Sharing Gathok Roso Tgl 3-4 Oktober ‘09 di Jl BatikanNo 100 . YOgyakarta 6 Oktober 2009
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.74 comments
Pertama saya berucap syukur semua berjalan dengan lancar tanpa kendala apa apa
Terimaksih sebelumnya kepada semua sederek yang hadir atau tidak hadir , yang terlihat dan tidak …yang telah berikan dukungan dan doa , juga yang terhormat sebagaipengisi acara “
Om Benedektus dan Mas Sabdo Langit sudah bersedia nggayengke acara ini
Mohon dimaklumi bila ada selap selip nya dalam among tamu untuk sederek semua
Konsep mengalir dan apa adanya ini disengaja, seperti persiapan , tiada adanya buku tamu , atau rujukan aturan aturan yg menyangkut mekanis tertentu yg sering dikonsepkan dalam setiap acara .
Mencoba bergerak dalam suasana yang APa ada nya..
Proses sama sekali ngglundungke terkait acara ini, dari persiapan , tempat , hingga lain2nya
Untuk menuntaskan Gathok Roso yang telah diadakan di Yogyakarta dengan aman dn lancar. sedikit saya akan tuliskan cerita .
Mengambil tema Gathok Roso ini diharapkan akan sangat mewakili . Kita semua seudah berhasil membuat Pancer Kahanan ..utk saat ini dan kelak sebagai rekam Semesta ada sejarah yang sangat sederhana pertemuan roso yang berkendaraan Raga . Cahaya melambung memancar hingga mengundang perhatian frekuensi tertentu utk ikut menykasikan dalam pertemuan tersebut ….
Mungkin di mata umum ini suatu hal yg biasa ,..tapi pertemuaan demikian sangat luar biasa.HIngga pada pukul 22.00 sudah di tandai adanya SYukruan Kecil dengan Tanda menyambut kedatangan intensitas Roso yang mengembang ..juga Intensitas Frekuensi Tinggi hadir menyaksikan .
Adanya keyakinan pertemuan demikian dilihat dari skala manusia bukan apa apa ,dari Roso semua itu tercatat dan Nafas Kebersamaan itu hadir ….terlepas dari atribut intelektual dan pemahaman .
Terkait dengan Penyampaian Om Bens dan Mas Sabdo coba saya lebur :
Isi = Kosong
Mati = Hidup
Beri = Menerima
Saling Melengkapi dan Memiliki Rasa Kemanunggalan
Kosong memiliki makna yang sangat Tidak Terhingga
Bila kita mengosongkan hal yang kasat indrea ,akan berikan toleransi Ruang SIkap tempt Roso utk bersemayan dan tumbuh dalam diri kita .
Kita yng terbiasa melihat Kosong itu tiada ,…
Kita yang terbiasa melihat Kosong itu tidak Mungkin
bagaimana ada keberanian utk beranjak dari Keksosongan , yang tiada yang mewakili Kemungkinan kemungkinan ada isi itu sendiri
Alam Pikir : Sesuatu yang ISi sesuatu yang harus ADa terukur suesatu yang Mungkin , sering menghimpit Pergerakan Gerak dn membelenggu adanya Rasa .
Analogi mudah ….kita sering sibuk membicarakan Tuhan ….
Bagaimana itu semua anggapan , Tidak bedanya rasa manis ….
Kita tidak mungkin uraikan Rasa manis tersebut. Bagaimana selalu tidak disadari seringnya melekat pada penguraian tentang tuhan sebagai pengakuan kelompok tertentu . Bagaimana mengurai tuhan ?rasa manis saja kita tidak bsia uraikan ?
tuhan bersifat kesadaran adanya pergerakan kebebasan roso dalam ber expresi memiliki berintensitas tinggi tidak mungkin …tidak ada dsb. Yang tentunya semua itu dilandasi adanya pertanggungjawaban dalam diri
Kosong dalam arti memiliki SIKAP yang Berpengathuan , SIkap Yang Ber Kaweruh Sikap yang BertanggungJawab Kedalam diri ..bukan semata mata SIkap melempar TanggungJawab Keluar Diri , lantas yang terjadi seringnya terlahir Kambing Hitam Tiada keadilan dan Penekanan
Kosong Isi ~ Isi Kosong
Kosong dalam anggapan, penilaian , rasa pemenuhan ……akan menghadirkan intensitas Isinya Roso
Intensitas Isinya Roso tidak akan berbentuk apa apa bahkan diuraikan pun tidak bisa sama sekali dijabarkan
Kekosongan sebagai satu Intensitas adanya Komunikasi terhubung oleh sebuah ke Welas Asihan~ Pengorbanan dan Pelayanan .
bagaimana semua di mulai dari Tanggung Jawab ke dalam diri sendiri
Keseimbangan Kaweruh dan Mengenal Hidup :
* Kita memiliki pengetahuan , tapi pikiran menyempit dalam pandanngan …..
