jump to navigation

SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER 20 Maret 2007

Posted by Gantharwa in Renungan.
trackback

SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER

Oleh: Kyai Pager Rasa 

krishnaarjuna.jpg

Berbicara tentang pengertian dan konsep Sedulur Papat Kalima Pancer adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dalam diri manusia, maka di Gantharwa sendiri juga mengajarkan hal ini. Secara lengkap tentunya tidak bisa diterangkan secara detail kata demi kata. Pada prinsipnya Manusia Jawa yang sejati (Kwalitas) atau setiap manusia mempunyai cita-cita yang utama yaitu Manunggaling Kawula Lan Gusti, walaupun kadang dalam bahasa yang berbeda. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, manusia harus kembali ke asalnya (sebagai pribadi penciptaan awal) atau menjadi manusia seutuhnya, bagaimana manusia menuju menjadi manusia seutuhnya, manusia harus menjadi AJI SAKA. Aji Saka maknanya adalah kaweruh/kesadaran dalam menghargai secara maksimal dengan berperanan utama. (Atau menjadi Raja yang Beperanan Utama). (konsep Aji Saka akan ada materinya. Red).Untuk menjadi Aji Saka, Jawa memiliki dasar, dasar dari Jawa adalah KALIMASADA, atau dalam pewayangan dikatakan, seorang manusia tidak akan mati jika telah memengang Jamus Kalimasada, seperti cerita pewayangan adalah SAMIAJI atau YIDISTIRA, begitu sucinya diceritakan, sehingga darahnya juga putih.Maka Kalimasada banyak sekali menjadi perebutan dan untuk mengerti dan tahu tentang Kalimasada banyak sekali yang telah mencari kemana-mana, bahkan saling berebut dan terjadi perang. Bahkan jaman sekarang pun banyak yang telah salah mentafsirkan Kalimasada, bahkan cenderung ngawur. Kalimasada bisa diartikan juga sebagai Pancasilanya Jawa, karena merupakan dasar untuk semuanya.   Untuk menjelaskan Kalimasada secara tepat maka jawa telah membuat penjelasan yang lebih sederhana atau dibuat semacam miniatur Kalimasada, yaitu resize-of-spkp.JPGSEDULUR PAPAT KALIMA PANCER . Atau bahasa sederhananya adalah Kalimasada mewujudkan diri yang lebih bisa dimengerti manusia menjadi Sedulur Papat Kalima Pancer. Lambang dari Sedulur Papat Kalima Pancer sendiri adalah dalam cerita Bagawa Gita, Arjuna menbawa kereta perang yang ditarik oleh 4 kuda dengan masing-masing membawa sifat warna adalah Hitam, Coklat (Merah), Biru, Putih. Keempat kuda itulah yang di sebut dengan Sedulur Papat, sedangkan Pancernya adalah Arjuna. Namun Sedulur Papat Kalima Pancer tidak hanya unsurnya demikian, masih ada satu unsur, yaitu di samping atas Arjuna adalah Krishna. Krishna inilah yang dilambangkan bahwa Roh (Pancer) kita bersifat Ilahi (Gusti Allah). Maka kalau manusia ingin mencapai cita-citanya, manusia (Pancernya adalah Roh Kita yang bersifat ilahi) harus bekerjasama dengan Sedulur Papatnya dan konsultannya manusia adalah Gusti Allah (memakai pengertian Gusti Allah). Barulah manusia bisa lengkap sampai pada cita-citanya yang sempurna. Banyak dari para pelaku mistikus ingin bisa ketemu dengan Sedulur papatnya, karena ingin sekali untuk ketemu, maka hal yang sering terjadi adalah sering terjadi suatu penyesatan oleh pihak yang memanfaatkan kelemahan dari salah megerti, dan juga kesalahan, atau hayalan dan imaginasi belaka.  Adapun penjelasan dan arti dari Sedulur Papat Kilama Pancer adalah dari Sedulur yang memiliki sifat warna adalah hitam adalah melambangkan sifat KEKUATAN, coklat ibaratnya adalah seperti merah yaitu melambangkan sifat SEMANGAT, biru adalah melambangkan sifat KECERDIKAN, putih adalah melambangkan sifat KESUCIAN. Inilah merupakan sifat dan ciri manusia sejati, yaitu memiliki KEKUATAN, SEMANGAT, KECERDIKAN, KESUCIAN. Dan dikontorl oleh Roh Kita yang sejati (Pancer). Atau Sedulur Papat harus bersatu/manunggal dengan roh kita yang bersifat ilahi, baru dapat berhasil mencapai kemanunggalan dengan Gusti Allah.Sama halnya dengan Arjuna kalau tidak bisa kontrol ke 4 kuda dia akan kalah dalam perang dan bagi manusia kalau tidak bisa kontrol ke 4 sifat/saudaranya dia akan kalah, tidak akan pernah samapi pada cita-citanya. Jika sudah bisa kontrol 4 kuda, Arjuna harus senantiasa seiya sekata dengan Krishna agar selamat sampai akhir perang. Kalau manusia mau selamat, Roh yang sejatinya harus senantiasa memakai pengertian / Kaweruh Gusti Allah.Dan jika ada yang katanya bertemu dengan ke empat sedulurnya, itu merupakan perwujudan saja atau personifikasi dari keempat sifat diri manusia saja. Namun banyak yang menganggap ketemu dengan Roh atau pribadi lain diluar dirinya, yang merupakan empat saudara kita yang mengikuti selama hidup, padahal tidaklah demikian. Pengalaman saya ketemu dengan keempat sedulur adalah keempatnya seperti kita sendiri, wajahnya seperti kita masing-masing, wujud badannya lebih kecil dari badan kita, dan mereka memiliki sifat yang disebut diatas, saat-saat mereka muncul adalah saat kita memasuki meditasi dengan kita telah mengalahkan fisik yang mana kita tidak terpengaruh akan keletihan, kesakitan fisik, atau telah melewati ketahanan fisik kita sendiri. Namun sekali lagi, Sedulur Papat bukanlah Roh (Pribadi) seperti Pancer kita adalah pribadi atau Roh Sejati, mereka hanyalah perwujudan saja.  Inilah sedikit bisa saya sharingkan berhubungan banyaknya pertanyaan mengenai Sedulur Papat Kalima Pancer, ini adalah pemahaman ajaran Jawa yang sangat dalam, memang kelihatan sederhana tapi kalau tidak ada tuntunan banyak yang salah kaprah. Karena telah banyak orang yang tidak mengerti ini dan banyak yang tersesatkan karena ini. Inilah sedikit bagian kecil saja mengenai Sedulur Papapt Kalima Pancer.  

Salam Ganjel 

Komentar»

1. Sudarmanto - 5 April 2007

hayu,,,,hayu,,,,hayu

Sebelumnya mohon maaf bila terjadi perbedaan pendapat….di sini ketika orang berbicara Jamus KalimaSada itu terjadi berbagai versi pemahaman yg berbeda,,, kl dari asal cerita, yaitu Sang Begawan Abiyasa menulis tokoh dalam lakon baratha yudho memang pemegang Jamus ini bukanlah Kurawa, akan tetapi setelah di maenkan oleh sang sutradara ( dalang ) itu terjadi distorsi mengenai pema`na an dari kalimat itu sendiri. Kl dari sisi Ilmu Kesehatan maka sang sutradara akan mengartikan bahwasannya kalimat ini menjadi Kalima Usada:::
Yang berarti lima cara untuk mengobati,,,usada beda dengan kasada
lho, pasti ada kepentingan. Tetapi dari ma`na kalimat tentunya kita akan kembali melihat sejarah pewayangan ini secara “PAKEM” akan kita dengar suluk dari sang dalang secara asli,,,seperti uongnngngngng tan soyo dalu araras sabyor kang lintang kumedep.. titi syonyo wes tengah wengi dst,,,,ingsun bakal miwiti cerito…… makuno loyo,,, karyanane ……….niro.
titik2 di sini sekarang sudah tak kita jumpai lagi kata2…. trus asal dari wayang sendiri dari bangsa india,,,trus kenapa sekarang arti kalimat dsi sini beralih ke ma`na yg bukan aslinya….????
kalau dari pemahaman saya : “kalimo’” : kelima…..”sada” : di gambarkan dengan lidi yg tegak jumlahnya hanya 1, seperti,,,sada lanang,,, ka sada, jadi kl hanya berdasar cerita yg sekarang sudah terjadi berbagai macam kepentingan jadi rancu.
Bagi yg sudah pernah lelaku menemui sedulur papat kalimo pancer…pernah bercerita pada saya bertemu dengan makluk,,,,cm detailnya saya bisa ceritakan secara bebas di sini,,,maaf.
matur nuwun

nuwun

wong ndeso kesa keso

(tidak ada masalah dengan perbedaan pendapat, disini bebas, kami hanya memaparkan yang kami mengerti, diluar itu tidak.. titik dari materi ini tidak membahas Kalimasada, tapi karena ada sedikit diungkap, boleh kami luruskan bahwa banyak dalang yang juga tidak mengerti tentang Kalimasada secara utuh, maka sering diartikan dan dipelesetkan menjadi kalimat lain, seperti yang anda bilang; Kalima Usada, dan lainnya seperti Kalimasahadat, banyak lagi..
Sejarah perwayangan masih dipederbatkan antara orang india belajar ke jawa atau saat orang india datang kejawa membawa perwayangan, karena banyak hal yang berkaitan dengan perwayangan tidak ditemukan di india, demikian salah satunya contoh wayang kulit tidak ada di india. Dalam perwayangan telah banyak kata-kata juga jarang sudah dijumpai seperti, “Suro diro jayaning kang rat, suro brasto cekaping olah darmastuti” dan masih banyak yang hilang lagi.. apalagi mau mengerti artinya, tentu lebih tidak mungkin. maka kita wajib, menjaga kelestarian ajaran asli, bukan malah membuangnya lantaran kepentingan kelompok atau ketidak mengertian. Benar arti Kalimasada, disini bisa kami berikan sedikit maknanya: Kalimasada merupakan uraian dari Jawa itu sendiri berasal dari kata:
Ka artinya: Yang/ka
Lima artinya: Lima (5), (angka 5 sendiri mempunyai arti yang lebih di jawa.)
Sada artinya: lidi/selalu
Jadi, makna Kalimasada adalah Lima dalam Kesatuan
demikian sharing kami secara sederhana. Red)

2. Cantrik Pidak Pejarakan - 23 April 2007

Roko Mas Sudarmanto,
Ketika saya mendengarkan gendhing kutut manggung, maka yang terbayang dalam benak saya adalah suasana ndeso yang damai yang penuh kesederhanaan dan katentreman…itulah pengalaman hidup yang terrekam dalam sanubari…dialam bawah sadar saya.

Gusti Allah iku tan keno kinoyo opo, nanging ono…betapa dalam pencarian itu manusia mempunyai kebebasan untuk meresponse berdasarkan pengalaman hidupnya. Kawruh kalimosodo bebas dipahami dan diuraikan berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing. Di Gantharwo, seperti diuraikan Kadang Sinorowedi Kyai Pager Roso, merupakan kristalisasi sarasehan (soroh=memberi, seh=kasih, saling memberi kasih), adalah ek (e pepet) yang lima, sada=selalu, jadi lima sebagai satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan, selalu-lima. Uraian K-limo-sodo ini digelar dalam berbagai kiasan atau cerita : lahirnya Dasamuko, Pandowo Limo, Sedulur-papat Kalimo Pancer, dll.

Kalau kemudian ada seorang Dhukun atau ahli kesehatan medhar Kalimo-sodo dengan pendekatan kesehatan, itu sangat valid….mohon bisa di share apakah unsur-unsur dalam Kalimo Husodo tersebut..

Nuwun,

3. seorang pencari sejati - 3 Mei 2007

penyusunan kembali cermin yg telah pecah agar manusia bisa meliat kembali konsep asli manusia seutuhnya,bagaimana bentuk hidungnya,bibirnya,telinganya.Penyusunan itu merupakan proses dlm usaha manusia utk kembali padaNYA,berusaha memahami arti hidup sesungguhnya…sedulur papat adalah cermin yg pecah yg akan kita susun menjadi satu kesatuan yg utuh utk menyamakan frekuensinya TUHAN…Dimanakah frekuensi kita? ada pada gelombang manakah kita?

(Analogi yang bagus. Menyamakan Frekuensi. Red)

4. aries - 3 Mei 2007

Mengenai KALIMOSODO, saya pernah mendengar itu sebenarnya bahasa halus dari KALIMAH SYAHADAT, ini pernah saya baca di buku sejarah pewayangan dan para wali songo.
Mengenai DULUR PAPAT KELIMA PANCER, menurut pendapat dan pengalaman saya secara pribadi dan berguryu di daerah jawa timur, itu adalah 4 unsur yaitu API,TANAH,AIR dan ANGIN atau DULUR PAPAT(empat saudara kita) dan ke5 adalah CAHAYA( NUR) atau ROH, jadi secara tubuh adalah sedulur papat dan secara bathin adalah pancer atau roh dengan unsur cahaya.

(Kalimasada sudah ada sebelum Syahadat ada. Red)

5. Y.Hendrayana - 3 Mei 2007

buat mas josie mengenai penyusunan cermin yang pecah, saya kurang setuju nih, hee…, sebab pada diri manusia sudah diciptakan secara sempurna (baca Surat At-tin) jadi bukan menyusun cermin yang pecah. melainkan pembersihan “ruh (atau dengan istilah Qolbu) yang terpendam dari dalam diri Kita itulah Cermin yang “tercemar” oleh Sikap,perilaku, dan gerak hati yang kurang sesuai fitrah manusia.
mengenai konsep sedulur, dari awal saya kurang sependapat. sebab manusia diciptakan sudah sempurna, kok repot hee…,

6. seorang pencari sejati - 3 Mei 2007

he..he..buat mas yan juga…yaaaa maaaapppp…sekali-kali nimbrung boleh kan abis gatal seh buat komentarnya…maklumlah aku bicara apa adanya aja…gitu aja kok repot kang iyan….walah? wah..kangen juga sharing ma temen kuliahku ini..bravo deh kang iyan…

7. sujiatmoko - 3 Mei 2007

Salam …
Boleh kasih komentar ya …. (tapi jangan dibilang nyeleneh ya pak Mod ..he..he…)
Saya setuju dengan pak MOD bahwa Kalimasada sudah ada sebelum kalimah syahadat dengan bahasa Jamus Kalimasada yang selama masa itu dipegang oleh Kiai Semar (menurut kisah pewayangan). Sedangkan Kalimah Syahadat yang dimaksudkan oleh mas Aries adalah suatu cara yang digunakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga dalam menyampaikan misi da’wah Islamiyah dimana pada masa itu beliau melihat bahwa dengan pewayangan (hiburan) mungkin mudah untuk bisa mengerti tentang Islam. Dan masing-masing anggota Walisongo mempunyai cara yang berbeda dalam menyampaikan da’wah ini. Dilihat dari urut kisah yang ada, Kalimasada adalah 5 cara yang bisa ditempuh untuk menyembuhkan penyakit hati (iri, dengki, sombong dll) …. Mungkin pada kadang Gantharwa lebih paham mengenai ini. Sedangkan makna ‘Sedulur Papat Kalimo Pancer’ adalah watak/karakter yang dimunculkan dalam kisah pewayangan dimana Kiai Semar sebagai lingkaran cahaya yang kemudian memecah menjadi 3 bagian (4 bagian termasuk Semar). 3 bagian inilah yang digunakan nama : Gareng, Petruk dan Bagong yang untuk selanjutnya disebut ‘Punakawan’ (pembantu, bukan seperti pembantu rumah tangga loch ya … tapi selalu membantu memberikan saran masukan yang bersifat positif kepada Prabu Kreshna) dimana ketiga bagian ini memiliki watak dan karakter yang berbeda-beda tetapi tetap mendukung ‘Kalimo’ nya. Jadi ‘Sedulur Papat’ adalah para Punakawan ini dan yang ke-5 nya adalah diri Prabu Kreshna dimana dalam hakikatnya Prabu Kreshna ini adalah Ruh manusia yang ditiupkan oleh Allah SWT. Sedangkan yang 4 sifat adalah sifat unsur pendukung yang dimasukkan oleh Allah (Air dan tanah adalah bagian dari Lumpur hitam yang bau (2 unsur), unsur Cahaya (penciptaan malaikat) – 1 unsur dan 1 unsur sisanya adalah Api (penciptaan Jin dan Iblis). Jadi keempat unsur inilah yang dilambangkan oleh para Punakawan ini. Oleh karena itu “manusia akan lebih tinggi derajatnya daripada malaikat jika mampu menundukkan hawa nafsunya (unsure API) dan akan lebih rendah daripada Iblis jika hawa nafsunya menguasainya”.

Ini pendapat dari saya ya pak MOD bukan berarti harus diterima loh ….

Wassalam
ATMO

8. Y.Hendrayana - 3 Mei 2007

Buat Mas Josie lagi ini ada tulisan yang mungkin bisa jadi bahan perenungan mudah2n bermanfaat.

Perjalanan Mencari Yang Haq

Ada dua jalan yang ditempuh orang dalam mencari yang haq dengan masing-masing dalilnya :
1. Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat populer dikalangan sufi, meditator , filosof, teolog)
2. Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.

Pada jalan Pertama, biasanya di lakukan oleh para PENCARI MURNI, mereka belum memiliki panduan tentang tuhan dengan jelas. Dia hanya berfikir dari yang sangat sederhana …yaitu ketika ia melihat sebuah alam tergelar, muncul pemikiran pasti ada yang membuatnya atau ada yang berkuasa dibalik alam ini, … mustahil alam ini ada begitu saja … dan alam merupakan jejak-jejak penciptanya … Dengan filsafat inilah orang akhirnya menemukan kesimpulan bahwa Tuhan itu ada.
Sebagian meditator atau ahli sufi menggunakan pendekatan filsafat ini dalam mencari Tuhan, yaitu tahapan mengenal diri dari segi wilayah-wilayah alam pada dirinya, misalnya mengenali hatinya dan suasananya, pikiran, perasaannya, dan lain-lain sehingga dia bisa membedakan dari mana intuisi itu muncul, … apakah dari fikirannya, dari perasaannya, atau dari luar dirinya…

Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, karena pada tahapan-tahapan wilayah ini manusia sering terjebak pada ‘kegaiban’ yang dia lihat dalam perjalanannya, … yang kadang-kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, karena kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya …. Karena disana dia bisa melihat fenomena / keajaiban alam-alam dan mampu melihat dengan Kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini … akhirnya mudah muncul ‘keakuannya’ bahwa dirinyalah yang paling hebat …akan tetapi jika dia kuat terhadap Tuhan adalah tujuannya, pastilah dia selamat sampai tujuannya…..

Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, karena dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), … ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya ….Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, … karena terlalu lama di dalam mengidentifikasi alam-alam yang akan di laluinya ….

Dalil yang ke dua : adalah melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya …yaitu Yang Maha Dekat, … langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding dalil pertama… Karena dalil pertama banyak dipengaruhi oleh para filosof pada jaman pertengahan dalam hal ini filsafat Yunani. Teologi Kristen dan Hindu telah banyak mempengaruhi filsafat ini. sehingga Al Ghazali gencar mengkritik kaum filosof dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan ide filsafat masa itu yaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan filsafat ….
Al-ghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir TERBALIK, … beliau mengajukan gagasan bahwa ummat islam harus memulai pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan yaitu Tuhan, BUKAN dimulai dari luar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, artinya sangat berbahaya karena di dalam filsafat memulai berfikirnya dari tahapan yang real menuju esensi dibalik semuanya berasal.

Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur’an agar ummat manusia tidak tersesat oleh rekaan-rekaan pikiran yang belum tentu kebenarannya…
Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur’an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah …tidak menunjukkan alam-alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung … karena alam-alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita amat besar…

Mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari Tuhannya .
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Al Qaaf: 16)

Ayat-ayat diatas, mengungkapkan keberadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh. Alqur’an mengungkapkan jawaban secara dimensional dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab: Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku…dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu ….
Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita jika dalam mencari tuhan melalui tahapan terbalik…

Pada tahap pertama beliau nampak alam dan segala kejadian adalah satu bersama Allah SWT. dan pada tahap kedua nampak alam sebagai bayangan Allah; dan pada tahap ke tiga beliau nampak Allah SWT adalah berasingan dari pada segala sesuatu di alam ini.
Kalau hal ini hanya sebatas penjelasan terstruktur kepada muridnya, saya anggap hal ini tidak menjadi persoalan, … akan tetapi jika tahapan-tahapan ini merupakan METODOLOGI dalam mencari tuhan, … saya kira ini BERBAHAYA, karena yang akan berjalan adalah fikirannya atau gagasannya, … yang akhirnya timbul khayalan atau halusinasi.

Di dalam islam memulainya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu yaitu dengan dzikrullah (mengingat Allah), … kemudian kita di perintah langsung mendekati-Nya, karena Allah sudah sangat dekat..tidak perlu anda mencari jauh-jauh melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan ..alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya…cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah … karena orang yang telah berjumpa alam-alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, karena alam disana tidak ada bedanya dengan alam di dunia ini karena semua adalah ciptaan-Nya !!

Akan tetapi jika anda memulai dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara otomatis anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Maka saya setuju dengan dalil yang KEDUA, barang siapa kenal TUHANNYA (ALLAH SWT)maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta-Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam-alam dibawahnya, karena semua berada dalam genggaman-Nya…karena Dia meliputi segala sesuatu …karena Dia ada dimana saja kita ada, … dan Dia sangat dekat.

dan bagi yang tidak kenal Alqur’an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu …karena intuisi itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam-alam tersebut

(Kesimpulan (buat my best Friend Josie Boleh Dong Kalo Saya Menyimpulkan, tapi jangan Diketawain ya:

Islam mengajarkan didalam mencari tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya … hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahwa Allah itu sangat dekat, … atau dengan dalil …barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )
“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda).” (QS : Al Anfaal: 29)

Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum filsafat atau ahli spiritual di luar islam, … karena mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahapan-tahapan alam-alam … Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam-alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah … laa syai’un illallah … laa haula wala quwwata illa billah … tidak ada ilah kecuali Allah … tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, … tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata ….maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita ….

Demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati kita
mudah mudahan saja josie selalu ingat saya,

9. temennya yan - 3 Mei 2007

kang iyan….

