jump to navigation

::Selembar Serat Abang Wasitah~Wasilah diri:: 13 Juni 2009

Posted by Jabang Sasmito Roso in Serba Serbi.
11 comments

spirit_of_the_savior_dean

Penyampaian ini sekedar wacana..jauh dari nilai2 ilmiah dan bukan dlm kerangka religius…
Bagaimna sesuatu yg dikenal akan “Sebuah yang  lebih” terpaku dan tersimpan pd kekuatan yg
lebih tinggi , berada pd posisi ”potensi potensi ” batiniah sbg pendekatannya…

Keyakinan ”diluar itu” yg dimiliki ,bebas dgn label apapun..bukan satu jalan sbg “”Skala Kuasa Pembenaran”"

Dan Bukan juga dlm arti banyak jalan..yg malah membingungkan..Namun semua beranjak pd nilai2 “”Kemanusiaan dan Kesetaraannya..”"~bisa seperti selembar  serat abang Wasitah ( Spirit ) melalui Wasilah-wasilah ( hubungan) yg tersimpan …

Bagaimana peradaban yg semakin maju melesat,lebih pada kita bukan utk ajang kompensasi melalui
crita2 turunan yg demikian ~religius dsb. Bgmna sekarang sangat
terbukanya informasi,utk lebih memberikan perhatian kpd kedewasaan
pandangan…keluasan wacana apakah malah mempersempit dlm belenggu
”hanya satu satunya “” yang berlaku benar ????

Dulu sang Copernicus melukiskan gejala banyak orang tdk menerima,selanjutnya?peradaban melampaui loncatan yg sangat jauh
setelah sekian lama baru diakui…

Saat ini manusia sdg mengalami massa transisi lompatan besar kembali,apa yg mustahil kelak akan menjdi fakta…dimana masing2
mencoba berperan ”Memahami Rahasia Pribadi”

Sekarang kita semua sdg berusaha bagaimna meraih masa depan yg lebih baik,

Semoga..semua makhluk Bahagaia damai dan   sejahtera.. selalu  dalam SEMANGAT utk mulai sejenak demi sejenak berani kembali ke dalam diri …hingga mulai ikut Andil dalam Memerdekakan akan Rahasia KEbebasan Batin yang sekian lama Terabaikan dalam belenggu  ….~

Salam Sejati

Sharing Cangkrukan Yogyakarta..01-06-09.. 21.00 3 Juni 2009

Posted by Gantharwa in Laporan Sarasehan.
7 comments

Sharing Cangkrukan
Yogyakarta..21.00
Oleh: Aris Widodo
Edit: David Goh

Sebelumnya kami mengucapkan Syuku kepada Gusti, berempat bertemu di pinggiran alun-alun. Aroma wedang ronde ,jagung bakar, silih berganti saling melengkapi suasana dengan music jalanan khas Jogja . terciptakan cangkrukan di pojok jalan alun2 .. Tawa senyum lepas, sambil srupat sruput,kremas kremus….kebal kebul ..

Lokasi I : Alun alun Utara
Tamu : Kadang David
Kadang DOdo
Umum: Mas Eko
Mas Agus

Mas David menyampaikan mari mulai mencoba bersatuan ukuran, demikian hingga masing2 punya karso. Banyak sekali kita menganggap sesuatu di biarkan mengalir, padahal mengalir berarti kita tidak berkemauan, kita telah terjebak pada situasi dan kondisi, namun kalau berkesatuan ukuran maka kita akan memproses, dan di situlah munculnya Karso… pada akhirnya itulah pasrah yang sebenarnya, tidak pada situasi dan kondisi.
Alun-alun Jogja
Sembari menikmati udara malam ..letupan2 (lagi…)

SEMBILAN POKOK AJARAN SYEKH SITI JENAR 24 Mei 2009

Posted by Gantharwa in Serba Serbi.
40 comments

MASIH RELEVANKAH AJARAN SYEKH SITI JENAR DEWASA INI?
Oleh: Ir. Achmad Chodjim, MM

Tema seminar/sarasehan budaya hari ini adalah agama ageming aji, yaitu agama sebagai nilai-nilai luhur yang menjadi landasan hidup bangsa Indonesia, sesuai dengan sila pertama pada Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dalam bingkai ageming aji bukanlah agama dalam arti golongan atau agama sebagai organisasi (organized religion), tetapi agama sebagai basis moralitas dan perilaku manusia.