* KIta memiliki Pandangan Luas , tapi Tidak ber pengetahuan
Ini yang akan menghadirkan pandangan salah …dan menciptakn Keterjebakan diri …
MenJadi Diri Sendiri yang memiliki Totalitas Pergerakan yang selaras dengan Alam Semesta, dalam arti Mengenal Hidup Diri sendiri / Diri Sejati tanpa Label dan Induksi apa apa lagi.
bagaimana saat ini semua aktifitas itu semua dengan Raga dan Pikiran ?
Atau melakukan itu semua dengan Rasa yang Beraga ……?
hanya diri kita semua yang bsia merenungkan ..
~ Essensi muncul Kemanunggaalan
Manunggal bukan berarti Lenyap dan Tidak ada apa apa.
~ Roso memiliki Kebebasan Pergerakan
Yang dibutuhkan adanya Rasa Welas Asih ..utk memunculkan pergerakan itu semua
Manunggal kehendak aktifitas menuju Sikap SUmeleh …..
Sumeleh yng bertnggungJawab dan Sumeleh yang ber pengertian
Manunggal dalam Cipto Karso yang akan menyentuh Ranah Roso yangbaisa di sebut Ke illahian
Roso sebagai Sejating Urip/ Hidup/ Spirit ..sumber Kedamaian dan Pengetahuan Hidup itu sendiri dimana kita sanggup persembahkan adanya Rasa Layanan dan Pengorbanan
Leluhur jaman doleoe sangat nature dalam bergerak
Mereka selaras dengan ALam semetsa dan dirinya
DIsana mereka bisa menerima Pesan semesta tentang masa Depan
Bila disadari ……secara turun temurun ….dalam bhasa BIbit semua itu semakin luntur , ,,utk itu dipoerlukan SIkap SUmeleh , Nol , Roso utk kembali menumbuhkan keselarsan dalam diri dan sesama
Jagad Cilik dan Jagad Gede Sebuah ajaran kesadaran yangsangat tinggi ,…bahkan Tehnologi belum bsia menyentuhnya …
Cipto Karso Roso
Ning Neng Nung Nang Gong
Dengan Hening akan adanya Kehenengan…utk mendaptkn DUnung Petunjuk ,..lantas didpatkan Kewenangan utk melakukan itu semuanya utk bisa menggema dan bermanfaat buat diri dana sesama.
Sudah sekian lama diajarkan utn menjadi diri Sendiri bukan utk menjadi Manusia Cetakan yg memiliki Label label tertentu
Selintas Kiamat
Bila dikatakan Matahari Terbit dari Barat dan Terbenam dari Timur :
Ini seperti dua Koin kesadaran
Sebagai symbol yang semestinya tidak ditangkap secara harafiah .
Barat sebagai simbol Kesadaran Peradaban Tehnologi
Timur sebagai simbol Peradaban Kesadaran Batin
Bila Kuasa Peradaban Tehnologi semakin Menguasai danmenyamarkan pergerakan Kesadaran Batin yang terjadi Kehancuran /
Bagaimana bila ke dua sisi itu bisa saling melengkapi Manunggal dalam Totalitas….sangat bisa dibayangkan kedua hubungan itu hanya bisa Gathok oleh adanya Rasa Cinta Welas Asih sebagai satu alat Komunikasi Penghubung Rasa Kebebasan itu sendiri
Demikain Ulasan yang saya serap dalam perenungan , semalam hingga saya baru bisa tuliskan meski dalam bentuk dadakan pagi ini …
Mohon maafbila ada yang kurang pas …sumonggo dikoreksi mengingat keterbatasan dinding halaman , saya rasa cukup sekian terimakasih
Kebiasaan Raga memberikan Pembiasaan adanya ::Penilaian Indera terhalus sekalipoen :: yang sering mudah Menyamarkan membelenggu Pandangan dan Pergerakan Rasa yang ada
Matoenoweon
Saodaramoe
Salam Sejati
Undangan::Gathok Roso 30 September 2009
Posted by Gantharwa in Uncategorized.3 comments
Salam sederek Semua
Menindak Lanjuti Penawaran dari Saudara Ika mewakili rekan Milis Spiritual Indonesia mengadakan Temu Darat , untuk ini saya sampaikan Undangan terbuka sbb :
Sebelum Perjamuan HIdup ini selesai,mari kita berikan jeda sejenak koempoel bersama Temoe Gathok ing Roso..
