MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI

MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI
Oleh: Kiai Ganjel

Masuk surga itu baik, tapi bukan yang terbaik.
Masuk Surga adalah sama saja menginginkan harta Tuhan.
Yang terbaik adalah Manunggaling Kawula Lan Gusti, itulah cita-cita Jawa. Kemanunggalan adalah Pusat segala-galanya, karena sudah Manunggal dengan Allah yang merupakan segala-galanya.

Dalam tahap kemanunggalan dengan Allah, peranan utama pada manusia dalam hal ini pengorbanan untuk Allah adalah Kemerdekaan Kita

Manunggal bukan berarti hilang atau lenyap
– karena Roh adalah pribadi yang bebas, cerminnya dapat dilihat dari Kemauan dengan pantulan Perasaan.
– Roh itu diciptakan abadi

Manunggal dalam beberapa hal:
1. Manunggal Karsa adalah kemauan / kehendak
2. Manunggal Karya adalah kerja / proses / aktivitas
3. Manunggal Rasa adalah Perasaan

Dalam hal yang lebih sederhana adalah kemanunggalan dapat dicapai jika kita Melaksanakan sesuai dengan panggilan kita.

Tujuan Kemanunggalan adalah
Agar kita mencapai atau menjadi jati diri yang Sejati / yang sebenarnya.

Cara untuk cepat Manunggal dengan Allah
1. Sendiko: selalu meng”Iya”kan dan setia. Tidak diikuti dengan kata “TAPI”
2. Nyuwun dawuh : Mohon perintah
Kedua sikap ini bisa kita capai kalau kita Pasrah / Sumeleh pada Allah.
Sikap yang terbaik menurut cara pandang Kristen, didalam Injil Markus 12:30 ; “Kasihlah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwa ragamu, akal budimu, kekuatanmu”.
Itulah Sumeleh yang benar.

Rumusan dari Kemanunggalan itu adalah Jawa itu sendiri yaitu yang berkesatuan ukuran dan keserasihan.
Dengan mengerti dan melaksanakan Jawa itu sendiri, maka akan terjadi kemanunggalan.

Didalam Gantharwa, Kemanunggalan adalah jika kita menjadi Gantharwa yang sebenarnya adalah Siap menolong orang lain yang bercita-cita untuk manunggal dengan Allah.
Secara Injil, kemanunggalan adalah : “Mencintai Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNYA, maka Allah akan datang dan tinggal didalam kita.

About these ads
Categories: Wejagan | 473 Komentar

Post navigation

473 thoughts on “MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI

  1. maaf mas bukan WONG, lebih tepatnya MANUNGSA(manusia)”Manunggaling Rasa”……!kalo WONG konotasinya terlalu rendah misal “WONG EDAN, WONG GENDENG…..dsb”
    dengan merasakan maka akan lebih Riel….bukan angan” dan harapan.
    Jika anda pulang kerja,masuk rumah mencium aroma yang gurih dan asin,dalam otak anda membayangkan sebuah makanan yang lezat or mungkin langsung menebak itu aroma ikan asin(mungkin tebabakan anda benar).
    setelah anda masuk lebih dalam tiba di dapur ternyata memang benar ada sajian di atas meja itu adalah ikan asin yang di bayangan anda.
    Tapi apa cukup sampai situ untuk memastikan itu ikan asin??????
    sekarang anda mencoba lebih mendekat,melihat,menyentuh,dan terakhir anda mencoba mencicipinya.
    Apa yang anda rasakan dari yang anda lihat,sentuh dan coba tadi…..selanjudnya apa yang anda lakukan …..!

    Terimakasih…..
    ttd
    Marhean Aum Marga.

  2. as

    apa HATI kita sekarang ini..Sudah bener 2* MURNI yg MENYATAKAN(menuliskan lewat tangan) dlm web ini(skarang ini). jangan low za,, jangan low za kalao 2* akal yg dipakai.,,.tlng low za.hanya tulisan pengingat ini. KABEH SIK UWONG .

  3. as

    semua hanya saling mengingatkan. jangan sampai iblis melelapkan,dalam hal apapun. amin

  4. Salju Asmara

    As.wr.wb
    Kursi kuwi dudu kursi
    Kursi kuwi amung sadremo aran
    …………………………………………….
    Enek sing nyebut ambek enek sing diarani
    Brarti yo panggah enek loro
    ……………………………………..
    JIKA BUKU HANYA TERTARUH DIATAS MEJA DUNIA !
    MANA MUNGKIN KITA KAN TAU APA ISI YANG TERSUA ,
    SEBELUM LEMBAR DEMI LEMBAR KITA BUKA,
    BAIT DEMI BAIT KITA BACA,
    DAN DISETIAP MAKNA KITA BISA MENGHAYATINYA !
    ……………………………………………………………………
    BEGITULAH DIRI JIKA ENGKAU INGIN MENGERTI DIDALAM TANYA !

    Ngapunten nderek langkung….

    Wassalam..

  5. mohamad rohim

    kacang222 ilmu :siapa yg mau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
    kacangggggggggggggggggggggggggg gorennnnnnnnnnnnnnk.

  6. Witingurip

    Sebenarnya frasa kata “manunggaling kawula lan gusti” itu suatu ‘misnomer” (istilah salah-kaprah) karena sesungguhnya yang ada/nyata itu hanyalah sang Gusti/Allah (atau dengan sebutan lain apapun Ia hendak disebut) sendiri “Radikalisme” semacam ini tercermin dalam pernyataan sufi Mansyur al-Hallaj “Ana’l Haqq” atau pernyataan para rishi yang menulis kitab-kitab Upanishad, “Aham Brahmasmi”. :-)

  7. ageng sekarjagat

    manunggaling kawula gusti…..
    bagus, tapi yang sering jadi pertanyaan saya itu gimana sih sifat atau kondisi manunggal tersebut, soale apakah kesempurnaan dzat kawula itu sebanding atau sama dengan kesempurnaan dzat Gusti?

  8. Manunggaling kawula gusti,Kita yg sadar dan Berniat Sungguh2 Pasti Bersatu dgn Allah YME. Semua itu Berangkat Dengan NIAT…!!! Wasalam.

  9. Manunggaling kawula gusti,Kita yg sadar dan Berniat Sungguh2 Pasti Bersatu dgn Allah YME. Semua itu Berangkat Dengan NIAT…!!!

  10. slam rahayu kadang kulo sedoyo kang sampon bebudi kweruh kasunyatan manunggaleh kwulo gusti monggo sedoyo tukar pendapat urun rembuk klo piyambak kang sampun ngelampai terang ceto welo welo gletek petel kang dados aken bingonge manah kulo

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 486 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: