleh: Bapak Imam Sudrajat Arso Soekotjo</p>
<p>Amenangi zaman edan,  ewuhaya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya keduman melik, kaliren wekasanipun , dilalalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lawan waspada  ( pupuh sinom, dalam serat Kalatida , R.Ng. Ranggawarsito )</p>
<p>Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun, semune ngaksama,sasamane bangsa sisip, sarwa sareh saking mardi martatama ( serat Wedhatama, KGPAA Mangkunegara IV)</p>
<p>ELING lan WASPODO – KARAKTER LUHUR</p>
<p>BANGSA INDONESIA</p>
<p>Rahayu.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/08/imam-drajat.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/08/imam-drajat.jpg?w=64&#038;h=150" alt="" title="Imam Drajat" width="64" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-803" /></a>Menyempatkan diri di bulan  Ramadhan, mencoba <span id="more-802"></span>memberanikan diri untuk berbagi info kasih (saling asah-asih-asuh, saling gosok ginosok ). Sudah 2 orang  terakhir ini(Romo Sukiman dari Vihara Maha Bodhi Pajang Solo, dan Kadhang David Goh ) mengingatkan “ itu semua dilaksanakan dengan tansah Eling lan Waspodo “.</p>
<p>Apa itu Eling lan waspodo ? , setelah dicoba direnungkan kembali , malah saya tidak mengerti. Maksudnya pasti baik, mengingatkan kembali , berhati – hati dalam sikap : ucap, tindak tanduk/perbuatan.  Namun ….saya harus Eling(Sadar ?) sama apa, dengan siapa ? , harus waspodo (Awas ? )  akan apa , dengan siapa ?.                            Kalau mencoba menggali dari pengertian umum : sebaiknya ingat selalu akan Tuhan, sabar dan kuat iman menghadapi cobaan Tuhan (karena keadaan jaman dan atau keadaan diri manusia), menjalankan perintah Nya dan meninggalkan larangan Nya. Senantiasa mawas diri baik dalam keadaan suka dan duka. Ini dijalani dengan ketaqwaan &amp; kepasrahan dalam beribadah/menjalankan tugas agar selamat dunia akherat  Dari pemahaman agama, dengan penghayatan senantiasa “eling lan waspada “  akan menghidupkan janji bathin yang diucapkan minimal 5 X dalam sehari “ Sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, swt “. Tidak “eling lan waspada “ , maka  janji bathin ini sekedar janji lahir (di bibir saja), sehingga tidak mendapatkan “Jiwa Sholat :” dan menjadi “bukan untuk Allah, tetapi untuk kesenangan, keuntungan hidupku &amp; keluargaku di dunia dan akherat “ Karena sholatnya juga tidak eling lan waspada, maka yang terjadi : Sering menyakiti lalu bertobat, banyak menipu segera minta ampun, korupsi lagi mohon maaf lagi. Bersilahturahim-Dzikir-Shodaqoh hanya untuk pamrih mendapatkan pahala dan surgaTidak ksatria untuk bertanggung jawab dengan perbuatan dosanya. Takut neraka tapi selalu dan sering berbuat durhaka kepada Tuhan. à     Kata kuncinya : Ingat Tuhan                                                                                                                                   .Merujuk nasehat Mangkunegara IV ( dalam Wedhatama), kurang lebih :  “Selamanya hanya awas dan ingat. Ingat akan sasmita alam menjadi selamat hidupnya, supaya bebas dari kesukaran, itulah yang menjaga kesejahteraan hidup.”          à Kata kunci : Sasmita Alam.              Mengutip ajaran dari paguyuban “Cahya Buwana “ (sudah dapat ijin dari Bapa Sarwa D ), perihal Ajaran Eling lan Waspodo , sbb :Eling atau ingat : Ingat berarti manusia yang selalu menyadari  keadaannya,diri sendiri, kiri dan kanannya, hidup dan kehidupannya dan kepada Tuhan YME. Memahami benar siapa sejatinya dirinya atau ”Sopo Ingsun “ . Eling berkaitan dengan tindakan yang disebut “manembah”. Selalu eling kepada Tuhan adalah merupakan sumber dari segala sumber..Manusia harus manembah kepada Tuhan YME dan selalu memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat serta tidak akan lagi mengulangi kesalahan dan dosa yang sama serta bertobat. Waspodo atau waspada : Manusia yang selalu teliti kepada hidup dan kehidupannya, tahu mana yang boleh dilakukannya menurut aturan Tuhan. Kata kunci : Menyadari; Sopo Ingsun; Manembah; Aturan Tuhan.<br />
Masih menurut pitutur dari PCB , (TRISILA KEJAWEN, Menguak Misteridari OJO DUMEH, ELING ln WASPODO),  bahwa Eling lan Waspodo adalah dua kata yang tidak boleh dipisah-pisahkan karena mempunyai daya kekuatan yang besar sekali , alat penangkal yang jitu dalam melawan ke angkara murkaan nafsu duniawi dan keserakahan materiatlistis.                                                                                                                             Eling, Pitutur saking RMP Sosrokartono.Eling untuk berbagi rasa.Melepaskan rasa egois, memupuk rasa kesatuan. Bagi yan kaya,eling punya rasa asih member kepada yang miskin. Bagi yang pandai eling punya rasa asih mengajar yang bodoh.Bagi yang kuat eling punya tekad asih membela melindungi yang lemah. Eling dalam keadaan senang / jaya/sukses  maupun susah/jatuh/gagal. Eling kalau semua yang ada di dunia ini tidak kekal/abadi.              </p>
<p>Waspada &amp; Eling : Perasaan senatiasa awas &amp; sadar (Mulat salira) terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan / tidak menyenangkan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri, juga aktifitas      pikiran hendaknya selalu sadar, apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, menyeleweng atau tidak, sadar dengan semua aktifitas pikiran bagaimana ia timbul dan lenyap.                                                               Beberapa kata – kata kunci diatas, bisa ditambahkan lagi; Daya kekuatan; Mulat Salira, Ojo Dumeh; Kasedan Jati; MKG, SPL -SPD; Kesempurnaan sejati (wruh hananing urip, putus ing kasidan jati).<br />
Pertanyaanya ,( mungkin )     : Setelah  terus direnungkan , dihayati dan dipahami, tetapi kenapa saya ( KITA? ) masih belum bisa Eling lan Waspodo .      Sering (kalau mau jujur ) didalam setiap ucap, tindakan/perbuatan, bahkan situasi “kesempatan” dimana saya masih bisa berbuat kebaikan dan kebajikan, sering hal itu  tidak saya lakukan.(lewat kesempatan untuk menolong), demikian sikap tindak tanduk saya sering merugikan orang lain (menipu, korupsi), Menambahkan konsep lain, mungkin saya kurang berlatih : Gelar (waspodo berkiprah di/dengan dunia) dan Gulung (untuk mendapatkan kekuatan Eling tanpa lupa dari dalam = MIJIL), Atau kurang disiplin dalam laku hidup ?, atau tidak mengolah dengan baik : cipto-Karsa-rasa atau tidak bisa manembah : Jiwo-Roso. Menyadari dengan penuh kejujuran, semua pelajaran ini baru sebatas pemahaman konsep , puas di lintasan pikiran/kesadaran intelek saja/lingkup ratio/immanen. Belum banyak olah Rasa (wruh ing rasa-rasa kang satuhu-rasaning rasa sejati ) untuk mendapatkan cukup banyak pengalaman langsung dari sumber yang pertama agar dapat kekuatan bisa “Eling lan Waspodo / Bijaksana yang transenden “. = tidak menyakiti dan membunuh makhluk lain; tidak punya rasa dendam, iri, sombong; serakah,tidak menipu, mencuri &amp; punya ILMU KESABARAN agar bisa berterima kasih kepada mereka yang telah / akan menghina-memfitnah-memarahi-mentertawakan saya.<br />
Ingat akan pepatah jawa : “Biso rumongso lan ora rumongso biso, aja rumong bener dewe / bisa merasa dan bukan merasa bisa, jangan merasa paling benar. Aja Adigang adigung adiguna “. Maka perihal ajaran yang bersifat Mistik/esoteris/makrifat/sastro Jendro/kawruh kasunyatan seperti : lakon Urip, Sopo Ingsun (Jati diri/diri sejati ) ,Gusti / Tuhan; MKG dan SPD, sudah sewajarnya dan sepantasnya diri ini (hati ini) bicara : “ Saya berpikir, semua pelajaran hidup/Urip saya mengetahui ternyata saya tidak tahu “ .  Karena saya berpikir itu/ini “tidak tahu “ , saya bisa lebih leluasa untuk bebas memilih dan menjalani; dan merdeka untuk tidak harus menerima atau menolak.. UNTUK BISA TERUS KREATIF BELAJAR langsung kepada kehidupan/realitas hidup. Tidak mau percaya begitu saja apa tulisan dan kata orang.Menentukan pemahaman sendiri, cara sendiri, dan untuk diri sendiri,belajar sendiri “bagaimana Hidup dan kehidupanku sendiri  “( ternyata indah dan asyiikk ). Namun tetap dalam kerangka lintasan “eling lan waspodo “ , tetap menghargai saudara saya yang masih suka dengan kon-form-itas dari kebenaran umum yang diseragamkan/dipaksakan dengan iming-iming pahala, surga &amp; siksaan,,neraka “ . dimana ajaran ini banyak didapat dualism dan conflict subject- obyect / keterpisahan. Menghormati . memaklumi mereka yang masih percaya “belajar “ dengan konsep-konsep dari luar “konon katanya” (kepercayaan, agama, dst ).</p>
<p>“ Ilir-ilir tandure wis sumilir , tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar. Bocah angon penekna blimbing kuwi, lunyu – lunyu ya penekna kanggo masuh dodotira. Dodotiro kumintir bedhah ing pinggir, dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore, mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane. ( Sunan Giri )           </p>
<p>Pendalaman – penghayatan  “Mulat Sariro, tansah Eling kalawan Waspada “ Maka hasil perenungan selanjutnya à Usia dan Jasmani semakin tua, penyakit &amp; kematian raga di depan mata , mampukah saya menghindarinya ?.; Sedikit waktu masih tersisa “seberapa banyak lagi, seberapa besar lagi kebutuhan hidup di dunia ini.  Apa yang akan dibawa setelah kematian raga dan apa yang saya miliki ? serta saya mau kemana ?.                 </p>
<p>Bangunlah jiwanya ,bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.<br />
Eling lan Waspada , Ya kiranya tidak berlebihan saya menyatakan …Inilah KARAKTER Bangsa Indonesia. Sifat, jiwa, kekuatan KARAKTER<br />
(= bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, sifat, tabiat, temperamen, watak ) bangsa Indonesia saripatinya ada di “Eling lan Waspada“</p>
<p>Dalam  nafas (Sifat-Jiwa-kekuatan) Eling lan Waspada, ada juga beberapa karakter:<br />
- Perilaku Budi pekerti yang luhur untuk berbuat kebaikan dan kebajikan kepada Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan Negara.                                                               &#8211; Sikap mau menerima (legowo) dan mengalah, jujur, serta tepa saliro<br />
- Rasa Ke Tuhanan dan Kemanusiaan, ditengahnya ada jiwa gotong royong – hidup rukun serta mempunyai kesadaran hak &amp; kewajiban yang sama membangun masyarakat dan negeri Nusantara(Indonesia) tanpa membedakan/damai dalam perbedaan: Suku, Agama, Ras, Aliran kepercayaan.                                                          &#8211; Kekuatan, menjiwai dan memberi nafas kehidupan manusia (rakyat) Indonesia (belajar terus membangun) menjadi pribadi manusia yang utuh, lengkap harmonis(selaras-serasi-seimbang) “ Jiwa/bathiniah/rohaniah &amp; Raga/badan/jasmani “  .Pribadi manusia yang ber Panca Sila-is, dimana  Panca Sila merupakan Jati Diri bangsa Indonesia.</p>
<p>Mengakhiri , tulisan uneg-uneg/curhat “eling lan waspodo “. Perkenankan mengutip suatu syair kuno (tidak diketahui penulisnya – dari nafas ZEN) kurang lebih sbb :</p>
<p>“ Suatu warisan (transmisi special) di luar kitab-kitab suci. Tak bergantung pada surat/aksara dan kata-kata. Langsung menunjuk pada jiwa (mengarah kepada pikiran) manusia. Memandang kodrat diri (mengerti hakikat dirinya sendiri) dan menyadari pencapaian PENCERAHAN SEMPURNA “                           </p>
<p> Bulan penuh tobat ( = belajar melupakan diri/ padam segala keinginan). Kedamaian dalam kesepian, ketersendirian, kekurangan/kemiskinan . Mencoba melihat kehidupan sebagaimana apa adanya saja , tidak menghakimi, menilai berlebihan itu salah/benar, ini baik / tidak baik,  tidak peduli ditinggalkan kawan dan saudara. Tidak peduli Tuhan memikirkan &amp; membantu saya atau tidak. (tetap semangat berkarya dengan sedikit pamrih = tidak mengharapkan pahala, tidak memikirkan surga) .Berjalan sendirian menapaki jalan sendiri mencari teman sejati. Aku nunggang Roso ngadep Urip tumuju Suwung  ( Life originates from the Lord, and will return to Sang Hyang Taya). Dan berbahagialah mereka yang “Eling lan Waspodo”  …yang mau dan sudah menyadari bahwa ada yang lebih luhur, lebih mulia dari pada harta benda dan segala kemewahan serta kenikmatan  dunia. Selamat berjuang saudaraku.<br />
Dengan laku tansah “Eling lan Waspada “, selalu berhati-hati belajar-bekerja menjalankan kewajiban di dunia, sehingga pelajaran “hidup &amp; kehidupan; Tuhan &amp; Alam semesta “ tidak sekedar di pahami sebatas immanen (dalam benak otak &amp; pikiran ) tetapi mencoba lebih luas penghayatan ke dalam akan hal-hal yang transenden (di luar pikiran manusia, tak terbatas, tak terhingga )akan keberadaan DIA yang MAHA SEMPURNA,  MUTLAK HUKUMNYA ( SISTEM ILAHIAH YANG SEMPURNA TIDAK PERNAH BERUBAH, TIDAK BERKURANG, TIDAK BERTAMBAH), MUTLAK KASIHNYA -MUTLAK ADILNYA.</p>
<p>Mohon maaf kalau berbeda pendapat. OLALA – Ada tanpa syarat/adanya mutlak (yang bersyarat/terkondisikan = tidak mutlak ), salam estafet. Rahayu.</p>