Agama dalam arti ini pernah menjadi polemik dan perang wacana di Kepulauan Nusantara –karena Indonesia belum lahir– dan tepatnya di P. Jawa pada pertengahan abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-16.

Tokoh sentral dalam polemik dan perang wacana pada masa itu adalah Syekh Siti Jenar atau dikenal dengan nama Syekh Lemah Abang. Dia seorang guru dan pelaku spiritual yang mengajarkan agama sebagai jalan hidup dan bukan sebagai kepercayaan. Meskipun Syekh seorang muslim, tetapi ajarannya menarik berbagai pemeluk agama dan kepercayaan yang ada waktu itu. Mereka yang belajar dan menjadi murid Syekh berasal dari berbagai kalangan, baik kalangan elite –yaitu para adipati– maupun rakyat biasa. Mereka berasal dari pemeluk Hindu, Biddha, Syiwa-Buddha, Islam, dan pemeluk kepercayaan yang berkembang di Jawa waktu itu.

P1080962
Foto bersama Saudara dari PU, SI, BECEKA, Gantharwa, dan praktisi spiritual yang lain di kediaman Ahcmad Chodjim 210509.

Apa yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar sehingga daya tarik ajarannya luar biasa dan menyebabkan penguasa Kesultanan Demak Bintara kegerahan waktu itu? Yang diajarkan sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi mereka yang hidup di Kep. Nusantara waktu itu. Yang diajarkan adalah paham MKG (Manunggaling Kawula Gusti), yaitu satunya hamba dengan Tuhan. Paham ini sudah ada di agama Hindu dan Buddha yang sebelum berdirinya Kesultanan Demak, dipeluk oleh mayoritas penduduk Nusantara. Paham ini diikuti oleh kalangan sufi dalam agama Islam. Bahkan, mereka yang dikenal sebagai anggota Walisanga juga berpaham MKG. Padahal, berdasarkan sejarah Walisanga yang bergelar sunan itu adalah pendukung dan penasehat Sultan Demak di zaman itu. (lagi…)

::SATU JALAN?????:: 23 Mei 2009

Posted by Redaktur1 in Serba Serbi.
8 comments

n1476814959_362830_6866726

Bagaimana pandangan UMUM yang sering dikatakan~ Hanya Ada “satu” jalan~”satu” lebih benar~ “satu” lebih dan Paling baik dan Benar dsb.. , dalam bingkai maupun kemasan serta sajiannya ajaran yang berbeda,di jaman keterbukaan komunikasi ini akan semakin terasa pendekatan akan adanya Tekad Kesetaraan pada masing2 nafas ajaran yang ada.

Dijaman Milenium ini semoga semua perbedaan menjadi sesuatu hal yang sangat bisa sekali diterima kembali kedalam diri dengan cara “”Akal Sehat …”"

Dengan segala kerumitan di dunia ini terlahir satu hikmah utk tidak ikut tergulung habis , namun lebih bisa “menyatakan”~ Terbukanya Sebuah Kesempatan utk berani selalu mencoba dan mencoba mengalami sendiri tentang kedamaian didalam diri dan semua orang..dan semua yang ada di sekeliling kita …sebagai awal pelepasan sebuah jeratan belenggu kedamaian masa lampau ….

