<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GANTHARWA</title>
	<atom:link href="http://gantharwa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gantharwa.wordpress.com</link>
	<description>Manunggaling Kawulo Lan Gusti</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 13:21:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='gantharwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7b7f0fd93b93bf94e04e7846b3d07f99?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GANTHARWA</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Woro Woro Padepokan Ki Gathak Temo Roso 21 November 2009 Turi~Yogya</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/11/15/woro-woro-padepokan-ki-gathak-temo-roso-21-november-2009-turiyogya-2/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/11/15/woro-woro-padepokan-ki-gathak-temo-roso-21-november-2009-turiyogya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Dear all my brother(s) and my sisters.
Para kadhang sedulur ..para sahabat arief billah.
Meskipun mengalir bebas ..merdeka tanpa beban.., perkenankan kami…mengirim updating Undangan ini.., berikut nama nama yang sudah masuk untuk hadir pada tanggal 21 Nop. 2009. Ya….tetap direncanakan..untuk mempermudah pelaksanaan.. termasuk konsumsi..
UNDANGAN
Para sahabat arief billah, para kadang sedulur semua.
Mohon,diperkenankan untukwara wara: Info kasih ngaturi undangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=612&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dear all my brother(s) and my sisters.</p>
<p>Para kadhang sedulur ..para sahabat arief billah.</p>
<p>Meskipun mengalir bebas ..merdeka tanpa beban.., perkenankan kami…mengirim updating Undangan ini.., berikut nama nama yang sudah masuk untuk hadir pada tanggal 21 Nop. 2009. Ya….tetap direncanakan..untuk mempermudah pelaksanaan.. termasuk konsumsi..</p>
<p>UNDANGAN<br />
Para sahabat arief billah, para kadang sedulur semua.<br />
Mohon,diperkenankan untukwara wara: Info kasih ngaturi undangan kagem para sederek sedaya,saudara semua , yang berminat dan sempat untuk hadir.&#8221; Di Acara TemuRoso para kadang besuk pada :</p>
<p>- H a r i &amp; tanggal : 21 Nopember 2009<br />
- Tempat : Padepokan Ki Ageng Gathak ( rumah mbah gatho ) – Dusun Gathak , Kal. Donokerto , Kec. Turi Kab. Sleman, Jogja<br />
- Pendaftaran :<br />
1. Sudrajat ( sudrajat@srg- mscid.com ; HP. 08886428352 )<br />
2. Dodo  ( dohan.satria@ qmail.com ; HP 08176099320 / 08157955799)<br />
- Syarat: Tanpa syarat kecuali membawa raga berbusana santai + hati + Semangat persaudaraan.</p>
<p>Rencana susunan yang diusulkan Mas David Goh:<br />
21 Nov :</p>
<p>10:00 &#8211; 16:00 (Full day) Penjemputan para tamu dengan Shuttle PP  baik dari bandara, stasiun maupun terminal bis!</p>
<p>16:00 &#8211; 18:00 (2 Jam) Masak menu vegie bersama dipimpin ibu Ivo Rustandi(vegetaris dan praktisi meditasi) Semua Perangkat dan bahan masak sudahdisiapkan, para tamu (yang sudah datang) yang ingin belajardipersilahkan bergabung.</p>
<p>18:00 &#8211; 19:00 (1 jam) Doa Pager &#8211; Sholat Magrib. Yang tidak sholat bisalihat/ jalan2 di kebon salak mbah gatho bisa metik sendiri kalau ada.</p>
<p>19:00 &#8211; 20:00 (1 jam) Makan Malam telah di sediakanoleh tuan rumah, bagi yang makan banyak antrinya di belakang ha 3X:))</p>
<p>20:00 &#8211; 20:30 (1/2 jam) Perkenalan &#8211; Saling Merangkul.  Tuan rumah membuka acara, lalu di ikuti Salingmemperkenalkan diri</p>
<p>20:30 &#8211; 22:00 (1 1/2jam) Sarasehan ke I. Pembicara Bapak David Goh. Moderator Bpk Sudrajat. JudulAku Bersembunyi di Dalam Terang &#8211; &#8220;KULO WONTEN ING SAKDEBETIPUN CAHYAINGKANG SUMUNAR&#8221; dan Selingan Coffee break.</p>
<p>22:00 &#8211; 00:00 (2jam) Sarasehan ke 2  Pembicara Bpk Budi Susetya. Moderator: Kang Sutrisno Judul: PATANJALI.</p>
<p>Tgl 22 Nov 2009<br />
00:00 &#8211; 01:00 (1jam) Meditasi Bersama Meditasi ( bagi yang berminat ikut )<br />
01:00 &#8211; 03:00 (2jam) Diskusi Kelompok/Group tanya jawab atau jawab tanya/ Konsultasi<br />
03:00 &#8211; 06:00 (3jam) Acara Bebas/ Istirahat<br />
06:00 &#8211; 07.00 Makan pagi . Sayonara bagi yang mau langsung pulang. Terima Kasih<br />
_________________________________________________<br />
PROGRAM ACARA WISATA<br />
Wisata Alam<br />
07:00-07:30 (1/2jam) Breakfast Makanan Sehat Apa Baiknya<br />
07:30 &#8211; 10:30 (3jam) Wisata Alam piknik ke lembah Kaliadem bekas hamparanlahar panas dan singgah ke rumah Juru Kunci G. Merapi mbah Marijan. (bagi yang berminat )<br />
Waktu selanjutnya tergantung keadaan untuk kunjungan ke Candi Borobudur termasuk makan siang.<br />
1. Mbah Adadus ( Dajal )<br />
2. Mbah Bener<br />
3. Mbah Gewong<br />
4. Anto<br />
5. Sudrajat<br />
6. Sunarno<br />
7. Eko P<br />
8. Titi Ari Budi<br />
9. Sutrisno<br />
10. Anie<br />
11. Farhan<br />
12. Nina<br />
13. Hariana<br />
14. Yudi P<br />
15. Lucky<br />
16. Nakulo<br />
17. Sadewo<br />
18. Medy S<br />
19. Yusa<br />
20. Eko M<br />
21. Hanie<br />
22. Eddy Pkl<br />
23. Mang Dipo<br />
24. Mbak yuyun</p>
<p>25. Mas Bebet ( Falun Dafa ) Jakarta</p>
<p>26. Udin ( Falun Dafa ) Jakarta</p>
<p>27. Mas Bambang EKo Sanyoto</p>
<p>Yogya :<br />
28. Mas EKo Purwoko</p>
<p>29. Gus Mamat</p>
<p>30. Ki Wahyu ( Yoga ) …………….</p>
<p>31. Mas Tegoeh Kusuma ( Jakarta )</p>
<p>32. Mas  Bace Ri ( Bayu ) Jakarta</p>
<p>33. Mas Lilik Wyesa ( Master of  Illussion )</p>
<p>34. Kadang Sarwanto PK3 Solo (  Kemungkinan 3-4 Orang )</p>
<p>Note :</p>
<p>à Para sahabat yang berminat hadir – konfirmasi pendaftaran kepada</p>
<p>1.      Sudrajat ( sudrajat@srg- mscid.com ; HP. 08886428352 )</p>
<p>2.      Dodo  ( dohan.satria@ qmail.com ; HP 08176099320 / 08157955799)</p>
<p>à Mas Gerald Ginting, semoga kita bisa bisa bersinergi.terus..( acara dan tgl yang sama..). Dari group Pecel Semarang..hanya menghimbau semoga acara Lintas agama dan kepercayaan ini..bisa memberikan sesuatu kepada bangsa Indonesia “di bidang Hidup/Urip &amp; Spiriual Universal “, khususnya para pelaku – praktisi dari Surakarta + Semarang + Yogyakarta.</p>
<p>à Ada info masuk.., mbah gatho..barangkali…kemungkinan bisa dipertimbangkan untuk mengundang sahabat mbah gatho para konsultan Spiritual di lingkungan keraton Yogyakarta. Bagus ..mbah.., sesion terakhir jam 01.00 – 03.00 bisa di isi -&gt; “sumbangan para pecinta, pelaku, praktisi, pejalan..spiritual lintas agama &amp; kepercayaan “ agar bisa saling membahu., kerja sama ..dalam bentuk yang luwes dan apik serta cantik. Agar Aura Indonesia..baik, aman.dst.</p>
<div>Minimal ada nara sumber ( + sebagai pembanding ): Ki Ageng Gathak + bapak Djaka P.., serta semoga ada saudara lain yang berkenan dengan tulus ikhlas memberikan masukan , saran, info kasih lainnya. Semoga.Catatan:<br />
Sikahkan buka Peta:<br />
Bagi yang membawa kendaraan sendiri . (jarak dari jalan Magelangkira-kira 5 km ke arah G. Merapi. Jarak dari Jogja kira-kira 20 km ).<br />
Ancer-ancer lokasi :<br />
1. Bagi yang datang dari arah Semarang /Magelang/Borobudur setelah melewati jembatan Krasak, akan sampaiPasar Tempel, silahkan belok kiri jurusan ke Turi. Ikutiterus jalan utama hingga krg-lbh 5 km sampai per-3-an dusun Tepan lalu belok kanan, hingga sampai tikungan tajam ke kiri menuju dusun Gatak.<br />
2. Bagi yang datang dari arah Jogja ambil jalan jurusan Magelang (jlnMagelang) melewati Ring road utara, sampai petigaan Wadas/DurenanSleman, belok kanan jurusan Turi, sekitar 5 km. Lurus saja hinggasampai *sebelum) SD Turi 2 setelah lewat dusun Kadisobo dan Jomboran. Harap tanyadusun Gatak. (Catatan penting jangan ambil jalan Turi yang lewatmonjali (monumen Jogja Kembali), sebab terlalu jauh dan muter.<br />
Peta<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.wikimapia.org/#lat=-7.6693129&amp;lon=110.3569794&amp;z=13&amp;l=75&amp;m=b" target="_blank">http://www.wikimapia.org/#lat=-7.6693129&amp;lon=110.3569794&amp;z=13&amp;l=75&amp;m=b</a><br />
Kordinat: 7°39&#8242;40&#8243;S 110°22&#8242;1&#8243;E<br />
Terima kasih<strong>Nuwun atas nama Mbah Gatho dan  KI  Imam Sudrajat</strong>
<p>&nbsp;</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/612/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=612&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/11/15/woro-woro-padepokan-ki-gathak-temo-roso-21-november-2009-turiyogya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a98c0c8edf518fb414be1a1d38a9bcaf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Redaktur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oot :  Titipan Undangan</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/11/15/oot-titipan-undangan/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/11/15/oot-titipan-undangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Salam Ganjel
Salam sederek Kadang Ijin Woro WOro dari Milis Group Berkas Cahaya Kesadaran ( BECEKA ) 
Salam Sejati
Saudara-saudari sekalian yang berbudi,
Tanpa terasa, hampir empat tahun sudah usia dari Rumah Kita ini. Dimana, sepanjang usianya ini, baru sekali dirayakan Ultah-nya.
