KANJENG RATU KIDUL vs NYI RORO KIDUL 13 Januari 2007
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.trackback
KANJENG RATU KIDUL vs NYI RORO KIDUL
Pada tahun 1999 bulan Agustus di semua Koran nasional yang bertempatan di Jakarta memuat mengenai pemusnahan benda-benda pusaka dari Pengusaha Laut Selatan dan pengusiran terhadap Penguasa Laut Selatan oleh sejumlah pakar yang mengaku memiliki kemampuan dan dan ahli dalam metafisik serta sejumlah pakar ulama serta rohaniwan. Diantar mereka menyebut Penguasa Laut Selatan adalah Nyi Roro Kidul.
Saya kemudian lalu bertemu dengan seorang Kadang yang telah menuliskan Surat kepada Koran tersebut untuk dibuat di Suara Pembaca, katanya tujuannya adalah untuk menetralisir opini selama ini berkembang: kira-kira ini kutipan isinya yang masih saya simpan;
Salam damai dan sejahtera
Saya sangat berterima kasih kalau surat ini dapat diterbitkan. Saya ini menjelaskan atau menjernihkan soal siapa Penguasa Laut Selatan. Selam ini masyarakat telah keliru, karena menganggap Peguasa Laut Selatan adalah Nyi Roro Kidul dan karena perbuatannya maka Penguasa Laut Selatan menjadi sangat menakutkan bagi masyarakat tertentu.
Melalui surat ini ingin saya menegaskan bahwa Penguasa Laut selata, ”sekali-kali” bukan Nyi Roro Kidul yang selama ini di kenal oleh masyarakat, tapi menlainkan ”Kanjeng Raru Kidul”. Dialah yang sebenarnya Penguasa Laut Selatan yang selama ini dimaksud, bukanlah Nyi Roro Kidul. Status dari Kanjeng Ratu Kidul adalah merupakan Raja/Penguasa di laut selatan, sedangkan Nyi Roro idul adalah Patih Nya.
Dan selam ini bencana dan mara bahaya adalah ulah dari kenakalan Nyi roro Kidul, tapi selama ini dianggap Penguasa Laut Selatan yang bikin ulah (seolah-olah seorang pembantu menyalahgunakan nama tuannya)-(atau anak bikin ulah bapak yang namanya tercoreng. Red). Maka Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul adalah dua pribadi yang berbeda. Jadi tanpa mengurangi rasa hormat kepada para guru, dukun, paranormal, atau apapun sebutannya, yang mengatakan Penguasa Laut Selatan adalah Nyi Roro Kidul, agar direnungkan kembali karena suatu kekeliruan (saya menjamin).
Demikian informasi yang bisa saya sampaikan, suatu saat saya akan menjelaskan mengapa Kanjeng Ratu Kidul seolah-olah membiarkan patihnya berbuat demikian dan asal usul serta misi dari Penguasa Laut Selatan.
Salam Untuk Para Kadang Sinarawedi.
Bandung, 31 Agustus 1999
Tulisan ini saya angkat kembali karena belakangan di Metro TV, saya melihat bahwa pendapat yang salah (sama) masih terjadi.
Suatu kebodohan dan kekonyolan.
Trimakasih ms andrian,,,anda bijaksana sekali mmg benar stiap orang pengalamannya berbeda2…seperti yg anda katakan.pa yang anda katakan sangat tepat sekali..
Bismillah… Assalam…kenapa jadi seperti ini, menurut saya apa yang kalian katakan benar semuanya, pendapat Hendra Gunawan itu benar, pendapat Nia benar, pendapat pa putra benar, pendapat pengasuh Gantharwa juga benar, kenapa semuanya benar, karna itu adalah pengalaman kalian masing masing, dan pengalaman setiap orang itu berbeda beda yang menentukan adalah maqom/tingkatan seseorang, disinilah kita harus saling menghargai satu sama lain.Ilmu dan olah rasa yang kita pelajari adalah untuk menjadikan kita manusia yang lebih bijaksana.Wa salam…
Maaf kepada semua pembaca, saya baru buka lagi situs ini setelah saya tulis di komentar no 1713, dan ternyata ada ketidak sesuaian pendapat , saya mohon maaf, marilah kita semua sama2 mengemukakan pendapat dengan hati penuh cinta dan damai . Saya sendiri yakin KRK dan Ibu Ratu pasti menyukai kedamaian. Semoga kita semua segera mendapat pencerahan yang sebenarnya.
Dan menurut pendapat saya yang anda katakan fiktif pada saya adalah fitnah/fiktif.juga semakin anda mengatakan kebenaran adalah kebohongan/fiktif,,itu juga mencerminkan kepribadian anda..