jump to navigation

MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI 2 Februari 2007

Posted by Gantharwa in Wejagan.
trackback

MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI
Oleh: Kiai Ganjel

Masuk surga itu baik, tapi bukan yang terbaik.
Masuk Surga adalah sama saja menginginkan harta Tuhan.
Yang terbaik adalah Manunggaling Kawula Lan Gusti, itulah cita-cita Jawa. Kemanunggalan adalah Pusat segala-galanya, karena sudah Manunggal dengan Allah yang merupakan segala-galanya.

Dalam tahap kemanunggalan dengan Allah, peranan utama pada manusia dalam hal ini pengorbanan untuk Allah adalah Kemerdekaan Kita

Manunggal bukan berarti hilang atau lenyap
- karena Roh adalah pribadi yang bebas, cerminnya dapat dilihat dari Kemauan dengan pantulan Perasaan.
- Roh itu diciptakan abadi

Manunggal dalam beberapa hal:
1. Manunggal Karsa adalah kemauan / kehendak
2. Manunggal Karya adalah kerja / proses / aktivitas
3. Manunggal Rasa adalah Perasaan

Dalam hal yang lebih sederhana adalah kemanunggalan dapat dicapai jika kita Melaksanakan sesuai dengan panggilan kita.

Tujuan Kemanunggalan adalah
Agar kita mencapai atau menjadi jati diri yang Sejati / yang sebenarnya.

Cara untuk cepat Manunggal dengan Allah
1. Sendiko: selalu meng”Iya”kan dan setia. Tidak diikuti dengan kata “TAPI”
2. Nyuwun dawuh : Mohon perintah
Kedua sikap ini bisa kita capai kalau kita Pasrah / Sumeleh pada Allah.
Sikap yang terbaik menurut cara pandang Kristen, didalam Injil Markus 12:30 ; “Kasihlah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwa ragamu, akal budimu, kekuatanmu”.
Itulah Sumeleh yang benar.

Rumusan dari Kemanunggalan itu adalah Jawa itu sendiri yaitu yang berkesatuan ukuran dan keserasihan.
Dengan mengerti dan melaksanakan Jawa itu sendiri, maka akan terjadi kemanunggalan.

Didalam Gantharwa, Kemanunggalan adalah jika kita menjadi Gantharwa yang sebenarnya adalah Siap menolong orang lain yang bercita-cita untuk manunggal dengan Allah.
Secara Injil, kemanunggalan adalah : “Mencintai Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNYA, maka Allah akan datang dan tinggal didalam kita.

Komentar»

1. anton loewijono - 3 Februari 2007

pada suatu acara memagari rumah kiai ganjel pernah ditanya oleh muridnya , klo nda salah waktu itu hujan, trus ada yg tanya: kok guru nda bisa menghentikan hujan, lalu dijawab: soal menghentikan hujan itu adalah masalah sepele, tetapi yang penting adalah klau kita semua yg hadir disini dapat berkumpul di surga semua, dalam hati saya bertanya sangat sulit sekali untuk masuk surga, sedangkan menghentikan hujan saja sedemikian sulitnya , lalu bagaimana tentang masuk surga itu baik tetapi bukan yang terbaik ?
(BERKUMPUL BERSAMA-SAMA, salah satunya artinya MANUNGGAL, Kan bukan disuruh cita-cita masuk surga. sama halnya dengan kalau kadang anton di ajak kumpul di warung, bukan berarti mas disuruh cita-cita masuk warung. ditambah lagi adalah berkumpul di surga SEMUA, buka egois sendiri. Kalau Kita Manunggal dengan Allah Bukankah Kita Pasti di Surga? Kalau kita hanya mau masuk surga, pertanyaannya adalah Surga yang mana, surga siapa? apakah ada jaminan keaslian?. RED)

2. anton - 6 Februari 2007

iya nih kelamaan diwarung jadi kelupaan diwarung siapa saya kumpul, trims ya dah ngingetin, semoga kita semua berkumpul di warung Surga

3. hermin - 7 Februari 2007

sebelum suro kemarin sy sempet ke padepokan.. sy duduk bengong sendirian diatas tempat kita biasa belajar … sepi banget .. kangen dgn suasana dulu wkt masih belajar.. kliwonan .. ato cm sekedar ngumpul dan ngobrol ngalur ngidul dgn Guru … aku bertanya2 para kadang yang lain kangen juga gak sih?? kan berkumpul bersama2 salahsatu arti manunggal …
(Rasa itulah yang sebenarnya yang harus selalu dimiliki setiap Kadang Gantharwa. Red)

4. Sujiatmoko - 19 April 2007

Sekedar melengkapi uraian om Kiai Ganjel …(jangan dianggap mbalelo ya om ..he..he…)
menurut saya, manunggaling kawulo gusti adalah tahapan yang dicapai ketika kita dalam keadaan sholat. Karena dalam sholat, kita memi’rajkan ruh kita untuk bersatu dengan ruh pemiliknya (Allah Yang Maha Agung) karena ada ruh Allah dalam badan kita seperti yang tertera dalam Al Qur’an : “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (As Shaad; 38)”. Jadi … Manunggaling kawulo gusti harus tetap dipertahankan dalam setiap aktifitas meski kita selesai sholat dimana sholat adalah meditasi tertinggi bagi saya. Oleh karenanya sifat baik yang Allah miliki yang dititipkan kepada kita dapat kita aktulisasikan dalam kehidupan keseharian kita ….

(Silahkan bebas memberikan komentar, asal tidak berdebat :-) . Sudahkah Kita Meng_aktualisasikan Sifat Allah dalam kehidupan kita sehari-hari?. Red)

5. aries - 1 Mei 2007

saya pernah membaca di webgaul tentang syekh siti jenar, di situ disebutkan bahwa syekh siti jenar dianggap bersalah oleh para wali songo sehingga dibunuh sunan kali jaga karena syekh siti jenar berpegang pada keyakinan MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI
Apakah itu benar?
Apakah keyakinan itu memang di tentang para walisongo, atau itu hanya cerita bohong dari webgaul, mohon penjelasan.

(Maaf Kami tidak bisa memberikan jawaban langsung secara tegas kepada anda dalam forum ini. Namun benar atau tidaknya cerita itu tidak ada hubungan perkembangan spiritualitas kita, jadi saran kami jangan berputar pada hal sepele ini, alami sendiri, cari tahu sendiri, dalam mengembangann spiritualitas anda dan anda akan WRUH (MENGERTI) yang benar dan yang tidak. Red)

6. Ngabehi Kiduling Mesjid - 1 Mei 2007

Mas aries…
Kalu anda mau merambah dunia tasawub, bacalah buku-buku sufi sebanyak mungkin, kemudian baru anda gabung di web ini supaya ndak bingung.Mengenai Syekh Siti Jenar coba anda beli di gramedia judul buku : Sufisme Syekh Siti Jenar karya Mohamad Solichin,buku ini saya anggap paling akurat dan valid, kerena dilengkapi dengan data-data pendukung dari berbagai kajian kitab serat suluk dari berbagai versi (jawa barat cirebonan, Surokarto dan semarang).Mas akan tahu nanti kenapa ada intervensi dan serangan besar-besaran dari wali songo terhadap ajaran teologi Syekh Siti Jenar.Kalau pengen tahu keturunan beliau, ya saya ini keturunanya yang ke-10, he he he (bercanda lho mas)

7. oke.arifin - 1 Mei 2007

oke.arifin

wah ternyata hebat yah mas ngabehi ini, saya musti lebih hebat lagi donk karena masih keturunan nabi adam. hee……..he…..

8. aries - 3 Mei 2007

Saya pernah melakukan tapa duduk selama 10 tahun, yaitu tidak atau jarang sekali ke luar rumah selama 10 tahun, paling banyak satu kali dalam satu atau dua bulan saya keluar dari rumah.
amalan saya perharinya ASMA’UL HUSNA.
amalan harian adalah ZIKIR:
Hari senin=bismillahirrahmanirrahiim.
Hari selasa=subhannallah.
Hari rabu= alhamdulillah.
Hari kamis= lailahaillallah.
Hari jum’at= allahuakbar.
Hari sabtu= lahawla wala quwwatta illa billah.
Hari minggu= syalawat nabi dan isti’far.
Amalan bulanan saya adalah perahu ASMA’ULHUSNAH, 99 Perahu saya larung di sungai dan di laut.
Amalan tahunan saya adalah membaca ALQUR’AN sampai katam atau saya paling sedikit setahun sekali mengkatamkan(membaca sampai selesai) satu ALQUR’AN,30juz.
Setiap ketemu bulan ramadhan saya mengasah beberapa amalan yang saya anggap istimewa, baik yang saya dapat dari guru-guru saya maupun yang saya dapatkan sendiri( biasanya melalui mimpi)
Demikianlah saya telah selesai melakukan Tapa duduk selama 10 tahun, mulai 1997 sampai 2007.
Demikianlah pengalaman hidup saya sebelum ke Jakarta ini.

(Ternyata masih banyak yang merusaha untuk mencari melalui Tapa Brata, tanpa memahami maksudnya. Red)

9. sujiatmoko - 3 Mei 2007

Wah … hebat sekali mas Aries ya …
Mampu melakukan Tapa Duduk selama sepuluh tahun … Kalau saya sich tidak sanggup mas … 1 hari berdiam diri di rumah saja udah nggak tahan … harus melakukan sesuatu seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al Jumu’ah (Hari Jum’at) ayat 10 : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”
Apa njenengan ndak sholat jum’at di masjid mas ? seperti perintah Allah ini :
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli (untuk menuju masjid) . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (Al Jumu’ah ; 9)”.
Bukankah kita diminta untuk mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulallah Muhammad SAW ya mas ? …. Dimana menurut hadist bahwa menambahkan sesuatu (yang baik maupun yang buruk) dalam beribadah adalah masuk kategori bid’ah …
Apakah Rasulullah SAW mengajarkan juga bahwa setelah melakukan kegiatan yang baik (wirid dan Dzikir dalam hitungan tertentu) harus melakukan sesuatu juga seperti yang mas lakukan ? ….
Atau mungkin ini sifat “Sami’na wa ato’na (tunduk dan patuh)” atas perintah yang guru mas Aries ajarkan seperti halnya Nabi Musa a.s lakukan ketika mendapat pembelajaran dari Nabi Khidir a.s untuk memasuki tahapan hakikat (setelah tahap syari’at dan tarekat dilalui)….

Komentar saya jangan dianggap sebagai men-judge atau memojokkan ya mas Aries… hanya untuk menambah pengetahuan saya saja kok …

Salam
ATMO

10. madiun - 15 Mei 2007

hayu rahayu

Mas “arries” jangan emosi gitu di bilangi oleh “kiduling mesjid”
Lelaku berapa tahunpun kalau hanya membaca itu seperti kerjaannya fisik jadi nilainya “berapa ya”
Ya wes di sini “damai, dengan kasih sayang ya”
Mungkin kadang di gantharwa lebih ngerti hitungan puasa,,,,
Udahlah jalani aja.

nuwun

wong ndeso

11. bimo (Red) - 10 Juni 2007

kulo nuwun sedulur2..ikut urun rembug..
ya kalo TOPOnya wong urip itu ya salawase urip,selama dia hidup..
TOPO itu kan maksudnya diam..meneng..mantheng..
heneng..hening..eling..lan waspodo
yaa “mati sajroning urip..lan urip sajroning mati”
“berdiam diri dalam wening-e ati..menepe roso..
eling marang sangkan parane uripe..”
orang Topo kan biasane trus dapat wahyu, klo Topone pener loh he5..wahyu itu dhawuh dari Gusti yang di terima oleh ati kang wening
yang harus di terapkan dalam menjalani hidup ing donya iki
jadi isine cuma “nyuwun dhawuh” sama Gusti..habis itu ya trus “sendiko dhawuh” tanpa rasa was sumelang..
trus biso manunggal marang karsaning Gusti
“Manungso iku manunggaling roso..roso rasaning Gusti..”
maaf smuanya lho ya..ini hanya menurut pengertian saya..
matur nuwun

(Mas Bimo, di dunia ini ada kebenaran yang sejati, ada juga kebenaran karena anggapan, inilah yang jadi masalah untuk membedakan yang mana yang Sejati. Kalau TAPA yang Mas maksud diatas, Pendapat Gantharwa adalah masih berupa anggapan. Lalu Bagaimana yang sejatinya? silahkan anda bisa belajar di Gantharwa untuk tahu atau bersama Guru anda saat ini, nanti akan menemukan, salam hangat dari kami.Red)

12. bimo (Red) - 12 Juni 2007

kebenaran diriku adalah AKU..
AKU tidak di dalam sesuatu atopun di luar sesuatu..
AKU meliputi segala sesuatu..
AKU tidak bisa digambarkan..

AKU kang tansah ono lan tanpo pernah ora ono..
AKU kang tanpo wekasan lan tanpo wiwitan..
AKU kang langgeng tan owah gingsir..ing kahanan jati..

“Sejatine ora ono opo-opo..kang ono dudu”

salam hangat juga buat sedulur2 semua..
sakehing kalepatan..nyuwun gunging samodra sih pangapsami..
nuwun

(Sejatosipun mboten wonten ingkang lepat. Amargi, menika sarasehan/sharing kaweruh. Red)

13. sebuah nama yang talah hilang - 13 Juni 2007

ketika kita berbicara tentang itu semua adalah proses dari rasa keingin tahuan manusia tentang hidup..hidup adalah rasa dan yang tahu rasa itu adalah kita yang merasakan dan warna dan rasa hidup seseorang tidak lah sama kawan ..trserah engkau ingin apakan hidupmu..?kamu ingin jahat atau baek itu adalah pilihan yang kamu sendiri dan dalam proses pilihan kamu berubah kamu juga berproses menjadi yang kau iginkan ..ok ga usah repot..2x

14. sebuah nama yang telah hilang - 13 Juni 2007

sungguh kasihan tuhan..yang telah di peta petakan..padahal DIA itu sesuatu yang suci…kalau aku boleh bilang ” fucking dokmatis” biarkan tuhan kita taroh di tempat yanh agung dan jangan di usik oleh buah pikiran yang aneh aneh… be your self..dan DIA akan mengerti kok…

kebenaran yang absolut ada pada DIA…dan manusia menemukan kebenaran melalui jalan empiris….

15. sebuah nama yang telah hilang (Red) - 13 Juni 2007

MANUGALING KAWULA GUSTI = jika engkau telah menemukan siapa dirimu kamu akan menemukan tuhanmu….
ga jauh bedakan………..? adakah perbedaanya..tlong kasih jawaban?

(Ya dan Tidak: tergantung pengertian anda tentang “Sang Aku”.
padahal DIA itu sesuatu yang suci… = Ini juga Dogma
tuhan kita taroh di tempat yanh agung dan jangan di usik = Ini Juga Dogma
kebenaran yang absolut ada pada DIA…dan manusia menemukan kebenaran melalui jalan empiris…. = Lagi-lagi ini Dogma juga.

Jadi yang anda maksud apa?. Red)

16. Dharma (Red) - 14 Juni 2007

Manunggaling kawula gusthi itu hanya bahasa manusia untuk memudahkan memberikan gambaran. Tetapi sesungguhnya yang ada adalah Gusthi kang hamurbeng dumadi. Seandainya manusia sudah menemukan “Kembang Tepus” maka yang ada hanyalah Legowo.
Kyai Ganjel apakah “diri sejati” itu merupakan “Kembang Tepus” apakah “Arthadaya” itu yang “Kembang Tepus” kalo keduanya bukan, maka yang manakah itu? mohon dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Terimakasih

(Siapakah Aku Sehingga dipanggil NamaKU, nanti Saudara akan tahu. Red)

17. sebuah nama yang telah hilang - 16 Juni 2007

dimana aku berada….dimana ada badai
karena ku lebih suka menari dalam badai
yang di temani oleh seorang anjing…
dan yang mengajariku menari…
keberadaan ku hanya diriku yang tahu
dimana kehidupan dan kematian hanya pembatas
keabadianku kawan…..

18. narno - 17 Juni 2007

“sing di uripi ora bakal biso urip samangsa ora didunungi dening sing nguripi..dene sing nguripi ora biso makarti gawe urip yen ora dumunung ana ing kang di uripi..”

wujud gesang manungsa, ya bleger urip sing awujud jejering kapribaden iku minangka pralambang pamoring Kawula lan Gusti..sing nguripi datan pisah karo kang di uripi, kumpul manunggal dadi sawiji tansah samad-sinamadan lan daya-dinaya, Katone pilah nanging datan pisah..
Manunggale Kawula lan Gusti iku minangka dadi semu pasemon gaibing Widhi..ya gaibing Pangeran.
Sokmangkonoa, nyumurupi gaibing Kawula lan Gusti, ya pada wae nyumurupi gaibing Pengeran, ya nglereg marang nyumurupi pribadine dewe,ya weruh marang uripe kang sejati..

matur nuwun

19. dharma - 18 Juni 2007

Kang Mas Narno,

Pripun amrih manungsa ingkang kecalan pikiripun utawi manusa ingkang sakit koma, piyambakipun diuripi lan wonten ingkang nguripi ananging mboten saged makarti damel, menopo artosipun Kawulo lan Gusthi menika pisahan? upami mboten kados mekaten pripun sajatosipun ? wonten pundi kawulonipun lan wonten pundi Gusthinipun. Meniko gandeng kalian menopo ingkang sampun penjenengan jelasaken:
“sing di uripi ora bakal biso urip samangsa ora didunungi dening sing nguripi..dene sing nguripi ora biso makarti gawe urip yen ora dumunung ana ing kang di uripi..”

maturnuwun

20. Ngestoe Rahardjo - 21 Juni 2007

Dear Kadang David ….

Bisakah ini dipostingkan ke milis BeCeKa?
Terimakasih sebelumnya.

Jabat-erat selalu,
NR.

21. Nata Warga - 22 Juni 2007

Yang Terhormat Bapak Ngertoe

Sama-sama, saya akan postingkan

22. narno - 23 Juni 2007

Raka Mas Dharma

Sinaoso tiyang punika koma, ingkang nguripi inggih makarti ngawontenaken gesang wonten ing kang di uripi..lha menawi wonten mriki ingkang di uripi awujud gesangipun tiyang koma..
Gusti punika mboten pisahan kaliyan Kawula..nanging ketingalipun pilah, pramila wonten ingkang dipun arani Gusti lan wonten ingkang dipun arani Kawula..Gusti punika ingkang nguripi lan kawula ingkang di uripi.
pramila wujud gesang punika minangka pralambang kumpulipun Kawula lan Gusti..saget dipun basakaken “Sinten ingkang sumurup jejering pribadine ingkang sejati, inggih sumurup marang Pengeranipun ingkang sejati”

Mekaten Raka Mas Dharma monggo dipun suraos ingkang lebet, murih saget kepanggih sinten sejatosipun kula panjenengan sami..
mumpung taksih padhang rembulane lan taksih jembar kalangane..

Matur Nuwun..

23. Cantrik Pidak Pejarakan - 24 Juni 2007

Para Kadang Sinorowedi,
Saya jadi ingat serial kliwonan kita, sarasehan mengenai kawruh manunggaling ‘kawulo’ lan ‘Gusti’, ternyata bisa juga dipahami sebagai horizontal dan vertikal. Kemanunggalan manusia satu dengan manusia yang lain merupakan ‘kemanunggalan kawulo’, dan kemanunggalan manusia dengan Tuhan adalah ‘kemanunggalan (dgn) Gusti’. Kemanunggalan dengan sesama manusia dalam hal rasa, karsa, dan karya akan menjadikan sebuah keluarga dengan semangat gotong royong yang tinggi. Manunggal rasa, karsa, dan karya dengan sesama Kadang Gantharwo saja hasilnya sudah ngedab-edabi…apalagi kalau kita mempunyai kesatuan ukuran/manunggal dengan Yang Maha Kuasa…Semoga keluarga besar kita tetap mampu menjaga kemanunggalan ini….

Surodiro jayaning kang-rat, suro brastho cekaping olah darmastuti..

24. Sastroroso - 25 Juni 2007

Kawula menika Gusti Pangeran ingkang ngilo.
Saat Gusti ada, aku tidak ada
Saat aku ada, Gusti tidak ada…

25. MURI ADI (Red) - 24 Juli 2007

KENAPA TAKUT TAKUT, JIKA DAH SIJARATUL YAKIN TUMBUH DIDIRIMU LIHATLAH CERMIN SITU AKAN TERLIHAT SIAPA DIRIMU ……… JIKA DIRIMU DITERPA BAYANGAN , BAYANGAN SIAPAKAH ITU………. KATAKANLAH AKU ESA
AKU TEMPAT MEMINTADAN MENGADU
(Gusti masih dianggap sebagai makelar untuk dimintai dan mengadu. Red)

AKU TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULU DIPERANAKAN
(Hendaklah ini di mengerti bahwa Gusti tidak seperti yang kita anggap. Apa artinya beranak? apa artinya Diperanakan? Beranak=mengalami rasa duniawi. Diperanakan=mengalami penderitaan. Jadi lebih dipahami AKU TIDAK MENGALAMI RASA DUNIAWI DAN TIDAK PERLU/PERNAH MENGALAMI PENDERITAAN. Ya.. jangan kita terlalu sempit sih.. LIHAT CERMIN yang di TULIS diatas.. Red)

DAN TIDAK MENYERUPAI APAUN
(Apakah Tidak Meyerupai Apapun, bukankah suatu penyerupaan itu sendiri?. Mari merrenung.Red)

26. robert - 20 Agustus 2007

mas manunggaling kawula lan gusti itu hanya lakuning urip dan mengenal siapakah aku

27. Andra - 21 Agustus 2007

Apakah ketika proses ke arah manunggal (sesaat sebelumnya) apakah ada mengalami atau melihat Gusti?
Untuk komen ini “Kalau Kita Manunggal dengan Allah Bukankah Kita Pasti di Surga? pertanyaannya sorga dilingkupi apa melingkupi Gustinya? Kalau Gusti tinggal di sorga siapa pembuat sorga itu sendiri? Apakah sang Gusti masih membutuhkan tempat?
Pencerahan..pencerahan…please

28. Sujiatmoko - 21 Agustus 2007

Salamu’alaikum Kadang Sedoyo,
Mungkin uraian saya bisa sedikit membantu memberikan pencerahan atas pertanyaan mas Andra dan siapa tahu para kadang lain yang lebih linuwih mengenai hal ini bisa memberikan masukan untuk menjadi lebih ‘terang’ …

Surga yang dimaksudkan mas Andra Surga yang dimana ?
Surga yang di kehidupan berikutnya kah atau Surga yang ada sekarang. Jika Surga yang ada sekarang menurut saya adalah tatanan dan karakteristik yang hamper sama dengan keadaa Surga dalam kehidupan mendatang…

Jika menurut mas Andra ‘Manuggal dengan Allah sudah pasti di Surga’ berarti kita akan ber-manunggal dengan Allah setelah alam saat ini. Sedangkan jika kita ber-manunggal dengan Allah di ‘Surga’ sekarang adalah ber-manunggal dengan Allah dalam keadaan dan sifat seperti di Surga nanti. Keadaan dan sifat seperti di Surga adalah bahwa semua apa yang kita butuhkan telah terpenuhi dimana hal ini bisa didapat dalam keadaan kita hampa/kosong dari semua kebutuhan. Artinya kita tidak lagi mengejar kebutuhan di dunia saat ini. Hampa karena kita sudah menyatu dengan rasa GUSTI yang tidak membutuhkan apapun…. Pemahaman ini yang ada pada saya. Jika ternyata ada yang lebih baik dari pemahaman saya, monggo dikoreksi atau ditambahkan …
Dan kemanunggalan dengan GUSTI bukan dalam bentuk dzat atau wujud tetapi kemanunggalan Ruh … keinginan dan tindakan sehari-hari …manunggal ing cipto, roso dan karyo …

‘Apakah Sorga melingkupi GUSTI atau GUSTI yang melingkupi Sorga ?’
Yang pasti … GUSTI melingkupi sorga karena Allah Maha Melingkupi
Sejatinya … bukan Surga tujuan kita tetapi pemilik sorga atau yang melingkupi sorga yang menjadi tujuan akhir kita … menyatukan ruh kita dengan ruh Allah diatas ARASY’ (tahta TUHAN yang sejati) bukan penyatuan wujud karena Allah tetap Allah dengan Dzat-NYA Yang Maha Agung dan manusia tetap manusia … Arasy’ berada diatas Surga tertinggi dengan dibatasi 7 samudra dan karenanya Arasy’ berada diatas samudra ketujuh diatas sorga.

Sejatinya, GUSTI tidak membutuhkan tempat …

Mungkin kadang yang lain bisa memberikan masukan atau bahkan koreksi atas apa yang saya sharing ini …

Wassalamu’alaikum
Salam Sejati

Sujiatmoko

29. Andra - 22 Agustus 2007

Pak Moko…dari kalimat terakhir njenengan …Arasy’ berada diatas Surga tertinggi dengan dibatasi 7 samudra dan karenanya Arasy’ berada diatas samudra ketujuh diatas sorga.
bukankah ini masih berarti tempat juga….yang sekaligus juga batasan terhadap keberadaan Gusti?
Mohon lebih dijelaskan

30. Sujiatmoko - 22 Agustus 2007

Salamu’alaikum, Kadang Sedhoyo …
Buat Pak Andra yang baik
Apa kabarnya pak Andra ?…, Semoga sehat selalu dan tetap antusias dalam mencari ya …

Begini pak Andra yang baik,
Dalam mempelajari sesuatu kita harus bertahap. Tahap satu sampai seterusnya. Demikian juga dalam mendalami dunia spiritual atau Tasawuf (dalam Islam). Beberapa tahap dalam tasawuf yang perlu dilewati antara lain :
Syariat, dimana kita belajar mengenai tata cara beribadah untuk jasad dan awal pencarian GUSTI ALLAH Yang Maha Agung, dasar-dasar kerukunan hidup dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan dimana dalam tahapan ini akan membahas juga bahwa bila kita melakukan kesalahan maka kita akan mendapatkan DOSA dan jika melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan PAHALA dimana dalam tahap ini disampaikan bahwa pahala dan dosa akan membawa kita masuk surga atau neraka. Dan tahapan ini adalah sebagai ‘Tonggak awal’ atau ‘Gerbang Utama’ kita memasuki dunia spiritual/ tasawuf.
Setelahnya kita akan mempelajari dan memasuki tahap ‘Tarekat’ yaitu kegiatan secara khusus yang akan membawa kita kepada apa yang mau kita tuju pada tahapan selanjutnya, seperti sebuah ‘Dasar Pijakan’ untuk melangkah lebih keatas dimana Pondasi nya adalah Syariat.

Setelahnya, kita akan memasuki tahapan ‘Hakikat’. Tahapan ini akan membawa kita lebih mengerti akan maksud dari yang kita lakukan selama ini. Hakikat dari beribadah, hakikat hidup dan hakikat lainnya, seperti : apa hakikat dari shalat, puasa, zakat dan lainnya.

Kemudian kita akan dibimbing memasuki tahap berikutnya yaitu tahapan Ma’rifat dimana dalam tahapan ini kita tidak lagi melakukan semua yang pernah kita lakukan ditahapan-tahapan sebelumnya sebagai sebuah kewajiban atau keterpaksaan tetapi menjadi sebuah kebutuhan dan dilakukan dengan rasa kecintaan kepada Sang GUSTI Pencipta (ALLAH Yang Maha Agung). Jadi tidak lagi dilakukan hanya karena untuk memperoleh pahala sebagai bekal masuk SURGA tetapi lebih kepada ber-Manunggal dengan GUSTI yang pemilik Surga.

Jadi yang saya sampaikan kepada njenengan adalah pengertian surga dalam tahapan syariat dimana kami sebagai Muslim selalu menggunakan Al Qur’an sebagai ‘Kitab Acuan’ dalam berfikir dan melangkah. Tidak menutup kemungkinan kita bisa mengembangkan pengetahuan kita dengan mempelajari kitab yang lain sebagai mutiara kehidupan dan mozaik kebenaran yang perlu kita rangkai dan kita persatukan kebenaran nya karena kesemuanya adalah Kalam Tuhan Yang Maha Agung.
Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa :

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam (Al A’raaf; 34)”

“Jika mereka berpaling , maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.
(At Taubah; 129)”

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
(An Anbiyaa’; 22)”

“Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.
(Az Zumar; 75)”

“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas mereka.
(Al Haqqah; 17)”

Mungkin penjelasan ini terlalu panjang ya pak Andra ..
Semoga sedikit sharing ini bisa memberikan sedikit cahya terang untuk pak Andra dalam mencari Sang Gusti. Tapi jangan berhenti sampai disini, pak …. Teruskan langkah sampai menemukan Sejatinya Sang Gusti Allah Yang Maha Agung …

(Mohon ma’af jika ada tulisan yang salah dan mohon ma’af kepada Pak Andra jika bapak kurang berkenan dengan nukilan ayat-ayat Qur’an yang saya sampaikan diatas)

Atau mungkin kita bisa berdiskusi melalui e-mail untuk tidak mengganggu sarasehan yang sedang berlangsung disini web room ini. Nuwun sewu loch pak MOD … bade ngerepoti maleh …. Mau minta tolong menginformasikan e-mail saya kepada pak Andra untuk meneruskan diskusi menarik ini …. Terima kasih …

Wassalamu’alaikum
Salam Sejati

Sujiatmoko

31. Andra - 22 Agustus 2007

Terima kasih atas penjelasan yang menurut saya cukup panjang tapi tidak membuat bosan…malah saya sangat bergembira jika dengan ungkapan kecil atau pertanyaan sedikit tetapi mendapat jawaban yang memuaskan.
Njenengan menggunakan kata “Semoga sedikit sharing ini bisa memberikan….dst” berarti masih buanyak hal yang ada dalam “kantong” pak Moko yang bisa digelontorkan lagi…kula tengga pak
Terima kasih lagi atas tawaran fasilitas email njenengan…
Salam,
Andra

32. Sujiatmoko - 22 Agustus 2007

Buat pak Andra,
Waduh … saya cuma punya ya segitu itu, pak. Sedikit juga… he..he…

Salam
Sujiatmoko

33. satrio budi - 28 September 2007

sedikit? sedikit bedah kitab kering..
untuk mendapatkan pengertian tentang laku hidup..
agar bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari..
laku hidup untuk manunggal denganNya..

toplaahh Mas Suji..

salam.

34. ARIEFH (Red) - 28 September 2007

AKU TERTARIK DENGAN WEB INI , DAN SETELAH AKU IKUTI DENGAN SHARING2 YANG ADA BAGUS…LAKU URIP.KATA GURUKU KESENGSA
RAAN DALAM HIDUP ADALAH GURU BESAR.SAAT ITU AKU BERTANYA
KE BELIAU LOH TRUS NJENENGAN ??.JAWAB BELIAU AKU INI SODARAMU JANGAN PANGGIL AKU GURU .SAAT ITU AKU BINGUNG …
DENGAN BERJALANNYA SANG WAKTU…AKU BARU PAHAM. MENGAPA BELIAU NDAK MAU DIPANGGIL GURU.YAKINLAH AKAN KEBENARAN YANG DATANG KE KAMU PRIBADI.JANGAN PUNYA RASA WAS SUMELANG BAB URIPMU KARENA SORGA NERAKA ADA DI KAMU
PRIBADI…….SALAM HANGAT SODARA.

(Salam Hangat Saudaraku, selamat datang mengujungi rumah saudaramu ini. Red)

35. herasamo - 1 Oktober 2007

saya tidak mengerti ap yang dibicarakan….
pencapaian sejati manusia ada dimana sebenarnya???
beribadah tapi hati kosong…
fikiran beriak berlari tak tau harus kemana??ap saya belum manunggaling kawula lan gusti?

36. ARIEFH - 4 Oktober 2007

SAUDARAKU HERASAMO…..ACH AKU JADI INGET MA TEMENKU TUAN SAMO SAN WONG JEPUN TAPI ENTAH SEKARANG DIMANA BELIAU TUH…..NGAPUNTEN SANGET PAK HERASAMO….PERASAAN YANG TUAN RASAKAN PLEK/SAMA YANG AKU ALAMI 40TH SILAM.
TERUSLAH MENCARI DAN MENCARI…..KALO DI PETAN NTAR SEPERTI HIDUP INI KAYAK DI SETTING DEMIKIAN…..DAN DI PROGRAM DEMIKIAN….DAN HARUS BERJALAN DEMIKIAN…….DAN SIAPAPUN ORANGNYA PRIBUMI,CINO,LONDO,ARAB,ESKIMO…PASTI
ADA DUA SISI ….>>>>TERANG DAN GELAP……AKU SIH MAUNYA DI POSISI …….>>>> ” DAN “……..MAAF YA.

37. marijan - 4 Oktober 2007

ayo mas Herasamo…kita harus semangat mencari…karena ada tertulis..barang siapa yang sungguh2 dia akan mendapat apa yang dicari…yang diperlukan hanya kemauan dan kesungguhan…

salam semangat!!!

38. antx - Bapak AE - 4 Oktober 2007

Salam Damai BL …

Sugeng enjang Mas Arief …
wah .. 40 th silam ? sebuah perjalan yg lumayan panjang ya …
yuswane mas Arief pinten sakniki ? karya-nya pasti sudah banyak …
Boleh dong berbagi pengalaman perjalan itu … maturnuwun, dipuntengga nggih.

antx

39. ARIEFH - 14 Oktober 2007

PRAKARA YUSWA RELATIP PAK ANTX …….PERNAH AKU NGOMONG MA EYANGKU WAKTU SIH SUGENG USIAKU UDAH 45TH LOH “YANG”
EH…JAWAB EYANGKU ISIH BOCAH …WIS STOP….AKU MERASA MASIH BODO ALIAS NO WIKAN.DAN SAMPAI DETIK INI KARYAKU SIH BERJALAN NGENUT EDERANE JAGAD.TAK SIMPULKAN DALAM URIP INI
JANGANLAH PERNAH MENGELUH,JAGALAH UCAP KARENA KITA NIH UDAH DI BERI MANDAT OLEH SING MURBENG JAGAD.AREP OPO WAE KELAKON TAPI SESUAIKAN SITUASI DAN KONDISI YANG ADA. SAUMPOMO ADA SEORANG TUKANG BECAK YANG MANA BECAKNYA SENDIRI NYEWO TRUS DUNGO DUH GUSTI AKU JALUK MOBIL ROLLS ROYCE MENURUT AKU ITU NDAK SESUAI SI-KON DIA YANG TUKANG
BECAK.ENTAH KALO DIANYA DAPET WANGSIT KAWIGNYAN TRUS JADI PARANORMAL NGETOP NANGANI PARA SELEBRITIS YA MUNGKIN JUGA KELAKON TUH BELI MOBIL YANG DIKAREPI….
NAMUN….SAUMPOMO ORANG TERSEBUT NYUWUN SUNGGUH2 DUH GUSTI PINARINGONO AKU BECAK DEWE….YA KINABULANNYA NDAK SUWE….WIS JAGA UCAPLAH EN JANGAN MENGELUH.
NYUWUN GUNGING SAMUDRA PANGAKSAMI LO PAK ANTX….. INIPUN RELATIP YA….BISA PENER BISA JUGA NGGAK. SUGENG NDALU

40. antx2003 - 16 Oktober 2007

Salam Damai BL

Maturnuwun mas Arief … :)
Jadi serba relatif ya … namun tetap ada nilai2 umum universal yang “mendamaikan” kan …
Selanjutnya, kadospundi … “cara” njaluk-nya / nyuwun sungguh ? sehingga Gusti maringi …
Kadospundi supados angsal “wangsit kawignyan” …
Sepertinya, nilai-nilai ini salah satu yang perlu lebih digali … dan “dibagi”, supaya orang2 juga ikut “diparingi” … dengan begitu, akan semakin banyak orang yg mencari, berproses dan kemudian mencapai kesejatian …

pareng,

antx

41. ARIEFH - 26 Oktober 2007

WELL,SUGENG RIYADIN MAAF LAIR EN BATIN.SAUMPAMI ADA REMBAG
YANG NDAK PENER AKU MOHON MAAF SANGET.AKU BODO NDAK TAHU POK BENGKONGE NYERAT INGKANG SAE….AKU PERNAH DIDHAWUHI SAMA ORANG YANG SEDIK.BEGINI CERITANYA….SEORANG GURU YANG MEMPUNYAI 4 MURID,SANG GURU MENYURUH BACALAH ( MISAL ) HURUF ” A “.KE 4 MURID SETYA TUHU NGIKUTI APA YANG DIPRENTAH SANG GURU,OLEH KARENA SANG GURU TADI ORANG YANG ” TAHU “.MAKA DIPANGGILLAH KE 4 MURID TADI DAN DI TANYA SATU PERSATU,SANG GURU BERTANYA HE MURID 1…APA YANG KAMU DAPATKAN DENGAN HURUF ‘ A ‘
YANG AKU BERIKAN KE KAMU ?…..JAWAB SI MURID 1 SETELAH SEKIAN WAKTU AKU BACA ITU….KULO DAPET ” B “.TRUS SI MURID 1 MENERUSKAN DAN BERTANYA APA BENER PAK GURU ” B ” ITU ?, JAWAB SANG GURU ITU PENER NDAK KLIRU…..SELANJUTNYA MURID 2 JUGA DI TANYA DENGAN PERTANYAAN YANG SAMA .TERNYATA JAWAB MURID 2 KULO OLEH ” C “.BEGITUPUN MURID 2 BERTANYA PERSIS SEPERTI MURID 1 TADI…..DAN TERNYATA JAWAB SANG GURU
JUGA PENER…NDAK KLERU….DEMIKIAN JUGA MURID 3 DAN MURID 4
JAWABANNYA NDAK ADA YANG SAMA.TRUS SANG GURU NGENDIKO LAGI KALIAN SEMUA YANG RUKUN BAHU MEMBAHU SEPENIGGALKU
BESUK KALIAN SEMUA ADA TOHING DEWE2 NDAK ADA YANG LEBIH UNGGUL ANTARA SATU DENGAN YANG LAIN.ITULAH LAIN ORANG LAIN PULA KUASANYA….SAMA WONG AMTENAR ADA KEPALA ADA BAWAHAN TAPI SEMUANYA ADALAH SATU KESATUAN LANGKAH BEKERJA DENGAN BAIK….APA GUNANYA SEORANG KEPALA KALO NDAK ADA BAWAHAN NGEPALAIN APANYA….BEGITU JUGA ANAK BUAH TANPA SEORANG KEPALA YA….JADILAH HUKUM RIMBA…..
MUNGKIN ITULAH PAK ANTX JAWABANKU NDAK ADA RUMUSAN YANG PENER2 ….PENER…. GUMANTUNG TIYANGE. MAAF YA KALO JAWABANKU KIRANG MEMUASKAN……. YA ITULAH WONG BODO AKU
NGAPUNTEN SANGET…..SANGET……..

42. lola - 6 November 2007

filsafat atau merenung sebenarnya mencari apa?
ratusantahun para cerdik pandai merumuskan nilai-nilai, mungkin hanya sedkit yang terserap oleh orang sekarang…. manunggaling kaulo gusti ‘dah tentu bukanlah pikiran baru….., cuma memang kita tidak tahu, kejadian apa sesudah badan ini rusak dimakan tanah alias mati.. kalo saya percaya ‘ama agama islam, bahwa ada pertanggung jawaban setelah hidup di dunia ini, maka ya harus nyari pikiran-pikiran yang “dianggap” benar oleh alim ulama atawa orang pandai – pandai itu, artinya ngangsu kawruh, baik lewat buku, dialog, nyantri(k), ditambah perenungan dan nglakoni..(mestinya lho ya..)
menarik!