Pada hari Minggu, 22 Nopember 2009 mendatang ia genap berusia 4 tahun; dan kami, segenap pengelola BeCeKa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=607&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salam Ganjel</p>
<p>Salam sederek Kadang Ijin Woro WOro dari <span style="font-family:Century Gothic;font-size:x-small;">Milis Group Berkas Cahaya Kesadaran ( BECEKA ) </span></p>
<p>Salam Sejati</p>
<p>Saudara-saudari sekalian yang berbudi,</p>
<p>Tanpa terasa, hampir empat tahun sudah usia dari Rumah Kita ini. Dimana, sepanjang usianya ini, baru sekali dirayakan Ultah-nya.</p>
<p>Pada hari Minggu, 22 Nopember 2009 mendatang ia genap berusia 4 tahun; dan kami, segenap pengelola BeCeKa berniat mengadakan Temu-wirasa sekaligus merayakan Ultah keempatnya.</p>
<p>Untuk ini kami mengharap kehadirannya pada:</p>
<p>* Hari Minggu, 22 Nopember 2009.<br />
* Mulai pukul 19.00 wita,<br />
* Di Sekretariat Anatta-Gotama Foundation: Jalan Ceroring No. 38, Denpasar &#8211; Bali.</p>
<p>Bagi yang berniat hadir dalam Temu-wirasa dan ikut merayakan Ultah-nya, kami harapkan mengkonfirmasikan kehadirannya mulai hari ini sampai dengan hari Minggu, 15 Nopember 2009, melalui para Moderator BeCeKa:</p>
<p>~ Adji Mudhita;   Email: sangwaktu@&#8230; hp. 0811 93 72 77, atau<br />
~ Regy Gie Ciu; Email: regy.79@&#8230; hp. 0816 77 0001.</p>
<p>Kepada para undangan yang memastikan untuk hadir dan memerlukan penginapan, kami siap membantu mereservasikannya.</p>
<p>Semoga Cahaya Agung-Nya senantiasa menerangi setiap gerak dan langkah kita.</p>
<p>Persaudaraan dalam Kasih selalu,<br />
BeCeKa.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/607/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=607&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/11/15/oot-titipan-undangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a98c0c8edf518fb414be1a1d38a9bcaf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Redaktur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sharing Gathok Roso Tgl 3-4 Oktober &#8216;09 di Jl BatikanNo 100 . YOgyakarta</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/10/06/sharing-gathpok-roso-tgl-3-4-oktober-09-di-jl-batikanno-100-yogyakarta/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/10/06/sharing-gathpok-roso-tgl-3-4-oktober-09-di-jl-batikanno-100-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 15:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Pertama saya berucap syukur semua berjalan dengan lancar tanpa kendala apa apa
Terimaksih sebelumnya kepada semua sederek yang hadir atau tidak hadir , yang terlihat dan tidak &#8230;yang telah berikan dukungan dan doa , juga yang terhormat sebagaipengisi acara &#8220;
Om Benedektus dan Mas Sabdo Langit sudah bersedia nggayengke acara ini
Mohon dimaklumi bila ada selap selip nya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=583&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-582  alignleft" title="371469" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/371469.jpg?w=301&#038;h=189" alt="371469" width="301" height="189" />Pertama saya berucap syukur semua berjalan dengan lancar tanpa kendala apa apa<br />
Terimaksih sebelumnya kepada semua sederek yang hadir atau tidak hadir , yang terlihat dan tidak &#8230;yang telah berikan dukungan dan doa , juga yang terhormat sebagaipengisi acara &#8220;</p>
<p><strong>Om Benedektus </strong>dan <strong>Mas Sabdo Langit</strong> sudah bersedia nggayengke acara ini<br />
Mohon dimaklumi bila ada selap selip nya dalam among tamu untuk sederek semua</p>
<p>Konsep mengalir dan apa adanya ini disengaja, seperti persiapan , tiada adanya buku tamu , atau rujukan aturan aturan yg menyangkut mekanis tertentu yg sering dikonsepkan dalam setiap acara .</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-590" title="bens" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/bens.jpg?w=150&#038;h=112" alt="bens" width="150" height="112" />Mencoba bergerak dalam suasana yang APa ada nya..<br />
Proses sama sekali ngglundungke terkait acara ini, dari persiapan , tempat , hingga lain2nya<br />
Untuk menuntaskan Gathok Roso yang telah diadakan di Yogyakarta dengan aman dn lancar. sedikit saya akan tuliskan cerita .</p>
<p>Mengambil tema Gathok Roso ini diharapkan akan sangat mewakili . Kita semua seudah berhasil membuat <em>Pancer Kahanan </em>..utk saat ini dan kelak sebagai rekam Semesta ada sejarah yang sangat sederhana pertemuan roso yang berkendaraan Raga . Cahaya melambung memancar hingga mengundang perhatian frekuensi tertentu utk ikut menykasikan dalam pertemuan tersebut &#8230;.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-586" title="aku tengah" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/aku-tengah.jpg?w=151&#038;h=114" alt="aku tengah" width="151" height="114" />Mungkin di mata umum ini suatu hal yg biasa ,..tapi pertemuaan demikian sangat luar biasa.HIngga pada pukul 22.00 sudah di tandai adanya SYukruan Kecil dengan Tanda menyambut kedatangan intensitas Roso yang mengembang ..juga Intensitas Frekuensi Tinggi hadir menyaksikan .</p>
<p>Adanya keyakinan  pertemuan demikian dilihat dari skala manusia bukan apa apa ,dari Roso semua itu tercatat dan<strong> Nafas Kebersamaan</strong> itu hadir &#8230;.terlepas dari atribut intelektual dan pemahaman .</p>
<p>Terkait dengan Penyampaian Om Bens dan Mas Sabdo coba saya lebur :</p>
<p><strong>Isi = Kosong</strong></p>
<p><strong>Mati = Hidup</strong></p>
<p><strong>Beri = Menerima</strong></p>
<p><strong>Saling Melengkapi dan Memiliki Rasa Kemanunggalan</strong></p>
<p><em>Kosong memiliki makna yang sangat Tidak Terhingga<br />
Bila kita mengosongkan hal yang kasat indrea ,akan berikan toleransi Ruang SIkap tempt Roso utk bersemayan dan tumbuh dalam diri kita .</em></p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-591" title="sabdo 2" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/sabdo-2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="sabdo 2" width="150" height="112" />Kita yng terbiasa melihat Kosong itu tiada ,&#8230;<br />
Kita yang terbiasa melihat Kosong itu tidak Mungkin<br />
bagaimana ada keberanian  utk beranjak dari Keksosongan , yang tiada yang mewakili Kemungkinan kemungkinan ada isi itu sendiri</p>
<p>Alam Pikir : Sesuatu yang ISi sesuatu yang harus ADa terukur suesatu yang Mungkin , sering menghimpit Pergerakan Gerak dn membelenggu adanya Rasa .<br />
Analogi mudah &#8230;.kita sering sibuk membicarakan Tuhan &#8230;.<br />
Bagaimana itu semua anggapan , Tidak bedanya rasa manis &#8230;.<br />
Kita tidak mungkin uraikan Rasa manis tersebut. Bagaimana selalu tidak disadari seringnya melekat pada penguraian tentang tuhan sebagai pengakuan kelompok tertentu . Bagaimana mengurai tuhan ?rasa manis saja kita tidak bsia uraikan ?<br />
tuhan bersifat kesadaran adanya pergerakan kebebasan roso dalam ber expresi memiliki berintensitas tinggi tidak mungkin &#8230;tidak ada dsb. Yang tentunya semua itu dilandasi adanya pertanggungjawaban dalam diri</p>
<p>Kosong dalam arti memiliki SIKAP yang Berpengathuan , SIkap Yang Ber Kaweruh Sikap yang BertanggungJawab Kedalam diri ..bukan semata mata SIkap melempar TanggungJawab Keluar Diri , lantas yang terjadi seringnya terlahir Kambing Hitam Tiada keadilan dan Penekanan</p>
<p>Kosong Isi  ~  Isi Kosong</p>
<p>Kosong dalam anggapan, penilaian , rasa pemenuhan &#8230;&#8230;akan menghadirkan intensitas Isinya Roso<br />
Intensitas Isinya Roso tidak akan berbentuk apa apa bahkan diuraikan pun tidak bisa sama sekali dijabarkan</p>
<p>Kekosongan sebagai satu Intensitas adanya  Komunikasi  terhubung oleh sebuah ke  Welas Asihan~ Pengorbanan dan Pelayanan .<br />
bagaimana semua di mulai dari Tanggung Jawab ke dalam diri sendiri</p>
<p><strong>Keseimbangan Kaweruh dan Mengenal Hidup   :</strong></p>
<p>* Kita memiliki pengetahuan , tapi pikiran menyempit dalam pandanngan  &#8230;..<br />
* KIta memiliki Pandangan Luas   , tapi Tidak ber pengetahuan</p>
<p>Ini yang akan menghadirkan pandangan salah &#8230;dan menciptakn Keterjebakan diri &#8230;<br />
MenJadi Diri Sendiri yang memiliki Totalitas Pergerakan yang selaras dengan Alam Semesta, dalam arti Mengenal Hidup Diri sendiri / Diri Sejati tanpa Label dan Induksi apa apa lagi.</p>
<p>bagaimana saat ini semua aktifitas itu semua dengan Raga dan Pikiran ?<br />
Atau melakukan itu semua dengan Rasa yang Beraga &#8230;&#8230;?<br />
hanya diri kita semua yang bsia merenungkan ..</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-589" title="ndlongop" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/ndlongop.jpg?w=135&#038;h=100" alt="ndlongop" width="135" height="100" />~ Essensi muncul Kemanunggaalan<br />
Manunggal bukan berarti Lenyap dan Tidak ada apa apa.<br />
~ Roso memiliki Kebebasan Pergerakan<br />
Yang dibutuhkan adanya  Rasa Welas Asih ..utk memunculkan pergerakan itu semua</p>
<p style="text-align:left;">Manunggal kehendak aktifitas menuju Sikap SUmeleh &#8230;..</p>
<p style="text-align:left;">Sumeleh yng bertnggungJawab dan   Sumeleh yang ber pengertian</p>
<p style="text-align:left;">Manunggal dalam Cipto Karso yang akan menyentuh Ranah Roso yangbaisa di sebut Ke illahian</p>
<p style="text-align:left;">Roso sebagai Sejating Urip/ Hidup/ Spirit ..sumber Kedamaian dan Pengetahuan Hidup itu sendiri  dimana kita sanggup persembahkan adanya Rasa Layanan dan  Pengorbanan</p>
<p>Leluhur jaman doleoe sangat nature dalam bergerak<br />
Mereka selaras dengan ALam semetsa dan dirinya<br />
DIsana mereka bisa menerima Pesan semesta tentang masa Depan<br />
Bila disadari &#8230;&#8230;secara turun temurun &#8230;.dalam bhasa BIbit semua itu semakin luntur , ,,utk itu dipoerlukan SIkap SUmeleh , Nol , Roso utk kembali menumbuhkan keselarsan dalam diri dan sesama<br />
Jagad Cilik dan Jagad Gede Sebuah ajaran kesadaran yangsangat tinggi ,&#8230;bahkan Tehnologi belum bsia menyentuhnya &#8230;</p>
<p>Cipto Karso Roso<br />
Ning Neng Nung Nang Gong</p>
<p>Dengan Hening akan adanya Kehenengan&#8230;utk mendaptkn DUnung Petunjuk ,..lantas didpatkan Kewenangan utk melakukan itu semuanya utk bisa menggema dan bermanfaat buat diri dana sesama.</p>
<p>Sudah sekian lama diajarkan utn menjadi diri Sendiri bukan utk menjadi Manusia Cetakan yg memiliki Label label tertentu</p>
<p><strong>Selintas Kiamat</strong><br />
Bila dikatakan Matahari Terbit dari Barat dan Terbenam dari Timur :<br />
Ini seperti dua Koin kesadaran<br />
Sebagai symbol yang semestinya tidak ditangkap secara harafiah .<br />
Barat sebagai simbol Kesadaran Peradaban Tehnologi<br />
Timur sebagai simbol Peradaban Kesadaran Batin</p>
<p>Bila Kuasa Peradaban Tehnologi semakin Menguasai danmenyamarkan pergerakan Kesadaran Batin yang terjadi Kehancuran /</p>
<p>Bagaimana bila ke dua sisi itu bisa saling melengkapi Manunggal dalam Totalitas&#8230;.sangat bisa dibayangkan kedua hubungan itu hanya bisa Gathok oleh adanya Rasa Cinta Welas Asih sebagai satu alat Komunikasi Penghubung Rasa Kebebasan itu sendiri</p>
<p>Demikain Ulasan yang saya serap dalam perenungan , semalam hingga saya baru bisa tuliskan meski dalam bentuk dadakan pagi ini &#8230;<br />
Mohon maafbila ada yang kurang pas &#8230;sumonggo dikoreksi mengingat keterbatasan dinding halaman , saya rasa cukup sekian terimakasih</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kebiasaan Raga memberikan Pembiasaan adanya ::Penilaian Indera  terhalus sekalipoen :: yang sering mudah  Menyamarkan membelenggu  Pandangan dan Pergerakan Rasa yang ada</strong></p>
<p><em>Matoenoweon<br />
Saodaramoe<br />
Salam Sejati</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/583/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=583&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/10/06/sharing-gathpok-roso-tgl-3-4-oktober-09-di-jl-batikanno-100-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>78</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/371469.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">371469</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/bens.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bens</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/aku-tengah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aku tengah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/sabdo-2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sabdo 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/10/ndlongop.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ndlongop</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undangan::Gathok Roso</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/09/30/undangangathok-roso/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/09/30/undangangathok-roso/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 21:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Salam sederek Semua
Menindak Lanjuti Penawaran dari Saudara Ika mewakili rekan Milis Spiritual Indonesia mengadakan Temu Darat , untuk ini saya sampaikan Undangan terbuka sbb :
Sebelum Perjamuan HIdup ini selesai,mari kita berikan jeda sejenak koempoel bersama Temoe Gathok ing Roso..
