jump to navigation

SEMBILAN POKOK AJARAN SYEKH SITI JENAR 24 Mei 2009

Posted by Gantharwa in Serba Serbi.
362 comments

MASIH RELEVANKAH AJARAN SYEKH SITI JENAR DEWASA INI?
Oleh: Ir. Achmad Chodjim, MM

Tema seminar/sarasehan budaya hari ini adalah agama ageming aji, yaitu agama sebagai nilai-nilai luhur yang menjadi landasan hidup bangsa Indonesia, sesuai dengan sila pertama pada Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dalam bingkai ageming aji bukanlah agama dalam arti golongan atau agama sebagai organisasi (organized religion), tetapi agama sebagai basis moralitas dan perilaku manusia.

Agama dalam arti ini pernah menjadi polemik dan perang wacana di Kepulauan Nusantara –karena Indonesia belum lahir– dan tepatnya di P. Jawa pada pertengahan abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-16.

Tokoh sentral dalam polemik dan perang wacana pada masa itu adalah Syekh Siti Jenar atau dikenal dengan nama Syekh Lemah Abang. Dia seorang guru dan pelaku spiritual yang mengajarkan agama sebagai jalan hidup dan bukan sebagai kepercayaan. Meskipun Syekh seorang muslim, tetapi ajarannya menarik berbagai pemeluk agama dan kepercayaan yang ada waktu itu. Mereka yang belajar dan menjadi murid Syekh berasal dari berbagai kalangan, baik kalangan elite –yaitu para adipati– maupun rakyat biasa. Mereka berasal dari pemeluk Hindu, Biddha, Syiwa-Buddha, Islam, dan pemeluk kepercayaan yang berkembang di Jawa waktu itu.

P1080962
Foto bersama Saudara dari PU, SI, BECEKA, Gantharwa, dan praktisi spiritual yang lain di kediaman Ahcmad Chodjim 210509.

Apa yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar sehingga daya tarik ajarannya luar biasa dan menyebabkan penguasa Kesultanan Demak Bintara kegerahan waktu itu? Yang diajarkan sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi mereka yang hidup di Kep. Nusantara waktu itu. Yang diajarkan adalah paham MKG (Manunggaling Kawula Gusti), yaitu satunya hamba dengan Tuhan. Paham ini sudah ada di agama Hindu dan Buddha yang sebelum berdirinya Kesultanan Demak, dipeluk oleh mayoritas penduduk Nusantara. Paham ini diikuti oleh kalangan sufi dalam agama Islam. Bahkan, mereka yang dikenal sebagai anggota Walisanga juga berpaham MKG. Padahal, berdasarkan sejarah Walisanga yang bergelar sunan itu adalah pendukung dan penasehat Sultan Demak di zaman itu. (lagi…)

::SATU JALAN?????:: 23 Mei 2009

Posted by Redaktur1 in Serba Serbi.
9 comments

n1476814959_362830_6866726

Bagaimana pandangan UMUM yang sering dikatakan~ Hanya Ada “satu” jalan~”satu” lebih benar~ “satu” lebih dan Paling baik dan Benar dsb.. , dalam bingkai maupun kemasan serta sajiannya ajaran yang berbeda,di jaman keterbukaan komunikasi ini akan semakin terasa pendekatan akan adanya Tekad Kesetaraan pada masing2 nafas ajaran yang ada.

Dijaman Milenium ini semoga semua perbedaan menjadi sesuatu hal yang sangat bisa sekali diterima kembali kedalam diri dengan cara “”Akal Sehat …”"

Dengan segala kerumitan di dunia ini terlahir satu hikmah utk tidak ikut tergulung habis , namun lebih bisa “menyatakan”~ Terbukanya Sebuah Kesempatan utk berani selalu mencoba dan mencoba mengalami sendiri tentang kedamaian didalam diri dan semua orang..dan semua yang ada di sekeliling kita …sebagai awal pelepasan sebuah jeratan belenggu kedamaian masa lampau ….

Semoga selalu disadari saat ini kita selalu dituntun utk menyusun benang merah2 dalam perbedaan sebagai pondasi kesadaran kedalam dengan dasar satu tekad akan lingkar kedamaian yag utuh …

Bagaimana kalo saat ini semesta cilik selalu mengajarkan akan sebuah jalan cahaya , bukan jalan atau berada diluar kerangka pemahaman dan dogma?….yg ada diluar berikut ada tersimpan  di batin kita….itulah jalan yang ada kembali kepada “Cahaya Diri Sejati” ..semoga ….semua makhluk damai sejahtera ~.

Salam Sejati

Revolusi 1 :: Penolakan::~ akan Rasa Menerima~ 10 Mei 2009

Posted by Gantharwa in Renungan.
13 comments

images~ Saat terjadi Pemberontakan dalam diri akan hal Tidak kenyamanan ~ Kegelisahan ….Sekiranya kita “Mengira” “”SUdah Bebas”" dari Jeratan , ternyata kita masih belum keluar dari Lingkaran tersebut …..kita masih ”dikendalikan” oleh Penolakan ~

Pemberontakan karena Unjuk Gigi utk sebuah pengejaran Pembuktian~Pengakuan akan Nilai Kebebasan Diri yang hanya sekedar dari bentuk Penolakan ,meski suatu saat “Berhasil dibuktikan” , kita tidak akan pernah bisa menikmati seutuhnya …kita akan tetap tumbuh dalam kendali pada sebuah Lingkar Penolakan yg tumbuh subur bersemi …kita hanya berhasil dan sukses dalam lingkar Penolakan . Walaupun penolakan itu akan terciptakan sebuah kekuatan hebat dan menarik sebuah kesuksesan …tapi ada sebuah celah besar didalam …”hati kita ” akan tetap tertutup …meski kita mengira sudah BEBAS dari itu semua …karena hanya bentuk Kepuasan semata ..Tanpa sadar “”Kekuatan Batin”" kita telah di gerogoti pelan2….. Melakukan apapun dengan kesungguhan rasa menerima tanpa penolakan dgn sebaik baiknya …..Yakini akan Kuasa Gusti yang akan menyelesaikan sisanya …

Semoga….

Salam Sejati

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 300 pengikut lainnya.