Semoga selalu disadari saat ini kita selalu dituntun utk menyusun benang merah2 dalam perbedaan sebagai pondasi kesadaran kedalam dengan dasar satu tekad akan lingkar kedamaian yag utuh …

Bagaimana kalo saat ini semesta cilik selalu mengajarkan akan sebuah jalan cahaya , bukan jalan atau berada diluar kerangka pemahaman dan dogma?….yg ada diluar berikut ada tersimpan  di batin kita….itulah jalan yang ada kembali kepada “Cahaya Diri Sejati” ..semoga ….semua makhluk damai sejahtera ~.

Salam Sejati

Revolusi 1 :: Penolakan::~ akan Rasa Menerima~ 10 Mei 2009

Posted by Jabang Sasmito Roso in Renungan.
6 comments

images~ Saat terjadi Pemberontakan dalam diri akan hal Tidak kenyamanan ~ Kegelisahan ….Sekiranya kita “Mengira” “”SUdah Bebas”" dari Jeratan , ternyata kita masih belum keluar dari Lingkaran tersebut …..kita masih ”dikendalikan” oleh Penolakan ~

Pemberontakan karena Unjuk Gigi utk sebuah pengejaran Pembuktian~Pengakuan akan Nilai Kebebasan Diri yang hanya sekedar dari bentuk Penolakan ,meski suatu saat “Berhasil dibuktikan” , kita tidak akan pernah bisa menikmati seutuhnya …kita akan tetap tumbuh dalam kendali pada sebuah Lingkar Penolakan yg tumbuh subur bersemi …kita hanya berhasil dan sukses dalam lingkar Penolakan . Walaupun penolakan itu akan terciptakan sebuah kekuatan hebat dan menarik sebuah kesuksesan …tapi ada sebuah celah besar didalam …”hati kita ” akan tetap tertutup …meski kita mengira sudah BEBAS dari itu semua …karena hanya bentuk Kepuasan semata ..Tanpa sadar “”Kekuatan Batin”" kita telah di gerogoti pelan2….. Melakukan apapun dengan kesungguhan rasa menerima tanpa penolakan dgn sebaik baiknya …..Yakini akan Kuasa Gusti yang akan menyelesaikan sisanya …

Semoga….

Salam Sejati

“KULO MANGERTOS GUSTI, KULO TRESNO MARANG GUSTI, KULO MANUNGGAL KALIAN GUSTI, KULO NYEDANI GUSTI” 28 April 2009

Posted by Gantharwa in Laporan Sarasehan.
15 comments

Semarang , Selasa 21 April 2009
Oleh: Nata Warga

Bapak Ibu dan saudara semua, sangat berbahagia hari ini dapat bertemu dengan saudara semua.

Judul mengenai: “KULO MANGERTOS GUSTI, KULO TRESNO MARANG GUSTI, KULO MANUNGGAL KALIAN GUSTI, KULO NYEDANI GUSTI”
Adalah karena beberapa kali mengikuti copdar merasa tidak ada arah topic yang di bahas maka memberanikan membuat judul. Adapun secara pribadi judul diskusi adalah suatu usulan dari hasil meditasi saya. Mengingat akan bertemu dengan saudara-saudara tentunya memiliki kwalitas Roh yang di atas rata-rata dan tentu telah melampaui perjalanan spiritual yang cukup anjang serta juga tentunya pada saat pertemuan kita ini bukanlah kebetulan semata, tapi mungkin pada suatu ketika, ada jaman atau masa sebelum ini, kita pernah berjanji untuk ketemu dan saling mengikatkan janji untuk berjumpa, sehingga hari ini kita bertemu dalam suasana kemanunggalan rasa. Kami (Gantharwa) yakin dan percaya bahwa usia/umur, Roh – Atma kita lebih tua dari usia bumi ini. Maka tidak heran kalau mungkin kita pernah janjian untuk ketemu.