Langsung Bebas Terbuka Damai Ndlewer
Menjalin rasa kebersamaan
Kedamaian sudah kita gendong kemana mana
kita hanya perlu sadari itu
Dari langkah biasa ini semoga akan tetap akan berarti
Undangan Gathok Roso dari beberapa Milis antara lain :
- Spiritual Indonesia
- BECEKA
- Persaudaraan Universal
- Group Pecel Semarang
- Gantharwa
- Masyarakat Occult
- MayapadaPrana
- Harmonisasi Universal
- Sanggar Doing Good
- FB
- Umum
Lokasi :
YOgyakarta
Acara :
- Cangkrukan
- Ngguya Ngguyu
- Mesam Mesem Cengar Cengir .
- ANgkringan
- Rengeng2 bersama mudah2an dana bersama mendukung untuk sewa ALat
- Tukar Kaweruh Pengertian
- Bebas Lepas Mengalir APa adanya
Gambaran susunan acara :
* tgl 3 Oktober 2009 Pukul 16.00 sudah bisa kumpul di Lokasi
* tgl 3 -4 Oktober 2009 Pukul 19.00 – selesai cangkrukan
Rencana Pengisi Acara :
- Om Benedektus Sudjanto
- Kadang Sabdo Langit
- Leonardo Rimba
Gambaran Acara :
- Perkenalan
- Tema :
Oemoem Mengangkat Tema
Rasa Kebersamaan, Eksistensi Manusia ddalam Hidup, Kawruh Jawa sebagai Budaya Leluhur terkait Mistik dlamPendekatan Logis
- Tanya Jawab Oemoem dan Sharing Bebas( Healing ,Science , Tarot, Falun Dafa, Theosofi , Therapi Gambar dsb )
- Bila ada yang Bersedia mengisi dengan Uro2 sumonggo di
tenggo supaya jadwal bisa di atur kembali
Lokasi :
Yogyakarta Jl Batikan no 100
Tanggal : 3 – 4 Oktober 2009
Jam : 19.00 – Selesai
Iuran seperti biasa @25.000
BIsa di kirimkan lewat account BCA :
Kcp Mangkubumi Yogyakarta
126-04-90-39-3
a.n aris widodo
Bila ada acara tambahan bisa di buat kesepakatan bersama mengingat waktu yang sangat terbatas .
Seandainya ada sesuatu yang bisa disumbangkan mohon di kofirmasi sekalian akan bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan .
Dan ini sangat memungkinkan bersama sanggar Doing Good di yogya akan kami salurkan . Tapi utk ini tidak menjadi keharusan hanya sekedar ide saja.Sekiranya tidak mungkin bisa ditiadakan .
- Buku anak anak
- Tas Sekolah
- Pakaian Pantas Pakai
- Sandal
- Sepatu
- kertas Bekas
- dsb
Demikian pemberitauan ini semoga semua tetap berjalan dengan tekad NIAT INGSUN
maturnuwun
Saodaramoe
Salam Sejati
do2
Tiiiiing 31 Agustus 2009
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.8 comments
Tiiiiing
Oleh: Kadang Nata Warga
Mau dibilang mati juga tidak, tapi berada dalam alam yang cukup asing…
Pada awalnya melihat bumi dari kejauhan, setengah bulat saja..
wow.. getar getir juga.. saya tak mau melihat.. tak sadar atau otomatis seolah-olah menutup kelopak mata untuk tak melihat..
secepat itu kok terasa saya seperti jatuh kebawah dan pandangan bayangan seperti tutup maka makin lama makin terang, seperti ada lampu mobil menyorot ke mata saya dari jauh terus mendekat…
penasaran dan rasa penasaran ingin tahu, mencoba melihat.. ternyata saya telah berada di suatu tempat yang mana warna terang sekali seperti api las listrik namun saya tak silau atau tak merasa sakit matanya.. bukan terang putih, tapi terang jernih seperti air raksa yang jelas terlihat semua dengan terang.. semuanya indah, tidak ada bedanya jauh maupun dekat.. saya tidak berada di tengah maupun berada di pojok ataupun berada di atas dan bawah.. tapi saya berada seperti dalam keadaan ruang tertentu…
“ngapain nih.. kagak jelas, tempat mana nih?” gak ada siapa-siapa disana, gak jelas mau ngapain… tidak merasa khawatir, juga tidak merasa senang, yang ada hanya seperti perasaan saat tidur nyenyak… tidak merasa apa-apa… berucap dalam hati: apa kalau saya tutup mata maka akan berubah lagi? baru berucap otomatis seolah-olah menutup mata, keadaan terang, tapi merasakan perpindahan keberadaan..
barulah sayup-sayup mendengar ada yang sedang berbicara, langsung otomatis seolah-olah membuka mata, kali ini saya melihat banyak orang berpakaian setengah, hanya kain putih saja yang menyekat tubuh mereka sampai setengah dada, rambutnya diikat jambul ke atas, mereka layaknya resi-resi dari bali, yang saya ingat waktu itu kayak Pak NA, hanya tidak berjanggut dan kumis, mereka bersih, terlihat usianya sama semua, tapi rasa mengatakan ada yang sudah tua dan muda, namun wajah mereka tanpak bersih tanpa keriput..