Nah lho bukannya sama tuh bahasanya…mas bener kok Tuhan itu ndak jauh Dia deket kok,deket sekali….baiklah saya analogikan ma sebuah pengertian yg kita pernah jalanin pas kuliah telekomunikasi dulu…
Frekuensi…kita tahu kan frekuensi radio? nah kebetulan aku dikit paham tuh ttg frekuensi radio khususnya utk wireless internet. Nah kalo utk berkomunikasi satu sama laen kan butuh adanya koneksi(terhubung),bagaimana caranya bisa berhubungan satu sama laen antara yg namanya transmitter n receiver.Nah kalo di wireless internet( kebetulan dah beberapa kali insatalisasi di lapangan) antara receiver dan transmitter itu harus merupakan garis lurus ndak boleh ada kelok2 sedikit karna ktika ditembakan frekuensi ma transmitter maka receiver harus siap2 menerima.
Nah…saat itu yg dipersiapkan adalah bagaimana si receiver bisa menerima sinyal tsb dgn baek,maka banyak pengetesan yg dibuat dgn mencoba2 arahnya dgn tepat ke sasaran si transmitter mas. Kalo ndak pas kita coba lagi arahnya baik keatas-bawah mo pun samping kiri dan kanan..

mas bilang begini :
1. Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat populer dikalangan sufi, meditator , filosof, teolog)
2. Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.

aku bilang dgn menyamakan frekuensi n pecahan kaca…bukankah hanya pebedaan bahasa mas? mas mengalami pengenalan TUHAN secara islam dan aku sedang dlm proses mengenalnya dgn cara saya sendiri…Kita jaman kuliah dulu pernah berdiskusi ttg ketahudian bukan? Masih ingat kata2 saya….kalo saya berdoa dgn sungguh2mpe air mata dan air hidung keluar bertanya pada TUHAN…” TUHAN… aku datang kepada pencipta alam semesta dan isinya…” apa yg datang setan mas? apa setan berani menjadi TUHAN…apa SANG PENCIPTA itu menolak doa saya?
aku pernah menganalogikan dgn matahari…apa bedanya manusia meliat matahari jika masing individu tingga di hutan,gunung,laut dan padang pasir? perbedaan itu karna
1.lingkungan
2.rasa
3.pikiran
inilah yg aku katakan pencarian melalui cermin yg pecah.Aku hanya mahkkluk terbatas akan apa yg ndak bisa aku bayangkan tp bisa aku rasakan yg merupakan kepuasanku.kenapa harus ada kepuasan? karna aku haus akan DIA..knpa aku haus? karna emang aku butuh DIA..knapa aku butuh DIA..karna aku berasal dan ciptaannya yg mulia spt kata kang iyan. Tapi apa bener aku mulia? bukankah banyak kelemahanku? banyak keterikatanku akan sesuatu yg aku sukai? knapa aku terikat? karna aku menyenanginya…kenapa aku menyenanginya? karna ketidak sadaranku akan DIA …knapa aku ndak sadar?…weleh aku ndak sadar krn aku lagi tidur!!!!

Bagaimana supaya bisa bangun?…itulah dia cermin pecah itu kang iyan…seseorang berusaha meliat kedalam diri agar menjadi suci dihadapanNYA…Mari coba kita selami diri…bukannkah kita banyak ikatan2? coba deh…apa dari sekian menit kita ndak pernah memikirkan sesuatu yg salah? contohnya: SEX…walah inikan menarik ya? liat ce aja pingin kita aja “dating”…itulah cermin pecah itu kang iyan….

Nah bagimana kita mecapai itu…mas iyan mengatakan dgn berzikir..that’s right my man…kalo aku dgn doa mas…doa…itu aja kok repot…

Intinya Tuhan itu bisa dekat dan jauh selama kita dekat apa jauh..ingat lagu..” aku jauh ENGKAU jauh…aku dekat ENGAKU dekat…” itulah ketrikatan kang iyan…

Pengertian kita sebenarnya sama,hanya beda bahasa yg tentunya didasarkan pengalaman masing utk meningkatkan spritual kita..bukan uka!!! bukan uka2 kang iyan….bukan…bukan hal2 gaib…bukan hal supranatural yg menurut kang iyan musyrik walopun musyrik itu bedanya setipis kertas..karna apa? berbicara ttg TUHAN berbicara hati dan iman…yg tentunya ndak bisa pake logika dan otak yg hanya sebesar genggaman tangan…tp lebih ke pengalaman dan pengalaman manusia yg tentunya berbeda satu sama laen…bukankah itu menandakan betapa hebatnya TUHAN itu….

salam buat sobatku….piiiiikkkkkaaaaaccccuuuu……hua..hau..hua…

10. rangga - 3 Mei 2007

kok pada berdebat.yang mau mengerti,mengertilah.yang tidak mau mengerti
yah jangan dipaksa.coba baca artikelnya tentang sedulur papat kalimo pancar.
semua perdebatan ada jawabannya loh.ayo dibaca dan dimengerti.kalau sudah
berarti bagus,kalau belum mengerti dibaca lagi

11. Y.Hendrayana - 4 Mei 2007

temennya josie

wah bagi yang ga mengerti kita , kita dianggapnya berdebat joss, gimana nih, padahal ini lagi sharing. buat mas rangga tks ya

12. Ngabehi Kiduling Mesjid - 4 Mei 2007

Buat mas hendra saya berbahagia dan salut deh ama sampeyan, bisa menyampaikan pengetahuan mas, dengan rinci dan mudah di mengerti.tata bahasanya jg sangat halus ga seperti dulu-dulu ( he he becanda loh).Insya Alloh saya juga satu kendaraan sama penjenengan. Sedikit koreksi mas, dalil lakum dinukum waliyadin tolong dipakai terus dong ,supaya kita tidak terkesan memaksakan kehendak.Ibarat orang sama-sama pakai baju, kita pakai baju warna kuning dan temen2 gantarwa pakai baju warna biru.Perbedaan warna tapi tetap sama-sama baju,kita boleh mengklaim baju kita paling indah,mahal, halus dan begitupun sebaliknya.

13. "Y.Hendrayana" - 4 Mei 2007

Mudah mudahan tambahan tukilan surat ini bisa menjadi perenungan bersama.
mudah mudahan tulisan ini tidak terlalu panjang he….he….
(buat Ikhwanul Muslim, semoga qt ditunjukan pada jalan yang benar)

Mari kita endapkan keterikatan kita terhadap ‘isme’ yang kita miliki sekarang, sebab tidak akan objektif jika hal ini masih anda sandang … karena kebenaran itu akan tetap benar walaupun keluar dari kotoran anjing. (maaf saya tidak bermaksud mengeluarkan keimanan anda). Saya ingin anda melihat sesuatu itu apa adanya, tidak bercampur dengan anggapan / mitos, karena kebenaran itu meliputi segala sesuatu … Tidak ada yang terbebas dari kekuasaan yang maha mutlak. Walaupun saya mengungkapkan dengan kata-kata wahyu dalam alqur’an , saya akan tetap berbicara keuniversalan.

Sebelum kita memasuki kepada persoalan kebenaran MUTLAK, saya akan mengajak anda untuk memperhatikan gejala-gejala yang dialami oleh manusia, mulai dari gejala fisik, anda akan melihat sesuatu yang sama pada diri manusia. Fisik merupakan miniatur alam jagad raya, dimana dia tercipta dari untaian materi yang saling mengikat, bergerak, berevolusi, kemudian tumbuh dan berkembang … . Juga anda perhatikan degup jantung, desah nafas, kedipan mata, yang bergerak bukan kemauan dirinya, semua ada diluar kekuasaan dirinya, itulah kebenaran adanya “kekuasaan” yang meliputi dirinya. Satu hal kebenaran yang bisa dirasakan bersama, baik orang hindu, islam, budha, atau kristen…( Allah meliputi orang-orang kafir ; QS. Al Baqarah:19).

Dari segi kejiwaan, dalam dirinya ada rasa, senang, cinta, bahagia, kebencian, dan kepuasan. Jika kesadaran akan kejiwaannya berkembang maka akan ditemui keistimewaan jiwa yang amat luas, misalnya seorang meditator mampu melihat jarak jauh dengan kekuatan fikiran (telepati), tidak terbakar oleh panasnya api dll, semua nya adalah fenomena yang bisa terjadi kepada siapa saja jika digali dengan latihan kesadaran yang benar … Kebenaran itu juga telah terjadi kepada orang yang tekun melatih kejiwaannya maupun fisik dengan baik, sehingga muncul kekuatan yang timbul seperti mukjizat (jika hal ini terjadi kepada seorang yang terdoktrin dengan suatu agama maka dia akan menyandarkan kekuatan itu kepada apa yang menjadi kepercayaannya)

Seperti halnya orang yang melatih pernafasan dengan baik, ia mengolah energi bioelektrik dalam tubuhnya sehingga mampu memberikan kekuatan yang luar biasa. Tidak heran jika seorang yang telah mahir menghimpun daya elektrik ia mampu memecahkan balok es, mematahkan besi baja, mampu mendeteksi barang yang tersembunyi, tahan pukul benda keras maupun senjata tajam ..dll
Semua itu ada terjadi kepada manusia penganut agama apapun, akan tetapi mereka menyandarkan kekuataan itu kepada apa yang di yakininya … apakah itu kepada Yesus, Hyang Widhi, Tao, Sang Budha, Allah, dewa-dewa, dll, tergantung kepada doktrin kepercayaannya, tetapi pada hakikatnya kekuatan itu ada, tidak bisa dipungkiri.

Pada tatanan fenomena fisik dan psikhis, mungkin kita akan mengalami kesamaan dengan perjalanan meditator..penyembuh, pastor atau pendeta, biksu yang tekun berkonsentrasi kepada apa yang diyakininya (dalam hal ini Tuhan/ dewa-dewa) atau kadang juga sama dengan penggali olah jiwa yang tidak menggunakan pengertian ketuhanan sama sekali … seperti orang-orang yang mengembangkan kekuatan psikologisnya … telepati, hipnotisme dan olah rasa. Pengalaman-pengalaman ini bukanlah penentu sebuah klaim kebenaran agama tertentu, sehingga menganggap agama lain tidak mampu berbuat demikian, … tidak !! Akan tetapi hal ini sebagaimana ilmu-ilmu yang lainnya bersifat universal, seperti perasaan rindu, …cinta…sedih … bahagia … dan ketenangan. Keadaan ini bisa disebut sebagian dari pengalaman perasaan rohani. Yang tidak bisa di klaim sebagai milik orang islam saja, atau orang Kristen … dan yang lain. Banyak pendeta yang berdoa digereja memohon kesembuhan bagi sipenderita sakit parah ia bisa sembuh, … pendeta budha pun demikian, … dan tidak sedikit pula dari kalangan islam yang bukan kyai bisa berdoa untuk yang sakit, iapun bisa sembuh !!

Lalu apakah sebenarnya yang terjadi terhadap mereka ini, sehingga apa yang mereka lakukan tampak tidak ada bedanya walaupun cara mereka berbeda dalam melakukan ritual, … bahkan berbeda kepercayaan ketuhanannya !!

Mungkin akan saya ungkapkan apa yg menjadi pembeda (antara islam (samawi) dengan Agama Ardhi )

(Saat kita berbicara mengenai agama maka kita telah masuk dalam isme, jadi kami rasa untuk pembedaan tentang agama (Samawi dan Ardhi) tidak perlu di tulisan di forum ini, silahkan saudara tulis di mailing list kita. Red)

14. seorang pencari sejati - 4 Mei 2007

hmm…semakin hari semakin menarik topiknya,semuanya karna adanya pandangan thd suatu konsep kebenaran..sebenarnya apa seh kebenaran itu? kebenaran adalah sesuatu yg ndak pasti tp menuju sebuah kepastian.Aku jadi ingat kata2 mbak fitri,mari kita ulang..mbak mohon petunjuknya ya,numpang pengertian mbak fitri dulu neh..

Sebuah rumah ada 5 orang anak, masing -masing Sekolah di SMP 1,SMP 2,SMP 3,SMP 4,SMP 5. lalu masing-maing anak bilang, guru saya paling hebat, matematika, biologi, fisika, adalah yang paling benar diajarkan, pasti hitungan kalian salah. Kalau tidak percaya mari kita tanya pada Bapak Kita, karena Bapak yang suruh saya sekolah disana. Kira-kira bapaknya akan tertawa terbahak-bahak gak.. he..he….he…he…he…

Demikian juga kita,kita sedang sekolah dmna seh?Wah kalo dulu aku sekolah di aceh jadi mungkin “ilmunya” ndak terlalu dalam ttg matematika wong sering perang melulu seh..he..he..he…

Nah semalam aku nonton “loaded weapon” steven seagel.Disitu steven seagel ikut agama budha versi thailand.Nah saat itu steven mo di”santet” kalo bahasa jawa n indonesianya.Saat itu aku tersenyum kalo istilah santet di thailand apa ya? lalu baju steven dicuri ma musuh spy bisa disantet.Nah steven ndak kalah cerdiknya dia minta bantuan “kyai” ato alim ulama setempat.Karna apa dgn kepercayaan steven dlm hatinya agar terbebas dari gangguan setan…intinya “uka2″ utk ganggu steven seagel batal.

Dari pengertian diatas…bukankah dunia ini luas? mungkin steven itu liat matahari di hutan…nah dmana lingkungan kita? padang pasirkah? di gunungkah? di tepi pantaikah? Cara pandangan demikian yg buat kita berbeda namun yakinlah..” Hati kita berbicara…hati dan iman melebihi sebuah kalimat dan ndak terbatas pada lingkungan dmana kita berada”

Kang iyan kan jago mata kuliah Rangkaian listriknya bu wido kan? Nah bukankah jawaban akan suatu pertanyaan itu satu? Tapi cara penyelesaian itu banyak caranya? Heran bukan? Tp berdasarkan pengertian yg kita pelajari dan baca ttg teori2nya..masing2 mahasiswa akan berbeda penyelesaiannya.

Ingat ttg pelajaran Fisikanya pak Amoranto? samakan? jawaban ttp menuju kepastian tp cara penyelesaian berbeda tgt cara pandangnya thd sebuah permasalahan..

Itulah bukti keberadaan TUHAN…

Yg mengerti…mengertilah…

( bener kita ndah berdebat tp sharing…tul tak pren?

15. Y.Hendrayana - 4 Mei 2007

exactly. straight to the mind.
oh ya joss
makan siang yu, laper seharian ngerjain tugas kantor, jangan di bilang jago dong, ada yang lebih jago lagi buktinya saya dulu belajar sama bu wido,hee…

buat mas ngabehi, saya hanya bisa “beristigfar” pujian hanyalah millik Allah SWT.

wassalam

16. marijan - 4 Mei 2007

saya merasakan sangat serunya website ini..auranya warna warni…saya masih melihat aura yang “tidak sewajarnya” semoga diskusi ini menjadi sharing knowledge dan tukar alih pemahaman yg disertai itikad baik..
sambil bermeditasi saya berdoa supaya kekuatan pancasilais selalu di berkahi Tuhan sedangkan kekuatan roh atau manusia yg tidak pancasilais runtuh dan hancur lebur…

salam “kebodohan…”

17. sudarmanto - 11 Mei 2007

Hayu..
Ngapunten sa` derengipun, kawulo amung tiyang ndusun kang tebeh soko ilmu,,,ampun di timbali “roko” to mas “Cantrik Pidak Pejarakan”???????
Masalah “kalimo usodo”…ini cuma fenomena bahasa karangan yang menggandengkan kejadian yang telah ada dengan ungkapan masa lalu yang belum di terjemahkan secara jelas makna dan arti kalimat itersebut. Namun ada penterjemahan kalimat ini secara bebas mempunyai arti yang mendalam dalam berbagai hal, disini memang saya mengungkap secara kedokteran, itu bisa berma`na “upaya untuk sehat dengan lima metode”
Dan mungkin untuk lebih jelasnya, akan saya carikan penulisan saya yang telah lalu. Mungkin karena ingin mengartikan sebuah kalimat dengan berbagai obyek baik yang fisik maupun non fisik/
Ngapunten

Matur sembah nuwun

wong ndeso

18. sudarmanto - 12 Mei 2007

Rahayu

Kagem kakang mas Cantrik
Memang bicara soal gendhing, seolah kita di bawa terbang oleh alunan siter, kendang, maupun suling. Terkadang, perasaan dan fikiran ikut terbawa sampai lupa akan kondisi sedih dan duka.
Waduh oleh PR angel iki, bab “Jamus Kalimo Sodo” yang di jabarkan melalui ilmu kesehatan, yaitu ” Kalimo Usodo “.
Secara detail mungkin sudah lupa, karena saat itu aq nonton pagelaran wayang (seng nanggap wong IDI) jadi sama dalangnya arti kalimat tersebut lebih di jabarkan pada ilmu kesehatan.
“ka=ko”, “li=lo”, ma=mo”, “hu=U”, “sa=so”, “da=do”
Di dalam lambang kesehatan ada gambar ular yang melingkari gelas, dan di situ sang ular meneteskan racun. Di sini racun bisa dijadikan obat, “luka di sembuhkan dengan luka”
ex: Kangker yang di bedah, dilukai baru diambil sakitnya.
Mungkin kalau ketemu catatanku yang telah lalu akan saya kirim lebih jelas mengenai arti “kalimo usodo” ini.
Nyuwun ngapunten radi supe

nuwun

wong ndeso

19. sudarmanto - 12 Mei 2007

Hayu

Mengenai “sedulur papat limo pancer” ini telah banyak versi penafsiran yg berbeda-beda dan kadang sudah mengalami distorsi dari ma`na sesungguhnya, apa yg di maksud oleh orang “Jawa” mengenai tema ini.
Saya di sini mungkin cuma ngasih tahu aja bahwasanya di dalam buku maupun web site laen telah di bahas tentag ini.
Dan orang yang mengerti akan kembaran dirinyapun cara menafsirkan juga ada perbedaan dan kesamaan. Memang 70% mungkin ada persamaan, karena sesuatu…yang jelas tak mungkin di jabarkan dengan perbedaan.
Dan saya kira kadang sedoyo lebih memahami tentang lahire manungso (manunggaling roso), jadi lebih seru memang di bahas agar terjadi interaksi positif sesama kadang.
Matur nuwun

nuwun

wong ndeso

20. Ngestoe Rahardjo - 22 Juni 2007

Yang ini juga minta tolong di-posting-kan ke BeCeKa Saudaraku …

Maaf ngerepotin.

Persaudaraan selalu,
NR.

21. Nata Warga - 22 Juni 2007

Tidak Masalah Pak Ngestoe

Salam Sejati Selalu

22. Gondo Arum - 18 Agustus 2007

Saya ingin cerita sama para kadang….
sekalian refresh lagi pesan Pak Joko buat kita .. Waktu beliau msh ada beberapa kali saya Pak Joko untuk pager rumah …
Sebelum pemagaran dilakukan Pak Joko selalu memberi wejangan pada penghuni rumah yg mau dipagari… dan hal yang tidak pernah terlewatkan beliau selalu mengingatkan keseimbangan dan keselarasan sedulur papat kita …

Sekalian kita refresh lagi memori kita …
Intinya siapapun kita asalkan selalu : bersemangat (kuda merah),kuat(kuda hitam), cerdik/pandai (kuda kuning), dan tulus hati (kuda putih) serta tiap langkah hidup kita selalu dituntun Gusti (pancer) ..

Bayangkan ada orang yang semangat tapi penyakitan badannya gak kuat …gakda gunanya kan? ada orang semangat.. badannya sehat kuat tapi bodo .. ya tulalit .. ada orang semangat .. kuat .. cerdik tp gak tulus.. sama aja boong …

Untuk itu aku mengajak para kadang … juga para pencari kaweruh yang kebetulan singgah di “padepokan kami “.. meskipun mungkin kita blm memahami byk kaweruh, dengan keseimbangan sedulur papat kita… pasti Damai dan Sejahtera untuk-mu untuk-ku dan untuk Negri tercinta ini …

M..E..R..D..E..K..A …!

23. rell - 5 September 2007

teman-teman sekalian mungkin saya ingin ikut sharing mengenai papat kalima pancer.
papat kalima pancer merupakan sebuah wacana yang perlu terus kita gali dan kita renungkan plus bertukar fikiran dengan orang-orang tua kita yang sudah mumpuni baik dari ilmu tahid dan ilmu rasanya.
menurut petunjuknya papat kalima pancer itu pusatnya ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) dan PAPAT-nya adalah unsur-unsur ilahi yang kita sendiri hak untuk mendapatkannya.
karena dengan menggunakan PAPAT itu kita bisa selalu ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai penguasa alam semesta ini.
Papat yang pertama adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.
Papat yang kedua adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.
PAPAT yang ketiga yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.
PAPAT yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).
Semoga Allah mengampuni kedua orang tua kita, keluarga kita, mengampuni kita, dan orang-orang yang mempunyai hak dan kewajiban atas kita yang seiman serta mengampuni sesepuh-sesepuh kita.
Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah kepada kita dan mereka.
Semoga kita dan mereka semua dijadikan golongan dari hamba-hamba Allah yang sholeh.
Semoga Allah selalu memberikan TEMPAT dan JALAN YANG TERBAIK menurut ketentuan Allah dengan Ridho Allah, Rahmat Allah, Syafa’at Rasulullah dari Dunia Sampai Akhirat.

24. thomas - 23 September 2007

boleh ikutan..sama2 belajar dan menurut saya ini sudah masuk kepemahaman tentang ruh,makanya Allah memberi pengetahuan tentang ruh hanya sedikit,karna sangatlah rumit bagi yang belum tahu rahasianya.menurut saya yang dimadsud sedulur 4lima pancer itu adalah unsur manusia itu sendiri,kita punya api,air,angi,dan tanah dan lima nya adalah nurulloh tapi bagaimana caranya bisa mendapatkan nurulloh adalah mengolah salah satu dari unsur 4 itu.mereka bukan sekedar unsur tapi mereka hidup dan wujudnya sama seperti jasad kita masing2 kalu dibahas sangat dalam dan masih banyak yang mesti dijelasin,ini di alquran tidak tercantum tapi karena manusia punya akal insya Allah kita bisa tahu rahasia sebenarnya sebelumnya mohon maaf jika ada salah kata jika ada yang mau berbagi langsung ke email saya saja thomas_titomns@yahoo.com,saya juga masih ingin terus belajar

25. marijan - 23 September 2007

sedulur papat kalimo pancer nya banyak ya versinya…
ya sah sah saja semuanya itu dan supaya bisa menambah khasana “interpretasi” dan menambah pengetahuan…
menurut hemat saya mengenai inti sadulur papat kalimo pancer adalah seperti yang termaktub dalam pengertian jawa…
dan pengertian jawa itu adalah pengertian jawa yang sebenar benarnya…
kawroeh kulo jawi ingkang sejatos…
pengertian saya adalah pengertian jawa yang sebenar benarnya…
toh kalau “dibungkus” dengan bungkusan yg bagus tetap isi aslinya adalah yang asli…

selamat berpetualang…

26. adji digdaja - 23 September 2007

mas marijan,
sama halnya ketika jika kita membahas JIMUS KALIMOSODO…
ada beberapa versi yang menginterpretasikan JIMUS KALIMOSODO..
1. ada yang menginterpretasikan 2 kalimah syahadat
2. ada yang menginterpretasikan lahirnya pancasila
3. ada yang menginterpretasikan tokoh pewayangan pandawa lima
apakah semua nya salah? tentu tidak…karena cara pandang setiap orang tidaklah sama..

hal yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan ISI/makna dari Jamus Kalimosodo…
sebagai orang yang berpengertian jawa yang mendapatkan warisan dari leluhur Jawa, pengertian jamus kalimusodo secara singkat adalah:
istilah jamus kalimosodo terdapat dalam kisah pewayangan baratayudha, suatu jamus/surat yang ada tulisannnya tentang pengertian/kawruh. “barang siapa mendapat kawruh ini ia akan menjadi raja/mempunyai kekuasaan yang besar…
kitab ini dimiliki oleh prabu yudistira(samiaji) yang selalu menang dalam peperangan dan akhirnya masuk surga tanpa kematian…memiliki dalam hal ini adalah bukan saling berebut tetapi saling berebut memiliki makna..
arti Kalimasada terdiri dari beberapa bagian:
Ka= huruf/pengejaan Ka
Lima=angka 5
Sada= lidi/tulang rusuk daun kelapa yang diartikan Selalu
Jadi kelima ini haruslah utuh(selalu 5)…
Kelima unsur kalimasada teridiri dari:
1. KaDonyan(Keduniawian)
ojo ngoyo dateng dunyo yang arti singkatnya adalah jangan mengutamakan hal2 yang bersifat duniawi…kebutuhan duniawi kita kejar tapi jgn diutamakan..
2. Ka Hewanan ( sifat binatang)
ojo tumindak kaya dene hewan, cotoh:asusila. amoral, tidak beretika dll
3. KaRobanan
Ojo ngumbar hawa nafsu yang arti singkatnya jangan memelihra hawa nafsu…nafsu itu harus dikendalikan…
4. Kasetanan
Ojo tumindak sing duduk samestine yang arti singkatnya jangan bertindak yang tidak semestinya
ex: gengsi, sombong( ingin seperti Gusti), menyesatkan, berbuat licik dlll
5. KaTuhanan
artinya kosong
Gusti Allah iku tan keno kinoyo ngopo nanging ono yang artinya Gusti Allah tidak dpat diceritakan secara apapun tapi toh ada…
Gantharwa adalah salah satunya yang diberikan “pusaka” mewarisi warisan dari leluhur Jawa…
Pengertian Asli dari jamus kalimosodo diatas adalah isi murni dari pengertian sebenarnya..setiap orang boleh membungkusnya dengan bungkus apapun tetapi jangan sampai kehilangan makna aslinya…
karena pengertian diatas adalah pengertian sebenarnya dari jamus kalimusodo…

Semoga bermanfaat,
Adji Digdaja

27. Adi - 19 November 2007

Sepertinya kidung ini sesuai dengan topik di atas. Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.
Buat mas Natawarga, sepertinya mas lebih ahli untuk menjelaskan makna kidung. Monggo lho. Matur nuwun.

