jump to navigation

Sebuah Perenungan Bersama 28 Desember 2007

Posted by Gantharwa in Renungan.
9 comments

Diskusi bersama para petualang spiritual, semoga bisa diambil beberapa manfaat dalam perjalanan saudara yang lain.

dimas wibowo: aloha

koyank: …ada yg menarik…dg pernyataan bahwa dari 100% DNA manusia sekarang hanya 3% yg masih memiliki kode…selebihnya dinamakan junk / sampah,…..

mesakhhertanto: sugeng siang ..

David Goh: Selamat Siang

dimas wibowo: halo

Eyang Widi: sugeng siang… sadayana….

koyank: sugeng siang ugi…

dimas wibowo: salam kenal eyang widi

konsultasi_gantharwa: SUGENG SIANG..

David Goh: LAH,, kok siang-siangan melulu

dimas wibowo: pasti belum makan siang

Eyang Widi: salam kenal Pak Dhimas…. dan semuanya….

koyank: sami sami….salam kenal sedoyo / semua

dimas wibowo: bagaimana ya caranya melacak sebuah legenda itu ?

David Goh: nah.. dibuka dengan pertanyaan

koyank: …mungkin harus esensi/pesan dari legenda itu dulu sebelum ke proses pelacakan… gmana bos Dvd

David Goh: emm

David Goh: Legenda itu maksudnya dongeng atau kejadian sejarah?

koyank: ..karena legenda2 itu bagian dari mataranati kehidupan ini…
dimas wibowo: ya itu dia mas melacak apakah itu kejadian sejerah atau dongeng dengan pesan moral

David Goh: ooo

mesakhhertanto: kenapa ya harus dilacak segala …?
koyank: ..benar bos….karna sejarah biasanya ada hubungan pelaku sejarah…kalo dongeng mungkin tidak harus ada fakta pelakunya..

David Goh: ini terkait dengan pembicaraan kita, soal DNA, nyambung gak tuh?

koyank: ….semua berkaitan bos…meliputi tiap2 sesuatu..

koyank: ..bahkan kita semua menjadi bagian dari pelaku sejarah di masanya masing2..

dimas wibowo: kadang ada legenda yang membuat takut masyarakat sekitar. nah ini benar atau pesan moral untuk ada tujuannya ya ?

David Goh: truskan

konsultasi_gantharwa: TANYAKAN LANGSUNG KEPADA PELAKU LEGENDA, MAKA AKAN KETAHUAN ITU ADALAH SEJARAH ATAU DONGENG, DAN PESAN MORALNYA BISA KITA AMBIL UNTUK KEBAIKAN

dimas wibowo: saya baca di koran tentang dalang tidak boleh memainkan salah satu lakon karena bisa bikin nggak laku grupnya, kira kira seperti itu sih mas

koyank: …sayangnya kalo pelaku sejarahnya dah almarhum….tp mungkin gantharwa punya methode kontak dg arwahnya

konsultasi_gantharwa: ADA.. DENGAN CARA YANG DI SEBUT NARIK SUARA ARWAH

David Goh: waduh… langsung dalam ini mbah

koyank: ….ya tergantung tujuan dalang tsb…mau laku apa ingin menyampaikan pesan moralnya

mesakhhertanto: untuk apa sih cari tahu gituan ya, pasti gak akan ada habisnya

konsultasi_gantharwa: PESAN YANG SELALU DISAMPAIKAN PARA DALANG: SIAPA SING BIBITI OLO, WAHYUNE SIRNO

koyank: ..gmana tuh mbah…methodenya

konsultasi_gantharwa: JADI DALANG YANG BENAR TIDAK PERLU KHAWATIR

koyank: betul mbah….mungkin dalang buat cari sesuap nasi

David Goh: waduh,, ini mah langsung jawaban tanpa diskusi

dimas wibowo: pertanyaan selanjutnya
konsultasi_gantharwa: CARANYA: ADA BEBERAPA, YAITU SECARA LANGSUNG MAUPUN DENGAN MEDIA ORANG LAIN..

mesakhhertanto: loh kenapa gak dibuktiken, ditanya, apakah jawaban dari bos konsultasi_gantharwa itu memang bener ..

mesakhhertanto: kenapa langsung percaya ?

