Ramalan Sabdopalon 26 Juni 2007
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.trackback
Para Pencari Cahaya sejati..
Seminggu ini diskusi menarik tentang Sabdopalon terus begulir dibeberapa mailing. Membuat saya inget buku yang pernah di tinggalin guru buat saya..
Buku dengan judul: SAPTA PUDJANGGA, Djoyoboyo, Ronggowarsito, Sabdopalon. yang di tulis oleh: Saphire. Tidak jelas buku ini dulu tulis tahun kapan, tapi masih dalam ejaan bahasa Indonesia yang lama. Saya coba untuk merangkum kembali dalam bahasa Indonesia yang Baku, terutama pada halaman 25-28, terutama tentang Ramalan Sabdopalon
RAMALAN SABDOPALON
Disalin: David Goh
Suatu hari dalam tahun 1478…… Sang Batara Surya yang memang semenjak pagi hari sudah senantiasa tertutup awan, hingga nampaknya sepanjang hari itu redup (timbreng. Red), kini hampir-hampir tak terasa sudah silam disebelah barat dan hari telah menjadi senja. Dikala itu, selagi suasana disana sini nampaknya turut berduka cita atas runtuhnya Kerajaan Majapahit, tiba-tiba diatas salah sebuah gunung diwilayah jawa timur, tidak jauh dari malang, kelihatan tiga orang manusia yang nampaknya amat payahl etih, bermuram durja, putus asa dan tak tentu kemana hendak dituju duduk beristirahat diatas batu besar untuk melepaskan lelahnya..
(rangkuman)
Ternyata 3 orang yang di maksud adalah,
Prabu Kertabumi atau Baginda Brawijaya V, sedang kedua lainya, yang disebut Noyogenggong dan Sabdopalon itu adalah kedua penggawa keraton (abdi. Red) yang setia dan tetap menghiringkan junjunganya yang waktu itu sedang buron.
Kedua abdi ini sedang meghibur Junjungannya karena baru saja kerajaan majapahit rutuh dan direbut oleh musuh.. dimana Prabu Kertabumi kehlangan tahtanya..
Dan mereka mengatakan bahwa sudah merupakan nasib junjungannya, baik Dia sebagai Raja dan bagi raja-raja sebelumnya. dan juga sejarah setiap negra akan mengalami pasang surut kejayaan.singkat cerita Prabu Kertabumi tidak puas dengan keadaan dia yang sekarang menjadi buron.. maka kedua abdi memberikan masukan untuk menyusun kekuatan baru, untuk melawan kembali.
(Kutipan)
Namun Prabunya dengan patah hati mengatakan: “Mesti besar semangatku, namun usiaku sudah lanjut benar, lagi pula kemungkinan untuk dapat mengumpulkan para pahlawan yang gagah berani telah tidak ada…….”
” Ah.. jika demikian halnya, Gusti Prabu, nyatalah bahwa kekuatan keturunan Raden Wijaya atas kerajaan Majapahit telah tamatlah sudah. Pun tibala waktnya sudah bagi hamba untuk pulang kekayangan dan menjadi Raja di kerajaan Jin kembali……” tiba-tiba Sabdopalon campur bicara dan tidak lama kemudian ia telah menghilang..
Sang Prabu Kertabumi dan Noyogenggong tercengang-cengang, mereka menjadi lebih tercengang pula ketika mendenger suara sacopalon diatas angkasa yang mengatakan:
” Salamat tinggal. Gusti Prabu, hamba barangkat kembali ke Kerajaan Jin dikayangan, Besok lima ratus tahun setelah hari ini saja akan datang kembali di tanah Jawa untuk menyebarkan dan memperkembangkan agamaku Budi atau Buddha.
Waktu itulah tibanya zaman Majapahit kedua atau zaman Majapahit yang penghabisan, yaitu zaman silamnya Perau Gabus dan mengambangnya Batu Hitam (hilangnya zaman feodal dimana tingkat manusia semaunya sama. Red).
Sebelum waktu itu maka terlebih dulu Nusa Jawa akan diinjak Kerbo Bule (Kebo Putih) selama 44 windu. Larinya Kerbo Bule karena datanya Satrya Kuning Cebol Kepalang (pandak), yang akan melepaskan Kerbo Edan ini akan menyerang Kerbo Bule setelah dari jurusan timur nampak warna, merah menyinsing karena bangunya Satya Putih Kuning yang berdarah merah.
Samapi disitulah Kerbo Bule pulang kandang. Besok timbul Ratu Kembar yang sama Bagusnya, Ratu Selawe yang sama berpengaruhnya. Susahnya orang jujur, gembiranya orang curang.
Perselisihan faham makin menjadi-jadi, huru hara merajalela, bencana alam meradang. Gunung-gunung api meletus mengeluarkan lahar, bengawan-bengawan bergeser dan meluap begitu rupa. Bahaya Air dan api datang bersilih ganti. Angin taufan, tanah longsor, bahaya kelaparan dan wabah penyakit menjadi-jadi.
Dalam perkembangan zaman yang sedemikian itu aku perintahakan anak cucuku, yaitu segenap manusia yang berada di nusa Jawa, supaya berlaku jujur, tenang, sabar takwakal, awas dan waspada. Karena kedatangku bakal bersamaan dengan datangnya Ratu Adil yang akan mengadili barang siapa yang melanggar perikemanusiaan, mengilas-gilas hukum negara, merampas hak milik orang lain, memeras, merampok, menggedor, memperkosa, makan suap, membunuh atau mematikan pencaharian hidup orang lain dan lain-lain perbuatan sewenang-wenagn yang melanggar dan menentang kehendak kodratullah dan kehendak Sang Hyang Agung, Sadarlah siapa yang ingin sadar dan pencayalah siapa yang ingin percaya……………” suara Sabdopalon ini makin tinggi di angkasa dan bergema begitu rupa untuk sementara akan kemudian lenyap……………..
“Nyatalah Sabdopalon terlah sirna, kaki disinilah aku ingin memberi tanda (tenger. Red)” Sang Prabu segera memberi tanda diatas batu tadi.
Setelah membuat tanda maka Prabu Kertabumi bersama Noyogenggong segera melanjutkan perjalannya yang makin jauh dan maij gelap dan main gelap itu.Dengan adanya tanda yang dibuat oelh Prabu Kertabumi tadi, maka gunung itu segera dikenal dengan nama Tenger (tanda), yang lambat laun menjadi Tengger.
Salam Sejati
“Siapa yang bersungguh-sungguh,
akan menemukan yang dicarinya”
Mas David..
Saya juga pernah baca seperti yang anda tuliskan di atas, tapi di serat Darmogandhul (ronggo warsito),tapi kemarin saya juga sempat baca di web kalau gak salah alamatnya http:\\nurahmad.wordpress.com di sini lengkap di bahas.
Betul mas, itu juga sudah saya baca dari beberapa email yang dikirim ke saya persis seperti itu, dan diskusi ini menarik bagi banyak peserta mailing list..
maka saya coba paparkan dari versi yang berbeda dan sebagian saja… supaya orang tidak terjebak dengan kata-kata, tapi karena ingin mengerti yang benar.
Salam
menarik untuk di baca, coba deh ditampilkan lebih lengkap tulisan sabdo palonnya,
Kalo dilihat dari susunan kejadian yang diramalkan oleh Sabdopalon ini, kita sudah memasuki masa dimana Sabdopalon akan menampakkan diri kembali dari alam kemoksannya. Dilihat dari ‘Kerbo bule’ (Belanda dan Portugis) yang sudah pergi diusir oleh Satrya Kuning Cebol Kepalang (Jepang). Ratu Kembar, menurut saya adalah pasangan Proklamator Soekarno-Hatta yang masing-masing memiliki charisma yang simpatik.
Nah … ‘Ratu Selawe’ inilah yang masih perlu diteliti, siapakah beliau. Padahal kejadian ‘Perselisihan faham makin menjadi-jadi, huru hara merajalela, bencana alam meradang. Gunung-gunung api meletus mengeluarkan lahar, bengawan-bengawan bergeser dan meluap begitu rupa. Bahaya Air dan api datang bersilih ganti. Angin taufan, tanah longsor, bahaya kelaparan dan wabah penyakit menjadi-jadi’ muncul setelah ‘Ratu Selawe’ datang …. Dan keadaan inilah yang sudah dialami Nusantara ini …
Akankah Sabdopalon berikut Sang Ratu Adil ke Nusantara ini untuk menyatukan kembali Nusantara yang moralnya terpecah-pecah karena pengaruh negative dari luar ?
Eling lan Waspodo … Eling lan ngeninda’ake pusoko ting hinggil
Sujiatmoko
Salam Sejati
Memang persepsi dari pemahaman sejarah selalu berbeda cara menceriterakan dan menafsirkan. Seperti halnya yang dibicarakan oleh sang prabu brawijaya v dengan noyogenggong dan sabdopalon. Rasanya aq juga pernah baca dari buku2 terbitan tahun lama, bahwasanya kembalinya “dua” abdi ke kahyangan itupun tidak disebutkan dengan rinci. Cuma kata2 terakhir saat perpisahan mereka tatkala sudah di ujung timur pulau Jawa, yaitu Tengger sang abdi akan tinggal di “suatu tempat” yang lebih makmur daripada Jawa. Kemudian sang prabu bertanya “kemana itu”???
Kami akan ke ujung timur yang di batasi lautan dan kami akan memisahkan dari pulau Jawa, (konon dulu Bali dan Jawa masih sambung, atau hanya selebar sungai saja).
Entah di sini kata “Bali” itu dia kembali ke kajyangan atau tinggal di sebuah pulau yang memang bernama “Bali”???????
Karena merekapun juga bilang “bahwasanya negeri KU akan dikenal oleh penjuru dunia daripada Jawa”. Dan mungkin pada masa kejayaan “matahari terbit” agama yang mereka anut adalah Hindu, jadi kalau di sini ada perbedaan agama yaitu antara Hindu dan Budha, maka itu hanya pemahaman dari kata “BUDHI” yang dimaknai secara berbeda, entahlah dari mana sisi benarnya yang penting cerita tentang “sirno ilang kerto bhumi” masih dijadikan bahan acuan untuk menggali kembali kebudayaan yang telah lalu.
Kalau 500th baru muncul maka abad 19 sebenarnya Sabdopalon dan Noyogenggong sudah muncul di Bali, karena pada abad itu pulau “Bali” lebih dikenal di dunia luar, dan juga daerah situ amat makmur, damai, sejahtera (gemahripah lohjinawi).
nuwun
kawulo nggunung
Kutipan Ramalan Sabda Palon Naya Genggong dr buku Rahasia Ramalan JAYABAYA, RANGGAWARSITA & SABDAPALON oleh Anjar Any. 1. Pada sira ngelingana, Carita ing nguni nguni, Kang kocap ing serat babad, Babad nagri Mojopahit, Sang-a Brawijaya Prabu, Pan samya pepanggihan, Kaliyan Njeng Sunan Kali, Sabdapalon Nayagenggong rencangira. 2. Sang-a Prabu Brawijaya, Sabdanira arum manis, Nuntun dhateng punakawan, “Sabdapalon paran karsi, Jenengsun sapuniki, Wus ngrasuk agama Rosul, Heh ta kakang manira, Meluwa agama suci, Luwih becik iki agama kang mulya”. 3. Sabdapalon matur sugal, “Yen kawula boten arsi, Ngrasuka agama Islam, Wit kula puniki yekti, Ratuning Dang Hyang Jawi, Momong marang anak putu, Sagung kang para Nata, Kang jumeneng Tanah Jawi, Wus pinasthi sayekti kula pisahan. 4. Klawan Paduka Sang Nata, Wangsul maring sunya ruri, Mung kula matur petungna, Yen benjang sakpungkur mami, Yen wus prapta kang wanci, Jangkep gangsal atus tahun, Wit ing dinten punika, Kula gantos kang agami, Gama Buda kula sebar tanah Jawa
5. Sinten tan purun nganggeya, Yekti kula rusak sami, Sun sajekken putu kula, Brekasakan rupi rupi, Dereng lega kang ati, Yen durung lebur atempur, Kula damel pratandha, Pratandha tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. 6. Ngidul ngilen purugira, Ngganda banger kang warih, Nggih punika medal kula, Wus nyebar agama budi, Merapi janji mami, Anggereng jagad satuhu, Karsanireng Jawata, Sadaya gilir gumanti, Boten kenging kalamunta kaowahan. 7. Sanget-sangeting sangsara, Kang tuwuh ing tanah Jawi, Sinengkalan tahunira, Lawon Sapta Ngesti Aji, Upami nyabrang kali, Prapteng tengah-tengahipun, Kaline banjir bandhang, Jerone ngelebne jalmi, Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. 8. Bebaya ingkang tumeka, Warata sak tanah Jawi, Ginawe Kang Paring Gesang, Tan kenging dipun singgahi, Wit ing donya puniki, Wonten sakwasanipun, Sedaya pra Jawata, Kinarya amertandhani, Jagad iki yekti ana kang akarya
9. Warna-warna kang bebaya, Angrusakken tanah Jawi, Sagung tiyang nambut karya, Pamedal boten nyekapi, Priyayi keh beranti, Sudagar tuna sadarum, Wong glidhig ora mingsra, Wong tani ora nyukupi, Pametune akeh sirna aneng wana. 10. Bumi ilang berkatira, Ama kathah kang ndhatengi, Kayu kathah ingkang ilang, Cinolong dening sujalmi, Pan risaknya nglangkungi, Karana rebut rinebut, Risak tataning janma, Yen dalu grimis keh maling, Yen rina-a kathah tiyang mbebegal. 11. Heru hara sakeh janma, Rebutan ngupaya bukti, Tan ngetang anggering praja, Tan tahan perihing ati, Katungka praptaneki, Pageblug ingkang linangkung, Lelara ngambra-ambra, Waradin sak tanah Jawi, Enjing sakit sorenya sampun pralaya. 12. Kesandhung wohing pralaya, Kaselak banjir ngemasi, Udan barat salah mangsa, Angin gung anggegirisi, Kayu gung brasta sami, Tinempuhing angin agung, Kathah rebah amblasah, Lepen-lepen samya banjir, Lamun tinon pan kados samodra bena.
13. Alun minggah dharatan, Karya rusak tepis wiring, Kang dumunung kering kanan, Kajeng akeh ingkang keli, Kang tumuwuh apinggir, Samya kentir trusing laut, Sela geng sami brasta, Kabalebeg katut keli, Gumalundhung gumludhug swaranira. 14. Hardi agung agung samya, Huru-hara nggegirisi, Gumleger swaranira, Lahar wutah kanan kering, Ambleber angelebi, Nrajang wana lan desa gung, Manungsanya keh brasta, Kebo sapi samya gusis, Sirna gempang tan wonten mangga puliha. 15. Lindu ping pitu sedina, Karya susahing sujanmi, Sitinipun samya nela, Brekasakan kang ngelesi, Anyeret sagung janmi, Manungsa pating galuruh, Kathah kang nandhang roga, Warna-warna ingkang sakit, Awis waras akeh kang prapteng pralaya. 16. Sabdapalon nulya mukswa, Sakedhap boten kaeksi, Wangsul ing jaman linunan, Langkung ngungun Sri Bupati, Njegreg tan bisa angling, Ing manah langkung gegetun, Keduwung lepatira, Mupus karsaning Dewaji, Kodrat iku sayekti tan kena owah. Mohon komentar para bijak, terimakasih
(Saudaraku, kalau untuk artinya banyak sekali anda bisa dapatkan di mailinglist dan web yang ada (contoh: Web yang ada di komentar oleh Saudara Ngabehi). Hanya saja disini bisa sedikit kami uraikan bahwa, karya tulisan ini adalah dibuat para pujangga yang menyatukan beberapa tokoh dari dimensi yang berbeda dan ditaruh dalam satu dimensi, sehingga adanya seperti seolah-olah adanya kejadian sejarah, padahal ini adalah berupa karya sastra yang ingin menyampaikan pesan baik buat Bangsa dan Negara, bagi pemimpin negara, agar bisa lebih WASPADA dalam memimpin Negara. Jadi petiklah ajaran positif yang ada dan tetaplah dalam kesatuan Berbangsa dan Bernegara, jangan sampai kita terpecah karena SARA, tapi selalu dalam Kebhinnekaan. Salam. Red)
Terima kasih penjelasannya, di buku Ramalan JAYABAYA, RANGGAWARSITA & SABDAPALON oleh Anjar Any sudah banyak dikupas, saya hanya mohon second opinion saja. Misalnya ditinjau dari jamannya, agama Islam baru masuk Indonesia pada abad 13, terus dari bahasanya mempergunakan bhs Jawa yg populer pada waktu sekarang. Jadi kalau kitab itu turunan(salinan) masih adakah babon Kitab Jangka Jayabaya. Saya kutip dr buku tsb : Ada kemungkinan Babon Kitab Jangka Jayabaya (kalau memang ada) itu sudah tidak ada. Yang ada hanyalah kisah nenek moyang turun temurun. Kisah2 yg dari mulut ke mulut ini kemudian disusun oleh si penggubah (penyalin) dari sana sini dijadikan satu, ditambah kayalan2 serta pengetahuan yg dimilikinya. Kemudian setelah tersusun lalu diberi nama sesuai dg kata nenek moyangnya yaitu Jangka Jayabaya. Demikian sedikit kutipan dr buku yg saya baca. Adapun Ramalan Jayabaya Musabar terdiri dr Asmaradana 21 pupuh, Sinom 29 pupuh dan Dandhanggula 8 pupuh, tidak saya tulis karena keterbatasan perangkat (pakai hp)
(Saudaraku Nanokz, memang begitu adanya, berarti anda telah memahaminya. Terima kasih telah membagi kepada kami walau dalam keterbatasan. Red)
Saya baru taunya Sabdopalon dari serat Darmogandhul. Tapi kalo menurut saya,sesuai bacaan diatas, Sabdopalon datang kembali untuk meyebarkan kembali agama Budi atau Budha. Budha disini mungkin bisa diartikan sebagai ‘budi jawa’, Dalam arti, ketika manusia Indonesia sudah mulai ingat kembali asal-usul,ingat akan keluhuran kearifan warisan nenek moyang maka disitulah Sabdopalon akan hadir dan membimbing Indonesia menuju kejayaan.
Sabdopalon sendiri bisa dipandang sebagai ‘bukan pribadi’, melainkan pribadi perlambang, seperti Semar. Karena menurut serat Darmogandhul, Sabdopalon Noyogenggong berarti, “dia yang kata-katanya dapat dijadikan pegangan sampai langgeng”, maka bisa jadi wujudnya adalah suatu ajaran tentang kebenaran itu sendiri, yang buat saya tentunya ada dalam ajaran jawa (yang sejati).
Tapi kalo mau melihat sosok Sabdopalon sebagai pribadi, saya memandang sosok beliau ada dalam sosok Kyai Tunggul Joyo Amongrogo (Kadhang Gantharwa tentunya kenal siapa beliau), sebab dulu ketika Guru mencari sosok sejati Semar, malah bertemu dengan beliau, sedang Sabdopalon itu juga pernah berkata kalau dia hendak menepati sosok Semar. Tapi ya itu hanya perkiraan,belum saya selidiki lebih lanjut (ditanya pada yang bersangkutan), maka kalo salah mohon dikoreksi.
(Kadhang Sastroroso, benar sekali yang di uraikan oleh Kadhangku, salah satunya adalah pada Sosok Kyai Tunggul Joyo Amongrogo yaitu yang ngemong Jawa (Bukan dalam arti pulau/suku) sampai saat ini. Tentu ini hanya bisa di mengerti oleh Kadhang Gantharwa sendiri. Tidak mengapa, kita akan paparkan pada saat nantinya. Red)
“Sabdopalon itu juga pernah berkata kalau dia hendak menepati sosok Semar”
Kata-katanya kurang mengena mas jadi kebacanya agak lucu ya tapi saya kurang faham dengan kata mas sastro diatas apa maksudnya mas? jika boleh saya berpijak pada pijakan saya dengan agama tauhid saya, tidak ada namanya “re-inkarnasi” atau menitis atau menepati, itu jika tulisan mas sastro ada yang salah ketik atau kurang ketiknya, he….hee.
mas saya mau tanya apa benar sih kerajaan Majapahit akan muncul kembali karena aku pernah mimpi kalau kerajaan majapahit akan muncul lagi jika mahapatih gajah mada dan momongan sabda palon noyogenggong akan bersatu mohon untuk diberi pencerahan mas tolong balas di email ku ya kuprit12@gmail.com terima kasih
Buat y.Hendrayana
“Re-Inkarnasi” tidak ada di agama tauhid:
Sedikit memberi pemberat, agar seimbang.
Didalam surat Al Baqarah :28
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu
Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan di hidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu di kembalikan.” Pada awalnya manusia tidak ada (mati) … lalu Allah menciptakan manusia dari sari/ekstrak alam kemudian menghembuskan roh dari-Nya kedalam tubuh (lihat Al hijir 28-29) dan ia menjadi hidup … didalam alam rahim … kemudian ia melepaskan dari ikatan alam rahim menuju alam dunia … kemudian ia melepaskan dari ikatan alam dunia … menuju alam barzah … kemudian ia melepaskan alam barzah menuju alam syurga atau neraka, kemudian ia melepaskan kembali menuju Allah Azza wajalla. (bisa di baca dalam tafsir Shafwatut Tafaasir, karangan Prof Ali As Shabuni, Beirut)
Salam
Salamu’alaikum Kadang Sedoyo …
Buat mas Daud …
Nahhh… gitu dong mas, mbok njenengan jangan sembunyi lagi dibalik ‘jubah’ kalau sedang bersarasehan. Orang lain yang ngebaca komentar njenengan khan jadi bingung dan bertanya-tanya : “Siapa sich nich Orang …?” …tapi sayangnya ndak semua orang bisa njenengan ‘kelabui’ dengan sembunyi dibalik ‘jubah’ mas …he….he….
Atau keasikan ‘bersembunyi dalam terang’, mas ?
He..he…. bukan mendahului tulisannya mas Nata Warga loch ya …
Salamu’alaikum dan Salam Sejati
Sujiatmoko
Hueee..
Sembunyi gimana? dari kemarin juga namaku itu, kalau soal agama saya sudah jelas bilang, emang kelihatan beda dari tulisan ku, nah kalu itu lantaran saya sesuaikan saja dengan yang tanya,
kalau yang nulisnya kristen saya petik dari Injil, kalau nulisnya Budha yang dari Tripitaka, kalau yang nulisnya Hindu ya saya petik dari Wedha…
Soalnya kalau di jelaskan dengan pengertian netral pasti akan terjadi penolakan.. jadi biar merenung sendiri, kalau nanti ada bantahan, ta’ kasih lagi ayat lain..
Salam
Mas Daud ….
Kembali ke topik utama dong, saya mohon penjabaran bab diatas menurut pengetahuan penjenengan.
Sebagai orang jawa yang tinggal jawan, saya pengen tau tentang fenomena yang terhimpun dalam hasil karya leluhur kita, seperti tertulis dalam kitab masaror, centhini, darmogandul dll.Tapi yang utama tentang Sabdo Palon Noyo Genggong ini, Oya gimana kabarnya, baik kan.
Nuwun
Mas-mas atau bapak ibu yang mengetahui mimpi saya ini mohon diberi petunjuk dan saran saya pernah bermimpi kalau kerajaan mojopahit akan muncul lagi jika damarwulan dan mahapatih gajah mada menyatu maka akan muncullah kerajaan mojopahit saya mohon diberi petujuk apakah benar akan terjadi demikian dan siapakah damarwulan itu? bagi yang tahu mohon dikirim ke email saya kuprit12@gmail.com
Salam Kasih dan Damai u/ kita semua,
MAJU INDONESIAKU
Sudah2x, kita jgn mempersoalkan masalah “SP”, nanti bisa keblinger lagi. Lebih baik kita intropeksi diri, lalu kita aktualisasikan perbuatan2 baik dalam kehidupan kita sehari-hari.
Mudah2an Tuhan YME memberikan kedamaian dan kesejahteraan u/ kita semua, khususnya Nusantara ini agar cepat maju dan berkembang serta exist dan sebagai motivator di dunia internasional, Amin. Semoga sepuluh tahun kedepan perlahan-lahan bangsa ini dapat memperbaiki akhlak dan perekonomiannya, serta mendapatkan pemimpin2 yang amanah. Tunggu tanggal 10 November 2009 dan 8 Maret 2015, ada apa dengan beberapa wilayah tertentu di Jawa dan Bali????? Lihatlah Fenomena Alam Sekitar, khususnya arahkanlah pandangan anda kelangit, focus, teliti dan cermat. ( Lihat secara Fisik dan Bathin, jikalau perlu gunakan peralatan tercanggih yang pernah ada didunia). Kita semua berharap akan ada perubahan yang lebih baik, khususnya dalam kontex kesadaran spiritual dan kemanusiaan masyarakat Indonesia, Amin.
Semoga kasih dan damai selalu menyertai kita.
Salam.
numpang nanya ya Prabu kertabumi/Brawijaya V itu apakah Damarwulan? kan sama-sama yang mendampingi Sabdapalon dan nayagenggong tapi kok didalam cerita dan sejarah kok beda yah
haiii……………………
gue nimbrung yeee……..
gue tertaring ma pembicaraan ni……sebenernyeeeee ramalan sabdopalon itu emang dah dan sedang terjadi kok……
1.buat SUJATMOKO…..29 juni
…….ini sedang proses kok……
2.buat HENDRAYANA….13 juli
yang dimaksud disini adalah fungsi atau tugasnya mas ganteng……(moga2 yee….)
3.buat Mr.XXX……29 juli
gi proses tnang ja………
4.buat DANI……….13 dan28juli
sepertinya kau salah satu orang yang bakalan ngeliat kejadian itu……..gue balas diemailmu………… makaci……
Waktu itulah tibanya zaman Majapahit kedua atau zaman Majapahit yang penghabisan, yaitu zaman silamnya Perau Gabus dan mengambangnya Batu Hitam (hilangnya zaman feodal dimana tingkat manusia semaunya sama. Red).
Arti:
Waktu itulah tibanya zaman Majapahit II atau zaman Majapahit terakhir. Yaitu zaman tenggelamnya ketidakpastian berganti dengan kepastian dimana kebenaran dan kesalahan terlihat dengan jelas. suatu zaman yang melihat kebenaran dari sudut pandang penyatuan yang menyadari bahwa perbedaan adalah keindahan dan keistimewaan dari Sang Pencipta. suatu zaman dimana keadilan ditegakkan, benar adalah benar dan salah adalah salah meskipun yang paling benar adalah sang Pencipta Yang Maha Benar. Zaman dimana Tuhan tidak samar dan tidak terbagi – bagi, tetapi Tuhan adalah Maha Esa dan Maha Jelas…karena Ia lah yang menciptakan seluruhnya.
Zaman dimana seluruh manusia dituntut menjalankan tugas – tugasnya yang terlupakan yakni Khalifah di Bumi. dan Khalifah adalah perawat, pelindung, dan penjaga alam semesta dan pembimbing untuk manusia – manusia tertentu. dan bukan pemimpin.
zaman dimana terjadi penyatuan antara Bangsa Manusia dengan Alam semesta beserta isinya (makhluk halus) untuk beribadah kepada Sang Penguasa Jagad Raya Yang Maha Agung lagi Maha Penguasa. yang saling bahu membahu dalam menjaga ketentraman bumi dan tidak merusaknya. zaman dimana alam semesta bukanlah obyek, tapi ia juga subyek sama seperti bangsa manusia dan golongan makhluk halus. Dan zaman dimana manusia menafsirkan ayat – ayat Tuhan secara dalam. zaman dimana, setiap aturan dibuat dengan penuh seksama dan menjunjung tinggi asas keadilan bukan karena pengaruh dari yang lebih kuat.
Bagi saya semuanya sudah dijabarkan dengan jelas dalam “Kata kata beliau Sabda Palon”
Bahwa beliau sudah kembali pada abad ke 19 di Tanah Bali sehingga Bali terkenal ke Manca Negara
Perlu saya jelaskan apanya istimewa dengan Bali adlah hal-hal sbb:
1. Masyarakat Bali bisa menerima Budaya asing tanpa menghilangkan Budaya Lokal, jadi Budaya asing memperkaya budaya lokal.
2. Masyarakat Bali bisa menerima semua golongan tanpa memandang dari agama, suku, bangsa,ras.
sehingga tercipta kehidupan yang Harmonis.
3. Masyarakat Bali taat kepada Tuhan YME.
4. Masyarakat Bali tumbuh dari Budaya Indonesia yang ramah, penuh toleransi dan tanpa kekerasan.
5. dll
Jadi saya berharap saudara-saudara untuk juga tetap menjaga adat istiadat dan budaya daerah masing-masing dengan sebaik baiknya tetapi menerima Budaya asing yang baik untuk memperkaya budaya daerah.
Jangan seperti sinetron: orang yang mengenakan “Blangkon” dengan sesaji selalu diidentikan dengan Dukun Jahat, nah oleh sebab itulah timbul bencana yang sangat dasyat di tanah Jawa.
Mohon hargai blangkon itu sebagai budaya yang luhur dan jangan disalah gunakan untuk mengerkspresikan sesuatu yang sesat.
Kalau memang ga cocok dengan budaya kejawen, ga usah di gunakan akan lebih baik.
MARI HIDUPKAN KEMBALI BUDAYA INDONESIA
JADI KAN NEGARA INDONESIA JAYA SEPERTI JAMAN MAJAPAHIT
Sebelum waktu itu maka terlebih dulu Nusa Jawa akan diinjak Kerbo Bule (Kebo Putih) selama 44 windu.
Menurutku:
Sebelum mencapai zaman Majapahait II, maka terlebih dahulu Nusa Jawa akan dikuasai oleh Bangsa Barat selama 44 windu atau kurang lebih 30 tahun (1 windu = kurang lebih 8 bulan). sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, seni, ilmu pengetahuan (teknologi) hampir secara menyeluruh dikuasai oleh Bangsa Barat. Ingat budaya sendiri yang sebenar – benarnya budaya sendiri, bukan budaya hasil reka orang yang lebih kuat. coba lihat era Soekarno, orang jawa yang masih ngekeh dengan budaya sendiri masih banyak, meskipun dijajah oleh bangsa Barat sewaktu zaman perjuangan dahulu, apa seluruh sektor dikuasai oleh mereka? jawabannya tidak. Soekarno memegang teguh budaya Nusa Jawa yang sebenar – benarnya budaya Nusa Jawa. ia mengendalikan budaya – budaya dari luar…Zaman Soeharto pun demikian, bahkan Amerika tak bisa unjug gigi pada Soeharto. di zaman Soeharto, memang sudah hampir seluruh sektor dikuasai oleh Bangsa Barat, tetapi Amerika, Eropa apa berani dengan kepemimpinan Soeharto?..yang terkenal sebagai macan Asia.
Dahulu pada zaman Soeharto awal dan pertengahan menuju akhir, produk – produk Indonesia terkenal di seluruh dunia. Ilmu pengetahuan pun tidak kalah, terbukti banyak orang asing yang belajar di Indonesia. di tinjau dari sektor ekonomi, ada tanggapan seperti ini “Kalau produk dari luar negeri bisa lolos selelksi, masuk dan dipasarkan di Indonesia pasti produk tersebut di terima oleh seluruh negara”. Produk – produk Amerika jarang yang bisa masuk ke Indonesia karena sering tidak lolos seleksi mengenai kualitas produk. Coba lihat sekarang, produk yang masuk ke Indonesia biasanya kualitas rendah setelah soeharto lengser akibat kroni – kroninya. Tidak ada pemimpin yang sempurna bukan?..Tahta, Harta, Wanita. kalau tidak mempan dengan harta dan tahta, mungkin wanita. kalau tidak ketiga – tiganya, biasanya keluarga.
setelah zaman soeharto, Nusa Jawa benar – benar dikuasai hampir secara menyeluruh oleh bangsa barat.
“Ketegasan tidak harus dikatakan….tetapi lebih baik ditunjukkan. meski ketegasan tersebut dipandang buruk oleh yang lain.”
Larinya Kerbo Bule karena datanya Satrya Kuning Cebol Kepalang (pandak), yang akan melepaskan Kerbo Edan ini akan menyerang Kerbo Bule setelah dari jurusan timur nampak warna, merah menyinsing…..
Menurutku:
Penguasaan Bangsa Barat terhadap Nusa Jawa akan segera berakhir, karena datangnya Bangsa Asia sendiri ke Nusa Jawa, seperti Korea, Jepang, India, China. Kalau kita melihat mode di kota – kota besar memang terkesan berasal dari bangsa barat, tetapi lebih tepat dari Asia timur. menjamurnya barang – barang elektronik buatan jepang dan Korea menggeser buatan bangsa barat. Ilmu pengetahuan pun tidak kalah…Bukankah hampir 30% dokter di Amerika berasal dari India selebihnya dari yang lain. penguasan Bangsa Asia sendiri akan melepaskan Bangsa Nusa Jawa sendiri, yang sekarang terombang – ambing pada ketidakpastian. yang hidup dalam ketidakpastian benar atau salah. Mana Tuhan dan Nama Tuhan yang patut disembah pun bingung. Mana yang patut dihormati dan dihargai, dan mana yang tidak patut pun bingung. Pokoknya, kalau gelarnya ulama,kyai, ustadz, mentri,pendeta,orang yang punya jabatan tinggi itulah yang dihormati, kalau pelacur, pengamen disingkirkan. padahal bisa jadi kyai lebih bejad daripada pelacur, setidak – tidaknya yang mereka jual adalah tubuh mereka sendiri. cuma maling sendal di masjid, dihakimi sampai mati. sedangkan koruptor yang maling uang banyak bahkan bisa untuk bikin pabrik sendal banyak sekali yang dihormati. Di depan televisi, koruptor dihujat, tetapi pas ketemu dengan bagi – bagi uang dianggap dewa.(Kerbo Edan, main seruduk aja meski tidak patut untuk disruduk).
Bangsa Asia sendiri lah yang akan melepaskan Bangsa Nusa Jawa yang akan menyerang balik bangsa barat. penyerangan tersebut bisa jadi dengan banyak membeli produk – produk asia daripada produk bangsa barat. Banyak mengekspor ke bangsa Asia pun termasuk kategori penyerangan. karena penyerangan tidak berati sifatnya frontal. serangan tersebut setelah ada simbol warna merah daria arah timur. Lumpur Lapindo bukankah salah satu simbol warna merah. Strategi – strategi dari arah timur untuk menjatuhkan produk bangsa barat bukankah simbol dari warna merah tersebut?….Masa Sih Bangsa Jepang tidak ada dendam sedikit sama Amerika setelah negerinya diporak – porandakan oleh Amerika dulu. pun demikian dengan China kan?…yang ingin menjadi negara super power baru. Kira – kira bangsa Arab punya strategi gak untuk menghancurkan invasi – invasi bangsa barat?…Perang kan bukan hanya di medan perang. dari sektor lain juga bisa..
karena bangunya Satya Putih Kuning yang berdarah merah.
Menurutku:
Bangunnya Satya Putih Kuning yang berdarah merah adalah bangkitnya perjuangan bangsa – bangsa Asia dan bangsa Barat yang tersisih dari invasi negara – negara barat pada berbagai sektor. warna merah tersebut bisa berati simbol kemarahan, dan keberanian. ataupun kemarahan alam semesta yang selama ini dirusak. Lapindo?….
Invasi boleh?…Boleh asal tidak berlebihan dan tidak merusak tatanan hidup suatu bangsa. Lihat Amerika, sering mancampuri urusan negara lain. padahal bila mereka dicampuri negara lain, apa mau?….
Samapi disitulah Kerbo Bule pulang kandang. Besok timbul Ratu Kembar yang sama Bagusnya, Ratu Selawe yang sama berpengaruhnya. Susahnya orang jujur, gembiranya orang curang.
Menurutku:
Sampai pada saat itulah, bangsa barat akan kembali ke negaranya sendiri bisa jadi menarik segala aset di negara asia karena dinilai tidak menguntungkan. …..Besok akan timbul Ratu Kembar (Surakarta dan Yogyakarta) yang sama bagusnya. Ratu Selawe (penguasa – penguasa Nusa Jawa) yang sama pengaruhnya. pengaruh tersebut bukan berarti pengaruh yang luas, bisa jadi pengaruh yang kecil karena kewibawaan seorang penguasanya yang jatuh, jauh dari kategori pemimpin yang bijaksana dan adil.
Perselisihan faham makin menjadi-jadi, huru hara merajalela, bencana alam meradang. Gunung-gunung api meletus mengeluarkan lahar, bengawan-bengawan bergeser dan meluap begitu rupa. Bahaya Air dan api datang bersilih ganti. Angin taufan, tanah longsor, bahaya kelaparan dan wabah penyakit menjadi-jadi.
Menurutku:
Perselisihan faham menjadi – jadi. masing – masing punya pendapat yang sama – sama mengaku benar. yang merasa pendapatnya paling benar mulai deh menjajah…kalau kalah berpendapat, dengkinya, dendamnya sampai diubun – ubun , marah bahkan bisa main tangan. padahal marah adalah salah satu yang ditanamkan oleh Syetan. Huru – hara merajelela..banyak kegaduhan. situasi politik kian tidak aman. aman sudah mulai mahal harganya. Pegi ke pasar rawan bom, ke gedung rawan bom. Buka toko terus laris, padahal disekitarnya tidak laris. tuduhan merejalela, make dukunlah dll. membuat pemilik toko berfikir berulang kali untuk meneruskan usaha di tempat tersebut. padahal, toko – toko yang lain juga pakai dukun. Ha…ha…ha…
inteleketual mengaku anti dukun..anti paranormal, eh di belakangnya pendirian gedung pakai paranormal juga. aduh…..Pergi ke terminal, kudu hati – hati. semua harus dijaga lebih – lebih nyawa dan kehormatan. tidak jarang kan kasus penipuan, pemerkosaan, pembunuhan terjadi di terminal dan perjalanan. waduh…..aman sudah menjadi barang langka.
Mendirikan diskotik dengan uang sendiri,…eh diskotiknya dihancurkan massa yang mengaku islam. padahal ngomong baik – baik saja barangkali dipertimbangkan. Pengrusakan dan pembakaran hutan bukan rahasia. Memangnya Manusia saja yang punya hati, alam juga punya…Mereka sangat dekat dengan Sang Pencipta….Apa Pencipta tega melihat terus makhluk-Nya dijajah dan dianiaya terus dengan dengan makhlukNya yang lain padahal sudah diberikan kesempurnaan yang berlebih ketimbang yang lain.
Mulai digoyang deh…ha …ha…ha…Itulah keadilan Tuhan. Dan bukti bahwa Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku senang jika banyak gempa apalagi kehancuran. Gunung Meletus, tsunami…hah…lega. Setiap hari mengambil makanan dari bumi, eh menganiaya bumi. sudah diberikan rizki yang banyak dari bumi dan langit..eh malah mengotori langit dengan pembakaran hutan. Sudah diberikan rezeki dari laut, eh…merusak laut, membuang limbah – limbah beracun yang mematikan biota lain padahal punya hak untuk hidup enak di bumi juga. Tsunami dan gempa memang pantas diterima…Alhamdulillah. Akhirnya bumi senyum…Keadilan Tuhan.
Coba lihat hukum?…Tidak Adil bukan lagi rahasia tapi sudah umum, dan jadi kebiasaan. Hukum yang jauh dari keadilan dan dekat dengan pemaksaan. padahal pembuat hukumnya rajin sekali melanggar.
