::Selembar Serat Abang Wasitah~Wasilah diri:: 13 Juni 2009
Posted by Jabang Sasmito Roso in Serba Serbi.trackback

Penyampaian ini sekedar wacana..jauh dari nilai2 ilmiah dan bukan dlm kerangka religius…
Bagaimna sesuatu yg dikenal akan “Sebuah yang lebih” terpaku dan tersimpan pd kekuatan yg
lebih tinggi , berada pd posisi ”potensi potensi ” batiniah sbg pendekatannya…
Keyakinan ”diluar itu” yg dimiliki ,bebas dgn label apapun..bukan satu jalan sbg “”Skala Kuasa Pembenaran”"
Dan Bukan juga dlm arti banyak jalan..yg malah membingungkan..Namun semua beranjak pd nilai2 “”Kemanusiaan dan Kesetaraannya..”"~bisa seperti selembar serat abang Wasitah ( Spirit ) melalui Wasilah-wasilah ( hubungan) yg tersimpan …
Bagaimana peradaban yg semakin maju melesat,lebih pada kita bukan utk ajang kompensasi melalui
crita2 turunan yg demikian ~religius dsb. Bgmna sekarang sangat
terbukanya informasi,utk lebih memberikan perhatian kpd kedewasaan
pandangan…keluasan wacana apakah malah mempersempit dlm belenggu
”hanya satu satunya “” yang berlaku benar ????
Dulu sang Copernicus melukiskan gejala banyak orang tdk menerima,selanjutnya?peradaban melampaui loncatan yg sangat jauh
setelah sekian lama baru diakui…
Saat ini manusia sdg mengalami massa transisi lompatan besar kembali,apa yg mustahil kelak akan menjdi fakta…dimana masing2
mencoba berperan ”Memahami Rahasia Pribadi”
Sekarang kita semua sdg berusaha bagaimna meraih masa depan yg lebih baik,
Semoga..semua makhluk Bahagaia damai dan sejahtera.. selalu dalam SEMANGAT utk mulai sejenak demi sejenak berani kembali ke dalam diri …hingga mulai ikut Andil dalam Memerdekakan akan Rahasia KEbebasan Batin yang sekian lama Terabaikan dalam belenggu ….~
Salam Sejati
salam kangmas Dodo dan para kadhang ..,
betul kangmas.. kesemuanya dalam tahap pemulaian.. menggali kembali yang selama ini membelenggu untuk kembali kepada kebebasan dan kemerdekaan bathin… semakin modern jaman semakin banyak wacana dan wawasan.. namun ternyata semua itu tidak menjadi acuan pembebasan bathin… banyak jalan semakin banyak kebingungan .., mana yang benar mana, yang paling bena,r dan mana yang benar benar dan pener..,ternyata akhirnya kembali kedalam diri…,menggali kembali pemurnian yang semenjak dalam kangdungan telah diberikan Gusti.., sampai mitoni, lahir, dewasa dan ternyata dalam penggemblengan kehidupan mengalami ketertutupan pemurnian bathinya…, tidak mati.. malah subur.. mati dalam hidup.., malah hidup dalam mati, kita mulai berjuang untuk semua aspek mengejawantahkan dan menerapkan dalam kehidupan sehari hari.. menuju kembali kejayaan Nusantara…, semoga nggih para kadhang.., mohon koreksi nggih kangmas…, salam taklim.
Salam Mas Ian …
Mencoba menaggapi…biar gayeng rengeng rengeng …
Seekdar sama sama berbagi ,…bukan niat memberikan jawaban atau kesimpulan …
Kalo boleh copas ( comot pasang ) akan muatan si ALBert Eisntein :
:: Ilmu Pengetahuan tanpa Agama Pincang~ Pengetahuan tanpa AGama akan Buta ….
Selayaknya agama disini bukan menjadi Pembenaran sePihak ..lebih kepada satu tonggak Dasar pada awalnya …
Saya pribadi lebih sreg dengan istilah “Kaweruh~Pengertian”
bagaimana saat ini kta baru menuju kepada satu serat abang transformasi Batiniah utk memodifikasi Batin kembali : terkait menyedihkan dan menyenangkan ,~ Penalaran ~ Kekeliruan~imaginasi~tidur dan ingatan pada masing masing perjalanan.