<p>Kata Kunci buat PM : à Empu Prapanca/ NegaraKertagama/Panca Sila/Hindu + Empu Tantular/Sutasoma/Bhinneka Tunggal Ika/Budha = Ajaran Leluhur – karakter bangsa nusantara : damai dalam perbedaan  &#8211; hidup rukun berdampingan saling membangun Negri Nusantara. Bangkitlah bangsaku,Jayalah Negriku.</p>
<p>Mari membantu “Evolusi “ saudara kita : “ Semoga semua makhluk hidup :terlihat maupun tidak terlihat; di dalam tubuh maupun diluar tubuh; di dalam bumi maupun diatas bumi; di alam dunia maupun di alam halus &#8211; bebas dari penderitaan, bebas dari rasa permusuhan, bebas dari dendam/kebencian, bebas dari kegelapan. Semoga mereka hidup rukun-tentram-damai-sejahtera dan bahagia. – Semoga selalu diterangi &amp; mendapat cahaya Tuhan yang abadi = Samatha Bhavana “.</p>
<p>Sluman, slumun slamet. Imam Sudrajat, Petarukan 21 Agustus 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=802&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2011/08/24/eling-lan-waspada-karakter-luhur-bangsa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/08/imam-drajat.jpg?w=64" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Drajat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Spiritual</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2011/04/28/wisata-spiritual/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2011/04/28/wisata-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 05:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan Wisata Spiritual 21 – 24 April 2011 Oleh: Kadang Pande Agus Indra Mengambil kesempatan hari libur pada tanggal 22 April 2011, kami berencana untuk melakukan perjalanan wisata spiritual. Tanggal 21 April Pukul 20.00 diharapkan kami sudah berkumpul di lokasi pemberangkatan, namun seperti biasa, alam Jakarta yang macet apalagi menjelang akhir pekan dan hari libur, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=752&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perjalanan Wisata Spiritual 21 – 24 April 2011</strong><br />
Oleh: Kadang Pande Agus Indra</p>
<p>Mengambil kesempatan hari libur pada tanggal 22 April 2011, kami berencana untuk melakukan perjalanan wisata spiritual. Tanggal 21 April Pukul 20.00 diharapkan kami sudah berkumpul di lokasi pemberangkatan, namun seperti biasa, alam Jakarta yang macet apalagi menjelang akhir pekan dan hari libur, menjadikan waktu berangkat pun tertunda.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture1.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture1" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-753" /></a></p>
<p>Kira-kira Pukul 22.00 akhirnya kami pun berangkat. Dengan rombongan 2 mobil dan peserta 10 orang, kami menyusuri Pantai Utara Jawa. Berangkat dengan penuh semangat, seperti menyambut pengalaman-pengalaman baru yang mungkin belum terpikirkan oleh kami. Namun lagi-lagi, ternyata Pantura macet juga… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' />  . Jalan rusak dan perbaikan jembatan kebanyakan menjadi sumber kemacetan. </p>
<p>Hari Pertama, 22 April 2011<br />
Pemalang<br />
Akhirnya, walaupun tersendat-sendat  akhirnya tibalah kami di tempat pertama tujuan kami, yaitu: Kediaman Bapak Imam Sudrajat. Pak Drajat menyambut kami dengan semangat dan penuh keterbukaan. Perjalanan yang panjang rasa terhempas begitu saja ketika disambut dan dijamu oleh Pak Drajat. Jajanan khas dan minuman teh hangat telah tersedia. Belum selesai kue tradisional disantap, sudah diajak kembali untuk menikmati sarapan pagi.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture2.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture2.jpg?w=150&#038;h=111" alt="" title="Picture2" width="150" height="111" class="alignnone size-thumbnail wp-image-754" /></a></p>
<p>Menu yang dihidangkan juga khas kembali, sampai-sampai tidak tercatat namanya… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Maaf Pak Drajat, bisa diulang Pak namanya…? (Kalau tidak Salah Burung Puyuh Goreng. David)<br />
Usai sarapan, kegiatannya bebas, ada yang tidur, ada yang main-main dengan komputer, ada yang berkeliling rumah Pak Drajat dan diberitahukan rencana perluasan sekolah-nya yang ternyata sangat membanggakan prestasi-nya hingga mendapatkan dana pengembangan sekolah dari Pemerintah. Sukses selalu ya Pak.<br />
Sesi Yoga dibuka menjelang siang, 5 Gerakan Yoga yang walaupun terlihat sederhana ternyata dapat membakar lemak dan membuat keringat mengalir… Saling bergantian mencoba gerakan-gerakan tersebut, bahkan Pak Drajat pun turut serta memperlihatkan kemampuannya dan menambahkan uraian tentang Yoga. </p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture3.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture3.jpg?w=113&#038;h=150" alt="" title="Picture3" width="113" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-755" /></a></p>
<p>Tak ketinggalan sebelumnya pun, Pak Drajat memperlihat koleksi album fotonya tentang Tokoh-tokoh Spiritual yang beliau kagumi. Monggo disharing Pak…<br />
Makan siang kami diajak menikmati makanan khas Pemalang yaitu Lontong Tahu dilanjutkan dengan wisata ke Pantai Widuri, dikenalkan dengan istilah Pantai VIP dan VVIP <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Selanjutnya mengunjungi Petilasan Pangeran Sembung Yudo.</p>
<p>Petilasan bila diartikan secara bebas adalah suatu tempat persinggahan dalam kurun waktu tertentu (waktu bisa pendek maupun cukup panjang), dengan maksud untuk meningkatkan kawruh atau membuat suatu koloni baru.<br />
Sejarah mengenai Pangeran Sembung Yudo yang berhasil diperoleh adalah beliau adalah Pangeran yang kalah perang, sehingga kemudian mengasingkan diri bersama pasukannya untuk berlatih lebih giat lagi. Alih-alih peningkatan diri dalam bidang kanuragan ternyata beliau memperoleh Pencerahan. Beliau sudah tidak ingin<span id="more-752"></span> melakukan perang kembali, namun karena tuntutan sebagai seorang ksatria beliau kembali berperang dan mencapai kemenangan. Setelah itu beliau pun kembali mengasingkan diri hingga akhirnya moksa (menjadi orang yang tidak di kenal asal usul awalnya. Dan cikal bakal pengembangan Pemalang. David)<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture4.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture4.jpg?w=113&#038;h=150" alt="" title="Picture4" width="113" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-756" /></a></p>
<p>Suasana di petilasan memang hening, karena jauh dari keramaian dan masih cukup rimbunnya pepohonan. Terlebih di tempat tersebut mengandung energi yang besar sehingga cocok bagi yang suka untuk melatih energi.<br />
Yang sangat disayangkan ketika mengunjungi petilasan adalah kurang tersedianya prasarana yang memadai seperti tempat parkir yang seadanya. Dan tidak adanya petunjuk mengenai keberadaan petilasan tersebut.<br />
Pekalongan<br />
Setelah perjalanan di Pemalang dirasakan cukup, kamipun melanjutkan perjalanan ke arah Pekalongan bersama-sama dengan Pak Drajat. Kali ini tempat tujuan kami adalah kediaman Mas Edy Susanto – Pekalongan. Beliau ternyata memiliki bakat menulis yang luar biasa. Sudah 32 e-book menjadi karya beliau. E-book tersebut bahkan dapat diunduh secara gratis. Silahkan kunjungi situs Mas Edy di http://edypekalongan.blogspot.com.<br />
Begitu tiba di Pekalongan kamipun disuguhkan dengan hidangan ketan yang memang sudah menjadi tradisi di Desa Sapuro. Kemudian kamipun diajak berkeliling Pekalongan, menyusuri daerah-daerah tua, lokasi bangunan-bangunan agama (Vihara, Gereja dan Masjid) yang berdekatan saling yang menandakan bahwa Pekalongan sudah memiliki kerukunan sejak dahulu. Bahkan Kota ini diibaratkan sudah selesai dibangun pada masa penjajahan belanda, karena tata kota dan saluran air terlihat rapi. Perjalanan diarahkan hingga ke Pantai Pasir Kencana.</p>
<p>Kepiawaian Mas Edy dalam menjelaskan sejarah Kota Pekalongan bahkan cerita-ceritanya membuat kami selalu mendengarkan dengan penuh rasa ingin tahu. Cocok sekali memang bila Mas Edy menjadi Humas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Saat tiba di Pantai pun hal pertama yang diungkapkan adalah betapa tenangnya ombak, hal yang tidak jarang terjadi biasanya. Ditambah ketika mencoba melakukan komunikasi dengan Dewi Lanjar selaku Pangemong Pantai Utara Jawa. Angin tidak berhembus sama sekali. Saat itu pula berhasil diabadikan keberadaan Dewi Lanjar dalam bentuk orbs.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture5.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture5.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" title="Picture5" width="150" height="84" class="alignnone size-thumbnail wp-image-757" /></a></p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture6.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture6.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" title="Picture6" width="150" height="84" class="alignnone size-thumbnail wp-image-758" /></a></p>
<p>Malam pun tiba, saatnya sarasehan pertama kami. Sarasehan dengan sesepuh Padepokan Ki Ageng Bahurekso Pekalongan, Mbah Walari, seseorang yang sudah berusia 82 tahun, namun terlihat segar bugar, masih mampu melihat dengan jelas dan berbicara dengan fasih. Selain Mbah Walari, kamipun ditemani oleh Bapak Ashali Nuryadi ? (orang tua Mas Edy) beserta Bapak Rudi Sunarto (Pakde dari Mas Edy).<br />
Beliau menjelaskan kecintaannya terhadap NKRI dan Pancasila. Kami beruntung dapat memperoleh tambahan informasi mengenai kedua hal tersebut. Betapa pentingnya kedua hal tersebut kita jaga bersama-sama selain sebagai warisan leluhur namun juga sebagai bekal bagi keturunan kita.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture7.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture7.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture7" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-759" /></a></p>
<p>Sekitar Pukul  21, Pak Drajat undur diri untuk kembali ke Pemalang dan Sarasehan pun berakhir kira-kira sekitar jam 22 – 22.30. Selesai sarasehan kami ber-belanja batik ria didampingi Mas Edy. Mas Edy jadi penjualnya hehe… Puas berbelanja di Warung Batik Mas Edy, kamipun melanjutkan kegiatan meditasi bersama di suatu sekolah.beristirahat menanti pagi.</p>
<p>Oh iya, Mas Edy juga memperkenalkan kisah seseorang yang bernama Sabar Bejo Selamet, yang berasal dari Pekalongan. Seseorang yang dirasakan “cukup aneh” bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Hari Kedua, 23 April 2011<br />
Batu Lingga<br />
Pukul 4.30 kami sudah mulai bersiap-siap,  sarapan pagi pun sudah disiapkan oleh Mas Edy. Tujuan pertama-nya adalah Desa Linggo Asri yang terletak di Bukit Lingga, masih di daerah Pekalongan juga. Di desa tersebut kami mendapatkan kabar adanya Batu Lingga. Bertemu dengan Pak Waris selaku ahli waris batu lingga. Perjalanan kami ini juga didampingi oleh Mas Edy.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture8.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture8.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture8" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-760" /></a></p>
<p>Berdasarkan keterangan dari Pak Waris, para peneliti yang melihat batu tersebut berkesimpulan bahwa batu tersebut sudah ada sejak 400 tahun sebelum masehi. Hal ini diperkuat dengan semacam tulisan hieroglyph yang ada pada puncak batu.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture9.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture9.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" title="Picture9" width="112" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-761" /></a></p>
<p>Berdasarkan temuan yang kami peroleh, batu tersebut bukanlah batu lingga dalam artian sesungguhnya melainkan merupakan pecahan dari suatu bangunan besar, karena banyaknya sebaran batu sejenis di sekitar lokasi tersebut. Selain itu bentuk batu yang miring dan segi enam, serta tidak ditemukannya yoni (yang merupakan pasangan dari lingga) turut memperkuat asumsi kami.<br />
Selain berkunjung ke Batu Lingga kamijuga mengunjungi Pura Kalingga Satya Dharma yang lokasinya tidak jauh dari lokasi Batu Lingga. Pemangku Pura adalah Bapak Supardi. Lokasi Pura sekarang ini bukanlah lokasi sebenarnya. Sebelumnya lokasi Pura berada dalam kawasan wisata Bukit Lingga. Karena Pemerintah Daerah hendak menjadikan kawasan Bukit Lingga sebagai kawasan wisata, kemudian dipindahkan lokasi Pura ke tempat sekarang ini.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture10.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture10.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture10" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-762" /></a></p>
<p>Jumlah umat hindu di Desa Linggo sekitar 70 KK dan selebihnya adalah Muslim. Saling menghormati dan selalu menjaga kerukunan membuat Desa Linggo terlihat harmonis.<br />
Kawasan Dieng<br />