Langsung Bebas Terbuka Damai Ndlewer
Menjalin rasa kebersamaan
Kedamaian sudah kita gendong kemana mana
kita hanya perlu sadari itu
Dari langkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=576&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salam sederek Semua</p>
<p>Menindak Lanjuti Penawaran dari Saudara Ika mewakili rekan Milis Spiritual Indonesia mengadakan Temu Darat , untuk ini saya sampaikan Undangan terbuka sbb :</p>
<p>Sebelum Perjamuan HIdup ini selesai,mari kita berikan jeda sejenak koempoel bersama Temoe Gathok ing Roso..</p>
<p>Langsung Bebas Terbuka Damai Ndlewer</p>
<p>Menjalin rasa kebersamaan</p>
<p>Kedamaian sudah kita gendong kemana mana<br />
kita hanya perlu sadari itu</p>
<p>Dari langkah biasa ini semoga akan tetap akan berarti<br />
Undangan Gathok Roso dari beberapa Milis antara lain :<br />
- Spiritual Indonesia<br />
- BECEKA<br />
- Persaudaraan Universal<br />
- Group Pecel Semarang<br />
- Gantharwa<br />
- Masyarakat Occult<br />
- MayapadaPrana<br />
- Harmonisasi Universal<br />
- Sanggar Doing Good<br />
- FB<br />
- Umum</p>
<p>Lokasi :<br />
YOgyakarta<br />
Acara :<br />
- Cangkrukan<br />
- Ngguya Ngguyu<br />
- Mesam Mesem Cengar Cengir .<br />
- ANgkringan<br />
- Rengeng2 bersama mudah2an dana bersama mendukung untuk sewa ALat<br />
- Tukar Kaweruh Pengertian<br />
- Bebas Lepas Mengalir APa adanya</p>
<p>Gambaran susunan acara :</p>
<p>* tgl 3 Oktober 2009 Pukul 16.00 sudah bisa kumpul di Lokasi<br />
* tgl 3 -4 Oktober 2009 Pukul 19.00 &#8211; selesai cangkrukan</p>
<p>Rencana Pengisi Acara :</p>
<ul>
<li>Om Benedektus Sudjanto</li>
<li>Kadang Sabdo Langit</li>
<li>Leonardo Rimba</li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p>Gambaran Acara :</p>
<p>- Perkenalan<br />
- Tema :</p>
<p><strong>Oemoem Mengangkat Tema </strong></p>
<p><strong>Rasa Kebersamaan, Eksistensi Manusia ddalam Hidup, Kawruh Jawa sebagai Budaya Leluhur terkait Mistik dlamPendekatan Logis </strong><br />
- Tanya Jawab Oemoem dan Sharing Bebas( Healing ,Science , Tarot, Falun Dafa, Theosofi , Therapi Gambar dsb )<br />
- Bila ada yang Bersedia mengisi dengan Uro2 sumonggo di<br />
tenggo supaya jadwal bisa di atur kembali</p>
<p style="text-align:center;">Lokasi :<br />
Yogyakarta Jl Batikan no 100<br />
Tanggal : 3 &#8211; 4 Oktober 2009<br />
Jam : 19.00 &#8211; Selesai</p>
<p style="text-align:center;">Iuran seperti biasa @25.000<br />
BIsa di kirimkan lewat account BCA :<br />
Kcp Mangkubumi Yogyakarta<br />
126-04-90-39-3<br />
a.n aris widodo</p>
<p>Bila ada acara tambahan bisa di buat kesepakatan bersama mengingat waktu yang sangat terbatas .</p>
<p>Seandainya ada sesuatu yang bisa disumbangkan mohon di kofirmasi sekalian akan bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan .<br />
Dan ini sangat memungkinkan bersama sanggar Doing Good di yogya akan kami salurkan . Tapi utk ini tidak menjadi keharusan hanya sekedar ide saja.Sekiranya tidak mungkin bisa ditiadakan .</p>
<p>- Buku anak anak<br />
- Tas Sekolah<br />
- Pakaian Pantas Pakai<br />
- Sandal<br />
- Sepatu<br />
- kertas Bekas<br />
- dsb</p>
<p>Demikian pemberitauan ini semoga semua tetap berjalan dengan tekad <strong>NIAT INGSUN</strong></p>
<p>maturnuwun</p>
<p>Saodaramoe<br />
Salam Sejati<br />
do2</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=576&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/09/30/undangangathok-roso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiiiiing</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/08/31/tiiiiing/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/08/31/tiiiiing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 08:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Tiiiiing
Oleh: Kadang Nata Warga
Mau dibilang mati juga tidak, tapi berada dalam alam yang cukup asing&#8230;
Pada awalnya melihat bumi dari kejauhan, setengah bulat saja.. 
wow.. getar getir juga.. saya tak mau melihat.. tak sadar atau otomatis seolah-olah menutup kelopak mata untuk tak melihat..
secepat itu kok terasa saya seperti jatuh kebawah dan pandangan bayangan seperti tutup maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=571&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tiiiiing</strong><br />
Oleh: Kadang Nata Warga</p>
<p>Mau dibilang mati juga tidak, tapi berada dalam alam yang cukup asing&#8230;<br />
Pada awalnya melihat bumi dari kejauhan, setengah bulat saja.. </p>
<p>wow.. getar getir juga.. saya tak mau melihat.. tak sadar atau otomatis seolah-olah menutup kelopak mata untuk tak melihat..<br />
secepat itu kok terasa saya seperti jatuh kebawah dan pandangan bayangan seperti tutup maka makin lama makin terang, seperti ada lampu mobil menyorot ke mata saya dari jauh terus mendekat&#8230; </p>
<p>penasaran dan rasa penasaran ingin tahu, mencoba melihat.. ternyata saya telah berada di suatu tempat yang mana warna terang sekali seperti api las listrik namun saya tak silau atau tak merasa sakit matanya.. bukan terang putih, tapi terang jernih seperti air raksa yang jelas terlihat semua dengan terang.. semuanya indah, tidak ada bedanya jauh maupun dekat.. saya tidak berada di tengah maupun berada di pojok ataupun berada di atas dan bawah.. tapi saya berada seperti dalam keadaan ruang tertentu&#8230; </p>
<p>&#8220;ngapain nih.. kagak jelas, tempat mana nih?&#8221; gak ada siapa-siapa disana, gak jelas mau ngapain&#8230; tidak merasa khawatir, juga tidak merasa senang, yang ada hanya seperti perasaan saat tidur nyenyak&#8230; tidak merasa apa-apa&#8230; berucap dalam hati: apa kalau saya tutup mata maka akan berubah lagi? baru berucap otomatis seolah-olah menutup mata, keadaan terang, tapi merasakan perpindahan keberadaan.. </p>
<p>barulah sayup-sayup mendengar ada yang sedang berbicara, langsung otomatis seolah-olah membuka mata, kali ini saya melihat banyak orang berpakaian setengah, hanya kain putih saja yang menyekat tubuh mereka sampai setengah dada, rambutnya diikat jambul ke atas, mereka layaknya resi-resi dari bali, yang saya ingat waktu itu kayak Pak NA, hanya tidak berjanggut dan kumis, mereka bersih, terlihat usianya sama semua, tapi rasa mengatakan ada yang sudah tua dan muda, namun wajah mereka tanpak bersih tanpa keriput.. </p>
<p>&#8220;kisanak, ada apa berkunjung?&#8221; tiba-tiba  yang cukup tua menyapa.. (walau tak tanpak tua) &#8211;  bahasa yang dipakai bukan  yang saya kenal, tapi saya mengerti dengan melihat kearah bibirnya saat berbicara. </p>
<p>eh&#8230; gak tahu, sahut saya polos&#8230; (tentu saya pakai bahasa Indonesia )<br />
&#8220;lho kok tidak tahu?&#8221; terasa dia berucap bijak.. &#8220;bukankah ini yang kisanak mau?&#8221;, sambungnya.. </p>
<p>emm&#8230; yang saya mau? rasanya saya tidak mau apa-apa? jawab saya agak pede.. (biasa anak muda ) </p>
<p>&#8220;ini jawaban yang sudah sekian dimensi waktu belum pernah terdengar, banyak yang sampai tempat ini karena memang cita-cita dan tujuan mereka, apakah ini bukan tujuan kisanak&#8221;? </p>
<p>saya balik bertanya: apakah ini tempatnya? </p>
<p>langsung dijawab: &#8220;bukan!, ini bukan tempatnya&#8221; </p>
<p>kalau demikian, saya hanya mampir minum saja &#8211; saya langsung menambahkan sambil menepuk bahunya.<br />
dan dia tersenyum sambil mengajak bersila dengan merangkul bahu saya juga dan diikuti yang lain mendekat duduk berkeliling&#8230; terasa lantainya bukan keramik, bukan tanah, bukan bahan padat, tapi terasa padat, layaknya seperti angin..<br />
&#8220;Mari kisanak&#8230;&#8221; sambil di sambut bijak </p>
<p>Maaf, apakah setiap insan pasti lewat sini? saya memulai bertanya dengan harapan diberikan pemaparan..<br />