mesakhhertanto: mana ada dalang yang tidak cari sesuap nasi dengan ndalang …

mesakhhertanto: dalang gratisan ? blm pernah denger, jadi dalang yang gak bener itu yang gmn ?

koyank: …..

mesakhhertanto: ayo ayo …

koyank: tergantung dalang yg mana…

mesakhhertanto: maaf saya gak tau apa2 jadi banyak nanya … bukan bermaksud jelek

dimas wibowo: dalang = profesi atau dalang = panggilan

Eyang Widi: bener enggaknya dalang atas dasar apa nich…. niatnya dalang apa dari ceritanya…?

konsultasi_gantharwa: DALANG YANG BENAR TIDAK PERLU KHAWATIR TIDAK LAKU, BUKAN TIDAK PERLU SESUAP NASI ATAU DI BAYAR, SOAL BAYAR ATAU TIDAK ITU URUSAN DALANG, NAMUN SEORANG DALANG YANG BAIK YANG DIUTAMAKAN ADALAH (lagi…)

Kesadaran 14 Desember 2007

Posted by Gantharwa in Serba Serbi.
6 comments

Kesadaran

Oleh: David Goh
Balikpapan, April 2007

Salam Sejati

Saya bukan seorang penggagum yang belajar khusus kepada Anand Krishna, dan tidak ada salah nya membagikan yang baik menurut versi saya. Dan bagi saya semua guru harus di hormati. Termasuk semua guru-guru yang lain…

3 tahun yang lalu jalan ke gramedia dan melhat buku dan singkat saya beli, sub judul Seni Memberdaya Diri 2 (SMD). ”MEDITASI” Untuk Peningkatan Kesadaran. Sore kemarin setelah sampai di rumah teringat dari Bapak Anattagotama, untuk minta sharingkan, saya kemudia bongkar koper dan menemukan kembali buku yang 3 tahun saya baca. Saya baca ulang mulai 18:30 – 21:00, untuk merefresh kembali.
oursujud.jpg
Buku ini dimulai dengan kata –kata

J. Krishnamurti – dikutip dari Meditation, Shambala , 1991, @Krishnamurti Foundation 1979. Intinya: ”Meditasi menuntut kerja keras. Meditasi menuntut disiplin yang sangat tinggi. Bukan penyesuaian, bukan peniruan, buka pula kepatuhan, tetapi disiplin lahir dari kesadaran……… …. Tanpa Kesadaran akan jati diri, meditasi kehilangan artinya”

Osho – dikutip dari What is Meditation, Element Books Ltd, 1995 @Oasho International Foundation 1995. Intinya: “…………… …….. Meditasi berarti melampaui keinginan. Melampaui thoughts dan mind. Meditasi berarti menikmati kekinian, hidup dalam kekinian………… ……… Yang melarikan diri dari kehidupan, sebenarnya mind dan keinginan”

Anthony de Mello – dikutip dari Sadhana, Kanisius 1980, @ Kanisius 1980 Isinya: “kita perlu meratapi kehilangan yang kita derita, kita perlu merasakan kemarahan dan kekecewaan kita, sebelum memuji Tuhan serta membuka hati untuk menerima hiburan dan kedamaian-NYA.”

Hazrat Inayat Khan – dikutip dari The Divinity of the Human Soul, 1990. @ International Headquaters of the sufi Movement. Isinya:
“Apa yang berasal dari luar bukanlah Intuisi. Instuisi adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri sendiri dan memberikan kepuasan, kelegaan dan kebahagiaan… Jika mind tidak menjadi penghalang, setiap orang akan menjadi intuitif. Seseungguhnya intuisi jauh lebih alami dan mudah diperoleh daripada logika yang di kejar oleh mind”

G.I Gurdjieff – dikutip dari Views from the Real World. Ankara 1984 @ Triangle edition, Inc, 1973.. intinya: “ tindakan konsentrasi itu tidak baik jika saudara biasakan, karena hakikatnya menguatkan kemauan hati saudara, sedangkan hati itu merupakan sarang dari nafsu.. ……. …. … Pencerahan tidak dapat di peroleh dengan mind. Apabila diperoleh dengan mind, itu tidak berguna sama sekali.”

BUKU ini sendiri (lagi…)