“kisanak, ada apa berkunjung?” tiba-tiba yang cukup tua menyapa.. (walau tak tanpak tua) – bahasa yang dipakai bukan yang saya kenal, tapi saya mengerti dengan melihat kearah bibirnya saat berbicara.
eh… gak tahu, sahut saya polos… (tentu saya pakai bahasa Indonesia )
“lho kok tidak tahu?” terasa dia berucap bijak.. “bukankah ini yang kisanak mau?”, sambungnya..
emm… yang saya mau? rasanya saya tidak mau apa-apa? jawab saya agak pede.. (biasa anak muda )
“ini jawaban yang sudah sekian dimensi waktu belum pernah terdengar, banyak yang sampai tempat ini karena memang cita-cita dan tujuan mereka, apakah ini bukan tujuan kisanak”?
saya balik bertanya: apakah ini tempatnya?
langsung dijawab: “bukan!, ini bukan tempatnya”
kalau demikian, saya hanya mampir minum saja – saya langsung menambahkan sambil menepuk bahunya.
dan dia tersenyum sambil mengajak bersila dengan merangkul bahu saya juga dan diikuti yang lain mendekat duduk berkeliling… terasa lantainya bukan keramik, bukan tanah, bukan bahan padat, tapi terasa padat, layaknya seperti angin..
“Mari kisanak…” sambil di sambut bijak
Maaf, apakah setiap insan pasti lewat sini? saya memulai bertanya dengan harapan diberikan pemaparan..

terasa badan di goncang… (lagi…)
Bersyukur dan Mengingat 25 Juli 2009
Posted by Gantharwa in Renungan.2 comments
Bersyukur dan mengingat
Oleh: Kadang Lilik
Para kadang, membaca tulisan mas Hari aku jadi dingatkan lagi untuk lebih sering, bahkan kalau bisa selalu bersyukur.
Aku juga jadi ingat ketika aku kelas 2 SMP dan sering mengeluh tentang keadaan keluarga yang saat itu sedang kurang baik. Ketika aku jemput ibukku dari bezoek tetangga yang sakit di RS, dan ban motor bocor, sedang saat itu ibukku tidak cukup uang bahkan hanya untuk menambal ban motor, uang sudah habis untuk bezoek. Sambil ngedumel aku nuntun motor Yamaha kubota super buatan tahun 1970.
Terjadilah dialog ini:
“buk, urip kuwi kanggo opo tho kok uripe dhewe mung pas-pasan terus?”
(buk, hidup itu buat apa sih kok hidup kita selalu pas-pasan terus).
Ibukku jawab:”urip kuwi kanggo ngelingake manungso ben luwih sering nyukuri opo wae sing wis diwenehake Gusti kanggo uripe awake dhewe.
(hidup itu untuk mengingatkan manusia agar sering mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kehidupan kita).
“dadi kudu bersyukur terus, mesti dikecewaake?”
(jadi harus selalu bersyukur mesti dikecewakan?)
Nek kowe ora tau maido Gusti, mung terus bersyukur, Gusti ora bakal ngecewaake kowe. Opo sing kok perloni kanggo uripmu mengko kuwi wis dicawisake. Ora perlu wedi, ojo sering sumelang, ojo sering maido. Percoyo wae, Gusti ora sare.
(kalau kamu tidak pernah mencela Tuhan, dan terus hanya bersyukur, Tuhan tidak akan mengecewakan kamu. Apa yang kamu butuhkan buat hidupmu nanti itu sudah disediakan. Tidak perlu takut, jangan sering kuatir, jangan sering mencela (mengumpat). Percaya saja, Tuhan tidak pernah tidur.)

Lho aku uwis percoyo kambek Gusti, tapi tetep wae dikecewake, opo sing dak jalok ora ethuk, aku kudu percoyo sing piye meneh buk?