<img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/08/dimensi-lain.jpg?w=460&#038;h=345" alt="Dimensi Lain" title="Dimensi Lain" width="460" height="345" class="alignnone size-full wp-image-572" /><br />
terasa badan di goncang&#8230;<span id="more-571"></span> saya tersadarkan oleh istri&#8230; &#8220;pi&#8230;pi&#8230;pi&#8230; ini hampir jam 6 untuk doa pager, tidur apa meditasi sih?&#8221;<br />
ti&#8230; ti&#8230;ti..ti ti ti.. pas jam 6 pagi, saatnya doa pager.. </p>
<p>Beranjak dari tempat dan setelah doa pager, tidak ingat apa yang terjadi, lalu lelap tidur sampai jam 8 pagi, bangun lalu melakukan aktifitas dengan berangkat kerja..</p>
<p>Hampir setengah hari saya tidak mengingat apa-apa tentang kejadian semalam, menganggap seperti pengalaman yang stabil dan statis saja yaitu Hening, sampai pada akhirnya, sewaktu siang,  memori atau ingatan pelan-pelan kembali tentang yang saya alami, semua cerita tiba-tiba menyatu dengan pelan-pelan secara bertahap, sampai akhirnya bisa menulis seperti ini. “celaka, belum selesai rupanya?”. Nanti malam lakukan lagi : perasaan berkata di hati.</p>
<p>Singkatnya malam setelah dianggap dan RASA mengatakan sebagaian telah terlelap, saya memulainya lagi.<br />
Diam tidak melakukan gerakan dan napas seperti biasa… Mulailah 1 persatu persatu lubang tertutup. Sampai terakhir hanya ada rasa sesosok badan sedang bernapas wajar, bukan saya tapi adalah saya wadah fisik.</p>
<p>Brrriiiaaaar… pandangan kembali kesekeliling yang tempat persis kemarin.<br />
“Kisanak, telah kembali?” Selamat datang lagi”, kata si bijak (saya menyebutnya untuk identifikasi saja).<br />
Pada posisi ternyata kami masih duduk persis seperti kemarin, namun kelihatanya bertambah jumlahnya, duduknya bersila dan melingkar seperti perlipat gandaan di tengah saya dan si bijak, lalu ada 4 orang yang lain selanjutnya 8, lalu 16, dst, saya tidak menghitung, tapi RASA saya mengatakan demikian, dan seperti bentuk teratai (jadi ingat Borobudur dari atas dilihat.</p>
<p>“Saya minta maaf, karena urusan raga membuat saya menjadi kurang sopan”; saya menatap hampir kesemuanya dimulai dari si bijak..</p>
<p>“Tidak apa-apa, jangan di Rasa, kisanak” si bijak bersenyum padaku.</p>
<p>Tanpa menunggu, dia menjawab pertanyaan saya yang sebelumnya dengan penuh tajam, dalam sebuah rangkaian syair dalam bahasa mereka yang di tangkap oleh saya dalam syair bahasa saya;<br />
“Hyang Rasa Terpancarkan<br />
Yang malang tak berpeluang<br />
Yang baik tak menghilang<br />
Kenangan hanya hembusan”</p>
<p>“Semua adalah Insan<br />
Mana yang MAU cemerlang<br />
Akan menemukan kegembiraan<br />
Akan sampai pada Tatanan”</p>
<p>“Hantar diri kepada Kebaikan<br />
Jangan risau setiap jalan<br />
Patutlah menjaga kedalam<br />
Pancaran diri akan gemilang”</p>
<p>Kisanak sudah paham tentunya.. Jawabnya selesai menjelaskan dengan syair tentang pertanyaan saya.</p>
<p>“Terima kasih atas hidangan teh nya”, saya melihat senyum yang terpancar dari mereka, menandakan mereka mengerti yang saya maksud..</p>
<p>“Kisanak, mau saya antar ke pancaran yang lainnya” si bijak mengajak saya (ternyata saya tidak salah, pancaran yang dimaksud adalah tempat yang saya Tanya)</p>
<p>“Matur Suwun”; saya menjawab dengan gaya Jawa, maklum bawa nama Jawa euy.. (Terutama Gantharwa)</p>
<p>“Pada sejatinyalah, bahwa setiap insan akan hadir pada diri insan yang lainnya, antara pancaran dan yang lainnya selalu saling menyatu dan menghimpun menjadi satu, tapi ingatlah bahwa pantulan akan menjadikan duka yang dalam” sambil beranjak berdiri, si bijak berwejang tanpa saya Tanya, dan mengerti yang saya butuhkan. Sementara yang lain tidak ikut berdiri.</p>
<p>“Mari Kisanak”, sambil menepuk bahu, kemudian brrriiaarrr… dan terdengar suarang denging… Tiiiiiiiiiiinnngggg……….</p>
<p>Ti..ti…ti..ti..ti..ti..  tersadarkan oleh alarm jam 6 pagi: saatnya doa pager..</p>
<p>Wah.. ternyata udah jam 6, tak terasa, tapi saya sepertinya tidak mengalami apa-apa kecuali hening, terpikir oleh saya setelah menyelesaikan Doa Pager. Namun sekilas juga ingat, jangan-jangan saya tidak ingat lagi yang menjadi kejadian seperti kemarin.. mungkin pikiran nanti akan kembali merekam yang terjadi saat meditasi.</p>
<p>Tanpa pikir panjang saya langsung tidur, mengingat 3 jam lagi harus aktifitas…</p>
<p>Pada pertengahan hari, saya melihat seolah-olah slide film yang saya alami di pikiran saya, ternyata rekaman ingatan pikiran masuk, seplah-olah pikiran diceritakan tentang apa yang terjadi, sehingga saya bisa becerita seperti diatas tadi.</p>
<p>Singkat cerita, rutinitas meditasi saya kembali lagi membawa saya kembali melanjutkan petualangan mengasa kawruh, walau saat ini saya bisa ceritakan, namun sebenarnya setelah mengalami setengah hari baru bisa teringat kembali.<br />
Berikut adalah pengalaman selanjutnya:</p>
<p>Tiiiiinnnggg….. degingan panjang dan tinggi tapi tidak memekakan telinga, pada saat seolah mata membuka maka terlihat bahwa sekarang di suatu suasana/tempat/lingkungan/keadaan semuanya adalah warna emas yang silau, tapi tidak menyilaukan bagi mata. Tempat di hadapan saya ternyata bukan lagi si bijak, tapi sudah pribadi yang lain.</p>
<p>“Salam Anaknya Sampoerna”, dia langsung menyapa, wah saya kaget, pribadi ini mengenal saya? Bertanya dalam hati saya, dan dia kelihatanya jauh lebih tua usianya dari si bijak namun tetap paras muda, dan seluruh tubuhnya adalah tubuh cahaya berwarna perak silau, persis diruang yang saya tinggalkan bersama si bijak, saya juga langsung memahami siapa yang ada dihadapan saya, tidak perlu perkenalan, namun sudah salung mengenal, kali ini bahasa yang di gunakan berbeda lagi, tapi saya dapat mengerti dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>“Tentu saya mengenalmu dan juga Gurumu”. Dia menyambung… </p>
<p>“Dhanyang luhur nan agung, sudi bisa memberikan anakmu ini secerca Kesejatian untuk Sejati ning Urip” saya berkata dengan sopan, menjadikan saya ingat saat bertanya serius kepada Kyai Tunggul Jaya Among Rogo, pada saat pertama di perkenalkan oleh Guru.</p>
<p>Dhanyang tersebut menjawab:<br />
“Kadangku Ananknya Sampoerna,<br />
apa yang engkau dapat dari pancaran sebelumnya telah cukup bagimu,<br />
apa yang engkau saksikan telah bisa engkau gali sendiri,<br />
antara engkau, dia (sibijak), dan aku telah banyak cerca yang terurai,<br />
ada saatnya datang, dan akan selalu berada didalam, dan akan menjadi milikmu”</p>
<p>“Dhanyang luhurku, terima kasih telah berbagi, ijinkan Kadangmu ini tinggal sebentar dan ditemani”, saya langsung menambahkan setelah paham..</p>
<p>“Kadangku Anaknya Sampoerna memang sudah saatnya, mari banyak yang harus di saksikan sendiri”,  beliau langsung mengajak saya.<br />
Tiiiiiiiiinnnnng…..  TAMAT</p>
<p>Maaf, tulisan ini telah di edit bagian awal  proses meditasi, bagian tengah, dan bagian akhir tidak di ceritakan, hanya untuk penulis yang belum siap saya bagikan.</p>
<p>Terima Kasih Salam Sejati.</p>
<p>Jakarta, 2008</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=571&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/08/31/tiiiiing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/08/dimensi-lain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dimensi Lain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur dan Mengingat</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/25/bersyukur-dan-mengingat/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/25/bersyukur-dan-mengingat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur dan mengingat
Oleh: Kadang Lilik
Para kadang, membaca tulisan mas Hari aku jadi dingatkan lagi untuk lebih sering, bahkan kalau bisa selalu bersyukur.