Bapak Ibu dan saudara semua, hari ini kita bertemu untuk bersama berdiskusi secara komunikasi dua arah, maka ini bukan bentuknya satu arah, apalagi sampai di anggap ngajari wong tuwa. Nah.. hari ini adalah kita bersama-sama yang kami sebut sebagai sarasehan, kami selalu di ingatkan untuk selalu saling ketemu untuk sarasehan agar terjalin suatu ikatan persaudaraaan (Kadang Sinarawedi) yang kuat. Adapun sarasehan adalah yang mana kebebasan untuk mengeluarkan pendapat sebebas-bebasnya, tanpa memaksakan kehendak/berdebat/ pendapat orang lain, jika ada sesuatu yang tidak paham, silahkan di Tanya atau kejar sampai paham.

Bapak Ibu dan Saudara semua, mari kita masuk pada diskusi kita mengenai judul, mungkin di mulai dari pemaparan saya, nanti baru kita angkat sebagai diskusi lebih dalam.

Pembahasan awal sekali adalah mengenai tentang KULO dan GUSTI, kulo yang di bahas ini adalah bukan hanya sebatas diri manusiawi fisik, tapi adalah lebih kepada ROH atau sesuatu yang sejati, sesuatu yang memang bukan dalam badan jasmaniah, yang juga bersifat Ilahi. Namun kali ini kita membahas secara manusiawi dan kita umpamakanlah sebagai manusia yang hidup.

Hal yang sama, GUSTI yang di bahas ini adalah Gusti anggapan, atau gusti yang memang telah terpatri dalam pikiran wujud manusia, BUKAN GUSTI ADALAH!!! Tapi hanyalah anggapan-anggapan dan pendekatan semata, karena kita tidak sanggup atau akan mampu berbicara tentang GUSTI yang ADALAH. Karena begitu mulai bicara atau mulai membahas maka itu bukan ADALAH, tapi hanya sekedar pendekatan saja, atau anggapan saja. Sama halnya contohnya kalau kita mengatakan gusti itu maha, maka itu hanya pendekatan, karena yang maha masih ada segala kemahaan, namun kembali lagi itu tetap tidak bisa menjelaskan. Maka kalau di Gantharwa selalu di nasehati bahwa GUSTI IKU TAN KENA KINAYA APA NANGING ANA. Titik garis bawahnya adalah ANA. Namun dengan mengatakan ANA, bukan berarti Gusti Juga demikian, tapi tetaplah di anggap sebagai pendekatan.

Maka inilah jangan menjadi salah tangkap dan menjadi ajang tafsir yang tidak perlu. Hal yang sederhana buat kita salah tafsir adalah suatu banyolan yang sering di ungkap oleh Pak Joko (Gantharwa) bahwa keterbatasan tentang Gusti, seperti ini:
1. Apakah anda percaya Gusti itu MAHA KUASA?
2. Apakah anda Percaya Gusti itu Maha PENCIPTA?
3. Kalau demikian, Bisakan Gusti menciptakan sebuah batu yang sangat berat sekali sehingga Allah sendiri tidak berkuasa untuk mengangkatnya?
Ini hanya contoh saja, tidak untuk di diskusikan.

Bapak Ibu dan saudara semua, pada bagian pertama (lagi…)

inyong~insung, I ~ me , aku ~ kulo , Saya ~ aku ………all and me …semua yang ku Rasa…. 23 Maret 2009

Posted by Jabang Sasmito Roso in Serba Serbi.
16 comments

Terimakasih, Maturnuwun Eyang Kakung dan Putri Gatho ….
SUdah berikan Kesempatan untuk kali ini …

Selamat Siang sederek dan Kadang semuanya
Tidak kurangnya rasa syukur saya ucapkan pertumbuhan akan jalinan silaturahmi semakin melebar .
Menjadi tanpa ukuran apa apa utk mengenal dan mengenal.
masing masing membertikan Tanda utk saling berbagi dalam Hidup dan Kehdiupan ini

