Renungan

ÉLING lan WASPADA

ÉLING lan WASPADA

Sebuah tulisan persembahan dari seorang sahabat seperjalanan Bapak Ngestoe Rahardjo.

Terima Kasih Bapak Ngestoe Rahardjo, semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan tercerahkan.wayang-online1.jpgwayang-online1.jpgwayang-online1.jpgwayang-online1.jpg

Dalam menjalani hidup dan kehidupan dalam berbagai aspeknya, seringkali kita temukan nasehat atau petunjuk-petunjuk wayang-online1.jpgwayang-online1.jpgsederhana dari para orangtua kita amat bermanfaat. Di dalam ajaran agama manapun juga, kita diajari untuk menghormati dan berbakti kepada orangtua dan para leluhur. Salahsatu cara (mungkin yang paling utama) untuk menghormati beliau adalah dengan mengamalkan petunjuk dan nasehatnya, serta menjadikannya tuntunan didalam menjalani samudera kehidupan ini. Secara pribadi saya pernah menganggap nasehat-nasehat beliau sesuatu yang kuno dan tidak relevan lagi dengan tuntutan jaman; walaupun dalam batas-batas tertentu dan hal-hal khusus anggapan serupa ada juga benarnya, namun amat banyak nasehat-nasehat yang tetap relevan sepanjang masa. Salah satunya adalah “untuk senantiasa éling lan waspada“, dalam setiap gerak langkah kita. Nasehat ini ternyata senantiasa relevan didalam menjalani hidup dan mengarungi samudra kehidupan.

Untuk dapat senantiasa éling, ternyata tak semudah yang kita bayangkan sebelumnya. Éling dalam bahasa Indonesia dapat dipadankan dengan ‘sadar’. Manusia yang telah sadar tentu Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 47 Komentar

KAU MELIHAT DUNIA HANYA SEBATAS PANDANGANMU

KAU MELIHAT DUNIA HANYA SEBATAS PANDANGANMU 

Oleh: Kadhang Pangeran Aji Soko 

PandangankuIngatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan?…. Ketika engkau mulai melangkahkan kakimu setapak demi setapak?…. Ingatkah engkau, ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimu yang mungil?…. Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak terjangkau oleh tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.   Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup untuk menudungi kepalamu…..

Kau menengadah ke atas dan melihat lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau mengulurkan tanganmu untuk menjangkaunya…. Tapi kau tak sanggup. Segala sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki mungilmu yang berusaha untuk menggapainya.  Lalu kau mendengar sebuah suara memanggilmu…. Kau mencari berkeliling dengan tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 4 Komentar

MEDITASI

Meditasi

Oleh: Nata Warga

 meditasi.jpgSebagai manusia yang disebut fana, dalam diri manusia terdapat banyak sekali ikatan-ikatan yang mengakibatkan perkembagan spiritual kita terhambat. Banyak cara yang telah di tempuh agar manusia lepas dari semua ikatan, sampai juga terbentuknya agama-agama dan kepercayaan agar manusia bisa lepas dari keterikatan sehingga bisa melanjutkan perjalanan spiritual manusia dalam pertualangan dimensi kerohanian.Akan tetapi konsep yang sudah sejak dulu lama ada, yang juga merupakan konsep mendasar yang juga ada di setiap kepercayaan adalah MEDITASI. Namun jarang di pakai walaupun sejak dulu kala sudah ada. Meditasi adalah jalan untuk mencapai pelepasan. Dalam meditasi manusia akan melepas dunia yang rumit di luar untuk dapat meraih dunia yang tenteram di dalam. Dalam semua jenis aliran mistik Baca lebih lanjut