Aku juga jadi ingat ketika aku kelas 2 SMP dan sering mengeluh tentang keadaan keluarga yang saat itu sedang kurang baik. Ketika aku jemput ibukku dari bezoek tetangga yang sakit di RS, dan ban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=567&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Bersyukur dan mengingat<br />
Oleh: Kadang Lilik</strong></p>
<p>Para kadang, membaca tulisan mas Hari aku jadi dingatkan lagi untuk lebih sering, bahkan kalau bisa <strong>selalu bersyukur.</strong></p>
<p>Aku juga jadi ingat ketika aku kelas 2 SMP dan sering mengeluh tentang keadaan keluarga yang saat itu sedang kurang baik. Ketika aku jemput ibukku dari bezoek tetangga yang sakit di RS, dan ban motor bocor, sedang saat itu ibukku tidak cukup uang bahkan hanya untuk menambal ban motor, uang sudah habis untuk bezoek. Sambil ngedumel aku nuntun motor Yamaha kubota super buatan tahun 1970.</p>
<p>Terjadilah dialog ini:</p>
<p> <strong>“buk, urip kuwi kanggo opo tho kok uripe dhewe mung pas-pasan terus?”</strong><br />
(buk, hidup itu buat apa sih kok hidup kita selalu pas-pasan terus).</p>
<p> <strong>Ibukku jawab:”urip kuwi kanggo ngelingake manungso ben luwih sering nyukuri opo wae sing wis diwenehake Gusti kanggo uripe awake dhewe.</strong><br />
(hidup itu untuk mengingatkan manusia agar sering mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kehidupan kita).</p>
<p><strong>“dadi kudu bersyukur terus, mesti dikecewaake?”</strong><br />
(jadi harus selalu bersyukur mesti dikecewakan?)</p>
<p><strong>Nek kowe ora tau maido Gusti, mung terus bersyukur, Gusti ora bakal ngecewaake kowe. Opo sing kok perloni kanggo uripmu mengko kuwi wis dicawisake. Ora perlu wedi, ojo sering sumelang, ojo sering maido. Percoyo wae, Gusti ora sare.</strong><br />
(kalau kamu tidak pernah mencela Tuhan, dan terus hanya bersyukur, Tuhan tidak akan mengecewakan kamu. Apa yang kamu butuhkan buat hidupmu nanti itu sudah disediakan. Tidak perlu takut, jangan sering kuatir, jangan sering mencela (mengumpat). Percaya saja, Tuhan tidak pernah tidur.)<br />
<img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/habis-gelap-terbitlah-terang.jpg?w=460&#038;h=325" alt="habis gelap terbitlah terang" title="habis gelap terbitlah terang" width="460" height="325" class="alignnone size-full wp-image-568" /><br />
<strong>Lho aku uwis percoyo kambek Gusti, tapi tetep wae dikecewake, opo sing dak jalok ora ethuk, aku kudu percoyo sing piye meneh buk?</strong><br />
(lho aku sudah percaya dengan Tuhan, tapi <span id="more-567"></span>tetap saja dikecewakan, apa yang tak minta tidak dapat, aku harus percaya yang bagaimana lagi buk?)</p>
<p><strong>Lha sing mbok jaluk kuwi berarti ora pantes, ora migunani kanggo kowe nang, mangkane Gusti ora maringi. Ewodene nek sing mbok karepake mau apik lan migunani mestine Gusti maringi, mung kudu sabar masalah wektune kowe enthuk. Sabar lan percoyo. Carane percoyo yo kuwi mau, seringo nyukuri opo wae sing wis ono, sing wis mbok trimo saiki.</strong><br />
(lha yang kamu minta itu berarti tidak pantas, tidak memberi manfaat buat kamu, oleh sebab itu Tuhan tidak memberi. Seandainya yang kamu inginkan itu baik dan bermanfaat pasti Tuhan memberi, hanya harus sabar masalah waktunya kamu mendapat. Sabar dan percaya. Caranya percaya ya itu tadi, seringlah mensyukuri apasaja yang sudah ada, yang sudah kamu terima sekarang ini)</p>
<p>Aku terus diam, saat itu aku tidak puas dengan jawaban ibukku dan masih terus mengeluh sekaligus berpeluh karena menuntun motor yang bannya gembos karena bocor.</p>
<p>Setelah aku ambil kesimpulan, aku jadi lebih mengerti bahwa hidup itu untuk selalu bersyukur, bersyukur bahwa kita diberi roh hidup dan kehidupan, bersyukur bahwa apapun yang kita butuhkan (bukan apa yang kita inginkan) sudah disediakan, yang baik dan yang pantas, yang sesuai ukuran kita.</p>
<p>Itulah bedanya kita dan orang yang berspiritual tinggi, Yesus, Budha, Baba, dll. Mereka selalu sadar dan selalu bersyukur, (kita tidak selalu) sehingga mereka bisa menerima tanpa merasa perlu untuk memiliki dan memberi tanpa merasa kehilangan, juga bisa berbuat hal-hal yang mulia dan besar yang bermanfaat bagi sesama. <strong>&#8220;Urip kuwi hanguripi&#8221;</strong></p>
<p>Kata <strong>“Gusti ora sare”</strong> (Tuhan tidak tidur) pernah juga diucapkan pak Joko dan menjadi renungan, karena maknanya ternyata dalam. Mungkin nanti bisa kita kupas bersama makna <strong>“Gusti ora sare” </strong>yang ternyata itu mengarahkan kita untuk lebih sering bersyukur, karena kita tahu bahwa Gusti ora sare.</p>
<p>dan tiba-tiba pas jaringan lancar aku juga ingin menulis:</p>
<p><strong>Bersyukur dan mengingat</strong></p>
<p>Kehidupan adalah kehendak Tuhan, yang diekspresikan dengan sempurna.</p>
<p>Segala sesuatu tergantung siapa diriku menurut yang aku pikirkan, dan yang berusaha aku lakukan untuk “menjadi”.</p>
<p>Yang telah aku lakukan tidak penting dibandingkan yang sedang aku lakukan. Bagaimana aku bisa melakukan kesalahan tidaklah penting dibandingkan bagaimana aku mencipta. Hidup adalah proses untuk selalu bisa mengurangi kesalahan.</p>
<p>Bahwa tidak ada yang perlu dipelajari. Bahwa aku tidak memiliki sesuatupun untuk dipelajari. Bahwa yang harus aku lakukanpun hanyalah mengingat.</p>
<p>Salah satu cara mengingatnya adalah dengan sering BERSYUKUR, dan bersyukur bisa diaktualisasikan dengan:</p>
<p><strong>1.      Yang aku inginkan untuk diriku, berikan kepada orang lain.</p>
<p>2.      Tidak sering mengeluh</p>
<p>3.      Tidak sering mengukur “baju orang lain”</p>
<p>4.      Selalu menghargai “proses-menjadi”</p>
<p>5.      Tidak ingin selalu menerima hal yang besar</p>
<p>6.      Lebih sering (selalu) memberi hal yang terbaik, terindah</p>
<p>7.      Jarang merasa dikecewakan. Karena jika kita sudah sadar bahwa “tidak ada yang kebetulan”, dan &#8220;Gusti ora sare&#8221; maka kita menjadi tidak mudah kecewa. orang yang sering merasa kecewa termasuk orang yang kurang bersyukur.</p>
<p>8.      Tidak mencari untuk memiliki sesuatu, karena sepanjang aku mencari untuk memiliki sesuatu, aku tidak akan mendapatkannya, karena pencarian merupakan sebuah pernyataan bahwa aku tidak memilikinya sekarang ini. Padahal Tuhan sudah menyediakan semua kebutuhan kita (bdk. dengan keinginan). Jadi sebenarnya kita tidak perlu mencari apapun untuk memiliki. Bersyukurlah pada apa yang sudah kita miliki, apapun itu.</p>
<p>9.      Jangan sering meminta, meminta berarti juga kurang mensyukuri yang sudah diberi (yang sudah ada)</p>
<p>10.  Yang mau menambahkan silahkan …..!!!</p>
<p></strong> </p>
<p>Aku bersyukur, karena jaringan lancar dan aku bisa menulis semua ini. Aku juga besrsyukur karena bisa &#8220;tidak perduli&#8221; apakah tulisanku ini dibaca atau tidak, itu tidak penting yang penting aku bisa bersyukur karena sudah bisa menuangkan apa yang terlintas di benakku dalam bentuk tulisan ini.</p>
<p><strong>Salam damai &amp; cinta<br />
Kita harus memiliki keberanian berperang, tapi tidak takut berdamai.<br />
Kita harus memiliki Keberanian untuk berdamai,<br />
bukan berperang.<br />
Let us make love not war</p>
<p>Peace n&#8217; Love<br />
Always &#8230; All way </strong><em></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=567&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/25/bersyukur-dan-mengingat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/habis-gelap-terbitlah-terang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">habis gelap terbitlah terang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>::Silaturahmi Kadang di SOlo::Dari Rumah Guru Djoko ~ Nyekar ke Eyang Guru Suwahyo::</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/15/silaturahmi-kadang-di-solodari-rumah-guru-djoko-nyekar-ke-eyang-guru-suwahyo/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/15/silaturahmi-kadang-di-solodari-rumah-guru-djoko-nyekar-ke-eyang-guru-suwahyo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 18:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[22-23 April 2009


Rasa syukur &#8230;kepada Gusti yang telah memberikan Ijin untuk terlaksananya pertemuan ini, sebagai satubagian dari sketsa perjalanan sebagai satu symbol tetap terjaga terjalinnya tali Komunikasi &#8230;.
Terimakasih kepada Mbah Moel yang telah bersedia menemani kami bersilaturahmi ..Terimakasih kepada Kadang Sarwanto yang telah memfasilitasi tempat pertemuan  Penantian yang cukup lama untuk mengunjungi Kadang Sinarawedi seperguruan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=539&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>22-23 April 2009<br />
</strong>
</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa syukur &#8230;kepada Gusti yang telah memberikan Ijin untuk terlaksananya pertemuan ini, sebagai satubagian dari sketsa perjalanan sebagai satu symbol tetap terjaga terjalinnya tali Komunikasi &#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Terimakasih kepada Mbah Moel yang telah bersedia menemani kami bersilaturahmi ..Terimakasih kepada Kadang Sarwanto yang telah memfasilitasi tempat pertemuan  Penantian yang cukup lama untuk mengunjungi Kadang Sinarawedi seperguruan di Solo , juga Kadang PK3  dan keluarga Almarhum Eyang Suwaho dan simpatisan  yang ikut memberikan dukungan  .</p>
<p style="text-align:justify;">Sekianlama  hanya didenger dari cerita saja, kini telah ternyata terobati dengan kebetulan karena adanya kunjungan Kadang David ke Solo.Meski Terlebih dahulu telah janjian dengan Kadang David sebelumnya untuk ketemu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sore itu Meluncur dari Yogya pukul 18.15 <span> </span>ke SOlo ketemu Kadang  David, Kira kira perjalanan 1 jam kami bertemu, kemudian santai dan mampir dulu untuk isi perut ~ makan malam nasi liwet . Nuansa sangat komplit ketika diiringi Kidungan dari permintaan Kadang David kepada kelompok seniman Sinden jalanan untuk menyanyikan<strong><em> Lir~ Ilir.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-540" title="1" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/1.jpg?w=128&#038;h=97" alt="1" width="128" height="97" />Setelah selesai makan sebagai rasa kangen Kadang David untuk menjenguk rumah orang tua Guru Joko, yang sekarang di tempati oleh Ibu Guru Joko (Mbah Moel).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong>
</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>::Rumah Guru Djoko::</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maka Kami menuju ke rumah  Guru JOKO Sebelumnya Janjian dengan Kadang Sarwanto (Putra dari Eyang Guru Suwahyo) di SOlo<img class="size-full wp-image-553 alignleft" title="6495_1173068415003_1476814959_455407_759907_s" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6495_1173068415003_1476814959_455407_759907_s.jpg?w=136&#038;h=93" alt="6495_1173068415003_1476814959_455407_759907_s" width="136" height="93" /> . Ketika waktu menujukkan  Pukul 21.00 kami bertemu di Rumah Guru Joko . Disambut dengan senyum ramah  oleh Mbah Moel<span> </span>.Memperkenalkan diri  dengan obrolan santai, Bercerita glenak glenik dengan Mbah Moel Kadang  David DOdo dan Kadang Sarwanto dan satu kadang dari solo .</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-541 alignleft" title="2" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/2.jpg?w=137&#038;h=89" alt="2" width="137" height="89" />Setelah sesaat cukup guneman bersama melepas kangen berikut berkenalan kami pamit menuju rumah EYang Guru Suwahyo.<br />
Bersama Kadang Sarwanto sebagai Putra Eyang Guru Suwahyo &#8230;beberapa saat perjalanan di situ sudah ditunggu para kadang termasuk mas Tegoeh yang sejak jauh hari sudah mempersiapkan <span> </span>diri untuk hadir.