43. siliwangi - 6 November 2007

Toek Lola,
Menurut Ilmu Bogor,jikalau kita mau hidup benar maka seharusnya kita bisa mati sebelum mati dalam artian carilah ilmu yang bisa membawa kita melihat alam kematian agar kita selama hidup didunia tau apa apa yang seharusnya dijalankan dan apa apa yang tidak boleh dijalankan.
kedengarannya itusemua adalah hal yang mustahil ( bagi pikiran sebagian orang ) akan tetapi bagi Allah tidaklah Mustahil kita diberikan kemampuan untuk melihat alam tersebut ( alam Kematian).
jadi pergunakanlah waktu kita selama hidup ini untuk mencari kebenaran akan Hakekat suatu kehidupan,karena perjalanan selanjutnya akan lebih berat jikalau tidak dipersiapkan dari sekarang.

44. sanjaya - 7 November 2007

tuk Lola…
filsafat atau merenung sebenarnya mencari apa?..yah mencari apa yang dicari…
lewat buku?…iya kalo penjelasannya pas tuk kita..kalo gak?..
dialog, nyantrik juga sama….karena biasanya orang ngomong, nulis tuh sedikit banyaknya berdasarkan pengalamannya atau latar belakangnya.

tuk Siliwangi…
penjelasanmu mantap mas….iya eh mas,..sebelum mudik, aku juga pengen persiapan – persiapan…supaya gak nyasar.
boleh minta alamat emailmu mas?…makasih.
met kenal……

45. Adi - 7 November 2007

Buat mas siliwangi, 6 nopember. Salam kenal, mas. Bolehkah saya menimba ilmu dari mas, terutama ilmu mengendalikan hawa nafsu? Oya, bisa send ke email saya di : adi_6510@YAH00.C0.ID Matur nuwun. Adi.

46. sanjaya - 9 November 2007

tuk Siliwangi..
nah itu dia tuh….cari kebenaran…mumet eh mas..soalnya aku hidup nih di dunia yang bias menurutku..salah ternyata benar, yang benar ternyata salah..maklum aku hidup seperti orang umum lainya..mungkin ada beberapa tempat yang khusus dimana, baik dan buruk jadi gak bias…Tempat pelacuran salah satunya…alias tempat – tempat yang dianggap nista oleh kalangan umum.
menurutmu bagaimana?…

47. siliwangi - 9 November 2007

Tuk mas Sanjaya,
Disinilah asiknya nyari ilmu dimana kita bermasalah maka disitulah ilmu akan muncul ( tergantung pada orang yang menyikapi masalah tersebut apakah dengan masalah yang kita hadapi ini kita bisa lebih arif bijaksana ataukah lebih ngaco dari sebelumnya ) dalam menentukan salah dan benar kita tidak boleh sembarangan dalam menentukannya lihatlah yang batin jangan hanya lihat yang lahir karena belum tentu benar menurut kita benar pula menurut Allah ataupun sebaliknya Salah menurut kita belum tentu salah dimata Alllah jadi belajarlah melihat suatu masalah dari berbagai sisi perbanyaklah pengetahuan/wawasan yang mendorong kita kearah yang lebih baik untuk masalah ini hanya satu nasehat saya ” carilah kebijaksanaan yang ada dalam diri kita masing-masing ” karena sesungguhnya kita semua dibekali dengan ilmu kebijaksanaan tinggal kitanya apakah kita akan mampu menggalinya ataukah tidak

48. sanjaya - 10 November 2007

tuk siliwangi..
makasih yah…melihat dari berbagai sisi…??..aku harus bisa mengendalikan perasaanku dengan hatiku dong mas…
ilmu kebijaksanaan?..boleh minta triknya mas…soalnya susah…kalo ada contohnya, bisa bantu lebih enak aku cerna.
makasih yah…..jangan bosan – bosan aku tanyain yah…..

49. ARIEFH - 12 November 2007

wicaksana itu luas banget…..aku coba urun rembak….nih.conto yang micro aja .perut ini kalo maem pedes jadi mules…..jadi aku ndak mau maem pedes.dus aku harus bijaksana sama perutku jangan maem pedes……entahlah ini pener atau ndak tapi miturut aku filosopinya kawicaksanan kayak gitu…..monggo ….dikomentari….
ma yang lain…..mangkin banyak pendapat bagus….ntar kita petan
sendiri saat ijenan..sinambi ngunjuk kopi anget trus nyalain udut trus maem pisang goreng …….wah suwargo katon deh….maaf ya…..sayonara….

50. MR.BINGUNG - 6 Desember 2007

Salam tertarik juga sih,tentang yang di bicarakan di sini.
kalo menurut saya tentang manunggaling kawulo gusti itu sih gampang banget jawabanya.
jawaban saya itu ” bingung” karena yang kawulo yang mana dan yang gusti yang mana ? kalo udah manunggal di sebut kawulo atau gusti ??

Mohon penjelasannya terima kasih .

51. cinta - 13 Desember 2007

teruslah mencari, berenang semampu akal dan pikiran untuk mencari, lalu bertanyalah pada hati, apa arti dari sebuah arti?

52. MR.BINGUNG - 13 Desember 2007

tuk CINTA :
teruslah mencari, berenang semampu akal dan pikiran untuk mencari, lalu bertanyalah pada hati, apa arti dari sebuah arti?

=terus terang saya belum bisa berenang dan saya sedang mencari, tapi tidak tahu bertanya pada hati karena saya belum tahu hati. sehingga masih gelaplah saya dan masih selalu bingung.
mohon penjelasan sehingga bingung tidak terlalu lama.

53. lingga - 14 Desember 2007

opo iki Indonesia..aku bingung..sepak bola ga jadi dikirim piala champion..weesss padahal aku hiks-hiks..karo perjuangan pahlawan bangsa…pssi sakit kronis iki..pejabat-pejabat pssi siala(tiiitt)..eeh salah ga boleh menghujat iku..namanya juga manusia…opo di penjara bisa ga korupsi yoo..mas-mas…
iso-iso leee…ga boleh bobo makanya ngliat gitu…o gitu yaa…

weeleeeh aku tak masih kecill..husss kowe wesss besaar…smber nyowo iku looo..praktekno…

boleh yoo..ntar-ntarr duluuu…sabaaarrr…
kowee iki …kecil kecil…opo..pak..iyo boerong koe iku..

pak garuda gmana dong…gmana bozzz…hajar ya??
sebentar sebentarr…yo wess sakarepmu…
tapi durung laper eee..pak…alaaah kowee iku…minta ama bapak aja…cari sendirii..

weeiiiit reeebeeezzz..eehhh bereeezzzz…swwiiiiiinggg..

54. herry (Red) - 18 Desember 2007

seru banget di sini ya? salam kenal . Mantep tenan bos!

(Salam Kenal Saudara Harry. Silahkan bertamu dan keliling rumah kami. Red)

55. urang banten - 19 Desember 2007

tulisannya seru tapi bikin bingung, jadi untuk apa sebenernya manunggaling kawula lan Gusti?
karna pada akhirnya itu suatu bentuk menginginkan sesuatu, so jadi ga pure lg donx klo semua buat Gusti Alloh…

salam kenal ti urang banten

56. TAMENG WAJA - 21 Desember 2007

manunggaling kawula lan gusti yo.. kawulo karo siti (bergabung bersama tanah/RIP)

57. Endang - 25 Desember 2007

Mikul dhuwur mendhem jero

58. i-one - 26 Desember 2007

Assalamualaikum.

Tiada yang ada selain Allah…
Muhammad Rasul Allah…
Aku hamba Allah…

Kenalilah diri kita dulu : siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya.

Jadi mulailah dengan yang pertama dulu, kenali dan buktikan bahwa aku ini adalah hamba Allah. Tentunya dengan segala konsekuensinya sebagai hamba, manis, pahit, harus dijalani, wong aku ini hamba, ikhlas saja. Mana ada seorang hamba yang sombong, iri, dengki, marah, atau bahkan tidak mengakui tuannya? kalaupun ada tentunya hamba tersebut sudah di usir dan keluar dari rumah tuannya.

Tapi problemnya, hamba ini belum pernah bertemu dengan tuannya, karena tuannya punya kedudukan yang sangat tinggi, jadi tidak semua hamba bisa bertemu, bagaimana dong? Ya paling tidak, dekati kekasihnya, syukur-syukur salam seorang hamba ini bisa disampaikan kepada tuannya melalui kekasihnya ini. Lebih bersyukur lagi jika hamba ini diajak bertemu tuannya oleh kekasih tuannya ini.

Dan tentunya saat ini terjadi, maka hamba ini pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini bukan? dan ini perlu persiapan dan perbekalan yang cukup dan harus siap sedia terus menerus setiap saat. Bayangkan jika hamba ini mendapat kesempatan untuk bertemu tuannya, tetapi hamba ini tidak siap, wah betapa menyesalnya.

Nah kalau sudah bisa bertemu dengan tuannya, ditemani oleh kekasih tuannya, inilah puncak dari segalanya.

Demikian ilustrasi ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Yang benar pasti berasal dari Allah, yang salah pasti berasal dari kebodohan dan rendahnya ilmu saya.

Wassalam,
I-one, hamba Allah yang sedang Iqro.

59. Christian - 26 Desember 2007

Tiada Allah Selain Bapa di Surga
Yesus Kristus anak Bapa di Surga, tidak ada yang masuk surga tanpa melewati DIA
Saya adalah Saudara Yesus berarti anak Allah juga, lebih tinggi kedudukannya dari seorang yang hanya hamba dan utusan/rasul.

Carilah Kerajaan Allah dan Kebenarnya, maka semua akan di tambahkan bagimu.

Jadi pertama mulailah mencari kerajaan Allah bahwa kita semua adalah anak Allah, nanti kita akan tahu. Tentu konsekwensinya adalah melakukan Kebenaran (cinta Kasih), tidak memerangin orang lain, seperti yang sering dilakukan hamba-hamba yang tidak sekolah dan mengerti, berebut.

Jadi tanpa usah anak terlalu pusing soal bagaimana Bapa nya mau mendekat atau merangkul maka Allah sendiri akan merangkul dan datang, yang penting anaknya tahu kebenaran, melakukan kebenaran, maka senantiasa akan Hidup.

Tiada kasih yang paling besar selain mengorbankan nyawanya untuk saudaranya, bukan malah mengambil nyawa orang lain.

Selamat Natal (Damai), bagi yang tidak berani mengucapkan pada anak-anak Allah, itu adalah hamba yang memang bodoh tanpa pengetahuan yang benar.

60. MR.BINGUNG - 26 Desember 2007

Salam untuk semuanya,

Mohon pencerahan,
Terus terang saya masih bingung apa itu manunggaling kawulo gusti.
Apakah itu gusti (disini) ?
Apakah itu kawulo ?
apakah memang diri kita itu kawulo ?
apakah dirikita itu gusti ?
apakah diri kita kawulo gusti ?
Gaimana sih manunggalnya ?
Kalo kawulo ingin manunggal dengan gusti apakah gusti pengin manunggal dengan kawulo?
saya masih bingung terus nih, apakah jawabannya itu selalu membingungkan ?

Terima kasih sebelumnya atas bantuannya

61. nona wisnu wardhani (Red) - 27 Desember 2007

to mas endang
“Mikul dhuwur mendhem jero”
pikul orang koid ya mas?? maaf lho njiplak tulisan mas ………………

to i-one
“Tiada yang ada selain Allah…
Muhammad Rasul Allah…
Aku hamba Allah…”
klo Aku hamba 4JJI gue ganti Aku utusan 4JJI ????

to crhistian
“Tiada Allah Selain Bapa di Surga
Yesus Kristus anak Bapa di Surga, tidak ada yang masuk surga tanpa melewati DIA”
klo gue bilang Yesus Kristus Utusan Bapa dan wakil Bapa dari Syurga??
dan “tidak ada yang masuk syurga tanpa melewati DIA” gue ganti dengan tiada yang masuk syurga tanpa jiwa seperti DIA (Bapa di syurga) ??
“Saya adalah Saudara Yesus berarti anak Allah juga, ”
gimana klo Yesus bilang ‘kamu bukan saudara saya tapi “anak domba yang hilang”??’
“lebih tinggi kedudukannya dari seorang yang hanya hamba dan utusan/rasul”
dari tulisan saudara diatas…….. mana mungkin saudara adalah Saudara Yesus Kristus??
pasti Yesus di Syrga bilang ” kasihan, anak domba yang hilang ini semoga dia segera pulang ”
KASARNYA
YESUS hanya mengajarkan cinta kasih dan perdamaian seluruh umat………. tetapi dari kata2 saudara, apakah melambangkan cinta kasih dan perdamaian?? bukannya permusuhan?? YESUS tidak akan pernah mau punya saudara yang jauh dari DIA (Bapa di syurga )
karna kerajaan Tuhan hanya diperuntukkan untuk mahluk ciptaan-Nya yang memiliki jiwa seperti DIA (Bapa di syurga ) pula yaitu cinta kasih dan perdamaian seluruh umat………
coba saudara baca lagi tulisan saudara ………..jika ada komentar orang lain yang merendahkan keyakinan saudara, gimana rasanya??
bukankan perdamaian seluruh umar berarti adalah saling menghormati keyakinan orang lain/ agama lain ?? katanya saudara YESUS kok g tau sama sekali sifat YESUS…………saudara dari hongkong?!?!
“.Jadi pertama mulailah mencari kerajaan Allah bahwa kita semua adalah anak Allah, nanti kita akan tahu. ”
gimana klo gue ganti ‘mulailah mencari kerajaan 4JJI bahwa kita adalah utusan 4JJI dengan melaksanakan apa yang telah diutuskan kepada kita’ ??
Tentu konsekwensinya adalah melakukan Kebenaran (cinta Kasih), tidak memerangin orang lain, seperti yang sering dilakukan hamba-hamba yang tidak sekolah dan mengerti, berebut.”
disini saudara tulis ‘ melakukan kebenaran (cinta kasih ), tidak memerangi orang lain. ‘ tetapi kenapa ada tambahan ‘ seperti yang sering dilakukan hamba2 yang tidak sekolah dan mengerti ‘ ??
“Tiada kasih yang paling besar selain mengorbankan nyawanya untuk saudaranya, bukan malah mengambil nyawa orang lain.”
gimana klo gue ganti ‘tiada kasih yang paling besar selain kasih Bapa di Syurga , 4JJI yang ESA, bukan malah menjatuhkan umat yang lain karna beda keyakinan ‘ ????
“Selamat Natal (Damai), bagi yang tidak berani mengucapkan pada anak-anak Allah, itu adalah hamba yang memang bodoh tanpa pengetahuan yang benar.”
SELAMAT NATAL JUGA DAN DAMAI SELALU MENYERTAI KITA SEMUA
gimana klo ‘ anak2 4JJI’ gue ganti mahluk2/ utusan2 4JJI yang lain keyakinan??
hamba yang bodoh tanpa pengetahuan yang benar?? gue berani nulis gue juga berani mengucapkannya ke temen gue yang kemaren ikut misa natal ……….kata saudara, Saudara YESUS kok g mirip?? yang ada malah mirip musuh2 YESUS ??
pernahkah saudara membaca the da vinci code?? disana menuliskan bahwa YESUS adalah utusan 4JJI dan rosul 4JJI nabi 4JJI !! tetapi kalangan gereja membuat bahwa YESUS adalah Putra 4JJI karna alasan politik…benarkah Bapa di syurga yang dikelilingi bidadari cantik dan malaikat yang memikat jatuh cinta pada manusia yang hanya ciptaannya?? maaf jika gue nyinggung saudara dan yang lain………..ini adalah pertanyaan bagi umat kristen dan katolik….
bagi umat islam jangan berbangga diri……justru harusnya malu buanget….
taukah kamu (umat muslim) klo kamu mengatakan bahwa agamamu adalah agama yang mulia itu adalah salah…?? gimana klo gue bilang agama penutup dari agama2 lain?? jika AL Qur’an adalah kitab paling sempurna. untuk apa kitab 4JJI yang lain sebelum islam?? dan jika mengatakan tak ada agama lain selain agama islam yang bisa masuk syurga ?? lalu nasib orang yang lair sebelum islam ada gimana?? utusannya gimana ?? rosulnya?? harusnya kita malu (karna gue sebagai umat muslim) sering melihat kenyataan bahwa umat kita telah membuat banyak permusuhan, kehancuran dan kehinaan …
coba anda semua ( yang beragama islam ) yang tak mau berteman dengan umat agama lain, FPI yang hanya bisa bikin onar dan MUI yang selalu mengeluarkan fatwa hanya untuk kepentingan pribadi/ golongan yang mengatas namakan islam tapi sok kuasa karna mentang2 yang mendirikan jendral…. lalu lihat orang agama islam yang meremehkan umat agama lain karna dianggap orang sesat….
bukankah kita telah mulai perang??
coba lihat umat hindu, tenggang rasanya tinggi kepada umat lain, mau welcome pada umat lain, saling hormat dan mengasihi terhadap sesama dan lingkungannya, lihat umat budha yang selalu menolong manusia manapun yang minta tolong meskipun itu orang yang selalu memusuhi para biksunya…..mereka g minta balasan, menolongnya pun dengan tulus ikhlas dan penuh kasih….
sedangkan kita umat muslim pengikut Muhammad, yang paling besar umatnya ketimbang yang lain di nusantara, malah membeda2kan, bikin onar kayak FPI apasih guna FPI??bubarin aja…..pernah g liat marcus (mantan ketua FPI)?? dia sendiri malu pernah ikut FPI,g mo temenan ma umat lain bahkan nolong umat lainpun enggan…… itukan yang diajarkan Nabi kita?? ngaca dong…!!!!
kalian perhatiin dong para pendeta kristen/ katolik… mereka ramah, g sinis melihat cwe muslim berjilbab, cwe pake rok mini pemabuk, pembunuh sadis sekalipun, mereka malah mengajak untuk berbuat kebajikan dan selalu berjalan di jalan 4JJI dan taubat….. klo kalian umat muslim?? liat pembunuh sadis langsung lari, menghindar, dan g mo deket2…… lebih mulia mana?? pendeta yang welcome ma sapa aja apa kita umat muslim yang mengaku mulia tapi kelakuan ancur?? katanya umat mulia, calon penghuni syurga dan pemilik kitab yang sempurna??………kok kelakuannya kayak preman pasar?? mikir dong….!!!! malu dong sadar dong!!!! TOOOOOOOOBBBBAAAAATTTTT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

bagi umat kristiani gue tulisin
” MET NATAL DAN DAMAI SELALU DIHATI KITA, SEMOGA TUHAN SELALU MELIMPAHKAN CINTA KASIHNYA PADA SELURUH UMATNYA ”
amin…………..

(Nona Wisnu, biarkan yang memang level segitu berbicara dalam kapasitasnya, saudara jangan terpancing emosi.. Selamat Natal juga. Red)

62. nona wisnu wardhani - 27 Desember 2007

to bingung
gue jawab sedikit buanget ya supaya g bingung dan ini cuma dari sisi gue….. mungkin yang lain beda atau diatas gue kan gi belajar…
“.Apakah itu gusti (disini) ?”
gue jawab: pencipta kita
“Apakah itu kawulo ?”
gue jawab: mahluk ciptaan-Nya
“apakah memang diri kita itu kawulo ?”
gue jawab : ya jika beranggapan kawulo adalah mahluk ciptaan-Nya
“apakah dirikita itu gusti ?”
gue jawab : bukan
“apakah diri kita kawulo gusti ?”
gue jawab: ya jika udsah ngerti
“Gaimana sih manunggalnya ?”
gue jawab : klo dah selaras dan ngerti
“Kalo kawulo ingin manunggal dengan gusti apakah gusti pengin manunggal dengan kawulo?”
gue jawab: ya jika kawulo selaras dengan gusti, tidak jika kawulo jauh dari gusti
“saya masih bingung terus nih, apakah jawabannya itu selalu membingungkan ?”
gue jawab” g jika yang jawab nyambung ma otak kita
gimana bingung?? masih bingung, ganti ma ngerti……..
ini cuma dasar doang kok…….
peace……..

63. Mak Comblang....... (Red) - 27 Desember 2007

Ada yang namanya ARYA ANGGARA gak????……..
tuh dicari tuan putri kita yang juteknya seubun – ubun nona Wisnu Wardhani…….
tuh sana kawini…..biar juteknya kependem ke bumi terus netral deh….atau menguap ke langit……..
emailnya Si Jutek nih:
susahsih1@yahoo.co.id
susahsih2@yahoo.co.id
nomor HP 0856 4330 3802
Yes Telp No SMS…or No Telp Yes SMS…..terserah pilih mana……

……JANGAN SALAH SANGKA NAMANYA JUGA USAHA…..
Mas Moderator…maaf ya…kalo spseri gak berkaitan dengan tema….tapi ini juga kan soal Manunggal juga……he..he..he..he….

Tuk Atas – atasku……..
kalo pengen manunggal jangan lupa bawa cinta sejati ya!!!…..

(Waduh.. Jadi ajang biro jodoh.. kembali ke topik ya. kalau mau di topik bebas. Red)

64. radhite (Red) - 27 Desember 2007

untuk nona wisnu
dek wisnu, aku ndaptar ya?? jangan cuma paranormal arya anggara aja dong,…….
ni aku radhite………
piye kabarmu di jogja?? da lulus lom??
NSP nya ganti baru dong jangan yang melow terus…..
sampein salamku ke adikmu mahendra ya……..

(Back to topic, please. Red)

65. Adi - 28 Desember 2007

He he he. Nuwun sewu sebelumnya. Serasa liat acara “Katakan Cinta” tapi versi blog. He he he. Peace . . .Peace

66. mulyono - 28 Desember 2007

To: Nona Wisnu Wardhani
Aku mulyono, masih baru belajar disini, tapi melihat postingan Mbak Wisnu ini saya kagum lho, bolehkah saya kenalan? kalo boleh aku add melalui ym, sekalian share mengenai manunggaling kawula lan gusti. thx ya

67. nona wisnu wardhani - 29 Desember 2007

to muderator
gue g marah kok cuma malu aza…….. ma orang yang ngaku beriman tapi ternyata kafir, tnang aza gue mang begini kok ……g marah………….. soal mak comblang , gue g ngerti…………..gue juga g nulis itu sumpah…………
to radhite
sms ja…………….
to mulyono
silahkan tapi jawaban gue cuma dasar2 aja klo yang lebih tentu bukan gue orangnya…….

68. buchi - 29 Desember 2007

Punten
anak kecil numpang ngamen
lagu Bimbo boleh ya…

aku jauh… engkau jauh…
aku dekat, engkau dekat
hati adalah cermin dst dst

aku boleh ikut nyimak ya…
tolong jangan diusir krn aku bth kaweruh
salam buat mentorku David Goh

assalam

69. Anand (Red) - 9 Januari 2008

aku dari bandung pengen belajar lebih jauh lagi tentang “MANUNGGALING KAWULA GUSTI” kalau ada orang bandung yang ngerti masalah ini please share dong…………….

(Saudara Anand, silahkan datang di Padepokan setiap minggu Pukul 14:00 wib. Red)

70. fajar (red) - 21 Januari 2008

mohon info, alamat padepokanya mana ….
tur suwun ,,,,

(Saudara Fajar, disebelah kanan web ini ada alamatnya. Kami tunggu kedatangan saudara untuk saresehan. Red)

71. sukma lelana (Red) - 22 Januari 2008

para dulurs sadaya, maaf nih mo nanya!
meditasi untuk ndapetin jodoh ada nggak yah?
selain melakukan usaha seperti yang di atas itu?
makasih atas ‘enlightnya’ …

(saudara sukma, ADA. Red)

72. Fathfa - 22 Januari 2008

Moga2 aja gw dapet istri nona wisnu wardhani,ato yg sperti dia,ato yg lbih baik dari dia.
“manunggaling kawulo gusti”…,makanan apa itu ???(kata ANAK2).
“manunggaling kawula gusti”…,enak gak ya?kayak coklat gak ya?manis gak ya?(kata ANAK2).

“”"AKU berkata,”ANAK ANAK,sini pulang,dah sore,waktunya mandi,JANGAN CUMAN MAIN2 AJA dgn mainan2 itu(manunggaling kawulagusti),waktunya mandi..,habis itu ma’em…terus MATI !!!
Hanya “AKU” yg tau sgalanya..,anak2 pun tau bukan?knapa tak tanya ke “AKU” aja???”"”

Ah…,udahlah ku ingin punya istri ,non Wisnu,aku bleh daftar kan? Email aq ya!!
fath_hu@yahoo.co.id

73. thamid - 23 Januari 2008

Sedih..prihatin… di mata publik, kejawen selalu dikait2kan dgn klenik, paranormal, ngelmu,dtt.
manunggaling kawulo lan gusti juga terlanjur dicap syirik oleh sebagian umat muslim…
kalau mau berpikir (seharusnya mau), apa bedanya makrifatullah dgn manunggaling kawulo lan gusti?
Ali bin Abi Thalib pernah berkata: awaluddina makrifatullah; sesungguhnya awal beragama itu adalah ketika kita mengenal Allah.
kemudian…
ada hadist yg berbunyi: barang siapa yg mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya (makrifatullah)…. lalu apa bedanya dgn manunggaling kawulo lan gusti? ada, beda bahasa.

74. marijan - 23 Januari 2008

wah mas…
kok jadi mikirin pendapat orang lain…
biarkan lah…
segala tindakan pasti ada karmanya…
mari kita lestarikan buadaya jawa yang sejati.

75. Kusuma Wiguna - 6 Februari 2008

Dudu wong sing tansah nyebut Gusti, Gusti(4JJ1) kuwi sing bakal lumebu ing kratone 4JJ1 nanging wong sing nindakake kersaning 4JJ1 kuwi sing bakal lumebu kratone 4JJ1.
Pertanyaan : apa kawulo yg sdh manunggal dgn Gusti itu scr otomatis sdh melakukan kehendak 4JJ1 ???
mohon penjelasan saking Kangmbok Wisnu (Wis Nunggal) lan kadang Gantharwa
Nuwun, Rahayu.

76. Tedjo Widagdo - 7 Februari 2008

Salam Sejati
Kagem Dimas Kusumo
orang yang benar-benar sudah manunggal dengan Gusti itu tentunya sebelumnya pasti sudah melakukan kehendakNya (Gusti) karena dalam proses kemanunggalan tsb pasti seorang kawulo melakukan sesuatu yang berkenan kepada Gustinya dengan tekun dan setia (taat sampai mati) adapun yang namanya manunggal dgn Gusti itu adalah Sirullah, Dzatullah, Sifattullah Dari Tuhan yang berada di dalam diri kita sebenarnya kesemuanya itu sdh ada sejak kita lahir hanya saya kita belum dapt mengerti namun setelh belajar sangkan paraning dumadi baru kita mengenali itu semua.
mungkin ada yg salah tolong dibenahi kadang Gantharwo yg senior.
Nuwun Rahayu.

77. purwanto - 8 Februari 2008

Rahayu,

Manunggal adalah dengan Patrap,menyatukan (Miji), Asma sejati dengan Sejatine Asma, Asma Raga dengan Asma Sukma. kalau sudah manunggal sinebut Guru Sejati..ya HIDUP nya

rahayu,

didik

78. Tedjo Widagdo - 8 Februari 2008

Sugeng tetepangan Kangmas Poerwanto
matur nuwun keteranganipun, gandeng klayan bab MKLG
Menopo maknane paribasan Curiga Manjing Warangka
lan Warangka Manjing Curiga ???
Sarta wonten unen-unen Kodhok kinemulan Leng
lan Kodhok Ngemuli Leng ???
Monggo dipun ulas kangmas.
Rahayu sedayanipun.

79. kampret - 19 Februari 2008

MANUNGSA (manunggaling rasa) bersatu tapi tidak menyatu.. itu konsep dasar manunggaling kawula lan Gusti.. Syekh Jenar berasal dari persia.. dan kembali ke Persia dengan kapal dan berlayar…

anggap saja ini tulisan orang GILA

80. kampret - 19 Februari 2008

Sang sunan tak berhasil meladeni kesaktiannya.. Larinya secepat kilat.. Kalijaga jauh tertinggal.. ketika sampai di tepi pantai Syekh Jenar pun sudah pergi jauh meninggalkan tanah jawa untuk selamanya

81. kampret - 19 Februari 2008

Sang sunan memanggil-manggil.. tapi apa daya tangan tak sampai

82. Anwar - 19 Februari 2008

_____________________________________________________________________
Para SALIKIN biasanya mengumpamakan manunggal dengan 3 fase bulan:

1. Bulan tua,
2. Bulan muda,
3. Bulan purnama.

83. Whisnuekapaksi - 19 Februari 2008

Mudah-2 han dengan web ini, bagi yang pemula atau yang sudah rampung tingkat kawruhnya bisa membimbing kepada yang baru belajar, tanpa merasa mengugulkan bahwa kita dari kelompok si A. Atau padepokan si B. (Tidak ada yan sejati didunia ini, yang sejati hanyalah Dat kang murbeng Dumadi) dan Ande saja, kita semua dan mengerti AKU IKI SOPO saya kira tidak ada pertumpahan darah di dunia ini. Mari kita dengan web ini kita tingkatkan persaudaraan kita bahwa kita semua saudara, (Mari kita mencari kebenaran sejati lewat pedekatan agama kita masing-masing, ojo sok merasa paling apik lan unggul amargo kitab kinaryo pambukaning kondho. Yang akirmya bertujuan di satu titik muara tuk mencapai dan bergabung pada Dat Agung. Dan bagi sederek-sederek yang sudah pernah mencapai pengalaman spiritual boleh dong bisa di bagi-bagi di sini. Sing baku wong urip kuwi ngerti teko lan ngerti baline, Neng ojo ninggalke pranatan (iso bali sak wayah-wayah) tak kiro yen wis ngerti kuwi (suwe mijet wohing ranti) ora kangelan mre-tikel-ake tembung Manunggaling Kawulo Gusti) Jane ngendi to papan kanggo pasewakan ulah kawruh, mbakyo aku tak melu kekadangan karo jeneng sliro kabeh. wis cukup semene wae, pesen ku mung, rumaten web iki kanti premati. Suwun (B-M-S

84. Ki Kumbang Jati - 19 Februari 2008

Rahayu,
Lha lak inggih mekaten to… kadhang ingkang sampun limpud lan mumpuni ing kawruh, winasis saha sampun waskhita anggennya purun paring andaran lan pitedah marang para kadang ingkang taksih timur,
murih mboten kesasar….. ora nerak marang pranatan.
Monggo-monggo kakangmas…. samya andum kawruh lan pengalaman babagan lelaku lan spiritual marang para kadhang ingkang taksih timur,
wonten ing WEB mriki kemawon sampun tebih-tebih lan ing sanes wekdal mugi sagedo pinaggihan saestu ing papan ingkang dipun temtokaken supados anggennya ambabar kawruh sayekti saged langkung cetha, gamblang lan wijar.
Rahayu.

85. samsul junaedi - 1 Maret 2008

Salam Kasih
Sebelumnya permisi,saya berkeiinginan sekali belajardan bergabung dengan gantharwa,mohon bimbingannya.domisili saya di malang jawa timur,saya yang masih bodoh ini sudah lama ingin belajar tentang kejawen tapi belum menemukan guru/pembimbing yang pas dengan hati saya.
Kiranya cukup sekian dulu dan mohon petunjuk,matur nuwun

86. Sapta Amunggaling - 5 Maret 2008

Salam sluman-slumun Slamet…
Salam kenal untuk semuanya ,
Setelah saya membaca web ini,ada rasa ketertarikan ingin bergabung dalam topic bebas manunggaling kawulo gusti..
ispirasi tulisan saya ini saya ambilkan dari pengalaman MIMPI yang SADAR ’ tepatnya tiga tahun yang lalu ketika saya bertemu dengan sesosok arwah yang berbicara tentang manunggaling kawulo gusti,
Di alam kematian aku di pertemukan dengan ghutcianth arwah seorang monggolia ,ghutcianth bercerita dalam bahasa arwah….Angkara Murka dalam Sangkar Jiwa harus diMusnahkan unt Mencapai Tinggkat Hakekat,Tinggkat Hakekat tidak bisa di Leburkan Menjadi Satu dalam Wujud Tanah yg Masih Gelap..Tanah yang Masih Gelap akan selalu Menjadi Rahasia Jagat,Rahasia Jagat akan selalu Menyelubungi Perputaran Waktu,Perputaran Waktu Akan Menjadi Kunci Pencarian Jati Diri….Pencarian Jati Diri Akan mengenalkan Engkau Dengan Gusti,Mengenal Gusti YAKIN akan diri,Yakin akan Diri mengerti hakekat Sejati,Mengerti Hakekat Sejati menjadi SInar di muka Bumi……
Ghutciant bercerita Manusia kesejatianya sama’dulu di zaman kehidupanku aku belajar kepada sang wali,,sang wali berhati suci..tapi kenapa hatiku belum bisa sesuci sang wali,aku di penuhi nafsu birahi,ajaran sang wali telah aku lumuri pecahan-pecahan duniawi,sang wali mengusirku ke lembah pengasingan ,aku seorang diri ingin mencari jati diri,di lembah pengasingan aku bermeditasi merapal mantra-mantra suci…dalam alunan mantra suci jiwaku terbang ke alam birahi tanpa bisa terkendali aku menjadi raja di dalam mimpi para bidadari,,semakin tinggi ,hingga titik tertinggi,jiwaku sirna tanpa wujud,kosong mlompong tak ada bilangan tunggal ,tak mengenal cahaya kesejatian ,sinar terbias membetuk wujud keberadaan,di lembah pengasingan aku ingin mewariskan ilmu duniawi kpada penghuni negri tanpa ada rahasia ilmu tersembunyi,akhirnya sang wali mengetaui ,tanpa sebab yang pasti aku telah di adili,tanpa pembelaan diri,aku di penggal waktu langit menampakan pelangi,Ghutciant terus bercerita aku manusia gila yang sudah bosan tinggal di kegelapan alam
Inilah sedikit pembelaanku yang kusampaikan kepada jiwamu ,memang aku telah mengajarkan suatu kesesatan kalau itu di lihat dari pandangan di muka bumi,aku memang mengajarkan ilmu birahi,tapi waktu aku mengalami titik tertinggi ku lihat adalah kekuatan yang maha suci bersemayam di jiwa ini…itulah RASA SEJATIi,yang di sebut MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI itulah ASAL KEJADIANMU dari MATA SUKMA Berpadu ke Dalam SELENDANG RASA,tapi sang wali tiidak mau memahami,mereka mengambil ilmu hikmah sejati dan kunci panglebur sukma sejati..memang ku akui tinggkatanku bukanlah orang suci,tapi aku mengerti dari alam sang wali,,setelah jasadku telah hancur serpihan-serpihan dari sinar dari jiwaku terus mempengaruhi penduduk negri,bukan maksudku mengajarkan ilmu kesesatan ,pemahaman penduduk negri masih sebatas birahi…aku cuman berpesan semua yang kusampaikan adalah ilmu pamungkas kesejatian sinar suci,galilah dan pahami…..

87. Piyantun Dusun - 13 Maret 2008

Assalammualaikum saya baru pertama kali buka web GANTHARWA saya tertarik dengan kata MANUNGGALING GUSTI saya cari diri sejati berusaha untuk matikan diri sebelum mati…..aku mencari hatiku karena dalam hati ada nur jiwa semesta alam menguasai hati menyatuka rasa dengan ILLAHII menjalani dengan hati muhklashin .baik buruk kehendakNYA yang terpenting cintaku dan cintaNYA TAK PERNAH PUTUS LEBIH UTAMA BAGIKU….. maaf bila ada kata2 yg salah bila ada masukan mohon email ke saya syukur_yanto@ yahoo.com wasallammm……………

88. wawan - 28 April 2008

aku linglung menemukan diri sejati,kadang aku merasa seperti sang ilahi namun sayang diriku masih diliputi nafsu birahi dan hihi lain yang tak terkendali…waduh bingung sekali kadang ingin menyendiri seperti Dia yang sejati namun hasrat pribadi tak pernah bosan mengotak atik hati,semoga ada yang sudi menasehati

trim’s sebelumnya

89. bustanus - 6 Mei 2008

kutipan buku :SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah: Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti

Riwayat pertemuan Ibrahim ibn Sam’an dengan Husain bin Mansur al Hallaj ( Kutipan dari Buku Husain bin Manshur al Hallaj, karangan Louis Massignon)
Aku melihat al Hallaj pada suatu hari di masjid al Mansur: Aku memiliki 2 dinar dalam sakuku dan aku berpikir untuk menghabiskan uang itu untuk hal-hal yang melanggar hukum. Seseorang datang dan memintah sedekah.Dan Husain bin Mansur al Hallaj berkata:’ Ibnu Sam’an berikanlah sedekah dengan apa yang kamu simpan di dalam jubahmu, aku terdiam dan menangis, ” oh syaikh,bagaimana engkau mengetahui hal itu?’’ Al Hallaj berkata:’ Setiap hati yang mengosongkan diri dari yang selain Alloh, dapat membaca kesadaran orang dan menyaksikan apa yang ghoib’’. Ibnu Sam’an berkata:’’ o,syaikh ajarilah aku sebuah hikmah’’. Kemudian berkata al Hallaj :’’Orang yang mencari Tuhan dibalik huruf miim dan ain akan menemukan Nya.Dan seseorang yang mencarinya dalam konsonan idhafah antara alif dan nun, orang itu akan kehilangan Dia. Karena Dia itu Maha Suci, di luar jangkauan pikiran dan diatas yang terselubung , yang berada di dalam diri setiap orang. Kembalilah kepada Tuhan, Titik Terakhir adalah Dia. Tidak ada “Mengapa” di hari akhir kecuali Dia.Bagi manusia ”MA/ yaitu miim dan ain” milik Dia berada dalam miim dan ain makna “”MA”” ini adalah Tuhan Maha Suci. Dia mengajak makhluk terbang menuju Tuhan. ”miim” membimbing ke Dia dari atas ke bawah. ”ain”membimbing ke Dia dari Jauh dan Luas.
Kesimpulan:
• Tafsir Yaa Sin akan membuka rahasia huruf ‘’MA’’ yaitu miim dan ain seperti yang dikatakan oleh Husain bin Mansur al Hallaj:
Quran dalam surat 36 adalah surat Ya Seen. ayat ke 58 dari surat Yasin adalah Salaamun Qawlam Mir Rabbir Raheem
“Rahasia Ketuhanan ada dalam diri manusia, agar manusia mampu menampakkan atau men-tajallikan Ketuhanan dalam dirinya maka perintah solat (Rukuk, Sujud) adalah sarana ‘Manunggaling Kawula Gusti dan sodaqoh ( menebarkan hasil usaha kebenaran/ pengabdian masyarakat/ agen perubahan/ social agent) kepada sesama makhluk Tuhan (kesalehan sosial) yang merupakan perwujudan dari Salaamun Qawlam Mir Rabbir Raheem”
• Tafsir YaaSin adalah simbol manusia sempurna yaitu hamba yang mampu menampung rahasia Alloh swt dan didalam sirr itu seorang penyembah dan disembah bertemu dan berdialog, ibarat sebuah pohon lengkap dengan pokoknya, cabangnya dan puncaknya. Imam al Baqir berkata: Maukah kamu akau beritahu pokok-pokok Islam, cabang dan puncaknya dan pintu kebaikan? Sulaiman bin Khalid berkata: Tentu, lalu jawab Imam al Baqir: Pokoknya adalah sholat, cabangnya adalah zakat, dan puncaknya adalah membela kaum tertindas dan menegakkan keadilan. Pintu kebaikan itu adalah :
1. Puasa merupakan perisai api neraka
2. Sedekah itu menghapus dosa
3. Sholat di malam hari untuk berzikir

Tafsir Rukuk/Huruf Ain
Etika rukuk adalah meninggikan maqam rububiyah Nya yang agung, mulia dan merendahkan maqam ubudiyah seorang hamba yang lemah, faqir dan hina. Rukuk adalah awal ketundukkan dan sujud adalah puncaknya.Yang melakukan rukuk dengan sempurna dan benar akan menemukan keselarasan pada sujud. Imam Shadiq berkata” rukuk yang benar kepada Alloh adalah menghiasi dengan cahaya keindahan asma Nya. Rukuk adalah yang pertama dan sujud adalah yang kedua. Dalam rukuk ada adab penghambaan dan dalam sujud ada kedekatan/Qurb dengan Zat yang disembah. Simbol rukuk adalah hamba dengan hati tunduk kepada Alloh, merasa hina dan takut di bawah kekuasaan-Nya. Merendahkan anggota badan karena gelisah dan takut tidak memperoleh manfaat rukuk.