Sekitar pukul 7 kami pun melanjutkan perjalanan ke Dieng. Kawasan Dieng yang luas menyebabkan tidak mungkin dapat mengunjungi keseluruhannya. Kampun hanya dapat mengunjungi situs Candi Arjuno dan Candi Setiaki. Kedua candi tersebut terletak pada Kabupaten Banjarnegara.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture11.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture11.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture11" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-763" /></a></p>
<p>Di Dieng, kami mencoba merasakan energi-nya. Energi yang sesungguhnya besar. Dieng yang kebesaran sesungguhnya dapat disamakan dengan kemegahan Borobudur memiliki kesan yang sebaliknya. Hal ini karena candi-candi yang ada belum dapat direkonstruksi dengan utuh bahkan sebagian besar masih dalam bentuk bongkahan batu dan terkesan diabaikan. </p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture12.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture12.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture12" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-764" /></a></p>
<p>Dari kedua candi tersebut, didapati adanya yoni namun lingga pada kedua candi tersebut sudah tidak ada. Usia Candi Setyaki diperkirakan setara dengan Candi Ijo di kawasan Candi Ratu Boko. Masih banyak rahasia terpendam tentang Candi-candi di Dieng. Ada kemungkinan pula, masih banyak rahasia terpendam baik di kawasan Dieng maupun sekitarnya, yang untuk saat ini masih belum saatnya untuk muncul.<br />
Magelang<br />
Akhirnya perjalanan pun dilanjutkan ke Magelang, tempat kediaman orang tua Mas Dodo. Hujan cukup deras menyambut kedatangan kami di Magelang. Acara di Magelang juga merupakan acara bebas. Sebagian beristirahat dan sebagian lagi berburu patung.<br />
Keramahan orang tua Mas Dodo sangat mengesankan bagi kami. Di sini kami pun bertemu dengan Mas Topan dan Mas Guntur, para murid dari Yogyakarta, dan juga Mbak Nia, pendamping Mas Dodo.<br />
Mas Topan dan Mas Guntur yang pada awal rencananya sudah memiliki banyak pertanyaan untuk dibagikan kepada kami, akhirnya malah tidak banyak bertanya…  Mudah-mudahan pertanyaannya sudah terjawab dengan sendirinya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture13.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture13.jpg?w=150&#038;h=108" alt="" title="Picture13" width="150" height="108" class="alignnone size-thumbnail wp-image-765" /></a></p>
<p>Dalam peristirahatan kami pun, Mas Edy mengisinya dengan cerita-cerita baru, hingga kami pun lebih tertarik mendengarkan dibandingkan dengan beristirahat.<br />
Semarang<br />
Malam mulai menjelang, perjalanan pun dilanjutkan ke Semarang. Anggota perjalananpun ikut bertambah. Tujuan perjalanannya adalah Sarasehan bersama Grup Pecel. Sarasehan dilangsungkan di kantor Ibu Dewi. Tiba di Semarang kami dijemput oleh Mas Yudi.<br />
Kembali kami diperlihatkan oleh sikap kekeluargaan yang kental. Keramahan dan sambutan yang diberikan begitu terasa, seolah olah kita semua sudah kenal cukup lama.<br />
Sarasehan kali ini bersama dengan Grup Pecel. Suatu komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap pendakian spiritual.  Umumnya setiap sarasehan di Grup Pecel turut mengundang pembicara tamu. Kali ini Gantharwa mendapat kehormatan itu. Sebelumnya pun Mas David pernah melakukan sarasehan bersama Grup Pecel.<br />
Dari Grup Pecel yang hadir dalam sarasehan tersebut adalah Ibu Dewi, Mas Hendra, Mas Yudi beserta si kembar, Mbak Nina, Mbak Luki, Mas Hari dan tentunya Bapak Medi. Sementara dari Gantharwa berjumlah 12 orang, ditambah lagi dengan kedatangan Kadang Gantharwa dari Semarang yaitu Mas Adjie dan Mbak Vivi.<br />
Awal sarasehan, dibuka dengan sambutan dari Mas Yudi yang menekankan bahwa sarasehan diadakan dalam arti sebagai kejawaan, jiwanya jiwa jawa yang berarti saling menerima atau terbuka. Selain itu pula terdapat simbol bumi, berupa hasil bumi yang ditempatkan dalam satu tampah, yang memiliki makna. Maknanya kemudian dijelaskan oleh Mas Yudi:<br />
-	Singkong, Ketela dan Kacang, hasil bumi yang terpendam dan kemudian terlahirkan, menandakan bahwa roso (pemahaman) yang tersembunyi menjadi terbuka<br />
-	Pisang, simbol eratnya rasa persaudaraan<br />
-	Talas, dimaksudkan tidak perlu dibalas<br />
-	Wadahnya yaitu Tampah, berarti semoga semua laku yang dijalankan dapat diterima.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture14.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture14.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" title="Picture14" width="150" height="113" class="alignnone size-thumbnail wp-image-766" /></a></p>
<p>Sarasehan kemudian dilanjutkan untuk saling mengenal pribadi masing-masing. Perkenalan tentang motivasi terhadap nilai-nilai spiritual dan pengalamannya sejauh ini, pada kadang pun tak luput untuk menceritakan pengalamannya mengapa memilih belajar di Gantharwa.<br />
Sarasehan berkembang menjadi suatu diskusi yang menarik, dimulai dari pengenalan tentang arti Gantharwa yang berasal dari kata Genther dan Dawa, bagaimana menjadi galah yang panjang. Apa fungsi perjalanan spiritual, berkunjung ke tempat-tempat spiritual yang tiada lain bisa dianggap sebagai supir, sebagai pengantar dan penjemput. Semoga yang diantar maupun yang dijemput memperoleh cahaya yang semakin terang<br />
Selain itu, dijelaskan pula oleh Mas David, setiap pertemuan formal Gantharwa biasanya terdapat menu:<br />
-	Ketan, yang berarti mempererat persaudaraan<br />
-	Pisang, yang berarti menjadi manusia harus bisa menghasilkan, bisa anak atau murid, murid dalam artian luas, yaitu meng-estafetkan kawruh yang telah diperolehnya.<br />
-	Umbi-umbian, sebagai pengingat akan sari pati bumi/ibu pertiwi, dimana bumi dipijak.</p>
<p>Perjalanan kami pada hari pertama dan juga sebelum ke semarang tak urung juga di-sharing dalam sarasehan ini. Seperti kerusakan yang dialami pada Batu Lingga, pada akhirnya menimbulkan pembangunan kawasan Dieng. Dieng yang seyogyanya dapat lebih besar dari Borobudur, hanya sayang pada saat ini masih terkesan diabaikan walaupun kondisinya dalam perawatan.<br />
Mas Edy pun turut serta membagikan sharing ketika di Batu Lingga, sudah saatnya tempat-tempat spiritual yang menjadi poros  spiritual menjadi jaya kembali.<br />
Pada saat sarasehan pun diadakan pemutaran film Meditasi. Selanjutnya dijelaskan pula oleh Mas David mengenai meditasi, terutama berdasarkan pengertian dari Gantharwa. </p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture15.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture15.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture15" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-767" /></a></p>
<p>Malam sudah semakin larut waktu sudah menunjukkan hampir pukul 2, sayang sekali sarasehan dicukupkan waktunya, karena kami masih memiliki agenda kunjungan.  Kamipun kemudian melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Rumah Mas Adjie dan Mbak Vivi<br />
Awalnya sebelum melanjutkan perjalanan ke kediaman Mas Adjie, tempat yang ingin kami kunjungi adalah Lawang Sewu, namun sampai di sana ternyata sudah dalam keadaan tertutup, ternyata ada batas waktu kunjungan.  Sayang kami belum dapat menggali lebih dalam mengenai Lawang Sewu.<br />
Kami pun kemudian singgah di rumah Mas Adjie, berbagi cerita dan mendengarkan kisah Mas Adjie, karena sudah lama tidak terdengar kabar dari beliau. Hingga pagi menjelang, kamipun memutuskan berangkat ke tempat tujuan terakhir.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture16.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture16.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" title="Picture16" width="150" height="113" class="alignnone size-thumbnail wp-image-768" /></a></p>
<p>Goa Maria Kerep<br />
Alkisah, ditempat tersebut pernah terlihat penampakan sosok Bunda Maria, hingga akhirnya dibuatlah tempat peribadatan Goa Maria Kerep. Tempat yang sekarang sudah sangat rapi dan besar dibandingkan pada awal mula berdirinya. Goa Maria Kerep terletak di Ambarawa.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture17.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture17.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture17" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-769" /></a></p>
<p>Ada sumber mata air di sini. Setelah menikmati keheningan ketika tiba di sana, kamipun melanjutkan dengan meditasi hingga jam 6. Menghaturkan terima kasih atas kenikmatan perjalanan wisata spiritual yang telah kami tempuh. Menghaturkan terima kasih kepada para saudara-sadara kami yang telah kami temui sepanjang perjalanan kami. Merenungi manfaat dan melepas kerinduan terhadap tempat-tempat yang senantiasa membangkitkan gairah spiritual kami.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture18.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture18.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture18" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-770" /></a></p>
<p>Besar harapan kami, semoga perjalanan seperti ini akan tetap berlangsung ke depannya, bahkan akan semakin banyak mengajak para kadang yang lain, dan semakin banyak juga saudara-saudara kami yang dapat dijumpai.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture19.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture19.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Picture19" width="150" height="112" class="alignnone size-thumbnail wp-image-771" /></a></p>
<p>Akhir kata, kami menghaturkan terima kasih sedalam-dalamnya atas segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kami sepanjang perjalanan wisata spiritual dari tanggal 21 – 24 April 2011. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:<br />
a.	Bapak Imam Sudrajat, yang telah berkenan menerima dan menemani kami mulai dari Pemalang hingga Pekalongan, juga selalu memantau keberadaan kami<br />
b.	Mas Edy Pekalongan, yang menemani kami sejak Pekalongan hingga berakhirnya wisata spiritual ini. Tentu dengan gaya khas sendiko-nya… <br />
c.	Mbah Walari dan Keluarga Besar Mas Edy, yang telah berkenan sharing mengenai  Padepokan Ki Ageng Bahurekso Pekalongan<br />
d.	Mas Dodo dan Keluarga serta Mbak Nia, yang telah berkenan menerima kami dalam peristirahatan di Magelang dan berburu patung.<br />
e.	Ibu Dewi, Mas Hendra, Mas Yudi, Mbak Nina, Bapak Medy, Mas Hari dalam komunitas Grup Pecel, yang telah berkenan menerima kami di Semarang dan untuk sarasehan yang diadakan.<br />
f.	Mas Adjie dan Mbak Vivi, yang telah berkenan menerima persinggahan kami.<br />
g.	Mas Gogod, atas dukungan transportasi dan lain-lainnya.</p>
<p>Tak lupa pula kami mohon maaf jika terjadi kesalahan penulisan nama, maupun jika ada kata-kata kami yang kurang sesuai.</p>
<p>Terima kasih,<br />
Rahayu,<br />
<strong>Salam Sejati</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=752&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2011/04/28/wisata-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture3.jpg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">Picture3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture4.jpg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">Picture4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture5.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture6.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture7.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture8.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture9.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Picture9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture10.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture12.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture13.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture14.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture15.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture15</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture16.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture17.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture18.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture18</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/04/picture19.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture19</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasta Brata</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2011/01/25/hasta-brata/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2011/01/25/hasta-brata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 07:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejawen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[Hasta Brata Dikirim oleh Matheus Haryanto Ke Mailing Diskusi Gantharwa. 1. Mahambeg Mring Kismo Seorang pemimpin diharapkan memiliki watak seperti bumi, yang murah dan penuh kasih sayang, menerima segala tumpahan dan keluhan, memberikan sarana hidup, tak banyak menuntut, serba bermanfaat 2. Mahambeg Mring Warih, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat-sifat keutamaan seperti air dapat menyesuaikan diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=721&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hasta Brata</strong><br />