</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>::Di Dusun Padoan::</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-542" title="6292_1077960237492_1480847003_30204005_7709030_s" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6292_1077960237492_1480847003_30204005_7709030_s.jpg?w=151&#038;h=114" alt="6292_1077960237492_1480847003_30204005_7709030_s" width="151" height="114" />Masing masing memperkenalkan diri .Dalam keremangan malam di sebuah rumah dengan halaman yg luas dengan pohon bamboo di sekeliling nya .Rengeng rengeng masing masing dalam bertegur sapa dan beramah tamah ,Tema pembicaraan dari hal Perkenalan guneman canda</p>
<p style="text-align:justify;">tawa hingga pada pembicaraan Kaweruh .</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-546" title="6495_1173068655009_1476814959_455413_5705220_s" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6495_1173068655009_1476814959_455413_5705220_s.jpg?w=148&#038;h=112" alt="6495_1173068655009_1476814959_455413_5705220_s" width="148" height="112" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kami semua masing masing masing nyimak dalam pertemuan ini ,terasa sekali ada ruang kosong kembali terjalin dari pertemuan seperti ini .  Suasana sangat <span> </span>sangat hangar penuh rasa persaudaraan berikut masing masing menyampaikan dan   mendengarkan uraian dan pandangan secara bebas menyampaikan ditemani  teh camilan dan makan  malam  malam itu .</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-543" title="6292_1077958037437_1480847003_30204002_2838451_s" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6292_1077958037437_1480847003_30204002_2838451_s.jpg?w=115&#038;h=154" alt="6292_1077958037437_1480847003_30204002_2838451_s" width="115" height="154" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun masing masing sangat menyadari pentingnya bekal  Kaweruh . Berkaweruh mnjadikan pandangan Wruh kemudian bisa diperankan dan bermanfaat untuk sesama <span> </span>…bukan sebagai pemenuhan ataupun sekedar keinginan menjadi begini dan begitu . Membicarakan tentang Kaweruh kesan pesan para Kadang menyampaikan dengan  semangat dan saling mengisi  ..jarang ada sesi pertemuan seperti ini .</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sisi sisi dasar  yang sempat hilang dari kadang Solo bagaimana Berkaweruh dengan cara yang ditenpuh selama ini .Tanpa mengurang semangat ,,sampaihari ini Niat mereka utk selalu berusaha menggali dan menggali&#8230; dan sangat diharapkanad asambung rasa dari kadang gantharwa dalamhal ini ..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:left;">Ada satu penyampaian dari Kadang Sarwanto yang sangat nearik bagaimana pertama kali mempelajari PK3 . Saat itu beliau mengalami sebuah kesulitan pilihan dalam  hidup ,terasa tiada pilihan ,hidup &#8216;terasa&#8217; penuh dengan cobaan ,terasa tiada jalan lagi &#8230;penuh rasa <img class="size-full wp-image-547 alignleft" title="s1480847003_30204003_3389192" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/s1480847003_30204003_3389192.jpg?w=155&#038;h=116" alt="s1480847003_30204003_3389192" width="155" height="116" />&#8220;pasrah &#8220;  Saat beliau merenungkan semua ..tiba tiba kehadiran sosok bapaknya yaitu Eyang guru Suwahyo dihadapannya ..lantas mengatakan ..bukalah buku catatan ( buku pembelajarn PK 3 ) yang selama itu  Kadang Sarwanto belum sempat mempelajrinya semenjak Eyang Guru meninggal .</p>
<p style="text-align:left;">Merasakan berikut melihat kedatangan ayah nya ( Eyang Guru Suwahyo ) dalam perenungan bukan hal yang biasa ..kadang Sarwanto mengikuti pesan .Dengan cara memahamai apa yang ada dalam buku dan dijalani dengan rasa apa adanya .Semenjak itu kemudahan kemudahan dalam Hidupnya mulai berubah &#8230;hingga semua sudah kembli jauh lebih baik ..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tak terasa Pukul 00.15 ..disana ada sebuah laku yang masih menjadi sejenis ritual  yaitu mengitari/mengelilingi  kampung sebanyak tiga kali saat malam jum&#8217;at . Dan kami pun ikut melakukan keliling kampung .Hingga Pukul 3 selesai semua dilakukan. <img class="alignleft size-full wp-image-549" title="6" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6.jpg?w=152&#038;h=115" alt="6" width="152" height="115" />Setelah itu <span> </span>pembicaraan dilanjut sejenak. Tidak terasa waktu menujukkan Pukul 4.00 dan kami pun beranjak siap kembali pulang . (Namun sebelum pulang, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Makam Mbah Guru Wahyo, yang ternyata tidak jauh dari kediamannya.)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">::Beberapa Catatan Kesan dan pesan tertangkap  dari Mas Tegoeh sebagai ( Simpatisan/ Siswa  Gantharwa) yag ikut berikan dukungan , sebagai berikut ::</p>
<p style="text-align:justify;">1.Kadang Solo menguraikan dari Proses penerimaan murid di Padoan: dengan cara kungkum di kali Tempuran . Tangkapan kami <span> </span>utk menguji tekad kesungguhannya belajar kawruh. Maksud untuk melatih Karso sejauh apa calom murid mau belajar. (Disana tidak ada bimbingan seperti yang dilakukan di Bandung (Gantharwa), tapi semua mengali dan mencari kedalam sendiri.)</p>
<p style="text-align:justify;">2.Proses pemuridan-pembelajaran di Padoan. <span> </span><span> </span>begitu murah hati dlm pemberian &#8220;kunci&#8221;.,</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan Kadang dodo   : Selama Kunci menjadi Pencapaian Keutamaan dari Tujuan <em>, ketika itu terjebak dalam  kepuasan   yang akanmembawa dampak   sekedar  Label dan menjadi bingkai hiasan dalam diri .,.</em></p>
<p style="text-align:justify;">3. Diskusi antara MAS David &amp; MAS Sarwanto menelaah kitab-mantra dari Eyang Guru.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Proses komunikasi perkembangan pembelajaran Gantharwa-PK3 yg terhambat oleh tehnologi. PK3 masih mengandalkan sarasehan copy darat&#8230;. (dengan ternyata murid-murid yang mau belajar sangat terbatas, maka bersyukurlah yang memiliki fasilitas lebih, jangan sampai disia-siakan)</p>
<p style="text-align:justify;">5. Fenomena Nyata <span> </span>di makam Eyang Guru. (<strong>Note mas David</strong>: ~Masing-masing menerima pesannya sendiri, ada yang tidak ada, ada yang ada~)</p>
<p style="text-align:justify;">6. &#8220;Siapa yg bersungguh-sungguh, akan menemukan yg dicarinya&#8221; memang benar adanya, plus bonus &#8220;ada kemudahan di dalam kesungguhan&#8221;. Yang rasakan banyak pribadi halus yg mendukung/turut berbahagia disaat para murid mempererat persaudaraan dlm kesatuan ukuran .Cipto~<span style="color:#ff0000;"> </span>Karso- <span style="color:#ff0000;"> </span>dalam  SEJATi ning Raos.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Kerinduan kadang di Padoan-PK3 utk srawung dgn poro kadang di Gantharwa. Karena Kadang David punya kesempatan menguraikan makna dari seluruh pelajaran yang erat kaitannya dengan isi PK3 itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Penjelasan MAS David ttg penglihatan pusaka dlm bentuk batu di tengah sawah-pengalaman pengambilan pusaka.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Terimakasih kpd MAS Sarwanto sekeluarga utk nasi liwet &amp; nogosari nya (saya habis 6 bungkus).</p>
<p style="text-align:justify;">10.Terimakasih mas Sarwanto-mas David-mas Dodo-semua kadang PK3.<br />
Salam PK3- Salam SEJATi.
</p>
<p style="text-align:justify;">11. Penjelasan ttg KASUNYATAN yg sebelumnya (asLi) salah kaprah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Demikian uraian yangbisa disharingkan bersama . Sebagai catatan kaki penyampaian , setidaknya dalam pertemuan <strong><em>sebagai satu pembelajaran berikut menjaga dan perekat komunikasi yang  akan membawa dampak motivasi rasa kebersamaan <span> </span>.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">~Damai di Hati Damai DI Bumi~</p>
<p style="text-align:justify;">Disunting oleh :</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang David Goh~Simpatisan sdr .Tegoeh~Kadang A.Widodo</p>
<p style="text-align:justify;">Salam Sejati</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=539&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/15/silaturahmi-kadang-di-solodari-rumah-guru-djoko-nyekar-ke-eyang-guru-suwahyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a98c0c8edf518fb414be1a1d38a9bcaf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Redaktur1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6495_1173068415003_1476814959_455407_759907_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6495_1173068415003_1476814959_455407_759907_s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6292_1077960237492_1480847003_30204005_7709030_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6292_1077960237492_1480847003_30204005_7709030_s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6495_1173068655009_1476814959_455413_5705220_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6495_1173068655009_1476814959_455413_5705220_s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6292_1077958037437_1480847003_30204002_2838451_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6292_1077958037437_1480847003_30204002_2838451_s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/s1480847003_30204003_3389192.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">s1480847003_30204003_3389192</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERSYUKUR</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/13/bersyukur/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/13/bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 15:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[BERSYUKUR
Oleh: Kadang Leonardus Hariwishnu
Hallo para kadhang, senang bisa berjumpa kembali walaupun hanya dalam sebentuk tulisan. Semoga bisa menjadi bahan diskusi yang membangun spiritualitas kita. Tulisan ini terinspirasi dari sebuah peristiwa dimana saya tiba-tiba teringat akan salah satu guyonan Warkop DKI yang waktu kecil dulu pernah saya dengar lewat kaset lawak mereka. 
Barangkali para kadhang ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=535&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>BERSYUKUR</strong></p>
<p>Oleh: Kadang Leonardus Hariwishnu</p>
<p>Hallo para kadhang, senang bisa berjumpa kembali walaupun hanya dalam sebentuk tulisan. Semoga bisa menjadi bahan diskusi yang membangun spiritualitas kita. Tulisan ini terinspirasi dari sebuah peristiwa dimana saya tiba-tiba teringat akan salah satu guyonan Warkop DKI yang waktu kecil dulu pernah saya dengar lewat kaset lawak mereka. </p>