Tafsir Sujud/Huruf Mim
Sujud merupakan puncak ketundukan dan puncak kekhusyukan seorang hamba, sebaik-baik wasilah taqarrub ila Alloh, sebaik-baik posisi untuk mencapai cahaya-cahaya tajalli Asma Alloh swt dan maqam Qurb dengan Nya. N. Saw bersabda : ”lamakanlah sujudmu”, sebab tiada amal yang lebih berat dan paling tak disukai oleh syetan saat melihat anak Adam sedang sujud, karena dia telah diperintahakan sujud dan dia tidak patuh. Sujud merupakan sebab mendekatnya hamba dengan sang Kholik. Wahai orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan solat, sesungguhnya Alloh bersama orang yang sabar (al Baqarah:153)

90. Sahadi Nurochim - 23 Juli 2008

Nderek tepang Kadang Gantharwa
Saya sudah baca email di atas dan sangat menarik sekali.Saya sudah lama dengar tentang Manunggaling kawulo lan Gusti,dan sudah lama dengar tentang mencari jati diri.tetapi apa bedanya antara Manunggaling kawulo lan Gusti dan Jati diri ???
Mohon pejelasannya!!!
Sembah nuwun..

91. Gantharwa - 23 Juli 2008

Salam Saudara Sahadi Nurochim…
MKLG adalah Kemanunggalan dua pribadi.
Jati diri adalah Yang sejatinya (1 pribadi)

Salam

92. Tanpo Aran - 5 Agustus 2008

Kahatur Kiai Ganjel..
ingsung bade nimbo pangaweruh..
mugi mugi kiai ganjel saget ngilangake ngelake ingsun
marang pangaweruh….

tanpo aran..

93. hehehe - 5 Agustus 2008

silakan datang ke makamnya… kalo haus ya cari sumur yang terdekat SUN!

94. 17133432565 - 5 Agustus 2008

Tanpoaran hmmm,setahu saya yg memakai nama samaran seperti itu cuma Swargi Eyang Soegiono ketika membuat sebuah kitab…..:)

“Sopo Anggugu Ing Semu Pasthi Tinemu!!”

95. endang adi hadi - 5 Agustus 2008

lha blog-ke ki ahmadi piye?

96. 432545545 - 5 Agustus 2008

udah ilang yah??wah emang ga diurus mas,jrg diliat sama sahabatku itu,dia lagi sibuk bgt.Blognya mas nur tutup yah?.bikin blog gih mas,biar kita bisa kongkow2 kaya dulu lagi he he he,sama someone,mayapada, karebet,mbah watu bledeg,mabh shieen,lembu amisani dsbnya…

97. hidayat - 6 Agustus 2008

apa yang sebenarnya dicari dalam hidup ini.

98. hidayat - 6 Agustus 2008

apa yang kita cari di dunia ini ????????????????????????????????????????????????????

99. sapto rikmo mustika aji - 6 Agustus 2008

kita jangan pernah takut dosa,kita jangan pernah takut masuk neraka,atau apa yang paling menakutkan dari dunia, terus apa yang kita takutkan dari dunia ini, apa yang perlu di takutkan dari mereka bukankah mereka hanya bayangan kehidupan,sedangkan bayangan tetaplah bayangan.

100. Sontrang_Endrakila - 12 Agustus 2008

hidayat – Agustus 6, 2008

apa yang sebenarnya dicari dalam hidup ini.

* yah kegantung orangnya lah,dan siapa yang menjadi isi serta api hidupnya…ada yg cari duit,ada yang cari muka,ada yg cari nama,ada yg cari anggepan orang lain,ada yang cari kepandaian atau ilmu,ada yg cari kuasa dsbnya dsbnya dsbnya………..kehendak bebas adalah kurnia bawaan tiap manusia dijadikan di dunia ini sebagai perisai rokhani bagi masing2 pribadi,karenanya yah bebas masing2 orang mau apa dan jalan kemana selama ga saling ganggu dan ngerugiin sesamanya………….

101. Hamba Allah - 26 Agustus 2008

yah,.. mas,..mas, ini ketipu sama syetan. Rosullulah SAW saja yang sudah Mikroj ke Sidrotul muntaha, masih menjalankan syariat sampai akhir hayat beliau, apa lagi kita umatnya…
Wali,.. Wali,.. yang mengganggap dirinya wali tau dari mana kalo ngak lewat Rosullulah SAW, jangan merasa diri sudah bersih lalu meninggalkan syariat yang di bawa Nabi Kita. TobaT lah minta Ampun Jauhi itu semua,… jalani syariat yang telah kanjeng rosullulah bawa Insyalallah kita pasti bertemu dengan Allah dan rosullul kita,…
Amin……….

102. wong ndeso - 26 Agustus 2008

hihihi asyik! rame lagi nih.

103. sugimo - 26 Agustus 2008

Yth Saudara-Saudara,
Pancasila kita
Indonesia kita
Bangsa kita
Bahasa kita
dsb, dsb, dsb.
apa lagi kita umatnya ? …
syariat yang di bawa Nabi Kita ?…
Insyalallah kita pasti bertemu dengan Allah dan rosullul kita ? ….

Apakah sudah ada perubahan/peleburan arti dalam bahasa Indonesia mengenai kata “kita” disamakan/disatu artikan dengan pribadi “saya/aku”

Semoga seluruh makhluk berbahagia, mencapai pencerahan dan kebenaran sempurna
Maturnuwun

104. satriyo - 26 Agustus 2008

konsep MKLG di jawa = konsep wahdatul wujud gimana komentar gantharwa dan para kadang ? mohon pengajarannya trims.

105. Hamba Allah - 27 Agustus 2008

yth, mas, mbak semua.
pada dasarnya manusia pengen banget deket sama tuhannya cuma aja caranya keliru bin keblinger, karena menurt hawa nafsu dan bimbingan syetan laknatullah.
coba kita merenung apakah para rosullulah/ para pengemban amanat Allah untuk umatnya bisa manunggal dengan tuhannya?.. bagai mana kisah kisah nabi Ibrahim, musa, isa, dll. nabi-nabi pun tidak sanggup untuk bertemu dengan Allah. apa lagi kita?… jika kita ingin bertemu dengan Allah yaa jalani syariat patuhi hukum-hukum yang sudah Allah berikan dan bertakwalah dengan sebenar-benarnya takwa. dan jangan sekali-kali mensekutukannya dengan apapun. jalan tiap-tiap kita berbeda-beda, tetapi ada batasan-batasannya. saya binggung dengan orang2 sekarang sudah jelas2 punya keyakinan beragama eh malah di buat2 syariat yang menurut sesuka hati. tanpa sholat, puasa, zakat, haji. kalo pun ada yah yang enteng2 atau pun yang berat2. menurut kehendak hati. ya apa jadinya kalo beragama dengan kemauan sendiri tanpa mengikuti
apa yang seharusnya.
islam itu sudah sempurna ngak usah kita tambahi dan kurangi lagi ikuti saja. insyaallah kita kelak bertemu dengan Allah. apa sudah ngak sabar ingi ketemu yaa?… ya nanti mas… ada waktunya ada masanya… jadikan sabar dan sholat jadi penolongmu . jadikan lah Allah sebagai tujuan hidupmu niscaya kita akan bertemu dengan Nya kelak. sebab kita masih punya nafsu. yang menghalangi kita dengan Allah. nafsu itu dari syetan. hati2 dengan bisikan syetan.
apakah tidak ada sholat jika saudara2 sudah bersatu dengan Allah?.. wah kalo semua orang bersatu dengan tuhannya bakalan kiamat deh dunia. karena masing2 orang punya keinginan dan kemauan sendiri2. analoginya kan aku tuhan tuhan aku. maunya tukan maunya aku yaa… cape deh…………..
mungkin itu yang bisa saya sampaikan yang benar datangnya dari Allah yang salah dari pribadi saya yang lemah. mohon maaf jika ada salah kata, maksud saya marilah kita bersatu untuk satu keyakinan janganlah mudah tertipu dengan syetan musuh kita didunia ini…
wasalam..

106. Sunuwin Sasuhunun - 27 Agustus 2008

wahai yth@hamba Allah,
syetannya masih di kepala anda sehingga begitu gusar. belajarlah untuk benar-benar memanusiakan Nabi Muhammad SAW dan menuhankan Allah SWT. siapa dan apa yang memiliki asma Allah? MAN ROBBUKA? MA ROBBUKA?

hehehe selamat mencari!

107. Hamba Allah - 27 Agustus 2008

yth, sunuwin sasuhunun,
apakah pikiran syetan yang saya tuliskan?… saya mengajak kebaikan apakah menurut anda yth pikiran dan kepala saya ada dalam kendali syetan?… wallualam… semoga anda mendapat apa yang anda cari didunia.

wasalam

108. Hamba Allah - 27 Agustus 2008

Oleh: Buletin Islam Al Ilmu Edisi 30/II/I/1425

Tak jauh beda dengan keadaan syi’ah Rafidhah, kaum Sufi – yang sebenarnya masih memiliki keterkaitan akidah dengan mereka – pun mengusung berbagai jenis kesesatan dan kekufuran, sebagai bahaya laten ditubuh kaum muslimin. Bahkan disaat kaum muslimin tidak lagi memperhatikan agamanya, muncullah mereka sebagai kekuatan spiritual yang mengerikan. Sehingga mereka tak segan-segan lagi menampilkan wacana kekufurannya ditengah-tengah kaum muslimin.

Puncak kekufuran yang terdapat pada sekte sesat ini adalah adanya keyakinan atau akidah bahwa siapa saja yang menelusuri ilmu laduni (ilmu batin) maka pada terminal akhir ia akan sampai pada tingkatan fana (melebur/menyatu dengan Dzat Allah). Sehingga ia memiliki sifat-sifat laahuut (ilahiyyah) dan naasuut (insaniyyah). Secara lahir ia bersifat insaniyyah namun secara batin ia memiliki sifat ilahiyyah. Maha suci Allah dari apa yang mereka yakini!!. Akidah ini populer di tengah masyarakat kita dengan istilah manunggaling kawula gusti.

Adapun munculnya akidah rusak ini bukanlah sesuatu yang baru lagi di jaman sekarang ini dan bukan pula isapan jempol dan tuduhan semata.

Bukti Bukti Nyata Tentang Akidah Manunggaling Kawula Gusti Di Tubuh Kaum Sufi
Hal ini dapat dilihat dari ucapan para tokoh legendaris dan pendahulu sufi seperti Al Hallaj, Ibnul Faridh, Ibnu Sabi’in dan masih banyak lagi yang lainnya di dalam karya-karya mereka. Cukuplah dengan ini sebagai saksi atas kebenaran bukti-bukti tadi.

1. Al Hallaj berkata:
“Maha suci Dia yang telah menampakkan sifat naasuut (insaniyah)-Nya lalu muncullah kami sebagai laahuut (ilahiyah)-Nya
Kemudian Dia menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam wujud orang yang makan dan minum
Sehingga makhluk-Nya dapat melihat-Nya dengan jelas seperti pandangan mata dengan pandangan mata” (Ath Thawaasin hal. 129)

“Aku adalah Engkau (Allah) tanpa adanya keraguan lagi
Maha suci Engkau Maha suci aku Mengesakan Engkau berarti mengesakan aku
Kemaksiatan kepada-MU adalah kemaksiatan kepadaku
Marah-Mu adalah marahku Pengampunan-Mu adalah pengampunanku “
(Diwanul Hallaj hal. 82)

“Kami adalah dua ruh yang menitis jadi satu
Jika engkau melihatku berarti engkau melihat-Nya
Dan jika engkau melihat-Nya berarti yang engkau lihat adalah kami” (Ath Thawaasin hal. 34)

2. Ibnu Faridh berkata dalam syairnya:
Tidak ada shalat kecuali hanya untukku
Dan shalatku dalam setiap raka’at bukanlah untuk selainku. (Tanbih Al Ghabi fi Takfir Ibnu Arabi hal. 64)

3. Abu Yazid Al Busthami berkata:
”Paling sempurnanya sifat seseorang yang telah mencapai derajat ma’rifat adalah adanya sifat-sifat Allah pada dirinya. (Demikian pula) sifat ketuhanan ada pada dirinya.” (An Nuur Min Kalimati Abi Thaifut hal. 106 karya Abul Fadhl Al Falaki)
Maka diapun mengungkapkan keheranannya dengan berujar: “Aku heran kepada orang-orang yang mengaku mengenal Allah, bagaimana mereka bisa beribadah kepada-Nya?!

Lebih daripada itu, dia menuturkan pula akidah ini kepada orang lain tatkala seseorang datang dan mengetuk rumahnya. Dia bertanya: “Siapa yang engkau cari? Orang itu menjawab: “Abu Yazid.” Diapun berkata: “Pergi! Tidaklah yang ada di rumah ini kecuali Allah.” (An Nuur hal. 84)
Pada hal. 110 dia pernah ditanya tentang perihal tasawuf maka dia menjawab: “Sifat Allah telah dimiliki oleh seorang hamba”.

Akidah Manunggaling Kawula Gusti membawa kaum sufi kepada keyakinan yang lebih rusak yaitu wihdatul wujud. Berarti tidak ada wujud kecuali Allah itu sendiri, tidak ada dzat lain yang tampak dan kelihatan ini selain dzat yang satu, yaitu dzat Allah.

Ibnu Arabi berkata:

Tuhan itu memang benar ada dan hamba itu juga benar ada
Wahai kalau demikian siapa yang di bebani syariat?
Bila engkau katakan yang ada ini adalah hamba, maka hamba itu mati
Atau (bila) engkau katakan yang ada ini adalah Tuhan lalu mana mungkin Dia dibebani syariat? (Fushulul Hikam hal. 90)

Penyair sufi bernama Muhammad Baharuddin Al Baithar berkata: “Anjing dan babi tidak lain adalah Tuhan kami Allah itu hanyalah pendeta yang ada di gereja” (Suufiyat hal. 27)

Dalil-Dalil Yang Dijadikan Kaum Sufi Sebagai Penopang Akidah Manunggaling Kawula Gusti
Sepintas, seorang awampun mampu menolak atau bahkan mengutuk akidah mereka ini dengan sekedar memakai fitrah dan akalnya yang sehat. Namun, bagaimana kalau ternyata kaum Sufi membawakan beberapa dalil baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah bahwa akidah Manunggaling Kawula Gusti benar-benar diajarkan di dalam agama ini – tentunya menurut sangkaan mereka?!
Mampukah orang tersebut membantah ataukah sebaliknya, justru tanpa terasa dirinya telah digiring kepada pengakuan akidah ini ketika mendengar dalil-dalil tersebut? Dali-dalil tersebut adalah:

1. Surat Al Hadid 5 :

yang artinya: “Dan Dia (Allah) bersama kalian dimana kalian berada.”

2. Surat Qaaf 16 :

yang artinya: “Dan Kami lebih dekat kepadanya (hamba) daripada urat lehernya sendiri.

3. Sabda Rasulullah dalam hadits Qudsi: “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kapada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sampai Aku pun mencintainya Bila Aku mencinatainya maka jadilah Aku sebagai telinganya yang dia mendengar dengannya, mata yang dia melihat dengannya, tangan yang dia memegang sesuatu dengannya, dan kaki yang dia berjalan dengannya. (H.R. Al Bukhari)

Bantahan Terhadap Syubhat (Kerancuan Berfikir) Mereka Dalam Mengambil Dalil-Dalil diatas
Dengan mengacu kepada Al Qur’an dan As Sunnah di bawah bimbingan para ulama terpercaya, maka kita akan dapati bahwa syubhat mereka tidak lebih daripada sarang laba-laba yang sangat rapuh.

1. Tentang firman Allah di dalam surat Al Hadid 5, para ulama telah bersepakat bahwa kebersamaan Allah dengan hamba-hamba-Nya tersebut artinya ilmu Allah meliputi keberadaan mereka, bukan Dzat Allah menyatu bersama mereka. Al Imam Ath Thilmanki rahimahullah berkata: “Kaum muslimin dari kalangan Ahlus Sunnah telah bersepakat bahwa makna firman Allah yang artinya: “Dan Dia (Allah) bersama kalian dimana kalian berada” adalah ilmu-Nya. (Dar’ut Ta’arudh 6/250)

2. Yang dimaksud dengan lafadz “kami” di dalam surat Qaaf: 16 tersebut adalah para malaikat pencatat-pencatat amalan. Hal ini ditunjukkan sendiri oleh konteks ayat setelahnya. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir Ath Thabari, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Katsir dan para ulama yang lainnya. Sedangkan Ath Thilmanki dan Al Baghawi memilih pendapat bahwa yang dimaksud lafadz “lebih dekat” adalah ilmu dan kekuasaan-Nya lebih dekat dengan hambanya-Nya daripada urat lehernya sendiri.

3. Al Imam Ath Thufi ketika mengomentari hadits Qudsi tersebut menyatakan bahwa ulama telah bersepakat kalau hadits tersebut merupakan sebuah ungkapan tentang pertolongan dan perhatian Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Bukan hakikat Allah sebagai anggota badan hamba tersebut sebagaimana keyakinan Wihdatul Wujud. (Fathul Bari)
Bahkan Al Imam Ibnu Rajab rahimahullah menegaskan bahwa barangsiapa mengarahkan pembicaraannya di dalam hadits ini kepada Wihdatul Wujud maka Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari itu. (Jami’ul Ulum wal Hikam hal. 523-524 bersama Iqadhul Himam)

Beberapa Ucapan Batil Yang Terkait Erat Dengan Akidah Ini

1. Dzat Allah ada dimana-mana. Ucapan ini sering dikatakan sebagian kaum muslimin ketika ditanya: “Dimana Allah berada?” Maka sesungguhnya jawaban ini telah menyimpang dari Al Qur’an dan As Sunnah serta kesepakatan Salaf. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Barang siapa yang mengatakan bahwa Dzat Allah ada di setiap tempat maka dia telah menyelisihi Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan Salaf. Bersamaan dengan itu dia menyelisihi fitrah dan akal yang Allah tetapkan bagi hamba-hambanya. (Majmu’ Fatawa 5/125)
2. Dzat Allah ada di setiap hati seorang hamba.
Ini adalah jawaban yang tak jarang pula dikatakan sebagian kaum muslimin tatkala ditanya tentang keberadaan Allah. Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) juga berkata; “Dan adapun keyakinan bahwa Dzat Allah ada di dalam hati setiap orang kafir maupun mukmin maka ini adalah batil. Tidak ada seorang pun dari pendahulu (Salaf) umat ini yang berkata seperti itu. Tidak pula Al Qur’an ataupun As Sunnah, bahkan Al Qur’an, As Sunnah, kesepakatan Salaf dan akal yang bersih justru bertentangan dengam keyakinan tersebut. (Syarhu Haditsin Nuzuul hal 375)

Beberapa Ayat Al Qur’an Yang Membantah Akidah Manunggaling Kawula Gusti

Ayat-ayat Al Qur’an secara gamblang menegaskan bahwa akidah Manunggaling Kawula Gusti benar-benar batil. Allah ta’ala berfirman :

artinya : “Dan mereka (orang-orang musyrikin) menjadikan sebagian hamba-hamba Allah sebagai bagian dari-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata.” (Az Zukhruf: 15)

“Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri yang berpasang-pasangan dan dari jenis binatang ternak yang berpasang-pasangan (pula), Dia jadikan kamu berkembangbiak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy Syura: 11)

Lihatlah, ketika Allah menjawab permintaan Musa yang ingin melihat langsung wujud Allah di dunia. Allah pun berfirman :

(artinya) : “Kamu sekali-sekali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke gunung itu, tatkala ia tetap ditempat itu niscaya kamu dapat melihat-Ku. Tatkala Tuhan menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun pingsan. Setelah sadar Musa berkata: Maha suci Engkau, aku bertaubat dan aku orang yang pertama-tama beriman.” (Al A’raf: 143)

(Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 30/II/I/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli ” Tasawuf Dan Aqidah Manunggaling Kawula Gusti”. Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)

109. wong ndeso - 27 Agustus 2008

yah… sampeyan cuma ahli kitab!

110. B 3 GO - 27 Agustus 2008

hehehe ahli kitab beda jauh emang sama ahli hikmah

111. Ngepet lo! - 27 Agustus 2008

jangan begitu dong mas wong ndeso dan mas B 3 GO…
gitu-gitu hamba Allah bisa juga reikarnasi jaman jahiliyah arab
HUAHUAHAAA

112. wira jaka blasssh - 27 Agustus 2008

To : Hamba Allah,

Ogut mo nanya nih, napa kita harus bahasakan diri kita sebagai hambanya …… dan seolah Allah adalah Raja di Raja …..???, sehingga kita harus menjalankan syariat … yaitu ikatan sembah menyembah ……???,

Padahal menyembah itu hanya perlambang bahwa manusia sebagai taklukkan / jajahan sehingga harus mengakui bahwa yang disembah lebih kuat (boleh berbuat semaunya kepada jajahannya), lalu mempersembahkan upeti / sesembahan ….. ???, apakah upeti / sesembahan tersebut memang dikehendaki oleh Allah …. , untuk keperluan apa ???
Menyembah juga masih menganut paham feodalisme……, sementara jaman terus berubah, feodalisme sudah banyak ditinggalkan, …itupun sesuai kehendakNya …..???

Apakah tidak ada cara lain untuk menunjukkan kecintaan manusia kepada Allah selain cara-cara seperti tersebut diatas ???

sebagai hamba Allah, pasti tahu dong jawabnya…

Makaciiiihhhh,

113. nona wisnu wardhani - 28 Agustus 2008

to Hamba Allah
SOOOOK ALIIIIM LUUU !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
setan yang ada dikepala lu buang jauh dulu pak de..!!!!
islam emang sempurna tapi agama nya kaga, apalagi klo pake hadist yang artinya justru jauh berbeda dari Al Qur’an.

“pada dasarnya manusia pengen banget deket sama tuhannya”
moyang lo ??
kaga semua manusia tau !!
ada orang yang g kenal tuhannya tapi cuma berteori aja..
lu tu contohnya

“cuma aja caranya keliru bin keblinger, karena menurt hawa nafsu dan bimbingan syetan laknatullah.”
Gue baru denger tu istilah syetan mbimbing. Pake istilah baru sgala lu yang artinya beda jauh. dapet bisikan dari syetan lu ya??

“coba kita merenung apakah para rosullulah/ para pengemban amanat Allah untuk umatnya bisa manunggal dengan tuhannya?.. bagai mana kisah kisah nabi Ibrahim, musa, isa, dll. nabi-nabi pun tidak sanggup untuk bertemu dengan Allah. apa lagi kita?… jika kita ingin bertemu dengan Allah yaa jalani syariat patuhi hukum-hukum yang sudah Allah berikan dan bertakwalah dengan sebenar-benarnya takwa. dan jangan sekali-kali mensekutukannya dengan apapun. jalan tiap-tiap kita berbeda-beda, tetapi ada batasan-batasannya.”
plin plan amat lu!!!!!!!!!!!!!!!!!
baca lagi dong tulisan lu. Ngerti kaga sama tulisan lu sendiri ??…

“nafsu itu dari syetan. hati2 dengan bisikan syetan.”
emang Al-Qur’an mengatakan nafsu dari syetan ??
coba sebutin mana ayatnya !!!!!!!!!

114. Hamba Allah - 28 Agustus 2008

“Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” Yassin:10

sudah jelas ayatnya

115. Hamba Allah - 28 Agustus 2008

Kemudian digambarkan pula bahwa orang-orang yang tidak beriman itu memandang baik amal-amal jahat yang mereka kerjakan. Hal demikian menyebabkan mereka menjadi takjub dan sombong, sehingga mereka enggan mengikuti Rasul. Pikirannya tertutup dari kebenaran, dari apa yang dapat mendatangkan manfaat, karena itu tidaklah ada yang bisa mereka pahami kecuali apa yang telah diwariskan dari nenek moyang mereka saja. Ringkasnya mereka selalu berada dalam penjara kebodohan, seolah-olah ada dinding tembok yang memisahkan mereka dengan hati mereka hingga tidak bisa berpikir dan merenungkan dalil-dalil kebenaran ajaran yang dibawa Rasul itu. Ada pula yang mengartikan dinding yang menghalangi itu dengan hijab, hingga berarti Allah menjadikan hijab yang menghalangi orang-orang musyrik untuk menyakiti Rasul. Sedang mata yang tertutup diartikan, mereka tidak bisa mengindra dengan baik sesuatu yang dilihatnya, dan tidak satupun petunjuk yang dapat meluruskan pikiran mereka.

116. Nata Warga - 28 Agustus 2008

Salam Mas/Mbak Hamba Allah

Kalau anda memang berniat baik, tentu berani tulis nama dan memperkenalkan diri secara terbuka, tidak bersembunyi di balik nama besar Gusti.
apakah anda tidak menyadari bahwa tulisan itu untuk diri anda sendiri, bahwa saudara disini mencoba memberikan peringatan kepada anda, tapi anda malah tidak mengerti, karena anda disebut tidak beriman..
mari kita buktikan kalau anda tidak beriman? berani? semua akan berdasarkan ayat Al’quran juga… salah satunya coba anda cari, bagaimana orang beriman itu? jawab sendiri.

kalau anda hanya menganggap nabi itu hanya yang ada di kitab, dan yang berasal dari timur tengah sana, maka anda terlalu picik. anda sama saja menuduh Gusti tidak maha adil, sangat di sayangkan…

jadi kalau anda ingin berbagi disini, silahkan paparkan secara baik pendapat anda, dan jangan mencela siapapu atau pun apapun dengan dalih Al’quran. Al’quran di pakai untuk menambah keyakianan diri anda sendiri, bukan untuk menyerang orang lain.

Salam Sejati

117. Ngabehi K.M - 28 Agustus 2008

To: Hamba Allah
“Lakum diinukum walyadiin”
Maaf kalu ejaanya salah, ga jago bahasa arab.

118. Nata Warga - 28 Agustus 2008

Salam Mas Ngabehi

apa kabarnya?

dan jangan lupa juga di tambahkan: “LAA IKROOHA FIDDIIN”

119. Ngabehi K.M - 28 Agustus 2008

Alhamdulillah sehat Mas Nata, jarang kedunia maya, sedikit sibuk namanya jg kaum buruh, he he.Ya tambahi tu laa iqrooha fiddiin, juga iqro bismirabbikalazdi kholaq dll.

120. Nata Warga - 28 Agustus 2008

Syukur Mas Ngabehi… syukur… syukur..
Salam hangat untuk semua anggota PADI.

Selamat Berpuasa ya… semoga itu memanjukan spiritual mas dan semuanya.
“Hormatilah orang yang PUASA dan yang TIDAK PUASA”

Tambahan yang cantik..

Salam Sejati

121. Abumuroh - 28 Agustus 2008

salam buat hamba alloh

122. Hamba Allah - 28 Agustus 2008

walaikum salam saudara ku Abumuroh

123. Abumuroh - 28 Agustus 2008

ada yang bisa ngasih tahu nggak tentang wahdzatul wujud

124. Abumuroh - 28 Agustus 2008

Salam buat Nata warga yang ALLOH beri kelebihan pemahaman di Ilmu TAUHID

125. Damar_sahasrakirana - 28 Agustus 2008

Yah gua udah mijil n lerem nih,kemaren udah ulah asmara turidha sama mas osraig n siwa buda ….sekarang semuanya yang ada disini pada karonsih laginih? …..ada pacar baru yah si hamba allah??. Dikelonin aja tuh…..jgn maen masukin……kasih puisi atau sastra dulu hehehe….biar jengat kuncungnya ,yg di ubun2 tapinya bukan yang di bawah hehehe………..
sastra itu dari kata sa sama astro artinya panah dari swargo yang menyala bersinaran,sarana perang tanpa perlu adanya pertumpahan darah yah berperang dengan Sastra………….

126. Damar_sahasrakirana - 28 Agustus 2008

Sebenarnya dari tarian juga bisa dikenal halus kasarnya budhi daya spiritual suatu bangsa……….
Coba liat deh,ga usah pake batin,apek mata telanjang aja,antara tari Bedhaya ,Tari Perut dan joged India itu mana yang paling halus,wajar dan ga berlebihan??????.
Tarian Yang berpangkal dari daya hidup yang sangat halus dan tinggi itu tentunya geraknya ga berlebihan,tidak pula membangkit kan nafsu birahi (pinggulnya jarang bergerak2) dan kepalanya hanya menggeleng sesekali saja,sebagai tanda bahwa otaknya sudha tidak liar lagi bisa menjadi sarana gumulunge telu2ning atunggal di ubun2…GONG!!!!.

Salam………..

127. Damar_sahasrakirana - 28 Agustus 2008

Bedaya ketawang dan Bedaya Semang,dahulunya bedhaya asmara langit dan bumi,mandalatriya,asal mula manusia yang sempurna,hasil pengejawenthan praba wahyu seorang raja tanah jawa ketika menyerap Ilmu Samudra Tanpa Batas!!!.
Tarian perut,tarian asal mula juga,asal mula binatang,karenanya pinggulnya bergerak-gerak liar mengundang dan mengandung hasrat nafsu hewani,hasil peradaban dan budhi daya orang,manusia tanpa kesadaran buddhi,karenanya hukum langitan yang turun disana haruslah KERAS supaya ga bikin onar di dunia sini!!!!.

128. Damar_sahasrakirana - 28 Agustus 2008

Kangjeng Nabi Muhammad itu satu2nya ‘MANUSIA” dulu di sana yang lainnya ” Missink Link” wakakakaka

129. adi hadi - 28 Agustus 2008

Ya harap dimaklumi, jenis hamba allah diatas datangnya ke nusantara belakangan bukan yang awal, kanjeng nabi sendiri menyuruh cucunya karena memang orang di nusantara ini yang akan mampu mengemban perangkat/panji berwarna hitam bagi misinya (al mahdi), sungguh beruntung manusia dinusantara, mengenal TAUHID sebelum agama2 disebelah baratnya datang kesini. Ya aku tidak tau juga siapa yang ngajari TAUHID orang2 dinusantara, mungkin ABUMUROH

130. Damar_sahasrakirana - 28 Agustus 2008

wakakakaka…………………mas endang bisa aja hehehe

Abumuroh – Agustus 28, 2008

ada yang bisa ngasih tahu nggak tentang wahdzatul wujud

* mas sohibin sohirin……tuh ada yg nanya hehehe…….jawab dong hihihi

131. adi hadi - 28 Agustus 2008

Mestinya klo hamba allah membaca penjabaran tauhid dari imam ali (nahjul bhalagah) bisa sebagai pengantar untuk menuju pertanyaan abumuroh

132. damar - 28 Agustus 2008

jawab yg lengkap dong mas endang…….

133. Nata Warga - 28 Agustus 2008

Salam Mas Abumuroh..

walah.. saya ini hanya petani biasa saja, kalau dianggap punya kelebihan, hanya mengerti cangkul dan irigasi serta sedikit mengenai sapi.

topik di atas adalah tentang Wahdatul Wujud, jadi silahkan di baca dan simak dengan pelan-pelan, tanpa pakai pertimbangan dari unsur apapun, tapi dari dalam diri sendiri yang memahami.

Pengertian dasarnya adalah KITA di panggil MAS (Manungsang Asline Sejati) adalah bersifat ILAHI.

Salam Sejati

134. adi hadi - 28 Agustus 2008

Aku ga mampu merangkai kata dengan baik.
Di internet ada kok pidatonya saidina ali.
Oh ya, itu ki bekel metaram waktu syahid kain kafannya juga buat rebutan belanda yang nota benenya nasrani. Yah sayang, cerita ki bekel di internet adanya Cuma yang nyetheti kursi yang bisa jalan sendiri

135. NGEHAYAL AH............. - 28 Agustus 2008

Hamba Allah – Agustus 26, 2008

yah,.. mas,..mas, ini ketipu sama syetan. Rosullulah SAW saja yang sudah Mikroj ke Sidrotul muntaha, masih menjalankan syariat sampai akhir hayat beliau, apa lagi kita umatnya…
Wali,.. Wali,.. yang mengganggap dirinya wali tau dari mana kalo ngak lewat Rosullulah SAW, jangan merasa diri sudah bersih lalu meninggalkan syariat yang di bawa Nabi Kita. TobaT lah minta Ampun Jauhi itu semua,… jalani syariat yang telah kanjeng rosullulah bawa Insyalallah kita pasti bertemu dengan Allah dan rosullul kita,…
Amin……….

* yah iyalah selama masih mengenakan busana jalmi memang hukum syareat mesti di jalani……..kecuali udah berbadan halus, sarira (sarining rasa) itu beda lagi,sudha bukan hidup sebagai warga manusia dan menghidupi tata bebrayan tapi sudah hidup dalam tata kahanan sebagai sentana dalem dari keraton kelanggengan.
Mantakan kalo ada manusia yang masih berbadan wadag dan bersifat manusiawi tetapi mulutnya berani mengaku sebagai Ingsun itu memang udah sepantasnya di TIGAS JANGGANYA supaya cepet bener2 nyawetah sana…
dan kalo memang benar kesadarannya sudah bukan lagi rasa keakuannya sendiri,tentunya yah mengerti bahwa hukuman tigas jangga atau salib dan kisas sekalipun adalah wujud kasih Tuhan kepadanya supaya ia bisa LEPAS MERDEKA dari rasa menyayangi dan disayangi oleh semua mahluk yang ada supaya tidaklah pernah terlahir lagi dalam rahim dan alam manapun.Itu satu2nya belenggu terakhir menuju sangkan paran yang mesti dilukar dan berani di hidupi sebagai kenyataan.Tapi buat kita sih kejauhan deh semuanya itu,boro2 mencintai dan dicintai oleh seluruh mahkluk yang ada,mencintai bininya sendiri aja susah,hatinya kerap mendua dan bercabang hehehehe…………..kita2kan cuma cinta sama rasa keakuan kita sendiri hihihii………

Tapi syareat kan beda2 mas,ga semua orang beragama islam kan,ga semua orang agamanya kristen,ga semua orang juga buddha agamanya jadi yah beda2 cari pelaksanaannya tapi apinya sama………

Peace ah!!.

136. NGEHAYAL AH............. - 28 Agustus 2008

Cangkul sama pacul tuh sama artinya kipatna sakabehing sing muncul n pacul yg ga ada dorannya emang ga bisa dipake buat mencangkul mantakan doran,dedonga marang pangeran itu lumayan penting juga hehehehe…………….
Irigasi yah baik,menata aliran2 air supaya tertata rapih sehingga mengalir ke arah yang sama dan mewujudkan daya yang lebih besar daripada aliran yang ketata dan keatur hehehehe……..

137. NGEHAYAL AH............. - 28 Agustus 2008

daripada aliran yg ga ketata dan keatur maksudnya hehehe

138. endang adi hadi - 28 Agustus 2008

abumurohnya mana, kok tidak muncul.

mas nata warga, supaya bisa kembali ke pertanian organik, sapi nya yang banyak biar bisa ngganti pupuk anorganik

139. BOONG AH............. - 28 Agustus 2008

Sungai mati itu ga ada gunanya buat masyarakat emang,yg ada gunanya itu sungai yang mengalir,sungai yg hidup………

140. Nata Warga - 29 Agustus 2008

Salam Mas Endang dan Ngehayal

nyangkul yuk, biar nanti bisa bersama-sama dirumah bisa menikmati kopi.
Salam Sejati

141. endang adi hadi - 29 Agustus 2008

baik mas nata

nyangkul bersama di tanah yang sama, ketemu cacing oleng

142. Nata Warga - 29 Agustus 2008

:-) :-) :-)
kalau tidak ketemu cacing tanah tidak bisa menjdai SSJ. yang dari cacing menjadi Wujud Gesang Manungsang karena mendengar Kawruh.

Salam Sejati

143. Damar - 29 Agustus 2008

hahahaha………….. cacing di lempung liket itu???Pas sunan bonang ngewedhar kasampurnan kepada SKJ di atas sebuah Baita di tengah2 danau????wakakakaka……..
itu sedikit sama tuh apinya dengan carita perdebatannya sunan bonang dengan Buto Locaya si darmogandhul sana …..yah kalah toh berdebat sama BUTO LOCAYA…kan bUTO LOCAYA itu sanepan dari hmmm…….gali sendiri hhuehuehe………….

144. endang adi hadi - 29 Agustus 2008

Ya ada yang bilang/cerita begitu, kalo soal itu gak tau/paham mas, taunya SSJ tuh putranya seh abdul qodir yang tinggal di gunung jati sebelahnya gunung sembung. Kalo aku mengingat kisah itu larinya ke politik, ah… nggak usah dibahas lah, kawatir eker-ekeran lagi, maaf ya mas nata

145. endang adi hadi - 29 Agustus 2008

Kalo pingin versiku lewat email saja mas, bisa untuk perbandingan (tapi bukan mau eker-ekeran lho)

146. Nata Warga - 29 Agustus 2008

:-) :-) :-)

betul mas damar dan mas endang..

cerita kiasan yang mengiring pada kita pada pertarungan kekuasaan.
memang orang jawa senang memberikan kiasan lewat cerita untuk menyampaikan WRUH pada yang lain..

SSJ sendiri menurut pengakuan beliau pribadi adalah dari latar belakang yang tidak di kenal, keluarga dari pertengahan jawa tengah dekat dengan hutan rimba, mungkin orang tuanya tukang kayu.. sudah biasa bergaul dengan alam, dan menyadari KALIMASADA dari diri, sehingga MKLG begitu melekat pada beliau..
cerita di luar masih simpang siur, mudah-mudahan Kadhang Gantharwa kami yang kebetulan baca web ini, bisa sharing karena masih keturunan dari beliau.

tidak perlu minta maaf mas.. kan gak salah, yang penting nyangkul terus dan kita nikmati pemandangan sawah…

Salam Sejati

147. Farhan - 29 Agustus 2008

tuk Hamba Allah

“Kemudian digambarkan pula bahwa orang-orang yang tidak beriman itu memandang baik amal-amal jahat yang mereka kerjakan.”
Mas, tau gak. Menghakimi seseorang itu gak beriman, menyimpang, memandang baik amal jahat yang dilakukan tanpa melihat dengan jelas, tanpa memahami apa yang dilakukan/diamini seseorang dengan seksama itu KEJAHATAN.
Dirimu termasuk orang – orang yang menganggap baik amal – amal jahat gak????………

“Hal demikian menyebabkan mereka menjadi takjub dan sombong, sehingga mereka enggan mengikuti Rasul.”
tahu gak beberapa sifat sang utusan Tuhan, melihat sebuah perkara bukan cuma dari satu sisi. Tidak suka menuduh apalagi menggunakan ayat – ayat Tuhan untuk menjatuhkan/menyerang seseorang yang gak sependapat.
Sudahkan dirimu mengikuti Rasulmu??????….