(lho aku sudah percaya dengan Tuhan, tapi (lagi…)
::Silaturahmi Kadang di SOlo::Dari Rumah Guru Djoko ~ Nyekar ke Eyang Guru Suwahyo:: 15 Juli 2009
Posted by Redaktur1 in Serba Serbi.3 comments
22-23 April 2009
Rasa syukur …kepada Gusti yang telah memberikan Ijin untuk terlaksananya pertemuan ini, sebagai satubagian dari sketsa perjalanan sebagai satu symbol tetap terjaga terjalinnya tali Komunikasi ….
Terimakasih kepada Mbah Moel yang telah bersedia menemani kami bersilaturahmi ..Terimakasih kepada Kadang Sarwanto yang telah memfasilitasi tempat pertemuan Penantian yang cukup lama untuk mengunjungi Kadang Sinarawedi seperguruan di Solo , juga Kadang PK3 dan keluarga Almarhum Eyang Suwaho dan simpatisan yang ikut memberikan dukungan .
Sekianlama hanya didenger dari cerita saja, kini telah ternyata terobati dengan kebetulan karena adanya kunjungan Kadang David ke Solo.Meski Terlebih dahulu telah janjian dengan Kadang David sebelumnya untuk ketemu.
Sore itu Meluncur dari Yogya pukul 18.15 ke SOlo ketemu Kadang David, Kira kira perjalanan 1 jam kami bertemu, kemudian santai dan mampir dulu untuk isi perut ~ makan malam nasi liwet . Nuansa sangat komplit ketika diiringi Kidungan dari permintaan Kadang David kepada kelompok seniman Sinden jalanan untuk menyanyikan Lir~ Ilir.
Setelah selesai makan sebagai rasa kangen Kadang David untuk menjenguk rumah orang tua Guru Joko, yang sekarang di tempati oleh Ibu Guru Joko (Mbah Moel).
::Rumah Guru Djoko::
Maka Kami menuju ke rumah Guru JOKO Sebelumnya Janjian dengan Kadang Sarwanto (Putra dari Eyang Guru Suwahyo) di SOlo
. Ketika waktu menujukkan Pukul 21.00 kami bertemu di Rumah Guru Joko . Disambut dengan senyum ramah oleh Mbah Moel .Memperkenalkan diri dengan obrolan santai, Bercerita glenak glenik dengan Mbah Moel Kadang David DOdo dan Kadang Sarwanto dan satu kadang dari solo .
Setelah sesaat cukup guneman bersama melepas kangen berikut berkenalan kami pamit menuju rumah EYang Guru Suwahyo.
Bersama Kadang Sarwanto sebagai Putra Eyang Guru Suwahyo …beberapa saat perjalanan di situ sudah ditunggu para kadang termasuk mas Tegoeh yang sejak jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk hadir.
::Di Dusun Padoan::
Masing masing memperkenalkan diri .Dalam keremangan malam di sebuah rumah dengan halaman yg luas dengan pohon bamboo di sekeliling nya .Rengeng rengeng masing masing dalam bertegur sapa dan beramah tamah ,Tema pembicaraan dari hal Perkenalan guneman canda
tawa hingga pada pembicaraan Kaweruh .

Kami semua masing masing masing nyimak dalam pertemuan ini ,terasa sekali ada ruang kosong kembali terjalin dari pertemuan seperti ini . Suasana sangat sangat hangar penuh rasa persaudaraan berikut masing masing menyampaikan dan mendengarkan uraian dan pandangan secara bebas menyampaikan ditemani teh camilan dan makan malam malam itu .

Bagaimanapun masing masing sangat menyadari pentingnya bekal Kaweruh . Berkaweruh mnjadikan pandangan Wruh kemudian bisa diperankan dan bermanfaat untuk sesama …bukan sebagai pemenuhan ataupun sekedar keinginan menjadi begini dan begitu . Membicarakan tentang Kaweruh kesan pesan para Kadang menyampaikan dengan semangat dan saling mengisi ..jarang ada sesi pertemuan seperti ini .
Ada sisi sisi dasar yang sempat hilang dari kadang Solo bagaimana Berkaweruh dengan cara yang ditenpuh selama ini .Tanpa mengurang semangat ,,sampaihari ini Niat mereka utk selalu berusaha menggali dan menggali… dan sangat diharapkanad asambung rasa dari kadang gantharwa dalamhal ini ..
Ada satu penyampaian dari Kadang Sarwanto yang sangat nearik bagaimana pertama kali mempelajari PK3 . Saat itu beliau mengalami sebuah kesulitan pilihan dalam hidup ,terasa tiada pilihan ,hidup ‘terasa’ penuh dengan cobaan ,terasa tiada jalan lagi …penuh rasa
“pasrah “ Saat beliau merenungkan semua ..tiba tiba kehadiran sosok bapaknya yaitu Eyang guru Suwahyo dihadapannya ..lantas mengatakan ..bukalah buku catatan ( buku pembelajarn PK 3 ) yang selama itu Kadang Sarwanto belum sempat mempelajrinya semenjak Eyang Guru meninggal .