Gara – gara Pacaran, diseret di kantor. dihukum terus masuk deh ke telivisi karena dinilai unik…Memalukan. bukankan seluruh agama itu tidak mengajarkan demikian…Menyebarkan aib seseorang, padahal yang namanya aib saja rancu. pacaran apa salah?….salah jika melewati batas (berhubungan badan di luar nikah) dan tidak bertanggung jawab. tetapi tetap saja itu hak mereka biar mereka sendiri yang bertanggung jawab kepada Tuhan mereka….Kita tidak patut mengaku – aku perwakilan Tuhan untuk menghukum mereka….Itu jalan mereka sendiri, kecuali jika kita diminta bantuan oleh salah satunya.
Angin topan?….angin beliung. mulai deh menjalar di daerah – daerah yang krisis keadilan dan dekat dengan pemaksaan. Sedangkan Tuhan saja Bukanlah Maha Pemaksa….Ia sangat menyayangi seluruh makhlukNya termasuk makhluk yang terkenal kafir sekalipun….longsor pun dimana – mana. wabah penyakit merajalela dan kelaparan juga merajalela.
“Itu bukan takdir yang ditetapkan Tuhan, tapi karena ulah manusia itu sendiri”
“Karma pasti berlangsung….siapa yang menyakiti, kelak ia pasti disakiti. itulah Keadilan Tuhan yang Maha Adil”.
Dalam perkembangan zaman yang sedemikian itu aku perintahakan anak cucuku, yaitu segenap manusia yang berada di nusa Jawa, supaya berlaku jujur, tenang, sabar takwakal, awas dan waspada. Karena kedatangku bakal bersamaan dengan datangnya Ratu Adil yang akan mengadili barang siapa yang melanggar perikemanusiaan, mengilas-gilas hukum negara, merampas hak milik orang lain, memeras, merampok, menggedor, memperkosa, makan suap, membunuh atau mematikan pencaharian hidup orang lain dan lain-lain perbuatan sewenang-wenagn yang melanggar dan menentang kehendak kodratullah dan kehendak Sang Hyang Agung, Sadarlah siapa yang ingin sadar dan pencayalah siapa yang ingin percaya……………” suara Sabdopalon ini makin tinggi di angkasa dan bergema begitu rupa untuk sementara akan kemudian lenyap……………..
Menurutku:
Di tengah kekacaubalauan, manusia yang berada di Nusa Jawa supaya banyak jujur, tenang, sabar takwakal, awas dan waspada. waspada disini bukan hanya pada manusia lain, tetapi juga pada bumi ini. Saat itulah Sabdopalon dan Ratu adil akan datang untuk mengadili mereka yang berbuat sewenang – wenang. Tetapi apa lantas Sabdopalon bisa dilihat oleh seluruh manusia, belum tentu. mungkin ia hanya bisa dilihat oleh yang ia kehendaki atau manusia – manusia tertentu, misalnya si ratu adil sendiri.
Trus apa Ratu Adil harus menegakkan keadilan dengan tangannya sendiri. bisa melalui perwakilan manusia lain bukan….dan apa lantas si Ratu Adil dikenal oleh seluruh manusia?…belum tentu. mungkin ia seseorang dibalik layar yang dikenal oleh sebagian manusia saja.
“Aku setuju bahwa Ramalan memang jangan dipercaya 100%….tapi boleh dong, jika ramalan tersebut kita jadikan sebagai saran atau nasihat untuk kita.”…Terima Kasih.
Itu pendapatku jika aku mengacu pada bentuk kata – kata Sabdopalon. dan menurutku, setiap perkataan memiliki inti. dan setiap inti bisa jadi begitu samar. mungkin jika aku dikenankan berpendapat, Inti dari perkataan Sabdopalon lah yang perlu kita cermati, karena mengandung makna yang sesungguhnya.
Dan menurutku inti dari perkataanya adalah “Manakala di Bumi tidak lagi terjadi keadilan, maka Tuhan akan mengirimkan perantara-Nya untuk menegakkan keadilan”.
Itu sih pendapatku…..terima kasih.
Mas Ngabehi
Kabar saya baik, terima kasih…
Hanya sibuk dalam petualangan..
Iya,, kembali pada topik..
Menurut saya itu karya yang bagus.. untuk sebagai peringatan saja, tidak perlu menjadi pedoman..
Salam
Ternyata asik jg mengikuti sejarah sastra.
Menurut saya, sastrawan jaman doeloe telah berhasil membaca siklus jaman, sama seperti Nabi Muhammad yang bernah bersabda tentang gambaran masa depan.
Karya sastra pujangga doele dapat dipaskan pada setiap siklus jaman, dalam rentang waktu yang bervariasi.
Saya pikir, karya sastra pujangga kita adalah perumusan grafik “Elliot Wave” dalam bentuk sastra (elliot wave adalah bentuk kurva yang mendekati siklus pergerakan indikator perdagangan sepeti saham, nilai tukar mata uang, dll)
Salamu’alaikum Kadang Sedhoyo …
Buat mas Bali Boy atas tulisannya tgl. 5 Agustus 2007,
Saya setuju sekali dengan anda, Mas Bali Boy…
Bahwa memang di Bali meski banyak masuk budaya asing namun masih tetap mempertahankan budaya local/ budaya leluhur yang mulia dan bijak … menghargai alam dan lingkungan sekitarnya…. Menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya ( habluminnas) dan menjaga hubungan baik dengan Tuhan (habluminnallah). Padahal konsep atas tatanan moral ini yang diharus dikedepankan oleh masyarakat lainnya, bukan dilihat dari kotak-kotak religi nya bahwa ajaranku paling benar … ajaran mu salah …tapi lebih kepada merangkai mozaik mutiara kebenaran sejati yang ada dalam setiap agama dan keyakinan menjadi satu kesatuan sebagai landasan bagi kemanunggalan dengan Sang Gusti Yang Maha Agung …
Dan saya sangat yakin bahwa kekerasan yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalu terhadap salah satu kasta di sebuah desa di Bali merupakan kekhilafan semata yang dapat diperbaiki…
Mungkin mas Bali Boy bisa menceritakan sedikit mengenai awal terjadi nya … Bisa lewat e-mail saya saja …
Jika tidak berkeberatan, Pak Mod mungkin bisa Bantu untuk memberikan alamat e-mail saya kepada mas Bali Boy …
(Sudah dikirim.. kalau mau langsung tulis email pribadinya di komentar juga silahkan. Red)
Terima kasih atas bantuannya …
Wassalamu’alaikum dan Salam Sejati
Sujiatmoko
buat wisnu wardani yang kirim email komen tanggal 4 agustus kok gak ada ya penjelasan dari anda setelah saya buka email saya
Salam hormat,
Membaca kisah diatas, saya hanya berfikir, kenapa kita selalu menulis sejarah dalam cerita legenda, sehingga sulit untuk diaplikasikan oleh semua orang ke dalam kehidupan nyata sekarang ini, padahal masa sekarang adalah rentetan panjang sebuah sejarah yang dimulai dari masal sebelumnya, sebelumnya dan sebelumnya.
Tambahan lagi kisah yang ditulis oleh satu orang/kelompok cenderung berbeda dengan yang ditulis oleh kelompok lain, dan anehnya lagi ahli sejarah kita tampaknya tidak ada upaya untuk menelusuri sejarah Bangsa ini dengan mencari berbagai referensi dari berbagai sumber, mereka kebanyakan cukup puas dengan cerita yang turun menurun disuatu tempat atau sejenisnya.
Menurut hemat saya, catatan sejarah kita pasti masih banyak yang tersimpan di Negeri Penjajah yakni Belanda dan juga jangan lupa ada catatan sejarah kita yang tersimpan di Amerika dan Inggris, cobalah para pakar dan ahli sejarah kita untuk menyusun sejarah baru Indonesia yang berdasarkan pada artefak dan atau catatan yang riil.
Ingat bahwa Belanda telah menjajah kita hampir 350 tahun, dan dengan cara yang sistimatis telah mencabut akar budaya luhur Nusantara sehingga yang tertinggal adalah sisa budaya yang jelek dan destrukstif, satu contoh bahwa kita sebagai bangsa yang besar tidak mempunyai alfabet sendiri, padahal pada jaman kejayaan Nusantara baik itu Majapajhit maupun kerajaan besar lainnya kita punya alfabet sendiri, yang mana alfabet kita diganti secara sistimaitk oleh Belanda dengan alfabeth Latin yang kita kenal sekarang ini.
Kenyataan, bahwa negara yang mempunyai alfabeth sendiri adalah negara yang punya kepribadian dan rasa nasionalisme tinggi, contoh, Jepang, China, Rusia, Arab, India, Thailand, Vietnam, Korea dan masih banyak lagi.
Mudah mudahan tulisan kecil saya ini bermanfaat untuk menggugah para ahli untuk lebih berprestasi lagi.
Entah apa yang terjadi dengan saya ketika buka situs ini…..
Entah apa pula yang mendorong air mata ini untuk keluar…..
Perasaan saya benar-benar mengharu biru…..
bergabung aja ca, itu sudah merupakan tanda-tanda kepekaan anda memang baik, syukur2 anda bisa menjadi seorang yang cepat untuk belajar kaweruh di gantharwa ini.
tuk Dani
Mas…mimpi Anda kurang jelas. coba mas jelasin sejelas – jelasnya. mulai dari awal sampai akhir cerita. baru aku jawab. kemarin, dah gue email, tetapi gak sampe.
Met merdeka……
saya lahir 17 agustus 1986,
(Selamat Ulang Tahun, Merdeka… Red)
mungkin sedang mencari jatidiri,, siapa yang bisa membantu,, saya mahasiswa baru ugm 2007,,tapi sesungguhnya saya orang yang realistis,, sudahlah saya bingung.
tobetterfuture@yahoo.com
(Mistik itu justru sangat realistis… Ini maksudnya anda mau belajar? kalau mau belajar daftar lagi ya. Red)
dalam ramalan, apakah si ” yang ditunggu2″ yg katanya nusantara akan menjadi lebih baik,, adalah keturunan raja, atau anak keturunan presiden dulu,
untuk wisnu wardani kurang lebih dari mimpi saya adalah ada suara tanpa ada orangnya suara itu berkata kalau mahapatih Gajah Mada da Damarwulan jika menyatu maka kerajaan majapahit akan muncul lagi saya bingung tentang pernyataan yang ada dalam mimpi saya itu apakah benar kerajaan majapahit akan muncul lagi jika benar kenapa mimpi itu ditujukan pada saya apakah saya ada dalm bahasa jawanya rembesing madu tapi kan saya orang biasa
Kalo yang u maksud, rembesing madu itu sebagai trah kerajaan atau trah pemimpin yang adil dan bijaksana. mungkin aja??…karena keluarga kerajaan jumlahnya banyak sekali dari turun – temurun.
Kalau mimpi tersebut, mungkin aja u akan bertemu dengan keduanya. tapi mungkin bukan dengan mereka lagi melainkan dengan titisan mereka. atau Gadjah Mada dengan titisan Damar Wulan.. penyatuan tersebut bisa berarti hubungan orang tua dengan anak atau hubungan guru dengan murid. Bisa hubungan teman.
sedangkan Majapahit kan sebagai simbol masa emas kerajaan nusantara. Kelak mungkin aja, satu kerajaan di bumi Nusantara berdiri kembali dengan kokoh beserta kejayaannya.
Yang terpenting, pesannya u ingat – ingat aja tapi gak usah terlalu dipikirkan…dan bisa jadi bukan hanya u yang diberi petunjuk semacam itu.
gak usah mencari – cari kedua orang tersebut, kelak u sendiri akan mengenali mereka.
ilmu kasampurnan wejangan dari sunan kali jogo dan kilurah semar
Sunan kalijaga banjur ngucapake sahadat: ashadu ala ilaha ila’llah, wa ashadu anna Mukhammadar-Rasulu’llah, têgêsipun: Ingsung anêkseni, ora ana Pangeran kang sajati, amung Allah, lan anêkseni, Kangjêng Nabi Mukhammad iku utusane Allah”. Ature Sunan Kalijaga marang Sang Prabu: “Tiyang nêmbah dhatêng arah kemawon, botên sumêrêp wujud têgêsipun, punika têtêp kapiripun, lan malih sintên tiyang ingkang nêmbah puji ingkang sipat wujud warni, punika nêmbah brahala namanipun, mila tiyang punika prêlu mangrêtos dhatêng lair lan batosipun. Tiyang ngucap punika kêdah sumêrêp dhatêng ingkang dipunucapakên, dene têgêsipun Nabi Mukhammad Rasula’llah: Mukhammad punika makam kuburan, dados badanipun tiyang punika kuburipun rasa sakalir, muji badanipun piyambak, botên muji Mukhammad ing ‘Arab, raganipun manusa punika wêwayanganing Dzating Pangeran, wujud makam kubur rasa, Rasul rasa kang nusuli, rasa pangan manjing lesan, Rasule minggah swarga, lu’llah, luluh dados êndhut, kasêbut Rasulu’llah punika rasa ala ganda salah, riningkês dados satunggal Mukhammad Rasula’llah, kang dhingin wêruh badan, kaping kalih wêruh ing têdhi, wajibipun manusa mangeran rasa, rasa lan têdhi dados nyêbut Mukhammad rasulu’llah, mila sêmbahyang mungêl “uzali” punika têgêsipun nyumêrêpi asalipun. Dene raganipun manusa punika asalipun saking roh idlafi, rohipun Mukhammad Rasul, têgêsipun Rasul rasa, wijile rasaning urip, mêdal saking badan kang mênga, lantaran ashadualla, manawi botên mêngrêtos têgêsipun sahadat, botên sumêrêp rukun Islam, botên mangrêtos purwaning dumados”.Sunan kalijaga ature akeh-akeh, nganti Prabu Brawijaya karsa santun agama Islam, sawise banjur mundhut paras marang Sunan Kalijaga nanging remane ora têdhas digunting, mulane Sunan Kalijaga banjur matur, Sang Prabu diaturi Islam lair batos, amarga yen mung lair bae, remane ora têdhas digunting. Sang Prabu banjur ngandika yen wis lair batos, mulane kêna diparasi.Sang Prabu sawise paras banjur ngandika marang Sabdapalon lan Nayagenggong: “Kowe karo pisan tak-tuturi, wiwit dina iki aku ninggal agama Buddha, ngrasuk agama Islam, banjur nyêbut asmaning Allah Kang Sajati. Saka karsaku, kowe sakarone tak-ajak salin agama Rasul tinggal agama Buddha.”Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. Sintên ingkang jumênêng Nata, dados momongan kula. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin, Sang Wiku Manumanasa, Sakutrêm lan Bambang Sakri, run-tumurun ngantos dumugi sapriki, kula momong pikukuh lajêr Jawi, kula manawi tilêm ngantos 200 taun, sadangunipun kula tilêm tamtu wontên pêpêrangan sadherek mêngsah sami sadherek, ingkang nakal sami nêdha jalma, sami nêdha bangsanipun piyambak, dumugi sapriki umur-kula sampun 2000 langkung 3 taun, momong lajêr Jawi, botên wontên ingkang ewah agamanipun, nêtêpi wiwit sapisan ngestokakên agami Buddha. Sawêg paduka ingkang karsa nilar pikukuh luhur Jawi. Jawi têgêsipun ngrêti, têka narimah nama Jawan, rêmên manut nunut-nunut, pamrihipun damêl kapiran muksa paduka mbenjing.”Sabdane Wiku tama sinauran gêtêr-patêr.Sang Prabu Brawijaya sinêmonan dening Jawata, ênggone karsa mlêbêt agama Rasul, iya iku rêrupan kahanan ing dunya ditambahi warna têlu: 1: aran sukêt Jawan, 2: pari Randanunut, lan 3: pari Mriyi. Sang Prabu andangu maneh: “Kapriye kang padha dadi kêkêncênganmu, apa gêlêm apa ora ninggal agama Buddha, salin agama Rasul, nyêbut Nabi Mukhammad Rasula’llah panutaning para Nabi, lan nyêbut asmaning Allah Kang Sajati?”Sabdapalon ature sêndhu: “Paduka mlêbêt piyambak, kula botên têgêl ningali watak siya, kados tiyang ‘Arab. Siya punika têgêsipun ngukum, tur siya dhatêng raga, manawi kula santun agami, saestu damêl kapiran kamuksan-kula, ing benjing, dene ingkang mastani mulya punika rak tiyang ‘Arab sarta tiyang Islam sadaya, anggenipun ngalêm badanipun piyambak. Manawi kula, mastani botên urus, ngalêm saening tangga, ngapêsakên badanipun piyambak, kula rêmên agami lami, nyêbut Dewa Ingkang Linangkung. Jagad punika raganipun Dewa ingkang asipat budi lan hawa, sampun dados wajibipun manusa punika manut dhatêng eling budi karêpan, dados botên ngapirani, manawi nyêbut Nabi Mukhammad Rasulu’llah, têgêse Mukhammad niku makaman kubur, kubure rasa kang salah, namung mangeran rasa wadhag wadhahing êndhut, namung tansah nêdha eca, botên ngengêti bilahinipun ing wingking, mila nami Mukhammad inggih makaman kuburan sakalir, roh idlafi têgêsipun lapisan, manawi sampun risak wangsul dhatêng asalipun malih. Wangsul Prabu Brawijaya lajêng manggen wontên pundi. Adam punika muntêl kaliyan Hyang Brahim, têgêsipun kêbrahen nalika gêsangipun, botên manggih raos ingkang saestu, nanging tangining raos wujud badan, dipunwastani Mukhammadun, makaman kuburing rasa, jasanipun budi, dados sipatipun tiyang lan raos. Manawi dipunpundhut ingkang Mahakuwasa, sarira paduka sipate tiyang wujud dados, punika dadosipun piyambak, lantaranipun ngabên awon, bapa biyung botên damêl, mila dipunwastani anak, wontênipun wujud piyambak, dadosipun saking gaib samar, saking karsaning Latawalhujwa, ingkang nglimputi wujud, wujudipun piyambak, risak-risakipun piyambak, manawi dipunpundhut dening Ingkang Maha Kuwasa, namung kantun rumaos lan pangraos ingkang paduka-bêkta dhatêng pundi kemawon, manawi dados dhêmit ingkang têngga siti, makatên punika ingkang nistha, namung prêlu nênggani daging bacin ingkang sampun luluh dados siti, makatên wau têtêp botên wontên prêlunipun. Ingkang makatên punika amargi namung saking kirang budi kawruhipun, kala gêsangipun dereng nêdha woh wit kawruh lan woh wit budi, nrimah pêjah dados setan, nêdha siti ngajêng-ajêng tiyang ngirim sajen tuwin slamêtanipun, ing têmbe tilar mujijat rakhmat nyukani kiyamat dhatêng anak putunipun ingkang kantun. Tiyang pêjah botên kêbawah pranataning Ratu ing lair, sampun mêsthi sukma pisah kaliyan budi, manawi tekadipun sae inggih nampeni kamulyan, nanging manawi tekadipun awon inggih nampeni siksanipun. Cobi paduka-jawab atur-kula punika”.Sang Prabu ngandika: “Mulih marang asale, asal Nur bali marang Nur”.Sabdapalon matur maneh: “Inggih punika kawruhipun tiyang bingung gêsangipun rugi, botên gadhah kawruh kaengêtan, dereng nêdha woh kawruh lan budi, asal siji mantuk satunggal, punika sanes pêjah ingkang utami, dene pêjah ingkang utami punika sewu satus têlung puluh. Têgêsipun satus punika putus, têlu punika tilas, puluh punika pulih, wujud malih, wujudipun risak, nanging ingkang risak namung ingkang asal saking roh idlafi. Uripipun langgêng namung raga pisah kaliyan sukma, inggih punika sahadat ingkang botên mawi ashadu, gantos roh idlafi lapisan: sasi surup mêsthi saking pundi asalipun wiwit dados jalmi. Surup têgêsipun: sumurup purwa madya wasananipun, nêtêpana namane tiyang lumampah, sampun ebah saking prênahipun mlêbêt mbêkta sir cipta lami”.Sang Prabu ngandika: “Ciptaku nempel wong kang luwih”.Sabdapalon matur: “Punika tiyang kêsasar, kados dene kêmladeyan tumemplek wit-witan agêng, botên bawa piyambak, kamuktenipun namung nêmpil. Punika botên pêjah utami, pêjahipun tiyang nistha, rêmênipun namung nempel, nunut-nunut, botên bawa piyambak, manawi dipuntundhung, lajêng klambrangan, dados brêkasakan, lajêng nempel dhatêng sanesipun malih”.Sang Prabu ngandika maneh: “Asal suwung aku bali, mênyang suwung, nalika aku durung maujud iya durung ana apa-apa, dadi patiku iya mangkono”.Sabdapalon: “Punika pêjahipun tiyang kalap nglawong, botên iman ‘ilmi, nalika gêsangipun kados kewan, namung nêdha ngombe lan tilêm, makatên punika namung sagêd lêma sugih daging, dados nama sampun narimah ngombe uyuh kemawon, ical gêsangipun salêbêtipun pêjah”.Sang Prabu: “Aku nunggoni makaman kubur, yen wis luluh dadi lêbu”.Sabdapalon: “Inggih punika pêjahipun tiyang cubluk, dados setan kuburan, nênggani daging wontên kuburan, daging ingkang sampun luluh dados siti, botên mangrêtos santun roh hidlafi enggal. Inggih punika tiyang bodho mangrêtosa. Nun!”Sang Prabu ngandika: “Aku arêp muksa saragaku”.Sabdapalon gumuyu: “Yen tiyang agami Rasul têrang botên sagêd muksa, botên kuwawi ngringkês nguntal raganipun, lêma kakathahên daging. Tiyang pêjah muksa punika cêlaka, amargi nami pêjah, nanging botên tilar jisim, namanipun botên sahadat, botên pêjah, botên gêsang, botên sagêd dados roh idlafi enggal, namung dados gunungan dhêmit”.Pangandikane Sang Prabu: “Aku ora duwe cipta apa-apa, ora ikhtiar nampik milih, sakarsane Kang Maha Kuwasa”.Sabdapalon: “Paduka nilar sipat, botên ngrumaosi yen tinitah linangkung, nilar wajibing manusa, manusa dipunwênangakên nampik milih, manawi sampun narimah dados sela, sampun botên prêlu pados ‘ilmi kamulyaning seda”.Sang Prabu: “Ciptaku arêp mulih mênyang akhirat, munggah swarga seba Kang maha Kuwasa”.Sabdapalon matur: “Akhirat, swarga, sampun paduka-bêkta ngaler ngidul, jagadipun manusa punika sampun mêngku ‘alam sahir kabir, nalika tapêl Adam, sampun pêpak: akhirat, swarga, naraka ‘arasy kursi. Paduka badhe tindak dhatêng akhirat pundi, mangke manawi kêsasar lo, mangka ênggene akhirat punika têgêse mlarat, saênggen-ênggen wontên akhirat, manawi kenging kula-singkiri, sampun ngantos kula mantuk dhatêng kamlaratan sarta minggah dhatêng akhirat adil nagari, manawi lêpat jawabipun tamtu dipunukum, dipunbanda, dipunpaksa nyambut damêl awrat tur botên tampa arta. Klêbêt akhirat nusa Srênggi, nusa têgêsipun manusa, Srêng têgêsipun padamêlan ingkang awrat sangêt. Ênggi têgêsipun gawe. Dados têgêsipun jalma pinêksa nyambut damêl dhatêng Ratu Nusa Srênggi namanipun, punapa botên cilaka, tiyang gêsang wontên ing dunya kados makatên wau, sakulawargane mung nadhah bêras sapithi, tanpa ulam, sambêl, jangan punika akhirat ingkang katingal tata lair, manawi akhiratipun tiyang pêjah malah langkung saking punika, paduka sampun ngantos kondur dhatêng akhirat, sampun ngantos minggah dhatêng swarga, mindhak kêsasar, kathah rajakaya ingkang wontên ing ngriku, sadaya sami trima tilêm kêmul siti, gêsangipun nyambut damêl kanthi paksan, botên salah dipunpragat, paduka sampun ngantos sowan Gusti Allah, amargi Gusti Allah punika botên kantha botên warna, wujudipun amung asma, nglimputi wontên ing dunya tuwin ing akhirat, paduka dereng têpang, têpangipun amung têpang kados cahyanipun lintang lan rêmbulan, kapanggihe cahya murub dados satunggal, botên pisah botên kumpul, têbihipun botên mawi wangênan, cêlak botên panggihan, kula botên kuwawi cêlak, punapa malih paduka, Kangjêng Nabi Musa toh botên kuwawi mandêng dhatêng Gusti Allah, mila Allah botên katingal, namung Dzatipun ingkang nglimputi sadaya wujud, paduka wiji rohani, sanes bangsanipun malaekat, manusa raganipun asal saking nutfah, sowan Hyang Latawalhujwa, manawi panggenanipun sampun sêpuh, nyuwun ingkang enggal, dados botên wongsal-wangsul, ingkang dipunwastani pêjah gêsang, ingkang gêsang napasipun taksih lumampah, têgêsipun urip, ingkang têtêp langgêng, botên ewah botên gingsir, ingkang pêjah namung raganipun, botên ngraosakên kanikmatan, pramila tumrap tiyang agami Buddha, manawi raganipun sampun sêpuh, suksmanipun mêdal nyuwun gantos ingkang sae, nglangkungi ingkang sampun sêpuh, nutfah sampun ngantos ebah saking jagadipun, jagadipun manusa punika langgêng, botên ewah gingsir, ingkang ewah punika makaming raos, raga wadhag ingkang asal roh idlafi. Prabu Brawijaya botên anem botên sêpuh, nanging langgêng manggen wontên satêngahipun jagadipun, lumampah botên ebah saking panggenanipun, wontên salêbêting guwa sir cipta kang êning. Gawanên gêgawanmu, ngGêgawa nêdha raga. Tulis ical, etangan gunggunge: kumpul, plêsatipun wêtaha. Ningali jantung kêtêg kiwa: surut marga sire cipta, jujugipun ingkang cêtha cêthik cêthak. Punika pungkasanipun kawruh, kawruhipun tiyang Buddha. Lêbêtipun roh saking cêthak marginipun, kendêl malih wontên cêthik, mêdal wontên kalamwadi, kentir sagara rahmat lajêng lumêbêt ing guwa indra-kilaning estri, tibaning nikmat ing dhasaring bumi rahmat, wontên ing ngriku ki budi jasa kadhaton baitu’llah ingkang mulya, dadosipun saking sabda kun, dados wontên têngahing jagad swarganing tiyang sêpuh estri, mila jalma keblatipun wontên têngahing jagad, jagading tiyang punika guwa sir cipta namanipun, dipunbêkta dhatêng pundi-pundi botên ewah, umuripun sampun dipunpasthekakên, botên sagêd ewah gingsir, sampun dipunsêrat wontên lokhil-makful, bêgja cilakanipun gumantung wontên ing budi nalar lan kawruhipun, ingkang ical utawi kirang ikhtiaripun inggih badhe ical utawi kirang bêgjanipun. Wiwitanipun keblat sakawan, inggih punika wetan kilen kidul ler : têgêsipun wetan : wiwitan manusa maujud; têgêsipun kulon : bapa kêlonan; têgêsipun kidul : estri didudul wêtênge ing têngah; têgêsipun lor : laire jabang bayi, tanggal sapisan kapurnaman, sênteg sapisan tênunan sampun nigasi. Têgêsipun pur: jumbuh, na; ana wujud, ma; madhêp dhatêng wujud; jumbuh punika têgêsipun pêpak, sarwa wontên, mêngku alam sahir kabir, tanggalipun manusa, lairipun saking tiyang sêpuhipun estri, sarêng tanggalipun kaliyan sadherekipun kakang mbarêp adhi ragil, kakang mbarêp punika kawah, adhi punika ari-ari, sadherek ingkang sarêng tanggal gaibipun, rumêksa gêsangipun elingipun panjanmaning surya, lênggah rupa cahya, kontêning eling sadayanipun, siyang dalu sampun sumêlang dhatêng sadaya rêrupen, ingkang engêt sadayanipun, surup lan tanggalipun sampun samar : kala rumiyin, sapunika lan benjing, punika kawruhipun tiyang Jawi ingkang agami Buddha. Raga punika dipunibaratakên baita, dene suksmanipun inggih punika tiyang ingkang wontên ing baita wau, ingkang nêdahakên pandomipun, manawi baitanipun lumampah mangka salah pandomipun, tamtu manggih cilaka, baita pêcah, tiyangipun rêbah. Pramila kêdah ingkang mapan, mumpung baitanipun taksih lumampah, manawi botên mapan gêsangipun, pêjah malih sagêda mapan, nêtêpi kamanusanipun, manawi baitanipun bibrah, inggih pisah kaliyan tiyangipun; têgêsipun suksma ugi pisah kaliyan budi, punika namanipun sahadat, pisahipun kawula kaliyan Gusti, sah têgêsipun pisah, dat punika Dzating Gusti, manawi sampun pisah raga suksma, budinipun lajêng santun baitu’llah, napas tali, muji dhatêng Gusti, manawi pisaha raga suksma lan budi, mrêtitis ingkang botên-botên, yen tunggal, kabêsaran, tanggalipun botên surup salaminipun, punika kêdah ingkang waspada, ngengêtana dhatêng asaling kawula, kawula ugi wajib utawi wênang matur dhatêng Gusti, nyuwun baitu’llah ingkang enggal, ngungkulana ingkang lami. Raganing manusa punika namanipun baitu’llah, inggih prau gaweyaning Allah, dadosipun saking sabda kun, manawi baitanipun tiyang Jawi sagêd mapan santun baitu’llah malih ingkang sae, baitanipun tiyang Islam gêsangipun kantun pangrasa, praunipun sampun rêmuk, manawi suksma punika pêjah ing ‘alam dunya suwung, botên wontên tiyang, manawi tiyang punika têrus gêsang, ing dunya kêbak manusa, lampahipun saking ênem urut sêpuh, ngantos roh lapisan, sanadyan suksmanipun tiyang, nanging manawi tekadipun nasar, pêjahipun manjalma dados kuwuk, sanadyan suksmanipun kewan, nanging sagêd manjalma dados tiyang (kajêngipun, adiling Kawasa tiyang punika pinasthi ngundhuh wohing panggawene piyambak-piyambak). Nalika panjênênganipun Bathara Wisnu jumênêng Nata wontên ing Mêndhang Kasapta, sato wana tuwin lêlêmbut dipuncipta dados manusa, dados wadya-balanipun Sang Nata. Nalika eyang paduka Prabu Palasara iyasa kadhaton wontên ing Gajahoya, sato wana tuwin lêlêmbut inggih dipuncipta dados tiyang, pramila gandanipun tiyang satunggal-satunggalipun beda-beda, gandanipun kadosdene nalika taksih dados sato kewan. Sêrat tapak Hyang, ingkang dipunwastani Sastrajendrayuningrat, dados saking sabda kun, ingkang dipunwastani jithok têgêsipun namung puji thok. Dewa ingkang damêl cahya murub nyrambahi badan, têgêsipun incêngên aneng cêngêlmu. Jiling punika puji eling marang Gusti. Punuk têgêsipun panakna. Timbangan têgêsipun salang. Pundhak punika panduk, urip wontên ing ‘alam dunya pados kawruh kaliyan woh kuldi, manawi angsal woh kuldi kathah, untungipun sugih daging, yen angsal woh kawruh kathah, kenging kangge sangu gêsang, gêsang langgêng ingkang botên sagêd pêjah.Têpak têgêsipun têpa-tapanira. Walikat: walikane gêsang. Ula-ula: ulatana, lalarên gêgêrmu sing nggligir. Sungsum têgêsipun sungsungên. Lambung: waktu Dewa nyambung umur, alamipun jalma sambungan, lali eling urip mati. Lêmpeng kiwa têngên têgêsipun tekadmu sing lêmpêng lair batin, purwa bênêr lawan luput, bêcik lawan ala. Mata têgêsipun tingalana batin siji, sing bênêr keblatira, keblat lor bênêr siji. Têngên têgêsipun têngênên ingkang têrang, wontên ing dunya amung sadarmi ngangge raga, botên damêl botên tumbas.Kiwa têgêsipun: raga iki isi hawa kêkajêngan, botên wênang ngêkahi pêjah. Makatên punika ungêling sêrat. Manawi paduka maibên, sintên ingkang damêl raga? Sintên ingkang paring nama?inggih namung Latawalhujwa, manawi paduka maibên, paduka têtêp kapir, kapiran seda paduka, botên pitados dhatêng sêratipun Gusti, sarta murtat dhatêng lêluhur Jawi sadaya, nempel tosan, kajêng sela, dados dhêmit têngga siti, manawi paduka botên sagêd maos sastra ingkang wontên ing badanipun manusa, saseda paduka manjalma dhatêng kuwuk, dene manawi sagêd sagêd maos sastra ingkang wontên ing raga wau, saking tiyang inggih dados tiyang, kasêbut ing sêrat Anbiya, Kanjêng Nabi Musa kala rumiyin tiyang ingkang pêjah wontên ing kubur, lajêng tangi malih, gêsangipun gantos roh lapis enggal, gantos makam enggal. Manawi paduka ngrasuk agami Islam, tiyang Jawi tamtu lajêng Islam sadaya. Manawi kula, wadhag alus-kula sampun kula-cakup lan kula-carub, sampun jumbuh dados satunggal, inggih nglêbêt inggih jawi, dados kantun sasêdya-kula kemawon, ngadam utawi wujud sagêd sami sanalika, manawi kula kêpengin badhe wujud, inggih punika wujud-kula, sêdya ngadam, inggih sagêd ical sami sanalika, yen sêdya maujud sagêd katingal sanalika. Raga-kawula punika sipating Dewa, badan-kawula sakojur gadhah nama piyambak-piyambak. Cobi paduka-dumuk: pundi wujudipun Sabdapalon, sampun kalingan pajar, saking pajaripun ngantos sampun botên katingal wujudipun Sabdapalon, kantun asma nglimputi badan, botên ênem botên sêpuh, botên pêjah botên gêsang, gêsangipun nglimputi salêbêting pêjahipun, dene pêjahipun nglimputi salêbêting gêsangipun, langgêng salaminipun”.Sang Prabu ndangu: “Ana ing ngêndi Pangeran Kang Sajati?”Sabdapalon matur: “Botên têbih botên cêlak, paduka wayangipun wujud sipating suksma, dipunanggêp sarira tunggal, budi hawa badan, tiga-tiga punika tumindakipun; botên pisah, nanging inggih botên kumpul. Paduka punika sampun Ratu linuhung tamtu botên badhe kêkilapan dhatêng atur-kula punika”.Sang Prabu ngandika maneh: “Apa kowe ora manut agama?”Sabdapalon ature sêndhu: “Manut agami lami, dhatêng agami enggal botên manut! Kenging punapa paduka gantos agami têka botên nantun kula, paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus, Palon: pikukuh kandhang. Naya têgêsipun ulat, Genggong: langgêng botên ewah.Dados wicantên-kula punika, kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi, langgêng salaminipun.” Sang Prabu ngandika: “Kapriye iki, aku wis kêbacut mlêbu agama Islam, wis disêkseni Sahid, aku ora kêna bali agama Buddha maneh, aku wirang yen digêguyu bumi langit.”Sabdapalon matur maneh: “Inggih sampun, lakar paduka-lampahi piyambak, kula botên tumut-tumut.”Sunan Kalijaga banjur matur marang Sang Prabu, kang surasane ora prêlu manggalih kang akeh-akeh, amarga agama Islam iku mulya bangêt, sarta matur yen arêp nyipta banyu kang ana ing beji, prêlu kanggo tandha yêkti, kapriye mungguh ing gandane. Yen banyu dicipta bisa ngganda wangi, iku tandha yen Sang Prabu wis mantêp marang agama Rasul, nanging yen gandane ora wangi, iku anandhakake: yen Sang Prabu isih panggalih Buddha. Sunan Kalijaga banjur nyipta, padha sanalika banyu sêndhang banjur dadi wangi gandane, ing kono Sunan kalijaga matur marang Sang Prabu, kaya kang wis kathandha, yen Sang Prabu nyata wis mantêp marang agama Rasul, amarga banyu sêndhang gandane wangi. (11)Ature Sabdapalon marang Sang Prabu: Punika kasêkten punapa? kasêktening uyuh-kula wingi sontên, dipunpamerakên dhatêng kula. Manawi kula timbangana nama kapilare, mêngsah uyuh-kula piyambak, ingkang kula rêbat punika? Paduka sampun kêlajêng kêlorob, karsa dados jawan, irib-iriban, rêmên manut nunut-nunut, tanpa guna kula-êmong, kula wirang dhatêng bumi langit, wirang momong tiyang cabluk, kula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal, botên rêmên momong paduka. Manawi kula sumêdya ngêdalakên kaprawiran, toya kula-êntut sêpisan kemawon, sampun dados wangi. Manawi paduka botên pitados, kang kasêbut ing pikêkah Jawi, nama Manik Maya, punika kula, ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula, adi Guru namung ngideni kemawon, ing wêkdal samantên tanah Jawi sitinipun gonjang-ganjing, saking agênging latu ingkang wontên ing ngandhap siti, rêdi-rêdi sami kula êntuti, pucakipun lajêng anjêmblong, latunipun kathah ingkang mêdal, mila tanah Jawi lajêng botên goyang, mila rêdi-rêdi ingkang inggil pucakipun, sami mêdal latunipun sarta lajêng wontên kawahipun, isi wedang lan toya tawa, punika inggih kula ingkang damêl, sadaya wau atas karsanipun Latawalhujwa, ingkang damêl bumi lan langit. Punapa cacadipun agami Buddha, tiyang sagêd matur piyambak dhatêng Ingkang Maha Kuwasa. Paduka yêktos, manawi sampun santun agami Islam, nilar agami Buddha, turun paduka tamtu apês, Jawi kantun jawan, Jawinipun ical, rêmên nunut bangsa sanes. Benjing tamtu dipunprentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. Cobi paduka-yêktosi, benjing: sasi murub botên tanggal, wiji bungkêr botên thukul, dipuntampik dening Dewa, tinanêma thukul mriyi, namung kangge têdha pêksi, mriyi punika pantun kados kêtos, amargi paduka ingkang lêpat, rêmên nêmbah sela. Paduka-yêktosi, benjing tanah Jawa ewah hawanipun, wêwah bênter awis jawah, suda asilipun siti, kathah tiyang rêmên dora, kêndêl tindak nistha tuwin rêmên supata, jawah salah masa, damêl bingungipun kanca tani. Wiwit dintên punika jawahipun sampun suda, amargi kukuminipun manusa anggenipun sami gantos agami. Benjing yen sampun mrêtobat, sami engêt dhatêng agami Buddha malih, lan sami purun nêdha woh kawruh, Dewa lajêng paring pangapura, sagêd wangsul kados jaman Buddha jawahipun”.
(Saudara Mikael, terima kasih postingnya, walau anda paste dari tempat lain, maka ada baiknya kalau anda memberikan translate ke bahasa Indonesia, karena tidak semua Kadhang Gantharwa dan Tamu disini bisa bahasa jawa seperti anda, ini akan jauh berguna bagi yang lain. Red)
“……………………..kula wirang dhatêng bumi langit, wirang momong tiyang cabluk, kula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal, botên rêmên momong paduka………………………………….”
sabdopalon_go_jerusalem@yahoo.com
MRIPAT SATUNGGAL.adalah CIRI CIRIKU……………… itu adalah makna kiasan………….. silahkan tebak sendiri.mengapa nya???
kenapa kalian mencari aku………???
aku ada dimana mana………. setiap rakyat dapat mersakan kehadiranku.bahkan seluruh JIN di tanah jawa….. karena guruku adalah RATU DANYANG TANAH JAWA…………..
percaya atau tidak. bukan masalah buatku……………
seluruh JIN MUSLIM pun menaruh hormat padaku………… namun dilarang keras bagi mereka … untuk MENGISLAM KAN aku ataupun MENIKAHKAN aku dengan CHINESE……………….