“Pikirannya tertutup dari kebenaran, dari apa yang dapat mendatangkan manfaat, karena itu tidaklah ada yang bisa mereka pahami kecuali apa yang telah diwariskan dari nenek moyang mereka saja.”
Menggunakan ayat – ayat Tuhan untuk menyerang/ menjatuhkan seseorang dengan sebutan TAK BERIMAN demi kepuasan diri sendiri sama halnya dengan menjual ayat – ayat Tuhan dengan harga murah. Dan orang – orang yang suka menjual ayat – ayat Tuhan dengan harga murah tuh salah satu ciri bahwa pikirannnya tertutup dari kebenaran.
dirimu seperti itu gak????…

“Ringkasnya mereka selalu berada dalam penjara kebodohan, seolah-olah ada dinding tembok yang memisahkan mereka dengan hati mereka hingga tidak bisa berpikir dan merenungkan dalil-dalil kebenaran ajaran yang dibawa Rasul itu.Ada pula yang mengartikan dinding yang menghalangi itu dengan hijab, hingga berarti Allah menjadikan hijab yang menghalangi orang-orang musyrik untuk menyakiti Rasul. Sedang mata yang tertutup diartikan, mereka tidak bisa mengindra dengan baik sesuatu yang dilihatnya, dan tidak satupun petunjuk yang dapat meluruskan pikiran mereka.”
dirimu termasuk orang yang beriman gak?????…

148. Abumuroh - 29 Agustus 2008

Pengertian dasarnya adalah KITA di panggil MAS (Manungsang Asline Sejati) adalah bersifat ILAHI.
Bersifat ILAHI maksudnya Dzat seng wis siji,sifat sing wis siji,perbuatan sing wis siji,asma sing wis siji opo yo ngono MAS NATA WARGA

149. Abumuroh - 29 Agustus 2008

tuk Mas NATA WARGA

Pengertian dasarnya adalah KITA di panggil MAS (Manungsang Asline Sejati) adalah bersifat ILAHI.

Bersifat ILAHI maksudnya Dzat seng wis siji,sifat sing wis siji,perbuatan sing wis siji,asma sing wis siji opo yo ngono MAS NATA WARGA

150. Hamba Allah - 29 Agustus 2008

Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri (Surat Ali ‘Imron : 102)

Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Surat An-nisa’ : 1)

Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar (Surat Al-Ahzab : 70-71)

151. Hamba Allah - 29 Agustus 2008

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam-, dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), dan setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah, setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.

Dan setelah itu : Aku memuji Allah yang maha mulia atas nikmat-Nya yang begitu banyak yang diberikan kepada umat ini secara umum, dan kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara khusus yang telah menerangi jalan mereka, sehingga mereka bisa melihat dan merasa tenang.

Bagaimana mereka tidak dapat melihat dan tidak bisa merasa tenang ?

Sedang mereka mencari penerang/petunjuk dari Al-qur’an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salafush sholeh (para pendahulu) mereka dari kalangan shahabat, tabi’in yang hidup pada zaman kemuliaan, yang sebagian manusia menyimpang dari jalan mereka dan tidak menentu arahnya, sehingga mereka –na’udzu billah- terfitnah dengan syubhat yang menyesatkan dan tenggelam dalam syahwat.

Bersamaan dengan ini –alhamdulillah- masih banyak dari manusia yang ingin bertaubat kepada Allah dengan menelusuri jejak/metode salafush sholeh serta lari dari kelompok-kelompok sesat dan dari syubhat-syubhat yang membuat akal dan hati mereka merasa sakit selama bertahun-tahun lamanya serta menyia-nyiakan jerih payah selama selang waktu yang lama, maka keadaan merekapun mengatakan : aku tidak ingin hizbiyah (fanatik golongan), tidak jama’ah tabligh, tidak sufiyah, tidak ikhwanul muslimin, tidak quthbiyah (pengagung sayyid Qutub) dan tidak juga partai politik (yang tamak terhadap kursi keparlemenan), akan tetapi aku menginginkan salafiyah an-nabawiyah (sebagai pengikut Nabi –shallallahu alaihi wa sallam -dan para sahabatnya-rodhiyallahu ‘anhum).

Tidak diragukan lagi bahwa taubat/kembalinya mereka kepada manhaj salafi sangat menggembirakan kita semua –para Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang mana Ahlus Sunnah adalah orang yang paling kasih sayang kepada manusia sebagaimana mereka adalah orang yang paling mengetahui kebenaran.

Bagaimana mereka tidak gembira dengan taubatnya orang yang bertaubat ?!

Sedang mereka mendengar sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- (Sungguh Allah bergembira dengan taubat hamba-Nya dari salah seorang kalian yang jatuh dari untanya lalu dia disesatkannya ditempat terpencil)[1].

Dan sabda beliau-shallallahu alaihi wa sallam- : Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga dia mencintai saudaranya sepeti dia mencintai dirinya sendiri [2].

Akan tetapi rasa gembira ini diiringi oleh rasa sedih dan duka atas apa yang kami temui dan yang kami saksikan pada sebagian mereka yang bertaubat/ kembali kejalan salaf dari rasa bimbang dan tidak menentu dengan sebab banyaknya syubhat yang ditebarkan oleh ahli batil yang mengombang-ambingkan mereka kekanan dan kekiri, dan dengan sebab mereka tidak bertanya kepada ahli ilmi dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Oleh karena itulah aku berkeinginan untuk menulis beberapa wasiat [3] bagi mereka yang bertaubat/kembali kejalan salaf yang aku kira bisa mengobati sebagian kebimbangan dan keterombang-ambingan yang menimpa sebagian mereka yang kembali kejalan salaf, dan aku berusaha untuk mempersingkat, mempermudah kata-katanya, agar lebih mudah dipahami dan diserap, semoga Allah yang Maha lembut dan Maha mengetahui menjadikannya bermanfaat bagiku, bagi mereka serta bagi semua saudaraku. Shalawat, salam dan berkah semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan shahabatnya.

152. Hamba Allah - 29 Agustus 2008

Wasiat pertama
Bersyukur dan pujilah Allah atas nikmat ini

Sesungguhnya ini adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya, maka bersyukurlah, dan ingatlah :

Berapa banyak orang yang tenggelam dalam syubhat, dia terombang-ambing ketimur dan kebarat, tidak tahu jalan keluarnya.

Berapa banyak orang yang terjerumus kedalam syahwat, dia terbelenggu didalamnya, tidak tahu kapan dia akan selamat.

Maka bersyukurlah kepada Allah wahai orang yang bertaubat, ketahuilah bahwa nikmat ini hanyalah dari Allah saja, tidak ada kekuatan dan daya upaya melainkan dengan (pertolongan) dari Allah yang Maha lembut lagi Maha mengetahui, Dialah yang mengasihi dan memberimu petunjuk dan tidak mewafatkan kamu dalam keadaan tenggelam dalam syubhat dan syahwat, bagi-Nyalah segala pujian didunia dan diakhirat.

Dialah yang memberimu petunjuk dan memudahkanmu dalam menemui orang yang bisa menunjukkanmu kejalan/manhaj salafush sholeh, Alangkah banyak nikmat-Nya kepadaku dan kepadamu, Allah berfirman : Dan jika kalian menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan dapat menghitungnya (Surat Ibrahim : 34)

Janganlah kamu -wahai saudaraku yang telah bertaubat- berrsikap ujub dan terpedaya atau merasa memberi nikmat kepada Allah dengan (taubatmu itu) Allah ta’ala berfirman : Begitu jugalah keadaanmu dahulu, lalu Allah memberimu nikmat maka telitilah (Surat An-Nisa’ : 94)

Janganlah kamu mencela atau merendahkan orang lain serta yang lagi diuji dengan apa-apa yang Allah selamatkan dirimu darinya, akan tetapi pujilah Allah yang telah menyelamatkanmu dan Dia tidak menimpakan kepadamu apa yang telah menimpa mereka, dan katakanlah –jika kamu melihat orang yang lagi ditimpa musibah-:

( الحمد لله الذي عافا ني مما ابتلاك به وفضلني على كثير ممن خلق تفضيلا ))

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa-apa yang menimpamu dan telah mengutamakanku dari kebanyakan manusia. [4].

Berlemah lembut dan sayangilah mereka serta berharaplah agar mereka mendapat apa yang telah Allah berikan kepadamu dari kebaikan dan petunjuk.

Ketahuilah –semoga Allah memberimu taufik- bahwa harus bagimu untuk menelusuri sebab-sebab yang bisa membantu dalam memperbaiki taubatmu dengan giat serta bersungguh-sungguh, ikhlas dan jujur, pertama kali yang harus kamu mulai adalah :

153. Nata Warga - 29 Agustus 2008

Salam Mas Abumuroh

Dalam bahasa lain boleh di sebut begitu mas…
kalau bahasa sederhana adalah cahaya. Semua akan kembali menjadi cahaya. Meminjam istilah Seniman Spiritual Semarang adalah bahwa kita semua akan menjadi mahluk cahaya.

Mas Hamba allah
buat web sendiri ya, kalau bacaan ayat kayak begitu banyak, tidak usah di tulis copy paste ke web sini. Nanti saya berkunjung kalau sudah jadi.

Salam Sejati

154. Hamba Allah - 29 Agustus 2008

Wasiat kedua

Menuntut ilmu adalah pondasi dalam memperbaiki taubatmu

Ilmu adalah pondasi/asas dalam memrperbaiki taubatmu, yang demikian itu karena dua perkara :

Pertama : Syubhat itu kebanyakan menempel di relung hati dan akalmu, jika kamu tidak menghilangkannya dengan ilmu yang bermanfaat maka kamu akan senantiasa dibayangi oleh syubhat tersebut dalam setiap perkataan, perbuatan dan keadaaanmu, bahkan dalam dakwahmu sebagaimana ini adalah fakta kebanyakan dari manusia yang meloncat dari taubat langsung berdakwah, mereka menyeru kepada dakwah salafiyah tapi dicampuri dengan syubhatnya Ikhwanul Muslimin yang menyeru kepada persatuan (seluruh kelompok sesat-pent), atau kepada quthbiyah yang menyeru kepada pengkafiran (kaum muslimin-pent), atau kepada sururiyah hizbiyah, bungkusnya salafiyah tapi bau dan rasanya tidak demikian, maka dakwah mereka kepada salafiyah tercampur dengan manhaj/metode tertentu dengan dasar syubhat yang senantiasa menemaninya sebelum bertaubat dan belum dimusnahkan :

Yang ini menyeru kepada kepemimpinan dalam berdakwah ….

Yang lain menghancur leburkan sebagian pokok manhaj salafi dengan alasan hal tersebut menyebabkan kerasnya hati, atau memutuskan hubungan persaudaraan …

Yang lain lagi mengikrarkan pemikiran-pemikiran quthbiyah …..

Yang lain lagi menyeru kepada hizbiyah …..

Yang lain lagi membawa pemikiran tahyijiyah (seperti khowarij yang menyeru untuk keluar dari daulah islam atau demontrasi -pent) ….

Dan yang lain menggembar-ngemborkan persatuan ….

Semua itu diatas namakan salafiyah, kepada Allahlah aku mengeluh, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kedua : Kadang-kadang syubhat itu mengombang ambingkanmu, lalu merubah arahmu dalam bertaubat/kembali ke salafiyah, sehingga kamu menjadi bingung atau kamu menyeru kepada syubhat itu sedang kamu merasa benar padahal itu adalah kebatilan yang jelas.

Berapa banyak orang yang mengaku-ngaku salafi dan berilmu yang mempermainkan/mengombang-ambingkan para pemuda yang baru bertaubat kepada Allah. Yang demikian itu karena mereka tidak menuntut ilmu yang bermanfaat, atau tidak bertanya kepada ahli ilmu dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Maka wajib bagimu wahai orang yang bertaubat –semoga Allah memberimu taufik- untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, karena hal itu dapat memperbaiki taubatmu, meluruskan jalanmu, denganyalah kamu akan selamat dari syubhat dan dari ketergelinciran, dan kamu akan terhindar dari jaring-jaring perangkap dengan seidzin Allah dan taufik-Nya.

Adapun dalil-dalil mengenai keutamaan ilmu dan ulama’ maka hal ini sangatlah dikenal, aku akan sebutkan sebagiannya yaitu :

Firman Allah ta’ala : Allah menyatakan bahwasannya tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu juga menyatakan yang demikian itu. Tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan Dia, Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana (Surat Ali Imron : 18)

Dan firman Allah ta’ala : Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-Nya adalah para ulama’ (Surat Fathir : 28)

Dan firman-Nya : Allah mengangkat orang-orang beriman diantara kalian dan yang memiliki ilmu beberapa derajat (Surat Al-Mujadilah : 11)

Dan firman Allah ta’ala ketika Dia memberi nikmat kepada Nabi-Nya –shallallahu alaihi wa sallam- dengan diturunkan kepadanya al-Qur’an dan as-Sunnah, serta penjagaan Allah bagi beliau dari menyesatkan manusia : Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan juga karena Allah telah menurunkan kitab dan hikmah (sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkanmu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu (Surat An-Nisa’ : 113)

Jika kamu –wahai oang yang bertaubat- telah mengetahui pentingnya ilmu dan keutamaannya, serta bahayanya melalaikan ilmu. Maka ketahuilah bahwa ilmu yang (harus) kamu pelajari pertama kali adalah :

155. marijan - 29 Agustus 2008

tuk mas Hamba Allah,
sekalian saja mas isi dari kitabnya di posting semua disini…
biar lebih afdol :)

156. sya ta ha ma - 29 Agustus 2008

wahai@hamba Allah…
bak menabur angin (dalil) sembarangan akan menuai badai (rasa malu) dalam dada, bak menelan ludah sendiri.. anda belumlah mengerti dan paham dengan yang anda pelajari, merasa diri paling benar eh malah bukan orang yang benar, merasa telah cukup dengan ilmunya sehingga tidak dapat menerima kebenaran seakan dibutakan dan ditutuplah pintu rahmat (ilmu) Allah yang seluas langit & bumi.
belajar dan belajarlah dahulu sebelum mengajari/sebelum engkau benar-benar mengerti
coba deh ke pondok pesantren untuk belajar tarekat kalau merasa syariatnya sudah benar… atau kalau merasa malu ya merenunglah dalam kesendirian untuk benar-benar insyaf dan berjihad menundukkan diri sendiri

157. endang hadi adi - 29 Agustus 2008

http://www.indonesiaindonesia.com/f/1427-tanda-tanda-kiamat/

Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan sahaja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. ORANG – ORANG YANG PALING BURUK PADA ZAMAN ITU IALAH PARA ULAMA, DARI MEREKA AKAN TIMBUL FITNAH DAN FITNAH ITU AKAN KEMBALI KEPADA JUGA. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

158. Nata Warga - 29 Agustus 2008

Salam Mas Sya ta ha ma dan Mas Endang

Biarkan saja, kan udah di kasih tahu, kalau sudah di kasih tahu tapi tetap di lakukan, kan bisa disimpulkan tingkah lakunya seperti apa/siapa.

tidak hanya yang islam mas yang demikian, hampir semua agama ada pengikut yang demikian. iya tugas kita memberi tahu, kalau tidak mau, ya gak apa-apa. namanya petani ya ngangkul terus walau tetap ada batu/tanah keras

Salam Sejati

159. Abumuroh - 29 Agustus 2008

tuk MAS NATA WARGA

Bahasa yg anda sampaikan adalah bahasa TURUN.
Manusia tdk akan dengar kecuali ada pendengaran
Manusia tdk akan melihat kecuali ada cahaya nya

saya tertarik dengan bahasa yg ada dibelakang bahasa itu.

160. Hamba Allah - 29 Agustus 2008

wah,.. jangan kebakaran jenggot gitu dong… ilmu saya ngak sebanding dengan mas-mas semua, cuma saya ingin meluruskan yang bengkok yang mas-mas pahami. tapi sekiranya yang saya lakukan salah dimata semuanya mudah2an dimata Allah bernilai ibadah.
silakan lanjutkan kembali ritual2 yang menurut anda2 sekalian paling bener untuk mendapatkan ridho Allah. saya sebagai hamba Allah dengan pengetahuan dan pemahaman yang terbatas ini mohon maaf jika ada yang sakit hatinya atau panas jadinya.
postingan2 saya jangan dianggap deh kalo ngak masuk sama akal dan pemahaman mas-mas semua.
saya rasa cukup saya disini, karena disini bukan rumah saya menuntut ilmu. masih banyak ilmu2 Allah yang mesti saya cari untuk bekal menuju Nya.

wasalam

161. marijan - 29 Agustus 2008

wah jangan desperate gitu mas…
disini ajang untuk ngangsah kawruh (menuntut ilmu), sayang kalau tulisan mutiara mas hamba Allah itu nanti akan sia-sia…
jangan karena di gelitik dikit jadi kapok.. mas harus kuat sekuat besi baja…

ya mas…

162. Hamba Allah - 29 Agustus 2008

mas marijan

ilmu itu untuk diamalkan bukan untuk diadu dan diasah, kayak pedang aja nih… semakin orang maham ilmunya semakin lurus jalannya mas insyallah

salam

163. Nata Warga - 29 Agustus 2008

Salam Mas Abumuroh

kalau mau coba download “Aku Bersembunyi dibalik terang” nanti akan tahu tanpa cahaya juga bisa melihat. DL bisa di halaman warisan,

Mas hamba allah
akhirnya sadar juga. cuman kagak ada yang kebakaran jenggot, sebelum anda, sudah banyak yang memposting kayak anda, coba lihat komentar yang lainnya di topik berbeda.
oh iya kalau mau sok munafik jangan terlalu terbuka dan disini bukan tempatnya, malu di baca orang.
saya tunjukin ya:
ilmu saya ngak sebanding dengan mas-mas semua “KONTRAKDITIF DENGAN” cuma saya ingin meluruskan yang bengkok yang mas-mas pahami.
ya.. cukup itu saja.. coba baca yang lain..

Mas Marijan, gimana kabarnya? sindiran mas tidak di mengerti oleh yang dituju.

Salam Sejati

164. marijan - 29 Agustus 2008

Mas Nata Warga,
bukan tidak di mengerti, tapi karena ilmunya mas Hamba Allah itu terlalu tinggi, wong arti ngangsah aja disamain dengan main pedang…ya jelas beda toh.. :)
disini kan kawruh semakin di asah semakin ngerti yang bener…
ya, tapi yang namanya orang kan lain lain betul nggak Mas Nata warga?

165. Nata Warga - 29 Agustus 2008

Salam Mas Marijan

akuuurrrrr..

monggooo.. kopinya..

Salam Sejati

166. sujiatmoko - 29 Agustus 2008

Salamu’alaikum, Kadang Sedoyo ….

Salam Sejati utk mas Nata Warga,
Mohon ma’af di acara kemarin tidak bisa hadir karena sesuatu hal …
Salam juga buat mba Gondo Arum,
Dan Salam juga buat kadang yang lainnya …

Wah …Lama juga ya ndak bisa berkunjung ke RUMAH ini…
Makin seru keliatannya …

Monggo dilanjut sarasehannya …

Salam Sejati
Sujiatmoko

167. Nata Warga - 29 Agustus 2008

Salam Sejati Mas Sujiatmoko

wah..wah..wah.. baru kedengaran nih kabarnya, syukurlah sudah sempat rawuh ke rumah bersama ini.

Semoaga kabar selalu baik,
Salam Sejati

168. Damar - 29 Agustus 2008

Anak kecil ndak perlu terlampau banyak membaca buku2 stensilan enny arrow karena memang belum waktunya.Siapa yang sudah dewasa akan mengerti dengan sendirinya.Kalo sampai tua belum mengerti ttg “gituan”,yah tidak jadi apa dan kenapa,karena memang sesungguhnya dia belum dewasa.
Beranjak dewasa itu itu ciri2nya gampang,timbul rasa untuk mencinta dan dicintai sehingga hendak bersatu dengan yang dicintai sebagai sarana terjelmanya seorang manusia baru di dunia sini.Manusia baru itu Yang terkasih,dimana yang mencintaid an yang dicintai mampu hadir dalam satu kenyataan!!!.Itu manusiawi!.Begitupula kisah kehidupan yang Sejati!!!.

Mas Hamba Allah itu benar,kadang2 juga benar……atas nama cinta dan peduli,semua perbuatan pasti benar!!.Yang salah itu kalo didasari atas rasa kebenciaan…………….

PS TErus karonsih nih……..belom mijil2 juga???kuat banget .hahahaha……..pake doping yah??

169. Abumuroh - 30 Agustus 2008

Hujah antara Hamba Alloh vs NATA WARGA

saya tunjukin ya: lihat Hal 163
ilmu saya ngak sebanding dengan mas-mas semua “KONTRAKDITIF DENGAN” cuma saya ingin meluruskan yang bengkok yang mas-mas pahami.

Abumurah lagi nonton wayang duduk dengan dalang tersenyum-senyum

170. nona wisnu wardhani - 31 Agustus 2008

to Hamba Allah – Agustus 28, 2008
“Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” Yassin:10″
memberi peringatan itu g dengan ngejek apalagi menjatuhkan dengan ayat, sama aja lu gadaiin ayat, itulah orang munafik !!

” sudah jelas ayatnya”
klo ngambilayat yang lengkap jangan cuma sepenggal2.

171. nona wisnu wardhani - 1 September 2008

to Hamba Allah – Agustus 28, 2008
” Kemudian digambarkan ***** , dan tidak satupun petunjuk yang dapat meluruskan pikiran mereka.”
nah lu ngaca dulu ma tulisan lo diatas….
( maaf gue singkat karna kepanjangan )

” Hamba Allah – Agustus 29, 2008
(Surat Ali ‘Imron : 102)
(Surat An-nisa’ : 1)
(Surat Al-Ahzab : 70-71)”
nah ini lu putus2
lu baca semuanya
entar lo tau artinya klo lo bisa mikir!!!!!

” Sesungguhnya sebenar-benar perkataan ********** dan berkah semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan shahabatnya.”
teoritis, prakteknya lo 0 besar

” Berapa banyak orang yang tenggelam dalam syubhat, dia terombang-ambing ketimur dan kebarat, tidak tahu jalan keluarnya.
Berapa banyak orang yang terjerumus kedalam syahwat, dia terbelenggu didalamnya, tidak tahu kapan dia akan selamat.”
kayak lo sendiri nih…..

” Maka bersyukurlah kepada Allah wahai orang yang bertaubat, ketahuilah bahwa nikmat ini hanyalah dari Allah saja, tidak ada kekuatan dan daya upaya melainkan dengan (pertolongan) dari Allah yang Maha lembut lagi Maha mengetahui, Dialah yang mengasihi dan memberimu petunjuk dan tidak mewafatkan kamu dalam keadaan tenggelam dalam syubhat dan syahwat, bagi-Nyalah segala pujian didunia dan diakhirat.”
emang lo udah praktekin ??
yang gue liat disini cuma sombong lo……………..

“(Surat Ibrahim : 34)
(Surat An-Nisa’ : 94)”
yang lengkap dong ?!
or lu posting aja seluruh isi Al-Qur’an…..

” wah,.. jangan kebakaran jenggot gitu dong… ”
bukannya kebalik pak de ??

” ilmu saya ngak sebanding dengan mas-mas semua, cuma saya ingin meluruskan yang bengkok yang mas-mas pahami.”
SOMBONG SELANGITTTT
bilang aja * kalianitu syirik semua, kalian salah dan aku yang benar *
….. sok “cumaingin meluruskan ”
halah……..

” tapi sekiranya yang saya lakukan salah dimata semuanya mudah2an dimata Allah bernilai ibadah.”
pikiran picik, pikiran yang dah ketutup ma kesombongan berdasar teori doang,and sok bener sok alim….

” silakan lanjutkan kembali ritual2 yang menurut anda2 sekalian paling bener untuk mendapatkan ridho Allah. saya sebagai hamba Allah dengan pengetahuan dan pemahaman yang terbatas ini mohon maaf jika ada yang sakit hatinya atau panas jadinya.”
bukannya lo yang panas atinya ??

” postingan2 saya jangan dianggap deh kalo ngak masuk sama akal dan pemahaman mas-mas semua.”
justru harusnya kita2 yang ngomong gitu….
klo tulisan kita2 disini g masuk akal bagi lo or lain2 ya g usah berposting disini….
anggep aja ini postingan orang2 gila klo meladeni lebih gila…..
gitu aja kok repot

” saya rasa cukup saya disini, karena disini bukan rumah saya menuntut ilmu. masih banyak ilmu2 Allah yang mesti saya cari untuk bekal menuju Nya.”
alah2 pak de2…..
jangan sombong dong, entar lu jadi makanan syetan lho….

” ilmu itu untuk diamalkan bukan untuk diadu dan diasah, kayak pedang aja nih… semakin orang maham ilmunya semakin lurus jalannya mas insyallah”
bego lu ye…?!
sebelum ilmu diamalkan ya harus diasah dulu , lagian klo ilmu g diasa, karatan dong.
wah jangan2 ilmu lu kadaluarsa ti karna g pernah diasah …..??

salam
WISNU

172. Hamba Allah - 1 September 2008

to wisnu…
untuk apa saya menyombongi ilmu?… semua itu milik Allah, tidak ada satupun yang kita punya milik kita. sudah gak perlu seperti itu deh padahal jenegan ngak jauh dari yang sampean sampaikan sifat dan ucapanya. sudah kelihatan siapa sampean…

sebenarnya sudah jelas ikuti saja jangan kamu tambah2 lagi dan kamu utak-atik dengan Akal jenengan dalam menjalani Agama.
kalo sampean tambah2 dan diutak-atis sesuai hati dan keinginan sampean yaa jadi agama sampean sendiri-sendiri.

yaa sudah yaa… lakum diinukum wal yadin……..

salam.

173. Hamba Allah - 1 September 2008

Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” Hud:12

174. saharanun - 1 September 2008

@Abumuroh – Agustus 28, 2008

ada yang bisa ngasih tahu nggak tentang wahdzatul wujud

linuWIH DAtan TinULung WUru-wirine benJUT :) hehehe

175. saharanun - 1 September 2008

menurutku khaliq tidak bersatu dengan makhluq jika kita memposisikan Tuhan diatas segalanya (no limits)… inilah yang bisa memotivasi akal manusia untuk terus-menerus mencari dan menemukan sesuatu yang baru/bermanfaat bagi manusia. manusia memang hanya menemukan dan tidak memiliki kemampuan penciptaan materi (bedakan dengan menyusun/merangkai/mengolah/membentuk).
banyak manusia berhenti dibawah kharismatik orang suci dan ritual pemujaan sehingga potensi dalam diri orang tersebut tidak dapat berkembang lebih jauh yang lebih sering over akting dengan (kedangkalan) ilmu yang didapatnya.
jika sudah mampu meruntuhkan benteng kekeramatan tersebut menuju kebebasan sebagai Aku maka terhadap mereka (yang disucikan) sebatas menghormati, berlaku sewajarnya dan tak perlu berlebihan karena memang sudah sulit dijangkau orang awam. disini akan muncul yang disebut BUDAYA ( olah BUdi & DAYA) yang menarik hari siapapun yang melihatnya. dalam suatu komunal akan membentuk tradisi dan peradaban yang mengagumkan.
(kalau istilah budaya dipahami dengan benar, tidak asal comot orang pers seperti istilah ‘budaya’ korupsi dll… bedakan dengan ‘tabiat buruk’ korupsi. juga ketika para ustadz sudah tidak bisa membedakan antara kata, sabda dan firman.)

diatas langit… ada langit
diatas kitab suci… ada kitab suci
diatas Allah… ada Allah

Gue Sunuwin Sasuhunun Saharanun Sumar Sulaiman

176. Abumuroh - 1 September 2008

tuk saharanun

maksud/penjelasanya bagaimana dari “linuWIH DAtan TinULung WUru-wirine benJUT” mohon dikasih tau mudah2an bisa memberi penjelasan yg mudah difahami.

salam kenal

177. Abumuroh - 1 September 2008

tuk saharanun

“memang sudah sulit dijangkau orang awam”
maksud sulit apakah bahasanya menggunakan ibarat,kias atau bagaimana? asyik nih yg sulit-sulit

salam Abumuroh

178. saharanun - 1 September 2008

kalau sudah siap… ikuti saja pengembaraan meninggalkan dunia… rasakan dan nikmati iramanya (ssst! gak usah banyak tanya) sampai dirasa cukup mengerti dan puaSSSSS

179. Abumuroh - 1 September 2008

tuk saharanun

diatas langit… ada langit
diatas kitab suci… ada kitab suci
diatas Allah… ada Allah

tolong dijelasin maksud kalimat tersebut

salam Abumuroh

180. saharanun - 1 September 2008

silakan baca ulang diary GueSS nulis di KRK sekitar bln Oktober 2007, engkau akan paham perjalanan orang-orang suci di bumi dengan ilmu kebijaksanaanNya.
manusia tetaplah manusia… bukan Tuhan… hanya sebatas diperlihatkan olehNYA

181. saharanun - 1 September 2008

heh Abumuroh (abu gosok murah hahaha)
ati-ati wae yo yen wis tekan alas wingit kepati-pati…
yen gulumu krasa ditekek/diiris-iris sing nunggoni dinding jalal
(D 4JJI 4L).

jalajalaluh… jaljalut… jalujalajali

182. Abumuroh - 1 September 2008

silakan baca ulang diary GueSS nulis di KRK sekitar bln Oktober 2007, engkau akan paham perjalanan orang-orang suci di bumi dengan ilmu kebijaksanaanNya.
manusia tetaplah manusia… bukan Tuhan… hanya sebatas diperlihatkan olehNYA

TRIMS

engkau akan paham perjalanan orang-orang suci di bumi dengan ilmu kebijaksanaanNya. ( orang suci mung Ibarat wae MAS )

manusia tetaplah manusia… bukan Tuhan… hanya sebatas diperlihatkan olehNYA
manusia mustahil melihat tuhan mas seng dheleng tuhan yo tuhan kuwi mas he he he

heh Abumuroh (abu gosok murah hahaha)
ati-ati wae yo yen wis tekan alas wingit kepati-pati…
yen gulumu krasa ditekek/diiris-iris sing nunggoni dinding jalal
(D 4JJI 4L).

sampeyan ojo ngono MAS ojo ngeden ngedeni ngomonge
sing dirungokne kepenak wae

183. saharanun - 1 September 2008

nyatane koyo ngono kuwi

184. Tanpo ID - 1 September 2008

saharanun said :
ati-ati wae yo yen wis tekan alas wingit kepati-pati…
yen gulumu krasa ditekek/diiris-iris sing nunggoni dinding jalal
(D 4JJI 4L).

**********
Dia muncul wakakakakakaka………………..itu sesaji candi saptorenggo,pisahing rasa lan pangrasa………..dipun tigas jangganipun……

185. nona wisnu wardhani - 2 September 2008

to Hamba Allah – September 1, 2008
” untuk apa saya menyombongi ilmu?… semua itu milik Allah, tidak ada satupun yang kita punya milik kita. ”
nah jika lu ngakui ilmu itu milik 4JJI kenapa lu maksa orang lain to mengikuti ilmu yang baru lu punya ??
emang lu bisa tau tingkat ilmu orang lain itu sampai mana dan yang ia lakukan itu salah ??
emang mengamalkan ilmu 4JJI itu dengan 1 cara doang ??
pikie dong…. pikir……….

” sudah gak perlu seperti itu deh padahal jenegan ngak jauh dari yang sampean sampaikan sifat dan ucapanya. sudah kelihatan siapa sampean…”
lho ??
gue kan dah mengakui gue ini sombong, judeng bikin orang kauak lu kebakaran, pokoknya g nyenengin, klo masih g puas juga langsung ketemu juga bisa.
dah banyak kok yang nulis disini dan ketemu langsung ma gue…..
itu klo lo percaya, klo g ya urusan lo,……kaga ada urusan ma gue pak de…

” sebenarnya sudah jelas ikuti saja jangan kamu tambah2 lagi dan kamu utak-atik dengan Akal jenengan dalam menjalani Agama.
kalo sampean tambah2 dan diutak-atis sesuai hati dan keinginan sampean yaa jadi agama sampean sendiri-sendiri.”
itulah kebodohan lu…..
lu cuma ngikut doang tapi g mau memahaminya dan menyelaminya.
SAKLEK klo g itu ya salah. orang2 sepertimu itu yang banyak parsangka buruknya ketimbang orang kayak gue.
sesombong2nya gue, masih lebih brani daripada lo…..
posting aja “hamba allah”…
halah……… gitu kok mo meluruskan, diri sendiri aja masih bengkok kok…..

” yaa sudah yaa… lakum diinukum wal yadin……..”
weleh2 …
marah ya pak de ??
jangan marah, entar cepet tua lho….
klo pak de cepet tua, bu de bisa cari yang baru lho…. bahaya tu….

“Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” Hud:12″
ini cuma sepenggal aja, lu itu harusnya posting lengkap jangan sepenggal yang artinya akan sangat berbeda.
sama kayak orang belajar klo cuma secuil ya g ada gunanya entar malah bikin salah doang……
belajar lagi sana……

salam
WISNU.

186. Dodo YOgya - 2 September 2008

Mbak Wisnu….

Hayooo……nggak capek yah :) minum dulu gih nih air putih nya…..

Salam Sejati
Dodo

187. Abumuroh - 2 September 2008

tuk saharanun

endhi suarane Mas saharanun diterusno sampai ketemu sing asma arane Wahdzatul wujud.

ABUMUROH

188. Ramudeng aku - 2 September 2008

Sebenarnya jika saya amati apa yang di katakan Hamba Allah itu Baik buat Hamba Allah dan yang sepaham dengannya… Tapi Belum tentu baik dan sesaui dengan Rasa Umat Tuhan lainya, :)
Jadi supaya mencocoki Rasa dan jumbuh dengan kadang yang lain sesama Umat Tuhan mbok ya di masak dulu dalam Hati Nurani, di onceki sambil di renungkan dalam Hati Nurani jangan begitu dapat ilmu langsung di terima mentah merasa lebih tinggi, paling benar dan paling suci di antara Umat Tuhan Lainnya lalu menggunkan dalil-dalail agama di gunakan untuk menyerang, membunuh atau menjatuhkan orang lain, Coba deh Mas Hamba Allah belajar untuk memahami suatu tafsir di balik simbul-simbulnya, dan belajarlah untuk memahami alam di sekitar anda, saya yakin Mas hamba Allah akan menemukan rasa yang Jumbuh dengan saya dan kadang-kadang yang lain di sini. :D

To: Mbak Wisnu Sing Sareh yaa Monggo Di pun unjuk Toyo klopo saking kulo mugi leremaken penggalih ;)

189. Abumuroh - 2 September 2008

Menurut Gus Dur, yang membuat Kejawen berbeda dengan Islam Santri, itu karena Kejawen mengambil ajaran atau gerakan dari Wahdat al-Wujud Ibn ‘Araby secara langsung secara “utuh”.

“Wahdat al-Wujud itu kan konsep menyatunya hamba dengan Tuhan. Dalam bahasa Jawa kuno, ini dinyatakan sebagai Manunggaling Kawulo lan Gusti. Ini diambil secara langsung tanpa ada perubahan,” katanya.

kutip gusdur net

salam MKLG

190. adi hadi - 2 September 2008

kepada ramudeng : sama.

apa kabar someone

191. nona wisnu wardhani - 2 September 2008

to Dodo YOgya – September 2, 2008
” Hayooo……nggak capek yah minum dulu gih nih air putih nya…..”
tnang mas
gue g emosi
justru orang kayak hamba 4JJI dan mahavatar itu yang bikin gue semangat untuk idup.
coba klo orangnya kayak mas dodo, mas devid, mas kun2 ,as marijan ,dll yang bisa menerima perbedaan, mana ada perang, hidupkan jadi ayem2 aja, ya g ??

toRamudeng aku – September 2, 2008
” Mbak Wisnu Sing Sareh yaa Monggo Di pun unjuk Toyo klopo saking kulo mugi leremaken penggalih ”
translatenya dong…
hehehe………..
bantuannya please……
mungkin mas dodo mau mengalih bahasakan or yang nulisnya yang alih bahasa……
biar gue juga ngerti artinya dan bisa jawabnya…..

makaci bantuannya…..

192. Ramudeng Aku - 3 September 2008

Tak melu-melu yang nggak suka pake ID tetep… Ahhhhh :D

Mas Sameone ikut ganti ID nggak??? :D

To Mbak Wisnu: ini translatenya…
To: Mbak Wisnu Sing Sareh yaa Monggo Di pun unjuk Toyo klopo saking kulo mugi leremaken penggalih. ;)

To: Mbak Wisnu Yang sabar yaa Silahkan Di minum Air kelapa dari Saya semoga dapat menentramkan hati. ;)

193. Camelia - 3 September 2008

hi guys, lam knal cmua muach!
stlh gwe bacabae, disini pada berkhayal ya :) , ikutan dong… sapa tau ada yang jadi Tuhan-tuhanan xixixi

194. Doso Triono - 10 September 2008

Manunggaling kawula lan gusti yang dimaksud adalah suatu tataran dimana pikir, nalar,akal yang kemudian berbentuk tidakan seseorang sudah sesuai dengan kesepakan yang dibuat antara nur nya dengan Allah semasa nur akan dimasukan janin, yang mana kesepakatan ituada 4 unsur yang sama dari seluruh manusia dan ada 1 unsur yang berbeda . 4 unsur yang sama yaitu keyakinan adanya Tuhan ( entah dinamakan apa oleh seseorang itu ), adanya pemimpin dalam menjalankan perintah dan larangan Tuhan, adanya ajaran dari Tuhan dan adanya hari akhir. sedang satu unsur yang berbeda pada setiap manusia ialah tentang nasip dan takdir. Jadi seseorang yang dikatakan sudah manunggal dengan gustinya , orang tersebut sudah tentram dalam hidupnya,dan ketentramannya itu tidak bisa diukur oleh orang lain sebab yang bisa merasakan adalah diri oarnag itu sendiri. untuk itu agar seseorang bisa manunggal dengan gustinya ( tentram ) orang terebut harus manunggal dulu dengan Nur nya ( jati dirinya ) dan untuk bisa manunggal dengan jatidirinya orang tersebut harus berguru pada jati dirinya dalam rangka menyamakan diri dengan jatidiri .

195. nona wisnu wardhani - 10 September 2008

to Ramudeng Aku – September 3, 2008
oooooooooo
makaci
tapi klo paling enang adalah air kelapa asli mas
hehehhehehehe

peace….

193. Camelia – September 3, 2008
” disini pada berkhayal ya :) , ikutan dong… sapa tau ada yang jadi Tuhan-tuhanan xixixi”
lo mo berkhayal ya non ??
mo main tuhan2nan ??
sini ma gue aja
lo mo jadi apanya ??
tuhannya , malaikatnya or setannya ??
tinggal pilih……

196. Camelia - 11 September 2008

xixixi aye orang waras non, itu mah maenan anak-anak
lagian orang emosian itu tidak sehat cara berpikirnya hix hix
marah marah kan haram bagi yang puasa yax :)

197. jakatan - 11 September 2008

@ Doso Triono, :
Jadi seseorang yang dikatakan sudah manunggal dengan gustinya , orang tersebut sudah tentram dalam hidupnya,dan ketentramannya itu tidak bisa diukur oleh orang lain sebab yang bisa merasakan adalah diri oarnag itu sendiri.
————————-
mas, nanya nih… apakah untuk bisa manunggal dengan gustinya itu perlu laku, ilmu …?? atau bisa dengan sendirinya karena orang itu sumeleh lan pasrah hidup dan matinya pada gustinya ….???

salam,

198. nona wisnu wardhani - 11 September 2008

to Camelia – September 11, 2008
” xixixi aye orang waras non, ”
yang disini juga pada waras walau ada yang konslet dan ada yang g ketulungan
hahahahahha

” orang emosian itu tidak sehat cara berpikirnya hix hix
marah marah kan haram bagi yang puasa yax ”
sapa pula yang emosian ??
lu itu klo nulis ngasal…….
cuma liat cover trus bis itu ……….
pikir dong pikir……
haram ??
apa iya ??