Merasakan berikut melihat kedatangan ayah nya ( Eyang Guru Suwahyo ) dalam perenungan bukan hal yang biasa ..kadang Sarwanto mengikuti pesan .Dengan cara memahamai apa yang ada dalam buku dan dijalani dengan rasa apa adanya .Semenjak itu kemudahan kemudahan dalam Hidupnya mulai berubah …hingga semua sudah kembli jauh lebih baik ..
Tak terasa Pukul 00.15 ..disana ada sebuah laku yang masih menjadi sejenis ritual yaitu mengitari/mengelilingi kampung sebanyak tiga kali saat malam jum’at . Dan kami pun ikut melakukan keliling kampung .Hingga Pukul 3 selesai semua dilakukan.
Setelah itu pembicaraan dilanjut sejenak. Tidak terasa waktu menujukkan Pukul 4.00 dan kami pun beranjak siap kembali pulang . (Namun sebelum pulang, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Makam Mbah Guru Wahyo, yang ternyata tidak jauh dari kediamannya.)
::Beberapa Catatan Kesan dan pesan tertangkap dari Mas Tegoeh sebagai ( Simpatisan/ Siswa Gantharwa) yag ikut berikan dukungan , sebagai berikut ::
1.Kadang Solo menguraikan dari Proses penerimaan murid di Padoan: dengan cara kungkum di kali Tempuran . Tangkapan kami utk menguji tekad kesungguhannya belajar kawruh. Maksud untuk melatih Karso sejauh apa calom murid mau belajar. (Disana tidak ada bimbingan seperti yang dilakukan di Bandung (Gantharwa), tapi semua mengali dan mencari kedalam sendiri.)
2.Proses pemuridan-pembelajaran di Padoan. begitu murah hati dlm pemberian “kunci”.,
Pandangan Kadang dodo : Selama Kunci menjadi Pencapaian Keutamaan dari Tujuan , ketika itu terjebak dalam kepuasan yang akanmembawa dampak sekedar Label dan menjadi bingkai hiasan dalam diri .,.
3. Diskusi antara MAS David & MAS Sarwanto menelaah kitab-mantra dari Eyang Guru.
4. Proses komunikasi perkembangan pembelajaran Gantharwa-PK3 yg terhambat oleh tehnologi. PK3 masih mengandalkan sarasehan copy darat…. (dengan ternyata murid-murid yang mau belajar sangat terbatas, maka bersyukurlah yang memiliki fasilitas lebih, jangan sampai disia-siakan)
5. Fenomena Nyata di makam Eyang Guru. (Note mas David: ~Masing-masing menerima pesannya sendiri, ada yang tidak ada, ada yang ada~)
6. “Siapa yg bersungguh-sungguh, akan menemukan yg dicarinya” memang benar adanya, plus bonus “ada kemudahan di dalam kesungguhan”. Yang rasakan banyak pribadi halus yg mendukung/turut berbahagia disaat para murid mempererat persaudaraan dlm kesatuan ukuran .Cipto~ Karso- dalam SEJATi ning Raos.
7. Kerinduan kadang di Padoan-PK3 utk srawung dgn poro kadang di Gantharwa. Karena Kadang David punya kesempatan menguraikan makna dari seluruh pelajaran yang erat kaitannya dengan isi PK3 itu sendiri.
8. Penjelasan MAS David ttg penglihatan pusaka dlm bentuk batu di tengah sawah-pengalaman pengambilan pusaka.
9. Terimakasih kpd MAS Sarwanto sekeluarga utk nasi liwet & nogosari nya (saya habis 6 bungkus).
10.Terimakasih mas Sarwanto-mas David-mas Dodo-semua kadang PK3.
Salam PK3- Salam SEJATi.
11. Penjelasan ttg KASUNYATAN yg sebelumnya (asLi) salah kaprah.
Demikian uraian yangbisa disharingkan bersama . Sebagai catatan kaki penyampaian , setidaknya dalam pertemuan sebagai satu pembelajaran berikut menjaga dan perekat komunikasi yang akan membawa dampak motivasi rasa kebersamaan .