TIADA YANG KUBENCI DARI SETIAP GOLONGAN MEREKA……….
…………… dan JANGAN MENCOBA MEMAKSA………………………..
dalam agama maupun CINTA……………………………………………
karena BUKAN AJANI MANUSIA YANG KUHORMATI….. tapi JANJI YANG KUASA ….. ATASA JANJIku………. yang KUHORMATI…………..
TERTANDA
MOMONGANE SABDOPALON
(Saudara Mikael apakah anda mengerti yang anda tulis? Red)
mas…………..masih sadar????
Mas Mikael..
Ini peringatan terakhir buat anda, kalau anda masih memposting alamat web site untuk link yang bentuknya bisa sebagai spam, maka akan kami bann/blok email anda.
Terima Kasih..
mas mikael penggemar ki darmogandul tapi sayang rupanya belum kenal sama sama ki kalam wadi dan raden budi, he he
He..he…
Ki Kalam Wadi kemana ya ?
Kok ndak pernah nulis komentar atau kasih wejangan lagi buat kita-kita …
Semoga tetap sehat dan selalu antusias ya …
Buat mas Nata Warga,
e-mail saya kok ndak pernah dibales lagi mas ?
Apa sedang ada masalah dengan server njenengan ?
Kita sharing lagi dong mas Nata Warga …
makin seru nich kayaknya …
Sujiatmoko
Mas Singgih…
Saya belum terima email anda, tidak ada masalah dalan jaringan,, terakhir kita say hello di YM, tidak ada lagi..
Iya.. biar seru sharingnya memang harus berlanjut..
Salam Sejati
YA JELAS SAYA NGERTI DONK……………….
kenapa gak boleh link………………….. apa ANDA PARA MUSLIM TAKUT KUATIR……………..dengan KEBANgKITAN NUSANTARA DI TANGAN NON MUSLIM??????
nie baca:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=212787#212787
dan searching di google, gunakan kata kunci SABDOPALON
(Saudara Mikeal, sekali lagi kami ingatkan, kalau anda masih mau berkunjung ke keluarga kami, berlakulah sopan… disini bukan web muslim atau agama tertentu, jadi kalau anda ingin menyerang kelompok atau agama tertentu silahkan di tampat lain.. bukan disini tempatnya…. Link anda tidak boleh karena di baca oleh pihak server sebagai spam, jadi akan di tolak, dan itu membuang waktu kami untuk menhapusin, bukan lantaran yang lain. Jangan terlalu egois, Kebangkitan Nusantara atau kemajuan Indonesia tidak ada hubungan dengan agama dan kepercayaan tertentu… Jangan Munafik. Jadi ANDA tidak mengerti. Red)
untuk wisnu wardani kalau damarwulan sih sekarang memang lagi ikut dengan bapak saya tapi kalau gajah mada saya gak tahu kalau bertemu dengan titisannya damarwulan sih rasanya imposibel tapi damarwulan pakai nama samaran sehingga dirinya gak mau diketahui oleh orang kalau wisnu wardani mempunyai penglihatan supranatural yang tinggi maka anda dapat melihatnya kalau pengen meneropong beliau anda bisa menghubungi saya melalui email saya nanti saya beri biodata saya secara lengkap
Tuk Dani:
oh….begitu rupanya yah????….Jadi menarik nih.
Ada pertanyaan paling penting nih, Dan. Menurutmu mimpi tersebut berasal dari mana??….dari Sabdopalon??…atau dari syetan2 yang menyamar alias genderuwo dan pengikutnya.
Itu dia persoalanya……Sorri loh kalo sampai nanya seperti itu. karena kebetulan dari cerita lu bapak lu diikuti Damar Wulan.
Dulu sebelum Damar Wulan meninggal, Ia berpesan bahwa kelak ia akan terus mendampingi anak cucunya yang mewarisi sifat – sifatnya dan yang akan menjadi orang besar.
Pertanyaanya kemudian, yang mengikuti Bapak lu benar – benar Damar Wulan gak?? atau jangan2 Genderuwo yang menyamar lagi.
Sorry sekali lagi, habis dunia seperti itu memang tidak baik kalo hanya melihat sekilas atau langsung mempercayai. karena bisa tertipu,..karena Mahluk Halus pintar dalam menyamar. Biasanya Genderuwo yang suka menyamar dengan niat mengganggu dan adu domba. berhati – hati sangat dianjurkan…coba lu lihat beberapa kali Makhluk yang mengikuti bapak lu yang mengaku Damar Wulan dan cobalah tenang dalam melihatnya….ingat beberapa kali loh!! sampai hati lu yakin dan nyaman…Nanti lu akan tahu Ia Damar Wulan atau bukan.
Nih sangat berguna, karena lu sendiri mungkin gak pernah melihat Damar Wulan yang sesungguhnya bukan? karena Ia hidup ratusan tahun yang lalu.
Nih saran untuk lu:
1. Tenang dan minta petunjuk kepada Sang Pencipta
2. Fokus dalam melihatnya dan satukan dengan mata bathin lu. dan sungguh sangat baik jika lu satukan dengan hatimu.
3. Sabar dan coba selalu tenang
lakukan ini beberapa kali, sampai hati lu nyaman jika lu melihatnya.
Jika lu sensitif, rasakan juga energinya…nih penting loh. Dan semuanya dicoba dalam keadaan tenang dan selalu minta petunjuk kepada Tuhan.
Jika mimpimu bukan buatan Makhluk Halus dengan maksud buruk kepadamu dan jika mimpi lu asli. Menurut gue sih begini:
Kelak akan ada sebuah kerajaan yang kejayaannya hampir sama dengan Majapahit.
kerajaan tersebut akan berdiri manakala Gadjah Mada dengan Damar Wulan menyatu:
Dahulu Gadjah Mada mokswa kembali bukan mokswa selamanya. artinya ia kelak akan kembali lagi ke dunia ini (mencampuri urusan dunia) tapi kembalinya ia tidak tahu, wujudnya yang dahulu, kembali menjadi bayi alias titisan atau tetap di alam yang tak terlihat mata fisik tapi mencampuri dunia. Sedangkan Damar Wulan, seperti yang gue tulis barusan.
“Kelak akan muncul suatu Kerajaan yang hampir sama dengan kejayaan Majapahit yang akan muncul jika orang – orang yang memiliki sifat seperti Gadjah Mada dan Damar Wulan bersatu yakni orang – orang yang menyakini bahwa Kerajaan didirikan bukan karena mereka ingin menjadi raja,penguasa atau atas kepentingannya sendiri melainkan karena kasih sayang, keadilan, kebahagian rakyat dan kodrat Sang Pencipta”
……………………Salam Damai……………………
Salam Damai………..
untuk wisnu wardani
untuk dari itu coba anda lihat apakah benar-benar yang ikut bapak saya itu damarwulan atau bukan tapi saya ragu anda bisa melakukannya soalnya dulu pernah ada pertapa dari laut selatan disuruh meneropong tapin gak bisa melihat yang ditunjukkan malah punggungnya masalahnya saya ragu beliau tidak pernah mengaku kalau namanya damarwulan cuma dia pernah keceplosan ngomong gitu tapi kalau dipikir pakai logika ngapin juga makhluk halus harus ngirim mimpi begituan ke aku toh hasilnya gak ngefek ke aku he…he… oh ya aku belum cerita kalau bapak aku bisa mengobati orang tapi orangnya merasa gak bisa.soalnya sebelum bisa menolong orang bapakku dapat wangsit yang berbunyi sabar lan nerimo (sabar dan menerima) sabar’o yen ono cobo op wae nrimo’o pandume sing kuasa dan tanpa bapakku juga kalau nolong orang tanpa syarat apapun dan tanpa minta imbalan (bukan promosi lho)
‘;’
sapa sing percaya aku satria piningit, tempatku dijogja, tapi aku baru beberapa hari, sapa sing arep ketemu gole aku ing tempat sing di apit beringin besar , aku sembunyi dulu.
Ora percaya mas….satria piningit ora soko yogya….juga bukan asal keturunane sopo wae…trahe jelas sejelas melihat MATAHARI di SIANG BOLONG (kalo mampu)….
Untuk XXX
kowe iku wong goblok dadi ojo ngaku-ngaku ta
Adalah berjiwa besar kalau kita mencantumkan nama / panggilan saudara-saudara semua, sehingga kita bisa diskusi dengan baik..
Salam
untuk yang pernah menulis komentar apakah anda percaya semua ini kayaknya gak masuk akal banget gitu lho sebagai orang yang berpendidikan masak kita percaya yang belum tentu kebenarannya semuanya serahkan saja kepada YANG MAHA KUASA sekarang itu jamannya udah maju jadi sangat sulit diprediksi jadi Anda semua sebagai orang yang beriman Jangan mudah percaya begitu sa karena mendahului kehendak Tuhan (Ndisiki kerso) selain itu belum tentu kebenarannya, apalagi mereka kan hidupnya udah ratusan tahun yang lalu apakah sudah ada yang mendengar/melihatnya sendiri ta
mbak or mas idam….
jaman emang dah berubah……..tapi fenomena tetep ada…….
klo u punya kenalan orang yang pernah mati suri lu percaya??
klo lu liat didepan mata lu sendiri ada orang yang bisa gerakin benda lewat pikirannya lu perrcaya g??
klo lu punya temen yang bisa meramal dan ramalannya selalu tepat tanpa ada yang meleset lu percaya g??
klo gue percaya…………
coba jawab…..tapi… pikir dulu
untuk mbak/mas wisnu wardani
kalau saya gak percaya karena belum ada bukti yang pernah saya temui maslah ramalan sabda palon apakah anda sendiri pernah melihat atau mendengar secara langsung dari beliau??? mungkin hanya mendengar dari orang atau cerita dari kakek atau nenek anda apa dengan begitu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya wong anda sendiri belum pernah ketemu sama orangnya anda percaya karena anda tersugesti dengan keadaan sekarang jika tidak terjadi maka anda tidak akan percaya betul gak
(Saudara Idam dan Wisnu, untuk percaya tidak perlu melihat, untuk bersaksi baru harus melihat. Red)
Buat mas dani. Bolehkah saya memberi komentar tentang damar wulan dan maha patih mpu mada. Saya belum bisa nerawang secara batin, saya hanya bisa analisis secara logika berpikir saja. Mahapatih Mpu Mada moksa di air terjun Madakaripura di daerah Lumajang, Jatim, setelah beliau lengser dan madheg pandito seusai peristiwa bubat. Namun, kekuatan karsanya di alam moksa tetap memantau agar Nusantara tetap bersatu seperti Sumpah Amukti Palapa beliau. Damarwulan adalah Pangeran Cakradara yg menjadi suami Ratu Kencana Wungu (mungkin aslinya Ratu Tribuwana Tunggadewi). Damarwulan dan Gajah Mada memilih “penerus” yg akan melanjutkan cita citanya, yaitu : Majapahit jilid 2 yg gemah ripah loh jinawi. Para “penerus” beliau bisa berupa “titisan” beliau atau “momongan” atau orang di zaman kini yg meneladani pemikiran2 mereka di masa lalu. Saya memiliki dugaan tertentu tentang tokoh2 nasional yg menjadi titisan/momongan beliau, tapi hanya utk konsumsi pribadi, maklum saya bukan paranormal, saya hanya rakyat jelata.
setuju mas moderator………………………100%
saya bersiap menulis novel (fiksi) tentang konsirasi kelompok tertentu yang ingin menjaga keutuhan Nusantara dengan berbagai cara, dan kelompok yang selalu tersisih di era Majapahit yang menyulutkan dendamnya hingga kini sehingga selalu membuat ontran-ontran.
Ada tanggapan? Mohon masukan ke email pribadi saya dian_andryanto@yahoo.com.
Satu hal lagi, saya akan menyelipkan tokoh yang menjadi reinkarnasi Hayam Wuruk. Tolong jika ada informasi.
Dan, bagi yang bisa menerjemahkan Ratu Selawe, dari ramalan Sabdopalon, tulung saya diberi pencerahan.
Matur suwun.
segera tulis mas
Terima kasih mas Wisnu, dan Aradea Putra yang memberikan tanggapan terhadap surat saya itu.
Sekali lagi, mohon tanggapan jika memiliki informasi atau persepsi terhadap hal-hal yang akan saya tulis ini. Baik data-data, maupun terawang spiritual terhadap kemungkinan adanya kelompok-kelompok tersebut.
Terima kasih
hehe…mbak wisnu wardhani….
Saya mencoba menafsirkan makna Ratu Selawe ya. Tapi semampu saya ya. Ratu biasanya adalah tunggal. Sendirian. Jadi jika ada istilah Ratu Kembar, berarti ada kemungkinan, memerintah dgn kekuasaan nyaris sama besar seperti Gus Dur – Megawati dan SBY – JK. Atau memang ada 2 ratu berebut dan sama2 menyebut dirinya Ratu, hal ini terjadi pada kasus Pakubuwono XIII antara pangeran hangabehi dan pangeran tedjowulan. Selanjutnya ada istilah Ratu Selawe. Selawe adalah angka 25 dlm bhs Jawa. Ini bisa berarti banyak penguasa dlm satu waktu. Dlm wilayah tanah Jawa dibagi dlm 25 wilayah sepertinya kurang pas. Angka 25 hanya menggambarkan jumlah saking banyaknya ratu. Tafsiran saya adalah Otonomi Daerah dgn wilayah masing2. Bagaimana? Mungkin ada versi lain? Matur nuwun. Adi.
Kata selawe bukan angka 25 tapi kalau di pisah menjadi begini:
Se = sak (bahasa jawa )
Lawe = benang yang sangat kecil
jadi kalau di bahasa jawakan menjadi Ratu saklawe,
Ratu itu besar aliyas Gung binathoro baudendo hanyokrowati, saklawe artinya sangat ringkih, kecil dan tak punya kuasa apa-apa, untuk mengikat seekor tikuspun tak kuat.jadi tafsirnya akan turun pemimpin yang kelihatannya besar, berwibawa, disegani, tegas, akan tetapi tidak punya kuasa apa-apa, heee seterusnya silahkan cari sendiri.
untuk mas adi tanggal 29 agustus saya terima kasih atas informasinya tapi mas kenapa yang diberi tahu harus saya padahal saya kan gak ada hubungan apa2 dengan mereka seharusnya yang diberi mimpi itu pada orang yang bersangkutan untuk mengatur negara saya sama sekali tidak ada minat untuk menjadi orang penting di pemerintahan karena resikonya terlalu besar dan yang saya tanyakan lagi pada mas adi kenapa menurut cerita dan sejarah kok beda ya antara damarwulan dan prabu kertabumi sekian terima kasih saya tunggu jawaban anda mengenai pertanyaan saya diatas
sudah… sudah… tenang semuanya.
ratu adil sudah ditemukan.
http://ratuadilsatriapinandhita.wordpress.com/
saudara Adi dan Ngabehi sak Kiduling Mesjid, terima kasih untuk informasi dan pendapatnya tentang makna Ratu Selawe (slawe/saklawe) yang saya butuhkan.
Untuk saudara2 yang punya informasi lain, masih saya harapkan
suwun
Buat mas dian andryanto, saya mau beri masukan tentang novel yg mau dibuat : (1) Perbanyak melakukan riset tentang sejarah asli majapahit (2) Riset pemakaian istilah2 bahasa Sanskerta, Kawi, Jawa Kuno yg sesuai dgn kurun waktu Majapahit (3) Riset istilah2 ilmu kanuragan/kasekten dari jaman dulu (4) Aspek pemasaran, promosi, pendistribusian novel juga perlu dirancang seksama agar bisa sukses di pasaran, syukur syukur seperti buku Hary Porter yg laris manis. Demikian saran saya. Matur nuwun. Adi.
untuk ratuadilsatriapinandita bahwa web anda mengndung unsur sara yang bisa membuat perpecahan dalam nusantara anda boleh membanggakan agama anda tapi jangan menjelek-jelekan agama lain tidak ada agama didunia ini mengajarkan kejelekan semuanya mengajarkan kebaikan sekarang tergantung orangnya di web anda terlalu sentimentil terhadap orang muslim
Buat mas dani, 4 september. Mengenai mimpi kok mas dani yg dapat mimpi itu, saya mencoba menafsirkan ya. Bisa aja mimpi itu adalah pertanda kejadian yg akan mempertemukan mas dani dgn pelaku2 peristiwa dlm mimpi tsb. Trus pertanyaan mengapa damarwulan kok berbeda dg kertabumi, saya akan mencoba menjawabnya. Damarwulan adalah tokoh dlm cerita rakyat yg bisa aja tidak terjadi atau memang betul2x terjadi. Cerita rakyat akan memberikan multi tafsir kepada para pembacanya. Identitas ratu kencana wungu yg sebenarnya dlm sejarah merupakan kunci utk menentukan siapa tokoh damarwulan yg dimaksud. Dlm komentar yg lalu, saya menduga ratu kencana wungu adalah ratu tribuwana tunggadewi. Tapi setelah saya lacak ternyata ada 3 tokoh ratu majapahit yg terkenal, yaitu Suhita, Kusumawardhani, & Tribuwana Tunggadewi. Feeling saya kok lebih condong pd hipotesis Kusumawardhani = ratu kencana wungu. Dgn demikian damarwulan adalah Wikramawardhana (suami kusumawardhani). Mungkin ada penafsiran dari pembaca yg lain? Matur nuwun. Adi
maaf saya ikut urun rembug
kebetulan rumah saya dekat trowulan pusat ibukota mojopahit jaman dulu.
kalo dilihat mungkin damarwulan adalah cuman cerita rakyat waktu itu atau simbol nama seseorang waktu itu,sejauh yang saya tahu nama damarwulan gak ada di urutan nama raja mojopahit dan sekedar tambahan kalo nama bapak dia yakni patih maudoro emang ada petilasannya dan saya sering ke sana.dan baru2 ini juga ditemukan candi minakjinggo disini.
untuk mas darma kalau rumah anda dekat trowulan pasti anda pernah mendengar petilasan putri campa disana juga ada petilasan damarwulan apakah itu hanya cerita rakyat belaka soalanya saya sering kesana
Salam Damai …
Kalo boleh berpendapat, (ttg Ramalan Sabdopalon dll & dkk …)
Alam semesta, dalam perjalanan waktu … selalu bergerak mencari bentuk kesetimbangan … terjadilah hukum aksi-reaksi, thesis-antithesis-synthesis dll … itulah yg terjadi di alam semesta, kalau dicermati itu menjadi sebuah siklus.
Nah, karena hidup kita, bumi, Indonesia dan tanah Jawa berada dalam lingkup “kuasa” alam semesta maka hukum itu juga berlaku pada setiap segi kehidupan, termasuk kehidupan sosial juga …
Peristiwa sejarah “peperangan ideologi” pernah dan tengah terjadi …
Juga, peristiwa sejarah masuknya keyakinan di tanah Jawa.
Ramalan Sabdopalon, dari banyak sisi bisa dilihat … dan rasanya juga merupakan “manifestasi” reaksi dan antithesis … atau mungkin penolakan terhadap masuknya keyakinan baru – pada waktu itu.
Tanah Jawa … dengan sifat2 uniknya – adalah juga bagian dari alam semesta, yang terus bergerak mencari kesetimbangan.
Lalu, tergantung kita … apakah kita mau memihak salah satu, tidak memihak, menjadi wasit, menjadi regulator, menjadi agen-agen kesetimbangan, melawan kesetimbangan ikut dalam alur kesetimbangan atau apa ?
Mari, duduk diam semedhi … menanyakan dalam kesejatian … sejauh mana kita gunakan kebebasan kita utuk ber-manunggal dengan Tuhan … kemudian tanyakan … apa panggilan kita ? dalam peristiwa pergerakan alama semesta mencari kesetimbangan …
antx – salam damai Bromo Lathi
Buat mas darma, 30 sept. Damarwulan adalah nama samaran. Dia kan statusnya suami ratu (menantu raja sebelumnya). Berikut silsilah raja majapahit : Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) ( 1293-1309)
Jayanagara ( 1309-1328)
Tribhuwana Wijayatunggadewi ( 1328- 1350)
Hayam Wuruk (Rajasanagara) ( 1350-1389)
Wikramawardhana ( 1390- 1428)
Suhita ( 1429-1447)
Dyah Kertawijaya ( 1447- 1451)
Rajasawardhana ( 1451-1453)
Girishawardhana ( 1456-1466)
Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) ( 1466-1474)
Bhre Kertabhumi (Brawijaya) ( 1468-1478)
Girindrawardhana ( 1474- 1519)
Mohon dikoreksi pembaca lain jika salah urut-urutannya. Matur nuwun. Adi.
Sedikit Koreksi saja:
Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) ( 1293-1309)
Jayanagara ( 1309-1328)
Tribhuwana Wijayatunggadewi ( 1328- 1350) harusnya (1328-1331)
Hayam Wuruk (Rajasanagara) ( 1350-1389) harusnya (1331-1389)
Wikramawardhana ( 1390- 1428) harusnya (1390-1427)
Suhita ( 1429-1447) harusnya KUSUMAWARDANI (1427-1429) lalu DEWI SUHITA (1429-1447_)
Dyah Kertawijaya ( 1447- 1451) / Brawijaya I
Rajasawardhana ( 1451-1453) / Brawijaya II
Girishawardhana ( 1456-1466) / Hyang Purwawisesa – Brawijaya III
Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) ( 1466-1474) / Bhre Pandan Salas Harusnya (1466 – 1468)
Bhre Kertabhumi (Brawijaya) ( 1468-1478) / Brawijaya V
Girindrawardhana ( 1474- 1519) atau Singa Wardhana / Brawijaya VI harusnya (1478 – 1496)
Lalu PINDAH KE KEDIRI
ke RAMA WIJAYA / Brawijaya VII (1496 – 1518
Salam Sejati
untuk mas fandi
yang dinamakan itu petilasan itu adalah bekas tempat istirahat atau bersemedi.gak ada yg tahu apa bener putri campa dikubur disitu atau itu dulu tempat beliau beristirahat(jejaknya)
cuman sampe sekarang saya gak tahu apa itu kuburan asli apa cuman petilasan begitu juga dengan kasus petilasan damarwulan,yang saya percaya masih asli berupa kuburan adalah makam 7 dibelakang makam troloyo dimana salah satu nisannya
diyakini sebagai makam sabdopalon dan noyoganggong versi islam
masalahnya banyak fakta kabur disini di trowulan karena salah pengertian petilasan disangka kuburan
berikut ini saya bawakan cacatan tentang suhita versi negara kertagama
SUHITA 1429-1447
setelah wikramawardana wafat 1429 maka pengganti beliau adalah seorang putri bernama SUHITA ,dia mempunyai 2 orang saudara laki2 salah satunya bernama bre tumapel,mahkota jatuh ke dia dikarenakan ibunya suhita berkedudukan lebih tinggi dari ibunda bre tumapel.
secara keturunana ibunda suhita adalah bra mataram yang dilahirkan dari perkawinan antara wirabumi dan wikramawardana.pada saat itu golongan wirabumi girang karena bisa berkuasa di keraton untuk pertama kalinya.di pihak lain timbul golongan yang tidak suka dengan golongan wirabumi namun dapat ditumpas.pada tahun 1433 pembunuh wirabumi yakni raden gajah dibunuh pula
bra daha 1437 pada tahun ini diangkat menjadi ratu ,keadaan ini menyebabkan perpecahan dan kekacauan antara kerajaan dan daha.
ratu suhita wafat tahun 1447 ,setahun sebelumnya suami beliau parama isywara juga wafat,keduanya dikubur di singaraja
nah dari catatan negara kertagama tidak ada cerita tentang damarwulan atau cerita kebo marcuet musuh kencono wungu yang membikin geger kota raja,jadi aku bisa asumsikan damar wulan itu folklore legenda.di negarakertagama juga tidak ada gelar suhita as kencana wungu.
ini data saya buat yang menanyakan tentang damarwulan dan kencono wungu,maaf kalo ada salah data
ada yang punya kitab manikmaya? kalau bisa yang ada terjemahannya, saya mau memperdalam tentang semar
Klo lebak cawene dipahami sebagai nama daerah spt nama desa maka kita akan kesulitan mencari pemuda gembala/satrio piningit yg mempersiapkan kedatangan ratu adil, lebak cawene adl lembah spt mangkok, disekitarnya ada sederet gunung yg klo anda beruntung gunung tsb bisa bicara, skarang jaman teknologi, gunakan itu u/ mencari lebak cawene. Spt jg bila brawijaya dipahami pindah agama maka akan menyalahkan islam, pdhal putra mahkota anak brawijaya yaitu bondan kejawan dan keturunannya [ki ageng selo dll] yg diasuh siti jenar dimusuhi demak. Klo begitu sebelum ketemu sunan kali brawijaya agamanya apa?. Dmikian jg klo sbdopalon dipahami agama budha, padahal erlangga, damarwulan jg dtemani sabdopalon, lha joyoboyo muridnya maulana ali samsu zein turunan rosululloh. Anda kan tambah bingung lg sabdopalon agamanya apa klo anda mebaca wejangan2 dr ahlul bait nabi. Jd sebaiknya klo ada perbedaan, kta berpegang pd kalimat yg menyatukan smua keyakina yaitu agama tauhid, agama yg mengesakan TUHAN, keyakinannya sabdopalon
Ramalan Joyo Boyo ataupun Sabdo Palon bisa dimungkinkan bisa terjadi namun untuk waktu kapan akan terjadi itu bisa berubah dan harus dikupas lagi artinya…
Tidak sembarang orang yang bisa mengartikannya…
Orang tersebut bukanlah orang terkenal di dunia ini…
Orang tersebut bukanlah orang kaya..
Orang tersebut sangat sederhana jiwa, raga dan dunianya…
Orang tersebut adalah sangat terkenal di dunia jin, iblis dan arwah
Hanya yang telanjang jiwa bisa menelusuri keberadaanya…
Orang tersebut akan bercerita jika saatnya sudah ditentukan olehNYA
Orang tersebut dapat menjelaskan secara ilmiah setiap kejadian yang telah, sedang dan akan terjadi…
Bahkan asal usul candi Borobudur, Joyo Boyo dan keberadaan manusia pertama yang tercipta di bumi…
Juga tentang kebenaran yang sebenarnya tentang keyakinan yang di anut oleh bangsa manusia…
Salam….
Maaf, bukan Kyai Tunggul Joyo Amongrogo tapi kalau nggak salah manggilnya Kyai Tunggul Jati Amongrogo, Satrya sejati.. Seharusnya nama ini rahasia tapi mungkin sudah saat Nya. Sesudah bencana dan akan terus ada bencana samapai manusia-manusia menyadari kekeliruannya dan memohon ampunanNya.
g usah ngaku2 mas………
to shienn….
untuk mas darma 3 oktober 2007
kalau hanya tempat peristirahatan tapi kok bentuknya seperti makam dan saya juga pernah bertanya kepada juru kunci yang ada dipetilasan tersebut diyakini bahwa disana makam dari damarwulan dan putri campa
Untuk Mas Adi 30 September 2007
apakah benar kalau Damarwulan itu Wikramawardhana masalahnya kan menurut cerita rakyat Damarwulan itu punya abdi dalem yang namanya SabdaPalon Naya Genggong seperti prabu Kertabumi kalau feeling saya sih DamarWulan To Prabu Kertabumi bukan Wikramawardhana terima kasih
Buat mas Dani, 22 oktober. 1. Betul, mas, Wikramawardana ternyata bukan Damarwulan. Dari pelacakan, saya menduga Damarwulan adalah Bhre Wijaya I (Brawijaya I). 2. Ratu Kenconowungu adalah Dewi Suhita 3. Menakjinggo adalah paman tiri jauh dari dewi suhita yaitu Bhre Wirabhumi di blambangan 4. Pengiring Damarwulan dan Bhre Kertabumi adalah sama yaitu Sabdopalon (maklum umur beliau panjang banget) 5. Siapa sebenarnya Sabdopalon, bukan kapasitas saya utk menjelaskan. Mungkin moderator/sesepuh bisa menjelaskan? 6. Mas dani punya alamat email? Kalo mau saya send silsilah dewi suhita? 7. Mungkin ada koreksi dari peserta diskusi lain ? Monggo lho dikoreksi. Matur nuwun. Adi
untuk mas fandi
itu cerita kalo ada makam damarwulan dan suhita alias kencono wungu dari turun temurun,lah mereka semua beragama jawa (hindu)gak pernah meninggal dimakamkan ,kalo diperabukan seperti yang utarakan di atas emang bener,contoh tulisan saya dari negarakertagama
tukang tunggu petilasan cuman pegang cerita turun temurun mas fandi
numpang lewat,
saya sedang melacak cerita tentang wulung seto, elang putih yg konon kabarnya akan selalu hadir pada bulan purnama di pantai jawa bagian selatan. konon kabarnya dia tidak mau hinggap di tanah jawa sebelum tanah jawa makmur.
ada petunjuk?
(Terima kasih Saudara Wiliamz yang telah sudi mampir di gubug kami, hanya sedikit informasi yang bisa kami berikan. Info yang kami dapat adalah hanya berupa legenda hidup saja dari perkumpulan tertentu, jadi bukan merupakan Pribadi tertentu, namun hanya berupa lambang saja. Purnama dijadikan indikasi karena saat purnama perguran tersebut memang melatih penyerapan energi, bagian selatan yang dituju, karena sepanjang garis selatan jawa adalah merupakan pusat-pusat pusaran energi. Demikian singkatnya, semoga bermanfaat. Red)
Untuk mas adi 22 oktober 2007 terima kasih atas penjelasannya email saya di kuprit12@gmail.com jika mas adi ingin mengirim silahkan kirim saja disana terima kasih
Udah saya send, mas. Thnx
terima kasih juga mas oh ya mas tapi menurut guru sejarah saya Prabu Brawijaya 5 lah yang bernama Damarwulan
Rahayu ….
Kita memang sering silap … pepatah sekarang ada yang berbunyi: Semut di seberang lautan terlihat tetapi Gajah didepan mata tidak terlihat …(ma’af kalau kalimatnya salah …)..
Kepercayaan yang sudah di yakini oleh Para Leluhur kita sudah sangat dalam dan kuat … tetapi bila mana ada penguasa yang Salah jalan …. maka dampaknya akan ke rakyat & negara yang dipimpinnya …
Tetapi …. Seperti Mutiara yang terendam lumpur … Kekuatan yang besar yang pernah diyakini oleh para Leluhur kita dulu …, Bila mutiara tersebut sudah ditemukan kembali …. maka Mutiara tersebut akan tetap bersinar …
Untuk memahami mutiara tersebut … perlu pendalaman … dalam beberapa Ramalan … karena berkaitan dengan Energi metafisika yang di ceritakan … Maka pemahamannya akan relatip … pada suatu saat dimana dari kebanyakan Kita mulai bisa memahami … maka akan terjadi Persamaan pemahaman dari Ramalan-ramalan yang sudah di buat oleh Leluhur kita ….
Rahayu
ki_kanjengratu@yahoo.co.id
Buat mas Dani, 31 oktober. Jika Damarwulan = Brawijaya V, siapa yg menjadi Ratu Kencanawungu? Istri Brawijaya V apakah juga sebagai ratu sekaligus putri raja majapahit sebelumnya? Di dalam cerita rakyat Damarwulan, Ratu Kencanawungu memang berkuasa penuh sebelum menikahi damarwulan. Penafsiran saya ratu kencanawungu = dewi Suhita. Mungkin mas Natawarga dapat memberi masukan? Monggo kalo mau dikoreksi. Matur nuwun. Adi.
wah.. sedikit kasih bumbu deh:
Cerita Darmawulan memang hanya berupa legenda saja, belum bisa dipastikan keasliannya, selama perjalanan saya, belum pernah ketemu pribadi yang asli bernama darmawula. Hanya ada beberapa pribadi yang diberi nama Darmawulan, tapi pribadi yang di maksud bukan Brawijaya V atau siapapun dalam susunan Silsilah Raja-Raja, dari TUMAPEL – SINGOSARI – MAJAPAHIT.
Itu kira-kira pandangan pengalaman saya…
oohiya.. ada Nama Darmawulan juga, tapi nama panggilan untuk Kadhang di Gantharwa.. Nanti bisa kenalan kalau Suro.
Salam Sejati
Salam Damai BL …
Wah … begitu yah Mas Nat …
ada yg berpendapat … pola cerita Damarwulan-Menakjinggo mirip2 dg cerita Pajang vs Arya Penangsang … mhn arahan ya Mas Nat …
Terus, Kadospundi rekan2 ? ttg Sabdopalon-nya sendiri sudah sampai tataran apa skg ? akan terpenuhi kah …
pareng …
antx
Buat mas antx. Cerita aryo penangsang di bagian mana yg mirip dgn cerita damarwulan? Bisa cerita mungkin? Matur nuwun.
Salam Damai BL …
He.he. miripnya dikit kok mas Adi, … Mr. AP & MJ yg mberontak dan mbalelo kalah … kembali ke pertanyaan Sabdopalon … sudah sampe dimana yah ? hehhe … biar gayeng … pareng …
antx
Penafsiran saya, Sabdopalon pada tahun 1478 bilang akan balik lagi 500 tahun lagi. Berarti 1478 + 500 = 1978. Mungkin ada peristiwa penting sepanjang th 1978. Kejadian itu sudah 29 tahun yg lalu pada saat ini (2007). Mungkin ada penafsiran lain ? Monggo kalo mau dikoreksi. Matur nuwun.
Salam Kasih untuk semuanya,
Bagi saya Ramalan Sabdopalon, baik sekali dijadikan sebagai bahan untuk mawas diri dan waspada. Untuk penafsiran memang agak sulit, karena masing-masing pribadi punya imajinasi dalam penafsirannya.
Untuk :
Sastroroso – Juli 12, 2007, y.Hendrayana – Juli 13, 2007
alis – Oktober 9, 2007, Shienn – Oktober 19, 2007 yang berpendapat mirip.
Pendapat pribadi saya kemungkinan Sabdopalon adalah salah satu Media (bahasa umumnya Kurungan) dari Semar.
Untuk Alis, tolong direnungkan dahulu apa yang akan DIPERDALAM dari SEMAR. Dari namanya saja sudah SEMAR (orang menyebutnya Samar-Samar), agak sulit mempelajarinya (bukan berarti tidak bisa)
Menurut informasi yang saya terima, yang khalayak umum mengetahui biasa dikenal dengan 5 nama/ julukan dari SEMAR, yaitu:
SHANG HYANG ISMAYA
SUKMA LALANA
BRADANAYA (KALAU DIJAWA DIBACA BRODONOYO)
KAKI TUNGGUL SABDO JATI JOYO AMONGROGO
SEMAR
Kalau sebenarnya, mungkin para Kadhang yang lebih mengetahui berapa nama/ julukannya.
Minta maaf , kalau ada yang salah informasi
Salam Sejati
Franz
menarik sekali coba di bahas lebih luas kan bagus untuk pengetahuan
Untuk mas nata warga
Jika cerita damarwulan tidak ada berarti sabda palon naya genggong juga berarti juga gak ada terus ngapain kita percaya ama ramalan yang belum jelas keasliannya itu maaf jika perkataan saya ini salah
Salam Mas Fandi
Dari awal saya tidak berpendapat bahwa sabda palon ada, dan hanya di jadikan sebagai bahan perenungan untuk menjadikan Idonesia lebih baik. Hal ini telah di perkuat Moderator di :
Sutarno Wiratmo (Red) – Juli 11, 2007
Dan juga:
nanokz (Red) – Juli 12, 2007
Serta dari Kadhang Gantharwa
Sastroroso (Red) – Juli 12, 2007
yang ajak percaya itu siapa mas…? tapi yang ngajak untuk menjadi bahan perenungan kan ada..
Salam Sejati
Buat Mas Noto Wargo….
Salam kangen dan moga tambah berkah ilmunya ke segenap poro kadang…
Berbicara masalah Sabdopalon Noyogenggong saya lebih setuju untuk dijadikan bahan perenungan dan kajian saja, supaya bangsa ini tetep berpegang teguh pada nilai2 leluhur yang sangat adi luhung walaupun baju kita sekarang ini telah beraneka warna.
Pada ramalan sabdopalon saya sedikit menyimpulkan bahwa disitu terkandung pesan moral yang sangat tinggi.Disitu sudah tak berbicara matrial tapi berbicara Sifat”. Bayangkan kalau kedepan bangsa kita ini dipimpin oleh orang2 yang mempunyai pengetahuan (kawruh) yang benar pasti bangsa ini akan berubah menjadi lebih baik dan sangat baik, dan akhir2 ini sudah bermunculan seperti jamur di musim hujan, cuma sayang masih banyak yang tergesa2.
Gunung2 yang akhir2 ini menggeliat itu tanda2 kebangkitan poro sabdopalon Noyogenggong yang mulai bermunculan untuk membangun bangsa indonesia.Dan ini tidak bisa dibendung oleh siapapun.
Salam Mas Ngabehi Kiduling Mesjid
Salam Kangen juga, dan semoga kita bertemu dalam perjalanan spiritual dan saling bergandengan tangan menuju SejatiNya…
Salam Sejati
Amiiiiiin, du Gusti..
Mugi Paduko Ngijabahi..
Mas Nata..
Saya mau berkunjung ke rumah mas.. apakah bisa terima saya?
Silahkan mampir..
kontak saya dulu, biar bisa pas waktunya…
mas/mba 14=1 – Oktober 11, 2007 pernah nulis Ki Ageng Selo. siapa beliau? krn saya pernah dengar dari Om saya mnyebutkan nama Ki Ageng Selo (ktnya beliau dari Bonang) sblm nenek meninggal. Yang saya tau jg klo kakek saya masih kturunan Sunan Bonang,ntah kturunan kberapa. Saya pernah bkunjung ke petilasan sunan bonang,d sana ad jg ad makan putri campa. klo g salah pnah dbicarakan sm Fandi – Oktober 22, 2007 n darma – Oktober 3, 2007. siapakah dia?knpa bs ad d dekat pasujudan bonang? kami kluarga besar boleh masuk k pasujudan sunan bonang n makam putri campa yg katanya cm kturunan bonang saja yg boleh masuk. ad yg bisa mberi info? siapa Ki Ageng Selo? Ap hubungannya sm Sunan Bonang? n knapa d dkt pasujudan bonang ad makam putri campa?
trims. bs lewat email saya klo bkenan di boyhries@yahoo.com
tuk hries…
Sunan Bonang dan Ki Ageng Selo hubungannya kan masih satu keluarga…..Keluarga ADAM dan HAWA. he..he..he…
Buat mas hries, 9 november. Sunan Bonang dan ki ageng selo adalah 2 individu yg berbeda. Sunan bonang = putra sunan ampel = guru dari sunan kalijaga. Sedangkan, Ki Ageng selo = putra dari ki ageng getas pendowo = ayahanda dari ki ageng henis = suami nyi bicak = ki bagus sunggam. Nuwun sewu, lho mas hries, setahu saya sunan bonang belum sempat menikah. Tapi ternyata panjenengan salah satu keturunan sunan bonang. Berarti info baru bagi saya. Matur nuwun. Adi.
temen kakakku juga ada yang turunan sonan bonang
Buat mas hries. Apa dulu kakeknya mas hries pernah cerita tentang ramalan Sabdopalon? Apa penafsiran beliau terhadap ramalan ini? Siapa tau ada info2x yg berguna. Matur nuwun.