28. salehos (Red) - 21 November 2007

Bapak/ ibu sekalian
Tentang Sedulur Papat kalimo pancer, merupakan ilustrasi dari pemahaman terhadap hubungan komponen diri terhadap Tuhan. sengaja diciptakan untuk memberi deskripsi tentang perjalanan ruhani manusia mencari Sang Maha Ada. hal tsb bukan sekedar kita maknai saja pada tataran pemahaman istilah tetapi benar-benar harus kita dapati dan temukan jalan Mengenal Tuhan, agar bisa mengenal Tuhan. dari jaman dahulu kala manusia terus-menerus mendiskusikan ttg ketuhanan. Kenapa harus begitu? Tuhan tidak dapat dijangkau dengan akal.

Jalani saja Agama Islam kita secara benar, mulai dari tataran Syariat, Tarikat tuk menuju Hakikat sampai Ma’rifat.
klo ada keraguan ya cari saja sumber2 yg valid yang mu’tabarah..sholat istikharah jika perlu dilakukan setiap hari ba’da maghrib (maaf ini teknis) dan harus ada pada rel Iman, Islam, dan Ikhsan…bagaimana caranya…..Ya cari Ulama2 yang kredible thd ilmu ini, cari ilmu kepada Beliau..banyak kok klo kita niat mencari, klo sekedar hanya berteori ya selesai sampe pada ‘kontepelasi’..hehe (bukan nyalahin diskusi – tp tolong gali, ngaji diri, ngaji laku) buktikan sendiri apa sih sedulur papat kelima pancer itu. klo dah tau pasti diem, ngglenggem dan mawas diri….

thnx and maaf…ga bisa ngasi komentar lg deh….

(Saudara Salehos, terima kasih sharingnya, namun kami melihat pernyataan paragraf 1 tentang: Tuhan tidak dapat dijangkau dengan akal, telah di batasi sendiri dengan paragraf 2 tentang menjalani agama Islam yang jelas karena memakai akal (silahkan di teliti di Al’Quran tentang WAHYU DAN AKAL – IMAN DAN ILMU). Red)

29. Nata Warga - 21 November 2007

Salam Mas Adi
saya sendiri kurang tahu, tapi kalau mau nanti saya bantu carikan artinya…

Salam Sejati

30. Daud Govida - 21 November 2007

Pada Kidung dari Mas Adi, disebutkan bahwa “Saudara Empat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari – ari (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi.
Jelasnya mereka berpusat di setiap manusia. Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya Samar Mati (Takut Mati)! Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari – hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah (air ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya, dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan ahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda) dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa) ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom. Puser (Tali pusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang copot dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat. Dari situlah muncul semboyan ‘Saudara Empat Lima Pusat’

31. marijan - 22 November 2007

sadulur papat kalimo pancer itu asli hasil penggalian dari leluhur jawa bukan dari negara lain apalagi dari arab sono…
untuk mas daud govinda,
apa kaitannya sadulur papat sama talu pusat mas?apakah ada arti filosofi nya?

32. Adi - 22 November 2007

Setahu saya : (1). Kidung yang saya posting pada 19 November 2007 adalah ciptaan dari Walisongo yaitu ciptaan dari Kanjeng Sunan Bonang. (2). Ada beberapa versi penafsiran kidung tersebut. Betul tidak Mas Natawarga/Daud Govinda ? Monggo dikoreksi jika salah. Matur nuwun. :)

33. salehos - 23 November 2007

makasih mas mksd kita adalah dengan akal doank, thanx

34. Nata Warga - 24 November 2007

Salam Mas Adi, Mas Daud, Mbah Marijan

Yang saya tahu memang ajaran kejawen banyak sekali untuk di ekspresikan dalam penyebaran ajaran Islam pada abad itu, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa ajaran Jawa itu berasal dari ajaran Islam. Kita tidak usah bahas mengenai itu sih, kalau di lihat dari sejarah Ajaran JAWA sendiri sudah ada sejak zaman Neolithikum (nah berapa ribu sebelum masehi tuh).

Persisnya kidung tersebut berasal dari mana saya tidak jelas. Tapi sedikit saya bisa jelaskan bahwa penjelasan SPKP sendiri tidak ngampang untuk dijelaskan kalau tidak mengalami sendiri, untuk sederhananya maka di jelaskan secara biologis dari proses jadinya manusia sampai dilahirkan, yang mana kesemua yang bersama manusia baru di jelaskan sebagai SEDULUR, dan itu di terjelmahkan sebagai SPKP, bahkan “sedulur” yang di maksud adalah di anggap Pibadi yang hidup.

Kira-kira itu…

Salam Sejati

35. muslim indonesia - 26 November 2007

assalamualaikum…….

kita sebagai bangsa indonesia yang mayoritas bragama islam mari kita lebih banyak belajar lagi tentang islam hingga kita tidak tersesat dalam memahami arti tuhan….semuanya sudah ada di dalam alquran dan hadiits nabi muhamad saw mari kita berpegang pada 2 kitab ini hingga kita selamat di dunia dan di akherat kelak…mari kita bertakwa kepada allah dan ikuti jalan dari nabi kita…salam keselamatan

36. JALITENG - 26 November 2007

soal-soal moral omong keadilan sarapan pagiku…
“yo ben to!”

37. sanjaya - 26 November 2007

alkisah suatu hari ada seorang pembesar yang begitu dihormati hampir seluruh negeri. Ia mensihati seseorang sebut aja “Danang” yang sedang duduk di bawah pohon duren…karena terlalu lelah.
“Mas…janganlah engkau duduk – duduk di bowah pohon itu, sungguh sedikit kebaikan di dalamnya”..kata pembesar sambil menunjuk pohon tersebut.
“oh iya…terima kasih wahai pembesar…..”, kata Danang.
eh…kebetulan ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan Danang dan Pembesar tanpa melihat apa yang ada di pohon tersebut.(buah duren)..
kebetulan ia sangat menghormati pembesar tersebut, hingga ia menyimpulkan sendiri “oh..ternyata, duduk – duduk di bawah pohon, sungguh sedikit kebaikan di dalamnya..eh ya..itu kan kerjaan pemalas. sungguh arif sang pembesar”..
kemudian, ia segera woro – woro ke penduduk suatu negeri tentang apa yang ia dapat barusan.
lalu, akibat nasihat itu berasal dari seorang pembesar yang begitu dihormati. maka para penduduk negeri itu pun menuruti naseht tersebut demi supaya meresa dekat dengan pembesar.
hingga akhirnya, nasehat pembesar dijadikan rujukan kepada yang anak cucu mereka dan mereka sendiri.
tiba saatnya Danang main – main ke negeri tersebut. ia begitu lelah karena baru saja menempuh perjalanan yang jauh. dan ia memutuskan untuk singgah di bawah pohon yang rindang, POHON RAMBUTAN.
“ah…sejuknya..apalagi, kalo buahnya jatuh…Ha..ha..ha..”, pikir Danang. tapi tiba – tiba, ada seseorang yang menepuk Danang dengan keras…
“Hei..apa jadinya negeri ini, kalo banyak pemalas sepertimu”..sentak orang tersebut kepada Danang.
“apa kau tak lihat, aku sedang istirahat…”, kata Danang kesal.
“Kau dinasihatin malah ngelawan…padahal duduk – duduk di bawah pohon sungguh sedikit kebaikan di dalamnya..janganlah kau sia – sia kan waktumu”, kata orang tersebut membuat Danang gak habis pikir.
“Hah..aku ini lagi lelah, justru banyak kebaikan duduk di bawah pohon rambutan…kalo jatuh rambutannya kan bisa dimakan..”, ucap Danang…
“Apapun pohonnya..tetap sedikit kebaikan di dalamnya”, ketus seseorang tersebut. membuat Danang semakin bingung.
“Hah….apapun pohonnya…kalo pohon jagung, gimana?”
“apapun pohonnya”, kata seorang tersebut.
“Kok bisa??….”, tanya Danang
“Jelas bisa…apa kau tidak pernah dengar, dulu ada pembesar yang sangat kami hormati menasihati seseorang untuk tidak duduk di bawah pohon…karena di dalamnya sedikit kebaikan. apa kau tidak menghormati nasehat pembesar yang terkenal kearifannya di seluruh negeri.apa kau meragukannya.”, ceramah orang tersebut.
“Pembesar….menasihati seperti itu. Bukankah dulu aku juga pernah dinasihati pembesar…kalo gak salah itukan Pohon Duren”, batin Danang.
“tergantung pohonnya dong….kalo pohon duren sih memang benar sedikit kebaikan, tapi kalo pohonnya gak berbahaya ya gak masalah kan…”, balas Danang.
“sungguh sudah pemalas…….gak menghormati nasehat pembesar yang kami hormati lagi…pergi!!! dari kampusng sini”, ketus orang tersebut…..
“Aku jadi bingung…kok bisa ya..Pembesarnya yang gak beres, atau yang dinasihati yang salah tangkap atau ada orang yang memangkap pembicaraan Pembesar dengan orang yang dinasihati yang salah tangkap….perasaan pembesar yang menasihati aku begitu arif, bijaksana dan baik hati….”, pikir Danang sambil ngeloyor pergi karena ini bukan negerinya.
“hey..yang dinasihati sama pembesar berapa orang..?”, tanya Danang dari kejauhan…
“Ya satu…bukankah aku sudah bilang tadi seseorang…”, kata orang yang mengusir Danang.
“memang nasehatnya tuk disampaikan ke seluruh orang juga ??,..hingga kalian juga mengikuti??”, tanya Danang lagi..
“Ah itu mana saya tahu..yang jelas nasehatnya memang benar..duduk – duduk di bawah pohon sedikit kebaikan di dalamnya..enakan duduk di depan komputer..duduk jaga toko..bisa dapat uang”, jawab orang tersebut.
“aneh…yang dinasihati pembesar cuma satu orang…yang menjalankannya banyak orang…..Parah..parah..parah..gak lihat konteksnya lagi..aku yakin Pembesarnya gak salah..dia menasihati tersebut pasti ada alasannya”
“kalo, nasehat tersebut disampaikan ke seseorang dengan maksud ke seluruh orang sih wajar bila banyak yang menjalankannya”,gerutu Danang.

38. pandji hasmorobangun - 26 November 2007

Pada “Kekayon” wayang kulit yang lumrah disebut “Gunungan” ada gambar Macan, Banteng, Monyet dan Burung Merak. Semua itu merupakan perwujudan Saudara Empat yang ada pada manusia. Keempat hewan itu melambangkan empat macam nafsu yaitu: Macan melambangkan nafsu Amarah, Banteng melambangkan nafsu Supiyah, Monyet melambangkan nafsu Aluamah, dan Burung Merak melambangkan nafsu Mutmainah

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)

Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati tulisannya dimulai dari lagu Dhandanggula yang bunyinya sebagai berikut:

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari – ari (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi.
Jelasnya mereka berpusat di setiap manusia. Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya Samar Mati (Takut Mati)! Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari – hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah (air ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya, dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan ahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda) dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa) ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom. Puser (Tali pusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang copot dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat. Dari situlah muncul semboyan ‘Saudara Empat Lima Pusat’

Keempat nafsu yang digambarkan oleh ke empat hewan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja, tentu akan selalu merasa ingin menang sendiri dan selalu ribut/ bertengkar dan akhirnya akan kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, sabar adalah alat untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Supiyah / Keindahan : Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara). Maka dari itu manusia yang terbenam dalam nafsu asmara/ berahi diibaratkan bisa membakar dunia.

Aluamah / Serakah : Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah dan aluamah. Maka dari itu, apabila nafsu tersebut tidak dikendalikan manusia bisa merasa ingin hidup makmur sampai tujuh turunan.

Mutmainah / Keutamaan : Walaupun nafsu ini merupakan keutamaan atau kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga kita sendiri menjadi kekurangan, jelas itu bukan hal yang baik.

Maka dari itu, saudara empat harus diawasi dan diatur agar jangan sampai ngelantur. Manusia diuji agar jangan sampai kalah dengan keempat saudaranya yang lain, yaitu harus selalu menang atas mereka sehingga bisa mengatasinya. Kalau Manusia bisa dikalahkan oleh saudara empat ini, berarti hancurlah dunianya. Sebagai Pusat, manusia harus bisa menjadi pengawas dan menjadi patokan. Benar tidaknya silakan anda yang menilai.

39. marijan - 27 November 2007

mas panji,
yang mas panji terangkan itu adalah penjabaran dari pada NAFSU..
sedangkan sedulur papat itu maknanya jauh lebih luas dari penjabaran yang mas panji uraikan…
tapi kalaupun mau tetep berpatokan pada pengertian itu ya ga jelek juga daripada ngga sama sekali..

salam damai

40. SOHIRIN - 27 November 2007

SIji paPAT JANgkep liMA
dijangkepi lima namung sanga
namung sanga sijine jagat ati
sejati minungkul ing wewaya
(sipat janma-janma manungsa-manungsa jati-jati minulya)

41. Ardiansyah (Red) - 28 November 2007

ajaran Jawa yang sekarang masih saudara-saudara sekalian baca dan kaji itu adalah sebagian dari seluruh ajaran jawa yang relevan dengan Islam. tentunya banyak ajaran2 jawa yang sudah pupus dan usang yang saat ini tidak terdengar untuk dikaji karena dianggap sama sekali tidak relevan. hal ini adalah kewajaran di dalam perkembangan peradaban manusia. termasuk istilah sedulur papat kalima pancer dan cerita pewayangan yg berkembang sampai saat ini. ya begitu saja hidup dan matinya nilai2 budaya itu tergantung pada subjektivitas pelaku sejarah dari jaman bersangkutan. mungkin kalau yang berkembang di Indonesia adalah agama Yahudi, mungkin juga kisah2 dan istilah sedulur papat kelima pancer itu tidak kita dengar sampai saat ini…

manusia tidak sempurna hanya Tuhan saja yang Maha Sempurna…

(Saudara Ardiansyah, benarkah demikian? apakah saudara telah mencicipi sendiri? apakah saudara tahu bahwa dalam Jawa tidak dikenal masuk surga, tapi Kemanunggalan dengan Gusti Pangeran, ini jelas tidak relevan dengan ajaran Islam? Tapi tetap eksis, bahkan dicari ayat-ayat penghubung dari berbagai agama, kami lebih menyebut agama (bukan hanya islam) menonpleng ajaran yang telah ada di Jawa, dan dicarikan ayat-ayat relevansinya. Jadi bukan ajaran Jawa yang direlevansi ke ajaran agama, tapi ajaran agama direlevansi ke ajaran Jawa. Red)

42. Ardiansyah - 30 November 2007

masa di Islam ga kenal Manunggaling Kawula Gusti… yang bener aja….. blajar lagi Islamnya deh….bye bye cari sendiri ya….

43. tata makmur (Red) - 30 November 2007

ardiansyah.. kalau yang you maksud adalah Allah lebih dekat dari urat lehermu, itu bukan manunggal lho.. tapi masih ada jarak..
kalau yang dimaksud para pengasuh disini kayaknya you belum paham ya..
bahwa agar ajaran islam bisa masuk ke jawa, maka islam sendiri beradaptasi.. bukan maksudnya ajaran islam jelek… tapi universal

(That’s Right Brother. Red)

44. marijan - 30 November 2007

inget mas ardiansyah ..
kita sebagai bangsa itu punya yang namanya BUDAYA…
apa itu kebudayaan?kalau gak tau kebangeten banget…
apa itu agama dan apa makna beragama..jangan karena di jejelin kue apem dari kecil maka semua kue yang mas temui di namakan kue apem…!! bahaya mas…
justru karena sudah makan kue apem kita harus cari tau ternyata kue tuh banyak…dan enak enak!!
yang memalukan lagi kalau sedulur papat yang aslinya dari jawa di claim asalnya dari arab…!, apa mas orang ga punya budaya?
apa bedanya anda dengan orang malaysia claim lagu rasa sayang2e itu asal malaysia?
leluhur bangsa indonesia itu berbudaya dan kita mewarisi budaya mereka…
mari kita pertahankan budaya kita jangan malah di gantikan budaya dari negeri tetangga apalagi di ganti dari arab…!!!
salam damai mas!!!

45. pandji hasmorobangun - 2 Desember 2007

mas ardiansyah saya kira mas harus sering belajar dech …ni sebagai saudara satu bagsa aku jasih referansinya (historitas penyebaran islam walisongo) ..penerbit budaya pusaka

46. ardiansyah (Red) - 3 Desember 2007

bapak2 yang terhormat dan pinter2,

pak, bu…sapa bilang kalau istilah2 jawa itu berasal dari Arab, saya sama sekali tidak bilang gitu….saya hanya bilang relevan dengan Islam.. ITU SAJA..klo masalah ‘asal-muasal’ saya ga perduli dari Jawa kek…sunda kek…Islam kek…hindu kek….bahwa istilah dan ketersambungan pemahaman itu antara budaya dan agama itu sampai sekarang. bapak Editor tolong jangan memojokkan saya, saya tidak bersebrangan dengan anda2 semua…bahwa yang saya maksud begini…si A ngomong bahwa warna daun pisang adalah hijau..sementara si B (karena berasal dari Madura) ngomong warna daun pisang adalah Biru (biruh-deun-bhs. Madura tuh) tapi keduanya relevan…karena yang dimaksud adalah daun yang sama. yang saya tegaskan bahwa pemahaman Agama (ingat ni pemahaman agama-bukan agama, nanti ada yang komentarin lagi deh) dan budaya itu asalnya sama….sama sama dari telusur pikir lahir batin manusia sesuai dengan keterbatasannya…BAHWA HAL2 YANG RELEVAN2 PASTI BISA BERJALAN BERIRINGAN BAHKAN SALING MENGUATKAN…

anda2 semua ndak usa dan ndak perlu nge-tes2 mana yang paling benar…karena belum tentu anda bisa memahaminya setelah dites berkali2 karena kebenaran yang hakiki adalah Tuhan Yang Maha Esa.

UNTUK MASALAH INI SAJA (karena ngomong budaya dan agama)—-kita ini jangan berpikir sempit bahwa kita orang Arab, Indonesia, Jawa, sunda, madura, cina, dll..KITA INI MANUSIA…kita jadi jawa, indonesia, arab, cina karena kita manusia, kalau bukan manusia mungkin kita hanya bisa jadi varietas. jadi diskusi budaya peradaban manusia, semangat kita ini adalah berpikir bagaimana sih perkembangan masa lalu,sekarang dan masa depan spesies kita ..ndak usah terpancing dengan semangat primodialisme kebangsaan. contoh seperti kita menanggapi masalah issue global warming…

tuk bapak mansyur…saya mau tanya? siapa yang bilang deket2 itu dan jarak2 segala…apa saya udah masuk ke ‘wilayah’ pembahasan itu… saya sama sekali tidak menyentuhnya… klo bapak mau ngangkat masalah itu ya silahkan…saya hanya komentar ….masa’ saudara2 tidak kenal perspektif manunggaling kawulo gusti dalam Islam…bagai mana tentang konsep “Innalillahi wa Inna Ilahi Rojiun”…itu aja gampangnya…. sapa juga yg ngomong Kholik dan Mahluk jadi satu..Kholiq ya Kholik..makhluk ya makhluk… oke saya tunggu komentar2 bapak2 yang jenius …sekalian

(Saudara Ardiansyah, kami tidak memojokkan saudara, tapi kami ingin mengajak saudara sama-sama mendalami. Seperti tulisan saudara lagi tentang “Innalillahi wa Inna Ilahi Rojiun”, itu tidak sama dengan Manunggaling Kawula Lan Gusti yang dimaksud ajaran Jawa, tapi kalau itu pendapat saudara ya, tidak masalah. Sebagai gambaran, “Innalillahi wa Inna Ilahi Rojiun” salam konsep ajaran Jawa ada pada HANACARAKA, apakah saudara sudah mengenal konsep HANACARAKA, kalau sudah syukur, berarti saudara sudah lebih paham, kalau belum sebagai gambaran silahkan baca materi HANACARAKA dalam web kami. Red)

47. adji digdaja - 4 Desember 2007

satuju mas ardiansyah, kalau kata orang sunda bilang….
seperti yang mas kutip…:UNTUK MASALAH INI SAJA (karena ngomong budaya dan agama)—-kita ini jangan berpikir sempit bahwa kita orang Arab, Indonesia, Jawa, sunda, madura, cina, dll..KITA INI MANUSIA…
sudah cukup terjelaskan…makanya kita sebagai manusia jangan mudah di kotak2an apalagi SAMA AGAMA… :)

48. Adi - 4 Desember 2007

Buat mas Marijan, 30 November. Antara budaya Arab dan ajaran agama Islam sepertinya jauh berbeda. Contoh budaya Arab, misal : tari perut, hidup nomaden di padang pasir, dll. Sedangkan ajaran agama Islam kan berbeda. Jangan dicampur baur antara budaya Arab dengan ajaran Agama Islam yg murni bersumber pada Al Qur’an. Buat saya sich gak usah membeda-bedakan orang Jawa, orang Arab, orang Eropa, orang China yang penting liat aja tingkah laku orang tersebut sehari-hari, apakah memiliki akhlakul karimah atau tidak; mau harmoni/selaras dgn alam & sesama mahluk hidup atau tidak; adigang adigung adiguna atau tidak. Jangan digebyah uyah seseorang pasti jahat karena dari budaya anu misalnya. Manusia diciptakan Gusti Allah SWT dalam bangsa berbeda-beda untuk saling mengenal, saling melengkapi, saling melindungi. Setahu saya konsep istilah nama sedulur papat berasal dari Jawa. Sedangkan kue apem, nama istilahnya berasal dari af’um = pengampun dari bahasa Arab (kalo gak salah dulu berasal dari perayaan Ya Qowiyyu di daerah Klaten, Jogja, peninggalan jaman Ki Ageng Gribig). Sebelum itu mungkin saja jauh sebelumnya kue apem udah ada tapi tidak dgn sebutan istilah kue “apem”. Maaf, kalo ada salah kata. Saya cuma pemula dan masih harus banyak belajar. Matur nuwun. Adi.