~Damai di Hati Damai DI Bumi~
Disunting oleh :
Kadang David Goh~Simpatisan sdr .Tegoeh~Kadang A.Widodo
Salam Sejati
BERSYUKUR 13 Juli 2009
Posted by Gantharwa in Renungan.4 comments
BERSYUKUR
Oleh: Kadang Leonardus Hariwishnu
Hallo para kadhang, senang bisa berjumpa kembali walaupun hanya dalam sebentuk tulisan. Semoga bisa menjadi bahan diskusi yang membangun spiritualitas kita. Tulisan ini terinspirasi dari sebuah peristiwa dimana saya tiba-tiba teringat akan salah satu guyonan Warkop DKI yang waktu kecil dulu pernah saya dengar lewat kaset lawak mereka.
Barangkali para kadhang ada yang masih ingat lawakan alm. Dono berikut ini: “Sifat orang Jawa itu selalu merasa beruntung! Kalau kaki kena lempar batu, orang Jawa akan bilang: wah untung nggak kena tulang kering, kalau kena tulang kering, orang Jawa akan bilang: wah untung nggak kena paha.Kalau kena paha, untung gak kena dada. Kalau kena dada, untung gak kena kepala. Kalau kena kepala, untung gak kena mata. Kalau kena mata, untung gak dua-duanya. Kalau kena dua-duanya, untung gak mati”.

Saya ingat saat itu bisa tertawa lebar mendengar celotehan Warkop DKI itu, karena dulu memang terasa lucu sekali. Nah, saat merenungkan lelucon itu tiba-tiba saya (lagi…)
::Selembar Serat Abang Wasitah~Wasilah diri:: 13 Juni 2009
Posted by Jabang Sasmito Roso in Serba Serbi.13 comments

Penyampaian ini sekedar wacana..jauh dari nilai2 ilmiah dan bukan dlm kerangka religius…
Bagaimna sesuatu yg dikenal akan “Sebuah yang lebih” terpaku dan tersimpan pd kekuatan yg
lebih tinggi , berada pd posisi ”potensi potensi ” batiniah sbg pendekatannya…
Keyakinan ”diluar itu” yg dimiliki ,bebas dgn label apapun..bukan satu jalan sbg “”Skala Kuasa Pembenaran”"
Dan Bukan juga dlm arti banyak jalan..yg malah membingungkan..Namun semua beranjak pd nilai2 “”Kemanusiaan dan Kesetaraannya..”"~bisa seperti selembar serat abang Wasitah ( Spirit ) melalui Wasilah-wasilah ( hubungan) yg tersimpan …
Bagaimana peradaban yg semakin maju melesat,lebih pada kita bukan utk ajang kompensasi melalui
crita2 turunan yg demikian ~religius dsb. Bgmna sekarang sangat
terbukanya informasi,utk lebih memberikan perhatian kpd kedewasaan
pandangan…keluasan wacana apakah malah mempersempit dlm belenggu
”hanya satu satunya “” yang berlaku benar ????
Dulu sang Copernicus melukiskan gejala banyak orang tdk menerima,selanjutnya?peradaban melampaui loncatan yg sangat jauh
setelah sekian lama baru diakui…
Saat ini manusia sdg mengalami massa transisi lompatan besar kembali,apa yg mustahil kelak akan menjdi fakta…dimana masing2
mencoba berperan ”Memahami Rahasia Pribadi”
Sekarang kita semua sdg berusaha bagaimna meraih masa depan yg lebih baik,
Semoga..semua makhluk Bahagaia damai dan sejahtera.. selalu dalam SEMANGAT utk mulai sejenak demi sejenak berani kembali ke dalam diri …hingga mulai ikut Andil dalam Memerdekakan akan Rahasia KEbebasan Batin yang sekian lama Terabaikan dalam belenggu ….~
Salam Sejati
Sharing Cangkrukan Yogyakarta..01-06-09.. 21.00 3 Juni 2009
Posted by Gantharwa in Laporan Sarasehan.7 comments
Sharing Cangkrukan
Yogyakarta..21.00
Oleh: Aris Widodo
Edit: David Goh
Sebelumnya kami mengucapkan Syuku kepada Gusti, berempat bertemu di pinggiran alun-alun. Aroma wedang ronde ,jagung bakar, silih berganti saling melengkapi suasana dengan music jalanan khas Jogja . terciptakan cangkrukan di pojok jalan alun2 .. Tawa senyum lepas, sambil srupat sruput,kremas kremus….kebal kebul ..
Lokasi I : Alun alun Utara
Tamu : Kadang David
Kadang DOdo
Umum: Mas Eko
Mas Agus
Mas David menyampaikan mari mulai mencoba bersatuan ukuran, demikian hingga masing2 punya karso. Banyak sekali kita menganggap sesuatu di biarkan mengalir, padahal mengalir berarti kita tidak berkemauan, kita telah terjebak pada situasi dan kondisi, namun kalau berkesatuan ukuran maka kita akan memproses, dan di situlah munculnya Karso… pada akhirnya itulah pasrah yang sebenarnya, tidak pada situasi dan kondisi.