Dikirim oleh Matheus Haryanto Ke Mailing Diskusi Gantharwa.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/wisnu-bumi.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/wisnu-bumi.jpg?w=85&#038;h=150" alt="" title="Wisnu - Bumi" width="85" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-722" /></a><br />
1. Mahambeg Mring Kismo Seorang pemimpin diharapkan memiliki watak seperti bumi, yang murah dan penuh kasih sayang, menerima segala tumpahan dan keluhan, memberikan sarana hidup, tak banyak menuntut, serba bermanfaat</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/kartika-atau-ismaya-bintang.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/kartika-atau-ismaya-bintang.jpg?w=89&#038;h=150" alt="" title="Kartika atau Ismaya - Bintang" width="89" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-732" /></a><br />
2. Mahambeg Mring Warih, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat-sifat keutamaan seperti air dapat <span id="more-721"></span>menyesuaikan diri dimana tempat berada, memberikan kesejukan kepada siapapun sehingga rakyat merasa adhem ayem kadyo siniram banyu sawindu lawase.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/bayu-angin.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/bayu-angin.jpg?w=104&#038;h=150" alt="" title="Bayu - Angin" width="104" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-724" /></a><br />
3. Mahambeg Mring Samiranam, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat &#8211; sifat keutamaan seperti Angin, selalu ada di mana &#8211; mana di setiap tempat, adil tidak membeda &#8211; bedakan, tidak segan untuk meneliti kehidupan rakyatnya, memberikan rasa nyaman / kesejukan.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/ratih-bulan.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/ratih-bulan.jpg?w=120&#038;h=150" alt="" title="Ratih - Bulan" width="120" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-725" /></a><br />
4. Mahambeg Mring Candra Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat sifat keutamaan seperti Bulan mampu memberikan penerangan, memberi keindahan, adil bagi semua orang memberikan petunjuk dan menyelesaikan segala masalah, menerangi rakyatnya yang sedang susah, sperti bulan yang menerangi gelapnya malam.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/surya-matahari.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/surya-matahari.jpg?w=103&#038;h=150" alt="" title="Surya - Matahari" width="103" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-726" /></a><br />
5. Mahambeg Mring Surya Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat &#8211; sifat keutamaan seperti Matahari memberi penerangan, sinarnya menghidupkan, selalu memberi tiada berharap untuk kembali, adil, tidak pilih kasih, seperti matahari menerangi bumi.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/baruna-samudra.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/baruna-samudra.jpg?w=109&#038;h=150" alt="" title="Baruna - Samudra" width="109" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-723" /></a><br />
6. Mahambeg Mring Samodra Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat &#8211; sifat keutamaan seperti Laut / Samudra hati dan pikiran dapat menerima apapun kesabaran dan kasih sayang yang tak terbatas mengayomi dan memberikan keindahan yang membahagiakan</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/indra-langit.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/indra-langit.jpg?w=95&#038;h=150" alt="" title="Indra - Langit" width="95" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-730" /></a><br />
7. Mahambeg Mring Wukir pemimpin diharapkan memiliki sifat &#8211; sifat keutamaan yang kuat, kukuh, konsisten, menepati janji, teguh dalam prinsip, tidak mudah ganti pendirian, sabdanya sebagai aturan, perilaku menjadi contoh, setia pada tempatnya</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/brama-api.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/brama-api.jpg?w=96&#038;h=150" alt="" title="Brama - Api" width="96" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-729" /></a><br />
8. Mahambeg Mring Dahana Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat &#8211; sifat keutamaan seperti Api mampu membakar semangat, tegas, hangat memberantas angkara murka, membumihanguskan segala kejahatan</p>
<p><em>note: gambar by Doing Good</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=721&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2011/01/25/hasta-brata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/wisnu-bumi.jpg?w=85" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu - Bumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/kartika-atau-ismaya-bintang.jpg?w=89" medium="image">
			<media:title type="html">Kartika atau Ismaya - Bintang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/bayu-angin.jpg?w=104" medium="image">
			<media:title type="html">Bayu - Angin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/ratih-bulan.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">Ratih - Bulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/surya-matahari.jpg?w=103" medium="image">
			<media:title type="html">Surya - Matahari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/baruna-samudra.jpg?w=109" medium="image">
			<media:title type="html">Baruna - Samudra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/indra-langit.jpg?w=95" medium="image">
			<media:title type="html">Indra - Langit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2011/01/brama-api.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">Brama - Api</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urip e wong dJAWA</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2010/10/03/urip-e-wong-djawa-oleh-tegoeh-kusuma-tkp-pada-30-september-2010-jam-1423/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2010/10/03/urip-e-wong-djawa-oleh-tegoeh-kusuma-tkp-pada-30-september-2010-jam-1423/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 09:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejawen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[oleh Tegoeh Kusuma Tkp pada 30 September 2010 jam 14:23 Cukup menggelikan, prihatin, mungkin jg miris, dimana falsafah hidup dlm kaweruh Jawa yg tertuang dlm serat para pujangga-intelektuaL Jawa, yg mana bahkan wong Jawa sendiri seringkali mengernyitkan dahi (entah heran, entah tidak tahu, entah emang blo&#8217;on) ketika menjumpai (membaca) juduL-tulisan-istilah kaweruh Jawa, misaL: Sangkan Paraning [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=699&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/10/jawa.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-700" title="jawa" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/10/jawa.jpeg?w=187&#038;h=249" alt="" width="187" height="249" /></a><em>oleh Tegoeh Kusuma Tkp pada 30 September 2010 jam 14:23</em></p>
<p>Cukup menggelikan, prihatin, mungkin jg miris, dimana falsafah hidup dlm  kaweruh Jawa yg tertuang dlm serat para pujangga-intelektuaL Jawa, yg  mana bahkan wong Jawa sendiri seringkali mengernyitkan dahi (entah  heran, entah tidak tahu, entah emang blo&#8217;on) ketika menjumpai (membaca)  juduL-tulisan-istilah kaweruh Jawa, misaL:<br />
Sangkan Paraning Dumadi, Kalimosodo, Sastrojendro HayuningRat, Cokro  ManggiLingan, Hamemayu Hayuning Bawono, Ngundhuh Wohing Panggawe,  Manunggaling KawuLo Gusti, dsb.<br />
Memang demikian ini tidaklah mengherankan, spt yg kerap kali terdengar  bhw &#8220;wong Jowo ilang jawane, wis ora njawani&#8221;. Dan mungkin jg krn metode  penyampaian kaweruh Jawa dgn cara gethok tular (sambung lidah) dari  para pinisepuh Jawa kpd generasi berikut nya dgn cara seleksi yg unik,  maka makin minim pula jumlah pribadi yg mengerti-memahami kaweruh Jawa  dgn benar-baik-lurus dan sedjati. Bahkan yg lebih menggelikan adalah  mereka yg belum tahu (apalagi mengerti) kaweruh Jawa dgn serta merta  menuding kejawen adalah aliran spirituaL-kebathinan yg mengada-ada,  tahayul, sesat, murtad, syirik, kafir dan konotasi nyeleneh lainnya.  Namun eloknya, dgn bijak para praktisi ngeLmu kejaweN tidak tergesa2  (dan memang tidak perlu) utk merespon balik dgn tudingan: &#8220;idihhh,  kacian deh, ternyata lu bLo&#8217;on banget ya !&#8221;.</p>
<p>NgeLmu kaweruh Jawa lain halnya dgn ilmu intelektuaL-sekuLer yg <span id="more-699"></span>justru  membuat muLurnya naLar yg bergerak pasif-defensive utk bertahan dlm  ketakutan-kekuatiran akan kekurangan kebutuhan yg berevolusi menjadi  keinginan: winasis (strata edukasi), kawiryan  (jabatan/kedudukan/kekuasaan), arta-rojobrono (harta benda) yg identik  berhampiran dgn harta-tahta-syahwat.</p>
<p>KaweruH Jawa dipahami sbg perilaku NgeLmu dan Lelaku. Ngelmu yg dimaksud  bukanlah &#8220;iLmu&#8221; yg dilandasi cita-cita (pencapaian) pemenuhan kehendak  intelektuaL, tp yg dimaksud ngeLmu justru tindakan mengendapkan  keinginan-kehendak dgn bersikap heneng-hening memantapkan jiwa memimpin  raga berbudi luhur, dgn aras tujuan &#8216;kesadaran bathin&#8217; yg bukan  terkondisikan oleh tuntutan hukum wajib halal-haram, meraih pahala takut  dosa, atau pun mengkultuskan sosok manusia (mesias/nabi) maupun doktrin  kitab yg dianggap suci. Agama dlm ranah kaweruh Jawa dipahami sbg  ageming-aji (ageman/baju jubah raga spy dihargai/diakui).</p>
<p>Konflik kepentingan sosiaL &#8211; agama, tersirat dlm carakan (plesetan, tp  gak sampai kepleset) <strong>HoNoCoRoKo.</strong><br />
*Hanacaraka; ada dua kutub kekuatan (kutub relijius/agama &amp; kutub  sekuLer/rasionaL).<br />
*DatasawaLa; kedua kutub saling berebut kuasa kebenaran.<br />
*Padhajayanya; keduanya memiliki dasar alasan yg kuat.<br />
*Magabathanga; berkelanjutan konflik dgn perang-pertumpahan darah.</p>
<p>Perseteruan kedua kutub kekuatan itu, yakni: kutub relijius  (AsiaDaratan-MiddleEast) dan kutub sekuLer Barat (Eropa-AmriK) menyebar  hingga di bumi Nusantara, adalah aneh ketika Amrik dan Arab Saudi  terlihat berangkulan mesra, namun konflik msh tumbuh subur di bumi  Nusantara tercinta.<br />
Penjajahan spirituaL thd pribumi Nusantara dimulai ketika para saudagar  (India, Cina, Arab) dan bangsa Eropa bertamu dgn kedok misi perdagangan  di bumi Nusantara yg pada akhirnya bangsa penjajah-imperialis Eropa dgn  segala kekuatan nya mulai menyerang sisi spirituaL pribumi. Merekapun  meluluhlantakkan locaL wisdom, dgn diawali menggolongkan status sosiaL  dlm masyarakat:<br />
-bangsa Eropa dipanggil dgn &#8216;ndoro tuan&#8217; (tuan besar).<br />
-bangsa Cina-Arab dipanggil &#8216;yuK&#8217; dan &#8216;oyiK&#8217; (tuan)<br />
-bangsa pribumi dipanggiL &#8216;cung&#8217; (kacung), bahkan yg lebih parah lg  bangsa pribumi dilekatkan dgn sebutan sebagai Tukang  &#8216;nyadhong-nggamblong-nyolong-nggarong&#8217;  (pengemis-penjilat-maling-rampok), dan tak sedikit pula yg dicap sbg  extremist- pemberontak (lha wong tuan rumah kok memberontak, edan tenan  !).</p>
<p>Terkait itu maka segala lelaku rituaL pribumi dianggap kelas rendahan,  primitif, sesat, bersekutu dgn setan, dsb. Maka tak sedikit kaum pribumi  yg memburu &#8216;ageming-aji&#8217; utk sekedar lepas dr anggapan rendahan alias  diakui lebih bermartabat.<br />
Namun kesadaran spirituaL lokal/pribumi tetap bergerak dgn terus membuat  karya sastra spirituaL, yg meski telah tercampur dgn budaya asing dalam  berbagai aliran, a.L:<br />
-pro Arab (memantapkan pengaruh agama bangsa Arab).<br />
-yg samar melawan dgn halus (sanepan)<br />
-sinergi pengaruh budaya India Cina Arab / Hindu Budha Islam.<br />
-radikaL menyerang doktrin agama tertentu.</p>
<p>Hal ini sangat berpotensi menimbulkan konflik secara frontaL, maka  khususnya di tanah Jawa para raja menyiasati dgn conflict management&#8217;,  yaitu kebijakan menyeleksi-menyimpan karya sastra para pujangga yg  dianggap ekstrim utk tidak dikonsumsi oleh masyarakat umum. Celakanya,  kitab2 yg dianggap rahasia tsb banyak yg dihadiahkan (kalau tidak mau  disebut: dirampok) kepada bangsa penjajah yg kemudian dipelajari oleh  para intelektuaL Barat dicari titik lemah nya, yg pd akhirnya dijadikan  senjata ampuh dgn menyebarkan karya sastra itu ke masyarakat umum demi  utk memuluskan politik &#8216;devide et impera&#8217;&#8230; akibatnya sementara kaum  pribumi sibuk berperang saling bunuh memperebutkan wilayah kebenaran  ideologi, tidak menyadari bhw kekayaan alam bumi Nusantara digarong  habis2an oleh para penjajah.</p>