Categories: Renungan

SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER

SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER

Oleh: Kyai Pager Rasa 

krishnaarjuna.jpg

Berbicara tentang pengertian dan konsep Sedulur Papat Kalima Pancer adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dalam diri manusia, maka di Gantharwa sendiri juga mengajarkan hal ini. Secara lengkap tentunya tidak bisa diterangkan secara detail kata demi kata. Pada prinsipnya Manusia Jawa yang sejati (Kwalitas) atau setiap manusia mempunyai cita-cita yang utama yaitu Manunggaling Kawula Lan Gusti, walaupun kadang dalam bahasa yang berbeda. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, manusia harus kembali ke asalnya (sebagai pribadi penciptaan awal) atau menjadi manusia seutuhnya, bagaimana manusia menuju menjadi manusia seutuhnya, manusia harus menjadi AJI SAKA. Aji Saka maknanya adalah kaweruh/kesadaran dalam menghargai secara maksimal dengan berperanan utama. (Atau menjadi Raja yang Beperanan Utama). (konsep Aji Saka akan ada materinya. Red).Untuk menjadi Aji Saka, Jawa memiliki dasar, dasar dari Jawa adalah KALIMASADA, atau dalam pewayangan dikatakan, seorang manusia tidak akan mati jika telah memengang Jamus Kalimasada, seperti cerita pewayangan adalah SAMIAJI atau YIDISTIRA, begitu sucinya diceritakan, sehingga darahnya juga putih.Maka Kalimasada banyak sekali menjadi perebutan dan untuk mengerti dan tahu tentang Kalimasada banyak sekali yang telah mencari kemana-mana, bahkan saling berebut dan terjadi perang. Bahkan jaman sekarang pun banyak yang telah salah mentafsirkan Kalimasada, bahkan cenderung ngawur. Kalimasada bisa diartikan juga sebagai Pancasilanya Jawa, karena merupakan dasar untuk semuanya.   Untuk menjelaskan Kalimasada secara tepat maka jawa telah membuat penjelasan yang lebih sederhana atau dibuat semacam miniatur Kalimasada, yaitu Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 424 Komentar

Kembali Menjadi GANTHARWA / KEJAWEN Yang SATU

Kembali Menjadi GANTHARWA / KEJAWEN Yang SATU
Oleh: Nata Warga

gunungan.jpgTulisan ini saya buat merupakan hasil dari suatu ketika saya ngobrol dengan Kadang Jose, obrolan kami yang santai ini pas saya baru selesai ketemu pasien yang konsultasi, memang sudah seperti halnya seorang dokter, bahkan kadang-kadang sudah seperti dianggap sebagai dewa bagi mereka, apa yang kita katakan pasti dituruti dan bahkan bisa-bisa disembah. Padahal telah beberapa kali mengatakan kepada mereka untuk tidak mengkultuskan, memang saat mau menjadi rendah hati sulit kalau ini telah melibatkan orang yang telah merasa di Bantu dalam hidup mereka, sebanarnya ini juga bagian yang memang saya terus hindari agar tidak terjadi pengkultusan pribadi yang berakibat jatuhnya seseorang, sebab memang itulah proses seseorang akan jatuh kalau tidak hati-hati dengan apa yang disandangnya, ini adalah Goda Kemuliaan. Kalau mau dipakai untuk menjadi jahat dan menipu orang sangat gampang sekali, karena tinggal kita yang atur.

Hal ini juga menginggatkan diri saya pada sosok Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 10 Komentar

Semua Manusia Harus Melewati Tiap Proses

Mengenang 5 tahun Pak Joko,Pak Bagyo & Roy
Sabtu 24 Februari 2007
Oleh: Kadang Sardiatmo

Sabtu malam kemarin, di padepokan diadakan acara mengenang 5 tahun dari Pak Joko,Pak Bagyo & Roy. Diikuti: Bu Joko, Clara,Vita, Mennix & saya sendiri.