Demikian juga dengan Pengetahuan Formal ilmu Pengetahuan ..tanpa adanya landasan kaweruh hanay akan menhancurkan dn kekuasaan.
Semua berproses Menuju Pengejawantahan akan Hukum Universal …proses pergeseran Pandangan ilusi akan “”satu yang paling”" ( satu agama paling baik ~satu negara paling unggul ~satu ajaran paling benar) ..
Semua sedang bergerak kembali …terpenting perlunya landasan “”Kaweruh dan Ilmu Pengetahuan”" hingga tidak menimbulkan salah pandang . Semua hanya bisa dimulai dengan ”kembali ” menemukan diri sendiri berikut akan mengenal Hukum hukum pandangan yang lebih luas bebas dan luwes ….semoga ..saat kita mengenal diri ,,,terbuka hati dan pikiran mengenal keluasan padnangan ,jiwa lebih kepada ada rasa cukup , dan rasa syukur semakin di kedepankan …hingga kita tidak akan pernah sendiri di alam hidup dan kehidupan ini….aku dalam kami dan mereka ..mereka ada dalam kami dan aku ….
Siapa mengenal dirinya ,,……akan mengenal semesta jagad agung yang ada …..semoga ..
Salam Sejati
salam kangmas..,
terima kasih atas pencerahan dan kaweruh dari panjenengan…, tapi apakah albert einstien saat itu berpegang pada suatu agama ya kangmas.., dan hasil penciptaannya tentang ilmu pengetahuan memberikan maslahat bagi orang banyak sampai saat ini,saat dalam kesibukan penelitian dan pencurahn pikirannya.. apakah ada kesempatan untuk meneliti atau memaknai agama.. sehingga beliau bisa membuat moto ya kangmas…,
sedangkan kita saat ini sedang sibuk untuk mengenal diri dan agama sebagai acuannya jalan untuk menuju…, tapi bukankah kesemuanya sudah dibekali sejak kita lahir kangmas. cuma apakah kita dapat mengolah dan tidaknya.., pengetahuan memang dilandasi kaweruh…dan kaweruh tidak selalu dari agama…, bisa dari siapapun, dan memang dalam hukum universal …, berarti kita benar benar dalam kepasrahan totalitas sehingga lebih kepada keluasan pandangan dan rasa syukur yang meliputi….., tapi apakah jiwa mempunyai rasa yang cukup baik dalam segi wadag maupun spiritual …, selagi manusia itu ngejawantah dimuka bumi., menemukan diri sejati.. perjalanan yang sangat panjang ..dan berliku penuh aliran sungai…, dan dari aliran sungai menawarkan perahu yang aman dan bagus untuk menuju… dari sungai 1 ke yang lain…, perahunya selalu saja ada olengnya kadang terbawa arus berbelok dan kembali tenang…, ternyata dari sekian banyak aliran sungai…, semuanya ada saat keruhnya dan beriak., akhirnya lelah belum sampai tujuan…, belum terpuaskan perjalanan ini…, akhirnya hanya pasrah dan dalam kepasrahan, kembali kediri…, baru mulai…, kaweruh lelulur.. lebih saya pahami dan saya jalani.
terima kasih
salam sejati,
rahayu karaharjan..,
yah mari semuanya,kita kembali ke kawitan,kembali ke kediri,ke diri sendiri……..
Mas Ian dan sederek kadang ..Terimakasih
sepindah maleh saya disini dalam konteks berbagi saja nggeh ,..tidak maksud memebrikan jawaban ..
Ijin Sedikit nyangkruk …
Terimakasih mas Ian utk tanggapannya ,
terus expresikan ..jangan dihambat dipendam …
Menambahkan Ulasan tentang ALbert Enstain :
menurut pendapat saya dia seorang Deist ..percaya tuhan tpersonal god ..welas asih bukan penghukum ..
~Einstein say :
“The religion if the future will be a cosmic religion. It should TRANSCEND A PERSONAL GOD and avoid dogmas and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things, natural and spiritual, as a meaningful a unity.”
Arti ~
“Agama masa depan akan menjadi agama kosmik. Agama itu harus bisa melewati suatu personal tuhan dan menhindari dogma dan theology (teori ketuhanan). Mencakup natural dan spiritual, hal tsb seharusny didasarkan ats pngetahuan religi yg tmbul dr pngalaman thd sgala sst,yg alami dan spiritual,sbg suatu pngertian/makna yg utuh.”