Sembari menikmati udara malam ..letupan2 (lagi…)
SEMBILAN POKOK AJARAN SYEKH SITI JENAR 24 Mei 2009
Posted by Gantharwa in Serba Serbi.60 comments
MASIH RELEVANKAH AJARAN SYEKH SITI JENAR DEWASA INI?
Oleh: Ir. Achmad Chodjim, MM
Tema seminar/sarasehan budaya hari ini adalah agama ageming aji, yaitu agama sebagai nilai-nilai luhur yang menjadi landasan hidup bangsa Indonesia, sesuai dengan sila pertama pada Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dalam bingkai ageming aji bukanlah agama dalam arti golongan atau agama sebagai organisasi (organized religion), tetapi agama sebagai basis moralitas dan perilaku manusia.
Agama dalam arti ini pernah menjadi polemik dan perang wacana di Kepulauan Nusantara –karena Indonesia belum lahir– dan tepatnya di P. Jawa pada pertengahan abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-16.
Tokoh sentral dalam polemik dan perang wacana pada masa itu adalah Syekh Siti Jenar atau dikenal dengan nama Syekh Lemah Abang. Dia seorang guru dan pelaku spiritual yang mengajarkan agama sebagai jalan hidup dan bukan sebagai kepercayaan. Meskipun Syekh seorang muslim, tetapi ajarannya menarik berbagai pemeluk agama dan kepercayaan yang ada waktu itu. Mereka yang belajar dan menjadi murid Syekh berasal dari berbagai kalangan, baik kalangan elite –yaitu para adipati– maupun rakyat biasa. Mereka berasal dari pemeluk Hindu, Biddha, Syiwa-Buddha, Islam, dan pemeluk kepercayaan yang berkembang di Jawa waktu itu.

Foto bersama Saudara dari PU, SI, BECEKA, Gantharwa, dan praktisi spiritual yang lain di kediaman Ahcmad Chodjim 210509.
Apa yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar sehingga daya tarik ajarannya luar biasa dan menyebabkan penguasa Kesultanan Demak Bintara kegerahan waktu itu? Yang diajarkan sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi mereka yang hidup di Kep. Nusantara waktu itu. Yang diajarkan adalah paham MKG (Manunggaling Kawula Gusti), yaitu satunya hamba dengan Tuhan. Paham ini sudah ada di agama Hindu dan Buddha yang sebelum berdirinya Kesultanan Demak, dipeluk oleh mayoritas penduduk Nusantara. Paham ini diikuti oleh kalangan sufi dalam agama Islam. Bahkan, mereka yang dikenal sebagai anggota Walisanga juga berpaham MKG. Padahal, berdasarkan sejarah Walisanga yang bergelar sunan itu adalah pendukung dan penasehat Sultan Demak di zaman itu. (lagi…)
::SATU JALAN?????:: 23 Mei 2009
Posted by Redaktur1 in Serba Serbi.9 comments

Bagaimana pandangan UMUM yang sering dikatakan~ Hanya Ada “satu” jalan~”satu” lebih benar~ “satu” lebih dan Paling baik dan Benar dsb.. , dalam bingkai maupun kemasan serta sajiannya ajaran yang berbeda,di jaman keterbukaan komunikasi ini akan semakin terasa pendekatan akan adanya Tekad Kesetaraan pada masing2 nafas ajaran yang ada.
Dijaman Milenium ini semoga semua perbedaan menjadi sesuatu hal yang sangat bisa sekali diterima kembali kedalam diri dengan cara “”Akal Sehat …”"
Dengan segala kerumitan di dunia ini terlahir satu hikmah utk tidak ikut tergulung habis , namun lebih bisa “menyatakan”~ Terbukanya Sebuah Kesempatan utk berani selalu mencoba dan mencoba mengalami sendiri tentang kedamaian didalam diri dan semua orang..dan semua yang ada di sekeliling kita …sebagai awal pelepasan sebuah jeratan belenggu kedamaian masa lampau ….
Semoga selalu disadari saat ini kita selalu dituntun utk menyusun benang merah2 dalam perbedaan sebagai pondasi kesadaran kedalam dengan dasar satu tekad akan lingkar kedamaian yag utuh …
Bagaimana kalo saat ini semesta cilik selalu mengajarkan akan sebuah jalan cahaya , bukan jalan atau berada diluar kerangka pemahaman dan dogma?….yg ada diluar berikut ada tersimpan di batin kita….itulah jalan yang ada kembali kepada “Cahaya Diri Sejati” ..semoga ….semua makhluk damai sejahtera ~.
Salam Sejati