49. marijan - 5 Desember 2007

untuk mas adi,
saya tidak menyamakan ARAB dengan ISLAM lho..
sepertinya anda seperti orang yang kebakaran jenggot…

50. Adi - 5 Desember 2007

Buat mas Marijan, 5 Des. Saya tidak kebakaran jenggot kok. :) Saya seh santai aja. Lagipula saya bukan orang Arab, tapi orang Indonesia. Coba yuk kita baca lagi sama-sama komentar mas marijan terhadap mas Ardiansyah : 1. “Apa mas orang ga punya budaya?” 2. Rasa-rasanya agak sulit membayangkan penjaga gunung Merapi, Ki Surakso Hargo alias Mbah Marijan yang asli, berbicara seperti itu terhadap teman diskusinya. Beliau itu lemah lembut kok, mas. 3. Terus mosok sih menyamakan mas Ardiansyah dgn orang Malaysia yg udah jelas-jelas ngaku-ngaku reog ponorogo, angklung dll. Mas ardiansyah kan orang indonesia juga kan? Saya belum kenal dia lho, tapi kok ngerasa kacian juga ama dia. 4. Belum pemakaian kata dgn “huruf kapital semua” dan “tanda seru berkali-kali”, bisa dihitung sendiri tho? Jadi yang kebakaran jenggot itu siapa ya? :) Mohon maaf sedalam-dalamnya, nuwun sewu, bila ada salah kata ya, buat mas Marijan yang pintar dan sabar. Peace . . . . Peace . . . . Peace . . . . .

51. marijan - 5 Desember 2007

heheheh syukur kalau mas adi nggak kebakaran jengot, karena feeling saya mas ngga jenggotan…he…3x.
syukur juga mas adi menyadari perlunya statement: Lagipula saya bukan orang Arab, fokus saya adalah cinta bangsa indonesia, melestarikan budaya bangsa.
saya pribadi jujur sebel aja sama orang yang tidak punya pengetahuan tentang budaya dan tradisi bangsa…padahal sebagai contoh aksara jawa ini diajarkan sewaktu saya SD, coba bayangkan kalau yg diajarkan saja kita lupa…mau di bawa kemana bangsa ini?
oke mas adi yang cerdas…mari kita lestarikan budaya jawa ya..jangan di ganti sama budaya lain….apalagi sama budaya ARAB!!!

52. ahmad diko arianto (Red) - 5 Desember 2007

Konsep Hanacaraka selaras dengan konsep Innalillahi Wa inna ilaihi rojiun, itu mksd bapak pengasuh menanggapi ardiansyah? jadi konsep Manunggaling kawulo gusti tidak tepat apabila dibandingkan dengan Innalilahi wa ina ilaihi rojiun (IWIIR) ? gitu kan?

padahal klo diteliti sih antara konsepsi manunggaling kawulo gusti (MKG) dengan konsepsi hanacaraka (HNCRK) adalah seide…

artinya MKG -> HNCRK => IWIIR …ya gitu lah logika matematikanya kira2..makasih pak

(Saudara Ahmad, betul itu untuk menanggapi Ardiansyah, memang tidak tepat, bukan se-ide tapi adalah “melalui”, artinya dengan Hanacaraka kita akan mencapai MKLG, atau dengan konsep IWIIR kita akan mencapai MKLG, bukan IWIIR adalah/sama dengan MKLG. Red)

53. marijan - 6 Desember 2007

Coba kita runut pakai bahasa indonesia biar gampang ngerti ya brur…
1.Manunggaling kawula dan Gusti = bersatunya hamba dan Pencipta
2.Hanacaraka = Adanya utusan
3.Innalillahi Wa inna ilaihi rojiun = Asalnya dari Tuhan, Kembali ke Tuhan

Ketiganya berbeda konsep tapi mempunyai benang merah.
untuk mas ahmad diko arianto yang pinter, anda memakai logika matematika yang Ngawur, apa ada arti matematika tanda panah itu?bisa tolong di jelaskan?

54. Ardiansyah - 6 Desember 2007

pak, bu, gimana tuh konsep2 kok pake algoritma segala :) sampe nanti deh kita analisa dulu jawaban2 bapak sekalian ok saya lagi sibuk neh….

55. ahmad diko arianto - 7 Desember 2007

notasi mah boleh apa aja..yang penting mah logikanya brur, jangan berkutat di syariat melulu, brur marijan…kerdil namanya

56. marijan - 7 Desember 2007

ya terus logikanya seperti apa toh mas ahmad yang pinter? ga malu sama nama depan,, :D

57. gondo arum - 8 Desember 2007

Ndak mudah lho menuangkan isi hati dan pikiran melalui kata2
kayanya sih ada beda gaya bahasa doang nih…
Makin sering melihat dan belajar dr kacamata orang lain, lama kelamaan kita makin lihai menangkap makna ungkapan orang lain…
Seru juga…
Hayo lanjut diskusinya tapi maem ‘kue’-nya jangan sambil cakar2an ya…hehehe ..

58. Ngabehi k.m - 9 Desember 2007

Ajaran sedulur papat kelima pancer memang 100 persen dari jawa kok, dan bagi yang beragama islam pun sebetulnya di alquran di singgung sebanya 2 kali, tapi sayang kayaknya orang islam banyak yang alergi bila berhadapan dengan ayat2 yang berbau metafisika, takut di bilang bid’ah, khurafat atau tahayul dsb.Dari segi penyampaian dalam ajaran islam yang kita kenal selama ini , juga saya rasa kurang tepat karena ditekankan kalau setiap manusia dikawal malaikat2 yang siap mengawasi kita, jadi timbulnya kita ketakutan karena merasa terawasi terus menerus timbulnya cuma mental pekerja aliyas ndak tulus, lain dengan falsafah jawa yang mengenalkan konsep sedulur papat itu sebagai saudara kita yang siap menjaga, melindungi dan membantu kita, tentu saja dalam konteks selama kita berada dalam kebenaran, maka dalam konsep ini yang timbul dari diri manusia adalah perasaan tentram dan aman, sentosa bukan terhantui ketakutan seumur hidup.Kalau masih ada yang ga percaya ya coba berusaha temui tuh saudara2 nya.

59. siliwangi - 9 Desember 2007

Mas Ngabehi mohon maaf hanya ingin komentar dikit…….
sesungguhnya mengenai keberadaan kedua malaikat ini sudah final dalam artian setiap manusia ada malaikat pendamping yang akan mencatat segala amal perbuatan kita, baik maupun yang buruk. justru seharusnya dengan adanya berita tersebut kita lebih waspada karena apa yang kita lakukan didunia ini semua ada catatannya dan saksinya yang akan dijadikan bukti kepada kita di hari pembalasan nanti. inilah yang disebut tidak ada sedikitpun kesalahan yang bisa lepas dari Hukum Allah walaupun kesalahan sekecil biji zahroh dan semua ada catatannya.
jadi Hikmahnya kita jadi mawas diri tidak bisa seenaknya berbuat karena semuanya akan ada pertanggungjawabannya di Yaumil Akhir nanti.
dan mengenai masalah Sedulur Papat Kelima Pancer itu juga hanyalah bentuk dari pencarian akan kesejatian mungkin menurut versi kejawen begini dan menurut versi islam begitu bahkan mungkin juga didalam ajaran agama lainpun ada mengenai masalah ini hanya saja penjabarannya saja yang berbeda akan tetapi semuanya bermuara pada satu titik yang sama yaitu kesejatian diri.
tinggal penjabarannya saja dari masing masing aliran bagaimana mengolahnya agar tujuan yang sebenarnya mengenal sedulur papat bisa dicapai.

Salam Hangat buat Mas Ngabehi K.M
dan Kadang Gantharwa semuanya.

60. Ngabehi Kidulingmesjid - 9 Desember 2007

Salam hangat juga mas Siliwangi.
Yang saya kritik bukan ajarannya mas, tetapi cara penyampaian ajaran kepada umat, bukankah dalam islam yang kita kenal selama ini lebih cenderung dogmatis.Kalau boleh saya pakai istilah arab, bagaimana kalau saya tambahkan yang mengawal manusia itu ada 4 malaikat yaitu Jibril, Mikail, Izrail dan Mikail.

61. Ngabehi Kidulingmesjid - 9 Desember 2007

Revisi:
Jibril, Mikail, Izrail dan Isrofil

62. siliwangi - 9 Desember 2007

Mas Ngabehi..tidak semua umat Islam itu mengerti akan makna dan arti islam itu yang sesungguhnya jadi bagi saya tidak ada yang harus disalahkan murid mendapat informasi dari guru dan guru mendapatkan informasi dari gurunya lagi jadi kalau dari pangkalnya sudah salah pemahaman akan Islam maka apalagi pemahaman ditingkat bawah mungkin bisa lebih parah lagi.
yang ada sekarang adalah Islam itu hanya untuk bahan Bacaan, al-Qur’an itu hanya dibaca saja bukan untuk direnungi atau dipikirkan maksud dan tujuannya.
Al Qur’an hanya dipakai untuk menyerang dan mengkritik orang lain
seolah2x yang mengkritik itu paling benar dan paling tahu akan kandungan AL Qur’an dan Hukum Allah dimuka bumi ini padahal kenyataannya belum tentu.
kalau dikejar memakai ilmu Hakekat maka yang mengawal manusia itu sebenarnya banyak bukan hanya yang Empat itu saja.
saya yakin Mas Ngabehi ngerti maksud saya.

salam

63. Ngabehi Kidulingmesjid - 9 Desember 2007

Siiip Mas, Trimakasih, Makin mencerahkan.

64. marijan - 10 Desember 2007

keberadaan malaikat menurut saya tidak ada kaitannya sama sadulur papat kalimopancer mas…

65. marijan - 10 Desember 2007

menurut saya ga ada kaitannya antara malaikat dan sedulur papat kalimopancer

66. nona wisnu wardhani - 11 Desember 2007

gue setuju mas mari….jan

67. ahmad diko arianto - 11 Desember 2007

gw ga setuju mas/mbak…nona wisnu

68. lingga - 11 Desember 2007

aku rek punya, pemahaman kayak iki mas…

ndik cino..wees ono.. sun gokong, wuching, patkai, biksu thong..mas ojo guyu…durung finish iki..hehe

aku iki ndak onok roso ngrendahno yoo..iki ilmu..sakti paling sakti ndik jagat..musuh Indonesia iku kalah karo iki…

ojo berat-berat mas…aku iku pengen guyu kowe-kowe..guyu…

sun gokong lambang prawiro…yen ono musuh..hajar karo sungokong..

patkai iku rak aku mas…aku pengen kowe-kowe iki guyu..guyu mas..
cerdik karo tambah licik wae mas…ngerti yoo..guyu manee..

wuching iku kayak semangat mas…pokoke bakti ku …kerja,kerja,kerja..saiklasku..

biksu thong iku karo ksucian mas…kawicaksanaan..

knapa biksu thong itu tidak pernah capek dalam mengatakan suatu kebijaksanaan..
yo ono kuda putih iku mas…

kuda putih iku sopo yo..aku ga ro..tapi aku ro..
ia sang saksi, ia yang mmbuat ssuatu kebijaksanaan menjadi tidak kenal lelah..
ia adalah..berat mengatakan..aku.mengakui aku..

aku seekor kuda, aku sebuah tanaman, aku sebuah rasa..
puji Sang Hyang Esa..

kau adalah semua di dunia..
jujur aku tertawa..menghina aku sendiri…
menjadi suatu arti…

bahwa keserakahan, kemarahan, kecemburuan, kenafsuan, keirian, kemunafikan, kemalasan..lust, gluttony, envy, greed,sloth,wrath, pride..

adalah sang aku..aku pribadi adalah raja hina…
karena aku menguasainya sebagai senjata…sekali kau berkata aku tau kelemahanmu…
bahwa kau membenci semua aku…

selamat rasamu menjadi benci…
aku adalah segala takutmu..aku adalah sebuah iblis..bahwa pasukan ku berusaha mengalahkan semua rasamu…
bahwa kamu tidak ada apa-apanya , karena kamu mempercayai sebuah isu…

ini sebuah ujian bahwa kau dibawahku…
hahahahaha…
tapi selama kau tidak mengakui ku..selamanya kau dibawahku…

wess blajar mas…

kata damai tidak ada sebelum ada perang…
damai ada setelah perang…
mas, mas iso kuwe selamat saking neraka iki…

69. nona wisnu wardhani - 12 Desember 2007

urusan lu……………ahmad diko arianto

70. lingga - 14 Desember 2007

aku ono critoo…
sajujurne aku…ga pernah maksudd..membunuh…

wiss..iku..moksaa…
aku iku karo kuwe…podo…
aku moco buku…”mencari makam Tuhan”..karya Muhammad Amin…

yang penting iki mass…sampean bingung…sopo iku SIWA…
pelebur mass…kebebasan iki…perang-perang…

moral sampean-sampean anak-anak ibu…njih ibu pertiwi…
mas-mas akeeehh ono..agama kafir..agama hala..agama suci…
Indonesia iki hancur karo agama…
benci aku karo agama…benci-sabenci-benciku karo moral umat…

iki ga oleh iku ga oleh…
pasukanku weess jalaan…sing ga ro karo agama masing-masing…berlindung karo agama..tapi ga ro bunuh sana – bunuh sini..sampeaan bikin sedih ibu..tapi ibu hanya bisa nangis-nangis mas..

ibu ora pingin agama ga onok morale…ngomong ae sila pertama..tapi ga pernah dadi orang beradab…

ngomong orang islam…sholat ga pernah..wess onok ga islam dibunuh…waduuhh gustii…
wess ora popo…skali lagi ora popo..dunia iki ga ndek kene waee…

aku brdoa karo alam semesta…ibu aku ro ibu sedih anak ibu saling bunuh…tapi smoga dengan segala kerendahan hati..mohon ibu berikan tempat bagi mereka yang telah disemblih karo hewan-hewan iku…bapak-bapak di langit…panaskan semua rasa…bahwa kiamat akan ada dan selalu ada…sampai semua orang ngroso..ning ibu iki sedih-sedih…

ibu berkata..nak-nak sudah sudah…ga usah gitu lagi ya…
njih sampean-sampean iki..ndue madu ga pernah diberikan…
semua perlu madu..ilmu wesss tinggii..sabar yoo…sabda palon wess slesei…

pak-pak balik..ga usah terang-terang..paness..

opo ibu dieeeeeemmm..waeee…aku boseeen iki..orang-orang podo kaliyuga…wess jarno aeee wesss…
meneng yooo…sholato, smbahyangngo, hari minggu ingetno iku saudara sampeaann, ora popo caru hewan..ndek kene hewan hewan iku dadi kalian..slamatkan duniaa…wess tenang iku …
gadis-gadis ga usah takut yooo…aman..

aku ngerriiii mass..
aku tak sembahyang dulu..
om santi-santi-santi om

71. lingga - 16 Desember 2007

persambahan hamba nista…
sadulur papat kalimo pancer..

pancer kaping siki…manuso..
pancer kaping kalih..sodaraku koe ga onok otak..tapi kowe berguna..aku manuso mengaggapmu sodaraku…tapi kowe ga perlu nanya…knopo aku manuso ga iso makan sapi…wess ono…aku berdoa smoga koe damai slalu…
pancer kaping tigo…sodaraku koe karo padi…ga ada kue..aku manuso ga iso idup…kue ditebangi kowe ga marah…aku manuso sujatine …marah karo sodaraku…aku tak nyiram koe setiap hari..setiap saat..setiap waktu doaku untuk koe..
pancer kaping empat…koe sang kasat moto…koe slalu ngingetin aku..wesss sembahyang mass…awass ga sembahyang…
pancer kaping limo…damai damai damai..

om santi santi santi om

72. Ki PETIR - 16 Desember 2007

Apapun pengertian Sedulur papat Lima Pancer semuanya tergantung dari tingkat kepahaman, wawasan seseorang, asal Positif demi mencapai tingkat keimanan pada sang Pencipta,

Jika boleh saya ikut memberikan wawasan lain tentang Sedulur Papat Limo Pancer yang lebih Ilmiah , Natural dan bisa diterima berbagai kalangan , etnis , agama dan suku apapun.

kadang leleluhur kita tidak begitu transparan memeberikan petuah-2 nya. sehingga banyak salah jalan dan presepsi untuk mencapai kemanunggalan seseorang dengan sedulurnya. sehingga yang terjadi justru kelebihan2 yang seakan-2 telah menyatunya diri seseorang dengan sedulurnya. dan banyak disekitar kita seseorang yang sudah mencapai panyatuan diri dengan sedulurnya yang istilahnya LIMO DADI SIJI memiliki kemampuan , kelebihan yang tidak sedikit digunakan untuk mendukung kegiatan negatif. ( santet, tenung,melet, penyalahgunaan kemampuan kelinuwehannya).

Sebenarnya sedulur Papat Limo Pancer yaitu PANCA INDRA kita.
1. Telinga 2. Mulut 3. Hidung 4. Mata dan 5. Hati.

Siapapun mereka , agama, suku,etnis, golongan dan kalangan apapun jika bisa mengkondisikan Ke 4 Indra itu di maksimalkan untuk selalu kegiatan yang positif kemudian di ikat dengan HATI gak akan mustahil akan menyatu dengan sendirinya LIMO DADI SIJI ,

ini pengalaman dari teman-2 yang sekarang selalu diskusi tentang kehidupan di padepokan Jambu Klampok , tidak heran mereka bisa Menerawang, mengusir bahkan memusnahkan penghuni-2 Alam yang merusak tatanan Alam. tanpa harus menyiksa Raga ( Bertapa, puasa, wirid jutaan, melekan dll) semuanya cukup dilakukan dengan selalu mencari nilai PLUS setiap kegiatan sehari-2nya. dengan sendirinya SEDULUR PAPAT LIMO PANCER akan selalu hadir disaat kita membutuhkan…..

mau gabung …… datang aja ke padepokan jambu klampok………atau klik http://chirasurabaya.indonetwork.co.id/
kita bisa sharing,,,, tentang penyembuhan , mencari jati diri tanpa susah harus menyiksa Jiwa dan Raga kita

73. lingga - 18 Desember 2007

sesungguhnya manusia itu sempurna seperti apa adanya manusia itu..jika kesalahan telah diperbuat, maka dengan baktinya ia yang mepersalahkan dirinya , bisa menggunakan sabdo , bayoe, idep, menjadi suatu kebenaran dari kesalahan trersbut sehingga air surga menyegarkannya pada setiap langit yang turun..dan sesungghnya itulah ia adalah berkah terhadap doa-doa yang ia panjatkan hanya untuk keKhalikan seorang manusia yang tidak sempurna.

74. Adyan - 29 Desember 2007

Salam buat saudara2x,
Saya sebagai orang yg belum Paham ttg Sadulur Papat Kalimah Pancer jadi penasaran. apakah ada diantara saudara-saudara yg bisa menujukan guru yg bisa mbabar dan menunjukann jalan bertemu dgn Sadulur Papat Kalimah Pancer ?
mohon dapat di infokan ke –> adyan712000@yahoo.com
Terimakasih banyak

Salam

Wy

75. Tedjo Widagdo - 11 Februari 2008

Rahayu sagung dumadi

Menurut pendapat saya bahwasannya “Sedulur papat kalima pancer”
sangatlah tepat digambarkan dengan Kereta Kencana dengan ditarik oleh 4 ekor kuda dengan seorang Sais/Kusir serta seorang pengedara (penumpang) yang kesemuanya itu melambangkan wujud seorang manusia JAWA.
Kereta Kencana berikut 4 ekor kuda dengan Sais / Kusir beserta penumpang itu melambangkan badan / tubuh kita sendiri secara utuh.
Seorang Sais atau Kusir itulah yang disebut pancer atau Roh sejati kita yang bertindak sebagai pengendali, pengarah dan juga untuk memerintahkan kepada 4 kuda tersebut ;
Sedangkan seorang penumpang / pengendara itu adalah melambangkan seorang sosok pembimbing, penasehat dari si Kusir/Sais tersebut atau dapat disebut sebagai Guru Sejati dari si Kusir tadi seperti Dewa Rucinya Bima, Wisnunya Kresna, Bapanya Jesus, Allahnya Ahmad, Romo Jatinya Ajisaka.
Sedangkan 4 ekor kuda tersebut masing-masing adalah melambangkan 4 nafsu yang dimiliki seorang kusir/sais tadi atau diri kita antara lain :
1. Kuda warna hitam melambangkan nafsu Aluamah pada diri kita, tempatnya di lambung / perut dengan sifat atau pembawaan merasa lapar, haus dll.
2. Kuda warna merah/Coklat melambangkan nafsu Amarah yang ada pada diri kita, tempatnya di telinga
3. Kuda warna Kuning melambangkan nafsu Sopiah yang ada pada diri kita, tempatnya di mata yang pembawaanya menginginkan sesuatu apa yang enak dipandang mata misalnya wanita cantik, barang bagus dll.
4. Kuda warna Putih melambangkan nafsu Mutmainah yang ada pada diri kita yang pembawaannya mengajak kepada hal-hal suci misalnya bertapa, puasa, dll.
Nuwun.

76. Arismagrida - 20 Februari 2008

Sifat-sifat Gusti (Bagusing Ati) udah ada pada diri kita. Kalo saya berfikir bahwasannya Tuhan bersemayam pada diri kita. Nah yang perlu kita cari adalah Keberadaan Gusti Allah dalam diri kita. Mudahan kita dapat menemukan / bertemu dengan Gusti Ingkang Murbeng dumadi. Inggih punika Gusti ingkang momong kulo penjenengan sedoyo.
Sejatining Atunggal

77. Si Kumbang Jati - 3 Maret 2008

Salam Sejati Kadang semuanya…..
Saya mohon bagi kadang yang paham dalam bahasa Kawi untuk mengartikan makna dari wejangan terkait dengan tema di atas yang demikian :

“TOGING ANGGA, TANGGAP TANGGON TETUNGGU TAN TEGA TINGGAL HYANG TUNGGAL”

Tolong ya….

78. Kusuma Wiguna - 12 Maret 2008

Salam Sejati…..
To : Mas Kumbang Jati
pekenankan saya coba mengartikan makna dari ungkapan berbahasa KAWI itu : TOGING ANGGA, TANGGAP TANGGON TETUNGGU TAN TEGA TINGGAL HYANG TUNGGAL”

artinya kurang lebih begini :
TOGING ANGGA berarti sampainya perjalanan diri manusia
TANGGAP berarti mengetahui, memahami, mengerti,
TANGGON berarti pandai menyikapi tentang sesuatu hal yang diketahui
TETUNGGU berarti menanti, menunggu
TAN TEGA berarti tidak tega, tidak sampai hati
TINGGAL berarti meninggalkan
HYANG TUNGGAL berarti Sang Hyang Maha Tunggal / Gusti

mungkin ada sanak kadang yang lebih paham ?? monggo …..

Rahayu

79. Lingga Wardana - 13 Maret 2008

bagaimana bila dajjal trnyata sujud kepada kekuasaan Allah Hwakbar semata dan dijadikan panglima perang olehNiya dan diberikan pedang keadilan setinggi-tingginya sebgai Sang Keadilan..

maka diberikan ia seekor kuda dengan nama de ja vu….

segitiga bermuda yang berputar pada alam bumi semesta….

wahyudaitantara nyana iki sawiji wnruahan Sangkan paraning dumadi….sati lkhu ikun faya kuniallah sunyatiantara zagate….
mahyangtarinikunikalam zamrudiantarinikul khatuklaistiva….
paontiankinikun saryan tariantaranilam nikum sadualura inha sayantari….
shaloooooommm…

halo kadhang2…

saloam….

80. marijan - 13 Maret 2008

mas lingga,
mau namanya dajjal, dujjul atau mak erot sekalipun..apabila perbuatan beliau dilandasi oleh cinta kasih dan berdampak damai sejahtera itu sudah pasti dari Allah,,
jgn ketipu merek mas…

saloam juga

81. nona wisnu wardhani - 13 Maret 2008

setuju to mas mari…
tapi mas mungkin gue sedikit intrupsi…
klo ma erot kan khusus laki2 dan itu aja bagian laki2…..
hehehehehe…..
apa g salah…. ??