<p>Bagaimanakah ngeLmu lelaku dlm pemahaman kaweruH Jawa ? para pelaku  spirituaL-kebathinan seringkali salah kaprah dlm menyikapi lelaku olah  bathin-tapabrata (tapa kungkum, sesirih, dsb) ataupun dgn mendatangi  paranormaL yg diantaranya cenderung bermuatan motif pencapaian  keduniawian (harta-tahta-syahwat), misaL:<br />
-rejeki melimpah, mudah mencari pekerjaan<br />
-terpilih dlm piLkada (caleg dprd, bupati)<br />
-pecandu KKN spy bebas dr jerat hukum<br />
-memburu harta karun di alam ghaib<br />
-kadigdayan/kesaktian bisa menggandakan uang, atau ingin cepat kaya  mendadak.</p>
<p>Kalopun ada yg berhasil dlm pencapaian perolehan harta benda, dlm  kaweruh Jawa hal tsb bukanlah ngeLmu Urip yg sedjati, melainkan hal itu  disebut ngeLmu Karang, yaitu mendapat kekuatan dr ber-karang (bersekutu)  dgn bangsa ghaib (bahasa gaulnya: bersekutu dgn ibLis). Ngelmu Karang  ibarat memakai bedak (riasan-polesan sementara) yg hanyalah  tipuan/kepalsuan duniawi bagi mereka yg sepakat ingin berhasil dgn cara  mudah dan instant, mengabaikan resiko/akibat dlm kehidupan selanjutnya  (ngundhuh wohing panggawe). Adapula yg mengejar kadigdayan dgn  memaksa/menyiksa raga dgn berbagai lelaku rituaL untuk mendapatkan  kekuatan (kesaktian-siddhi), yg terjadi ketika raga kembali normal maka  kehendak ragawi pun menjerumuskan kepada perilaku angkara murka  (munculnya praktisi paranormal komersiaL, penipu hingga dukun cabuL).<br />
Istilah-istilah dlm kaweruh Jawa pun sering pula disalahartikan, bahkan  dgn tuduhan sesat tanpa mengerti apa maksud-arti sebenarnya, misaL:  kLenik (bisik-bisik), mistik (rahasia), dukun (tabib/dokter ahli  kesehatan pengobatan), dll.</p>
<p><em>Falsafah hidup ber-kaweruh dan lelaku Jawa mengacu pada konsep  keManunggaLan</em>.<em> Setiap wedharan dlm pakerti-piwuLang Jawa selalu tertuju  pada keManunggaLan, dengan menggelar- mengamati hakikat hidup  (sejatining urip) bukan sekedar pengamatan siklus keberadaan ragawi  manusia (lahir-anak2-dewasa-berkeluarga-berketurunan-menafkahi mengasuh  anak- mati). Lebih dari itu dlm kaweruh Jawa dituntun utk bgmn menjalani  hidup dgn sempurna (ngeLmu kasampurnan-manungso asline sedjati) dgn  tekun dan setia meningkatkan kaweruh dan lelaku (ngeLmu Urip) utk  menyadari adanya diri sbg utusan (HaNa-hananira wahananing hyang) yg  dianugerahi (CaRaKa- Cipta RasaKarsa) NYA yg meresap dlm sanubari  menjadi watak kepribadian yg mencakup:  &#8216;pengetahuan-sikap-kemampuan-bakat/kecerdasan-kebiasaan&#8217; bertujuan  semata mata hanya untuk menjaga keselarasan-keseimbangan-keselamatan  alam semesta (memayu hayuning bawono).</em></p>
<p><strong>Dasar Kaweruh dan Lelaku Jawa adalah ManunggaLing KawuLo lan Gusti, yg  menuntun kepada:</strong><br />
1. Kesadaran Sesembahan (relijius)<br />
2. Kesadaran Semesta (kosmis-magis)<br />
3. Kesadaran kaUtaman (keberadaban).</p>
<p>Ketiganya merupakan pengertian yg tak terpisahkan/kesatuan yg wajib  berjalan seiring sejalan dlm kemanunggaLan.<br />
Kesadaran relijius (sesembahan) mengarah kepada pengertian kesadaran yg  menyembah-disembah (anebut-sinebut), sadar akan arah tujuan sbg  titah-utusan (sangkan paraning dumadi). Analogi utk pendekatan  pengertian sang Pencipta (Suksma Kawekas, Guruning Ngadadi), disebut dgn  Gusti (Baguse Ati) yg pada prinsipnya Gusti iku tan keno kinoyo opo  nanging ono (tak terumpamakan seperti apa-bagaimana, tp ada, that&#8217;s it).<br />
*Gusti Pangeran jumenenge urip pribadi kang sedjati; keberadaan Hidup  adalah manunggal kawuLo dgn sesembahan (Gusti) dzat yg mutlak-absolut,  suwung-abadi-tanpa papan tanpo keblat tanpa wujud tanpa warna, tak  berbau rasa suara, tak ber-gender.<br />
*Keberadaan Gusti; Ingsun tanpa awal-akhir, adanya  cahaya-rahsanIngsun-suksma-angan2-budi-warana(tabir).<br />
*Wahananing (tempat) Gusti; Ingsun yg anartani warna-nama-pakarti  (dzat-sifat-asma-afngaL).<br />
*Karsa-Kuwasa Gusti: dlm wadag (raga) manusia-budi-angan2-suksma  (nyawa)-cipta (nalar)-cahya. manusia rahsanIngsun meliputi unsur semesta  (api-air-angin-tanah).<br />
*Cipta Gusti: Ingsun dlm rahsa  (darah)-suksma-angan(kehendak)-budi-cipta-manik (pramana)- otak &#8211;  kepala.<br />
*Rasa Gusti: Ingsun dlm rahsa-suksma-angan-budi-hati/jantung (peRasa-an)  &#8211; dada.<br />
*Alam benih manusia; Ingsun dlm rahsa-manikem-wadi-madi-reta  (sperma)-purana (testis) &#8211; baga (kantung testis).<br />
*Wujud Manusia yg bersaksi sbg bagian dari Semesta (bumi langit dan  seisinya) yg disadari diyakini bahwa Semesta sebagai sanak saudara dalam  kesatuan kesadaran semesta (kosmis-magis).</p>
<p><em>Setiap kelahiran manusia, dlm kaweruh Jawa dipahami adanya kadang aLus  (saudara ghaib), yaitu;</em><br />
1. Kadang Marmati: rasa kuatir (samar-mati) sang ibu dlm proses  melahirkan jabang bayi. Pengertiannya hubungan kemanunggalan lahir  bathin antara ibu dan anak.<br />
2. SeduLur Papat: kakang Kawah (ketuban)-adi Ari2- Rahsa (getih) &#8211;  Puser. Pengertiannya sbg tali-ghaib (penghubung) kemanunggalan kesadaran  kosmis-magis, juga kesatuan dr inti-plasma (sedulur papat sbg plasma,  inti (pancer) nya Ingsun sedjati.<br />
3. Sedulur Dina Lair (bersamaan dgn hari lahir); setiap titah (ciptaan)  bersamaan waktu kelahiran. Pengertiannya kemanunggalan dgn kesadaran  semesta (kosmis-magis) yaitu manunggaL dgn segala keberadaan/eksistensi  apapun-siapapun.</p>
<p><em>Bgmn kah cara dan dgn sarana apakah petunjuk (sastra) piwulang itu  disampaikan kepada setiap pribadi, dlm kaweruH Jawa dikenal dgn apa yg  disebut Sastro Urip (petunjuk hidup), antara lain:</em><br />
1. sastro Rancang: meliputi setiap ciptaan (titah)<br />
2. sastro Swarawangsit: suara hewan/burung (angling darmo &#8211; darma  pengingat) sbg sabda sang Hyang.<br />
3. sastro Swarasandi: suara/wisik dlm semedi (meditasi), daya tangkap  (pencerapan) masing2 manusia tergantung dari tingkatan pramayoga nya.<br />
4. sastro Arja ayuningrat: tak tertulis, berwujud ciptaan/titah (kitab  basah).<br />
5. sastro Endraprawita: ekspresi dr pikiran ragawi (kitab kering), spt  misal karya sastra pujangga-ahli kitab, kitab/buku deskripsi ttg  spirituaL, filosofi &amp; etika, poleksosbud, primbon-literatur seni,  tata bahasa/kesusastraan.</p>
<p><em>Lelaku (rituaL) dalam kaweruH Jawa dipahami antara lain:</em><br />
-Waktu laku budaya rituaL dgn dasar perhitungan Weton &amp; Wuku;  bermakna pemilahan kesadaran kosmis-magis semesta, mensinergikan aura  magis pribadi manusia dgn semesta. spt: ruwat-kidungan, dsb.<br />
-Sesaji, SesiriH, Semedi; bermakna melatih meningkatkan daya Hidup utk  melakukan tugas sbg utusan dgn benar baik lurus, menyatukan aura-magis  manusia dan aura-magis semesta.<br />
-Mantra : mirip tp tak sama dgn do&#8217;a. Do&#8217;a lebih kepada  permintaan/permohonan, sedangkan Mantra dimaknai sbg sarana komunikasi  refleksi persembahan kepasrahan (sumeleh) diri manusia secara totaL  kepada daya keiLahian manusia itu sendiri. Daya keilahian (daya linuwih)  tiap manusia berbeda dlm melakukan mantra, yakni tergantung dr tingkat  pencerahan (wahyu dyatmiko) dalam cipta rasa karsa Gusti yg disebut  prana (kekuatan mantra) hingga mahaprana (sabdo pandhito ratu) yg mutlak  tetap bertujuan manunggaL dlm keselamatan.</p>
<p>Adapun rahasia kekuatan mantra: <strong>&#8220;durung wenang amemujo yen durung  anglampahi tapabrata&#8221;.</strong><br />
<em>Utk melatih tapabrata, dlm kaweruh Jawa ada dikenal dgn pancabrata,  yaitu:</em><br />
-cegaH Dahar / Puasa: tidak bermuatan motif sorga neraka pahala dosa, tp  melatih rasa Narimo (disikapi dgn makan enak dlm jiwa raga, apapun menu  berbuka).<br />
-cegaH Nendro (mengurangi tidur): melatih selalu mengingat sejatinya  hidup sbg manusia, tp bkn dgn begadang di pub atau discotheque alias  dugem).<br />
-cegaH Guling (mengurangi senggama): menyadari anugrah rasa sedjati  nikmat kamulyan dlm pakerti penciptaan manusia, bukan sekedar memburu  kepuasan birahi.<br />
-cegaH dur Angkara: melatih sabar dgn mengendalikan amarah, membangun  rasa kasih, berbagi sukacita terhadap sesama.<br />
-tapa Bisu: melatih sumeleh/kepasrahan, melatih pengamatan pergerakan  pikir perasaan dan kehendak ragawi, utk tunduk patuh kepada sabdo  dhawuh.</p>
<p>Banyak lg macam-metede lelaku olah bathin dlm tapabrata, misal tapa  kungkum, tapa ngeLi yg disertai puasa.<br />
Juga tersirat dlm serat Wedhatama: &#8220;sopo entuk wahyuning Gusti Pangeran,<br />
gyo dumilah mangulang ngelmu bangkit,<br />
bangkit mikat reh mangukut,<br />
kukutane jiwanggo,<br />
sing mangkono keno sinebut wong sepuh,liring sepuh sepi howo awas loroning atunggiL&#8221;. Japamantra dlm  pudjosemedi, bukan sekedar hafalan/ bunyi dlm ucapan, namun sejatinya  mantra bermakna refleksi dari cahaya pribadi (kesungguhan tapabrata) sbg  tanda keberadaan kuasa Gusti, terpancar dr lelaku-disiplin raga  (meditasi) yg kanugrahan sih pangapuraning Gusti (jumeneng nugroho  kanugrahan), manunggal tanpa batas (tanpo wewangenan) bahkan urat leher  sekalipun.</p>
<p>Dalam proses Lelaku kaweruh Jawa, <strong>selalu sadar eling waspada</strong> utk tetap  berada dalam tujuan kemanunggaLan-perilaku yg<strong> berbudi luhur,</strong> menciptakan  keselarasan yg toto-tentrem-kerto-rahardjo  (tertib-damai-makmur-sejahtera), dimuLai dari diri pribadi &#8211; keluarga  hingga keberadaan yg tak terbatas dlm semesta, dan selalu diingatkan utk  tidak intervensi terhadap kesadaran spirituaL di luar diri pribadi.<br />
Meskipun pada diri manusia terdapat unsur kemuliaan-keilahian, namun dlm  lelaku ngelmu kasampurnan (menuntaskan tugas sbg utusan dgn sempurna;  mengembalikan ketiga unsur kesadaran dlm konsep kemanunggalan)  seringkali tercampur/terkendala oleh unsur kekotoran manusia sendiri:  karobanan-kahewanan-kasetanan-kamanungsan (kaLimasada) yg mana hal ini  diyakini akan menyesatkan perjalanan sejatining urip (suksma sedjati)  manusia setelah nyawa pisah raga, alih alih akan terjebak di alam  pangrantuwan (penasaran)- alam lelembut- alam sato kewan- alam dhanyang.<br />
Maka pelaku ngeLmu Jawa menyadari demikian pentingnya tapabrata utk  meruwat unsur ke-ilahian.<strong> (Sastrojendro Hayuningrat Pangruwating Diyu)  utk kembali kepada Jalan Keselamatan sejatining Urip.</strong></p>
<p>Seyogyanya titah-manungso selalu sadar eling waspada, manunggal dalam  keberadaan apapun-siapapun, nyawidji nyadhong sih pangapuraning Gusti,  hanebar gondo arum sukobungah sih katresnan, lilo legowo gedhe pangapuro  marang sa&#8217;podho2, sumeleh-sumarah marang jantraning pepesthi.</p>
<p>CiPTO kawuLo: mati sajroning urip<br />
Playune ROSO: amemangun karyenaktyas ing sesami<br />
Lakune ROGO: hamemayu hayuning bawono<br />
Turune wong Jowo: pudjosemedi.</p>
<p>(bilih wonten ala-kirangipun&#8230;sumonggo dipun jangkepi.<br />
bilih manggihi luput-lepating atur kawulo, kepareng paduko kerso paring  pitulungan mawi nyebuL klilip saklebeting paningaL kawuLo).</p>
<p>saLim sih katresnan kawiludjengan.</p>
<p>saLam sejatining sedjati.</p>
<p>±±±±±±±±±±±±±±±±<br />
sumber: keSATUan dr berbagai sumber.<br />
SoendaKelapa, Sept/30/2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/699/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=699&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2010/10/03/urip-e-wong-djawa-oleh-tegoeh-kusuma-tkp-pada-30-september-2010-jam-1423/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b87ed86a3f72420005c71ccd23258bcd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Gantharwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/10/jawa.jpeg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">jawa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengingat kembali -&gt; Ajaran Eyang SosroKartono</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2010/07/04/mengingat-kembali-ajaran-eyang-sosrokartono/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2010/07/04/mengingat-kembali-ajaran-eyang-sosrokartono/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 06:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejawen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat kembali -&#62; Ajaran Eyang SosroKartono Oleh: Bpk. Imam Sudrajat Berbahagialah mereka yang punya pikiran yang mau menyadari bahwa ada yang lebih luhur, lebih mulia dari pada harta benda dan kenikmatan duniawi. Jika pikiran sudah sampai pengertian demikian, maka muncullah BUDI, Rasa (bathin) yang akan mengatakan : …….Hendaknya suara bathinmu yang suci itu menjadi petunjuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=685&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengingat kembali -&gt; Ajaran Eyang SosroKartono</strong></p>
<p>Oleh: Bpk. Imam Sudrajat</p>