199. Camelia - 11 September 2008

hix hix iya emang non wi wa, bawaan bayinya emang begitu…
hayo cwo mana yang suka… seperti buah durian yax :)

200. SIWA BUDDHA - 11 September 2008

–In Cut_have been Kept by Moderator–

201. Norwegian Wood - 11 September 2008

Sumarah dan sumeleh itu bukan diombang-ambingkan oleh nasib dan keadaan sebagaimana jika dimengerti menurut akal pemikiran manusia tetapi sumarah dan sumeleh itu API dan RASANYA SEMEDI yaitu bisa menerima yang ada sebagaimana adanya,menurut adanya,bukan menurut gambaran angan2 kita sendiri.

Bahasa jawa itu bahasa rasa…manusia jawa itu manusia rasa, karenanya sesungguhnya ajaran jawa itu mengenai rasa,dari rasa untuk rasa,ga akan nyambung jika ditangkap oleh akal dan pemikiran,jadi lucu dan bisa dikatakan khayalan oleh generasi2 muda yg pembawaan hidupnya sudah kepengaruh dan kejajah pola asing!.Umpama dongeng KI AGENG SELA NAIK POHON JARAK. PENANGKAL PETIR APA????.

Pantes,angkatan/generasi ogut sekarang ini demen banget mentertawakan kegoblokkan moyangnya sendiri karena asing dengan pribadinya sendiri…… seorang tamu di rumahnya sendiri!!.
Ga heran jika senantiasa jadi babu dan diinjek2 bangsa lain karena emang pantes!!!!.

202. Clockwork Orange - 11 September 2008

Camelia – September 11, 2008

xixixi aye orang waras non, itu mah maenan anak-anak
lagian orang emosian itu tidak sehat cara berpikirnya hix hix
marah marah kan haram bagi yang puasa yax :)

****
hahahaha…ga mungkin kalo org waras mau ikutan nimbrung disini…….mesti sedikit banyak keturunan orang2 yg dianggep gila juga di jamannya dulu hihihihi……..cuma orang gila non yg bisa ngerubah dunia menjadi lebih waras……..

203. endang hadi adi - 11 September 2008

memang beda antara sastrawan dengan guru pelajaran sastra SMU

204. nona wisnu wardhani - 11 September 2008

to Camelia – September 11, 2008
” hix hix iya emang non wi wa, bawaan bayinya emang begitu…
hayo cwo mana yang suka… seperti buah durian yax :)
pastinya banyak dong
hehehhehehehe…..

to Clockwork Orange – September 11, 2008
” hahahaha…ga mungkin kalo org waras mau ikutan nimbrung disini…….”
DAN
“cuma orang gila non yg bisa ngerubah dunia menjadi lebih waras……..”
gue sependapat deh….

205. Jamalia - 12 September 2008

uih seru nex, yax yax, ox ox
gado-gado di jalan emang sering goda-goda orang puasa
sape yang mo laku gila makan 3hari 1x? yox… ?
cukup 1 mggu saja, klo lebih bisa kram perut loh… lapaw belhadiah.
klu ati misuh batal loh klu nangis ga papa en tandanya insap yox
bagusnya sih ntar tau cerita malaikat kasih makan siti maryam.

206. wiro - 12 September 2008

to: nona wisnu siapa sih sejatinya Manusia? dan siapa sejatinya Tuhan itu?

207. wiro - 12 September 2008

atau siapa saja yang tahu tolong dong jelasin.

208. lah GUDEL - 12 September 2008

hehehe TOBIL… TOBILin lageee
hihihi kecipu-cipu nic yeh

209. nona wisnu wardhani - 12 September 2008

to wiro
tanya ja yang dah ahli

210. No Country for Old Men - 12 September 2008

yg tau manusia yah manusia……..yg tahu Tuhan yah Tuhan…..
yg tau dewa yah dewa juga……….yg tau nabi yah nabi…….
yang manusiawi cuma bisa mengerti sesuatu yang ada dalam jangkauan kodrat manusiawi juga….ga lebih ga kurang
yang sejati bukan manusiawi,bukanpula alami tetapi yah sejati.Sejati itu Suwung kang mawa ana.
Supaya ga salah dan ga ragu2 lagi tanya sana sama para abdi yg sudah ngrasuk busana jati dan hidup sebagai warga tata kahanan.Tapi nanyanya susah,wong udah pada ga ada wadagnya hehehe…………

211. No Country for Old Men - 12 September 2008

Baiknya jangan ingin mengerti ttg YANG TANPA BATAS,jangan ingin menjadi tuhan tetapi raba dan hidupi saja jiwa kemanusiaan dalam laku perbuatan nyata sehari-hari sehingga mungkin (ga janji n ga jaminan nih ya) suatu saat kelak karena kurnianya dimengertikan mengenai jiwa ketuhanan.

Ada pepatah : Yang kenal dirinya kenal Tuhannya,yang mampu menerima dirinya sebagaimana adanya,mampu menerima Tuhannya sebagaimana adanya karena diri ini masih manusia yg suka makan,minum dan ngeliat cewek cantik,yah kenalilah jiwa kemanusiaannya,ga lebih dan ga kurang,pas sebagaimana adanya,menurut adanya.

Biasa…………………Wajar…………..Apa adanya.

212. hadi adi - 12 September 2008

cocok dech, tp jangan sewot lagi sama melati (bukan gua lho)

213. Personal Velocity - 14 September 2008

wakakakaka….. ga sewot kok… marah juga enggak…….cuma jadi mawas diri n tau diri aja sekarang hehehe………………..
met puasa yah boss hehehe…entar lebaran aku ke jogja kali ..insya allah!Gua kontak nanti email elo mas,kalo mood tapinya hehehe…

214. endang - 14 September 2008

saya aja yg ke bandung klo dah ga sumpek

215. wiro - 15 September 2008

trus kalo kita ga tau siapa manusia dan siapa Tuhan,dimana, bagaimana dan seperti apa.bgmn kita menyembahnya?

216. La Vie En Rose - 15 September 2008

Yang sungguh nyata2 ada itu diri sendiri,itulah satu2nya dalam awal perjalanan kita yang seharusnya dikenal,dimengerti,disadari dan dihidupi dengan sejujur-jujurnya!.Diri yang mesti dikenal itu bukan diri yang muluk2,bukan diri yang menurut angan2 dan gambaran kita sendiri ,bukan juga diri yang menurut definisi buku2 dan kata2 orang lain tetapi diri kita ini masing2 yang nyata2 ada dengan segala macam kelemahan,kesalahan dan kemunafikannya!.

Dan percaya itu soal rasa,bukan soal pemikiran.Percaya itu ga perlu tahu,ga perlu melihat dan ga perlu mengerti sebab kalo sudah tahu,melihat dan mengerti namanya bukan percaya lagi tapi KENYATAAN!.Rasa percaya yg masih mengandung pemikiran adalah keraguan dan siapa yang senantiasa berada dalam rasa ragu serta khawatir tidaklah pernah bisa tenang hidupnya!.

217. marijan - 15 September 2008

saya sepakat dengan mas di atas…

218. marijan - 15 September 2008

mas wiro, memang untuk tau itu harus banyak tanya, kayak nabi ibrahim/abraham…tapi jangan hanya bisa nanya orang aja atau ngetes…tapi harus bisa merenungi kayak nabi, penjelasan nya sudah seabreg diatas…tapi kalau hati degil dan nggak mau belajar yang rugi bakal kita sendiri…yakin!

219. ................................ - 15 September 2008

SRADDHA SAMPURNA………RASA PERCAYA YA TANPA KOMENTAR……. IMAN YANG BULAT kepada KEGAIBAN dan KUASA TUHANNYA…..itu jiwa jawi!!.

220. siliwangi - 16 September 2008

ada nasehat yang bunyinya begini
” lamun hanya muteran alam dunya puteran heula awak sorangan ”
artinya……
” jikalau kita ingin tahu tentang alam dunia beserta isinya maka buka dulu rahasia yang ada dalam diri kita sendiri dari ujung rambut sampai ujung kaki ”

Semua menuju muara yang sama hanya jalannya saja berbeda
Surga bukan untuk siapa2x tapi surga hanya diperuntukkan bagi orang2x yang benar ( Benar menurut gusti ).

Kuncinya adalah…..
Ketika semua sudah berada pada titik yang sama niscaya tidak akan ada lagi perbedaan yang ada hanyalah kedamaian dan sumerah terhadap karsa Gusti.

Salam
Pajajaran

221. wiro - 16 September 2008

Saudaraku semua,disini bukan ajang untuk mengetes tapi saling mengisi,kalo kita masih berprasangka seperti itu kepada orang lain berarti kita belum tahu siapa diri ini dan siapa orang lain yang sejati dan masih diliputi oleh sifat2 yg akan menghambat terbukanya tirai.

222. wiro - 16 September 2008

saya sangat tertarik uraian saudara siliwangi,bisa dilanjutkan dan tlg apakah bisa dijelaskan salah satu cara metode membuka rahasia diri ini mas.

223. siliwangi - 16 September 2008

Mas Wiro,
Sebenarnya apa yang kita bicarakan di sini pada hakekatnya akan menjadi jelas bilamana kita telah bertemu dengan sejatinya diri kita sendiri karena sesungguhnya rahasia alam semesta ini berada didalam pengetahuannya.
Hanya saja masalahnya untuk bertemu dengan sejatinya diri tidaklah gampang karena dia ( Sejatinya ) hanya akan ikut kita disaat kita sedang melakukan ibadah saja,diluar itu dia tidak ikut campur dan tidak tau apa apa.
Disinilah diperlukan kedisiplinan akan ajaran yang kita anut mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan karena sesuai perjanjian sejatinya diri adalah
” Dia tidak akan berbohong dan tidak mau dibohongi ”
Sejatinya diri pulalah yang bisa membuka rahasia tentang alam Ruh beserta kejadian yang sebenarnya karena sebelum terlahir kedunia sejatinya diri pernah singgah dialam ruh tersebut.

Jadi kalau kita ingin selalu dekat dengan Sejatinya diri/manunggal maka selalu berbuat baiklah dalam hidup ini karena sejatinya diri tidaklah memikirkan keduniawian hanya memikirkan bagaimana caranya agar ketika kita mati tidak tersesat dialam yang bukan alamnya sendiri .

Semoga bermanfaat

Salam
Pajajaran

lalu apakah yang ada dalam raga ini adalah sejatinya diri bisa ya bisa juga tidak……………..

224. nona wisnu wardhani - 16 September 2008

To Siliwangi

Waw..
Gue penggemarmu ni

225. wiro - 17 September 2008

Saudaraku Siliwangi,………..
Berarti manunggaling kawulo gusti bukan manunggal antara manusia dgn Tuhan akan tetapi manunggalnya badan wadag kita dengan sejatinya diri ini ya mas….

226. siliwangi - 17 September 2008

” Maneh lain sajatina maneh , sajatina maneh lain maneh.
Lamun hayang wawuh ka Gusti maneh wawuhan heula sajatina
awak maneh ”
Lamun maneh geus wawuh kana sajatina awak maneh maka
maneh geus pasti wawuh ka Gusti maneh ”

artinya………
” kamu bukanlah sejatinya kamu,sejatinya kamu bukanlah kamu
jikalau kamu ingin mengenal Tuhan Mu maka kenalilah dahulu
sejatinya kamu.
Jikalau kamu sudah mengenal sejatinya diri kamu maka disitulah
kamu akan mengenal Tuhan Mu ”

jadi intinya mengenal/manunggal dengan sejatinya diri kita sendiri adalah langkah untuk mengenal/memahami tentang Zat Yang Maha Suci. Untuk mengenal Yang Maha Suci tentulah harus dengan Kesucian juga dan itu hanya bisa ditempuh dengan manunggal dengan sejatinya diri sendiri.
Sejatinya diri ini lepas dari diri kita disaat kita terlahir kedunia dan untuk mengembalikannya kedalam raga/badan kita haruslah denga n kedisiplinan , ketekunan dan kepasrahan yang tinggi didalam menjalani aturan Gusti yang ada didunia ini.
dan Bonusnya jikalau kita sudah manunggal dengan Sejatinya diri kita sendiri maka kitapun akan tahu kapan kita akan meninggal dunia jam berapa pada menit keberapa karena sejatinya diri sudah diberitahu oleh Gusti tentang kapan tugasnya dialam dunia ini berakhir.

Semoga saudaraku semua bisa menemukan kesejatian.

Mohon maaf jikalau perkataan saya ada yang menyinggung saudaraku semua.

salam damai selalu
peace……….Pajajaran

227. Adaptation - 17 September 2008

Sesuatu yang sejati minta diterima sebagai sesuatu yang sejati, karenanya jangan pernah dimanusiawikan karena memang bukan untuk dikonsumsi kodrati manusiawi,bukan juga untuk diler (diumbar2) demi memuaskan rasa ingin tahu manusia.

Mempelajari sesuatu yang bersifat sejati itu Kesombongan,tetapi berani menerima sesuatu yang sejati sebagai yang sejati adalah kerendahan hati, puncak dari rasa sumarah dan sumeleh,itulah NING!.

228. wira wiri wani - 18 September 2008

@Adaptation :
Mempelajari sesuatu yang bersifat sejati itu Kesombongan,tetapi berani menerima sesuatu yang sejati sebagai yang sejati adalah kerendahan hati, puncak dari rasa sumarah dan sumeleh,itulah NING!.
———————————
mas / mbak …….
mohon dijelaskan tentang arti / maksud dengan rasa sumarah dan sumeleh, itulah NING.
terutama yang berkaitan dengan dihidupan kita sehari-hari.

maturnuwun.

229. New Young Pony Club - 18 September 2008

Hidup sehari-hari itu itu hidup manusiawi,hidup.karena kebutuhan manusia jadi pergunakan akal pamikir, perasaan hatimu serta nafsu2 mu untuk menjamin hidupmu di dunia sini,karena memang pada tempat tatanan yg semestinya begitu.Tetapi jika hendak menghayati KEGAIBAN TUHAN jangan pernah mempergunakan akal pamikir,perasaan hati serta nafsu ambisi karena bukan tempatnya!
Nanti yang didapat itu hasil bayangan daripada angan2nya sendiri …apa yg diangan2kan terlihat dan tampak!. MAYANGKORO!!.

tapi emang susah,di Jaman ini orang jawa itu hilang jawanya ,salah satu artinya adalah menghayati ngelmu jawa dengan cara yang tidak njawani yaitu seperti orang yahudi sana jadinya kumingsun dan cenderung mengaku-aku!.

230. Little Children - 18 September 2008

Ning itu alam dari INGSUN!!.INGSUN itu bahasa raja,sedangkan aku bahasa rakyat!!!Ingsun yang dimengerti,dipelajari dan ditangkap dengan akal pamikir akan menjadi KUMINGSUN!!!Tetapi Ingsun menurut manusia jawa itu adalah Ingsun dalam bahasa sangkan, bahasa asal,bahasa asmara yang artinya adalah ING PASUNGSUN, artinya manusia yang ada didalam penyerahan diri total kepada KUASA GUSTINYA!!!.Jadi ingin mengerti saja sudah salah!!!.Ini Ngelmu Jawa jadi yah cara mengertinya juga mesti menggunakan cara jawa yaitu RASA dan LELAKU supaya ga janggal nantinya!.

Dan ILMU JAWA itu bukan Ilmu Menco,yaitu comot sana comot sini lalu digabung2kan seperti yang disangka oleh banyak orang!.ILMU JAWA ga pernah ada kitabnya supaya ga pernah ada BURUNG BEO yang mampu medhar sabda mengenai KEJATEN!

231. bukan superstar - 19 September 2008

bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah.
bacalah alam.
Alam adalah bahasa kehidupan dan ilmu pengetahuan menjembatani untuk memberikan pengertian pada kita.

kitab suci hinaku…
tersari dalam bumi (harasy hati manusia hina)
tesirat dalam tumbuh alami (tanda-tanda alam dunia)
tersurat dalam makhluk (perilaku perbuatan mulia)

232. bukan superstar - 20 September 2008

wiro – September 12, 2008
to: nona wisnu siapa sih sejatinya Manusia? dan siapa sejatinya Tuhan itu?
207. wiro – September 12, 2008
atau siapa saja yang tahu tolong dong jelasin.

ketika engkau mampu merendah dihadapan setan,iblis,dajjal
ketika tidak ada permusuhan lagi dengan semua mahluk
ketika setiap sel dalam tubuhmu dapat bertasbih
ketika merasakan seluruh manusia adalah satu
ketika tubuhmu bergetar hebat (geter pater)

233. Dodo YOgya - 20 September 2008

Ning …Neng…. Nung
Untuk menyerap sari Rasa diperlukan nya semua nya kembali dalam UJUD Kesederhanaan hingga terlepas dari segala kerumitan prasangka ,,praduga ,,penilaian.kenapa ,,mengapa,,bagaimana ,,dimana…semua Lepas ….hanya sebatas dlam Ujud yng sngat sedserhana sekedar dengan “pengamatan” diharapkan menyadari He -NING ,. untuk bisa masuk dalam suasana He NENG ,,,disana akan muncul Du NUNG ,…

Salam Sejati
Dodo
Salam Sejati
Dodo

234. Eternal Sunshine Of The Spotless mind - 21 September 2008

bukan superstar – September 20, 2008

wiro – September 12, 2008
to: nona wisnu siapa sih sejatinya Manusia? dan siapa sejatinya Tuhan itu?
207. wiro – September 12, 2008
atau siapa saja yang tahu tolong dong jelasin.

……………………….
……………………………
……………………………
ketika tubuhmu bergetar hebat (geter pater)

*****

Kang dhihin sawusnya nampa,karkating badan sakalir,kang ageter sumarambah,salir badan den limputi,yeku geter kang wus nir, sirnaning cipta tyasipun,greget tanpa sarana,ana tan sinedyeng ati,wus kahana ananya karseng priyangga.

Wus mangkana wahananya,meloknya sepi ing ati,yen sinedya datan ana,saka pasrah temah dadi,mula salah taysneki,ing tingkah kalamun nurut,akal pikir tyasira,kang tuhu mung weh sesilip,becik iki ing tingkah mula dohana.

PS : Bukan superstar??Wakakakakaka…………

235. bukan superstar - 22 September 2008

hix hix,
ssst! banyak yang merasa eksistensinya terancam loh…
ya baek-baek aja ame guessssst! sukur klo mo kasih sumbangan ha…………………… PELI+ +setan!!!
atawa gue timpain ama gunung atawa gue telanjangin bulat-bulat
wakakakaka………..
ngorbit aja aaaaaah (ngobrol irit)
tawa bebas aja coy!

236. bukan superstar - 23 September 2008

kaciaaan dech gue
seperti lagu “kekasih yang tak dianggap” nya pingkanmambo yah

237. wongurip - 23 September 2008

wong gendheng kabehhhhhhhhh
aku ora……

238. bukan superstar - 23 September 2008

ojo koyo gengSINEMISster yo..
oh __no __no __no (hayooo sopo?)
( jo yo wo yo jo wo yo wo jo wo jo yo )

opo maneh koyo JOj WOlker BUll SHit (ha….jinguk!)

239. prayogo solo3 - 24 September 2008

sugeng sonten numpang lewat ngeh sedulur-sedulur.

ilmu….(sejatine ilmu) sinten ingkang maringi,…….
lahir,….(sejati ne si jabang bayi) sinten to inkang nguripi…………..

urip ning donyo mong kalam ojo podo ka gawe,ribete pikir re piyambak-piyambak.

sepurone kawolo sing numpang lewat niki.

suwun

240. endang hadi adi - 24 September 2008
241. LOVE NEVER DIES - 28 September 2008

bukan superstar – September 23, 2008

kaciaaan dech gue
seperti lagu “kekasih yang tak dianggap” nya pingkanmambo yah
*******

Hahahahaha…..gua juga lagi doyan tuh lagu hihihi……….hanya bisa mengALLAH aja hihihi………..

bukan superstar – September 23, 2008

ojo koyo gengSINEMISster yo..
oh __no __no __no (hayooo sopo?)
( jo yo wo yo jo wo yo wo jo wo jo yo )

opo maneh koyo JOj WOlker BUll SHit (ha….jinguk!)
*************

HAHAHAHAHA……….

242. LOVE NEVER DIES - 28 September 2008

Lanang itu mulutnya satu,ga dua,jadi yah bukannya marah atau kenapa ..tapi yah sekali bilang enggak akan….yah emang enggak akan pernah lagi berkomentar disana hehehe………..

243. Damar Sahasrakirana - 29 September 2008

Sugeng Riyadi,semoga semua jiwa dimurnikan kembali sebagaimana pada awalnya di ciptakan.Mohon maaf dzahir dan bathin kepada semua disini!.:)

244. riyatno - 30 September 2008

minta ma’af sebelumnya, bila ada kesalahan ketik atau tuliasan saya yang menyinggung perasaan manusia lain, karena saya hanyalah seorang kuli dan baru bisa main di dunia maya yang lagi belajar tentang kawula lan gusti, saya islam juga aktif menunaikan kewajiban sholat yang mengahruskan menghadap ke kiblat (ka,bah), saya bingung dikasih pertanyaan oleh teman saya, allah maha tahu, allah bisa membuat yang mungkin menjadi tidak mungkin begitupun sebaliknya, seandainya niiccch. bila sewaktu waktu saya di kasih karunia oleh allah swt. saya bisa masuk di dalam ka’bah terus saya ingin sholat di dalam ka’bah tersebut, saya harus menghadap kiblat mana?
mekaten dununge bingung kula ,
Matrunuwun lan pangapountenipun ingkang kathah

245. wong agung balikpapan - 3 Oktober 2008

Pitudúh : # 1
Pangéran Kang Måhå Kuwåså (Gusti Allah, Tuhan) iku siji, angliputi ing ngêndi papan, langgêng, síng nganakaké jagad iki saisiné, dadi sêsêmbahan wóng sa alam donyå kabèh, panêmbahan nganggo carané dhéwé-dhéwé.

Pitudúh : # 2
Pangéran Kang Måhå Kuwåså iku anglimput ånå ing ngêndi papan, anèng sira ugå ånå Pangéran (maksudé : tajaliné Kang Múrbèng Dumadi).

Pitudúh : # 3
Pangéran iki Måhå Kuwåså, pêpêsthèn såkå karsaning Pangéran ora ånå síng biså murúngaké.

Pitudúh : # 4
Pangéran iku nitahaké sirå lantaran båpå lan biyúngirå, mulå kudu sirå ngurmati marang båpå lan biyúngirå.

Pitudúh : # 5
Ing donyå iki ånå róng warnå síng diarani bêbênêr, yakuwi bênêr mungguhíng Pangéran lan bênêr såkå kang lagi kuwåså.

Pitudúh : # 6
Kêtêmu Gusti (Pangéran) iku lamún sira tansah élíng.

246. wong agung balikpapan - 3 Oktober 2008

Pitudúh : # 7
Cåkrå manggilingan (uríp iku ibaraté rodhå kang tansah mubêng).

Pitudúh : # 8
Åjå sirå wani-wani ngaku Pangéran, sênadyan kawrúhira wís tumêka “Ngadêg Sarirå Tunggal” utåwå bisa mêngêrtèni “Manunggaling Kawulå Gusti”.

Pitudúh : # 9
Åjå ndisiki kêrså.
Wêwalêr : # 10
Åjå sirå wani marang wóng tuwanira, jalaran sirå bakal kênå bêndhu såkå Kang Múrbèng Dumadi.

Wêwalêr : # 11
Åjå múng kèlingan lan migatèkaké barang kang katón baé, sêbab kang katón gumêlar iki anané malah ora langgêng.

Wêwalêr : # 12
Åjå darbé pangirå yèn lêlêmbút iku mêsthi alané, jalaran síng apik iyå ånå, síng ålå iyå ånå, ora bédå karo manungså.

Wêwalêr : # 13
Åjå lali sabên ari (dinå) éling marang Pangéranira, jalaran sêjatiné sirå iku tansah katunggón Pangéranirå.

247. Sleepless In Seattle - 5 Oktober 2008

Yang sudah diperkenankan memasuki Kabah udah ga mestinya bingung lagi,nyari2 tahu ini itu….karena di dalam KHAQ,semua itu tampak jelas dan menentu.
Yang pusing itu kan yang masih tawaf di luar kabah muter2….. masih mencari-cari dan meraba-raba otak sama nalarnya seperti wayang golek itu,si cepotnya masih legek ngerasa bisa dan ngerasa mengerti,belum kena kentutnya SEMAR hehehe…..

Sedangkan yang sudah dikarsakaken untuk masuk kedalam Kabah itu Wayang Orang namanya….yang jadi Imam Kuasa Allah semata….manusianya hanya sekedar makmum…. .sekedar saksi belaka,jadi udah ga bisa ngaku2 lagi disana.. ,,,untuk rumangsa bisa mencari-cari arah dari panembah…….
jadi sebenarnya jiak sudha didalam Kabah, sudha bukan mestinya lagi mencari-cari dan meraba2 lagi….karena lonceng kematian dari rasa ragu2 dan khawatir sudah berdentang……….cuma masalahnya yang dibahas ini Kabah yang di Arab sana tempat bersemayamnya batu bintang apa Kabah dalam keadaan Sejatinya dimana Rohullah bersemayam?.

248. marijan - 5 Oktober 2008

artinya dalem tu tulisan dari sleepless in Seattle, semuanya hanya simbul…hendaknya bisa melampaui batas “yang sudah di tentukan”.
Manusia itu secitra dengan sang Pencipta…dan hendaknya sempurna, sama seperti Dia adalah sempurna.

249. rafa - 6 Oktober 2008

tuk marijan

“Manusia itu secitra dengan sang Pencipta…dan hendaknya sempurna, sama seperti Dia adalah sempurna.”
Kalo menurutku sih, Dia adalah Maha Sempurna.

250. EHA - 7 Oktober 2008
251. saunan - 24 Oktober 2008

Syahadat tanpa Iman,……….
Sholat tanpa Tauhid,…………
Wafat tanpa Ma’rifat,…………..

252. mahdi - 15 November 2008

ass.wr.wb….salam sayang buat semua…puncak kesuksesan manusia didunia adalah yakin.puncak kesuksesan diakherat adalah taufik.agar kita dipelihara oleh allah swt dari azab adalah jadi anak yang soleh,punya ilmu yang bermanfaat dan ber amal yang berguna….untuk soleh atau soleha kita harus wajib melakukan rukun islam dan percaya rukun iman dan mengerjakan amal marup dan nahi mungkar sesuai dgn ilmu alqur an dan dai muhammab saw yaitu al hadis serta sesuai majelis ulama suami kalo bingung naik banding rt bingung lagi naik banding lurah seterusnya sampai mui dan terus banding sampai sesuai alqur an dan al hadis…misalnya rokok haram..kalo mui bilang haram..saya berpendapa haram…maka hati2 milih wakil kita di mui…tolong pak presiden orang yang duduk di mui harus hafis qur an dan mengarjakan rukun islam…beratloe duduk di mui …salam sejahra buat kalian semua ya di majelis ulama indonesia jgn putus hub dgn majelis ulama dunia ya”’karena hakeketnya islam 1 imam yaitu nabi muhammad peroses nyalah yang buat kita ber golong golongan…hati2 ya pembaca….apapun yang tidak sesuai dengan alqur an dan al hadis kita anggab pulpen bukan alloh swt ok…sorry baru belajar ngetik..

253. Karl Marx - 17 November 2008

Waakkakakaka……………ada Imam mahdi tuh hihihihi…………….

254. mukamadur - 17 November 2008

ya ya baru turun gunung nih.. mahdi?
biasa pegang cangkul trus nulis ya?
wah orang gunung kitabnya kitab gurun.. kagak keliru tuh?
ada tulisan/ayat.. demi buah durian dan buah manggis kagak?
haaaaaa :mrgreen:

255. nona wisnu wardhani - 17 November 2008

eh mahdi, lu orang dusun ya ??
wah kuno tu…
sekarang abad 21 meeeeen bukan abad 1
wakakakakakakkak

256. aku_sumo - 18 November 2008

agama yang oleh umatnya dianggap luar biasa, dahsyat, sangat tinggi, mengagumkan, tak ada bandingnya, kebenaran tunggal, dipuja-puja dsb

tapi bagi orang meditasi manunggaling kawula gusti/kejawen, yang tahu bahwa itu semua ada didalam diri kita sendiri, tidak diluar diri kita, mendadak agama menjadi sangat biasa-biasa saja dan lumrah-lumrah kemawon

itu hanyalah sekedar perjalanan umat manusia mencari jati dirinya untuk kembali keharibaan sang pencipta, kembali ke asalnya dengan benar yang dari abad ke abad menjadi berkembang dan dan tambah sempurna

orang meditasi sebaiknya memang menjauhi ahli kitab dan ahli syariat seperti menjauhi ular kobra, karena mereka hanya akan mengotori pikiran saja, dan menakut-nakuti kita saja

tugas luhur manusia adalah memusatkan pikiran, sedang tugas iblis adalah memecahkan pikiran menjadi bercabang-cabang

pikiran seperti lalat yg hobinya merubung kotoran, semakin kotor lalatnya semakin banyak, bila di gusah akan berterbangan tapi dengan secepat kilat akan kembali lagi

257. Jalalluddin - 18 November 2008

FOR aku_sumo – Nopember 18, 2008

” orang meditasi sebaiknya memang menjauhi ahli kitab dan ahli syariat seperti menjauhi ular kobra, karena mereka hanya akan mengotori pikiran saja, dan menakut-nakuti kita saja”

gak semua ahli kitab dan ahli syariat mengotori fikiran lagi mas..
Orang meditasi yang gimana dulu mas???..Yang sadar atau yang sableng???

258. sujiatmoko - 20 November 2008

Salamu’alaikum, Kadang Sedoyo …

Untuk : Sleepless In Seattle – Oktober 5, 2008

Mungkin Ka’bah hanyalah khiasan (benda/wujud/bentuk) yang dapat diterima oleh panca indera kita sebagai pencitraan dari tempat dalam Qolbu dimana Dzat Yang Maha Agung bersemayam. Dan ketika kebingungan terjadi, ada tertulis dalam kitab :

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah . Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui (Al Baqara; 115)”

Karena “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (Al An’aam; 79)”. Mempersekutukan tuhan dengan nafsu keduniawian dan segala rasa yang bersifat manusiawi.

Mudah-mudahan kita selalu bergandengan tangan dalam menuju Kesejatian tujuan hidup dan kesejatian rasa serta dapat membantu menjawab kebingungan tatkala kemanunggalan terjadi… Amin …

Salam Sejati
Sujiatmoko

259. Ngabehi K.M - 21 November 2008

Wah… mas Moko kemana saja kok ga pernah kelihatan. pripun kabare..
wah…..kok saya cemlorot saiki..

Rahayu
wassalam

260. sujiatmoko - 21 November 2008

Salam, mas Ngabehi ….

Saya ada disini terus kok, mas … dengan kabar alhamdulillah selalu baik dan tetap antusias … seperti pesannya mas Nata Warga ….he…he…

Tetap setia mengamati dari layar monitor. Seru sekali sarasehannya,…
Mungkin akan lebih menarik kalau sarasehannya tidak disertakan dengan emosi, nafsu angkara dan sentimen terhadap keyakinan tertentu.

Pripun kabare mas Ngabehi ?
Sampu dhugi pundhi Ngangsah Kaweruh nipun ?
Wah… sepertinya saya harus lebih banyak lagi belajar dengan mas Ngabehi nich …

Rahayu & Salam Sejati
Sujiatmoko

261. Ngabehi K.M - 21 November 2008

Alhamdulillah, pengestune penjenengan kula tansah sehat mas….
saya juga tiap hari melihat komentar2 yang masuk, pengen ikut komen kok malu, soalnya yang komentar anak2 muda yang pinter2, lha saya itu kok makin hari rasanya makin bodho mas ga ngerti opo, sampeyan pengen belajar kaleh kula bab napa mas? ojo ngono ah, aku isin wis ra melok2 rangerti opo2 soale.Ngenani bab kawruh, yang saya dapet bahwa makin hari saya makin merasa kotor terus isin sama sing Gawe Urip, gur nono kui mas…

Salam taklim kula
Sutarto Siswo Martoyo

262. sujiatmoko - 24 November 2008

Sing Sabar ya, Kang Mas Ngabehi …
Bingung itu tanda nya mau cerah…

Salam Sejati
Sujiatmoko

263. Raden Kuswanto - 24 November 2008

Kulonuwun

Mencermati konsep Manunggaling Kawula Gusti.
Hidup di dunia itu bagai dua mata sisi uang, ada siang-ada malam, ada laki-laki ada perempuan, ada kiri ada kanan, mata ada dua di kiri dan kanan, lubang hidung juga ada di kiri dan dikanan. Ada Ya Rahman ada Ya Rohim, hembusan nafas: masuk-keluar.
Apakah dua mata sisi uang itu bisa manunggal? misalnya seperti orang kesurupan? atau apa spt (maaf) orang sdg sanggama, apakah itu yg dinamakan manunggal, atau seperti kopi (yg terdiri dari kopi, gula) hingga “rasa”nya kopi enak? itu palsu semua.

Perjalanan manusia juga ada dua, ada yg sudah “hidup” di jalan terang, ada juga yang memilih di jalan gelap. Bagi yg “hidup” berjalan di jalan terang mantap melangkah, sedangkan yg berjalan dijalan gelap seperti mayat (mayat kan gak hidup) berjalan kesana kemari cari dunia, meraba-raba. Hidup artinya Dzikru (ingat), ingat kpd yg menghidupi, yang memberi kita hidup. Apakah mau mencari-tuhan tuhan tandingan? seperti harta menjadi tuhan, jabatan menjadi tuhan, manusia menjadi tuhan?

“Hidup” itu ada dimana sih letaknya?
Kehidupan di dunia dari segi spritual membingungkan (bagi yg belum memahami), kita bisa “bercermin”, apakah yakin itu wajah kita yg ada di cermin? Iblis laknalatul maut juga bisa menyerupai kita, waspada!
Wajah kita blepotan terlihat di cermin, apakah itu juga kita? Sungguh betapa banyaknya dosa kita, kita sering berbuat maksiat.
Kalimat Gusti apakah sudah tepat untuk kata ganti? Gusti itu artinya Baguse Ati. Apakah kita toleransi terhadap yg salah, dgn alasan supaya kita tdk menyentuh “sara”. Ucapkan jika itu benar, walaupun keluar dari pantat, enak dimakan (bukankah telur ayam keluar dari pantat enak dimakan, bisa di dadar atau dibuat kue bolu).
Belajarlah, carilah yg “hidup” di dalam didiri kita, carilah guru mumpung kita masih diberi waktu (spt lagunya Ebit G.Ade).
Atau Simak syair Sunan Kalijaga : Hidup ini ibarat main ke pasar (pasar adalah wahana aktifitas di dunia ini, disitu ada pedagang, copet, petugas pasar dll, bukankah jika kita sudah dewasa pasti wajib mencari sumber penghidupan/penghasilan, setelah sekolah atau tidak sekolah pasti bekerja, ada yg berkerja jual jasa, ada yg jual barang, ada yg nganggur tidak berkarya berarti tidak berguna buat orang lain, apalagi yg ngemis2), setelah sampai di pasar jangan lupa pulangnya waktu dek uni (waktu kita belum lahir ke dunia ini), jika tidak tahu jalan pulang akhirnya kesasar, ada angin kebawa angin, ada hujan kebawa lagi turun lagi ke bumi (akhirnya menangis, meratap pingin bisa pulang kembali ke rumah (Allah) tapi gak tau jalan). Insyaallah semua pasti akan mengalami mati. Apa ada yg gak mati? Apa itu yang namanya manunggal kawulo Gusti? Sangatlah sulit memahami.

Carilah Aku didalam Aku, Aku berada didalam terang

Mohon maaf sedulur, aku lg kesurupan / manunggal ngocehnya gak karuan.

Yang jelas

264. Sleepless in Seattle - 28 November 2008

sujiatmoko – Nopember 20, 2008

Salamu’alaikum, Kadang Sedoyo …

Untuk : Sleepless In Seattle – Oktober 5, 2008

Mungkin Ka’bah hanyalah khiasan (benda/wujud/bentuk) yang dapat diterima oleh panca indera kita sebagai pencitraan dari tempat dalam Qolbu dimana Dzat Yang Maha Agung bersemayam. Dan ketika kebingungan terjadi, ada tertulis dalam kitab :

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah . Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui (Al Baqara; 115)”

Karena “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (Al An’aam; 79)”. Mempersekutukan tuhan dengan nafsu keduniawian dan segala rasa yang bersifat manusiawi.

Mudah-mudahan kita selalu bergandengan tangan dalam menuju Kesejatian tujuan hidup dan kesejatian rasa serta dapat membantu menjawab kebingungan tatkala kemanunggalan terjadi… Amin …

Salam Sejati
Sujiatmoko

********************

Wah inggih2 pak sudjiatmoko………..jika kita semua mempunyai api semangat yg sama yaitu bhinnekka tunggal ika tan hana dharma mangrwa dan hanya bertujuan berkarya bagi kebahagiaannya orang banyak tanpa memperdulikan ras,suku dan golongan.pasti kita akan senantiasa berjalan seiring dan bergandengan tangan sekalipun watak sifat,situasi kondisie serta latar belakang pembawaan masing2 dari kita ini berbeda,

N mohon maaf aja jika ada kalimat2 saya yg menyinggung para saudara2 disini……
maklum masih muda,jauh dari sifat matangnya pribadi,tapi mumpung di dunia maya ini, ga apa apa kan pak,bila sekali -kali anak2 muda yg dibesarkan oleh jaman edan ini bicara ttg spiritual menurut mata,hati dan rasa kalbunya sendiri?.he he he….
Di kehidupan nyata itu,kita2 yg masih muda ini rasanya risi, sungkan,jika mau mengungkapkan sesuatu hal yg menjadi uneg2 di hati kita,jadi yah bisanya sekedar inggih2 saja……..
apalagi jika membahas masalah spiritual,hanya sekedar manut saja lah dengan kata2 para sesepuh,sekalipun batin yah kadang ga sependapat dengan mereka..
Berbeda dengan di dunia maya sini pak,……….kadang saya malah ngerasa bisa jadi senyata-nyatanya disini,tanpa unggah ungguh warisan leluhur dan kepalsuan ini itu.
Sungguh nikmat pak,rasanya hidup dengan diri sendiri,menjadi seornag yg tidak dikenal di dunia maya sini,tanpa citra apapun sehingga bisa serba baru,tidak statis dan bisa bersikap merdeka, lepas dari kungkungan penjara masa silam dan tradisi leluhur serta lepas dari anggapan orang2 sekitar yg senantiasa menghambat laku perjalanan kita menuju kepada kemurnian diri pribadi.

Mohon doanya saja yah Pak Sujiatmoko dari anak kecil yg dilahirkan dan dibesarkan dalam sebuah jaman yg dikatakan EDAN oleh para pujangga2 masa silam.
Bagi saya ini jaman sudha bukan edan lagi tetapi yah jaman jahiliyah dimana orang2 kembali ke jaman batu dan jaman ilalang, yaitu mempunyai kepala dan hati sekeras batu yg tertutupi oleh semak2 belukar sehingga tidak mampu lagi tau diri untuk menyadari mana sesungguhnya dharma hidup pribadi karenanya senang sekali berebut benar dan sikut2tan dengan sesamanya termasuk saya sendiri he he he…
Harap maklum jadinya pak,jika kata2 saya terkadang sekeras “palu” dan setajam “arit” ,karena sekali lagi,saya seorang anak kecil yg dikandung dan dibesarkan didalam rahim jaman ini.