82. Margono - 25 Maret 2008

Salam kenal dalam damai…..
To Mbah Maridjan
mau namanya dajjal, dujjul atau mak erot sekalipun..apabila perbuatan beliau dilandasi oleh cinta kasih dan berdampak damai sejahtera itu sudah pasti dari Allah,,
==========================================
Saya sependapat dengan Mbah Maridjan bahwa dari buahnyalah kita dapat mengenal apakah tanaman itu baik atau tidak.
bukan dengan hanya melihat tanamannya saja kita langsung menilai bahwa tanaman itu jelek atau baik tanpa terlebih dahulu mengenali buahnya.
Salam Kenal
Margono
Daha Nagri Kadiri

83. iko - 14 April 2008

maaf nih kayanya u/ 4 lima pancer kurang satu deh saudara kita, dan saudara kita yg itu bisa diceritaiin gak?

84. sanggardewa - 16 April 2008

salam cinta kasih kepada semesta alam
sedulur papat limo pancer adlah unsur yg ada pd diri manusia,
amarah, lawamah, shofiyah, dan mutmainnah, yg ke lima adlah nur muhamad atau cahaya kemuliaan atau the crist light atau awal kejadian(ruh suci).

85. arya - 11 Mei 2008

di jawa saudara empat..lebih di pahami dgn sedulr papat kalima pancer…

saya dari bali…hal diatas mengartikan sadulur empat hampir sama dgm KANDA EMPAT..yaitu empat saudara gaib kita.yg senantiasa bersama kita,sampae kita matipun tetap bersama.krn kanda empat akan mengantarkan kita pd HYANG YAMADIPATI.dan akan bersaksi di sana.akan perbuatan kita semasa kita hidup.

kanda empat bisa di hidupkan dan di rasakan dgn olah spritual tertentu..mungkin kalo di bali utk menghidupkanya.lumayan rumit juga.
dan kanda empat pun ada tingkatanya.tergantung latihan mereka pula

ok ada tertarik dgn kanda empat ……?????

86. gemplo - 11 Mei 2008

para kadhang sesepuh, saya siap menerima wejangannya …

87. numpang mati - 9 Juni 2008

sedulur papat kelima pancer menurut saya lebih enak klu kita artikan sebagai sifat dari diri kita yang selalu mendampingi kita selama ada di alam kematian ini. sifat-sifat ini akan bisa dikontrol apabila kita pribadi mampu untuk mengenal siapa diri kita lahir dan batin.

kebanyakan orang mencari dan ingin menemukan sedulur papat ini dengan maksud memperdalam ilmu kanuragannya,dengan tujuan akhirnya adalah ilmu kesaktian.

mereka yang menempuh jalan ini tidaklah bisa dislahkan juga, karena manusia hidup itu selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan dan resiko-resiko yang harus siap untuk diterima apa adanya.

mengenal diri atau mencari jati diri bukanlah harus mencari keluar, namun akan lebih bijaksana jika kita bisa mengarahakan pencarian kita itu kedalam diri kita sendiri.karena sesungguhnya jika engkau mencari ‘aku’ diluar maka ke-sesat-tan-lah yang engkau dapati.

konsep manunggaling kawulo gusti pun pantas dan baik untuk kita pelajari dan pahami makna nya dalam tingkatan makrifat. karena kalau kita pahami hanya sampai pada tingkatan syariat atau tarekat saja maka sejatinya diri dan sejatinya ilmu itu tidak akan pernah kita pahami.

tuhan ada dimana?siapa yang mampu untuk menunjukan dimana itu, tidak ada rasanya. siapa yang mampu merasakan keberadaan tuhan, kita semua bisa dan seharusnya sudah tau dan bisa.

ketika kita mengatakan dimana keberadaan tuhan, maka pada saat itulah kita harus segera menghapus gambaran itu dari pikiran kita.

saat kita memikrkan dan menghapus gambaran itu maka yang ada adalah kebesaran tuhan semata…saat itu “ucapkanlah syukur atas hidup rahmat nikmat berkah dan rejeki yang sudah kita dapat sekarang ataupun akan kita dapatkan kemudian”

salam selamat untuk semua…..

88. Sugimo - 13 Juni 2008

Kearifan lokal (Sedulur Papat Kalima Pancer) Manusia untuk mencapai Manunggaling Kawulo Gusti.

Mengenal Sedulur Papat Kalima Pancer berarti mengenal/mengetahui diri sendiri yang ujung/pangkal awal/akhirnya adalah Gusti (Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya.).
Pendekatannya adalah Kawulo Gusti ..disini hasilnya ke Gusti, maaf menurut pemahaman saya bukan pendekatan Gusti Kawulo .. disini hasilnya ke Kawulo (Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.).

Thanks

Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.

89. siliwangi - 13 Juni 2008

88. Sugimo – Juni 13, 2008

Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.
=====================================
Yap…………………………….

90. adi - 13 Juni 2008

Buat mas Arya. Mohon di-sharing dunk tentang kanda empat nya. Buat nambah wawasan pemula seperti aku. Matur nuwun.

91. arya - 20 Juni 2008

utk mas adi
mohon di perhatikan seksama penjelasan tentang kanda empat

Om Swastyastu,

Kanda Pat adalah Empat Teman: Kanda = teman, Pat = empat, yaitu kekuatan-kekuatan Hyang Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio sampai meninggal dunia mencapai Nirwana. Menurut Kitab Suci Lontar Tutur Panus Karma, nama-nama Kanda Pat berubah-ubah menurut keadaan/ usia manusia:
Usia Manusia Kanda 1 Kanda 2 Kanda 3 Kanda 4
Kandapat Rare:
Embrio Karen Bra Angdian Lembana
Kandungan 20 hari
Anta Prata Kala Dengen
Kandungan 40 minggu
Ari-ari Lamas Getih Yeh-nyom
Lahir, tali pusar putus
Mekair Salabir Mokair Selair

Kandapat Bhuta:
Bayi bisa bersuara
Anggapati Prajapati Banaspati Banaspatiraja

Kandapat Sari:
14 tahun
Sidasakti Sidarasa Maskuina Ajiputrapetak

Bercucu
Podgala Kroda Sari Yasren

Kandapat Atma:
Meninggal dunia
Suratman Jogormanik Mahakala Dorakala

Kandapat Dewa:
Manunggal (Moksa)
Siwa Sadasiwa Paramasiwa Suniasiwa

Bentuk-bentuk kandapat yang dapat dilihat dan diraba secara nyata adalah ari-ari, lamas, getih dan yeh-nyom. Setelah mereka dikuburkan (segera setelah bayi lahir) maka perubahan selanjutnya adalah abstrak (tak berwujud) namun dapat dirasakan oleh manusia yang kekuatan bathinnya terpelihara.

Bagan di atas dapat juga dibaca terbalik dengan pengertian sebagai berikut:

Hyang Widhi mewujudkan diri menjadi empat manifestasi, kemudian keempatnya itu yaitu:

1. Hyang Siwa selanjutnya mewujudkan dirinya menjadi ari-ari
2. Hyang Sadasiwa mewujudkan diri sebagai lamas
3. Hyang Paramasiwa mewujudkan diri menjadi getih, dan
4. Hyang Suniasiwa mewujudkan diri menjadi Yeh-nyom.

Keempat teman yang abstrak ini menyertai terus sampai manusia mati dan rohnya menghadap ke Hyang Widhi. Mereka juga menjaga dan melindungi roh, serta mencatat sejauh mana atman (roh) terpengaruh oleh indria keduniawian. Semua pengalaman hidup di record oleh Sang Suratman yang dahulu berbentuk ari-ari. Inilah catatan subha dan asubha karma yang menjadi penilaian dan pertimbangan kesucian roh untuk menentukan tercapainya moksa (bersatunya atman-brahman) ataukah samsara (menjelma kembali). Kandapat ada dalam diri/ tubuh manusia, namun ketika tidur, kandapat keluar dari tubuh. Maka mereka perlu dibuatkan pelinggih berupa “pelangkiran” di kamar tidur, tempat bersemayamnya kanda pat ketika kita tidur pulas.

Demikian penjelasan saya,

Om Santi, Santi, Santi, Om….

92. arya - 20 Juni 2008

buat mas adi

Om Swastyastu,

Kanda Pat adalah Empat Teman: Kanda = teman, Pat = empat, yaitu kekuatan-kekuatan Hyang Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio sampai meninggal dunia mencapai Nirwana. Menurut Kitab Suci Lontar Tutur Panus Karma, nama-nama Kanda Pat berubah-ubah menurut keadaan/ usia manusia:
Usia Manusia Kanda 1 Kanda 2 Kanda 3 Kanda 4
Kandapat Rare:
Embrio Karen Bra Angdian Lembana
Kandungan 20 hari Anta Prata Kala Dengen
Kandungan 40 minggu Ari-ari Lamas Getih Yeh-nyom
Lahir, tali pusar putus Mekair Salabir Mokair Selair
Kandapat Bhuta:
Bayi bisa bersuara Anggapati Prajapati Banaspati Banaspatiraja
Kandapat Sari:
14 tahun Sidasakti Sidarasa Maskuina Ajiputrapetak
Bercucu Podgala Kroda Sari Yasren
Kandapat Atma:
Meninggal dunia Suratman Jogormanik Mahakala Dorakala
Kandapat Dewa:
Manunggal (Moksa) Siwa Sadasiwa Paramasiwa Suniasiwa

Bentuk-bentuk kandapat yang dapat dilihat dan diraba secara nyata adalah ari-ari, lamas, getih dan yeh-nyom. Setelah mereka dikuburkan (segera setelah bayi lahir) maka perubahan selanjutnya adalah abstrak (tak berwujud) namun dapat dirasakan oleh manusia yang kekuatan bathinnya terpelihara.

Bagan di atas dapat juga dibaca terbalik dengan pengertian sebagai berikut:

Hyang Widhi mewujudkan diri menjadi empat manifestasi, kemudian keempatnya itu yaitu:

1. Hyang Siwa selanjutnya mewujudkan dirinya menjadi ari-ari
2. Hyang Sadasiwa mewujudkan diri sebagai lamas
3. Hyang Paramasiwa mewujudkan diri menjadi getih, dan
4. Hyang Suniasiwa mewujudkan diri menjadi Yeh-nyom.

Keempat teman yang abstrak ini menyertai terus sampai manusia mati dan rohnya menghadap ke Hyang Widhi. Mereka juga menjaga dan melindungi roh, serta mencatat sejauh mana atman (roh) terpengaruh oleh indria keduniawian. Semua pengalaman hidup di record oleh Sang Suratman yang dahulu berbentuk ari-ari. Inilah catatan subha dan asubha karma yang menjadi penilaian dan pertimbangan kesucian roh untuk menentukan tercapainya moksa (bersatunya atman-brahman) ataukah samsara (menjelma kembali). Kandapat ada dalam diri/ tubuh manusia, namun ketika tidur, kandapat keluar dari tubuh. Maka mereka perlu dibuatkan pelinggih berupa “pelangkiran” di kamar tidur, tempat bersemayamnya kanda pat ketika kita tidur pulas.

Demikian penjelasan saya,

Om Santi, Santi, Santi, Om….

93. Masayu - 24 Juni 2008

Salam,

“TOGING ANGGA, TANGGAP TANGGON TETUNGGU TAN TEGA TINGGAL HYANG TUNGGAL”
====================================

TOGING ANGGA=KETEG ing ANGGA (yang berdetak di dada sebelah kiri / detak jantung kita)
dimana URIP (HIDUP) kita lungguh (bersemayam)

mekaten saking kula kagem kadhang kumbang jati

salam.

94. Si Kumbang Jati - 25 Juni 2008

Salam Rahayu

Kagem Masayu

Matur nuwun sanget nggih kadang Masayu, tumrap keterangnanipun babagan TOGING ANGGA = KETEG ing ANGGA = KETANGGA

Rahayu

95. Si Kumbang Jati - 4 Juli 2008

Rahayu,

Tentang Sedulur Papat Kalima Pancer yang diruwat agar menjadi sempurna.

Dicuplik dari cerita Wayang dalam Lakon Wahyu Makutha Rama.

Pocapan / Jalan Cerita :
Lah ing kana ta wau lagya mentar saking ngarsaning Raden Janaka; para repat panakawan catur, kantun sang apekik ingkang maksih mempeng muja samadhi mring Gusti kang akarya jagad, nedhengira sang Raden Permadi mesu brata kadadak rinubung para kadhange Begawan Kunta Wibisana sampun konus saking hangganing sang Begawan, dadya wudhar semedine sang apekik.

Wawan Sabda / Percakapan :

KALA RANU :
“Hong tete Dewa rudra manik raja Dewaku, hanyah-hanyah para kadang, apa iki satriya ingkang bisa ngruwat sukertane dhewe”.

KALA BANTALA :
“He, he, he, mbok menawa ora ana loro satriya ing jagad iki, ndak kira ya mung iki kang bakal nulungi awake dhewe sakadang”.

KALA MARUTA :
“Saka pandugaku ya mung satriya iki kang bangkit ngruwat marang nirmalane dhewe, adhi,”

KALA DAHANA :
“We lha dalah pancen ora sisp kakang Wibisana anggone paring pituduh marang awake dhewe, katitik satriya iki cahyane sumunu.”

KALA RANU :
“Yen kaya mangkono ndak takonane dhisik sapa kekasihe satriya iki.”

KALA BANTALA :
“Mangsa borong adhi.”

KALA RANU :
” Teja-teja sulaksana, tejane wong kang anyar katon ngarep kang sinedya tigas kawuryanmu gus.”

RADEN JANAKA :
” Raseksa yenta sira takon lawa aku, Raden Janaka kang dadi kekasihku, mbalik genti pitakon sapa kang dadi aranmu yaksa ?”

KALA RANU :
” Raden bilih paduka mundhut priksa Kala Ranu ingkang dados nami kula.”

RADEN JANAKA :
” Lha sing ana mburimu iku apa jenenge ?”

KALA BANTALA :
” He, he, menawi paduka raden mundhut priksa dhateng nami kula Diyta Kala Bantala.”

KALA MARUTA :
” He, he lha dalah menawi paduka Raden tatanya dhateng kula Kala Maruta ingkang dados nami kula Raden.”

KALA DAHANA :
” We lha dalah, Kula Dahana menika nami kula Raden.”

RADEN JANAKA :
” Ya jagad Dewa Bathara, lagi iki penjenenganingsun hanguningani ana raseksa padha katon alus solah bawane, heh raseksa banjur apa kang dadi sedyamu, dene sira padha mrepegi anggonku lagi mangsah yoga brata.”

KALA RANU :
” Kula nuwun inggih raden estunipun kula sakadang menika, awit saking pitedhaipun Begawan Kunta Wibisana kinen nyuwun sanjata pitulung dhateng paduka Raden Janaka.”

RADEN JANAKA :
” Mbanjur sira sakadang lagi nandhang pepeteng apa ?”

KALA RANU :
” Waleh-waleh punapa raden keparenga paduka kersa angruwat dhateng nirmala kula sakadang, kanthi mekaten supados saged wangsul dhateng asal kamulan kula raden.”

RADEN JANAKA :
” Raseksa aja ndadekake cuwaning atimu, sedyamu kang kaya mangkono ingsun ora bisa nuruti karepira.”

KALA MARUTA :
” He, he, lha dalah Raden Janaka mbok inggiha keparenga welas dhateng kula sakadang raden, inggih namung paduka ingkang kula raos saged ngruwat dhateng sukertaning panandhang kula sakadang raden.”

KALA BANTALA :
” Ho, ho, lha dalah oh inggih lajeng dhateng sinten malih kula sakadang saged uwal saking nirmala kula, menawi mboten saking paduka Raden Janaka. Awit inggih namung paduka satriya dharahing pangruwatan.

RADEN JANAKA :
” Sepisan maneh raseksa ingsun tan bangkit mituruti sedyanira kabeh.”

(Ana candhake/Ada kelanjutannya)

Rahayu

96. tamid - 24 Juli 2008

Ndak tau kenapa…saya tertarik sama SPKP.
Tapi kenapa bisa banyak versi ya? sebagai orang yg belum ngerti ajaran jawa saya jadi bertanya…pengertian SPKP yg asli jawa (yg sejak zaman neolitikum) itu yg mana?
kalau harus dialami dulu baru bisa ngerti…pertanyaannya..ngalami SPKP versi mana?
btw untuk kadhang gantharwa saya mau nanya, di ajaran jawa dikenal sukma, ingsun dan raga (benar gak?) apakah analogi sukma itu sama dgn roh? apakah analogi ingsun itu sama dgn diri sejati (istilah Quran-nya nafs)?
apakah yg menitis itu sukma atau ingsun?

terima kasih

97. Ngabehi K.M - 25 Juli 2008

Wah mas kumbang jati saya tunggu kelanjutan ndalangnya, kebetulan saya dulu pernah gandrung dunia perwayangan.

98. osraig - 25 Juli 2008

betul mas ngabehi, kita tunggu kelanjutannya, kalau tidak salah saya juga pernah tahu ada yang menanyakan hal ini, dulu …

salam,

99. sudipo - 2 Agustus 2008

setahu saya yang dimaksud KALIMASADA oleh sunan kalijogo adalah kalimat syahadat, yaitu LA ILLA HA ILALLAH, MUHAMMADUR RASULULLAH(TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSA ALLAH).

nb: boleh join ama GANTHARWA tidak? nuwun

100. Gantharwa - 2 Agustus 2008

Salam Saudara Sudipo..

Silahkan saja, kapan saja boleh kunjungi kami, dan juga bisa gabung di mailing list kami, silahkan posting apa saja untuk saling membangun. Jika ingin belajar, nanti akan di kontak mentor yang kami tunjuk..

Salam

101. santoso - 20 Agustus 2008

kapada kiyai pager rasa, saya mohon bisa mengajarkan ritual mencari jati diri. seperti uraian panjenengan di atas. saya sudah menemukan keyakinan. yang saya cari adalah seperti yang panjenengan uraikan. saya sudah lama belum memahami seluk beluk jati diri dan kadang papat limo pancer. saya beragama islam.dan sangat mengagumi tradisi jawa yang penuh makna. sekiranya panjenengan dapat menjadi guru saya. matur sembah nuwun.

102. satriyo - 26 Agustus 2008

salam para kadang
tolong untuk kajian s45p dilanjut lagi kami mohon untuk bergabung …. dalam kaji rasa trims.
salam…

103. engkus - 31 Agustus 2008

Salam para kadang sajagat,
Kalau ana baca dari atas sampai bawah, ternyata banyak komentar dan pendapat yang bervariasi. bagi ana itu sudah menunjukkan suatu bukti bahwa ilmu Allah itu benar2 sangat amat luas. Didalam Al-Qur’an Surat Al-Kahfi sudah di dijelaskan bahwa posisi ilmu Allah itu diumpamakan lautan dijadikan tintanya untuk menuliskan ilmu Allah, maka itu tidak akan cukup. Kalau kita mau mencari satu kata sepakat, sepemahaman sependirian dalam dalam membahas 4 sehat 5 sempurna/ papat kalima pancer, ana yakin ,haqqul yakin itu tidak akan pernah ketemu. Karena, saking hebatnya kekayaan perbendaharaan pemahaman ilmu Allah yang disandarkan kepada segenap manusia/bagian dari pada mahluk Allah Sang Pencipta. Seumpama kita mau menuju ke Jakarta misalnya, kalau kita yang dari Jawa Timur bisa menggunakan pesawat, KA,atau bis. Dari luar Jawa bisa menggunakan kapal laut atau pesawat. Dari tiap2 cara transportasi itu tentu melewati suatu pemandangan yang berbeda. Makanya timbul perbedaan pandangan/pemahaman yang diungkapkan. Orang yang naik KA tidak bisa/Bis tidak bisa membantah pendapatnya orang yang naik pesawat mengenai kecepatan waktu dan pemandangan yang dilihatnya selama diperjalanan. Begitupun dengan menyingkap rahasia sedulur papat kalima pancer. cara untuk mengenalnya juga sudah berbeda2 dan istilah yang dipakainya juga berbeda tetapi maknanya satu. Yaitu ” Menjadi manusia yang sejati/Yang tau diri/yang diridoi oleh Robbul Ijati.
Kurang lebih mohon maaf. Salam

104. damarsahasrakirana - 31 Agustus 2008

Kebenaran itu sesuatu yang hidup.Sesuatu yang hidup itu serbabaru.Didalam keserbabaruannya itulah letak keserba tetapannya.
Karenanya Jalan yang sudah dilalui orang dan sudah diketahui orang,bukan lagi jalan yang bisa membawakan manusia kepadaNya.
Beda kalo pergi ke Pasar Senen atau Tanah Abang yang jalan nya sekalipun banyak tetapi yah itu itu juga.
Kebenaran itu sesuatu yang hidup karenanya serbabaru,dan tidak terikat dunung dan wektu.Karenanya Jalan yang bisa membawakan kita kepadaNya adalah Jalan Gaib itu sendiri, jalan yang belum diketahui dan dilalui orang.Jalan yang terpingit,jalan yang haram untuk disentuh,diketahui dan dikotori nafsu ambisi serta akal kesombongan manusiawi.

Satriya jawa itu satriya piningit katanya…karenanya ngelmu jawa itu juga ngelmu piningit,ngelmu yang haram untuk disentuh,diketahui dan dikotori nafsu ambisi serta akal kesombongan kodrat manusiawi.

105. nawawi ringin agung - 2 September 2008

klo tak ikutin mas marijdan dikit sabar lagi ya, kendalikan emosimu

106. jakatan - 2 September 2008

TO : MANG ENGKUS,

Didalam Al-Qur’an Surat Al-Kahfi sudah di dijelaskan bahwa posisi ilmu Allah itu diumpamakan lautan dijadikan tintanya untuk menuliskan ilmu Allah, maka itu tidak akan cukup. Kalau kita mau mencari satu kata sepakat, sepemahaman sependirian dalam dalam membahas 4 sehat 5 sempurna/ papat kalima pancer, ana yakin ,haqqul yakin itu tidak akan pernah ketemu.
———————————-
kalo ane sih percaya bahwa setiap ilmu pasti ada yang bisa mencapainya, sepanjang niat dan tekad tetap dipiara dengan baik, hanya saja yang sudah mencapainya biasanya tidak mau pamer ….

gitu ajah ya mang …

salam,

107. Suwung - 10 September 2008

sahadat iku wus ono sakdurunge manungso ono kang katulis dening alam uwang-uwung arupo kalimah ORA ONO SESEMBAHAN KAJOBO GUSTI ALLOH lan MUHAMMAD UTUSANE GUSTI ALLOH. Muhammad kuwi dudu anake abdullah nanging Nur Dzat. Kabeh manungso kadunungan nur Muhammad yen ora yo ora bakalan sampurno wujude. Presiden kuwi dudu Sukarno dudu Suharto ning anane Sukarno kang kanugerahan pangkat Presiden. Ugo Muhammad, mulo unine Muhammadurrosululoh = Muhammad utusane Gusti Alloh. Sopo? yo mulai kanjeng Nabi Adham tumeko Ahmad bin Abdullah. Dadi kalimah Syahadah kuwi wus ngawali, mulo diarani kalimah SAKTI.!!! Nuwuuun….

108. Mas Said - 11 September 2008

Mugi-mugi saged pinganggih ingkang dipun ajab. Sejatosipun mboten wonten ingkang naminipun gusti utawi kawulo mbok bilih mboten wonten ingang ngakeni. Gusti puniko wonten karono kasebat. Sedoyo ingkang kasat netra punawi mboten, anaming sifat-sifatipun ingkang sejatinipun asal.