<p>Berbahagialah mereka yang punya pikiran yang mau menyadari bahwa ada yang lebih luhur, lebih mulia dari pada harta benda dan kenikmatan duniawi.<br />
Jika pikiran sudah sampai pengertian demikian, maka muncullah BUDI, Rasa (bathin) yang akan mengatakan :  …….Hendaknya suara bathinmu yang suci itu menjadi  petunjuk hidupmu, bukan nafsumu.<br />
( Hyang SosroKartono )</p>
<p> <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/07/drs-rmp-sosrokartono.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/07/drs-rmp-sosrokartono.jpg?w=185&#038;h=300" alt="" title="Drs, RMP Sosrokartono" width="185" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-686" /></a></p>
<p>                                                                                  Bindjei. 12 Nov. 1931</p>
<p><strong>Lampah lan maksoedipun</strong></p>
<p><em>1. Angloeroeg, tanpo bolo, <span id="more-685"></span>tanpo gaman;<br />
Ambedah, tanpo perang tanpo pedang;<br />
Menang , tanpo medjahi tanpo nyakiti;<br />
Wenang, tan ngroesak ajoe, tan ngroesak adil.<br />
Jen oenggoel, soedjoed bakti marang sesame. </em> </p>
<p> &#8211; Menyerang, tanpa balantentara, tanpa senjata. Menerobos, tanpa perang , tanpa pedang. Menang , tanpa membunuh, tanpa menyakiti. Berkuasa, tidak  merusak kebaikan, tidak merusak keadilan. Jika unggul, sujud berbakti kepada sesame manusia.</p>
<p><em>2.  Angloehoeraken bongso kito; tegesipoen;<br />
Anjebar wineh boedi djawi,<br />
Gampilaken margining bongso<br />
Ngoepojo papan panggesangan. </em></p>
<p> &#8211; Meluhurkan bangsa kita; berarti : menyebar benih budi luhur. Memudahkan bangsa mencari tempat hidup (mencari nafkah )</p>
<p><em>3.  Sinahoe boso, tegesipun: sinahoe bongso<br />
Sinahoe meloe soesah, meloe sakit<br />
Tegesipun : sinahoe ngoedi raso lan batos,<br />
Sinahoe ngoedi kamanoengsan.</em></p>
<p>- Belajar ikut merasakan susah, ikut merasakan sakit. Artinya : Belajar   menyempurnakan rasa dan bathin. Belajar menyempurnakan  perikemanusiaan.</p>
<p><em>4.  Moerid, goeroene pribadi<br />
Goroe, moeride pribadi,<br />
Pamoelangane , sangsarane sesame. </em></p>
<p> &#8211; Murid, gurunya diri pribadi. Guru, muridnya diri pribadi. Tempat belajarnya, kesengsaraan sesama.<br />
    <em> Ganjarane, ajoe lan aroeme sesame.</em></p>
<p><em>5.  Anyebar pemandeng, tegesipoen : angringkes pemanteng<br />
Amboeka netro, tegespoen : anoetoep netro<br />
Angoekoeb kabeh, tegesipoen : anjandak sidji.</em> </p>
<p> &#8211;  Meluaskan pandangan, berarti meringkas pemusatan. Membuka mata, berarti menutup mata. Mencakup semua berarti mendapatkan satu.</p>
<p><em>6.  Doeroeng menang, jen doeroeng wani kalah;<br />
Doeroeng oenggoel, jen doeroeng wani asor;<br />
Doeroeng gede , jen doeroeng ngakoe tjilik.</em></p>
<p>  &#8211; Belum menang, kalau belum berani kalah. Belum unggul, kalau belum berani    rendah. Belum besar, kalau belum mengaku keci.     </p>
<p><strong>Djoko Pring  </strong>                </p>
<p><em>Ajinipun inggih mboten sanes naming aji tekad, ilmunipun ilmu pasrah, rapalipun adiling Gusti.</em> = Azimatnya tidak lain hanya azimat tekad, ilmunya ilmu menyerah, rapalnya keadilan Tuhan.<br />
<em>Ingkang dados polanipun lampah kulo inggih namun puniko : Jawi bares, jawi deles, jawi sejati.</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &gt;</p>
<p>            Drs, RMP Sosrokartono lahir 10 April 1877, di Mayong. Putera Bupati  Jepara : RM Adipati Ario Sosroningrat. Kakak RA Kartini. Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan caranya sendiri. Berhasil mengobati ratusan ribu orang yang menderita berbagai penyakit hanya dengan air putih saja.  Menguasai dan fasih berbahasa asing : 9 bahasa asing timur dan 17 bahasa asing barat. Menjelajah Eropa selama 27 tahun, dan kembali ke Indonesia ikut dalam pergerakan pergerakan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia . Ilmunya : “ Catur Murti “ : Penyatuan dari pikiran – perasaan – perkataan dan perbuatan. Wafat 8 Feb. 1952. dikebumikkan di makam Sedo Mukti Kudus. Beliau tidak mempunyai murid.<br />
            Lebih lanjut ajaran beliau yang juga di kenal dengan Joko Pring, Mandor Klungsu.</p>
<p><em>Soegih tanpo bondo, Digdoyo tanpo adji.<br />
Ngeloroeg tanpo bolo, menang tanpo ngasoraken.<br />
Trimah mawi pasrah. Soewoeng pamrih tebih adjrih<br />
Langgeng tan ono soesah, tan ono seneng<br />
Anteng manteng, soegeng djeneng.</em></p>
<p><strong>Omong  Kosong</strong><br />
<strong>1.	Ilmu kantong bolong<br />
Noelong pepadane, ora nganggo mikir</strong><br />
<strong>Wajah, wadoek, kantong. Yen ono isi, loemuntur marang sesame.<br />
2.	Adji Pring<br />
Soesah podo soesah, seneng podo seneng<br />
Eling podo eling; pring podo pring</strong></p>
<p><strong>Sang Alif</strong></p>
<p><em>Ngawulo dating kawulaning Gusti lan memayu ayuning urip.<br />
Nindakaken ibadat, inggih punika nindakaken kewajiban bakti lan suwito kulo dateng sesame.</em></p>
<p>            Sang Alif = Tuhan = Allah yang maha pengasih dan penyayang, yang maha Perkasa. Aum Shantih. Panta Rei. Kala Aion. Gusti Ingkang maha agung, Gusti ingkang maha Kuwasa, Gusti ning jagad. Dengan menahan nafas Beliau menyulam gambar Alif dengan benang berwarna putih, satu persatu, sehingga nafasnya habis. Tengah malam berikutnya pekerjaan itu diteruskan sampai selesai. Selama mengerjakan penyulaman, tiap hari Beliau membarengi dengan berpuasa.<br />
“ Memasang Alif itu seharusnya dengan laku. Tidak boleh menggantungkan itu begitu saja dan ditinggalkan seperti menjemur pakaian. “.</p>
<p>            Selesai &#8211;&gt; semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Amin. Matur nuwun.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/685/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=685&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2010/07/04/mengingat-kembali-ajaran-eyang-sosrokartono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/07/drs-rmp-sosrokartono.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">Drs, RMP Sosrokartono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabar Gembira dari Anatta~Gotama Foundation</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2010/04/21/kabar-gembira-dari-anattagotama-foundation/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2010/04/21/kabar-gembira-dari-anattagotama-foundation/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 04:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudariku yang budiman, Puji syukur, buku pertama: 108 Tips Renungan Meditasi, mendapat sambutan yang sangat mengesankan dari para peminat spiritual dan meditasi. Sampai saat ini, kami telah menyalurkan tak kurang dari 500 eksemplar kepada Saudara-saudari peminatnya. Dan kini, kami, Anatta~Gotama Foundation, dalam waktu dekat kembali mendistribusikan secara cuma-cuma buku kedua: Di Kaki Padma Sang Guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=672&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-saudariku yang budiman,</p>
<p>Puji syukur, buku pertama: 108 Tips Renungan Meditasi, mendapat sambutan yang sangat mengesankan dari para peminat spiritual dan meditasi. Sampai saat ini, kami telah menyalurkan tak kurang dari 500 eksemplar kepada Saudara-saudari peminatnya.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/04/108-tips-renungan-meditasi.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/04/108-tips-renungan-meditasi.jpg?w=300&#038;h=211" alt="" title="108 Tips Renungan Meditasi" width="300" height="211" class="alignnone size-medium wp-image-673" /></a></p>
<p>Dan kini, kami, Anatta~Gotama Foundation, dalam waktu dekat kembali mendistribusikan secara cuma-cuma buku kedua: Di Kaki Padma Sang Guru Sejati.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/04/di-kaki-padma-sang-guru-sejati.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/04/di-kaki-padma-sang-guru-sejati.jpg?w=300&#038;h=211" alt="" title="Di Kaki Padma Sang Guru Sejati" width="300" height="211" class="alignnone size-medium wp-image-674" /></a></p>
<p>Nah&#8230; untuk itu, kepada para Dermawan yang berniat berdana, atau Saudara-saudari yang berniat memanfaatkannya di perpustakaan atau kalangan masing-masing, silahkan menghubungi kami lewat:</p>
<p>1. Regy Gie Ciu / regy.79@gmail.com / 0816 77 0001; atau<br />
2. Adji Mudhita / sangwaktu@gmail.com / 0811 937 277; atau<br />
3. Moderator milis BeCeKa / beceka-owner@yahoogroups.com</p>
<p>Atas partisipasinya ini, sebelumnya, kami ucapkan banyak-banyak terimakasih.</p>
<p>Salam Persaudaraan dalam Kasih selalu.</p>
<p>Anatta~Gotama Foundation. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/672/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=672&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2010/04/21/kabar-gembira-dari-anattagotama-foundation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/04/108-tips-renungan-meditasi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">108 Tips Renungan Meditasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2010/04/di-kaki-padma-sang-guru-sejati.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Di Kaki Padma Sang Guru Sejati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Spiritual Para Orang Suci Nusantara</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2010/04/05/tradisi-spiritual-para-orang-suci-nusantara/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2010/04/05/tradisi-spiritual-para-orang-suci-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 15:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi Spiritual Para Orang Suci Nusantara TRADISI SPIRITUAL ORANG SUCI DARI SVARNADVIPA* Bilamana kelima masa gelap itu tiba, inilah waktunya untuk mentransformasikannya ke dalam jalan kedewataan. Inilah inti ‘amrita’ dari instruksi lisan, yang diturunkan dari tradisi orang bijak Svarnadvipa. Setelah membangkitkan karma dari latihan sebelumnya, dan desakan dari pengabdian yang tinggi, saya jauhkan ketidak-beruntungan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=667&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tradisi Spiritual Para Orang Suci Nusantara<br />
TRADISI SPIRITUAL ORANG SUCI DARI SVARNADVIPA*</strong></p>
<p>Bilamana kelima masa gelap itu tiba,<br />
inilah waktunya untuk mentransformasikannya<br />
ke dalam jalan kedewataan.</p>
<p>Inilah inti ‘amrita’ dari instruksi lisan,<br />
yang diturunkan dari tradisi orang bijak Svarnadvipa.</p>
<p>Setelah membangkitkan karma dari latihan sebelumnya,<br />
dan desakan dari pengabdian yang tinggi,<br />
saya jauhkan ketidak-beruntungan dan fitnah,<br />
dan menerima instruksi lisan untuk menjinakkan egoisme.</p>
<p>Sekarang, bahkan saat kematianpun,<br />
saya tidak akan kecewa.</p>
<p>~ Geshe Chekawa Yeshe Dorje.<br />
[Seorang Guru Tibet, penulis buku: ‘The Root Text of the Seven Points of<br />
Training the Mind’]</p>
<p>PERTALIAN ANTARA TIBET &#8211; SVARNADVIPA &#8211; BALIDVIPA</p>
<p>Sebagian dari kita mungkin terperangah keheranan dan bertanya-tanya, darimana<br />
Guru spiritual Tibet itu memperoleh ajaran Orang Suci Svarnadvipa itu? Bukankah<br />
Svarnadvipa adalah nama kuno dari Sumatera?</p>
<p>Benar; seringkali kita kaget bila ternyata produk luar yang diagung-agungkan, ternyata asalnya malah dari Nusantara. Tibet memang sangat dekat dengan India, namun ternyata ajaran serta tradisi spiritualnya yang unik itu, lebih banyak diwariskan oleh Atisha Dipankara Shrijnana (982 &#8211; 1054). Siapakah beliau ini?</p>
<p>Atisha Dipankara adalah seorang pangeran dari kerajaan Benggala-India (Colamandala). Sejak usia yang amat dini beliau tak menunjukkan hasrat atau ketertarikan pada kekayaan duniawi maupun tahta kerajaan. Beliau malah lebih getol pada kekayaan batin, kehidupan spiritual. Dalam usia belasan tahun, beliau telah meninggalkan kehidupan kepangeranannya dan menjadi pertapa.</p>
<p>Dalam usia 20 tahun beliau telah mencapai tingkat yang tinggi dalam tradisi Tantra. Beliau melakukan perjalan suci (Tirthayatra) berkeliling India, menemui dan berguru pada 150 orang yogi, akhli dan guru-guru spiritual; namun belum menemukan Pencerahan yang beliau idamkan. Hingga akhirnya menerima ‘pawisik’ di Bodh Gaya, bahwa beliau akan memperoleh ‘Penerangan Batin’-nya melalui seorang Guru Utama di Sriwijaya. Maka, pada tahun 1011 berangkatlah beliau, dari India<br />
selatan menuju Svarnadvipa di Nusantara.</p>
<p>Disinilah beliau berguru pada Serlingpa (sebutan pemuliaan bagi beliau dari siswa Tibet-nya, yang juga berarti Svarnadvipa Dharmapati &#8211; Orang Suci Guru Utama dalam Dharma dari Svarnadvipa), yang bernama Sri Dharmakitri selama 12 tahun. </p>
<p>Ketika itu yang menjadi raja di Sriwijaya adalah Sri Dharmapala, penerus dari Marawijayotunggawarman —pelanjut tahta dari Sri Cudamaniwarmadewa. Cudamaniwarmadewa— wangsa Warmadewa dari Balidvipa dengan permaisuri dari wangsa Sailendra, Javadvipa yang mulai menduduki tahta Sriwijaya sejak sekitar tahun 992. [Prof. Dr. R. Soekmono; 1973]</p>