Acara Cangkrukan : Dusun Gathak Turi Sleman Yogyakarta

Tema : Tema Biarkan seperti air Mengalir

Tuan Rumah : EYang Kakung dan Eyang Putri Gatho

1

Tamu

~Om dan Tante Ngurah Agung

2

Group PECEL semarang dan Mbah Dadus berikut Putra nya

3

45

~Dodo Mewakili Gantharwa dan
Komunitas Doing Good ( Gawe Becik )

8

Hari/Tanggal : Sabtu 21 Maret 2009 Pukul 18.30 – selesai

Kegiatan Cangkrukan :

9Sebagai ajang tali silaturahmi berikut untuk saling bertukar pandangan.
Kembali rasa bersyukur semua berjalan dengan mengalir saja. Pembahasan yang bertumpu pada sebuah Pendekatan akan Pengalaman dalam Tanda Kutip ”Pesan akan ”RASA”…

“aku~kulo” “Inyong~ingsun”"I ~ me”

10Manusia dan Kelahirannya
Manusia saat terlahir sudha memiliki FITRAH yang sama.
Beranjak tumbuh kecerdasan dan berkembang , banyak menyerap Pengalaman pengalaman Hidup terkait dengan Indra Sensorik .
Dari Pengalaman akan tumbuh Emosi terkait mental dan kecerdasan . Hingga dikatakan Spiritual ”adalah’’spirit……
namun apakah Sipritual sering disimpulkan sebagai Spirit sendiri….dan Itu “”Kesimpulan”" pada umumnya,….
Semneetara bila mau di perdalam lagi manusia sering tanpa disadari atau tidak berbicara SPiritual sering terlepas dari Menlesurui pada kutub Mental dan Fisik ( Wadag)
Hal hal diatas terbagi lagi dari berbagai pandangan akan sebuah PRODUK yang dihasilkan ,.bagaimana itu akan bermanfaat untuk diri semata atau untuk sesama .
11Yang jadi Penilaian pada UMUMNYA ,…mereka yang ber Karya dalam BENTUK MATERI sering dijadikan ACUAN AWAL ,karena ada sebuah PERAN FISIK( WADAG) yang Dominan .Manusia terbiasa melihat dari sisi yang Tersentuh~Tercium~Terlihat~Terasa~Terdengar . Dari sini bila pada TINGKAT MATERI sudah menjadi ACUAN ,..bagaimana melihat dari sisi Spiritual????Hingga akan terus MEMBENTUR~MENGGERUS~MENG OMBANG AMBINGKAN SISI MENTAL ,..menjadi serba KEGelisahan akan KEBERADAAN FISIKAL yang sering di katakan “KESUKSESAN MAUPUN dalam KETERPURUKAN”.

Bagaimana bisa dirasakan Spiritual sekedar Pendekatan BENTUK BENTUK UJUD RUPA???sementara Spiritual itu sendiri JAUH pada tataran BENTUK semata namun sangat TATAAN HALUS tanpa Ini dan Itu. ..penuh KEKOSONGAN,…

Sementara SPiritual yang dimaksud bagaimana mulai Menyadari akan FITRAH Asal Usulnya dengan melakukan Perjalanan Kembali sesuai dengan Peran yang Ada,,,dengan APA ADANYA

Semakin menyimpulkan Spiritual dalam Kotak Pikiran , Semakin jauh dari Kualitas spiritual sendiri

Dasar Perjalanan
Semakin tumbuh dan berkembang dikatakan manusia semkain RUMIT dan menadi Bias akan FITRAH yang sudah ada.Semakin terpengaruh akan Citra Bentukan Lingkungan ~ Pendidikan~ Sosial . Ada Gejolak gejolak HIDUP ,..Kemelakatan. Namun kita sering salah pengertian melihat Gejolak Hidup tersebut.