Salam
“anak kecil” :)

265. sabdalangit - 6 Desember 2008

Rahayu

Sumangga kita sedaya, para maos ingkang dahat luhuring budi. katuraken menggalih pituturipun saking waskitaning pra leluhur kita ing bumi nuswantara duk rumuhun. kanthi “laku” (jalan spiritual) kagem anggayuh spiritualitas sejati. samangke, hamung wilujeng lan karahayon ingkang sami pinanggih.

kita sadar dan percaya, bahwa di bumi nusantara ini sangat kaya akan ilmu spiritual, tetapi ironisnya, terkesan sedikit sekali orang-orang yang MENCAPAI spiritualitas tinggi. wajah negeri yg justru beringas, angker, berapi-api, anti toleran, waton gasak, nafsu menghancurkan dan bunuh, “semangat” menebar kebencian di mana-mana. di mana wajah negeri impian yg tentram, damai, subur, sejuk, makmur ? apakah ini sudah bener2 hukuman atau bebendu dari Gusti Allah, sebagaimana sudah diperingatkan oleh para leluhur kita yg wicaksana dan waskita sejak masa silam ?
Maka layaknya kita sadari semua ini sebagai hukuman, bebendu dari Tuhan. anggapan demikian justru akan menambah kewaspadaan kita, dapat menjadi sarana instropeksi diri, otokritik. agar kita lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. anggapan bahwa ini semua sebagai COBAAN bagi keimanan kita sangatlah NAIF, innocent. kita sebagai manusia menjadi ndableg. lancang, kurang waspada lan eling. sejak kapan kita bisa mengukur keimanan kita? parameter apa yg dipakai ? seberapa persen keimanan kita hanya dapat diukur dgn “perspektif” yg Tuhan miliki.
salah satu cirikhas orang2 yg sudah “manunggaling kawula-Gusti” adalah ; DUWE RASA, ORA DUWE RASA DUWE”. (tidak punya rasa punya. itulah sebagaimana yg disebut Mas Sujiatmoko sebagai penyekutuan tuhan, yakni nuruti RAHSANING KAREP (nafsu). termasuk KAREP golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benere dewe. sebaliknya untuk menggapai manunggaling kawula Gusti, harus di awali dgn nuruti (mengikuti) KAREPING RAHSA. rahsa atau rasa atau sir menjadi sirullah.

di manakah sinyal rasa itu berada ? bagi yg masih ‘awam’ cermatilah suara hati nurani anda ! hati nurani itu tidak dibelenggu nafsu, ia merupakan pancaran kehendak dari sirullah. sirulah adalah rasa manisnya “gula”. adalah bayangan rembulan dengan rembulannya. yakni; makhluk dengan sang Penciptanya. di dalam RAHSA itulah Zat dan energi Tuhan berada. buanglah setan (nafsu) dari dalam hati, maka akan “tampak” sejatinya “wujud” Tuhan. itu memudahkan kita LEBUR DENING PANGASTUTI, menyatu dengan hakikat energi Tuhan. lalu dengan sendirinya mentransformasi sifat hakikat Tuhan. menjadi hakekat “dwi tunggal”. jumbuhing kawula gusti.

http://sabdalangit.wordpress.com

266. Achmad Challik - 13 Desember 2008

Mas Sabdalangit…boleh nggak saya diberi informasi gimana cara mengimplementasikan / mengejewantahkan perilaku kehidupan kita dari wujud ” manunggaling kawula lan Gusti “, sehingga kita bisa selalu ” manunggal ” dalam melangkah dan bertindak…matur nuwun mas…

267. EHA - 13 Desember 2008

kangen sama non Wisnu Wardhani, Apa khabar?

268. sabdalangit - 14 Desember 2008

Sumangga mas Challik katuraken pinarak wonten gubuk reyot kula.
sudah saya tulis sekedarnya tentang “meretas jalan menuju manunggaling kawula-Gusti”. “serat wirit Laksita Jati”, “sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu”.
http://sabdalangit.wordpress.com

269. sujiatmoko - 17 Desember 2008

Salamu’alaikum, Kadang sedhoyo ….
Salam Sejahtera terutama utk mas Sleepless in Seattle
Semoga semua mahluk berbahagia …. Amin

Wah … mas Sleepless ini senengan nya merendah … mirip bahasanya mas Ngabehi …
He..he…. penuh dengan kerendahan hati.
Andaikan semua umat manusia seperti mas-mas berdua, mungkin pertentangan ideology tidak akan pernah terjadi. Dan scenario GUSTI tentang kehidupan di Dunia fana ini berjalan pincang, karena hanya kebajikan yang ada.
Andaikan seluruh mahluk berlaku seperti buah apple yang terkadang tidak berbentuk simetris namun memberikan rasa manis kepada penikmatnya ….
Andaikan kita semua yang ada disini memberikan indahnya Ke-bhineka-an, mungkin semak-semak kejahiliyahan akan tertutup dengan mekarnya bunga-bunga kemanunggalan dengan AKU Sejati.

Tua-Muda hanya masalah waktu keberadaan wujud wadag kita di mayapada ini, mas Sleepless. Mungkin kakak kita lebih tua dari kita karena beliau lahir lebih dulu, tapi Ruh kita adalah sama. Diciptakan bersama-sama bagai pendaran cahaya Tuhan dimana cahaya Tuhan bertindak sebagai Induk Segala Ruh.
Mungkin mas Sleepless lebih muda dari saya, tapi bisa jadi mas Sleepless lebih bijaksana dari saya karena lebih dulu menemukan ke-SEJATI-an.
Kanjeng Nabi Isa a.s menemukan ke-SEJATI-an diusia sangat dini.
Kanjeng Nabi Ibrahim a.s menemukan ke-SEJATI-an diusia 64 tahun.
Kanjeng Nabi Khidir a.s sampai saat ini masih mencari ke-SEJATI-an.

Jadi Tua-Muda, bukanlah ukuran kematangan seseorang ….
Salut utk mas Sleepless …

Salam Sejati
Sujiatmoko

270. hidayat - 17 Desember 2008

Kesejatian kui panganan opo jane?
Pak Suji apa anda tidak sedang bingung?
bingung tandanya mau cerah :D

271. RATNA KUMARA - 17 Desember 2008

sepertinya panganane wong jawa timur kayak njenengan , mas Hidayat… ,
hehe… .

“Semoga Semua Makhluk Berbahagia dan Terbebas dari Semua Penderitaan… .”

272. hidayat - 17 Desember 2008

he he he he he guyon mas

273. sujiatmoko - 17 Desember 2008

Salam, mas Hidayat …
Kok baru muncul … lama ndak keliatan, apa baru selesai Tapa Brata ?

gimana kalo kita sama-sama nyangkul batu lagi ….?
he..he…

Salam Sejati
Sujiatmoko

274. EHA - 17 Desember 2008

Kanjeng Nabi Khidir a.s sampai saat ini masih mencari ke-SEJATI-an.

Tanya:
Belum meninggal yah?
Di mana dia sekarang?

275. Pandji Asmoro Bangun - 18 Desember 2008

AJARAN “MANUNGGALING KAWULA GUSTI”

Piwulang “Manunggaling Kawula Gusti” (Ajaran Bersatunya Manusia dengan Tuhan) adalah ajaran Jawa tentang tanggapan diri pribadi manusia (ciptaan) atas belas kasih atau welas asih Tuhan (Pencipta) yang berkenan menyertai setiap hati sejati manusia (Manunggaling Gusti Kawula).
Diyakini bahwa karena belas kasih-Nya maka sejak manusia diciptakan, Tuhan selalu menyertai manusia sebagai ciptaan paling sempurna yang diutus menjadi “kepanjangan tangan Tuhan” supaya hidup rukun dengan sesama dan alam semesta sebagaimana diteladankan Tuhan, untuk memuliakan nama-Nya. Karena kasih-Nya (katresnan Dalem Gusti), Tuhan tidak otoriter tetapi menghargai manusia sebagai pribadi utuh yang diberi kebebasan. Kebebasan inilah yang membuat perjalanan hidup manusia menjadi berbeda satu dengan yang lain.
Upaya diri pribadi manusia yang terbuka hatinya menanggapi “Manunggaling Gusti Kawula” ini dilakukan secara sendiri-sendiri atau berkelompok dengan laku glenikan sehingga menghasilkan ngelmu klenik yang disebut ajaran (piwulang atau kawruh) “Manunggaling Kawula Gusti”, sebagai berikut :
Sesungguhnya pengetahuan manusia tentang “dirinya sendiri” masih sangat dangkal daripada “diri sendiri sejati” yang diberikan Sang Pencipta. Atau dengan kata lain Sang Pencipta mengenal diri manusia lebih baik daripada manusia mengenal dirinya sendiri, Tuhan welas asih kepada manusia lebih daripada manusia mengasihi dirinya sendiri.
Bahwa perbuatan yang selama ini dilakukan kepada Tuhan, sesama dan alam semesta yang menurut manusia sudah baik ternyata masih sebatas ragawi yang kasad mata penuh pamrih dan pilih kasih (mbancindhe mbansiladan) hanya untuk kepentingan manusia (dirinya sendiri). Contoh : Ketika seseorang beribadah kepada Tuhan menganggap yang dilakukan sudah cukup (karena sikap dan perbuatannya tidak berubah), tetap melakukan kekerasan phisik / non phisik, pemarah, dlsb karena dilakukan secara normatif, agamis tanpa hati sejati. Demikian pula ketika perbuatan baik kepada sesama tidak mendapatkan balasan, tanggapan semestinya atau bahkan sama sekali tidak ditanggapi menjadi kecewa, marah, tersinggung, dlsb. Padahal kasih yang diteladankan Tuhan tidak pernah menuntut balas dan pilih kasih : oksigen untuk bernapas manusia, hangatnya matahari, segarnya air hujan diberikan kepada setiap orang secara cuma-cuma tanpa membedakan status, etnis/ warna kulit, agama, dlsb.
Untuk menggali kesadaran diri hati sejati diperlukan percaya sejati kepada Tuhan. Percaya sejati berarti berserah diri tanpa reserve, melepaskan nafsu ingin memiliki dan kemauan sendiri kepada kehendak Tuhan, semua yang ada dipersembahkan sebagai alat-Nya memuliakan nama-Nya.
Niat berserah diri atau pasrah kepada Tuhan hanya dapat diwujudkan dengan laku batin meneng atau diam terpusat di hati : tersenyum, rileks melepaskan semua ketegangan tubuh dan pikiran. Laku meneng mengarahkan hati kepada Tuhan dilakukan secara tekun tanpa target, tanpa pamrih dan tidak memaksakan diri, batin menjadi wening (jernih). Rasa ati wening ini menumbuhkan kesadaran hati sejati bahwa Tuhan sungguh hadir mengasihi dirinya. Buahnya hati sejati menjadi dunung (mengerti) bahwa hidupnya harus menyatu dengan Sang Pencipta. (makna kebatinan).
Kesadaran Manunggaling Kawula Gusti berarti harus mau meneladani kasih-Nya yang diungkapkan dalam hidup sehari-hari semakin berbelas kasih sejati kepada sesama dan alam semesta ; memaafkan kesalahan, menyesal dan mohon maaf kepada Tuhan dan sesama atas segala kesalahan (yang sering membuat tertekan hatinya), menerima orang lain dan keadaan / peristiwa seperti apa adanya, tidak akan mempengaruhi orang lain dengan paksa, merubah sikap kekerasan menjadi tanpa kekerasan, dari permusuhan menjadi damai, dari hidup dengan berbagai kepalsuan menjadi jujur dan apa adanya, dari sombong, egois dan menonjolkan diri menjadi rendah hati dan peka akan perasaan orang lain, dari serakah menjadi ikhlas untuk berbagi, berbela rasa, melestarikan alam semesta, tidak pernah mengadili orang lain, mengritik, memaksakan kehendak, dlsb. Relasi spiritual Kawula Gusti ini harus bermuara pada sikap hormat atau ngajeni sesamining gesang. Sikap ini membuahkan relasi welas asih sejati dalam persaudaraan.
Laku batin mutlak harus dilakukan, karena tanpa laku batin terpusat di hati (bukan konsentrasi pikiran yang menegangkan) maka orang hanya mengerti sebatas wacana tetapi tidak menghayati. Tuhan hanya dapat diabdi dengan cinta dalam perbuatan nyata, tidak hanya dipikirkan. Hanya dengan perbuatan belas kasih sejati Tuhan dapat diperoleh, tetapi dengan pikiran tidak mungkin. Sebagai pengandaian, untuk memperoleh prestasi olah raga diperlukan ketekunan latihan, demikian pula untuk dapat menanggapi kasih-Nya diperlukan ketekunan olah batin yang diawali dengan senyum, sikap rileks menghilangkan ketegangan tubuh dan pikiran tanpa memaksakan diri, untuk dapat menyadari kehadiran-Nya.
Sikap percaya dan berserah diri manunggal dengan Tuhan ini bisa diandaikan sebagai hak dan kewajiban, ketika orang telah memenuhi kewajibannya dengan baik pasti haknya akan diperoleh. Apabila orang sungguh percaya kepada Tuhan, mengarahkan hati sejati kepada-Nya yang diungkapkan dengan perbuatan baik penuh welas asih, maka orang akan dengan tegar dapat menerima setiap keadaan tanpa harus melawan dengan memaksakan kehendak, segala sesuatu yang negatif dari luar dirinya diterima dengan senyum sebagai hiburan, karena percaya bahwa kuasa welas asih & katresnan Dalem Gusti yang berkarya, diiringi ucapan syukur. Tidak ada rasa irihati, sombong, takut, kuatir, tegang, dihantui rasa bersalah, melainkan percaya Tuhan pasti akan mengatur memberikan kesejahteraan sejati bagi hidupnya. Demikian juga ketika berdoa memohon kepada-Nya, yakin segala permohonannya telah dikabulkan. Semua ini membuahkan rasa hati gembira, berani menghadapi kenyataan hidup, dalam segala hal selalu bersyukur (sumringah bingah, menapa-menapa wantun, syukur lan beja ingkang langgeng).
Seseorang yang sudah mampu menjalani hidup menyatu dengan Tuhan atau “Manunggaling Kawula Gusti” berarti sudah menanggapi “Manunggaling Gusti Kawula” dengan baik. Buahnya orang menjadi sehat secara psikis karena selalu berpikir positip dan tenang atau sareh. Secara emosi menjadi lebih sabar, tidak pemarah, tidak akan putus asa, kecewa dan tidak mudah tersinggung karena yakin semua yang negatif dari luar tidak akan mempengaruhi dirinya (nyawang karep). Secara sosial menjadi mudah bergaul dan menerima orang lain dan keadaan seperti apa adanya tanpa menimbulkan emosi negatip. Akhirnya, dengan didukung pola makan yang benar dan gerak badan cukup, semua sikap tersebut menyehatkan raga karena metabolisme tubuh normal tanpa diganggu emosi negatip yang mengakibatkan peredaran darah tidak lancar, detak jantung tidak teratur, tekanan darah naik.
Meskipun ajaran ini tentang relasi pribadi manusia dengan Tuhan, tetapi memiliki nilai sosial dan kemanusiaan tinggi, karena sikap berserah diri kepada Tuhan selalu diungkapkan dengan perbuatan belas kasih kepada sesama dan alam semesta, dengan hati sejati sebagai nakhodanya. Ajaran ini juga upaya mengakhiri kekerasan, karena sesungguhnya kekerasan yang dilawan dengan kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru.

Ajaran “Manunggaling Kawula Gusti” ini sangat pas untuk bekal hidup jaman ini dimana orang hanya dibiasakan menggunakan otak kiri / kognisi yang menarik manusia kepada hitung-hitungan tambah dan kurang, konsumerisme, hedonisme, normatif yang hanya ragawi dan kasad mata tanpa hati sejati. Akibatnya orang ingin cepat memperoleh hasil secara instant mengabaikan proses, untung rugi, yang disadari atau tidak mempengaruhi hidup spiritual keagamaan, persaingan, kalah menang, pembenaran diri, egoisme yang berbuntut konflik dengan kedok agama, suku dan ras, penguasaan sumberdaya alam tanpa ada kemauan melestarikan dan berbagi, kekerasan dlsb yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan sejati yang adil dan beradab… Sembah nuwun, Rahayu, Rahayu, Rahayu

Pandji Asmoro Bangun

276. Ngabehi - 18 Desember 2008

@ Hidayat

Kesejatian itu kepastian dibalik sesuatu Mas Dayat,
misalnya neng sakjroning klobot isine jagung,jroning woh pelem ono peloke dsb, lha nek sakjroning kathok isine opo kui…
kalu celana saya isinya pasti dompet.

Bingung itu tandanya mau cerah, memang betul.
Tapi jangan bingung melulu spt tetangga saya, emang kenapa?
masalahnya dia sudah pikun..he he

277. hidayat - 18 Desember 2008

rahayu
saya baik-baik saja Pak Suji, biar yang lain aja yang komentar , entar dimana-mana saya komentar. gantian yang lain biar komentar.
kalau nyangkul batu emang susah tapi bisa untuk bangunan, yang susah nyangkul air …………..
@ mas EHA ,,,Nabi Hidir masih hidup, bisa dimana saja tapi umumnya penguasa air, bisa sungai atau lautan.
@Pak Panji Hasmoro penjabarannya lengkap sekali, kadang kita mau tidur bersukur sekali tidak ada yang sakit, kalau lihat saudara yang sakit mau tidur dadanya sakit, perutnya sakit.. rasanya kasihan sekali, berarti kita ini kaya.pikiran yang tenang paling bagus penjabaranya dan detil
@Mas Ngabehi, jadi kesejatian itu di sini diartikan “kepastian dibalik sesuatu”, kenapa kesejatian di asumsikan kematian padahal menurut saya tidak semua orang mati dengan baik…..kesejatian yang dimaksudkan disini adalah ” isi yang sebenarnya,” berbeda dengan pengertian saya “kesejatian itu murni dan aseli”. bisa asli isinya bisa aseli kulitnya, bisa asli isi celananya, bisa asli celananya … bisa aseli dompetnya bisa aseli uang yang didalam dompetnya…..jadi manusia sejati adalah manusia yang isi perilakunya manusia (penuh tidak tega) dan jasadnya juga manusia aseli..sayang sekali ini hanya menurut saya sendiri yang selalu memandang baik didua sisi :D
wass wb

278. hidayat - 18 Desember 2008

nb: arti kesejatian diblog ini dan arti ” kesejatian ” menurut saya memang berbeda ya karena belajarnya beda .

279. EHA - 18 Desember 2008

@ mas EHA ,,,Nabi Hidir masih hidup, bisa dimana saja tapi umumnya penguasa air, bisa sungai atau lautan.

Tanya: klo pingin ketemu caranya bagaimana?

280. sabdalangit - 19 Desember 2008

Kulanuwun,
Poro suhu lan guru Gantharwa, Nak ndulur Ngabehi, Mas Sujiatmoko. Mas Hidayat, Mas Ratna, Mas Achmad, mas eha, mas Narotama, nimas wishnu..dan semua pamedhar kawruh luhur ing ndalem Gantharwa, mugi tansah pinaringan wilujeng rahayu saking ngarsanipun Gusti Pengeran.
Nuwun sewu, badhe nyuwun wedharanipun bab “primbon lindu”…menawi ingkang wonten kagungan.

o ya, agar tidak menjadi bingung, ada ralat untuk pak Raden Kusmanto, perumpamaan yg pas utk jumbuhing kawula Gusti bukan seperti keping mata uang atau gula dengan kopi. karna keping mata uang sudah “hak paten” untuk penggambaran hawa nafsu (an nafs). hawa (nafsu) itu satu, tetapi memiliki dua muka; yakni nafsu baik/nafsu buruk. sedangkan Kemanunggalan umpama gula dengan rasa manisnya. wiji jroning wit. kodok kinemulan ing leng. bayangan rebulan dgn rembulannya.

nuwun

281. sujiatmoko - 19 Desember 2008

Salamu’alaikum, Kadang Sedhoyo ….
Salam Sejahtera untuk rekan-rekan seperjalanan …

To Mas Hidayat,
Saya sependapat dengan penjenengan bahwa ke-SEJATI-an adalah murni dan aseli. Murni dan Aseli erat kaitannya dengan hakikat yang sesungguhnya, dan tidak terjelaskan dalam bahasa ragawi manusia. Jadi benar-benar murni berupa pemahaman.
Ketiga tokoh yang saya sampaikan tersebut segelintir manusia yang telah berhasil menemukan ke-SEJATI-an, baik ke-SEJATI-an hidup (hakikat hidup) maupun ke-SEJATI-an manusia.
Bahwa kehidupan yang ada saat ini adalah kehidupan yang palsu. Kehidupan yang mengalami kematian. Kehidupan sesungguhnya tidak akan pernah mengalami kematian. Kehidupan sejati hanya akan dialami setelah jiwa terlepas dari raga karena raga tidak akan pernah merasakan kehidupan yang sejati.
Raga erat kaitannya dengan alam semesta raya. Raga dapat rusak dan hancur, demikian halnya dengan alam semesta raya ini. Sedangkan jiwa tidak akan pernah hancur, abadi selamanya. Persis sama dengan yang disampaikan Kanjeng SSJ bahwa kehidupan yang Sejati (sesungguhnya/ Kehidupan yang Aseli) hanya akan dapat dirasakan oleh Ruh/Jiwa.

Dalam kehidupan yang sejati, tidak akan ada lagi kebohongan… tidak akan ada lagi ibadah…. karena kebohongan dan ibadah, erat kaitannya dengan hawa nafsu dan penundukkan. Sedangkan hawa nafsu telah ditinggalkan untuk dihancurkan bersama raga (wujud wadag manusia).

To mas Sabdolangit,
Uraian mengenai ’NING’ dan ’MERNING’ dalam hakikat suksma masih saya tunggu loch ….mas …

Salam Sejati
Sujiatmoko

282. hidayat - 22 Desember 2008

rahayu…
yup Pak Suji….setuju say
penjelasan tentang kesajatian tentang roh pada cerita ketika Kanjeng Siti Jenar yang rakyat Djelata bertamu kepada Pangeran Pengging di Kadipaten Pajang yang bangsawan, ada kesepahaman — ketika di sajikan daging ayam bakar putih mulus oleh Nyai Pengging, dimanakah sarang angin berada….tukar kawruh terjadi 3 hari 3 malam. akhirnya keduanya giliran dihukum mati karena ya melanggar hukum.
wass wb

283. sujiatmoko - 22 Desember 2008

Salam Sejati, mas Hidayat …

Jadi teringat ketika guru memerintahkan mencari sarang angin. Setelah ditemukan, pusatkan pada pencarian selanjutnya mencari Kayu Gung Susuhing Angin ( Kayu Besar tempat Angin bersarang).

Walah… kemana mencarinya, pikir saya….
Sampai mau nangis rasanya, kala itu. Bingung, Mau tanya pada siapa …?
Lah wong angin menurut hukum fisika adalah pergerakan udara dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Sarang nya dimana ya ?

Berbulan-bulan mencari …
Belum boleh memasuki pelajaran berikutnya kalau belum menemukan Kayu Gung Susuhing Angin.
Kok ndilalah teringat pesan kiai semar kepada Pal Gunadi …. Tamburo Maninten, karena didalam dirimu bersemayam semua ilmu pengetahuan. Akhirnya, persiapkan diri… atur nafas… dan memusatkan pikiran pada aliran nafas (keluar-masuk) sambil diiringi mengingat 20 sifat tuhan.
Lah… kok ketemu… ternyata yang dicari-cari nggak jauh-jauh. Ada didekat kita, bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Kayu besarnya pun ketemu di tempat Angin Bersarang ….

Ah … Guru …. memang bahasanya nggak bisa dicerna dengan akal dan logika semata …

Salam Sejati
Sujiatmoko

284. DIAN - 29 Januari 2009

Saya belum begitu paham dengan MANUNGGALING KAWULA GUSTI itu tapi sebelum nya ada Yang bisa mengkaji sifat Allah yang 20…..? Plis deh tolong dong dijabarkan…..biar saya mengerti dulu dengan sifat 20 wahai saudara ku Biar saya jelas dengan GUSTI nya itu lho….???

285. Niti mani - 1 Februari 2009

Omong2 dan ngebahas soal tuhan itu ga ada gunanya,lebih baik tidur karena yg kenyang nanti cuma otaknya doang sama nafsu ingin taunya, yg berkembang itu rasa sombongnya doang tetapi jiwanya yah tetep laper terus……….karenanya sukar buat memilki rasa andap asor dihadirat Pangeran,udah kadung terlanjur ampuh setannya (otaknya) …………..

286. pengembarajiwa - 2 Februari 2009

Hmmm…… Tulisan yang sangat mencerahkan sekali. Bermakna dalam walaupun dengan kata-kata yang mudah di pahami.

Salam Kenal dari saya
Pengembara Jiwa

Yang masih dalam pengembaraan dan masih belajar.

287. tomy - 9 Februari 2009

yang di madsud manunggal dengan gusti Alloh itu seperti apa mohon pencerahaannya

288. anak kecil - 11 Februari 2009

Masalah Jumbuhing kawula Gusti atau masalah Manunggal dsbnya itu sih masalah dan urusannya orang2 gede,so kita2 yg masih kecil ga usah repot2 n ga usah pusing sama hal2 begituan,
sayang masa kecil kita kebuang sia2 buat yg gitu2,wong belum waktunya………

Karenanya kalo orang2 gede atau orang2 sok gede,pada ngumpul, baiknya,kita ga usah nguping dan ga usah pusing.
ga usah juga doyan ngebaca2 buku porno,buku2 stensilan n roman2 picisan yg ngebahas masalah :manunggal.
Itu suatu pelanggaran hukum bebrayan,terutama bagi yg ngebuat, karna emang bisa ngrusak tatanan hidup yang ada jika diterima oleh orang2 yg memang belum waktunya utk mengerti kaya kita2 ini…..

N biasanya,kalo ditradisi kebudayaan spiritual bangsa kita itu,manusia yg sungguh waras dan sungguh mengerti karena memang sudah sungguh dewasa,tentunya juga pernah menikah dan pernah gituan secara wajar dan alamiah,ga akan ngumbar2 masalah begituan ke kita2 ini,karena beliau tahu,bahwa siapa yg sudah beranjak dewasa dengan sendirinya mengerti,kalo dikasih tau ke belum waktunya untuk mengerti,malah bisa jadi salah terima.
Yang perlu diajarkan itu kan cuma masalah tatakrama,aturan pada seorang anak supaya dia kelak siap untuk hidup di luar sana,bisa diterima sebaga warga masyarakat dan siap untuk memilih pasangan hidup secara wajar.Supaya ga sukanya ngelacur,zinah,atau mendua hatinya.

kaya kawin aja,tuh orang gagu sama yg rada2 bloon aja bisa punya anak,kalo udah waktunya…………….

So daripada ngedengerin orang2 tua pada bicara karena kebanyakan ngebaca2 buku porno stensilan,kita2 yg ngerasa masih kecil lebih baik main2 riang gembira dihalaman,sebentar lagi terang bulan tuh,sambil nyanyi lagunya Tasya :

“aku adalah anak gembala,selalu riang serta gembira dstnya”……………………..

289. anak jalanan - 11 Februari 2009

anak-anak pejabat itu termasuk fakir miskin dan anak-anak terlantar, jadi dipelihara oleh negara, tak lebih dari ‘peliharaan’ saja
wakakakka..

290. ratanakumaro - 11 Februari 2009

Dear mas Niti Mani,
Dear all brothers and sisters,
Dear Kadhang Gantharwa,
Salam Hormat untuk Anda Semuanya… ,

—————————-
285. Niti mani – 1 Februari 2009

Omong2 dan ngebahas soal tuhan itu ga ada gunanya,lebih baik tidur … dst.
——————————

Saya setuju ah sama pendapat mas, gak pa2 ya kalau pendapatnya disetujui ? akur kan mas ? ;)

Salam Damai dan Cinta Kasih…,
“Semoga Semua Makhluk Tiba Saatnya Menemukan Kebenaran dan Kebahagiaan Sejati!”

http://ratnakumara.wordpress.com/buddha/samadhi/latihan-memurnikan-pikiran/asubha-bhavana/#comment-338

291. anak jalanan - 11 Februari 2009

Omong2 dan ngebahas soal tuhan itu jelas ada gunanya, terutama apa dan siapa yang dituhankan dan untuk apa disembah-sembah, makanya ada theologi, tauhid, theosofi, filosofi.
Apa sih manfaat dari latihan memurnikan pikiran?
Apa sih manfaat menemukan kebenaran dan kebahagiaan sejati itu?
cuma kirim salam sama akur-akur saja.. itu itu saja.. itu sih kagak kreatif.. jan ora mletik babar blas!

292. kangBoed - 11 Februari 2009

Salam Sejati

Malam itu akhirnya terbuka sudah kebodohanku
Ternyata perjalanan telah membuatku bingung akan sebuah definisi
Definisi tang tak pernah terdefinisikan
Ternyata semua palsu tak berarti apa apa kooosoooong

He he Jalan Cinta sungguhlah luar biasa
Jerit tangis kerinduan dan derai air mata kepasrahan
Oh getaran itu ketika datang menggetarkan seluruh jiwaku
Kadang kutak sadarkan diri mengikuti rasaaa itu

Kadang kuberperan sebagai seorang yang histeris tak bisa menahan kata berhamburan
Kadang ku hanya bisa terdiam menangis tak berdaya
Kadang ku hanya berteriak memuji KeagunganNYA dalam kelemahanku
Kadang ku mabuk ….. mabuk anggur cinta Ilahi

Membuat ku hanya bisa terduduk lemas tak bertenaga
Terbawa lamunanku yang kian melambung dan melambung semakin tinggi
Seakan aku hidup dalam dunia lamunanku yang tiada batasnya
Berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa khawatir lagi

Lamunan itu membuat ku semakin dalam, dalam lamunan
Tak perduli orang berkata apa, sejelek apapun tak pernah kuhiraukan
Karena terlanjur kudapatkan keindahan walau hanya dalam lamunan
Sesuatu yang tak pernah disangka bisa kudapatkan di dunia nyata

Sekali lagi semua kudapatkan walau hanya dalam lamunan
Kutemukan diriku kosong terduduk dalam sebuah penyaksian
Dalam sebuah penyembahan yang tiada hentinya
Sungguh penyembahan yang tak terikat ruang dan waktu

Tak kusangka hanya kekosongan dan kekosongan yang kutemui
Kekosongan yang membangkitkan ketenangan yang luar biasa
Ketenangan yang membangkitkan kesadaran sang diri
Kesadaran yang sungguh tumbuh dalam lamunanku akan diri sejati

Bersinar bagaikan sinar sang surya yang terbit dari kedalaman dasar jiwaku
Terangnya mengikis habis semua kegelapan dalam relung jiwa
Sungguh Jiwa yang tercerahkan oleh kesadaran diri sejati
Sinarnya begitu menyilaukan mencorong tak satu makhluk pun kuasa menatap

Diam
Kosong
Hampa
Sirr

Yah ketika kesadaran telah meliputi sang diri
Saat itu dualitas telah lenyap dan hancur
Yang tinggal hanyal Esa tak berbagi
Meliputi semua kehadiran kita dimuka bumi ini

Kesadaran sejati tak terikat ruang dan waktu lagi
Tiada lagi benar dan salah karena semua untuk Yang Maha Meliputi
Tak terikat apapun karena yang tak berwujud sudah mewujud
Yah inilah sekedar lamunan si botoooool koooosoooong

Botol kosoooong yang hanya bisa melamuuun
Melamunkan botol kosoong nya diisi terus oleh Yang Maha Mengisi
Tapi isinya tetap kosooong habis terbuang berceceran
Sehingga lamunan si botoool kosooooong tak berkesudahan he he he

Matur nuwun saudaraku sedulur kabeh Sudah mendengarkan omong kosong dari botol kosong yang lagi melongoooooo ngelamun doooooooooooooooooongoooooooooooooooooooooo
Kang Boed eh Doel ya Red hehehehe sama sajalah

293. adi asmoro hadi - 11 Februari 2009

hremmmmmmmmmmmmmmmmm, gatel guluku

294. adi asmoro hadi - 11 Februari 2009

asem tenan, lha wong dhehemi 291 kok kalah disik ro 292

295. ratanakumaro - 12 Februari 2009

Dear mas anak jalanan,
Dear mas kangBoed,
Dear mas adi asmoro hadi…,
Salam Hormat untuk Anda…,

Iya nih,mas anak jalanan,memang saya gak mletik yah ? cuman kirim2 salam doang ya… .
Tapi emang saya cuma pengin kirim salam untuk anda dan semua kadhang disini, untuk mas kangBoed, mas Nata Warga, mas Dodo, mas adi asmoro hadi, dan termasuk juga mas anak jalanan, kalau gak diterima ya sudah, gak pa2, hehe… . ;)

Salam Damai dan Cinta Kasih,
“Semoga Semua Makhluk Hidup Telah Tiba Saatnya Meraih Kebahagiaan Sejati!”

http://ratnakumara.wordpress.com

296. anak jalanan - 12 Februari 2009

yo wis.. bobo’ saja dulu gih!

297. ciwabuddha - 12 Februari 2009

Belajarlah lagi saja, ya!! Kelak kamu akan mengenali Aku lewat karya-karyaKu, Aku yang telah menghabiskan 500 tahun ( waktu manusia ) atau 10 hari ( waktu dewata ) di dewataloka yang terdekat dari alam manusia, tempat empat penguasa langit berdiam… .Kini aku telah terlahir lagi kedunia sesuai kehendakku, bukan diciptakan Tuhan… .

Aku tidak pernah tercipta, tidak pernah terlahir, tidak pernah disebabkan, tidak pernah mati… Dan kamu akan semakin “pusing”, karena aku menurut orang-orang Ada, tapi Aku tidak ada, Aku tidak ada, tapi ada… .Fisikku, batinku, ada, tapi tidak ada… .

Aku sekehendak hatiku mengembara kemana-mana, termasuk kepondokmu, saat ini juga, tanpa perlu membawa tubuhku… .

Baiklah, selamat belajar, tapi maukah melihat lebih dalam lagi ? lebih

298. adi asmoro hadi - 12 Februari 2009

Wah kalo ana sih gak mau punya sesembahan yang khawatir tidak diperhatikan atau khawatir diremehkan atau khawatir tidak dianggap oleh sesuatu apapun, ibu kita orang tua kita walo tidak secanggih berkata-kata adalah sesembahan nyata riil yang mengikat perasaan kita.

Bagaimana mungkin seorang yang mampu bilang aku ada sekaligus bilang aku tidak ada masih punya rasa khawatir akan KEBERADAAN DIRINYA -rasa khawatir muncul dan tumbuh dari nafs amarah, nafs bukan napsu-. kok mirip siti jenar ya ?, memang siti jenar cicitnya sech jumadil kubro mampu diterima berbagai kalangan seperti juga kakeknya wali lanang sodaranya molana malik ibrahim kondi yang kaya raya sehingga Demak mengajukan proposal membangun NUSANTARA menggantikan Majapahit, walopun berjubah dan berlindung pada para wali dan membawa agama namun otaknya adalah otak bondo tuhannya benda yahhh.. adanya ya Cuma eker-ekeran bahkan timbul finah terhadap agama tertentu, Kanjeng sunan kali yang saktipun tak mampu membina Demak. nahh….. pada saat banyak penjabat yang ngaku alim sok kuasa, ungkapan siti jenar cocok menghadapi situasi kondisi pada saat itu seperti juga isa al masih pada jamannya.

Ahhhhhhhhh kok ya tetep males neruskan ceritaaa…., aku bukan penggemar siti jenar atau al halaj karena beliau itu gak doyan duit sedang aku masih punya ambisi doyan duit

299. Anak kecil - 13 Februari 2009

Wakakakaka………..mas anak jalanan pasti mas sohirin yah?hihihihi …..Ane beda boss sama si ndon ………gak kenal juga sama si ndon.

N mas ciwabuddha songong nih skrg,yg lain disalamin masa ogut kaga?. he he he………

300. ........................ - 13 Februari 2009

siapa yg bilang boss,siti jenar ga suka duit???…..”do it” kan ilmunya seh siti boss…….he he he……

Biar gimana juga yah duit penting,karena kebendaan itu kan umpama pondasi atau dasar sebuah rumah,kalo emang kita mau ngebangun rumah.Karenanya ada kebudayaan spiritual jawa yg mengarah kepada pembangunan aku secara mental dan spiritual
.Jadi sekalipun masih hidup aktif di bebrayan tapi yah ga meninggal kan watak2 kautaman dan mengumbar rasa keakuan …………..
lagian kebanyakan juga aliran2 kepercayaan jawa itu arahnya kesana ………tetep hidup aktif di masyarakat,turut serta mengkaryakan laku spiritualnya buat masyarakat.

Beda emang,Kalo yang berniat ngebongkar dan ngerobohin rumah supaya bisa kosong2 sekosongnya tuh ruman sehingga mudah nemuin asal muasalnya ada sebuah rumah, yah emang sengaja pondasi dasarnya ga dipeduliin,dibongkar semuanya supaya cepet rubuh tuh rumahnya he he he……..
itu kebudayaan spiritual jawa yang mengarah kepada suwungnya aku……….

301. Life In Mono - 13 Februari 2009

Orang tua itu emang bisa dianggep pangeran katon,mas hadi …….tahap pertama kita tau sangkan paran kita terlahri kesini……jadi ga suah kejauahan sebenernya,bhakti kepada orang tua dan leluhur itu tahap awal dalam alku perjalanan kita……

So,berbahagialah orang2 yg masih lengkap kedua orang tuanya, soalnya bisa melakukan bhaktinya secara sempurna…..jgn disia2kan….

gua dari lahir udah pada ga ada ortu kandungnya, tapi bhakti sama ortu angkat juga bisa kok……….cuma semenjak gua sma udah pada almarhum….
jadi bhaktinya caranya juga beda he he he……..

302. anak kecil - 13 Februari 2009

aiiih kaciiiaaan… kucikucikuci… cupcuuup
makanya merasa jadi anak haram mataram, karena itu ibu kandung yang diakui hanya ibu pertiwi yang melebur raganya yang jadi kekuatan jiwa sing ora tedhas tapak paluning pande, keker ing garis urip, manther mencorong (melotot) dadi si endrakila kaya damar sapangira (api hidup). nanaaas! nas!

303. anak kecil - 13 Februari 2009

297 itu si komara lagi kesambet, saiki wis ora-ora maneh-maneh ucul eh lucu, dah jaim sekarang tuh! kalo malih-malih… apa kata umat?

bedanya anak haram mataram dengan anak halal mataram itu kalo yang haram itu benteng ketaton dan yang halal itu banteng keraton
jiaaakakakakkaka….

304. ratanakumaro~RED - 13 Februari 2009

Der all brothers and sisters…,
Salam hormat untuk anda semuanya..,

hmm…, yah, memang kalau mengingat masa lalu itu jadi malu ;)
Mempertentangkan setiap ajaran memang tidak bermanfaat, jadi maafkan kekanak-kanakan saya ;)
Ini juga kalau dimaafkan, kalau tidak ya tidak apa2 .. , ;)

Hidup adalah saat ini ,
Masa lalu, sudah tidak bisa digapai dan diothak-athik,
Masa depan, belumlah pasti,

Masa lalu adalah tempat penyesalan,kekecewaan, kesedihan,
Masa depan adalah tempat rasa gamang, tidak pasti, tempat bagi lamunan dan angan2… ,

Kita semua hidup disaat ini,
Mari melihat dan menghayati hidup yang saat ini… ,

@anak kecil,
Ya mas, ini tak titipin salam dari saya juga…,
Salam Hormat untuk Anda, dan Salam Damai dan Cinta Kasih… ,

yah, sepertinya dulu lagi kesambet ya mas … ;)
tapi memang inilah “Anatta” ( katanya kan mas KTP-nya Buddha, jadi saya pakai istilah Buddhis saja ya ;) )
Pikiran, perasaan, pencerapan, kesadaran, tiap detik berubah.
yah, itulah… ;)

Bumi ini sudah semakin tua dan panas,
Daripada kita bertentangan selalu, ngeributin hal2 yang tidak perlu,
Lebih baik menjalin persahabatan, perdamaian bersama… ,

Saya pikir, permintaan maaf akan kesalahan2 dan kekeliruan2 saya di masa lampau selayaknya saya ajukan, demi menjaga perdamaian bersama, leres boten ?