Momongan Sabdo Palon Noyo Genggong yang pasti ada di dekat beliau,di Bali
Buat mas hries, 9 november. Ada 2 putri campa yg mungkin ada di dekat pasujudan bonang. Pertama, putri campa yang merupakan ibunda sunan ampel. Kedua, putri campa yg merupakan bibi sunan ampel dan menikah dengan raja majapahit, prabu kertawijaya. Jadi kenapa makam putri campa ada di dekat makam sunan bonang, lha wong masih terhitung nenek kandungnya sunan bonang. Masih keluarga dekat. Mungkin mas nata warga mau membantu menjelaskan seperti biasa? Monggo lho dikoreksi kalo salah. Matur nuwun. Adi.
1.
Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.
2.
Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”
3.
Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.
4.
Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi), saya sebar seluruh tanah Jawa.
5.
Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.
6.
Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.
7.
Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.
8.
Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.
9.
Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.
10.
Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal.
11.
Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.
12.
Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.
13.
Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.
14.
Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.
15.
Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.
16.
Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi diriya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.
salam …
sangat sering saya mendengar artikel2 mengenai ramalan2 .seprti
ramalan jayabaya , ronggo warsito dan sabdo palon dan lain2.
sedangkan jika kita perhatikan seolah-olah ramalan itu terjadi
entah nanti. padahal udah di depan mata. yang ditulis udah terjadi.
bencana2 yang mengerikan pun terjadi. jika kita cermati banyak
suluk2/serat 2 yang sarat dengan kiasan/perlambang/methapor.
jika disitu ditulis jenar misalnya. itu bisa berati macem2 . bisa merah
ato kuning tergantung konteks kalimat. saya kadang2 pengin
tertawa jika ada orang benar2 menelan mentah2 yang ada di
serat. misalnya sabda palon ato noyo genggong. di anggap
sungguh2 tokoh. padhal itu adlah pasemon/metapor.tidak
seperti ramalan jayabaya dan ronggo warsito, ramalan sabdo palon
penulisnya juga tidak di kenal . ada yang menduga ronggo warsito. tapi kecil kemungkinan ini. karena yang bersangkutan tak pernah tedeng aling2. dan jujur serta ksatria. khusus
untuk ramalan sabda palon. penyusunnya menamai dirinya
ki kalam wadi. nama ini juga perlambang. ramalan nya juga
itu2 aja seperti ada di serat2 lain atau mungkin di ambil dari
kitab2 suci yang lain yang berbicara mengenai itu dengan kemasan. serat 2 jawa ,saya menduga serat itu selain di landasi niat baik penyusunnya tapi ada kesan melanjutkan intrik politik warisan dari pertentangan antara yang di kategorikan ‘abangan’ dan ‘putihan’. sungguh sayang sekali banyak diantara kita yang kurang memahami pesan ato metapor dari tiap2 penyusunnya, tapi justru malah terseret arus ‘politik’ di serat itu. bahkan ada yang malah mewujudkan pertentangan itu dengan kegiatan praktis. itu mungkin yang disitir oleh atassadur adam makna bahwa serat kuno bisa menimbulkan wisaya/racun manakala pemahamnya tidak mengerti/
menangkap kiasan di sana. Tapi serat kuno akan menimbulkan manfaat yang luar biasa ato sebagai tool yang ampuh untuk pemahaman jika kita tanggap sasmita terhadap pesan moral
yang ingin disampikan.
salam
Brama Kumbara
Buat mas Brama Kumbara. Hikmah moral yg menonjol dari Ramalan Jayabaya, Ramalan Sabdopalon ialah menanamkan kepercayaan, bahwa : Penderitaan tidak akan langgeng selamanya. Penjajahan/ korupsi/ pengrusakan alam/ kerusakan moral akan lenyap setelah “titi wancine”. Bangsa Indonesia akan “masuk” ke “dalam” pintu gerbang kemerdekaan-nya. “Merdeka dan hidup merdeka”. Sesungguhnya Kitab “Jangka Jayabaya” yg asli dan yg pertama adalah ciptaan Pangeran Wijil di Kadilangu, pujangga kraton Kartasura pada th 1741 masehi. Nama Jayabaya diambil dari kakawin “Baratayuda” dan mendapat kepercayaan masyarakat karena masyarakat menganggap prabu jayabaya kediri sebagai penjelmaan Batara Wisnu. Hal demikian memang disengaja oleh sang pujangga pengarangnya untuk merahasiakan maksudnya yg sesungguhnya. Betul tidak mas Brama Kumbara ? Matur nuwun.
setuju
salaaam,
sebetulnya ramalan itu ada benarnya, apalagi yang dari leluhur hanya saja kita sekarang dalam jaman katakanlah islam jadi ya serba ruwet apa yang dari arab disuruh percaya sedang entah itu benar apa ngga, padahal kalau dilihat secara nalar arab itu kan panas tanaman aja males tumbuh, tkw banyak diperkosa disana, beda sama di jawa/ indonesia hampir semua tanaman dapat tumbuh subur, manusia nya kebanyakan andap asor .
dari situ aja kan sudah ada perbedaan yg mendasar.
maka dari itu marilah kita menghormati para leluhur dan kembali ke budaya kita nusantara, bukan ke arab atau asing.
kalau kita menjunjung dan kembali kebudaya kita saya rasa nggak lama lagi moga2 indonesia akan menjadi panutan dunia.
jepang maju krn menganut budaya nya juga eropa,amerika ,china, thailand, arab dll
maaf kalau ada kekeliruan
trims
Buat mas wong cilik, 7 Des 2007. Ramalan Sabdopalon kan menggambarkan situasi kondisi menjelang keruntuhan majapahit dulu. Dimana terjadi kerusakan moral seperti kriminalitas, suap, ketidakjujuran, ketidakharmonisan antar manusia dgn alam, atau antar sesama manusia. Hal itu terulang juga saat ini. Betul tidak? Korupsi, exploitasi alam, illegal loging, narkoba, over fishing, pembakaran hutan, penggalian pasir liar, ada dimana-mana. Untuk mengatasinya, ya kembali kepada nilai2x moral seperti : jujur, keadilan sosial, musyawarah, qonaah, menjaga amanah, welas asih dll. Nafsu2x amarah, angkara murka, syahwat, dengki dalam diri “banyak manusia” yang “terakumulasi” bisa saja menjelma menjadi “energi negatif” yg mengganggu “dimensi lain”, akibatnya timbul bencana alam seperti banjir, topan, gempa, longsor, laut pasang, gunung meletus bergantian. Jika “tiap manusia” di seluruh nusantara bisa “mengendalikan” nafsu2x nya dalam mengeksploitasi alam, bertobat kepada Allah SWT, Insya Allah bencana alam akan jauh berkurang. Benar ndak, mas ?
wess..weee..too..opo iki sabdo palon..
aku tak ngomong..tapi ojo guyu yooo…
energi opo mane…iki..
gemah ripah lohjinawi aee sampeann..sresreep..sresreep.sreesepp..
byaasss…byaaass..byass..
weeess meneng…
aku tak ngomong barat dadi ta??
indonesia nak sampun damai..ojok golek manee..
endiii iki perange..ooo sejaraah iku mass..wisss ilaangg..
weekkk ndiik pakistan israel iku perang waee..
aku tak sujud…mogi-mogi …Sang Khalik…damai….
ora ono masalah…
tapi aku paness iki..ga ro ..
oaallllaaah sampean too…
srep-sreeseepp meneeengg..
puji damai sejahtera bahagia..
setiap hembusan rasakan bahagia..
setiap kata adalah membuat bahagia..
setiap mata melihat jadikan bahagia..
amiinn
Buat mas lingga? Punapa panjenengan ngelindur nggih?
Insyaallah Ratu adil sdh ada……
Tapi dia memungkiri dirinya…..
Dia adalah pemuda Tuhan…..
Semua Rahasia itu disamarkan Tuhan…Hanya Tuhan yang tahu…tunggu aja….Insyaallah tidak Lama….
Kalo pgn Tahu siapa Ratu..Adil..?
Gunakan Mata hati bukan emosi kemampuan kita terbatas..
Gabungkan Semua Ramalan,Wahyu,atau nubuat Illahi..dalam Semua Religi yang ada Saat ini…
Mungkin Banyak yang ngaku-ngaku saat ini…tapi..yang bisa membuktikanya adalah orang yang sangat dekat degan Illahi….
ingat saudara-saudaraku Nubuat,Ramalan,Wahyu,atau Manuskrip sdh saya baca saat ini…semuanya Disamarkan.seperti kita melihat ibu yang menggandung kita tahu didalamnya ada Bayi tapi apa kita Tahu jenis kelaminya atau wajahnya sebelum lahir,yang tahu Hanyallah Dokter atau Bidan yang pertama melihat si bayi…bagaimana wajahnya,jenis kelaminya,kulitnya,matanya,dll.
Ingat orang-orang yang diberi kelebihan sama Tuhan…selalu menyendiri dan tidak ada yang tahu kelebihanya bahkan Ibunya sendiri…
Kalau saya tdk salah inti Dunia adalah Makkah Dan Tanah Jawa….Gabungkan 2 kekuatan itu akan tercapai keadilan…
Ratu adil…Adalah Pemuda yang mempunyai 2 jodoh tersebut Makkah dan Jawa…..
Bang Sm-Alb ar : Menurut saya Ratu Adil itu adalah pemuda yang berasal dari Pondok indah Mol dan Terminal Senen…
tidak usah harus ngomongin Mekkah…jangan mengotori arti Mekkah Bang….HARAM!!!
hihi..lucu bertengkar terus…
kapan mikirin pemulung sebelah yang nota bene belum makan..?
mereka bgitu, yah secara langsung dan tidak langsung akibat orang2 atas yang ga pernah nengok ke bawah..
coba pejabat2 jalan2 jangan ngliat mobil si itutuh baru..beli baju merk hwarakadah nih buatan Eropraah biar ga kalah…
ngliat tu,kalo perlu mendelik,melotot ngliat orang dagang berkaki banyak diantemi gara2 perintah kalian…(pejabat sudnya)..
ga ada empatinya buanget tu..
kalo daku…??hehe..lagi brusaha bang,ama kakak2 sekalian…
untuk berdoa selalu, dan membantu di setiap ada kesempatan..
karena aku wong sugih..sugih2 pisan…
hartaku, nafas…
hartaku bunga di taman..
hartaku bahagia..hehe..
amin
mohon doa retu ya..
mekah kan tempat masjidil HARAM!!!
anggerningsun kabeh mbok podo ,anteng seng jejek yen temen2 siro weruh ratu adil iku,,piro lawase bahasamu di udek2 karo dulor puteh songko walondo,lan piro lawase dulurmu lanang mejang perang kanthi lali bahasa sejatimu..lan sopo seng patut nyandang asmo ratu adil,?yen siro mlaku ig ndalem mesjid sang muhammad rosul nate dipon tegur deneng illahi robbie nyangkut babakan ADIL ;sang isa ugo, sang musa ugo,syakyamni ugo……ayo pododi sinauni maneh..
to imam alas purwo
tolong dong pake bahasa indonesia karna g semua yang baca bisa bahasa jawa
makaci
SALAM
Saya tdk mengerti (ada perbedaan bahasa)
ya…mungkin bkn utk saya pahami, he he
Saya baru tau, penggemar masalah kayak gini rame juga ya…..
Cuma kasian juga.. Nara sumbernya banyak, tapi public vigur-nya gak ada.
Ratuadil itu adalah diri kita sendiri, bagai mana kita bisa adil terhdap semua ciptaan-NYA, kalau kita hanya mengagungkan apa yang kita anggap paling benar, paling wowke, sedangkan yang lain sesat, haram, kafir,….dll. Masa lalu adalah sejarah yang sudah terjadi, yang berdarah-darah mari dilupakan, mari bangun indonesia dengan budaya indonesia, yang import pasti tidak cocok karena isinya kepentingan, kepentingan ego manusia. akulah yang paling benar, ajaran akulah yang akan sampai disorga. bayangkan saja kalau seorang pembom yang sudah membunuh orang ratusan masih delu-elukan pakai teriakan agama bahkan menerikan atas nama “Tuhan”. Bayangkan orang yang membunuh meyakini dapat Sorga dan akan dilayani bidadari-bidadari cantik. begitu dangkalkah sorga, apakah kita ke sorga untuk melampiaskan napsu2 kita???. Bagi ratu adil agama/keyakinan itu hanyalah alat/tool untuk mencapaiNYA. SIAPA yang bisa menjalankan hubungan yang harmonis antara Manusia Dan Penciptanya, Manusia Dan Sesama CiptaanNYA, Manusia dan AlamNYA dengan selalu berpraktek dalam lingkup kehidupan yang dilandasi pikiran yang suci, perkataan yang suci dan perbuatan yang suci dialah yang bisa/mampu untuk menjadi RATU ADIL
Salam damai.
to : Raja Adil
anda mengatakan sesat atau Kafir Pny dasar tdk ?
untuk para guru dan pengajar padepokan Gantharwa…Bandung
dan para pembaca lainya…..seperti yang mengaku Dajjal atau Ratu Adil atau satrio pinigit….?????
katakan Dimana Alamat anda yang mengaku Dajjal,Imam Mahdi atau Satria Pininggit atau Ratu Adil……Insyaallah akan saya datangi…
terima kasih ….
(Saudara Witang, sepanjang sepengetahuan kami, Kadhang Sinarawedi Gantharwa tidak ada yang mengaku seperti yang anda maksud, namun anda masih tetap bisa datangi kami, dialamat padepokan, mungkin bisa berbagi kawruh. Untuk tamu yang berkunjung mereka bebas memberikan pengakuan apapun, jadi saudara bisa langsung kontak mereka. Red)
to raja adil
gue sependapat ma lu. mang g pantes jika amrozy cs di bebaskan
to witang sangwardani
“anda mengatakan sesat atau Kafir Pny dasar tdk ?” baca lagi aza tulisan raja adil………….klo cuma ngaku gue juga bisa………………. ni ” gue adalah dajjal, gue adalah ratu adil , gue adalah satrio piningit ” gimana mas / mbak ?? gue bisa kan?? sapapun juga bisa klo cuma ” ngaku ” sebagai dajjal, ratu adil, dan satrio piningit………
Sstt …
Menurut firasat saya sebentar lagi Indonesia akan dipimpin oleh presiden yang adil, yang sangat berpihak pada rakyatnya. Dia netral, bukan partisan. Tapi dia bukan manusia super, hanya manusia biasa saja, punya kelebihan dan kekurangan.
Konon dibelakangnya, ada kekuatan luar biasa yang melindungi, termasuk perguruan2 sepuh di tanah jawa, kekuatan2 besar dari alam gaib juga banyak yang mendukung.
Tapi apakah ini yang sering dibicarakan orang, termasuk dalam diskusi di sini, entahlah. Yang penting jangan terlalu over-ekspektasi kepadanya. Lebih baik kita dukung saja bila dia muncul, dan beri kesempatan untuk bekerja …
Silakan dilanjutkan diskusinya ….
untuk om Witang sangwardani:
yang saya dengar, dajjal itu ada di india mas, orang nya mirip seh baba, kriting, pendek, dan banyak lagi kemiripannya…kalau mau om datang aja kesana, kalau ga punya duit om bisa pinjam ke BNI atau MANDIRI…
tapi jangan lupa kalu pinjam di bayar ya om…
Sekedar melengkapi informasi Dajjal dari mas Marijan :
Ada satu criteria yang tidak bisa dipenuhi Sri Satya Sai Baba untuk dimasukkan sebagai orang yang mirip dengan Dajjal yaitu Sai Baba masih bermata dua (kiri dan kanan) dan masih memiliki hati nurani sementara Dajjal bermata satu dan berada ditengah-tengah dahi (Cakra Ajna) serta tidak memiliki nurani.
Buat mas Witang :
Informasi yang beredar bahwa Dajjal bermukim di dasar samudra di wilayah Bermuda Triangle dan saat ini sudah menguasai ‘tanah airnya’ sendiri yang dibangun dengan keringatnya. Dan sekedar informasi buat mas Witang bahwa Dajjal bernama lain Samiri atau biasa disebut paman Sam. Jadi kalo njenengan mau bertemu dengan Dajjal, ya bisa minta bantuan Nicholas Cage lewat ‘National Treasure’ nya untuk mengantar ke Dajjal.
Saya bisa Bantu njenengan kalo mau ke sana, mas … Kita lewat Puerto Rico aja biar nggak susah masuknya. Tapi kalo njenengan mabuk ketinggian, kita bisa lewat laut…
Gimana ?
Sungguh disanyangkan bila kita belajar, kasampurnan, sangkanparan dll, tapi masih suka mengejek orang lain, apa bedanya dengan orang kebanyakan.Untuk apa gembar gembor berteori manunggaling kawulo lan Gusti kalu setiap bicara masih pakai kelakuan jim setan iblis laknat, pindho puspito tanpo sari madune.
Bukan mengejek, tapi memfasilitasi dan menyampaikan informasi yang diperlukan kepada yang membutuhkan. Karena tulisan disubmit tidak sesuai dengan topik yang dibahas oleh moderator.
Semoga bisa diterima…
Mari kita kembali ke topik…
Salam
setuju mas moko….
Nuwun sewu poro SANAK KADANG SINOROWEDI kang wus podho WINARAH lan WINASIS
LUAAAAR…. BIASA Blog ini….Kreatif dan Komunikatif….
semoga tetep JEJEG, NGADEG, BANDHEL lan KUMANDEL anggene ngelaksanakno LAKU UTOMO marang sapodho padhane.
Badhe urun rembug tumraping METANI twin NGGLEDHAI ukoro ” SABDO PALON “. Sebelumnya mari kita renungkan PITUTUR dan PITUDHUH di bawah ini guna menelisik siapa SEJATINYA Sabdo Palon Noyogenggong yang belaknagn ini muncul sebagai ajang dialog dan sarasehan di belantara bumi Nuswantoro :
TES PUTIH SOKO BOPO
TES ABANG SOKO BIYANG
WUJUD GEDHANG
CAGAK PAPAT LAWANG SONGO
ISEN ISENE SUKMO SEJATI
GUMANTUNG TANPO CENTELAN
LUNGGUHE BATIN SING SUCI
Sesungguhnya SABDO PALON ini merupakan perwujudan dari pada manusia-manusia yang memiliki KECERDASAN SPIRITUAL dalam kesehariannya yang sama sekali TIDAK TERKAIT dengan LABEL FORMALITAS nama AGAMA yang disandangnya. Karena SUKMO SEJATI tidak terkurung oleh sebuah LABEL AGAMA, PANGKAT, JABATAN, PREDIKAT yang disandang oleh seseorang. Ia berada di dalam maupun luar AGAMA itu sendiri.
Sepertinya dalam kurun dekat ini 2012, Bangsa Indonesia akan berada dalam PUNCAK SPIRITUALITAS dan sebagai MERCUSUAR DUNIA…dan ini sudah dimulai dari sekarang ini, detik ini…DISINI..!!
Artinya bangsa Indonesia akan dihuni oleh manusia-manusia yang telah memiliki BATIN YANG SUCI sebagai tempat duduknya SUKMO SEJATI untuk bangkit dari KETERPURUKAN dan DEGRADASI MORAL yang sekarang ini lagi melanda seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa.
jadi SABDO PALON merupakan PENGEJAH WANTAHAN sifat dan KEPRIBADIAN LUHUR, BUDI PEKERTI LUHUR dengan landasan ISLAM yang saya maknai BUKAN sebagai nama AGAMA, melainkan perwujudan dari sifat-sifat yang IKHLAS, PASRAH dan RIDHO semata-mata hanya untuk PENGABDIAN kepada TUHAN yang APLIKASINYA adalah MELAYANI sesama makhluk ciptaan-NYA dan semesta Alam. Barang kali inilah sifat-sifat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia guna mewujudkan negara yang ” GEMAH RIPAH LOH JINAWI ” agar bangsa ini menjadi komunitas yang TOTO, TENTREM, KARTO, RAHARDJO ” sebagai efek DOMINONYA.
Mohon maaf kalau saya memahami tentang SABDO PALON dalam nuansa Simbol-simbol UNIVERSAL yang dimiliki oleh setiap DIRI-DIRI manusia di bumi pertiwi ini, bukannya terfokus pada keberadaan Badan JASAD KASAR yang bakal tumungkul ” SAWIJI-WIJI “ dalam wujud PERSONAL dan INDIVIDU. Bukan…BUKAN itu…!!
Supaya kito-kito poro sedulur ora bakal KECELEK ing tembe mburi, yen sok wis wektune TINIMBAL LAHIR SABDO PALON iki biso terjadi soko poro Sanak Kadhang yang telah menjadi DIRINYA SENDIRI, JUJUR pada DIRINYA SENDIRI dan orang-orang yang telah MENGENAL DIRINYA SENDIRI…Nah manusia yang sudah mengenal DIRINYA SENDIRI merupakan PENGEJAHWANTAHAN daripada Gusti Kang Moho WIKAN yang berbuat, bertindak dalam kehidupan ini berdasarkan SIFAT dan AF’AL ( perbuatan ) Tuhan…yang WELAS ASIH terhadap sesama makhluk, mereka-merekalah manusia-manusia yang tumbuh dan berkembang berkat KESADARAN DIRINYA. Nah…Sabdo Palon Noyo Genggong itu bisa jadi telah ada dalam DIRI-DIRI poro Sanak Kadang Sinorowedi yang ada di milis ini, di luar sana dan dimana-mana…
Mulo poro sanak kadang kabeh…
Monggo, Ayo Podho CANCUT TALI WONDO NGLOKOR SABUK GEMBOLO GENI dengan semangat RAWE RAWE RANTAS, MALANG_MALANG TUNTAS untuk bergandengan tangan BERSATU PADHU untuk turut serta ” HAMEMAYU HAYUNING BAWONO “…mempercantik dan memperindah Alam Semesta beserta isinya…
Karena jika Alam ini kita rawat dengan BAIK atas dasar IKHLAS, PASRAH dan RIDHLO sudah barang tentu akan memberikan BERKAH bagi siapa saja yang BERPIJAK dan LALU LALANG di atasnya. Ingat Manusia adalah BAGIAN daripada ALAM Semesta yang jika kita KUYO-KUYO dan DIRUSAK…inilah akibat yang di alami oleh Negeri tercinta kita. Bencana bersahut-sahutan datang tiada henti menggikas manusia-manusia TAMAK dan RAKUS demi urusan PERUT. Bangsa ini sedang NGUNDHUH WOHING PEKERTI…yah..yah..Bumi Nuswantoro sekarang ini lagi ” NAGIH JANJI “. untuk memberangus Manusia-manuisa TAMAK dan RAKUS dari muka bumi ini….
BABAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRING LELAKON menuju KEBANGKITAN Manusia-manusia PINILIH yang memiliki tingkat KESADARAN DIRI yang bisalah dinamakan Imam Mahdi, Satriyo Paningit, Ratu Adil, Sabdo Palon, wis…embuh opo meneh istilahe….yang pasti kesemuanya itu hanyalah SEBUTAN saja sebagai SIMBOL dan TETENGER atau TANDA.
Monggo…dilanjut…
Salam DAMAI dan KASIH buat Alam Semesta beserta Isinya.
Mhardiko Bumi Nuswantoro
Kawulo Alit
soko Padepokan Borneo Timur.
LANJUT AZA DEH……….
Ngono kui yo apik Mas Ndul, tafsir sing sangat mendidik tur nambai semangat unutk hidup lebih baik.Luwih apik meneh diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari tumrap sepodo padaninng titah, ora mung ono lathi, nuwun.
Mbah Darmo ingkang MINULYO,
Lah..lah…LERES saestu panjenengan mbah Darmo, semua itu harus ada WUJUD KARYA NYATANYA dalam AKSI, TINDAKAN dan PERBUATAN. Dan, Teori itu penting sebagai PEMICU sekaligus sarana dan wahana untuk REFERENSI dalam berbuat….Bagaimana kita bisa berbuat dan BERKREASI serta BERKARYA tanpa adanya TEORI…??. Lah wong masak saja ada resepnya kok…?? lak nggih to Mbah Darmo….?? Cuman memang terkadang kita-kita ini ( termasuk saya sendiri ) sering kebablasen malahan terkadang sampai lupa daratan. Kita bercerita NGALOR NGIDUL tentang NIKMATNYA masakan tertentu baru sebatas MEMBACA dan MENGHAFAL Resepnya saja, belum sampai pada PRAKTEK memasak dan MERASAKANNYA… dah berani-beraninya Bercerita dan NUTURI ( ngajari ) orang lain. Pedahal kan masih dalam tataran baru sebatas membaca dan menghafal saja..lah..lah ini kan PEMBOHONG yah..namamya…??.
Jadi klu apa yang saya sampaikan tadi menurut ukuran masing-masing poro Sanak Kadang Sinorowedi dirasa PAS dan COCOK lah…hayo monggo sama-sama DIJALANKAN bareng-bareng mengaplikasikan ” LAKU UTOMO ” kanggo sapodho-padhane TANPA membedakan Suku, Ras dan GAMA yang disandangnya minimal dilingkungan terdekat kita hingga terbukti WUJUD KARYA NYATANYA dapat dirasakan oleh mereka-mereka sebagai Manusia UNIVERSAL….!!. Jadi jika ada unen-unen ISLAM adalah RAHMAD bagi Alam Semesta ini yah…harus kelihatan WUJUD KARYA NYATANYA dapet dirasakan oleh seluruh makhluk yang sifatnya juga UNIVERSAL.
Gak bisa dikotak-kotak, dipilih-pilih berdasarkan PERSAMAAN Agama tertentu. Karena Tuhan memberikan dan menggelar BERKAH, KARUNIA, REZEKI dan RAHMAD-NYA di seluruh Jagad raya ini kepada seluruh makhluk yang di ciptakan-Nya yang tak lagi diberlakukan pada kelompok, golongan dan Agama tertentu.
Kira-kira begitu gak mbah darmo…??.
Tetapi jika sekiranya ada yang kurang atau bahkan TIDAK PAS dan COCOK ing Penggalih tur MANAH poro Sanak Kadang, Saya harap nggak usah dimasukkan dalam Hati dan jangan sampai dibawa pulang kerumah, percaya deh…ketimbang NYESEK di Hati mendingan Buanglah segera di Tong Sampah terdekat…he..he..enak to…
Monggo dilanjutaken maleh…. tentang diskusinya.
salam MAHARDHIKO Bumi Nuswantoro
Kawulo Alit
soko Padepokan Borneo Timur
Leres mas Ndul, yang saya tekankan ojo sampai kita terjebak terus kakean teori , sing penting ngerti sitik yo karo dilakoni, pendapat sampeyan ga ono sing luput, terutama saya mengingatkan tuk saya sendiri khususnya & orang lain pada umumnya, monggo asesanti tansah memayu hayuning bawono langgeng madeg satrio nuswantoro kang ambeg adil paramarta berbudi bawa leksana tansah manjing laku utomo, rahayu mas Ndul, Nuwun
mas santri , gue tunggu terjemahannya ya …………
matur nuwun
wahai para umat yg ngaku sejati . . .mari kita sama sama bangkit
utk menumpas ketidak adilan di alam ini dan slalu membantu yg lemah. tunjukan nyali sejati anda .
adakah yang berminat …..
” cari saya “
Weleh2.. podho ngopo iku? nyambutgawe sing tumenan, apik2 sing brebayan.. rukun2 wae karo tetonggo, saling gotong royong.. ra perlu nunggu Ratu Adil opo Satrio Piningit sing diramal2 iku..
Lah…lah…Mas Erdi SEJATI,
Bagaimana sih tindakan KONGKRETNYA ” MENUMPAS KEADLILAN…???”.
Bisakah Sampeyan melakukan PEMBERSIHAN KETIDAK ADILAN di muka bumi ini…??. Halah…halah….sing wajar-wajar saja, RASIONAL dan LOGIS-LOGIS saja…Jangan KEMARUK…
Ojo sok ADIGANG ADIGUNG ADIGUNO…SOPO SIRO…SOPO INGSUN…???????.
Anda percaya kalau para Nabi/Rasul pada jamannya TIDAK SANGGUP 100 % membuat orang-orang seluruhnya BERIMAN…??. Anda masih ingat Nabi NUH yang tak sanggup menolong Anak dan Isterinya…??. Anda masih ingat ketika Nabi Muhammad juga TIDAK SANGGUP untuk membuat Pamannya se IMAN dengan Muhammad…??. Ini contoh FAKTA sejarah….
Bahwa HUKUM ALAM berjalan sesuai dengan KODRAT dan IRODAT-NYA. Ada positif ada Negatif, Siang-Malam, Gelap-Terang, Laki-Perempuan, Baik-Buruk. Semua berjalan seolah-olah BERLAWANAN tetapi SALING MENDUKUNG kan…??. Jadi kalau mas Erdi Sejati mempunyai keinginan untuk MENUMPAS KETIDAK ADILAN yang ada di muka bumi ini….he..he…bener deh…seberapa besar KEKUATAN dan KADIGDAYAN yang sampeyan punyai/miliki GAK AKAN SANGGUP untuk menandingi ” KODRAT dan IRODAT ” Gusti kang Hakaryo Jagad….sumprit…suwer deh….
Lah…wong baru kehujanan saja kita-kita ini pada LARI SIPAT KUPING mencari tempat berteduh je…??.
Jadi selamanya yang namanya KETIDAK ADILAN menurut ukuran kaca mata kita pribadi-pribadi TIDAK akan bisa MUSNAH….selagi masih ada Manusia-manusia yang masih BERNAFAS…!!!. Lah..lah…iya kan..?? yang bilang ADIL dan TIDAK itu kan Manusia seperti kita-kita ini melihat perilaku seseorang yang menurut ukuran kita mereka-mereka berperilaku TIDAK ADIL… Lantas kalu mas Erdi SEJATI mau memusnahkan KETIDAK ADILAN di Alam ini..itu kan sama artinya Mas Erdi harus MENUMPAS manusianya sebagai pelaku…?? yah,,gak..yah gak..Lalu APA BEDANYA….??? PENUMPAS dan yang DITUMPAS…??? Inilah yang katanya Orang Jawa dilambangkan dalam MAKNA huruf jawa sebagai MO,GO,BO,THO,NGO ( sama-sama menjadi BANGKAINYA…)
Jadi SIAPA yang mau berminat MENCARI dan NGIKUTIN Mas Erdi SEJATI…?? he..he..tak UK..UK..yah…kikuk…kikuk…emoh ah…
Mendingan mengikutin PRINSIP nya Mas LAKONE…he..he..
Hidup harus saling GOTONG ROYONG..
Hidup bertetangga harus yang RUKUN-RUKUN….
Bekerja dan berkarya harus yang JUJUR dan TEMEN…..
Menjalani hidup harus JUJUR PADA DIRI SENDIRI, MENJADI DIRI SENDIRI….
Coba kalau kita sudah gak Jujur pada Diri Sendiri atau MEMBOHONGI Diri sendiri….lalu, kita mau MINTA MAAF sama siapa….???.
Halah…halah….
Kabuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrr…..mengko selak DI KEPLAK sama mas Erdi SEJATI….Ngapunten Mas….!!!.
Salam MAHARDIKO Bumi Nuswantoro.
Kawulo Alit
soko Padepokan Borneo ( Kalimantan ) Timur
gue suka mas santri……………….
ada kabar dari langit begini………
para malaikat dah pada tua-tua en kerjaan pada kagak beres
yang ngatur cuaca… ngasih hujan kagak kira-kira
penjara setan dibulan ramadan.. banyak yang bolong
malaikat ketipu do’anya manusia yang menipu
singgasana langitan sedang dipertaruhkan!!!
To : Mas Bagong,
Mas Bagong, dapet kabarnya lucu sekali
Rahayu,
Pak Dhe Gundhul…….. sampeyan nopo mboten mbeto pacul ??
Nopo hamung nyunggi wakul mawon ???
Nopo sampun diglempangne wakule ???
Eman-eman Segone Pakdhe Gundhul ……….
He… he…. ngapunten pakdhe namung gojekan kok…
Huuueeeeh…lah..dhalah….
Urip bebrayan kuwi juga perlu GOJEK an, sebab GUYONAN kuwi ugo biso dadi BERKAH kanggo kito piyambak semono ugo kanggo liyan. Lak mekaten toh Mas Tedjo…??.
Mboten menopo-menopo kok, sak estu…malah seneng wonten sing ngajak selingan Gojekan…kersane Balance. Ketimbang serius banget angsalipun NGUDI TUWUH lan KAWERUH…nggih to Mas Tedjo..??.
Huuueeehhh….
Ulasan njenengan wonten Topik Bebas..tentang babakan Roh, Jiwa, Nyawa dan Sukma, kuwi
Muuuuuaaaaanntep…. tenan loh Mas. sak estu…
Kadose sami kaliyan penjelasanipun almarhum ” Ki Suryo sandjojo ” Guru Pamejang saking Kebon Agung – Malang – Jawa Timur.
Monggo dipun lanjutaken poro Kadang Sinorowedi anggenipun Diskusi…
kulo ndherekaken ke mawon, kulo tenggo wonteng wingking tak Ngglesod, nyruput wedang Kopi pahit kaliyan Ngudud njur Klekaran….zzzzeeebbb…kebul…kebul…beluk-e bunder-bunder…uhugk..uhukg…daar watuk tuwo
Halah..halah…Rokok Klembak-e kakeyan MENYANE ki….
ganti rokok 234 wae ah…ini baru mak…NYUUUUSSS..
Pamuji Rahayu….
Kawulo Alit
Asli Kera Ngalam ( ONGIS NADE )
soko Padepokan Borneo ( Kalimantan ) Timur
Halo saya Dian.
Hasil analisis Dian tentang bumi tahun 2050, Dian peroleh dari metodologi mempelajari temuan dan budaya manusia 10 dekade ke belakang, manuskrip kuno, dan sejarah peradaban.
Ini dia wajah Bumi kita tahun 2050,
1. Berlaku 1 mata uang yang sama.
2. Teori Evolusi gugur.
3. Gerakan spiritual mencapai kejayaan. Muncul mpu-mpu yang berkualitas. Islam semakin meluas. Muncul mashab2 baru.
4. Kapitalisme digantikan dengan perekonomian yang lebih adil, perkembangan dari ekonomi syariah.
5. Gedung mencapai awan. Perpindahan manusia & barang semakin cepat. manusia berhasil mendarat di Mars, bulan sudah mulai dihuni walau terbatas.
6. Setiap orang membawa komputer pribadi, lengkap dengan penterjemah otomatis-kendala bahasa tidak ada lagi, kacamata sebagai layar multimedia. Telekonferensi bisa dilakukan setiap orang. Pola kerja berubah, tempat bekerja bisa dimana saja, tidak harus di kantor resmi.
7. Kloning organ tubuh sudah bisa dilakukan, bedah mikroskopik populer. Kemajuan biologi molekuler merubah metodologi pengobatan dan pencegahan penyakit, menjadi semakin instan.
8. PBB mendapat saingan, Badan Perwakilan Bangsa2 yang lebih mewakili rakyat dan bangsa daripada pemerintah, atas azas kesetaraan.
9. Eropah dan terutama AS mengalami kemunduran. Posisi polar bumi bergesar ke timur, dengan Indonesia sebagai episentrumnya.
10. Planet bumi dikitari oleh banyak satelit orbit rendah. Tidak sejengkal tanahpun luput dari penginderaan. Militer berkurang perannya. Polisi semakin berperan memelihara keamanan. Jaringan kepolisian dunia sangat rapi dan cepat. Kejahatan minimal.
11. Ditemukan planet dengan kehidupan sangat kompleks di galaksi bimasakti. Ini membuka mata selain manusia kemungkinan besar ada mahluk cerdas lain di jagat raya.
12. Bahan bakar terbarukan menggantikan minyak bumi. Paling populer hidrogen cair yang berasal dari air biasa.
Baru itu yang Dian dapat, terimakasih….
Amiinnn ….
wah….kira2x umurku nyampe di 2050 nggak yach ?
wah….sama dengan siliwangi, aku juga mikir begitu.
permisi .. pencarian wacana-wacana jawa membawa saya kesini..
(Monggo, silahkan bergabung dan kita berdiskusi. Red)
saya masih awam tentang wacana jawa, saya ngikut aja. Sambil nambah wawasan
Dian masih mengabdi pada yang “tiada”, padahal di jagad raya ini yang “ADA” hanya 4JJ.
hehehe…..
maaf saya hanya bercanda ……
Kalau selama saya berkomentar di ghantarwa, ada yang tidak senang, saya mohon maaf, dan kontak langsung dengan saya di nomor:081210257259 as ANWAR SIDIK
Terimakasih atas tempat komentar yang telah diberikan oleh Redaksi, lebih kurangnya saya mohon maaf.
Wass.
to Dian…
hehe..nunggu buktinya lama banget..jadi umurnya skitar…
wah harus cepet kawin nih..biar anak cucu ngrasain..bwahaha…
salaam damai..
kayaknya klo umur panjang … susah ya karna sekarang umur manusia umumnya ampe 60 an
brawijaya???
adakah hubungannya dengan namaku?
namaku bhrehita mustika wijaya.aku lebih sering menggunakan nama pena bhre wijaya.aku suka dengan namaku.aku yakin hanya keluargaku yang memakai nama itu di dunia ini.hehehe.aku dan ketiga adikku mempunyai nama yang sama yaitu bhrehita.uniknya namaku bukan orang tuaku yang memberi nama tapi seseorang kakek yang datang menemui ayahku dalam keadaan sadar dan tidak.
ahhh aku pikir itu hanya sebuah nama yang kebetulan hampir sama. brawijaya dan bhre wijaya.:-)
aku masih muda, masih 19 tahun, tapi aku suka dengan hal – hal mistik.aneh ya?
aku pengen banget tau tentang brawijaya V dan juga ramalan jayabaya.
Assmlaikum..salam kenal dr ingsun,nyuwun sewu sagete sedulur maknake nopo iku.. Jebol urip pendem pati..poro sedulur kang kaweruh moga siramake amarti budi pjengan..supados kulo niki sing alit,bodho,katha duso..saget tinemu sejating urip,urip sejating..hbs baca post sedulur semua hati ini langsung terbetik kalimat diatas..dtunggu di email ku batara97@yahoo.co.id..slam sungkem ama moderator,sesepuh,ama orang bijak,wiseguy smua tlong bantu diri yg hina nista ini.. Mohon ijin ke kadhang moderator sagete blong ini bukan bicara ttg sabdopalon aza,biar mengalir nambah kaweruh bg smua insan yg peduli hidup dan khdupan..maaf bahasanya campur2 krn ingsun 1/2 jawa & 1/2 salah..pamit kundur sunggeng tindak wassalammualaikum
Salam Damai BL …
Mas Bhre Wijaya …
… “aku masih muda, masih 19 tahun, tapi aku suka dengan hal – hal mistik.aneh ya?” …
ketertarikannya ttg hal-hal “mistik”, diterusin dong … hehehe …
sayang lho akses dan potensi yg ada … biar tambah banyak ksatria-kstaria yg turut serta dalam karya-karya keselamatan Tuhan …
pareng … antx
wah asyik juga.. seru juga keluarga disini..
Ass wr wb dan salam sejahtera bagi pemeluk agama lain.
aku mau tanya :
1. Di uraikan di atas, islam tidak mengenal re inkarnasi, disisi lain ada Sabda Rasul Muhamad SAW, tapi aku lupa sumbernya bahwa Alquran akan di jaga kemurniaanya oleh para Aulia Allah yang tidak pernah akan mati, apakah ini bukan istilah lain dari reinkarnasi.
2. Kebetulan aku berkerja di treasury, sering dimintai tolong oleh para sesepuh untuk menyelesaikan Duit USA thn 1934, Certifikat Gold USA. Surat Hutangnya Bank Sentral USA thn 1934 dan beberapa Bank Garansi/SBLC dengan Jaminan Emas dari Bank Swis, saya lihat dengan mata kepala sendiri ada beberapa lak dan foto scaner boxnya. Apakah itu salah satu pertanda kebangkitan majapahit ?