Gejolak Kebahagiaan~Kenyamanan~Penderitaan~Kesakitan.
ADa satu sisi Kegelisahan manuusia akan Makna Hidup itu sendiri ….
pada titik inilah semua titik titik moment itu akan bekerja ,,bagaimana kita memilih Menyikapi dan Beradaptasi akan Impulse Gejolak yang ada. Akan di MAKNAI ~ atau sekedar menjadi PUKULAN yang sekedar membikin MEMAR yang Berkepanjangan.
Bila dijadikan semua itu sebatas COBAAN ,...kita sekedar akan Mengkambing hitamkan dengan KONDISI yang ada .Bila menjadi ini sebagai UJUD HUBUNGAN sebagai Penerimaan utk Beradaptasi ..semoga Petunjuk itu akan MUNCUL tanpa di cari …
Sikap KERENDAHAN HATI semua akan terproses .Kerendahan Hati bukan sebuah hal yang BISA direncanakan sebelumnya ,.namun dildamnya PENUH dengan PROSES PROSES jatuh BANGUN . ..sangat APA ADANYA
Saat jatuh dan BNNAGUN seberpa lama kita mampu utk BERTAHAN dalam KONDISI Rendah Hati ,…terlepas dari Keluhan keluhan akan hidup itu sendiri..

Rasa ~ Roso Langgeng yang Bekerja menuju DHARMA
Melihat perjalanan yang penuh kerumitan ,…kita cenderung melihat hal hal diluar sebagai ACUAN PEMBANDING.
Sementara itu juga akan semakin JAUH dari Ke Langgenagan akan Peran DIRI yang ada. Bila hal hal diluar itu sebagai UJUD HUBUNGAN in isangat dimungkinkan ,…karena memang ini sebagai UJUD KESATUAN akan RASA Ingsun ~ Kulo ada pada setiap Pribadi. Ingsun~me~kulo sebagai Pendekatan bahsa …bukan kesimpulam yang mewakili akan Rasa tersebut. Bagaimana melihat ~ merasakan masing masing sebagai satu hubungan ,..sebagai satu yang berasal dari satu Fitrah yang ada….bagaimana MOMENT itu bekerja secara UNIVERSAL…bagaiman semua itu bekerja Tanpa PERBEDAAN ……
Bila mungkin in isebagai Titik PERAN , Roso Langgeng tersebut selalu siap ,namun sering kit amanusia diperankan oleh aku~saya~I. Pikiran yang sekedar bekerja, kecerdasan yang sekedar membelenggu , identitas identitas diri yang menjadikan BERBEDA dengan diri (lagi…)

Sarasehan di Padepokan Mbah Gatho 24 Februari 2009

Posted by Gantharwa in Serba Serbi.
5 comments

::Sarasehan:: Terimakasih Mbah Gatho Kakung-Putri dan Sederek, Terkasih

Foto Kenangan

Sharing PERTEMUAN
Lokasi : padepokan Mbah Gatho, dusun Gatak, TURI, Yogyakarta.
Tanggal: 21 Februari 2009

Sugeng Ndalu Kadang Gantharwa dan Sederek Terkasih ,

tn2.Mbah Gatho Sebelumnya saya haturkan terimakasih kepada :
~Mbah Gatho Kakung ~ Putri terkasih( kemaren tidak sempet berjumpa )
~Sudara semua Terkasih yang telah terlibat Langsung maupun sebagai Tamu Undangan telah terlaksananya pertemuan ini .

Sebelumya Mohon maaf kami terlambat …
Juga buat Mas Gigih juga Mbak SUsi yang sudah saya ajak muter2 dulu :) ..luamayan nggeh mas Gigih dan Mbak Susi ….hehhe

Pukul 18.00 Saya mesti jemput saudara di sanggar Doing Good di Jl Tuntungan..lalu kami sempet bermain petak Umpet dengan Mas Gigih yang baik juga mbak Susi yang sudah sabar menunggu di
RIng road…( Nuwun sewu nggeh mas Gigih mbak Susi )