Carita Eisntein :
Einstein juga pernah bilang, TUHAN menciptakan dunia tidak sedang bermain dadu..
Einstein saat masih sekolah :
Prof bertanya..mahasiswa sekalian apakah Tuhan menciptakan segalanya?
sorang mahasiswa menjawab ya…
jika kau bilang iya..berarti Tuhan menciptakan kejahatan..
mahasiswa tersebut terdiam…
prof dengan sombongnya menyatakan bahwa agama adalah mitos…
namun seorang mahasiswa bertanya ..prof apakah dingin itu ada??
prof menjawab jelas ada…
mahasiswa tersebut menjawab tidak itu tidak ada..yang ada adalah ketiadaan panas..dst2..
mahasiswa itu bertanya lagi..apa gelap itu ada..
prof menjawab jelas ada..
mahasiswa ersbut menjawab tidak ada..karena itu adalah ketiadaan terang…dst2..
mahasiswa tersebut bertanya kmbali apakah kejahatan itu ada..
prof menjawab tentu saja ada saya liat fakta di koran..
mahasiswa menjawab tidak ada..itu terjadi karena ketiadaan Tuhan di hati manusia..Tuhan tidak menciptakan kejahatan..
mahasiswa tersebut adalah”" albert einstein..”"
“”Apalah artinya beragama dan bertuhan, Pemikir , Berilmu bila masih menggeliat geliat kepada perbedaan utk pembenaran ..yang semestinya berangkat dari pernedaan pun bukan sebagai masalah bila sudah melihat serat abangan didlamnya …
Ada sedikit tips sederhana utk berbagi akan hal hal yang sering mengakibatkan pandangan hingga menjadi bias dan maya ( baca::salah arah ) …:
::Apalah artinya menjadi seorang yang cerdas tangkas dan berilmu , pikiran terbuka tapi hati masih “”tertutup …”"
::Apalah artinya Hati yang sudah terbuka tapi Pikrian sebagai satu Fitrah penting masih “”tertutup dengan ilmu “” hingga tidak mengenal itu semua ….
Yang lebih perlu diperhatikan menueurt hemat saya ..Bagaimana semua itu mengalir alami ….seprti tumbuhnya tanaman ke atas ,….dan air yg mengalir ke bawah menuju ke muara…
Demikian mas Ian saya coba lagi mengurai ….
Yang jelas meniko boten jawaban Mutlak …inisekedar sharing pandangan saja….
Dan kita semua sedang Berposes ….
Teruntuk mas Bambang
Terimakaish dengan kerucut pesan~sanepan dengan pendekatan nya …
semoga semua makhluk berbahagia.
Salam Sejati
pamuji rahayu..,
terima kasih mas.., dharingnya , diperhatikan, disimak dan dijalankan..,
salam sejati
rahayu..,
Salam mas Dodo,
maturnuwun…ikut menyimak…….
Nyadhong dhawuh……….
Salam SEJATi
pamuji rahayu…,
salam mas tegoeh.kusuma.., nyadong dhawuh… , np dhawuhipun dicadongaken…, monggo…, ngantu ngantu rawuhipun para kadhang… mugya sedayanipun tansah karaharjan…, monggo dipun sumet malih dimaripun .. ampun ketelasan lisah..,
salam sejati
rahayu…,
SUmangga mas Tegoeh dan Mas Ian ,,…
Gelar gulung kembali ,,disini ….silahkan …saya juga simak,…
Salam Sejati
Nuwun injih sedoyo MAS-MAS, maturnuwun. Nyuwun dipun keparengaken nderek atut runtut reruntungan…
Salam SEJATi.
hehehe… Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang buat saudara ku yang pada ngumpul di sini… mas Hadi hayuuu atuuuh geura balik ka Bandung… hehehe… tos kangeeeen yeuh…
Rahasia pribadi itu adalah Allah.
Barangsiapa yang bisa menjangkaunya bisa mengerti duduk permasalahan dunianya.
Salam.
4 months…
time too short, but it doesn’t mean there’s no chance to changed.
saLam SEJATi