Nuwun
sabdopalon sudah tidak bisa dibendung lagi. usaha-usaha selama beberapa puluh tahun dari beberapa kalangan di Jawa timur dan Jawa Tengah untuk memblokirnya sudah tidak mempan. Kita tinggal menunggu saja perubahan apa yang akan terjadi bersamanya, dan bersikap tenang dan kepala dingin.
to: retblek
sabdopalon sudah tidak bisa dibendung lagi. usaha-usaha selama beberapa puluh tahun dari beberapa kalangan di Jawa timur dan Jawa Tengah untuk memblokirnya sudah tidak mempan. Kita tinggal menunggu saja perubahan apa yang akan terjadi bersamanya, dan bersikap tenang dan kepala dingin.
bukannya itu yang ditunggu2 mas, bukannya emang harus melewati masa-masa itu, kenapa dibendung2, bukannya makin cepat makin baik, mohon sharingnya
Waduh tahun 2050? Lama banget euy. Udah kakek-kakek dunk saya? Wah …. Mudah-mudahan masih hidup sehat walafiat dan bisa ngalamin. He he he. Tapi kabar yang beredar akan terjadi “sesuatu” dalam beberapa tahun mendatang. Benar ndak ya? Matur nuwun. Adi.
Tahun 2050 ? kaya targetnya ESQ ?
Iya, Indonesia makmur kan yang kita tunggu tunggu, kenapa di halang halangi yah ? wah jangan jangan ?
lumpur lapindo adalah…kekayaan BBM yang akan dinikmati bersama…
itu ramalan saya…
dan satu lagi revolusi sudah berlangsung bagi para koruptor…..
semoga hukuman mati ada pada korupsi..
tunggus saja…..
satu lagi uang adalah nyawa..korelasinya jika korup terjadi maka ada nyawa hilang sia-sia disana….potongkan logika anda…ini adalah hukum sebab akibat dan karma wasana…
karma yang harus dijalani oleh umat lainnya….ada korban dari korupsi itu…
so DPR monggo turun sebelum dipaksa turun…
2009 mudah-mudahan amin amin ya robbal alamin…presiden kita akan membawa kita ke gerbang mercu suar Indonesia…
Wajah lama atau wajah baru ya? Jika wajah lama, apa ada perubahan? Jika wajah baru, apa ada pengalaman? Wah… jadi pusing. Apapun, siapa aja boleh aja, yang penting mengayomi rakyat kecil. Matur nuwun. Adi.
Di tanganmu wahai pemimpin, kutitipkan harapanku sebagai bagian dari salah satu rakyat kecil yang ada di bawahmu. Harapan agar negeri ini dapat bersinar kembali. Mengulang kejayaan masa lalu. Masa dimana rakyat kecil dapat tertawa gembira. Masa dimana yang lebih kuat mengasihi yang lemah. Masa dimana yang lebih berpunya menyayangi yang tak berharta. Masa dimana mereka yang lebih banyak tidak menindas mereka yang lebih sedikit. Harapan yang entah akan terwujud ataukah tidak. Semoga keberanian, semangat, keadilan selalu bersamamu. Semoga pengaruh dari orang-orang disekelilingmu tidak mempengaruhi tekadmu mengemban amanah. Semoga dirimu terlindung dari godaan duniawi dan kesesatan yang menyelinap dalam hati. Amin. Adi
Ass. Wr. Wb dan Salam sejahtera bagi yang beragama lain.
Sebelumnya saya mohon maaf apabila yang akan kami sampaikan dapat menyinggung khususnya penyaji makalah (Moderator) dan umum para pemeluk agama diluar islam.
Berdasarkan informasi yang saya terima, saat para sesepuh ingin menyelesaikan asset asset yang dijaganya dan setelah saya komparatifkan dengan ramalan-ramalan diatas, dapat kami sampaikan, Ternyata kebanyakan penyaji, dirasakan kurang tepat dalam menafsirkan serat tersebut, “ karena tidak di ikuti dengan SANAD nya “ sehingga arti yang tersirat “ visi dan misinya hilang “ dengan demikian terjadi miss interpretasi “ salah pemahaman “, yang dapat menimbulkan aksi kontra produktif, bahkan ada sebagian yang kelompok yang berusaha menghalangi kedatangannya, karena dengan bangunnya Aki Sabdo Palon, maka akan terjadi Budhanisasi/Hindunisasi. Padahal bukan dan hal ini mestinya kita sambut dengan gembira. Oleh karena itu dengan ini saya sampaikan koreksi sbb :
1.Inti permasalahan adalah pembinaan dan hukuman terhadap seoarang Satria Utama “ Orang yang sudah Mukasyafah “ atas tugas tugasnya di dunia apalagi sudah menjabat sebagai seorang raja, maka apa yang disampaikan dan dilakukan harus dipegang teguh, tidak boleh mencla mencle “ datan wolah walih “ apalagi masalah yang sangat prinsipil yaitu Agama. Akibat perbuatannya, maka anak dan keturunan termasuk rakyatnya terkena hukuman “ kutukan “ , yang baru akan berakhir sebagaimana proses yang telah disampaikan penyaji,
2.Perihal perpisahan Sabdo Palon yang hilang mukso dengan tuannya Brawijaya dan Sunan Kalijogo, Barangkali kondisi ini dapat mengubah penafsiran, apabila kita lihat saat kondisi Bambang Sumantri (wayang) di utus berperang untuk melamar gadis untuk istri rajanya, Joko Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang dikaitkan dengan Prabu Brawijaya, maka kondisinya sama Aki Semar mujud dan berpisah dengan tuannya. Jadi kesimpulannya Aki Semar ya Dang Hyang Nirartha, tetapi Dang Hyang Nirartha belum tentu Aki Semar. DH Nirartha akan menjadi Aki Ssemar apabila DH Nirartha dalam kondisi manunggaling kawula gusti, demikian halnya dengan Prabu Brawijaya.
3.Tentang Sabdo Palon yang akan membawa kembali ajaran Triweda, ini yang ditakuti oleh sebagian orang, karena akan terjadi “ Hindunisasi/Budhanisasi “. Padahal Tri Weda yang di maksud di serat tersebut bukan Tri Weda nya Umat Budha, tetapi 3 kitab sbb :
a.Kitab Tarech, Adalah kitab yang mempelajari tentang Agama, karena bunyi tarech, maka kitab tersebut adalah Alqur’an.
b.Kitab Babad, adalah kitab yang mempelajari tentang Ketatanegaraan.
c.Kitab Galur, adalah kitab yang mempejari tentang Bela Bangsa “ Keprajuritan “ dan Perang.
Dengan ke tiga kitab tersebut, maka cerminan visi dan misi di atas dapat di jabarkan.
4. Serat 10 point yang disampaikan adalah hakekat dari kita berwudlu.
Sebagai tambahan informasi, R. Patah ya aki Olot ya aki Semar dan Bung Karno juga aki Semar, ybs masuk ke Jasad bung Karno pada saat menjelang Perjanjian dengan Belanda Thn 1933, makanya banyak dokumen asset kekayaan bangsa kita ini, untuk kepentingan dunia yang dibuat Th 1934.
Demikia saya sampaikan agar para pihak dapat memahami dan memakluminya.
semua itu marilah kita pasrahkan kepada sang Pencipta.kita sebagai manusia harus membangun diri sendiri dahulu sebelum membangun negara yg makmur sentosa agar nantinya sang pemimpin tidak terlalu repot.ibarat satria paningit waktu kecil mengembalakan ternak2nya.menanggapi masalah sabdopalon yg katanya pindah kebali sebenarnya sudah terjawab karna BUNGKARNO sebenarnya adalah keturunan BALI
Yang PASTi satrio piningit emang benar2 anaknya bung karno?
dan sepertinya emang dah disiapin sama Bung karno
baca artikelnya di Blog saya
thanks
Salam kenal,
ijin untuk menyambangi ya…
Tertarik pada pemaparan Sdr Wirasamba 25 April 2008, terkait dengan dana2 yg diyakini para sesepuh sbg dana abadi, yang diyakini akan digunakan untuk menjayakan kembali Nusantara.
Dan u Sdr Warmie, informasi yg saya peroleh SP bukan keturunan biologis BK, namun mmg terbina oleh beliau dan ada salah satu keturunan beliau yg diserahi u memegang kendali terkait dng dana abadi tsb diatas.
Mohon maaf, kalau sekiranya ada yg kurang berkenan.
Nuwun
Satrio Piningit :
1. Raden Mas Herjuno Darpito
Bisa Juga
2. Prabowo Subijanto
Tunggu aja tanggal mainnya
he he he sugeng ambagio,
betul jeng dewi supraba, Satrio Piningit bukan keturunan biologis Soekarno, bukan pula dipersiapkan oleh Soekarno,.karena Bung Karno sejatinya adalah aki semar, maka yang menyiapkan adalah aki semar sehingga satrio piningit juga ikut pepatah aki semar, ibarat sumur bandung,. kesampar kesandung, dereng pikantuk yen durung dumunung, selalu tersamar. Jadi Satrio P. bisa jadi kalian, yang jelas, pesanya ” jangan lupa pakai Jas Merah.” (jasa jasa pelaku sejarah).
koreksi sehingga ” Satrio piningit juga ikut pepatah,…ibarat ” seharusnya sehingga satrio piningit bisa bisa malah kalian, karena satrio piningit di ibaratkan oleh aki semar dengan pepatah dst
Benar tidaknya suatu ramalan tergantung dari diri kita masing2, jikalau manusia masih percaya dengan Tuhan maka suatu saat akan ditunjukkan kebenaran itu. Dalam setiap fase kehidupan dimana kejahatan dan keburukan telah merajalela akan datang seseorang yang akan membimbing manusia kembali ke jalan yang benar.
iya, ” Stigma ” pujangga sebelum terbukti namanya ramalan dan setelah terjadi menjadi Fatwa Pujangga. Sebetulnya secara historis hal ini telah ber ulang ulang terjadi, contohnya nabi banjir pada zaman nabi nuh, kedatangan nabi Isa dan nabi Muhamad, juga telah diramalkan oleh para pujangga sebelumnya. Dalam menyikapai kasus di atas, maka kita dapat memecah menjadi 4 kategori, yaitu :
1. Tahu dan Percaya, orang tsb akan berusaha mendekati obyek sehingga apabila terjadi akan ikut menikmatinya, tapi biasanya perjalanannya tidak segampang teori, penderitaan akan selalu menghadang, bagi orang yg tidak pasrah dan tabah maka akan berubah
2. Tahu tapi tidak percaya, orang tsb berusaha menjauhi obyek, orang ini pernah berusaha di area ad 1, tetapi tidak tabah karena perilaku orang ini biasanya lebih pragmatis, lebih rasional.
3. Tidak tahu tapi percaya, Karena ketidak tahuannya maka ybs tidak percaya.
4. Tidak tahu dan tidak percaya, oang tsb berusaha mendekat ke obyek tetapi s.d. terjadi tidak pernah ketemu link yg menuju ke arah obyek.
Sikap dan keputusan orang yg berada di area tsb, akan terpengaruh terhadap jalan hidupnya, seandainya ramalan tsb terjadi.
to wirasamba diatas..
g nyambung tu…
Eyang saya prnah bilang sebelum beliau wafat, kalau nanti ada masa di mana ada seorang pemimpin perempuan yang naik (jadi presiden wanita mungkin?? yg pasti bukan megawati lagi kali ya) dan wanita itu disegani, namun perempuan ini hanya sebagai pengantar munculnya seorang pemuda yang nantinya ia membawa indonesia menjadi adidaya (zaman keemasan), menjadi superpower. Apakah hal itu ada di kitab2 ramalan kuno jawa? mohon informasinya. karena saya awam sekali soal ini. terima kasih.
Mungkin itu “Ratu adil” yang mengantar “Satrio Pingit”. hmm….
Yang ideal sih.. Satrio Piningit, Generasi yg lahir di tahun 60 an.. belum banyak kena KKN
Salam Rahayu
to saputro – Juni 22, 2008
“Yang ideal sih.. Satrio Piningit, Generasi yg lahir di tahun 60 an.. belum banyak kena KKN”
ketuaan lagi……
Semua sabdo para leluhur tidak bisa di artikan dg semudah itu..
Semua itu penuh misteri… Salah satu misteri dari Illahi…
Ttg munculnya kerajaan majapahit baru atau kerajaan pajajaran baru (spt yg terlampir dalam uga wangsit siliwangi) mungkin akan terjadi, tapi dalam konteks yg berbeda… Dimana semuanya akan terjadi kerukunan kesatuan dan saling menghargai satu sama lain walau kita berbeda beda. Lebih tepatnya akan muncul Bhinneka Tunggal Ika yang semestinya dan sepatutnya….
Salam sejahtera….
paling ringan dikerjakan sambil menunggu momongannya Sabdopalon adalah:
1. Bhakti (ibadah)
2. Dzikir (kendaraan/senjata)
3. Amal (berkarya)
Hiaup….Tanpa…Cinta….Bagaikan….Berak…Tidak…Cebok
1.Ratu Adil,….kui…yo ming siji….sing maringi keslametan….
2.Yo kui sing …Ngawali…lan Ngakhiri….
3.Pemimpin kui lak yo ming bature Ratu Adil,….wong meng manungso dudu dewo,….
4.maggakno,…balekke…pancasila,….ojo senko buri koyo saiki,..kui njenenge,…pantatsila…
5.Nek suk,…ono Ratu Adil ngajewantah,….sampeyan kabeh wis ora iso dolanan internet,….
6.Neng,..aku ko prihatin,…..sedih….mesake…Adile Pangeran,..kui…dudu adile manungso,…..mbok dipikir,..adile manungso opo iso podo,…karo adile Gusti Pangeran…
Nyuwun sewu nggih sedulur2,….meniko jamaninipun NGADILI,….
1.jaman setunggal,..adile manungso,….sampun 10 thn…
2.jaman ingkang kaleh,.adile Kanjeng ratu kidul,….sampun wiwit 2004,….
3.Jaman ingkang ketiga,…..ajrih kulo,….adile sinten?….cobo para sedulur asah roso,….
Nyuwun ngapunten menawi wonten salah kulo,…
Salam Mas Anake mrm
sangat tergantung pembagian zaman dengan pakai perhitungan masehi atau surya.
Skema Pembagian Jaman berdasarkan Perhitungan Tahun Surya, itu menurut jawa.
monggo..
Salam Sejati
masehi,…mas….monggo olah roso,…
Salam Mas Anake mrm
seperti dugaan saya, dan memang ini selalu terjadi, perhitungan selalu berdasarkan masehi..
padahal yang dimaksud adalah perhitungan berdasarkan tahun surya.
monggo rosonya ROSO diolah..
Salam Sejati
Wah ada anake mbok rondo mataram nih………klana jayeng palugon???
Salam……..
@ Mas Nata Warga,….ngih sumonggo kerso,..masehi menopo suryo,…wonten mriko ngih mboten enten wektu,…sampun dipun olah,..termasuk olahraga.
@Mas Damar…..sanes,…
Salam,Selamet sedoyo,….
sudah… sudah jangan diomongin lagi… kasihan kan… nanti malah Prabu Kertabumi, Noyogenggong, dan Sabdopalon tidak tenang di alamnya
Majapahit akan segera bangkit dari tidurnya di bumi nusantara…
Om Sri Vishnu Sri Vishnu Sri Vishnu Om
Tat Asthu…
To : wedaswara
Bangkit dari tidurnya atau Bangun dari tidurnya ATAU Bangkit dari duduk menuju kursi tahtanya ???
Salam Rahayu
Ngawur banget! Tolong jangan sembarang mengartikan apa yang tidak saudara pahami. Bisa menyesatkan orang yang membacanya.
To : Bagus Guntur Lelenggono
Kalau tidak mengikuti dari awal mungkin saja bisa tersesat…. kata-kata itu hanya milik manusia, bagi Yang Maha Kuasa tidak ada artinya karena DIA yang memiliki segalanya… Manusia bisa mengerti denganNYA hanya dengan bahasa ‘RASA’ bukan kata-kata yg dari mulut manusia. Lho…. bahasa Indonesiapun banyak mengambil dari bahasa asing. Seperti pada topik ini ada juga beberapa versi cerita yg lain namun mirip, itulah hasil karya manusia yg tertulis maupun tidak tertulis yang isinya biasanya dengan mempergunakan bahasa ‘lambang’ atau ’sandi’ yang artinya…ya mesti kita cari sendiri . Bermainlah dengan kata2 mungkin ‘RASA’ kita bisa menilai….paling tidak tuk diri sendiri tp bukan untuk mencela orang, saya yakin web ini membuat topik utk sharing…apa yg ditulis bukan untuk mencela pendapat orang tapi mengajak kita berpikir dengan ‘RASA’ kita atau mengenal bagian sejarah Nusantara , jangan MERASA BISA tetapi TIDAK BISA MERASA , karena kitapun belum tentu sempurna.
Salam Rahayu.
SALAM KENAL KEPADA KADHANG GANTHARWA, LAN PORO SUTRESNO PAMIARSO
SALUT ATAS KEPEDULIAN SAUDARA-SAUDARA, SEMOGA BUMI NUSANTARA DAPAT KEMBALI MENEMUKAN KEJAYAANNYA SETELAH 500TH MENGALAMI BEBENDU/HUKUMAN TUHAN, ATAS TERJADINYA WOLAK-WALIKING JAMAN, MATAHARI TERBIT DARI BARAT (YG BENAR DAN ADILUHUR MENJADI BAHAN EJEKAN, HINAAN, DAN DISINGKIRKAN, KEBOBROKAN MORAL MENJADI TUNTUNAN).
“MISTERI SABDAPALON-NOYOGENGGONG, SATRIO PININGIT, RATU ADIL, KEJAWEN” dll, silahkan share:
http://sabdalangit.wordpress.com
to wirasamba.
saya baca sampai akhir di oct 2008 kok ndak nongol lagi .
kemana ya. saya percaya surat surat berharga di jaman majaphit
masih banyak beredar di luar negeri !
Majapahit baru 5 abad yg lalu. sampai kini tak ada dukumen yg tertinggal. 5 abad baru waktu kemarin aja . sedang kalau lihat sejarah luar nusantara bisi di tarik benang kebelakang sampai ribuan tahun . kenapa majapahit begitu ? adakah yg sengaja menyembunyikan ( ingat kerajaan kan di bakar )
Hallow
Saya setuju banget dengan komentar Mas Gun……….. februari 08 kita mulai dari diri kita sendiri………………
Assalamualaikum wr. wb.
Salam jumpa, salam kenal
Sang Surya masih di ufuk Timur, akan merangkak menuju “jumedul” ke Barat menerangi jagad raya, menata manusia yg sedang jalan dijalan gelap, agar mendapat penerangan yang sempurna. Prediksi sy ttg ramalan Prabu Jayabaya pada th 2008 ini tlh menjadi kenyataan kembali, mungkin bkaitan dgn anak sy, Eko Surya Winata Minal Ashaqul Ashaq Sufi Tarekatullah Sajatina Ning Islam (nm Minal Ashaqul Ashaq …. didapat pd waktu malam lailatur qodar), kls III SMA, penganut Torekot QN, insyaallah sdh maqom Marifat Mukasyafah dan sangat tawadhu (tetangga atau teman2 sebaya di sekolah, tdk ada yg tahu jk mpunyai kelebihan/tsembunyi). Ia lah pemilik/pemegang pusaka yg baru muncul th 2008 ini di sungai Banyuwangi.
Anak sy pernah buka rahasia, cara tanggulangi bencana luapan lumpur Lapindo, caranya ilmiah & nyata, dibuat waduk/tanggul untuk menampung genangan lumpur Lapindo, kemudian waduk/tanggul tsb agar diisi dengan air laut, dengan perbandingan 1 : 3 (1 lumpur, 3 air laut), jika ini dilakukan insyaallah semburan lumpur akan berhenti.
Mungkin prediksi sy ttg ramalan Prabu Jayabaya ini, keliru & beda dgn orang lain, analisanya dimulai pd bait 159, pd tahun 2008 ini (“selelet-leletnya mbesuk tutup tahun sinungkalan dewa wolu…. bakal ana dewa ngejawantah….”) telah hadir di tengah2 kt mengejawantah di bumi nusantara berupa Dewa atau Putra Bhatara Indra, sosok tsb tempat munculnya didaerah Banyuwangi, spt yg tlh diramalkan pd bait 161 “bengawan banyu”. Tempat munculnya (Banyuwangi) bkn scr kebetulan, daerah tsb dahulu adalah tempat btemu & bpisah Prabu Brawijaya V (Sunan Lawu) dgn Sabdopalon & Noyogenggong disaksikan Sunan Kalijaga. Sang Prabu Brawijaya V tlh menandai tempat tsb sbg di tanda Sabdopalon & Noyogenggong akan datang lagi “nanti jk ada org Jawa bersenjatakan kaweruh yaitu yg akan diasuh Sabdopalon, org Jawan akan diberi petunjuk ttg benar salah”.
Maka sbg tanda tempat/daerah tsb oleh Prabu Brawijaya V disaksikan Sunan Kalijaga, dirubah nmnya yg dulunya Blambangan menjadi Banyuwangi menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong pulang kembali ke tanah Jawa membawa momongannya.
Siapakah yg dimaksud dgn Dewa/Putra Bhatara Indara pd bait 160? kemudian bait 161: Rumahnya spt Raden Gatutkaca (“andhedukuh pindha Raden Gatutkaca”). Pada bait 160 kita diminta untuk menelusuri, siapa Raden Gatutkaca sehingga dikatakan sebagai Rumah?
Untuk mjawabnya mk simak kembali cerita wayang Gugurnya Raden Gatutkaca oleh senjata Kunta milik Karno. Diceritakan, walau Raden Gatutkaca lari menghindar dari kejaran senjata Kunta, bahkan sampai lapis langit tujuh sekalipun, tetap saja senjata Kunta mengjarnya dan … Raden Gatutkaca tidak bisa menghindar. Kenapa? hal ini disebabkan Raden Gatutkaca adalah sebagai Rumah/sarang-nya senjata tersebut (di pusernya bersemayam warangka/sarung/rumahnya).
Dari uraian tersebut, teka-teki bait 159, 160 dan 161 diperoleh jawaban sementara, bahwa Dewa atau Putra Bhatara Indra rumahnya seperti Raden Gatutkaca adalah sebuah Pusaka berwujud KERIS?
Mari kita buktikan, bait 164 & 168 telah menjelaskan ttg ciri2 pusaka tsb, dikaitkan dgn bait 159, 160 dan 161.
Setelah kita membaca petunjuk bait 164 & 168, disimpulkan (1) Putra kesayangan Sunan Lawu, (2) ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi. (3) Trisula pucuknya sangat tajam membawa maut atau utang nyawa; yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain; yang pinggir-pinggir menolak pencurian. (4) Tajamnya tritunggal nan suci: bener, lurus, jujur (5) didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong.
Kesimpulan, sosok Dewa atau Putra Bhatara Indra yg sdh mengejawantah di tahun 2008 ini adalah berupa Pusaka Keris pegangan Satrio Piningit, telah ditemukan di Banyuwangi oleh Bocah Angon Kerbau di sungai mati pada bulan Maret 2008, kemudian diterima anak sy bulan Mei 2008.
Pendapat ini dibenarkan oleh Sunan Lawu (hasil kontak bathin dgn beliau). Menurut beliau, ya itulah satu-satunya Putra kinasih (klangenan), mempunyai ciri2 pokok, di dlm pusaka bersemayam 3 warna nur/sifat/cahaya makluk, spt halnya manusia bersemayam 4 warna nur/cahaya makhluk (bait 159 “ana Dewa ngejawantah apengawak manungsa”).Menurut anak sy 3 warna nur tsb adlh Merah, Biru, Hijau, ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi (baik 164 “Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi”), bersifat yg suci; bener, lurus/jejeg, jujur (“landepe triniji suci, bener, jejeg, jujur”).
Kemudian pd bait 168 dijelaskan scr jelas spesifikasi fisik pusaka tsb, digambarkan tajemnya : Pucuk/ujungnya gawe pati atau hutang nyawa, yg tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang pinggir-pinggir menolak pencurian dan kejahatan (“landepe trisula, pucuk arupa gegawesirik agawe pati utawa utang nyawa. Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tulak tolak colong jupuk winaleran”).
Kemudian spesifikasi yg lain, diterangkan pd bait 164, di pangkal pusaka tsb ada gambar/lambang Pohon Beringin, di bawahnya terdapat 2 (dua) orang bocah di kiri dan kanan sbag Sabdopalon & Noyogenggong yg dipisahkan oleh gambar/pamor spt rumah Merpati susun tiga (bait 161 “arupo pagupon Dara tundha tiga”).
Menurut hasil dialog dgn leluhur sy, Pangeran Diponegoro (Sultan Eracakra) jumlah pusaka jenis spt ini jumlahnya ada 27 buah (1 peti), eyang sy pernah mencari untuk perjuangan melawan penjajah ttp tidak menemukannya. menurutnya dari jumlah tsb, hanya satu ini yg bersemayam 3 nur. Pusaka ini adalah andalah kerajaan besar Sriwijaya dan Majapahit, pemiliknya adalah Satrio Piningit.
Kemudian, menurut Sunan Lawu, salah satu faktor penyebab kenapa pusaka ini dikatakan sbg pusaka (putra) kesayangan (kinasih)nya adalah karena mengandung makna filosofis, sejarah dan daya tuah yg luar biasa (sbg pusaka andalan Satrio Piningit) yang terpahat dalam lambang-lambang/pamor timbul.
Lambang Pohon Beringin (menurut Eyang Sunan Lawu) bermakna filosofis & sejarah menggambarkan menanam pohon bersama (Majapahit dan Sunda/Pajajaran yang diibaratkan sbg satu pohon) yang akhirnya berpisah. Sedangkan Majapahit & Pajajaran dipahatkan pd lambang 2 (dua) orang bocah kecil yang terletak di kiri dan kanan sebagai Sabdopalon dan Noyogenggong.
Sabdopalon diibaratkan bagai sebuah petuah orang tua kpd anak-cucunya. Petuah & janji ditujukan kpd Raden Wijaya sbg pendiri Majapahit (masih keturunan darah Sunda/Pajajaran). Raden Wijaya mendapat wejangan/nasehat dan sumpah, kelak jika nanti negaranya menjadi negara yg besar dan luas wilayahnya, janganlah sekali-sekali menyerang Sunda/Pajajaran karena Sunda/Pajajaran masih saudara sendiri, dan janji/sumpah tsb oleh Raden Wijaya telah disanggupi.
Kerajaan Majapahit pd masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk mcapai jaman keemasan dgn wilayah jangkauan kekuasaan sangat luas. Didorong oleh ambisi Maha Patih Gajahmada untuk mpersatukan nusantara, menganggap belum lengkap jika Sunda belum ditaklukan, maka terjadilah peristiwa Perang Bubad. Atas peristiwa tsb berarti Raden Wijaya dan keturunannya telah melanggar sumpah dan nasehat kakeknya. Akibat pelanggaran tsb, selepas wafatnya raja Hayam Wuruk kejayaan Majapahit berangsur-angsur memudar, dan ….. karma / bebendu tanah Jawa berlangsung, petaka/bencana datang silih berganti, perubahan kearah kebejatan moral/jaman edan terjadi, jaman berubah menjadi jaman kalabendu Jawa. Manusia sengsara melihat perilaku penyimpangan dari fitrak manusia yg sesungguhnya.
Jika masyarakat luas Indonesia perbuatannya masih tidak suci; artinya perbuatannya tidak benar, lurus/jejeg dan jujur, maka telah merusak tatanan kerukunan/kebersamaan dalam dan keseimbangan alam pun ikut terganggu. Bentuk penyimpangan2 yg terjadi karena pengaruh kalabendu Jawa, dalam Kitab Musarar Jayabaya spt :
1. Sungguh zaman gonjang-ganjing menyaksikan zaman edan tidak ikut edan maka tidak kebagian, yang sehat pada oleh pikir, para petani dibelenggu, para pembohong bersuka ria (bait 142).
2. Raja tdk menempati janji, orang makan sesamanya, kayu glondongan dan besi juga dimakan katanya enak rasa kue bolu, malam hari semua tidak bisa tidur (bait 143).
3. Yang gila dapat berdandan, yang membangkang semua dapat membangun rumah, gedung-gedung megah (bait 144).
4. Orang berdagang barang makin laris tp hartanya makin habis, banyak orang mati kelaparan disamping makanan, banyak orang berharta namun hidupnya sengsara (bait 145).
5. Org waras & adil hidupnya memprihatinkan & terkucil, yg tidak dapat mencuri dibendi, yang pintar curang jadi teman, orang jujur semakin tak berkutik, orang salah makin pongah, banyak harta musnah tak jelas larinya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab (bait 146).
6. Bumi semakin lama semakin sempit, sejengkal tanah kena pajak, wanita memakai pakaian laki-laki (bait 147).
Akibat dari perilaku penyimpangan manusia di atas, berpengaruh pd kesimbangan alam spt banjir badang dimana-mana, gunung meletus tidak dinyana-nyana (bait 141), datang jaman penuh bencana di nusantara spt tanah pecah merekah, gempa 7 kali sehari dan bencana macam-macam, hujan salah musim.
Jaman edan akan berakhir, Sabdopalon yg termasyur dan menanggung malu, akan tampil kembali untuk membantu nusantara agar bermoral benar, lurus dan jujur (trisula wedha) dengan ditandai munculnya putra kinasih swargi Sunan Lawu atau Putra Bhatara Indra yg sulung.
Sudah janjinya Sabdopalon dan Noyogenggong, jika tuntutan perubahan moral/budhi tidak dipenuhi maka konsekwensinya adalah banyak orang digigit nyamuk mati, digigit semut mati, banyak suara aneh tanpa rupa, pasukan makluk halus sama-sama berbaris berebut garis yg benar tak kelihatan tak berbentuk yg memimpin Putra Bhatara Indra, bersenjatakan trisula weda, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa aji-aji (bait 162) dan yang membantah pasti mati (bait 166).
Sebaliknya jika tatanan moral masyarakat sdah berubah total bermoral/akhlak benar, lurus dan jujur (trisula wheda) sebagaimna yg tlh diemong/diwejang oleh Sabdopalon, insyaallah akan terwujud jaman kemakmuran dan Indonesia akan menjadi negara mercusuar dunia, harta berlimpah muncul dimana-mana, sandang, pangan dan papan murah, dan perubahan jaman (wolak waliknya jaman) dari jaman Kalabendu ke jaman Kalisuba dimulai awal bulan Suro tahun ini, yg hampir bertepatan dg tahun baru Masehi sbagaimana bait 165 : “pendak Suro sambutlah kumoro, yg sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa”.
Bentuk ritual yg dahulu dilakukan (pd jaman Majapahit) terbacaa/terekam di dalam pusaka, dimandikan dgn kembang Melati (melambangkan kesucian), air sungai (melambangkan kehidupan yg terus berjalan) dan watu kali (melambangkan kekokohan). Sedangkan kunci untuk menghidupkan cakra dengan surah Az Azariat, Al-Iklas, Al-Fatiah dan Salawat. Pusaka tsb sudah bisa berdiri dan dpt berbicara (ttp tdk kelihatan wajah yg berbicara krn ghaib). Insyaallah pusaka ini akan sy pakai untuk mengentaskan kemiskinan krn pusaka itu adalah kunci D (“Duit”), ada tamu datang dari jauh ke rmh, sy lagi kerja di kantor, tamu tsb dibisiki oleh suara tanpa rupa agar menyediakan rokok merk Dunhil, rokok Jarum D dan buah Delima (kunci 3 D).
Karena daya tuahnya luar biasa maka tdk semua orang kuat memegang pusaka ini, hanya orang yg sudah maqom makhrifat mukasyafah dan trah dari Pangeran Diponegoro dan Sunan Lawu yang sanggup dan dipilih. Menjelang bulan puasa (1 minggu sebelum Idul Fitri) telah menjadi korban dilempar & muntah darah karena berani menghidupkan pusaka ini tanpa ijin. Bisikan pusaka, nanti akan datang 2 (dua) orang anak sebaya Eko Surya Winata Minal Ashaqul Ashaq menyatu, arahnya dari Gunung Tangkuban Perahu (dari generasi Priyangan) dan dari Cirebon dari kasang laut (pinggir laut). 3 orang inilah tokoh inin yg dinanti-nantikan. Sedangkan presiden nanti yg terpilih hanya ikut menata harta karun, selanjutnya harus mereka. Diistilahkan nata, niti, noto.
Menurut beberapa pinisepuh, diramalkan pancernya nur satrio piningit itu daerahnya sekitar Kebumen – Karangannyar, kemudian ada yg bilang Sumpyuh. Sedangkan sy sendiri orang Gombong (desa Semanding – Karangmaja), yg jelas darah keturunan Era Cakra, dan bisa berdialog dgn para leluhur, maqom Makhrifat Mukasyafah, pemegang pusaka yg baru muncul di Sungai Banyuwangi.
Karena Kitab Musarar Jayabaya telah menjadi bacaan masyarakat luas, untuk menghindari fitnah akan ramalan (lebih condong tuntunan) hasil karya leluhur tsb, maka sudah sy kirim naskah ke majalah Posmo, minggu pertama bulan November 2008 telah dimuat bersambug, minggu ke dua dan ketiga (silahkan baca). Jika sudah disiarkan maka tugas sy pertama selesai, tugas kedua, ketiga menyusul. Sy ingin mengajak para pinisepuh yg waskita marilah kita menyatu, singsingkan lengan baju, bantu bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan ekonomi.Siapapun tidak boleh ada rasa memimiliki karena ini untuk kemaslahatan umat, dan ini racun, hati bengkok, tidak benar, jujur dan eling marang kang Moho Kuasa maka reksikonya mati, ini kebahagiaan bagi anak cucu yang akan menikmati (mudah-mudahan menjadi kenyataan, amiin), dan perlu diingat menurut ramalan Jayabaya, dunia ini sudah tua, tinggal 3 jaman lagi kiamat kubro, masing-masing harus mawas diri, jangan merasa paling pintar, paling waskita, sudah bukan jamannya lagi berlaku spt itu, jaman akan berubah pd tatanan moral yg baik.
Disamping pusaka tersebut mengandung sejarah, pusaka kesayangan Sunan Lawu ini juga :
1. Menguasai seluruh ajaran (ngelmu) bait 164.
2. Mampu memberikan perintah&mengerahkan jin, seta, kumara, prewangan dan para lelembut untuk bersatu padu membantu masyarakat Indonesia (bait 164).
3. Bergelar pangeran perang, dapat mengatasi keruwetan orang banyak (bait 163).
4. Setiap bulan suro nguntapake kumara (bait 165).
5. Ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti) yg membantah pasti mati, orang tua, muda maupun bayi, orang yg tidakberdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdanya tidak akan lama (bait 166).
6. Pandai meramal spt dewa, dpt mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda, tidak bisa ditipu krn dpt membaca isi hati, bijak, cermat dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengerti garis hidup setiap umat tidak khawatir tertelan zaman (bait 167).
7. Sudah lulus wedha Jawa (bait 168).
Demikianlah prediksi sy ttg bait-bait terakhir ramalan Jayabaya, prediksi ini belum tentu benar, maksud sy hanya sekedar mengingatkan di tahun depan agar masing-masing mawas diri berebut jalan yg benar.
Mungkin ada yg meremehkan “ojo gumun” sebuah pusaka dikatakan dapat mengatasi masalah? simak Surah Al-Hadid 25.
Demikian, mohon maaf jika prediksi sy sangat ngawur dan bertentangan dengan pendapat/prediksi orang kebanyakan.
Raden Kuswanto
rahayu !
RADEN KUSWANTO BERKATA;
“Prediksi sy ttg ramalan Prabu Jayabaya pada th 2008 ini tlh menjadi kenyataan kembali, mungkin bkaitan dgn anak sy, Eko Surya Winata Minal Ashaqul Ashaq Sufi Tarekatullah Sajatina Ning Islam (nm Minal Ashaqul Ashaq …. didapat pd waktu malam lailatur qodar), kls III SMA, penganut Torekot QN, insyaallah sdh maqom Marifat Mukasyafah dan sangat tawadhu (tetangga atau teman2 sebaya di sekolah, tdk ada yg tahu jk mpunyai kelebihan/tsembunyi). Ia lah pemilik/pemegang pusaka yg baru muncul th 2008 ini di sungai Banyuwangi.
SELAMAT KEPADA ANDA; KAMI SEKARANG MENGETAHUI BAHWA PUTERA ANDA LAH TERNYATA SATRIA PININGIT ITU, sebagaimana PENGAKUAN ANDA secara implisit di atas. MAKA DENGAN INI PUTRA ANDA JUGA SUDAH MENJADI SATRIA TIDAK PININGIT KARENA BANYAK PEMBACA BLOG INI SUDAH “NGONANGI” PUTRA ANDA SBG SATRIA PININGIT.
BAHKAN Raden Kuswanto mengulangi pengakuan tsb secara eksplisit sebagaimana anda katakan di bawah ini;
…Kesimpulan, sosok Dewa atau Putra Bhatara Indra yg sdh mengejawantah di tahun 2008 ini adalah berupa Pusaka Keris pegangan Satrio Piningit, telah ditemukan di Banyuwangi oleh Bocah Angon Kerbau di sungai mati pada bulan Maret 2008, kemudian diterima anak sy bulan Mei 2008″.
R. KUSWANTO berkata lagi;
Siapapun tidak boleh ada rasa memimiliki karena ini untuk kemaslahatan umat, dan ini racun, hati bengkok, tidak benar, jujur dan eling marang kang Moho Kuasa maka reksikonya mati, ini kebahagiaan bagi anak cucu yang akan menikmati.
PerKATAAN ANDA DI ATAS SUDAH ANDA LANGGAR SENDIRI, bahwa siapapun tidak boleh ada rasa memiliki……
Kita kudu eling dan waspada, bahwa kemunculan Ratu Adil akan diikuti oleh “ratu kembaran” yg mengaku2 sebagai Ratu Adil atau satria piningit (lihat Kitab Jangka Jayabaya RAJA KUNING dan tulisan SERAT TANGAN).
bahwa Ratu Adil/Satria Piningit sejati/asli tak akan pernah memproklamirkan dirinya sendiri sebagai sosok tsb. bahkan selalu menyamar, sehingga org2 disekelilingnyapun tak pernah menyangka’
“akeh wong kang padha atesmak bathok, najan mlorok nora ndelok”.
ORANG YANG DAPAT MENGETAHUI SIAPA SEJATINYA RATU ADIL/SATRIA PININGIT adalah ORANG2 YANG sudah mencapai tataran spiritual/SASMITA GAIB tinggi yakni;
“ORA DUWE, RASA DUWE APA-APA” (tidak memiliki rasa mempunyai apa-apa).
yah, semoga tidak mondar mandir lagi.
kita selalu menunggu lahirnya/rawuhnya satra pingit sejati.
sayangnya putra anda sudah tdk piningit lagi ! TIDAK ANDA SADARI ribuan pembaca blog Kadhang Gantharwa telah terlanjur anda bilangin ….