<p>Sekembalinya ke India, beliau mengajar di beberapa perguruan di India Selatan, hingga tersebarnya berita ke seantero pelosok India hingga Tibet. Penguasa (raja) Tibet ketika itu, Yeshe O Lama, kemudian mengundang beliau untuk menurunkan ajarannya pada para Lama Tibet, pada tahun 1042.</p>
<p>Nah&#8230;.sejak itu hingga wafatnya Atisha pada tahun 1954, di Tibet, ajaran Orang Suci Svarnadvipa —Serlingpa— secara turun-temurun diwariskan dalam tradisi spiritual Tibet. Kadampa adalah aliran yang paling berpengaruh di antara aliran-aliran Vajrayana atau Tantrayana Tibet, aliran yang berasal dari ajaran Orang Suci Nusantara pada jamannya.</p>
<p>Sesungguhnya, pertalian antara Siva-Buddha Nusantara dengan apa yang ada dan berkembang di India, Tibet, Nepal, Srilangka, Thailand, Kamboja, China, Jepang (Zen) dan yang lainnya, tiada pernah surut. Walau sempat mengalami hambatan beberapa lama, namun tak pernah putus sama-sekali. </p>
<p>Adalah Mpu Tantular, cucu dari Mpu Bharadah dan Mpu Kuturan, yang memberi warna<br />
tersendiri pada Siva-Buddha Nusantara yang telah dirintis oleh para pendahulunya. Sutasoma dan Arjuna Wiwaha adalah dua mahakarya spiritual-filosofis indah yang hingga kini masih kita warisi.<br />
WAKTUNYA UNTUK MENYEPIKAN-DIRI</p>
<p>Mengakhiri tulisan ini saya hadirkan nasehat-nasehat Atisha, yang amat bermanfaat di Kaliyuga ini bagi para penekun jalan spiritual.</p>
<p>Di masa Kaliyuga ini<br />
bukanlah waktunya untuk mempertontonkan kemampuanmu;<br />
saat ini adalah waktunya untuk berlatih dengan tekun.<br />
Kini bukanlah saatnya untuk mencari tempat yang terhormat;<br />
tetapi untuk merendahkan-diri.<br />
Saat ini bukan waktunya untuk menyandarkan diri pada keramaian;<br />
tetapi saatnya untuk menyandarkan diri pada tempat-tempat terpencil.<br />
Saat ini bukan waktunya untuk mengatur murid-murid;<br />
tetapi saatnya mengatasi diri sendiri.<br />
Saat ini bukan waktunya hanya untuk mendengarkan kata-kata saja;<br />
tetapi waktunya untuk merenungkan maknanya.<br />
Bukan pula saatnya untuk pergi kesana-kemari;<br />
saat ini waktunya untuk menyepikan-diri.</p>
<p>‘Menyepikan-diri’ disini tidaklah harus dimaknai secara literal dan kasat-mata sebagai masuk hutan, bertapa di gua-gua di pegunungan, atau yang sejenisnya. Ia lebih pada pada penyepian rasa diri (selfishness), kendati Anda tetap hidup di tengah hiruk-pikuk kehidupan duniawi moderen seperti sekarang ini. Namun memang mesti diakui kalau kian tak banyak —bahkan bisa dibilang— sudah sangat langka yang mampu demikian.</p>
<p>Sumber Kiriman: Beceka</p>
<p><em>Denpasar, 13 Juni 2000.<br />
____________________<br />
*Syair ini disadur dari: “Melatih Pikiran dan Mengembangkan Kasih Sayang”; Chogyam Trungpa; Penerjemah: Bhadravajra Heng Tuan; Penyunting: Suryananda; Yayasan Penerbit Karaniya &#8211; Bandung &#8211; Mei 1998; hal. 218.<br />
Bahan bacaan:<br />
1. Pintu Pembebasan (The Door of Liberation); Stephen Batchelor (1975); terjemahan Upasika Prita Melanie; Yayasan Dian Dharma &#8211; Jakarta; 1997.<br />
2. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia &#8211; 2; Prof. Dr. R. Soekmono; Kanisius &#8211; Yogyakarta; 1973.<br />
3. Buddhisme &#8211; Pengaruhnya dalam abad modern; Editor: FX. Mudji Sutrisno, SJ.; Kanisius &#8211; Yogyakarta; 1993.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=667&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2010/04/05/tradisi-spiritual-para-orang-suci-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memandang 2010</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/12/31/memandang-2010/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/12/31/memandang-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 08:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Memandang 2010 Oleh: Kadang Sardiatmo dan Kandang Rudyto Para Kadang dan Semua saudara, pada penutupan tahun 2009,Gantharwa mencoba melihat kondisi yang akan terjadi di 2010. Berikut adalah gambaran atau simbol -simbol kejadian pada tahun 2010, yang akan di pertajam pada tutup suro 16 Januari 2010. PandanganTahun 2010, adalah untuk kondisi secara umum yang terjadi didunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=639&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memandang 2010</strong></p>
<p>Oleh: Kadang Sardiatmo dan Kandang Rudyto</p>
<p>Para Kadang dan Semua saudara, pada penutupan tahun 2009,Gantharwa mencoba melihat kondisi yang akan terjadi di 2010.</p>
<p>Berikut adalah gambaran atau simbol -simbol kejadian pada tahun 2010, yang akan di pertajam pada tutup suro 16 Januari 2010.</p>
<p>PandanganTahun 2010,  adalah untuk kondisi secara umum yang terjadi didunia ini dan khususnya  untuk Indonesia..<br />
Adapun beberapa Lambang tidak ditulis untuk selanjutnya menjadi konsumsi intern.</p>
<p><strong>Januari: </strong><br />
Mata yang berbentuk elips, <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/mata.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/mata.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" title="mata" width="300" height="196" class="alignleft size-medium wp-image-640" /></a>hanya terlihat sebelah dan terbuka, melayang terbang ke awan yang mendung yang gelap seperti badai, mata itu mencari sesuatu, tapi tidak ketemu, turun ke darat tapi <span id="more-639"></span>suasana sama, warna kelabu dan abu-abu. Mata itu ada di tanah dan melihat keatas dan tidak begerak/diam.</p>
<p><strong>Februari:</strong><br />
Ada rantai, mata rantai kecil-kecil, sangat banyak, membelit mutar  sesuatu, <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/rantai.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/rantai.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Rantai" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-641" /></a>sesuatu itu gagang pintu dan lubang kunci, diputar belit terus menerus..                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      </p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kepala-romawi1.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kepala-romawi1.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" title="Kepala Romawi" width="200" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-660" /></a><br />
<strong>Maret:</strong><br />
Ada kepala, pakai topi baja, didepannya ada pedang 2 kedua ssi tajam  seperti pedang romawi. Kepala tidak ada badan, tapi bisa mengendalikan pedang dengan mata, pedangnya bisa mutar seperti dipengang tangan, padahal di kendlikan oleh mata.</p>
<p><strong>April:</strong><br />
Terang sekali, ada bentuk bulu-bulu yang berdiri berbentuk seperti ekor  kalkun, di depannya sangat panas, bulu-bulu tersbut melindungi sesuatu dari panas, <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/api.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/api.jpg?w=460" alt="" title="Api"   class="alignleft size-full wp-image-643" /></a>tapi bulu tidak terbakar. Seperti payung yang melindungi, dari luar menhadap api panas, tapi dalam yang di lindungi tidak panas. Apinya seperti lahar yang bergelombang yang mau menerobos bentuk payung yang bulu-bulu burung..</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kapal-layar.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kapal-layar.jpg?w=300&#038;h=242" alt="" title="Kapal Layar" width="300" height="242" class="alignnone size-medium wp-image-660" /></a><br />
<strong>Mei:</strong><br />
Bentuk kapal tradisonal yang besar, layar terkembang semua, namun kapalnya tidak begerak, ditengah laut posisi diam, didalamnya Cuma 1 orang, dia berdiri di tengah-tengah kapal, dia melihat di sisi ada daratan namun jauh sekali, orang ini kesannya cemas, kecemasannya seolah-olah mengatakan: “bagaimana dia bisa  ke daratan tersebut” namun kapalnya tidak bisa maju-maju dan begerak.</p>
<p><strong>Juni:</strong><br />
Ada manusia memakai baju perang romawi, seorang ksatria, pakai baju besi,  sendirian menghadapi seekor naga seperti dinosaru yang ada sayap kecil, mulutnya keluar api, <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ksatria-dan-naga.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ksatria-dan-naga.jpg?w=300&#038;h=264" alt="" title="Ksatria dan Naga" width="300" height="264" class="alignleft size-medium wp-image-645" /></a>dia tidak dapat membunuh naga, dan semburan api juga bisa di hindari oleh ksatria, mau saling membunuh tapi tidak bisa, tapi saling melukai, betarung terus dengan luka tapi tetap terus menerus, perang yang tidak pernah usai.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/biintang-dan-laut.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/biintang-dan-laut.jpg?w=300&#038;h=229" alt="" title="Biintang  dan Laut" width="300" height="229" class="alignnone size-medium wp-image-660" /></a><br />
<strong>Juli:</strong><br />
Langit kelihatan hitam yang berbintang (hitam kayak warna hitam) dibawah langit adalah air, pemukaan air dalam keadaan gelap namun didalam air bercahaya, berasal sumber cahaya sepertii lampu putih (neon) yang di dalam air, di bawah lampu lagi, ada baling-baling kapal, jika baling-balingmya begerak berputar, maka otomatis baling-baling akan hancur seperti debu, semakin berputar akan hancur baling dai ujung sampai pangkalnya.</p>
<p><strong>Agustus:</strong><br />
Ada sesuatu yang bentuk depannya seperti segitiga, setelah dilihat  semua ternyata adalah pesawat (seperti pesawat siluman). Terbangnya hanya malam hari atau dalam kondisi gelap,kalau terang dia akan mencari tempat  gelap, <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/pesawat-siluman.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/pesawat-siluman.jpg?w=240&#038;h=300" alt="" title="Pesawat Siluman" width="240" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-647" /></a>kalo ada cahaya dia akan turun, pesawat akan terbang lagi kalau gelap, keadannya adalah melayang-layang tidak mencari apapun.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/boneka-kayu.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/boneka-kayu.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" title="Boneka Kayu" width="300" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-660" /></a><br />
<strong>September:</strong><br />
Ada boneka kayu seakan-akan hidup, bentuk orang menonton –melihat boneka seperti hamster yang ada di tabung, tabung berputar, tambung yang ada boneka hamster sangat banyak. Lama-lama boneka kayu menjadi kecil akhirnya menjadi serpihan kayu-kayu. Setiap ada boneka kayu orang pasti balik lagi menjadi kayu menjadi serpian kayu.</p>
<p><strong>Oktober:</strong><br />
Ada benda yang  melintas dilangit seperti meteor, langit suasana gelap, benda tersebut menyala, setelah bisa melihat benda itu ternyata adalah cincin batu, dan batunya adalah stempel kerajaan, <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/meditasi.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/meditasi.jpg?w=460" alt="" title="meditasi"   class="alignleft size-full wp-image-649" /></a>ada kalimat dibawah cincin dengan tulisan: “siapa yang pantas memakai stempel ini”. Ada di  huruf di batu tapi tidak jelas bacanya, namun huruf tersebut di kanan kiri ada seperti sayap. Dia mencari orang yang dan melayang diatas orang-orang yang bermeditasi, dan jika ada yang meditasi maka akan berhenti di depan yang bermiditasi, namun tidak terjadi komunikasi dengan orang yang bermeditasi, hanya menungguin saja. Kalau ditanya kepada cincin itu, maka jawabnya: saya mencari tuan untuk saya, tapi saya tidak mau sembarang tuan.  Walau demikian di tahu siapa tuannya dan orang yang duduk editasi, sampai ada yang bisa meraih dan pengan cincinya. Dan akhirnya ada yang meraih cincin dan tidak dipakai, hanya orang tersebut bingung, apa yang harus di lakukan terhadap cincin tersebut, dengan tetap dalam posisi meditasi.</p>
<p><strong>November :</strong><br />
Bentuk keris, masih di dalam sarung, sarung di hiasi dengan batu permata, dari pegangan sampai ujung ada permata. <a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/keris00.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/keris00.jpg?w=300&#038;h=174" alt="" title="keris00" width="300" height="174" class="alignleft size-medium wp-image-651" /></a>Keris ujungnya panjang sekali, kalau di berdirikan bisa setinggi manusia biasa, tapi pegangannya kecil. Hanya tergeletak, dan itu panjang dan berat, jadi tidak ada yang ambil.</p>
<p><a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/traktor.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/traktor.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Traktor" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-660" /></a><br />