Dimulai dengan silaturahmi seperti biasa, kemudian berkembang ke pembicaraan tentang lisensi/paten.Demikian liputannya:

Semua orang mempunyai permasalahan hidup masing-masing. Sulit/mudah terlihat dari bagaimana orang tersebut menyikapinya. Kalo kita ingat saat suro kemarin….Bu Joko menyampaikan tentang perumpaan seekor ulat yang akhirnya jadi kupu-kupu……….
kepompong.jpgAda seorang ahli serangga yang mengamati 2 ekor ulat yang sedang berproses untuk menjadi kepompong, sang peneliti tiap hari selalu mengamati perubahan yang ada, suatu hari kedua kepompong mulai bergerak-gerak. Si peneliti ingin menolong kepompong tsb,segera ambil gunting memotong kepompong agar si makhluk dalam kepompong tadi untuk bisa keluar….ternyata Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 3 Komentar

Mengenang Sang Guru 5 Tahun

24 Februari 2002 – 24 Februari 2007
Mari kita merenungkan apa yang telah diajarkan Kyai Ganjel pada kita semua setelah 5 tahun tidak bersama Kita Semua:
1. Apa Yang Telah Kita dapat dariNya
2. Apa Yang telah Kita Kembangkan dalam 5 tahun Ini
3. Apa Yang telah kita Sumbangkan pada Sesama Kita

Renungan kita bisa lakukan secara serentak dengan Meditasi pada tanggal 24 Februari 2007 Pukul 22:00 Wib, ditempat masing-masing, dalam kurun waktu 15 Menit – 1 Jam.

Yang Mau Mampir Padepokan tanggal 24 Februari 2007 Datang Pukul 19:00 Wib

Categories: Renungan | 3 Komentar

Merenung Saat Sang Guru Meninggalkan Kita

Merenung Saat Sang Guru Meninggalkan Kita
Oleh: Kadang Gondo Arum

Seperti mimpi .. kematian Pak Joko .. Pak Bagyo dan Roy begitu tidak terduga… aku tidak akan mempertanyakan mengapa ini semua terjadi.. juga mengapa aku dan kadangku Desi harus menjadi saksinya …
Begitu banyak pelajaran dan kaweruh yang luar biasa… tak ternilai harganya yang kudapat dari Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 2 Komentar

Obrolan Dengan Sang Guru

Obrolan Dengan Sang Guru
Disalin: Kadang Gondo Arum

Obrolan minggu siang di padepokan bersama Guru,
Lihatlah Yesus … Puncak kehidupan Yesus :
• dengan membuat keputusan: “ Jadilah kehendakMu”
• pelaksanaan dengan kesungguhan (wafat di kayu salib)
(orang yang sungguh2 taruhannya adalah nyawa….)
Cobalah intisarikan kedua hal diatas … (isi lisensi) Inilah yang menyebabkan kenapa Lisensi/Paten hebat …bila kita menghadapi masalah, gunakan pengertian ini karena dengan lisensi kita jadi tertinggi (tp tetap dibawah Allah)
“ tidak ada yang bisa menandingi orang yang menggunakan lisensi ”
“ pengertian itu takkan ada tanpa laku “

Tambahan:
Kalau kita berdoa/mendoakan orang lain tidak berarti kita memaksa Allah tapi membuat orang yang kita doakan spy mau membuka diri untuk kasih Allah atau Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 1 Komentar

KETIKA GUSTI ALLAH BEGITU DEKAT DENGAN KITA

KETIKA GUSTI ALLAH BEGITU DEKAT DENGAN KITA
(Terinspirasi dari lagu Mahadewi)

Oleh: KADANG IIN

Hamparan langit mahasempurna, bertahta bintang-bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar, teruntai turun menyapaku….

Lagu Mahadewi, bisa jadi lagu ini adalah lagu pujian bagi kekasih tercinta. Karena kekasih yang dirasa sempurna, pastilah pujian seperti yang terlantun dalam lagu ini, tidak akan sia-sia diberikan.
Tapi marilah kita merenungkan, lagu ini terlalu indah jika ‘hanya’ diberikan untuk kekasih. Lagu ini lebih mengingatkan kita kepada Gusti Allah. Baca lebih lanjut

Categories: Renungan | 3 Komentar
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 497 pengikut lainnya.