109. Wiryo Dimejo - 11 September 2008

Para kadang sedoyo. Monggo dipun suciekaken lampah kita, heningaken raos. Sumereh. Kito sedoyo dipun cipto karono sebab. Jejibahan ingkang agung inggih punoko supados tepang kaliyan diri ingkang sejatos, diri asal ingkang mboten sirna…

110. ki naratoma - 7 Oktober 2008

mas mas…seberapa detailkah alquran itu menjabarkan tentang kanda empat / sadulur papat. kalian kalian ini debat tentang kanda empat saja tidak habis habis..apakah dasr pemikiran kalian dan penjelasan kalian mengenai kanda empat..yg jelas mas kanda empat lebih lengkap di jelaskan di WEDA..dan para leluhur SAKTI orang hindu dulu yg merangkumnya ke dalam lontar..walaupun kalian mengambil versi secara islam dgn membanggakan wali wali kalian,itupun wali kalian nyontek dan mengejawantahkan dalam pemikiranya masing2..mas mas akuilah sedikit dan jgn terlalu fanatisme terhadap agma kalian skr..ingat juga dulu leluhur kalian menganut agama HINDU.entah kenapa merka bisa masuk islam mas yg cari tau jawabanya…coba mas cari jawabanya kenapa orang orang bali dulu lari dari jawa setelah pendudukan islam…coba jawab.
ok coba terangkan seberapa besar pemahaman kalian akan sedulur papat…jgn hanya bisa menulis tembang contekan,,biar orang yg membaca paham akan sedulur papat.
ok kalian bangga dgn wali songo tapi apakah kalian bangga dgn abu bakar basyir yg jelas2 mau mengahpus karya besar sastra dan budaya jawa…mana yg kalian pilih walisongo ato abu bakar basyir dan ustad ahbib risiq..?????

111. Martowiyatan - 8 Oktober 2008

Uluk salam, Slamet & Rahayu

Alhamdulillah kepanggih sedulur jawi, maos materi wonten nginggil babagan s45p meniko menarik sanget. Jawi meniko ilmunipun inggih kathah, salah setunggil ipun s45p, paling mboten saking pengetahuan s45p saget dipun cak aken wonten gesang kita supados kepanggih pribadi ingkang waskito. Kawulo sependapat bilih s45p meniko babagan Ngendaleni Howo Nafsu, meniko babagan dasar ingkang utama wonten agesang. Kito kedah saget menselaraskan 4 nafsu. Amarah, aluamah,sufiah lan mutmainah, menawi saged ngendaleni 4 nafsu meniko insya Alloh sageto dados pribadi ingkang tenang lan waskito.

Salam tetepangan,

martowiyatan

112. KYAI GANJENG - 9 Oktober 2008

SETTTTTTTUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUJJJJJJJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU….

WAH WAH AGAMA YG GOBLOK YAAAAAAAAA…APA ADA LG BUKTI OTENTIK TENTANG AGAMA ISLAM YAAAAAA
BENAR2…..BAGUS.idihhhh kalo gitu aku murtad saja ahhhhhh

113. arabian doggy - 9 Oktober 2008

wooooooeeeeee aku mau murtad

114. bukan superstar - 10 Oktober 2008

sik sik sik, ojo kesusu nyalahake agomo (aturan kamanungsan), mungguh ing tatanan lair.
kabeh mau rak MANUNGSAne wae sing durung paham lan mangerteni sarta kurang sinau.
snajan wis ngerti yo durung bisa kasebut ngerti sejatine.. nanging Gusti Ingkang Murbeng Dumadi iku ngerti sing ana sajroning atine manungsa najan bebeda basa, panggon, nagara, tatanan, agama.

115. ~DOdo yogya - 10 Oktober 2008

bagaimanapun hargailah yg namanya agama,..bila tidak dipakai atau “dulu sempet dipakai” jangan dijadikan alasan “PEMBENARAN”, dengan belajar bisa menghargai makna dari sisi bentuk( kering dan basah ) ,,satu langkah ke depan utk mengerti…memahami,,,lalu menyadari…

Agama pada saatnya bukan utk diinjak sebagai pembenaran,.alangkah indahnya bila suatu saat tidak dipakai tetaplah disimpan dengan rapi bukan men “caci maki” nya ,.

Salam Sejati

116. Ki Semar - 10 Oktober 2008

terima kasih kepada temen-temen…pengetahuan saya makin tambah…

lanjut lagi dong…..

117. ~Kadhang Roso~ - 10 Oktober 2008

Makna Kalimasada

Bila di kaji banyak sekali pengertian yang pada intinya banyak terujud dalam berbagai expresi ,,,,dalam kehidupan berbangsa dan bernegara …PANCASILA bisa dikatakan sebagai detksi bangsa,,,bila secara UNIVERSAL,,ALam semesta yang menjadi Acuannya ,,,dan bila secara ingsun dalam diri sudah jelas tersirat didalamnya ,,,hakekat nya “Keseimbangan” ..karena apapun itu bentuk KALIMSADA dalam berbagai pengetriannya sebagus apapun bila tidak diujudkan dalam laku menjadi “KERING” dan terpatahkan,.lantas sekedar PAJANGAN bahkan mnejadi IDIEOLOGI dan Dogma dalam diri ,,,demikiankah??atau begtukah???hanya diri kita yang tahu bukan siapa siapa,..

Salam Sejati

118. jupnizar - 12 Oktober 2008

bolehkah kita mengatakan siro iku ingsun, ingsun yo siro

119. ETERNAL SUNSHINE - 12 Oktober 2008

4 diluar 4 didalam, tinggal yg jadi pancer itu yg mana, angkara,murka apa sabar dan nrimanya?.Kalo yg jadi pancer itu amarah maka kualitasnya sama dengan lampu sentir,menyala besar NAR pas mau koitnya kaya orang banyak,pas mau mati mulai manter mencorong cahaya wajahnya lalu BYAR PET!!!!.

120. NEW YOUNG PONY CLUB - 12 Oktober 2008

Kanda Pat kan masih anasir yang utuhnya pribadi manusia belum dipecah jadi Sedulur 12 ..yang menjadi sari2nya SANG HYANG KAMAHAYANIKAN!!!.12 Tingkat Alam Kadewatan dari Jagad Pamurdito,Jagad Kapujanggan sampai ke MATA SIJI lambang MAHAYANA JAWI!!!!Karenanya Sraddha Sampurna dimana dulu itu baik di Galuh Pakwan mamupun di Wilwatikta sana harulah 12 tahun ,sebagai sarana peruwatan sedulur 12 itu!!!.

Kenapa jaman dulu pada masuk Islam???Jawaban yg sederhana aja yah,soalnya gua orang bodo,karena orang HINDUNYA pada senengnya berantem sendiri ngerebutin kekuasaan,kehormatan duniawi seperti di MAJAPAHIT itu sampai2 PARARATON menyindir dengan TAJAM tetapi sangat halus sekali cikal bakal SIRNA ILANG KERTANING BHUMI itu SAKA (karena) SUNYA NORA YUGANING WONG!!!!.

121. NEW YOUNG PONY CLUB - 12 Oktober 2008

Oh iya …jangan lupa,gua bukan islam….ga pernah dididik cara Islam sedari kecil……tapi ga suka kalo ada orang yg ngatai2in Islam seenaknya karena KANGJENG NABI MUHAMMAD itu juga salah satu putra2 terbaik bangsa manusia….dibanding beliau,mulut,tangan dan kaki serta tubuh kita belum berbuat apa2 sesuatu yang berguna bagi kelangsungan adanya bangsa manusia………………

122. EHA - 13 Oktober 2008

apa khabar, baik2 saja?

123. ..... - 13 Oktober 2008

Hehehe…baik2 aja lah ….sugeng riyadhi yah mas…..mohon maaf dzahir lan bathin yah :) ……….di eddycorret lagi ramai yah?wakakaka

124. EHA - 13 Oktober 2008

sama2

125. Gantharwa - 13 Oktober 2008

Saudara Ki Naratoma

Jangan menulis yang menyudutkan saudara yang lain.

Salam

126. EHA - 13 Oktober 2008

kemarin pas naik bis, ada penumpang ngomong “klo jaman dulu orang sudah sembahyang namun belum sholat, klo sekarang orang sudah sholat tapi lupa sembahyang”, “klo cuma sholat, buku tuntunan sholat di toko seabrek”, begitu lanjutnya.

aku teringat kata2 itu karena belum mudeng

127. dodo - 13 Oktober 2008

Salam,.
Kalo dulu orang lebih mengenal Tuhan,,,,,
Seakrang orang mabok beritual ,,,namun tidak mengenal Tuhan dalam dirinya

Salam Sejati

128. EHA - 13 Oktober 2008

terima kasih,
maksudnya bagi setiap penganut agama apapun ya kan?

salam kembali

129. Dodo YOgya - 13 Oktober 2008

leres ,,,,dan siapapun ,,,
Justru pengertian demikian sudh melmpauai konsep Agama yng bisa menajdi Dogma Pembenaran,..

Salam Sejati

130. PENDAPAT SEDULUR 4 5 PANCER « mencerca setitik ilmu pengetahuan - 21 Oktober 2008

[...] 8. Y.Hendrayana – Mei 3, 2007 [...]

131. 4wand4 - 21 Oktober 2008

mas kirim sing apik ya,ke : seno_ya002@yahoo.com
tentang sedulur papat 5 pancer
supaya tidak salah pengetian
karena dari sini lah kebenaran sejati yang akan membawa kita keselamatan,bila kita tahu arti yang sebenarnya sedulur 4 5 pancer

makasi
wanda
cirebon

132. saunan - 27 Oktober 2008

jangan mikir yang susah2 ,yang jauh2,…
renung kan saja dulu makna ” saudara”
kenapa kalimatnya tidak malaikat 4 ke 5 pancer,…
kenapa kalimatnya tidak sahabat 4 ke 5 pancer,…..

sukses selalu
saunan

133. durga - 28 Oktober 2008

Naratoma..Naratoma………
Kelakuanmu Pancet ae…………Mohon maaf Ghantharwa.saya tidak menyudutkan agama apapun tapi si Naratoma,individunya,kelakuanya….kamu belum tahu sejatinya hidup itu.kamu belum tahu apa itu GALIHE KANGKUNG. ada tp tidak ada,tidak ada tp ada. tp omonganmu menyesatkan dan memprovokasi terus.belajarlah dulu biar yg hidup bkn cm mulutmu tp darah,tulang,daging,sumsum,rambut,pori2 dan ROH mu jg hidup,shg bs tahu apa sejatinya hidup itu.bukan cm bs ngomong,tahu sejarah lewat membaca buku saja.

134. udud - 28 Oktober 2008

sedulur papat limo pancer utawa keblat papat lima pancer
iku sedulur papat arah teka saka lor kidul ngetan ngulon yen limo pancer sing teka saka nduwur, yen papat keblat yo podo wae maknane.. wis dudu keblat sholat utawa mekah marga ana ngendi-ngendi keblate Gusti Allah.. lha limone/pancer iku awake dewe sing dadi kawulaning Gusti.

135. udud.. dom lawas (76) - 28 Oktober 2008

sholate wong jowo iku sholat daim utawa diam utawa meneng, dari yen wonge sholat iku janjane lagi sinau karo Gustine.
Yen mung omong-omong antarane manungsa karo Gusti Allah janjane yo wis kelakon biasa wae tumrape wong jowo.
anane setan iku yo mung wong sing kesetanan pikire sahinggo ora bisa sinau urip sing bener saka ngumbar hawa nafsune dewe.
anane iblis iku yo sing nulis ning ati kanthi licik lan sengit yen manungso iku diparingi ngelmu lan wewarah saka Gusti Allah.
anane yakjuj makjuj dajal laknat iku wong sing membo-membo dadi sing kuwasa dadi tangan sikile Gusti Allah mergo wis rumongso bener.. polahe nyampar-nyampar lan ngubal-ubal geni.. koyo to sing diarani teroris.

136. udud.. dom lawas (76) - 28 Oktober 2008

wawu ndombleh Berkata:
Oktober 25, 2008 pada 4:02 pm

ini perjanjianku dengan Tuhan di alam Adam Makdum
sekaligus gugurlah perjanjian Muhammad dengan Tuhan pada diriku
dan kamu sekalian jangan ngiri yeeeee

Gue SEWON SAWIJI – Oktober 27, 2007
bis mil lah hir rah man nir rah him
alif… lam… mim… ta… ro…
kae apa-apa ala
ROBBB……………………………………..BUKA!
by
ashabul GAJAH

ya… ibundaku IBU PERTIWI
diriku tak bisa membawakan syurga
bukan sekedar impian
bukan sekedar cita-cita
aku bersujud padamu
untuk mempersembahkan…
NEGERI 1001
SEPANJANG SIANG
SEPANJANG MALAM
SEPANJANG ZAMAN
*sang siwi*

KOLONYONGE’ ……….. KON NYOLONG TEMPENE MBOKE’
sangking alas wingit kepati-pati gawat kaliwat-liwat

HO NO CA RA KO
DO TO SA WA LO
PO DHO JA YA NYO
MO GO BA THA NGO
*si buta saka goa*

137. BLUT UND BODEN - 28 Oktober 2008

Ki naratama
Ilmu beladiri itukan ilmunya akal pikiran,perasaan hati serta nafsu2nya manusia……..sedangkan ilmu mawas diri itu ilmunya rasa………..dulu ogut juga suka pas kecil belajar ilmu “bela diri” macem2……seperti pencak silat,tinju dan ilmu bela diri dalam rupa seperti membaca2 kitab2 agama,serat,suluk,babad dan kakawin buat membenarkan diri sendiri dan golongan suku bangsa ogut sendiri lalu digunakan untuk menonjok dan menyalahkan orang lain…….itu maenan ogut dulu pas jaman dulu…..sampe temen2 ogut pada kesel semua,kalo ogut ngata2in yesus lah,buddha lah,cina lah,yahudi dan arab dsbnya tapi mengagung-agung Jawa yg nyata2nya bobrok hihihi…. (orang fanatik itu buta!!!) …padalan ogut sih sambil ketawa ketiwi ngomongnya hehehe….tapi yg denger keki juga hehehe
Itu emang maenan ogut pas kecil..kaya krayon…pas ogut masih agnostic…(Marx-Enggels itu dulu nabi gua wakakakaka)…but semenjak beranjak dewasa.mulai “buluan”,dimana kita dibimbing untuk mulai berani menatap kenyataan bukan maya dan khayalan……yah dituntun entah oleh siapa dan apa….gua juga bingung kalo mikir2 sih……..untuk mulai menghayati ilmu rasa…….ilmu mawas diri……menghakimi diri pribadinya sendiri supaya ga kebegal nafsu keakuan yg sifatnya mau bener sendiri,mau menangnya sendiri,mau enaknya sendiri dan kerap mencari diri dengan ga peduli sama rasa perasaan orang lain dan sesamanya

Gitu boss…..

PS : MAS SOHIRIN ASEKKK..wakakakaka

138. Kumbang Jati - 3 November 2008

Salam damai
Rahayu…,

Mas/Mbak mohon petunjuk apabila ada yang paham untuk menjelaskan hubunganya antara Sedulur Papat kalima Pancer di dalam diri kita tersebut dengan Ajaran untuk HIDUP MENURUT ROH dan atau sebaliknya yaitu HIDUP MENURUT DAGING.

Mohon petunjuk.

Salam damai dan Cinta Kasih
Rahayu.

139. Manusia tempatnya salah - 4 November 2008

Pancer itu Tritunggal yang hakikatnya terjadi dari anasir warana maya,sarana daya dan dahana cahaya yang menjadi aku yang hidup dan sadar,tritunggal yang tidak kudus dan tidak sempurna yg membentuk inti hidup manusia sebagai Pribadi.Digulung ke dalam adalah tiga kesatuan tetapi jika digelar keluar yah satu sebagai pribadi utuh.Leluhur bilang pancer itu A,I,U aku iki urip hasil ciptaan dari ALLAH tetapi bukan ALLAH.Ciptaan itu hanya bisa menghasilkan kebalikannya,gaib-wadag,langgeng-tidak langgeng.

Dan Sebagaimana yang diatas begitupula yang dibawah.jadi sisanya terserah ente masing2 wakakakaka………..

140. _Kadhang Roso~ - 4 November 2008

Semakin hari banyak Orang menjadi/makin Sakti ,….

Mudah mudahan utk menjaga Keselataman dengan cara ‘Mahayu Hyuning Ingsun Dugi BAWANA” tetap di PEGANG ,..karena inislah satau Pitutur Pusaka Penting..

Tidak sekdar berhenti di kesaktiannya..
Untuk men Ngadukekuatannya..
Mski itu seorang musuh,..
Rangkul utk jadikan Saudara,,
Dab diajak BerKawruh..

TerIngat pitutur

`~Ha Na Ca Ra Ka~`

Salam Sejati

141. sugito - 8 November 2008

saya sangat senang banget baca ini artikel, mengingatkan saya pada seseorang yang dulu memberi pitutur pada saya, namun sekarang sudah kembali pada Ilahi. Isi/ makna pitutur tentang sedulur papat lima pancer persis, saya tidak tahu apakah karena sumber ilmunya sama, atau makna yang sesungguhnya seperti tersebut di atas, sehingga penjelasannya sama.

matur nuwun….pencerahannya…salam dari saya untuk semuanya..

142. adyt - 29 Desember 2008

Assalamu’alaikum..
dalam Asmamu aq berlindung dan berserah diri dengan segenap kerinduan q akan dzatmu…
dalam Ketidak tahuan q aq pasarah dan berserah diri dalam keagungan kerajaanmu wahai dzat yang Maha Tahu

Bismilah
Pembahasan yang menarik… Sejatinya tidak ada perbedaan Semua mengarah pada satu titik 1. Siapa kita ? 2.Siapa Pencipta kita ? 3. Untuk apa kita tercipta ? Kita hanya hamba yang ada tuaNya.. yang harus tunduk dan patuh pada AturaNya.. dan berbuat baiklah sesamanya.. itulah hakikat s45p. Adakah jawaban 3 pertanyaan tersebut jauh dengan s45p???? Pemahaman ibarat angka 0,1,2,3…..8,9 tinggal pada makom mana ia berada 01 atau 10… 12 atau 31
Wassalam…

143. JAKA SURYA - 31 Desember 2008

???? Salam kenal! Jaka Surya boleh gabung…

144. Jabang Sasmitho Roso - 1 Januari 2009

Monggo mas ,..gABUNG SAja mas Jaka Surya

Salam Sejati

145. sabdalangit - 2 Januari 2009

Nderek mangayubagya lan nyuwun sumbang sih ngelmu dumateng para rawuh dahat luhuring budi.

http://sabdalangit.wordpress.com
(bab: sejatinya guru sejati)
Matur sembah nuwun awit saking kawigatosanipun
Rahayu

146. brandon alan scofield - 2 Januari 2009

buat mas EHA , mas Eddy Corret kemana ya ?

147. Eternal sunshine - 3 Januari 2009

Cieee……………rindu lo ndon sama si boss eddy??wakakaka…dia lagi mempersiapkan SPnya muncul kalee ndon…..he he he….

148. Muh. Arya Aji D. - 3 Januari 2009

sp45 udah disiratkan di keraton mataram dengan warangka dalem di luar 4 dan didalem keraton juga 4……..

149. EHA - 3 Januari 2009

ada apa mr.ndon?
aku lagi di prampelan salatiga, cari bibit bambu petung

150. ryanu13 - 3 Januari 2009

saudaraku…saya hanya ingin menuliskan dari apa yg saya mengerti,bahwa sedulur papat limo pancer adalah bahwa manusia bisa menyatukan empat alam dalam satu keharmonisan.karena manusia juga dari alam yang tanah,angin,air dan api.mengapa manusia itu di sebut paling mulia ? karena hanya menusia yang dapat menyempurnakan ibadah nya alam kepada ALLAH dengan cara syariat,tharekat maupun Ma’rifat.dan apa artinya manusia ini tanpa hasil dari alam ? karena semua mahluk ingin beribadah kepada ALLAH dengan caranya masing2 dan semuapun ingin ibadahnya sempurna.

151. Mazadjie - 6 Januari 2009

salam
Tulisan Om Iyan Hendrayana mantab habis…..!, mohon maaf terpaksa saya culik ke blog saya
Blog mas Iyan dimana ya rasanya ada tulisan yang terpotong deh, ada yang tau ?

Om david, boleh ga blog ini saya link ?
thank sebelum dan sesudahnya
salam

152. Nata Warga - 6 Januari 2009

Salam Mas Adjie

Silahkan saja, selama itu berhubungan dengan spiritual, bagi moderator tidak keberatan.

Salam Sejati

153. The Real Self - 10 Februari 2009

Salam…
Lakum Dinukum Waliadzin…
Klo sy mulai belajar dari hal yg paling dasar dari Rasa, dengan rasa ada Cipta dan dengan cipta terbitlah Karsa. Dengan iringan dzikrullah, dari situ manusia akan th mengenai pernik2 hidupnya dan mampu mengenali siapa dirinya. Dgn rasa manusia bs hidup, dgn rasa manusia bs th baik dan benar dan sampe kepada yg haq. Memang jalan yg sy tempuh ini mgkn bs dibilang panjang dan lama, tp itu adalah jalan yg tepat bagi sy pribadi.

Apa sih sebenarnya tujuan diciptakannya manusia, manusia hidup itu untuk apa?????? apa sekedar mengisi dunia, sbg khalifah di bumi ato sekedar meramaikannya???
Jawabannya cm satu kata, yaitu RASA, sedangkan yg laen2nya adalah pernak-pernik dr RASA. Rasa adalah segalanya bg manusia dlm menyusuri hidup dan menemukan pribadinya. Adakah manusia yg sempurna, apakah nabi Muhammad SAW.???
Cobalah kita renungkan apakah benar RASA…??? Apakah manusia hidup untuk sekedar merasakan??? merasakan pahit manisnya dunia dan betapa nikmatnya berada dalam naungan, bersama/manunggal dgn ALLAH???. Jawabannya adalah YA…!!!
Sbg contoh nie…. misalkan kita dr kecil smpe saat ini berada dlm rmh mewah serba ada, nyaman tentram sejuk ga kepanasan tanpa th apa yg terjadi di dunia luar. Tiba2.. kita disuruh keluar ama orang tua tuk belajar di luar negri sono, apa yg kita rasakan…?? pastilah segala sesuatu yg manis dan pahit, kebajikan maupun kemungkaran. Kita pst berpikir ternyata lebih sangat enak sekali klo tinggal di rumah td.
Demikian halnya dgn RASA yg sederhana kita belajar menemukan RASA yg sejati.

Sekian sekelumit rasa dr sy… jika ada kurang lebihnya mohon dikoreksi karna sy jg msh tetap manusia… hehehheee…

Salam sejati…

Thanks All..

154. unyil usil - 10 Februari 2009

kalo nggak nerasain apa-apa ya namanya mati rasa.
rasa itu tak bisa diraba, beda kalo ngerasa itu merasa merasakan, kalo kerasa kan ada wujud/indera yang merasakan.. kalo enak jadi kerasan kalo nggak enak jadi kekerasan dan rasa-rasanya itu bahasa perasaan saja.

Sekian sekelumit rasa dr sy… jika ada kurang lebihnya mohon dikoreksi karna sy jg msh tetap manusia… hehehheee…

Salam sejati…
Thanks All..