::TAMU UNDANGAN :
Rombongan dari Semarang..dengan 2 mobil…ada 14 orang + 2 anak Nakula + Sadewa…putra mas Yudi

ROmbongan dari YOgya dan Malang :
~ Mas Gigih dan Mbak Susi dari Malang yang sebelumnya sudah singgah di Prambanan
~ Dodo mewakili Keluarga Gantharwa berikut Salam dari Para Kadang  Gantharwa sudah disampaikan .
~ Mas Teguh nitip Salam buat Semua Saudara tidak bisa hadir , karena Nyonah nya baru Nyidam ,..tidak bisa ditinggal
~ Sdr Timy~Icha~Detik~…dari sanggar Doing Good

tn31Pukul 20.00 lebih kami baru sampai dan kebetulan acara sudah dimulai yang sedari sore Mbah gatho dan om Sudrajad serta Mas Tris sudah mencoba kontak kami .Kebetulan kami bertanya tepat di depan Padepokan Mbah Gatho.Dari keremangan malam muncul sosok yang penuh Ramah Senum dan Sangat Familiar meski belm pernah berjumpa .Langsung dengan begitu hangat kami disambut .
Wow….sangat Familiar ,,…

tn4 Kami langsung Gabung ke dalam dimana sudah kumpul semua saudara . Langsung saja kami terus menikmati makan malam yang super Nyuss….,,,dari Mbah Gatho sekeluarga.TerimkasihMbah …Llau satu satu memperkenalkan diri .

::Uraian Pembahasan (lagi…)

Hening Cipta 15 Februari 2009

Posted by Gantharwa in Wejagan.
11 comments

Hening Cipta
Oleh: Kyai Pager Rasa

Keheningan meliputi alam kasunyatan, karena banyak manungsa yang tidak lagi mengolah RASAnya. Terasa sendiri jika berada disana, tanpa tersadarkan ini sudah berlangsung sekian lama sejak para leluhur suci masih ikut mengemong para pujangga jiwa.
Inikah tanda bahwa jagad ini memang harus menuju titik tertentu lagi, seperti yang terjadi pada zaman cipta kala. Jikalau demikian, kemanakah atma-atma akan berlabuh, sudah waktukah harus di turunkan lagi para Kasampurnaan untuk kesekian kalinya?
cermin-diri
Luhur cipta, akar persona, akankah manungsa sejati akan (lagi…)

Jamas Pusaka 1942 27 Januari 2009

Posted by Gantharwa in Sura.
10 comments

Jamas Pusaka 1942
24 Januari 2009
Oleh: Kadang Jabang Sasmitha Roso

Salam Ganjel,

Hujan gerimis menyambut malam itu .Suasana sangat senyap.Meski semua terlihat tetap sangat tenang dan bersahabat,
Pada pukul 19.00 Mas David datang di padepokan kemudian disusul oleh Mas Atmo . Ada Mas Dodo dari Yogya dan Mas Ignatius dari Jakarta .

Malam itu juga Bu Guru Joko sudah menyambut kedatangan para Kadang dengan khas senyum kesederhanaannya tetap terlihat semangat dalam diri Beliau. Kami langsung masing- masing menyiapkan tata acara . Bu Guru Joko dengan penuh sigap ikut menyediakan piranti piranti yang dibutuhkan. Sementar itu Kadang Atmo dan Kadang David ditemani Kadang Dodo dan Kadang Ignatius melakukan persiapan lain di ruangan padepokan.

Setelah semua dirasa cukup sambil menunggu kedatangan Kadang yang lain persiapan terus dilakukan . Semua tetap penuh kesederhanaan.

Di awali mengundang semua Kadang Halus, maupun Pribadi semua pusaka oleh Kadang David. Dan pengeluaran semua pusaka untuk di Jamas
persiapan-pengeluaran-pusaka persiapan-pengeluaran-pusaka11
Pukul 21.00 : Acara dimulai (lagi…)