jump to navigation

Hebatnya Pikiran 27 September 2007

Posted by Gantharwa in Serba Serbi.
1 comment so far

kerja-otak.gif

Petunjuk “melihat” gambar terlampir :
KLIK 2 KALI UNTUK MENAMPILKAN GAMBAR.
Lalu Ikut Petunjuk di Bawah:

Kalau pandangan mata Anda mengikuti gerakan putaran bulatan warna PINK, maka hanya akan terlihat bulatan satu warna yaitu PINK.

Tapi kalau pandangan mata Anda ke tanda ” +” hitam di tengah, maka bulatan yang berputar akan berubah warnanya menjadi HIJAU .

Kemudian jika pandangan mata Anda konsentrasi penuh ke tanda ” +” hitam di tengah-tengah gambar, maka perlahan-lahan bulatan warna PINK akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu saja bulatan yang berputar yaitu warna HIJAU.

Sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan warna hijau, dan bulatan warna pink juga tidak menghilang.

Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir, dengan kata lain kita melihat sesuatu “bukan apa adanya” tapi “sebagaimana kita melihatnya” .

Kadang kita menghadapi suatu masalah merasa “sangat sulit” atau “sangat berat” (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan masyarakat maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang terlintas pertanyaan di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang kita hadapi ? (padahal kalau kita menerima anugrah/hadiah/kenikmatan yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa kok saya yang menerima). Dan kadang kita lupa dengan doa : semua beban ada padaku, aku sanggup memikul nya….

Berat/ringan, kecil/besar, masalah/bukan masalah, sedih/gembira, hukuman/pahala, derita/bahagia…dst. hanyalah “cara pandang” kita terhadap sesuatu ?

Suatu peristiwa/kejadian yang sama, namun jika melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda serta me-makna-i nya dengan berbeda kemudian menyikapinya dengan cara yang berbeda pula, maka hasil nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! Karena otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula. Dan begitu pula sebaliknya…

Terlampir meneruskan kiriman dari seorang rekan yang membuktikan bahwa “cara kerja” otak kita ternyata melihat sesuatu “bukan apa ada- nya”, tapi “sebagaimana kita melihat nya

Sekedar renungan untuk kehidupan…. Semoga ada manfaat.
SUMBER: MAYAPADA PRANA

Roh dan serba Serbinya 24 September 2007

Posted by Gantharwa in Kliwonan.
5 comments

Malam Selasa Kliwon
24 September 2007

Acara Kliwonan pada Senin malam kali ini membahas beberapa topik:
1. Apakah disetiap memanggil Roh harus memakai media? Pertanyaan dari Kadhang Toro di Jakarta.
Dalam pertanyaan ini terkandung 3 unsur yang harus di bahas yaitu “memanggil”, “Roh’, dan „Media“..
Marilah kita bahas satu per satu:
Apa yang di maksud dengan:
Memanggil disini biasa di artikan, mengundang, mengajak berkomunikasi, berinteraksi, suatu aktifitas menyapa, yang bisa dikategorikan sebagai suatu bentuk aktifitas dalam menjalin hubungan..
Roh secara singkat kita bias artikan pribadi yang memiliki kemauan, dimana aktifitas terpancar dengan adalahnya energi dari kemauan tersebut..
Media adalah sarana yang dipakai, bisa berbentuk fisik, non fisik (benda-benda), visual, audio, sarana lainnya.

Maka pertanyaanya bisa diubah menjadi, apakah dalam berkomunikasi dengan pribadi-pribadi dibutuhkan suatu mediasi?
Tentunya bisa disimpulkan IYA, tentu butuh mediasi, karena manusia masih bersifat badaniah/fisik, tentu secara manusiawi membutuhkan media untuk mengerti..
Namun kalau pertanyaannya adalah apakah berkomunikasi HARUS selalu memakai mediasi manusia lain/teman, tentu jawabannya tidak. Karena mediasi bisa bermacam-macam bentuknya, tidak hanya itu saja.

(lagi…)

Sarasehan Aku vs Pikiran 7 September 2007

Posted by Gantharwa in Serba Serbi.
comments closed

Gantharwa – Juli 5, 2007
TOPIK 2:

Bagaimana menurut para sahabat seperjalanan:
“Aku” menciptakan pikiran ataukah, “Pikiran” menciptakan aku?

Ngabei Kiduling Mesjid – Juli 6, 2007
Menurut saya ketika Aku (ingsung sejati )telah kuasa atas diri (satu2nya penguasa atas diri, sudah terbebas dari ego dll) dialah yang menciptakan(menguasai, mengendalikan Pikir).Tapi ketika Pikir murni masih menguasai diri dialah yang akan menciptakan aku, egoisme dll.

Teuku razali – Juli 6, 2007
Dear all,
salah satu topik yg menarik, dan Den Ngabei sudah memulai, tolonglah dijelaskan Den ngabei apa yg dimaksud dengan aku/ingsun sejati dan pikiran itu agar kita semua dapat lebih memahami terutama saya yg awam ini. semoga sarasehan ini dapat lebih membangun bagi kita semua.

sejatiku- Juli 7, 2007
wahhh….topik ini barusan aja dibahas kemaren…menurutku seh dua2nya bisa aja terjadi.Pikiran bisa aja menciptakan aku..aku juga bisa menciptakan pikiran tgt dari tingkat ” tidur ” kita aja.Kalo mah kita masi tertidur dan blon “sadar” itu berarti pikiran yg menciptakan aku.Jika uda “bangun” maka aku yg menciptakan pikiran. Pernah suatu saat aku membahas ttg ” tidur ” dan “kesadaran” ma temen.weleh temen ini malah mengatakan bila kita ndak sadar kayak orang gila aja,sekarang kita ini kan waras.Weeleh topik ini perlu dibahas neh…” Bilakah kita sadar kita adalah orang gila…”
Ha..ha…ha…ha…atau jangan2 yg online disini adalah kumpulan orang2 gila semua? Aku jadi ingat film judulnya ” me,my self and irene..” Coba dibahas ttg ” me,my self and my mind…” hua..hua..hau…wellcome to the jungle man! (lagi…)