155. marijan - 10 Februari 2009

rasa itu ya kedemikianan, ada yang merasakan dengan panca indra nya, ada yang merasakan dengan ROSO nya…ada juga yang pura-pura ngerasa (sudah merasakan padahal masih kulitnya), kalau kita disuruh pindah keluar rumah(keluar negri) ya jelas itu sih kita bisa merasakan secara fisik(beda suasana dll), rasa yang sejati ya begitu itu…

untuk mas the real self, lakum dinukum waliyadin juga mas…

156. Ndeq - 11 Februari 2009

Hidup dan rasa itu kan satu dalam rangkain,ga ada rasa diluar kehidupan dan ga kehidupan yg ga bisa dirasakan,jadi emang ga nyambung kalo masalah hidup itu dipikir2 sama diotak atik mulu,karena hidup itu bidangnya rasa,jadi mesti dihayati dalam lakuperbuatan sehari-hari.

Btw,Tuhan itu sesuatu yang dianggep Hidup ga?.
Kalo gitu yah ojo dipikir2 sama dipelajarin,supaya ga mumet sendiri.

157. quen - 12 Februari 2009

rasa itu ghaib mas

158. ciptoning - 15 Februari 2009

binggung aq jadinya.
sama halnya disuruh mencari bulu kucing yang paling panjang sendiri tp jangan kumisnya.
ada yang tau gak…..???????????

159. Le Coeur de la Mer - 15 Februari 2009

ekornya,karenanya kalo orang yg seneng nyari2 n mikirin soal tuhan itu apa dan dimana itu sama dengan kucing ngejer ekornya sendiri wakakakaka……….

160. Jabang Sasmito Roso - 15 Februari 2009

Salam Saudara semua ,
Sedikit ikut memberikan celotehan .
Kita tidak perlu “Menilai” seseorang dengan apa yang disampaikan. Tanpa disadari akan mengakibatkan kesimpulan…dan membelenggu diri sendiri . Pada dasarnya orang tumbuh berkembang dari ketidak tauan, berikut manusia terlahir sudah mengenal DERITA pada awalnya…

Saat kita menyampaikan bahwasanya apa yang “”Terdekat”" dengan Nafas ~Mulut ~ Telinga ~ Mata kita.Dari Hati ..Mulut dan Telinga dan Mata sebagai alat bantu yang mesti singgah ke alam pikiran utk pendekatan penyampaian.
Dalam Pikiran akan terproses. Saat itul perlunya hening sejenak memproses melepas penilaian dan kesimpulan .

Bila kita rasakan ada orang “mencari” dilihat masih sangat wajar,,dalam pendekatan tataran pengertian seseorang ..
Namun bukan berarti utk dijadikan bahan kesimpulan. Ingat semua berproses,…berangkat dari mencari ~ kebodohan ~ ketotolan…ini bisa kita bahsakan ke dalam kita sendiri.Terbiasa meloncat pada Hasil jawaban karena buru buru memberikan penilaian baik dan tidak.

Siapapun tidak tahu apa kehendak kita masing ~ masing sesungguhnya mengarungi alam kehidupan ini .Selain diri kita yang ada ini . Hanya anda atau saya sendiri.

Sayang sekali bila buru buru saling menilai dan menyimpulkan ,.toh semua berangkat juga dari ketidak tahuan. Dari ketidak mengertian ,,dari ketidak pahaman . Hakekatnya masing masingbutuh PENDEKATAN sebagai KOMUNIKASI kedalam.

Menyampaikan yang apa adanya terkadang menjadi penilaian bahkan dianggap ketololan ,sementara Menyampaikan Kebohongan penuh keindahan yang terasa sangat Manis terkadang seekdar menjadi Aroma yang Membiuskan.

Disinilah perlunya disadari …
Apakah kita masih suka Menilai Baik dan Benar kedalam diri kita?Otomatis akan terexpresi keluar …memberikan atau tidak Penilaian . Saat nya Semua diurai ,digelar~digulung dari dalam diri yang sangat Pas. Sadari dengan pendekatan apa yang sangat KUAT Melekat pada diri kita masing masing .

Pada titik ini bila mau di telusuri akan sedikit mulai disadari ,….utk melangkah dan beranjak meski itu dari sebuah ketololan~kekotoran~kebusukan …..semua hanya itu utk kita ,,bukan utk siapa siapa.

Saling berbagi tetap diperlukan. Dari ,ketololan~kebodohan dan ketidak becusan masih terbuka kesempatan utk beranjak. Masing masing memiliki HAK ASASI HIDUP yang sama .

Dan masih banyak cara menyampaikan dengan cara ”motivas ” spirit seseorang bukan dengan cara semata mata buru buru menilai . Tetap Perlunya sekali harus pait dan pedas…..semua tetap disadari kembali kepada “”Tanpa Penilaian”" …ini yang akan memberikan “”KESEMPATAN”" siapapun ber Apresiasi dalam Tumbuh berkembang dan Belajar, meski dari ketidak tahuan…siapapun itu memilki Hak dan Porsi yang sama…

Salam Sejati

161. ratanakumaro - 15 Februari 2009

Dear All Brothers and Sisters… ,
Dear All Kadhang Gantharwa….,
Salam Hormat untuk Anda Semuanya,
Salam Damai dan Cinta Kasih… ,

Saya berharap, semoga kita semua disini, bisa bersama-sama saling menumbuhkan kesejukan, perdamaian, rasa persahabatan yang tulus, cinta-kasih terhadap sesama, demi diri kita sendiri, demi keluarga kita, demi lingkungan masyarakat kita, demi bangsa dan negara kita, demi masyarakat dunia, dan demi semua makhluk2 semesta… ,

Sependapat dengan Sdr.Jabang Sasmito Roso…, mari mulai berlatih MELIHAT hanya MELIHAT, MENDENGAR hanya MENDENGAR, tanpa bercampurnya persepsi kita… ,

Persepsi yang tertanam, itulah yang membuat kita selalu menanggapi semua hal sesuai rekaman memori tersebut. Saat orang menghina, kita marah, karena , dalam persepsi kita, kita sedang dihina, aku dihina… Padahal, jika kita bisa dengan tenang, damai, mendengar itu dan membiarkannya berlalu, tanpa campur tangan persepsi kita, maka…, tidak ada yang menghina, tidak ada pula yang dihina… Mungkin itu sedikit tambahan saja… ;)

Semoga Semua Makhluk Hidup Damai, Sejahtera, Bahagia, Sentausa… .

Salam Damai dan Cinta Kasih.

http://ratnakumara.wordpress.com

162. hidayat - 15 Februari 2009

rahayu…
menambahkan Om J.S dan Mas Ratana … memang sedulur papat yang dipakai ya empat empatnya seiring sejalan sehingga kompak, atau kalau lebih baik yang warnanya hitam yaitu lambang keabadian dan kesabaran, untuk itulah mengapa tubuh semar itu berwarna hitam… kalau menggunakan warna ini, walau dikatakan kita kadang enggak tampak bereaksi aktif, sebenarnya kita belajar puasa,

sumeleh yang tepat mengartikannya kalau ada kata yang enggak enak didengar ya kita perbaiki jangan marahnya didahulukan, contoh begini jaman sekarang jaman komputer kalau teman yang sembrono omongannya misal di kerjaan saat mengkritik temannya yang tidak bisa komputer ya jangan marah duluan, malah seharusnya terpacu untuk belajar komputer, kalau menurut hidayat ya terimalah kata kata seperti itu dengan sumeleh, anggap itu pahala atau hadiah yang harus ihlas diterima dalam perjalanan hidup kita, tidak perlu marah atau dendam apalagi mempersiapkan pasukan untuk berperang … jika bisa demikian saya yakin semua orang akan ceria dan mbanyol setiap hari seperti saya ini.. hua ha he he he
wass wb

163. Jabang Sasmito Roso - 16 Februari 2009

Salam Mas Ratana dan Mas Hidayat dan semua saudara disini Terkasih ..
Sangat Pantas penambahan yang disampaikan oleh saudara disni ..
Istilah sedulur 4 meniko akan saling dukung ,..dan tetap ber Pancer pada satu Lantaran Nya.

Saat menjadi Obyek Penilaian….sangat penting utk tetap Sumeleh seperti yang Mas Hidayat dan Mas Ratana sampaikan ,.

Cangkrukan mengenai Spiritual tidak harus mentheng2an,..bahkan bsia dengan relax dan santai sambil canda ..apalagi sambil makan ubi rebus dan teh hangat yg nasgitel….
Termakasih utk saudara semua ,.kit asemua akan saling belajr ..dan belajar …

Ada sedikit sindenan dari saya ,,,,demikian :

“~Mengasihi siapapun akan terlihat lebih jelas respon baliknya entah nyaman atau tidak nyaman.. pas atau tidak pas,..dan tentunya ini sudah tidak perlu di permaslahkan lagi ~“

“~Saat diri terlepas menjadi Sekedar Meng AGungkan diri sendiri yang terasa “Lebih Mudah” daripada mencoba belajar “MengAsihi” diri sendiri yang Sebenarnya,. dan belum tentu bisa dirasakan langsung repon balik dari dalam diri saat itu juga ~“

“~Bukankah perlunya MenNgasihi diri sendiri itu sebagai awal dari sebuah “Kebangkitan” dan mulai Sembuhnya dari Kesakitan ? ~“

Monggo di pun sekecakaken sederek sesami wonten mriki .. ,..Kami dan kadang keluarga GTW tetap akan selalu menyimak dengan apa yang disampaikan….Maturnuwun

Sami Eling lan Podho mawas ….

Jabat Erat selalu
Salam Sejati
JBS

164. ciptoning - 16 Februari 2009

disini gak ada kebenaran yang mutlak, kecuali milik allah. dalam mencari makna sedulur papat limo pancer,tanyakan pada diri kita sendiri.kita harus mempunyai dasar keyakinan yang teguh, jangan terpengaruh oleh yg lainnya.
berpeganglah pada dasar keyakinan sendiri, bahwa agama atau keyakinan yang km pakai sekarang ini adalah yang terbaik. buat km. lakukan meditasi dan perenungan untuk mengungkap tabir kehidupan, percayalah nur illahi akan membimbing anda sekalian.

165. brandon alan scofield - 21 Februari 2009

kenalkan nama gue brandon alan scofield

166. brandon alan scofield - 21 Februari 2009

gue yakin disini banyak alumni eddycorret.wordpress.com … he he he

167. brandon alan scofield - 22 Februari 2009

by the gue mau nge bahas soal satriopiningit … waduh ternnyata om hadi setyono jelas 2 mengaku sebagai SP …. gimana nih ?

168. brandon alan scofield - 22 Februari 2009

dan gue masih yakin dengan teori gue bahwa baru tampil setelah terjadi goro-goro akibat perang saudara di indonesia yang memakan korban jutaan orang … goro-goro belum terjadi menurut gue paling cepat 10 tahun lagi …

169. bambang - 22 Februari 2009

Dalam artikel ini dikatakan bahwa sedulur papat lebih kecil dibandingkan diri kita. Gambaran tersebut “sanepan” atau kasunyatan. Mungkinkah sedulur papat lebih besar dari diri kita? apakah karena Kyai Pager rasa sudah dapat mengendalikan sedulur papat sehingga sedulur papat lebih kecil (tunduk) dengan pancer. Kalau seorang masih dikendalikan oleh sedulur papat, mungkinkah sedulur papatnya lebih besar dari pada diri kita? Walaupun hal sulit terjadi karena untuk ketemu sedulur papat harus mampu mengendalikan mereka terlebih dulu. Mohon pencerahan, maturnuwun

Gantharwa - 23 Februari 2009

Salam Saudara Bambang,
Apa yang di tulis oleh Kyai Pager Rasa adalah pengalaman beliau, tidak bisa di jadikan acuan kebenaran yang bersifat mutlak! Yang di ceritakan juga merupakan personifikasi atau di sebut pengambaran, bukan kenyataan.
Demikian juga besar dan kecil tidak bisa kita jadikan acuan sebagai baik dan jelek, tunduk atau tidak tunduk, terkendali atau tidak. Karena bisa saja besar artinya melingkupi/melindungi (secara positif), karena kalau kita memberikan kesimpulan, nanti kalau ada yang belum ketemu seperti pengalaman orang lain, bisa di anggap sebagai kesalahan (padahal belum tentu), dan akhirnya pengalaman menjadi ajaran, ajaran berkembang menjadi doktri, akhirnya ya, akan terjadi salah kaprah..
Demikian Saudara Bambang, semoga dapat membantu.

Salam

170. neo - 11 Maret 2009

maaf sekedar meluruskan benar dia punya warna tapi bukan itu warnanya Merah,kuning,hijau,hitam,kelima putih temui mereka semua cari jalan bertemu mereka karna merekalah yang memberitahu kita,ketika kita sakit mereka akan memberitahu kita akan ada bahaya bahkan ajal kita pun mereka kan memberitahu kita dan ini bukanlah sekedar pepesan kosong belaka mereka kita sebut ari-ari.dan ketika ajal kita datang sang putih menjemput kita .kita menyebutnya malaikat maut.bahkan banyak orang orang yang memakai mereka untuk kedigjayaan.contoh kecil rawarontek yang tidak dapat mati memegang ilmu itu kenapa karna dia memakai sedulurkita yang putih
siapa yang akan menjemputnya jika yang menjemputnya dia pakai..
berhati-hatilah semua ada akibatnya.dan semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan Alloh satu lagi jangan hanya katanya. buktikan sendiri kalao mereka benar benar ada. wassalam

171. ................................. - 12 Maret 2009

Rawarontek itu menggunakan anasir bumi,daya ruh nabati,karenanya sifatnya itu TUMBUH seperti sifat tetumbuhan,oleh sebab itu dilakon wayang,yg punya aji2 rawarontek itu bisanya dikalahkan oleh ruh hewani dalam wujud HANOMAN,satu tataran di atasnya.

Gantharwa - 12 Maret 2009

Salam Semua Saudara
Website Gantharwa adalah ajang kita saling mengenal dan belajar, maka tidak ada alasan yang logis kita tidak memakai nama asli atau nama panggilan kita masing-masing beserta email yang asli. Karena kita disini bukan mencuri, bukan juga sedang ajang jago-jagoan.
Maka dengan ini, kepada semua saudara bisa senantiasa berlaku jujur dari mulai memperkenal diri secara benar.
Terima Kasih

Salam

172. sabdalangit - 13 Maret 2009

Sugeng enjing para sanak kadhang wontening padepokan ingkang prayitna yuwana punika.
Nderek mangayubagya lan ngantu-antu tumetesing embun enjang, kanthi kawaskitan para kadhang ing mriki, anggenipun sami medar seserepan ingkang dahat linuhur ngaluhuraken bebuden.
salam sejati
rahayu

173. Le Couer de la Mer - 17 Maret 2009

Mas gantharwa,khusus untuk saya boleh yah berganti-ganti id,soalnya saya bosenan,bukannay bermaksud jelek atau menyalahi tatakrama yang ada,tapi yah emang wataknya begitu he he he…….
lagian toh bisa di cek kan menggunakan nalar dan rasa,seluruh komentar saya sekalipun berganti2 id tetap rasanya satu kan,yaitu bertujuan kepada persatuan dan kesatuan umat,tidak bertujuan untuk mengadu domba ataupun membuat onar disini ataupun di blog manapun :) ….

N jikalau memang hendak bertingkah sok jagoan atau mencari anggepan orang lain tentunya lebih baik bagi saya untuk menggunakan id yang sama sehingga bisa membangun citra dan anggepan baik dari orang lain ttg diri saya.

Sekali lagi,saya mohon ijinnya supaya boleh yah ganti2 id,hehehe……

N Yg menggunakan id neo bukan ogut loh yah he he he,yang komentar dibawahnya memang ogut tuh yang idnya”……………………”

Salam Sejati.

(Saudara yang “Nama tak jelas”, tentu kita tahu siapa saudara, dan dari IP saudara kami tahu berada di mana, dan selalu ada. Silahkan saja selama ada nama yang jelas, asal jangan sekedar titik dan koma saja. Red)

174. agung - 8 April 2009

Mas Gantharwa, apa benar sedulur papat itu bisa kita lihat?kalo bisa gimana caranya?
matur nuwun

175. kang restu - 15 April 2009

Dear All,
melu urun rembug nggih…
menawi dipun trami sakjane dulur papat limo pancer iku ngono memang gandeng renteng karo awake dewe2, sakjane warno sg diulas sg bener iku wetan-putih, kidul-abang, -kulon-kuning, lor-ireng. kabeh iku iso diurekne dewe2. dunung prakteke ngejowentah dadi sifate manungso dewe. malaikat jare boso agomo, nafsu jare omongan tharikot. semuanya sama hanya beda bahasa.
kalo dulur mau selamat jangan pernah melupakan untuk selalu ingat dulur papat ini terutama pada waktu hari pasaran kelahiran kita.

wass…rahayu…

176. deny - 27 April 2009

kalo sepengetahuan saya sedulur papat limo pancer adalah mayonggoseto,wachodiyat, roh ilapi, makdunsarpin lan kalimo sukma sejati.. maaf bila salah.. rahayu…

177. wira lanjar purnama - 16 Mei 2009

jd pengen komen, mudah2an mendekati bener nih. sebab yg mempunya kebenaran cuma allah.
kalu gak salah sedulur papat dari bagian papat kalima pancer merupakan bagian kronologis terjadinya manusia (manusia yg sempurna) yang mana :
dari unsur alamnya tanah, api, air dan angin.
dari unsur cahayanya (bukan NUR) merah, kuning hitam dan putih.
dari unsur arahnya utara, barat, selatan dan timur.
dari unsur nafsu manusianya amarah, sawiyah, muamalah dan mutmainah.
yang mana untuk menjadikan mancer unsur yg kelima (fifth’s elemen) dari manusia harus dapat memanagement dari 4 unsur yg papat.
dalam bahasa ekonominya dikenal dengan “right man at the right place”, maka manusia itu yg dikatakan unsur yg kelima mancer, atua yg disebut manusia yg sempurna.

178. wira lanjar purnama - 16 Mei 2009

komen lg yah?!
ttg ulasan bpk The Real Self
rasa yg bapak maksud mungkin (yg dalam bahasa serapan) qolbu dan bulkan hati. memang qolbu (dasar hati yg paling dalam itu letak fifth’s elemen, yg mana paling sederhana untuk mengenalinya adalah perasaan ikhlas yg kita “RASA” kan. jadi RASA ikhlas itu bukan penilaian orang tetapi menurut RASA kita sendiri….

Lakum Dinukum Waliadzin juga deh….

179. asmaraningtyas - 20 Mei 2009

Dalam ilmu kejawen terutama kalo ngomong tentang sedulur papat itu nngak ada warana coklat dan ijo atau biru…
dalam hal sedulur papat itu adany waran adalh

merah lambang api tempatnya ada di selatan, harinya pahing
kuning lambang angin adanya di timur, harinya legi
hitam itu perlambang tanah adany di utara, harinya wage
dan stu lagi warna putih warna air ada di sisi barat harinya pon

makanya sedul;ur papat kalima pancer itu sering juga disebut keblat papat kalima pancer……
pancer itu tengah warnanay maneko warna, harinya kliwon….

dan itu lambang dari kejadian manusia kalo mau diterangkan secara tuntas…dan bila dikaitkan dg huruf jawa maka honocaroko itu ada di timur, datasawal, selatan, padajayanya ada dibarat dan monggo bathonga ada di utara….semua itu bisa dijelakan maknanya melalui pilosopi jawa…sayang sayay ga cukup waktu untuk nulis disini

180. Enceng Iip Syaripudin UGM Ekonomi ISlam - 21 Mei 2009

Enceng Iip Syaripudin, S.Ag Kab.Garut Ds. Jati. Tarogong Kaler As. Wr, Wb. Salam Papat Kalima Pancer, pengalaman saya kalau ingin menghadirkan ilmu ini banyak berdekat diri kepada Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua nanti akan keluar yang dinamakan ciri khas papat kallima pancer sendiri tapi ingat kita tetap mengingat Allah karena syaitan akan tetap menggoda kita. dan seringlah bermeditasi (berkholwat )selepas Shalat sambil amalkan yang diajarkan nabi terutama sering baca shalawat nabi insyaalah akan ketemu manfaatnya.

181. hadi wirojati - 13 Juni 2009

pamuji rahayu..,

salam S45P, para kadhang ….mugya tansah karaharjan sedayanipun widada niring sambekala, tansah padhang sedayanipun.., sumilak kangge ngayahi ngagesang saking papan tumekaning paran dumugi papan malih.., kanti rahayu slamet lan kaweningan bathos..kangge nuntun dumugi jagad kaweningan.., sedayanipun…
matur sembah nuwun, salam sejati
rahayu ..,

182. iwan trio andrivani - 15 Juni 2009

Dengan meyakini itu semua kita dapat terhindar dari berbagai macam tantangan yang akan kita hadapi.
Sadulut kembar papat lima pancer itu sudah terbukti bagi saya.
Memang dengan kita terus mengingat itu semua kita akan terhindar dari segala marabahaya yang terjadi. INSYAALLAH SEMUA ITU KEMBALI KEPADA-NYA

183. pierrean (Red) - 26 Juni 2009

sedulur papat kelimo pancer……
karna saya orang jawa & merasa ajaran jawa benar….
jadi saya tidak mempermasalahkan pendpt2x yg berlaenan baik itu secara islam….
yang pasti saya mau membuktikan……..
ada sorga???? dimana & bisa dilihat?? haruss….bagi saya
ada neraka??? di mana & bisa dilihat??? harussssssss…bagi saya
ada Tuhan??? dimana & bisa di lihat??? harus…bagi sya
ada sedulur papat??? dimana & bisa dilihat, diajak komunikasi, dimintai peertolongannya????? gmn yachhhh caranya..
trims bantuanna sedulurku kabeh wong jowo tulen…..

(Saudara Pierrean.. silahkan di baca materi yang ada di web ini tentang surga, neraka, tuhan, dan sedulur papat, dan supaya tidak salah tangkap, baca juga materi lainnya yang sebenarnya tetap berhubungan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan saudara. Red)

184. cikepong - 5 Juli 2009

kalimasada => kalimah shahadat kalau dalam Islam.

ashaduallailahaillallah wa ashhadu anna muhammadar rasulullah.

kunci syurga.

185. cikepong (Red) - 5 Juli 2009

ajaran jawa adalah dari ajaran nabi Ibrahim yang tulen.masih tak terpengaruh dengan ajaran india.

(Saudara Cikepong, Ajaran Jawa sudah ada pada 80.000SM bahkan lebih tua dari itu, bisa tahu Nabi Ibrahim hidup di zaman dan tahu berapa? Dan bisa baca tentang jawa di materi yang ada tentang Jawa. Red)

186. cikepong (Red) - 6 Juli 2009

brahma tu ibrahim.

sedulur papat limo pancer adalah berkaitan dengan roh idhofi…

rezki jumpa roh idhofi perlukan kalimah syahadat(beragama islam) atau kalimasada.

roh idhofi terdiri dari 9 lapisan roh.1 roh tapi terdiri 9 lapisan.Yang terdiri pelbagai warna.Warna-warna lapisan ini mewakili sifat-sifat manusia tersebut.

biasanya yang dapat jumpa roh ini sudah taraf wali Allah.Tak ramai yang dapat berjumpa semasa hayat.Biasanya jumpa masa sakaratul maut.ini yang ramai jumpa.

(Salam Saudara Cikepong, silahkan saja kalau memang keyakinan saudara demikian, hanya kami belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan diatas. Red)

187. cikepong - 6 Juli 2009

yang ramai jumpa masa sakaratul maut tu pon kalau amal ibadatnya baik.kalau tak baik banyak buat dosa…syaitan lah yang akan guide orang tersebut.

188. cikepong - 6 Juli 2009

4 unsur yang terdapat dalam diri manusia…air,api,tanah,angin.

189. cikepong (Red) - 7 Juli 2009

80,000 sm tu ikut kalendar mana?