<strong>Desember:</strong><br />
Banyak bangunan yang tersusun dari batu-batu yang sangat rapi, kalau dilihat dari atas  bentuknya seperti sisik buaya yang rapi. Kalau dilihat ke bawah menjadi mesin pengiring  rumput, dan rumput-rumput terus di giling oleh mesin, terus menerus mengiling rumput dan pohon-pohon.</p>
<p>Salam Sejati</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=639&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/12/31/memandang-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/mata.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/rantai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rantai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kepala-romawi1.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Kepala Romawi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/api.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Api</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kapal-layar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kapal Layar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ksatria-dan-naga.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ksatria dan Naga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/biintang-dan-laut.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Biintang  dan Laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/pesawat-siluman.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">Pesawat Siluman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/boneka-kayu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Boneka Kayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/meditasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">meditasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/keris00.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">keris00</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/traktor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Traktor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Sura 1943</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/12/22/1-sura-1943/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/12/22/1-sura-1943/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 04:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Acara 1 Sura 1943 Dicatat Oleh: David Goh Persiapan untuk acara sura telah di mulai sejak pagi, dimana tempat acara sudah dirapikan dari kemarin oleh Kadang Rudi, pada tanggal 17 Desember paginya saja, Kadang Dimas dari Semarang, Kadang Hermin, dan Kadang David, hanya membersihkan bagian kecil dan mempersiapkan altar, yang mana dari depan pintu telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=619&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Acara 1 Sura 1943</strong></p>
<p>Dicatat Oleh: David Goh</p>
<p>Persiapan untuk acara sura telah di mulai sejak pagi, dimana tempat acara sudah dirapikan dari kemarin oleh Kadang Rudi, pada tanggal 17 Desember paginya saja, Kadang Dimas dari Semarang, Kadang Hermin, dan Kadang David, hanya membersihkan bagian kecil dan mempersiapkan altar, yang mana dari depan pintu telah terpasang Janur, dan di altar disiapkan kain 3 warna (Putih, Biru, Kuning) dupa dan lili, kelapa dan buah, bunga dan menyan serta lilin, semua kelengkapan untuk rasa syukur telah di siapkan..<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/pelataran-padepokan.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/pelataran-padepokan.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Pelataran Padepokan" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-620" /></a><br />
sebagai tambahan tahun ini adalah pesan dari Kadang Sinarawedi dari Solo untuk mempersiapkan nanas dan lawih (tali sumbu) yang dibuat ikatan jerat (laso), kemudia nenas dipotong jadi 2 dari atas kebawah lalu di jerat dengan tali sumbu, yang nantinya bisa untuk <span id="more-619"></span>ditanam. Masing-masing Kadang diharapkan untuk bisa menyediakan sebagai tanda ruwat secara umum.</p>
<p>Pada Sorenya juga telah  dilakukan undangan secara Khusus kepada Para Sesepuh Luhur Jawa dan juga Para Mbah Guru oleh Kadang Dimas.<br />
Kira-kira pukul 18:00 Para Kadang dari beberapa daerah telah berkumpul,<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kadang-cimahi.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kadang-cimahi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Kadang Cimahi" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-621" /></a><br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kadang-jakarta.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kadang-jakarta.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Kadang Jakarta" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-622" /></a><br />
dengan mulainya ramah tamah dan juga makan malam, saling bersharing dan ngobrol dalam persaudaraan yang kental. Tanpa terasa tepat jam 21:00 acara dimulai.</p>
<p>Dibuka doa oleh Kadang Nata Warga, dan kemudian di Iringin lagu yang merdu Lir Ilir oleh Kadang Hari dan Kadang Lusi. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab atau sharing bebas yang sebelumnya dilaporkan kegiatan selamat tahun 2009.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/nyimak.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/nyimak.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Nyimak" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-623" /></a><br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/suasana-akrab-saat-acara.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/suasana-akrab-saat-acara.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Suasana Akrab Saat acara" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-624" /></a><br />
Sharing dan tanya jawab dalam keakraban terjadi selama kurun waktu 2 jam, yang kemudian masuk pada acara puncak atau wejagan dari Ibu Joko yang tahun ini mengangkat tema tentang <strong>“Kepemimpinan”</strong>, berikut adalah uraian singkatnya:</p>
<p>Kepemimpinan, Inilah yang menjadi puncak dari cita-cita duniawi kita, atau menjadi AJI SOKO, atau kalau lambang wayangnya adalah menjadi  SAMIAJI/YUDISTIRA.<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ibu-joko-kadang-nata-warga.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ibu-joko-kadang-nata-warga.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="Ibu Joko &amp; Kadang Nata Warga" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-625" /></a><br />
Kategori seorang pemimpin dan bagaiman memimpin adalah bahwa seorang pemimpin harus memiliki Wahyu, dan dalam perwayangan wahyu itu di sebut <strong>Hasta Brata</strong>.</p>
<p>Hasta Brata adalah<br />
Hasta = 8 (Delapan),<br />
Brata =  Janji</p>
<p>Jadi  harus memiliki 8 Janji. apa saja 8 janji tersebut:</p>
<p>1. Brama = Api =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/brama.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/brama.jpg?w=193&#038;h=300" alt="" title="Brama" width="193" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-626" /></a><br />
harus memiliki kemurnian kekuatan. Karena sifat api adalah memurnikan dan memiliki kekuatan.</p>
<p>2. Indra = air =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/indra.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/indra.jpg?w=190&#038;h=300" alt="" title="Indra" width="190" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-627" /></a><br />
menyegarkan &#8211;&gt; memberi semangat, Karena air bersifat sebagai penyegar yang senantiasa mengisi semangat kembali.</p>
<p>3. Bayu = Angin = Misterius =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/bayu.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/bayu.jpg?w=208&#038;h=300" alt="" title="Bayu" width="208" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-628" /></a><br />
Kecerdikan, karena angin adalah bisa dirasa tapi tidak bisa terlihat, sama halnya dengan kecerdikan yang tak tampak tapi nyata.</p>
<p>4. Yama =  Kematian =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/wisnu.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/wisnu.jpg?w=170&#038;h=300" alt="" title="Wisnu" width="170" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-629" /></a><br />
ketegasan, ini menyangkut ketegasan dalam kebenaran.</p>
<p>5. Candra = Rembulan =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kartika.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kartika.jpg?w=178&#038;h=300" alt="" title="Kartika" width="178" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-630" /></a><br />
Kasih, sebagai lambang cinta kasih.</p>
<p>6. Baruna =  Samudra =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/baruna.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/baruna.jpg?w=219&#038;h=300" alt="" title="Baruna" width="219" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-631" /></a><br />
Kedamaian, karena samudra mengambarkan ketenangan, dan mengandung hal yang dasyat</p>
<p>7. Danabao = Kekayaan =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ratih.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ratih.jpg?w=460" alt="" title="Ratih"   class="alignnone size-full wp-image-632" /></a><br />
kesejahteraan</p>
<p>8. Surya = terang =<br />
<a href="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/surya.jpg"><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/surya.jpg?w=207&#038;h=300" alt="" title="Surya" width="207" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-633" /></a><br />
hidup, karena matahari memberi kehidupan.</p>
<p>Jadi syarat seorang pemimpin harus memiliki Hasta Brata itu.<br />
Harus berjanji untuk minimal menwujudkan kedelapan dampak kehidupan yaitu, memiliki kekuatan yang dengan semangat secara cerdik sesuai kebenaran memberikan kehidupan yang bercinta kasih dan membawa damai dan sejahtera.</p>
<p>Kalau mau diperas dan dirangkum, dan akan menjadi pesan pada tahun ini adalah:<strong> &#8220;Jadilah Pemimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri, dengan cara mengalahkan diri sendiri, yang sebelumnya dengan cara mengendalikan Sedulur  Papat Kalima Pancer, dengan cara Gentur Topo Brotone&#8221;</strong></p>
<p>Singkatnya adalah demikian, setelah selesai acara wejangan, kesempatan di berikan waktu untuk tanya jawab atau yang ingin mengali lebih dalam.</p>
<p>Tepat pukul 00:00, acara meditasi di mulai untuk persiapan pembaharuan janji lisensi, selama kurang lebih ½ jam meditasi berlangsung dengan metode: “ Manunggaling Kawula Lan Gusti” dan di akhiri dengan melakukan 5 Langkah bersama-sama,  dan dengan berakhirnya meditasi, maka Para Kadang dipersilahkan maju satu persatu untuk melakukan pembaharuan Janji Gantharwa serta perpanjangan “Lisensi”. Sekitar pukul 02:00 selesai, maka para kadang bersharing bebas berkelompok kecil.</p>
<p>Demikianlah acara sura tahun ini, dan untuk tutup sura akan dilakukan pada 16 Januari 2010.</p>
<p>Salam Ganjel</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&amp;blog=599159&amp;post=619&amp;subd=gantharwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/12/22/1-sura-1943/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/pelataran-padepokan.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pelataran Padepokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kadang-cimahi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kadang Cimahi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kadang-jakarta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kadang Jakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/nyimak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nyimak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/suasana-akrab-saat-acara.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Suasana Akrab Saat acara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ibu-joko-kadang-nata-warga.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu Joko &#38; Kadang Nata Warga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/brama.jpg?w=193" medium="image">
			<media:title type="html">Brama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/indra.jpg?w=190" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/bayu.jpg?w=208" medium="image">
			<media:title type="html">Bayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/wisnu.jpg?w=170" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/kartika.jpg?w=178" medium="image">
			<media:title type="html">Kartika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/baruna.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">Baruna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/ratih.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ratih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/12/surya.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">Surya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