<p>Barangkali para kadhang ada yang masih ingat lawakan alm. Dono berikut ini:  “Sifat orang Jawa itu selalu merasa beruntung! Kalau kaki kena lempar batu, orang Jawa akan bilang: wah untung nggak kena tulang kering, kalau kena tulang kering, orang Jawa akan bilang: wah untung nggak kena paha.Kalau kena paha, untung gak kena dada. Kalau kena dada, untung gak kena kepala. Kalau kena kepala, untung gak kena mata. Kalau kena mata, untung gak dua-duanya. Kalau kena dua-duanya, untung gak mati”.<br />
<img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/syukur1.jpg?w=320&#038;h=240" alt="syukur1" title="syukur1" width="320" height="240" class="alignnone size-full wp-image-536" /><br />
Saya ingat saat itu bisa tertawa lebar mendengar celotehan Warkop DKI itu, karena dulu memang terasa lucu sekali. Nah, saat merenungkan lelucon itu tiba-tiba saya <span id="more-535"></span>seperti mendapat pencerahan, bahwa sebenarnya dibalik lelucon yang ditampilkan itu tersimpan pesan moral Jawa yang luarbiasa luhur! Mari kita bahas bersama pada kesempatan kali ini ya?</p>
<p>Jika kita perhatikan, rupanya dari dulu para leluhur Jawa sudah tahu bahwa dalam situasi apapun baik itu suka maupun duka, bahkan dalam situasi yang paling burukpun, kita harus tetap mengucap syukur. Namun demikian tentu akan banyak yang mempertanyakan: “Gila apa!!? Wong lagi kena musibah kok disuruh bersyukur! Bego banget sih! Wajar dong pada saat seperti itu orang mengumpat atau terucap kalimat sumpah serapah?”  </p>
<p>Ketika seseorang mengucapkan “aduhh untung gak kena mata!” ia sebenarnya mengucap syukur, minimal ia merasa dalam posisi yang tidak merugi (sekalipun ia sedang merugi). Ingatlah bahwa apapun yang kita pikirkan sepenuh hati (maksudnya pikiran perkataan and perbuatan ‘menyuarakan’ hal yang sama) tentang keadaan kita, maka sebenarnya kita mengundang keadaan itu kepada diri kita untuk kita alami (experience). Bersyukur itu sifatnya mengundang energi positif sedangkan kemarahan, mengumpat, berkeluh-kesah, sumpah serapah itu mengundang energi negatif. Ada orang bijak yang mengatakan: sering-seringlah bersyukur, karena dengan demikian Tuhan yang akan mengirimkan lebih banyak hal-hal yang bisa membuat anda bersyukur lebih banyak lagi. Bahkan buku The Secret juga menuliskan bahwa sebenarnya ilmu hidup ini tak lain adalah  ilmu bagaimana untuk bersyukur.</p>
<p>Mengucap syukur pada saat kita berada dalam posisi diuntungkan sudah lumrah dilakukan setiap orang. Tetapi bukankah kehidupan ini ibarat roda:  ada kalanya kita diatas &amp; ada kalanya kita berada dibawah. Ada kalanya kita untung,  terkadang kita juga rugi. Apakah dengan demikian lantas kita sah-sah saja jika terkadang bersyukur, &amp; terkadang mengumpat? </p>
<p>Jawaban yang bijak untuk pertanyaan ini adalah : Apapun keadaan yang kita alami, baik suka maupun duka, bahkan dalam situasi yang paling buruk pun  pikiran perkataan dan perbuatan kita harus selaras dalam menyuarakan ‘syukur’.<br />
Mengapa??</p>
<p>Ini jawabnya: Orang Amerika mengatakan : What goes around comes around. Orang jawa bilang : Ngunduh waing panggawe. Alkitab berkata : barang siapa menebar angin, akan menuai badai. Barang siapa menggali lubang, akan terperosok sendiri kedalamnya. Orang juga mengenal adanya Karma baik-Karma buruk. Kita tahu bahwa Karma sesungguhnya adalah sebuah proses sebab-akibat.  Jadi rupanya alam semesta ini memang menjalankan hukum sebab akibat dan tidak akan pernah meleset.  Jika kita mengeluarkan energi positif, maka akan kembali kepada kita energi positif 7x lipat. Demikian pula sebaliknya!! Oleh karena itu, setelah kita tahu bahwa kita akan selalu menuai apa yang kita tanam,  untuk apa kita menanam sesuatu yang negatif??  Kalau di TV ada iklan apapun makanannya, minumnya The botol Sosro, maka disini saya mau menyatakan: Apapun situasi yang kita alami, suarakanlah kata syukur  dari hati yang terdalam.</p>
<p>Mengenai bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari saya serahkan kepada kreatifitas kadhang masing-masing  karena disinilah seninya bagaimana merubah energi negatif yang menimpa kita tersublimasi menjadi energi positif. Contoh sehari-hari:<br />
-	Cat bodi mobil kebaret : ketika mata kita membelalak melihatnya segera alihkan menjadi : Ah nggakpapa, untung ada asuransinya.<br />
-	Ketika sepatu kita hilang dicuri orang : pada saat kita hendak mengumpat segara alihkan menjadi : Ah mungkin orang itu sedang butuh, untung sebentar lagi aku dapat uang tunjangan hari raya, nanti beli lagi ahh…<br />
Satu hal lagi: Ki Gendeng Pamungkas dalam salah satu acara Talkshow di TV pernah ditanya; kira-kira manusia seperti apakah yang tidak bisa di santet? Apakah orang yang soleh? Orang yang rajin baca kitab suci? Orang yang rajin berdoa?&#8230;.Ternyata jawaban Ki Gendeng cukup mencengangkan; yang tidak bisa ia santet adalah:  orang yang selalu tersenyum…!!</p>
<p>Siapakah kira-kira yang ia maksud dengan orang yang selalu tersenyum? Apakah orang yang kaya raya? Apakah professional seperti Insinyur, Lawyer, Dokter, maupun Professor? Kita semua tahu mereka tidak senantiasa tersenyum dan sebenarnya hidup mereka penuh dengan permasalahan yang bisa membuat mereka tidak sering-sering amat tersenyum. Lalu siapa itu orang yang selalu tersenyum?  Yaitu mereka yang tahu untuk selalu bersyukur dalam situasi apapun, yang senantiasa merasa berada dalam posisi untung, yang kreatif dalam merubah energi negatif apapun menjadi energi positif. Santet adalah energi yang sangat negatif, ketika ditujukan kepada orang yang senantiasa memancarkan energi positif,  maka santet itu akan segera ternetralisir, jadi ya…mana bisa kena? Hehehe…….. jadi bagaimana saudara-saudara? Yuk mulai belajar untuk mensyukuri kehidupan ini. Terimakasih untuk perhatiannya.</p>
<p>Salam Sejahtera,</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=535&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/07/13/bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/07/syukur1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">syukur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>::Selembar Serat Abang Wasitah~Wasilah diri::</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/06/13/selembar-serat-abang-wasitahwasilah-diri/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/06/13/selembar-serat-abang-wasitahwasilah-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 18:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jabang Sasmito Roso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[
Penyampaian ini sekedar wacana..jauh dari nilai2 ilmiah dan bukan dlm kerangka religius&#8230;
Bagaimna sesuatu yg dikenal akan &#8220;Sebuah yang  lebih&#8221; terpaku dan tersimpan pd kekuatan yg
lebih tinggi , berada pd posisi &#8221;potensi potensi &#8221; batiniah sbg pendekatannya&#8230;
Keyakinan &#8221;diluar itu&#8221; yg dimiliki ,bebas dgn label apapun..bukan satu jalan sbg &#8220;&#8221;Skala Kuasa Pembenaran&#8221;"
Dan Bukan juga dlm arti banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=516&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-524" title="spirit_of_the_savior_dean" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/spirit_of_the_savior_dean.jpg?w=211&#038;h=260" alt="spirit_of_the_savior_dean" width="211" height="260" /></p>
<p>Penyampaian ini sekedar wacana..jauh dari <em>nilai2 ilmiah</em> dan bukan dlm<em> kerangka religius&#8230;</em><br />
Bagaimna sesuatu yg dikenal akan &#8220;Sebuah yang  lebih&#8221; terpaku dan tersimpan pd kekuatan yg<br />
lebih tinggi , berada pd posisi<strong> &#8221;potensi potensi &#8221; batiniah </strong>sbg pendekatannya&#8230;</p>
<p>Keyakinan<strong> &#8221;diluar itu&#8221; </strong>yg dimiliki<em> ,<strong>bebas dgn label apapun</strong></em><strong>..</strong>bukan satu jalan sbg<strong> &#8220;&#8221;Skala Kuasa Pembenaran&#8221;"</strong></p>
<p>Dan Bukan juga dlm arti<em> banyak jalan</em>..yg malah membingungkan..Namun semua beranjak pd nilai2 <strong>&#8220;&#8221;Kemanusiaan dan Kesetaraannya..&#8221;"</strong>~bisa seperti<em> selembar  <strong>serat abang Wasitah ( Spirit ) melalui Wasilah-wasilah ( hubungan) yg tersimpan &#8230;</strong></em></p>
<p>Bagaimana peradaban yg semakin maju melesat,lebih pada kita bukan utk ajang kompensasi melalui<br />
crita2 turunan yg demikian ~religius dsb. Bgmna sekarang sangat<br />
terbukanya informasi,utk lebih memberikan perhatian kpd kedewasaan<br />
pandangan&#8230;keluasan wacana apakah malah mempersempit dlm belenggu<br />
&#8221;hanya satu satunya &#8220;&#8221; yang berlaku benar ????</p>
<p>Dulu sang Copernicus melukiskan gejala banyak orang tdk menerima,selanjutnya?peradaban melampaui loncatan yg sangat jauh<br />
setelah sekian lama baru diakui&#8230;</p>
<p>Saat ini manusia sdg mengalami massa transisi lompatan besar kembali,apa yg mustahil kelak akan menjdi fakta&#8230;dimana masing2<br />
mencoba berperan<strong> &#8221;Memahami Rahasia Pribadi&#8221; </strong></p>
<p style="text-align:left;">Sekarang kita semua sdg berusaha bagaimna meraih masa depan yg lebih baik,</p>
<p style="text-align:left;">Semoga..semua makhluk Bahagaia damai dan   sejahtera.. selalu  dalam <strong>SEMANGAT utk mulai sejenak demi sejenak berani kembali ke dalam diri &#8230;</strong>hingga mulai ikut Andil dalam Memerdekakan akan Rahasia KEbebasan Batin yang sekian lama Terabaikan dalam belenggu  &#8230;.~</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Salam Sejati</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=516&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/06/13/selembar-serat-abang-wasitahwasilah-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b87ed86a3f72420005c71ccd23258bcd?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Jabang Sasmito Roso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/spirit_of_the_savior_dean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">spirit_of_the_savior_dean</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sharing Cangkrukan Yogyakarta..01-06-09.. 21.00</title>
		<link>http://gantharwa.wordpress.com/2009/06/03/sharing-cangkrukan-yogyakarta-01-06-09-21-00/</link>
		<comments>http://gantharwa.wordpress.com/2009/06/03/sharing-cangkrukan-yogyakarta-01-06-09-21-00/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 10:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gantharwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Sarasehan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gantharwa.wordpress.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Sharing Cangkrukan
Yogyakarta..21.00
Oleh: Aris Widodo
Edit: David Goh
Sebelumnya kami mengucapkan Syuku kepada Gusti, berempat bertemu di pinggiran alun-alun. Aroma wedang ronde ,jagung bakar, silih berganti saling melengkapi suasana dengan music jalanan khas Jogja . terciptakan cangkrukan di pojok jalan alun2 .. Tawa senyum  lepas, sambil srupat sruput,kremas kremus&#8230;.kebal kebul ..
