Jamas Pusaka 1942 27 Januari 2009
Posted by Gantharwa in Sura.trackback
Jamas Pusaka 1942
24 Januari 2009
Oleh: Kadang Jabang Sasmitha Roso
Salam Ganjel,
Hujan gerimis menyambut malam itu .Suasana sangat senyap.Meski semua terlihat tetap sangat tenang dan bersahabat,
Pada pukul 19.00 Mas David datang di padepokan kemudian disusul oleh Mas Atmo . Ada Mas Dodo dari Yogya dan Mas Ignatius dari Jakarta .
Malam itu juga Bu Guru Joko sudah menyambut kedatangan para Kadang dengan khas senyum kesederhanaannya tetap terlihat semangat dalam diri Beliau. Kami langsung masing- masing menyiapkan tata acara . Bu Guru Joko dengan penuh sigap ikut menyediakan piranti piranti yang dibutuhkan. Sementar itu Kadang Atmo dan Kadang David ditemani Kadang Dodo dan Kadang Ignatius melakukan persiapan lain di ruangan padepokan.
Setelah semua dirasa cukup sambil menunggu kedatangan Kadang yang lain persiapan terus dilakukan . Semua tetap penuh kesederhanaan.
Di awali mengundang semua Kadang Halus, maupun Pribadi semua pusaka oleh Kadang David. Dan pengeluaran semua pusaka untuk di Jamas

Pukul 21.00 : Acara dimulai dengan duduk doa bersama dilanjut dengan pembukaan oleh Kadang Atmo.
Sambil menunggu pukul 00.00 untuk melakukan Jamas, berikut diadakan diskusi oleh para Kadang:
1. Tutup Suro jatuh tanggal 26 januari 2009 ini, berkumpul di tanggal 24 nya karena memang pas malam minggu, agar diharapkan para Kadhang bisa kumpul.
2. Pembahasan tentang kenegaraan yang penuh interaktif, dengan memantau perkembangan dari beberapa agenda politik yang berkembang, termasuk salah satunya adalah dukungan Gantharwa terhadap Calon RI1.

3. Pembahasan mengenai gejala alam, dimana untuk alam: Biarkan mengalir apa adanya, Alam baru mencari keseimbangan, itu pesan yang di dapat.
4. Kehadiran Kanjeng Gusti Samber Nyawa juga memberikan beberapa nasehat secara pribadi kepada setiap masing-masing Kadang yang hadir. Adapun untuk semua Kadang yang tidak hadir, melalui Kadang David agar bisa di sampaikan untuk beberapa hal:
- untuk semua Kadang agar bisa tetap menjaga negara dan keluarga masing-masing di tahun 2009, dengan lambang buat keris dari daun kelapa, lalu di tancapkan dan tanam ke dalam tanah. (Bagi saudara yang lain diluar Gantharwa kalau mau melakukan juga dipersilahkan. Red)

- jangan pikirkan tentang masa depan, pikirkan hari ini, apa yang bisa kita lakukan untuk hari ini.
5. Kemudian ada pesan dari Mbah Guru melalui Kadang Ade yang intinya adalah tetaplah dalam Kawruh Kebenaran Jawa yang sejati, kekuasan dipakai untuk melakukan sesuatu bukan menunggu, jadilah raja bagi diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
Tepat — PUKUL 00.00 dilakukan meditasi kurang lebih 30 menit. Lalu sesaat mulai dilakukan Jamasn Pusaka .Acara Jamas pusaka di lakukan, untuk pusaka padepokan dilakukan oleh Kadang Sardiatmo dan bersama Kadang lain, lalu diikuti oleh Kadang yang memiliki pusaka sendiri-sendiri. Acara ini berlangsung sampai pukul 02:00.

Para Kadang yang mau mengenal disarankan untuk ikut menjamas Pusaka yang ada. Sambil menunggu proses penyimpanan kembali, dilakukan diskusi.
Setelah akan di lakukan proses penyimpanan, dilanjutkan Dokumentasi yang dipersiapakan oleh Kadang David. Ada beberapa Fenomena menarik terekam :
~ Mengeluarkan Expresinya
~ Bebarapa Expresi terekam dalam Acara Jamasan

Disaksikan oleh Kadang Gantharwa dan Kadang Halus yang hadir . Demikian sekilas acara Tutup Suro di Padepokan Spiritual Gantharwa.
Salam Ganjel
Selamat para kadang Gantharwa yang telah melakukan penyucian pusaka. Maturnuwun
Sami sami Mas Bambang…maturnuwun atas perhatiannya
ada penyesalan juga nda bisa hadir…
salam menempuh kasunyatan
Jalan spiritual seakan tanpa ujung, ibarat laut tak bertepi, yang tersembunyi jadi transparan, yang bersilat pikir akan dijungkirbalikkan, keinsyafan jadi penuntun, agama dan kepercayaan menawarkan cara/metode, pusaka leluhur menyimpan pesan, laku hidup menuliskan masa depan.
Buat broo ratana nggak usahlah risau dengan masa lalu yah!
Semua berproses dan kita disini sangat menghargai proses dan bro ratana melalui proses yang tidak mudah. Soal benar salah itu urusan hakim langit dalam bahasa rahasiaNYA. Tenang saja bro… Kalo berat memikul bangkai (masa lalu) ya jangan dibawa kemana-mana, udah jatahnya dimakan burung kendor eh nyasar eh mangsudnya burung bangkai
Hidup adalah sekarang karena hidup berarti merasakan segala sesuatu, waktu yang berlalu meninggalkan cerita saja dan hari depan adalah keinginan dan harapan waktu sekarang.
Ngomongin blog mujahidah yah..nampaknya lebih memilih jadi pengembari jiwa atau pencari Tuhan, terlalu berat jadi mujahid karna jihad yang sebenarnya menundukkan diri sendiri layaknya ilmu padi dan terlalu berat memikul kata sendiri.
Mungkin lagi kursus menggaris kaleee… yang digoreskan bukanlah garis dan yang digariskan dapat digoreskan dimanapun, be61cu om bud tea..
Kalo ktemu si gusdur diajak maen kesini ya.. Om
wong edan!!!
Opo kedanan wong waras eh edan?
Wakakaka…
mas tanya
1. jika kerisnya buatan tahun sekarang tapi ada isinya apakah perlu juga melakukan jamasan ??
2. apa gunanya jamasan ??
3. sejak kapan jamasan itu ada ??
4. apakah jamasan itu termasuk budaya bangsa ??
5. untuk zaman sekarang, banyak orang memandang jamasan hanya sekilas lalu, dilakukan pun ala kadarnya aja, bagaimana cara menghidupkan kembali bahwa jamasan itu penting dan perlu bukan cuma ala kadarnya doang…..
6. apa ajasih yang dibutuhin to jamasan yang baik dan sempurna ?? apa cuma kembang dan menyan doang ?? pastinya enggak lah….
Saudara Wisnu
1. tergantung perjanjian, dan tergantung siapa yang berkuasa, sebaiknya lakukan untuk perawatan, sama halnya mobil harus dirawat dan dibersihkan.
2. unttuk merawat dan membersihkan serta membudayakan dan melestarikan peninggalan orang tua.
3. sejak adanya manusia jawa memiliki andalan, itu sudah ada pada jaman lemurian sampai atlantis.
4. iya
5. keseriusan.
6. tergantung kemampuan dan perjanjian, sama halnya merawat mobil dan pesawat juga berbeda.. jadi kalau mau diambil rata, yang penting bisa membersihkan dan menjaga perawatan, soal sarananya boleh sesuaikan jaman.
Salam