Rahayu
Terima kasih, atas tanggapannya, mohon maaf atas tulisan sy, benar sekali Satrio Piningit tidak akan mengaku, itu hanya prediksi sy yg bodoh ini. Mengenai maksud dari kalimat racun “Siapapun tidak boleh ada rasa memimiliki karena ini untuk kemaslahatan umat, dan ini racun, hati bengkok, tidak benar, jujur dan eling marang kang Moho Kuasa maka reksikonya mati, ini kebahagiaan bagi anak cucu yang akan menikmati” adalah berkaitan seandainya benar pusaka tsb bisa memberikan andil membuka harta nusantara (maaf karena ada pinisepuh yg menawarkan penggunaan alat itu untuk itu) tidakboleh merasa memiliki dan akan menjadi racun jika dimakan tidak benar dan tepat mungkin diistilahka MBL (Mati, Buta, Lumpuh)
Sekali lagi, yg dimaksud oleh Kitab Musarar Jayabaya dengan Satrio Piningit itu adalah Dewa atau Putra Bhatara Indra atau pusaka itu, sebagaimana tlh diterangkan dalam bait-bait terakhir.
Mudah2an yg menanggapi tulisan sy adalah salah satu ORANG YANG DAPAT MENGETAHUI SIAPA SEJATINYA RATU ADIL/SATRIA PININGIT adalah ORANG2 YANG sudah mencapai tataran spiritual/SASMITA GAIB tinggi yakni; “ORA DUWE, RASA DUWE APA-APA” (tidak memiliki rasa mempunyai apa-apa).
Sekali lagi minta maaf, jika terjadi perbedaan tafsir.
Ini sy kutip lagi ramalan Michel De Nostradamus :
In the year 1999 and sevent month from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols; Before and after, war reigns.
Pada th 1999 bln tujuh dari langit akan turun seorang raja agung, dia akan menghidupkan kembali khalifah sejak itu dan seterusnya, perang meletus.
From the three water signs (seas) will be born a man
Who will celebrate Thursday as his feast day
His renown, praise, reign, and power will grow
On land and sea, bringing trouble to the East
Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tentaranya yg besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropa, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.
One who the infernal gods of Hannibal
Will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nors the newspapers tell of worse in the past
Then will come to the Romans through Babel (Iraq)
Dialah Dewa pembunuh manusia Membangkitkan ketakutan kpd manusia
Tidak terbayangkan sebelumnya kengerian ini Kemudian mendatangi Barat melalui Iraq
This King will enter Europe wearing a blue turban,
He is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again
He will be the terror of mankind Never more horror
Raja ini memasuki Eropah memakai serban biru Dia menjadi Dewa pembunuh seluruh manusia
Dia menakutkan seluruh manusia, tiada lagi yg lebih menakutkan.
Sy kutip lagi tentang ramalan yg lain yg akan muncul juga di Indonesia, sy kutip dari Sdr. Mocha.
Riwayat Al-Hafiz Abu Naim :
Sabda Nabi SAW, “Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-oleh hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Barang siapa yg mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kpd mereka, sekalipun harus terpaksa merangkak di atas salju”
tuk Raden Kuswanto
“In the year 1999 and sevent month from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols; Before and after, war reigns.
Pada th 1999 bln tujuh dari langit akan turun seorang raja agung, dia akan menghidupkan kembali khalifah sejak itu dan seterusnya, perang meletus.”
komentarku:
Walau bahasa inggris saya ecek – ecek, tapi kayanya arti dalam bahasa Indonesianya bukan itu deh. Salah satu contoh: the King of Mongols…masa artinya KHALIFAH??…
“From the three water signs (seas) will be born a man
Who will celebrate Thursday as his feast day
His renown, praise, reign, and power will grow
On land and sea, bringing trouble to the East
Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tentaranya yg besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropa, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.”
komentarku:
masa sih artinya begitu.
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????aq gak tau apa-apa??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
aku_sumo/om_u_suka itu tidak tau apa-apa dia cuma banyak bicara!
anda jangan terlalu berharap anak anda lah ratu adil. karena syarat ratu adil adalah ia pemegang pusaka trisula veda.
jadi tiada hubungan dengan keris manapun.
mau keris mpu gandring pun tak akan menjadikannya sebagai satria pinandhito.
sekarang coba lihat jari saya. berwarna kuning atau tidak? jika berwarna kuning, sayalah ratu adil.
semua sujud pada saya.
ratu adil itu yatim piatu. jadi kalo anda mau anak anda jadi ratu adil. anda harus mati dulu.
Mungkin ini terjemahan yang mendekati pemahaman yang pas :
In the year 1999 and sevent month from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols; Before and after, war reigns.
(Pada tahun 1999 bulan ketujuh (Juli, mungkin …) dari langit akan datang Raja Teror yang Agung. Dia akan mengembalikan kehidupan Raja suku-suku Mongolia; setelah dan sesudahnya, menguasai peperangan.)
From the three water signs (seas) will be born a man
Who will celebrate Thursday as his feast day
His renown, praise, reign, and power will grow
On land and sea, bringing trouble to the East
(Dari tiga lautan (bukan samudra, karena samudra biasa disebut Ocean) akan memberikan tanda mengenai kelahiran seorang manusia (anak manusia)
’seorang manusia’ tersebut akan merayakan/ mendeklarasikan hari Kamis sebagai hari Festival nya (hari pesta)
Kemasyurannya, Do’a-nya, kekuasaan (pemerintahan)-nya dan kekuataannya akan terus tumbuh (berkembang)
Baik didaratan maupun dilautan, mengantarkan berbagai permasalahan ke arah Timur.)
One who the infernal gods of Hannibal
Will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nor the newspapers tell of worse in the past
Then will come to the Romans through Babel (Iraq)
(Salah satu manusia yang ganas bagaikan Hannibal
Yang akan menyebabkan/ memunculkan kembali Terror kepada seluruh umat manusia
Tidak ada lagi rasa Takut dan surat kabar pun tidak menyebutkan/ mengungkapkan keburukannya di masa lalu
Dan (kerajaannya/ pengaruhnya) akan meliputi Romawi (Rome, Italy/ europe) hingga melewati Babilion (Iraq/ Persia)
This King will enter Europe wearing a blue turban,
He is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again
He will be the terror of mankind Never more horror
(Raja ini akan memasuki Daratan Eropa dengan mengenakan Sorba/ Ikat kepala warna Biru
Dia adalah salah satu manusia yang menyebabkan Raja yang Kejam Hannibal (infernal gods) hidup kembali/ berkuasa
Dia akan melakukan terror yang tidak ada bandingannya kepada umat manusia (Never More Horror, rasa takut yang hilang karena ketakutan yang amat sangat))
Ramalan Nostradamus ini sepertinya khiasan utk kejadian yang terjadi July, 1999 dimana krisis Global terjadi dengan harga mata uang Dollar atas rupiah meningkat tajam (Rp. 20.000,-/ USD).
Sedangkan dalam salah satu kitab diramalkan sebagai berikut :
“Sungguh tidak mungkin atas suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali . Hingga apabila dibukakan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”
Ya’juj dan Ma’juj adalah :
”Kemudian dia (Musa a.s) menempuh suatu jalan . Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak dapat dimengerti pembicaraannya . Ketika itu, Mereka (kaum Dzulkarnaen a.s) berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”
Semoga membantu ….
Salam Sejati
Sujiatmoko
Mangertia sira para kadang sak Nuswantara manawa Tuntunaning Allah kuwi cirine jejeg ajeg,pener prenahe,bener isine,tegese nyocoki dhawuhing Allah.Amarga saka sipate Allah kang Haq sarta Kawasa.Dayane adem,kasile karahayon,angesuhi para kawula.
Dene lamun mencla-mencle tumbak cucukan,amecah bangsa, dayane panas marakake pancakara kuwi cirining tuntunan para kang cidra marang Allah utawa pakartining jiwa candhala,kebak pamrih,dolanan nasib bangsa,kuminter,kumawasa,kumaluhur bakal anuntun marang kasangsaran marganing pancakara.
Apa bangsanira bakal kapasrahake marang para cidra sarta kang nduweni jiwa candhala?.
Poma aja pisan-pisan kleru anggonira milih pangareping bangsanira,bisa pecah bangsa sarta negaranira.
Tangia sira sak kabehane!!!!.Sumadiyaha madhahi kababaring Karsa,mijiling Satriya kang angemban Karsa tumrap tanah wutah dharahira,tumuli hamemayu hayuning bawana!.
Analisa Wong cubluk dan Ki kalam wadi cukup cermat, barangkali persepsi kita bisa sama? Menurut sy terdapat persamaan antara Dewa atau Putra Bhatara Indra satrio Satrio Piningit atau Putra Kinasih Sunan Lawu berdasar pada Kitab Musarar Jayabaya. Sy tambah penasaran jangan2 Om Wong cubluk dan Ki kalam wadi ikut membuat kitab tsb, sehingga haqul yakin jika Putra Bhatara Indra dengan Satria Piningit itu beda.
Prediksi sy sangat kuat, yg dimaksud Dewa atau Putra Bathara Indra adalah pusaka berbentuk keris yg baru muncul di Banyuwangi tahun 2008 jenisnya Oumyang Jembe (tdpt tulisan huruf Palawa). Pusaka tersebut merupakan pusaka pengayom/pelindung Nuswantara pada jaman Majapahit.
Pusaka tsb sebelum muncul memang yatim piatu, krn belum ada yg memiliki, setelah ditemukan bocah angon Kerbau, kini sudah tidak yatim piatu lagi karena sudah dipingit oleh manusia. Gambaran ttg pusaka Oumyang Jembe bisa dibaca http://www.indoforum.org/showthread.php?t=11945. Diceritakan setelah Prabu Hayam Wuruk wafat, pusaka dibuang ke laut oleh Empu pembuatnya, dgn harapan kelak akan diketemukan oleh orang yg berjodoh memegang pusaka tsb. Munculnya sama dgn yg telah diramalkan Prabu Jayabaya tahun 2008 ”selelet-lelete yen mbesuk ngancik tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu”. Sebelumnya, sy pikir bentuknya Tombak Trisula, tetapi krn terdapat penjelasan didampingi Sabdopalon & Noyogenggong, maka sy fokus pada pusaka Oumyang Jembe.
Semua ciri2 mengarah kpd sebuah pusaka keris, bisa disimak lagi pada bait2 sbb:
Bait 161 : ”dununge … bengawan banyu” (munculnya di Banyuwangi dahulu daerah tsb bernama Blambangan, sbg tanda Sabdopalon muncul kembali diganti menjadi Banyuwangi oleh Prabu Brawijaya V (Sunan Lawu)). ”Rumahnya spt Raden Gatutkaca” (analisa rumahnya adalah Warangka (didalam pusernya Raden Gatutkaca bersemayam rumahnya keris atau warangka). ”Arupa pagupon dara tundha tiga” (gambar/pamornya memang ada undak-undakan susun tiga spt rumah Merpati).
Bait 164 : ”Putra kinasih Sunan Lawu” (hasil wawancara dengan Sunan Lawu, dibenarkan pusaka tsb memang klangenan atau pegangan beliau sbg putra kinasih).
”ya kyi Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurti” (didalam pusaka tsb bersemayam 3 nur/dewa ya Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi, jika 3 nur/dewa menyatu di ikat oleh pancer-nya, maka pusaka tsb bisa ”hidup” dan bisa berdiri dgn sendirinya spt manusia, bisa berbicara, memberikan perintah, petunjuk dan petuah (bait 164 & 168).
Minta apa saja dipenuhi dan kunci harta juga dipegang oleh dewa tsb (bait 163, 166) .
Jadi ramalan Jayabaya memang tepat! dewa atau Putra Bathara Indra tsb bisa mengentaskan kemiskinan, tapi jangan lupa jika harta nusantara sudah lahir (bisa menjadi racun), permintaan Sabdopalon Noyogenggong, jika penggunaan dana tsb diselewengkan atau perilaku manusia masih tidak jujur, lurus, benar maka baca bait 162, 166 ).
”Didampingi Sabdopalon & Noyogenggong” (di pusaka tsb terdapat 2 bocah kecil yg menurut Sunan Lawu dilambangkan sbg Sabdopalon & Noyogenggong).
Bait 168 : ”Mula den udia satriya iki wus tan abapa, tan bibi” (kita disuruh mencari pusaka tsb, sewaktu belum ditemukan oleh bocah angon kerbau memang tidak ada yg memiliki (yatim piatu) tetapi sekarang sudah dipingit, jadi sudah tidak yatim piatu lagi. ”Landepe Trisula pucuk bisa membuat mati, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain dan yg pinggir2 pantang berbuat kejahatan/pencurian”.
Bait 163 : ”Bergelar Pangeran Perang” (pd jaman dulu keris adalah senjata perang)
Bait 164 : ”Setiap bulan Suro nguntapake kumara” (setiap bulan Sura, orang Jawa
selalu mencuci/menjamas pusaka)
Di kitab tsb tertulis ”ojo gumun ojo ngungun” jangan heran jika Putra Bathara Indra atau momongane Sabdopalon, pakaiannya sederhana berbentuk pusaka keris.
Sy sangat paham generasi sekarang sulit memahami warisan leluhur karena pola pikir sudah condong kearah logika berpikir, pemahaman spritual yg bernuansa ghaib tidak/belum bisa menyentuhnya, tetapi sangat pintar berdiskusi.
Om Eddy Corret, perjalanan sy memecahkan teka-teki ini sangat panjang, digambarkan bagaikan Pemuda Gembala, yg digembalakan bukan sapi, kambing, kerbau, harimau, tetapi ranting daun kering & sisa potongan pohon, yg sy maksud dgn ini adalah mencari dan mengumpulkan para pinisepuh pemegang asset amanah dan dinasti. Perburuan ini memang membahayakan sbg mana diceritakan pada Wangsit Siliwangi. Karena dilarang oleh Penguasa sbg target memperkaya diri, dan memang para pinisepuh tsb jati dirinya sembunyi. Jaman reformasi, krisis ekonomi, rakyat sudah menjerit ditambah krisis moral krn tuntutan jaman edan, maka sudah waktunya mereka tampil, harta amanat rakyat yg mereka pegang bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran bangsa ini.
Telah tercatat lebih dari 500 pinisepuh, akan kami kumpulkan melalui kegiatan Temu Silaturahmi yg rencananya bulan Oktober 2008 yg lalu, mengambil tempat di Taman Mini Indonesia Indah. Proposal sudah dikirim oleh Ketua Umum kpd Presiden RI dll pada bulan Mei 2008, tapi Allah belum berkehendak, karena kurang dana maka tertunda. Wong cubluk dan Ki kalam wadi yg baik, sy mau pergi dulu yah dari blok ini, bersama Pemuda berjanggut membuka lahan baru di Lebak Cewene, jika ingin mencari, aku (si pemuda gembala) katakan kpd mereka, sedang pergi mencangkul di Lebak Cewene dengan alat yg baru muncul di Banyuwangi ditambah kunci tiga, tempat itu ada di dalam gua, pintunya sebesar batu, di depan pintu terdapat tiga pohon beringin, dikelilingi aliran sumber air melingkar, mohon doanya. Pesanku kpd saudara2ku berbuat baik dan berhati sucilah (jujur, lurus/eling dan benar) selepas bulan Suro, karena jaman akan segera berubah.
Mohon maaf terdapat salah ketik yg sy maksud Om Eddycorret adalah Om Wong cubluk dan Ki kalam wadi, jika sudah masuk ke blok ini gak bisa di undo. Mohon maaf juga pada Om Gantharwa, tulisan sy berulang-ulang.
(Saudara Raden Kuswanto, tidak masalah.. silahkan saja.. Red)
Den Kus..
Bisa di jawab pertanyaan saya… ??
1. Apakah keris itu berwarna Kuning ke emasan dari Ujung samapai pangkal ?
2. Apakah ujung dari keris itu ujungnya Tumpul/bekas terkena benda keras?
3. Apakah dikanan kiri dari keris itu ada ujud kera yang sedang jongkok dan mulut dari kera itu di tambal dengan logam yang sewarna dengan warna dasar keris tadi..?
4. Apakah panjang dari keris itu sekitar 40 Cm ?
di jawab yaa…? endak juga ndak papa?
Cuman penasaran aja..
Maaf lagi sibuk nyangkul, mau tutup tahun, jadi baru bisa jawab Om Janur, untuk info keris ini, bisa diklik Oumyang Jembe, ttp://www.indoforum.org/showthread.php?t=11945. Fisik mirip tetapi ada perbedaan dikit.
Terima kasih
Rojo ADIL iku wes teko yoiku aku iki. Mangkakne dulur nek aku mengko nyalonke dadi presiden coblosen aku iki. Wea ta bayaranmu sing kuli iku tak undake dadi Rp.10 juta. pegawe negri RP. 20 juta lengo gas pupuk beras kabeh akeh ora bakal kaliren. ora ono critane wong korupsi wong nyolong karo maling. kabeh manungso sak indonesia iki podo mulyo uripe. dulur sampeyan milih iku podo salah kabeh wingi nane. Sak iki bukane tambah enak malah dadi soro. Cilekno Matamu koreken kupingmu ojo lali coblosen aku iki. Sabdoku iki ampuh tenan lho…….
jaman telah memunculkan fenomena manusia yang dikehendaki karena jaman bagi manusia adalah tempatnya berbudi,woro2 keprabon ” siapapun yang benar2 muncul jangan lupa pada kehendak yang kuasa yang bersifat sementara ” ingat manusia hanya mampu menjalankan mata ,hati dan kakinya.
saudaraku….kalau boleh,saya ingin bertanya perihal “Damar Wulan Nur Alam “…baik sejarah maupun kisahnya pun boleh.karena orang yang saya kenal ini di akui sebagai Damar Wulan Nur Alam yang di warisi amanah ilmu hikmah dan saya menganggap beliau adalah mursyid(guru Ruhani dan jati diri).
Nak Ryanu13
Bagi kawruh Jawa mursyid itu tidak lain Guru Sejati/sukma sejati. Sebab guru sejati itu tidak terkena polusi nafsu jasad. kalau menyebut mursyid tetapi masih dibuntel jasad (manusia) bagi tataran ilmu Jawa itu belum tentu mursyid. Sebab masih dibalut jasad. Jika ingin mencari mursyid sejati maka kenalilah GURU SEJATI anda sendiri. kalakone kanthi laku (yg bener dan pener). Guru sejati itulah yg sudah tamsilkan bahwa Tuhan itu lebih dekat dgn urat lehermu. Yg dimaksud Tuhan itu ya Guru Sejati, maksudnya roh al quds yg selalu berkiblat kepada Zat tertinggi (Hyang Manon). Itu pemahaman Jawa, boleh dipakai boleh tidak. Tetapi sudah terbukti bahwa org2 Jawa yg kuat kejawennya bisa mencapai kamuksan/moksa, karena berhasil mensucikan jasad setara kesucian guru sejatinya sendiri. Maka jsad bisa “ditelan” roh (warangka manjing curigo).
Sedangkan Damar Wulan sy tanya kesana-kemari sama sekali kok tdk ada yg tahu. Nuwun sewu mungkin saking bodonya saya…taunya Damar Wulan Minak Jinggo.
Jika dikaitkan dgn SP sy kira tdk ada hubungannya. Sebab SP baru akan lahir, dibarengi mBledosnya bukit Tidar Magelang dan berkobarnya api di Rawapening Ambarawa (Jongko Joyoboyo Serat Tangan). Mungkin terjadinya setelah puncak bencana alam dan kemanusiaan sept 2009 ini.
satria piningit itu konon seperti shalahudin dalam versi Timur Tengah,atau Thio Bu Kie dalam versi cina, disia-sia terus dalam hidupnya mengalah dan mengalah untuk memberi pada orang lain sampai suatu saat dia beruntung dan tidak sengaja menduduki kursi Raja..dia sudah tahu sejak kecil akan menjadi Raja dan bahkan tahu perjalanan hidupnya melalui mimpi dan sakit kepala hebat ketika masa depan diperlihatkan padanya..dia ketakutan dan bersembunyi, begitu kata orang bilang.Pria yang hatinya penuh cinta,…
Menurut aku sih…SP itu adalah mereka yang selalu memperhatikan alam ini dengan tanpa diketahui oleh siapapun dan dengan keikhlasannya mereka selalu memohon kepada Dzat Kang Moho Agung agar alam ini bisa tentrem gemah ripah loh jinawi….
pamuji rahayu…
benar apa yang dipaparkan mas sabdalangit.. biasanya orang yang melakukan suluk maka akan menjadi salik, salik dalam artian mursyid itu sendiri, yang sudah mengetahui seluk beluk tatanan laku… nglakoni dan terus memandang kedalaman diri, ketajaman dan kewaskitaan untuk menuju mursyid.. guru sejati bukanlah sosok seorang guru yang mngajar pada sang murid.. tapi guru sejati adalah kesejatian diri, dan yang dimaksud Damar wulan nur alam : adalah cahaya atau pelita untuk menerangi jagad… cahaya atau pelita dalam arti pencerahan yang didukung oleh kemauan olah rasa dan nglakoni titah … sehingga setelah menjadi salik akan bisa menerangi dan menjadi cahaya ( nur ) bagi alam – jagad. sehingga bisa mewujudkan dan merangkum jagad gede dan jagad cilik ( macrocosmos dan microcosmos ). gumelaring jagad gede dan gumelaring jagad cilik kalo kita sudah mursyid niscaya bisa melakukan hal tersebut…, dan itulah mursyid.. atau dalam kawruh jawa disebut kasampurnan, kautaman, roso ingsun roso sejati, roso ingsun rasaning roso.
nuwun ngapunten mas sabdo langit.. kulo namung nderek mbabar kasil pikir.. mugio ampun dados penggalih lan dados malah nambahi runyam pitakonan…., buat kadhang – kadhang semua saya ini nembe wiwit … ampun hanglejaraken dan dados rujiting manah.. kulo tiyang taksih wasono.. bujeng2 madya nopo paripurno… lha wong dudhah- dudhah kawruh mawon ditangekne kalih mas do2 hehehe… nek mboten digugah nggih taksih penak turu…., lha wong ajeng damel padhanging jagad malah kulakan belek.. lha pripun…, ampun dados awrat penggalih..malah kulo nyuwun dituntun… lha tangi turu taksih kriyip- kriyip derang melek lhe mas… ,
nuwun…
salam
biasa wae.ra sah terlalu serius.nek mbiyen ono sek ngomong ngono, yo benke wae.wong nduwe cangkem.nek koe percoyo, yo genggemen, yen ora, yo rasah kakean ngomong.bioso wae. wong suna kalijogo wae santae kok.ojo nggawe aku mrinding, nek aku wedi piye jal?tak kandaake bapaku lo, bapakku ki polwan!!
Sugeng Ndalu Mas Hadi….dan semua saudara,..
Maturnuwun kagem sederk2 dengan ulasan ulasan yang disampaikan,..
Saya pribadi banyak sekali terisnpirasi dari apa yg disampaikan saudara semua,..terimkasih….
Kagem mas Hadi…
idep2 belajr utk tidak kagetan dari hal hal yang sederhana…tetap goreskan apa yag ada ,..jgn pikirkan penilaian apa apa….selama itu bersumber dari Buah keikhlasan ….Just Go On…
Salam Sejati
@ raden jenang durong mateng
====================
Wah sampeyan kok seperti tokoh misterius…
Jenang sampeyan kok durung mateng? kehabisan gula, kelapa, apinya mati atau yang ngudek kecapean..hmm.
Nak gawe jenang kui emang susah, mendingan sega liwet ae beres, he he
kagem mas hadi wirojati:
Dari dulu sampai sekarang, orang pada sibuk olah fikir, berdebat, padahal sama-sama bingung, sama-sama tidak tahu, apalagi mengerti.
Sekarang coba kita perhatikan. Apa sih yang namanya Bro Wijoyo. Apa yang namanya Sabdo Palon. Apa pula Noyo Genggong. Apa itu Kahyangan.
Cerita mengenai sabdo palon dan noyo genggong itu adalah karya sastra, yang berlatar belakang sejarah. Tetapi bukan sejarah. Sama halnya dengan cerita legenda. Bukan sejarah. Cerita itu punya maksud untuk menyampaikan sebuah pelajaran. Pelajaran itu hanya dapat diambil dan dimengerti oleh orang-orang yang mau memperhatikan, berfikir dengan ketenangan, hati yang bijak.
Bagi orang-orang yang tidak punya itu, maka yang didapat hanya sebuah cerita, yang pada akhirnya sibuk berdebat, timbul fitnah dan sebagainya.
Saya hanya ingin mengajak kepada saudara-saudaraku yang budiman, marilah kita berolah budi dengan ketenangan. Di dalam ketenangan itu coba kita perhatikan budi kita. Mudah-mudahan kita akan menjadi orang yang mengerti.
Meneng, Wening, Dunung. Neng Ning Nung.
Kanggo sedulur-sedulurku, yen arep bareng-bareng ngudi kawruh, monggo. Dak aturi pinarak ning emaill ku utawa ning panggonanku. Agama lan kapercayan utawa keyakinan opo wae monggo.
Syarate mung siji. Karsa menggalih kanthi wening.
MasPrayoga@gmaill.com
Blog njenengan namine nopo mas Prayoga Utomo?, kulo tak nderek sinau, pikantuk mboten?
Buto mara dadi raja
Gunung watu dadi kaya
Kawula alit kasiya siya
Buto nggawa kaya lunga
Awit alit wus rinakit
Dadiya satria utawa prajurit
Dadiya pengayom kawula alit
Supaya jawa isa binangkit
Arane satriya iku Arjuna
Kang isa nundhung Buto
Lunga saka tanah jawa
Mula Arjuna dadia satria
Arjuna iku panengahe pendhawa
Gawe praja dadi mulya
Begja rakyat saeka praya
Tata tentrem kerta raharja
Arjuna iku minangka tanda
Saka satria kang wus manjalma
wus teka ing tanah jawa
mbabar sabda saka pojok nuswantara
mula den eling elinga
sapa iku satriya kang wus manjalma
upadinen supaya dadia gung binathara
kawula kang wus ginaris satria
mula ojo kena godha
marang satria kang memba-memba
isaning mung ngomong swarga
ananging lali marang bangsa lan negara
mula ayo cancut tali wanda
ambangun praja lan sapadha
tohing raga mring negara
luwih mulya saka kawula
rahayu
nyambung… ko ko
buto moro dadi rojo
cakil moro dadi panglimo
togog moro dadi molo
bimo kakean mangan
arjuno kakean bojo
yudistiro kakean dongo
ko.. mbak mu piye?
wass wb
“ko.. mbak mu piye? ”
sing endi mas … Arimbi apa Srikandi ??
Ini adalah Satrio Piningit yang asli, punya berkas-berkas lengkap sebagai piagam atas wahyu yang diturunkan padanya. kakak Basoeki Wibowo dikenal dengan mas Poer mengaku sebagai Satrio Piningit.
Baca disini : http://www.satrio-piningit.co.cc
kulonuwon sederek sedoyo…
terima kasih kangmas sabdolangit atas penjelasan yg telah di paparkan,dan semua saudaraku2 sekalian.tlah sama2 kita sadari bahwa semua ini hanyalah bahan pemikiran kita yg saya akui sangat dahsyat,karena kita tidak bisa menjadi seseorang ataupun bangsa yg kuat jika kita tidak mengenal asal usul dan budaya kita sendiri.yang harus kita perhatikan saat ini hanyalah praktik dari apa yg sudah kita bahas dan kita ketahui barulah kita bisa mengerti tentang tatanan kehidupan yg sebenarnya.dan tidaklah sampai ma’rifat seseorang itu tanpa jalannya (tariqat).maka mari kita wujudkan Indonesia agar bisa menjadi mercusuarnya dunia,karena ALLAH telah memberikan kemuliaan kepada kita dan sekarang tergantung bagaimana kita menjalankannya…
karena Prabu(Manusia) Sili(saling) Wangi(memuliakan),memuliakan sesamanya,memuliakan alam dan memuliakan NURnya(rasa).
to TSG Kudus
apa bener “Ini adalah Satrio Piningit yang asli” ??
satrio piningit karena gila…!!! berani Meramal / mendahului Allah. barang siapa bertanya kepada peramal maka tidak ditrima sholatnya 40 hari.
Meramal bukan berarti mendahului kehendak Allah swt, tetapi apabila ramalan itu jadi kenyataan, itu karena kehendak Allah. jadi marilah bersama-sama kita melihat sejarah kembali, bahwa Indonesia itu berdiri karena mempunyai sejarah yang cukup unik untuk diungkap.
saya ingin belajar mengembangkan diri, untuk mengasah indera ke 6 saya…
langkah-langah apa yang harus saya lakukan?
terima kasih
~Silahkan Daftar pada Ruang Belajar Terimakasih~RED
Bos…. kasih tahu dong informasi terkini tentang Sabdo Palon dan Satria Piningit ……
Biar seru lagi nich topiknya,…..
aku dah lihat di beberapa tempat :
blog : nurahmad.wordpress.com
blog : eddycoret.wordpress.com
blog : tesblogsp.blogspot.com
dan lainnya…..
Tapi,….mana nich informasi terkininya….
hehehe….jadi penasaran nich….
(Silahkan untuk membaca ulang tentang materi ini semua, maka saudara akan tidak tanya lagi, karena ada jawaban di sana. Red)
menurut yg sy tau, suatu saat nanti sabdopalon dan noyogenggong akan bangun dr “tidur” panjangnya ketika gunung merapi meletus sangat dashyat hingga tinggal separuh. byk sekali korban yg meninggal,kapan itu terjadi? tidak lama lagi,karena sudah byk kejadian gaib yg mulai muncul belakangan ini,byk candi yg mulai bermunculan,bencana alam berurutan,dsb.kisah sabdopalon terjadi ketika brawijaya V berpindah agama menjadi agama islam dan kedua abdi itu tidak mau mengikuti, sehingga mengeluarkan ” kutukan ” bahwa 500 tahun lagi ia akan kembali dan menuntut balas.baik sabdopalon dan noyogenggong adalah penguasa tanah jawa,sudah ada sejak terbentuknya jawadwipa ( nama pulau jawa zaman dulu ).
agama budhi yg dimaksud oleh sabdopalon adalah suatu ajaran/ilmu kebenaran,zaman dulu byk org jawa yg bisa muksa ( bersatu dgn alam semesta ),tidak meninggalkan raga yg dikubur atau jd mayat.
kitab agama jawa kuno ini tidak berbentuk lisan, karena kitab nya tertulis di hati manusia, falsafahnya ” nang,ning,nung”. ” nang dan ning ” ,maksudnya “sepi nang njobo,rame ning njero ” artinya ketika berdoa tidak berucap sepatah katapun,tetapi dalam hati berdoa kepada Tuhan semesta alam atau kita sebut “meditasi”. “nung” artinya manunggaling Gusti yaitu menyatukan hati dan pikiran sehingga menjadi satu dengan Tuhan.ajaran Budhi dapat kita temui dalam konsep sedulur papat pancer limo, yaitu empat saudara kembar manusia yg merupakan lambang “kekotoran ” manusia,sedulur ireng perlambang nafsu manusia,sedulur merah perlambang amarah,sedulur kuning perlambang keinginan duniawi,sedulur putih perlambang kebijaksanaan.jika manusia bisa “mengalahkan” dirinya sendiri dgn mengatasi empat saudara kembar itu,maka tahap berikutnya adalah “bertemu” roh suci atau roh kudus.jika manusia mencapai tahap ini maka ia disebut sebagai “semesta” karena ia sudah menyatu dengan alam semesta.kekuatan yg dimiliki merupakan kekuatan dr dalam diri sendiri,bukan dr “luar” tubuh manusia.
mas coba posting lagi donk..
penasaran nih…..
kata temen2 waktu kongkow mau muncul 2009?
pa bnar? thx
Mohon maaf menambahkan tulisan saya no 229, didalam tulisan saya, mohon tanggapan dan koreksi, tentang Satrio Piningit, Ratu Adil, Sabdopalon dan Noyogenggong.
***************
Misteri Satrio Piningit tak pernah pupus dari benak dan relung hati anak cucu leluhur nusantara. Fenomena sejak masa kewalian, pasca kehancuran Majapahit, ini sangat lekat terutama bagi anak cucu Jawa – Bali Dwipa.
Menurut kitab Musarar Jayabaya era sekarang masuk jaman Kalabendu (jaman sengsara), disebut kalabendu (kutukan bumi) disebabkan dari pengaruh hawa kutukan bumi, biasnya perilaku manusia menjadi edan (gila) dan hidupnya sengsara “hidup di jaman edan kalau tidak edan tidak kebagian”. Berdasarkan lambang-lambang yang terdapat pada pusaka pengayom nusantara, penyebab jaman edan ini terjadi, diawali sejak peristiwa tragedi “Bubad” pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Jaman dahulu peristiwa tersebut sangat menyakitkan hati masyarakat Sunda/Pajajaran. Dibalik peristiwa ini, ada semacam tabir tersembunyi penyebab kutukan bumi, yaitu perjanjian rahasia antara Raden Wijaya pendiri Majapahit dengan kakeknya “kelak jika Raden Wijaya telah menjadi raja besar janganlah sekali-kali menyerang Sunda/Pajajaran karena masih saudaranya sendiri”. Nasi sudah menjadi bubur dan sudah menjadi takdir.
Konon katanya, kebencian masyarakat Sunda/Pajajaran terhadap Majapahit terlihat di antaranya di wilayah Sunda/Pajajaran sampai saat sekarang tidak pernah terlihat nama Majapahit atau nama tokohnya dipakai sebagai nama jalan raya. Mudah-mudahan era sekarang telah berubah, tolonglah dibuatkan nama jalan dengan nama Majapahit atau nama tokoh Raja Hayam Wuruk di Jawa Barat (Bandung) dan juga sebaliknya di Jawa Timur menggunakan nama Sunda/Pajajaran dengan nama jalan dengan nama Prabu Maharaja Linggabuana atau Dyah Pitaloka, dan saya sangat berterima kasih atas kebaikannya.
Pada masa-masa sulit di jaman edan (jaman kalabendu) ini, masyarakat nusantara mendambakan datangnya jaman kalisuba (jaman kemakmuran) yang ditandai datangnya sosok Satrio Piningit dan Ratu Adil sebagaimana yang ditulis pada bait-bait syair terakhir kitab Musarar Jayabaya, Uga Wangsit Siliwangi dan Ramalan Ronggowarsito.
Setelah saya membaca dan berusaha memahami bait-bait peninggalan pujangga leluhur kita dengan segala renungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda masa/periode yang jauh berselang, namun di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain di dalam karya leluhur yang berbeda.
Masing-masing orang bisa saja menafsirkan hal tersebut dengan penafsiran yang berbeda-beda. Tidak ada yang melarang. Bebas-bebas saja. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing. Inilah tabir misteri menurut saya. Kebenaran sejati adanya didalam nurani yang suci dan bersih.
Wangsit Siliwangi :
“Laju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa.
tapi memang titisan raja. Titisan raja baheula
jeung biangna hiji putri pulo Dewata.
da puguh titisan raja; raja anyar hese apes ku rogahala”
(“Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata, karena jelas keturunan raja penguasa baru susah dianiaya”).
Inilah Soekarno, Presiden pertama NKRI, ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Namun dari penelusuran secara spiritual, ayahanda Soekarno sebenarnya adalah Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. Beliau termasuk “anak ciritan” dalam lingkaran kraton Solo. (Silahkan buktikan …)
Kitab Musarar Jayabaya, dalam Sinom bait 18 :
“Dene jejuluke nata, Lung gadung rara nglikasi,
Nuli salin gajah meta, Semune tengu lelaki,
Sewidak warsa nuli, Ana dhawuhing bebendu, Kerem negaranira,
Kuwur tataning negari, Duk semana pametune wong ing ndesa”
(“Nama rajanya Lung Gadung Rara Nglikasi kemudian berganti Gajah Meta Semune Tengu Lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajak rakyat adalah …..”)
Lung Gadung Rara Nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (cerdas) namun memiliki kelemahan mudah tergoda wanita. Perlambang ini menunjuk kepada Presiden pertama RI, Soekarno. Sedangkan Gajah Meta Semune Tengu Lelaki bermakna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti, namun akhirnya terhina atau nista. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI, Soeharto. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa Negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum.
Dalam bait 20 dikatakan :
“Bejade ingkang Negara, Narendra pisah lan abdi.
Prabupati sowang-sowang, Samana ngalih nagari,
Jaman Kutila genti, Kara murka ratunipun, Semana linambangan,
Dene Maolana Ngali, Panji loro semune Pajang Mataram”
(“Negara rusak, Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram”)
Bait ini menggambarkan situasi Negara yang kacau. Pemimpin jauh dari rakyat, dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila). Karakter pemimpinnya saling jegal untuk saling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Perlambang Panji Loro Semune Pajang – Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru, yang satu dilambangkan dari trah Pajang (Joko Tingkir), dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuwono), hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati.
Pada bait 22, dikatakan :
“Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih,Lajengipun sinung lambang,
Dene Maolana Ngali, Samsujen Sang-a Yogi, Tekane Sang Kala Bendu,
Ing Semarang Tembayat, Poma den samya ngrawuhi,
Sasmitane lambang kang kocap punika”
(“Tan Kober Paes Sarira, Sinjang Kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu, Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut”)
Perlambang Tan Kober Paes Sarira, Sinjang Kemben tan Tinolih bermakna pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah, ini menunjuk kepada Presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Perlambang Semarang-Tembayat merupakan tempat dimana seseorang memahami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi. Jawaban & solusi mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di “Semarang Tembayat” yang telah diungkap oleh Prabu Jayabaya guna membantu memecahkan misteri ini.
Prediksi saya mengenai Semarang Tembayat. Hasil penelusuran, Raja Ghaib Barat Katiga (namanya dirahasiakan) sebagai penguasa/raja di wilayah Semarang Tembayat. Menurut keterangan beliau mengenai “Semarang Tembayat” telah dibenarkan, beliaulah salah satu pemegang asset nusantara. Jika sudah saatnya tiba, masalah ini juga akan terbuka. Menurut Raja Ghaib Barat Katiga Semarang Tembayat, salah satu kunci untuk membuka gudang asset tersebut juga terletak pada lambang Segi Tiga, lambang Segi Tiga juga bisa bermakna Allah, Jibril, Nabi Musa AS. Pertanyaan saya tentang teka-teki Segi Tiga yang disampaikan ini, kenapa Musa?).
Selain itu, berdasarkan informasi yang lain yang belum tentu kebenarannya, rahasia “Semarang Tembayat” adalah merujuk sebuah tempat/lokasi dilakukan sebuah Perjanjian Tiga Serangkai ”Segi Tiga” dibuat/ditandatangani dan disimpan oleh dua orang, yang satunya sebagai saksi, berupa secarik kertas rahasia berisi tulisan tentang asset yang banyak diperbincangkan orang.
Kemudian bait 27 berbunyi :
“Dene besuk nuli ana, Tekane kang Tunjung Putih, Semune Pudhak Kasungsang, Bumi Mekah dennya lair, Iku kang angratoni, Jagad kabeh ingkang mengku. Juluk Ratu Amisan. Sirep musibating bumi, Wong nakoda milu manjing ing samuwan”
(“Kemudian kelak akan datang Tanjung Putih Semune Pudak Kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan”)
Perlambang Tanjung Putih Semune Pudak Kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. Inilah seorang pemimpin yang dikenal banyak orang dengan nama Ratu Adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusiaan dan bencana alam. Lahir di bumi Mekah merupakan perlambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi.
