MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI 2 Februari 2007
Posted by Gantharwa in Wejagan.trackback
MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI
Oleh: Kiai Ganjel
Masuk surga itu baik, tapi bukan yang terbaik.
Masuk Surga adalah sama saja menginginkan harta Tuhan.
Yang terbaik adalah Manunggaling Kawula Lan Gusti, itulah cita-cita Jawa. Kemanunggalan adalah Pusat segala-galanya, karena sudah Manunggal dengan Allah yang merupakan segala-galanya.
Dalam tahap kemanunggalan dengan Allah, peranan utama pada manusia dalam hal ini pengorbanan untuk Allah adalah Kemerdekaan Kita
Manunggal bukan berarti hilang atau lenyap
- karena Roh adalah pribadi yang bebas, cerminnya dapat dilihat dari Kemauan dengan pantulan Perasaan.
- Roh itu diciptakan abadi
Manunggal dalam beberapa hal:
1. Manunggal Karsa adalah kemauan / kehendak
2. Manunggal Karya adalah kerja / proses / aktivitas
3. Manunggal Rasa adalah Perasaan
Dalam hal yang lebih sederhana adalah kemanunggalan dapat dicapai jika kita Melaksanakan sesuai dengan panggilan kita.
Tujuan Kemanunggalan adalah
Agar kita mencapai atau menjadi jati diri yang Sejati / yang sebenarnya.
Cara untuk cepat Manunggal dengan Allah
1. Sendiko: selalu meng”Iya”kan dan setia. Tidak diikuti dengan kata “TAPI”
2. Nyuwun dawuh : Mohon perintah
Kedua sikap ini bisa kita capai kalau kita Pasrah / Sumeleh pada Allah.
Sikap yang terbaik menurut cara pandang Kristen, didalam Injil Markus 12:30 ; “Kasihlah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwa ragamu, akal budimu, kekuatanmu”.
Itulah Sumeleh yang benar.
Rumusan dari Kemanunggalan itu adalah Jawa itu sendiri yaitu yang berkesatuan ukuran dan keserasihan.
Dengan mengerti dan melaksanakan Jawa itu sendiri, maka akan terjadi kemanunggalan.
Didalam Gantharwa, Kemanunggalan adalah jika kita menjadi Gantharwa yang sebenarnya adalah Siap menolong orang lain yang bercita-cita untuk manunggal dengan Allah.
Secara Injil, kemanunggalan adalah : “Mencintai Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNYA, maka Allah akan datang dan tinggal didalam kita.
Mbah Ganjel, nyuwun miterang niku, pripun ta gandeng cenengipun manusa lan Yesus manawi kajumbuhaken klayan manunggaling kawula lan Gusti? Estu lho, kula pengin ngangsu kawruh. Maturnuwun menawi dhangan suka paring katrangan, nuwun.
walupun blm mlihat surga ataupun neraka… namun bla kita dapat mrasakan khadiran Tuhan itulah hal pling ni’mat dlm khidupan…
definisi surga relatif ms, klu kita menurut perintah karna takut neraka dan menginginkan surga, maka sebenarnya hati kita tidak iklas karna ALLAH, tapi karna kita ingin imbalan surga, dan dihindarkan dari neraka, keiiklasan kita karna ALLAH semata bukan karna surga dan neraka
maaf pak kyai, apa sudah melihat dan masuk surga, kok yang dipilih manunggal dengan tuhan, dan mengiyakan perintahnya, lalu kapan ketemu dan diperintah tuhan serta dimana, mohon pencerahannya…
ok…………..