Lokasi I : Alun alun Utara
Tamu : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=517&subd=gantharwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sharing Cangkrukan<br />
Yogyakarta..21.00<br />
Oleh: Aris Widodo<br />
Edit: David Goh</p>
<p>Sebelumnya kami mengucapkan Syuku kepada Gusti, berempat bertemu di pinggiran alun-alun. Aroma wedang ronde ,jagung bakar, silih berganti saling melengkapi suasana dengan music jalanan khas Jogja . terciptakan cangkrukan di pojok jalan alun2 .. Tawa senyum  lepas, sambil srupat sruput,kremas kremus&#8230;.kebal kebul ..</p>
<p>Lokasi I : Alun alun Utara<br />
Tamu : Kadang David<br />
          Kadang DOdo<br />
Umum: Mas Eko<br />
          Mas Agus</p>
<p>Mas David menyampaikan  mari  mulai mencoba bersatuan ukuran, demikian hingga masing2 punya karso. Banyak sekali kita menganggap sesuatu di biarkan mengalir, padahal mengalir berarti kita tidak berkemauan, kita telah terjebak pada situasi dan kondisi, namun kalau berkesatuan ukuran maka kita akan memproses, dan di situlah munculnya Karso… pada akhirnya itulah pasrah yang sebenarnya, tidak pada situasi dan kondisi.<br />
<img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/alun-alun-jogja.jpg?w=256&#038;h=192" alt="Alun-alun Jogja" title="Alun-alun Jogja" width="256" height="192" class="alignnone size-full wp-image-518" /><br />
Sembari menikmati udara malam ..letupan2 <span id="more-517"></span>pertanyaan tercatat dalam hati &#8230;.dan biarkan semua kembali menjadi pertanyaan ke dalam diri&#8230;hanya diri dan diri ,,,</p>
<p>Hikayat manuisia  secara semesta dan manusia dalam dunianya sendiri &#8230; Ada sebuah hubungan kehidupan kehidupan didlam diri kita ,,,,disana ada sebuah hubungan hubungan terpendek, loncatan&#8230;komunikasi terkecil dan sekecil kecilnya .. apa itu mahluk hidup dan siapa yang di sebut hidup, apakah hanya sebatas diri manusia yang di sebut mahluk hidup, boleh juga saya mengatakan kepada anda bahwa Galaksi itu adalah suatu mahluk hidup.. sama halnya atom terkecil dalam diri anda adalah mahluk hidup yang berkesadaran Roh, demikian kesadaran lainnya terbentuk menjadi manusia fisik, maka menjadi mahluk hidup yang besar, sama hal nya galaksi yang punya planet (sebagai atom terkecil diri).<br />
Hikayat manusia mengenal tuhan dgn cara  agama salah satunya APakah demikian hanya satu satunya??</p>
<p>Dan apakah harus dengan cara menganjak Agama dalam meniti lebih jauh akan hal hal yg akran ikatakan SPiritual?? Atau jangan-jangan tuhan yang tertulis di kitab suci adalah tuhan yang hanya jagat raya..<br />
Mari kita membayangkan, diri kita berempat di alun-alun ini, lalu kita berada keluar sebagai penonton melihat diri kita dari atas, dan terus naik kita lihat alun-alun jogja ini, dan naik lagi kita lihat kota jogja ini, dan keluar lagi kita naik dan melihat pulau jawa, dengan lampu malam yang indah, kita naik akhirnya kita keluar dari bumi ini dan melihat bola bumi yang begitu besar, namun mari kita terus menjauh dari bumi kita akan lihat bulan, dan secepatnya kita terus menjauh kita akan lihat tata surya kita, disana ada matahari dan susunan planet yang kecil-kecil, mari kita menjauh lagi, singkatnya kita akan ketemu bintang lain dan kita telah menjauh dari bintang dan terus menjauh, akhirnya kita bisa melihat kumpulan dari bintang-bintang di galaksi kita (bayangkan saja, jangan di campur dengan pertanyaan benar tidaknya) lalu mari kita menjauh dari galaksi kita, kita akan lihat berbagai banyak galaksi, kumpulan awan galaksi yang jauh dan bentuknya ribuan bahkan jutaan,  kita sanggup melihat dan terus menjauh, akhirnya kita bisa melihat kumpulan dari semua  galaksi-galaksi yang kita sebut saja sebagai Alfa, dan kita terus menjauh-menjauh.. sampai akhirnya alfa itu kita lihat ada banyak ribuan bahkan jutaan.. dan kita menjauh, kumpulan dari semua alfa terlihat jelas berkilau bersinar dengan damai, inilah kita sebut sebagai jagad raya…<br />
Pertanyaannya, ada berapa jagad raya, dan kumpulan jagad raya apa? Nah.. jangan-jangan yan g kita kenal hanya sebatas Tuhan Sejagad Raya saja..</p>
<p>Nah.. kita juga bisa lihat, bisa merasakan kembali.. seberapa halusnya kita, mungkin kita adalah partikel dari cahaya.. jangankan bandingkan jagad raya, bandingkan dengna bintang terbesar yang dekat dengan matahari saja kita ini debu pun tidak!!! Ya&#8230; jadi masih mau sombong&#8230; he&#8230;he&#8230;he&#8230;</p>
<p>Lah kok kita senangnya koar-koar mengenal tuhan lebih akrab.. bahkan hanya dasar dan sebatas kitab suci saja?<br />
Maka saya waktu april kemarin mengajak, “Kulo Nyedani Gusti”, karena kalau tidak, maka kita akan terblok habis.. maka jangan heran kalau kita mau jadi Sejati akan terblok karena kita tidak mau keluar dari “anggapan”.<br />
Iya silahkan di renungkan..<br />
Kita mau jadi diri sendiri?<br />
beragama utk menjadi seperti orang lain? (meniru nabi, meniru yesus, budha), melakukan kebajikan karena meniru, mau menjadi orang lain… atau karena di suruh.. celakannya lebih adalah karena alas an takut, bukan karena kesadaran.<br />
Manusia utk agama?<br />
Agama untuk manusia?</p>
<p>Apakah demikian adanya kehidupan hanya dibatasi kematian??  Apakah sesempit itu ?<br />
Semua terlepas dalam benak masing masing ..tiada kesimpulan dan kesimpulan</p>
<p>&#8220;&#8221;"Saat kita akan menjadi Obyek Anggapan~Penilaian  ,yang kita lakukan dengan mengamati biarkan dan lihat setelahnya  &#8230;&#8221;" bila masih demikian ada nya Cikal bakal daripada  AWAL Kehancuran.<br />
Kebangkrutan Iman adalah  seseorang yang MUrni berniat tidak baik  kepada kita  dengan alasan Kebaikan apapun Pun &#8220;&#8221;</p>
<p>Pukul 23.00 meluncur ke Lingkungan Kerajaan isalm Mataram di Kota Gede</p>
<p>Kami masuk keadaan sangat rame sekali &#8230;<br />
Sejenak ngobrol dengan Juru Kunci disana sambil isi buku tamu<br />
masuk kaami lewat pintu timur . Ada sebuah Gerbang yang dikatakan<br />
gerbang masuk komplek Makam Kotagede yang berbentuk gapura paduraksa dan pohon beringin tua yang masih tumbuh kokoh sampai sekarang.<br />
<img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/makam-raja-mataram.jpg?w=256&#038;h=192" alt="Makam Raja Mataram" title="Makam Raja Mataram" width="256" height="192" class="alignnone size-full wp-image-519" /><br />
Bangunan model paduraksa itu telah dikenal sejak masa Majapahit.<br />
Setelah beberapa saat mengelilingi sekitar Masjid kami masih melakukan<br />
perjalanan &#8230;ceritanya mencari tantangan mencari tenpat angker <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Aku coba tanya ke seorang disana &#8230;.disii ada tempat yg Wingit r?<br />
Orang tersebut mengkernyitkan Dahi &#8230;<br />
aku langsung jawab Iya aku mau cari temnpat yg katanya wingit  bisa tunjukin?</p>
<p>Dia bilang ada Di daerah Situs Watu Gilang</p>
<p>Langsung kami meuju ke Lokasi kira2 400 meteran keluar lalu belok<br />
kanan dari Pintu timur<br />
Sesampai disana kami berhenti di bawah pohon beringin ..kami tertarik<br />
masuk ke dalam sebuah tempat Pemakaman Keluarga Hamengkubuwono<br />
VII_VIII_IX</p>
<p>DIsambut oleh Bp Wanto sebagai Juru Kunci ,,,kami memperkenalkan,<br />
pak Wantio memberikan pembukaan penyampaian demikian :<br />
Tempat ini dinamakan Hasto Renggo seperti yg tertulis di Pintu Gerbang<br />
yang berrati Delapan Bangunan atau dikatakan komplek ini dibangun pad<br />
amasa Hamengkubuwono VIII<br />
langusng mengajukan permohonan utk berkunjung ke dalam makam . Kamipun<br />
diantar masuk kedalam . Melewati satu buah Pintu yg terhubung dengan<br />
Pemakamanan .</p>
<p>Suasana sangat sunyi dan sepi tiada orang disisitu . Kami langusng<br />
menuju ke dalam Pemakaman dan duduk Meditasi<br />
Semenara mas David duduk Meditasi di Sanggar lain.<br />
<img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/makam-hasta-renggo.jpg?w=460&#038;h=345" alt="Makam Hasta Renggo" title="Makam Hasta Renggo" width="460" height="345" class="alignnone size-full wp-image-521" /><br />
Saat itu tertangkjap pesan demikian &#8230;<br />
Poro  Kadang  SInorowedi sopo wae &#8230;&#8230;<br />
Eling &#8230;kanggo poro ksatrio<br />
Golek Kaweruh kang ngandum karsoning Pakerti<br />
Kanthi Karso ing njogo , nggowo Kaweruh ugo  nganggo dasar Tatanan<br />
Leluhur kang wis ngeki Tulodho<br />
pakerti lan tulodho kang Ono Ing njeron Kalimosodo&#8230;guguono lakonono<br />
kanthi men po do Le temoto Teroske..<br />
Ojo gampang mutung lan kuciwo ndelok kahanan ..<br />
Tetepo  nindakkae laku kaweruh le koyo mengkono mau ..<br />
katetepono Kanthi alon2 mesti klakon kanthi Karso kasembadano kanthi<br />
Temen Tuntas lakonono&#8230;</p>
<p>Sampaikan kepada Sanak Kadang yang memaang mau mengerti &#8230;.<br />
Kaweruh sebagai Landasan akan  Budi Pakerti Yang bersedia membawa<br />
Kaweruh dan tetap menjaga Nilai Tatanan Budaya Kaluhuran menyangkut<br />
Kalimasada &#8230;..Teruskan &#8230;.Jangan pernah Lelah berjuang utk hal hal<br />
yang kecil dan sederhana  dalam ikut menjaga AJaran &#8230;lakukan semua<br />
dengan Total &#8230;.</p>
<p>Setelah kir akira 2 jam kami diatar oleh Bp Wanto ke Komplek watu<br />
Gilang sambl beliau membrikan Cerita  kepada kami &#8230;</p>
<p>Watu Gilang<br />
.Konon mau di bawa oleh Belanda tapi tidak bisa terangkat .<br />
Fungsi : Singgasana Pisowanan Penembahan Senopati<br />
Ukuran/bentuk :kurang lebioh  2 x 2 meter berwarna hitam.</p>
<p><img src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/batu-gilang.jpg?w=256&#038;h=192" alt="Batu Gilang" title="Batu Gilang" width="256" height="192" class="alignnone size-full wp-image-520" /><br />
Oleh Bapak Wanto ditunjukkan ada  goresan dan pahatan-pahatan tulisan<br />
dalam beberapa bahasa</p>
<p>Makna tulisan mengenai keluh kesah akan  kepasrahan terhadap nasib.</p>
<p>Kalo dulu mana ad Face Book eeeheeee&#8230;.coba udeh ada mana orang corat<br />
coret di bebtaun demikian yah &#8230;<br />
Makanya kalo dipikir kita nih untungg dan patut bersyukur ..</p>
<p>Diatas batu ini juga Panembahan Senopati mendapat wangsit lewat i Lintang Johar.</p>
<p>Batu andesit hitam ini dibawa dari Hutan Lipuro yang kini dikenal<br />
dengan daerah Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY.</p>
<p>Di atas singgasana batu inilah Kerajaan Mataram digerakkan oleh<br />
Panembahan Senopati.</p>
<p>Terdapat cekungan dis sisi sebelah timur . Cekungan pad abatu akibat<br />
dibenturkannya kepala Ki Ageng Mangir, musuh sekaligus menantu<br />
Panembahan Senopati, hingga tewas.<br />
paling tidak napak tilas satu sejarah keamren sangat memberikan<br />
pengetahuan paling tidak tentang sejarah leluhur kita .</p>
<p>Setelah kami sempet bertanya utk mendokumentasikan bapak Wanto<br />
menjawab bila Panembahan Senopati mengijinkan ..yang pad aakhirnya<br />
kami bis amendokumentasikan foto foto didalam sius Watu Gilang<br />
Tersebut</p>
<p>Kira kira Pukul 3.30 kami anggap cukup dan Mohon pamit dan rasa syukur<br />
terimaksih yang mendalam juga kepada  Terimakasih kepada Beliau juga<br />
kepada Kadang dan Sanak yang menyimak pembicaraan kami.</p>
<p>Menuju Jalan KHA. Dahlan untuk makan gudeg (nyam… nyam..nyam)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gantharwa.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gantharwa.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gantharwa.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gantharwa.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gantharwa.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gantharwa.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gantharwa.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gantharwa.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gantharwa.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gantharwa.wordpress.com/517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gantharwa.wordpress.com&blog=599159&post=517&subd=gantharwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gantharwa.wordpress.com/2009/06/03/sharing-cangkrukan-yogyakarta-01-06-09-21-00/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/658a4039b6628ddaeed55736c04a7341?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">natawarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/alun-alun-jogja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Alun-alun Jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/makam-raja-mataram.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Makam Raja Mataram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/makam-hasta-renggo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Makam Hasta Renggo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gantharwa.files.wordpress.com/2009/06/batu-gilang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Batu Gilang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>