Tapi kalau masih ada yang mau menyimpan kerikil2 di hati, ya gak apa2, tapi masak kita mau selamanya bersikap kekanak-kanakan. Kalau di masa lalu saya pernah bersikap kekanak-kanakan, biarkanlah saya yang dimasa lalu itu begitu, tapi jangan kita semua kemudian seterusnya sama2 bersikap kekanak-kanakan, ya kan ?

Agama ataupun aliran kepercayaan, memang tidak untuk dipertentangkan, tapi untuk diamalkan. Jika diamalkan dengan baik, pastilah membawa pada kehidupan yang baik, apapun agama dan aliran kepercayaan itu… . Betul begitu, mas Adi Asmoro Hadi ?

Para sahabat, mari kita bersama menciptakan perdamaian di lingkungan tempat kita hidup, supaya semuanya hidup tenteram, bahagia, sejahtera, penuh cinta-kasih, tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan… .

Terimalah salam hangat dan salam persahabatan dari seseorang ini… ;)

Salam Damai dan Cinta Kasih… ,
“Semoga Semua Makhluk Telah Tiba saatnya Meraih Kebahagiaan Sejati!”

http://ratnakumara.wordpress.com

~Saudaraku Ratana..Mewakili keluarga kadang Gantharwa menyampaikan Terimakasih untuk masih selalu ikut berkunjung dan berbagi disini .Saatnya saling disadari untuk saling bergandengan , tanpa melihat salah ~ benar, sebagai acuan Langkah . Dengan Saling Salam ~Salim ~Senyum meski hal yang sederhana namun bila di yakini ini semua bisa menjadi sebuah Nafas Kedamaian yang kesinambungan utk keberlangsungan utk Umat manusia semua makhluk dan Samesta Alam . Berangkat dari sisi sisi yang berlainan menuju satu Manunggal dalam Cinta dan Kasih, semua menjadi tanpa daya apa apa ,,,yang tersisa sebuah Biji Welas Asih untuk sesama tanpa melihat perbedaan apa apa lagi. Salam Damai dari Kami selalu ~RED

305. anak kecil - 13 Februari 2009

weh wonge melek to!
lha yen iki bante ngaton

306. saputro - 13 Februari 2009

Yang lalu biar berlalu ,yg penting kedepan berusaha menjadi lebih baik…tak ada yg sempurna dlm hidup ini.
Salam Sejati
Salam Harmoni
Salam Salim untuk semua kadhang, Teguh.. Rahayu …Selamat

307. Anak kecil 2 - 14 Februari 2009

anak kecil – 13 Februari 2009

aiiih kaciiiaaan… kucikucikuci… cupcuuup
makanya merasa jadi anak haram mataram, karena itu ibu kandung yang diakui hanya ibu pertiwi yang melebur raganya yang jadi kekuatan jiwa sing ora tedhas tapak paluning pande, keker ing garis urip, manther mencorong (melotot) dadi si endrakila kaya damar sapangira (api hidup). nanaaas! nas!

************
wakakakaka,skrg pake id gua loo………..ngehe…….

308. Agnostic Front - 14 Februari 2009

Ratana,ga usah terlampau serius lah kalo kongkow2…..
kaya anak2 kecil juga bagus itu………biar nyantai……ga diforsir gitu.
asal jgn ngatain2 agama orang lain,itu sih bukan anak kecil,tapi abg wakakakaka……….

gua juga minta maaf nih kalo ada salah2 kata sama ente dan sama semua yg disini…bisi nyinggung atau apaan dah……..
soalnya watak gua juga ga beda2 jauh sama ente ratana, hehehe. ………..
salam……

309. herjuno76 - 14 Februari 2009

Yang lalu biarlah berlalu, Tak ada yang di dapat dengan mengungkit kesalahan orang yang telah merubah kekeliruanya apalagi sudah berusaha untuk menjadi baik dan lebih baik. Hati hati jika anda masih suka mengungkit ungkit, itu artinya di hati anda masih tersimpan demdam. Lha wong seneng ngobrol di blog spiritual kok masih gedein api, yo ra guno meneh.Wis wis ojo do koyo ngono jebeng, iku ra prayoga! Wis ndang kono cuci kaki terus turu sing angler, mengko yen tangi ben seger sak randuning badan, wening, hening lan eling, wis yo jebeng sing dho rukun, ulun kondur makayangan ngger…

310. botjah tjilik - 14 Februari 2009

wekekekek!
herjuno76 ketaman omyang kangkung, ngomonge separo menungso separo demit.. mula rasah kakehan moco buku tasauf yen gampang kesambet huahahahhaha… ucul!

mansudnya tuh dulu si siwabuddha lucu bais, kayak si michael juga, kalo diitikitik ora geli ngko bojone ora ayu lho! grrrrr…

311. herjuno76 - 14 Februari 2009

demit ora ndulit setan ora doyan, cah cilik nakal kono njaluk kelon mbokmu, he he

312. botjah tjilik - 14 Februari 2009

ayo goyaaang do you.. bebaskanlah hatimu…
ketawa kalo ditahan tuh kayak orang kecekekkkk kkkaccciaaaaan
ngomong soal ngelmu bayangan bagus juga tuh kayak yang dibilang konserius street, palagi suhu politik mulai mengge(ai)rahkan yah!
gue tebak mbok mega pusing kepatok yoyonya sendiri hihihi, yang laen ati-ati untuk tidak terjebak.. ojo koyo polahe botjah tjilik!
kita lihat saja proses berjalan.. jujur karena sadar akan segala kekurangannya itu lebih baik sebagai tanda mau perbaiki kekurangan daripada bangga terhadap segala kelebihan dan prestasinya yang cenderung lupa diri.

313. botjah tjilik - 14 Februari 2009

iya nih serius cepet tua… mukanya!
bahasanya orang bisnis tuh lebih suka nyebut kerja dengan kata maen dan suka maen ke pasar.
capres saja dah sering disebut bursa capres, nggak jauh amat dengan trafficking, ngelacur dan perbudakan hanya bedanya yang memperbudak bukan orang laen, ya.. jual diri untuk bisa mempermainkan orang banyak hahahhaa…
ada baiknya sih yang tua-tua nggak betah nganggur.. hanya maunya saja yang perlu dibatasi supaya nggak banyak maen di pasar sampe lupa disuruh beli tomat cabe kol oleh ibu siksa eh siska di dunia eh mangsudnya ibu pertiwi itu… emaknya damar siapakira haaaa…

314. Cecunguk - 14 Februari 2009

ada yang tahu nggak perginya tante mujahidahwanita.wordpress, kok jendela blognya ditutup?
ada apa-apanya nih! (prasangka)

315. herjuno76 - 14 Februari 2009

udah di tutup cak, kemarin saya coba masuk itu blog udah dihapus,……..

316. ratanakumaro - 14 Februari 2009

Dear all brothers and sisters,
Dear kadhang Gantharwa,
Salam Hormat untuk Anda Semuanaya,
Salam Damai dan Cinta Kasih… ,

Terimakasih atas sambutan hangat atas uluran persahabatan dari saya… ;)

Kekeliruan-kekeliruan di masa lalu, baik oleh para pendahulu, maupun oleh diri kita sendiri, seharusnya tidak kita ulangi… ,

Kekeliruan2 itulah, yang membawa sejarah manusia pada perpecahan, inilah yang harus kita sadari bersama, termasuk yang telah saya sadari oleh diri saya sendiri… ,

Lingkungan terdekat kita, membutuhkan kedamaian, membutuhkan perdamaian, sudah terlalu penuh dengan sesaknya emosi dan pertentangan… .

Mari, kita semua, tidak terhalang oleh sekat dan batas2 apapun, menyirami ‘tanah kering’ di lingkungan terdekat kita, tanah yang telah kering karena tidak adanya lagi air kesejukan cinta-kasih, supaya lingkungan terdekat kita, hingga seluruh bumi ini, damai kembali, dan penuh cinta-kasih, sehingga oleh karenanya, masyarakat makhluk hidup dapat hidup tenang, tenteram dan damai, berketurunan dengan bebas, bahagia, dan merdeka… .

Maturnuwun kepada Kadhang Gantharwa, yang telah menyambut salam hangat dan salam persahabatan dari saya… ,

Saya mengajukan permohonan, harap (semoga) dikabulkan… ;)

Saya mohon tulisan2 saya yang dahulu itu,yang memicu konflik dan pertentangan, dihapuskan, supaya tidak senantiasa menimbulkan konflik… .
Ini dilandasi dengan semangat kebersamaan, cinta-kasih , dan perdamaian. Sebab, jika tulisan2 tersebut masih ada, maka hanya akan selalu menimbulkan atmosfer yang panas dan pertentangan… ,
Mohon para bijak di Gantharwa ini sudi mempertimbangkan dengan sangat permohonan ini, karena tentunya kadhang Gantharwa tidak ingin setiap saat selalu timbul konflik,perdebatan, dan pertentangan, bukan ?

Demikian…, mari mas2, mbak2, semuanya, senantiasa eling, untuk selalu menebarkan damai, cinta-kasih, kasih-sayang, tak berbatas pada sekat2 suku, agama, ras, dan antar golongan, supaya kita bisa melihat bumi kita ini berseri kembali, sejuk kembali, teduh… .

Maturnuwun… ,

Salam Damai dan Cinta Kasih,
“Semoga Semua Makhluk Telah Tiba Saatnya Meraih Kebahagiaan Sejati!”</strong

http://ratnakumara.wordpress.com

317. kangBoed - 14 Februari 2009

Brooooo Ratna yang cantiiik dan Mas NGABEHii yang cool abies
Kalian berdua pada ngumpul disini kagak ngajak ngajak daku, hehehe lagi main karo bocah cilik yaaa, mainin apaan yaa ? oh lagi ngadu jangkrik tooo
oooo cecunguk yayayaya
Apa kabar Mas Bocah cilik alias cecunguk alias banyak lagi hehehe Sampeyan itu teteeeeep provokator habis deh selamat bertugas yang baik ya jadilah provokator yang baik dan benar oke semoga Manunggaling secepatnya hehe karo …..
Para Kadang Gantharwa Salam Sejati dariku
Kang Doel teaaaaa

318. adi asmoro hadi - 14 Februari 2009

disatu sisi memuji yang satu, sisi kedua merendahkan lainnya.

joko klantung tuh gak bakalan kesinggung dengan tulisan bocah cilik diatas

319. adi asmoro hadi - 14 Februari 2009

sebaikinya kang dol saja yang manunggal sama bocah cilik, bukan bocah ciliknya yang diajak manunggal, ehh siapa tau bocah cilik lebih paham

320. kangBoed - 15 Februari 2009

He he he he
Mas Cecunguk jangan jangan karena sampeyan ribut terus ma Gus Dur tuh mbak Mujahidah Wanita tutup Blog, khan bisa saja yaaa
hehehehe

321. Le Coeur de la Mer - 15 Februari 2009

Mas sohirin suka banget sih sama politik??wakakaka……gua mah ga doyan tuh n ga ngerti …….smsa ga mau ngerti juga hehehe…..

Btw,sekalipun id itu sama,belum tentu orangnya sama,kan di dalam babad2 juga gitu,kadang gelar yg sama,orangnya beda,kadang orang yg sama diberikan nama berbeda.

umpama : nama asli ki ageng selo siapa?. N siapa tuh yg disanepankan sebagai “kebo gila” dijadiin tumbal pas Karebet ngelamar gawe ke Sultan trenggono?.

322. Le Coeur de la Mer - 15 Februari 2009

Kang doel…..itu yg pake id bocah cilik sama cecunguk,dulu suka diemnya di nukad gaib,sama di alam adam makdum tuh wakakakaka…………dia kaya aji notonegoro,designer……
n mas endang (hadi asmoro),mas someone kemana yah,n mas oleng plus mas sapto?.rindu juga sama si awatara n si brandon nih plus boss eddy…..

323. Le Coeur de la Mer - 15 Februari 2009

kang doel,anak2 kecil kok disuruh manunggal?
yah belum bisa toh…..
kan sebelumnya harus masuk akil balig dulu, tandanya itu “mimpi basah” n biasanya yah yg namanya mimpi basah itu “tau2 jadi”
“tau2 nembak” toh tanpa pernah direncanakan dan mengerti dulu sebelumnya… ………
n bermula dari situ,mulai tumbuh rasa butuh untuk mencintai dan dicintai sama lawan jenisnya……
dan semakin gede,mau ga mau dia mesti mulai berusaha dalam kehidupan nyata,ga boleh minta2 lagi dan ngemis2 sama ortunya, karena sudha mau menjadi manusia utuh ditandai dengan munculnya rasa butuh untuk melangsungkan perkawinan

jadi …….sir2an dulu…tersu kerja dulu lah…..baru manunggal ing karep dengan melaksanakan pesta perkawinan,n then baru jumbuhing ing rasa buat ngelahirkan manusia baru di dunia sini

kalo anak kecil yg masih minta sama ortu dan belum timbul rasa tanggung jawab ga semestinya nikah….n .ga bisa tau2 “gituan” sih
kecuali beli n jajan di saritem wakakaka…………..

…….just kidding boss….hehehe…….

324. kangBoed - 17 Februari 2009

Hehehehe
Podo waelah, mas cunguk kita kan sedang bermain dalam peran masing masing hehehe tak ada salah dan bener cuma sebatas peran ya khan hehe ilmu ngisepin jempol kalian berdua tuh mas Gues ma mas GD huebaaat tenaaaaaaaaaaaaan udah makan korban ya brooo hehehe jadi engga ada tempat ngumpul ya mas padahal rumah yang disana tuh adem bener ya mas cecunguk hehehe peace yaaa nyuwun di hapunten baelah kapan mo ngajak jajannya mas tak tunggu ya hehehe

325. Cecunguk - 17 Februari 2009

weh lah.. emang di dunia nyata kagak ada efek karambolnya pa?

gw sih juga kagak suka politik karena itu ilmu licik tapi nggak suka bukannya nggak bisa, jadi kalo nyebut politik arahnya berebut dan seteru, beda dengan diplomasi itu arahnya mencari titik temu. politik tuh situasional dan modal conthong/muka, kalo militan/militer/army (tangan negara) itu yang maju dadanya. nah yang pake jalu tuh kayak di gaza, nggak ada takutnya sama para penipu.

lihat dah yang dikatakan krisis global itu larinya ke mana?
yang jelas sekarang ini krisis spiritualitas terutama di perkotaan, terlalu banyak tipuan dan kelicikan.
orang kota bakal kelabakan kalo nggak ada hasil pertanian masuk pasar kota, orang desa nggak mampu beli barang orang kota,
sama saja amerika itu dianggap kota dan indonesia dianggap desa.
nah ntar orang kota yang kelayaban ke desa-desa buat cari makan dan orang desa masih bisa tahan tanpa barang dari kota.

326. Ciptoning - 20 Februari 2009

Dialog antara aku dan Batinku (??????) mohon maaf ini Cuma ringkasannya aja.
buat sesepuh dan pini sepuh gantharwa mohon bimbingan kalimat2 yg kurang aq pahami. Dan mohon maaf sekali lagi, saya bukan mencari musuh atau teman tapi mencari jati diri. Pribadi. Apabila ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebesar2nya.karena saya masih belajar dan belum ada pembimbing.
matur nuwun

A: opo makna lan arti sedulur papat limo pancer iku
B: Sakbenere tembung mau kurang jangkep, dadine arti lan maknane yo owah
Lan makna sing kono jabarke kuwi mau mung jarene lan mungkin ilmu batinne sing isih nyandake sakmono.
A: saktemene iku piye…?
B: iki wis titi wancine aku arep mbabar kabeh opo sing arep mbok ngerteni. Lan tak pas Ake karo akal lan nalarmu saiki. Mengko yen ono waktu lan batinmu wis kuat ono candak meneh supoyo kono ora owah(edan) yen tak buka kabeh.
Welingku karo kono lan sopo wae sing arep sinau kawruh sejatining urip lan sak panunggalane, Kuat no keimanan lan taqwamu marang gusti sing koq sembah ojo gingsir lan owah. Kabeh mau bakal ketemu lan sumanding karo gusti kang akaryo jagat. Yen tetep ngugemi, percoyo lan nurut opo sing diajarke.

Kakang kawah adi ari-ari sadulurku papat limo pancer, bopo angkoso ibu pertiwi

Sektemene yoiku : Asal mulane pangeran kang akaryo jagat cipta ake manungso.

Unsure manungso wujud :

Bopo angkoso yaitu : anasir alam semesta kabeh kang wujud goib.
Ibu pertiwi : Bumi ( lemah ) wujud
Sadulur papat : kanca – kancaku ( mengko bakal mbabarake sopo sajatining deweke yen wis titi wancine. Aku ora melu cawe2. (???????)
Limo pancer : Aku . seje kono ( bukan kamu ) ????????

Sopo wonge kepengin ngerti sejatining urip ora mung kandane wae. Lakuken sesuci lan semedi nyimak tembung iki lan ngerti maknane. bakal nglakoni sejarahe bimo karo dewo ruci.

Soko bayu bali marang banyu
Soko lemah bali marang lemah
Soko geni bali marang geni
Soko kayu bali marang kayu
Yo aku iki sukmo kawekas urip tan keno pati. Kang rekso ing jalmo manungso.

Manunggaling Kawulo Gusti.

Iki maneh sing nguyoake(membuat tertawa) mbuh salah gurumu sing ngajarake opo ono sing di umpetake.
Manunggaling kawulo karo gusti yo pancen bener. Nangging sing manungal iki aku ( Sukmo Kawekas ) marang gusti. Tergantung karo tumindak mu ing donyo .?????
Agama
Sak durunge kono netepake agomo sing koq anut ojo grusa grusu. kudu
1. sadar
2. ngerti maknane
3. ngerti tujuanne
Amargo iki sing koq gowo kanggo manunggaling aku. Jumbuhno disik aq karo kono.

Iki kuncine :
agama langit

Urip—>laku—>mati… —— > surga
—— > Neraka
sepisan urip ing alam dunyo

agama bumi

Urip —>laku—->mati—->surgo(urip)
—->neroko (urip)
tumimbal lahir ing dunyo nganti Manunggaling aku(sukmo Kawekas) marang gusti.

327. Ciptoning - 20 Februari 2009

pesan buat gantharwa dan teman2nya

kini tibalah mengumandangkan lagi syair ilir ilir dengan ilmu dan ajaran budhi. tp jangan km pengaruhi atau ganti ageman yg telah dia anut.
pintu makrifat dan hakekat telah terbuka

328. 1.4.1.13 - 21 Februari 2009

Nggolek i GAJAH
Se’ng siji nyekel sikile’.Iki lho gajah
Se’ng siji meneh nyekel buntute’.yo iki gajah se’ng bener
liyane’ nyekel buntute’.dhudhu kae’ seng bener,yo iki se’ng paling bener
sak gerombolan maneh nyekel wetenge’.sak liyane’ disalahno.

yen wis ketemu GAJAH menengo ojo okeh ngomong. Lek kakean ngomong mengko GAJAH E’ NYRUDUK.

329. Dodo YOgya - 21 Februari 2009

Kawan dan Kadang ….
Terkadang Kebijakan seiring PAMRIH menyelinap untuk butuh PENGAKuAN~PENILAIAN ~SANJUNGAN.. . dibungkus/terbungkus dengan cara seolah ”MERENDAHKAN DIRI”",..Tanpa sadar disitulah kesombongan akan EGo kita MASIH bisa bersembunyi, .
( Ojo Kagetan Lan Gumunan saat melakukan sesuatu yang BAIK …)

~o*”Salam Sejati”*o~

330. bocah tua nakal - 21 Februari 2009

kalo nggak diakui lantas gimana kasih nama om?
mmm… namanya ‘who am i’ kale ya om?
yah… namanya manusia dilihat manusia selalu nggak ada benernya..

331. Le Coeur de la Mer - 22 Februari 2009

Sebagai AKU,selamanya kita akan tetap terpisah,tetapi didalam KEHENDAK,kita semua bisa bersatu,karenanya sarana JUMBUH itu cuma menumbalkan rasa keakuan kita masing2 dan tentunya persatuan didalam KEHENDAK itu hanya bisa nyata dalam laku perbuatan,bersama2 melakukannya,bukan merupakan perbuatan sepihak dan tentu bukan lagi suatu peristiwa batin.

332. a - 26 Februari 2009

Allah itu meliputi semua makhluk-Nya, Allah adalah Hidup yang menghidupkan semua makhluk-mahkluk-Nya. Kalau sudah “Manunggaling Kawula Gusti” berarti : badan sesama hidup adalah badan kita, susah sesama hidup adalah susah kita, senang sesama hidup adalah senang kita. Jadi sudah tidak ada bedanya senang orang lain dengan senang kita & susah orang lain juga susah kita, karena Kita semua merasa menyatu dalam satu badan sebagaimana Allah menyatu pada semua makhluk-Nya, maka pantang untuk berbuat aniaya terhadap sesama, karena dengan berbuat aniaya pada orang lain, sama saja dengan menganiaya diri kita. Kita akan menyayangi sesama seperti kita menyayangi diri kita, sebagai mana Allah Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya , tanpa kecuali. Inilah kunci “Manunggaling Kawula Gusti”. Manunggaling Kawula Gusti sebenarnya adalah puncak dari ilmu Tauhid. Syariat tujuannya adalah Ma’rifatullah. Syariat-Hakikat-Marifatullah sama seperti Buah : Cangkang Buah-Daging Buah-Saripati Buah. Jika Cangkang rusak, maka isinyapun tidak dapat disimpan lama dan orangpun akan enggan memakannya walaupun saripatinya manis

333. Adam - 26 Februari 2009

Bagi yang ingin benar, jangan pernah merasa paling benar karena Allah yang Maha Benar dan Maha Mengetahui… Jangan percaya pada hasutan orang-orang fasik, percayalah pada akal dan hatimu yang dianugerahkan Allah kepada-Mu… Sesungguhnya Allah memberikan keutamaan bagi orang-orang yang berfikir (menggunakan akalnya)…

334. nona wisnu wardhani - 26 Februari 2009

hoi klo nulis jangan pake bahasa daerah dong….
apa kabar semua……

335. Abu Gosok - 27 Februari 2009

waktu gue ngalami semacam ‘da vinci code’ weh.. lah.. rasa surprise gede banget deh… apa yang terbertik dalam kalbu bisa besoknya langsung ada perwujudan/penampakan… tapi lama-lama gue hanya senyam-senyum saja dan makin lama biasa saja…
yah sekarang gue musti kerja… dah gak bisa maenin tanggung jawab keluarga yang butuh makan… dah waktunya orang laen.

Di dunia ini semua terhubung dengan tanda-tanda tertentu yang bergerak tanpa kesengajaan seseorang dan dilihat secara kebetulan dan itupun berlaku bagi yang memiliki kepekaan, tanpa mengira, tanpa prasangka. memang musti meninggalkan dunia/keduniaan untuk bisa menyimak tanda-tanda. dengan berjalan dalam ketidaktahuan lebih dapat belajar menyimak dan menyerap, kadang dorongan kalbu/krenteg mengarahkan pada sesuatu yang bermanfaat.

mengukur/menilai orang itu mudah.. hanya masalah pemakaian kata dan bobotnya, disitu terlihat sisik dan meliknya dari kata/kalimat yang dikeluarkan dengan intonasi yang dipakai, tentunya yang menilai lebih memahami bahasa dan makna dari hikmah kehidupan manusia.
yang menjadikan kata berbobot adalah wujud yang dikatakan sehingga pandai bicara bukanlah cermin kepandaian sesungguhnya jika tidak disertai perwujudan dari kata-kata yang dikeluarkan.

336. Abu Gosok - 27 Februari 2009

namanya belajar itu tanpa batas/sekat/klaim terhadap suatu kebenaran, termasuk yang dimaksud sekat perbedaan yang ada.
orang baik dan benar bukan karena pegang buku/kitab suci tetapi hati yang bersih akan menuntun menuliskan kalimat suci dalam kalbu. hati yang kotor hanya akan menyiasati kebenaran yang digelar luas hanya untuk pembenaran diri sehingga meski yang dipegang kitab suci sekalipun akan kotorlah kitab yang dibawa.
dalam lingkup spiritual titik beratnya adalah spirit/semangat dari dalam pribadi yang terbuka pada luasnya kehidupan. nasehat gue sih… jangan sembunyikan kejujuranmu dalam tipuan keinginan, kenapa?
semua terkait dengan angka-angka dan ilmu kepastian (bukan ilmu kepalsuan), tak bisa ditambah/dikurangi sekehendak diri demi keuntungan pribadi. orang jujurpun bisa alpa/lupa sehingga berakibat kurang baik apalagi tidak jujur.. adalah alamat kerusakan.
Indonesia butuh orang yang berprestasi dengan karya (kata berwujud), hadir dengan kejutan yang menyenangkan tanpa banyak kata, membawa sesuatu yang berarti tanpa banyak alasan.

337. Milan Kundera - 28 Februari 2009

Bener mas,kata2 yg merupakan hasil pangejawentahan dari sebuah pengalaman itu kata2 yg hidup dan sungguh kuat sekalipun terdengar dan tampak sederhana.
Karenanya aku itu suka sekali keris buatan mpu sedayu,soalnya sekalipun luwes tetapi tetap tampak wingit dan tajem.

Layaknya burung perkutut aja,ketika berswara dikatakan manggung, bukan ngoceh,karena sesederhana apapun itu tetap mempunyai arti tersirat dan memberikan pekabaran kepada sang pemiliknya.
Apalagi perkutut putih yg matanya merah,itu kusumawicitro namanya,sekalipun swaranya kalah dalam perlombaan dengan perkutut bangkok,tetep aja sekali berswara itu bukan sembarang bicara,melainkan medhar sabda,karena itu burung piaraan raja.
Berbeda dengan burung2 yg lain,ga bisa itu manggung,kecuali ngoceh dan ga ada burung2 yg seperti perkutut,jika mati bisa beralih rupa menjadi sebuah pusaka sebab perkutut itu memang melambangkan salah satu pusaka hidup lanang tanah jawa,yaitu jiwa.

338. binladen - 28 Februari 2009

salam damai…slalu……. napa harus ada perdebatan antara manusia….yg hanya karna bda penemu,ato keyakinan.bukannya kita harus saling mengisi diantara ada kekurangan kita.suda sempurnakah kita wujudkan yang namanya takberdaya,fakir,miskin,hina.

salam damai “n” salam kenal

339. ke2 - 3 Maret 2009

yups setuju ….. makanya kalau aku berpendapat bahwa untuk mengenal Tuhan tidak harus melalui “agama” yang sekarang ini ada …. apa anda setuju juga dengan pendapatku (bukan berarti anda juga setuju untuk mengikutiku, tidak …. hanya mau mengerti ajah….)
aku percaya Tuhan itu ada (sangat percaya) …., tapi
kitab suci yang ada sekarang adalah … EGO dari suatu bangsa tertentu, demi kepentingan tertentu ….. bahkan sangat pantang untuk dikritisi ….. murtad dan kafir adalah pedang yang mengerikan …. seperti virus yang menyerang langsung ke pusat otak manusia ….. sangat mudah untuk mencuci otak dan menumpahkan darah.

aku melihatnya sekarang ini agama sudah seperti politis dan selebritis …. seremonial, bahkan bisa dijadikan komoditas untuk manaikkan maupun menjatuhkan orang / golongan / suku / ras / budaya dll …… secara pelan, tapi pasti …. tanpa disadari oleh orang yang bersangkutan.
bilapun ada yang sadar …. tinggal tunjuk dan vonis sebagai kafir … syirik … musyrik .. jahiliyah / bodoh maka orang tersebut akan segera dihabisi … atau paling tidak dikucilkan dari pergaulan masyarakat.
maka akupun sudah siap menerima hal itu …. bila saudaraku juga akan memvonisku, tapi mudah2an justru kita segera menyadari bersama ….

340. damai ya - 5 Maret 2009

Coba lihat pada waktu shalat : membentuk huruf ALLAH… Itu artinya :”MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI”, Artinya :”Tidak daya dan upaya melainkan karena Allah”, Artinya : “Segala niat karena Allah”.
Shalat itu hakikatnya perbuatan, perbuatan yang :”Manunggaling Kawula Lan Gusti”. Yang gimana itu? Yaitu yang sifatnya hanya sifat Allah.
Untuk mengenal lebih jauh kita harus dulu mengenal Allah…
Simpelnya Allah itu adalah Hidup yang menghidupkan semua makhluk-Nya, termasuk tanah, api, air dan udara.
Setiap Makhluk asalnya dari Allah, maka bagi Allah semua makhluk adalah bagian dari-Nya, oleh karenanya Allah sangat menyayangi dan mengasihi makhluknya. Nah dengan :”Manunggaling Kawula Lan Gusti” berarti bersatu dalam “Rasa”, Rasa kita menjadi milik Allah, maka Rasa menjadi Rasulullah (wakil Allah), yaitu jika orang lain atau makhluk-Nya sedih, maka sedih juga baginya sehingga orang itu tidak akan membiarkan makhluk Allah bersedih. Jika makhluk/orang lain gembira, dia ikut gembira dan tak punya rasa iri hati sedikitpun, karena orang lain sudah dianggap bagian dari dirinya.
dia tidak akan membedakan golongan agama, ras atau apapun, walaupun seekor nyamuk tetap ia sayangi.
Nah susah kan jadi Manunggal tuh?, tapi bagi yang Islam (bukan golongan faham idealis) yaitu yang berserah diri serta mengharap keselamatan dirinya dan alam semesta dengan selalu menyelamatkan yang lain dari manapun golongannya dan dari jenis apapun makhluknya adalah mudah untuk dilakukan

341. om_u_suka - 7 Maret 2009

Berbudi pekerti luhur mengandung ide tentang norma, keseimbangan, ketenangan dan kembali kepada kesempurnaan asal, karena itu membutuhkan paradigma/tatanan atau STRUKTUR

Struktur Masyarakat BERBUDI LUHUR dimulai dengan pendifinisian kembali: ” Ke-ilahian”

Nilai2 ke-ilahian adalah nilai tertinggi, dan harus didefinisikan kembali untuk dapat berfungsi sebagai fondasi dari seluruh nilai turunan/derivasinya

Mengingat bahwa istilah ” Dzat (Esensi Ilahi)” dan “Sifat-sifat Ilahi (Keilahian)” berasal dari tradisi semit (Islam, Kristen dan Yahudi) atau dikenal sebagai Tradisi monoteisme Ibrahim (Abrahamic religion) di Indonesia menggunakan istilah “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan tradisi agama-agama lain menggunakan istilah2 lainnya.

Beberapa manfaat yang didapat:

1. Sebagai fondasi tercapainya ” Kesepakatan kerukhanian ” diantara semua UMAT beragama, untuk mulai mengembangkan secara positip segi persamaan antar kitab sucinya, untuk suatu teologi baru yang lebih konstektual dengan semangat paham pluralisme dan toleransi agama yang sekarang sangat penting dikembangkan dari dasar iman kita: karena begitulah ajaran kitab suci.

2. Berangkat dari “kesepakatan kerukhanian” yang merupakan titik temu tertinggi ini (The highest common denominator), dapatlah dikembangkan suatu wacana (discourse) bagi teologi inklusif antar agama-agama, melalui suatu kerangka perumusan, agar kita dapat lebih memahami pesan Tuhan melalui pendekatan perenial/tradisi kearifan, sehingga terbuka peluang lebih besar untuk melakukan pengkajian dan penelaahan, yang berguna bagi perancangan dan pembangunan “Paragdima Baru Indonesia”

bagi Indonesia, sebagai contoh, kendala internal berupa belum digunakannya nilai nilai luhur tradisional yang bersifat Universal sebagai norma dasar/basic norm dan daripadanyalah Pancasila dan UUD-1945 seharusnya dideduksi (diturunkan), menyebabkan kita belum mampu menjawab pertanyaan atau permasalahan lama yang mendasar di berbagai bidang, yang secara spiritual sangat mengganggu kesetimbangan segitiga tiga realitas dasar, yaitu Sang Pencipta dipuncak segitiga, manusia (mikrokosmos) dan yang lain alam semesta/lingkungan hidup (makrokosmos)

Dilain pihak, kita tidak pernah mempersoalkan benar tidaknya-dan memang tidak ada yang berani mempersoalkan kembali lembaga-lembaga politik yang dahulu kita tiru dari Barat yang sudah lama memilikinya spt: demokrasi, sosialisme, partai politik, parlemen, UUD, yang adalah suatu “himpunan pemikiran turunan” ( derived body of thought ), yaitu berasal dari prakonsepsi ” metafisika ” mengenai tatanan peradaban manusia yang dianut dunia modern ( barat) saat ini. Prakonsepsi yang tidak pernah dipersoalkan benar tidaknya, paling tidak dalam struktur, pentahapan dan batas-batas dengan kata lain keterukurannya.

bagaimana kalau tidak hanya rakyat Indonesia tetapi juga dari beberapa milyar penduduk dunia timbul getaran yang mendambakan suatu tatanan yang menjunjung tinggi kebaikan diatas kebenaran dan keadilan guna menciptakan peradaban manusia yang damai sejahtera dan lestari/berkelanjutan?

Jika demikian halnya, kita butuh tatanan yang tidak lagi membawa kita dari ekstrim satu ke ekstrim lainnya, seperti yang terjadi pada globalisasi yang didominasi oleh aspek-aspek ekonomi dan penyebaran pasar yang sangat menindas pembangunan kemanusiaan dengan perut (nafsu) dan otak (ambisi) sebagai panglima

mahesa kariban

342. kebo dungkul - 7 Maret 2009

welehweleh.. endingnya kok gitu yah..
bedanya Indonesia tuh butuh suatu ambisi untuk menuju ‘kemakmuran’, jadi ambisi diartikan sebagai potensi power yang membuat gerak lebih cepat dan bersemangat, tentunya para cerdik pandai membuat jalannya sang ambisi lancar dengan aspal hotmixnya.
globalisasi yang sebenarnya adalah realitas dunia yang tidak dikendalikan oleh tekanan politik, yang politik ya politik saja jadi ntar nilai tukar uang bukan lagi permainan dan monopoli yahudi, yang dagang ya dagang saja pake cara barter lebih baik, kalo beli senjata cukup pake ‘daun’ ganja saja.. hahaha

343. kebo dungkul - 7 Maret 2009

bayangkan saja prosesnya dalam membangun semacam kapal induk atau pesawat luar angkasa… butuh ketekunan (istiqomah) dan kesabaran dalam bekerja untuk mewujudkannya sehingga dikenang sebagai simbol peradaban suatu generasi bangsa.

jika negara semacam amerika bisa mencapai kemajuan teknologi ya jangan ditangkap sinyalnya menjadi bibit iri dan dengki… bodohlah itu. Jadikan itu motivasi untuk bisa lebih dari apa yang sudah pernah dibuat manusia, hingga suatu masa nanti kitab suci hanya buku pelajaran anak SD saja.

era masa depan makhluk bumi adalah era galaksi, apa manusia kagak punya ambisi untuk menjelajah bintang-bintang? dan mungkin bertemu manusia planet lain?

jagat raya tersusun rapi dengan ketetapan hukum alamnya dan kepastian itu yang memberi peluang manusia untuk dapat menjelajah jagat raya.

planet bumi begitu kecil dan tak berarti dibanding luasnya galaksi, apa manusia bumi juga tak berarti? maka bikinlah semua itu jadi berarti oleh manusia.

344. kebo dungkul - 7 Maret 2009

ibadah dalam agama untuk mecari petunjuk-petunjuk rahasia alam, jadi motivasi untuk bergerak dan bekerja ke arah lebih baik, membuat keseimbangan hidup bumi sebagai pijakan manusia itu sendiri.
repot emang kalo mental pengemis masih saja dipelihara.. dah dikasih petunjukpun masih saja diam dan duduk mengemis saja.. bodohnya.. gue, berharap belas kasihan Tuhan dengan memperjalankan orang lain untuk ngasih sedekah hahaha… kalo kagak dapet sedekah kok dengki sampe mengumpat?
diri enak-enakan suruh orang lain yang berbuat… yah payah amat!
otak manusia kok kayak kerbau!

345. asikkk - 8 Maret 2009

asik…mas kusumo muncul lagi boss……
kapan nih bukunya mahesa kariban terbit ?.

346. om_u_suka - 9 Maret 2009

Globalisasi yang saat ini sedang berlangsung, seharusnya mempunyai cakupan yang lebih dari hanya sekedar aliran uang dan komoditas, sebuah kondisi yang seharusnya menawarkan peluang yang sangat besar untuk menyejahterakan kehidupan manusia dan menciptakan sebuah komunitas global yang didasarkan atas NILAI-NILAI YANG DISUSUN BERSAMA, ternyata ….?, manfaat dan peluang yang timbul TIDAK TERBAGI SECARA ADIL.

Hal ini terjadi karena PASAR telah dibiarkan mendominasi prosesnya, hasilnya berupa polarisasi aneh dan berbahaya, antara Negara-negara yang diuntungkan disatu pihak dan mereka yang hanya dapat berlaku sebagai PENERIMA yang PASIF dipihak yang lain

Dampak negatip globalisasi yaitu: semakin meningkatnya marginalisasi terhadap penduduk dan Negara miskin, meningkatnya ketidak amanan manusia, dan meningkatnya kesenjangan adalah:
TIDAK ADIL !!!

Kita butuh suatu tatanan yang lebih mulia, yang tidak segan-segan membahas JIWA dan HATI NURANI, TUJUAN MORAL dan ARTI KEHIDUPAN (mengenai apa dan mengapa manusia ini ada dimuka bumi)

Suatu tatanan yang bertujuan tidak hanya mendidik dan meningkatkan watak/pribadi manusia, tetapi lebih jauh membawa kembali KERUKHANIAN MANUSIA ketempat yang SEHARUSNYA ia berada, yaitu sebagai ciptaan yang paling sempurna, KSATRIA SEJATI (wakil Tuhan diatas bumi, wakil yang jiwanya penuh cahaya, wajahnya bersinar-sinar sebagai pantulan jiwa yang juga bersih bersinar)

Kepada merekalah embanan
- Kewajiban Asasi Manusia (KAM) dan
- Tanggung jawab Asasi Manusia (TAM)
untuk menjaga TIGA REALITAS DASAR (Trinitas, Trimurti, atau Trisula Weda) yang disimbolkan dengan segitiga, yaitu: Allah dipuncak segitiga, manusia sebagai mikrokosmos, dan ciptaan non human (segala sesuatu diluar Allah dan manusia) sebagai makrokosmos, diberikan.