Bait 28 tertulis :
“Prabu tusing Waliyullah, Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, Prenahe iku kaki, Perak lan Gunung Perahu, Sakulone tempuran, Balane samya jrih asih,
Iya iku ratu rinenggeng sajagad”
(“Raja utusan waliyullah. berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan Gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia”)
Prediksi saya tentang bait ini, yang dimaksud dengan hasil didikan/tempaan seorang waliyullah (aulia) yang juga selalu tersembunyi berkedaton di Mekah dan Tanah Jawa adalah 2 (dua) waliyullah tersembunyi (menitis) di dalam dirinya (“sawiji”); yang satu seorang aulia dari Mekah dan yang satunya lagi seorang raja Jawa. Orang yang dimaksud merupakan Islam sejati, sudah makom Ma’rifat Mukasyafah, serta berciri khusus terdapat andheng-andheng (tahi lalat) segi tiga yang jelas sangat kelihatan (“dingklik”) “sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik”. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin nusantara ini dengan baik, adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat, serta menjadikan nusantara sebagai “barometer dunia” (istilah Bung Karno : “Negara mercusuar”).
Saya mencoba menelusuri alat-alatnya yang menandai datangnya Sang Ratu Adil pada serat Jangka Jayabaya/catursabda, Pethikan Seratan Tangan Kangge Sambetan Jangka Triwikrama :
”.. Kulup ingsun mangsit marang sira … sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik. Lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil Panetep Panata Agama Kalipatullah”
”…. mung gegamane bae golekana kongsi katemu ”.
Kemudian kita simak serat Paweling (Peringatan), sebagai berikut :
”Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane..”,
Pada syair tersebut, Jangka Jayabaya memberikan pesan/paweling, agar kita selalu waspada dan ingat kepada Tuhannya, tegakan iman, jadilah pengikut Ratu Adil Panetep Panata gama, dan kita diminta untuk mencari ”senjatanya” sampai ketemu.
Kitab Musarar Jayabaya, Bait 159
“Se lelet-lelete yen mbesuk ngancik tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu, bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa, apasuryan padha Bethara Kresna, awewatak Baladewa, agegaman Trisula Wedha. Jinejer wolak-waliking jaman, wong nyilih mbalekake, wong utang mbayar, utang nyawa bayar nyawa, utang wirang nyaur wirang”
(Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup “sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu”, akan ada dewa tampil berbadan manusia, berparas seperti Bathara Kresna berwatak seperti Baladewa, bersenjatakan trisula wedha, tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam mengembalikan, orang berhutang membayar, hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu dibayar malu)
Bait 160
“Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa ngalu-alu tumanja ana kidul wetan bener lawase pitung bengi, perak esuk bener ilange Bathara Surya njumedhul …… iku tandane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada …. “
(Sebelumnya ada pertanda Lintang Kemukus panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur lamanya tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-karut)
Bait 161
“Dununge ana sikile redi Lawu sisih Wetan, Wetane bengawan banyu, andhedukuh pindha Raden Gatotkaca, arupa pagupon Dara tundha tiga, kaya manungsa angleledha”.
(Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur, sebelah Timurnya bengawan, berumah seperti Raden Gatutkaca, berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda)
Memahami bait 159 s/d 161 dapat kita cermati sinungkalan dewa wolu (8), ngasta (2) manggalaning (9) ratu (1) mungkin maksudnya tahun Jawa 1928 atau 2006 Masehi (dalam perkiraan yang tepat 2008) akan dewa tampil berbadan manusia berparas seperti Bhatara Kresna berwatak bagaikan Baladewa bersenjata Trisula Wedha, adalah tanda-tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam harus mengembalikan orang berhutang wajib membayar.
Prediksi saya tahun 2008 telah hadir ngejawantah di bumi nusantara berupa senjata Trisula Wedha atau Dewa/Putra Bathara Indra, munculnya di daerah Banyuwangi, sesuai dengan bait 161 “ bengawan banyu”). Tempat munculnya di Banyuwangi bukan secara kebetulan, karena daerah tsb dahulu adalah tempat pertemuan & perpisahan Prabu Brawijaya V (Sunan Lawu) dgn Sabdopalon & Noyogenggong, disaksikan Sunan Kalijaga (ref. naskah Darmogandul).
Darmogandhul (Jawa) :
“Sang Prabu karsane arep ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong, nanging wong loro mau banjur musna. Sang Prabu ngungun serta nenggak waspa, wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk Negara Blambangan salina jenenge Negara Banyuwangi, dadiya tenger Sabdapalon enggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane”.”
Berdasarkan kutipan serat Dharmogandul, tempat tersebut (Banyuwangi) menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong akan datang lagi ke tanah Jawa “nanti jika ada orang Jawa bersenjatakan kaweruh, yaitu yang akan diasuh Sabdopalon, orang Jawan akan diberi petunjuk tentang bener salah”. Sebagai tanda tempat tsb, oleh sang Prabu Brawijaya dgn disaksikan Sunan Kalijaga, daerah Blambangan dirubah namanya menjadi Banyuwangi menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong pulang kembali ke tanah Jawa membawa momongannya.
Seperti apakah wujud Trisula Wedha atau Dewa/Putra Bathara Indra yang dimaksud oleh kitab Musarar Jayabaya?
Untuk memecahkan misteri ini, bait 161 telah memberikan kata kunci “rumahnya seperti Raden Gatotkaca” (bait 161 “andhedukuh pindha Raden Gatotkaca”). Artinya kita, diminta untuk berpikir dan menelusuri, siapakah sosok Raden Gatotkaca sehingga dikatakan sebagai rumah?
Untuk menjawab teka-teki tersebut, agar menyimak cerita wayang tentang masa kecil dan gugurnya Raden Gatotkaca. Diceritakan sewaktu Raden Gatutkaca masih bayi, pusernya tidak mempan dipotong dengan senjata apapun, maka Raden Arjuna diminta untuk pinjam pusaka Kunta kepada Dewa, tetapi hanya mendapatkan warangka/sarungnya pusaka saja, karena bilah pusaka telah terlebih dahulu diambil oleh Adipati Karna. Akhirnya pusernya Raden Gatutkaca dapat dipotong menggunakan warangka tersebut, tetapi naas warangkanya masuk kedalam puser. Kemudian pada waktu terjadinya perang Barathayuda antara Astina dengan Pandawa, Raden Gatutkaca mendapatkan lawan tangguh yaitu Adipati Karna. Diceritakan, senjata Kunta milik Adipati Karna digunakan untuk melawan Raden Gatotkaca, walaupun Raden Gatutkaca terbang menghindar dari kejaran senjata Kunta, bahkan sampai lapis langit ketujuh, tetap saja senjata Kunta mengejarnya!, dan Raden Gatotkaca tidak bisa menghindar. Hal ini disebabkan Raden Gatutkaca adalah rumah/sarangnya senjata tersebut (di pusernya bersemayam warangka/sarungnya).
Diperoleh jawaban sementara misteri teka-teki ini, bahwa Dewa/Putra Bathara Indra itu rumahnya seperti Raden Gatutkaca, dimaksud adalah Warangka.
Gambaran sementara, yang dimaksud sbg Dewa/Putra Bathara Indra yang sudah ngejawantah atau di temukan di Banyuwangi sebagai pasangan dari Warangka tersebut adalah bilah Pusaka Keris.?!
Sepertinya indikasi tentang Satrio Piningit lebih mengarah kepada gegaman/pusaka, kita simak :
Bait 164
”Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi ya Kresna ya Herumurti, mumpuni sakehing laku, nugel tanah Jawa kaping pindho, ngerahake jin, setan, kumara, prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen abebantu manungso Jawa, padha asenjata Trisula Weda, landhepe triniji suci, bener, jejeg, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong”
(Putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu, yaitu Kyai Brajamusthi, ya Kresna, ya Herumurti, menguasai seluruh ajaran (ngelmu), memotong tanah Jawa kedua kali, mengerahkan jin dan setan seluruh makluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula wedha, tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong).
Bait 168
”Mula den udia satriya iki, wus tan abapa, tan bibi, lola wus aputus wedha Jawa, mula ngandelake Trisula Wedha, landepe Trisula pucuk arupa gegawe sirik agawe pati utawa utang nyawa. Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tulak tolak colong jupuk winaleran”
(Oleh sebab itu carilah satria itu yatim piatu, tak beranak saudara sudah lulus weda Jawa hanya berpedoman trisula, tajamnya trisula pucuk sangat tajam membawa maut atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan).
Prediksi saya pada bait 164 dan 168 menggambarkan bahwa gaman/pusaka yang sebelum ditemukan memang yatim piatu, pusaka tersebut memang merupakan gaman/pusaka klangenan/ageman/putra kesayangan almarhum Sunan Lawu. Keistimewaan pusaka tersebut bersemayam 3 nur/dewa yaitu Kyai Brajamusthi, Kresna, Herumurti (asal kata Dewa adalah dari kata Div yang artinya cahaya), mampu mengerahkan jin, setan, kumara, prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo membantu orang Jawa/bangsa Indonesia.
Ciri-ciri fisik, pucuknya sangat tajam membawa maut, tengahnya pantang merugikan orang lain, dan pinggir-pinggirnya menolak pencurian dan kejahatan; Tajamnya tri tunggal nan suci; benar, lurus, jujur dan didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong (di pangkal pusaka tersebut terdapat 2 bocah kembar yang digambarkan diiringi Sambdopalon dan Noyogenggong. 2 bocah kembar ini lahir di bawah pohon beringin (lambang/pamor pohon beringin).
Untuk membuka misteri tentang gaman/pusaka tersebut telah kroscek dengan melakukan dialog batin dengan Sunan Lawu. Diakui oleh beliau bahwa pusaka tersebut memang merupakan putra kinasih (klangenan) beliau, bait 159 disebutkan seperti manusia, “ana dewa ngejawantah apengawak manungsa”) bukankah di diri masing-masing manusia terdapat 4 nur hitam, merah, kuning dan putih yang merupakan nafsu-nafsunya manusia.
Hasil deteksi, ciri-ciri pusaka terssbut telah sesuai sebagaimana digambarkan dalam kitab Musarar Jayabaya yakni bersemayam didalam pusaka 3 warna nur/cahaya yaitu Merah, Biru dan Hijau, yaitu Kyai Brajamusthi, Kresna dan Herumurthi (bait 164 ”Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi ya Kresna ya Herumurti”), mempunyai sifat yang suci, bener, jejeg/lurus, jujur (“landhepe triniji suci, bener, jejeg, jujur”).
Spesifikasi yang lain diterangkan pada bait 164, di pangkal pusaka, tepatnya dibawah gambar pohon Beringin, terdapat 2 (dua) bocah kembar sebagai Sabdopalon & Noyogenggong (bait 164 “didampingi Sabdopalon & Noyogenggong”), dipisahkan oleh pamor/gambar, seperti rumah Merpati susun tiga (bait 161 “arupa pagupon Dara tundha tiga”).
Bagi penghayat pusaka di tanah air pasti mengenal jenis pusaka ini, Oumyang Jembe. Jumlah jenis pusaka tersebut (hasil dialog dgn Pangeran Diponegoro) ada 27 buah (1 peti), tetapi hanya satu ini yang baru muncul dan terdapat 3 (tiga) nur dan yang dicari-cari oleh orang yang mengerti tentang sejarahnya pusaka ini. Pusaka ini andalan kerajaan besar yang mempunyai wilayah terluas Sriwijaya & Majapahit, pusaka ini sebagai Satrio Piningit.
Salah satu faktor pusaka ini dikatakan sebagai pusaka (putra) kesayangan (kinasih) Sunan Lawu adalah karena mengandung makna filosofis, sejarah & daya tuah yang luar biasa serta dipahat dalam lambang-lambang/pamor timbul. Salah satu pamor timbul/lambang pohon Beringin yang terdapat pada pusaka tersebut, menurut Sunan Lawu menggambarkan menanam pohon bersama (Majapahit & Pajajaran yang diibaratkan sebagai satu pohon) yang akhirnya berpisah. Sedangkan Majapahit & Pajajaran dipahatkan dengan lambang 2 (dua) bocah kembar terletak di kiri–kanan, kitab Musarar Jayabaya menyebutnya sebagai diiringi Sabdopalon &Noyogenggong atau 2 (dua) bocah kembar yang lahir di bawah pohon cemara.
Sabdopalon sebagai sebuah petuah orang tua kepada anak keturunannya Raden Wijaya pendiri Majapahit (yang juga keturunan darah Sunda) mendapat wejangan dan disumpah, kelak jika nanti negaranya menjadi negara besar & luas wilayahnya, janganlah sekali-sekali menyerang Sunda/Pajajaran karena masih saudara sendiri. Dan janji /sumpah tersebut telah dipenuhi oleh Raden Wijaya.
Waktu pun terus berjalan, Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk mencapai puncak jaman keemasan dengan wilayah jangkauan kekuasaan Majapahit sangat luas. Didorong oleh ambisi Maha Patih Gajahmada mepersatukan nusantara, menganggap belum lengkap jika Sunda belum ditaklukan, maka terjadilah peristiwa perang Bubad. Atas peristiwa tersebut berarti Raden Wijaya dan keturunannya telah melanggar sumpah dan nasehat kakeknya.
Akibat pelanggaran tersebut, setelah wafatnya raja Hayam Wuruk, sinar kejayaan Majapahit berangsur-angsur memudar, sampai pada generasi Prabu Brawijaya V kerajaan Majapahit sirna ditelan bumi. Begitu juga (berdasarkan babad sunda) kerajaan Pajajaran/sunda juga sama sirna ditelan bumi, tidak berbekas (tan kasat mata). Sejak peristiwa tersebut jaman Kalajaya (jaman hunggul) telah berubah menjadi jaman kalabendu (jaman sengsara dan angkara murka), fitrah manusia sejati yang mengedepankan budi pakartai akhlak mulia/luhur (bener, lurus/eling dan jujur) telah luntur/rusak akibat pengaruh prabawa kutukan bumi jawa (kalabendu jawa).
Gejalanya dimulai jaman Kalabendu ini, menurut Serat Darmogandul ditandai datangnya orang-orang sebrang seperti dari Arab, kerbau bulai (eropa) ke bumi nusantara dan sejak saat itu burung kuntul ada kuncirnya. Dahulu sebelum jaman Kalabendu jawa terjadi belum tumbuh kuncirnya. Maknanya, melambangkan manusia jawa telah berubah sifat-sifat asli sebagai orang jawa yang sejati, seperti, hilangnya budi pakarti manusia jawa yang luhur, tidak tahu balas budi baik orang lain, jika ditolong ia membalas kejelekan dari belakang ia menohok, suka berbohong, suka memfitnah. Menghalalkan segala cara.
Diceritakan sejak Wafatnya Raden Hayam Wuruk, maka sinar kejayaan Majapahit mulai memudar. Pusaka tersebut oleh Mpu pembuatnya yaitu Mpu Gedeng Supo nama lain dari Mpu Tantular/Dang Hyang Angsokanatha di larung ke laut. Dengan harapan kelak akan ditemukan kembali dan dipegang oleh orang yang ditakdirkan untuk memegang pusaka ini. Dengan diketemukan kembali pusaka ini itulah tanda jaman kalabendu akan segera berakhir dan menuju jaman kalisuba (jaman kemakmuran). Sunda/Pajajaran memaafkan, Majapahit dan Pajajaran bersatu kembali, nusa jaya lagi.
Sebagaimana kita ketahui Mpu Tantular/Dang Hyang Angsokanatha adalah penyusun Kakawin Sutasoma yang didalamnya tercantum Bhineka Tunggal Ika adalah salah satu penasehat Raja Hayam Wuruk, sedangkan cucunya yaitu Mpu Dwijendra/Dang Hyang Nirartha/Penanda Sakti Wuwu Rawuh/Tuan Semeru adalah salah satu penasehat Prabu Brawijaya V atau Sunan Lawu. Keduanya mempunyai keterkaitan dengan masalah rahasia pusaka tersebut.
Pusaka pengayom nusantara yang dilarung ke laut tersebut oleh Mpu pembuatnya, oleh orang yang mengerti rahasia, pusaka ini dicari-cari dan bahkan konon PB X juga ikut mencari pusaka ini dengan mengadakan sayembara, barang siapa menemukan pusaka ini akan diberi hadiah serta dijadikan abdi dalem kraton, karena beliau merasa tidak kuat ketempatan pusaka ini akibat gawatnya prabawa pusaka. Pernah ada seorang nelayan yang menemukan pusaka ini tetapi nelayan tersebut dicari-cari tidak ditemukan menghilang di laut.
Sebagaimana harapan Mpu Tantular, kelak pusaka ini ditemukan dan orang yang ketempatan pusaka ini tentunya pasti seorang yang waskita dalam pandangan spiritual dan tajam mata bhatinnya serta mampu memahami makna pusaka ini. Secara filosifis tahu dan mampu tatacara menyatukan kembali Majapahit dan Pajajaran melalui pusaka ini.
Pemahaman saya tentang gaman/pusaka memang belumlah sempurna, karena belum lama mengerti tentang pusaka, saya mendapatkan referensi dari Al-Qur’an yang bisa merujuk kepada pusaka/keris pada Surah Al-Hadid 25 yang artinya :
“dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang sangat dan berbagai manfaat bagi manusia. Dan Allah hendak mengetahui siapa yang menolongnya dan rasul-rasul-Nya biarpun tidak kelihatan”.
Penelurusan tentang tokoh Mpu Tantular/Dang Hyang Angsokanatha penasehat Raja Hayam Wuruk menguasai wilayah Timur dan Tengah diibaratkan sebagai ilmunya, sedangkan Mpu Dwijendra/Dang Hyang Nirartha/Penanda Sakti Wuwu Rawuh/Tuan Semeru penasehat Sunan Lawu menguasai Barat, diibaratkan menguasai asset, atau diibaratkan Majapahit sebagai ilmunya sedangkan Sunda/Pajajaran sebagai pemilik assetnya. Mungkin disinilah letaknya, jika Majapahit (Raja Hayam Wuruk) meminang Sunda/Pajajaran (Dyah Pitaloka) yang diartikan perempuan indentik dengan harta, artinya setelah Majapahit kehilangan Sunda/Pajajaran sama saja ia kehilangan asset, ini yang tidak disadari oleh pejabat Majapahit karena sesungguhnya ada hubungan bhatin yang sangat kuat diantara keduanya. Sebagai contoh lambang/logo kemakmuran berbentuk “padi & kapas” yang terdapat di logam emas adalah milik Sunda/Pajajaran, dan lambang padi kapas juga tergambar jelas di pucuk/ujungnya gaman/pusaka yang dibuat Mpu Tantular atau bahkan pada lambang negara Burung Garuda. Hubungan bhatin terlihat dari wajah polos raja Sunda/Pajajaran yang tidak terpikir akan terjadi insiden di jalan. Demikian juga Raja Hayam Wuruk juga sangat terpukul setelah peristiwa tersebut, ia sakit dan wafat. Periswita tersebut juga membuat Mpu Tantular juga ikut terpukul, maka sebagai konsekwensinya pusaka buatannya dilarung/dibuang ke laut.
Cobalah simak Wangsit Siliwangi :
“Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong, dan bahkan berlebihan kalau bicara.”
Pada uraian di atas pernah saya kupas mengenai sejarahnya jaman Kalabendu sebagai akibat dari penghianatan Majapahit kepada Sunda/Pajajaran yaitu pada peristiwa Bubad. Hal ini terjadi karena generasi penerus utamanya para pejabat Majapahit tidak memahami sejarah dari leluhur terdahulunya. Karena dalam pikiran pejabat Majapahit tinggal Sunda yang belum di pangkuan Majapahit. Akhirnya terjadilah peristiwa yang menyakitkan hati masyarakat Sunda/Majapahit yang sesungguhnya kedua kerajaan adalah memang saudara sehidup dan semati.
Namun pada akhirnya kelak Sunda/Pajajaran akan memaafkan segala kekhilafan Majapahit itu terlihat dari kalimat “Orang Sunda dipanggil-panggil, orang Sunda memaafkan Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi …..” kita simak di bawah ini.
Wangsit Siliwangi :
“Dengarkan! Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus. Disusul tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang Sunda dipanggil-panggil, orang Sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil ratu adil yang sejati”.
“Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala”.
Disamping cerita tentang Majapahit dan Pajajaran, saya juga teringat juga akan sejarah Bandung Bandawasa. Cerita ini hampir mirip dengan cerita Majapahit dan Pajajaran, sebuah cerita tentang cinta yang tak tergapai, yang juga diagendakan dalam sebuah Pusaka/gaman namanya pusaka Kumalasari. Gaman/pusaka ini juga tak kalah handalnya dengan pusaka yang menceritakan tentang Majapahit dan Pajajaran. Gaman/pusaka tersebut juga merupakan pusaka kutukan, sama nasibnya dengan gaman/pusaka buatan Mpu Tantular yang baru ditemukan.
Bandung Bandawasa setelah mengalahkan/menewaskan Ratu Baka, dalam cerita yang umum diceritakan Bandung Bandawasa tertarik dengan putrinya yang cantik tinggi semampai untuk menjadi istrinya. Roro Jonggrang bersedia menjadi istrinya asal dibuatkan 100 patung dalam semalam, dan oleh Bandung Bandawasa disanggupi.
Kedua orang tersebut mengadu kemampuan masing-masing, Bandung Bandawasa dengan kemampuannya mengerahkan pasukan lelembut para jin untuk membantunya membuat 100 patun sedangkan Roro Jonggrang berusaha menghalang-halangi supaya Bandung Bandawasa gagal membuat patung dengan mengarahkan para abdinya membunyikan lesung (di Jawa lesung adalah tempat untuk menumbuk padi) menjelang sebelum fajar menyingsing yang pada akhirnya ayam berkokok tanda fajar akan menyingsing yang pada akhirnya para jin yang membantu mengira sudah fajar dan sang Surya akan segera terbit. Akhirnya Bandung Bandawasa hanya bisa membuat 99 buah patung dan kurang satu. Karena kesal Bandung Bandawasa walaupun sebenarnya tidak ada niat untuk mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung, maka keluarlah kata-kata kutukan “maka yang satu kamu”. Roro Jonggrang akhirnya menjadi mematung.
Menurut teman saya ada riwayat rahasia tentang sejarah ini, kelak menjelang jaman akhir (mungkin jaman kalisuba?) keduanya menyatu dan lahir darinya sebagai sosok yang ditunggu-tunggu sebagai orang yang dimaksud oleh syair-syair leluhur.
S
elain legenda Bandung Bandawasa juga ada cerita lagi tentang sebuah kutukan yaitu cerita Gunung Tangkuban Perahu, dari generasi Priangan/Sangkuriang. Konon katanya juga generasi Sangkuriang akan menyatu dengan generasi Bandung Bandawasa? (Walahualam Bisawab hanya Tuhanlah yang tahu). Sepertinya mungkin hanya dongeng belaka, tetapi nyata ada barang bukti diantaranya patung Rorojonggrang dengan pusakanya, demikian juga cerita tentang Majapahit dan Pajajaran yang hampir dilupakan orang juga ada barang bukti peninggalannya, serta cerita tentang Gunung Tangkuban Prahu.
Kita beralih kepada syair Wangsit Siliwangi, jika Sunda telah memaafkan maka tandanya adalah Gunung Gede meletus disusul oleh 7 (tujuh) gunung. Yang menjadikan pertanyaan apakah Gunung Gede benar-benar meletus? Atau hanya sebuah siloka (lambang)?
Prediksi saya, kalimat tersebut hanya siloka dari pada mengarah kepada bencana alam yang banyak menelan korban dan tidak ada korelasi (kaitannya) antara bencana alam gunung meletus dengan negara bersatu kembali, nusa jaya lagi? Atau kah memang sungguh-sungguh gunung tersebut memang meletus?
Konon katanya penguasa Gunung Gede adalah Eyang Surya Kencana, beliau juga salah satu penghuni Gua, akan memberikan warisan kepada orang yang dikehendaki/terpilih jika sudah waktunya tentunya untuk kemakmuran nusantara. Hal ini juga akan diikuti oleh 7 (tujuh) gunung yang lain. Tapi nanti setelah terjadinya penyaringan manusia, sebagaimana yang telah diterangkan di atas.
Sebelumnya akan banyak sekali bencana-bencana yang akan berlangsung, seperti halnya gunung meletus, air meluap, kecelakaan, penyakit, sekarang sakit besok meninggal, ini berlangsung sejak bulan Suro tahun lalu dan akan terus berjalan bagaikan air mengalir. Pemahaman ini tentunya juga bagi yang percaya. Kuncinya agar kita selamat banyak-banyaklah bertobat dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq (Sang Pencipta).
Tentang rahasia tentang penghuni/penjaga asset-asset di gua yang terdapat di semua gunung di nusantara, dapat kita simak Surah Al-Kahfi (Gua) :
Ayat 9 yang artinya :
“Ataukah kami mengira bahwa orang-orang yang menghuni gua Batu Bertulis adalah dari ayat-ayat kami yang mengagumkan”
Ayat 16 :
“Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah melainkan Allah, maka carilah tempat perlindungan kedalam gua Tuhanmu melimpahkan rahmat-Nya kepadamu dan dia akan menyediakan sesuatu yang berguna dalam urusanmu”
Jangka Jayabaya Selebare Raja Kuning Babon Asli Kagungan Dalem Bandara Pangeran Harya Suryawijaya ing Ngayugyakarta, menerangkan bahwa Ratu Adil adalah seorang yang bersifat rendah hati tidak memiliki pamrih, bersedia mengeluarkan hartanya.
Rahasia menyangkut lokasi yang dimaksud oleh para leluhur dikatakan sebagai Lebak Cewene oleh Prabu Siliwangi adalah juga Gunung Perahu menurut Jayabaya, dan tempatnya di Semarang-Tembayat seperti juga telah diungkapkan oleh Jayabaya.
Dengan ciri-ciri terdapat 2 sumber air besar, 3 pohon beringin dan keberadaan watu gilang. Hampir semua gunung yang mengandung rahasia mempunyai ciri-ciri khusus ini dari ujung kulon sampai ke timur.
Jika merujuk Babad Caringin di Banten Lama juga ada lokasi yang bercirikan Watu Gilang, 3 pohon beringin dan 2 sumber mata air. Simak sejarah berakhirnya kerajaan Pajajaran berdasarkan naskah-naskah babad seperti Prasasti Batu Tulis-Bogor, Prasasti Sanghyang Tapak-Sukabumi, Prasasti Kawali-Ciamis, Tugu Perjanjian Portugis (Padrao) Kampung Tugu-Jakarta dan Taman Perburuan-Kebun Raya Bogor. Diceritakan berakhirnya jaman Pajajaran akibat serangan Kasultanan Banten th 1579M, Watu Gilang “Palangka Sriman Sriwicana” (tempat duduk penobatan tahta berukuran 200×160x20 cm) di boyong dari istana Pakuan ke istana Surosowan Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Watu Gilang tersebut juga diprediksikan sebagai kunci asset dinasti peninggalan Pajajaran tertulis dalam bahasa Sansekerta “Wikranto yen wanipateh Prabu ….. “.
Konon katanya disamping asset-asset dinasti nusantara adalah tentang keberadaan Sang Saka Bendera Merah Putih yang original pada jaman Majapahit/Pajajaran yang sampai sekarang masih tersimpan di tempat salah satu tempat (di gua) yang dirahasiakan nantinya akan di ambil oleh seseorang sebagaimana yang maksud dalam karya-karya leluhur. Dan konon katanya bendera yang sekarang disimpan di istana negara adalah hasil jahitan Ibu Fatmawati mencontoh bendera yang masih tersimpan ditempat itu. Berkibarnya sang saka bendera merah putih yang masih tersimpan tersebut, maka Indonesia itulah saatnya Indonesia menjadi negara mercusuar dunia?.
Mengenai penelusuran asset-asset nusantara yang penulis ketahui dari cerita-cerita sesepuh itu terdiri dari asset ampera, dinasti (kerajaan) dan asset-asset yang lain (amanah). Asset Ampera konon katanya dipegang oleh para pinisepuh berdasarkan Surat Keterangan Presiden R.I. No. 002/PBTAPRI/SKR/III/’48 tentang Harta Ampera, Surat Wasiat Presiden R.I. tanggal 12 Januari 1960 dan Surat Keterangan Waliamanah Penerima Wasiat dari Presiden R.I. tanggal 17 Nopember 1960, saya juga tidak tahu apakah referensi ini palsu atau asli serta diarsipkan di arsip nasional. Jika benar, alangkah bodohnya kita kenapa tidak ada penelusuran lebih lanjut? Satu lagi jika benar adanya betapa para pinisepuh penjaga gudang asset berupa logam dan kertas berharga (seperti Emas lantakan, platinium, berlian, giok dan juga kertas berharga), kini usianya mereka sudah tua, tidak ada penghargaan buat mereka dari pemerintah. Sedangkan asset dinasti/kerajaan keberadaannya masih menunggu waktu jika sudah waktunya pasti akan muncul.
Dengan adanya asset Ampera yang kemungkinan bisa digunakan untuk membantu bangsa Indonesia lepas dari krisis berkepanjangan maka penulis telah merencanakan akan mengumpulkan lebih dari 500 orang sesepuh yang tersebar di seluruh nusantara yang rencananya akan diselenggarakan melalui acara Temu Silaturahmi para Pemegang Asset Amanah seluruh nusantara pada bulan Oktober 2008 tetapi gagal. Sementara surat dukungan sudah disampaikan kepada bapak Presiden RI dan instansi-instansi terkait tetapi gagal karena tidak ada dananya. Fenomena perjuangan ini saya jadi ingat akan syair-syair Wangsit Siliwangi sebagai berikut :
“… selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong dan bahkan berkelebihan bicara”
“Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutup pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau, bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satunya datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah, setiap waktu akan berulang, itu dan itu lagi.”
Mungkin arahan leluhur di atas benar adanya, kami hanya
menemukan sejarah dan sejarah dalam setiap kejadian. Disamping itu banyak ditemui ranting daun kering dan potongan pohon (maksudnya sesepuh dan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh banyak yang tidak benar). Ada yang sesepuh yang benar tetapi takut menunjukan dirinya.
Kita kembali kepada Kitab Musarar Jayabaya untuk melihat bentuk perilaku manusia pada jaman kalabendu jawa (jaman sengsara) bentuk penyimpangan perilaku yang terjadi di masyarakat :
1.Sungguh zaman gonjang-ganjing menyaksikan zaman gila tidak ikut gila tidak dapat bagian, yang sehat pada olah pikir, para petani dibelenggu, para pembohong bersuka ria (bait 142).
2.Raja tidak menempati janji, orang makan sesamanya, kayu gelondongan dan besi juga dimakan katanya enak rasa kue bolu, malam hari semua tak bisa tidur (bait 143).
3.Yang gila dapat berdandan, yang membangkang semua dapat membangun rumah, gedung-gedung megah (bait 144).
4.Orang berdagang barang makin laris, tapi hartanya makin habis, banyak orang mati kelaparan disamping makanan, banyak orang berharta namun hidupnya sengsara (bait 145).
5.Orang waras & adil hidupnya memprihatinkan & terkucil, yg tidak dapat mencuri dibenci, yg pintar curang jadi teman, orang jujur semakin tak berkutik, orang salah makin pongah, banyak harta musnah tak jelas larinya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab (bait 146).
6.Bumi semakin lama semakin sempit, sejengkal tanah kena pajak, wanita memakai pakaian laki-laki (bait 147).
Akibat dari perilaku tersebut diatas mempengaruhi keseimbangan alam seperti :
1.Banjir bandang dimana-mana, gunung meletus tidak dinyana-nyana (bait 141).
2.Datangnya jaman penuh bencana di nusantara seperti tanah pecah merekah, gempa 7 kali sehari, dan bencana macam-macam.
3.Hujan salah musim.
Jaman edan akan berakhir, Sabdopalon yang termasyur dan menanggung malu, akan tampil kembali untuk membantu nusantara agar bermoral benar, lurus dan jujur (trisula weda) dengan ditandai munculnya putra kinasih swargi Sunan Lawu atau Putra Bathara Indra yang sulung.
Jika nanti jaman sudah berubah, barang siapa melanggar Sabdopalon maka konsekwensinya :
1.Banyak orang digigit nyamuk mati, digigit semut mati, banyak suara aneh tapan rupa, pasukan makluk halus sama-sama berbaris berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk yang memimpin putra Bathara Indra, bersenjatakan trisula weda, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa aji-aji (bait 162).
2.Yang membantah pasti mati (bait 166).
Jika jaman sudah berubah menjadi jaman berakhlak trisula weda yang telah diwejang Sabdopalon maka akan terwujud jaman kemakmuran dan Indonesia akan segera menjadi negara mercusuar dunia, harta berlimpah muncul dimana-mana.
Prediksi saya perubahan jaman (wolak-waliknya jaman) dari jaman Kalabendu ke jaman Kalisuba dimulai awal bulan Suro tahun ini, yang hampir bertepatan bersamaan tahun baru Masehi, dapat disimak pada Bait 165 Pendhak Suro sambutlah kumara, yang sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa (“Pendhak Sura nguntapa kumara kang wus katon nimbus dosane kadhepake ngarsaning sang kuasa……”).
Disamping mengandung cerita sejarah, pusaka kesayangan Sunan Lawu ini juga :
1.Menguasai seluruh ajaran (ngelmu) bait 164
2.Mampu memberi perintah & mengerahkan jin, setan, kumara, prewangan dan para lelembut untuk bersatu padu membantu masyarakat Indoensia (bait 164).
3.Bergelar pangeran perang, dapat mengatasi keruwetan orang banyak (bait 163)
4.Setiap bulan Sura nguntapake kumara (bait 165)
5.Ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti) yang membantah pasti mati, orang tua, muda maupun bayi, orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdanya tidak akan lama (bait 166)
6.Pandai meramal seperti dewa, dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda, tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati, bijak, cermat dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengerti garis hidup setiap umat, tidak khawatir tertelan zaman (bait 167).
7.Sudah lulus weda Jawa (bait 168).
Isyarat Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan sebagai berikut :
“Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil :
Padha kaping 1
Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam Mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.
(Kelak, pada saat Ratu Adil Imam Mahdi sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah, tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengalamannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh)
Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh :
1)Yen sasi Sura ana tundhan dhemit
(bulan Sura ini terjadi pada bulan Desember 2008 s/d Januari 2009 sebagai bulan Sura duraka, di tahun Kalabendu, maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat dan laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)
2)Srengenge salah mangsa mletheke.
(Matahari terlihat terbit memancar setelah jam 06 pagi)
3)Rembulan Ireng rupane
(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara)
4)Banyu abang rupane
(awal bulan Desember 2008 – Januari 2009 hampir seluruh wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3 – 5 hari).
Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala Jin, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.
Padha kaping 2
Dene pitakone lan wangsulane mangkene :
(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)
Asalmu saka ngendi? Saking kodratollah
Yen bali apa sangumu? Sahadat, iman, tauhid, makrifat Islam
Apa kowe weruh aranku? Gusti Ratu Adil Idayatullah
Apa agamamu? Sabar darana
Apa kowe weruh bapakku? Gusti Ratu Adil Idayat Sengara
Apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake? Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangadhaping cemara pethak (simak 2 bocah kembar yang lahir di bawah pohon cemara juga terdapat di pusaka buatan Mpu Tantular).
Keterangan:
Ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk agama Islam.
Darimana asalmu? Jawab : atas kehendak Allah, Ratu adil lahir di bumi nusantara sudah menjadi kodrat Tuhan.
Jika “pulang” bekalnya sahadat iman tauhid mukrifat islam, artinya kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.
Apa kamu tahu namaku? Jawab, gusti ratu adil membawa petunjuk dari Tuhan.
Apa agamamu? Jawab : kesabaran yang seluas samudra
Apa kamu tahu bapakku? Jawab : gusti ratu adil idayah sengara, orang selalu mengutamakan keadilan, tetapi hidupnya berada selalu dalam laku prihatin.
Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab : dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawah pohon cemara putih.
Serat Centhini, pupuh 258.
“Saka marmaning Hyang Sukma, jaman Kalabendu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenenge nata, ing kono raharjaning, karaton ing tanah Jawa, mamalaning bumi sirna, sirep dur angkaramurka”
(Atas izin Allah SWT, zaman Kalabendu hilang, berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur, hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda).
“Marga sinapih rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji-wijiling utama, ingaranan naranata, kang kapisan karanya,adenge tanpa sarana, nagdam maksuming srinata, sonya rutikedatonnya”
(kedatangan pemimpin baru tidak terduga, seperti munculnya secara ghaib, yang mempunyai sifat-sifat utama (note; yang diterjemahkan banyak pihak sabagai Satrio Piningit)
“Lire sepi tanpa srana, ora ana kara-kara, duk masih keneker Sukma, kasampar kasandhung rata, keh wong katambehan ika, karsaning Sukma kinarya, salin alamnya, jumeneng sri pandhita”
(datangnya tanpa sarana apa-apa, tidak pernah menonjol sebelumnya, pada saat masih muda, banyak mengalami halangan dalam hidupnya, yang oleh izin Allah SWT, akan menjadi pemimpin yg berbudi luhur)
“Luwih adil paraarta, lumuh maring brana-arta, nama Sultan Erucakra, tanpa sangkan rawuhira, tan ngadu bala manungsa, mung sirrullah prajuritnya, tungguling dzikir kewala, mungsuh rerep sirep sirna”.
(Mempunyai sifat adil, tidak tertarik dgn harta benda, bernama Sultan Erucakra, tdk ketahuan asal kedatangannya, tidak mengandalkan bala bantuan manusia, hanya kepercayaan/keimanan thdp Allah SWT prajuritnya dan senjatanya adalah semata-mata dzikir, musuh semua bisa dikalahkan)
“Tumpes tapis tan na mangga, krana panjenengan nata, amrih kartaning nagara, harjaning jagad sadaya, dhahare jroning sawarsa, denwangeni katahira, pitung reyal ika, tan karsa lamun luwiha”
(Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan Negara dan kemakmuran semuanya, hidupnya sederhana, tidak mau melebihi, penghasilan yang diterimanya)
“Bumi sakjung pajegira, among sadinar sawarsa, sawah sewu pametunya, suwang ing dalem sadina, wus resik nir apa-apa, marmaning wong cilik samya, ayem enake tysira, dene murah sandhang teda”
(Pajak orang kecil sangat rendah nilainya, orang kecil hidup tentram, murah sandang & pangan)
“Tan na dursila durjana, padha martobat nalangas, wedi willating nata, adil asing paramarta, bumi pethik akukutha, parek lan kali Katangga, ing sajroning bubak wana, panjenenganin sang nata”
(Tidak ada penjahat, semua sudah bertobat, takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil bijaksana)
Namun demikian prediksi saya dalam memahami/mengartikan karya leluhur belumlah benar, maksud saya hanya sekedar menyampaikan, jika prediksi saya memang benar maka wajib saya sampaikan kepada masyarakat umum karena karya-karya leluhur telah menjadi bacaan umum, dan dapat menjadikan fitnah jika ini tidak disampaikan.
Salam persaudaraan dari saya untuk para sesepuh dan mohon maaf jika ada persinggungan dan persamaan pendapat bukan bermaksud buka rahasia tetapi marilah bantu saya untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta ini, dan saya yakin banyak saudara-saudaraku yang juga sedang berjuang walaupun beda konsep dan saya mohon doanya agar saya bisa menemukan sesuatu yang hilang untuk bangsa dan negaraku.
Sekali lagi, mohon maaf jika tulisan saya dianggap ngawur, sebagaimana yang telah diterangkan diatas dan atas dibacanya prediksi saya ucapkan terima kasih.
Wassalam
NB.
Menambahkan tentang prediksi lambang SEMARANG TEMBAYAT.
Pada bait 22, dikatakan :
“Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih,Lajengipun sinung lambang, Dene Maolana Ngali, Samsujen Sang-a Yogi, Tekane Sang Kala Bendu, Ing Semarang Tembayat, Poma den samya ngrawuhi,
Sasmitane lambang kang kocap punika”
(“Tan Kober Paes Sarira, Sinjang Kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu, Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut”)
Prediksi saya, pada masa-masa yang sangat sengsara nanti dengan timbul banyak wabah penyakit, sodo lanang (banjir), batok tawuh (sunami) dan lain-lain akan terus berjalan, ini hampir sama dengan ramalan suku maya, tahun 2012 adalah puncaknya ( 0 ).