(Saudara Cikepong, SM itu artinya Sebelum Masehi, apakah sudah tahu kalender mana? Red)

190. Shivas Regal - 18 Juli 2009

Four Horses of the Apocalypse = Sedulur Papat

Gantharwa - 18 Juli 2009

Saudara Damai atau Energi atau Shivas Regal,
silahkan dipaparkan versi Four Horses of the Apocalypse.

Salam

191. surya - 9 Agustus 2009

tolong pak………!!?saya sedang kebingungan.allah memiliki sifat wujud kan?lalu apa wujud nya?????????????

Gantharwa - 9 Agustus 2009

Salam Saudara Surya
Keilahian itu bukan masalah dimensi, tidak bisa di jelaskan dan di ceritakan, tapi “Kedemikianan” (Ngana Kuwi).

Salam

192. hartono - 15 Agustus 2009

To. Mas Surya…yg dirahmati…
Jika mas surya ingin melihat wujud Allah…ikuti dan tiru serta pahami sifat2 Allah..seprti pengasih penyayang ..dsb..( yang 99 )..beribadah dengan iklas dan tulus…wujud Allah, lisan mahluknya tidak sanggup memgambarkan walau dia melihatnya….

wassalam….

193. Alin Soeryaraga - 15 Agustus 2009

Memang banyak ilmu mencari kebenaran illahi yaaa sampai dalam kartun ada Avatar yang menguasai pengendalian 4 unsur angin, api, air, dan tanah. Terimakasih untuk semua comment sehingga menambah wawasan….
wassalam

194. hery wijaya - 26 Agustus 2009

Salam u: Gantharwa and members
1. Bagaimana cara mendaya gunakan papat lima pancer?
2. apa manfaat dari 4 lima pancer? mohon petunjuknya
Salam bahagia

195. Bambang Eko Cahyo - 8 September 2009

Asslmkm… Saya mau bertanya dam mohon maaf apabila saya kurang mengerti….
Bagaimana caranya mendayagunakan Sedulur Papat Lima Pancer kedalam kehidupan Manusia Hakekat…??? Guna mencapai Keselamatan dan Kemuliaan Dunia & Akhirat..???

Sekali lg saya mohon maaf apabila pertanyaan saya kurang berkenan..
terima kasih
wasslkm..

196. Jabang Sasmito Roso - 9 September 2009

Salam Sejahtera saudara Bambang ,,
Terimaksih sudah ber atensi ..tidak ada yang perlu di maafkan dengan pertanyaan anda.
Justru ini sebuah pertanyaan yang menarik.Dan Perlu diingat penyampaian ini sebagai sharing pengetahuan bukan arah niat memberikan Jawaban , anda bebas untuk kembali merenungkan .

Dalam pemahaman Gantharwa sudah sedikit di uraikan diatas Sedulur Papat Kalimo Pancer dikenal sebagai “Landasan Jawa” adalah KALIMASADA. Leres …tentu sangat tepat bila ada Pendaya Gunaan . Tapi sebelumnya akan dibutuhkan sebuah SIKAP dasar KEKUATAN, SEMANGAT, KECERDIKAN, KESUCIAN, sebagai bekal SIkap Pokok yg ber-Pancer Illahi berfungsi sebagai Pendorong berikut memberikan Arah Orientasi dalam Proses perjalanan. Seperti dijelaskan pada perenungan di atas Kalimasada tidak bisa dipisahkan . Bila direnungkan semua itu sebagai Kesatuan yang Utuh .Semua itu dibutuhkan Adanya pendaya gunaan dengan dihidupkan melalui Tindakan dan Totalitas . Tindakan totalitas sudah tentu sudah tidak adanya ke Ragu maupun Ketakutan tak terkondisi ketika melangkah.

Pergerakan dimulai menyelam ke dalam ,Manekung kedalam dengan bekal Landasan Kalimasada sebagai dasar Hakekat buat bekal Pituduh dalam melakukan perjalanan kembali ke pada Kasidan Jati . Sebagai Sarana SUngkawa( Cita Cita ) dst dst …dst akan menjumpai “Mungkuring Pakerti lan Panggawe”. ….dst dst dst sampai kepada “Mungkuring Donya”…..

Mempertanyakaan Kemuliaan dunia dan ahirat sering melahirkan pertanyaan2 baru yang berulang . Dengan mengerti Ajaran Kalimasada pun belum cukup. Tentu dibutuhkan Proses Laku yang tiada henti ,,,tanpa “berpikir” ujung dan pangkalnya. Tiada penilaian apa apa ….bahkan kesimpulanpun bukan .

Coba amati kembali kutipan ”illahi”
Illahi tentu sudah melampaui dan beranjak dari Hukum Akal dan Pikiran . Ketika berOrientasi pada “PANCER” semua itu bekerja dalam ranah “Kesadaran illahi”/ Cosmis ..dan bukan dalam ranah ALAM PIkir lagi yang sering mengacaukan menyempitkan dan membelenggu dalam PAndangan dan Langkah hingga menimbulkan Keraguan Ketakutan bahkan Kecemasan ..

Sebagai tambahan …
Menyelam dalam “Proses” daripada “Hasil” berikut akan mengurai “Pertanyaan” bukan Menuju sebuah “Jawaban” , yang akan lebih mengena dan mengerti ALasan Dasar semua adanya Gerak Hidup itu sendiri .

Semoga bermanfaat ..

Salam Sejati

197. tegoehkusuma - 9 September 2009

nuwunsewu… salam damai salam sejahtera.

teringat akan sanepan:
S45P…4 sehat 5 sempurna.
-Kekuatan yg sehat
-Semangat yg sehat
-Kecerdikan yg sehat
-Kesucian yg sehat…
….SEMPURNA.

Semoga semua makhLuk mendapatkan keseimbangan & saLing menyehatkan, menyatu daLam kesempurnaan.

SaLam SEJATi.

198. sinding - 16 September 2009

SALAM, sekedar berbagi ilmu dan faham

ALLAH ciptakan raga Adam dari 4 unsur :

1.API
2.TANAH
3.AIR
4.UDARA

pabila sempurna wujud RAGA Adam,di tiupkan lah ROH -NYA yang mulia pada-nya, sebagai ciptaan ALLAH yang paling sempurna dan akibat menyatunya ROH pada RAGA, terwujud lah Wujud NAFSU yang mencerminkan dari 4 unsur RAGA atau disebut jg SEDULUR PAPAT.

1. AMARAH.mencerminkan unsur API
2. LAUWAMAH. mencerminkan unsur TANAH
3. SUPIAH. mencerminkan unsur AIR
4. MUTMAINAH. mencerminkan unsur UDARA

pada tiap NAFSU, memiliki sifat-sifat tertentu yg cenderung mengikuti asal unsur RAGA nya yang gelap, yg jauh dari ALLAH.

1. AMARAH sifatnya semangat,emosi,iri dengki ..
2. LAUWAMAH sifatnya selalu memuaskan keinginan RAGA nya..makan minum, sex ..
3. SUPIAH sifatnya ingin kepada keindahan,kecantikan …
4 MUTMAINAH sifatnya ingin kepada kebaikan ..

kewajiban manusia lah, mengendalikan dan menundukan 4 NAFSU nya atau SEDULUR nya ..sehingga ROH atau DIRI SEJATI tegak berdiri .. tanpa ikut campur NAFSU yang cenderung menguasai dan mengarahkan kepada kegelapan RAGA.

199. wardijeinKMM - 30 September 2009

Saya selaku bangsa Nusantara sepakat dengan Konsep Sedulur papat limo pancer dan saya telah menstuskan ilmu pengetahuan System Pedoman hidup http://www.tri-falaq-tunggallistik.com yang di gali dari ilimu tersebut yang mengajarkan prinsif-prinsif dasar system kepemimpinan yang di sesuaikan dengan system cara kerja anatomi tubuh manusia yaitu kepemimpinan satu pemimpin di dampingi empat sahabatanya ( Allah Swt Memimpin/pengadali …..>>>>1. Jin 2. Setan 3. Malaikat 4. Manusia …..

Di karenakan setelah melalui pendalaman dan penelitian yang panjang dan cukup maka dapat disimpulkan bahwa dalam tubuh manusia yang menjadi Pemimpin ( Pengendali, Pengarah, Pengatur ) adalah ROH yang dalam kesehariannya dalam menjalankan kehidupannya berbakti kepada Allah Yang maha esa di dampingi oleh Empat Organ penting antara lain :

Ruuh sebagai pemimpin dalam tubuh manusia :
1. Otak yang melaksanakan tugas di bidang kecerdasan berfikir
/cerdas ( Politik ) baithul Makmur .. Tempat yang palin ramai
selanjutnya manusia wajib mencari ilmu
2. Jantung dan hati melaksanakan tugas di bidang mengolah
menyalurkan energi keseluruh tubuh ( Ekonomi ) Baithul
Maharram ..Dilarang Iri dengki .sirik dan jail
Selanjutnya Manusia wajib Mancari Makan/kehidupan
3. Alat kelamin yang mejalankan tugas di bidang seksual
/reproduksi ( Ahklak dan moral / Aqidah ).. Baithul Muqodas
…Tempat yang di sucikan dari Masiat …
Selanjutnya Manusia wajib Beribadah
4. Kaki bertugas sebagai di bidang Pertahanan dan tangan
bertugas sebagai di bidang Keamanan ..
Selanjutnya Manusia wajib belajar Bela diri

Prinsif dasar kepemimpinan Satu pemimpin empat sahabat selain terdapat dalam tubuh manusia juga terdapat di dalam Komputer : dapat disimpulkan dalam mengoperasionalkan komputer yang menjadi pemimpin adalah Operator Komputer ( manusia ) yang dalam melaksanakan tugasnya di temani oleh Empat Komponen Pokok
1. Power Suplay ( jantung ) dan layar monitor ( hati ) bertugas
menyuplai listrik keseluruh komponen dan mengatur baik
buruknya pekerjaan
2. Hardist bertugas sebagai penyimpan data
3. Printer yang bertugas mencetag hasil kerja
4. Casing /Body bertugas memprthankan dan mengamankan
komponen dari kerusakan

Menurut sejarah Prinsif dasar kepeimimpinan Satu pemimpin Empat sahabat juga pernah di Praktekkan oleh beberapa pendahulu kita dan mengalami kejayaan dan keberhasilanya dalam memimipin kaumnya antara Lain :

* Kisah Nabi Muhammad Saw

Nabi besar Muhammad Saw dalam perjalanannya sebagai seorang pemimpin umat isalam dalam melaksanakan tugasnya beliau dtemani olah empat sahabat setianya antara lain :

1. Abu bakar
2.Umar bin Khotob
3.Usman Bin Afan
4.Syaidina Ali

Yang akhirnya nabi besar Muhammad Saw mampu membuktikan bahwa kepemimpinan Satu pemimpin Empat sahabat mampu meraih kemenangan di beberapa pertempuran bahkan beliau mampu membangun islam yang besar sampai saat ini

Kisah pewayangan Arjuna

Sangat jelas kepemimpinan yang di gambarkan dalam pementasan wayang kulit mampu memberikan gambaran yang nyata bahwa seorang arjuna menggunakan Prinsif dasar kepemimpinan Satu pemimpin empat sahabat yaitu dalam melaksanakan tugasnya membasmi Angkara Murka Arjuna di dampingi empat sahabat setianya ( Punokawan ) Antara lain :

Di dalam peradaban Jawa ada falsafah/ajaran
sedulur papat limo pancer ( paseduluran)
Setiap manusia sebagai pemimpin dan harus mampu memimpin diri harus
mampu mengendalikan empat sahabat hidupnya antara lain:

* Nafsu Mutmainah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia mengutamakan nafsu ibadah kepada tuhan yang Maha Esa di simbolkan warna putih sebagai perwujudannya darah putih. Jadi sejahat apapun manusia di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik dan prinsifnya tidak ada orang jahat itu 100 % jahatnya.

· Secara ilmiah sifat Mutmainah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak minum akan mati maka dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung air

· Secara ilmu geologi bumi ini salah satu faktor yang harus ada adalah air

* Nafsu Supiyah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah pemujaan terhadap kemegahan dan kemewahan harta dan benda duniawi saja disimbolkan warna kuning sebagai perwujudannya air kuning. Jadi seorang alim apapun di dalam dirinya ada keinginan untuk kesenangan duniawi/kaya walaupun 0.1 % saja oleh karena itu jangan munafik dengan harta dunia

· Secara ilmiah sifat Supiyah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan Angin/udara 02 sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak menghirup udara akan mati dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung udara 02

* Nafsu Amarah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah politik, kecerdasan yang cenderung sombong (pemarah, merasa pandai yang tidak mau dilampaui orang lain) di simbolkan warna merah sebagai perwujudannya darah merah Jadi sesabar apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat amarah apabila di ganggu orang lain teramat sangat ia akan marah dan jika tidak dapat dibendung lagi

· Secara ilmiah sifat Amarah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan api sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak api/panas tubuh akan mati maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung api/suhu panas

* Nafsu Aluamah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah berani membunuh dan kejam apabila diganggu oleh orang lain disimbolkan warna hitam sebagai perwujudanya kulit Selemah apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat kejam/pembunuh dan ingin berontak maka jangan anggap orang lemah itu tidak punya keberanian untuk membunuh. Ada pepatah cacing saja diinjak melawan apalagi manusia

Secara ilmiah sifat Aluamah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak makan zat tanah akan mati maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung dzat tanah

Sebagai kesempurnaan hidup manusia maka Allah Swt meniupkan Roh ke dalam jasad manusia yang tugasnya sebagai pengendali pengatur dan pengarah tubuh manusia ke jalan yang dikehendaki Allah dan manusia diberi keleluasaan untuk menggunakan ke empat Sifat tersebut di atas agar mampu bertahan dan tetap hidup sebagai Insan khamil

Oleh karena itu apabila manusia tidak mampu mengendalikan ke empat sabahat hidupnya tersebut maka manusia akan terombang-ambing ke dalam jurang kehancuran. Tetapi sebaliknya apabila manusia mampu mengendalikan, mengatur, menguasai ke empat sifat sahabatnya hidupnya dengan baik dan benar maka manusia tersebut akan mencapai kejayaan, kebahagiaan, kemakmuran dan kesempurnaan moralitas dalam hidupnya dan akan menjadi insan khamil yang sempurna dan mulia di sisi Allah sang Maha pencipta alam semesta dan seisinya

Selanjutnya yang perlu diketahui bersama bahwa dalam konsepsi kepemimpinan sedulur papat limo pancer tidak ada jabatan wakil ketua /wakil Roh yang ada Roh sebagai pemimpin dan pengendali keadaan di dampingi oleh sifat Mutmainah (nafsu Ibadah/air), supiyah (napsu duniawi/angin), amarah (napsu marah/api) dan aluamah ( napsu membunuh/tanah)

Kesimpulan : Kalau negara indonesia mau selesaiakn masalah harus menerapkan Ilmu Sedulur papat lima Pancer dalam kehidupam berbangsa dan bernegara agar selamat dunia dan akhirat

Yang kurang dalam negara indonesia adalah Raja yang mengatur sedulur papat ( 1. DPR, 2. Presiden, 3. MA /pengadilan. 4. TNI/ Polri )

Kita kembali ke pada jaman leluhur kita kembali ke jaman kerajaan Majapahit dengan konsep alu-alun empat pejuru di tengahnya pemimpin

Intinya kalau kurang jelas hubungi saya di alamat http://www.tri-falaq-tunggallistik.com Atau 0812 196 08 17 matur nuwun

200. kiwahyu - 4 Oktober 2009

Para sesepuh yang saya hormati,saya jadi bingung mana yang benar,banyak sekali versi nya saudara 4 ini.ada yang bilang simbol pancasila,ada yang bilang kerata perang arjuna,ada yang bilang nafsu manusia,ada yang bilang unsur alam yaitu,api,air,angin dan tanah..para sesepuh yang benar benar sudah ketemu sedulur 4 tolong di bagi dong cara ritual nya.MAKASIH.

201. safruddin sinaga - 11 Oktober 2009

Terimakasih untuk semua pendapat, semuanya benar kalau kita kembali kepada tarik diri karena semua itu tergantung diri sendiri, marilah saling hormat menghormati, dan saling mengisi, sebab kita adalah satu kesatuan (tauhid) yang hanya bisa dikenal karena adanya perbedaan dari segi apapun, udara yang kira hirup satu bumi yang kita pijak satu dan dibawah langit yang sama dan didalam lingkaran alam semesta yang tiada menguasai dan tiada dikuasai terjadi dengan sendiri nya karena sebab akibat.

202. imades manuaba - 13 Oktober 2009

Salam Hormat untuk semua yang sdh berkenan menulis, semua tulisan yg sdh kita baca dari persi (Agama) manapun dasar penjelasannya, jika kita punya hati yg lapang, semua itu akan menjadi referensi bagi yg menerimanya.
Saya berpendapat bahwa: Agama yg diakui di Indonesia lebih dari satu, jika salah satunya dapat diyakini dan dilaksanakan secara benar oleh siapapun juga, maka dia akan terangkat sedikit demi sedikit (setapak demi setapak) kesucian lahir bhatinnya yg pada suatu saat dia akan:
mendapatkan atau menerima Guru-guru Spiritual yg sesuai dgn amal ibadahnya, kemudian Guru-guru tsb akan menuntun nya demi kemajuan kesucian lahir bhatinnya.
Guru-guru Spiritual yg di jumpai tingkatannya akan berbeda-beda dari mulai yang tingkat dasar sampai tingkat tinggi tergantung kemajuan kesucian lahir bhatin orang tsb.
Bahkan Guru-guru yang datang tidak jarang dlm bentuk non fisik.
Setelah beberapa waktu mendapat bimbingan Guru-guru Spiritual, maka orang tsb secara otomatis akan bertemu dgn banyak hal, bahkan termasuk akan bertemu dgn sesuatu yg mungkin saja bukan tujuannya, tetapi harus dilewatinya karena ada pelajaran2 tertentu yg harus diterima demi meningkat ke tahap berikutnya.
Termasuk pula bertemu dgn Saudara Kembar, karena untuk bisa mengatakan “sudah mengenal diri secara sempurna” mengenal Saudara Kembar, adalah termasuk di dalamnya.
Untuk Ritual yang harus dilakukan agar bisa bertemu Saudara Kembar, hal tsb adalah wewenang seorang Guru Penuntun.
Apabila seseorang sudah siap secara lahir bhatin dan upaya yang dilakukan sdh memenuhi syarat, maka seorang Guru Penuntun/Guru Spiritual akan datang, karena yang mengatur alam semesta ini sudah lebih tahu tentang hal itu dan apa yang pantas untuk diri kita masing2 yang satu sama lain sangatlah berbeda amal ibadahnya.
Maka persiapkanlah diri kita masing2 sesuai tuntunan Agama yang kita yakini.

Salam hormat dan ijinkanlah saya menyentuh kaki anda semua.

203. nurkalakalidasa - 16 Oktober 2009

salam kenal semua…
menurut pendapat saya :
-sedulur papat = depan, belakang, kanan, kiri. (berhubungan dengan kalimat :”semua diciptakan berpasang2an”)
-kalimo pancer= yg kelima yg juga pancer nya itu diri sendiri.(berhubungan dengan kalimat:’ wujud”).
jadi arahnya agar kita percaya diri sendiri. sebelum itu tentu kita harus mengenal diri tersebut (berhubungan) dengan kalimat “ilmu”).
dalam pelaksanaannya:
keyakinan(hablum minallah) dan sosial (hablum minannas).
sehingga menjadi manusia yang mampu menempatkan sesuatu( barang, sikap, dll) pada tempatnya(atas pertimbangan yg matang berdasarkan: waktu, norma, hukum dll). berarti sudah bisa –membedakan antara 2 : baik-buruk, benar-salah, dll. (berilmu)
untuk menuju 1: jalan yg lurus, jalan yg di ridhoi, jati diri, (berkeyakinan)
menuju 0: kesempurnaan.

karena segala sesuatunya memiliki keterkaitan, dari kalimat “sadulur papat kalimo pancer” jika di jabarkan bisa menjadi jagad raya, tidak akan cukup apabila dituliskan di sini. itu tergantung sampai dimana kita mampu mengkajinya. (bolak-balik dekok: itu-itu aja, dari itu untuk itu, kembali ke asal)..

*mohon maaf apabila pemahaman saya kurang berkenan.

bagi para sesepuh sekalian, saya mengharapkan kehadirannya di blog saya http://www.nurkalakalidasa.wordpress.com uuntuk memberikan pendapatnya mengenai tulisan yang saya buat mengenai satrio piningit.
*buat alumni eddycoret ditunggu yah :D

204. Jati - 20 Oktober 2009

Salam Rahayu….
Wah ramai dan penuh warna pendapat dalam forum ini.

Ilmu kejawen sudah ada sejak 6000 tahun silam, mana mungkin masih dianggap asli jika disitu ada campuran istilah bahkan dikait-kaitkan dengan ajaran agama (maaf Hindu dan Islam).

Jadi saya berpendapat bahwa bahasan tentang kejawen saat ini sudah tidak murni lagi, penuh dengan rekayasa, dan merupakan hasil modifikasi dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan baik politik maupun kepentingan duniawi lainnya, hal ini telah berlangsung sejak agama Budha hinayana (Hindu masuk ke tanah jawa), ditambah Islam mulai merambah di awal tahun 1300-an.

Saya yakin suatu saat ilmu kejawen akan kembali pulang bagi orang-orang yang dikehendaki oleh alam semesta ini.

Salam Rahayu………
Terima kasih.

205. jenal mahkota alam - 20 Oktober 2009

salam sejahtera’,
seandainya pengatahuan yg ada din sana…… yg dulu di dulu kan yg bermaksut,
ambil tahu..ya..! benar ilmu sedulur udah terkenal dimana”mana sayangnya tidak di ajarkan amalan yg tulin lagi asli..bagai mana..yg tertarik mahu terus jadi..sejatera diri ???

206. jati - 23 Oktober 2009

Mas Jenal, ajaran Jawi tulen itulah yang saat ini belum bisa di persembahkan kembali ke jagad ini.

207. alit prasetyo - 10 November 2009

maaf saya hanya anak kecil yang belum dewasa dalam berfikir dan bertindak.

mambaca dan mendengarkan budaya jawa adalah indah.
ketika melihat sejarah ex”cerita pewayangan yang banyak dirubah di jaman wali9. mohon penjelasanya sederek sederek sedoyo ya….
saya pribadi polos dalam akan memahami jawa…maka saya mohon jangan dicampurkan dengan dogma agama impot maaf…jawa ada jauh sebelum ajaran import itu ada.maturnuwun

208. sujarnoarifin - 12 November 2009

aku ingin belajar sedulur papat kalima pancer

209. Isnu - 25 November 2009

Bagus sekali

210. megatruh - 27 November 2009

PIYE carane,, ojo diumpetke ,,bagi2 ilmune,,supaya kancane padha lurus dalane,,lan dadi jembar kawruhe,,dumugi padang manahe,,tentrem jiwane,,asor tindak-tanduke,,lembah manah polahe……!!!! bagi2 …..

211. anantaboga - 7 Desember 2009

S45P atau kanda pat (bali) merupakan ajaran leluhur kita toh… mulai dari jaman pra agama… kemudian muncul hindu… dan islam. Semua memasukkan unsur S45P dalam mengajaran alirannya masing2. Karena apa? Ya karena itulah ajaran utama yang dapat dipahami dan diamini oleh leluhur kita.

saya yakin S45P adalah ajaran adi luhung, yang dimiliki leluhur kita.

Nah, semoga yang memahami S45P secara kejawen… secara hindu…secara islam mengerti, bahwa arti S45P itu tergantung ajaran apa yang kita anut.