Sejatinya, kesatuan umat manusia itu ada. Tetapi tidak hanya dengan cara yang selama ini kita lakukan yaitu dengan selalu mengatakan bahwa “Seluruh umat manusia itu bersaudara” melainkan dengan cara:

“Mempersatukan JIWA seluruh PERADABAN, yang merupakan makna dari kata ESA”

yang akan mewarnai PERADABAN di milenium ketiga dengan warna baru, yaitu:

————- GLOBALISASI JIWA ————–

Hakekat globalisasi jiwa adalah: kepastian, kedamaian, dan kestabilan sebagai wujud:

—–TEGAKNYA KERAJAAN ALLAH DI ATAS BUMI——–

mahesa kariban

347. hidayat - 9 Maret 2009

rahayu..
@Mahesa Kariban..
menurut saya kita tidak terfokus pada segi tiga atau segi empat, justru kalau kita runut ujung dari garis manusia kepada tuhan sang pencipta itu berupa garis horizontal yang disebut dalam islam “hablumminallah” dan ujung dari manusia dengan manusia dan manusia dengan hewan tumbuhan dan alam semesta digambarkan dengan hubungan “hablumminnanas”, sehingga menjadi sumbu antar vertical dan horizontal kalau di kristen atau katolik yaitu gambaran tiang salib, kalau di islam yang diperdalam dengan yang lebih mendalam hanya lingkaran yang didalamnya bertuliskan alloh atau awlloh. Dalam “ajaran kuda lumping” yang saya pelajari, tidak diajarkan membagi bagi lagi apakah itu garis garis dan segi segi tetapi sebuah keutuhan dan penyatuan, tidak ada sekat dan hijab., dalam lajur ketuhannan ini ada dalam hati nurani manusia, dalam bertindak horizontal juga melalui hati nurani demikian juga hubungan kita dengan mahluk non manusia lainnya juga berupa tuntunan hati nurani, dari sinilah tidak bisa terlihat antara garis garis itu, tidak ada sekat -sekat dan penggambaran terpisah, telah menyatu padu berbentuk lingkaran yang memancar dengan lingkaran ini berarti “matahari” atau matahari dengan sinarnya, contoh yang pas lambangnya islam “muhammadiyah” atau lambangnya “orang mojopahit” hee baru paham ya?
anda sama sekali belum paham akan hal ini, anda masih melihat ujung-ujungnya saja dan masih berjarak,anda masih melihat kulit luarnya atau teras sebuah rumah didesa, coba anda perhatikan jika anda hanya melihat, jika anda sudah memagang “trisula” anda pasti merasa hanya pegang satu tangkai, dan ketiga anda memegang anda sudah tidak merasakan lagi bahwa trisula itu bermata tiga…demikian jika anda telah masuk rumah kini anda tidak melihat tiang diteras jumlahnya berapa… :D
wass wb

348. RETNO DUMILAH 1908 - 10 Maret 2009

Trisulawedha itu mungkin bukan ajaran,karena sudha terbukti selama 5000 tahun terakhir ini,bahwa ajaran semuluk dan setinggi apapun ga bisa berbuat banyak untuk membantu manusia menjadi lebih manusiawi terkecuali membuat orang malah semakin munafik saja yaitu mempunyai falsafah hidup dan ideal yg setinggi langit tetapi dalam kenyataan hidupnya nol besar!.

Trisulawedha itu bisa jadi sebagai lambang perilaku hidup manusia yg sempurna, manusia yg berada didalam fitrah dan kodratnya semula sebagaimana pada awal diciptakan,jadi bukan berbentuk ajaran atau kawruh tetapi ngelmu yaitu kebudayaan hidup asal mula/wiwitan.Oleh sebab itu ga perlu ada kitabnya, ga ada ajaran bakunya,ga ada guru dan nabinya, karena yang ada itu cuma insan dan khaliknya,ruang lingkupnya dalam kehidupan alam sekitar,itulah ILMU ASMARA.

Karenanya bisa dibilang,bahwa siapa yg hendak mengerti “APA” Trisulawedha itu,haruslah mengerti dahulu “MANA” yg dinamakan Trisulawedha itu.Siapa yg mengerti “MANA”, otomatis tahu “APA”,sedangkan yg merasa tahu “APA” sebelum mampu meraba dan menghayati “MANA”,selamanya ga akan mampu meraba apalagi menghidupinya dalam laku perbuatan nyata.
Itulah kebudayaan spiritual khas jawa,bukan “APA” melainkan “MANA” yg menentukkan,karena “APA” itu ga penting dalam rangka hidup spiritual,yg pentng itu “MANA” sehingga sungguh2 orang bisa menghidupinya dalam laku perbuatan tidak sekedar jago bicara tok.

Saya usul aja selaku salah satu dari sekian anak bangsa,jikalau Mas Mahesa Kariban hendak membabarkan TRISULAWEDHA, baiknya jangan berupa ajaran,kitab dan buku ataupun dalam rupa falsafah hidup yg terdiri atas kata2 belaka,tetapi babarkan dan sebarkan serta lemparkan APINYA kedalam diri kita semua anak2 bangsa ini,biarkan API itu yang akan membakar dan berkobar didalam dada kami semua,sebagai semangat serta api hidup yg bisa tumbuh sesuai dengan latar belakang masing2 orang,tanpa perlu kata2 propaganda berupa ajaran baru,karena setiap orang yg sudah dibakar dengan API tersebut dengan sadar maupun tidak sadar,mengaku ataupun tidak mengaku ,akan dibawa kepada keadaan yg semakin selaras dengan KARSA,sesuai dengan watak sifatnya masing2.

Nuwun

349. RETNO DUMILAH 1908 - 10 Maret 2009

Itu mungkin sedikti perbedaan spiritual khas jawa dengan bangsa lainnya,itu juga yg membedakan antara kebudayaan yg hidup dengan kebudayaan yg mati yaitu kebudayan hidup berdasarkan tindakan dan laku perbuatan,dengan kebudayaan cangkem serta kata2 ajaran ini itu.Semuluk apapun itu,kata2 sekedar kata2,bukan kenyataan.

Dan 500 tahun terakhir,kita memang sudah menjadi bangsa yg berkebudayaan mati,pengertian yg kita miliki adalah pengertan yg mati,hanya berupa kata2 dan sekedar pemikiran tok, karenanya jika tidak mau berubah, kembali kepada kawitan,kembali kebudayaan hidup bangsa kita sendiri,maka selamanya ga akan pernah bisa bangkit!.

Karenanya wahai para satriyo piningit,”,KAMI MINTA APINYA, KAMI MINTA KENYATAANNYA, TARUH DI DADA KAMI INI, BIARKAN KAMI TURUT MENJADI SAKSI ATAS KEBESARAN KUASA LANGITAN,MELALUI MATA KAMI SENDIRI,MELALUI PRIBADI KAMI SENDIRI,MELALUI HIDUP KAMI SENDIRI!.”

350. 163_ndek - 10 Maret 2009

api kehidupan yg tumbuh didalam tinarbuka akan tumbuh dan mengobarkan dahana kamukswan didalam NING.

351. adi asmoro - 11 Maret 2009

…..Karenanya bisa dibilang,bahwa siapa yg hendak mengerti “APA” Trisulawedha itu,haruslah mengerti dahulu “MANA” yg dinamakan Trisulawedha itu.Siapa yg mengerti “MANA”, otomatis tahu “APA”,sedangkan yg merasa tahu “APA” sebelum mampu meraba dan menghayati “MANA”,selamanya ga akan mampu meraba apalagi menghidupinya dalam laku perbuatan nyata……

hjgtujbj :
Bukan mo ngomentari isinya, hanya teringat sama gaya bicara Imam Ali, kalo dengar imam ali jadi teringat sama muridnya yaitu Salman Al farisi si tukang anyam bambo, datang pergi tak ada yang tau.

Mungkin sekarang dah jadi robin van persie

Ooya klo dua orang dari jogja dan semarnng ketemunya di RSJ KRAMAT MAGELANG

352. saharanun - 12 Maret 2009

yah samasaja om.. kalo tahu apa ya tahu yang mana apa itu.. eh eh.. utakatik kata saja, musti kalo tahu ya jelasin dong ‘apa’ ama ‘mana’
hayo… tahu?
sapa tuh om adi dua orang nyang dimangsud yah?
yang ngomong di tidar (titikawedar) atau potrobangsat?
munkin nyang paling sering ketawa en bikin tengsin ajah yah?
emang orang boleh ketawa kalo menemukan kelucuan.. makanya cari dulu yah ‘lucu’ itu biar bisa ikut ketawa
masih pada pengen jadi satrio piningit nih ye.. eh eh uhukuhuk

353. om_u_suka - 13 Maret 2009

Ya betul, 5000 tahun yang lalu wong jowo sudah punya, dengan doanya yang terkenal ….. Duh bapa langit, duh ibu bumi, yang kalau ditejemahkan dalam bahasa Indonesia sekarang ini spt berikut:
“Bapa kami yang ada disurga, dan Ibu kami yang ada dibumi ……

Eling mbah kita di sangiran dan trinil, lembah bengawan solo sudah ada. Dan ilmunya weruh sak durunge winarah, matur dewe langsung marang gustine (bagusing atine dewe) dan dijawab langsung tanpa melalui perantara nggak perlu kitab. Ini adalah ilmu Khidir yang Musa/nabi tidak lulus ujian masuk padepokan khidir dan disuruh pulang.

Sedangkan Abraham/ibrahim dimulai 3000 tahun yang lalu, yang dalam berdoa tidak menyebut asal tubuh kita yang dari tanah

Itulah sebabnya Israel selalu memonitor jawa dengan programnya Jawa Tel Aviv yang selalu di update terus menerus shg mereka lebih tahu Jawa saat ini dari pada wong Jowo sendiri.

354. ndombleh - 13 Maret 2009

dalam kisah nabi Muhammad ketika bertemu dengan orang yahudi dengan karakternya selalu bisa tersenyum sebagai pertanda bisa memahami dan mengerti terhadap permasalahan kehidupan waktu itu, hanya saja yahudi sampai sekarang masih risau atas sabda nabi Muhammad mengenai bani Israil… yah semacam karma atas perlakuannya terhadap para utusan Tuhan sebelumnya dan berharap ada yang bisa mencabut kutukan, namun hanya bani israil sendiri yang mesti berkaca diri… mengapa perilakunya sampai dibenci bangsa-bangsa di seluruh dunia?
jika ini tidak disadari dan tidak diredam akan mengulang kembali sejarah memilukan yang pernah dialami bangsa Yahudi pada PD II.

dalam abad milenium ini bukanlah mencari apa, mana, siapa yang ter….. namun menggali lebih dalam dibalik semua kalam sampai pesan yang masih terpendam dari riwayat kehidupan bumi dan merapa apa yang terbaik untuk kehidupan penduduk bumi selanjutnya.
cerita adam dan hawa di tanah jawa memang agak berbeda dari yang ada di belahan bumi lain, bukan pada sosok manusia tetapi pada esensi dari kehidupan manusia itu sendiri.

memang berita langit dinanti di seluruh dunia yang serasa mengalami kekosongan dan kebetulan jawa dianggap paling tua untuk bisa mengungkap rahasia kehidupan manusia, jadi jangan heran kalau tahun 2000 lalu ka’bah di mekah dimandikan air kembang seperti tradisi jawa dan mendiang paus johannes mengumpulkan para seniman seluruh eropa karena seniman memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kehidupan.
kita masih meraba-raba dengan ramalan-ramalan kehidupan masa depan dari berbagai belahan dunia dan sementara jalan yang bisa dilihat adalah introspeksi diri pribadi dan mengajak pada kebaikan universal.

apakah umat manusia bisa menyeimbangkan atau diseimbangkan oleh alam? wallahualam

355. ko2 - 13 Maret 2009

@ mas Adi Asmoro,

mas waktu itu saya ikuti anjuran panjenengan … saya coba berjalan dari Semarang … menuju Jogya … eh ternyata malah sampainya di RSJ KRAMAT MAGELANG …..
wah …. ternyata anjuran panjenengan ces pleng poooolll, panjenengan bener-bener weruh sakdurunge winarah….

monggo mas menawi tindak teng Magelang kulo aturi pinarak, tetepangan kalian pasien RSJ meniko …. hehehe, mboten nular kok
ohh enggih … kulo teng kamar nomor 19 A

kulo tenggo rawuhipun mas Adi ….

356. ndombleh - 13 Maret 2009

bagi temen2 yang pernah laku/puasa sampai pada halusinasi untuk lebih memperhatikan fenomena pengalaman tersebut… meski antara percaya dan tidak ada kemungkinan rahasia kisah-kisah umat terdahulu maupun dimensi waktu seperti pada kisah ‘ashabul kahfi’ bisa diungkap, setidaknya tidak ada yang mustahil untuk bisa lebih jelas membaca masa depan dengan apa yang sedang terjadi diwaktu kini.

fenomena mimpi itu sendiri adalah salahsatu terobosan terhadap dimensi waktu dan saya sendiri pernah mengalami mimpi yang futuristik dengan hadirnya kapal-kapal angkasa yang belum pernah terbayangkan sebelumnya… apakah ini memuat tanda atau makna… perlu dipelajari lebih dalam, sedangkan dalam kitab-kitab yang disucikan menggambarkan kiamat seperti dalam intro film armageddon membuat pesimis kelanjutan kisah manusia di bumi, apalagi populasi penduduk bumi tidak pernah berkurang dan rumitnya pikiran dari tiap kepala manusia pada perkembangannya begitu cepat dan sulit dikendalikan tanpa adanya kesadaran manusia itu sendiri yang lebih buruknya kesadaran datangnya terlambat tanpa ada kesempatan.

kenyataannya bumi pernah didiami mahluk2 purba dan hilang begitu saja dan berganti hadirnya manusia hingga sekarang, namun jika mendekati akhir kisah manusia bumi tentunya tanda-tanda tersebut akan semakin terasa. sebelum hadir teknologi yang begitu pesat manusia lebih akrab dengan alam terbuka dan memperhatikan rahasia malam dan bintang-bintang. jika memungkinkan bisa melebihi prestasi pencapaian rahasia kehidupan orang-orang terdahulu.
Nah pertanyaannya siapa saja yang mau mengambil peran ini?
tentunya siapa saja yang memperhatikan kehidupan seluas-luasnya

357. hidayat - 14 Maret 2009

rahayu…..
@Retnodumilah, saya setuju dengan pendapat anda selama 5000 tahun pasang surut ajaran hanya membawa manusia yang tidak bisa stabil menjadi baik terus. hanya sebagian saja yang menjadi baik.
kalau memberangkatkan tentang kebaikan yang anda maksud memang dari dalam diri dulu secara pribadi-pribadi. ini kalau di perusahaan / organisasi namanya ide kebijakan “bottom up” atau dari bawah keatas, kalau kebijakan dari atasan kebawahan dinamakan ide “up to down”.
@ndombleh, saya setuju dengan anda orang jawa suka mandi kembang, makan kembang, minum air kembang. orang arab kayaknya ketularan kalau berdasar cerita anda. orang jawa itu top suka ditiru-tirukan orang arab juga,juga dengan wayangnya, candinya dan budaya busananya, soal kembang diindia juga senang memuja didampingi kembang, mungkin maksudnya biar berkembang. agar ajaran jawa bisa berkembang, kepribadian jawa bisa tumbuh didalam seluruh sanubari manusia.
@retno dumilah, kalau api yang diinginkan seluruh manusia yang benar atau ingin benar memang caranya dengan tulisan dulu, kita sudah bosan melihat asap bukan ? ada asap mestinya ada apinya….api itu kemudian dimasukan ke dada masing – masing individu. tetap butuh tulisan -tulisan kayak karya mpu kariban itu,,,kiro-kiro ngono.
@mpu kariban… kutunggu tulisannya kapan terbitnya…….aku menunggumu
@Mas Ngabehi,, Mas Ratana mana komennmu..
@Mbak Iin , mana tulisann dirimu??
wass wb

358. aconk - 20 Maret 2009

maaf assalamualikum akhwan..
menurut koe tidak usah di permasalahkan,
intinya, kalu kita dah merasa, tau terus mau apa?
yang penting mari kita terus sujud dan sujud,
berjalanlah seperti hal nya qodrat nya manusia,

maaf sedlurkoe,

359. suroso - 30 Maret 2009

no comen

360. kangBoed - 8 April 2009

Terang benderang
Terang tapi tidak menyilaukan
Karena akupun setitik cahaya
Dalam lautan cahaya

Aku adalah kehidupan
Kehidupan tanpa ada yang menghidupi
Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya
Meliputi semua yang hidup
Meliputi semua yang berwujud dan tak berwujud

Cahaya segala cahaya
Cahaya kesadaran dan kebenaran serta kehidupan sejati
Menyinari dan menepis sisa sisa kegelapan di hati dan jiwa
Memancar dan meliputi seluruh keberadaanmu

Mengurai sinar kasih sayang dan kemesraan
Sebagai bekal untuk melangkah menjalani kehidupan
Papan tanpa tulisan persiapkan dan carilah dahulu sebelum kita melangkah keluar diri
agar menjadi media yang baik dalam laku dan tindak tumindak
sebagai tempat tulisan tanpa papan

jika keduanya sudah menyatu dan melebur dalam sang diri
maka hiduplah sang diri terliputi oleh kesadaran sejati
bukan hidup di pimpin oleh akal pikir
bukan hidup dipimpin oleh rasa perasaan

tetapi hidup yang dipimpin oleh KESADARAN SEJATI
Bersemi indah bagaikan mentari pagi
Melarutkan sisa sisa kegelapan di jiwa
Membangkitkan hidup lebih hidup

Manunggaling kawulo lan Gusti
leburnya papan dengan tulisannya
tapi tetap kita hanyalah kawulo cilik
yang lemah tak berdaya upaya

tak bisa melangkah apalagi berlari
kehendak dan iradatNYA
hanya berjalan dan berjalan
melangkah dalam kebodohan
untuk melaksanakan sebuah Dharma

sebagai botol tanpa isinya
dan tak pernah merasakan pahit dan manis isinya
ya hanyalah sebuah alat
semua telah kembali kepadaNYA
dariNYA untukNYA olehNYA dan bagiNYA

Salam Sejati para sedulur kabeh

361. tegoehkusuma - 16 April 2009

Nuwunsewu, bade nderek totojalmo…

“Harta-Tahta-Syahwat”/ (HTS):
-perjalanan hidup anak manusia di dunia gak akan lepas dr HTS.
-adanya agama/kepercayaan apapun (animisme, dinamisme dll) ya utk ngurusi HTS manusia.
-perang antar umat/agama, bukanlah karena aqidah (hanya dalih orang dongok aja !), tp ya karena utk HTS.
-ucapan syukur, jujur, bohong, pujian, jilat, hujat, fitnah….ujung pangkalnya ya HTS.
-adanya vonis pahala dosa…ukurannya ya HTS.
-Pergi Pagi Pulang Petang (maaf)Pantat Pegel Pinggang Panas Pala’ Puyeng Penghasilan PasPasan…ya nguber HTS.

Look, ternyata HTS adalah tuan yg jahat ! tapi HTS juga hamba yg baik.
So, the choice is up to us.
Dear all, mari kita saling mendoakan & mengingatkan agar kita mampu menaklukkan Harta-Tahta-Syahwat duniawi kita…..hingga kita layak tinggal diam kekal di dalam-NYA (manunggaling kawulo lan GUSTi).

Damai di hati,
Damai di bumi.

Salam Sejati.

362. LINTANG - 4 Mei 2009

assalamualikum……
permisi,nuwon sewu…pada GANTHARWA

pada hakekatnya,manusia memiliki hak penuh atas dirinya dan kehidupanya sendiri.sedangkan tuhan memiliki hak penuh atas rencana takdir terhadap seluruh kehidupan manusia,karena semua berada dlm genggamanya.
maka janganlah engkau menggagu manusia lebih dari rencana tuhan terhadap seseorang.itu sama saja dg engkau menyaingi tuhan(menggenggam nasib seseorang dlm rencanamu).
hal yg demikianlah sesungguhnya engkau telah menjadi kafir(menantang takdir tuhan),namun engkau tiada menyadarinya.
jikalau engkau ingin mendapat aliran ilmu maka bergurulah.dg cara berterus terang dan bertanya secara baik2.buakan dg cara mencuri pendengaran seperti yg di lakukan oleh syeh siti jennar yg pada akhirnya engkau akan berguru pada alam fikiranmu sendiri(dg menebak lalu mengada adakan keada’an).itu akan membuatmu tersesat sedang engkau tiada menyadarinya.
yg mana semakin dlm engkau mendengarnya,semakin dlm engkau mengetahui tetang suatu hal yg belum waktunya engkau ketahui.maka semakin kau tersesat di dlmnya.lalu memicu hatimu untuk berburuk sangka yg mana engkaupun tiada menyadarinya.
semakin jauh kau tenggelam dlm perselisihan semakin ta’ kau sadari bahwa di dlm hatimu telah berkobar api kebencian,iri,dengki,dan dendam karna suatu pertentangan.(itulah akar buruk sangka).
NAUDZUBILLAH…….
demikian akan membuat hati kita tiada semakin bersih.namun terbalik semakin kotor.karena hawa nafsu itu seperti iblis,lebih dahsyat dari pada bisikan syeitan.
terkecuali engkau telah memiliki seorang guru yg akan menuntunmu..
selama engkau tiada membantah…
karna seorang KAWRUH itu mengetahui apa yg tidak engkau ketahui,dan mampu memilah2 segala bisikan.antara bisikan baik(malaikat)dan bisikan buruk(syeitan).
janganlah engkau memfonis terhadap se2orang menyalahi aturan agama.sebelum engkau mengklaim dirimu sendiri.
dan sungguh ALLAH swt telah merestui(meridhoi) terhadap siapa yg telah ia kehendaki.sebesar2nya ma’afnya manusia lebih besar ma’afnya tuhan.andai engkau mengetahuinya……
…….
di sini dlm ilmu GANTHARWA,cukup dg berdiskusi untuk menambah pengetahuan.jgn membakar amarah untuk yg lain.silahkan izin kalau berminat belajar….

salam hormat lintang kpd GANTHARWA
wassalam….

363. wong cilik - 14 Mei 2009

Aku ini adalah diriMu
Jiwa ini adalah jiwaMu
Rindu ini adalah rinduMu
Darah ini adalah darahMu
Bagian manakah dari dirimu yang bukan dariNya?
Tapi jangan kotori Nur Ilahi dengan bejatnya nafsumu
Karna itu sucikanlah,
dan tegapkan langkah,
untuk menuju status,
Manunggaling Kawula Gusti.

Sejatinya tidak ada aku, tidak ada kamu, tidak ada alam semesta, tidak ada apapun. Segalanya seperti buih di atas air laut yang bergelombang. Muncul sebentar lalu lenyap. Yang ada dan selamanya ada adalah DIA.
Siapakah DIA itu? Aku yang tidak tahu DIA berarti tidak mengenal dirinya sendiri. Bertanyalah pada diri sendiri. Siapakah sebenarnya aku ini?

364. arek PM sukodono SDA - 26 Mei 2009

trims buat sodara2 sharing2 ttg wawasan ne
menurutq peljaran tentang kemunggaling terlalu tinggi untuk dicerna, untuk tu tuk qt hrs benar2 faham ttg agama gar tdk nyeleneh.
yang pernah q plajari ttg ne adlah sang kebradaan tuhan
tuhan tak ada diatas,dibawah tetapi da dalam diri kita dan yang ku rasakan hanyalah suatu kehampaan dan sinar yang bersilau

Gantharwa - 26 Mei 2009

Saudara Arek..
Silahkan lanjutkan diskusi dan bagikan pengalaman kepada saudara yang lain…

Salam

365. adies - 28 Mei 2009

buat mas aries
apa yg mas dpt,dri tpa du2k slaama10 thn,,,,,,,,,,,/?

366. adies - 28 Mei 2009

buat mas aries

367. adies - 28 Mei 2009

ada yg tau ga , apa yg di mksud, sejatine adam,sejatine,muhammad,sejatinedzat,&sejatine sahadat,? tlg dunk aq lgi bljar,,,,,,,,,,

368. Manunggaling Kawulo Gusti serta Kaitan dalam Moksa.. « Blog Lingga Wardana tentang Hindu - 10 Juli 2009
369. ciptoning - 11 Juli 2009

mkg
10 1
ada tiada ada
renungkan sendiri

370. WON EDANG - 13 Juli 2009

mbelgedes

371. WON EDANG - 13 Juli 2009

bahasanya, puisinya, nasehatnya bugus2 biar dianggep sudah sampai….sampai kepala kaliiiiiii…qiqiqiqiq
wong ujungnya juga cuman eker-2an…itulah buktinya itu semua omogan.
termasuk omongan saya ini ….qiqiqiq….
disaat yang lain panas kepalanya……relax dulu ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh……..

372. Jason Libermann - 17 Juli 2009

Kok banyak pakai Kitab Injil sih?

Memang Injil itu dari Allah… Tapi mutiara2 nya sudah banyak dihapus sama orang2 kitab yang ga bener… Cuman sedikit yang bagus seperti yang dikutip di artikel di atas.

Perumpamaannya sebaiknya pakai kitab suci Al-Quran aja ok? Tos! :)

Gantharwa - 17 Juli 2009

Saudara Jason Libermann,
Karena penulisnya beragama Kristen.
Tidak ok, karena bukan wilayah penulis.

Salam

373. adi asmoro hadi - 19 Juli 2009

Ha..1000x, beraksi lg yach. Eh omong2 mpu sedayu itu klu ga klru kan mpu supo. Dikaki g sumbing barat (sedayu/petilasan mpu supo) ada rumpunan bambu kuning yg tumbuhnya slalu pengkol kaya’ keris

374. B.Lipuro - 21 Juli 2009

Won Edang kayanya si sohirin ya boss…
emang mpu supo yah sama dengan pangeran sedayu..iye tuh di sumbing emang aneh, sedayu mungkin ngelmu pring yah?

375. Nur - 21 Juli 2009

Saya ada buku nya karya R.M Panji Sosrokartono http://xendro.wordpress.com/2007/10/24/rm-panji-sosrokartono/

tentang Manunggaling Kawula Gusti (Sangkan Paraning Dumadi – Tanpoaran). Bukunya berupa Word dan Mobipocket (untuk di baca di handphone)

Ada yang berminat?

Kalau ada minimal 10 peminat saya akan upload in http://www.scribd.com

376. Serama - 22 Juli 2009

Nuwun sewu,setau saya Kitab Sangkan Paraning Dumadi bukan karangannya Joko Pring (Sosrokartono) deh,melainkan Swargi Eyang Soegiono di Tulungagung dengan menggunakan nama samaran TANPO ARAN…..cuma memang kebetulan saja Buku tersebut dipakai sebagai kitab pedoman oleh paguyuban Sosrokartanan…
Btw,thanks buat tawarannya………

377. Nur - 23 Juli 2009

@serama

Bila jelasin lebih lanjut siapa itu Swargi Eyang Soegiono @ Tulungangung? Hidupnya beliau tahun berapa? Bisa panggilin wujudnya dia ngga mas? Bilangin “kenapa sih situ rese banget tulis buku pakai bahasa Jawa segala di campur sama bahasa Indonesia? Bikin pusing aja! Katanya orang sakti bisa baca masa depan! Apa ngga bisa melihat bahwa jaman sekarang itu Bahasa Indonesia yang dipakai oleh seluruh suku di negara dia sendiri. Mending kalau kamus nya jelas!”

Gitu aja… Setiap saya baca bukunya dia saya selalu berusaha menghadiri dia di samping saya. Kayanya dia sudah Mukso sih. Tapi saya ngga tau kalau pesan saya sampai!

378. Serama - 24 Juli 2009

wakakaka, elo tanya aja sama dia sendiri….ngapain juga bikin pake bahasa campur aduk,ga pake bahasa prokem atau kaga betawi aja,kan lebih enak… hehehe….. kamusnya yg bikin bukan eyang soegiono melainkan ibu SK Trimurti deh,kalo enggak salah…….

btw halaman kalo dalam bahasa jawa itu kan disebut ‘Kaca” tuh..artnya kalo membaca itu sekalin bercermin dan cermin itu rasa,so kalo baca buku yg begituan mah baiknya kaga usah banyak mikir,telen aja kaya makan indomie …….masalah ngerti atau kaga masalah nanti…yg penting dirasuk dulu aja kitabnya,ngerti belakangan hehehe…..

salam ah….

379. Nur - 25 Juli 2009

@Serama

Oh gitu ya? Ok terima kasih sarannya.

Saya ingin berterima kasih kepada segenap anggauta sarasehan Gatharwa yang mengadakan forum ini… membuat kita lebih sadar akan kehidupan yang sebenarnya…. Semoga Tuhan memberkati saudara-saudari semua. I love you Kyai Ganjel… hihihi

380. Nur - 31 Juli 2009

@serama

emailnya apa mas ? saya kirim buku itu buat situ kalau mau…

supaya ngga dikirimin junk mail @ nya ditulis “at” dan titiknya ditulis “dot”

contoh… manunggal@kawulagusti.com jadi:

manunggalatkawulagustidotcom

381. Serama - 31 Juli 2009

waduh ,ma kasih banget nih,but saya dulu udah baca itu buku,begitu pula tulisan2 beliau yg lainnya yg ditulis tahun 1977,seperti HIDUP SAWETAH,HABIS GELAP TERBITLAH TERANG,CINTA dan CINTA dsbnya ….nanti kalo saya ada mood yg bagus,tak kirimin lah tulisan2nya Bapak Soegiono (tanpa aran) ke email jenengan….but ga janji yah,soalnya saya mood2tan orangnya hehehe…..

salam.

382. Serama - 31 Juli 2009

waduh ,ma kasih banget nih,but saya dulu udah baca itu buku,begitu pula tulisan2 beliau yg lainnya yg ditulis tahun 1977 (sabdaning guru ambabar bawana) ,seperti HIDUP SAWETAH,HABIS GELAP TERBITLAH TERANG,CINTA dan CINTA dsbnya ….nanti kalo saya ada mood yg bagus,tak kirimin lah tulisan2nya Bapak Soegiono (tanpa aran) ke email jenengan….but ga janji yah,soalnya saya mood2tan orangnya hehehe…..

salam.

383. Serama - 31 Juli 2009

Buku sangkan paraning dumadi itu emang bagus ,karena emang ditulis oleh manusia yg sudah putus ing ngelmu,putus ing rasa,kalo bahasa aliran kepercayaannya,itu sama dengan manusia yang udah ga punya martabat sujud lagi.Jadi bisa di pahami dengan sejelas-jelasnya,arti dan tujuan daripada ngelmu sangkan paraning dumadi.

Bahasanya emang khas,kadang bikin pusing (kalo dipikir2),tetapi di ganti aja sendiri sama bahasa yg sesuai dengan jaman sekarang ini,umpamanya SITING GUSTI itu adalah kekuasaan tuhan yg tergelar di luar diri kita ini dsbnya,jikalau yg diluar bsia bertemu dengan yang ada didalam itu namanya Binuka,dan SEJATI dsbnya2…..
segala sesuatu itu bisa di buat simple dan sederhana sebenernya, …bisa juga di buat jadi tampak rumit dan sukar untuk dimengerti….. tapi enaknya di buat simple aja,ga usah rumit2…..

yg merdeka aja kalo baca tulisan dari manusia yg merdeka …di ganti2 juga boleh istilah2nya supaya lebih sesuai dengan latar belakang kita masing2 :)

MERDEKA!.

384. Nur - 3 Agustus 2009

@serama

Kirain belun punya bukunya…yo wis kalau gitu…

…kalau buku yang jenengan sebut (HIDUP SAWETAH,HABIS GELAP TERBITLAH TERANG,CINTA dan CINTA dsb) itu suda berupa ebook atau Word?

Kalau iya jawabannya boleh lah minta ke email ogut… tapi kalau harus di scan dulu (seperti buku yang saya tawarkan ke mas) ngga usah, kasian ngerepotin aja …

385. Nur - 3 Agustus 2009

@serama

setuju, buku sangkan paraning dumadi sangat bagus, tp krn sy seorang yg masih ingusan dari sisi perkembangan ini, jd cuman bisa mencerna yg ringan2 saja…

mudah2an buku HIDUP SAWETAH,HABIS GELAP TERBITLAH TERANG,CINTA dan CINTA ada bahan cernaan lagi :)

386. Serama - 7 Agustus 2009

wah mas,bukunya itu masih berupa bahan mentahan gitu,nanti kalo saya ada mood,insya allah lah pelan2 saya coba ketik atau scan,but seperti biasa,ogah berjanji yah hehehe……….

387. Nur - 11 Agustus 2009

ok ora opo2… Ngetik? ngga usah lah katian…

388. aconk - 13 Agustus 2009

akoe sangat setuju dengan keputusan nya ustdz lintang
karena pada hakekat nya orang yang merasa bisa dan tau
justru itu orang yang gak tau..NAUDZUBILLAH
salam sudulurku…. merunduk dan merunduklah
sujudlah di tebing yang sangat dalam……

389. tegoehkusuma - 23 Agustus 2009

.
salam-selam-salim.

Ha~Nga…
Alfa~Omega…
alif~ya’…
A-Z…..

Lha menungsane endi ???

MAS David, MAS Dodo…apa kabar ?
Masih haus nich… :)

salam SEJATi.
___

390. Do2 - 25 Agustus 2009

Hadir mas Tegoeh …..

Salam Sejati

391. nikha - 27 September 2009

belum mudeng aq pa karna umurku ya, blm saatnya.

392. Raden Kuswanto - 6 Oktober 2009

Karena sy lg mengadakan penelitian tentang Bait2 Terakhir Ramalan Jayabaya, yang secara tdk sadar sy dituntun untuk memahami tentang makna “sangkan paraning dumadi”, “manunggaling kawula ghusti” serta “sangkan paraning pambudi”.
Jika direnung, pada bait-bait terakhir banyak menyebut tentang istilah “BRAJA” atau tosan aji atau KERIS.
Keris manifestasi “Jiwa Jawi” disandur dari http://www.thekeris.com/indexid.html, peringatan nenek moyang yang berbunyi “JANJINE DUDU JIMAT KERAMAT, ANANGING ANGUNGING GUSTI KANG PINUJI” (Keris bukan sebagai jimat, tetapi lebih sebagai piyandel (harapan, doa dan kepercayaan), sebagai sarana memuji dan memuja sang pencipta).
Keris adalah ilmu dan dipandang sbg sebuah manifestasi jiwa-jawi. Kata keris berasal dari mangker karana aris (artinya mundur dgn bijaksana), menarik nafas dgn rasa berdzikrullah. Belajar filosofis keris haruslah memahami tentang hakekatullah pasti akan merasakan betapa budaya Jiwa-Jawi sangat luar biasa.
Kemudian kita simak Al-Qur’an Surah Al-Hadid 25.
Kemudian kita menyimak tentang bait-bait terakhir ramalan jayabaya yang banyak menyebut tentang “BRAJA” :

161.
dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan
wetane bengawan banyu
andhedukuh pindha RADEN GATUTKACA
arupa pagupon dara tundha tiga
kaya manungsa angleledha

(Raden Gatutkaca adalah Warangka Keris)

164.
putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu
hiya kyai BRAJAMUSTHI, hiya krisna, hiya herumukti
mumpuni sakabehing laku
nugel tanah Jawa kaping pindho
ngerahake jin setan
kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo
kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda
landhepe triniji suci bener, jejeg, jujur
kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong

(Kyai Braja-musthi ….. ciri-cirinya braja ….)

171.
aja gumun, aja ngungun
hiya iku putrane Bethara Indra
kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan
tumurune tirta BRAJAMUSTI pisah kaya ngundhuh
hiya siji iki kang bisa paring pituduh
marang jarwane jangka kalaningsun
tan kena den apusi
marga bisa manjing jroning ati
ana manungso kaiden ketemu
uga ana jalma sing durung mangsane
aja sirik aja gela
iku dudu wektunira
nganggo simbol ratu tanpa makutha
mula sing menangi enggala den leluri
aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu
beja-bejane anak putu

172.
iki dalan kanggo sing eling lan waspada
ing zaman kalabendu Jawa
aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa
cures ludhes saka BRAJA jelma kumara
aja-aja kleru pandhita samusana
larinen pandhita asenjata trisula wedha
iku hiya pinaringaning dewa

Kemudian simak Jangka Jayabaya/catursabda pethikan seratan tangan kangge sambetan jangka triwikrama :

”…. mung gegamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung, … nanging luwih beja wong kang wis magerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama”

(”…. cuma ”senjatanya” saja dicari sampai ketemu, karena nanti bakal ada jumenengan ratu yang sama bagusnya, sama pangagemannya dan sama rupanya, disitu semua orang sungkan, juga bingung …. tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil penetep panata gama)

”Dena sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…… mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna”

(jika kalian sudah menemukan, jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya … hanya ini pesanku kepada kalian semua, maka patuhilah)

Juga simak Paweling (Peringatan)

”Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala malaekat mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang”

”Umbul-umbule alaras bendera para anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama”

mudah-mudahan BRAJA/gaman/keris sebagaimana yang diceritakan oleh para leluhur sudah ditemukan termasuk juga ditemukan filosofisnya yang cukup mendalam.
Mencabut keris filosofisnya juga berkaitan dengan nafas kita, yang juga bermakna manunggaling kawula gusti.

393. Raden Kuswanto - 6 Oktober 2009

Serat Jangka Jayabaya/catursabda, Pethikan Seratan Tangan Kangge Sambetan Jangka Triwikrama :
”.. Kulup ingsun mangsit marang sira … sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik. Lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil Panetep Panata Agama Kalipatullah”
”…. mung gegamane bae golekana kongsi katemu ”.

Mudah2an keterangan sy mudah dipahami

394. Raden Kuswanto - 12 Oktober 2009

Sepi ya pasarnya?
Aku nduwe jeneng Begawan Kilo-kilo, sebab seneng paringi wewaler iki loh iki loh. Nduwe anak siji aran Jaka Lelana sebab podo karo jenenge srengenge sing bendino lelono soko Timur menuju ke Barat disebut matahari/surya, saiki lagi topo ngrame.
Aku nduweni gaman kang kasebut dening bait2 akhir ramalan jayabaya lan aku nggoleki kadang sedulur sopo wae kang bisa bantu aku nyambut gawe …. sebab mas cicis rojo brono wis tersedia tapi durung mawujud, arep tak enggo gawe pera hu.
Sopo winge sing ngerti surah Al-Hadid 24, 25 & 26 pasti bakal ngerti bab masalah “Manunggaling kawulo Gusti”, “Sangkan paraning dumadi” lan “sangkan paraning pambudi”.

Al-Hadid 26 maringi pituduh :
“Walaqod arsalna nuhan wa ibrahim ….faminhum muhtadin …”

(diantara keturunan Nabi Nuh AS dan Nabi Ibrahim AS …. ada yang diberi petunjuk … )

maksudnya dari para kadang yg mbaca blok ini pasti ada yg berasal dari keturunan Nuh dan Ibrahim yg diberi petunjuk bisa pakai gaman lan bisa bantu aku mewujudkan ….? melalui gaman kuwe. Sebab aku isin sedulur2ku podho kena bencana alam, tapi pemimpinku lan para kadang podho gawe dompet supoyo di isi, ngemis2 marang para sedulur lan negoro liyane. Negaraku kuwe jane sugih.
Aku njaluk pangapura, bahasane bletak bletuk sebab aku wong Gombong (arahe Kebumen – Karang Anyar).
Wis seme bae, aku amit mundur, pawelingku podho eling lan waspodo, mesti slamet!.

171.
……..
aja sirik aja gela
iku dudu wektunira
nganggo simbol ratu tanpa makutha
mula sing menangi enggala den leluri
aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu
beja-bejane anak putu

Juga simak Paweling (Peringatan)

”Nanging piweling ingsun ………… , ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe ……….”

Sebab aku nduweni keyakinan sederek2ku sing

395. kiwahyu - 24 Oktober 2009

Maaf mas aries saya ada pertayaan sedikit,kalau mas aries tapa duduk sampai 10 thn dan mas aries bilang jarang sekali keluar rumah,berarti mas aries nggak ada kerjaan dong.nggak punya teman dan mungkin nggak punya tetangga.
makasih.