Sedangkan yang akan selamat menurut Syekh Ali Samsue Zein adalah yang mengerti/memahami lambang SEMARANG TEMBAYAT.
SE-MARANG TEMB (tembung/dzikir) – HAYAT (Sing nguripi).
Prediksi saya yang selamat adalah selalu eling dan waspada marang sing nguripi awake dewe secara daim/tetap/terus menerus.
Mudah-mudahan ini berguna untuk saudara-saudaraku.
NB.
Ramalan suku maya, gugusan galaksi Bima Sakti berputar spt gerakan/waktu pada jarum jam atau gerakan tawaf mengitari Ka’bah dari “0″ kembali ke “0″ setiap 5.125 tahun. Diprediksikan KEMBALI KE “0″ jika tidak meleset jatuh di tahun 2012 (mudah2-an mundur/meleset).
hal-hal yang mengerikan seperti pada jaman Nabi Nuh AS bisa saja terjadi. Kata Mamah Loren dalam ramalannya, komunitas manusia tinggal (kalau gak salah) 15% (saya nggak tahu apakah beliau jiplak ramalan suku maya atau tidak).
den nongol lagi kapan?
saat nya kebangkitan kebesaran majapahit telah tiba!!!! islam akan hancur!!! indonesia lebih berbudaya!!! arabnya ilang.. hehe
Om Wilaheng Awignamastu Nama Sidham!!!
salam kenal,hartono di bekasi:
menurut saya ratu adil itu bohong, hanya orang bodoh yang percaya ratu adil, apalagi pengikutnya bodoh bin goblok kali ya
264. endang adi hadi – 18 Mei 2009
den nongol lagi kapan?
******
waduh mas endang,kemana aja nih?.rindu abis gua sama elo wakakakakaka……. gi kumpul di sohirin,sabdalangit sama di ngajitauhid boss….sama si kang boed
6000 tahun lamanya semenjak Nabi Adam (lihat silsilah adam sampai yesus) kita menanti perkawinan anak domba (Yesus) dan tak sengguh penganten anyar (ilir-ilir sunan kalijogo) yaitu perkawinan bapa langit dan ibu bumi (kejawen)
tandure wis sumilir atau saatnya sudah tiba, sebentar lagi kitab kehidupan (berisi konstitusi bagaimana me – Noto negoro, ijo royo-royo gemah ripah lohjinawi toto titi tentrem kerto raharjo) akan dibagikan gratis kepada para pembuat opini bangsa, untukpembanding terhadap pemerintahan demokrasi buatan dajjal, selama ini tidak ada pembanding yang mampu ber hadap hadapkan dengan demokrasi, perumpamaannya sebuah mobil berdemokrasi roda depan satu belok kiri, satunya bebas belok kanan, sedang roda belakang memilih mundur, dan baut bautnya berputar semau maunya karena berdemokrasi, maka mobil itu akan rontok tidak berjalan.
NOTO NEGARA Allah atau Kerajaan Allah diatas bumi yang ada hanya patuh pada ALLAH !!! semua diatur sesuai dengan kehendak Allah atau sesuai dengan kebenaran sejati atau memilih ikut dajjal (ambisi hawa nafsu pribadi atau kelompok) dan mendapat hukuman
setelah rakyat tahu, membaca dan memahami apa itu NOTO NEGORO Allah, maka tanpa dikomando rakyat akan berbondong- bondong keluar dan meminta supaya pemerintahan sampiran (istilah dari langit) ini segera diganti, karena didalam kerajaan Allah, Allah sendiri yang akan memerintah melalui tangan yang dipakai untuk menulis kitab kehidupan oleh yang MAHa ESA untuk mengembalikan seluruh umat manusia (tidak membeda bedakan apa agamanya) kembali
K eh ARIBA an Nya
sayang wong jowo wis do ora kuat bertapa, shg tidak mampu berkomunikasi langsung, dan kebanyakan mengartikan pesan pesan leluhur nusantara dan ramalan ramalannya seperti ramalan lotre buntut, jadi ya apaboleh buat kalau wong jowo tidak percaya. percayanya nanti kalau sudah benar benar terjadi, menjadi kenyataan
The second coming of jesus, yang akan membunuh dajjal, yesus lah orang pertama yang memegang misi ini, sedang nabi nabi mempunyai tugas utama menjaga supaya dajjal/kejahatan tidak merajalela diatas bumi.
Kerajaan Allah didalam hati, inilah manunggaling kawula gusti atau ketentraman hati yang ramai dibicarakan yang effeknya hanya untuk beberapa orang saja, jelas jauh berbeda dengan kerajaan Allah diatas bumi yang effeknya untuk seluruh umat manusia, karena sekarang ini manusia hidup dibawah naungan negara-negara, yang yesus berdoa.. datanglah…datanglah, datanglah kerajaan Mu, jadi memang belum datang…yang akan ditegakan oleh seorang satrio piningit sendirian, satu lawan satu melawan dajjal
pada awalnya awang uwung ora ana apa apa sing ana mung Ingsun kang amurba amisesa, ….sebuah ruang tanpa tepi….. setiap ruang pasti mempunyai titik pusat, dan titik pusat ini pasti tunggal tanpa nama, tapi merasa ada dan menyebut dirinya Ingsun atau AKU
setelah itu terjadi penurunan atau degradasi menjadi 2 (dua) atau berpasang pasangan, ada ruh ada materi (ion ion, bion, atom, molekul atau pada mulanya adalah asap, istilah ilmuwan debu bintang)
berpasang pasangan, kejawen dengan tepat menyebut dengan bapa langit dan ibu bumi, ruh dan materi, Allah bapa dan Allah ibu, jadi yang tunggal adalah INGSUN
Allah Bapa/bapa langit menurunkan ilmu syariat yang turun didaerah padang pasir dan dengan sewenang- wenang meng klaim dirinya sebagai kebenaran tunggal, lihat ayat ayat yang berlebih lebihan ini orang kristen mengatakan tidak ada nama lain hanya satu nama kalau mau surga yaitu dengan nama yesus, orang islam tidak mau kalah jangan mau mati, tapi matilah dengan islam kalau mau selamat, sedang dengan rendah hati kejawen mengatakan “tak ada jalan tanpa kebaikan”
Sifat laki laki dengan sewenang wenang meminggirkan wanita dimulai 6000 tahun yang lalu hawa dituduh kalah oleh rayuan dajjal, dan menyebabkan adam diusir dari surga, hawa diciptakan dari tulang rusuk adam, boleh beristri 4, wanita ditutup wajahnya dan tidak boleh pintar, hanya didapur dan ngurus anak2, bayi wanita dikubur hidup-hidup, kalau negara diserahkan ke agama pasti ulama ulama akan kebingungan karena mereka tidak siap dan yang terjadi, berani taruhan pasti yang diurus adalah wanita, seperti terjadi di afganistan Taliban dan NAD. sudah 2000 tahun kejayaan agama agama diambil, dan hasilnya anda sudah tahu, kok masih ngotot
kerajaan dimana Sultan memerintah maka laut, bumi dan udara adalah milik sultan dan keluarganya, rakyat ditarik pajak dan kalau makmur di klaim itu berkat belas kasih Sultan, jangan coba bicara politik, maka akan diseret kepadang pasir dan lenyap tak berbekas
Allah ibu/Ibu bumi sifatnya welas asih, hanya memberi tak harap kembali, andap asor dan ngalahan turun didaerah yang berhutan hutan lebat dan mengalir sungai sungai didalamnya, mengajarkan ilmu tentang Ruh/keruhanian yang tanpa kitab tebal tebal, weruh sak durunge winarah
Sabdopalon nayagenggong mengatakan 500 san tahun lagi kejayaan agama-agama dibumi ini akan habis, maksudnya aura nya lenyap kembali keasalnya, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, 500 tahun lamanya kita menjunjung nilai luhur tradisi padang pasir, agamanya sih masih jalan tapi pelan pelan luntur, orang arab, yahudi dan cina memuja leluhur mereka sendiri dan hidup makmur, sedang leluhur kita menangis dianggap musrik oleh anak cucunya sendiri, maka hidup rakyat kita menjadi susah
Orang arab pertama kali menginjakan kaki di aceh 700 tahun yang lalu untuk menyebar agama, kapal mereka berlabuh di meulabuh, maka sabdo palon menaggih janji, maka meulabuhpun dicuci dengan tsunami, supaya auranya pulang keasalnya
Walaupun 500 th kemudian Sultan 2 meletakan jabatan besatu di NKRI, tapi masih ada yang memakai embel embel arab di yogya maka sabdopalon menagih janji, jogya digoncang
agama agama besar pun kemudian diadu oleh Allah sendiri di afganistan, irak bosnia, ambon dan maluku sesuai dengan janji sabdopalon
dulu salah satu suku arab melanggar perjanjian dagang dengan merampok kafilah dagang cina, maka hulagu khan membawa 200 ribu tentaranya menyerang bahdad dan memenggal 800 ribu kepala orang islam, dan mereka mengatakan bahwa islam diruntuhkan tapi berhasil bangkit kembali, tetapi ibu bumi mengatakan itu adalah hukuman bagi masyarakat yang suka sekali menerapkan hukuman pancung kepala, bukankah islam yang di arab, mesir dan afrika tidak diapa apain … dasar sifat dasarnya……masih nekat menumpas majapahit dan mengganti agama bumi yang sudah ada.
perkawinan bapa langit dan ibu bumi inilah yang ditulis dalam kitab kehidupan sama sekali baru, kitapun termehek mehek membacanya sama sekali tidak menyitir ayat ayat kuno, nilai luhur baru inilah kelak akan mampu membunuh dajjal yang menjadi nilai luhur baru yang tentu akan berkibar kalau sudah berjalan 100 atau 200 tahun yang akan datang sekarang manusia masih patok bangkong memegang ilmu kunonya yang sudah banyak ketinggalan jaman, contohnya dengan adanya hak asasi manusia maka perbudakan dihapus dari muka bumi ini, lalu ayat ayat tentang perbudakan mau dibawa kemana? orang arab bilang kelak diakhir jaman mereka akan membunuhi dan mengejar ngejar orang yahudi, sampai sampai batu dan pohon yang dipakai bersembunyi oleh orang yahudi akan berteriak teriak memberitahu …disini yahudinya (walau kita tahu batu dan pohon tidak bisa ngomong), tetapi yang terjadi malah sebaliknya bom bom yahudi katanya dengan tepat masuk kejendela jendela pejuang arab yang bersembunyi dirumah rumah penduduk walau banyak juga yang nyasar di pemukiman pemukiman
Penurunan ketiga adalah segitiga realitas dasar yaitu sang pencipta dengan memakai tubuh manusia berjalan jalan diatas bumi, ya harus ada dong tempat mejengnya, yaitu lingkungan hidup. isu lingkungan hidup baru nongol baru baru ini saja, setelah manusia tahu bahwa kekayaan bumi ternyata terbatas, jadi di jaman kenabian manusia masih akrab dengan alam, jadi dulu hanya ada hubungan manusia dengan sesama manusia, yaitu perang menangkapi budak budak untuk dipekerjakan di kebun Kebun mereka secara gratis dan menjarah harta kekayaan kerajaan lain atas nama Tuhan
eh …. hampir lupa salibpun adalah dua segitiga yang digabung menjadi satu, yang keatas untuk Allah Bapak, yang kebawah untuk Allah Ibu
segitiga adalah keseimbangan, sirotol mustakin atau tata susunan bertingkat alam semesta, contoh 27 sifat satrio piningit diatas puncak segitiga adalah Mangasih kemudian 13 sifat masing masing turun disisi kanan dan kirinya, memang sifat yang tertinggi adalah MANGASIH, ratu bathara adil dan lain lainnya adalah segitiga juga lambangnya
kalau 2009 ini sang penyelamat tidak bisa muncul, maka tumbal tumbal nusantara akan berjatuhan dan puncaknya di tahun 2012 seperti ramalan suku maya, jangan jangan kita nanti menjadi tumbal berikutnya…..iiiih ngeri
wus ilang memalaning bumi, sinapih dening adege ratu ginaib, adege tanpa sarat sadawir.
satu ini saja dari semua ramalan joyoboyo yang belum terjadi, sedang yang lain semuanya sudah terjadi
apakah kita semua masih mau menuai memalaning bumi?
Salam Mas Om U Suka
terima kasih atas tulisan-tulisannya..
Oh, iya… kita tidak perlu ikut-ikutan trend 2012, jangan jadi manusia yang ikut-ikutan lagi hangat apa, terus di kait-kaitkan..
Salam sejati
Yah, aku tdk banyak tau ttg yesus ataupun kitab, dan memang beda, kedudukan SPSW di indonesia adlh RATU ADIL, SPSW disamping muhammad al mahdi adlh pangeran perang (timur) yg membawa panji2 hitam, mereka menegakkan keadilan. kapan nabi isa jd raja dunia? Setelah dunia dipenuhi keadilan dan sejahtera baru nabi isa jadi raja menggantikan muhammad al mahdi.
mulailah untuk metuturi diri kita sendiri,pimpin diri kita sendiri,jadilan panuntun bagi pribadimu sendiri,jangan membuat onar,menambah2 kisruh keadaan yg ada,kita semua sedang dipecah belah dan sudah terpecah belah,oleh sebab itu bersatu jiwalah dengan sesamamu saudara sebangsa.
Ga ada jalan lain,ga bisa ditawar-tawar,KASIH adalah Pedang dan perisainya.
Sekali lagi,KASIH adalah Pedang dan Perisainya.Memaafkan seluruh kesalahan2 sesama kita di waktu lalu,sekarang dan nanti sebagaimana Gusti juga memberikan ampunan kepada seluruh kesalahan2 kita di waktu lampau,sekarang dan nanti.
Adanya iman yg sempurna kepada Gusti Kang Murbeng dumadi itu memang diperlukan untuk dihayati secara sungguh terutama dimasa sekarang ini,dimana kesombongan manusia itu sedang mencapai puncak2nya,supaya kita ini ,manusia, “yg bukan dewa,karena ga merasa perlu juga jadi dewa” “yg bukan malaikat soalnya ga ngerasa butuh juga jadi malaikat”, senantiasa terjaga sadar bahwa sesungguhnya manusia itu bukan apa bukan siapa,dalam hakikatnya hanyalah sekedar setitik sampah ditengah2 kuasa samudra besar tanpa batasan,oleh sebab itu jangan pernah berlaku umpama hakim bagi sesamamu manusia,kita semua hanya sekedar menjadi saksi.Saksikan semua kegaiaban kekuasaan Tuhan tetapi jangan pernah ikut campur urusan dan berlaku usil kepada karya kegaiban Tuhan.
Lihat dan pahamilah seluruh luka2 diwaktu lalu,asal muasalnya,penyebab dan akibatnya dari seluruh luka2 itu yg membara menjadi tabet dan dendam di hati,relakan dan biarkan kuasa kegaiaban Gusti meruwat,merawat lalu menyembuhkannya,janganlah dikorek2 kembali seluruh luka2 di waktu lalu karena ketahuilah kita semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama, yaitu mempunyai nyali untuk berkurban rasa perasaan dan jikalau perlu mengurbankan seluruh kebenaran menurut sudut pandang kita sendiri bagi persatuan negeri ini dan demi kebahagiaan seluruh anak turun kita ke depan, seluruh putra putri panerus bangsa ini.
Apakah sungguh2 cinta kepada tanah air dan bangsa ini,kepada seluruh saudara2mu,anak2 negeri ini?.
Jadilah seorang gatotkaca……..jadilah TAWUR (Kurban/tumbal).
Lupakan dirimu sendiri!.
Aku pun juga mangkel ma demak krn grusa grusu mo bikin mercusuar jadinya malah timbul fitnah, tp ya begitulah memang harus terjadi. Yang mampu intropeksi diri adl mereka yg tdk merasa lbih dr lainya dan terlebih lagi tdk ada kedengkian. Kedengkian lawannya kasih dan orang yg dengki tak akan sanggup menjdi tumbal.
Kerajaan di bahdad sampe dihancurkan bangsa mongol krn kerajaan dibahdad sendiri punya kebiasannya menyakiti keluarga rosululloh jdnya ya kualat. Pada jaman demak pun ada sekelompok ulama yg dipojok pojokkan, contoh nyata ialah seh siti jenar, dia adik ipar sarif hidayatulloh, seh siti jenar cucunya maulana ishak (seh wali lanang) yg makamnya jg dikunjungi non muslim
Siapa saja boleh bermimpi untuk memimpin negeri ini,siapa saja dari keturunan mana saja boleh untuk berusaha untuk menjadi pemimpin negeri ini,karena memang siapa saja mempunyai hak dan kewajiban yang sama bertindak sebagaimana layaknya seorang pejuang bagi negeri ini,tetapi yg perlu diketahui adalah jikalau sungguh memang seseorang itu terlahir dan dibentuk sedari alam kejadian hingga kandungan ibunya semula untuk menjadi seornag pemimpin pamungkas negeri bencana ini,tentunya dia mempunyai kasih dan cinta yg sungguh2 dan tidak main2 kepada seluruh anak2 negeri ini,kepada ibu kami pertiwi, dan tentu kepada seluruh komponen bangsa ini dengan tidak pandang bulu.Dia terlahir dengan kodrat dan sifat yg demikian, bukan dibentuk da dibuat oleh campur tangan manusiawi!.
Oleh sebab itu,hai para pemimpi dan pemimpin,mana wujud nyata cintamu dan apa seluruh sesaji kurban hidupmu bagi kami semua,putra putri bangsa ini?.
Cinta yg sungguh itu ga bisa dinalar,ga bisa dipertanyakan “kenapa” dan “mengapa”.Jikalau bisa,ketahuilah,itu sama sekali tidka ada hubungannya dengan cinta,tidka ad ahubungannya dengan asmara.
Asmarakingkin,datanglah,
nyatakan kepada kami semua seluruh Cinta dan Kurban hidupmu yg akan meruwat kami dari seluruh perpecahan,kebenciaan dan kegelapan dari masa silam!.
ga ada yg mau jd tumbal, mungkin orang lupa diri aja yg mau, sudah ga ingat makan kapan tidur dimana diri bagaimana krn saking asyiknya mabuk asmara
RAMALAN SABDO PALON jadi nglantur kemana-mana ngebahasnya
sudah saatnya kita warga jawa dari kekadhangan sabdo palon noyo genggong bangkit dari masa-2 tidur, kita bangkit menegakkan liturgi, budaya dan etika ketimuran yang murni dari peninggalan leluhur jawi.
yang percaya dgn Kanjeng Nabi Muhhammad layaknya merawat iman dan mengajak berbagai unsur agama dan kepercayaan lain untuk hidup berdampingan, rukun saling hormat , yang kristen dan iman kpd Tuhan Yesus ayo kita hidup saling hormat , hindu , budha , kepercayaan saling bantu demi kokohnya persatuan dan kesatuan negara RI, betapa indahnya. smoga menjadi cita-2 kita smua.
MEMAYU HAYUNING BAWONO, ASIFAT BERBUDI BOWO LAKSONO, NGEMBAN PATRAPING KASAMPURNAN DEN TAPAKI NGANGGO LIR HANDOYO PASEBAN JATI. itulah ragam Indonesia kita . Meeerdeka!!!
Benar sekali Saudara Cokro Pandowo..
Mahardhika Saudaraku..
Salam
saya pengen tau lebih dalam tenteng dunia spiritual jawa
bagi yang mau membimbing tlong ya
=Mentor yang ditunjuk telah mengirim email.silakan direspon=
saya rasa masa yad adlh misteri yg sangat logis, namun masalahnya apakah kita mampu membacanya tanda – tanda zaman..
ralat : saya rasa, masa yad adlh misteri yg sangat logis, namun masalahnya adalah : apakah kita mampu membaca tanda – tanda zaman, sementara kemampuan yg kita miliki selalu bersifat relatif, sehingga hasil ramalan/prediksi yg kita buatpun menjadi penafsiran yg ketepatan/ kebenarannya bersifat relatif pula….
Saya rasa anda benar…
Salam Sejati
Mbesok yen ono tuk banyu gede muncrat yo kuwi tandane satrio piningit arep njedul. Omahe ora adhoh soko tuk banyu kuwi.
to Matahari pagi
” Mbesok yen ono tuk banyu gede muncrat yo kuwi tandane satrio piningit arep njedul. Omahe ora adhoh soko tuk banyu kuwi.”
g semua yang baca gantharwa mengerti bahasa jawa mas…..
indonesia aja napa??
lebih cepet dimengerti…….
eHh…, kalau ga’ salah pengertiaan nih.
Menurut pendapat saya Sabdopalon-Noyogenggong itu ada 4, jadi kayak gini dech. Sabdo, Palon, Noyo, Genggong. yang selalu menjaga sang Prabu Brawijaya V.
Kalau yg bapak saya kasih pengertiaan ke saya begitu.
>>>>> dan jelaZz nya
1. Sabdo = yo sinebut Kakang kawah
2. Palon = yo sinebut Adi ari-ari
3. Noyo = yo sinebut Darah
4. Genggong= yo sinebut Puser
masih menurut bapak saya, yo kuwi sing diebut Sedulur Papat Limo Pancere Rogo. ( maaf, pake bahasa jawa, kalo pake bahasa Indonesia ga’ enak dengernya) hehheehh….hehh…!!
Kenapa hanya digambarkan menjadi 2 orang, karena yang 2 sudah menjadi satu dengan tubuh . yaitu Darah lan Puser ,dan yang dua sudah balik. tapi sebenarNya Sabdopalon pun juga tidak selalu wujud. tapi selalu ada untuk sang Prabu. di diri kita pun juga selalu ada, tapi kita jarang pernah menghiraukan/memperhatikan.
tentang ramalan 500tahun dari runtuhnya Majapahit, tanah jawa akan kembali sama yang Empunya asli. menurut perhitungan Eyang saya, telah dimulai pada tahun 1999, tapi kenapa sampai sekarang belum terwujud.
dikarenakan oleh rasa cinta sang Prabu kepada anakNya (R.Patah).
di kisahkan : pada saat itu R. Patah mengajak ayahNya untuk masuk agama Islam (bukan perang loh yach…!!), tapi sang Prabu tidak berkenan karena sudah memiliki kepercayaan sendiri yang sudah menjadi pegangan turun temurun dari raja2 di jawa.
karena R.patah tidak menyerah dalam usahanya untuk mengajak ayahanda pindah ke islam, akhirnya sang Prabu mengajak anaknya untuk meyakinkan bahwa keyakinannya sudah lebih dari pada cukup. dengan cara melakukan perjalanan ke Blambangan sambil membawa 2 air tawar di dalam bambu.(satu dibawa R.patah dan satunya lagi dibawa Prabu Brawijaya V)
seketika itu saat perjanjian,Sabdopalon sudah melarang keputusan sang Prabu yang dianggap kurang tepat. dengan alasan :” Kenapa dilayani kalau kamu sudah yakin dengan apa yang kamu punya” ,dengan dasar semua ajaran itu sama.
tapi sang Prabu sudah terlanjur berjanji dan dengan adanya Sabdo Pandhito Ratu, janji tidak bisa ditarik lagi. Dimulai lah perjalanan itu dengan perjanjian ” Nak…., kalau memang ajaran kamu itu bener(apik), air ini tidak akan bau sesampainya di sana”
setelah melewati perjalanan selama 3 hari, air yang dibawa R.patah sudah berbau. Prabu Brawijaya segera menghentikan perjalanan dan berkata ” kamu sudah melihat buktinya kan.., tapi itu semua hanya lambang. dan kambali kukuh’i apa yang yakini,karena itu yang paling benar menurut pribadi masing-masing. sekarang kamu kembali ke demak dan laksanakan tugasmu dengan baik. ayahanda hanya bisa menyertai dengan do’a saja.
Sabdopalon pun segera mendekat ke R.patah, dia berkata kepada R.patah akan meminta kembali tanah jawa setelah 500tahun dari sekarang. R.patah pun menyetujuinya.
R.patah pulang ke demak dan Prabu Brawijaya melanjutkan ke Blambangan, dan air yg dibawa malah bertambah wangi
Eyang saya perkirakan janji itu akan terlaksana antara tahun 2035-2040,
Maap sekali lagi. ternyata kalau saya ikut posting selalu dech nyeleneh kemana-mana ga’ jelaZz arahNya.
Matur Nuwon…..Rahayu
sabdopalon orangnya ngemong, yg merasa bisa ngatur nusantara dipersilahkan, tp nampaknya memang betul selama 500 ini semua yg pernah berkuasa kewalahan ngatur negri ini
@ Yuandhane
hahaha,kaga sekalian aja ada Sab,Do,Pa,Lon,Na,Ya,Geng dan Gong,jadi ada 8 orang hehehe……bukannay lebih banyak lebih bagus???.hihiihi……
tapi ada yg lebih parah lagi,di majalah gitu sempet ngebaca bahwa yang mau datang itu namanya sapta palay naya dingdong katanya wakakaka..
Salam Rahayu buat smua kadang di komunitas ini.
Saat ini saya masih ngangsu kaweruh ttg kejawen kaliyan pinisepuh yg tinggal di alas roban batang. dimulai sejak th 1999 s/d skr mengalir apa adanya spt air..dari belajar panca gaib sampe kunci 10 ,dari gn srandil sampe terahkir ritual di candi cetha ( 7 juni 2009 ) ,masih abu2 dgn semua yg terjadi ( msh Oon X hehehe ) hanya kurang lebih 3 bulan terahkir ini tertarik dengan sabdo palon noyo genggong.nyari info di mbah google ketemu banyak versi artikel yg semuanya bermuara di sabdapalonya ( 500th ) namun tetep masih Oon. terahkir kemarin mlm minggu kliwon ( 20 jun 2009 ) saat sarasehan di ketandan batang .disabdo ama p’boss untuk berangkat ber2 dgn kadang dr smg ke jambe limo utk haniti pirso di tempatnya sabda palon noyo genggong dengan posisi ngesti ungkur2an (jadi bingung ama p’boss..kok tahu klo aq baru ngoprek2 SPNG ) rencana siihh brkt sabtu depan 27 juni 2009 krn slain hr sabtu & mgg gak bisa libur, maklum msh jadi buruh swasta …cuma pertanyaanya ada apa dibalik smua misteri itu..??? Mohon doa restu smua temen kadang kejawen di komunitas ini, agar kita smua dapat stitik nur illahi ttg leluhur kita SPNG. sgla kekurangan dlm tulisan mohon maaf . Rahayu..Rahayu..Rahayu..
* Mas Bambang Lipuro
hwhahhah….hahahkakwakakka…!!!
bisa aja mas ini.
kalo kebanyakan yach ga’ pakem doNk !!
wah….pazti yg Sapta palay naya DIngdong ntu orang malaysia yach..!
Mas b lipuro tuh dah cape cerita serius
udah jelas n gamblang.
coba anda renungkan arti nama dari pemimpin kita sekarang.
Susilo Bambang Yudoyono
Budiono
semoga para pemimpin kita sebagai pambukaning gapura menuju kejayaan indonesia.
kate te siape yang di gambar atas itu
lha mau jadi pemimpin pe mim pin apa
emang punya syair lagu
senior apa senyor
soul of abdi in the project of kingdom jawwane lingguho neng singgosono
gowoo keris lengkap sak tanduranmu
terus abdimu bade pun utus pundi sedoyo
Poro sedulur sedoyo ………..!!!
Yang dulu ada kemudian tidak ada lalu ada lagi meskipun ada pengurangan maupun penambahan :
Seperti candi Borobudur, dulu ada lalu tidak ada dan sekarang ada lagi dengan relief yang mungkin berkurang mungkin juga bertambah.
Seperti manusia, contohnya sebelum ada kita tentu ada bapak/Ibu kita, kemudian punya anak yaitu kita, lalu punya cucu yaitu anak – anak kita dst, yang tentunya dengan wajah yang beda namun satu darahdengan Bapak/Ibu sedulur sedoyo.
Seperti Majapahit, dulu ada lalu tidak ada dan mungkin majapahit sekarang ya negara kita ini namun dengan nama yang berbeda INDONESIA.
Seperti Sabdopalon Noyogenggong, dulu ada lalu tidak ada dan mungkin suatu saat entah nanti atau mungkin saat ini sudah ada Sabdopalon Noyogenggong dengan busana dan nama yang lain, siapa yang tau ????
Salam sejahtera rahayu..
untuk Ipunk ya benar ini “Seperti Sabdopalon Noyogenggong, dulu ada lalu tidak ada dan mungkin suatu saat entah nanti atau mungkin saat ini sudah ada Sabdopalon Noyogenggong dengan busana dan nama yang lain, siapa yang tau ????”
yen kepingin ngerti Sabdopalon noyogenggong yo kudu iso ngasatke segoro njlugruke gunung.,,(mengeringkan samudra dan merobohkan gunung) yoiku tumbake bolodewe eh baladewa
Para sedulur merujuk tulisanku 262 & 263 mulai menjadi kenyataan, gorogoro sudah dimulai dari gempa jogja, lapindo, gempa tasik, gempa sumatera dan akan merambat sampai ke tengah dan timur. Gempa, bendungan jebol dan gunung meletus akan terus saut-sautan. Sabdopalon lan Noyogenggong mulai nagih janji.
Para Demit dari dalam lautan naik kedarat makani wong2 kabeh sing orang eling marang urip lan sing gawe urip.
Ayo sedulur mumpung isih ono wektu do mlebuwo marang pera hu.
Bendera telah kami kibarkan. Seluruh keluarga telah berkumpul. Kali ini aku tidak akan main-main. Maka, jadikan hati sebagai penyelamat. Berhati-hatilah, pakailah hati. Terompet perang sesungguhnya, akan aku tiup. Sebentar lagi. Ya, sebentar lagi.
Siapapun di antara kadang di sini yang teranugerahi, akan bisa melihat. Bahwa ramalan akan menjadi kenyataan. Benar-benar akan ditepati. Dengan KuasaNya.
Lihat lah dengan hati. Kami akan menerima yang datang ke gubuk kami. Timur Gunung Lawu, timur bengawan. Berumah seperti pagupon menghadap ke timur. Di situ lah ruh para Pandu Bhumi telah berkumpul kembali.
Datanglah wahai ruh yang diberkati, ke patoman. Cari! Akan kami terima sepenuh hati.
aku ga ngerti cerita sabdo palon…tapi sempet ada ortu yg bacain kitab jayabaya dan wangsit siliwngi….hebat dh ….tapi sekarang aku mau tanya cerita tentang ratu sekar kedaton,eyang dana murti,gan putri tunjung biru…siapa yg bisa jelasin cerita itu yg komplit yh…matur nuwub sebelumnya
Menambahkan tulisan sy 261 s/d 263 di atas.
Dalam kitab Darmogandul, Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar.
Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan, selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan.
Sebelum manusia mengenal agama, keberadaan Semar telah ada di muka bumi. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untuk menjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya, dan jagad raya pada umumnya.
Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini :
Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. Sintên ingkang jumênêng Nata, dados momongan kula. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin, Sang Wiku Manumanasa, Sakutrêm lan Bambang Sakri, run-tumurun ngantos dumugi sapriki, kula momong pikukuh lajêr Jawi, …..
….., dumugi sapriki umur-kula sampun 2.000 langkung 3 taun, momong lajêr Jawi, botên wontên ingkang ewah agamanipun, …..”
(Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini Ratu Dhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Siapa yang bertahta, menjadi asuhan hamba. Mulai dari leluhur paduka dahulu, Sang Wiku Manumanasa, Sakutrem dan Bambang Sakri, turun temurun sampai sekarang, hamba mengasuh keturunan raja-raja Jawa, ….., sampai sekarang ini usia hamba sudah 2.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa, tidak ada yang berubah agamanya, …..”)
Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478.
Saat ini di tahun 2009, berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2.534 tahun. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita, walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya, keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”.
Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi, keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro, mencolo putri”, artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”.
Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”.
Ada 7 orang yg telah diemong oleh Sabdopalon (Semar), yaitu :
1. Resi Manumanasa
2. Sakri
3. Sekutrem
4. Palasara
5. Abiyasa
6. Pandu Dewanata
7. Arjuna
Dalam serat jangka Jayabaya kelak akan hadir kembali setelah 500 tahun sejak jatuhnya Majapahit untuk memberi pelajaran kepada momongannya manusia Jawa (nusantara). Jika dihitung kedatangannya kembali yakni berkisar antara tahun 2005 s/d 2011.
Nama lengkap Sabdopalon (Semar) adalah Eyang Kuncung Lurah Semar Bodronoyo Sekartiningrat berasal dari Karang Tumaritis, Gunung Semeru.
Yang akan dibimbing oleh Sabdopalon (Semar) adalah (nama ghaibnya) JAKA SURYA. Ia juga selalu dipantau oleh pertapa sakti dari Gunung Limo bernama Ki Ageng Tunggul Wulung.
Petuah-petuah Sabdopalon (Semar).
Mengapakah hidup merupakan suatu penderitaan?
Jawaban Sabdopalon (Semar)
Sewaktu manusia lahir ia menanging MEMINTA PERHATIAN orang tuanya, di dunia MENAMBAH BEBAN & KESUSAHAN bagi orang tuanya.
Sewaktu kita telah DEWASA, ia mendapat beban & tanggung jawab, disamping didorong oleh keinginan ke-aku-annya untuk MEMUASKAN hati, dengan memburu waktu & kesempatan.
Setiap hari dijumpainya keinginan diri sendiri yg harus terpuaskan, ia ditantang & menantang, memberi & meminta, dituntut & menuntut, … hingga TAK ADA KEPUASAN HATI.
Pepatah : WONG URIP IKU SUSAH BUNGAH BINGUNG PIYE-PIYE
Maknanya sebelum memiliki sesuatu, orang merasa susah
tetapi setelah memilikinya rasa SENANGNYA berlangsung SEBENTAR
untuk KEMUDIAN HILANG LAGI karena kini DIINGINKANNYA YANG LEBIH.
Wong urip ora gampang diarani gampang ya gampang
diarani susah ya susah. Adapun hidup yang sejati adalah hidup yang direnungkan secara mendalam, karena di dalam hidup yang dicari adalah kebaikan sejati dan letak kebaikan sejati itu adalah pada KEBAHAGIAAN RASA & KEBENARAN.
Maka hidup yang berdasarkan nafsu “MENANGE DEWE”, “BENAR DEWE”, “BUTUHE DEWE” tidak akan membawa orang kepada kebaikan sejati.
Kebahagiaan yang datang dari kepuasan diri belaka adalah kebahagiaan semu.
Lihatlah hati-mu, secara jujur apabila engkau merasa bahagia karena berhasil menjadi kaya & mempunyai nama!
Ketahuilah “NYAWA GADUAN, BANDA SAMPIRAN, semua yang engkau miliki itu hanyalah titipan dari Tuhan bagimu.
Periksalah batinmu & beritahukan apabila engkau BAHAGIA karena BERHASIL MENOLONG SESAMAMU.
Apakah engkau menolong sesamamu hanya karena ia sesamamu?
Apakah engkau menolong sesamamu hanya karena ingin mendapat pujian?
Apakah karena mengharap balas jasa?
Milikilah sikap AMBEG PARAMERTA atau KESEDIAAN UNTUK MENOLONG & MEMBERI YANG MENJADI KEPUNYAANNYA BAGI SIAPA SAJA YANG MEMBUTUHKAN.
Hidup itu disamping menyembah & bertakwa kepada Tuhan harus memiliki 3 hal :
1. Harta/kekayaan
2. Martabat/wirya
3. Pengetahuan/triwinasis
tanpa 3 tsb manusia akan menjadi MISKIN & KERE GLANDANGAN.
Ke-3 syarat tsb harus dimiliki agar engkau DAPAT MENJADI SESAMAMU TANPA PAMRIH.
karena pada hakekatnya mengasihi sesamamu adalah bertakwa kepada Yang Maha Kuasa.
Ada 2 (dua) ungkapan :
1. NGunduh WOHING PAKARTI
bahwa senang susah, baik buruk adalah asil perbuatan kita juga.
2. LEMAH TELES (tanah basah)
Masyarakat adalah tanah yang subur dan apabila kita tanami akan
menyebabkan tanaman itu tumbuh dan berbuah.
Jangan tebarkan bibit penderitaan tapi tebarkan bibit kebaikan.
bersambung ………
Revisi :
Sewaktu manusia lahir ia menanging MEMINTA PERHATIAN orang tuanya
Menjadi :
Sewaktu manusia lahir ia menangis MEMINTA PERHATIAN orang tuanya
kalo saya,ketika terlahir kesini menangs bukan minta perhatian org tua om….tapi terkaget -kaget kena sentuh getaran2 biadab dan beringas jaman ini.
Ini serius … aku minta tolong Kadhang Gantharwa sehubungan ada tugas dari Sabdopalon/Ki Kuncung Semar Bodronoyo Sekartiningrat untuk mencari (karena aku nggak ngerti).
1. Tembakau Warasi, belinya dimana?
2. Sayur Mentereng? itu bahannya apa?
Terima kasih, atas bantuannya.
Percuma nanya di blok ini ….. akhirnya ketemu sendiri.
Alhamdulillah ada temen yg ngasih tahu mengenai Sayur Mentereng, katanya temen sy tahu dari perguruan Bayu Semar Sejati.
Menurutnya sayur Mentereng menunya dibuat dari bunga Turi Putih. Katanya bunga/kembang Turi yang msh pentil namanya WUCANG, kemudian yg belum megar namanya SUMENEP, kemudian yg sudah megar namanya MENTERENG.
Bunga Turi yang belum megar yaitu SUMENEP, nama dan bentuknya hampir mirip dengan senjata khas orang Madura/Sumenep yaitu CLURIT.
Pada waktu jaman dulu, mungkin jaman perang Pangeran Diponegoro untuk menambah semangat perlawanan melawan penjajah Wong Agung/Belanda, maka dibuatlah nyanyian “TURI TURI PUTIH (mungkin maksudnya Clurit) DITANDUR (maksudnya apa?) NING KEBON AGUNG ….”
Jaman dulu kerajaan Madura sangatlah erat mengadakan hubungan bhatin dengan kerajaan Mataram dalam hal mempertahankan utuhnya nusantara. Lihatlah sultan Heru Cakra/P. Diponegoro bapaknya Sultan HB III dan ibunya asal dari Madura. Beliau sendiri menikah dengan putri Abdul Rahman raja Sumenep.
Kenapa Eyang Kuncung Semar Bodronoyo seneng sayur ini? mungkin mengandung makna filosofisnya (sayur Mentereng 7 iket?). Sedangkan suguhan yg lainnya masih sy rahasiakan.
Ciri-ciri akan munculnya jaman peralihan dari jaman kalabendu ke jaman kemakmuran ditandai diantaranya : Gunung Merapi meletus kemudian Jawa-Madura nyambung (jembatan Suromadu), Gempa bumi Jogja dan lain2 ….
saLim…katur sedoyo, saLam pamudji rahayu.
@raden kuswanto:
…bayi menangis sbg awaL penderitaan (lapar haus) menuju penderitaan berikut nya (pikiran). GURU yg mengajarkan sang bayi utk menangis (melepaskan penderitaan), DiA lah yg bisa menjawab pertanyaan dr derita-pemikiran si jabang bayi hingga dewasa…termasuk pertanyaan sampeyan. Selama informasi tsb berasaL dari apa yg disebut “orang”…ya itu gak lebih dari anggapan-katanya.